Xiaomi YU7 GT catat putaran perdana di Nurburgring tanpa supir

Xiaomi YU7 GT catat putaran perdana di Nurburgring tanpa supir

Xiaomi mengumumkan bahwa SUV listrik performa tinggi YU7 GT berhasil mencatatkan putaran otonom pertama di dunia di sirkuit Nürburgring Nordschleife, Jerman.

Dilaporkan Carnewschina pada Senin (22/6) waktu setempat, kendaraan tersebut menyelesaikan pengujian tanpa campur tangan pengemudi manusia dan menjadi tolok ukur awal kemampuan perangkat lunak mengemudi otonom pada kendaraan produksi massal.

Pencapaian itu diraih setelah YU7 GT resmi dipasarkan secara komersial.

Dalam pengujian di lintasan legendaris sepanjang lebih dari 20 kilometer tersebut, sistem mengemudi otonom kendaraan mencatat waktu putaran resmi 10 menit 29,483 detik.

Catatan tersebut masih 3 menit 7 detik lebih lambat dibandingkan waktu yang dicapai saat kendaraan dikendarai manusia.

Menurut Xiaomi, perbedaan itu menunjukkan adanya batasan keselamatan yang diterapkan algoritma otonom dibandingkan kemampuan pengemudi profesional dalam mengeksplorasi batas performa kendaraan.

Diketahui, YU7 GT dibangun di atas platform kelistrikan 897 volt berbasis silikon karbida dan menggunakan baterai lithium ternary berkapasitas 101,7 kWh.

Sistem penggeraknya mengandalkan motor listrik Super Motor V8s EVO yang dikembangkan Xiaomi untuk menjaga efisiensi termal dan keluaran tenaga saat digunakan dalam kondisi ekstrem di lintasan balap.

Pabrikan asal China tersebut menyebut sistem pendinginan yang diterapkan mampu mempercepat pelepasan panas ketika kendaraan menghadapi beban tinggi dan perubahan arah dalam kecepatan tinggi.

Dari sisi performa, sistem penggerak YU7 GT menghasilkan tenaga puncak hingga 738 kW atau setara 1.003 hp.

Tenaga tersebut memungkinkan SUV listrik ini berakselerasi dari 0 hingga 100 km per jam dalam 2,92 detik dan mencapai kecepatan maksimum 300 km per jam.

Dalam kondisi pengujian standar CLTC, kendaraan diklaim mampu menempuh jarak hingga 705 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh.

Teknologi pengisian cepat bertegangan tinggi yang digunakan juga memungkinkan penambahan jarak tempuh hingga 570 kilometer hanya dalam waktu 15 menit.

Xiaomi menyebut kemampuan ini dirancang untuk mengatasi kendala panas yang umum terjadi pada kendaraan listrik berperforma tinggi sekaligus menjaga kestabilan suplai tenaga dalam penggunaan jangka panjang.

Sistem baterainya menggunakan tata letak pendinginan khusus untuk mengendalikan lonjakan suhu saat pelepasan energi berlangsung cepat.

Pendekatan tersebut diklaim membantu menjaga integritas sel baterai dan distribusi arus yang merata ketika kendaraan bekerja di bawah tekanan tinggi.

Sebelum mencatatkan putaran otonom, YU7 GT telah membukukan rekor SUV di Nurburgring dengan pengemudi manusia. Pada tahap pengembangan awal, model ini mencatat waktu 7 menit 22,755 detik, sementara pengujian lainnya menghasilkan waktu 7 menit 34,931 detik.

Di pasar domestik China, Xiaomi YU7 GT dipasarkan mulai 389.900 yuan atau sekitar Rp1 miliar. Sementara varian tertinggi dibanderol 429.900 yuan atau sekitar Rp1,1 miliar.

