Menakar Pergeseran Pola Pikir Gen Z dan Milenial Indonesia yang Mulai Mengutamakan Keseimbangan Hidup

Menakar Pergeseran Pola Pikir Gen Z dan Milenial Indonesia yang Mulai Mengutamakan Keseimbangan Hidup

PORTALBERITA.CO.ID – Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan fisik kini tengah mengalami transformasi besar di kalangan generasi muda Indonesia. Kelompok usia produktif ini mulai meninggalkan paradigma lama yang hanya mengagungkan produktivitas tanpa batas.

Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, khususnya di kawasan perkotaan Indonesia, tekanan kerja sering kali memicu kejenuhan ekstrem. Fenomena ini akhirnya mendorong para pemuda untuk mengevaluasi kembali makna kesuksesan yang sesungguhnya.

Pergeseran prioritas ini terjadi bukan karena menurunnya etos kerja, melainkan sebagai bentuk adaptasi yang realistis terhadap kondisi kesehatan mereka. Generasi muda menyadari bahwa bekerja terus-menerus tanpa jeda justru dapat menurunkan kualitas hidup dan efektivitas kerja dalam jangka panjang.

Kini, fokus utama mereka beralih pada pemulihan energi secara berkala dan pencapaian keseimbangan hidup yang lebih harmonis. Langkah ini diimplementasikan melalui pengelolaan waktu yang lebih bijak, termasuk membatasi jam kerja dan meluangkan waktu untuk rekreasi.

Perubahan perilaku tersebut mencerminkan adanya evolusi pemahaman yang mendalam mengenai konsep kesehatan secara holistik. Kesehatan tidak lagi didefinisikan hanya sebagai kondisi bebas dari penyakit fisik, melainkan juga mencakup kebugaran mental dan emosional yang stabil.

Fenomena pergeseran nilai kehidupan ini menjadi sinyal positif bagi masa depan dunia kerja yang lebih sehat di tanah air. Informasi mengenai perubahan tren gaya hidup anak muda ini dikutip dari INFOTREN.ID.

Pada akhirnya, tren baru ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem kerja yang lebih manusiawi dan berkelanjutan di Indonesia. Perusahaan dan pelaku industri pun dituntut untuk mulai beradaptasi dengan menyediakan ruang bagi kesejahteraan karyawan mereka.

Sumber : https://portalberita.co.id/post/menakar-pergeseran-pola-pikir-gen-z-dan-milenial-indonesia-yang-mulai-mengutamakan-keseimbangan-hidup

Bukan Harus Dipendam, Ini Cara Mengelola Amarah agar Lebih Sehat

Bukan Harus Dipendam, Ini Cara Mengelola Amarah agar Lebih Sehat

KOMPAS.com – Kemarahan kerap dianggap sebagai emosi yang harus dihindari.

Tak sedikit orang merasa bangga karena mengaku “tidak pernah marah” atau selalu mampu menahan emosi.

Namun, menurut penulis buku Good Anger, Sam Parker, anggapan tersebut belum tentu benar.

Seseorang yang merasa tidak pernah marah bisa jadi sebenarnya hanya terbiasa memendam amarah.

“Ketika orang berkata, ‘Saya tidak pernah marah,’ yang sebenarnya mereka maksud adalah mereka sangat pandai menahan amarah, sering kali dengan mengorbankan diri sendiri,” kata Parker, dikutip dari The Guardian, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, kemarahan bukanlah emosi yang buruk.

Sama seperti sedih, takut, atau bahagia, marah merupakan respons alami yang membantu seseorang mengenali ketika ada batasan yang dilanggar, kebutuhan yang tidak terpenuhi, atau ketidakadilan yang dialami.

Yang perlu dipelajari bukanlah menghilangkan rasa marah, melainkan mengelolanya dengan cara yang sehat.

Mengapa amarah tidak sebaiknya dipendam?

Parker menjelaskan bahwa banyak orang terbiasa menyamakan kemarahan dengan agresi atau kekerasan. Padahal, keduanya berbeda.

Agresi merupakan perilaku, sedangkan kemarahan adalah emosi.

Seseorang bisa merasakan marah tanpa harus melampiaskannya dengan cara yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Sebaliknya, memendam amarah dalam waktu lama justru dapat menimbulkan dampak negatif.

Menurut Parker, kemarahan yang terus ditekan dapat memperpanjang respons stres tubuh, termasuk meningkatkan kadar hormon kortisol yang berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan.

Ia juga menemukan bahwa orang yang terbiasa menekan amarah kerap mengalami kecemasan, karena emosi tersebut tidak pernah benar-benar diproses.

Cara mengelola amarah dengan lebih sehat

Alih-alih menekan atau meluapkan amarah secara berlebihan, Parker menyarankan beberapa cara yang lebih sehat untuk mengelola emosi tersebut.

1. Akui bahwa Anda sedang marah

Langkah pertama adalah menerima bahwa rasa marah memang sedang muncul.

Mengakui emosi bukan berarti membenarkan tindakan agresif.

Sebaliknya, hal ini membantu seseorang memahami apa yang sebenarnya sedang dirasakan.

Dengan mengenali emosi, seseorang dapat berpikir lebih jernih sebelum mengambil keputusan.

2. Cari tahu penyebab sebenarnya

Menurut Parker, kemarahan sering kali bukan semata-mata disebabkan oleh orang lain.

Emosi tersebut justru dapat menjadi petunjuk bahwa ada kebutuhan yang belum terpenuhi, batasan yang dilanggar, atau pengalaman masa lalu yang belum selesai.

