7 Kebiasaan Orang Tua Ini Merusak EQ Anak, Wajib Hindari

7 Kebiasaan Orang Tua Ini Merusak EQ Anak, Wajib Hindari

Jakarta, CNN Indonesia — Memiliki anak dengan kecerdasan emosional atau EQ yang baik tentu menjadi harapan banyak orang tua. Soalnya, kesuksesan anak di masa depan tidak hanya ditentukan oleh IQ, tetapi juga oleh EQ.

EQ membantu anak memahami emosi, berempati, mengelola stres, dan menyelesaikan konflik dengan lebih sehat. Namun untuk meningkatkan EQ anak, penting bagi orang tua untuk menjadi role model bagi anak.

Sayangnya, ada sejumlah kebiasaan orang tua yang merusak EQ anak tanpa disadari. Ini dia beberapa di antaranya:

1. Terlalu sering menghindarkan anak dari kegagalan

Sebagai orang tua, wajar jika ingin melindungi anak dari kesulitan. Namun, terlalu sering turun tangan untuk mencegah anak gagal justru membuat mereka tidak belajar menghadapi tantangan.

Menurut CNBC Make It, anak perlu merasakan kegagalan sebagai bagian dari proses tumbuh kembang. Dari kegagalan, mereka belajar bangkit, mencoba lagi, dan membangun ketangguhan emosional.

2. Meremehkan perasaan anak

Kalimat seperti “jangan lebay” atau “itu bukan masalah besar” sering terdengar sepele, tetapi dampaknya cukup dalam. Saat perasaan anak diremehkan, mereka belajar emosinya tidak penting.

Akibatnya, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang sulit mengekspresikan perasaan dengan sehat. Orang tua perlu memvalidasi emosi anak, lalu bantu dengan mencari solusi bersama.

3. Menuntut kesempurnaan

Mendorong anak untuk berprestasi memang baik, tetapi menuntut kesempurnaan secara terus-menerus bisa menjadi beban psikologis.

Kebiasaan orang tua yang satu ini dapat merusak EQ anak. Ekspektasi yang terlalu tinggi dapat membuat anak takut salah, mudah cemas, dan kehilangan rasa percaya diri.

4. Mengancam akan meninggalkan anak

Saat anak tantrum di tempat umum, orang tua mungkin tergoda mengucapkan ancaman seperti, “Kalau kamu tidak ikut, Ayah/Ibu tinggal.”

“Mengancam anak bisa sangat menakutkan karena anak-anak mengandalkan orang dewasa untuk menjaga keselamatan mereka,” kata pakar perkembangan anak, Tovah Klein, seperti dilansir Business Insider.

Jika rasa aman itu terganggu, anak bisa menjadi cemas dan takut ditinggalkan. Disiplin tetap penting, tetapi gunakan cara yang tegas tanpa menakut-nakuti.

5. Selalu berusaha membuat anak bahagia

Ingin anak bahagia adalah hal yang sangat wajar. Namun, berusaha membuat anak senang sepanjang waktu justru tidak realistis. Anak juga perlu belajar menghadapi rasa kecewa, kesal, dan sedih.

“Hal itu tidak memberi anak kesempatan untuk belajar mengatasi perasaan negatif. Ketika anak-anak mengalami stres ringan, mereka belajar mengatasi rintangan. Hal itu membantu membangun resiliensi,” ujar Klein.

6. Pengabaian emosional

Pengabaian emosional terjadi saat orang tua kurang memberikan perhatian, validasi, dan dukungan emosional pada anak. Kondisi ini bisa membuat anak merasa tidak dicintai, tidak berharga, dan kesepian.

Mengutip Healtians, dalam jangka panjang, pengabaian ini dapat memicu rendahnya harga diri, kecemasan, hingga depresi.

7. Terlalu mengontrol atau micromanaging

Orang tua yang terlalu mengatur setiap langkah anak dapat membuat mereka kehilangan rasa mandiri. Sikap terlalu mengontrol ini sering membuat anak merasa tidak dipercaya, mudah tertekan, dan takut mengambil keputusan.

Padahal, EQ berkembang saat anak diberi ruang untuk berpikir, memilih, dan belajar dari konsekuensi. Jika semua hal diatur orang tua, anak akan kesulitan mengenali kemampuan dirinya sendiri.

Membesarkan anak dengan EQ tinggi membutuhkan kesabaran, empati, dan komunikasi yang sehat. Hindari kebiasaan orang tua yang dapat merusak EQ anak seperti yang disebutkan di atas.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260812072033-284-1391268/7-kebiasaan-orang-tua-ini-merusak-eq-anak-wajib-hindari

Jenis suplemen berikut dapat bantu tidur jadi lebih nyenyak

Jenis suplemen berikut dapat bantu tidur jadi lebih nyenyak

Jakarta (ANTARA) – Menurut banyak penelitian, magnesium adalah jenis mineral yang diketahui dapat mendukung kualitas tidur jadi lebih baik dan membantu proses relaksasi tubuh.

Beberapa penelitian menunjukkan magnesium dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, terutama pada orang yang memiliki kadar magnesium rendah, meskipun temuannya beragam dan dibutuhkan lebih banyak penelitian berkualitas tinggi sebagaimana dikutip dari siaran Eating Well pada Senin (10/8).

Ahli gizi terdaftar Toby Amidor, M.S., RDN, CDN mengatakan magnesium dapat dikonsumsi tanpa dicampur dengan kandungan dalam suplemen lain terlebih dahulu untuk dapat melihat respons tubuh. Hal ini dilakukan guna menghindari variabel yang mempersulit untuk mengetahui hasil sebenarnya.

