Pupuk Indonesia Intip Peluang Investasi Pabrik Pupuk di Rusia

Pupuk Indonesia Intip Peluang Investasi Pabrik Pupuk di Rusia

PT Pupuk Indonesia (Persero) menjajaki kerja sama strategis untuk pengembangan fasilitas produksi amonia dan urea berskala global, Nakhodka Fertilizer Plant Phase 2 (NFP-2), di Primorsky Krai, Rusia. Proyek tersebut dikembangkan oleh perusahaan holding JSC Ruschem.

Penjajakan ini menjadi bagian dari upaya Pupuk Indonesia mendiversifikasi sumber pasokan sekaligus memperluas akses perusahaan terhadap aset dan rantai pasok pupuk global.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk melakukan studi bersama (joint study) dalam rangkaian Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, pada 3 September 2026.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan kerja sama kajian dengan Rusia merupakan salah satu strategi untuk memperluas alternatif sumber produksi dan pasokan guna meningkatkan ketahanan rantai pasok pupuk nasional.

Menurut dia, kerja sama tersebut juga membuka potensi akses terhadap produksi amonia dan urea berbasis gas dengan struktur biaya bahan baku yang kompetitif dan lebih ramah lingkungan.

“Penjajakan kerja sama kajian ini merupakan salah satu opsi strategi jangka panjang Pupuk Indonesia untuk mengamankan akses bahan baku dan kapasitas produksi global. Hal ini sejalan dengan arahan Danantara agar Pupuk Indonesia makin berperan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus memperluas peran di industri pupuk global,” kata Rahmad.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, mengatakan penjajakan tersebut merupakan tindak lanjut konkret dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin dalam rangkaian EEF ke-11.

Menurut Rosan, kerja sama itu membuka peluang investasi global bagi Pupuk Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan bahan baku dan industri nasional.

“Pupuk Indonesia ini performance-nya makin lama makin bagus, makin efisien, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok dan dengan pihak Rusia. Diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat sektor ketahanan bahan baku kita dan juga ketahanan industri kita,” kata dia.

Nilai Strategis Kerja Sama

Rahmad mengatakan pengalaman Pupuk Indonesia dalam mengolah gas untuk produksi amonia dan urea menjadi salah satu modal dalam mengkaji peluang kerja sama di Rusia. Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan karakteristik proyek NFP yang berbasis gas alam.

NFP merupakan proyek pembangunan kompleks industri metanol, amonia, dan urea berskala global di Primorsky Krai, Rusia Timur, yang dimiliki JSC Ruschem.

Fasilitas tersebut direncanakan memiliki kapasitas produksi sekitar 1,8 juta ton metanol, 2 juta ton amonia, dan 3,5 juta ton urea per tahun. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial sekitar 2030.

Dari sisi lokasi, proyek NFP juga dinilai memiliki nilai strategis. Keberadaan Pelabuhan Vladivostok yang menghadap Samudra Pasifik membuka peluang bagi Pupuk Indonesia untuk memperluas akses ke pasar Asia-Pasifik.

Kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu pasar strategis bagi aktivitas perdagangan Pupuk Indonesia.

“Ini menjadi menarik karena Vladivostok menghadap Pasifik, kawasan yang selama ini memang menjadi pasar strategis Pupuk Indonesia,” kata Rahmad.

Keunggulan lokasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pupuk Indonesia dalam melihat peluang pengembangan NFP-2 sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing dan ketahanan rantai pasok perusahaan.

Kajian Komprehensif

Penandatanganan MoU menjadi tahap awal bagi Pupuk Indonesia untuk mengkaji potensi pengembangan NFP-2 secara menyeluruh. Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak akan melakukan feasibility study dan due diligence terhadap proyek.

Kajian mencakup sejumlah aspek, antara lain teknis, keekonomian proyek, kepastian pasokan bahan baku, struktur pembiayaan, risiko proyek, serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari prinsip Pupuk Indonesia dalam mengevaluasi setiap peluang pengembangan bisnis.

