Pengguna Instagram Sudah Bisa Jadi Affiliator, Begini Caranya

Pengguna Instagram Sudah Bisa Jadi Affiliator, Begini Caranya

Jakarta, CNBC Indonesia – Para pengguna Instagram sudah bisa menjadi affiliator dengan menaruh link produk dalam konten Reels. Kemampuan baru ini diumumkan langsung Head of Instagram Adam Mosseri.

“Sekarang, Anda bisa menggunakan tautan affiliate untuk menandai produk pada reels Anda dan mendapatkan komisis saat orang-orang berbelanja dari konten Anda,” kata Mosseri dalam salah satu unggahan dikutip Rabu (8/1/2026).

Dalam unggahan tersebut, Mosseri juga menyematkan cara menambahkan link untuk produk. Menu menambahkan link muncul sebelum konten diunggah.

Kreator tinggal mengklik ‘Add products’. Berikutnya masukkan link produk yang diinginkan.

Nantinya link produk itu akan muncul di bagian bawah konten, bersamaan dengan profil kreator. Saat link diklik, pengguna akan dibawa langsung ke situs produk yang dimaksud.

Mosseri tidak menjelaskan secara rinci kapan peluncuran fitu secara resmi. Dia hanya mengatakan fitur akan digulirkan dalam beberapa minggu ke depan.

“Rolling out over the coming weeks,” tulisnya.

Selain itu, tidak ada rincian syarat apa saja seseorang bisa menyematkan link produk dalam kontennya.

Kemampuan serupa sudah diluncurkan pada YouTube Shorts dan TikTok Shop. YouTube mensyaratkan jumlah 500 akun subscriber sementara salah satu syarat untuk akun pribadi yang bisa menggunakan fitur minimal 600 followers.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260408151410-37-724983/pengguna-instagram-sudah-bisa-jadi-affiliator-begini-caranya

Tak Terima Dipecat, Karyawan Hapus Server Perusahaan Senilai Rp 16 M

Tak Terima Dipecat, Karyawan Hapus Server Perusahaan Senilai Rp 16 M

Jakarta, CNBC Indonesia – Seorang pemuda asal India nekat melakukan aksi kriminal dengan membobol sistem pengujian komputer dan menghapus 180 server virtual. Tindakan nekat ini dipicu oleh rasa sakit hati dan kekesalan karena dirinya dipecat oleh perusahaan tempatnya bekerja.
Akibat perbuatan tersebut, perusahaan mantan tempatnya bekerja mengalami kerugian yang tak main-main, yakni mencapai US$ 918.000 atau setara Rp 16,4 miliar.

Atas tindakan ilegalnya itu, pria bernama Kandula tersebut dijatuhi hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. Mengutip CNA, Rabu (22/7/2026), pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Kandula oleh perusahaan penyedia layanan informasi, komunikasi, dan teknologi bernama NCS dilakukan pada Oktober 2022 akibat kinerjanya yang dinilai buruk.

Ia resmi menyelesaikan hari terakhir kerjanya pada 16 November 2022. Berdasarkan dokumen pengadilan, Kandula mengaku bingung dan kesal atas pemecatan tersebut.

Ia merasa telah bekerja dengan baik dan memberikan kontribusi positif selama bergabung di NCS. Setelah diberhentikan, Kandula tidak lagi memiliki pekerjaan di Singapura dan terpaksa kembali ke kampung halamannya di India.

Sebelum dipecat, Kandula merupakan bagian dari tim beranggotakan 20 orang yang mengelola sistem komputer quality assurance (QA) di NCS sejak November 2021 hingga Oktober 2022. Sistem ini berfungsi untuk menguji perangkat lunak dan program baru sebelum resmi diluncurkan.

Pihak NCS mengonfirmasi bahwa sistem yang dirusak merupakan “sistem pengujian mandiri” yang terdiri dari sekitar 180 server virtual dan tidak menyimpan informasi sensitif di dalamnya.

Kronologi Pembobolan Server

Kendati telah kembali ke India, rasa sakit hati Kandula tak lantas padam. Menggunakan laptop pribadinya, ia menyusup ke dalam sistem NCS memanfaatkan kredensial login administrator secara ilegal sebanyak enam kali dalam rentang 6 Januari hingga 17 Januari 2023.

Pada Februari 2023, Kandula kembali ke Singapura untuk mencari pekerjaan baru dan menumpang di kamar milik mantan rekannya di NCS. Menggunakan jaringan Wi-Fi di tempat tersebut, ia kembali mengakses sistem NCS pada 23 Februari 2023.

Selama periode akses ilegal dalam dua bulan tersebut, Kandula menulis dan menguji beberapa skrip komputer di Google untuk memastikan apakah skrip tersebut dapat digunakan untuk menghapus server.