Karena itu, cobalah bertanya kepada diri sendiri mengenai alasan di balik kemarahan yang muncul.

3. Salurkan melalui aktivitas fisik

Parker mengaku mulai memahami emosinya setelah rutin berlatih tinju.

Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, jogging, menari, atau olahraga lainnya dapat membantu tubuh melepaskan ketegangan sehingga emosi menjadi lebih terkendali.

Cara ini dinilai lebih efektif dibanding sekadar melampiaskan amarah dengan berteriak atau memukul benda.

4. Ekspresikan lewat cara yang kreatif

Selain bergerak, kemarahan juga dapat disalurkan melalui kegiatan kreatif.

Menulis jurnal, menggambar, melukis, atau menuangkan perasaan dalam bentuk karya dapat membantu seseorang memahami emosinya tanpa harus menyakiti diri sendiri maupun orang lain.

5. Putuskan langkah yang perlu diambil setelah emosi mereda

Setelah perasaan lebih tenang, barulah tentukan apakah situasi tersebut memang memerlukan tindakan.

Dalam beberapa kondisi, seseorang mungkin perlu menyampaikan keberatan, menetapkan batasan, atau melakukan percakapan yang sulit dengan orang lain.

Namun, ada pula situasi yang cukup diselesaikan dengan memahami emosi yang muncul tanpa harus bereaksi berlebihan.

Sumber :https://lifestyle.kompas.com/read/2026/07/13/160000820/bukan-harus-dipendam-ini-cara-mengelola-amarah-agar-lebih-sehat

Ajari Anak Percaya Diri dengan 5 Kalimat Ini

Ajari Anak Percaya Diri dengan 5 Kalimat Ini

KOMPAS.com – Rasa percaya diri pada anak bisa dibangun sejak dini dengan bantuan orangtua lewat latihan yang dilakukan berulang kali dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membiasakan anak mengucapkan kalimat-kalimat tertentu ketika menghadapi berbagai situasi.

Berikut beberapa kalimat yang menurut para ahli perlu diajarkan kepada anak sejak dini.

Ajari Anak Percaya Diri dengan 5 Kalimat Ini

1. “Aku tidak paham” atau “aku butuh bantuan”

Psikiater anak dan remaja di Psychiatry Connection, Nevada, dr. Sid Khurana, mengatakan kepada Good Housekeeping banyak anak merasa malu mengakui bahwa mereka belum memahami sesuatu. Padahal, kemampuan meminta bantuan merupakan bagian penting dari membangun kepercayaan diri anak.

“Sangat penting bagi anak untuk memiliki kepercayaan diri mengatakan hal ini, serta memiliki kesadaran diri dan harga diri bahwa tidak apa-apa jika mereka belum memahami suatu instruksi.Dan tidak apa-apa meminta seseorang untuk menjelaskannya,” ujar dr. Sid dilansir dari Good Housekeeping.

Orangtua dapat melatih anak dengan membiasakan kalimat seperti, “Bapak, aku belum paham,” atau “Ibu, bisa tolong jelaskan sekali lagi?”.

Ketika anak bertanya, respons yang sabar dari orang tua juga membantu mereka merasa aman untuk terus belajar.

2. “Aku bisa mencari jalan keluarnya”

Keinginan orangtua untuk segera menyelesaikan masalah anak sering kali muncul secara spontan. Namun, menurut pendiri platform parenting Moms on Call, Jennifer Walker, anak sebaiknya dibiasakan percaya bahwa mereka mampu menghadapi tantangan mereka sendiri.

Ia menyarankan orangtua untuk sering mengucapkan kalimat seperti “Kamu pasti bisa, Nak”. Seiring berjalannya waktu, kalimat tersebut akan berubah menjadi suara batin positif yang dimiliki anak.

3. “Aku sedang merasa…”

Kemampuan mengenali dan mengungkapkan emosi juga menjadi bagian penting dari rasa percaya diri. Direktur Mental Health and Wellness Mingo Health Solutions, Lakiesha K. Oliver memaparkan bahwa anak perlu mengetahui bahwa semua emosi boleh dirasakan dan diungkapkan.

“Kemampuan mengekspresikan perasaan adalah fondasi utama kesehatan mental dan kesejahteraan,” tutur Lakiesha.

Sementara itu, dr. Sid menambahkan bahwa anak juga perlu belajar menerima emosi yang tidak menyenangkan. Dengan mengungkapkan rasa marah, sedih, atau kecewa, anak bisa belajar mengelola emosi dengan lebih sehat dan tidak memendamnya seorang diri.

4. “Pak, Bu, aku boleh lihat ini?”

Kalimat di atas memang tampak sangat sederhana. Namun, kalimat sederhana ini menjadi semakin penting di era digital ketika anak-anak tumbuh besar bersama teknologi.

Menurut Direktur Eksekutif Health-e-Habits, Jim Festante, anak perlu merasa nyaman meminta bantuan ketika menemukan sesuatu yang membingungkan atau mencurigakan di internet.

“Ketika anak membuka pesan phishing, menerima permintaan mengikuti akun yang mencurigakan, mengobrol dengan orang asing, atau tanpa sengaja meneruskan tautan spam, reaksi pertama mereka biasanya adalah menghapus semua buktinya karena malu atau takut perangkat mereka disita,” ujar Jim,.

Oleh karena itu, orangtua sebaiknya membangun suasana yang membuat anak tidak takut untuk melapor, “Bapak, Ibu, aku melihat sesuatu yang aneh di internet dan tidak tahu itu apa.”

