4 Amalan Utama yang Mengangkat Derajat di Sisi Allah SWT

4 Amalan Utama yang Mengangkat Derajat di Sisi Allah SWT

Setiap muslim ingin memiliki kedudukan dan derajat yang mulia, khususnya di sisi Allah SWT. Sebagian orang mengira hal itu ditentukan dari jabatan atau kekayaan.

Padahal, Allah SWT sudah menegaskan bahwa orang yang paling mulia adalah yang bertakwa, sebagaimana firman-Nya dalam surah Al-Hujurat ayat 13:

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.”

Selain ketakwaan, derajat manusia di sisi Allah SWT juga ditentukan dengan amal perbuatan. Lantas, apa saja amalan yang bisa mengangkat derajat manusia?

Empat Amalan Utama untuk Meninggikan Derajat

1. Salat Berjamaah di Masjid

Salah satu amalan yang bisa mengangkat derajat manusia adalah salat berjemaah di masjid.

Dalam sebuah hadis, dijelaskan bahwa setiap langkah kita menuju masjid dihitung sebagai penghapus dosa sekaligus sebab diangkatnya derajat kita.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Maukah kalian aku tunjukkan tentang sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat-derajat?” Para sahabat menjawab, ‘Tentu, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda: ‘Menyempurnakan wudhu dalam keadaan yang tidak disukai, memperbanyak langkah menuju ke masjid, dan menunggu salat setelah salat. Maka yang demikian itu adalah ar-ribath (perjuangan/kebaikan yang kokoh).” (HR. Muslim)

2. Menuntut Ilmu

Setiap muslim yang menuntut ilmu dan beriman juga diangkat derajatnya oleh Allah SWT.

Janji Allah SWT itu tercantum dalam surah Al-Mujadalah ayat 11:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”

Ilmu dalam konteks ini bukan hanya ilmu agama, tetapi juga semua ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

3. Berselawat kepada Nabi SAW

Membaca selawat Nabi Muhammad SAW termasuk amalan ringan, tetapi berat di timbangan amal.

Dengan memperbanyak selawat, seorang muslim akan mendapat rahmat dan diangkat derajatnya oleh Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Siapa saja yang membaca selawat kepadaku sekali, niscaya Allah berselawat kepadanya 10 kali, menghapus 10 dosanya, dan mengangkat derajatnya 10 tingkatan.” (HR An-Nasa’i).

4. Salat Tahajud

Janji Allah SWT mengangkat derajat orang yang mengerjakan salat tahajud tercantum dalam surah Al-Isra ayat 79:

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

Sifat yang Mengangkat Derajat Manusia

Sifat atau akhlak mulia juga menjadi jalan untuk meninggikan derajat seseorang.

Berikut adalah sifat-sifat yang bisa mengangkat derajat manusia di hadapan Allah SWT:

Sabar dan Murah Hati

Al-Hilm adalah sikap memiliki kelapangan hati dalam menghadapi berbagai situasi, tidak mudah marah, dan mampu menahan diri saat diperlakukan tidak baik oleh orang lain.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang kuat bukanlah orang yang menang saat bergulat, melainkan orang yang mampu mengendalikan dirinya saat marah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Rendah Hati

At-Tawadhu berarti tidak sombong di hadapan sesama makhluk Allah, baik kepada yang lebih rendah kedudukannya maupun yang lebih tinggi.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah tidak akan mengurangi harta, orang yang suka memaafkan akan ditambah kemuliaannya oleh Allah, dan siapa pun yang merendahkan diri karena Allah pasti akan Allah angkat derajatnya.” (HR Muslim)

Dermawan

Dermawan artinya ringan tangan untuk membantu dan berbagi kepada sesama tanpa mengharap balasan dari manusia.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 92:

لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Lan tanaalul birra hattaa tunfiqoo mimmaa tuhibboon; wa maa tunfiqoo min shai’in fa innal laaha bihee ‘Aleem

Artinya: “Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui.”

Ayat ini menegaskan bahwa kedermawanan adalah ketika seseorang rela berbagi dari sesuatu yang sebenarnya juga ia sukai, bukan sekadar dari sisa atau kelebihan yang tidak lagi ia butuhkan.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/4-amalan-utama-yang-mengangkat-derajat-di-sisi-allah-swt

10 Negara dengan IQ Terendah di Dunia Menurut International IQ Test, Indonesia Masuk Peringkat Berapa?

10 Negara dengan IQ Terendah di Dunia Menurut International IQ Test, Indonesia Masuk Peringkat Berapa?

International IQ Test (IIT) 2025 merupakan laporan yang memuat pemeringkatan rata-rata skor IQ global berdasarkan hasil tes daring yang diikuti lebih dari 1,2 juta peserta dari berbagai negara sepanjang tahun 2025.

Laporan ini cukup menyita perhatian karena memberikan gambaran mengenai tren kemampuan kognitif di berbagai kawasan dunia, sekaligus memicu diskusi tentang pembangunan sumber daya manusia dan ketimpangan akses pendidikan antarnegara.

Meski demikian, hasil pemeringkatan ini tidak dapat dianggap sebagai representasi ilmiah yang sepenuhnya menggambarkan tingkat kecerdasan suatu bangsa.

Lantas, negara mana saja yang masuk dalam daftar negara dengan rata-rata IQ terendah di dunia menurut laporan tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

Daftar Negara dengan IQ Terendah di Dunia

Berdasarkan laporan International IQ Test (IIT) 2025 yang menghimpun hasil tes IQ daring dari 1.352.763 peserta di berbagai negara, berikut adalah daftar negara dengan rata-rata skor IQ terendah:

1. Somalia

Somalia menempati posisi pertama dalam daftar ini dengan rata-rata skor IQ 83,84 berdasarkan IIT 2025. Sebagai perbandingan, data Lynn/Becker 2019 mencatat skor rata-rata 67,67.

Konflik berkepanjangan yang melanda negara ini telah berdampak besar terhadap sektor pendidikan.

Di ibu kota Mogadishu maupun wilayah lainnya, banyak keluarga tidak mampu menyekolahkan anak-anak mereka.

Selain faktor ekonomi, akses pendidikan juga terhambat oleh jarak sekolah yang jauh, persoalan keamanan, minimnya tenaga pendidik, terutama guru perempuan, hingga norma sosial yang lebih mengutamakan pendidikan bagi anak laki-laki.

