Tanda Kekuasaan Allah pada Cicak dan Anak Burung Gagak

Tanda Kekuasaan Allah pada Cicak dan Anak Burung Gagak

Siapa yang tidak kenal dengan lagu anak-anak fenomenal berjudul “Cicak di Dinding”? Hampir semua masyarakat Indonesia pasti sangat akrab dengan lagu karya Abdullah Totong Mahmud atau AT Mahmud ini.

Lagu yang begitu viral sepanjang zaman, yang rasanya tidak perlu platform apa pun untuk menyebar, melainkan lewat mulut ke mulut seolah diwariskan dari generasi ke generasi. Lagu ini sering dinyanyikan oleh para ibu untuk menghibur anak-anak mereka.

Cicak-cicak di dinding

Diam-diam merayap

Datang seekor nyamuk

Hap, lalu ditangkap.

Tidak seperti lagu-lagu populer masa kini yang sering mengangkat tema cinta, patah hati, perselingkuhan, atau uang, “Cicak di Dinding” memiliki lirik yang sederhana namun penuh makna. Di balik kesederhanaannya, lagu ini menampilkan satu fenomena alam yang terdapat nilai ajaran dalam Islam, yaitu fenomena saat cicak mencari makan.

Lalu, nilai Islam apa yang dimaksud?

Dimensi Iman dalam Tindakan Cicak Mencari Makan

Kita mengenal cicak sebagai hewan reptil yang biasanya merayap di dinding atau tembok, hidup berdampingan dengan manusia, dan oleh sebagian orang dianggap menjijikkan.

Namun, di balik sifatnya itu, ada sesuatu yang menarik dari hewan ini. Salah satunya adalah makanannya yang tak lain adalah nyamuk atau laron, sebagaimana disebutkan dalam lagu tersebut.

Nyamuk atau laron, seperti yang kita ketahui, merupakan hewan dengan kemampuan terbang.

Sadar atau tidak, di sini logika manusia seakan diuji. Bagaimana mungkin seekor hewan yang tidak bisa terbang memakan hewan lain yang bisa terbang? Apakah cicak harus melompat untuk menangkap nyamuk?

Jawabannya, nyamuklah yang datang menghampiri, sebagaimana disyairkan dalam lagu anak-anak ini. Lantas, siapa yang mendatangkan?

Allahlah yang mendatangkan nyamuk sebagai makanan cicak karena rezeki cicak sepenuhnya di tangan Allah yang memiliki sifat ar-Raziq, Maha Pemberi Rezeki.

Fenomena ini sekaligus menjadi bukti bahwa siapa pun atau apa pun makhluk bernyawa yang berada di muka bumi pasti telah memiliki ketetapan rezeki. Manusia maupun hewan, bahkan muslim maupun kafir.

Allah subhanahu wataala berfirman,

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Hud: 6)

Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir al-Quran al-Adhim menyatakan,

Allah Taala mengabarkan bahwa Dialah yang menjadi penjamin rezeki seluruh makhluk di muka bumi, baik yang kecil maupun yang besar, yang di laut maupun yang di darat.”

Fenomena hampir serupa juga diperlihatkan oleh Allah pada salah satu makhluk-Nya, yaitu anak burung gagak (bughâts).

Keunikan anak burung ini terlihat ketika baru menetas, penampilannya tidak sama dengan induknya, melainkan berwarna putih. Hal ini menyebabkan sang induk enggan memberikan pengasuhan, termasuk memberinya makanan.

Lalu, bagaimana anak gagak ini makan?

Allah memberikannya suatu bau yang menarik serangga mendekat dan menjadi makanannya. Inilah yang konon melandasi seorang ulama ketika memohon doa kepada Allah, dia mengucap,

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا كَمَا تَرْزُقُ الْبُغَاثَ

Ya Allah, berikanlah kami rezeki sebagaimana Engkau memberikan rezeki kepada anak gagak.”

Inilah pelajaran iman yang dimaksud, yaitu tauhid bahwa Allah adalah ar-Raziq, Sang Maha Pemberi Rezeki, yang jika diteorikan maka masuk ke dalam pembagian tauhid rububiyah.

Merenungi Semua Tanda Kekuasaan Allah

Apa yang disebutkan di atas adalah kuasa Allah yang sekaligus Dia jadikan sebagai pelajaran dan tanda kekuasaan-Nya kepada hamba. Sebab, tidaklah Allah menciptakan sesuatu apa pun kecuali itu menjadi tanda kekuasaan-Nya.

Namun, hanya mereka yang menggunakan akal dan hatinya untuk berpikir yang dapat membaca dan menemukannya.

Allah subhanahu wataala berfirman,

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِ

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.” (QS. Ali Imran: 190—191)

Bertafakur adalah memikirkan dan memahami setiap hikmah dan pelajaran yang terdapat di langit dan bumi, yang menunjukkan keagungan, kuasa, ilmu, hikmah, iradah, serta rahmat-Nya. (Tafsir al-Quran al-Adhim)

Oleh karena itu, dalam sebuah hadits maukuf disebutkan bahwa tafakur atau berpikir itu lebih utama dari shalat sunah malam.

تَفَكُّرُ ‌سَاعَةٍ ‌خَيْرٌ مِنْ قِيَامِ لَيْلَةٍ

Bertafakur sejenak lebih baik dari shalat malam.” (HR. Ibnu Abi Syaibah, 19/349, no. 37307)

Imam Nawawi Banten memberikan nasihat kepada orang-orang beriman agar banyak berpikir dan merenung. Setidaknya ada lima perkara yang hendaknya dijadikan bahan untuk merenung dan bertafakur,

قَالَ جُمْهُوْرُ الْعُلَمَاءِ: إِنَّ التَّفَكُّرَ عَلَى خَمْسَةِ أَوْجُهٍ: إِمَّا فِيْ آيَاتِ اللَّهِ وَيَلْزَمُهُ التَّوَجُّهُ إِلَيْهِ وَالْيَقِيْنُ بِهِ؛ أَوْ فِيْ نِعْمَةِ اللهِ وَيَتَوَلَّدُ عَنْهُ الْمَحَبَّةُ؛ أَوْ فِيْ وَعْدِ اللهِ وَيَتَوَلَّدُ عَنْهُ الرَّغْبَةُ؛ أَوْ فِيْ وَعِيْدِ اللهِ وَيَتَوَلَّدُ عَنْهُ الرَّهْبَةُ؛ أَوْ فِيْ تَقْصِيْرِ النَّفْسِ عَنِ الطَّاعَةِ وَيَتَوَلَّدُ عَنْهُ الْحَيَاءُ

“Mayoritas ulama menyatakan bahwa tafakur harus diarahkan pada lima hal.

(1) Tafakur pada ayat-ayat Allah untuk memperkuat keimanan dan keyakinan,

(2) tafakur pada nikmat Allah untuk memunculkan rasa cinta,

(3) tafakur pada janji Allah untuk membangkitkan semangat,

(4) tafakur pada ancaman Allah untuk membangkitkan rasa takut, atau

(5) tafakur pada diri sendiri yang kurang dalam ketaatan untuk memunculkan rasa malu.” (Kasyifatu as-Saja, Nawawi al-Bantani,38)

Maka bagi orang beriman lagi berakal, tidak ada alasan untuk tidak semakin menumbuhkan dan menguatkan imannya kepada Allah, karena ketika mereka berpikir dan merenungkan apa yang ada di alam dunia, mereka akan menemukan tanda keberadaan Sang Pencipta. Wallahu alam

Sumber : https://www.dakwah.id/tanda-kekuasaan-allah-pada-cicak-dan-anak-burung-gagak/

Cara Islam Mengatasi FOMO dan Perilaku Belanja Impulsif Gen Z

Cara Islam Mengatasi FOMO dan Perilaku Belanja Impulsif Gen Z

Menemukan cara mengatasi FOMO (Fear of Missing Out) dan kebiasaan belanja impulsif adalah tantangan nyata hari ini.

Di era yang serba instan, perubahan adalah hal yang pasti. Ritme kehidupan masa kini seakan dikendalikan oleh standar Generasi Z (kelahiran 1997—2012). Segala pernak-pernik dan kebiasaan yang melekat pada mereka perlahan bergeser menjadi identitas sekaligus standar kewajaran baru bagi masyarakat luas. Kata kuncinya adalah: instan dan cepat.