“Saya lebih suka seseorang melihat bagaimana magnesium bekerja untuk mereka terlebih dahulu, kemudian mempertimbangkan untuk menambahkan satu suplemen lain dengan bijak, daripada mengonsumsi beberapa suplemen sekaligus dan berharap ada yang membantu,” kata Amidor.

Meski demikian, dia tidak menutup kemungkinan bahwa magnesium dapat dikonsumsi bersama dengan suplemen lain seperti beberapa jenis berikut.

Ashwagandha
Ashwagandha adalah ramuan yang digunakan dalam pengobatan tradisional, sering digambarkan sebagai adaptogen yaitu zat yang dipercaya membantu tubuh beradaptasi dengan stres.

Beberapa studi kecil menunjukkan bahwa ashwagandha dapat meningkatkan kualitas tidur dan membantu orang merasa kurang stres, yang secara tidak langsung dapat mendukung tidur. Namun, para ahli sepakat bahwa penelitian masih terus berkembang karena desain studi sangat bervariasi, dan data keamanan jangka panjang terbatas.

“Ashwagandha menunjukkan beberapa potensi, terutama bagi orang yang tidurnya terpengaruh oleh stres. Tetapi saya selalu mengingatkan klien bahwa studi-studi tersebut berskala kecil dan jangka pendek. Ini mungkin melengkapi magnesium bagi seseorang yang mengalami masalah tidur terkait stres, namun kita tidak boleh melebih-lebihkan apa yang dapat dilakukannya,” kata Amidor.

Catatan lain yakni ashwagandha dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu dan tidak dianjurkan selama kehamilan, menyusui, atau untuk orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

L-Theanine
L-theanine adalah asam amino yang ditemukan secara alami dalam daun teh. Jenis ini sering dipelajari karena efek menenangkan dan membantu rileksasi tubuh dari rasa mengantuk di siang hari.

Beberapa temuan menunjukkan bahwa L-theanine dapat membantu orang lebih mudah tertidur dan merasa lebih segar, mungkin dengan meningkatkan relaksasi dan mengurangi stres daripada secara langsung menyebabkan tidur.

Meskipun demikian, penelitian masih terbatas, dan banyak studi menggunakan ukuran sampel kecil atau menggabungkan L-theanine dengan bahan lain, sehingga sulit untuk mengisolasi efeknya.

Ahli gizi Jamie Lee McIntyre, M.S., RDN menyebut bila dipadukan dengan magnesium yang juga mendukung relaksasi, keduanya mungkin merupakan kombinasi yang masuk akal untuk dicoba.

Walaupun untuk dosis yang tepat sebaiknya dikonsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan terlebih dahulu, terutama jika sedang mengonsumsi obat atau suplemen lain.

Melatonin
Melatonin adalah hormon yang diproduksi tubuh secara alami, dan kadarnya meningkat saat malam tiba. Melatonin membantu mengatur siklus tidur-bangun dan memberi sinyal kepada tubuh bahwa sudah waktunya untuk tidur.

Studi menunjukkan bahwa melatonin dapat membantu tertidur sedikit lebih cepat dan dapat sangat bermanfaat jika jadwal tidur yang terganggu, seperti karena jet lag atau kerja shift.

Secara umum, melatonin dianggap paling bermanfaat untuk masalah tidur yang berkaitan dengan waktu daripada sebagai alat bantu tidur setiap malam.

“Jika seseorang sudah menggunakan magnesium dan menambahkan dosis rendah melatonin untuk jangka waktu singkat, itu mungkin pendekatan yang masuk akal dan berdasarkan bukti, tetapi tidak dimaksudkan untuk penggunaan setiap malam tanpa batas waktu tanpa panduan,” ujar Mclntyre

Dikarenakan melatonin dapat memengaruhi orang secara berbeda, sebaiknya mulai dengan dosis terendah dan berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan, terutama bagi ibu hamil, menyusui atau mengonsumsi obat lain.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5688929/jenis-suplemen-berikut-dapat-bantu-tidur-jadi-lebih-nyenyak

Friendship Recession, Kenapa Makin Susah Punya Teman Dekat di Usia 30-an?

Friendship Recession, Kenapa Makin Susah Punya Teman Dekat di Usia 30-an?

Liputan6.com, Jakarta – Memiliki teman dekat terasa semakin sulit ketika seseorang memasuki usia 30-an. Kesibukan pekerjaan, hubungan romantis, keluarga, tekanan finansial, dan perubahan tempat tinggal membuat waktu untuk membangun hubungan sosial semakin terbatas.

Fenomena tersebut menjadi bagian dari friendship recession, istilah yang digunakan untuk menggambarkan penurunan kualitas dan jumlah hubungan pertemanan dekat di kalangan orang dewasa. Sejumlah peneliti di berbagai negara mencatat, semakin banyak orang yang memiliki lebih sedikit teman dekat sekaligus mengalami kesepian.

Melansir Mirage News, Selasa (11/8/2026), persahabatan tidak pernah benar-benar menjadi sekadar kesenangan tambahan. Sepanjang sejarah manusia, hubungan sosial menjadi bagian penting untuk bertahan hidup.

Kondisi kehidupan modern membuat pola tersebut berubah. Masyarakat kini lebih sering berpindah kota untuk pekerjaan, pendidikan, atau mencari biaya hidup yang lebih terjangkau. Perpindahan tersebut dapat membuka kesempatan baru, tapi juga memutus jaringan sosial yang terbentuk sejak lama.