Sumber : https://otomotif.antaranews.com/berita/5617845/xiaomi-yu7-gt-catat-putaran-perdana-di-nurburgring-tanpa-supir

Telkomsel perkuat jaringan 5G di Jawa Timur, kini hadir di 35 Kota

Telkomsel perkuat jaringan 5G di Jawa Timur, kini hadir di 35 Kota

Perkembangan jaringan 5G di Jawa Timur terus meluas. Saat ini, layanan 5G telah menjangkau sekitar 35 kota dengan fokus pada peningkatan pengalaman pelanggan dan penguatan kapasitas jaringan.

Vice President Area Network Operations Jawa–Bali, Nugroho Adi Wibowo, mengatakan, pengembangan 5G tidak hanya menambah titik jaringan, tetapi juga memastikan kualitas koneksi tetap stabil saat berpindah jaringan.

“Yang paling penting dari 5G itu experience pelanggan. Saat perpindahan dari 5G ke 4G kami pastikan tetap smooth agar tidak ada lag atau gangguan,” ujar Nugroho, Kamis (11/03/2026).

Di Jawa Timur sendiri terdapat sekitar 13 juta pelanggan, dengan sekitar 20 persen atau sekitar 2,6 juta pelanggan sudah menggunakan layanan 5G.

Saat ini Surabaya masih menjadi wilayah dengan penggunaan terbesar, namun ke depan penyebaran jaringan akan semakin merata ke berbagai daerah.

“Surabaya memang masih menjadi pusat penggunaan, tetapi ke depan penyebarannya akan semakin luas ke daerah-daerah,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan trafik data, operator juga menambah kapasitas jaringan dengan implementasi hampir 600 titik infrastruktur baru, terutama menjelang momen Lebaran.

Peningkatan kapasitas jaringan dilakukan sekitar 5–10 persen pada jaringan 5G, serta 6–10 persen jika digabungkan dengan kapasitas 4G.

“Ketika jaringan 4G penuh, perangkat yang sudah mendukung 5G akan otomatis dilayani oleh jaringan 5G yang kapasitasnya lebih longgar,” jelas Nugroho.

Selain itu, pengelolaan jaringan kini juga didukung teknologi Artificial Intelligence (AI) yang mampu mendeteksi lonjakan trafik secara real time dan melakukan penyesuaian jaringan secara otomatis.

“Jika terjadi lonjakan trafik yang tidak terduga, sistem akan menyesuaikan parameter jaringan secara otomatis tanpa intervensi manusia,” pungkasnya

Sumber : https://www.lensaindonesia.com/telkomsel-perkuat-jaringan-5g-di-jawa-timur-kini-hadir-di-35-kota/

Emas Now luncurkan ‘Smart Buy’: Cara revolusioner beli logam mulia lebih murah dan bebas ongkir

Emas Now luncurkan ‘Smart Buy’: Cara revolusioner beli logam mulia lebih murah dan bebas ongkir

Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi emas sebagai aset safe haven terus meningkat. Menjawab kebutuhan tersebut, Emas Now resmi meluncurkan inovasi terbaru bernama Emas Now Smart Buy. Program ini menjadi terobosan pertama di Indonesia yang menawarkan cara revolusioner bagi masyarakat untuk memiliki Logam Mulia (Antam, UBS, dan G24) dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan situs resmi produsen maupun toko ritel konvensional.

Berbeda dengan skema pembelian emas pada umumnya, Emas Now Smart Buy mengusung konsep platform unik yang menjual kembali (re-trade) stok Logam Mulia milik Emas Now yang sebelumnya telah dijual kembali oleh para investor.

Jika biasanya perusahaan jual-beli emas mengambil margin keuntungan yang besar dari pasar sekunder (buyback dan jual kembali), Emas Now Smart Buy mendobrak tradisi tersebut dengan filosofi: Margin Lebih Rendah, Nilai Lebih Tinggi, dan Kepercayaan Pelanggan.