Tanpa sadar, paparan informasi yang melesat cepat dan kebiasaan membandingkan diri di media sosial melahirkan generasi yang rentan secara emosional. Dari titik inilah muncul wabah psikologis bernama FOMO atau rasa takut tertinggal tren.

Ironisnya, ekosistem digital hari ini mendukung penuh gaya hidup tersebut. Berbagai kemudahan untuk menikmati hidup—mulai dari fitur paylater, pinjaman online (pinjol), hingga godaan promo e-commerce—tersedia di ujung jari. Generasi Z, yang berstatus sebagai penduduk asli era digital (digital natives), menjadi kelompok yang paling rentan terjangkit perilaku belanja impulsif.

Pembelian impulsif sering kali terjadi tanpa rencana; semata karena konsumen terpancing stimulus visual tanpa pertimbangan matang. Fenomena lonjakan pembelian boneka Labubu baru-baru ini adalah contoh nyata. Produk tersebut dibeli bukan untuk memenuhi kebutuhan dasar, melainkan demi memuaskan keinginan dan mencari validasi sosial.

Ketika keinginan ini gagal terpenuhi, yang muncul adalah krisis kepercayaan diri. Mereka merasa tertekan, teralienasi dari pergaulan, dan dihakimi sebagai kelompok yang “tidak mampu”.

Nilai prioritas pun bergeser drastis. Kepemilikan barang bermerek tak lagi sekadar soal fungsi, melainkan telah menjadi alat validasi jati diri di mata teman sebaya. Pergeseran nilai inilah yang menjadi pintu masuk bagi masalah yang lebih mengakar: Materialisme.

Materialisme di Tubuh Gen Z

Mengapa gaya hidup instan dan FOMO begitu mudah menjangkiti generasi ini? Ada dua faktor utama yang memicu perilaku khas tersebut.

Pertama, perbandingan sosial (social comparison).

Perbandingan ini mencakup banyak aspek: mulai dari adu ide dan gagasan, pencapaian finansial, hingga standar penampilan fisik.[1] Berbagai kajian psikologi menyimpulkan bahwa kebiasaan membandingkan diri ini adalah dorongan spontan yang mengakar kuat di era media sosial.

Jauh sebelum era media sosial, Islam sejatinya telah memberikan resep psikologis untuk meredam kecemasan ini. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Lihatlah ke arah orang-orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat ke arah orang-orang yang lebih tinggi dari kalian. Hal itu lebih layak agar kalian tidak memandang remeh nikmat Allah atas kalian.” (HR. Muslim No. 2963)

Membandingkan diri dengan mereka yang lebih unggul secara duniawi (upward comparison) hanya akan melahirkan kecemasan (anxiety) dan perasaan inferior.

Semakin sering membandingkan, semakin tinggi tingkat kecemasan.[2] Sebaliknya, melihat mereka yang kurang beruntung (downward comparison) akan menumbuhkan harga diri dan rasa syukur yang mendalam.

Kedua, menguatnya watak materialisme.

Materialisme pada dasarnya adalah sifat bawaan manusia yang menyukai harta. Namun, ia bisa tumbuh liar jika terus dipupuk oleh lingkungan. Materialisme menjadikan benda berwujud sebagai tolok ukur kesuksesan tunggal, yang pada akhirnya meniscayakan lahirnya budaya konsumerisme.

Secara logis, kedua pemicu di atas sebenarnya bisa dikendalikan oleh diri sendiri. Meski demikian, berbagai studi menemukan sebuah ironi: pengendalian diri Gen Z terhadap pembelian impulsif saat ini tergolong sangat lemah.[3]

Lebih jauh, fenomena ini sejatinya adalah bagian dari skenario setan untuk menyesatkan manusia melalui godaan duniawi. Allah subhanahu wata’ala berfirman mengabadikan sumpah Iblis,

“Ia (Iblis)menjawab, ‘Karena Engkau telah menyesatkan aku,pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus.Kemudian,pasti aku akan mendatangi mereka dari depan,dari belakang,dari kanan,dan dari kiri mereka.Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.’” (QS. Al-A’raf: 16—17)

Sejalan dengan ayat tersebut, manusia memang diciptakan untuk diuji. Bukan ujian pendapatan, tapi ujian untuk bersyukur atau kufur. Lihat: QS. Al-Insan: 2—3.

Reset Cara Berpikir

Lantas, bagaimana cara memutus rantai konsumerisme dan godaan kebendaan ini? Langkah pertama dan paling fundamental adalah mereset cara berpikir, dimulai dengan membongkar pemahaman yang bias tentang agama.

Selama ini, agama (ad-dīn) sering dikerdilkan sebatas ritual ibadah. Padahal, cakupannya jauh melebihi itu.

Islam tidak anti terhadap pencapaian finansial atau manfaat materi. Akan tetapi, jika dilihat menggunakan kacamata maqashid syariah (tujuan disyariatkannya hukum), materi yang didapat di dunia harus bertransformasi menjadi kesejahteraan yang etis, berkeadilan, dan membawa kemaslahatan—baik di dunia maupun di akhirat.

Keuntungan harus membawa dampak adil dan membawa maslahat luas. Ini menjadi tolok ukur dan fondasi dalam melihat maslahat. Dengannya, akan melahirkan keberkahan yang harus diyakini sebagai salah satu sebab kebahagiaan di dunia.

Dalam Islam, keuntungan (maslahat) tidak ada yang 100% murni, begitu juga dengan kerugian (mafsadat). Keduanya ditimbang dari sisi mana yang lebih dominan, dan di sinilah akal manusia berperan.

Jika ada perintah atau kewajiban yang ada sedikit unsur mafsadat, jangan dilihat dari sisi mafsadatnya. Begitu pula mafsadat, meski sudah menjadi kebiasaan dan ada sedikit unsur kepuasan bukan berarti hal tersebut dianggap maslahat. (Ahmad Raisuni, Nazhariyatu Maqâshid  inda asy-Syâthibî, 250)

Sebagai contoh:

Pernikahan membawa maslahat ketenteraman, namun menuntut mafsadat berupa tanggung jawab kerja keras menafkahi dan merawat pasangan.

Kendaraan mewah membawa kenyamanan, namun mengundang mafsadat berupa biaya perawatan (maintenance) yang mahal.

Tempat tinggal memberikan perlindungan, namun memiliki mafsadat berupa risiko terbakar, rusak akibat gempa, atau kewajiban merenovasi yang melelahkan. (Izz bin Abdis Salam, Qawâid al-Aḥkâm fî Mashâliḥ al-Anâm, 1/8)

Begitulah cara berpikir seorang Muslim dalam memahami syariat. Menjalankan perintah bukan semata-mata karena maslahatnya, tapi karena memang diwajibkan. Begitu pula meninggalkan hal yang haram.

Tolok ukur maslahat dalam Islam adalah agama dan dunia, bukan hawa nafsu. Sebab, maslahat dan mafsadat akhirat tidak bisa diketahui oleh akal, melainkan murni bersumber dari wahyu. (Asy-Syâthibî, al-Mufawaqât, 2/37—39)

Manusia adalah makhluk yang suka tergesa-gesa dan terbatas pengetahuan dan akalnya. Oleh karena itu, syariat datang memberikan batas dan ikatan, supaya manusia tidak terjerumus dalam penyesalan serta hilangnya maslahat karena ketergesaan tersebut.

Betapa banyak syahwat sesaat—seperti pinjol demi belanja impulsif—mewariskan kesedihan dan penderitaan berkepanjangan.

Di sinilah al-Quran menawarkan konsep “perdagangan” yang melampaui kalkulasi material,

اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (al-Quran), menegakkan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-teranganmereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi.” (QS. Fathir: 29)

Mereset cara pandang ini mutlak diperlukan. Ia harus dibarengi dengan kehati-hatian memilih lingkungan pergaulan, serta menyaring algoritma atau FYP (For You Page) di media sosial agar tetap sehat dan mencerahkan.

Ketaatan yang Melampaui Kalkulasi Akal

Setelah pola pikir berhasil direset, hal itu harus dieksekusi melalui tindakan praktis, yakni ibadah yang kontinu. Praktik beragama ini harus dijalankan dengan postur ketundukan penuh, tanpa harus selalu menunggu akal menemukan “untung-ruginya”.

Di era kebanjiran data (information overload), orang sering merasa bertambah pintar, padahal yang dikonsumsi hanyalah “sampah” informasi yang tidak relevan. Menggunakan akal rasional semata untuk menakar perintah agama sering kali berujung pada kebingungan.