Puncaknya terjadi pada Maret 2023. Setelah mengakses sistem QA NCS sebanyak 13 kali, Kandula mengeksekusi skrip yang telah diprogram pada 18 dan 19 Maret untuk menghapus 180 server virtual secara berurutan satu per satu.

Keesokan harinya, tim IT NCS mendapati sistem tersebut tidak dapat diakses. Setelah berupaya melakukan troubleshooting tanpa hasil, mereka baru menyadari bahwa seluruh server telah hilang dihapus.

Kasus ini akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian pada 11 April 2023 usai penyelidikan internal menemukan beberapa alamat IP mencurigakan. Polisi kemudian menyita laptop milik Kandula dan menemukan bukti skrip yang digunakan untuk melakukan aksi penghapusan server tersebut.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260722113640-37-752843/tak-terima-dipecat-karyawan-hapus-server-perusahaan-senilai-rp-16-m

China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun

China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun

BEIJING – Para ilmuwan di Tiongkok telah menciptakan tolok ukur baru dalam teknologi kedirgantaraan dan medis dengan pengembangan baterai nuklir kompak.

Didukung oleh isotop karbon-14, yang memiliki waktu paruh 5.730 tahun, baterai ini mampu menyediakan energi berkelanjutan selama ribuan tahun.

Teknologi yang disebut Qianjiyuan Tianshu ini dikembangkan melalui kolaborasi antara Universitas Normal Barat Laut dan Teknologi Zhulong Gansu.

Inovasi ini memiliki potensi besar untuk mengurangi ketergantungan perangkat penting pada metode pengisian daya konvensional.

Baterai berukuran 16,8 sentimeter kubik ini menggabungkan isotop karbon-14 dan material silikon karbida untuk menghasilkan listrik.

Sistem ini menyalurkan partikel beta dari peluruhan radioaktif karbon-14 dengan aktivitas 129 milicurie ke dalam semikonduktor silikon karbida.

Proses ini merangsang produksi elektron, yang menghasilkan arus hubung singkat sebesar 0,713 mikroampere (µA) dan tegangan rangkaian terbuka sebesar 2,06 V.

Model Qianjiyuan Tianshu adalah versi yang ditingkatkan dari prototipe sebelumnya, Zhulong-1, yang diperkenalkan pada November 2024.

Sebelumnya, baterai nuklir telah menjadi sumber daya utama untuk misi luar angkasa jarak jauh, termasuk wahana antariksa AS Voyager 1 dan Voyager 2.

China juga telah menggunakan teknologi serupa dalam misi eksplorasi bulannya.

Namun, ukuran yang lebih kecil dari baterai generasi baru ini membuka kemungkinan penggunaan komersial yang lebih luas.

Para peneliti kini menargetkan aplikasinya di bidang medis, khususnya implan seperti alat pacu jantung untuk menghindari kebutuhan operasi berkala untuk mengganti baterai.

Selain itu, teknologi ini memiliki potensi besar untuk operasi pemantauan jangka panjang di laut dalam, stasiun penelitian kutub, sistem pertahanan, dan aplikasi kedirgantaraan yang membutuhkan pasokan daya tanpa gangguan.

Sumber : https://tekno.sindonews.com/read/1727525/613/china-ciptakan-baterai-nuklir-yang-bisa-bertahan-ribuan-tahun-1783829257/7

Tren Rekrutmen IT Berbasis AI Kian Gencar, Dikshatek Perluas Kampanye dari Kereta hingga Bandara Jakarta

Tren Rekrutmen IT Berbasis AI Kian Gencar, Dikshatek Perluas Kampanye dari Kereta hingga Bandara Jakarta

KOMPAS.com – PT Dikshatek Indonesia membanjiri ruang publik Jakarta dengan kampanye visual, mulai dari kereta komuter hingga area kedatangan bandara internasional.

Kampanye tersebut memperkenalkan solusi percepatan rekrutmen IT berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan secara internal oleh Dikshatek.

Langkah tersebut bukan sekadar aktivitas promosi semata. Perusahaan konsultan teknologi informasi multinasional yang telah menerapkan AI dalam proses rekrutmen ini berupaya menjawab tantangan korporasi skala besar (huge Tier-1 businesses) dalam memperoleh talenta IT spesialis secara lebih cepat dan tepat.

Senior Digital Marketing PT Dikshatek Indonesia Rahma Andita Desi P mengatakan, perusahaan sengaja memilih kereta komuter dan bandara sebagai lokasi kampanye luar ruang (out-of-home/OOH). Pasalnya, kedua lokasi ini menjadi titik strategis untuk menjangkau target audiens.

Kereta komuter, lanjutnya, merupakan urat nadi mobilitas harian para profesional muda dan spesialis teknologi di Jakarta. Sementara, bandara adalah gerbang masuk para eksekutif, investor, dan pengambil keputusan bisnis business-to-business (B2B).