5. “Aku berarti”

Anak perlu memahami bahwa dirinya memiliki nilai sebagai individu, bukan karena prestasi atau pencapaiannya. Untuk menanamkan pola pikir ini pada anak, orangtua dapat membiasakan anak menyadari bahwa dirinya berarti.

Orangtua, misalnya, dapat mengajak anak berbagi momen ketika anak merasa telah membantu atau memberi arti bagi orang lain. Dari kebiasaan kecil seperti itu, kepercayaan diri dapat tumbuh secara perlahan dan bertahan hingga dewasa.

Sumber : https://lifestyle.kompas.com/read/2026/07/19/110500720/ajari-anak-percaya-diri-dengan-5-kalimat-ini

Mengapa Ada Bisnis yang Bertahan Hingga Ratusan Tahun?

Mengapa Ada Bisnis yang Bertahan Hingga Ratusan Tahun?

Saya baru saja membaca sebuah postingan dari CEO Trisna Group yang menurut saya sangat menarik untuk direnungkan.

Dalam postingannya, beliau mengungkapkan bahwa bisnis yang mampu bertahan lebih dari 10 tahun saja sudah merupakan pencapaian yang luar biasa. Apalagi jika sebuah perusahaan mampu bertahan hingga lebih dari 50 tahun. Namun, yang benar-benar mengundang pertanyaan adalah bagaimana ada perusahaan yang usianya telah mencapai lebih dari 200 tahun.

Pemikiran tersebut membuat saya berpikir, apa sebenarnya yang membuat sebuah bisnis mampu bertahan begitu lama?

Menurut saya, ada dua faktor yang sangat menentukan.

1. Besarnya dan Keberlanjutan Market

Hal pertama yang perlu dilihat adalah market. Seberapa besar pasar yang dilayani? Apakah kebutuhan tersebut akan tetap ada dalam jangka panjang?

Bisnis tidak dapat bertahan hanya karena produknya bagus. Ia harus berada di pasar yang terus hidup atau mampu menyesuaikan diri ketika kebutuhan pasar berubah.

Perusahaan yang mampu bertahan puluhan hingga ratusan tahun biasanya selalu menemukan cara agar tetap relevan bagi konsumennya.

2. Visi Founder yang Sangat Jelas

Dalam postingannya, CEO Trisna Group juga menyoroti pentingnya visi seorang founder. Menurut beliau, founder harus memiliki tujuan yang benar-benar jelas, bahkan untuk 10, 20, hingga 30 tahun ke depan. Tidak hanya itu, visi tersebut juga harus mampu dipecah menjadi langkah-langkah yang dapat dijalankan agar benar-benar tercapai.

Saya sependapat dengan pandangan tersebut. Founder yang membangun perusahaan dengan orientasi jangka panjang akan mengambil keputusan yang berbeda dibandingkan founder yang hanya mengejar keuntungan sesaat.

Visi yang besar tidak cukup hanya menjadi slogan. Visi harus diterjemahkan menjadi target, strategi, sistem, dan budaya kerja yang bisa dijalankan oleh seluruh organisasi.

Mengapa Banyak Bisnis Tidak Bertahan Lama?

Dalam akhir postingannya, CEO Trisna Group juga menyampaikan pandangannya bahwa banyak bisnis gagal karena founder tidak memiliki visi yang jelas.

Terlepas dari masih banyak faktor lain yang dapat menyebabkan kegagalan sebuah bisnis, saya melihat bahwa visi memang merupakan fondasi yang sangat penting. Tanpa arah yang jelas, perusahaan akan lebih mudah kehilangan fokus ketika menghadapi perubahan pasar, persaingan, maupun tantangan ekonomi.

Sebaliknya, ketika visi menjadi kompas dalam setiap pengambilan keputusan, perusahaan memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh secara berkelanjutan dan membangun bisnis yang dapat bertahan lintas generasi.

Referensi : https://www.instagram.com/p/DaSQ-u2Cdam/

Bagaimana Hukum Menyebar Aib Orang Lain Menurut Islam?

Bagaimana Hukum Menyebar Aib Orang Lain Menurut Islam?

Tidak ada manusia yang ingin dipermalukan karena dosa-dosa atau perbuatan maksiat yang pernah dilakukan.

Namun, masih banyak orang jahil yang sering menyebarkan aib orang lain dengan dalih curhat atau semacamnya.

Padahal, jika pelakunya Muslim, Islam sudah mengatur dengan tegas persoalan ini. Dalam Alquran surah Al-Hujurat ayat 12, Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.”

Lantas, bagaimana sebenarnya hukum menyebarkan aib orang lain menurut Islam?

Hukum Menyebarkan Aib Orang Lain Menurut Islam

Menyebarkan aib dalam Islam hukumnya haram dan termasuk dosa besar. Tindakan ini sama saja dengan gibah (menggunjing) dan mencari-cari kesalahan orang atau tajassus.

Dalam surah Al-Hujurat ayat 12, perilaku ini diibaratkan seperti memakan daging saudaranya sendiri yang sudah meninggal.

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu  yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.”

Maksud dari memakan daging saudara sendiri yang sudah meninggal menurut para ulama adalah sebagai berikut:

  • Korban atau orang yang aibnya dibicarakan layaknya mayat karena tidak ada di tempat bersama para pelaku dan tidak bisa membela diri.
  • Menggunjing seseorang sama dengan mengoyak kehormatan harga diri dan orang lain. Hal ini ibarat mengoyak-ngoyak daging dari tubuh manusia.
  • Manusia tentu merasa jijik memakan bangkai. Allah SWT menggunakan perumpamaan ini agar manusia sadar bahwa membicarakan aib orang sama menjijikkannya.