Ambil contoh larangan mengonsumsi babi. Keharamannya bukan semata karena babi mengandung cacing pita.

Jika alasannya itu, maka apabila teknologi modern kelak mampu mensterilkan daging babi 100% dari cacing, apakah lantas babi menjadi halal? Tentu tidak. Keharaman tersebut adalah ketetapan otoritas Ilahi, bukan sebatas urusan higienitas yang bergantung pada kecanggihan teknologi.

Demikian pula dengan kewajiban shalat. Shalat tidak hanya dibebankan kepada orang kaya, orang yang sehat jasmani, yang sudah financial freedom, atau mereka yang punya banyak waktu luang. Siapa pun, dalam kondisi apa pun, wajib mendirikannya. Inti berkehidupan yang tersistem oleh agama ialah menjalankan kewajiban dan menjauhi larangan.

Oleh karena itu, menghindari kecemasan akibat upward comparison harus diiringi dengan tindakan praktis berupa istikamah melaksanakan kewajiban, meskipun kita belum mampu melihat keuntungan materialnya saat itu juga. Autentisitas al-Quran sebagai pedoman hidup sudah cukup menjadi alasan bagi kita untuk patuh.

Toh, pada masa diturunkannya syariat, kaum muslimin saat itu tidak serta-merta mendapatkan jawaban rasional atau keuntungan materi secara instan. Seiring berjalannya waktu, maslahat dari syariat tersebut mulai terkuak satu per satu dan justru memperkuat keyakinan.

Keterbatasan Akal dan Pancaindra

Kita bisa belajar dari ilmu kedokteran tentang batas kemampuan manusia. Dalam berbagai podcast kesehatan, para dokter spesialis kerap menyebutkan bahwa kanker bisa dicegah lewat gaya hidup sehat. Namun, faktanya penyebab kanker bersifat multifaktorial.

Ada orang yang sudah hidup sangat sehat, tanpa riwayat genetik, namun tetap divonis kanker. Ini adalah bukti sahih bahwa ada variabel takdir yang berada di luar jangkauan kendali akal manusia.

Dengan demikian, pemikiran yang tepat ialah menjalankan perintah agama dengan taat tanpa tapi.

Kreativitas dan pemikiran kritis Gen Z sangat dibutuhkan untuk memecahkan masalah peradaban. Namun, akal punya yurisdiksinya sendiri. Akal didesain untuk mengelola dunia, bukan untuk membongkar misteri gaib akhirat yang hanya bisa dijawab melalui iman.

Pancaindra dan akal manusia baru akan menyadari kebenaran alam akhirat dengan sempurna saat telah mengalami kematian.

Allah subhanahu wataala mengingatkan dengan tegas hal ini dalam firman-Nya QS. At-Takatsur: 1—8.

Kesimpulan

Untuk menavigasi arus kehidupan yang serba cepat ini, ada beberapa poin penting yang bisa dipegang teguh:

Pertama: Akar Masalah

Perilaku belanja impulsif dan gaya hidup FOMO, yang terutama menjangkiti Generasi Z, adalah buah dari keterbukaan informasi yang tanpa filter, memicu social comparison yang tidak sehat.

Kedua: Bahaya Materialisme

Watak dasar manusia yang mencintai gemerlap dunia, jika dibiarkan tanpa kendali (self-control), hanya akan melahirkan individu yang miskin syukur dan tersiksa oleh tuntutan sosial.

Ketiga: Solusi Holistik

Cara mengatasi FOMO adalah dengan: (1) mereset cara pandang terhadap realitas kehidupan, (2) mengimbangi dengan komunitas dan konsumsi media yang sehat, lalu (3) mewujudkannya dalam ibadah praktis yang konsisten.

Keempat: Fungsi Syariat

Aturan agama hadir sebagai pagar pembatas agar ketergesaan dan rabunnya mata manusia dalam menilai maslahat dan mafsadat tidak berujung pada penyesalan.

Kelima: Orientasi Akhirat

Menjalankan agama adalah untuk meraih kemaslahatan dunia dan akhirat, bukan karena menuntut imbalan hari ini juga. Tidak semua keuntungan (maslahat) didapat hari ini, begitu pula tidak semua kerugian (mafsadat) akan langsung terasa hari ini. Wallahu alam bish shawab.

Sumber : https://www.dakwah.id/cara-mengatasi-fomo-dalam-islam/

Madu untuk Menyuburkan Kandungan, Ini Faktanya!

Madu untuk Menyuburkan Kandungan, Ini Faktanya!

Banyak rumor yang beredar di masyarakat terkait cara meningkatkan peluang kehamilan, salah satunya adalah manfaat madu untuk menyuburkan kandungan. Namun, apakah madu memang terbukti efekfif sebagai penyubur kandungan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Madu telah lama dikenal sebagai bahan makanan dan obat herbal alami. Berkat kandungan nutrisi dan antioksidan yang melimpah, madu juga dianggap baik untuk meningkatkan kesuburan. Madu bahkan diyakini bisa digunakan untuk meningkatkan peluang kehamilan.

Mengenal Madu dan Kaitannya dengan Kesuburan

Madu mengandung berbagai zat yang memiliki sifat antioksidan, antibakteri, antiradang, hingga antikanker. Flavonoid dan polifenol adalah antioksidan utama yang terdapat pada madu.

Selain itu, madu juga mengandung beragam nutrisi, seperti:

  • Fruktosa
  • Glukosa
  • Protein
  • Mineral, termasuk magnesium, kalium, fosfat, kalsium, natrium, dan zat besi
  • Vitamin, yaitu vitamin C dan vitamin B

Karena kandungan nutrisi dan antioksidannya yang tinggi, madu telah lama digunakan sebagai salah satu pengobatan herba untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Terkait dengan kesuburan, madu memang telah lama dipercaya dapat meningkatkan kesuburan pria dan wanita. Berikut ini adalah beberapa manfaat madu sebagai obat herba untuk meningkatkan kesuburan:

Menjaga kesehatan indung telur dan kualitas sel telur

Beberapa studi menunjukkan bahwa madu dianggap mampu meningkatkan kualitas sel telur dan memelihara kesehatan indung telur (ovarium). Hal itu berkat kandungan vitamin, zat besi, mineral, dan antioksidan di dalam madu.

Meningkatkan kualitas sperma

Pada pria, kandungan antioksidan serta mineral dan vitamin yang terdapat dalam madu diketahui dapat mengatasi kondisi ketidaksuburan pada pria. Madu diyakini dapat meningkatkan produksi hormon testosteron dan meningkatkan kualitas sperma.

Memperkuat libido

Madu merupakan salah satu bahan herba yang memiliki efek afrodisiak atau meningkatkan hasrat seksual. Ini berkat kandungan zat boron di dalam madu yang diketahui dapat meningkatkan hormon testosteron. Hormon inilah yang kemudian dapat meningkatkan libido seseorang.

Sayangnya, berbagai manfaat madu sebagai penyubur kandungan di atas baru sebatas pada studi berskala kecil atau riset di laboratorium. Sejauh ini, belum ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa madu memang efektif untuk menyuburkan kandungan dan efektif digunakan sebagai obat untuk mengatasi gangguan kesuburan.

Oleh karena itu, manfaat madu sebagai penyubur kandungan masih perlu diteliti lebih lanjut. Terlepas dari khasiat madu untuk kesuburan yang belum terbukti klinis, madu memang memiliki beragam manfaat kesehatan, misalnya untuk pengobatan luka, ulkus diabetikum, dan herpes.

Madu juga diketahui dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit tertentu, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, dan kanker.

Tips untuk Meningkatkan Kesuburan

Karena belum terbukti efektif untuk meningkatkan kesuburan, Anda bisa mencoba beberapa cara lain untuk meningkatkan kesuburan, seperti:

1. Perbanyak konsumsi buah dan sayur

Perbanyak asupan makanan penyubur kandungan, buah dan sayur yang mengandung antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, beta karoten, folat, dan zinc. Antioksidan dapat melawan radikal bebas yang dapat merusak sperma dan sel telur.

2. Tingkatkan asupan kalori di pagi hari

Perbanyak asupan kalori saat sarapan dan batasi asupan kalori pada malam hari. Cara ini dapat meningkatkan jumlah produksi hormon yang berperan terhadap kesuburan, baik pada wanita maupun pria.

