Cuaca Panas dan Lembap Bikin Ketombe Makin Parah

Cuaca Panas dan Lembap Bikin Ketombe Makin Parah

Liputan6.com, Jakarta – Ketombe yang banyak muncul saat cuaca panas dan lembap dapat berkaitan dengan meningkatnya keringat, produksi minyak, serta penumpukan sel kulit mati dan sisa produk perawatan rambut di kulit kepala.

Dilansir dari Innovist, Selasa (22/9/2026), kombinasi panas, kelembapan, dan keringat dapat membuat kulit kepala menjadi lebih berminyak dan memperburuk ketombe serta iritasi.

Kelembapan sendiri tidak secara langsung menyebabkan ketombe. Namun, kondisi kulit kepala yang hangat dan berminyak dapat mendukung aktivitas Malassezia, jenis ragi yang berkaitan dengan ketombe pada orang yang rentan.

Bagaimana Lembap Membentuk Ketombe?

Ketika cuaca lembap, produksi keringat pada kulit kepala dapat meningkat, kemudian bercampur dengan sebum atau minyak alami kulit kepala, sel kulit mati, serta sisa produk rambut.

Penumpukan tersebut dapat membuat kulit kepala terasa lebih berminyak dan tidak nyaman sekaligus membuat rasa gatal dan serpihan ketombe semakin terlihat.

Pada orang yang rentan mengalami ketombe, kelebihan minyak dapat mendukung aktivitas Malassezia. Proses tersebut dapat berkontribusi terhadap iritasi dan peradangan kulit kepala, sehingga pengelupasan kulit meningkat dan serpihan semakin terlihat.

Keringat dan Minyak Turut Berpengaruh

Keringat turut memperburuk keadaan ketika dibiarkan terlalu lama. Selain menciptakan lingkungan yang lembap, keringat dapat bercampur dengan minyak dan sisa produk rambut.

Kombinasi kelembapan, garam, dan minyak juga berpotensi mengiritasi kulit kepala, terutama pada kulit yang sensitif. Menggaruk kulit kepala yang gatal kemudian dapat meningkatkan iritasi dan membuat serpihan semakin terlihat.

Sementara itu, ketombe lebih sering berkaitan dengan kelebihan minyak, iritasi, dan Malassezia, sedangkan kulit kepala kering umumnya berkaitan dengan kurangnya kelembapan.

Ketombe cenderung menghasilkan serpihan yang lebih besar dan berminyak, sementara kulit kepala kering biasanya menghasilkan serpihan yang lebih kecil dan kering.

Cara Menekan Produksi Ketombe

Untuk membantu mengendalikan ketombe saat cuaca lembap, menjaga kebersihan kulit kepala menjadi langkah penting.

Rambut perlu dicuci secara teratur untuk menghilangkan keringat, minyak berlebih, sel kulit mati, dan sisa produk. Frekuensi mencuci rambut pun dapat disesuaikan dengan kondisi kulit kepala serta intensitas keringat dan minyak.

Selain menjaga kebersihan, sejumlah bahan aktif umum digunakan dalam produk antiketombe., seperti salicylic acid yang membantu mengangkat sel kulit mati dan serpihan, piroctone olamine untuk membantu mengelola jamur Malassezia, dan lainnya.

Yang paling penting adalah kebiasaan sehari-hari juga harus diperhatikan.

  • Menggaruk atau mengorek kulit kepala sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan iritasi.
  • Penggunaan produk penata rambut yang berat perlu dibatasi jika menyebabkan penumpukan.
  • Sisir dan sikat rambut perlu dijaga kebersihannya.
  • Kulit kepala juga sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama dalam kondisi berkeringat atau lembap.

Ketombe umumnya dapat dikelola melalui perawatan kulit kepala yang konsisten dan penanganan yang sesuai. Namun, kondisi ini dapat kembali muncul karena ketombe merupakan masalah kulit kepala yang cenderung berulang.

Sumber : https://kesehatan.liputan6.com/info-sehat/read/8296238/cuaca-panas-dan-lembap-bikin-ketombe-makin-parah

Waktu terbaik minum teh hijau untuk meningkatkan fokus

Waktu terbaik minum teh hijau untuk meningkatkan fokus

Jakarta (ANTARA) – Setiap cangkir teh hijau mengandung sekitar 35 miligram kafein, antioksidan dan asam amino yang disebut L-theanine yang sangat baik untuk meningkatkan fokus.

Menurut siaran Eating Well pada Kamis (3/9) waktu setempat, L-theanine adalah asam amino yang ditemukan dalam teh hijau. Ini membantu menetralisir efek stimulan kafein untuk memberikan ketajaman mental yang lebih tenang dan tidak terlalu gelisah. Seperti kafein pada umumnya, dibutuhkan sekitar satu jam untuk mencapai puncaknya di dalam tubuh.

Terkait dengan teh hijau, sebagian orang mengonsumsinya pada akhir pagi atau pertengahan siang hari untuk mencegah fokus menurun.

“Beberapa penelitian terbaru menemukan bahwa dibutuhkan sekitar satu jam untuk mencapai tingkat penyerapan kafein dan antioksidan puncak dalam teh hijau,” kata ahli diet terdaftar sekaligus ahli herbal Jenna Volpe, RDN, LD, IFNCP, CLT.

Namun, menurut ahli diet terdaftar Jennifer Pallian, B.Sc., RD, sebenarnya belum ada bukti bahwa teh hijau memiliki satu waktu terbaik universal dalam sehari untuk diminum agar fokus lebih baik,

Meski demikian, keduanya merekomendasikan minum teh hijau di pertengahan pagi atau di awal siang hari.

Bagi orang-orang yang gemar meminum matcha, manfaatnya mungkin akan lebih cepat dirasakan dibandingkan saat mengonsumsi teh hijau karena daunnya telah digiling menjadi bubuk.

Menurut Volpe, teh hijau yang telah menjadi bubuk akan lebih meningkatkan potensi dan penyerapan kafein, L-theanine, dan katekin.

Ahli gizi Priscilla Swahn, M.S., RD menyampaikan lebih baik meminum teh hijau di sore hari supaya tidak mengganggu kualitas tidur kita.

“Kafein dapat tetap berada di dalam tubuh selama berjam-jam, jadi mengandalkan teh hijau di sore hari untuk mengatasi penurunan energi pada akhirnya dapat merugikan anda jika mempengaruhi kualitas tidur,” tambah Swahn.

Dia menyampaikan efeknya pada setiap orang berbeda, dan beberapa orang lebih sensitif terhadap kafein, jadi kita mungkin perlu bereksperimen dengan waktu terbaik untuk tubuh Anda.

Swahn kemudian menyampaikan apabila meminum teh hijau di pagi hari menjadi waktu yang tepat karena memungkinkan kita untuk sarapan terlebih dahulu daripada mengganti makan dengan teh. Meskipun kafein, L-theanine, dan antioksidannya dapat membantu meningkatkan fokus, teh hijau tidak dapat menggantikan bahan bakar yang didapatkan otak dan tubuh dari makanan.

“Menggabungkan teh pagi Anda dengan makanan seimbang yang mengandung protein, karbohidrat kaya serat, dan lemak sehat dapat membantu mendukung energi dan konsentrasi yang lebih stabil sepanjang pagi,” kata Swahn.

Sedangkan Pallian menilai teh hijau hanyalah satu bagian dari gambaran keseluruhan dalam hal tetap fokus sepanjang hari. Cara lain untuk menjaga fokus adalah dengan beristirahat sejenak untuk memulihkan energi dan fokus.

Bawalah botol air isi ulang dan minumlah sedikit demi sedikit sepanjang hari. Ini bisa membantu jika menenangkan diri untuk memikirkan hal apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Berikutnya jangan melewatkan waktu makan. Tanpa makanan yang cukup, kita tidak akan memiliki cukup energi.