“Kami hadir di sepanjang rute perjalanan tersebut untuk menegaskan bahwa Dikshatek siap menjembatani kebutuhan kedua belah pihak secara instan,” ujar Rahma dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (20/7/2026).

Jawab kebutuhan korporasi besar

Selama 25 tahun beroperasi di 25 pasar global, Dikshatek telah melayani berbagai perusahaan berskala internasional di sektor telekomunikasi, perbankan, manufaktur, dan industri lain.

Adapun teknologi AI yang dikembangkan secara internal oleh Dikshatek mampu mendukung kebutuhan korporasi dalam memperoleh talenta IT spesialis secara cepat dan sesuai kebutuhan. Pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan yang mengusung tagline “On Demand. On Budget”.

Kampanye di koridor transportasi utama Jakarta juga menjadi simbol komitmen jangka panjang Dikshatek untuk menghubungkan talenta digital Indonesia dengan berbagai proyek berskala enterprise.

Bagi perusahaan yang ingin mempercepat pengisian posisi IT, layanan konsultasi penyediaan “Dedicated IT Teams” dapat diakses melalui fitur “Talk to Sales” di situs resmi Dikshatek.

Sumber : https://biz.kompas.com/read/2026/07/20/135044428/tren-rekrutmen-it-berbasis-ai-kian-gencar-dikshatek-perluas-kampanye-dari-kereta

Google Rupanya Pantau Kita 24 Jam Penuh, Buruan Setop Pakai Cara Ini

Google Rupanya Pantau Kita 24 Jam Penuh, Buruan Setop Pakai Cara Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Banyak pengguna internet tidak menyadari aktivitas mereka saat menggunakan layanan Google terus direkam. Mulai dari pencarian di mesin telusur, video yang ditonton, hingga lokasi yang dikunjungi dapat menjadi bagian dari data yang dikumpulkan perusahaan.
Informasi tersebut kemudian dimanfaatkan Google untuk membangun profil pengguna berdasarkan kebiasaan, minat, dan aktivitas sehari-hari. Profil ini digunakan agar layanan menjadi lebih personal, sekaligus menampilkan iklan yang dinilai paling relevan.

Meski begitu, pengguna sebenarnya memiliki kendali untuk membatasi proses pelacakan tersebut. Google menyediakan pengaturan yang memungkinkan aktivitas pencarian dan penggunaan aplikasi tidak lagi disimpan secara otomatis.

Berikut cara menghentikan Google mengumpulkan data pengguna, dikutip dari CNET, Minggu (19/7/2026):

– Buka laman Google.com melalui browser di desktop atau ponsel.

– Masuk ke akun Google.

– Pilih menu Manage your Google Account.

– Masuk ke Privacy & Personalization, lalu pilih Manage your Data & Personalization.

– Gulir ke bawah hingga menemukan Activity Controls, kemudian pilih Manage your Activity Controls.

– Pada bagian Web & App Activity, geser tombol (toggle) hingga nonaktif.

– Setelah muncul konfirmasi, pilih Pause untuk menghentikan penyimpanan aktivitas.

Perlu diketahui, setelah fitur ini dimatikan, iklan yang muncul kemungkinan tidak lagi sesuai dengan minat pengguna. Pengalaman menggunakan berbagai layanan Google juga akan menjadi lebih sedikit dipersonalisasi.

Selain itu, menonaktifkan pelacakan tidak otomatis menghapus data yang telah tersimpan sebelumnya. Pengaturan tersebut hanya mencegah Google mengumpulkan aktivitas baru di masa mendatang.

Data yang Dikumpulkan Google

Google mengumpulkan berbagai informasi pengguna melalui layanan seperti Gmail, Google Search, hingga perangkat Android. Data tersebut digunakan untuk memahami preferensi pengguna dan meningkatkan layanan.

Berikut beberapa jenis data yang dikumpulkan Google, dikutip dari CNBC Internasional:

– Nama, jenis kelamin, dan tanggal lahir.

– Nomor telepon.

– Riwayat pencarian di Google.

– Situs web yang dikunjungi.

– Minat pengguna, mulai dari olahraga hingga makanan dan minuman favorit.

– Tempat bekerja.

– Alamat tempat tinggal.

– Video yang ditonton.

Pengguna juga dapat melihat data apa saja yang tersimpan pada masing-masing layanan Google melalui halaman pengaturan akun.

Jenis Iklan yang Diminati

Untuk mengetahui kategori iklan yang dipersonalisasi oleh Google, masuk ke akun Google lalu pilih Manage Ads Settings. Halaman tersebut menampilkan informasi seperti usia, jenis kelamin, hingga topik iklan yang diperkirakan sesuai dengan minat pengguna, termasuk daftar iklan yang pernah diblokir.