3. Batasi makanan atau minuman yang terlalu manis

Makanan atau minuman yang terlalu manis dapat membuat kadar gula darah tidak terkendali. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan pada hormon insulin, yaitu hormon yang berpengaruh terhadap kesuburan. Oleh karena itu, batasi mengonsumsi makanan manis atau gunakan pemanis alami seperti madu.

4. Konsumsi lemak sehat

Hindari makanan yang banyak mengandung lemak jahat, misalnya lemak trans dan lemak jenuh, karena jenis lemak ini dapat membuat berat badan cepat naik. Berat badan berlebih merupakan salah satu faktor yang dapat mengganggu kesuburan.

Sebagai gantinya, konsumsilah makanan yang kaya lemak sehat, seperti minyak zaitun, minyak jagung, atau minyak kelapa murni.

5. Perhatikan jumlah konsumsi karbohidrat

Batasi asupan karbohidrat dan perbanyak makanan berserat tinggi. Hal ini dapat memperbaiki kadar hormon yang mendukung kesuburan, terutama pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS).

6. Ganti protein hewani dengan nabati

Batasi asupan makanan yang mengandung protein hewani dan gantilah dengan makanan berprotein nabati, seperti kacang-kacangan dan biji-bijian utuh. Konsumsi pula produk susu rendah lemak.

7. Lakukan olahraga secara rutin

Untuk mengatasi masalah kesuburan, cobalah untuk rutin berolahraga sebanyak 150 menit per minggu atau 30 menit tiap harinya, dan sertai dengan pola makan sehat. Olahraga yang bisa dipilih, antara lain jalan santai, berenang, yoga, dan bersepeda.

Demikian fakta mengenai produk madu penyubur kandungan. Jadi, mulai sekarang Anda bisa mempertimbangkan kembali penggunaan madu, ya!

Sumber : https://www.alodokter.com/madu-untuk-menyuburkan-kandungan-ini-faktanya

10 Manfaat Jus Semangka, Tak Kalah Manis dengan Rasanya

10 Manfaat Jus Semangka, Tak Kalah Manis dengan Rasanya

Manfaat jus semangka sebagai pelepas dahaga tidak perlu diragukan, apalagi saat cuaca terik. Namun, tidak hanya itu saja, masih banyak manfaat lain dari jus semangka untuk kesehatan tubuh yang dapat diperoleh berkat tingginya kandungan air, vitamin, mineral, dan antioksidan.  

Minum segelas jus semangka di siang hari merupakan pilihan sehat untuk menyegarkan tenggorokan. Selain kaya manfaat karena kandungan nutrisinya yang melimpah, jus semangka juga memiliki rasa manis alami yang lebih nikmat dibandingkan jenis minuman lainnya.

Untuk nutrisinya, jus semangka mengandung karbohidrat, protein, serat, vitamin A, vitamin C, kalium, fosfor, kalsium, magnesium, serta likopen dan cucurbitacin E yang berperan sebagai antioksidan. Jumlah kalori jus semangka juga rendah. Di dalam satu gelas ukuran 200 ml hanya mengandung sekitar 72 kalori!

Kebaikan di Balik Segelas Jus Semangka

Nutrisi yang melimpah membuat manfaat jus semangka untuk kesehatan tubuh begitu menakjubkan. Hanya dengan mengonsumsi segelas jus semangka murni tanpa tambahan susu atau gula, kamu bisa memperoleh beragam manfaat berikut ini:

1. Menghidrasi tubuh

Air merupakan penyusun utama buah semangka sehingga baik untuk menghidrasi tubuh. Tubuh yang terhidrasi dengan baik memungkinkan seluruh organ berfungsi dengan normal dan kamu pun bisa beraktivitas dengan lancar.

Namun, meski kaya akan air dan rasanya enak, kamu tidak boleh menjadikan jus semangka sebagai pengganti air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan harian ya. Soalnya, jus semangka masih mengandung kalori yang jika dikonsumsi berlebihan bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

2. Meningkatkan daya tahan tubuh

Vitamin C mampu mendukung sistem kekebalan tubuh dan melawan kuman penyebab infeksi. Makanya, biar tubuh tidak mudah sakit, kamu perlu mencukupi asupan vitamin C harian. Nah, jus semangka merupakan salah satu sumber vitamin C yang murah dan mudah didapat.

3. Melancarkan pencernaan

Selain menghidrasi tubuh, kandungan air, biji dan serat dalam jus semangka juga bisa melancarkan pencernaanmu lho. Air dan serat berperan penting dalam menjaga pergerakan usus agar tetap teratur dan membantu memecah makanan sehingga tubuh bisa menyerap semua nutrisi.

4. Menjaga kesehatan kulit

Ingin punya kulit yang sehat dan tampak awet muda? Cobalah minum jus semangka. Soalnya, semangka kaya akan nutrisi yang baik untuk kesehatan kulit, seperti vitamin A, vitamin B6, vitamin C, dan likopen.

Vitamin C mampu meningkatkan produksi kolagen, sedangkan vitamin A mampu memperbaiki sel-sel kulit yang rusak dan mencegah kulit kering. Sementara itu, vitamin B6 diketahui bagus untuk merawat kulit berjerawat dan likopen bisa mencegah kulit terbakar akibat paparan sinar matahari berlebih.

5. Menjaga kesehatan mata

Tidak hanya memberi warna cerah pada jus semangka, likopen juga mampu membuat penglihatanmu tetap jernih. Jenis antioksidan ini dapat mencegah atau memperlambat pembentukan katarak, bahkan diyakini bisa menurunkan risiko terjadinya degenerasi makula.

Manfaat jus semangka untuk mata ini juga berkat vitamin A yang baik untuk kesehatan retina dan penglihatan dalam cahaya redup.

6. Mengendalikan berat badan

Kalau dikonsumsi secukupnya, manfaat jus semangka bisa mengendalikan berat badan. Kandungan air yang tinggi dalam semangka dapat memberikan sensasi kenyang lebih lama, bahkan hingga 90 menit setelah mengonsumsinya. Hal ini membuat asupan kalori harianmu bisa lebih terkontrol.

7. Meredakan nyeri otot

Sering mengalami nyeri otot setelah berolahraga? Kamu bisa nih, mengonsumsi jus semangka untuk mengatasinya. Bahkan, beberapa atlet juga minum jus semangka setelah bertanding untuk memulihkan otot mereka.

Semangka diketahui mengandung asam amino citrulline yang mampu mengurangi penumpukan laktat penyebab nyeri otot. Selain itu, senyawa ini juga membantu tubuh memproduksi nitrogen oksida untuk meningkatkan aliran darah dan fungsi otot.

8. Mengendalikan kadar gula darah

Meski indeks glikemiknya tinggi, beban glikemik semangka tergolong rendah. Beban glikemik menunjukkan seberapa besar karbohidrat dalam satu porsi makanan mampu meningkatkan gula darah. Ini artinya, jus semangka tidak menyebabkan peningkatan gula darah yang signifikan karena beban glikemiknya rendah.

Asalkan dikonsumsi tidak berlebihan atau cukup 1 gelas per hari, jus semangka bisa menjadi alternatif pengganti minuman manis yang tidak membuat kadar gula darahmu melonjak naik.

9. Menjaga kesehatan jantung

Minum jus semangka bikin jantung sehat? Kok bisa? Jadi, jus semangka mengandung likopen yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol jahat dalam darah. Jika tekanan darah dan kolesterol selalu terkontrol, kesehatan jantung pun akan selalu terjaga.

10. Menurunkan risiko terjadinya kanker

Antioksidan dalam jus semangka, yaitu likopen dan cucurbitacin E, juga bersifat antikanker. Kedua antioksidan ini bisa menghambat pertumbuhan beberapa jenis kanker, seperti kanker prostat dan kanker usus besar. Namun, manfaat jus semangka ini masih memerlukan uji klinis lebih lanjut.

Aneka manfaat jus semangka ini tidak hanya bisa kamu dapat dari daging buahnya saja, tetapi juga bijinya. Biji semangka kaya akan magnesium, folat, dan asam lemak yang diperlukan agar fungsi tubuh tetap normal. Jadi, mulai sekarang, ikut sertakan bijinya saat memblender buah semangka menjadi jus ya.

Dalam mengolah jus semangka, sebaiknya tidak menambahkan gula atau susu kental manis agar kalorinya tidak bertambah. Nah, supaya rasanya manis, pilihlah buah semangka yang matang sempurna. Kematangan semangka bisa dilihat dari adanya bercak kuning atau krem pada kulitnya serta berat buah saat ditimbang.