“Lonjakan dan penurunan gula darah dapat merugikan fokus dan fungsi kognitif. Untuk energi yang stabil, makanlah tiga kali makan seimbang, ditambah camilan sesuai kebutuhan,” ujar Volpe.

Berolahragalah secara teratur seperti latihan aerobik, latihan beban, dan latihan gabungan pun sangat membantu fungsi kognitif.

Bahkan jalan kaki singkat pun dapat menjadi penyegaran yang bermanfaat ketika konsentrasi mulai memudar,” kata Swahn.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5725651/waktu-terbaik-minum-teh-hijau-untuk-meningkatkan-fokus

Sering Makan Larut Malam? Begini Dampak Buruknya pada Tubuh

Sering Makan Larut Malam? Begini Dampak Buruknya pada Tubuh

Jakarta, CNN Indonesia — Beberapa orang mungkin sulit menghindari kebiasaan makan larut malam, terutama setelah seharian sibuk beraktivitas.

Masalahnya, jika makan malam terlalu larut dilakukan hampir setiap hari atau terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membawa dampak buruk buat tubuh.

Menurut ahli diet, waktu makan malam umumnya dianjurkan sekitar pukul 17.00-19.00 atau setidaknya tiga jam sebelum tidur.

Apabila waktu makan terlalu dekat dengan jam tidur, tubuh akan tetap bekerja ketika seharusnya mulai beristirahat. Kondisi tersebut dapat memengaruhi sejumlah fungsi tubuh dan, dalam jangka panjang, berdampak pada kesehatan.

Lantas, apa yang terjadi pada tubuh jika sering makan larut malam?

1. Mengganggu fungsi pencernaan

Dikutip dari laman Realsimple, fungsi metabolisme dan pencernaan tubuh mulai menurun menjelang malam hari. Hal ini berkaitan dengan ritme sirkadian atau jam internal tubuh yang turut mengatur berbagai fungsi tersebut.

Akibatnya, pergerakan saluran pencernaan menjadi lebih lambat sehingga makan terlalu larut misalnya pada tengah malam, terutama dalam porsi besar, dapat meningkatkan risiko kembung, refluks asam, kram, hingga perubahan buang air besar.

“Selain itu, berbaring segera setelah makan dapat membuat refluks asam atau heartburn lebih mungkin terjadi, karena asam lambung lebih mudah naik kembali ke kerongkongan,” ujar ahli diet Marissa Karp.

Karena itu, tetap berada dalam posisi tegak setelah makan dapat membantu makanan bergerak ke arah yang semestinya.

2. Cenderung memilih makanan kurang sehat

Karp menambahkan, sering kali makan larut membuat seseorang kurang selektif dalam memilih makanan.

Misalnya, seseorang tidak cukup makan pada hari itu sehingga sangat lapar pada malam hari, atau makan karena stres dan bosan, bukan karena benar-benar lapar.

Dengan begitu, mereka akan cenderung makan lebih banyak atau memilih yang cepat dan praktis, misalnya makanan instan, cepat saji, atau olahan.

“Seiring waktu, pola-pola ini dapat membuat seseorang lebih mudah mengonsumsi kalori melebihi kebutuhan tubuh yang dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko kondisi kesehatan kronis,” imbuh Karp.

3. Menurunkan kualitas tidur

Makan malam terlalu larut membuat tubuh tetap bekerja mencerna makanan ketika seharusnya mulai beristirahat.

Ahli gizi lainnya, Nadja Abada mengatakan kadar gula darah dapat meningkat secara bertahap setelah makan larut malam, sementara sistem pencernaan tetap aktif.

Makan dalam porsi besar menjelang tidur juga dapat membuat seseorang lebih sulit terlelap. Keluhan seperti heartburn, refluks, dan kembung saat berbaring dapat semakin mengganggu tidur.

“Ditambah lagi, jika Anda mengalami ketidaknyamanan pencernaan seperti heartburn, refluks, atau kembung ketika berbaring, hal itu tentu dapat mengganggu tidur,” kata Karp.

Jika memang lapar sebelum tidur, ahli menyarankan makanan ringan dan mudah dicerna, seperti yoghurt dengan buah, keju dengan biskuit gandum utuh, atau roti gandum dengan selai kacang, ketimbang snack olahan, minuman atau kue-kue manis.

 

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260831153137-255-1398346/sering-makan-larut-malam-begini-dampak-buruknya-pada-tubuh

Kunyit Dapur, Manfaatnya Tak Sesederhana Bentuknya

Kunyit Dapur, Manfaatnya Tak Sesederhana Bentuknya

Hampir setiap rumah di Indonesia memiliki kunyit sebagai bumbu masakan. Warnanya yang kuning keemasan membuat makanan terlihat lebih menarik dan menggugah selera. Karena terlalu sering digunakan untuk memasak, banyak orang menganggap kunyit hanya sekadar penyedap dan pewarna alami. Padahal, di balik bentuknya yang sederhana, kunyit menyimpan kandungan alami yang berpotensi memberi manfaat bagi kesehatan tubuh. Berbagai penelitian modern menunjukkan bahwa kunyit mengandung senyawa aktif yang berpotensi membantu menjaga kesehatan secara menyeluruh. Tidak heran jika kunyit telah digunakan sejak lama dalam pengobatan tradisional dan kini juga banyak diteliti dalam dunia kesehatan modern.

Kandungan Utama Kunyit

Kunyit (Curcuma longa) mengandung senyawa aktif bernama kurkumin, yaitu antioksidan alami yang juga memberi warna kuning khas pada kunyit. Dalam jumlah kecil sebagaimana biasa dikonsumsi sebagai bumbu, kunyit juga mengandung:

  • Vitamin C
  • Mineral seperti kalium dan zat besi
  • Serat
  • Senyawa antiinflamasi alami

Perlu dicatat, kurkumin sebenarnya sulit diserap tubuh secara maksimal jika dikonsumsi sendiri. Penyerapannya dapat meningkat bila dikombinasikan dengan lemak atau piperin (senyawa yang ditemukan pada lada hitam), sehingga manfaatnya lebih optimal saat kunyit diolah bersama bahan makanan lain, bukan dikonsumsi mentah dalam jumlah sedikit.

Manfaat Kunyit yang Sering Tidak Disadari

1. Membantu Melawan Peradangan

Peradangan merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi atau cedera. Namun, peradangan yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Kurkumin pada kunyit dikenal memiliki sifat antiinflamasi yang berpotensi membantu mengurangi proses peradangan dalam tubuh.

2. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Di Indonesia, kunyit sudah lama digunakan dalam minuman tradisional seperti kunyit asam. Kunyit dipercaya dapat membantu merangsang produksi empedu sehingga proses pencernaan, terutama pencernaan lemak, menjadi lebih baik. Kunyit juga sering digunakan secara tradisional untuk membantu mengurangi rasa begah dan tidak nyaman pada perut.

3. Berpotensi Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Kandungan antioksidan pada kunyit membantu tubuh melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Dengan berkurangnya stres oksidatif, sistem imun berpotensi bekerja lebih optimal dalam melawan kuman penyebab penyakit.

4. Membantu Mengurangi Nyeri Haid

Banyak perempuan mengonsumsi kunyit asam saat menstruasi karena dipercaya dapat membantu mengurangi kram dan nyeri haid. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurkumin berpotensi membantu meredakan nyeri yang berkaitan dengan kontraksi otot rahim, meski penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan untuk memastikan efektivitasnya.

5. Menjaga Kesehatan Kulit

Sifat antioksidan dan antibakteri pada kunyit membuatnya sering digunakan sebagai bahan perawatan tradisional untuk membantu menjaga kulit tetap sehat dan tampak lebih segar.

Kunyit merupakan contoh nyata bahwa bahan dapur yang setiap hari kita gunakan ternyata menyimpan potensi manfaat kesehatan yang menarik untuk terus diteliti. Kandungan kurkumin di dalamnya berpotensi membantu melawan peradangan, menjaga kesehatan pencernaan, mendukung daya tahan tubuh, membantu meredakan nyeri haid, serta melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Meski demikian, manfaat-manfaat di atas bersifat pendukung, bukan pengganti pengobatan medis. Bila Anda memiliki keluhan kesehatan tertentu atau berencana mengonsumsi kunyit dalam bentuk suplemen, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan profesional.