2. Timor-Leste

Timor-Leste berada di posisi kedua dengan rata-rata skor IQ 86,70 menurut IIT 2025. Negara ini tidak memiliki data pembanding dalam laporan Lynn/Becker 2019.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Namun, berbagai hambatan masih membayangi, seperti kondisi sekolah yang mulai menua, tingginya angka putus sekolah dan tinggal kelas, keragaman bahasa yang digunakan masyarakat, serta keterbatasan fasilitas pendidikan di daerah pedesaan.

3. Rwanda

Rwanda mencatat rata-rata skor IQ 86,90 dalam IIT 2025, sedangkan Lynn/Becker 2019 memberikan estimasi skor 69,95.

Meski dikenal sebagai salah satu negara dengan perkembangan pendidikan yang cukup baik di kawasan Afrika Sub-Sahara, Rwanda masih menghadapi tantangan.

Kemampuan dasar membaca dan berhitung siswa sekolah dasar belum optimal.

Selain itu, sebagian guru masih mengalami kesulitan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehingga proses pembelajaran cenderung menggunakan metode konvensional.

4. Nikaragua

Menurut IIT 2025, Nikaragua memperoleh rata-rata skor IQ 87,85, sementara data Lynn/Becker 2019 mencatat 52,69.

Negara ini telah menunjukkan kemajuan di bidang ekonomi maupun pendidikan.

Namun, ketimpangan sosial, tingkat kemiskinan, dan dinamika politik yang belum stabil masih menjadi tantangan.

Kondisi tersebut turut memengaruhi pemerataan akses terhadap pendidikan yang berkualitas.

5. Angola

Angola memperoleh rata-rata skor IQ 87,98 berdasarkan IIT 2025. Sementara itu, Lynn/Becker 2019 mencatat skor 75,10.

Dunia pendidikan Angola masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari rendahnya capaian belajar hingga meningkatnya jumlah anak yang tidak mengenyam pendidikan.

Pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi dan investasi pendidikan yang belum memadai turut memperbesar tantangan tersebut.

6. Gabon

Dalam laporan IIT 2025, Gabon mencatat rata-rata skor IQ 88,35, sedangkan Lynn/Becker 2019 menempatkannya pada angka 62,97.

Meski dikenal sebagai salah satu produsen minyak terbesar di Afrika, tingkat kesejahteraan masyarakat belum merata.

Data World Bank menunjukkan sekitar sepertiga penduduk Gabon masih hidup dalam kemiskinan, yang menjadi salah satu tantangan bagi pembangunan sumber daya manusia.

7. Uganda

Uganda memperoleh rata-rata skor IQ 88,49 menurut IIT 2025 dan 76,42 berdasarkan Lynn/Becker 2019.

Data sensus pada tahun 2024 menunjukkan sekitar 74 persen penduduk berusia 10 tahun ke atas telah memiliki kemampuan membaca dan menulis dalam sedikitnya satu bahasa.

Meski mengalami peningkatan, angka tersebut juga mengindikasikan bahwa sebagian masyarakat masih belum memiliki kemampuan literasi dasar secara memadai.

8. Republik Demokratik Kongo (RD Congo)

Republik Demokratik Kongo mencatat rata-rata skor IQ 88,60 dalam IIT 2025. Sebagai pembanding, Lynn/Becker 2019 memberikan skor 64,92.

Negara ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

Namun, pembangunan masih menghadapi berbagai kendala akibat konflik, ketidakstabilan politik, minimnya infrastruktur, serta dampak panjang eksploitasi kolonial yang menghambat perkembangan ekonomi dan pendidikan.

9. Afghanistan

Afghanistan memperoleh rata-rata skor IQ 89,31 berdasarkan IIT 2025, sedangkan Lynn/Becker 2019 mencatat skor 82,12.

Selama bertahun-tahun, Afghanistan menghadapi krisis politik, sosial, dan kemanusiaan yang berdampak besar terhadap sistem pendidikan.

Kondisi tersebut diperparah oleh bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan tanah longsor yang semakin menyulitkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan.

10. Tanzania

Tanzania berada di posisi kesepuluh dengan rata-rata skor IQ 89,57 menurut IIT 2025. Dalam laporan Lynn/Becker 2019, negara ini memperoleh skor 74,95.

Pemerintah Tanzania telah memperluas akses pendidikan, termasuk meningkatkan kesempatan belajar bagi anak perempuan.

Meski demikian, masih terdapat banyak anak usia sekolah yang belum pernah mengenyam pendidikan formal sehingga pemerataan kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah bagi negara tersebut.

Lalu, Indonesia di Urutan ke Berapa?

Berdasarkan pemeringkatan International IQ Test (IIT) 2025, Indonesia berada di peringkat ke-12 jika daftar disusun mulai dari negara dengan rata-rata skor IQ terendah.

Dalam laporan tersebut, Indonesia mencatat rata-rata skor 89,96, sehingga berada sedikit di atas 10 negara yang menempati posisi terbawah.

Sementara itu, apabila mengacu pada data Lynn/Becker 2019, posisi Indonesia tercatat berada di urutan ke-69 dengan rata-rata skor IQ 78,49.

Perbedaan hasil antara kedua laporan tersebut menunjukkan bahwa metode pengumpulan data, jumlah partisipan, serta pendekatan penelitian yang digunakan dapat menghasilkan pemeringkatan yang berbeda.

Oleh karena itu, data ini sebaiknya dipahami sebagai salah satu gambaran statistik, bukan sebagai ukuran mutlak untuk menilai tingkat kecerdasan suatu negara.

Sumber : https://www.inilah.com/daftar-negara-dengan-iq-terendah-di-dunia-menurut-international-iq-test

Self-Care Makin Penting untuk Kesehatan, tapi Tetap Butuh Dukungan Sistem Medis

Self-Care Makin Penting untuk Kesehatan, tapi Tetap Butuh Dukungan Sistem Medis

KOMPAS.com – Perawatan kesehatan mandiri atau self-care semakin dipandang sebagai bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, tetapi praktik ini tidak seharusnya berjalan sendiri tanpa dukungan sistem kesehatan formal.

Riset terbaru Economist Enterprise yang didukung Bayer menunjukkan, self-care berpotensi membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, memperluas akses layanan kesehatan, sekaligus mengurangi beban sistem layanan medis.

Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Senin (27/7/2026) menyebutkan, praktik self-care diperkirakan dapat memberikan manfaat ekonomi tahunan hingga sekitar 179 miliar dollar AS.

Di tengah tantangan berupa pertambahan populasi lansia, meningkatnya penyakit kronis, kekurangan tenaga medis, serta ketidakmerataan akses layanan kesehatan, self-care dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung sistem kesehatan yang lebih berkelanjutan.

Namun, riset tersebut menekankan bahwa manfaat self-care baru dapat dirasakan secara maksimal jika masyarakat mendapatkan dukungan yang tepat.

Self-care bukan pengganti layanan kesehatan

Dalam riset tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan self-care secara luas sebagai kemampuan individu, keluarga, dan komunitas untuk mengelola kesehatan serta kesejahteraan mereka.

Praktiknya dapat mencakup berbagai hal, mulai dari menjalani pola hidup sehat dan melakukan pencegahan penyakit hingga memanfaatkan perangkat digital, melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri, serta menggunakan obat bebas tanpa resep dokter.

Scientist pada Departemen Kesehatan Seksual, Reproduksi, Maternal, Anak, Remaja, dan Lansia WHO, dr. Manjulaa Narasimhan, mengatakan self-care merupakan bagian penting dalam perawatan kesehatan.

“Self-care adalah garda terdepan untuk semua perawatan kesehatan. Dengan adanya bukti klinis, kebijakan yang mendukung, serta tenaga kesehatan dan perawatan yang terlatih, perawatan diri dapat berkontribusi besar dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bagi semua orang,” kata dr. Manjulaa.

Meski demikian, self-care bukan dimaksudkan untuk menggantikan sistem kesehatan formal. Sebaliknya, praktik ini dapat menjadi bagian yang melengkapi layanan kesehatan selama masyarakat memiliki akses terhadap informasi yang terpercaya, layanan yang terjangkau, dan jalur rujukan yang jelas.

Dengan dukungan tersebut, self-care dapat membantu memperluas akses layanan kesehatan, memperkuat pencegahan dan intervensi dini, serta mendorong masyarakat lebih aktif dalam menjaga kesehatannya.

Tiga hal yang dibutuhkan agar self-care efektif

Riset Economist Enterprise juga menyoroti tiga prioritas yang perlu diperhatikan agar self-care dapat menjadi bagian yang lebih efektif dalam sistem kesehatan.

Pertama, komitmen kebijakan perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Setiap negara membutuhkan tata kelola dan pembagian tanggung jawab yang jelas, serta koordinasi antarpemangku kepentingan agar kebijakan tidak berhenti pada pengakuan formal.

Kedua, akses terhadap dukungan yang tepercaya dan merata perlu diperluas. Produk dan layanan yang terjangkau, informasi yang andal, mekanisme pembiayaan yang sesuai, serta dukungan yang relevan dengan kondisi masyarakat menjadi bagian penting dalam penerapan self-care.

Ketiga, sistem kesehatan membutuhkan landasan bukti, pengukuran, dan akuntabilitas yang lebih kuat.

Hal ini diperlukan untuk memantau keamanan, mengukur hasil kesehatan, serta menghasilkan data yang dapat digunakan untuk menentukan arah kebijakan dan investasi.

Di Indonesia, riset tersebut mencontohkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang mempromosikan gaya hidup sehat, sanitasi, edukasi kesehatan mandiri, serta penggunaan obat secara bertanggung jawab di lingkungan sekolah, tempat kerja, dan masyarakat.

Self-care perlu terhubung dengan jalur rujukan

Director General Global Self-Care Federation, Greg Perry, menegaskan bahwa perawatan mandiri tidak bertujuan memindahkan tanggung jawab sistem kesehatan kepada masyarakat.

“Self-care tidak bertujuan melepaskan tanggung jawab sistem kesehatan. Sebaliknya, produk dan layanan self-care berbasis bukti serta obat bebas yang dilengkapi oleh informasi akurat justru menciptakan ruang kapasitas bagi jalur rujukan,” ujar Perry.

Dengan demikian, masyarakat tetap dapat memperoleh penanganan medis di fasilitas kesehatan ketika membutuhkan perawatan profesional.

Temuan Economist Enterprise menyimpulkan bahwa dengan tata kelola, pembiayaan, akuntabilitas, serta sistem dukungan yang diperkuat, self-care dapat menjadi bagian awal dari sistem kesehatan yang lebih preventif dan proaktif.

Artinya, perawatan kesehatan mandiri tidak hanya tentang keputusan individu untuk menjaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan ekosistem yang memastikan masyarakat dapat melakukannya secara aman, terjangkau, dan berdasarkan informasi yang dapat dipercaya.

Sumber : https://health.kompas.com/read/26G27154139268/self-care-makin-penting-untuk-kesehatan-tapi-tetap-butuh-dukungan-sistem-medis

Melayang di atas sungai dan jalan, investasi pedestrian deck Dukuh Atas Rp 300 M

Melayang di atas sungai dan jalan, investasi pedestrian deck Dukuh Atas Rp 300 M

PT MRT Jakarta (Perseroda) akan menggelontorkan investasi sekitar Rp 300 miliar untuk membangun jembatan pejalan kaki (Pedestrian Deck) Dukuh Atas berbentuk bundar, sehingga dikenal dengan jembatan donat.

Jembatan penyebrangan ini akan menyambungkan Stasiun KRL Sudirman, MRT Dukuh Atas, Stasiun KRL BNI City, hingga stasiun LRT Jabodebek dan LRT Jakarta. Kawasan Dukuh Atas saat ini terbagi menjadi empat kuadran akibat perpotongan dua infrastruktur utama, yakni Sungai Ciliwung dan Jalan Sudirman, sehingga menyulitkan aksesibilitas pejalan kaki.

Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta, Agus Trihan, mengatakan proyek ini telah menyelesaikan desain dasar (basic design) dan memulai proses tender kontraktor.

Sebelumnya, perusahaan telah melakukan kajian pra uji kelayakan (feasibility study/FS) dengan pemerintah Jepang melalui Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) dan Urban Renaissance.

“Ini lagi tender ya. Tapi kita sudah umumin kemarin (investasi) roughly Rp 300-an miliar,” ungkap Agus kepada awak media di kantor PT MRT Jakarta Transport Hub Dukuh Atas, Kamis (30/7).