Sumber : https://www.inilah.com/pupuk-indonesia-intip-peluang-investasi-pabrik-pupuk-di-rusia

Hanya Satu Profesi Bisa Tulis Gelarnya di Tiket Pesawat, Ini Alasannya

Hanya Satu Profesi Bisa Tulis Gelarnya di Tiket Pesawat, Ini Alasannya

Jakarta, CNN Indonesia — Saat melakukan pemesanan tiket pesawat, calon penumpang umumnya hanya diminta mengisi data diri beserta pilihan panggilan berdasarkan gender dan usia.

Namun, dari sekian banyak bidang pekerjaan di dunia, gelar dokter menjadi satu-satunya profesi yang dapat-bahkan dianjurkan-untuk dicantumkan pada sistem tiket penerbangan.

Pencantuman gelar profesi ini bukan sekadar bentuk formalitas, melainkan memiliki fungsi vital yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan prosedur darurat di dalam pesawat.

Mengutip penjelasan resmi PT Angkasa Pura Indonesia atau yang dikenal dengan InJourney Airports melalui akun Instagram, pendaftaran gelar dokter saat memesan tiket bertujuan untuk mempermudah kerja awak kabin apabila terjadi kondisi darurat medis selama penerbangan berlangsung.

Dengan adanya data tersebut pada manifest penerbangan, pramugari atau pramugara dapat secara cepat mengidentifikasi dan meminta bantuan profesional dari penumpang yang berlatar belakang dokter tanpa harus mengumumkan situasi darurat yang berpotensi memicu kepanikan di dalam kabin.

Hal ini bertujuan untuk memudahkan awak kabin saat memerlukan bantuan medis dalam keadaan darurat di pesawat.

Secara umum, sistem tiket penerbangan mengelompokkan penumpang ke dalam beberapa kategori gelar standar berdasarkan jenis kelamin serta rentang usia:

– Pria Dewasa: Dicantumkan sebagai Mr (Mister).

– Wanita Dewasa: Dicantumkan sebagai Mrs (Mistress) untuk yang sudah menikah, atau Ms (Miss) bagi wanita yang belum menikah.

– Anak-anak: Anak laki-laki di bawah usia 12 tahun ditulis sebagai Mstr (Master). Master adalah gelar kehormatan dalam bahasa Inggris untuk anak laki-laki dan pemuda.

– Bayi: Penumpang anak di bawah usia 3 tahun dikategorikan sebagai Infant.

Kendati demikian, mekanisme pengisian formulir data diri dapat bervariasi bergantung pada sistem maskapai penerbangan. Beberapa maskapai menyediakan format dua hingga tiga kolom nama (first name, middle name, last name), sementara platform pemesanan online tertentu turut menyertakan pilihan gelar khusus seperti dr. (dokter) hingga Rev. (Reverend) pada kolom titel.

Bagi calon penumpang yang berprofesi sebagai dokter, menyertakan gelar medis saat memesan tiket pesawat menjadi langkah krusial yang sangat direkomendasikan demi mendukung keselamatan penerbangan bersama.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260908100747-269-1401334/hanya-satu-profesi-bisa-tulis-gelarnya-di-tiket-pesawat-ini-alasannya

Tingkatkan Minat Baca, Sebanyak 1.700 Buku Dibagikan Melalui Program Gerbong Literasi

Tingkatkan Minat Baca, Sebanyak 1.700 Buku Dibagikan Melalui Program Gerbong Literasi

RENDAHNYA minat baca masyarakat menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dunia usaha pun dituntut mengambil peran. Merespons kondisi tersebut, KAI Logistik (Kalog) menyalurkan 1.700 buku bacaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Gerbong Literasi”.

Program tersebut digelar bertepatan dengan momentum Hari Literasi Nasional yang diperingati setiap 8 September. Ribuan buku itu disebar ke delapan titik di wilayah Jabodetabek, Palembang, dan Surabaya, terutama bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional Kalog.

Manager of Public Relations Kalog, Adjeng Putri Adhatu, mengatakan program tersebut menjadi salah satu langkah perusahaan untuk ikut menumbuhkan minat baca masyarakat, terutama anak-anak. Persoalan literasi masih menjadi tantangan. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, hanya sekitar 10% penduduk Indonesia yang disebut rajin membaca buku.

“Melalui ‘Gerbong Literasi’ ini, kami ingin mengambil bagian dalam menumbuhkan minat baca masyarakat melalui langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan,” tuturnya.