Orang yang pindah tempat tinggal harus kembali membangun lingkaran pertemanan dari awal. Proses tersebut membutuhkan waktu dan kesempatan untuk bertemu orang yang sama secara berulang. Situasi ini berbeda dengan masa sekolah atau kuliah ketika seseorang berada dalam lingkungan yang sama setiap hari.

Ruang sosial yang memungkinkan orang bertemu secara spontan juga semakin terbatas. Kafe, taman, perpustakaan, pusat komunitas, dan berbagai tempat berkumpul informal sebelumnya menjadi ruang yang memungkinkan hubungan berkembang secara alami.

Perubahan pola hidup membuat kesempatan tersebut berkurang. Biaya hidup yang meningkat, kawasan permukiman yang semakin menyebar, serta kebiasaan berinteraksi secara digital turut mengubah cara orang bertemu dan berkomunikasi.

Faktor-Faktor Lainnya

Kesibukan menjadi tantangan lain bagi pertemanan di usia 30-an. Karier memasuki fase yang lebih menuntut, sementara sebagian orang mulai membangun keluarga dan menghadapi kebutuhan finansial yang lebih besar. Orang yang memiliki anak juga harus membagi waktu untuk mengurus keluarga dan pekerjaan.

Persahabatan membutuhkan konsistensi, waktu, dan keterbukaan emosional. Ketika energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari sudah terkuras, seseorang cenderung menempatkan pertemanan di urutan belakang.

Faktor psikologis turut membuat proses mencari teman baru terasa lebih rumit. Orang dewasa biasanya lebih sadar terhadap penilaian sosial dan pengalaman buruk dari hubungan sebelumnya. Mereka dapat merasa khawatir dianggap terlalu membutuhkan perhatian, mengganggu, atau tidak diterima oleh lingkungan baru.

Keraguan tersebut membuat banyak orang menunggu pihak lain mengambil langkah pertama. Dua orang yang sebenarnya sama-sama ingin berteman akhirnya tidak melakukan apa pun karena sama-sama takut memulai.

Teknologi Jadi Solusi?

Perubahan identitas juga memengaruhi proses tersebut. Memasuki usia dewasa, seseorang biasanya sudah memiliki kebiasaan, nilai, batasan, serta preferensi yang lebih jelas. Kondisi itu dapat membantu memperkuat hubungan yang sudah ada, tapi sekaligus mempersempit kemungkinan menemukan orang baru yang benar-benar cocok.

Teknologi menawarkan cara baru untuk mempertahankan hubungan, tapi tidak selalu menghasilkan kedekatan emosional. Media sosial memungkinkan seseorang mengikuti kehidupan teman tanpa benar-benar berinteraksi secara mendalam.

Kebiasaan mengirim meme, memberikan reaksi pada unggahan, atau bertukar pesan singkat dapat menjaga komunikasi. Interaksi tersebut belum tentu menggantikan pengalaman bertemu secara langsung dan menjalani rutinitas bersama.

Teknologi tetap dapat membantu orang dewasa membangun hubungan sosial. Komunitas daring, aplikasi pertemanan, dan platform berbasis minat dapat mempertemukan orang dengan ketertarikan yang sama. Fungsinya menjadi lebih efektif ketika interaksi digital berlanjut ke pertemuan langsung.

Tak Sama untuk Semua Orang

Friendship recession tidak dialami semua orang dengan cara yang sama. Pria dapat menghadapi hambatan untuk membangun pertemanan dekat karena norma yang menuntut kemandirian dan membatasi ekspresi emosional. Orangtua baru juga menghadapi keterbatasan waktu akibat tanggung jawab pengasuhan.

Memasuki usia 30-an, tekanan karier, hubungan romantis, kebutuhan finansial, pengasuhan anak, dan tanggung jawab terhadap orangtua membuat pertemanan kerap tersisihkan, padahal hubungan sosial yang kuat berkaitan dengan kesehatan mental, kemampuan menghadapi tekanan, serta kesehatan fisik.

Kesepian kronis juga dikaitkan dengan sejumlah risiko kesehatan. Orang dewasa tetap dapat membangun pertemanan dengan mengikuti aktivitas yang mempertemukan orang secara rutin, seperti olahraga, komunitas hobi, kursus, atau kegiatan sukarela.

Mengambil inisiatif untuk mengajak bertemu juga penting. Menghidupkan kembali hubungan dengan teman lama dapat menjadi cara lain memperluas dukungan sosial.

Memasuki usia 30-an bukan berarti kehilangan kesempatan memiliki teman dekat. Pertemanan hanya membutuhkan waktu, konsistensi, dan ruang untuk berkembang.

Sumber : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8266753/friendship-recession-kenapa-makin-susah-punya-teman-dekat-di-usia-30-an

Cara Tepat Mengolah Kimpul agar Tak Bikin Bibir Gatal

Cara Tepat Mengolah Kimpul agar Tak Bikin Bibir Gatal

Liputan6.com, Jakarta – Umbi lokal, kimpul, tengah naik daun akhir-akhir ini berkat content creator pemilik akun Instagram @black.sheep8208. Namun, di balik kepopulerannya, Anda mesti tahu cara mengolah kimpul yang benar agar tidak bikin bibir gatal.

Ahli Gizi IPB University sekaligus pakar Nutrition and Food Safety, Prof. Ahmad Sulaeman, mengatakan kimpul perlu dicuci dan dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi.

“Iya kalau dimakan mentah (bisa bikin bibir gatal), Tapi kalau sudah dimasak dengan proses pengolahan yang benar, kimpul tersebut tidak akan menyebabkan gatal pada bibir,” ujar Ahmad menjawab pertanyaan Kesehatan Liputan6.com ditulis Senin (10/8/2026).