Agus menjelaskan, sejauh inii pendanaan pembangunan akan didukung sepenuhnya dari MRT Jakarta, tanpa penanaman modal swasta (private placement), sehingga aset yang akan dibangun menjadi hak milik perusahaan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Kalau misalnya ada pendanaan lain, nanti larinya ke isu aset. Kalau sekarang, kalau kita bangun dengan dana MRT, asetnya punya MRT jadi ketika nanti kita bangun di atas (lahan) Pemprov, urusan asetnya enak, bahwa kita menyewa lahan Pemprov, asetnya punya MRT,” tuturnya.

Dia pun menargetkan pada November 2026, pekerjaan Pedestrian Deck Dukuh Atas bisa dimulai oleh kontraktor yang terpilih, dan proyek diharapkan dapat rampung pada akhir tahun 2028.

“Basic design sudah selesai, sekarang kita lagi tender kontraktor, dengan harapan mudah-mudahan di November bisa on board kontraktornya ya, targetnya mudah-mudahan beres di akhir 2028,” tutur Agus.

Buka Potensi Naming Rights

Sementara itu, TOD Planning Department Head PT MRT Jakarta, Sagita Devi, menambahkan bahwa investasi bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Ke depannya, perusahaan membuka kemungkinan menerima pinjaman (loan).

“Untuk saat ini sebagian akan menggunakan dana MRT, sebagian kita sedang rencananya akan menggunakan loan,” kata Sagita.

Sagita menjelaskan, MRT Jakarta juga akan membuka kemungkinan kerja sama komersial untuk penamaan Pedestrian Deck alias naming rights. Saat ini pencarian mitra tengah dilakukan perusahaan.

“Kemarin juga Pak Gubernur (DKI Jakarta) juga sempat meng-encourage untuk para pemilik lahan dan pemilik gedung di sini untuk dapat mengambil naming rights-nya ini sendiri, karena Pedestrian Deck Dukuh Atas ini kan juga bisa menjadi salah satu ikon baru di Jakarta,” jelasnya.

Pasalnya, dia menilai bahwa Pedestrian Deck Dukuh Atas akan menjadi percontohan bagi proyek serupa di kemudian hari, karena kompleksitas jembatan ini yang harus melintasi sungai, jalan raya, hingga jalan layang (fly over).

“Mungkin di luar negeri ada yang Cincin Donut juga, cuma memang situasi kondisinya juga tantangannya berbeda karena enggak melewati sungai, enggak melewati ada flyover. Jadi ini juga bisa jadi salah satu pembelajaran arsitektur dan sipil,” ungkap Sagita.

Sumber : https://www.msn.com/id-id/berita/other/melayang-di-atas-sungai-dan-jalan-investasi-pedestrian-deck-dukuh-atas-rp-300-m/ar-AA295G6q?ocid=msedgdhp&pc=U531&cvid=6a6c20f4f779453b9ab94da9dab2bcf1&ei=43

Nyeri Pinggang Bisa Jadi Gejala Batu Saluran Kemih, Kenali Pemicunya

Nyeri Pinggang Bisa Jadi Gejala Batu Saluran Kemih, Kenali Pemicunya

KOMPAS.com – Munculnya batu di batu saluran kemih merupakan salah satu penyakit yang sering diderita orang usia produktif. Penyakit ini bisa menimbulkan gejala nyeri hebat di pinggang dan tetap terasa menusuk meski sudah berganti posisi. Meski jumlah kasusnya terus meningkat, tapi belum banyak orang yang peduli dengan penyakit ini.

Batu saluran kemih adalah massa keras seperti batu yang terletak di sepanjang saluran kemih manusia. Batu ini bisa terbentuk dari proses pembuangan sisa metabolisme yang tidak lancar, sebagai akibat dari kurang minum air putih. Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan mengonsumsi minuman manis.

“Indonesia sebagai negara tropis membuat masyarakat lebih rentan mengalami dehidrasi. Jika asupan cairan kurang, kristal dalam urine lebih mudah mengendap dan lama-kelamaan membentuk batu,” jelas dr. Boyke Budiman Sumantri Sp.U di acara pembukaan Urology & Nephrology Center Bethsaida Hospital Gading Serpong, Tangerang.

Dokter yang menjadi Ketua Urologi dan Neprology Clinic Bethsaida Hospital ini menambahkan, batu saluran kemih termasuk kasus yang paling sering ditemui di praktik dokter urologi.

Penangangan modern batu ginjal dan saluran kemih

Batu saluran kemih yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan sumbatan aliran urine, infeksi, hingga pembengkakan ginjal (hidronefrosis). Menurut dr.Boyke, bila berlangsung lama, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan gagal ginjal permanen.

Untuk penanganan batu saluran kemih, Bethsaida Hospital Gading Serpong menyediakan berbagai pilihan tindakan sesuai indikasi medis, meliputi Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), Ureteroscopy (URS), Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS), Mini Percutaneous Nephrolithotomy (Mini PCNL), hingga pemasangan Double J (DJ) Stent. Sementara itu, penanganan gangguan prostat mencakup terapi medis, biopsi prostat, Transurethral Resection of the Prostate (TURP), hingga Holmium Laser Enucleation of the Prostate (HoLEP).

Ditambahkan dr. Donny Eka Putra, Sp.U., Subsp.TRK(K), penanganan batu saluran kemih akan mempertimbangkan ukuran dan lokasi batu, kondisi anatomi saluran kemih, tingkat sumbatan, hingga kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.

“Dukungan teknologi seperti Laser Magneto membantu kami bekerja dengan tingkat presisi yang lebih tinggi, sementara pasien yang membutuhkan rekonstruksi saluran kemih memungkinkan kami menangani kasus yang lebih kompleks, mulai dari penyempitan, cedera, hingga kelainan struktur saluran kemih dalam satu layanan yang berkesinambungan,” katanya.

Selain batu saluran kemih, pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH) juga menjadi penyakit yang banyak dialami pria seiring bertambahnya usia.

Kondisi ini menyebabkan aliran urine terhambat sehingga penderitanya sering mengeluhkan sulit buang air kecil, pancaran urine melemah, atau merasa kandung kemih tidak pernah benar-benar kosong.

Deteksi dini kesehatan ginjal

Dari sisi nefrologi atau penyakit ginjal, dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD.KGH, FINASIM mengingatkan pentingnya melakukan deteksi dini, terutama pada mereka yang memiliki penyakit kronis seperti hipertensi atau diabetes.