Sumber : https://www.biofarma.co.id/id/announcement/detail/kunyit-dapur-manfaatnya-tak-sesederhana-bentuknya

Cegah Anak Salah Pergaulan, Ini Pentingnya “Kurikulum Keluarga”

Cegah Anak Salah Pergaulan, Ini Pentingnya “Kurikulum Keluarga”

KOMPAS.com – Orangtua perlu membangun pola pendidikan di dalam keluarga sejak anak masih dini untuk membantu mereka menghadapi berbagai tantangan dalam pergaulan.

Hal ini menjadi perhatian Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang mendorong calon orangtua menyiapkan “kurikulum keluarga” sebelum menikah.

Gagasan tersebut disampaikan Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Talqis Nurdianto dalam kajian Majelis Tabligh PP Muhammadiyah pada Senin (31/8/2026).

Menurutnya, keluarga memiliki peran sebagai “madrasah” pertama bagi anak, sehingga orangtua perlu memiliki pedoman dalam mendidik dan membimbing anak.

“Kurikulum keluarga harus ada,” kata Talqis dalam kajian tersebut.

“Kurikulum keluarga sebaiknya disiapkan sejak seseorang hendak membangun rumah tangga. Pedoman tersebut nantinya dapat digunakan orangtua untuk menentukan arah pendidikan anak di lingkungan keluarga,” kata Talqis.

Pendidikan di dalam keluarga tidak hanya berkaitan dengan pelajaran akademik.

Orangtua juga memiliki tanggung jawab untuk membentuk karakter, memberikan pemahaman mengenai hubungan sosial, serta membantu anak menghadapi berbagai persoalan yang muncul dalam proses pertumbuhan.

Kementerian Kesehatan RI juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam tumbuh kembang remaja.

Dukungan tersebut mencakup pengasuhan, pemeliharaan, pendidikan, dan perlindungan agar remaja dapat tumbuh sesuai dengan kemampuan, minat, dan bakatnya.

Dengan demikian, keterlibatan orangtua tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan anak.

Komunikasi dan pendampingan juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan keluarga yang aman bagi anak.

Pendidikan Relasi Perlu Diberikan Sejak Dini

Talqis menyoroti pentingnya pendidikan mengenai relasi antara laki-laki dan perempuan.

Menurutnya, anak perlu mendapatkan pemahaman yang tepat mengenai hubungan dengan lawan jenis agar tidak mencari informasi secara bebas tanpa pendampingan.

Ia juga menilai pendidikan seksual tidak seharusnya menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan dalam keluarga.

Pendidikan tersebut dapat menjadi bagian dari pembelajaran yang membantu anak memahami batasan diri, tanggung jawab, serta menjaga diri dalam pergaulan.

Pembahasan mengenai kesehatan dan perkembangan remaja juga menjadi perhatian Kementerian Kesehatan.

Kemenkes menyebut remaja mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Karena itu, remaja perlu dibekali kemampuan mengambil keputusan yang baik dan bertanggung jawab atas tindakannya.

Pendidikan mengenai relasi pun perlu disampaikan dengan bahasa yang sesuai dengan usia anak. Orangtua dapat menjadi tempat pertama bagi anak untuk bertanya dan memperoleh informasi yang benar.

Tantangan Pengasuhan di Era Digital

Perkembangan teknologi membuat tantangan orangtua dalam mendampingi anak semakin kompleks.

Anak dapat memperoleh informasi dan berinteraksi dengan orang lain melalui perangkat digital tanpa selalu diketahui orangtua.

Talqis menilai kondisi tersebut membuat kedekatan fisik antara orangtua dan anak belum tentu menunjukkan adanya kedekatan dalam komunikasi.

Orangtua bisa saja berada di rumah bersama anak, tetapi tidak mengetahui aktivitas maupun persoalan yang sedang dihadapi anak.

Karena itu, pengawasan tidak cukup dilakukan dengan sekadar mengetahui keberadaan anak. Orangtua juga perlu membangun komunikasi yang membuat anak merasa aman untuk bercerita.

Kementerian Kesehatan melalui laman kesehatan resminya juga menekankan pentingnya orangtua mengenal lingkungan pertemanan anak.

Mengenal teman anak bukan berarti membatasi pergaulan, melainkan membantu memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan positif.

Kurikulum Keluarga Bukan Sekadar Aturan

Kurikulum keluarga dapat dipahami sebagai pedoman bagi orangtua dalam menentukan nilai dan kebiasaan yang ingin dibangun bersama anak.

Dengan adanya pedoman tersebut, pendidikan anak diharapkan tidak berjalan tanpa arah.

Namun, penerapannya bukan berarti keluarga harus membuat aturan yang kaku. Pendidikan keluarga justru membutuhkan komunikasi dan keteladanan dari orangtua.

Anak dapat belajar mengenai tanggung jawab dari kebiasaan yang diterapkan di rumah. Begitu pula dengan cara menghargai orang lain, menjaga batasan diri, menyelesaikan masalah, dan mengambil keputusan.

Hubungan yang sehat antara orangtua dan anak juga dapat membantu anak menghadapi berbagai persoalan yang muncul ketika memasuki usia remaja.

Orangtua Perlu Membangun Komunikasi

Keluarga memiliki posisi penting dalam membantu anak menghadapi lingkungan sosialnya. Karena itu, komunikasi antara orangtua dan anak perlu dibangun sejak dini, bukan baru dilakukan ketika muncul masalah.

Orangtua dapat meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita anak, mengetahui lingkungan pertemanannya, serta memberikan penjelasan ketika anak menghadapi situasi yang belum dipahaminya.

Pendekatan tersebut juga membuat anak memiliki tempat untuk meminta pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

Kemenkes menegaskan bahwa dukungan keluarga diperlukan untuk membantu remaja tumbuh sehat.

Selain pendidikan dan perlindungan, keluarga juga berperan dalam membantu remaja mengembangkan kemampuan dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai.

Pada akhirnya, gagasan mengenai kurikulum keluarga menempatkan rumah sebagai ruang pendidikan yang penting bagi anak.

Orangtua tidak hanya berperan memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membangun nilai, memberikan pengetahuan, dan mendampingi anak menghadapi perubahan zaman.

Dengan pendidikan dan komunikasi yang dibangun sejak dini, keluarga diharapkan dapat menjadi lingkungan pertama yang membantu anak memahami dirinya, menjaga batasan dalam pergaulan, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Sumber : https://cahaya.kompas.com/aktual/26I01124830390/cegah-anak-salah-pergaulan-ini-pentingnya-kurikulum-keluarga

Kandungan air dan serat semangka bantu lancarkan BAB

Kandungan air dan serat semangka bantu lancarkan BAB

Jakarta (ANTARA) – Mengonsumsi semangka dapat membantu melancarkan buang air besar (BAB) karena buah tersebut kaya akan air dan mengandung serat yang mendukung kesehatan pencernaan.

Ahli gizi Chelsea Rae Bourgeois, RDN, LD, pada laman Health, Senin, menjelaskan bahwa sekitar 92 persen kandungan semangka merupakan air. Kandungan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan menjaga tinja tetap lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan.

Semangka juga mengandung serat, meski jumlahnya tidak terlalu tinggi. Serat membantu menambah volume tinja dan mendukung pergerakannya melalui saluran pencernaan.

Satu potong semangka, atau sekitar seperenam bagian dari buah berukuran sedang, mengandung sekitar 1,14 gram serat. Sementara itu, dua cangkir semangka mengandung kurang dari dua gram serat.