Sumber : https://www.alodokter.com/10-manfaat-jus-semangka-tak-kalah-manis-dengan-rasanya

Pepes Tahu, Makanan Tradisional yang Lezat dan Kaya Manfaat

Pepes Tahu, Makanan Tradisional yang Lezat dan Kaya Manfaat

Pepes tahu merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang tidak hanya lezat, tetapi juga kaya nutrisi. Hidangan ini dibuat dari tahu yang dicampur bumbu rempah, dibungkus daun pisang, lalu dikukus hingga matang. Karena tidak digoreng, pepes tahu lebih rendah minyak dan kalori dibandingkan olahan tahu lainnya.

Sebagai bahan utama, tahu merupakan sumber protein nabati yang baik. Selain itu, pepes tahu juga mengandung berbagai vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Kandungan gizinya pun dapat semakin lengkap jika ditambahkan bahan lain, seperti jamur, daun kemangi, daun bawang, atau aneka sayuran.

Kandungan Nutrisi Pepes Tahu

Dalam sekitar 100 gram pepes tahu yang diolah dengan bumbu alami tanpa digoreng terdapat 80–90 kalori dan beberapa nutrisi berikut:

  • 9–10 gram protein
  • 4–5 gram lemak
  • 1–2 gram karbohidrat
  • 200–250 milligram kalsium
  • 150–200 milligram fosfor
  • 40–60 milligram magnesium
  • 40–60 milligram kalium
  • 2–3 milligram zat besi

Selain itu, pepes tahu juga mengandung vitamin B kompleks yang berperan dalam metabolisme energi. Jika ditambahkan daun kemangi, cabai, atau sayuran lain, hidangan ini juga dapat mengandung vitamin C, serat, serta isoflavon, yaitu senyawa antioksidan alami yang berasal dari kedelai.

Manfaat Pepes Tahu bagi Kesehatan

Berkat kandungan nutrisinya, pepes tahu dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan, di antaranya:

1. Membantu memenuhi kebutuhan protein

Pepes tahu merupakan sumber protein nabati yang baik untuk tubuh. Protein dibutuhkan untuk membangun dan memperbaiki jaringan, menjaga massa otot, mendukung proses penyembuhan, serta membantu pembentukan enzim dan hormon yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh.

2. Menjaga kesehatan tulang

Kandungan kalsium, fosfor, dan magnesium dalam pepes tahu berperan penting dalam menjaga kepadatan tulang dan gigi. Asupan mineral yang cukup juga dapat membantu mempertahankan kekuatan tulang sehingga menurunkan risiko osteoporosis, terutama jika diimbangi dengan olahraga dan asupan vitamin D.

3. Membantu mencegah anemia

Pepes tahu mengandung zat besi yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Agar penyerapannya lebih optimal, pepes tahu dapat dikonsumsi bersama makanan yang kaya vitamin C, seperti tomat, paprika, atau buah jeruk.

4. Membantu menjaga berat badan

Pepes tahu termasuk makanan yang relatif rendah kalori, tetapi tinggi protein sehingga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini dapat membantu mengurangi keinginan untuk makan berlebihan atau ngemil di antara waktu makan, sehingga baik dijadikan salah satu pilihan menu saat menjaga berat badan.

5. Menjaga kesehatan sistem pencernaan

Pepes tahu yang dipadukan dengan sayuran atau jamur mengandung serat yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan saluran cerna. Serat dapat membantu melancarkan buang air besar, menjaga keseimbangan bakteri baik di usus, serta mengurangi risiko sembelit apabila dikonsumsi secara rutin sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.

6. Menjaga kesehatan jantung

Kandungan kalsium, fosfor, dan magnesium dalam pepes tahu berperan penting dalam menjaga kepadatan tulang dan gigi. Asupan mineral yang cukup juga dapat membantu mempertahankan kekuatan tulang sehingga menurunkan risiko osteoporosis, terutama jika diimbangi dengan olahraga dan asupan vitamin D.

Cara Mengolah Pepes Tahu

Pepes tahu cukup mudah dibuat di rumah dengan bahan-bahan yang sederhana. Selain menghasilkan cita rasa yang lezat, proses memasaknya yang dikukus juga membantu mengurangi penggunaan minyak sehingga lebih sehat.

Berikut ini adalah bahan-bahan dan cara mengolah pepes tahu yang bisa Anda lakukan:

Bahan-bahan

  • 300 gram tahu putih
  • 4 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 3 buah cabai merah (sesuai selera)
  • 2 butir kemiri
  • 1 batang daun bawang, iris
  • 10 gram daun kemangi
  • 50 gram wortel parut (opsional)
  • 50 gram jamur cincang (opsional)
  • 1 butir telur (opsional)
  • 1 sdt garam
  • ½ sdt gula
  • ½ sdt kaldu bubuk
  • Daun pisang dan lidi secukupnya

Cara membuat

  • Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, dan kemiri hingga lembut.
  • Hancurkan tahu, lalu campurkan dengan bumbu yang telah dihaluskan. Tambahkan garam, gula, kaldu bubuk, daun bawang, daun kemangi, wortel, jamur, dan telur, kemudian aduk hingga merata.
  • Ambil secukupnya adonan, letakkan di atas daun pisang yang telah dilayukan, lalu bungkus dan sematkan kedua ujungnya menggunakan lidi.
  • Kukus pepes tahu selama 25–30 menit hingga matang dan harum.
  • Angkat dan diamkan selama 2–3 menit. Jika perlu, panggang selama 5–10 menit agar aroma daun pisang lebih harum.
  • Sajikan pepes tahu selagi hangat.

Jika Anda memiliki alergi kedelai, penyakit ginjal, atau sedang menjalani pola makan tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui porsi konsumsi pepes tahu yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Anda juga bisa memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER kapan saja tanpa perlu ke rumah sakit untuk mengetahui apakah pepes tahu cocok dijadikan bagian dari pola makan Anda. Dokter juga dapat memberikan saran mengenai porsi konsumsi, cara mengolah pepes tahu yang lebih sehat, serta rekomendasi menu yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan Anda.

Sumber : https://www.alodokter.com/pepes-tahu-makanan-tradisional-yang-lezat-dan-kaya-manfaat

Minuman Gula Aren: Berbahaya atau Tidak?

Minuman Gula Aren: Berbahaya atau Tidak?

Minuman dengan gula aren makin sering muncul di mana-mana. Mulai dari kopi susu sampai minuman kekinian lainnya. Rasanya yang khas dan kesan “lebih alami” bikin banyak orang menganggapnya lebih sehat dibanding gula putih.

Tapi, sebenarnya aman tidak sih kalau sering diminum?

Supaya kamu tidak cuma ikut tren, penting untuk melihatnya dari berbagai sisi: mulai dari proses pembuatannya sampai dampaknya bagi tubuh.

  1. Dari Mana Gula Aren Berasal?

Gula aren dibuat dari nira pohon aren yang direbus hingga mengental lalu mengkristal. Prosesnya tergolong lebih tradisional dan minim pemurnian dibanding gula putih. Karena itu, gula aren masih mengandung sedikit mineral seperti: kalium, magnesium, dan zat besi.

Meski terdengar lebih “alami”, jumlah nutrisi ini sebenarnya sangat kecil. Jadi, jangan langsung menganggap gula aren sebagai pilihan yang bebas risiko.

  1. Tetap Saja, Gula Aren adalah Gula

Terlepas dari prosesnya, gula aren tetap termasuk gula, dengan kandungan utama sukrosa. Artinya: Gula aren tetap bisa meningkatkan kadar gula darah, dan tetap berkontribusi pada asupan kalori harian.

Memang, indeks glikemiknya sedikit lebih rendah dibanding gula putih. Tapi dalam praktiknya, perbedaan ini tidak terlalu berarti jika kamu mengonsumsinya dalam jumlah banyak.

Buat kamu yang punya diabetes atau resistensi insulin, ini jadi hal yang perlu diperhatikan serius.

  1. Risiko Kalau Mengonsumsi Gula Aren Berlebihan

Masalah utama bukan pada jenis gulanya, tapi jumlahnya. Minuman manis, termasuk yang pakai gula aren, biasanya tinggi kalori dan rendah rasa kenyang. Akibatnya, kamu bisa dengan mudah mengonsumsi kalori berlebih tanpa sadar. Kalau ini jadi kebiasaan, risikonya meningkat, seperti kenaikan berat badan, obesitas, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.