Selain itu, setiap ucapan dan perbuatan kita selama hidup juga akan dicatat dan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.

Allah SWT berfirman dalam surah Qaf ayat 18:

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).”

Bahaya Membuka Aib Orang Lain

Berikut ini adalah bahaya membuka aib orang lain yang wajib diketahui semua Muslim:

1. Aib Dibongkar Allah SWT

Allah SWT akan membongkar aib siapa pun yang menyebarkan kesalahan orang lain. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya dan iman itu belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian berbuat gibah kepada kaum muslimin dan janganlah mencari-cari aurat (aib) mereka! Karena siapa saja yang suka mencari-cari aib kaum muslimin, maka Allah pun akan mencari-cari aibnya. Dan barangsiapa yang dicari-cari aibnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya di dalam rumahnya (walaupun ia tersembunyi dari manusia).” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

2. Mendapat Dosa Besar

Menyebarkan aib orang lain sama seperti menggunjing dan pelakunya akan mendapat dosa besar.

Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa dosa gibah lebih besar daripada dosa zina.

“Gibah itu lebih berat dari zina. Seorang sahabat bertanya, ‘Bagaimana bisa?’ Rasulullah SAW menjelaskan, ‘Seorang laki-laki yang berzina lalu bertobat, maka Allah bisa langsung menerima tobatnya. Namun, perilaku gibah tidak akan diampuni sampai dimaafkan oleh orang yang digibahnya.” (HR At-Thabrani)

Meski begitu, bukan berarti umat Islam boleh melakukan zina walaupun dosanya tidak sebesar gibah. Keduanya tetap dilarang dan pelakunya mendapat dosa.

3. Menghilangkan Berkah dan Pahala

Menyebarkan aib orang juga bisa menjadi penghambat keberkahan dan pahala.

Rasulullah SAW sudah mengingatkan untuk diam saja jika tidak bisa berkata baik.

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR Bukhari dan Muslim)

4. Memicu Konflik

Menyebarkan aib orang lain sudah pasti memicu konflik sebab korban tidak akan ikhlas dirinya dipermalukan.

Konflik ini pada akhirnya bisa menimbulkan kebencian hingga merusak hubungan sosial. Padahal, Islam sangat menekankan untuk menjaga silaturahmi.

“Janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling membelakangi, janganlah sebagian kalian membeli barang yang sedang ditawar orang lain, dan hendaklah kalian menjadi hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR Muslim)

Kapan Boleh Membuka Aib Orang Lain?

Dalam Islam, membuka aib orang lain dibolehkan hanya dalam situasi tertentu yang bertujuan untuk kemaslahatan umum, seperti menegakkan keadilan atau mencegah maksiat.

Sebagai contoh, seorang saksi yang berkata jujur atau memperingatkan orang lain tentang seseorang yang suka mencuri atau berbuat kejahatan lainnya agar orang waspada.

Namun, hal ini perlu dilakukan dengan hati-hati tanpa niat untuk merendahkan orang lain.

Bagaimana Cara Tobat setelah Menyebarkan Aib Orang Lain?

Tobat dari dosa apa pun, termasuk gibah atau menyebarkan aib orang lain adalah dengan melakukan tobat nasuha.

Syaratnya adalah menyesali perbuatannya, bertekad untuk tidak mengulanginya, dan segera meninggalkan dosa tersebut.

Allah SWT berfirman dalam surah At-Tahrim ayat 8:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…”

Namun, karena gibah termasuk dosa yang berkaitan dengan hak manusia, maka syarat tobatnya ditambah yaitu meminta maaf kepada orang yang dibicarakan.

Para ulama berbeda pendapat soal caranya. Pendapat pertama mengatakan cukup memohonkan ampunan untuk orang yang dibicarakan.

Pendapat ini berdasarkan alasan berikut:

  • Orang yang digunjing tidak mengetahui bahwa dirinya pernah dibicarakan
  • Memberitahunya justru berisiko menimbulkan sakit hati, permusuhan, atau memutus silaturahmi yang lebih besar mudaratnya

Pendapat yang kedua adalah wajib meminta maaf kepada orang yang dibicarakan agar tobatnya diterima Allah SWT.

Keyakinan ini dipegang oleh Abu Hanifah, Syafi’i, Malik, dan riwayat dari Imam Ahmad. Ulama lain yang sepakat dengan mereka yaitu al-Ghazali, Qurtubi, hingga Imam Nawawi.

Pendapat tersebut berlandaskan sabda Nabi Muhammad SAW berikut:

“Siapa yang pernah menzalimi saudaranya berupa menodai kehormatan atau mengambil sesuatu yang menjadi miliknya, hendaknya ia meminta kehalalannya dari kezaliman tersebut hari ini. Sebelum tiba hari kiamat yang tidak akan bermanfaat lagi dinar dan dirham. Pada saat itu bila ia mempunyai amal saleh maka akan diambil seukuran kezaliman yang ia perbuat. Bila tidak memiliki amal kebaikan, maka keburukan saudaranya akan diambil kemudian dibebankan kepadanya.” (HR Bukhari)

Berdasarkan hadis itu, mereka menyimpulkan bahwa dosa gibah berkaitan dengan hak manusia dan tidak bisa gugur, kecuali meminta kehalalan orang tersebut.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/bagaimana-hukum-menyebar-aib-orang-lain-menurut-islam

Ini Dalil Perintah Berjilbab dalam Alquran dan Hadis

Ini Dalil Perintah Berjilbab dalam Alquran dan Hadis

Perintah berhijab dalam Alquran merupakan salah satu ajaran Islam yang sering menjadi pembahasan di kalangan umat Muslim.