Ahmad mengatakan sebelum dimasak, kimpul perlu dicuci terlebih dahulu menggunakan air mengalir hingga getahnya hilang. Selain itu, kimpul yang telah dikupas sebaiknya dipotong dengan bagian kulit yang dikupas cukup tebal.

Rendam Kimpul Mentah di Air Garam

Prof Ahmad juga menyarankan potongan kimpul direndam dalam air garam selama sekitar 30 menit hingga satu jam. Setelah itu, kimpul perlu dimasak hingga benar-benar matang.

“Memasak kimpul harus sampai benar-benar matang,” pesan Prof Ahmad.

Apa Itu Kimpul?

Kimpul merupakan umbi lokal dengan nama latin Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott.

Kimpul merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang masih satu kelompok dengan talas. Umbi ini dikenal sebagai talas Belitung, sedangkan dalam bahasa Inggris sering disebut Blue Taro, cocoyam atau tannia.

Di Indonesia, kimpul dikenal dengan beragam nama sesuai daerahnya. Sebagian masyarakat menyebutnya talas Belitung, sementara di daerah lain lebih populer dengan nama kimpul, talas kimpul, busil, atau bote. Meski memiliki sebutan yang berbeda, semuanya merujuk pada spesies tanaman yang sama.

Kimpul memiliki sejumlah keunggulan dari sisi kandungan gizinya.

– Indeks Glikemik Rendah

Kimpul memiliki indeks glikemik yang rendah. Indeks glikemik menggambarkan seberapa cepat makanan yang mengandung karbohidrat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi.

Karena itu, kimpul berpotensi menjadi salah satu pilihan sumber karbohidrat. Namun, jumlah konsumsi dan cara pengolahan tetap perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sedang mengatur kadar gula darah.

– Kandungan Protein Tinggi dengan Lemak Rendah

Ahmad juga menyebut kimpul memiliki kandungan protein yang relatif lebih tinggi, sementara kandungan lemaknya lebih rendah. Karakteristik tersebut membuat kimpul berpotensi digunakan sebagai salah satu pilihan makanan bagi pasien diabetes maupun yang tengah mengontrol berat badan.

“Kimpul juga mempunyai indeks glikemik yang rendah sehingga aman untuk penderita diabetes ataupun diet yang ketat lainya. Sementara itu kandungan proteinnya lebih tinggi, namun kandungan lemaknya lebih rendah sehingga baik untuk yang akan menurunkan berat badan,” tutur Prof Ahmad.

Sumber : https://kesehatan.liputan6.com/diet-dan-kebugaran/read/8266390/cara-tepat-mengolah-kimpul-agar-tak-bikin-bibir-gatal

Operasi Katarak Bantu Pasien Kembali Produktif dan Mandiri

Operasi Katarak Bantu Pasien Kembali Produktif dan Mandiri

Liputan6.com, Jakarta – Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri menilai operasi katarak tidak sekadar menjadi layanan untuk memulihkan penglihatan. Tindakan tersebut juga dapat membuka kembali kesempatan seseorang untuk beraktivitas, bekerja, dan hidup lebih mandiri.

Menurut Abdulla, gangguan penglihatan akibat katarak dapat membatasi berbagai aktivitas seseorang. Ketika penglihatan kembali membaik setelah operasi, pasien memiliki kesempatan lebih besar untuk belajar, bekerja, hingga meningkatkan kualitas hidup.

“Kami ingin memberdayakan masyarakat yang membutuhkan agar mereka memiliki kesempatan untuk hidup lebih mandiri,” ujarnya saat menghadiri bakti sosial operasi katarak gratis yang digelar Kementerian Kesehatan bersama Noor Dubai Foundation di Rumah Sakit Khusus Mata (RSKM) Purwokerto, Jawa Tengah pada Jumat (7/8/2026).

Tak hanya memberikan layanan kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan Indonesia. Sekitar 10 hingga 12 dokter residen mendapat kesempatan belajar secara langsung bersama dokter spesialis senior selama pelaksanaan operasi.

Chief Executive Officer Noor Dubai Foundation Manal Taryam mengatakan pihaknya mengapresiasi dukungan Pemerintah Indonesia dan Kedutaan Besar UEA dalam pelaksanaan program tersebut.

Ia berharap kerja sama di bidang kesehatan mata antara kedua pihak dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan mata.

“Ini sangat penting bagi kami untuk menjalin kerja sama ini. Ini menambahkan nilai kepada pekerjaan kami dan ini juga membantu kami untuk melayani sebanyak mungkin orang,” ucap Manal.

Kerja Sama Kemenkes dengan Noor Dubai Foundation

Kerja sama antara Kementerian Kesehatan RI dan Noor Dubai Foundation sendiri telah dirintis sejak 2025 melalui dukungan dana hibah senilai 294.222 Dirham.

Kerja sama tersebut menyasar masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas layanan kesehatan. Sebelumnya, program serupa telah memfasilitasi operasi katarak gratis bagi ratusan warga di Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Abdulla berharap kerja sama Indonesia dan UEA di bidang kesehatan tidak berhenti pada kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi kemanusiaan dapat terus dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan dampak yang lebih luas.