  1. Tidak Selalu Murni Gula Aren

Hal penting yang sering terlewat: banyak minuman “gula aren” di pasaran sebenarnya bukan murni gula aren. Sering kali ditambahkan gula tambahan lain, sirup, krimmer, dan susu tinggi lemak.

Contohnya kopi susu gula aren yang populer. Kombinasi bahan-bahan ini bisa membuat minuman tersebut jadi tinggi kalori, bahkan bisa disebut “bom kalori” kalau sering dikonsumsi.

  1. Boleh Tidak Konsumsi Gula Aren?

Jawabannya: boleh, selama tahu batasnya.

Mengonsumsi minuman gula aren sesekali dalam porsi wajar umumnya aman untuk orang sehat. Tubuh masih bisa memproses gula dengan baik jika tidak berlebihan. Yang jadi masalah adalah kalau diminum setiap hari, dalam porsi besar, dengan kadar gula tinggi.

Sebagai gambaran, rekomendasi umum menyarankan asupan gula tambahan tidak lebih dari 10% dari total kalori harian, bahkan idealnya di bawah 5%. Sayangnya, satu gelas minuman kekinian saja sering kali sudah mendekati atau bahkan melebihi batas tersebut.

  1. Siapa yang Harus Lebih Waspada?

Kalau kamu punya kondisi seperti diabetes, sindrom metabolik, dan berat badan berlebih, maka konsumsi gula aren perlu lebih dikontrol. Bahkan dalam porsi kecil pun, bisa berdampak pada kadar gula darah.

Dalam kondisi ini, ada baiknya diskusi dengan ahli gizi atau tenaga kesehatan untuk menentukan batas aman.

  1. Tips Supaya Tetap Bisa Menikmati Gula Aren

Kamu tetap bisa kok menikmati minuman gula aren tanpa harus “mengorbankan” kesehatan. Caranya:

    • Pilih ukuran porsi lebih kecil

    • Minta opsi “less sugar” saat membeli

    • Batasi frekuensi, misalnya hanya sesekali

    • Hindari tambahan krimer atau sirup berlebih

Alternatif lainnya, coba buat sendiri di rumah. Dengan begitu, kamu bisa mengontrol jumlah gula, memilih bahan yang lebih sehat, dan menyesuaikan rasa sesuai kebutuhan.

  1. Jangan Lupa Cek Label Gizi

Kalau kamu membeli minuman kemasan, biasakan lihat label gizinya. Perhatikan total gula, dan kalori per porsi. Semakin tinggi angkanya, semakin besar kontribusinya terhadap asupan harian kamu.

Jadi, Berbahaya atau Tidak?

Minuman gula aren bukan sesuatu yang otomatis berbahaya, tapi juga bukan pilihan sehat kalau dikonsumsi tanpa kontrol.

Intinya sederhana: Bukan jenis gula saja yang penting, tapi seberapa sering dan seberapa banyak kamu mengonsumsinya. Karena tidak ada makanan atau minuman yang sepenuhnya “jahat” atau “sempurna”. Yang menentukan dampaknya adalah kebiasaanmu sehari-hari. Kalau kamu bisa menjaga keseimbangan, menikmati minuman favorit tetap bisa jadi bagian dari gaya hidup sehat.

Sumber : https://ayosehat.kemkes.go.id/minuman-gula-aren-berbahaya-atau-tidak

Cara Membaca Label Gizi Pada Kemasan: Jangan Mudah Percaya Klaim!

Cara Membaca Label Gizi Pada Kemasan: Jangan Mudah Percaya Klaim!

Pernahkah kamu membaca label gizi di balik kemasan makanan atau minuman yang kamu beli?

Banyak orang sebenarnya melewatkan bagian ini. Alasannya klasik: malas, terburu-buru, atau memang belum paham cara membacanya. Padahal, dari label gizi itulah kamu bisa tahu apa saja yang masuk ke tubuh kamu dan keluarga.

Sering kali produk kemasan menampilkan klaim seperti “rendah lemak”, “tanpa gula”, atau “tinggi serat”. Kedengarannya sehat, tapi belum tentu sepenuhnya benar. Bisa saja itu hanya strategi pemasaran.

Nah, supaya kamu tidak mudah terkecoh, di bawah ini cara membaca label gizi dengan lebih praktis dan relevan.

 

Kenapa Label Gizi Penting untuk Kamu Perhatikan?

Label gizi menyajikan informasi lengkap tentang kandungan nutrisi dalam suatu produk, seperti: energi (kalori), makronutrien (karbohidrat, protein, lemak), mikronutrien (vitamin dan mineral), gula serta natrium (garam).

Dengan memahami ini, kamu bisa mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak jenuh berlebih, memilih makanan yang lebih tinggi serat dan protein, dan mengatur berat badan dan kesehatan metabolik dengan lebih terarah

Orang yang terbiasa membaca label gizi umumnya lebih selektif dalam memilih makanan dan cenderung menghindari produk tinggi “kalori kosong”.

 

Bagian Penting dalam Label Gizi yang Wajib Kamu Pahami

Berikut ini komponen utama yang perlu kamu perhatikan di kemasan makanan atau minuman yang kamu beli:

  1. Ukuran Porsi (Serving Size)

Ini sering banget diabaikan, padahal semua angka di label dihitung berdasarkan satu porsi. Kalau kamu makan lebih dari satu porsi, otomatis semua nilai harus dikalikan, seperti nilai kalori, karbohidrat, gula, dan lemak.

Contoh sederhana: kalau satu porsi 150 kkal dan kamu makan dua porsi, berarti totalnya 300 kkal.

Kesalahan memahami porsi ini sering jadi alasan kenapa diet terasa “tidak berhasil”.

 

  1. Kalori (Energi)

Kalori adalah sumber energi tubuh untuk beraktivitas. Kalau tujuanmu menurunkan berat badan, kamu perlu menciptakan defisit kalori.

Label gizi membantu kamu menghitung asupan energi dengan lebih akurat, asalkan kamu memperhatikan ukuran porsinya juga.

 

  1. Makronutrien: Karbohidrat, Protein, Lemak

Tiga komponen ini sangat berpengaruh pada rasa kenyang dan komposisi tubuh:

    • Karbohidrat total mencakup gula dan serat. Serat bikin kenyang lebih lama dan bagus untuk pencernaan

    • Protein penting untuk menjaga massa otot

    • Lemak tinggi energi (9 kkal/gram), jadi perlu dikontrol

Fokus utamanya: batasi lemak jenuh dan lemak trans demi kesehatan jantung.

 

  1. Gula dan Natrium

Dua komponen ini sering “tersembunyi” dalam makanan olahan:

    • Gula tambahan menyumbang kalori tanpa nutrisi penting. Idealnya kurang dari 10% total kalori harian

    • Natrium berlebih bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi

Makanya, membaca label itu penting supaya kamu tidak kebablasan konsumsi.

 

  1. %AKG / % Daily Value

Angka ini menunjukkan seberapa besar kontribusi suatu nutrisi terhadap kebutuhan harian (umumnya berdasarkan 2000 kkal). Patokan cepatnya:

    • ≤5% → rendah

    • ≥20% → tinggi

Ini membantu kamu mengambil keputusan cepat saat belanja tanpa harus mikir terlalu lama.

 

  1. Daftar Bahan (Ingredients)

Jangan cuma lihat tabel gizi—cek juga komposisinya. Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:

    • Bahan ditulis dari jumlah terbanyak ke paling sedikit

    • Kalau gula, sirup, atau tepung olahan muncul di awal, tandanya tinggi proses

Hindari produk dengan banyak bahan tambahan yang tidak perlu. Ini penting banget buat kamu yang sedang diet atau ingin makan lebih “clean”.

 

Cara Praktis Membaca Label Gizi

Supaya tidak ribet, kamu bisa pakai langkah sederhana ini:

  1. Mulai dari ukuran porsi

  2. Hitung ulang kalau kamu makan lebih dari satu porsi

  3. Perhatikan total kalori

  4. Cek %AKG terutama untuk gula, lemak, dan karbohidrat

  5. Pilih produk yang tinggi serat dan protein

  6. Lihat daftar bahan, hindari yang terlalu banyak tambahan

 

Jangan Mudah Percaya Klaim di Kemasan

Istilah seperti “natural”, “low fat”, atau “zero sugar” sering terdengar meyakinkan, tapi belum tentu sesuai kenyataan. Yang paling penting tetap angka di label gizi, bukan kata-kata di bagian depan kemasan.

