Kediri – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memanen kubis yang ditanam di area Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Kediri, Kamis (25/06/2026). Tanaman tersebut ditanam dengan memanfaatkan pupuk organik cair yang berasal dari limbah RPH.
Dalam kesempatan ini, Mbak Wali mengajak seluruh OPD, BUMD, Kecamatan, Kelurahan dan ASN menjadi pelopor Gerakan Ketahanan Pangan dan Gizi. Yakni, dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan kerja maupun tempat tinggal untuk ditanami tanaman produktif serta membudidayakan sumber protein hewani. Hal tersebut telah dituangkan dalam Surat Edaran tentang Gerakan Ketahanan Pangan dan Gizi.
Wali kota termuda ini menekankan pentingnya pemanfaatan lahan yang tersedia, termasuk pekarangan rumah, untuk ditanami berbagai tanaman produktif. Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat membantu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat. “Pemanfaatan pekarangan untuk menanam tanaman produktif merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar. Saya berharap masyarakat Kota Kediri dan OPD di Pemkot dapat memanfaatkan lahan yang tersedia, meskipun terbatas, untuk menanam berbagai tanaman produktif seperti sayuran, buah-buahan, maupun tanaman pangan lainnya,” ujarnya.
Mbak Wali juga mengapresiasi pemanfaatan limbah RPH ini menjadi pupuk. Hasilnya pun tanaman kubis tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang memuaskan. “Tadi saya minta ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian agar pupuknya bisa diuji laboratorium apa kandungan di dalamnya. Ini bagus sekali limbah yang sebelumnya yang bisa menjadi masalah lingkungan bisa dimanfaatkan dengan baik,” ungkapnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Un Ahmad Nurdin menambahkan penanaman kubis di area RPH ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Wali Kota terkait ketahanan pangan dan gizi. Jadi lahan yang ada di RPH ini dimanfaatkan untuk menananm tanaman produktif. Perawatan tanaman ini menggunakan pupuk organik cair yang berasal dari limbah RPH. “Karena pupuk cari dari limbah isi usus ini hasilnya bagus Mbak Wali meminta diuji laboratorium dan akan dilakukan. Jadi nanti diketahui kandungannya apa dan kalau sudah ada hasil laboratorium bisa dikemas dengan baik lalu dijual. Ini juga bisa menambah PAD,” imbuhnya.
Selanjutnya, Un Ahmad menjelaskan untuk hasil panen dari area RPH ini Mbak Wali berharap agar bisa dijual dengan bekerjasama dengan PD Pasar. Nanti PD Pasar bisa menyiapkan kios khusus untuk menjual hasil panen dari area RPH ini, juga dari Pertanian, OPD lain, Kecamatan bahkan Kelurahan. Sehingga hasilnya bisa menambah PAD juga. “Selama ini yang sudah berjalan kita mencoba menanam berbagai macam sayur untuk belajar dan hasilnya untuk masyarakat sekitar. Harapannya pemanfaatan lahan untuk menanam ini dapat masif dilakukan di Kota Kediri,” jelasnya.
Turut mendampingi, Pj Sekda Endang Kartika, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Un Ahmad, Direktur Perumda Pasar Joyoboyo Djauhari Luthfi, dan pihak terkait lainnya.