Dengan demikian, operasi katarak tidak hanya membantu seseorang kembali melihat dengan lebih baik, tetapi juga dapat menjadi langkah untuk mengembalikan kemampuan mereka menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Sumber : https://kesehatan.liputan6.com/ibu-dan-anak/read/8266690/operasi-katarak-bantu-pasien-kembali-produktif-dan-mandiri

Plant Stanol Ester Bantu Turunkan Kolesterol low-density lipoprotein

Plant Stanol Ester Bantu Turunkan Kolesterol low-density lipoprotein

Jakarta, MCI News – Kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular karena berperan dalam pembentukan plak pada pembuluh darah. Upaya menjaga kadar LDL dapat dilakukan melalui pola makan sehat, aktivitas fisik, pengelolaan berat badan, serta strategi lain sesuai kondisi masing-masing. Informasi mengenai manfaat plant stanol ester kembali menjadi perhatian, Minggu (09/08/2026) seperti yang di kutip di website Halodoc.

Plant stanol ester merupakan senyawa yang berasal dari stanol tumbuhan dan dapat membantu mengurangi penyerapan kolesterol di usus halus. Mekanisme tersebut membuat lebih sedikit kolesterol dari makanan dan empedu yang masuk ke dalam aliran darah.

Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi plant stanol ester dalam jumlah yang memadai dapat membantu menurunkan kadar LDL. European Food Safety Authority (EFSA) menyebut konsumsi 1,5 hingga 3 gram sterol atau stanol tumbuhan per hari dapat memberikan efek penurunan kolesterol, dengan manfaat maksimal umumnya terlihat setelah sekitar dua hingga tiga minggu.

HEART UK juga merangkum bukti bahwa konsumsi 1,5 hingga 3 gram plant stanol atau sterol setiap hari dapat menurunkan kadar kolesterol sekitar 7 hingga 12,5 persen. Produk pangan yang diperkaya senyawa tersebut umumnya dianjurkan dikonsumsi bersama makanan untuk membantu mengoptimalkan efeknya.

Penelitian klinis sebelumnya menunjukkan efek penurunan LDL dapat mulai terlihat dalam waktu relatif singkat. Salah satu studi terhadap konsumsi 2 gram stanol per hari mencatat kadar LDL turun sekitar 9,9 persen setelah delapan hari dan 10,2 persen setelah 15 hari.

Secara alami, stanol tumbuhan terdapat dalam sejumlah bahan pangan seperti biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, buah, dan sumber pangan nabati lainnya. Namun, jumlah stanol yang diperoleh dari makanan sehari-hari relatif kecil dibandingkan asupan yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh efek penurunan LDL.

Karena itu, plant stanol ester lebih banyak ditemukan pada produk pangan yang telah difortifikasi, seperti sejumlah produk olesan, yoghurt, minuman yoghurt, serta produk pangan lainnya. Konsumsi sebaiknya mengikuti petunjuk pada produk dan tidak dianggap sebagai pengganti pengobatan yang telah diresepkan dokter.

Pengelolaan kolesterol tetap perlu dilakukan secara menyeluruh. Mengurangi asupan lemak jenuh, memperbanyak makanan berserat, rutin beraktivitas fisik, menjaga berat badan, tidak merokok, serta melakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan jantung.

Bagi seseorang yang memiliki kadar kolesterol tinggi atau sedang menjalani terapi penurun kolesterol, penggunaan produk yang mengandung plant stanol ester sebaiknya dibicarakan dengan tenaga kesehatan. Hal ini penting agar strategi pengelolaan kolesterol disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan terapi yang sedang dijalani.

Catatan redaksional: klaim dalam bahan awal mengenai “studi terbaru di jurnal kesehatan medis 2026” tidak dicantumkan karena sumber jurnal spesifiknya tidak tersedia. Angka 7–10 persen dan periode 2–3 minggu tetap memiliki dukungan dari bukti ilmiah dan penilaian EFSA.

Sumber : https://mcinews.id/2026/08/10/plant-stanol-ester-bantu-turunkan-kolesterol-low-density-lipoprotein/

5 Cara Memilih Pisang yang Manis dan Matang Pas, Cek Warna dan Aromanya

5 Cara Memilih Pisang yang Manis dan Matang Pas, Cek Warna dan Aromanya

Liputan6.com, Jakarta – Memahami cara memilih pisang yang manis dan matang pas penting agar buah yang dibeli memiliki rasa enak, tekstur lembut, dan siap disantap. Pisang yang dipilih dengan tepat juga membantu menjaga kualitas serta kandungan nutrisinya tetap optimal.

Banyak orang kesulitan membedakan pisang yang matang sempurna dengan yang masih mentah atau terlalu matang. Kesalahan memilih dapat membuat rasa pisang menjadi hambar, terlalu bertepung, atau cepat lembek dan membusuk setelah dibeli.

Perhatikan warna kulit, bintik cokelat kecil, tekstur yang empuk namun padat, serta aroma manis khas pisang. Kombinasi tanda-tanda ini membantu Anda mendapatkan pisang dengan rasa paling manis dan kematangan yang pas untuk dikonsumsi. Simak ulasan lengkapnya yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (8/8/2026).

1. Perhatikan warna kulit pisang

Warna kulit merupakan petunjuk paling mudah untuk menilai kematangan pisang. Pisang yang matang pas umumnya memiliki warna kuning cerah dan merata di hampir seluruh permukaan kulitnya. Sedikit warna hijau di bagian ujung masih dapat diterima, terutama jika pisang tidak langsung dikonsumsi.

Warna kuning menandakan proses pematangan telah berlangsung baik sehingga pati di dalam buah mulai berubah menjadi gula alami yang membuat rasanya lebih manis. Sebaliknya, pisang yang masih dominan hijau biasanya belum matang dan teksturnya cenderung keras serta rasanya kurang manis.