Memahami label gizi bukan hal sepele. Ini adalah langkah penting supaya kamu bisa mengontrol asupan makanan, memilih produk dengan lebih bijak, dan menjalankan pola hidup sehat secara konsisten.

Mulai sekarang, jangan cuma tergoda tampilan depan kemasan. Biasakan cek bagian belakang, biar kamu benar-benar tahu apa yang kamu konsumsi.

Sumber : https://ayosehat.kemkes.go.id/cara-membaca-label-gizi-pada-kemasan-jangan-mudah-percaya-klaim

Brownies Ketan Sidoarjo: Berawal Dari Dapur Rumah Tembus Pasar Global

Brownies Ketan Sidoarjo: Berawal Dari Dapur Rumah Tembus Pasar Global

Jakarta, CNBC Indonesia – Perjalanan sukses UMKM kuliner “It’s Me Time” menjadi bukti bahwa bisnis yang dikelola secara serius dan didukung pendampingan yang tepat dapat tumbuh secara berkelanjutan. Usaha brownies ketan dengan varian unggulan Choco Chip asal Sidoarjo, Jawa Timur, ini dirintis oleh Jalian Setiarsa pada 2 November 2017.

Bermula dari dapur rumah dengan kapasitas produksi sekitar 300 buah per bulan, Arso perlahan melihat peluang untuk mengembangkan usahanya seiring meningkatnya permintaan pasar. Untuk mendukung pengelolaan usahanya yang semakin berkembang, ia mulai menjadi nasabah simpanan BRI sejak tahun 2018 dan menjalin hubungan perbankan yang kemudian membuka akses terhadap berbagai layanan dan solusi finansial BRI.

Pria yang kerap disapa Arso ini mengatakan bahwa dukungan BRI tidak hanya dirasakan dari sisi pembiayaan, tetapi juga dari proses pendampingan yang diberikan secara langsung oleh petugas BRI di lapangan.

“Saya merasakan bagaimana petugas BRI turut memahami kebutuhan usaha kami, memberikan penjelasan dengan ramah, serta membantu proses bisnis saya berjalan lebih mudah dan sesuai kebutuhan bisnis,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).

Lebih lanjut, Arso menyebut selama menjadi bagian dari keluarga besar nasabah BRI, dia merasakan betul keseriusan dan komitmen BRI dalam menyokong pelaku usaha cilik. Bahkan, segala dukungan dari petugas BRI menjadi pemantik semangat untuk terus membesarkan usahanya, karena merasa tidak berjalan sendirian dalam menghadapi tantangan modal usaha.

Setelah mantap menjadi nasabah, Arso pun kian melangkah lebih jauh ke dalam ekosistem pembinaan dengan bergabung sebagai salah satu anggota Rumah BUMN BRI. Di sinilah proses transformasi usahanya mulai berlangsung secara lebih terarah. Melalui pendampingan yang diberikan secara rutin, tim Rumah BUMN membantu Arso membenahi berbagai aspek bisnis, mulai dari tata kelola usaha, peningkatan kualitas produksi, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran.

“Petugas Rumah BUMN membimbing It’s Me Time secara mendalam dan intensif untuk membenahi aspek manajerial. Banyak sekali pelatihan-pelatihan bisnis yang makin membuat saya paham dalam mengurus bisnis,” katanya.

Ia menyebut bahwa para mentor mendampingi Arso melakukan penataan tempat kerja, mulai dari memisahkan area dapur produksi dengan tempat tinggal pribadi, hingga memfasilitasi pengurusan berbagai legalitas baku. Berkat bimbingan berkelanjutan tersebut, produk pangan ini berhasil memperoleh berbagai pengakuan resmi dari skala nasional hingga global, meliputi sertifikat PIRT, Halal, GMP, SNI, hingga standar keamanan pangan internasional Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

Langkah penataan mutu dan standardisasi itu pun sukses mengantarkan bisnis kuliner ini naik kelas ke level yang jauh lebih tinggi. Pada tahun 2021, volume produksi It’s Me Time melonjak tajam hingga menyentuh angka 20.000 hingga 25.000 buah per bulan, dengan jangkauan pemasaran yang meluas ke Pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan melalui kanal penjualan daring dan luring.

Puncaknya, BRI secara aktif membukakan akses pasar dunia dengan mengikutsertakan mereka pada ajang pameran bergengsi seperti Brilianpreneur, Trade Expo Indonesia, Halal Food Turki, hingga Indonesian Exhibition Australia. Jaringan internasional tersebut berhasil membuahkan transaksi realisasi ekspor ke Turki dan Hong Kong pada 2021, Singapura dan Australia pada 2022, hingga Malaysia pada 2023, yang turut dibarengi raihan penghargaan bergengsi seperti Produk Terbaik No. 1 BRI hingga peringkat utama di ajang SNI Award.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program pelatihan rutin, pendampingan yang intens, sampai ke dukungan pembiayaan. Fasilitas-fasilitas inilah yang membuat wawasan kami jadi lebih terbuka dalam mengelola bisnis, sekaligus membuka jalan buat pemasaran produk kami jadi jauh lebih luas,” ungkap Arso.

Senior Executive Vice President Ultra Micro Business BRI M. Candra Utama menegaskan bahwa BRI memiliki komitmen jangka panjang untuk selalu hadir mendampingi perjalanan usaha para pelaku industri kreatif lokal dari akar rumput sebagai upaya untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“BRI berkomitmen untuk terus mendorong UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh dan naik kelas secara berkelanjutan. Melalui Rumah BUMN, kami fokus pada peningkatan kapasitas usaha dan literasi digital agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh berkelanjutan dan naik kelas,” pungkas Candra.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260712210932-25-750235/brownies-ketan-sidoarjo-berawal-dari-dapur-rumah-tembus-pasar-global

Google Rupanya Pantau Kita 24 Jam Penuh, Buruan Setop Pakai Cara Ini

Google Rupanya Pantau Kita 24 Jam Penuh, Buruan Setop Pakai Cara Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Banyak pengguna internet tidak menyadari aktivitas mereka saat menggunakan layanan Google terus direkam. Mulai dari pencarian di mesin telusur, video yang ditonton, hingga lokasi yang dikunjungi dapat menjadi bagian dari data yang dikumpulkan perusahaan.
Informasi tersebut kemudian dimanfaatkan Google untuk membangun profil pengguna berdasarkan kebiasaan, minat, dan aktivitas sehari-hari. Profil ini digunakan agar layanan menjadi lebih personal, sekaligus menampilkan iklan yang dinilai paling relevan.

Meski begitu, pengguna sebenarnya memiliki kendali untuk membatasi proses pelacakan tersebut. Google menyediakan pengaturan yang memungkinkan aktivitas pencarian dan penggunaan aplikasi tidak lagi disimpan secara otomatis.

Berikut cara menghentikan Google mengumpulkan data pengguna, dikutip dari CNET, Minggu (19/7/2026):

– Buka laman Google.com melalui browser di desktop atau ponsel.

– Masuk ke akun Google.

– Pilih menu Manage your Google Account.

– Masuk ke Privacy & Personalization, lalu pilih Manage your Data & Personalization.

– Gulir ke bawah hingga menemukan Activity Controls, kemudian pilih Manage your Activity Controls.

– Pada bagian Web & App Activity, geser tombol (toggle) hingga nonaktif.

– Setelah muncul konfirmasi, pilih Pause untuk menghentikan penyimpanan aktivitas.

Perlu diketahui, setelah fitur ini dimatikan, iklan yang muncul kemungkinan tidak lagi sesuai dengan minat pengguna. Pengalaman menggunakan berbagai layanan Google juga akan menjadi lebih sedikit dipersonalisasi.

Selain itu, menonaktifkan pelacakan tidak otomatis menghapus data yang telah tersimpan sebelumnya. Pengaturan tersebut hanya mencegah Google mengumpulkan aktivitas baru di masa mendatang.

Data yang Dikumpulkan Google

Google mengumpulkan berbagai informasi pengguna melalui layanan seperti Gmail, Google Search, hingga perangkat Android. Data tersebut digunakan untuk memahami preferensi pengguna dan meningkatkan layanan.

Berikut beberapa jenis data yang dikumpulkan Google, dikutip dari CNBC Internasional:

– Nama, jenis kelamin, dan tanggal lahir.

– Nomor telepon.