Mengonsumsi semangka dapat menjadi salah satu cara untuk menambah asupan cairan dan buah dalam pola makan sehari-hari. Namun, semangka sebaiknya tidak menjadi satu-satunya sumber serat karena kebutuhan serat tubuh juga perlu dipenuhi dari makanan lain.

Beberapa makanan yang kaya serat antara lain kacang-kacangan, lentil, biji-bijian utuh, sayuran, buah beri, serta buah-buahan lain.

Meski dapat membantu pencernaan, konsumsi semangka dalam jumlah banyak juga dapat menimbulkan gangguan pada sebagian orang.

Semangka mengandung fruktosa, yaitu salah satu jenis gula alami. Pada sebagian orang, fruktosa dapat sulit diserap tubuh dan mencapai usus besar. Di sana, fruktosa dapat difermentasi oleh bakteri sehingga menghasilkan gas dan memicu kembung, sakit perut, atau diare.

Orang dengan sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS) juga dapat lebih sensitif terhadap makanan yang mengandung fruktosa dan karbohidrat tertentu yang mudah difermentasi.

Karena itu, jumlah semangka yang dapat dikonsumsi tanpa menimbulkan keluhan dapat berbeda pada setiap orang.

Bourgeois juga menyarankan agar konsumsi buah dilakukan secara beragam. Buah seperti apel, pir, jeruk, kiwi, beri, dan alpukat dapat menjadi sumber serat tambahan dalam pola makan.

Selain makanan, kecukupan cairan juga penting untuk membantu serat bekerja dengan baik. Peningkatan asupan serat secara tiba-tiba tanpa diimbangi cairan yang cukup justru dapat menyebabkan kembung atau sembelit.

Bagi orang dewasa sehat, konsumsi sekitar dua cangkir semangka dalam sehari secara umum masih dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, kebutuhan setiap orang dapat berbeda tergantung kondisi tubuh dan pola makan secara keseluruhan.

Dengan kandungan air dan seratnya, semangka dapat membantu mendukung kelancaran BAB. Namun, manfaat tersebut tetap perlu didukung dengan konsumsi makanan kaya serat yang beragam, cukup minum, serta aktivitas fisik yang teratur.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5718888/kandungan-air-dan-serat-semangka-bantu-lancarkan-bab

Apakah Boleh Memakai Jeruk Nipis untuk Wajah Setiap Hari?

Apakah Boleh Memakai Jeruk Nipis untuk Wajah Setiap Hari?

Liputan6.com, Jakarta Jeruk nipis selama ini lebih akrab sebagai bahan pelengkap di dapur. Rasa asamnya dapat memberikan sentuhan segar pada makanan dan minuman, tetapi buah berwarna hijau ini juga kerap digunakan dalam berbagai perawatan kulit alami. Tidak sedikit orang yang mengoleskan perasan jeruk nipis pada wajah karena percaya kandungan vitamin C di dalamnya dapat membantu membuat kulit tampak lebih cerah. Dari kebiasaan tersebut kemudian muncul pertanyaan yang cukup penting: apakah boleh memakai jeruk nipis untuk wajah setiap hari, atau penggunaan terlalu sering justru dapat menimbulkan masalah pada kulit?

Keinginan untuk memanfaatkan bahan alami sebagai bagian dari rutinitas perawatan wajah memang cukup umum. Bahan yang mudah ditemukan di rumah sering dianggap lebih praktis dan aman karena berasal dari alam. Padahal, alami tidak selalu berarti cocok digunakan secara langsung pada kulit, terlebih jika diaplikasikan terlalu sering. Jeruk nipis memiliki sifat yang sangat asam sehingga penggunaannya pada wajah perlu dilakukan dengan lebih hati-hati. Pemakaian setiap hari umumnya tidak disarankan karena dapat meningkatkan risiko kulit mengalami iritasi, terutama pada kulit yang sensitif atau memiliki kondisi skin barrier yang sedang terganggu.

Kandungan vitamin C memang menjadi salah satu alasan jeruk nipis banyak dilirik sebagai bahan perawatan kulit. Namun, manfaat tersebut tidak serta-merta membuat perasan jeruk nipis aman dijadikan pengganti produk skincare dan digunakan setiap hari. Konsentrasi asam, cara pemakaian, kondisi kulit, serta paparan sinar matahari setelah penggunaannya menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan. Karena itu, sebelum mencoba tren perawatan wajah berbahan jeruk nipis, penting untuk memahami terlebih dahulu bagaimana bahan tersebut dapat bereaksi terhadap kulit.

Penggunaan jeruk nipis sebagai bagian dari pengobatan atau perawatan tradisional sebenarnya bukan hal baru. Dalam buku Khasiat dan Manfaat Jeruk Nipis karya B. Sarwono, disebutkan bahwa bangsa-bangsa di Asia Tenggara telah lama memanfaatkan jeruk nipis sebagai bahan dalam berbagai ramuan tradisional. Pengetahuan tersebut menunjukkan bahwa jeruk nipis memang memiliki sejarah panjang dalam pemanfaatan sehari-hari. Meski demikian, penggunaan secara tradisional tetap perlu dibedakan dengan penerapan langsung pada kulit wajah yang memiliki karakteristik lebih sensitif. Memahami manfaat sekaligus risikonya dapat membantu menentukan cara penggunaan yang lebih bijak, sehingga keinginan mendapatkan manfaat dari jeruk nipis tidak justru berakhir dengan masalah pada kulit, berikut ulasan Liputan6.com, Selasa (1/9/2026).

Mengenal Jeruk Nipis untuk Perawatan Wajah

Jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) merupakan buah sitrus berukuran kecil dengan rasa asam yang khas. Buah ini mengandung vitamin C, asam sitrat, serta berbagai senyawa antioksidan yang membuatnya kerap dilirik sebagai salah satu bahan dalam perawatan kulit alami. Kandungan tersebut pula yang membuat jeruk nipis cukup populer dalam berbagai resep skincare rumahan, terutama untuk membantu membuat kulit tampak lebih cerah.

Dilansir dari Healthline, vitamin C sebagai antioksidan berperan dalam membantu melindungi kulit dari radikal bebas yang dapat merusak kolagen. Kolagen sendiri merupakan salah satu protein penting yang membantu menjaga struktur dan elastisitas kulit. Pemanfaatan bahan yang mengandung vitamin C kemudian sering dikaitkan dengan upaya menjaga kulit agar tetap tampak sehat dan halus.

Hal tersebut turut membuat berbagai manfaat jeruk nipis untuk wajah banyak dibicarakan dan dipromosikan melalui resep perawatan alami. Jeruk nipis dipercaya dapat membantu mencerahkan kulit, mengurangi minyak berlebih, hingga membantu mengangkat sel kulit mati. Harganya yang relatif murah dan mudah ditemukan juga membuat buah ini menarik bagi orang yang ingin mencoba perawatan kulit dengan bahan sederhana yang tersedia di rumah.

Namun, penggunaan jeruk nipis pada wajah tidak cukup hanya mempertimbangkan kandungan vitamin C atau manfaat yang dipercaya dimilikinya. Sifatnya yang asam menjadi hal penting yang perlu diperhatikan, terutama ketika air perasan jeruk nipis digunakan secara langsung tanpa melalui proses formulasi khusus.

Kekuatan air perasan jeruk nipis juga tidak dapat ditakar secara pasti. Tingkat keasaman setiap buah dapat berbeda, sehingga jumlah asam yang mengenai kulit ketika seseorang mengoleskannya secara langsung pun tidak selalu sama. Pada kulit tertentu, paparan bahan yang terlalu asam dapat menyebabkan rasa perih, kemerahan, kering, atau iritasi. Risiko tersebut menjadi semakin penting untuk diperhatikan jika penggunaannya dilakukan berulang kali.