Hindari pula pisang yang kulitnya sudah dipenuhi bercak hitam besar atau tampak kusam karena kondisi tersebut sering menandakan buah terlalu matang dan lebih cepat membusuk. Memilih pisang dengan warna kuning yang segar dan merata membantu Anda mendapatkan buah dengan rasa manis, tekstur lembut, dan kualitas yang masih baik.

2. Pilih yang memiliki bintik cokelat kecil dan merata

Banyak orang mengira bintik cokelat pada kulit pisang menandakan buah sudah tidak bagus, padahal tidak selalu demikian. Bintik kecokelatan yang kecil dan tersebar merata justru sering menjadi tanda bahwa pisang telah matang secara alami.

Pada tahap ini, sebagian besar pati di dalam buah sudah berubah menjadi gula sederhana sehingga rasa pisang menjadi lebih manis dan aromanya lebih kuat. Pisang dengan bintik kecil biasanya juga memiliki tekstur yang lebih lembut dibandingkan pisang kuning polos. Namun, penting untuk membedakan antara bintik kecil dan bercak hitam besar.

Jika bercaknya besar, menyatu, atau disertai bagian kulit yang lembek, kemungkinan buah sudah terlalu matang dan kualitasnya menurun. Untuk konsumsi langsung, pilih pisang yang berwarna kuning dengan sedikit bintik cokelat kecil karena kombinasi ini umumnya menghasilkan rasa paling manis dan kematangan yang pas.

3. Cek tekstur buah

Selain warna, tekstur menjadi indikator penting dalam memilih pisang yang matang pas. Cara mengeceknya cukup dengan menekan buah secara perlahan menggunakan jari. Pisang yang baik akan terasa empuk, kenyal, dan padat, bukan keras seperti batu dan bukan pula terlalu lembek.

Tekstur yang sedikit lentur menandakan daging buah sudah matang dan siap dimakan. Jika pisang terasa keras, kemungkinan proses pematangannya belum sempurna sehingga rasanya kurang manis dan agak sepat. Sebaliknya, pisang yang terlalu lembek, berair, atau berlendir menandakan buah sudah lewat matang dan mulai mengalami penurunan kualitas.

Tekstur yang tepat juga memengaruhi kenyamanan saat dikonsumsi, terutama untuk dimakan langsung, dibuat jus, atau dijadikan campuran makanan lain. Memilih pisang dengan tekstur empuk namun tetap padat membantu Anda memperoleh buah yang manis, segar, dan tidak cepat rusak setelah dibeli.

4. Cium aromanya

Aroma merupakan tanda alami yang sering terlupakan saat memilih pisang. Pisang yang matang sempurna biasanya mengeluarkan harum manis yang lembut dan khas, terutama di bagian ujung buah atau dekat tangkainya. Aroma ini muncul karena terbentuknya senyawa volatil selama proses pematangan, yang juga berkaitan dengan meningkatnya rasa manis buah.

Saat memilih di pasar atau supermarket, cobalah mencium aromanya secara ringan tanpa perlu menekan buah terlalu keras. Jika pisang hampir tidak beraroma, kemungkinan buah masih belum matang. Sebaliknya, bila baunya sangat menyengat, terlalu tajam, atau tercium aroma asam dan fermentasi, hal itu dapat menjadi tanda pisang sudah terlalu matang atau mulai membusuk.

Aroma yang seimbang biasanya menunjukkan kualitas buah yang baik dan rasa yang lebih enak saat dimakan. Mengandalkan indera penciuman bersama warna dan tekstur akan membuat pilihan pisang menjadi lebih akurat.

5. Sesuaikan dengan waktu konsumsi

Memilih pisang sebaiknya disesuaikan dengan kapan buah tersebut akan dikonsumsi:

  • Jika ingin langsung dimakan hari itu, pilih pisang yang sudah berwarna kuning cerah dengan sedikit bintik cokelat kecil karena rasanya biasanya paling manis dan teksturnya sudah lembut.
  • Untuk konsumsi satu hingga dua hari ke depan, pisang kuning mulus tanpa banyak bercak lebih ideal karena masih memiliki daya simpan yang lebih baik.
  • Sementara itu, jika Anda berencana menyimpannya selama beberapa hari, pilih pisang yang masih memiliki sedikit warna hijau di ujung atau sepanjang tangkainya. Pisang jenis ini akan terus matang secara alami pada suhu ruangan.

Hindari menyimpan pisang mentah di lemari es karena proses pematangannya bisa terganggu. Dengan menyesuaikan tingkat kematangan dengan rencana konsumsi, Anda dapat menikmati pisang pada kondisi terbaiknya sekaligus mengurangi risiko buah cepat lembek atau terbuang sia-sia.

Pertanyaan Seputar Memilih Pisang Manis dan Matang Pas

Bagaimana cara mengetahui pisang sudah matang sempurna?

Pisang matang sempurna ditandai dengan kulit berwarna kuning cerah, terkadang dengan sedikit bercak cokelat atau semburat hijau di ujungnya. Teksturnya akan terasa empuk saat ditekan, dan mengeluarkan aroma manis yang khas. Kulitnya juga akan lebih mudah dikupas.

Apa arti bintik cokelat pada kulit pisang?

Bintik kecoklatan kecil dan merata pada kulit pisang menunjukkan bahwa buah tersebut matang secara alami dari pohonnya dan rasanya cenderung lebih manis. Namun, hindari pisang dengan bintik hitam besar karena bisa menandakan buah sudah terlalu matang atau berpotensi cepat busuk.

Bagaimana tekstur dan aroma pisang yang matang?