Bagi seorang Muslimah, berhijab bukan sekadar pilihan dalam berpakaian, tetapi juga bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Alquran menjelaskan perintah ini melalui beberapa ayat yang menjadi landasan utama mengenai kewajiban menutup aurat.

Lantas, ayat apa saja yang menjelaskan perintah berhijab dalam Alquran?

Dalil Perintah Berhijab dalam Alquran

Berikut ini adalah ayat-ayat Alquran tentang memakai jilbab atau hijab:

1. Surah Al-Ahzab Ayat 59

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Yaaa aiyuhan Nabiyyu qul li azwaajika wa banaatika wa nisaaa’il mu’mineena yudneena ‘alaihinna min jalaabee bihinn; zaalika adnaaa ai yu’rafna falaa yu’zain; wa kaanal laahu Ghafoorar Raheemaa

Artinya: “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

2. Surah An-Nur Ayat 31

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Wa qul lilmu’minaati yaghdudna min absaarihinna wa yahfazna furoojahunna wa laa yubdeena zeenatahunna illaa maa zahara minhaa walyadribna bikhumurihinna ‘alaa juyoobihinna wa laa yubdeena zeenatahunna illaa libu’oolatihinna aw aabaaa’i hinna aw aabaaa’i bu’oolati hinna aw abnaaa’ihinaa aw abnaaa’i bu’oolatihinnna aw ikhwaanihinnna aw baneee ikhwaanihinna aw banee akhawaatihinna aw nisaaa’i hinna aw maa malakat aimaanuhunna awit taabi’eena ghairi ilil irbati minar rijaali awit tiflillazeena lam yazharoo ‘alaa ‘awraatin nisaaa’i wala yadribnna bi arjulihinna min zeenatihinn; wa toobooo ilallaahi jammee’an aiyuhal mu’minoona la’allakum tuflihoon

Artinya: “Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”

3. Surah Al-A’raf Ayat 26

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Yaa Baneee Aadama qad anzalnaa ‘alaikum libaasany yuwaaree saw aatikum wa reeshanw wa libaasut taqwaa zaalika khair; zaalika min Aayaatil laahi la’allahum yaz zakkaroon

Artinya: “Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.”

Perintah Berhijab Menurut Hadis Nabi Muhammad SAW

Selain ayat Alquran, berhijab bagi perempuan muslim juga dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

Dari Ummu ‘Athiyyah, ia berkata, “pada dua hari raya, kami perintahkan untuk mengeluarkan wanita-wanita haid dan gadis-gadis pingitan untuk menghadiri jamaah kaum muslimin dan doa mereka. Tetapi wanita-wanita haid harus menjauhi tempat salat mereka. Seorang wanita bertanya:

“Wahai Rasulullah, seorang wanita di antara kami tidak memiliki jilbab (bolehkah dia keluar)?” Beliau menjawab, “Hendaklah kawannya meminjamkan jilbabnya untuk dipakai wanita tersebut.” (HR Bukhari)

Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Wahai Asma, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haid (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini.” Beliau menunjuk wajah dan kedua telapak tangannya.

Apa Syarat Hijab yang Sesuai Syariat?

Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi seorang muslimah saat mengenakan hijab, yakni sebagai berikut:

  • Menutup seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan
  • Kain yang digunakan harus tebal, sehingga warna rambut atau bentuk tubuh di baliknya tidak terlihat
  • Hijab dan pakaian yang digunakan harus longgar atau tidak membentuk tubuh
  • Tidak menggunakan wewangian yang berlebihan
  • Tidak menyerupai pakaian laki-laki dan wanita kafir
  • Hijab sebaiknya tidak memiliki motif yang mencolok yang mengundang perhatian laki-laki yang bukan mahram

Hikmah di Balik Perintah Berhijab

Perintah berhijab mengandung hikmah bagi keselamatan dan kehormatan wanita, di antaranya sebagai berikut:

  • Sebagai perlindungan agar tidak diganggu orang-orang yang bermaksud buruk dan jahat
  • Menjaga kehormatan. Seorang wanita yang berhijab secara tidak langsung memerintahkan laki-laki untuk menundukkan pandangannya.
  • Wujud ketaatan kepada Allah SWT.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/ini-dalil-perintah-berjilbab-dalam-alquran-dan-hadis

Suhu Minus Nol Derajat di Dieng Lebih Sering Terjadi Tahun Ini, BMKG Ingatkan Wisatawan

Suhu Minus Nol Derajat di Dieng Lebih Sering Terjadi Tahun Ini, BMKG Ingatkan Wisatawan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena embun beku atau embun upas di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berpotensi lebih sering terjadi selama musim kemarau 2026 yang diprakirakan lebih kering dari dua tahun sebelumnya.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Guruh Tjiptanto mengatakan suhu nol derajat Celsius atau bahkan minus yang kerap dilaporkan saat embun upas muncul bukan merupakan suhu udara, melainkan suhu minimum permukaan rumput yang diukur menggunakan termometer khusus.

“Suhu nol derajat atau minus memang terjadi, namun itu bukan suhu udara, melainkan suhu minimum rumput, yaitu termometer yang dipasang di permukaan rumput,” ujar Guruh saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu (18/7/2026).

Di Bawah Kondisi Normal

Selanjutnya Guruh menerangkan, peluang munculnya embun upas akan semakin besar apabila sifat musim kemarau lebih kering atau berada di bawah kondisi normal.