Kondisi ini menjadi salah satu perbedaan mendasar antara jeruk nipis segar dan produk skincare yang memang diformulasikan untuk kulit. Produk perawatan kulit umumnya dibuat dengan mempertimbangkan konsentrasi bahan aktif, tingkat keasaman, stabilitas formula, serta cara penggunaan yang sesuai. Karena itu, meski jeruk nipis memiliki kandungan yang menarik untuk kulit, penggunaannya secara langsung tetap membutuhkan kehati-hatian, terlebih jika hendak dijadikan bagian dari rutinitas perawatan wajah sehari-hari.

Apakah Boleh Memakai Jeruk Nipis untuk Wajah Setiap Hari?

Jika pertanyaannya adalah apakah boleh memakai jeruk nipis untuk wajah setiap hari, jawaban praktisnya adalah sebaiknya tidak. Meski jeruk nipis mengandung vitamin C dan senyawa lain yang menarik untuk perawatan kulit, air perasannya memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Penggunaan langsung dan terlalu sering dapat membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi, terlebih jika kondisi skin barrier sedang tidak optimal.

Risikonya tidak hanya berkaitan dengan rasa perih atau kemerahan yang mungkin muncul setelah pemakaian. Senyawa tertentu dalam buah sitrus juga dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari. Ketika kulit yang terkena bahan tersebut kemudian terpapar sinar matahari, reaksi pada kulit dapat menjadi lebih berat. Karena itu, penggunaan jeruk nipis secara sembarangan justru berpotensi menimbulkan masalah baru alih-alih memberikan manfaat seperti yang diharapkan.

Ulasan dalam jurnal Clinical and Molecular Allergy juga mencatat bahwa Citrus aurantiifolia termasuk buah yang memiliki sejumlah reaksi merugikan dan manifestasi klinis yang telah terdokumentasi. Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa bahan alami tetap dapat menimbulkan reaksi tertentu ketika bersentuhan dengan kulit. Risiko tersebut dapat lebih besar pada orang yang memiliki kulit sensitif, kering, atau sedang mengalami iritasi.

Pendapat serupa juga disampaikan dermatolog Melissa Piliang, MD, yang dikutip oleh Cleveland Clinic. Menurutnya, reaksi kulit akibat paparan buah sitrus berkaitan dengan jumlah bahan yang mengenai kulit dan lamanya seseorang berada di bawah sinar matahari. Artinya, cara penggunaan dan kondisi setelah pemakaian menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan ketika membicarakan keamanan bahan sitrus untuk kulit.

Lantas, apakah jeruk nipis sama sekali tidak boleh digunakan pada wajah? Tidak selalu demikian. Persoalannya terletak pada cara dan frekuensi pemakaian. Mengoleskan air perasan jeruk nipis murni secara rutin bukan pilihan yang ideal untuk perawatan wajah, terutama karena konsentrasi asamnya tidak dapat dikontrol seperti pada produk skincare yang telah diformulasikan khusus untuk kulit.

Jika tetap ingin mencoba perawatan berbahan jeruk nipis, penggunaan sebaiknya tidak dilakukan setiap hari dan perlu menghindari paparan sinar matahari setelahnya. Namun, perlu diingat bahwa mengencerkan air perasan jeruk nipis di rumah pun tidak memberikan ukuran konsentrasi yang benar-benar pasti. Bagi pemilik kulit sensitif atau yang memiliki masalah kulit tertentu, berkonsultasi dengan dokter kulit merupakan pilihan yang lebih aman sebelum mencoba bahan tersebut secara langsung.

Manfaat Jeruk Nipis untuk Wajah

Sebelum membahas lebih jauh mengenai batasan penggunaannya, wajar jika muncul pertanyaan mengapa jeruk nipis begitu populer sebagai bahan perawatan kulit alami. Ketertarikan tersebut tidak lepas dari kandungan vitamin C, asam sitrat, dan berbagai senyawa antioksidan di dalamnya. Kandungan tersebut memang memiliki peran tertentu dalam kesehatan kulit, tetapi manfaatnya perlu dipahami secara proporsional agar tidak membuat penggunaan jeruk nipis secara langsung dianggap sama dengan penggunaan produk skincare yang telah diformulasikan.

Salah satu kandungan yang menarik perhatian adalah senyawa flavonoid dalam buah sitrus. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Investigative Dermatology pada 2007, misalnya, meneliti nobiletin, salah satu flavonoid yang ditemukan pada buah sitrus, dan kaitannya dengan produksi sebum serta proliferasi sebosit dalam penelitian pada hewan. Temuan semacam ini memberikan gambaran awal mengenai potensi senyawa dari buah sitrus terhadap kulit, tetapi hasil penelitian pada hewan belum dapat digunakan untuk memastikan efek yang sama ketika jeruk nipis digunakan langsung pada kulit manusia.

Berbagai manfaat jeruk nipis untuk wajah yang beredar di masyarakat pun umumnya berkaitan dengan kandungan-kandungan tersebut. Berikut beberapa manfaat yang sering dikaitkan dengan penggunaan jeruk nipis pada kulit:

  1. Membantu mencerahkan kulit – Vitamin C dikenal sebagai antioksidan yang dapat berperan dalam proses pembentukan melanin pada kulit. Karena itu, vitamin C sering digunakan dalam produk perawatan untuk membantu membuat warna kulit tampak lebih merata. Namun, efek tersebut tidak berarti bahwa mengoleskan air perasan jeruk nipis secara langsung akan memberikan hasil yang sama.
  2. Membantu merawat kulit yang rentan berjerawat – Jeruk nipis kerap dikaitkan dengan perawatan jerawat karena sifat asam dan kandungan senyawa tertentu di dalamnya. Klaim mengenai manfaat jeruk nipis untuk membantu mengatasi jerawat memang cukup populer, tetapi bukti klinis yang secara khusus mendukung penggunaan air perasan jeruk nipis langsung pada wajah masih terbatas.
  3. Memberikan efek eksfoliasi – Asam sitrat termasuk kelompok alpha hydroxy acid (AHA) yang dalam formulasi skincare dapat membantu melepaskan sel-sel kulit mati dari permukaan kulit. Meski demikian, kandungan asam dalam jeruk nipis segar tidak dapat disamakan begitu saja dengan AHA dalam produk skincare yang konsentrasinya telah diatur dan diformulasikan untuk penggunaan pada kulit.
  4. Membantu mengurangi minyak berlebih – Jeruk nipis juga sering digunakan dalam resep perawatan alami yang ditujukan untuk kulit berminyak. Beberapa penelitian terhadap senyawa buah sitrus menunjukkan adanya potensi pengaruh terhadap produksi sebum, tetapi temuan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa air perasan jeruk nipis dapat secara aman dan efektif mengontrol minyak berlebih ketika dioleskan langsung ke wajah.
  5. Membantu menyamarkan tampilan noda gelap – Kandungan vitamin C sering digunakan dalam skincare untuk membantu meratakan warna kulit dan mengurangi tampilan hiperpigmentasi. Karena alasan tersebut, jeruk nipis juga kerap dipercaya dapat membantu menyamarkan noda atau bekas jerawat. Namun, penggunaan air perasan secara langsung justru dapat memicu iritasi pada sebagian orang, yang berpotensi membuat perubahan warna kulit semakin terlihat.
  6. Mendukung pembentukan kolagen – Vitamin C memiliki peran penting dalam proses pembentukan kolagen. Protein ini membantu menjaga struktur dan elastisitas kulit. Manfaat vitamin C tersebut telah menjadi salah satu alasan bahan ini banyak digunakan dalam produk skincare, meskipun bukan berarti penggunaan jeruk nipis segar pada wajah merupakan cara yang paling aman untuk mendapatkan manfaat tersebut.
  7. Membantu melindungi kulit dari radikal bebas – Vitamin C dan senyawa antioksidan lainnya dapat membantu melindungi sel dari stres oksidatif akibat paparan lingkungan. Potensi antioksidan inilah yang turut membuat buah sitrus menarik untuk diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan kulit.