Adjeng menambahkan, mayoritas buku yang disalurkan merupakan bacaan anak. Pemilihan tersebut diharapkan dapat memperkenalkan buku sekaligus membangun ketertarikan membaca sejak usia dini. Sebanyak 1.700 buku tersebut disalurkan ke delapan titik yang berada di wilayah operasional bisnis Kalog. Langkah ini diharapkan membuat akses terhadap bahan bacaan semakin dekat dengan masyarakat.

“Khususnya bagi anak-anak, keberadaan bahan bacaan yang sesuai dengan usia diharapkan dapat membuka kesempatan untuk mengenal beragam pengetahuan, mengembangkan imajinasi, sekaligus membangun kebiasaan membaca sejak dini,” terangnya.

BUKAN SEKEDAR BAGI BUKU
Menurut Adjeng, program “Gerbong Literasi” tidak sekadar menjadi kegiatan pembagian buku. Lebih jauh, program tersebut diarahkan untuk menciptakan ruang belajar dan membaca yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan. Program itu sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perseroan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang Pendidikan Berkualitas.

Melalui kegiatan tersebut, perseroan berupaya memperluas akses masyarakat terhadap sumber belajar sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung proses pendidikan dan peningkatan kapasitas masyarakat. “Sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan, kegiatan TJSL menjadi salah satu agenda yang terus dilakukan perusahaan secara konsisten untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” imbuhnya.

Adjeng menyebut, semangat “Ispossible!” menjadi pijakan perusahaan dalam menjalankan berbagai kontribusi sosial. “Melalui semangat Ispossible!, kami percaya bahwa kontribusi positif dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama dan secara berkelanjutan, termasuk menghadirkan akses bacaan yang lebih dekat bagi generasi penerus,” sambungnya.(E-2)

Sumber : https://mediaindonesia.com/nusantara/930029/tingkatkan-minat-baca-sebanyak-1700-buku-dibagikan-melalui-program-gerbong-literasi

Siapa John Ternus CEO Apple Baru Pengganti Tim Cook?

Siapa John Ternus CEO Apple Baru Pengganti Tim Cook?

Jakarta, CNN Indonesia — John Ternus resmi menjabat sebagai CEO Apple mulai hari ini, Selasa (1/9). Dia menggantikan Tim Cook yang akan menjadi kepala eksekutif perusahaan tersebut.

Kepastian Ternus menjadi suksesor Cook sudah diumumkan perusahaan sejak jauh-jauh hari. Ia selama ini dianggap menjadi sosok di balik layar yang memimpin transformasi besar-besaran pada lini perangkat keras Apple, termasuk transisi bersejarah ke chip Apple Silicon.

Ternus lahir dan besar di Amerika Serikat. Setelah lulus dari University of Pennsylvania pada 1997 dengan gelar sarjana teknik mesin, ia sempat bekerja di Virtual Research Systems.

Ternus telah bergabung dengan Apple sejak 2001 sebagai anggota tim Product Design. Ia naik jabatan menjadi Vice President Hardware Engineering pada 2013 dan menjadi Senior Vice President Hardware Engineering pada 2021.

Salah satu pekerjaan awalnya di Apple adalah mengembangkan Apple Cinema Display. Setelah bergabung sekitar tiga tahun, Ternus menjadi manajer tim. Pada 2005, ia memimpin pengembangan iMac seri G5.

Ia banyak bekerja dengan pemasok dan perakit di Asia, memberinya pemahaman mengenai proses manufaktur serta tantangan dalam mewujudkan desain produk Apple.

Setelah menjadi Vice President Hardware Engineering pada 2013, tanggung jawabnya kemudian mencakup tim Mac dan iPad.

Ternus kemudian terlibat dalam pengembangan setiap generasi dan model iPad yang pernah dirilis. Ia juga merupakan salah satu sosok yang mendorong pengembangan iPadOS.

Ia menilai iPad tidak sepenuhnya memanfaatkan kemampuan perangkat keras karena iOS belum dirancang untuk layar yang lebih besar dan prosesor yang lebih bertenaga.

Ternus juga terlibat dalam pengembangan Apple Pencil, iPhone 12, AirPods, sensor LiDAR pada iPhone versi Pro, serta chip Apple Silicon yang menggantikan prosesor Intel untuk Mac.

