Susu Kolagen, Solusi Praktis Jaga Kesehatan Kulit, Tulang, dan Sendi

Susu Kolagen, Solusi Praktis Jaga Kesehatan Kulit, Tulang, dan Sendi

Susu kolagen bisa jadi solusi praktis untuk menyehatkan kulit, tulang, dan sendi setelah usia 20-an. Kehadiran susu ini bisa membantu mempertahankan kadar kolagen yang menurun akibat pertambahan usia, paparan sinar matahari, polusi, stres, kurang tidur, atau pola makan yang kurang sehat.

Kolagen merupakan protein utama penyusun jaringan kulit, tulang rawan, dan sendi. Ketika jumlahnya berkurang, kulit menjadi lebih mudah kehilangan kelembapan dan elastisitasnya, sehingga tampak kusam, muncul garis halus, dan menjadi kurang kenyal.

Selain itu, penurunan kadar kolagen juga dapat memengaruhi kesehatan tulang dan sendi, sehingga sendi bisa terasa lebih kaku atau nyeri setelah beraktivitas. Nah, salah satu cara untuk mendapatkan asupan kolagen adalah dengan mengonsumsi susu kolagen.

Pentingnya Konsumsi Susu Kolagen

Memenuhi kebutuhan kolagen harian merupakan salah satu langkah untuk membantu menjaga kesehatan kulit, mencegah tanda-tanda penuaan dini, sekaligus mendukung kekuatan tulang dan kelenturan sendi. Namun, makanan sumber kolagen alami, seperti ikan, daging, atau kaldu tulang, belum tentu mudah dikonsumsi setiap hari.

Karena itu, susu kolagen dapat menjadi pilihan praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan kolagen harian. Kombinasi susu berkualitas dan tambahan kolagen di dalamnya dapat membantu menjaga kelembapan dan elastisitas kulit, sekaligus mendukung kesehatan tulang dan sendi agar tubuh tetap nyaman beraktivitas.

Manfaat Susu Kolagen untuk Tubuh

Dengan mengonsumsi susu kolagen secara rutin sebagai bagian dari pola hidup sehat, kebutuhan kolagen harian dapat lebih terpenuhi sehingga kesehatan tubuh tetap terjaga.

Berikut ini adalah berbagai manfaat yang bisa didapatkan dengan minum susu kolagen:

1. Menjaga kekuatan dan kepadatan tulang 

Kolagen merupakan bagian penting tulang. Jika asupan kolagen cukup, salah satunya dengan minum susu kolagen, struktur tulang akan lebih padat dan kuat, sehingga menurunkan risiko terkena osteoporosis dan cedera akibat benturan.

2. Menjaga dan memperkuat struktur sendi 

Kolagen adalah komponen utama tulang rawan di sendi. Kekurangan kolagen bisa membuat sendi menjadi kaku dan mudah nyeri. Nah, mengonsumsi susu kolagen secara rutin bisa membantu memperkuat jaringan sendi agar lebih lentur, sehingga Anda bebas dari rasa sakit ketika bergerak.

3. Menjaga kelembapan dan kekencangan kulit 

Selain bermanfaat untuk tulang dan sendi, kolagen juga berperan penting dalam menjaga kelembapan sekaligus kekencangan kulit. Dengan rutin mengonsumsi susu kolagen, kulit akan lebih mampu menahan air sehingga tetap lembap, lembut, dan tidak mudah kering.

Tak hanya itu, kolagen juga membantu memperbaiki struktur lapisan kulit dan meminimalkan kerutan halus. Hasilnya, kulit tampak lebih kencang, segar, dan elastis, serta terhindar dari masalah kusam atau pecah-pecah meskipun Anda beraktivitas padat setiap hari.

4. Menjaga kekenyalan kulit 

Kolagen berperan membangun struktur kulit, menjaga kelenturan, dan membantu mempercepat regenerasi sel. Dengan begitu, kulit tidak mudah kendur, tampak lebih cerah, dan terasa kenyal.

5. Merangsang pertumbuhan rambut dan kuku 

Kolagen mendukung pembentukan keratin yang merupakan bahan utama rambut. Selain itu, kolagen juga diperlukan untuk membentuk jaringan kuku. Ada penelitian yang menyebutkan bahwa suplemen kolagen dapat memperkuat kuku dan rambut, serta mendukung proses pertumbuhannya.

Selain berbagai manfaat di atas, susu kolagen juga dapat mendukung proses berikut:

  • Membantu meningkatkan massa otot, sehingga tubuh tetap kuat dan bertenaga
  • Menjaga elastisitas dinding pembuluh darah, yang penting untuk kelancaran sirkulasi darah dan kesehatan jantung
  • Membantu proses regenerasi sel tubuh secara menyeluruh, sehingga bisa mempercepat penyembuhan cedera maupun luka ringan

Menjaga tubuh tetap sehat dan bugar memang tak selalu mudah di tengah aktivitas yang padat. Karena itu, memilih sumber yang praktis dapat menjadi salah satu cara untuk membantu memenuhi kebutuhan kolagen harian, salah satunya dengan susu kolagen steril Collagena.

Collagena merupakan Pelopor Susu Steril yang mengandung 1.000 mg dilengkapi protein tinggi, vitamin A, dan tanpa tambahan gula. Kombinasi nutrisi tersebut menjadikan susu steril Collagena sebagai pilihan untuk membantu menjaga kesehatan kulit, sendi, dan daya tahan tubuh.

Jika Anda ingin memulai gaya hidup sehat dengan cara yang mudah, pertimbangkan konsumsi susu kolagen sebagai langkah awal yang tepat. Jangan lupa, imbangi dengan pola makan bernutrisi dan aktivitas fisik teratur agar manfaat yang didapat makin maksimal.

Fikih Tata Kelola: Jabatan Publik Harus Diserahkan kepada Ahlinya

Fikih Tata Kelola: Jabatan Publik Harus Diserahkan kepada Ahlinya

Naskah Fikih Tata Kelola hasil ijtihad Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah memberikan perhatian besar pada satu prinsip yang kerap dilupakan dalam hiruk-pikuk pergantian pejabat, yaitu rekrutmen yang sehat.

Seiring bergulirnya waktu, satu per satu pejabat publik digantikan. Ada yang karena habis masa jabatan, ada pula karena alasan yang lebih mendesak. Jabatan publik bukanlah warisan yang otomatis turun kepada orang terdekat. Jabatan publik adalah amanah yang harus ditempatkan pada orang yang paling tepat.

Fikih Tata Kelola menegaskan bahwa rekrutmen yang sehat merupakan salah satu dari delapan prinsip sistem tata kelola. Prinsip ini menuntut proses pengisian jabatan bebas dari praktik transaksional dan beraroma investif, di mana seseorang menduduki posisi bukan karena kapabilitas dan kredibilitas moral yang dimilikinya.

Tanpa rekrutmen yang sehat, pilar-pilar lain dalam Fikih Tata Kelola seperti akuntabilitas, transparansi, dan pengawasan akan berdiri di atas fondasi yang rapuh.

Islam telah memberikan pedoman jelas tentang bagaimana seharusnya proses pengangkatan pejabat publik ini berlangsung. Firman Allah dalam QS. Al-Qashash ayat 26.

قَالَتْ اِحْدٰىهُمَا يٰٓاَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖاِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْاَمِيْنُ

“Salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata, “Wahai ayahku, pekerjakanlah dia. Sesungguhnya sebaik-baik orang yang engkau pekerjakan adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” (QS. Al-Qashash: 26).

Dua kriteria dalam ayat di atas disebut sekaligus. Pertama, kekuatan, yang berarti kompetensi, kemampuan, dan keahlian. Kedua, kepercayaan, yang berarti integritas, kejujuran, dan amanah. Keduanya tidak boleh dipisahkan. Seseorang mungkin kuat secara kapasitas tetapi tidak bisa dipercaya. Yang lain mungkin jujur tetapi lemah dalam menjalankan tugas. Rekrutmen yang sehat menuntut pemenuhan kedua syarat ini secara bersamaan.