Tempat yang Pernah Dikunjungi

Riwayat lokasi pengguna juga dapat tersimpan melalui fitur Google Location History yang terhubung dengan Google Maps. Di sana pengguna bisa melihat lokasi-lokasi yang pernah dikunjungi.

Aktivitas YouTube

Google turut menyimpan aktivitas pengguna di YouTube, termasuk riwayat pencarian dan video yang ditonton. Informasi tersebut dapat dilihat melalui menu Search dan YouTube Watch History.

Hapus Riwayat Internet

Selain mematikan pelacakan, pengguna juga dapat mengurangi jejak digital dengan menghapus riwayat penelusuran di browser.

Berikut caranya:

1. Google Chrome

Buka menu Settings, pilih Privacy & Security, lalu klik Clear browsing data.

Pilih rentang waktu yang ingin dihapus, kemudian tekan Clear data.

2. Mozilla Firefox

Masuk ke Settings > Privacy & Security, lalu gulir ke bagian Cookies & Site Data.

Pengguna dapat menghapus seluruh data atau mengatur Firefox agar otomatis menghapus data penelusuran setiap kali browser ditutup.

3. Safari

Masuk ke menu Clear History, pilih periode waktu yang ingin dihapus, lalu tekan Clear History.

4. Microsoft Edge

Klik ikon tiga titik di pojok kanan atas, masuk ke Settings > Privacy, lalu pilih Clear browsing data dan klik Choose what to clear.

Pilih jenis data yang ingin dihapus, kemudian tekan Clear Now.

5. Opera

Masuk ke Settings, buka menu Privacy & Security, lalu pilih Browsing data.

Selanjutnya klik Clear, tentukan jenis data dan rentang waktu yang ingin dihapus, kemudian pilih Clear Data.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260719111429-37-751943/google-rupanya-pantau-kita-24-jam-penuh-buruan-setop-pakai-cara-ini

China Sukses Daratkan Roket Reusable Pakai Jaring Raksasa di Laut

China Sukses Daratkan Roket Reusable Pakai Jaring Raksasa di Laut

Liputan6.com, Jakarta – China berhasil mencatatkan tonggak baru dalam pengembangan teknologi antariksa. Negeri Tirai Bambu ini sukses mendaratkan roket yang dapat digunakan kembali (reusable rocket) untuk pertama kalinya. Menariknya, proses pemulihan roket ini tidak meniru pendekatan vertikal ala SpaceX, melainkan menggunakan metode baru yang belum pernah diterapkan sebelumnya.

Badan Antariksa Nasional China (China National Space Administration atau CNSA) menyampaikan bahwa roket Long March 10B sukses menjalani penerbangan perdananya pada Jumat, 10 Juli 2026. Setelah menyelesaikan tugas mengirimkan satelit ke orbit, tahap pertama (booster) roket kembali menuju Bumi sekitar enam menit setelah lepas landas. Roket tersebut berhasil ditangkap dengan jaring raksasa (net-capture system) yang ditempatkan di atas platform kapal pemulihan di laut.

Keberhasilan metode inovatif ini menjadi pencapaian pertama bagi China dalam mengembalikan roket orbital secara terkendali ke permukaan Bumi.

Beda Pendekatan dengan Falcon 9 SpaceX

Disitat dari Ars Technica, Senin (13/7/2026), metode yang digunakan China ini berbeda jauh dengan pendekatan SpaceX pada Falcon 9 yang mendarat secara vertikal di atas drone ship menggunakan kaki pendaratan khusus.

Untuk Long March 10B, struktur roket tidak membawa kaki pendaratan sehingga bobotnya menjadi jauh lebih ringan. Sebagai gantinya, bagian tubuh roket dilengkapi kait khusus yang dirancang untuk tersangkut pada jaring baja elastis yang dibentangkan di atas kapal saat proses pendaratan berlangsung.

Keunggulan Metode Jaring Raksasa

Pendaratan sukses pada hari Jumat lalu tersebut resmi menjadikan China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) beserta anak perusahaannya, China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT), sebagai lembaga ketiga di dunia yang berhasil mencapai kemampuan pemulihan roket orbital secara utuh.

Menurut pemaparan dari CALT, penggunaan sistem jaring raksasa ini memungkinkan roket untuk membawa muatan orbital yang jauh lebih besar. Hal ini terjadi karena roket tidak perlu mengorbankan kapasitas angkutnya demi memasang komponen kaki pendaratan yang berat. Selain itu, metode penangkapan ini dinilai jauh lebih fleksibel dalam menghadapi kondisi pendaratan di laut yang terus berubah akibat gelombang tinggi serta cuaca ekstrem.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyebut pencapaian tersebut sebagai momen yang sangat bersejarah bagi kelangsungan program antariksa negaranya.