“Semakin kemaraunya kering atau di bawah normal sifatnya maka kemungkinan embun upas akan lebih sering terjadi, apalagi ini belum di puncak kemarau. Puncak kemarau di Agustus nanti, bahkan di September pun masih kering kemaraunya,” kata dia.

Ia juga menjelaskan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dan kondisi kering masih berlanjut hingga September.

Oleh karena itu, peluang terbentuknya embun upas diprakirakan meningkat pada periode tersebut.

Menurut Guruh, musim kemarau 2026 diprakirakan lebih dingin dibandingkan musim kemarau 2025 maupun 2024, bahkan memiliki karakteristik yang hampir sama dengan musim kemarau 2023 yang juga ditandai kemunculan embun upas di kawasan Dieng.

“Peluang lebih dingin saat puncak kemarau sekitar Agustus. Pada Agustus hingga September ‘mbediding’ (fenomena saat suhu udara sangat dingin) akan lebih terasa,” katanya.

Persiapkan Diri

Lebih jauh Guruh mengimbau wisatawan yang ingin menyaksikan embun upas mempersiapkan diri dengan mengenakan pakaian berlapis (layering system), mulai dari pakaian dalam termal, sweater, hingga jaket tebal tahan angin agar tetap hangat selama berada di kawasan Dieng.

Selain itu, wisatawan disarankan menggunakan kupluk yang menutup telinga, sarung tangan, syal, kaus kaki tebal, dan sepatu yang nyaman, serta memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat.

Bagi yang memiliki riwayat asma, sinusitis, atau alergi terhadap udara dingin, diminta membawa obat-obatan pribadi atau inhaler.

Ia juga mengingatkan udara pegunungan pada musim kemarau sangat kering sehingga pengunjung dianjurkan membawa pelembap kulit dan pelembap bibir untuk mencegah kulit maupun bibir pecah-pecah.

“Bagi wisatawan yang ingin berburu embun upas di Dieng, fenomena tersebut umumnya mulai terbentuk pada malam hari dan terlihat paling jelas di sekitar lapangan Kompleks Candi Arjuna pada pukul 04.00-06.00 WIB sebelum mencair saat matahari mulai meninggi,” ungkap Guruh menambahkan.

Sumber : https://www.inilah.com/suhu-minus-nol-derajat-di-dieng-lebih-sering-terjadi-tahun-ini-bmkg-ingatkan-wisatawan

Cara Mencuci Sayuran Hijau agar Aman Dikonsumsi, Jangan Cuma Dibilas

Cara Mencuci Sayuran Hijau agar Aman Dikonsumsi, Jangan Cuma Dibilas

Jakarta, CNN Indonesia — Sayuran hijau seperti selada, bayam, sawi, brokoli, hingga kale dikenal kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Namun, sayuran berdaun juga menjadi salah satu makanan yang rentan menyebabkan keracunan apabila terkontaminasi.
Dikutip dari laman Everyday Health, para ahli menyebut sayuran hijau rentan terkontaminasi karena tumbuh dekat dengan permukaan tanah.

Karenanya, potensi terpapar tanah, air irigasi, maupun kotoran hewan sangat besar. Terlebih lagi sebagian besar sayuran tersebut biasa dikonsumsi mentah.

“Sayuran berdaun sering dikaitkan dengan wabah penyakit bawaan makanan karena dikonsumsi tanpa melalui proses yang dapat membunuh mikroorganisme setelah dipanen dari lahan,” ujar Direktur Pusat Keamanan Pangan sekaligus profesor ilmu pangan di University of Georgia, Francisco Diez-Gonzalez.

Meski tidak ada cara yang dapat menghilangkan seluruh kuman, para ahli mengatakan memilih, mencuci, dan menyimpan sayuran dengan benar dapat membantu menurunkan risiko keracunan makanan.

Tips mencuci sayuran hijau
Semua sayuran berdaun hijau harus dicuci sebelum dikonsumsi. Berikut langkahnya.

  1. Sebelum mencuci sayuran, pastikan cuci tangan, talenan, pisau, meja dapur, dan peralatan lain menggunakan air hangat dan sabun untuk mencegah kontaminasi silang.
  2. Jika sayuran tampak berpasir atau sangat kotor, rendam terlebih dahulu di dalam mangkuk berisi air dingin sambil digerakkan perlahan agar kotoran terlepas.
  3. Setelah itu, angkat daun satu per satu lalu bilas di bawah air mengalir hingga bersih.
  4. Usai dicuci, keringkan sayuran menggunakan salad spinner atau tisu dapur bersih agar sisa air dan kotoran berkurang sekaligus memperlambat pembusukan.

“Proses pencucian dapat mengurangi sekitar 90 persen mikroba yang menempel di permukaan daun, dan mengeringkannya dengan tisu membantu menyempurnakan proses tersebut,” ujar Diez-Gonzalez.

Perlukah sayuran direbus sebentar?
Untuk sayuran dengan daun lebih kokoh, seperti kale, brokoli, atau bayam, para ahli menyarankan teknik blanching atau merebus sebentar sebagai cara tambahan agar lebih aman dikonsumsi.

Caranya cukup sederhana. Sayuran dimasukkan ke air mendidih selama beberapa saat, kemudian segera pindahkan ke air es untuk menghentikan proses pematangan sayur.

Pakar keamanan pangan dari Penn State University, Martin Bucknavage, prosedur blanching juga umum dilakukan sebelum sayuran dibekukan untuk membantu menjaga warna dan mencegah teksturnya menjadi lembek setelah dicairkan kembali.

“Blanching juga menghancurkan kuman, sehingga memang memiliki fungsi sanitasi,” ujarnya.