“Penyakit ginjal sering berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan keluhan yang khas. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah yang sangat penting untuk mencegah penurunan fungsi ginjal yang lebih berat,” katanya.

Pasien dengan hipertensi, diabetes, batu saluran kemih berulang, atau riwayat penyakit ginjal dalam keluarga seperti kista ginjal, sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Pemeriksaan secara berkala sangat penting agar gangguan dapat ditemukan lebih awal dan ditangani sebelum berkembang menjadi penyakit ginjal kronis,” kata dr.Mutalib.

Sumber : https://health.kompas.com/read/26G30191500568/nyeri-pinggang-bisa-jadi-gejala-batu-saluran-kemih-kenali-pemicunya

6 Biji Tersehat yang Kaya Nutrisi, Ada Biji Labu hingga Chia Seed

6 Biji Tersehat yang Kaya Nutrisi, Ada Biji Labu hingga Chia Seed

Jakarta – Tak hanya jadi camilan, konsumsi biji-bijian seperti chia seed dan kuaci punya banyak manfaat. Ini kandungan nutrisi dan khasiatnya untuk tubuh.

Biji-bijian kecil ternyata menyimpan banyak nutrisi penting untuk tubuh. Mulai dari serat, protein, lemak sehat, hingga senyawa penting yang dibutuhkan tubuh.

Tak hanya jadi taburan makanan, tetapi juga bisa disajikan sebagai pilihan camilan sehat. Beberapa biji juga dikenal sebagai superfood karena punya manfaat kesehatan.

Konsumsinya bisa membantu mendukung kesehatan jantung, pencernaan, hingga daya tahan tubuh. Ada banyak pilihan biji sehat yang bisa dikonsumsi setiap hari.

Dikutip dari Healthline (21/7) berikut beberapa jenis biji-bijian dengan kandungan nutrisi tinggi dan manfaat baik untuk tubuh:

1. Flaxseed

Flaxseed atau biji rami kaya serat dan omega-3 (ALA). Agar omega-3 terserap optimal, sebaiknya konsumsi dalam bentuk bubuk atau biji yang sudah digiling.

Setiap 100 gram flaxseed mengandung 534 kalori, 18 gram protein, dan 27 gram serat. Biji ini juga menyediakan 6,5 gram omega-3 serta 1,7 gram omega-6.

Flaxseed juga mengandung vitamin B1, magnesium, mangan, dan antioksidan lignan. Konsumsi sekitar 2 sdm flaxseed giling per hari diyakini baik untuk kesehatan jantung.

2. Chia Seed

Chia seeds dikenal sebagai biji kaya nutrisi yang mengandung serat dan omega-3. Biji ini juga memiliki kandungan polifenol antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari radikal bebas.

Dalam 100 gram chia seeds terkandung 517 kalori, 17 gram protein, vitamin B1 sebanyak 0,5 mg, magnesium 326 mg, dan mangan 7,3 mg.

Kandungan serat dalam chia seeds membantu menjaga kesehatan pencernaan. Omega-3 dan antioksidannya juga berperan mendukung kesehatan jantung serta mengurangi stres oksidatif.

3. Hemp Seed

Masih berasal dari tanaman ramai, hemp seed dijuluki sebgai superfood. Hemp seed kaya protein berkualitas tinggi, lemak sehat omega-6 dan omega-3. Biji ini juga mengandung vitamin E, D, A, serta asam amino esensial.

Dalam 100 gram hemp seeds terkandung sekitar 31,6 gram protein, 48 gram lemak, 4 gram serat, serta berbagai mineral seperti magnesium, fosfor, dan kalium.

Kandungan polifenol dan terpenoid pada hemp seeds memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Nutrisi ini membantu menjaga kesehatan tubuh serta mendukung pola makan seimbang.

4. Biji Wijen

Wijen termasuk biji-bijian kaya nutrisi yang sering diolah menjadi minyak wijen, tahini, hingga susu wijen. Biji kecil ini mengandung lemak sehat, protein, dan antioksidan.

Dalam 100 gram wijen terkandung sekitar 573 kalori, 17 gram protein, 50 gram lemak, 12 gram serat, serta mineral seperti kalsium, magnesium, dan fosfor.

Kandungan sesamin dan sesamol pada wijen memiliki efek antioksidan dan antiperadangan. Nutrisi ini dapat membantu menjaga kesehatan jantung, menurunkan kolesterol, serta mendukung kesehatan kulit.

5. Biji Labu

Biji labu kaya nutrisi seperti serat, lemak sehat, asam amino, dan antioksidan. Biji ini mengandung tokoferol serta karotenoid yang baik untuk tubuh.

Sebanyak 100 gram pumpkin seeds mengandung 559 kalori, protein 30 gram, lemak sehat 49 gram, dan serat 6 gram. Kandungan mineralnya juga cukup melimpah.

Mengonsumsi biji labu dapat membantu menjaga kesehatan jantung, mengontrol gula darah, dan melawan peradangan. Selain itu, juga mendukung pencernaan serta membantu menjaga kesehatan hati.

6. Biji Bunga Matahari

Biji bunga matahari atau yang juga dikenal kuaci kaya protein, lemak tak jenuh, serat, vitamin E, selenium, zinc, dan berbagai mineral. Biji ini sering dijadikan camilan sehat.

Setiap 100 gram sunflower seeds menyimpan 18,9 gram protein dan beragam mineral, seperti 4,37 mg zat besi, 2,65 mg mangan, serta 302 mg magnesium.

Kandungan lemak sehat seperti asam linoleat dan oleat dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Biji ini juga memiliki antioksidan yang mendukung perlindungan sel tubuh.

Sumber : https://food.detik.com/info-sehat/d-8597092/6-biji-tersehat-yang-kaya-nutrisi-ada-biji-labu-hingga-chia-seed

Tak Mau Dikalahkan Usia, Kakek Umur 90 Tahun Masih Kuat Ikut Half Marathon

Tak Mau Dikalahkan Usia, Kakek Umur 90 Tahun Masih Kuat Ikut Half Marathon

Jakarta – Seorang kakek berusia 90 tahun membagikan rutinitas yang dilakukan dalam menjaga kebugarannya. Dia masih kuat menjalani marathon di usia senjanya.