“Hari yang bersejarah bagi program antariksa China! Long March 10B berhasil menyelesaikan penerbangan perdananya dan memulihkan tahap pertama roket menggunakan sistem jaring di laut. Ini menandai keberhasilan pertama China dalam melakukan pemulihan roket secara terkendali. Sebuah lompatan besar menuju kemampuan peluncuran roket yang dapat digunakan kembali,” tulis Mao Ning di akun X miliknya.

Langkah Strategis Menuju Peluncuran Ekonomis

Sebagai informasi, Long March 10B merupakan roket yang dikembangkan secara khusus untuk mendukung peluncuran satelit dalam jumlah besar sekaligus. Roket ini mampu mengangkut muatan hingga sedikitnya 16 ton ke orbit rendah Bumi (LEO) dalam konfigurasi reusable. Meski kapasitas totalnya masih berada di bawah Falcon 9 milik SpaceX, keberhasilan uji coba ini menjadi langkah krusial bagi China dalam mengejar ketertinggalan teknologi roket masa depan.

Keberhasilan ini juga membuktikan bahwa semakin banyak negara yang mulai berhasil mengembangkan teknologi peluncuran berbiaya rendah melalui roket yang dapat dipakai ulang. Jika selama ini SpaceX menjadi pemimpin tunggal di bidang tersebut dengan ratusan pendaratan booster yang sukses, China kini mulai menunjukkan taringnya lewat pendekatan alternatif yang berpotensi meningkatkan efisiensi biaya secara signifikan.

Pihak CALT kini menargetkan tahap pertama dari Long March 10B yang berhasil dipulihkan ini dapat diterbangkan kembali ke luar angkasa sebelum akhir tahun 2026. Jika rencana besar tersebut berjalan sesuai dengan jadwal, ambisi China untuk membangun sistem peluncuran antariksa yang jauh lebih ekonomis akan segera menjadi kenyataan.

 

ITS Bikin Traktor Perahu Listrik untuk Lahan Gambut

ITS Bikin Traktor Perahu Listrik untuk Lahan Gambut

INSTITUT Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan inovasi traktor perahu listrik untuk pertanian lahan gambut. Traktor ini diklaim mampu memangkas biaya operasional secara signifikan dan hemat energi dibanding traktor berbahan bakar fosil.

Manajer Tim Bengkel Science Techno Park (STP) Otomotif, Prof. Bambang Sudarmanta, mengatakan inovasi ini berawal dari data yang menunjukkan bahwa produktivitas lahan gambut di Indonesia masih rendah. Mereka pun mencari solusi terhadap tantangan kondisi tersebut berupa traktor perahu listrik.

“Berbeda dengan traktor pada umumnya, kendaraan ini didesain menyerupai bentuk kapal agar mampu bergerak optimal di atas lahan basah tanpa risiko tenggelam,” ujar Bambang lewat keterangannya, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Bambang, sistem elektrifikasi traktor perahu tersebut menggabungkan prinsip flotasi, mekanisasi pertanian, dan elektrifikasi guna meningkatkan produktivitas lahan. “Sistem ini akan meminimalisir degradasi struktur tanah, serta mendukung pertanian berkelanjutan yang rendah emisi,” tuturnya.

Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut menjelaskan bahwa traktor ini dirancang dengan fokus pada optimasi torsi tinggi, bukan kecepatan, sehingga traktor ini bisa memenuhi kebutuhan operasional membajak sawah.

Bambang melanjutkan, secara teknis traktor ini digerakkan oleh motor listrik 10 kilowatt (kW) serta dilengkapi layar elektronik untuk memudahkan petani memantau kondisi baterai, pengontrol suhu, dan tegangan baterai secara real-time.

Bambang mengatakan bahwa traktor listrik ini jauh lebih hemat biaya dibandingkan traktor konvensional berbasis bensin atau solar karena sumber energi traktor ini memanfaatkan daya listrik yang murah dan mudah diakses di rumah warga.

“Keunggulan lainnya ialah respons torsi yang instan saat gas diaktifkan, sehingga menghasilkan tenaga penuh secara langsung untuk menggemburkan tanah,” terang pakar teknik pembakaran dan bahan bakar tersebut.

Terkait spesifikasi daya, traktor ini bekerja pada tegangan optimal sekitar 72 volt dan arus 32 Ampere, yang menghasilkan daya sekitar 10 kW dengan kapasitas baterai sebesar 140 Ampere per hour (Ah). Dengan demikian, traktor dapat digunakan selama 3 sampai 4 jam dalam kondisi penuh.

“Berdasarkan hasil uji coba, traktor ini diestimasikan mampu membajak lahan seluas 1 hektare,” paparnya.

Traktor ini juga diuji pada lahan 1 hektare yang memiliki dimensi lebar 100 meter dan panjang 100 meter. Dengan menggunakan bajak traktor selebar 1,8 meter, traktor ini memerlukan sebanyak 56 lintasan atau 5,6 kilometer untuk menyelesaikan area tersebut.