Namun, metode ini tidak disarankan untuk sayuran yang bertekstur lembut seperti selada karena panas dapat merusak kerenyahan dan cita rasanya.

Para ahli juga mengingatkan agar tidak mencuci sayuran menggunakan sabun, pemutih, atau cairan pembersih rumah tangga karena residunya justru dapat menyerap ke dalam daun dan berbahaya jika dikonsumsi.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260715144504-262-1381035/cara-mencuci-sayuran-hijau-agar-aman-dikonsumsi-jangan-cuma-dibilas

7 Kesalahan Orang Tua yang Membuat Anak Enggan Terbuka dan Bercerita

7 Kesalahan Orang Tua yang Membuat Anak Enggan Terbuka dan Bercerita

Jakarta, CNN Indonesia — Banyak orang tua berharap anak mau menceritakan masalahnya, mulai dari persoalan sekolah, pertemanan, hingga perasaan yang sedang mereka alami.

Namun, tanpa disadari ada beberapa kesalahan orang tua yang membuat anak tidak terbuka untuk menyampaikan perasaannya. Berikut penyebab anak jarang bercerita kepada orang tuanya.

Sikap anak yang mulai tertutup biasanya tidak terjadi secara tiba-tiba. Pasalnya, anak cenderung menyimpan perasaannya sendiri ketika merasa tidak mendapatkan respons yang membuat mereka nyaman dari orang tuanya.

Hal ini juga berlaku pada remaja yang memiliki kebutuhan untuk didengarkan tanpa selalu dihakimi atau langsung diberikan solusi. Memahami alasan di balik sikap tertutup anak bisa membantu orang tua membangun kembali komunikasi yang lebih sehat.

Penyebab anak jarang bercerita kepada orang tuanya

Dikutip dari berbagai sumber, berikut penyebab anak jarang bercerita kepada orang tuanya yang perlu diketahui.

1. Selalu mengubah percakapan menjadi nasihat panjang

Memberikan arahan kepada anak memang penting, tetapi terlalu sering mengubah setiap cerita menjadi sesi nasihat panjang bisa membuat anak enggan terbuka.

Berdasarkan penjelasan The Times of India, anak biasanya datang kepada orang tua karena ingin merasa dipahami terlebih dahulu sebelum menerima solusi.

Jika setiap kali bercerita anak langsung mendapatkan ceramah tentang kesalahan atau tanggung jawab, mereka dapat menghubungkan kejujuran dengan pengalaman yang kurang menyenangkan.

Mendengarkan terlebih dahulu sebelum memberikan masukan dapat membantu menjaga komunikasi tetap terbuka.

2. Bereaksi dengan marah sebelum memahami situasi

Salah satu penyebab anak memilih diam adalah takut menghadapi reaksi negatif dari orang tua. Ketika anak mengakui kesalahan, seperti mendapat nilai buruk atau mengambil keputusan yang keliru, respons berupa kemarahan dapat membuat mereka berpikir bahwa berkata jujur memiliki risiko besar.

Dengan bersikap tenang saat mendengarkan penjelasan anak bukan berarti membenarkan kesalahan mereka. Sikap ini justru memberi ruang bagi orang tua untuk memahami situasi sebelum memberikan arahan yang tepat.

3. Sering mengabaikan perasaan anak

Kalimat seperti “itu bukan masalah besar” atau “tidak perlu menangis karena hal seperti itu” mungkin bertujuan menenangkan anak. Namun, bagi anak, perkataan tersebut bisa membuat mereka merasa emosinya tidak dianggap.

Masalah yang terlihat sederhana bagi orang dewasa dapat terasa sangat berat bagi anak. Mengakui perasaan anak bukan berarti selalu menyetujui semua reaksinya, tetapi menunjukkan bahwa apa yang mereka rasakan tetap dihargai.

4. Membandingkan anak dengan orang lain

Membandingkan anak dengan saudara, teman, atau anak lain sering dilakukan dengan tujuan memberikan motivasi. Namun, kebiasaan ini dapat menjadi salah satu penyebab anak jarang bercerita kepada orang tuanya.

Menurut penjelasan psikologi yang dikutip dari The Times of India, perbandingan yang terjadi berulang dapat mempengaruhi rasa percaya diri anak dan membuat mereka merasa tidak cukup baik. Akibatnya, anak mungkin lebih memilih menyembunyikan masalah agar tidak dibandingkan lagi.

5. Memotong pembicaraan sebelum anak selesai bercerita

Anak terkadang membutuhkan waktu lebih lama untuk menjelaskan sesuatu, terutama ketika sedang memproses emosi. Ketika orang tua terlalu cepat menyela, memberikan asumsi, atau langsung menyimpulkan, anak bisa merasa pendapatnya tidak penting.

Memberikan kesempatan anak menyelesaikan cerita menunjukkan bahwa suara mereka dihargai. Sikap mendengarkan secara aktif dapat membantu anak merasa lebih nyaman untuk berbagi.

6. Mengungkit kesalahan anak di kemudian hari

Kepercayaan anak bisa berkurang ketika cerita pribadi atau kesalahan yang pernah mereka ungkapkan digunakan kembali saat terjadi konflik. Anak dapat merasa bahwa keterbukaan mereka justru menjadi sesuatu yang merugikan.

Oleh karena itu, anak perlu mengetahui bahwa momen ketika mereka jujur tidak akan digunakan untuk mempermalukan mereka di masa depan.

7. Anak takut membuat orang tua khawatir atau kecewa

Tidak semua anak diam karena tidak percaya kepada orang tuanya. Dikutip dari organisasi kesehatan mental Didi Hirsch, sebagian anak memilih menyimpan masalah karena tidak ingin membuat orang tua semakin khawatir atau terbebani.