Pria bernama Yul Kwon ini mengikuti BMO Vancouver Half Marathon pada bulan Mei lalu, dengan catatan waktu tiga jam, 50 menit, dan 33 detik. Kebugaran sudah menjadi bagian penting dari hidupnya sejak dia berusia 40-an. Ketika itu, dia mulai bermain tenis, meski harus berhenti setelah mengalami cedera siku.

Dia kemudian mengikuti lomba lari 10 km sebelum akhirnya mencoba half marathon pertamanya sejauh 21 km tiga tahun kemudian. Pada usia 68 tahun, Kwon mengikuti full marathon pertamanya di Brisbane dengan catatan waktu empat jam delapan menit.

Kemudian, pada usia 80 tahun, dia mengikuti lomba lagi dengan catatan waktu empat jam 31 menit. Dia rutin mengikuti marathon hingga tahun 2019 saat COVID-19 menyebar. Setelah perlombaan kembali digelar pada tahun 2022, Kwon fokus pada lari setengah marathon.

Selain mengikuti lomba marathon, apa saja yang dilakukan kakek ini untuk menjaga kesehatannya?

1. Makan Makanan Sehat

Kwon mempertahankan berat badannya di angka 55 kg. Dia menjaga asupan makanan dan lebih menyukai diet Mediterania.

Untuk sarapan, Kwon makan yoghurt dan oatmeal dengan buah beri. Sementara itu, saat makan siang, dia mengonsumsi buah, setengah muffin, dan telur rebus atau salad.

Untuk makan malam, dia memilih salmon, makerel, atau ayam. Dua hingga tiga kali sebulan, dia menyantap masakan Korea seperti kimchi dan sup tahu dengan nasi.

2. Menjaga Waktu Tidur

Tidur sangat penting bagi Kwon. Dia tidur sebelum pukul 23.00 dan memulai harinya pada pukul 06.00.

3. Olahraga setelah Bangun Tidur

Setelah bangun pukul 06.00, Kwon memulai harinya dengan peregangan, kemudian melakukan plank, squat, dan latihan berdiri dengan satu kaki. Setiap dua hari sekali, dia berlari sejauh 10 km.

“Kesehatan adalah yang terpenting, jadi saya memprioritaskan olahraga harian saya,” kata pria Korea-Kanada ini.

Sumber : https://health.detik.com/kebugaran/d-8597341/tak-mau-dikalahkan-usia-kakek-umur-90-tahun-masih-kuat-ikut-half-marathon

Terungkap Lewat Studi, Jenis Kopi Ini Bisa Bikin Awet Muda dan Panjang Umur

Terungkap Lewat Studi, Jenis Kopi Ini Bisa Bikin Awet Muda dan Panjang Umur

Jakarta – Bagi para pencinta kopi, mengawali hari dengan secangkir kopi hangat tentu jadi ritual wajib yang sulit dilewatkan. Berbagai studi sebelumnya sudah membuktikan mengonsumsi kurang dari empat cangkir kopi hitam tanpa gula setiap hari, punya segudang manfaat untuk kesehatan dan bikin panjang umur.
Namun, studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal NPJ Science of Food mengungkapkan fakta menarik lainnya. Efek kopi terhadap penuaan tubuh ternyata sangat bergantung pada cara penyajiannya, antara kopi saring (filtered coffee) vs kopi instan.

Kopi Saring Bikin Awet Muda

Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis data dari hampir 49.500 partisipan yang terdaftar di UK Biobank, dengan rata-rata usia 56,4 tahun. Selain mengisi kuesioner mengenai pola makan dan kebiasaan minum kopi, usia biologis para peserta juga diukur secara ketat.

Sebagai informasi, usia biologis menggambarkan kondisi kerusakan tubuh pada tingkat seluler, berbeda dari usia kronologis (jumlah tahun manusia hidup). Pengukuran ini dilakukan melalui tiga indikator utama:

  • Panjang telomer leukosit relatif (pelindung DNA pada sel).
  • Percepatan PhenoAge atau pengukuran dengan indikator tes darah rutin untuk memperkirakan tingkat penuaan sel, risiko penyakit, dan kesehatan secara keseluruhan.
  • Percepatan usia biologis Metode Klemera-Doubal atau Klemera-Doubal Method (KDM).

Hasilnya, orang-orang yang rutin meminum kopi saring mencatatkan skor percepatan usia biologis yang lebih rendah serta memiliki telomer yang lebih panjang. Dalam dunia medis, indikator ini erat kaitannya dengan proses penuaan yang lebih sehat dan lambat.

Sebaliknya, mereka yang gemar mengonsumsi kopi instan justru menunjukkan skor percepatan usia yang lebih tinggi dan ukuran telomer yang lebih pendek.

“Konsumsi kopi saring berkaitan dengan penurunan risiko penuaan biologis. Sebaliknya, kopi instan justru berhubungan dengan peningkatan risiko percepatan penuaan,” tulis kesimpulan studi tersebut, dikutip dari Huffington Post.

Tips Maksimalkan Manfaat Kopi

Ingin tetap mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal dari secangkir kopi favoritmu? Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Hindari gula tambahan: Meminum kopi tanpa gula atau pemanis buatan adalah kunci utama agar manfaat antioksidannya tidak rusak.
  • Pilih kopi saring: Menggunakan filter atau penyaring saat menyeduh kopi dinilai lebih aman dan berkhasiat bagi kesehatan sel tubuh dibandingkan kopi instan.
  • Waktu minum yang tepat: Menikmati sajian berkafein setelah selesai sarapan diketahui dapat mengoptimalkan manfaat kesehatannya bagi tubuh.

Meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hubungan sebab-akibat secara pasti, tak ada salahnya mulai beralih ke kopi saring untuk menjaga tubuh tetap awet muda.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8597444/terungkap-lewat-studi-jenis-kopi-ini-bisa-bikin-awet-muda-dan-panjang-umur#google_vignette

Bukan Cuma Apa yang Dimakan, Waktu Makan Bisa Pengaruhi Kesehatan Otak

Bukan Cuma Apa yang Dimakan, Waktu Makan Bisa Pengaruhi Kesehatan Otak

Jakarta – Kesehatan otak bisa dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi. Namun, ternyata bukan hanya itu, waktu makan juga dapat memengaruhinya.

Penelitian menemukan adanya kaitan potensial antara kesehatan otak dan jadwal makan. Hasilnya menunjukkan bahwa membatasi waktu makan pada jam-jam tertentu setiap hari dapat membantu menjaga kemampuan kognitif tetap baik seiring bertambahnya usia.