Pada 2021, ia menjadi Senior Vice President of Hardware Engineering, memimpin seluruh divisihardware engineeringApple termasuk tim pengembangan iPhone, iPad, Mac, dan AirPods.

Namun, pekerjaannya tidak selalu berjalan mulus. Fitur MacBook Pro Touch Bar yang didukungnya pada akhirnya dihentikan. Selain itu, Butterfly Keyboard yang ikut dikembangkannya juga berujung pada berbagai keluhan dan gugatan hukum.

Pada April 2025, Apple melakukan reorganisasi setelah penundaan sejumlah fitur Apple Intelligence. Tim robotika yang sebelumnya berada di bawah tim kecerdasan buatan dan machine learning dipindahkan ke divisi hardware yang dipimpin Ternus.

Pada Januari 2026, Ternus kembali mendapat peran tambahan. Tim desain yang sebelumnya berada di bawah pengawasan COO Jeff Williams, dialihkan kepadanya sebagai bagian dari perubahan struktur organisasi.

Dalam praktiknya, Ternus terlibat dalam pembahasan desain perangkat keras dan perangkat lunak di tingkat eksekutif.

Pengalaman panjang tersebut membuat Ternus menjadi salah satu kandidat terkuat untuk menggantikan Cook. Pada usia 50 tahun, ia juga termasuk salah satu anggota yang lebih muda dalam jajaran eksekutif Apple.

Latar belakang Ternus berbeda dengan dua CEO Apple sebelumnya. Steve Jobs dikenal dengan fokusnya pada desain, sedangkan Tim Cook memiliki pengalaman kuat di bidang operasi dan rantai pasok.

John Ternus akan menjadi CEO Apple pertama yang membangun kariernya melalui pengembangan perangkat keras,teknologi, dan produk.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260901094155-185-1398615/siapa-john-ternus-ceo-apple-baru-pengganti-tim-cook

Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi Mulai Hari Ini, Cek Ketentuannya

Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi Mulai Hari Ini, Cek Ketentuannya

Liputan6.com, Jakarta – Garuda Indonesia mengubah ketentuan bagasi mulai 1 September 2026. Untuk tiket yang dibeli atau diterbitkan sejak tanggal tersebut, maskapai nasional ini akan menerapkan sistem berdasarkan jumlah koli atau Piece Concept, bukan lagi hanya berdasarkan total berat bagasi.

Perubahan ini diharapkan membuat penumpang lebih mudah mengetahui jumlah koper yang dapat dibawa sekaligus batas berat setiap koper sebelum melakukan perjalanan.

Direktur Transformasi Garuda Indonesia Neil Raymond Mills mengatakan, penerapan sistem tersebut ditujukan untuk memberikan informasi yang lebih jelas kepada pelanggan sejak tahap perencanaan perjalanan.

“Yang ingin kami dorong adalah agar pelanggan memiliki informasi yang semakin jelas sejak merencanakan perjalanan berapa jumlah bagasi yang dapat dibawa dan berapa batas berat setiap bagasi. Dengan begitu, persiapan dapat dilakukan lebih awal dan proses perjalanan di bandara pun diharapkan semakin seamless,” ujar Neil dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).

Dalam sistem Piece Concept, jumlah koper dan batas berat masing-masing koper menjadi hal penting. Misalnya, jika tiket mencantumkan 1 piece maksimal 23 kilogram, penumpang hanya dapat membawa satu koper dengan berat maksimal 23 kilogram.

Jika penumpang membawa dua koper dengan total berat tetap 23 kilogram, bagasi tersebut tetap dihitung sebagai dua koli.

Begitu pula dengan tiket yang mencantumkan 2 pieces x 23 kilogram. Penumpang dapat membawa dua koper dengan berat maksimal 23 kilogram untuk masing-masing koper. Kuota tersebut tidak dapat digabung menjadi satu koper dengan berat 46 kilogram.

Berbeda Tiap Kelas Penerbangan

Ketentuan bagasi Garuda Indonesia dalam skema Piece Concept berbeda berdasarkan kelas penerbangan dan rute perjalanan.

Untuk penerbangan domestik kelas ekonomi, alokasi bagasi dapat mencapai satu koli dengan berat maksimal 23 kilogram. Sementara untuk penerbangan internasional kelas ekonomi, alokasi bagasi dapat mencapai dua koli dengan berat maksimal masing-masing 23 kilogram.