Rasulullah Saw dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan al-Baihaqi menegaskan bahwa mengangkat seseorang menjadi pejabat sementara mengetahui ada orang yang lebih layak untuk jabatan itu, lebih memahami Kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya, adalah bentuk pengkhianatan kepada Allah, Rasul-Nya, dan seluruh kaum muslimin.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَمَنِ اسْتَغْفَلَ عَامِلًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّ فِيهِمْ أَوْلَى بِذَلِكَ مِنْهُ وَأَعْلَمَ بِكِتَابِ اللَّهِ وَسُنَّةِ نَبِيِّهِ فَقَدْ خَانَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَجَمِيعَ الْمُؤْمِنِينَ. (رواه البيهقي)

“Dari Ibnu Abbas ra, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: “Barang siapa mengangkat seorang pejabat dari kalangan orang-orang beriman, sementara ia mengetahui bahwa di antara mereka ada orang yang lebih berhak atas jabatan itu daripadanya dan lebih memahami Kitab Allah serta Sunnah Nabi-Nya, maka sungguh ia telah berkhianat kepada Allah, Rasul-Nya, dan seluruh orang-orang beriman.” (HR. al-Baihaqi)

Hadis ini menempatkan rekrutmen sebagai urusan agama, bukan sekadar administrasi. Setiap orang yang terlibat dalam proses pengangkatan pejabat memikul tanggung jawab moral di hadapan Allah.

Sering kali, pergantian pejabat hanya dilihat dari aspek legal formal. Surat keputusan terbit, nama baru tercantum, proses dianggap selesai. Yang luput dari perhatian adalah apakah orang yang baru itu benar-benar telah melewati proses seleksi yang ketat, apakah kompetensinya telah teruji, apakah rekam jejaknya menunjukkan integritas yang tidak tercela. Atau semua itu dikalahkan oleh faktor lain seperti kedekatan personal, loyalitas politik, atau sekadar kemudahan prosedural.

Firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 58:

۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa: 58).

Ayat ini turun dalam konteks kepemimpinan. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa menyampaikan amanah kepada ahlinya mencakup setiap posisi dan tanggung jawab publik. Menempatkan seseorang pada jabatan yang tidak sesuai dengan kapasitasnya berarti melanggar perintah Allah secara langsung.

Rasulullah Saw juga memperingatkan dalam sebuah hadis:

إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ (رواه البخاري)

“Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya.” (HR. al-Bukhari)

Peringatan dalam hadis di atas sangat tegas. Kehancuran yang dimaksud tidak selalu datang dalam bentuk ledakan besar. Kehancuran itu bisa datang dalam bentuk pelayanan publik yang memburuk, kebijakan yang tumpul, program yang gagal mencapai sasaran, dan lambat laun kepercayaan masyarakat yang runtuh.

Prinsip keadilan dalam Al-Qur’an menuntut agar setiap kebijakan, termasuk kebijakan rekrutmen, ditegakkan di atas landasan kebenaran, bukan di atas kepentingan kelompok atau kedekatan personal.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا ۗاِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Maidah: 8).

Karena itu, setiap kali sebuah jabatan publik kosong, pertanyaan yang paling awal dan paling akhir haruslah pertanyaan yang sama. Apakah orang ini yang terbaik, yang terkuat, dan yang paling dapat dipercaya di antara yang tersedia. Jika jawabannya tidak, maka proses itu telah melahirkan pengkhianatan baru, sebagaimana ditegaskan dalam Fikih Tata Kelola.

Dan umat hanya bisa menunggu kehancuran yang dijanjikan Rasulullah, meskipun kehancuran itu datang dengan langkah yang perlahan dan sering tidak disadari sampai semuanya terlambat.

Sumber : https://muhammadiyah.or.id/2026/06/fikih-tata-kelola-jabatan-publik-harus-diserahkan-kepada-ahlinya/

Hukum Membaca Basmalah di Kamar Mandi Saat Berwudhu

Hukum Membaca Basmalah di Kamar Mandi Saat Berwudhu

Banyak rumah masa kini menempatkan kamar mandi dan tempat wudhu dalam satu ruangan. Ketika hendak berwudhu, seorang Muslim pun sering dihadapkan pada pertanyaan sederhana tetapi penting.

Apakah basmalah tetap diucapkan meskipun berada di dalam kamar mandi? Bukankah tempat tersebut termasuk lokasi yang tidak layak untuk menyebut nama Allah? Di sisi lain, bukankah membaca basmalah merupakan bagian dari tuntunan wudhu?

Pertanyaan ini menunjukkan bahwa fikih memperhatikan kondisi yang dihadapi umat dalam kehidupan sehari-hari. Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah menjelaskan bahwa persoalan tersebut perlu dipahami dengan menggabungkan seluruh dalil yang berkaitan, bukan mengambil satu dalil lalu mengabaikan dalil lainnya.

Landasan pertama adalah anjuran membaca basmalah ketika berwudhu. Rasulullah Saw bersabda:

لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ

“Tidak sempurna wudhu seseorang yang tidak menyebut nama Allah ketika memulainya.”

Hadis ini diriwayatkan melalui beberapa jalur dan menjadi dasar bahwa membaca بِسْمِ اللَّهِ sebelum berwudhu merupakan amalan yang dianjurkan. Sebagian ulama bahkan memandangnya wajib, sedangkan mayoritas ulama menilainya sebagai sunah muakkadah yang sangat dianjurkan. Dalam pandangan Majelis Tarjih, basmalah tetap menjadi bagian dari adab dan kesempurnaan wudhu.

Di sisi lain, syariat juga mengajarkan penghormatan terhadap nama Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ  إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ وَضَعَ خَاتَمَهُ

“Nabi  apabila memasuki tempat buang hajat, beliau melepaskan cincin beliau.”

Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa cincin tersebut bertuliskan:

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ

Hadis ini dipahami para ulama sebagai isyarat agar nama Allah tidak dibawa ke tempat yang digunakan untuk buang hajat sebagai bentuk penghormatan terhadap lafaz yang mulia. Namun, penghormatan ini tidak serta-merta berarti seluruh zikir menjadi terlarang secara mutlak di setiap jenis kamar mandi. Yang perlu dibedakan ialah antara tempat yang memang dipakai untuk membuang najis dan tempat yang hanya difungsikan untuk berwudhu atau mandi.

Majelis Tarjih menjelaskan bahwa kondisi kamar mandi modern tidak selalu sama dengan tempat buang hajat pada masa dahulu. Pada masa Nabi, tempat buang hajat umumnya berada di lokasi yang terpisah dan identik dengan keberadaan najis. Adapun sekarang, banyak rumah menggabungkan toilet, pancuran, dan tempat wudhu dalam satu ruangan. Bahkan ada pula kamar mandi yang sama sekali tidak memiliki kloset dan hanya dipakai untuk mandi serta berwudhu. Perbedaan kondisi ini memiliki konsekuensi terhadap penerapan hukum fikih.

Karena itu, apabila seseorang berwudhu di kamar mandi yang di dalamnya terdapat toilet, Majelis Tarjih menganjurkan agar basmalah tidak diucapkan dengan suara keras. Cukup dibaca secara lirih atau di dalam hati sebagai bentuk menggabungkan dua tuntunan syariat sekaligus, yaitu mengamalkan sunah membaca basmalah ketika berwudhu dan tetap menjaga penghormatan terhadap nama Allah di tempat yang kurang pantas untuk memperbanyak zikir. Dengan cara ini, tidak ada dalil yang ditinggalkan dan tidak pula ada tuntunan yang diabaikan.

Apabila tempat wudhunya terpisah dari toilet, atau hanya berupa ruang mandi tanpa tempat buang hajat, maka tidak ada alasan untuk meninggalkan basmalah. Bahkan dianjurkan untuk mengucapkannya sebagaimana tuntunan umum sebelum memulai wudhu. Hal ini sejalan dengan kaidah bahwa hukum mengikuti keadaan tempatnya. Tempat yang bersih dan tidak digunakan untuk buang hajat tidak termasuk lokasi yang dilarang untuk berzikir kepada Allah.

Prinsip tersebut sejalan dengan firman Allah Swt.:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

“Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab [33]: 41)

Allah juga berfirman:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

“Karena itu, ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingatmu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.” (QS. Al-Baqarah [2]: 152)

Kedua ayat tersebut menunjukkan bahwa zikir merupakan ibadah yang sangat dianjurkan. Akan tetapi, syariat juga mengajarkan adab dalam melaksanakannya. Islam tidak hanya memerintahkan banyak berzikir, tetapi juga mengajarkan tempat, waktu, dan cara yang tepat agar penghormatan kepada Allah tetap terjaga.