Berbagai manfaat tersebut perlu dipahami dengan konteks yang tepat. Sebagian merupakan manfaat yang berkaitan dengan kandungan tertentu dalam jeruk nipis, sementara sebagian lainnya masih berupa klaim populer atau didukung oleh penelitian awal yang belum secara khusus menguji penggunaan air perasan jeruk nipis pada wajah manusia. Karena itu, manfaatnya tidak bisa dianggap sebagai hasil yang pasti, apalagi diperoleh secara instan.

Hal yang tidak kalah penting, manfaat suatu bahan aktif tidak selalu berarti bahan mentah yang mengandungnya aman digunakan langsung pada kulit. Dalam skincare, konsentrasi, pH, stabilitas, serta kombinasi bahan diperhitungkan untuk mendapatkan manfaat sekaligus meminimalkan risiko iritasi. Inilah alasan mengapa kandungan vitamin C dalam jeruk nipis tidak otomatis membuat air perasannya cocok digunakan sebagai skincare harian.

Efek Samping Memakai Jeruk Nipis Setiap Hari

Sisi yang tidak kalah penting untuk dibahas adalah risikonya. Popularitas jeruk nipis sebagai bahan perawatan kulit alami terkadang membuat aspek keamanannya terlewatkan. Padahal, memahami efek samping jeruk nipis dapat membantu menentukan apakah bahan ini memang layak digunakan pada wajah, terutama jika pemakaiannya direncanakan sebagai rutinitas.

Salah satu risiko yang paling perlu diperhatikan adalah fitofotodermatitis. Kondisi ini terjadi ketika kulit bersentuhan dengan senyawa fototoksik yang terdapat pada tumbuhan atau buah tertentu, kemudian terpapar sinar ultraviolet, khususnya UVA. Buah sitrus seperti jeruk nipis termasuk salah satu sumber yang dapat memicu reaksi tersebut karena mengandung senyawa furokumarIn. Reaksinya dapat menyerupai luka bakar atau masalah kulit lainnya sehingga terkadang tidak langsung dikenali sebagai fitofotodermatitis.

Reaksi tersebut tidak selalu muncul seketika setelah kulit terkena air perasan jeruk nipis. Gejala dapat berkembang beberapa jam hingga beberapa hari kemudian, terutama setelah area kulit yang terpapar kembali terkena sinar matahari. Tingkat keparahannya pun dapat berbeda pada setiap orang. Berikut beberapa efek yang perlu diperhatikan:

  1. Fitofotodermatitis atau “margarita burn” – Setelah kulit terkena jeruk nipis dan kemudian terpapar sinar matahari, dapat muncul kemerahan, rasa gatal, nyeri, pembengkakan, bahkan lepuhan. Reaksi ini dikenal sebagai fitofotodermatitis dan tidak sama dengan alergi kulit biasa.
  2. Hiperpigmentasi yang sulit hilang – Setelah peradangan mereda, kulit pada area yang terkena dapat meninggalkan bercak berwarna lebih gelap. Hiperpigmentasi pascaperadangan ini dapat bertahan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, tergantung pada tingkat keparahan reaksi dan kondisi kulit masing-masing.
  3. Perubahan warna kulit atau chemical leukoderma – Penggunaan bahan berbasis buah sitrus pada kulit juga pernah dikaitkan dengan munculnya bercak putih akibat hilangnya pigmen pada area tertentu. Sebuah laporan kasus mendokumentasikan kondisi tersebut setelah penggunaan toner lemon buatan sendiri. Meski kasus seperti ini tergolong jarang, hal tersebut menunjukkan bahwa bahan alami tetap dapat menimbulkan reaksi yang tidak diharapkan.
  4. Iritasi dan sensasi terbakar – Tingkat keasaman jeruk nipis dapat membuat kulit terasa perih, panas, atau terbakar. Reaksi ini lebih mungkin terasa pada kulit yang sensitif, kering, atau sedang mengalami gangguan pada lapisan pelindungnya.
  5. Kulit kering dan terganggunya skin barrier – Penggunaan bahan yang terlalu asam dan terlalu sering dapat membuat kulit terasa semakin kering dan tidak nyaman. Jika lapisan pelindung kulit terganggu, kulit juga dapat menjadi lebih mudah bereaksi terhadap produk atau bahan lain.
  6. Reaksi yang lebih berat pada kondisi tertentu – Risiko reaksi fototoksik dapat dialami siapa saja, tetapi tingkat keparahannya dipengaruhi oleh jumlah bahan yang mengenai kulit, durasi paparan sinar matahari, serta kondisi kulit masing-masing. Karena itu, tidak tepat menganggap jeruk nipis aman hanya karena sebelumnya tidak pernah menimbulkan masalah pada kulit.

Dermatolog Samer Jaber, MD, dari Washington Square Dermatology di New York, dikutip CBS News, menjelaskan bahwa reaksi tersebut berkaitan dengan paparan senyawa furanokumarin yang membuat kulit lebih rentan terhadap sinar UVA. Penjelasan ini menunjukkan mengapa penggunaan jeruk nipis pada kulit perlu memperhitungkan aktivitas setelah pemakaian, bukan hanya reaksi yang muncul sesaat setelah air perasan dioleskan.

Risiko tersebut menjadi alasan penting untuk tidak menjadikan air perasan jeruk nipis sebagai bahan skincare harian. Jika setelah menggunakan jeruk nipis kulit mengalami kemerahan, nyeri, lepuhan, atau perubahan warna yang menetap, sebaiknya hentikan penggunaannya dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit.

Cara Aman Memakai Jeruk Nipis untuk Wajah

Jika kamu tetap ingin mencoba jeruk nipis sebagai bagian dari perawatan kulit, kehati-hatian menjadi hal yang paling penting. Berbagai resep memutihkan wajah dengan jeruk nipis memang banyak ditemukan, tetapi tidak semua cara tersebut memiliki tingkat keamanan yang sama. Mengingat air perasan jeruk nipis dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko reaksi fototoksik, penggunaannya sebaiknya tidak diperlakukan seperti produk skincare biasa.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah apa yang dilakukan setelah kulit terkena jeruk nipis. Menurut Poison Control, mencuci area kulit yang terkena sesegera mungkin dapat membantu mengurangi paparan senyawa furokumarin pada kulit. Perlindungan dari sinar matahari juga penting, sebab tabir surya tidak selalu dapat mencegah terjadinya fitofotodermatitis sepenuhnya. Karena itu, paparan sinar matahari setelah kulit bersentuhan dengan jeruk nipis sebaiknya benar-benar dihindari.

Kesalahan dalam menggunakan bahan alami juga dapat terjadi ketika seseorang menganggap bahan tersebut otomatis aman hanya karena berasal dari buah. Doro Cubillo, kreator konten kecantikan, yang dikutip dari Stylecraze, pernah mengingatkan melalui pengalamannya tentang penggunaan air lemon secara langsung pada wajah. Pengalaman semacam ini menunjukkan bahwa bahan alami tetap perlu diperlakukan dengan hati-hati, terutama ketika digunakan pada kulit wajah.