Adapun penumpang kelas Business dan First dapat memperoleh alokasi hingga dua koli dengan batas berat maksimal masing-masing 32 kilogram. Namun, ketentuan tersebut tetap bergantung pada rute dan jenis tiket yang dibeli.

Garuda Indonesia menegaskan informasi yang tercantum dalam e-ticket menjadi acuan utama terkait jatah bagasi setiap penumpang.

Karena itu, penumpang disarankan memeriksa kembali ketentuan pada tiket sebelum berangkat. Setiap koper juga sebaiknya ditimbang secara terpisah untuk memastikan tidak ada yang melebihi batas berat.

Penumpang yang berencana membawa lebih banyak barang saat perjalanan pulang juga disarankan menyisakan ruang di dalam koper.

Jika berat bagasi melebihi ketentuan, penumpang perlu mengecek apakah kelebihan berasal dari jumlah koper, berat masing-masing koper, atau keduanya.

Aturan Pindah Koper

Apabila memungkinkan, kelebihan barang dapat dipindahkan ke koper lain selama setiap koli tetap memenuhi batas berat yang ditentukan. Namun, jika jumlah koper melebihi jatah yang tercantum dalam tiket, penumpang perlu menggunakan opsi excess baggage sesuai ketentuan yang berlaku.

Garuda Indonesia juga mengingatkan penumpang tidak memindahkan seluruh kelebihan bagasi ke kabin. Bagasi kabin tetap memiliki batas ukuran dan berat.

Penumpang diperbolehkan membawa satu tas atau koper kabin dengan ukuran maksimal panjang 56 cm, lebar 36 cm, atau tebal 23 cm. Total tiga dimensinya tidak boleh melebihi 115 cm dengan berat maksimal 7 kilogram.

Sementara itu, tiket yang dibeli atau diterbitkan sebelum 1 September 2026 masih mengikuti ketentuan lama berdasarkan total berat keseluruhan atau Weight Concept.

Untuk penerbangan yang melibatkan lebih dari satu maskapai, seperti codeshare, interline, atau penerbangan lanjutan dengan operator berbeda, ketentuan bagasi dapat berbeda.

Karena itu, penumpang tetap perlu memeriksa informasi bagasi sebelum keberangkatan agar dapat mempersiapkan barang sesuai jumlah dan batas berat yang tercantum pada tiket.

Perubahan sistem ini membuat penumpang tidak hanya perlu memperhatikan total berat bagasi, tetapi juga jumlah koper dan berat setiap koli yang dibawa selama perjalanan.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8278536/garuda-indonesia-ubah-aturan-bagasi-mulai-hari-ini-cek-ketentuannya

IDI Usul Gaji Dokter Umum Minimal Rp 30 Juta, Spesialis Rp 110 Juta per Bulan

IDI Usul Gaji Dokter Umum Minimal Rp 30 Juta, Spesialis Rp 110 Juta per Bulan

Jakarta – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengajukan usulan penetapan Standar Pendapatan Minimum (Take Home Pay Minimum) bagi dokter umum dan dokter spesialis yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah.

Usulan tersebut disampaikan melalui surat resmi bernomor 2009/PB/E.9/08/2026 yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Keuangan. Langkah ini diambil guna menjamin keberlangsungan pelayanan medis, meningkatkan kesejahteraan tenaga medis, serta mendukung pemerataan dokter di seluruh wilayah Indonesia.

Rincian Standar Pendapatan Minimum Usulan IDI

Berdasarkan hasil kajian dan analisis IDI, standar pendapatan minimum ini dihitung berdasarkan standar waktu kerja normal 8 jam per hari, 40 jam per minggu, atau 160 jam per bulan:

  • Dokter Umum Puskesmas: Rp 34.830.140 per bulan (Rp 217.688 per jam)
  • Dokter Umum Rumah Sakit: Rp 30.825.067 per bulan (Rp 192.656 per jam)
  • Dokter Spesialis: Rp 110.943.487 per bulan (Rp 693.396 per jam)

Skema pendapatan ini dihitung berdasarkan ketersediaan waktu kerja dokter, bukan jumlah pasien yang dilayani. Dengan demikian, dokter tetap berhak menerima pendapatan minimum sesuai jam kerjanya tanpa bergantung pada banyak atau sedikitnya pasien.