Dalam pembahasan fikih, Majelis Tarjih juga mengingatkan pentingnya memahami hubungan antara nash dan realitas. Perubahan bentuk bangunan rumah menyebabkan sebagian persoalan fikih memerlukan penyesuaian penerapan tanpa mengubah prinsip-prinsip dasarnya.

Oleh sebab itu, hukum membaca basmalah di kamar mandi tidak dapat dipukul rata, melainkan harus melihat fungsi ruangan tersebut. Jika di dalamnya terdapat toilet, basmalah cukup dibaca pelan atau di dalam hati. Jika hanya digunakan untuk mandi atau berwudhu, maka basmalah tetap dianjurkan diucapkan sebagaimana biasa.

Sumber : https://muhammadiyah.or.id/2026/07/hukum-membaca-basmalah-di-kamar-mandi-saat-berwudhu/

Meniup Lilin Saat Ulang Tahun, Bolehkah?

Meniup Lilin Saat Ulang Tahun, Bolehkah?

Setiap tahun jutaan orang merayakan ulang tahun. Kue dihiasi lilin, lagu selamat ulang tahun dinyanyikan, kemudian lilin ditiup bersama doa dan harapan. Bagi sebagian orang, prosesi itu hanyalah tradisi yang dianggap biasa.

Namun bagi seorang Muslim, pertanyaan yang lebih mendasar bukanlah apakah tradisi itu populer, melainkan apakah ia memiliki landasan dalam syariat Islam.

Islam pada dasarnya tidak melarang seseorang bergembira atas nikmat usia yang Allah berikan. Bahkan rasa syukur merupakan salah satu ajaran utama agama. Persoalannya terletak pada bentuk ekspresi syukur tersebut. Syariat mengajarkan bahwa setiap tradisi perlu diukur dengan timbangan Al-Qur’an dan Sunah, bukan semata-mata karena telah menjadi kebiasaan masyarakat.

Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah menjelaskan bahwa peringatan ulang tahun, baik untuk individu maupun organisasi, termasuk persoalan ijtihadiyah. Tidak terdapat nash yang secara langsung memerintahkan ataupun melarang perayaan ulang tahun, dan para sahabat Nabi juga tidak dikenal memiliki tradisi memperingatinya.

Karena itu, penilaiannya dikembalikan kepada kaidah-kaidah umum syariat, yaitu sejauh mana suatu kegiatan menghadirkan kemaslahatan atau justru membuka jalan kepada kemudaratan.

Prinsip tersebut berangkat dari firman Allah SWT:

﴿وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ﴾

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 104).

Ayat ini menjadi dasar bahwa setiap aktivitas sosial dinilai dari kandungannya. Apabila sebuah peringatan ulang tahun diisi dengan pengajian, santunan, bakti sosial, silaturahmi, atau kegiatan yang menguatkan keimanan serta memberi manfaat bagi masyarakat, maka kegiatan semacam itu termasuk dalam kategori makruf yang dianjurkan.

Sebaliknya, jika diwarnai kemaksiatan, pemborosan, minuman keras, atau perilaku yang menjauhkan manusia dari Allah, maka ia menjadi sesuatu yang tercela. Hal itu sejalan dengan firman Allah:

﴿يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ ۖ وَأُولَٰئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ﴾

“Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, serta bersegera mengerjakan berbagai kebajikan. Mereka itulah termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 114).

Lalu bagaimana dengan meniup lilin?

Dalam fatwa tersebut dijelaskan bahwa menyalakan dan meniup lilin tidak memiliki tuntunan dalam ajaran Islam sehingga tidak perlu dilakukan. Penjelasan itu bukan semata-mata karena lilin sebagai benda, melainkan karena sejarah tradisi tersebut. Berdasarkan penelusuran sejarah yang dikemukakan dalam fatwa, tradisi menyalakan lilin merupakan cara masyarakat Yunani Kuno mempersembahkan semacam upeti kepada dewi bulan Artemis. Asap lilin dipercaya membawa doa-doa mereka menuju sang dewi.

Dengan demikian, meniup lilin bukan sekadar kebiasaan tanpa makna, melainkan memiliki akar historis yang berkaitan dengan ritual keagamaan masyarakat pagan Yunani.

Karena memiliki hubungan dengan praktik peribadatan agama lain, Majelis Tarjih mengaitkannya dengan sabda Rasulullah saw.:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Hadis ini dipahami sebagai peringatan agar umat Islam tidak mengadopsi simbol ataupun ritual keagamaan yang menjadi ciri khas agama lain. Oleh sebab itu, meniup lilin bukan dipandang sekadar persoalan meniup api, tetapi dipertimbangkan dari asal-usul dan makna historis tradisi tersebut.

Pandangan ini sekaligus menunjukkan bahwa Islam membedakan antara adat yang bersifat duniawi dengan ritual yang memiliki dimensi keagamaan. Tidak semua tradisi otomatis ditolak. Fatwa yang sama menjelaskan bahwa adat pada dasarnya boleh dilakukan selama tidak mengandung unsur syirik, tidak menimbulkan pemborosan, tidak memberatkan masyarakat, dan tidak bertentangan dengan syariat Islam. Artinya, Islam tidak memusuhi budaya, tetapi menyeleksinya berdasarkan nilai tauhid.

Karena itu pula Muhammadiyah tetap memperingati Milad setiap tahun. Perbedaannya terletak pada substansi. Milad Muhammadiyah tidak dibangun di atas simbol-simbol ritual tertentu, melainkan menjadi momentum memperluas syiar Islam, mengenang perjuangan para pendiri, memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah, serta menghadirkan manfaat nyata melalui pengajian, pelayanan sosial, dan berbagai amal usaha.

Dalam perspektif ini, yang diperingati bukan sekadar bertambahnya usia, tetapi bertambahnya kesempatan untuk menghadirkan kemanfaatan bagi umat.

Sumber : https://muhammadiyah.or.id/2026/07/meniup-lilin-saat-ulang-tahun-bolehkah/

Belajar pada Kehidupan Sang Daun

Belajar pada Kehidupan Sang Daun

Islamedia – “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi(seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran 190-191).
Saudaraku, apa yang kau rasakan saat membaca ayat tersebut? Adakah kau merasakan ajakan Allah Azza wa Jalla untuk memikirkan ciptaan-Nya, yang mana bila kau lakukan maka Dia akan memberi tanda/petunjuk-Nya padamu?
Bila kita merenungi ayat tersebut kemudian mencoba mengikutinya maka akan terasa tanda-tanda itu bicara pada kita. Sebagai contoh sederhana, kau tahu daun kan? Saking banyaknya daun di sekitar kita, mungkin kita tak pernah memikirkan pelajaran apa yang dapat kita petik dari kehidupan daun.
Mungkin saat mengenyam ilmu di sekolah atau kampus yang berkaitan dengan ilmu biologi atau pertanian, ada sedikit pengetahuan akan kehidupan daun kita peroleh dari ulasan guru atau dosen, baik tentang proses fotosintesis, kemanfaatannya buat alam, manusia, hewan juga tanaman itu sendiri. Tetapi bisa jadi kita menelaahnya hanya sebatas itu, tanpa pernah menyentuh hal ini dari sudut pandang iman.
Oleh karenanya Saudaraku, mari sejenak kita perhatikan daun. Ya, sejenak saja dari sekian banyak waktu yang kau habiskan dengan segala rutinitasmu. Kau pasti tahu bahwa sang daun sejak tumbuh ia memiliki peran penting untuk proses kehidupannya sendiri dan tak diragukan lagi teramat banyak manfaat bagi sekitanya termasuk untuk kita. Kau pun pasti sangat faham saat sang daun luruh ke bumi, ia tetap memberi manfaat sebagai humus yang menyuburkan tanah.
Tidakkah kita bisa mengambil hikmah/pelajaran dari siklus hidupnya ini? Ada sebuah tanda yang Allah tunjukkan pada kita tentang kehidupan daun. Mari kita garisbawahi, bahwa sejak tumbuh hingga luruh ke bumi ia bermanfaat untuk sekitarnya.
Tidakkah kita menginginkan kehidupan kita bisa bermanfaat seperti kehidupan sang daun? Di mana hal ini selaras  dengan apa yang diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)
 