Dikutip dari laman New York Post, studi nutrisi dan kognitif dari Rutgers University yang dipresentasikan dalam pertemuan American Society for Nutrition pada Juli 2026 mengungkapkan bahwa mengonsumsi makanan hanya dalam rentang waktu 8-9 jam per hari serta berhenti makan sekitar empat jam sebelum tidur berpotensi meningkatkan fungsi kognitif pada orang dewasa yang lebih tua.

Penelitian ini melibatkan 47 perempuan berusia 50-79 tahun dengan kelebihan berat badan atau obesitas yang mengikuti program penurunan berat badan selama enam bulan.

Seluruh peserta diminta mengurangi asupan energi harian sebanyak 500 kalori. Namun, sebanyak 26 peserta juga diminta menghabiskan seluruh makanan mereka dalam waktu maksimal sembilan jam setiap hari, sedangkan peserta lainnya tetap makan seperti biasa dalam rentang sekitar 12 jam.

Kelompok yang menjalani pembatasan waktu makan umumnya makan mulai pukul 10.00 hingga 18.00, atau sekitar delapan jam setiap hari. Sementara itu, kelompok pembanding menghabiskan waktu makan rata-rata selama 12 jam.

Setelah enam bulan, kedua kelompok mengalami penurunan berat badan yang hampir sama, yakni sekitar 15 pon atau 6,8 kg. Meski demikian, peserta yang menerapkan pola makan dalam jendela waktu delapan jam memperoleh hasil lebih baik pada tes yang mengukur kemampuan perencanaan spasial dan pemecahan masalah.

Selain itu, kelompok dengan pembatasan waktu makan juga melakukan lebih sedikit kesalahan pada tes yang menilai kemampuan memori dan proses belajar.

Obesitas diketahui menjadi salah satu faktor risiko penurunan fungsi kognitif karena kelebihan jaringan lemak dapat memicu peradangan yang berpotensi merusak otak. Oleh karena itu, menurunkan berat badan memang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan otak.

“Menurunkan berat badan saja akan mencegah sebagian penurunan kognitif yang berkaitan dengan penuaan,” kata peneliti utama studi, Sue Shapses.

Namun, karena kedua kelompok kehilangan berat badan dalam jumlah yang serupa tetapi menunjukkan hasil tes kognitif yang berbeda, para peneliti menduga bahwa pembatasan waktu makan menjadi faktor yang berperan dalam perbedaan tersebut.

“Hasil ini menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengingat informasi saat menjalankan aktivitas sehari-hari serta mengurangi kesalahan yang berkaitan dengan memori, perhatian, dan pemecahan masalah,” kata Shapses.

Meski demikian, penelitian ini masih berskala kecil. Penelitian lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar masih diperlukan untuk memastikan apakah manfaat terhadap fungsi kognitif juga berlaku pada populasi yang lebih luas, sekaligus menjelaskan mekanisme yang membuat waktu makan dapat memengaruhi kesehatan otak.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8597445/bukan-cuma-apa-yang-dimakan-waktu-makan-bisa-pengaruhi-kesehatan-otak

Asbes Masih Banyak Digunakan, Apa Bahayanya Bagi Kesehatan?

Asbes Masih Banyak Digunakan, Apa Bahayanya Bagi Kesehatan?

Asbes telah lama digunakan sebagai bahan bangunan karena relatif murah, kuat, dan tahan panas. Di Indonesia, bahan ini masih dapat ditemukan pada atap, plafon, pipa, sekolah, rumah, gudang, dan bangunan industri. Karena penggunaannya begitu umum, sebagian masyarakat menganggap asbes aman.

Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan International Agency for Research on Cancer (IARC) menyatakan bahwa semua jenis asbes dapat menyebabkan kanker pada manusia. WHO juga memperkirakan lebih dari 200.000 kematian setiap tahun berkaitan dengan pajanan asbes di tempat kerja. Bahaya asbes sering tidak disadari karena gangguan kesehatan dapat baru terlihat bertahun-tahun setelah pajanan.

Karena itu, masyarakat dan pekerja perlu mengetahui kapan asbes dapat melepaskan serat berbahaya, siapa yang paling berisiko, serta langkah pencegahan yang perlu dilakukan.

Apa itu Asbes?

Asbes adalah kelompok mineral alami yang tersusun atas serat-serat sangat halus dan kuat. Sifatnya yang tahan panas, api, dan bahan kimia membuat asbes dahulu banyak digunakan pada atap, plafon, pipa, bahan isolasi, serta berbagai produk industri.

Bahan yang mengandung asbes dapat melepaskan serat ketika rusak, lapuk, dipotong, dibor, diamplas, dipecahkan, atau dibongkar. Serat tersebut sangat kecil sehingga tidak terlihat oleh mata dan dapat melayang di udara lalu terhirup. Karena itu, material yang diduga mengandung asbes tidak boleh ditangani sembarangan.

Siapa yang Berisiko?

Risiko terbesar terdapat pada orang yang bekerja langsung dengan bahan mengandung asbes atau berada di lokasi yang menghasilkan debu asbes. Kelompok yang perlu lebih waspada antara lain:

  • Pekerja konstruksi yang memasang, memotong, mengebor, atau membongkar material bangunan.

  • Pekerja renovasi, pembongkaran, dan pemeliharaan gedung, terutama pada bangunan lama.

  • Pekerja pabrik yang memproduksi atau mengolah lembaran atap, plafon, pipa, atau produk lain yang mengandung asbes.

  • Pekerja galangan kapal, industri otomotif, dan industri lain yang masih memiliki bahan isolasi atau komponen lama berbahan asbes.

  • Anggota keluarga pekerja yang dapat terpajan debu dari pakaian, sepatu, atau peralatan kerja yang dibawa pulang.

  • Masyarakat di sekitar bangunan rusak atau kegiatan pembongkaran yang tidak dikendalikan dengan baik.

Besarnya risiko dipengaruhi oleh jumlah serat yang terhirup, seberapa sering dan lama pajanan terjadi, serta mutu pengendalian di tempat kerja. Tidak semua orang yang terpajan akan mengalami penyakit, tetapi risiko meningkat seiring bertambahnya pajanan.

Mengapa Asbes Berbahaya?

Ketika terhirup, serat asbes dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan sulit dikeluarkan oleh tubuh. Serat yang menetap dapat memicu peradangan dan kerusakan jaringan dalam jangka panjang.