Insentif Daerah Terpencil dan Penyesuaian Tahunan

Dalam dokumen yang ditandatangani Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto dan Sekretaris Jenderal Telogo Wismo Agung Durmanto, IDI juga mendorong pemberian insentif tambahan bagi dokter yang bertugas di wilayah dengan akses terbatas.

“Dokter yang bekerja di daerah terpencil, sangat terpencil, perbatasan, kepulauan, dan/atau daerah dengan keterbatasan tenaga medis diberikan pendapatan sekurang-kurangnya 50% lebih tinggi dari standar pendapatan minimum tersebut,” tulis surat resmi PB IDI.

Selain itu, guna menjaga nilai riil pendapatan sejalan dengan laju inflasi dan biaya hidup, IDI mengusulkan agar standar pendapatan minimum ini disesuaikan atau ditingkatkan sekurang-kurangnya 10 persen setiap tahunnya. IDI juga meminta kepastian pembayaran jasa pelayanan dilakukan paling lambat 1 bulan setelah bulan pelayanan dilaksanakan.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8640399/idi-usul-gaji-dokter-umum-minimal-rp-30-juta-spesialis-rp-110-juta-per-bulan

Momen Kebersamaan Fun Hiking 2026

Momen Kebersamaan Fun Hiking 2026

Kediri, 29 Agustus 2026 — Momen memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dirayakan secara berbeda dan penuh kehangatan oleh keluarga besar Trisna Group. Dipimpin langsung oleh sang CEO, Eggy Adityawan, lebih dari 100 karyawan dari berbagai divisi melangkah bersama menaklukkan jalur pendakian Gunung Klotok, Mojoroto, dalam ajang bertajuk Fun Hiking 2026.

Selain untuk menyemarakkan hari kemerdekaan, kegiatan ini digelar untuk mempererat tali silaturahmi serta membangun keakraban antarstaf dan manajemen. Suasana kekeluargaan terasa kental sepanjang jalur pendakian; para peserta saling menyemangati dan bahu-membahu melewati setiap medan.

Di sela-sela perjalanan, Eggy Adityawan memberikan pesan mendalam kepada seluruh jajarannya untuk menikmati setiap langkah tanpa menjadikannya sebagai beban.

“Pelan-pelan saja, tidak usah terburu-buru. Kalau capek, berhenti. Jangan dijadikan beban, gunakan sebagai tadabur ciptaan ALLAH Subhanahu wa ta’ala—bahwa ALLAH menciptakan gunung, udara yang segar, hewan-hewan, dan lain sebagainya. Bersikap ramahlah ke pendaki lain. Ingat, baca takbir saat menanjak dan baca tasbih saat menurun,” pesan Bapak Eggy Adityawan.

Rasa lelah para peserta terbayar tuntas saat rombongan berhasil menapakkan kaki di puncak Gunung Klotok. Suasana haru dan bangga tak terbendung, terutama bagi beberapa karyawan yang baru pertama kali meraskan pengalaman mendaki gunung. Kepuasan berhasil melampaui batas diri bersama rekan sejawat menjadi momen yang tak terlupakan.

Setibanya di garis finish, acara berlanjut dengan sesi sarapan bersama untuk mengembalikan stamina seluruh rombongan. Untuk menambah keceriaan dan mengapresiasi semangat para karyawan, Eggy Adityawan juga membagi-bagikan hadiah berupa uang tunai kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan kuis.

Berjalan sukses, aman, dan lancar, Fun Hiking 2026 meninggalkan kesan yang mendalam. Tak sedikit karyawan yang berharap kegiatan positif seperti ini dapat rutin diadakan kembali di tahun-tahun mendatang.

Sumber : https://www.instagram.com/p/DcVg8Q6CqqD/

Tak Cuma soal Energi, Begini Cara Pertamina Jaga Lingkungan

Tak Cuma soal Energi, Begini Cara Pertamina Jaga Lingkungan

Jakarta – Pertamina berkomitmen menerapkan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasional sehari-hari. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui penggunaan energi terbarukan, tetapi juga kebiasaan-kebiasaan sederhana.