Mari sejenak kita renungi pula hadits ini, dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling dicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?” Rasulullah saw menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani)
Mereka, kata Rasulullah, adalah sebaik-baik manusia. Mereka mendapatkan cinta Allah karena kebaikan dan manfaat hidupnya terhadap orang lain. Para sahabat pada masa Nabi memahami secara mendalam sebuah kaidah usul fiqih yang menyebutkan bahwa kebaikan yang amalnya dirasakan orang lain lebih bermanfaat ketimbang yang manfaatnya dirasakan oleh diri sendiri.
Tidakkah kita ingin mendapat cinta Allah dengan menjadi bagian dari “Khairunnas anfa’uhum linnas?” Kurasa tak ada seorang pun yang tak menginginkan dicintai Allah. Bila demikian, mari kita tengok diri kita, apa saja yang sudah diperbuat sepanjang perjalanan hidup kita, adakah yang kita lakukan telah bermanfaat tak hanya untuk diri pribadi tetapi berguna pula untuk orang lain? Bagaimana peran kita selama ini sebagai anak, sebagai suami atau isteri, sebagai ayah atau bunda, sebagai bagian dari masyarakat,  sebagai pengajar, pekerja, pedagang, pencari ilmu, atau peran apa pun yang saat ini sedang dilakoni? Dan, apa pula yang kita ingin orang lain sebutkan tentang diri kita saat meninggalkan kefanaan dunia?
Bila perjalanan hidupmu Saudaraku… masih sama denganku, masih jauh dari bermanfaat untuk sekitar, mulai saat ini mari menyusun langkah dan menata aktivitas kita dengan berorientasi pada kemanfaatan untuk orang banyak. Dengan segenap potensi yang Allah karuniakan, mari kita berjuang menjadi pribadi yang dicintai-Nya.
Indah sekali rasanya bila hidup kita diwarnai semangat untuk selalu menebar kebaikan dan memberi manfaat bagi orang lain. Elok juga rasanya bila ajal telah tiba mengakhiri aktivitas kita di dunia, namun nilai kemanfaatan dari apa yang kita lakukan tetap dirasakan oleh mereka yang masih berkelana di dunia.
Sungguh sangat bermakna pula ketika kita dapat memikirkan tanda-tanda dari ciptaan-Nya, seperti sang daun itu. Mari kita segera bergerak untuk belajar pada kehidupannya : dari tumbuh hingga luruh meninggalkan manfaat untuk sekitar.
Semoga dengan mengingat dan belajar pada salah satu ciptaan Allah ini, membuat kita terpacu menjadi bagian dari Khairunnas anfa’uhum linnas.

Sumber : https://www.islamedia.id/2011/11/belajar-pada-kehidupan-sang-daun.html

Emir Dubai Bangun Mesin Roti Gratis 24 Jam, Ubah Sedekah Jadi Sistem Ketahanan Pangan

Emir Dubai Bangun Mesin Roti Gratis 24 Jam, Ubah Sedekah Jadi Sistem Ketahanan Pangan

Di banyak negara, bantuan pangan masih identik dengan pembagian sembako atau dapur umum saat terjadi bencana. Namun Dubai memilih pendekatan berbeda.

Kota Uni Emirat Arab (UEA) yang terletak di Jazirah Arab dan terkenal sebagai pusat modernitas ini membangun sebuah sistem yang memungkinkan masyarakat memperoleh makanan pokok kapan saja melalui teknologi, tanpa antre, tanpa birokrasi, dan tetap menjaga martabat penerima manfaat.

Gagasan tersebut diwujudkan melalui Bread for All, sebuah inisiatif kemanusiaan yang digagas oleh Penguasa Dubai, Syekh Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Program tersebut menghadirkan mesin pintar yang memproduksi roti segar selama 24 jam dan dapat diakses secara gratis oleh warga yang membutuhkan.

Berbeda dengan bantuan sosial konvensional yang bersifat insidental, Bread for All dirancang sebagai model filantropi yang berkelanjutan.

Teknologi ditempatkan sebagai penghubung antara para dermawan dan masyarakat yang membutuhkan, sehingga bantuan dapat terus mengalir tanpa bergantung pada momentum tertentu.

Syekh Mohammed ingin memastikan kebutuhan paling mendasar masyarakat tetap terpenuhi. Dia tak ingin ada warga Dubai yang tidur dalam keadaan lapar.

Dilansir dari Khaleej Times, Selasa (14/7/2026), melalui yayasannya, The Mohammed bin Rashid Global Centre for Endowment Consultancy (MBRGCEC), ia meluncurkan Bread for All sebagai bagian dari visi membangun masyarakat yang lebih inklusif.

Menurut laporan itu, inisiatif digital tersebut telah diluncurkan sejak 2022. Mesin pintar Bread for All memproduksi roti segar yang dapat diambil secara gratis sebagai bagian dari model kerja amal modern dan berkelanjutan. Mesin-mesin itu ditempatkan di berbagai lokasi strategis di Dubai.

Sedekah tak Lagi Sekadar Memberi, tetapi Membangun Sistem

Keunikan Bread for All bukan hanya pada mesin pembuat rotinya. Program tersebut juga membuka ruang partisipasi publik.

Siapa pun dapat menyumbang langsung melalui mesin tersebut atau bahkan berkontribusi menghadirkan mesin baru di lokasi lain. Dengan demikian, setiap mesin bukan sekadar tempat mengambil roti, melainkan menjadi simpul filantropi yang terus bergerak.

Pendekatan seperti ini menunjukkan perubahan besar dalam praktik wakaf dan sedekah di era digital. Jika selama ini donasi umumnya diberikan secara langsung kepada penerima, kini teknologi memungkinkan bantuan dikelola sebagai sistem yang bekerja sepanjang waktu.

Visi besar itu sejalan dengan pesan yang disampaikan Syekh Mohammed pada awal pandemi COVID-19. Proyek itu mewujudkan visi Syekh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA dan Penguasa Dubai, yang menekankan bahwa ‘Di UEA, tidak seorang pun tidur dalam keadaan lapar atau kekurangan’ pada awal pandemi COVID-19.”

Wakaf Produktif Berbasis Teknologi

Direktur MBRGCEC, Zainab Juma Al Tamimi, menegaskan Bread for All merupakan bagian dari pengembangan model wakaf yang mampu menjawab tantangan sosial masa depan.

“Wakaf inovatif adalah alat yang berkontribusi pada pembangunan sosial-ekonomi. Masyarakat Emirat adalah masyarakat yang simpatik, dan kami ingin mengembangkan solusi untuk masa depan yang lebih baik dan orang-orang lebih bahagia,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan wakaf tidak lagi dipandang sebatas pembangunan masjid atau fasilitas pendidikan, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan ekonomi dan perlindungan sosial.

Dalam konteks ini, mesin roti pintar menjadi aset wakaf produktif yang manfaatnya terus mengalir kepada masyarakat setiap hari.

MBRGCEC juga menyebut Bread for All sebagai inisiatif pertama yang menerapkan konsep short-term community funding, yaitu pendanaan gotong royong masyarakat yang langsung dihubungkan dengan layanan sosial.

Selain melalui mesin, masyarakat dapat berdonasi menggunakan aplikasi Dubai Now, layanan pesan singkat (SMS), maupun situs resmi MBRGCEC dengan nominal sesuai kemampuan.

Pendekatan tersebut membuat setiap warga dapat menjadi bagian dari solusi tanpa harus menjadi donatur besar. Dengan kata lain, teknologi menghilangkan jarak antara pemberi dan penerima manfaat.

Sekretaris Jenderal Awqaf and Minors Affairs Foundation (AMAF), Ali Al Mutawa, menilai Bread for All merupakan contoh baru pengelolaan wakaf yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Inisiatif tersebut, lanjutnya, merupakan model teladan bagi wakaf komunitas yang inovatif yang memungkinkan semua orang berpartisipasi, menciptakan gerakan amal yang menyeluruh serta memperkuat semangat solidaritas di berbagai lapisan masyarakat.

“Kami berharap dapat memperluas kerja sama dengan para mitra agar manfaatnya menjangkau lebih banyak penerima,” ujarnya.