Jika kamu masih mempertimbangkan penggunaannya, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko:

  1. Lakukan uji tempel terlebih dahulu – Sebelum mengaplikasikan bahan apa pun pada wajah, lakukan uji tempel pada area kulit yang kecil. Namun, perlu dipahami bahwa uji tempel tidak dapat menjamin seseorang terbebas dari reaksi fototoksik, karena reaksi tersebut juga dipengaruhi oleh paparan sinar ultraviolet.
  2. Jangan mengoleskan air perasan jeruk nipis murni secara langsung – Konsentrasi dan tingkat keasaman air perasan buah tidak dapat dikontrol dengan pasti di rumah. Pengenceran mungkin mengurangi keasaman, tetapi tidak membuat campuran tersebut otomatis aman atau bebas dari risiko fototoksik.
  3. Hindari paparan sinar matahari – Jangan menggunakan jeruk nipis pada kulit sebelum beraktivitas di luar ruangan. Senyawa fotoreaktif dari buah sitrus dapat berinteraksi dengan sinar UVA dan memicu reaksi pada kulit.
  4. Jauhkan dari area mata dan bagian kulit yang terluka – Kulit di sekitar mata relatif tipis dan lebih rentan mengalami iritasi. Air perasan jeruk nipis juga sebaiknya tidak digunakan pada kulit yang sedang mengalami luka, peradangan, atau iritasi.
  5. Jangan menjadikannya perawatan harian – Tidak ada alasan untuk menggunakan air perasan jeruk nipis setiap hari demi mendapatkan hasil yang lebih cepat. Paparan berulang justru dapat meningkatkan kemungkinan kulit mengalami iritasi dan gangguan pada lapisan pelindungnya.
  6. Segera bilas jika terkena kulit – Jika air perasan jeruk nipis mengenai kulit, terutama sebelum beraktivitas di bawah sinar matahari, segera cuci area tersebut dengan air dan sabun. Langkah ini dapat membantu mengurangi sisa senyawa yang masih menempel pada permukaan kulit.
  7. Hentikan penggunaan jika muncul reaksi – Rasa perih, panas, kemerahan, gatal, pembengkakan, atau lepuhan merupakan tanda bahwa kulit sedang mengalami reaksi. Jangan memaksakan penggunaan dengan harapan kulit akan terbiasa. Jika reaksinya cukup berat atau tidak kunjung membaik, sebaiknya periksakan kondisi kulit kepada dokter.

Tips singkat: jeruk nipis sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti skincare harian. Jika tujuanmu adalah mencerahkan kulit, merawat noda hitam, atau mendapatkan manfaat vitamin C secara rutin, produk skincare yang telah diformulasikan dengan konsentrasi dan cara penggunaan yang jelas merupakan pilihan yang lebih terukur. Bahan aktif dalam produk tersebut juga dapat dirancang agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan toleransi kulit dibandingkan penggunaan air perasan buah secara langsung.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Jeruk Nipis untuk Wajah

Apakah boleh memakai jeruk nipis untuk wajah setiap hari?

Sebaiknya tidak. Kandungan asam yang tinggi membuat pemakaian harian berisiko menimbulkan iritasi, kekeringan, dan kerusakan barier kulit. Lebih aman digunakan sesekali dalam kondisi sudah diencerkan.

Kenapa jeruk nipis tidak boleh terkena sinar matahari langsung?

Karena kandungan furokumarin di dalamnya membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar UV. Kombinasi jeruk nipis dan matahari bisa memicu fitofotodermatitis, yaitu reaksi seperti luka bakar yang meninggalkan bercak gelap.

Apa alternatif jeruk nipis yang lebih aman untuk mencerahkan wajah?

Serum atau produk perawatan berbahan vitamin C yang sudah diformulasikan bisa menjadi pilihan. Kadarnya terukur, teruji secara dermatologis, dan risikonya jauh lebih kecil dibanding air perasan jeruk nipis murni.

Sumber : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8272158/apakah-boleh-memakai-jeruk-nipis-untuk-wajah-setiap-hari

Niat Istirahat Lima Menit, Malah Satu Jam: Kenapa Kita Sulit Berhenti Scrolling?

Niat Istirahat Lima Menit, Malah Satu Jam: Kenapa Kita Sulit Berhenti Scrolling?

JP Radar Kediri – Istirahat sebentar sering terdengar sederhana. Namun, lima menit setelah mambuka media sosial bisa berubah menjadi berjam-jam.

Satu video pendek selesai, berlanjut ke video berikutnya, lalu bergeser ke platform lain tanpa terasa wakti berjalan.

Kebiasaan tersebut tidak selalu muncul karena sengaja ingin menghabiskan waktu di depan layar. Cara platform digital menyajikan konten juga dapat membuat aktivitas scrolling terus berlanjut.

Kenapa Lima Menit Bisa Berubah Menjadi Satu Jam?

Salah satu alasannya adalah tidak adanya batas alami dalam media sosial.

Pada media konvensional, sebuah acara atau tayangan biasanya memiliki titik akhir.

Berbeda dengan media sosial yang menggunakan fitur seperti infinite scroll, rekomendasi personal, autoplay, notifikasi, dan sistem likes.

Fitur-fitur tersebut membuat pengguna dapat terus menerima konten tanpa harus berhenti untuk memutuskan kapan aktivitas selesai.

Konten yang muncul juga tidak selalu sama. Setelah satu unggahan selesai, pengguna bisa mendapatkan video lucu, berita, konten yang sedang tren, atau sesuatu yang sesuai dengan minatnya.

Ketidakpastian mengenai apa yang muncul berikutnya dapat membuat aktivitas scrolling terasa seperti selalu ada sesuatu yang menarik untuk dilihat, sehingga tak akan ada hentinya.

Penelitian terbaru tentang binge-scrolling juga mengaitkannya dengan Fear of Missing Out (FoMO), yaitu kekhawatiran bahwa seseorang akan tertinggal informasi, percakapan, atau hal menarik yang sedang terjadi di lingkungan sosialnya.

Bukan Sekadar Soal Kurang Disiplin

Ketika seseorang sulit untuk meletakkan ponselnya, penyebabnya tidak selalu sesederhana “kurang disiplin”.

Kebiasaan terbentuk ketika sesuatu tindakan berulang kali dilakukan dlam situasi yang sama.

Misalnya, ketika merasa bosan lalu membuka sosial media, menunggu sesuatu lalu membuka media sosial, atau ketika ingin beristirahat lalu otomatis mengambil ponsel.

Dari kebiasaan sederhana itulah lama-kelamaan mengambil ponsel dapat menjadi respons otomatis terhadap rasa bosan atau jeda aktivitas.

Penelitian mengenai penggunaan media sosial juga menunjukkan bahwa pengendalian diri berhubungan dengan kebiasaan penggunaan yang bermasalah.

Dengan demiian, persoalannya bukan sekadar berapa lama seseorang menggunakan media sosial, tetapi apakah penggunaan tersebut mulai mengganggu kegiatan lain yang sebenarnya lebih penting.

Istirahat Tidak Harus Selalu Berarti Scrolling

Masalahnya, scrolling sering dianggap sebagai bentuk istirahat. Padahal, aktivitas tersebut tetap membuat otak menerima aliran informasi secara terus-menerus.

Tinjauan mengenai dampak teknologi digital terhadap fungsi kognitif menunjukkan bahwa notifikasi, autoplay, dan infinite scroll dapat meningkatkan beban perhatian serta mendorong pengguna untuk terus berpindah dari satu informasi ke informasi lain.

Karena itu, “istirahat” dengan membuka media sosial belum tentu memberikan jeda yang sama dengan benar-benar berhenti dari rangsangan digital.

Beristirahat bisa dilakukan dengan cara yang lebih sederhana, seperti berjalan sebentar, minum air, berbicara dengan orang lain, melihat ke luar ruangan, atau sekadar duduk tanpa melakukan apa-apa.

Cara Membuat Waktu Istirahat Tidak Kebobolan

Mengurangi kebiasaan scrolling tidak selalu harus dilakukan dengan langsung menghapus seluruh media sosial. Langkah yang lebih realistis adalah membuat batas yang jelas.

Salah satunya dengan menentukan durasi sebelum membuka aplikasi. Misalnya, bukan sekadar berkata “sebentar”, tetapi menetapkan waktu istirahat selama 10 menit dan menggunakan alarm sebagai pengingat.

Notifikasi yang tidak penting juga dapat dimatikan. Langkah ini mengurangi pemicu eksternal yang membuat seseorang berulang kali memeriksa ponsel.

Penelitian terhadap intervensi digital pada 2026 menemukan bahwa pengingat yang muncul ketika pengguna melewati batas waktu yang ditentukan sendiri dapat membantu menurunkan waktu penggunaan aplikasi yang paling bermasalah sekitar 29 menit per hari.

Namun, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa strategi seperti ini tidak otomatis menyelesaikan seluruh persoalan penggunaan media sosial.