Dampaknya tidak selalu langsung terasa. Penyakit akibat asbes umumnya memiliki masa laten yang panjang dan dapat baru muncul 10-40 tahun atau lebih setelah pajanan pertama. Inilah sebabnya seseorang dapat merasa sehat saat ini, meskipun pernah terpajan bertahun-tahun sebelumnya.

Apa Dampak pajanan Asbes terhadap Kesehatan?

pajanan asbes terutama dapat merusak paru-paru dan selaput paru. Beberapa penyakit yang berhubungan dengan asbes meliputi:

  1. Asbestosis

Asbestosis adalah gangguan paru yang akibat penumpukan debu yang mengandung serat asbes terperangkap di dalam kantong udara dalam paru-paru (alveoli) dan membentuk jaringan parut, sehingga paru-paru menjadi kaku.  Keluhannya dapat berupa sesak napas yang makin berat, batuk menetap, dan mudah lelah. Kerusakan yang sudah terjadi umumnya tidak dapat pulih sepenuhnya.

  1. Kanker paru

Asbes meningkatkan risiko kanker paru. Risiko menjadi jauh lebih tinggi pada orang yang terpajan asbes dan juga merokok. .

  1. Mesothelioma

Kanker ganas yang paling sering menyerang selaput paru (pleura). Kanker ini jarang, tetapi memiliki hubungan yang kuat dengan pajanan asbes.

Karena penyakit-penyakit tersebut dapat berkembang perlahan, pencegahan pajanan jauh lebih penting daripada menunggu munculnya keluhan.

Kapan Harus ke Dokter?

Orang yang pernah atau masih bekerja dengan bahan mengandung asbes perlu memperhatikan perubahan pada pernapasan. Periksakan diri ke dokter apabila mengalami:

  • Batuk yang menetap atau tidak membaik.
  • Sesak napas, terutama jika semakin berat saat beraktivitas.
  • Nyeri dada yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Batuk berdarah.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Keluhan pernapasan disertai riwayat pajanan asbes.

Riwayat pekerjaan sangat penting untuk disampaikan kepada dokter, termasuk jenis pekerjaan, lama bekerja, dan aktivitas yang mungkin menghasilkan debu asbes. Pekerja yang masih berisiko juga perlu mengikuti pemeriksaan kesehatan berkala melalui program kesehatan kerja, meskipun belum memiliki keluhan.

Bagaimana Mencegah pajanan Asbes?

Pencegahan berfokus pada mencegah serat asbes terlepas dan terhirup. Untuk masyarakat maupun pekerja, langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  1. Hindari merusak bahan yang mengandung asbes

Hindari memotong, mengebor, mengamplas, atau memecahkan bahan yang diduga mengandung asbes tanpa prosedur yang aman. Kegiatan tersebut dapat melepaskan serat asbes ke udara sehingga mudah terhirup.

  1. Gunakan metode kerja yang aman

Apabila harus menangani bahan yang mengandung asbes, lakukan dengan cara yang dapat mengurangi terbentuknya debu, misalnya membasahi permukaan terlebih dahulu dan menghindari penggunaan alat yang menghasilkan banyak debu.

  1. Gunakan alat pelindung diri yang sesuai

Pekerja yang berisiko terpajan perlu menggunakan alat pelindung diri yang sesuai, terutama respirator partikulat yang memenuhi standar. Penggunaan masker kain atau masker bedah tidak memberikan perlindungan yang memadai terhadap serat asbes.

  1. Jaga kebersihan diri setelah bekerja

Setelah selesai bekerja, cuci tangan dan mandi bila memungkinkan serta ganti pakaian kerja sebelum pulang. Langkah ini membantu mencegah serat asbes terbawa ke rumah dan mengurangi risiko pajanan bagi anggota keluarga.

  1. Jangan membuang limbah asbes sembarangan

Bahan atau limbah yang mengandung asbes harus ditangani dan dibuang sesuai dengan peraturan yang berlaku agar tidak mencemari lingkungan dan membahayakan masyarakat di sekitarnya.

  1. Ikuti pemeriksaan kesehatan berkala

Bagi pekerja yang berisiko terpajan asbes, pemeriksaan kesehatan berkala penting dilakukan sebagai bagian dari program kesehatan kerja untuk membantu mendeteksi gangguan kesehatan sedini mungkin.

Mencegah pajanan jauh lebih baik daripada mengobati penyakit akibat asbes. Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan secara konsisten, risiko gangguan kesehatan akibat pajanan asbes dapat dikurangi.

Peran Tempat Kerja

Tempat kerja memiliki peran penting dalam melindungi pekerja dari bahaya pajanan asbes. Upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan penggunaan alat pelindung diri, tetapi harus dimulai dengan mengurangi atau mengendalikan sumber pajanan di lingkungan kerja.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh tempat kerja antara lain:

  • Mengidentifikasi bahan yang mengandung asbes, terutama pada bangunan atau peralatan lama, sehingga dapat dilakukan penanganan yang aman.

  • Mengurangi pelepasan debu asbes, misalnya dengan menerapkan metode kerja yang aman, menggunakan ventilasi atau sistem penyedot debu yang sesuai, serta menghindari cara kerja yang menghasilkan banyak debu.

  • Menyediakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai, seperti respirator partikulat, serta memastikan pekerja mengetahui cara menggunakan, melepas, dan merawat APD dengan benar.

  • Memberikan pelatihan kepada pekerja mengenai bahaya asbes, cara kerja yang aman, serta prosedur penanganan dan pembuangan limbah yang benar.

  • Menyediakan fasilitas kebersihan, seperti ruang ganti, tempat mencuci tangan, dan bila memungkinkan fasilitas mandi, agar serat asbes tidak terbawa pulang melalui pakaian atau peralatan kerja.

  • Melaksanakan pemantauan lingkungan dan pemeriksaan kesehatan berkala bagi pekerja yang berisiko terpajan sesuai dengan program kesehatan kerja dan ketentuan yang berlaku.

Dengan menerapkan pengendalian risiko secara menyeluruh, tempat kerja dapat mengurangi pajanan asbes dan melindungi kesehatan pekerja, sekaligus mencegah dampak terhadap keluarga dan lingkungan sekitar.

Sumber : https://ayosehat.kemkes.go.id/asbes-masih-banyak-digunakan-apa-bahayanya-bagi-kesehatan