Menjaga Martabat Penerima Bantuan

Bread for All bekerja sama dengan jaringan supermarket Aswaaq untuk memasang mesin roti pintar di sejumlah cabang, seperti Al Mizhar, Al Warqa’a, Mirdif, Nad Alsheba, Nadd Al Hamar, Al Qouz, dan Al Bada’a.

Mesin tersebut dirancang sederhana dan mudah digunakan. Pengguna cukup menekan tombol pemesanan, kemudian mesin akan memanggang roti hangat dan mengeluarkannya beberapa saat kemudian.

Selain di supermarket, layanan ini juga tersedia di sejumlah masjid. Menurut Dubai Scoops, roti segar tersedia selama 24 jam bagi masyarakat yang memenuhi syarat.

Hanya dengan memindai Kartu Identitas Emirates mereka di supermarket dan masjid-masjid terpilih yang berpartisipasi, warga bisa mengambil roti harian mereka dengan mudah, pribadi, dan bermartabat.

Aspek terakhir itulah yang menjadi pembeda utama Bread for All. Program ini tidak hanya memastikan bantuan tersedia, tetapi juga menjaga harga diri penerimanya. Mereka tidak perlu mengantre panjang atau memperlihatkan kondisi ekonominya di depan publik.

Deputi CEO Aswaaq, Affan Khouri, menyebut Bread for All sebagai bagian dari pembangunan social safety net atau jaring pengaman sosial.

“Kami senang dapat bermitra dengan MBRGCEC dalam inisiatif Bread for All yang menciptakan jaring pengaman sosial, di mana semua orang dapat bekerja sama untuk membantu keluarga kurang mampu, individu, dan para pekerja. Kami berharap dapat menyediakan roti bagi mereka yang membutuhkan di sejumlah cabang supermarket di seluruh Dubai,” pungkasnya.

Konsep jaring pengaman sosial inilah yang menjadi pembeda utama Bread for All. Bantuan tidak hadir sebagai respons terhadap krisis semata, melainkan sebagai layanan permanen yang selalu tersedia.

Pelajaran bagi Indonesia

Bagi negara-negara dengan populasi Muslim besar seperti Indonesia, Bread for All menawarkan pelajaran penting. Potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf nasional sangat besar, tetapi efektivitas distribusi masih menjadi tantangan.

Model yang dikembangkan Dubai memperlihatkan teknologi dapat mengubah filantropi dari sekadar kegiatan karitatif menjadi infrastruktur sosial yang bekerja tanpa henti.

Jika konsep serupa diterapkan melalui kolaborasi pemerintah, lembaga zakat, badan wakaf, pelaku usaha, dan komunitas, bukan tidak mungkin mesin-mesin pangan berbasis wakaf produktif dapat hadir di kawasan padat penduduk, kampus, rumah sakit, terminal, hingga masjid-masjid besar di Indonesia.

Dengan demikian, filantropi Islam tidak lagi berhenti pada pemberian bantuan sesaat, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang mampu menjaga ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan.

Bread for All pada akhirnya bukan sekadar kisah tentang roti gratis. Program ini merupakan contoh bagaimana kepemimpinan, teknologi, dan nilai-nilai Islam dipadukan menjadi sistem ketahanan pangan yang menjaga martabat manusia sekaligus memperkuat budaya berbagi di tengah masyarakat modern.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/berbagi/emir-dubai-bangun-mesin-roti-gratis-24-jam-ubah-sedekah-jadi-sistem-ketahanan-pangan

Di Balik Mesin Penggiling Daging Ada Titik Rawan Haram, Perhatikan Catatan Berikut

Di Balik Mesin Penggiling Daging Ada Titik Rawan Haram, Perhatikan Catatan Berikut

Jakarta, MUI Digital –  Kehalalan produk olahan daging tidak hanya ditentukan oleh jenis hewan dan proses penyembelihannya. Proses penggilingan daging menggunakan mesin juga menjadi salah satu titik kritis yang dapat menentukan status halal suatu produk.

Dikutip dari Jurnal Halal LPPOM pada Rabu (15/7/2026). Hal tersebut disampaikan Rina Maulidiyah, STP, dalam artikel bertajuk Jejak Halal di Balik Mesin Penggiling Daging.

Ia menjelaskan bahwa mesin penggiling daging yang tampak bersih belum tentu memenuhi ketentuan syariat apabila sebelumnya digunakan untuk menggiling bahan haram, seperti daging babi, tanpa proses penyucian yang sesuai.

“Mesin penggiling dapat menjadi penentu status kehalalan produk. Kontaminasi yang tidak terlihat sekalipun dapat menyebabkan produk yang semula halal berubah menjadi tidak halal,” tulisnya.

Rina menjelaskan, mesin penggiling daging digunakan mulai dari skala rumah tangga hingga industri besar.

Untuk kebutuhan rumahan umumnya digunakan blender atau food processor, sedangkan industri menggunakan meat grinder dan bowl cutter yang mampu menghasilkan adonan daging dalam jumlah besar dengan tingkat kehalusan yang tinggi.

Menurutnya, dalam perspektif halal, kebersihan peralatan tidak cukup hanya dilihat secara fisik. Apabila mesin pernah bersentuhan dengan bahan haram atau najis, maka proses penyuciannya harus mengikuti ketentuan syariat Islam.

Dalam kasus najis mughallazah seperti babi dan turunannya, proses penyucian dilakukan melalui sertu, yakni pencucian sebanyak tujuh kali, dengan salah satu tahap menggunakan tanah suci atau bahan lain yang memiliki daya pembersih setara sesuai ketentuan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mewajibkan penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) pada proses penggilingan daging guna memastikan seluruh tahapan produksi memenuhi standar halal.

Terdapat sejumlah persyaratan penting yang harus dipenuhi pelaku usaha jasa penggilingan. Pertama, seluruh bahan baku daging wajib berasal dari pemasok yang telah memiliki sertifikat halal dan dapat diverifikasi sebelum diproses.

Kedua, mesin penggiling harus dikhususkan untuk bahan halal (halal dedicated). Apabila sebelumnya digunakan untuk menggiling bahan nonhalal, maka seluruh jalur produksi wajib melalui proses penyucian sesuai ketentuan syariat sebelum kembali digunakan.

Setelah disertifikasi halal, mesin tersebut tidak diperkenankan lagi menangani produk berbahan babi.

Selain itu, pelaku usaha diwajibkan memiliki prosedur pembersihan yang terdokumentasi dengan baik. Mesin harus dibongkar, dibersihkan menggunakan bahan pencuci yang bebas najis, kemudian dilakukan validasi untuk memastikan tidak ada sisa kontaminasi.

Apabila menggunakan metode swab test, media pengujian juga harus dipastikan tidak berasal dari unsur babi.

Seluruh aktivitas pembersihan tersebut harus dicatat sebagai bagian dari implementasi SJPH, mulai dari frekuensi pembersihan, metode yang digunakan, bahan pencuci, hingga petugas yang bertanggung jawab.

Meski regulasi telah tersedia, penerapannya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan di Yogyakarta, masih ditemukan jasa penggilingan daging yang bersedia menggiling daging babi menggunakan mesin yang sama dengan daging halal.

Kondisi tersebut menunjukkan masih rendahnya pemahaman sebagian pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal, terutama di sektor usaha mikro dan kecil.

Banyak pelaku usaha yang masih menganggap kehalalan sepenuhnya menjadi tanggung jawab konsumen, bukan penyedia jasa.

Di samping itu, biaya sertifikasi, proses administrasi, hingga keterbatasan kemampuan menelusuri asal-usul bahan baku (traceability) menjadi tantangan tersendiri dalam penerapan standar halal.

Aspek teknis juga menjadi perhatian. Sebagian mesin penggiling masih menggunakan material besi cor yang sulit dibersihkan dan berpotensi menyerap lemak. Penggunaan satu mesin untuk berbagai jenis daging tanpa prosedur pembersihan yang benar meningkatkan risiko kontaminasi silang.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Rina mendorong adanya edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan kepada pelaku usaha.

Pemerintah, lembaga sertifikasi halal, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan dinilai perlu memperluas pelatihan sekaligus memberikan kemudahan pembiayaan sertifikasi halal bagi UMKM.

Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan mesin berbahan stainless steel food grade SS 304 yang lebih higienis, tahan karat, dan lebih mudah dibersihkan dibandingkan besi cor.

Sejumlah penelitian turut mendukung pentingnya prosedur pembersihan mesin secara menyeluruh. Penelitian Sunjung Chung dan Rosalee S Hellberg yang dipublikasikan dalam jurnal Food Control (2023) menyebutkan bahwa kontaminasi silang pada produk daging giling dapat dicegah apabila mesin dibersihkan sesuai prosedur yang benar.

Sementara itu, Food and Agriculture Organization (FAO) juga telah menerbitkan panduan teknis mengenai sanitasi peralatan penggilingan daging bagi industri kecil dan menengah.

Rina menegaskan kehalalan bukan sekadar label pada kemasan, melainkan hasil dari proses produksi yang dilakukan secara konsisten dan bertanggung jawab sejak bahan baku, penggunaan peralatan, hingga distribusi produk.

Ia mengajak masyarakat untuk lebih cermat memilih produk maupun jasa penggilingan daging yang telah menerapkan Sistem Jaminan Produk Halal. Status sertifikasi halal dapat dicek melalui layanan resmi BPJPH maupun LPPOM.

“Memastikan kehalalan bukan hanya hak konsumen, tetapi juga tanggung jawab bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” tutupnya.

Sumber : https://mui.or.id/baca/halal/di-balik-mesin-penggiling-daging-ada-titik-rawan-haram-perhatikan-catatan-berikut

12 Obat Flu Alami untuk Ibu Hamil, Aman Tanpa Bahan Kimia

12 Obat Flu Alami untuk Ibu Hamil, Aman Tanpa Bahan Kimia

Flu adalah salah satu penyakit yang umum terjadi dan dapat menginfeksi siapa saja, termasuk ibu hamil. Selama kehamilan, sistem kekebalan tubuh mengalami perubahan, hal ini membuat ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi virus.

Saat mengalami flu, banyak ibu hamil yang mencari alternatif obat flu alami tanpa menggunakan bahan kimia. Pengobatan alami tidak hanya lebih aman tetapi juga dapat membantu mengurangi gejala flu secara efektif.

Selain itu, pengobatan alami sering kali memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan, seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memberikan hidrasi yang diperlukan.

Dengan demikian, ibu hamil dapat meredakan gejala flu tanpa khawatir akan efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh obat-obatan kimia.

Apa saja obat flu alami yang aman dan efektif untuk ibu hamil? Melansir Mama Natural, Popmama.com telah merangkum informasi mengenai 12 obat flu alami untuk ibu hamil, aman tanpa bahan kimia.

1. Madu dan lemon

Madu dan lemon adalah kombinasi klasik yang tidak hanya lezat tetapi juga efektif dalam meredakan gejala flu.

Madu memiliki sifat antibakteri dan dapat membantu meredakan tenggorokan yang sakit, sementara lemon kaya akan vitamin C yang penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin C juga membantu dalam mempercepat proses penyembuhan.

Untuk membuat ramuan ini, campurkan satu sendok makan madu dengan perasan lemon dalam segelas air hangat.

Minum ramuan ini secara rutin, terutama saat Mama merasa gejala flu mulai muncul. Selain itu, madu dapat memberikan rasa manis yang menyenangkan, membuatnya lebih mudah dikonsumsi saat tidak nafsu makan.

Namun, perlu diingat bahwa madu sebaiknya tidak diberikan kepada anak di bawah usia satu tahun. Meski aman untuk ibu hamil, tetap disarankan untuk tidak mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan.

2. Jahe

Jahe dikenal luas karena kemampuannya meredakan berbagai masalah pencernaan dan peradangan. Jahe mengandung gingerol, senyawa yang memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu meredakan gejala flu seperti sakit tenggorokan dan hidung tersumbat. Selain itu, jahe juga membantu mengurangi mual, yang sering kali menyertai flu.

Untuk membuat teh jahe, cukup rebus beberapa irisan jahe segar dalam air selama 10-15 menit. Setelah itu, saring dan tambahkan madu atau lemon sesuai selera. Teh jahe dapat diminum beberapa kali sehari untuk mendapatkan manfaat maksimal. Konsumsi jahe secara teratur dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat selama masa kehamilan.

Meskipun jahe umumnya aman, sebaiknya hindari mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan, terutama jika Mama mengalami masalah lambung.

3. Kunyit

Kunyit adalah rempah yang terkenal dengan sifat antiinflamasi dan antimikroba. Kunyit mengandung kurkumin, senyawa aktif yang memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk membantu meredakan gejala flu.

Mengonsumsi kunyit selama kehamilan dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan dalam tubuh.

Salah satu cara terbaik untuk mengonsumsi kunyit adalah dengan menambahkannya ke dalam susu hangat. Mama dapat membuat “golden milk” dengan mencampurkan satu sendok teh kunyit ke dalam segelas susu, tambahkan sedikit madu, dan sedikit lada hitam untuk meningkatkan penyerapan kurkumin.

Minuman ini tidak hanya menyehatkan tetapi juga dapat memberikan rasa hangat yang nyaman di tenggorokan. Walaupun kunyit termasuk aman untuk ibu hamil, tetapi sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan, ya, Ma.

4. Bawang putih

Bawang putih adalah bahan alami yang mudah ditemukan di dapur dan sering kali menjadi bahan penyedap masakan. Bawang putih memiliki sifat antivirus dan antibakteri.

Mengonsumsi bawang putih dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi, termasuk flu. Bawang putih juga dapat membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan sirkulasi darah.

Mama dapat mengonsumsi bawang putih mentah dengan mencincangnya dan mencampurkannya ke dalam makanan atau salad. Alternatif lainnya adalah menambahkan bawang putih ke dalam masakan saat memasak sup atau tumisan.

Meskipun bawang putih aman untuk ibu hamil, beberapa orang mungkin mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsinya dalam jumlah besar. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan reaksi tubuh dan mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar.

5. Sup ayam

Sup ayam merupakan sajian makanan yang hangat dan menenangkan yang dapat membantu meredakan gejala flu bagi ibu hamil.  Sup ayam mengandung nutrisi penting dan dapat memberikan hidrasi yang dibutuhkan tubuh saat flu. Selain itu, sup ayam juga dapat membantu melegakan tenggorokan dan hidung tersumbat.

Untuk membuat sup ayam, rebus potongan ayam dengan sayuran seperti wortel, seledri, dan bawang. Tambahkan bumbu seperti garam dan merica sesuai selera.

Sup ini tidak hanya memberikan rasa hangat tetapi juga nutrisi yang dibutuhkan tubuh selama masa pemulihan. Konsumsi sup ayam hangat secara teratur dapat membantu mempercepat proses penyembuhan.

Pastikan untuk menggunakan ayam yang segar dan memasak sup dengan baik untuk menghindari risiko kontaminasi. Jika Mama mengalami alergi atau memiliki masalah kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi sup ayam.

6. Teh peppermint

Teh peppermint dapat membantu meredakan hidung tersumbat dan sakit tenggorokan. Aroma peppermint yang menyegarkan juga dapat memberikan efek relaksasi dan membantu mengurangi stres.

Peppermint memiliki sifat antispasmodik yang dapat membantu mengurangi gejala batuk dan ketidaknyamanan perut.

Untuk membuat teh peppermint, cukup seduh daun peppermint segar dalam air panas selama beberapa menit. Mama bisa menambahkan sedikit madu untuk memberikan rasa manis.

Meskipun teh peppermint termasuk obat alami untuk ibu hamil, sebaiknya tidak mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak, ya, Ma.

7. Teh chamomile

Teh chamomile dikenal karena kemampuannya menenangkan dan membantu tidur. Selain itu, chamomile juga memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu meredakan gejala flu.

Mengonsumsi teh chamomile dapat membantu meredakan sakit tenggorokan dan meningkatkan relaksasi, sehingga membantu ibu hamil merasa lebih baik.

Namun, penting diketahui beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi. Jika Mama memiliki riwayat alergi terhadap tanaman dari keluarga Asteraceae, seperti ragweed, sebaiknya hindari mengonsumsinya,

8. Air garam hangat

Berkumur dengan air garam hangat adalah cara sederhana namun efektif untuk meredakan sakit tenggorokan akibat flu. Air garam dapat membantu mengurangi pembengkakan dan membersihkan kuman di tenggorokan. Ini adalah pengobatan yang aman dan mudah dilakukan di rumah.