Cara lain adalah menyediakan alternatif ketika ingin beristirahat. Penelitian 2026 mengenai penggunaan ponsel bermasalah menemukan bahwa aktivitas alternatif yang dinilai bernilai oleh seseorang dapat berkaitan dengan kecenderungan penggunaan ponsel yang lebih rendah.

Pada akhirnya, persoalannya bukan apakah media sosial boleh digunakan atau tidak. Media sosial tetap menjadi sarana komunikasi, hiburan, dan informasi yang berguna. Yang perlu diperhatikan adalah kemampuan menentukan kapan harus masuk dan kapan harus keluar.

Karena itu, ketika niat awalnya hanya “scroll sebentar”, mungkin pertanyaan yang lebih penting bukan “Masih ada video menarik apa?”, melainkan “Saya sebenarnya sedang beristirahat atau sedang mencari alasan untuk terus scrolling?”

Sumber : https://radarkediri.jawapos.com/lifestyle/2608300005/niat-istirahat-lima-menit-malah-satu-jam-kenapa-kita-sulit-berhenti-scrolling

Pakar Ungkap Kepribadian Otrovert, Apakah Kamu Termasuk?

Pakar Ungkap Kepribadian Otrovert, Apakah Kamu Termasuk?

Jakarta – Ada tipe kepribadian yang dikenal dengan nama otrovert. Konsep kepribadian tersebut diperkenalkan ke dalam kosakata pada tahun 2025 oleh psikiater Rami Kaminski, MD, dalam bukunya The Gift of Not Belonging.

Tak seperti introvert, ekstrovert, atau ambivert, otrovert bukan tipe kepribadian yang diakui secara resmi.

“Ini lebih merupakan gagasan yang dilihat orang dalam diri mereka sendiri dan dirasakan keterkaitannya,” kata peneliti psikolog kesehatan, Dr Alivia Murdock-Frazier.

Apa Itu Otrovert?

Otrovert digambarkan sebagai seseorang yang bisa bersosialisasi dengan baik, tetapi tidak terlalu peduli untuk diterima dalam kelompok. Dikutip dari laman Cleveland Clinic, mereka tidak merasa terlalu terikat pada identitas kelompok atau persetujuan orang lain.

Ciri-ciri Otrovert

Kaminski menjelaskan bahwa otrovert bisa menyesuaikan diri secara sosial, bahkan membentuk hubungan individu yang kuat. Namun, lingkungan kelompok bukan sesuatu yang mereka sukai.

“Otrovert dapat diterima dalam kelompok dan bahkan menjadi populer, tetapi mereka tetap menjadi orang luar secara emosional,” jelas Kaminski, dikutip dari laman India Today. Berikut ciri-ciri dari otrovert:

1. Rasa Kemandirian yang Kuat

Dari sudut pandang psikologis, otrovert dianggap sebagai individu yang mandiri dan tidak membutuhkan validasi eksternal. Otrovert cenderung fokus menjadi diri mereka sendiri daripada mengikuti norma atau kebiasaan yang dilakukan dalam sebuah kelompok.

“Mereka mungkin menjalani hidup mereka secara otonom dan mandiri, tanpa terlalu mempertimbangkan apa yang dipikirkan orang lain,” kata Dr Murdock-Frazier.

2. Lebih Menyukai Hubungan Personal

Otrovert bisa berinteraksi dalam berbagai situasi sosial. Namun, mereka tidak bergantung pada interaksi sosial untuk membangun identitas atau menentukan harga diri.

Otrovert juga cenderung lebih menyukai hubungan yang mendalam secara personal, seperti percakapan satu lawan satu, dibandingkan dinamika dalam kelompok besar. Terkadang, orang otrovert memang merasa kesepian, tetapi tidak terlalu parah.

“Orang otrovert sering merasa kesepian dalam kelompok, tetapi jarang bosan saat sendirian atau bersama beberapa teman dekat,” kata Kaminski.

3. Tidak Terlalu Memikirkan Penerimaan Sosial

Otrovert dapat merasakan adanya perbedaan atau jarak dengan orang-orang di sekitarnya dan tidak terlalu membutuhkan validasi dari lingkungan.

“Anda mungkin merasa tidak cocok dengan orang lain. Atau sebenarnya bisa menyesuaikan diri, tetapi Anda tidak peduli apakah Anda cocok atau tidak,” kata Dr Murdock-Frazier.

Dalam bukunya, Kaminski menunjuk seniman Frida Kahlo sebagai salah satu contoh yang mungkin menggambarkan karakter otrovert.

“Dia adalah sosok yang mandiri,” kata Dr Murdock-Frazier. “Kehidupan dan pekerjaannya mencerminkan seseorang yang mampu terhubung dengan orang lain sekaligus tetap nyaman berdiri terpisah dari norma dan harapan kelompok.”

Perbedaan Otrovert dengan Tipe Kepribadian Introvert-Ekstrovert-Ambivert

Berikut tipe kepribadian introvert-ekstrovert-ambivert dan perbedaannya dengan otrovert.

  1. Introvert: Cenderung menyukai tingkat stimulasi yang lebih rendah dan bisa merasa lelah setelah banyak bersosialisasi. Sementara itu, otrovert tidak selalu mencari kesendirian atau suasana yang tenang untuk melakukan refleksi diri.
  2. Ekstrovert: Biasanya mendapatkan energi dari interaksi dengan orang lain. Otrovert juga dapat berbaur dalam pesta dan berada dalam kelompok, tetapi mereka tidak merasa harus selalu dikelilingi banyak orang.
  3. Ambivert: Dapat memperoleh energi baik saat sendirian maupun ketika berada dalam kelompok, sehingga posisinya berada di tengah antara ekstrovert dan introvert.
    Sementara itu, otrovert kemungkinan berada di posisi yang berbeda dalam spektrum tersebut.

Otrovert kemungkinan tidak menggantikan tipe kepribadian lain yang sudah dikenal dan juga belum diakui secara resmi sebagai kategori kepribadian tersendiri.
Jadi, seseorang bisa mengidentifikasi diri sebagai introvert atau ekstrovert dan juga merasa cocok dengan karakter otrovert.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8639259/pakar-ungkap-kepribadian-otrovert-apakah-kamu-termasuk

Merdeka Run 2026 Resmi Dimulai, Ribuan Peserta Antusias

Merdeka Run 2026 Resmi Dimulai, Ribuan Peserta Antusias

Jakarta, CNN Indonesia — Merdeka Run 2026 yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (29/6) resmi dimulai. Ribuan peserta antusias memulai Merdeka Run 2026.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir berdiri di garis start untuk melepas peserta Merdeka Run 2026. Start dilakukan di Istana Merdeka.

Seiring rombongan pesawat F16 melintas, bendera start pun dikibarkan. Para peserta lalu berlari memulai Merdeka Run.

Prasetyo Hadi, Teddy Indra Wijaya, dan Erick Thohir ikut menyalami peserta yang melintas di dekat mereka.

Sebelum Merdeka Run dimulai, ada atraksi pesawat F16. Para peserta yang membawa telepon genggam pun berusaha mengabadikan momen tersebut.

Selain itu, lagu Indonesia Raya lebih dulu diputar sebelum Merdeka Run dimulai. Para peserta dengan khidmat ikut bernyanyi.

Doa bersama lalu dilakukan sebelum Merdeka Run dimulai agar perlombaan berlangsung lancar. Selain itu, peserta juga berdoa atas sejumlah bencana yang sedang terjadi pada beberapa wilayah di Indonesia.

Dari deretan pelari elite nasional, ada Odekta Naibaho, Agustina Mardika Manik, Novia Nur Nirwani di kategori putri. Sedangkan di kategori putra ada Pandu Sukarya, Robi Sianturi, Riki Martin Simbolon, dan Agus Prayogo.

Tak hanya itu, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman juga ikut meramaikan Merdeka Run 2026.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20260829055607-178-1397653/merdeka-run-2026-resmi-dimulai-ribuan-peserta-antusias