Pisang yang matang sempurna akan terasa empuk dan lembut saat ditekan perlahan, serta memiliki tekstur halus dan tampak bersinar. Dari segi aroma, pisang matang umumnya mengeluarkan aroma manis dan khas yang harum lembut.

Bagaimana cara memilih pisang berdasarkan rencana konsumsi?

Untuk langsung dimakan, pilih pisang kuning dengan atau tanpa bercak cokelat. Jika ingin dikonsumsi dalam satu hingga dua hari, pisang kuning mulus tanpa banyak bercak adalah pilihan tepat. Bagi yang berencana mengonsumsi pisang beberapa hari ke depan, disarankan memilih pisang yang masih memiliki warna hijau di ujung-ujungnya.

Sumber : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8265051/cara-memilih-pisang-yang-manis-dan-matang-pas

Indomaret Volleyball Tournament 2026 Dongkrak Pembinaan Atlet Probolinggo

Indomaret Volleyball Tournament 2026 Dongkrak Pembinaan Atlet Probolinggo

Probolinggo, MCI News – Pemerintah Kota Probolinggo mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Indomaret Volleyball Tournament 2026 Se-Probolinggo Raya yang resmi berakhir di GOR Mastrip, Kota Probolinggo, Sabtu (01/08/2026) seperti yang di kutip di website kominfo.jatimprov.go.id. Turnamen yang didukung AQUA tersebut dinilai menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan organisasi olahraga dalam membina atlet muda sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Budiono Wirawan, mengatakan penyelenggaraan kompetisi selama sepekan memberikan manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh dunia olahraga, tetapi juga masyarakat dan pelaku usaha di sekitar lokasi pertandingan.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan PBVSI, kita bisa menyelenggarakan kegiatan yang luar biasa. Animonya sangat besar dan mudah-mudahan dari sini lahir bibit-bibit atlet yang menjadi masa depan cerah bagi bola voli Kota Probolinggo,” ujar Budiono usai menutup turnamen.

Menurutnya, ribuan suporter yang memadati GOR Mastrip selama pertandingan menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga bola voli. Kehadiran penonton juga memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi, mulai dari pelaku UMKM, pedagang kuliner, hingga jasa di sekitar arena pertandingan.

Budiono berharap sinergi antara Pemerintah Kota Probolinggo, Indomaret, PBVSI, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus berlanjut sehingga turnamen tersebut berkembang menjadi agenda olahraga tahunan yang semakin berkualitas.

Sementara itu, Manajer Akademi Bola Voli Indomaret (ABVI), Sutono, mengapresiasi tingginya dukungan masyarakat yang tetap konsisten selama empat kali penyelenggaraan turnamen di Kota Probolinggo.

“Melihat antusiasme masyarakat Kota Probolinggo yang sudah empat kali berturut-turut tetap luar biasa dan penyelenggaraannya selalu sukses, tidak menutup kemungkinan turnamen ini akan kembali kami selenggarakan di Kota Probolinggo tahun depan,” katanya.

Ia menambahkan, Indomaret juga membuka peluang menghadirkan Akademi Bola Voli Indomaret (ABVI) di Kota Probolinggo apabila didukung sarana dan prasarana yang memadai. Kehadiran akademi diharapkan semakin memperkuat pembinaan atlet muda agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Pada laga final, SMAN 2 Probolinggo meraih gelar juara kategori putra setelah mengalahkan SMA SAQA dengan skor 3-1. Sementara SMAN 4 Probolinggo menjadi juara kategori putri usai menundukkan SMAN 2 Probolinggo dengan skor 3-0. Kedua sekolah tersebut berhasil mempertahankan dominasinya dengan meraih gelar juara empat kali berturut-turut sejak turnamen pertama digelar pada 2023.

Setelah seri Probolinggo Raya, Indomaret Volleyball Tournament 2026 akan berlanjut di Tulungagung pada 19 hingga 26 Agustus 2026. Para juara dari masing-masing seri akan bertemu dalam Mini Tournament di GOR Akademi Bola Voli Indomaret (ABVI) Sidoarjo.

Sumber : https://mcinews.id/2026/08/02/indomaret-volleyball-tournament-2026-dongkrak-pembinaan-atlet-probolinggo/

Mengapa Indonesia Targetkan Nol Kematian DBD di 2030? Ini Kuncinya

Mengapa Indonesia Targetkan Nol Kematian DBD di 2030? Ini Kuncinya

Ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia.

Guna menekan angka kasus dan membangun budaya pencegahan sejak usia dini, Enesis Group melalui jenama lotion antinyamuk Soffell kembali menggelar rangkaian peringatan ASEAN Dengue Day 2026.

Mengusung tema “Indonesia Pionir Gerakan Bebas Dengue di ASEAN”, kegiatan edukasi kesehatan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung target nasional Indonesia Zero Dengue Death atau Nol Kematian akibat Dengue pada tahun 2030.

Rangkaian acara ini diawali dengan roadshow edukasi ke sejumlah sekolah dasar di Jakarta, yakni SDN 03 & 05 Tanah Tinggi, SDN 20 Utan Kayu Selatan, dan SDN 02 Mampang Prapatan.

Dalam kegiatan interaktif tersebut, para siswa diajarkan pentingnya menerapkan Gerakan 3M+ (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang) serta membiasakan perlindungan diri dari gigitan nyamuk sebagai langkah pencegahan utama.