Perwira Subholding Downstream Pertamina, Yoga Pratama, mengatakan salah satu penerapannya dilakukan melalui Green Energy Station atau SPBU ramah lingkungan yang memanfaatkan panel surya untuk mendukung kebutuhan energi di sejumlah unit bisnis Pertamina.

“Kalau di Pertamina ini contohnya ada Green Energy Station. Kita pakai solar panel. Jadi nanti itu untuk mendukung transisi energi di beberapa SPBU Pertamina,” kata Yoga dalam Pertamina Talks Episode 2 bertema ‘Hobi Jaga Bumi, Eh Jadi Profesi’ di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, penerapan prinsip keberlanjutan juga dilakukan di terminal BBM dengan memilah sampah serta mendorong pekerja membawa tempat air minum atau tumbler dalam aktivitas sehari-hari.

“Jadi nggak cuma tentang energi, tapi mulai dari pilah sampah, bawa tumbler juga kita lakukan sebagai bentuk dari keberlanjutan itu sendiri,” ujarnya.

Di luar operasional perusahaan, Pertamina juga menjalankan program Desa Energi Berdikari. Melalui program ini, energi terbarukan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi desa, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Yoga mencontohkan salah satu penerapannya di Cilacap yang memanfaatkan energi surya dan angin. Energi tersebut kemudian digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pompa air hingga mendukung proses pengolahan makanan.

“Jadi, untuk energi di desa itu udah energi terbarukan. Kayak misalnya di Cilacap itu sudah ada energi surya dan juga energi angin. Nah, dari itu dia menggerakkan lagi nih untuk air bersihnya, pompanya, baru nanti masuk lagi untuk mengolah makanannya,” bebernya.

Sementara di Palembang, energi digunakan untuk mendukung pengolahan kopi, termasuk proses sangrai. Adapun di Sulawesi, energi dimanfaatkan untuk menggerakkan pompa dalam kegiatan urban farming.

“Kalau misalnya di Palembang itu juga ada untuk mengolah kopi, jadi untuk sangrai kopinya. Nah, kalau di Sulawesi itu juga ada pompanya itu untuk urban farming. Jadi, dari energi mekanis nanti diubah menjadi energi yang juga untuk meningkatkan ekonomi dari masyarakat kita,” tutup Yoga.

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8637191/tak-cuma-soal-energi-begini-cara-pertamina-jaga-lingkungan

Bukan Hujan Lebat, Angin Kencang Mengintai Kediri dan Nganjuk Dua Hari, Begini Prediksi BMKG

Bukan Hujan Lebat, Angin Kencang Mengintai Kediri dan Nganjuk Dua Hari, Begini Prediksi BMKG

KEDIRI, JP Radar Kediri – Warga Kediri Raya diminta lebih waspada terhadap kondisi cuaca dalam dua hari ke depan.

Bukan hujan lebat yang menjadi perhatian, melainkan potensi angin kencang yang diprakirakan melanda Kabupaten Kediri, Kota Kediri, dan Nganjuk pada 27–28 Agustus.

Peringatan dini tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri melalui informasi peringatan dini cuaca tiga harian.

Dalam prakiraan untuk Kamis (27/8) dan Jumat (28/8), potensi angin kencang tercantum pada wilayah Kabupaten Kediri, Kota Kediri, dan Nganjuk.

Menariknya, pada dua hari tersebut BMKG tidak mencantumkan potensi hujan dengan kategori waspada, siaga, maupun awas.

 Potensi hujan sedang hingga lebat tercatat nihil, begitu pula hujan lebat hingga sangat lebat serta hujan sangat lebat hingga ekstrem.

Potensi hujan petir juga tercatat nihil. Kondisi tersebut membuat angin kencang menjadi satu-satunya peringatan cuaca yang ditampilkan dalam informasi BMKG Dhoho Kediri untuk wilayah tersebut.

Meski tidak disertai peringatan hujan ekstrem, masyarakat tetap diminta berhati-hati.

Angin kencang berpotensi meningkatkan risiko dahan atau pohon tumbang, terutama di kawasan yang banyak terdapat pepohonan serta bangunan dengan struktur yang kurang kokoh.

Pengendara sepeda motor juga perlu meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di jalan yang terbuka.