Dengan mengalokasikan langsung stok re-trade ini kepada pelanggan yang memenuhi syarat, Emas Now berkomitmen penuh untuk membuat kepemilikan emas menjadi lebih inklusif dan ramah di kantong. Tidak hanya menawarkan harga yang sangat kompetitif, Emas Now juga mengumumkan pencapaian besar lainnya (milestone), yaitu fasilitas gratis ongkos kirim (free shipping) ke seluruh wilayah Indonesia.

“Melalui Emas Now Smart Buy, kami ingin mendefinisikan ulang cara masyarakat Indonesia berinvestasi emas. Kami memangkas margin keuntungan kami demi memberikan nilai maksimal bagi konsumen. Ditambah dengan gratis ongkir ke seluruh Indonesia, kami percaya ini adalah era baru investasi logam mulia yang lebih adil dan transparan,” ujars Alif Fauzan sebagai Direktur Marketing & Operasional emasnow.

Cara Kerja Emas Now Smart Buy

Sesuai dengan slogan, “Harga Terbaik Logam Mulia”, program ini menawarkan kemudahan bagi siapa saja tanpa membedakan gramasi atau seri emas. Konsumen cukup mengikuti beberapa langkah mudah.

Yang pertama adalah registrasi, yaitu melakukan pendaftaran melalui platform resmi emas “Now Smart Buy”. Langkah kedua adalah pantau stok, dimana kita dapat mengakses ketersediaan stok emas hasil re-trade dengan harga khusus.

Langkah berikutnya adalah mendapatkan Informasi harga harian yang akan dipublikasikan secara transparan setiap hari melalui situs resmi dan terakhir mendapatkan alokasi stok, dimana ketersediaan produk sepenuhnya bergantung pada inventaris emas yang dijual kembali oleh investor sebelumnya.

Informasi Penting bagi Calon Pembeli

Mengingat tingginya nilai keuntungan yang ditawarkan, program ini menerapkan beberapa regulasi demi kenyamanan bersama:

  • Stok Terbatas: Kuota emas yang tersedia bersifat terbatas (limited stock).
  • Sistem Antrean: Berlaku sistem antrean dan masa tunggu (waiting period) untuk proses persetujuan maupun pengiriman produk.
  • Seleksi Registrasi: Persetujuan pendaftaran dilakukan secara berkala berdasarkan ketersediaan stok yang ada.
  • Kesempatan Menurun: Jika pendaftaran belum disetujui segera, data calon pembeli otomatis akan masuk ke dalam antrean kuota berikutnya untuk pengajuan ulang.

Masyarakat dan investor yang ingin memanfaatkan peluang emas ini sudah dapat mengunjungi situs resmi di www.emasnowsmartbuy.id untuk melakukan pendaftaran dan melihat informasi lebih lanjut.

Emas Now adalah platform jual-beli Logam Mulia terpercaya di Indonesia yang berkomitmen menyediakan akses investasi emas yang aman, transparan, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui inovasi berkelanjutan, Emas Now hadir untuk mendukung ketahanan finansial masyarakat Indonesia

sumber : https://www.lensaindonesia.com/emas-now-luncurkan-smart-buy-cara-revolusioner-beli-logam-mulia-lebih-murah-dan-bebas-ongkir/

Bukan Bulan Sial, Mari Perbanyak Puasa Sunah di Bulan Muharram

Bukan Bulan Sial, Mari Perbanyak Puasa Sunah di Bulan Muharram

YOGYAKARTA — Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Royan Utsani mengajak umat Islam menjadikan bulan Muharam sebagai momentum memperbaiki diri. Menurutnya, Muharam merupakan bulan mulia yang sarat dengan pelajaran sejarah dan keutamaan ibadah.

Hal tersebut ia sampaikan dalam kajian Kitab Riyādhuṣ Ṣāliḥīn di Masjid KH Sudja Yogyakarta pada Kamis (25/06).

Memasuki pembahasan tentang Muharam, Royan meluruskan berbagai anggapan yang berkembang di masyarakat, khususnya mitos Jawa yang menganggap bulan Sura sebagai waktu yang tidak baik untuk melangsungkan pernikahan.