Bambang mengatakan tim terus melakukan pengembangan dan validasi. Pada uji coba langsung di sawah sebelumnya, tim menemui kendala teknis berupa panas berlebih sehingga diputuskan untuk menambahkan sistem pendingin sebagai komponen krusial yang baru.

Sumber : https://www.tempo.co/sains/its-bikin-traktor-perahu-listrik-untuk-lahan-gambut-2275905

Apple Gugat OpenAI, Tuding Curi Rahasia Dagang demi Kembangkan Perangkat AI

Apple Gugat OpenAI, Tuding Curi Rahasia Dagang demi Kembangkan Perangkat AI

Apple resmi menggugat OpenAI atas dugaan pencurian rahasia dagang dan pelanggaran kontrak. Apple menuduh OpenAI secara sistematis memperoleh informasi rahasia dari mantan karyawan Apple untuk mempercepat pengembangan perangkat keras berbasis kecerdasan buatan (artifical intelligence/AI).

Gugatan tersebut diajukan pada Jumat (10/10) ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara California. Dalam dokumen gugatan disebutkan bahwa dugaan pelanggaran itu dilakukan atas arahan jajaran petinggi OpenAI, termasuk Chief Hardware Officer Tang Tan, yang sebelumnya menghabiskan 24 tahun berkarier di Apple dan terakhir menjabat sebagai Vice President of Product Design untuk iPhone dan Apple Watch.

Gugatan ini muncul di tengah rumor OpenAI yang disebut sedang mengembangkan perangkat keras pertamanya dan diperkirakan akan bersaing langsung dengan iPhone.

Pada April lalu, analis industri Ming-Chi Kuo menyebut perangkat tersebut kemungkinan berupa smartphone yang mengandalkan agen AI sebagai pengganti aplikasi konvensional. Jika benar, produk itu berpotensi menjadi salah satu ancaman terbesar bagi bisnis perangkat keras Apple.

Ambisi OpenAI di sektor perangkat keras semakin kuat setelah perusahaan itu mengakuisisi startup perangkat milik mantan kepala desain Apple, Jony Ive, yakni io, dalam kesepakatan senilai 6,5 miliar dolar AS tahun lalu. Meski nama io disebut dalam gugatan, Jony Ive sendiri tidak menjadi pihak yang dituduh.

Selain Tang Tan, Apple juga menyeret nama mantan karyawan lain yang kini bekerja di OpenAI, Chang Liu. Apple menuduh Liu tidak mengembalikan laptop milik perusahaan setelah keluar dari Apple pada 2026. Selama masih menguasai perangkat tersebut, Liu diduga mengunduh berbagai dokumen teknis rahasia milik Apple.

Menurut Apple, dokumen yang diambil mencakup informasi mengenai teknologi, fitur, dan produk yang belum dirilis, termasuk spesifikasi teknis, presentasi internal untuk tim rekayasa, hingga data proyek yang bersifat rahasia.

Liu juga dituduh membagikan informasi rahasia Apple kepada mantan rekan kerjanya yang sedang melamar pekerjaan di OpenAI. Bahkan, ia disebut memberi arahan mengenai materi yang perlu dipelajari sebelum mengikuti proses wawancara.

Apple Sebut OpenAI Terapkan Strategi Sistematis

Dalam gugatannya, Apple mengeklaim telah mengirim surat kepada OpenAI pada Februari untuk menyampaikan kekhawatiran terkait dugaan penyalahgunaan informasi rahasia. Namun, OpenAI tidak pernah memberikan tanggapan.

Apple menilai tindakan para mantan karyawannya tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari strategi OpenAI untuk memperoleh informasi rahasia perusahaan. Menurut Apple, OpenAI diduga meminta calon karyawan membawa desain, prototipe, hingga menjelaskan proses pemilihan komponen dan pemasok yang digunakan Apple dalam mengembangkan produknya.

Apple juga mengeklaim investigasi internal menemukan OpenAI dan sejumlah mitranya telah memanfaatkan informasi rahasia dari Apple dalam mengembangkan perangkat keras mereka sendiri.

Salah satu contohnya adalah penggunaan metal finishing yang dipatenkan Apple. Dalam gugatan disebut OpenAI membuat salah satu mitranya percaya mereka telah mendapatkan izin untuk menggunakan teknologi milik Apple tersebut. Apple menegaskan praktik semacam ini menjadi ancaman serius terhadap hak kekayaan intelektual perusahaan.

“Ini hanyalah puncak gunung es. Apple tidak memiliki visibilitas terhadap apa yang terjadi di balik pintu tertutup OpenAI, tempat praktik semacam ini dinormalisasi dan dicontohkan oleh para pemimpinnya,” tulis Apple dalam dokumen gugatan.