Sinergi Lintas Sektor dan Uji Ampuh Bersama Ririn Ekawati

Puncak peringatan ASEAN Dengue Day 2026 diselenggarakan di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia, Jakarta. Acara ini terselenggara berkat kolaborasi strategis dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Direktorat Penyakit Menular Kemenkes RI yang diwakili oleh Dr. Agus Handito menegaskan bahwa penanggulangan DBD tidak bisa hanya dibebankan pada sektor kesehatan semata.

“Dibutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah, dunia pendidikan, sektor komunikasi publik, organisasi profesi, akademisi, masyarakat sipil, dan seluruh mitra pembangunan. Pendekatan kolaboratif berbasis bukti harus menjadi landasan dalam setiap implementasi program menuju target Indonesia Zero Kematian Akibat Dengue pada tahun 2030,” urai Dr. Agus.

Salah satu momen yang paling menarik perhatian dalam acara puncak tersebut adalah demonstrasi uji ampuh (efficacy test) perlindungan antinyamuk. Uji coba ini dilakukan langsung oleh figur publik Ririn Ekawati bersama putrinya, Abigail Cattleya Putri.

Setelah mengoleskan lotion Soffell, Ririn dan Abigail dengan percaya diri memasukkan tangan mereka ke dalam kotak kaca berisi nyamuk. Hasilnya, tidak ada satu pun nyamuk yang menggigit keduanya selama demonstrasi berlangsung. Momen ini sukses memberikan visualisasi edukatif yang kuat kepada masyarakat tentang pentingnya proteksi diri atau personal care sehari-hari.

Harapan Pionir Bebas Dengue di Asia Tenggara

Selain demonstrasi, acara turut dimeriahkan dengan talkshow interaktif di mana Ririn membagikan pengalamannya sebagai seorang ibu dalam menanamkan kesadaran pencegahan DBD kepada anak-anaknya di rumah.

Head of Human Resources, Services and Public Relations Enesis Group, RM Ardiantara, berharap kampanye ini dapat membawa dampak jangka panjang yang signifikan, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di kawasan regional.

“Kami berharap Gerakan 3M+ tidak hanya menjadi jargon, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan di sekolah, di rumah, dan di lingkungan masyarakat. Sebagai perusahaan Indonesia yang juga hadir di sejumlah negara ASEAN, kami berharap semangat Gerakan Bebas Dengue yang dimulai dari Indonesia ini dapat menginspirasi lahirnya inisiatif serupa di negara-negara tetangga,” pungkas Ardiantara.

Sumber : https://www.inilah.com/mengapa-indonesia-targetkan-nol-kematian-dbd-di-2030-ini-kuncinya

Apakah Cacar Ular Menular? Begini Penjelasannya

Apakah Cacar Ular Menular? Begini Penjelasannya

Jakarta, CNN Indonesia — Herpes zoster sering juga disebut sebagai cacar api atau cacar ular. Lantas, apakah cacar ular menular?

Cacar ular merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster (VZV), yang juga menjadi penyebab cacar air. Pasalnya, setelah seseorang terkena cacar air, virus tersebut tetap hidup dalam tubuh tetapi tidak aktif.

Virus dapat aktif kembali atau disebut herpes zoster jika sistem kekebalan tubuh menurun atau terjadi kontak langsung dengan pasien cacar api.

Adapun, penyakit yang memiliki masa inkubasi virus kurang lebih 10-21 hari ini biasanya terjadi pada orang dewasa.

Apakah cacar ular menular?

Cacar ular terdengar menakutkan. Seringkali, kita pun mempertanyakan apakah cacar ular menular?

Mengutip Healthline, cacar ular memang menular, tetapi jika bersentuhan langsung dengan lepuhan atau ruam herpes zoster yang aktif. Virus ini tidak dapat ditularkan melalui air liur atau sekresi hidung, kecuali dalam kasus yang jarang terjadi.

Namun, seseorang yang belum pernah menderita cacar air atau mendapatkan vaksin harus berhati-hati karena dapat tertular virus ini. Biasanya, penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan lepuh ruam herpes zoster, dikutip CDC.

Peluang seseorang terkena cacar ular jika terpapar virus meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar setengah dari semua kasus, cacar ular terjadi setelah usia 60 tahun dan risikonya meningkat secara signifikan dari usia 70 tahun ke atas.

Adapun, kondisi lain yang menyebabkan seseorang terkena cacar ular adalah:

– memiliki kondisi kesehatan yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh,
– sedang mengonsumsi obat-obatan yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh,
– terlalu banyak terpapar sinar matahari.

Cara menghindari penyebaran cacar ular

Berikut ini salah satu tips untuk penderita cacar ular supaya membantu mengurangi penyebaran virus:

1. Jaga ruam cacar tetap bersih dan tertutup. Hal tersebut dapat membantu mencegah orang lain secara tidak sengaja bersentuhan dengan lepuhan cacar.

2. Cuci tangan sesering mungkin. Kebersihan tangan dan berusaha untuk tidak menyentuh lepuhan sangat penting.

3. Jangan berada dekat ibu hamil. Virus cacar ular dapat menyebabkan risiko kesehatan serius bagi ibu hamil dan bayi mereka.

4. Hindari orang lain yang berisiko seperti bayi prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah, dan anak-anak yang belum pernah terkena cacar air atau belum menerima vaksin.

Selain itu, seseorang dengan cacar ular juga perlu menghindari berada di dekat orang dengan kekebalan tubuh lemah.

Meskipun cacar ular dapat sembuh sendiri dengan, Anda mungkin perlu memeriksakan ke dokter jika mengalami gejala lainnya.

Demikian penjelasan tentang apakah cacar ular menular yang bisa Anda cermati.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260727200507-255-1385489/apakah-cacar-ular-menular-begini-penjelasannya