Hembusan angin yang kuat dapat mengganggu keseimbangan kendaraan, terlebih bagi pengendara yang membawa barang atau menggunakan kendaraan dengan muatan tinggi.

BMKG Dhoho Kediri mengeluarkan peringatan tersebut sebagai bagian dari pemantauan kondisi atmosfer di wilayah Kediri dan sekitarnya.

Masyarakat diimbau terus mengikuti pembaruan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah dalam waktu singkat.

Selain Kabupaten dan Kota Kediri, wilayah Nganjuk juga masuk dalam daerah yang perlu mewaspadai potensi angin kencang.

Karena itu, warga yang beraktivitas di luar ruangan pada Kamis hingga Jumat mendatang diharapkan memperhatikan perkembangan cuaca sebelum bepergian.

Sumber : https://radarkediri.jawapos.com/kediri-raya/2608270015/bukan-hujan-lebat-angin-kencang-mengintai-kediri-dan-nganjuk-dua-hari-begini-prediksi-bmkg

Dosen Khawatir AI Bikin Mahasiswa Kehilangan Kemampuan Berpikir

Dosen Khawatir AI Bikin Mahasiswa Kehilangan Kemampuan Berpikir

Liputan6.com, Jakarta – Kecerdasan buatan (AI) semakin banyak digunakan mahasiswa untuk membantu mengerjakan tugas kuliah. Namun, kemudahan tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan dosen karena mahasiswa dinilai berisiko kehilangan kemampuan berpikir kritis.

Fenomena ini diungkap dalam laporan Futurism, dikutip Sabtu (22/8/2026), yang mengumpulkan keluhan sejumlah dosen dari berbagai perguruan tinggi. Para pengajar mengaku semakin sering menemukan tugas mahasiswa yang terlihat rapi, tetapi penulisnya justru kesulitan menjelaskan isi tulisan atau mempertahankan argumennya ketika berdiskusi di kelas.

Kekhawatiran tersebut salah satunya disampaikan profesor filsafat dari University of Central Arkansas, Kevin Gary. Ia mengingatkan bahwa menulis bukan sekadar menghasilkan sebuah teks, tetapi juga merupakan bagian dari proses seseorang membangun pola pikir.

“Jika menulis adalah berpikir, maka setiap bagian dari perjuangan yang dialihkan ke teknologi berarti melepaskan sebagian kebebasan untuk memahami,” ujarnya.

Menurut sejumlah dosen, penggunaan AI oleh mahasiswa kini tidak sebatas membantu memperbaiki tata bahasa atau menemukan referensi.

AI juga mulai digunakan untuk membuat kerangka tulisan, menyusun esai hingga merangkum bahan bacaan. Akibatnya, mahasiswa berisiko melewatkan proses intelektual yang seharusnya menjadi bagian penting dalam pembelajaran di perguruan tinggi.

Tantangan Terbesar

Meski demikian, laporan tersebut tidak menyimpulkan bahwa AI sepenuhnya menjadi penyebab menurunnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Sejumlah penelitian menunjukkan AI tetap dapat memberikan manfaat dalam proses belajar apabila digunakan sebagai pendamping, bukan menggantikan proses berpikir mahasiswa.

Tantangan utamanya adalah bagaimana mahasiswa menentukan batas penggunaan teknologi. AI dapat membantu memberikan ide, menjelaskan materi atau memberikan masukan, tetapi mahasiswa tetap perlu memahami, mengolah, dan mengembangkan informasi tersebut secara mandiri.

Perdebatan mengenai dampak AI terhadap dunia pendidikan pun terus berkembang. Berbagai survei dan penelitian menunjukkan kekhawatiran pendidik terhadap ketergantungan berlebihan pada AI, terutama karena dapat memengaruhi kemampuan dasar seperti menulis, menganalisis, dan memecahkan masalah.

Karena itu, perguruan tinggi dinilai perlu memiliki aturan yang lebih jelas mengenai penggunaan AI dalam kegiatan akademik.

Tujuannya bukan melarang teknologi tersebut, melainkan memastikan AI menjadi alat pendukung pembelajaran, bukan pengganti kemampuan berpikir mahasiswa.

Sumber : https://www.liputan6.com/tekno/read/8275123/dosen-khawatir-ai-bikin-mahasiswa-kehilangan-kemampuan-berpikir