Perusahaan itu juga menuduh bisnis perangkat keras OpenAI dibangun di atas fondasi yang rapuh karena bergantung pada rahasia dagang yang diperoleh secara ilegal.

Apple Minta Pengadilan Hentikan Penggunaan Rahasia Dagang

Melalui gugatan tersebut, Apple meminta pengadilan melarang OpenAI menggunakan atau mengungkapkan rahasia dagang miliknya. Apple juga meminta seluruh dokumen dan materi rahasia dikembalikan, serta memerintahkan OpenAI untuk menyimpan seluruh bukti yang berkaitan dengan perkara ini. Dalam pernyataan resminya, Apple tegas akan terus melindungi hasil inovasi para insinyurnya.

“Di Apple, tim kami terus mengembangkan teknologi terobosan untuk menghadirkan produk dan layanan terbaik di dunia. Melindungi hasil kerja dan kekayaan intelektual mereka merupakan hal yang kami anggap sangat serius,” tulis Apple.

“Baru-baru ini muncul bukti kuat yang menunjukkan bahwa individu yang bekerja di OpenAI secara tidak sah mengambil informasi rahasia Apple terkait teknologi, proses, dan produk yang belum dirilis. Kami akan selalu membela hasil kerja keras dan inovasi tim kami, serta mengambil langkah yang diperlukan untuk melindunginya.”

Menanggapi gugatan tersebut, OpenAI menyatakan tidak memiliki kepentingan terhadap rahasia dagang perusahaan lain. Melalui pernyataan yang diunggah di platform X.

“Kami tidak memiliki ketertarikan terhadap rahasia dagang perusahaan lain. Fokus kami tetap pada pengembangan teknologi inovatif yang memberdayakan masyarakat di seluruh dunia,” papar OpenAI.

Sumber : https://kumparan.com/kumparantech/apple-gugat-openai-tuding-curi-rahasia-dagang-demi-kembangkan-perangkat-ai-27laYwxz4U4

Perbandingan Fiber Optic, Wireless, dan Satelit: Mana Jaringan Internet Terbaik?

Perbandingan Fiber Optic, Wireless, dan Satelit: Mana Jaringan Internet Terbaik?

Di era digital yang saling terhubung saat ini, konektivitas internet yang andal bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan primer. Hampir seluruh aktivitas—mulai dari komunikasi, kolaborasi kerja, streaming, hingga operasional bisnis real-time—sangat bergantung pada kualitas jaringan yang Anda gunakan.

Setiap jenis jaringan internet memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Lalu, mana yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan digital Anda?

Perbandingan Teknologi Jaringan Internet

Untuk memahami solusi konektivitas yang paling pas, mari kenali tiga teknologi jaringan yang paling populer saat ini:

Jenis Jaringan Cara Kerja Keunggulan Kekurangan
Fiber Optic Menggunakan serat kaca untuk mengirimkan data melalui sinyal cahaya. Kecepatan sangat tinggi, latensi rendah, bandwidth besar, dan stabil di segala kondisi cuaca. Membutuhkan pemasangan infrastruktur kabel fisik ke lokasi.
Wireless (FWA) Memancarkan sinyal internet nirkabel (mirip seluler) via modem WiFi. Fleksibel, instalasi cepat tanpa tarik kabel, dan relatif terjangkau. Rentan terhadap cuaca buruk, terpengaruh jarak menara pemancar, dan bisa melambat jika banyak pengguna.
Satelit Mengirimkan sinyal via gelombang radio ke satelit di luar angkasa. Cakupan sangat luas, solusi terbaik untuk area pelosok atau daerah 3T (sulit jangkauan). Latensi cukup tinggi (ada jeda pemrosesan data akibat jarak transmisi bumi-angkasa).

Dari perbandingan di atas, ketiganya bisa saling melengkapi untuk pemerataan akses internet di Indonesia. Namun, untuk kebutuhan aktivitas digital intensitas tinggi di perkotaan dan perumahan modern, Fiber Optic jelas menjadi primadona.

4 Alasan Utama Kabel Fiber Optic Lebih Unggul

Di balik kelancaran work from homelive streaming, bermain game online, hingga pemrosesan Kecerdasan Buatan (AI), terdapat infrastruktur fisik yang harus bekerja ekstra keras. Berikut adalah alasan mengapa fiber optic sangat diandalkan:

Kecepatan Tinggi yang Simetris: Mampu mentransfer data dalam jumlah masif tanpa penurunan kualitas. Kinerja upload dan download yang simetris menjadikannya sangat ideal untuk aktivitas heavy-duty.

Latensi Sangat Rendah: Karena data dikirimkan dalam bentuk cahaya, respons yang didapat saat membuka aplikasi atau website terjadi dalam hitungan milidetik (ping kecil), meminimalisasi gangguan jeda (lag).