Studi di International Journal of Preventive Medicine tahun 2013 menemukan bahwa berkumur air garam mungkin lebih efektif untuk mencegah infeksi ulang dibandingkan vaksinasi flu. Berkumur air garam juga mampu meredakan peradangan pada kasus-kasus tertentu.

Untuk membuat larutan garam, campurkan satu sendok teh garam dalam segelas air hangat. Berkumurlah selama beberapa detik dan kemudian keluarkan. Lakukan ini beberapa kali sehari.

9. Cuka sari apel

Cuka sari apel mengandung polifenol, senyawa alami yang terdapat pada tanaman dan dikenal karena sifat antioksidannya. Polifenol ini berperan penting dalam membantu meredakan gejala pilek dan flu dengan melawan radikal bebas dan mendukung sistem kekebalan tubuh.

Untuk mendapatkan manfaatnya, Mama dapat mencampurkan 1-2 sendok makan cuka sari apel ke dalam segelas air atau teh hitam. Minuman ini bisa diminum 2-3 kali sehari atau digunakan sebagai obat kumur untuk membantu mengurangi iritasi tenggorokan.

10. Minyak kelapa

Minyak kelapa terkenal karena memiliki sifat antijamur, antibakteri, dan antivirus yang kuat. Kandungan asam laurat yang tinggi dalam minyak kelapa efektif dalam menghancurkan lapisan lipid yang melindungi virus.

Selain itu, asam laurat pada minyak kelapa juga mampu merusak selubung virus, menghambat proses pematangan virus, serta mencegah virus menempel pada membran sel inang. Minyak kelapa sangat aman dikonsumsi selama kehamilan.

Mama dapat menambahkan satu sendok minyak kelapa yang dapat dimakan ke dalam minuman panas untuk membantu meredakan gejala flu.

11. Kayu manis

Kayu manis merupakan rempah yang kaya akan senyawa antioksidan dan antimikroba, sehingga dapat berfungsi sebagai obat alami untuk meredakan flu, terutama bagi ibu hamil.

Senyawa aktif dalam kayu manis, seperti cinnamaldehyde, memiliki kemampuan untuk melawan infeksi dengan menghambat pertumbuhan bakteri dan virus yang sering menyebabkan flu.

Selain itu, sifat antiinflamasi kayu manis membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, yang sering terjadi saat seseorang terserang flu.

Carar mengonsumsinya tambahkan setengah sendok teh bubuk kayu manis ke dalam segelas susu hangat. Aduk hingga rata, dan minum sebelum tidur. Susu hangat dengan kayu manis tidak hanya membantu meredakan gejala flu, tetapi juga dapat memberikan kenyamanan dan membantu tidur lebih nyenyak.

12. Banyak konsumsi air putih

Banyak mengonsumsi air putih adalah salah satu cara paling sederhana dan efektif untuk meredakan flu, terutama bagi ibu hamil.

Air putih membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi, yang sangat penting saat mengalami flu, karena dehidrasi dapat memperburuk gejala seperti sakit tenggorokan dan hidung tersumbat.

Air putih juga membantu mengencerkan lendir di saluran pernapasan, memudahkan pengeluarannya, sehingga dapat meringankan gejala flu. Selain itu, dengan cukup minum air, tubuh dapat lebih efisien dalam mengeluarkan racun dan virus penyebab flu.

Dengan menjaga asupan air yang cukup, ibu hamil dapat mendukung proses pemulihan tubuh dari flu secara alami tanpa perlu bergantung pada obat-obatan kimia, yang kadang-kadang harus dihindari selama kehamilan.

Nah, demikianlah 12 obat flu alami untuk ibu hamil, aman tanpa bahan kimia. Semua obat alami ini bekerja dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh, sehingga bisa menyembuhkan flu pada ibu hamil tanpa risiko efek samping bagi dirinya maupun janin. Segera berkonsultasi dengan dokter jika flu yang Mama alami tak kunjung sembuh!

Sumber : https://www.popmama.com/pregnancy/first-trimester/obat-flu-alami-untuk-ibu-hamil-00-tts1w-sfk66l

5 Tips Mengatur Keuangan buat Freelancer yang Penghasilannya Gak Pasti

5 Tips Mengatur Keuangan buat Freelancer yang Penghasilannya Gak Pasti

Menjadi freelancer menawarkan banyak keuntungan, mulai dari waktu kerja yang lebih fleksibel hingga kesempatan memilih proyek yang sesuai minat. Namun, di balik kebebasan tersebut ada tantangan yang gak bisa dianggap remeh, yaitu penghasilan yang berubah-ubah setiap bulan. Ada masa ketika proyek datang bertubi-tubi, tetapi ada juga periode yang lebih sepi sehingga pemasukan ikut menurun. Kondisi ini membuat pengelolaan keuangan menjadi jauh lebih penting dibanding sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran.

Kalau kamu bekerja sebagai freelancer, cara mengatur uang tentu berbeda dengan karyawan yang menerima gaji tetap setiap bulan. Kamu perlu mempersiapkan diri menghadapi bulan-bulan yang penghasilannya lebih kecil tanpa mengorbankan kebutuhan sehari-hari. Kabar baiknya, kondisi tersebut tetap bisa diatasi jika kamu memiliki strategi yang tepat. Berikut lima tips mengatur keuangan yang bisa membantu freelancer menjaga kondisi finansial tetap stabil.

1. Buat anggaran berdasarkan penghasilan terendah

Salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan freelancer adalah menyusun anggaran berdasarkan penghasilan tertinggi yang pernah diterima. Padahal, nominal tersebut belum tentu kembali didapatkan pada bulan berikutnya. Cara yang lebih aman adalah membuat anggaran berdasarkan rata-rata pemasukan terendah dalam beberapa bulan terakhir. Dengan begitu, kebutuhan utama tetap bisa terpenuhi meski proyek sedang berkurang.

Kalau ternyata bulan itu kamu mendapatkan penghasilan lebih besar, anggap selisihnya sebagai bonus, bukan alasan untuk meningkatkan pengeluaran. Dana tambahan tersebut bisa dialokasikan untuk tabungan, investasi, atau dana darurat. Cara ini membuat kondisi keuangan lebih stabil karena kamu gak bergantung pada pemasukan yang belum tentu datang setiap bulan. Hidup pun terasa lebih tenang meski pendapatan berubah-ubah.

2. Pisahkan rekening pribadi dan rekening kerja

Sebagai freelancer, pemasukan dari klien sering bercampur dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau dibiarkan, kamu akan kesulitan mengetahui berapa sebenarnya pendapatan yang diperoleh dan berapa uang yang masih tersedia untuk kebutuhan pribadi. Karena itu, sebaiknya gunakan rekening terpisah untuk menerima pembayaran dari klien. Cara ini membuat arus kas menjadi lebih mudah dipantau.

Setelah menerima pembayaran, pindahkan sejumlah uang ke rekening pribadi sesuai anggaran bulanan yang sudah ditentukan. Sisanya bisa digunakan untuk biaya operasional, pajak, atau ditabung sebagai cadangan ketika proyek sedang sepi. Kebiasaan ini membuat pengelolaan keuangan terasa lebih rapi dan profesional. Kamu juga akan lebih mudah mengevaluasi perkembangan pendapatan dari waktu ke waktu.

3. Bangun dana darurat lebih besar dari pekerja bergaji tetap

Karena penghasilan freelancer gak selalu stabil, dana darurat menjadi salah satu prioritas yang perlu dipersiapkan. Idealnya, dana ini mampu menutupi kebutuhan hidup selama beberapa bulan jika sewaktu-waktu proyek berkurang atau berhenti sementara. Dana darurat memberikan rasa aman sehingga kamu gak perlu panik ketika pemasukan menurun. Keputusan finansial pun bisa diambil dengan lebih tenang.