– Riwayat pencarian di Google.

– Situs web yang dikunjungi.

– Minat pengguna, mulai dari olahraga hingga makanan dan minuman favorit.

– Tempat bekerja.

– Alamat tempat tinggal.

– Video yang ditonton.

Pengguna juga dapat melihat data apa saja yang tersimpan pada masing-masing layanan Google melalui halaman pengaturan akun.

Jenis Iklan yang Diminati

Untuk mengetahui kategori iklan yang dipersonalisasi oleh Google, masuk ke akun Google lalu pilih Manage Ads Settings. Halaman tersebut menampilkan informasi seperti usia, jenis kelamin, hingga topik iklan yang diperkirakan sesuai dengan minat pengguna, termasuk daftar iklan yang pernah diblokir.

Tempat yang Pernah Dikunjungi

Riwayat lokasi pengguna juga dapat tersimpan melalui fitur Google Location History yang terhubung dengan Google Maps. Di sana pengguna bisa melihat lokasi-lokasi yang pernah dikunjungi.

Aktivitas YouTube

Google turut menyimpan aktivitas pengguna di YouTube, termasuk riwayat pencarian dan video yang ditonton. Informasi tersebut dapat dilihat melalui menu Search dan YouTube Watch History.

Hapus Riwayat Internet

Selain mematikan pelacakan, pengguna juga dapat mengurangi jejak digital dengan menghapus riwayat penelusuran di browser.

Berikut caranya:

1. Google Chrome

Buka menu Settings, pilih Privacy & Security, lalu klik Clear browsing data.

Pilih rentang waktu yang ingin dihapus, kemudian tekan Clear data.

2. Mozilla Firefox

Masuk ke Settings > Privacy & Security, lalu gulir ke bagian Cookies & Site Data.

Pengguna dapat menghapus seluruh data atau mengatur Firefox agar otomatis menghapus data penelusuran setiap kali browser ditutup.

3. Safari

Masuk ke menu Clear History, pilih periode waktu yang ingin dihapus, lalu tekan Clear History.

4. Microsoft Edge

Klik ikon tiga titik di pojok kanan atas, masuk ke Settings > Privacy, lalu pilih Clear browsing data dan klik Choose what to clear.

Pilih jenis data yang ingin dihapus, kemudian tekan Clear Now.

5. Opera

Masuk ke Settings, buka menu Privacy & Security, lalu pilih Browsing data.

Selanjutnya klik Clear, tentukan jenis data dan rentang waktu yang ingin dihapus, kemudian pilih Clear Data.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260719111429-37-751943/google-rupanya-pantau-kita-24-jam-penuh-buruan-setop-pakai-cara-ini

Ciri Orang Psikopat Mudah Dikenali, Bisa Dilihat dari Makanan Kesukaan

Ciri Orang Psikopat Mudah Dikenali, Bisa Dilihat dari Makanan Kesukaan

Jakarta, CNBC Indonesia – Kepribadian seseorang ternyata dapat tercermin dari banyak hal, termasuk pilihan makanan favoritnya. Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara preferensi terhadap rasa tertentu dengan sifat-sifat kepribadian, termasuk kecenderungan perilaku antisosial yang kerap dikaitkan dengan psikopat.

Meski begitu, para ahli menegaskan, menyukai makanan tertentu bukan berarti seseorang otomatis merupakan psikopat. Preferensi makanan hanya menunjukkan korelasi dalam penelitian, bukan menjadi alat diagnosis gangguan kepribadian.

Eric Patterson, seorang konselor profesional berlisensi yang berbasis di Cabot, Pennsylvania menjelaskan, dalam dunia kesehatan mental sendiri, istilah psikopat bukan merupakan diagnosis medis resmi.

Kondisi yang paling dekat dengan istilah tersebut adalah gangguan kepribadian antisosial atau Antisocial Personality Disorder (ASPD), yang hanya dapat ditegakkan melalui pemeriksaan oleh tenaga profesional. Berikut adalah beberapa tanda dan gejala ASPD mengutip Psych Central, Minggu (19/7/2026).

1. Mengabaikan hak orang lain dan nilai-nilai di masyarakat

Patterson bilang, mengabaikan hak orang lain adalah salah satu tanda ASPD yang paling menonjol. Perilaku ini melanggar hak-hak orang lain dan hukum yang telah ditetapkan oleh masyarakat.

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi ke-5 mencatat, penderita ASPD menunjukkan pola pengabaian terhadap hak orang lain. Seseorang dengan ASPD mungkin tidak mengikuti norma-norma sosial, dan mereka mungkin melakukan hal-hal yang dianggap melanggar hukum oleh orang lain.

Penelitian pada tahun 2018 menunjukkan, orang-orang dengan psikopati memiliki kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain tetapi mereka tidak terampil dalam hal ini, sehingga berkontribusi pada ketidakpedulian mereka terhadap orang-orang di sekitar mereka.

2. Berbohong dan manipulatif

Orang dengan ASPD juga cenderung melakukan kebohongan. Mereka bahkan berbohong tentang namanya dan menggunakan nama samaran atau identitas lainnya.

Biasanya, kebohongan dilakukan untuk mendapatkan sesuatu dari orang lain, seperti seks atau keuntungan finansial. Mereka mungkin memanipulasi orang dengan menggunakan pesona dan pujian. Manipulasi ini mungkin juga melibatkan pelecehan emosional atau pemerasan.

3. Agresif

Penting untuk diperhatikan tidak semua psikopat agresif secara fisik. Namun ciri umum di antara orang-orang dengan ASPD adalah mereka bertindak agresif atau sangat mudah tersinggung. Agresif tidak harus bersifat fisik, tapi juga bisa melibatkan pelecehan verbal.

4. Impulsif

Orang dengan ASPD mungkin bertindak impulsif. Artinya mereka melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.

Ketika melakukan hal berisiko, mereka mungkin tidak memikirkan keselamatan mereka sendiri atau keselamatan orang lain. Sebagian karena sifat impulsif ini, orang dengan ASPD lebih mungkin mengalami gangguan penggunaan narkoba dibandingkan orang lain.

Orang dengan ASPD juga memiliki peluang lebih tinggi tertular Infeksi Menular Seksual (IMS) karena perilaku seksual impulsif, dan mungkin memiliki angka kematian lebih awal dibandingkan orang tanpa gangguan tersebut karena kecelakaan, cedera, dan bunuh diri.

5. Tidak memiliki rasa penyesalan

Seseorang dengan ASPD tidak memiliki penyesalan atas tindakan mereka, meskipun mereka telah berbohong hingga melanggar hak orang lain. Dengan kata lain, mereka tidak merasa bersalah atas apa yang telah mereka lakukan.

Hubungan antara makanan dan kepribadian

Para peneliti dari University of Innsbruck di Austria menyelidiki preferensi selera 953 orang Amerika. Para peserta ditanya tentang keberpihakan mereka terhadap makanan dan minuman manis, asam, asin, dan pahit.

Mereka juga harus menjawab empat survei kepribadian berbeda yang menilai ciri-ciri kepribadian antisosial seperti psikopat, narsisme, agresi, dan sadisme. Para peneliti mengatakan mereka menemukan hubungan antara peningkatan kenikmatan makanan pahit dan kecenderungan perilaku sadis.

Secara khusus, perilaku sadisme sehari-hari secara signifikan berkorelasi positif dengan preferensi rasa pahit secara umum.

Makanan yang disukai orang dengan kecenderungan psikopat

Dalam mempelajari preferensi makanan, penelitian lain yang dilakukan Sagioglou dan Greitemeyer juga menunjukkan korelasi positif antara preferensi rasa pahit dan sifat kejam.

Makanan dan minuman pahit itu di antaranya adalah kopi, lobak, bir, air tonik, dan seledri. Dibandingkan dengan rasa lain, pahit lebih menunjukkan “sisi psikopat” pada masing-masing orang.

Sagioglou dan Greitemeyer mencatat, supertasting, yang didefinisikan sebagai peningkatan kepekaan terhadap rasa pahit, berkaitan dengan tingkat emosi yang lebih tinggi pada manusia. Hal yang sama juga ditemukan pada tikus.

Dan sesuai dengan sifatnya, orang yang ramah lebih suka makanan manis, seperti permen dan cokelat, serta tidak suka makanan pahit.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/news/20260719112710-4-751945/ciri-orang-psikopat-mudah-dikenali-bisa-dilihat-dari-makanan-kesukaan