Selain itu, anak merasa orang tua mungkin tidak memahami situasi mereka atau akan langsung mencoba menyelesaikan masalah tanpa mendengarkan terlebih dahulu. Oleh karena itu, membangun hubungan yang penuh empati dapat membantu anak merasa lebih aman untuk berbagi cerita.

Memahami penyebab anak jarang bercerita dapat membantu orang tua memperbaiki cara berkomunikasi dan merespons. Dengan begitu hubungan antara orang tua dan anak bisa menjadi lebih terbuka serta penuh kepercayaan.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260710100225-284-1379057/7-kesalahan-orang-tua-yang-membuat-anak-enggan-terbuka-dan-bercerita?mtype=mpc.ctr.A-boxccxmpcxmp-modelA

China Sukses Daratkan Roket Reusable Pakai Jaring Raksasa di Laut

China Sukses Daratkan Roket Reusable Pakai Jaring Raksasa di Laut

Liputan6.com, Jakarta – China berhasil mencatatkan tonggak baru dalam pengembangan teknologi antariksa. Negeri Tirai Bambu ini sukses mendaratkan roket yang dapat digunakan kembali (reusable rocket) untuk pertama kalinya. Menariknya, proses pemulihan roket ini tidak meniru pendekatan vertikal ala SpaceX, melainkan menggunakan metode baru yang belum pernah diterapkan sebelumnya.

Badan Antariksa Nasional China (China National Space Administration atau CNSA) menyampaikan bahwa roket Long March 10B sukses menjalani penerbangan perdananya pada Jumat, 10 Juli 2026. Setelah menyelesaikan tugas mengirimkan satelit ke orbit, tahap pertama (booster) roket kembali menuju Bumi sekitar enam menit setelah lepas landas. Roket tersebut berhasil ditangkap dengan jaring raksasa (net-capture system) yang ditempatkan di atas platform kapal pemulihan di laut.

Keberhasilan metode inovatif ini menjadi pencapaian pertama bagi China dalam mengembalikan roket orbital secara terkendali ke permukaan Bumi.

Beda Pendekatan dengan Falcon 9 SpaceX

Disitat dari Ars Technica, Senin (13/7/2026), metode yang digunakan China ini berbeda jauh dengan pendekatan SpaceX pada Falcon 9 yang mendarat secara vertikal di atas drone ship menggunakan kaki pendaratan khusus.

Untuk Long March 10B, struktur roket tidak membawa kaki pendaratan sehingga bobotnya menjadi jauh lebih ringan. Sebagai gantinya, bagian tubuh roket dilengkapi kait khusus yang dirancang untuk tersangkut pada jaring baja elastis yang dibentangkan di atas kapal saat proses pendaratan berlangsung.

Keunggulan Metode Jaring Raksasa

Pendaratan sukses pada hari Jumat lalu tersebut resmi menjadikan China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) beserta anak perusahaannya, China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT), sebagai lembaga ketiga di dunia yang berhasil mencapai kemampuan pemulihan roket orbital secara utuh.

Menurut pemaparan dari CALT, penggunaan sistem jaring raksasa ini memungkinkan roket untuk membawa muatan orbital yang jauh lebih besar. Hal ini terjadi karena roket tidak perlu mengorbankan kapasitas angkutnya demi memasang komponen kaki pendaratan yang berat. Selain itu, metode penangkapan ini dinilai jauh lebih fleksibel dalam menghadapi kondisi pendaratan di laut yang terus berubah akibat gelombang tinggi serta cuaca ekstrem.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyebut pencapaian tersebut sebagai momen yang sangat bersejarah bagi kelangsungan program antariksa negaranya.

“Hari yang bersejarah bagi program antariksa China! Long March 10B berhasil menyelesaikan penerbangan perdananya dan memulihkan tahap pertama roket menggunakan sistem jaring di laut. Ini menandai keberhasilan pertama China dalam melakukan pemulihan roket secara terkendali. Sebuah lompatan besar menuju kemampuan peluncuran roket yang dapat digunakan kembali,” tulis Mao Ning di akun X miliknya.

Langkah Strategis Menuju Peluncuran Ekonomis

Sebagai informasi, Long March 10B merupakan roket yang dikembangkan secara khusus untuk mendukung peluncuran satelit dalam jumlah besar sekaligus. Roket ini mampu mengangkut muatan hingga sedikitnya 16 ton ke orbit rendah Bumi (LEO) dalam konfigurasi reusable. Meski kapasitas totalnya masih berada di bawah Falcon 9 milik SpaceX, keberhasilan uji coba ini menjadi langkah krusial bagi China dalam mengejar ketertinggalan teknologi roket masa depan.

Keberhasilan ini juga membuktikan bahwa semakin banyak negara yang mulai berhasil mengembangkan teknologi peluncuran berbiaya rendah melalui roket yang dapat dipakai ulang. Jika selama ini SpaceX menjadi pemimpin tunggal di bidang tersebut dengan ratusan pendaratan booster yang sukses, China kini mulai menunjukkan taringnya lewat pendekatan alternatif yang berpotensi meningkatkan efisiensi biaya secara signifikan.

Pihak CALT kini menargetkan tahap pertama dari Long March 10B yang berhasil dipulihkan ini dapat diterbangkan kembali ke luar angkasa sebelum akhir tahun 2026. Jika rencana besar tersebut berjalan sesuai dengan jadwal, ambisi China untuk membangun sistem peluncuran antariksa yang jauh lebih ekonomis akan segera menjadi kenyataan.