Mulailah menyisihkan sebagian penghasilan setiap kali menerima pembayaran dari klien. Gak perlu langsung dalam jumlah besar, yang terpenting adalah konsisten. Simpan dana tersebut di tempat yang mudah diakses tetapi gak tercampur dengan uang belanja sehari-hari. Semakin cepat dana darurat terkumpul, semakin kuat pula kondisi keuanganmu enghadapi situasi yang gak terduga.

4. Jangan langsung menghabiskan penghasilan besar

Saat mendapatkan proyek bernilai tinggi, rasa ingin memberi hadiah untuk diri sendiri memang wajar. Namun, hindari kebiasaan langsung meningkatkan gaya hidup hanya karena pemasukan sedang naik. Ingat, bulan depan belum tentu ada proyek dengan nilai yang sama. Pengeluaran yang ikut naik akan sulit diturunkan ketika penghasilan kembali normal.

Lebih bijak jika penghasilan besar dimanfaatkan untuk memperkuat kondisi finansial terlebih dahulu. Tambahkan tabungan, dana darurat, atau modal untuk mengembangkan kemampuan kerja, seperti membeli perangkat baru atau mengikuti pelatihan. Cara ini membuat setiap pemasukan besar memberikan manfaat jangka panjang. Kamu pun lebih siap menghadapi fluktuasi pekerjaan sebagai freelancer.

5. Catat semua pemasukan dan pengeluaran secara rutin

Karena jumlah proyek bisa berbeda setiap bulan, freelancer perlu lebih disiplin mencatat arus keuangan. Tuliskan setiap pembayaran yang diterima, kapan proyek selesai, serta seluruh pengeluaran yang berkaitan dengan pekerjaan maupun kebutuhan pribadi. Catatan ini akan membantumu melihat pola pendapatan dan mengetahui bulan-bulan yang biasanya lebih ramai atau lebih sepi.

Selain itu, pencatatan juga memudahkanmu membuat target keuangan yang lebih realistis. Kamu bisa mengevaluasi apakah penghasilan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan atau masih perlu mencari proyek tambahan. Semakin lengkap data yang dimiliki, semakin mudah pula mengambil keputusan finansial. Kebiasaan sederhana ini menjadi fondasi penting bagi freelancer yang ingin memiliki kondisi keuangan yang sehat.

Menjadi freelancer memang menuntut kemampuan mengelola keuangan yang lebih disiplin. Penghasilan yang gak tetap bukan berarti kondisi finansial harus selalu gak menentu. Selama kamu memiliki anggaran yang realistis, membangun dana darurat, dan mengendalikan pengeluaran, kehidupan finansial tetap bisa berjalan dengan baik. Kuncinya adalah mempersiapkan diri saat pemasukan sedang tinggi agar tetap aman ketika proyek berkurang.

Kalau kamu baru memulai karier sebagai freelancer, jangan menunggu sampai penghasilan besar untuk mulai mengatur keuangan. Bangun kebiasaan baik sejak sekarang, sekecil apa pun nominal yang diterima. Disiplin mencatat, menabung, dan memisahkan uang pribadi dari uang kerja akan memberikan manfaat besar dalam jangka panjang. Dengan begitu, kamu bisa menikmati fleksibilitas sebagai freelancer tanpa harus terus-menerus merasa cemas terhadap kondisi keuangan setiap bulan.

Sumber : https://www.idntimes.com/business/finance/5-tips-mengatur-keuangan-buat-freelancer-yang-penghasilannya-gak-pastic1c2-01-rnn9f-n68q4y

Prancis Segera Legalkan Aturan Pasien Akhiri Hidup Secara Medis

Prancis Segera Legalkan Aturan Pasien Akhiri Hidup Secara Medis

Liputan6.com, Paris – Prancis semakin dekat menjadi salah satu negara yang melegalkan hak untuk meninggal dengan bantuan medis (assisted dying) setelah parlemen menyetujui rancangan undang-undang yang didukung Presiden Emmanuel Macron.

Jika nantinya disahkan oleh Dewan Konstitusi, regulasi tersebut akan menjadi salah satu reformasi sosial terbesar di negara itu dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Dikutip dari Channel News Asia, Jumat (17/7/2026), Macron sebelumnya berjanji akan mendorong lahirnya undang-undang mengenai assisted dying setelah kembali terpilih sebagai presiden untuk masa jabatan kedua pada 2022. Kebijakan ini dinilai sebagai salah satu perubahan sosial paling signifikan sejak Prancis melegalkan pernikahan sesama jenis pada 2012.

Melalui unggahan di platform X, Macron menyatakan bahwa komitmen yang ia buat kepada rakyat Prancis akhirnya berhasil diwujudkan.

“Saya berjanji pada 2022 untuk membuka jalan ini bersama rakyat Prancis. Dengan keseriusan, kerendahan hati, dan penghormatan penuh terhadap demokrasi, komitmen itu kini telah dipenuhi,” tulis Macron.

Apabila Dewan Konstitusi menyatakan undang-undang tersebut sesuai dengan konstitusi, Prancis akan bergabung dengan sejumlah negara seperti Belanda, Belgia, Swiss, dan Kanada yang telah lebih dulu melegalkan assisted dying.

Rancangan undang-undang tersebut sebelumnya lolos dengan mudah di Majelis Nasional. Namun, Senat yang didominasi partai-partai konservatif menolaknya. Meski demikian, pemerintah memanfaatkan ketentuan konstitusi yang memungkinkan Majelis Nasional memberikan persetujuan akhir tanpa harus memperoleh restu dari Senat.

Perdana Menteri Sebastien Lecornu kemudian meminta Dewan Konstitusi untuk meninjau kembali isi undang-undang tersebut sebelum resmi diberlakukan. Pemerintah menilai minimnya pembahasan di Senat membuat naskah akhir belum sepenuhnya mengakomodasi aspirasi para pendukung maupun kekhawatiran pihak yang menolak penerapannya.

Dewan Konstitusi memiliki kewenangan untuk menyatakan suatu undang-undang sah atau tidak. Dalam kondisi tertentu, lembaga tersebut bahkan dapat membatalkan seluruh isi undang-undang atau memberikan catatan terhadap pasal-pasal tertentu.

Sejumlah tokoh dari Partai Republik yang menguasai Senat tetap menentang kebijakan tersebut. Di antaranya Ketua Senat Gerard Larcher dan mantan Menteri Dalam Negeri Bruno Retailleau yang sejak awal menyuarakan penolakan terhadap legalisasi assisted dying.

Siapa yang Berhak Mengajukan?

Undang-undang ini memberikan hak untuk mengakhiri hidup dengan bantuan medis kepada orang dewasa yang menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan.

Pemohon harus mampu menyampaikan keinginannya secara bebas dan sadar, serta mengalami penderitaan fisik yang berat. Rasa sakit tersebut harus tidak lagi dapat diatasi melalui pengobatan atau dianggap tidak tertahankan oleh pasien, termasuk jika pasien memilih menghentikan atau menolak pengobatan.

Seorang dokter akan memverifikasi apakah pasien memenuhi seluruh persyaratan. Setelah itu, sebuah panel akan melakukan penilaian sebelum dokter mengambil keputusan akhir. Pasien juga berhak membatalkan persetujuannya kapan saja sebelum prosedur dilakukan.

Dalam pelaksanaannya, pasien diwajibkan memberikan sendiri obat yang mengakhiri hidupnya. Namun, bagi pasien yang secara fisik tidak mampu melakukannya, tenaga kesehatan dapat memberikan bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Agnes Firmin Le Bodo, anggota parlemen dari kubu tengah-kanan sekaligus mantan Menteri Kesehatan yang ikut menyusun rancangan undang-undang tersebut pada 2024, menilai regulasi ini akan disahkan karena telah disusun secara seimbang dan mempertimbangkan berbagai kepentingan.

Sebaliknya, Christophe Bentz dari partai sayap kanan National Rally menilai aturan tersebut sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan penyalahgunaan dalam praktiknya.

Polemik mengenai legalisasi assisted dying masih terus berlangsung di Prancis. Meski mendapat dukungan luas dari kelompok yang memperjuangkan hak pasien untuk menentukan akhir hidupnya, kebijakan tersebut juga menuai penolakan dari kalangan konservatif yang mengkhawatirkan dampak etis dan potensi penyalahgunaannya.

Sumber : https://www.liputan6.com/global/read/8247517/prancis-segera-legalkan-aturan-pasien-akhiri-hidup-secara-medis