Kapasitas Bandwidth Raksasa: Satu kabel fiber berisi ratusan hingga ribuan serat. Satu serat saja mampu menghantarkan data hingga 1 Gbps bahkan lebih, menjamin kelancaran multitasking seisi rumah.

Ketahanan dan Keamanan Ekstra: Infrastruktur ini tidak terpengaruh oleh gangguan elektromagnetik, cuaca buruk, maupun perubahan suhu. Fiber optic juga memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi dari risiko penyadapan siber.

Kapasitas bandwidth ditingkatkan menjadi 30% lebih cepat dengan kecepatan mencapai 500 Mbps. Menariknya, harga layanan ini tidak naik, bahkan menjadi jauh lebih terjangkau, dimulai dari Rp150.000/bulan (bergantung pada lokasi kota dan kabupaten).

Dengan kecepatan upload dan download yang simetris serta stabilitas di segala kondisi cuaca, beralih ke jaringan fiber optic Biznet adalah investasi cerdas untuk keluarga modern. Daftar sekarang melalui situs resmi di biznethome.net dan buktikan sendiri kenyamanannya!

sumber : https://www.inilah.com/perbandingan-fiber-optic-wireless-dan-satelit-mana-jaringan-internet-terbaik

Model AI Grok 4.5 Meluncur, Diklaim Lebih Kencang dan Hemat Token

Model AI Grok 4.5 Meluncur, Diklaim Lebih Kencang dan Hemat Token

KOMPAS.com – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) milik Elon Musk, SpaceXAI (dulu xAI), resmi merilis model AI terbarunya, Grok 4.5.

Grok 4.5 menjadi model AI pertama yang diluncurkan SpaceXAI setelah perusahaan tersebut melantai di bursa (go public) beberapa pekan lalu.

Dalam unggahan blog resmi, SpaceXAI menjelaskan bahwa Grok 4.5 diposisikan sebagai model andalan (workhorse) yang mampu menangani berbagai tugas umum.

Beberapa di antaranya, yaitu pemrograman (coding), pembuatan aplikasi, tugas administrasi/perkantoran, riset, penulisan, hingga pekerjaan berbasis pengetahuan lainnya.

Salah satu peningkatan yang paling diunggulkan dari Grok 4.5 adalah efisiensi penggunaan token. Menurut SpaceXAI, model AI terbarunya ini hemat token dua kali lebih banyak dibandingkan model AI populer lain.

Di dunia AI, token merupakan satuan yang digunakan untuk mengukur jumlah teks yang diproses model AI.

Semakin efisien penggunaan token, semakin rendah pula biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan model tersebut.

Apabila klaim perusahaan terbukti benar, Grok 4.5 berpotensi menjadi model AI alternatif yang lebih murah dibandingkan model AI pesaing lain.

Di sisi lain, perusahaan juga merilis hasil pengujian (benchmark) yang menunjukkan Grok 4.5 mampu bersaing dengan sejumlah model AI terkemuka, seperti Opus 4.8 max, GPT 5.5 xhigh, serta Fable max.

Diklaim lebih cepat dari Claude Opus 4.7

Dalam unggahan di platform X (dulu Twitter), Elon Musk selaku founder SpaceXAI mengatakan, Grok 4.5 memiliki kemampuan yang sebanding dengan Claude Opus 4.7.

Sebagai informasi, Claude Opus 4.7 merupakan model AI buatan Anthropic yang diranang untuk menangani tugas-tugas kompleks berdurasi panjang dengan teliti dan konsisten.

Musk menyebut, Grok 4.5 punya keunggulan dalam hal kecepatan pemrosesan, efisiensi penggunaan token, hingga biaya operasional yang lebih rendah.

“Penilaian internal kami menunjukkan bahwa Grok 4.5 kurang lebih sebanding dengan Opus 4.7, tetapi jauh lebih cepat. Kombinasi kemampuan, kecepatan, dan biaya yang lebih rendah itulah yang membuatnya kompetitif,” tulis Musk.

Harga Grok 4.5

SpaceXAI membanderol penggunaan Grok 4.5 sebesar 2 dollar AS (sekitar Rp 36.125) per satu juta token input dan 6 dollar AS (sekitar Rp 108.347) per satu juta token output.

Adapun harga tersebut dinilai cukup kompetitif apabila kemampuan Grok sesuai dengan klaim yang digembar-gemborkan perusahaan, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TechCrunch.

Sebagai perbandingan, Claude Opus 4.7 dipatok dengan tarif lebih mahal, yaitu 5 dollar AS (sekitar Rp 90.295) per satu juta token input dan 25 dollar AS (sekitar Rp 451.475) per satu juta token output.

Sumber : https://tekno.kompas.com/read/2026/07/09/14020077/model-ai-grok-4.5-meluncur-diklaim-lebih-kencang-dan-hemat-token