Menurutnya, keyakinan tersebut bertentangan dengan syariat Islam karena Muharam justru merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah.

“Kadang-kadang mitos dan syariat itu tidak bertemu. Padahal Muharam adalah bulan yang baik dan penuh pahala,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa penanggalan Hijriah memang diawali dengan bulan Muharam meskipun hijrah Nabi Muhammad saw. dari Makkah menuju Madinah berlangsung mulai bulan Safar dan tiba di Madinah pada Rabiulawal.

Menurut Royan, Muharam dipilih sebagai awal kalender Hijriah karena menjadi masa persiapan hijrah. Ia mengibaratkannya seperti membangun rumah yang diawali dengan menyiapkan pondasi sebelum bangunan benar-benar berdiri.

“Dalam hidup itu perlu perencanaan. Hijrah mengajarkan pentingnya planning sebelum melangkah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi simbol perjuangan hidup seorang Muslim.

“Hidup itu adalah perjuangan. Seorang Muslim akan terus berjuang hingga kedua kakinya masuk ke dalam surga.”

Peristiwa Penting di Bulan Muharam

Royan menjelaskan bahwa Muharam menyimpan banyak peristiwa penting dalam sejarah para nabi.

Di antaranya adalah keselamatan Nabi Musa dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun yang terjadi pada tanggal 10 Muharam atau hari Asyura. Peristiwa inilah yang menjadi dasar disyariatkannya puasa Asyura.

Ia mengisahkan bahwa ketika Rasulullah saw. melihat kaum Yahudi berpuasa pada hari tersebut, beliau menjelaskan bahwa umat Islam lebih berhak menghormati Nabi Musa. Karena itu, Rasulullah menganjurkan berpuasa pada tanggal 10 Muharam dan berniat menambah puasa pada tanggal 9 Muharam (Tasua) agar berbeda dengan kebiasaan kaum Yahudi.

Selain kisah Nabi Musa, Royan juga menyinggung beberapa riwayat yang mengaitkan bulan Muharam dengan diterimanya tobat Nabi Adam a.s., keselamatan Nabi Nuh a.s. setelah banjir besar, serta kisah Nabi Yunus yang diselamatkan Allah setelah berdoa di dalam perut ikan.

Menurutnya, seluruh kisah tersebut mengandung pesan bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, bersabar, dan terus berzikir kepada-Nya.

Perbanyak Puasa Sunnah di Bulan Muharam

Royan menjelaskan bahwa Muharam merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah sebagaimana firman-Nya dalam QS. at-Taubah ayat 36.

Ia juga mengutip sabda Rasulullah saw.:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharam.” (HR. Muslim)

Menurutnya, penyebutan Muharam sebagai Syahrullah (bulan Allah) menunjukkan kemuliaan bulan tersebut sehingga umat Islam hendaknya memperbanyak ibadah.

Ia mengingatkan bahwa puasa Asyura memiliki keutamaan besar, yakni menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun yang telah lalu.

Sebagai penutup, Royan mengajak jamaah memanfaatkan momentum Muharam untuk memperbanyak puasa sunah, zikir, menuntut ilmu, serta melakukan berbagai amal saleh sebagai bekal memperbaiki kualitas keimanan.

“Semoga kita semua mampu memaksimalkan bulan Muharam dengan amal-amal terbaik dan memperoleh pahala yang telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya,” pungkasnya.

sumber : https://muhammadiyah.or.id/2026/06/bukan-bulan-sial-mari-perbanyak-puasa-sunah-di-bulan-muharram/

Mari Menikmati Piala Dunia Tanpa Terjerumus Judi

Mari Menikmati Piala Dunia Tanpa Terjerumus Judi

Piala Dunia 2026 sedang berlangsung. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ajang sepak bola terbesar di dunia itu digelar bersama oleh tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini juga menjadi Piala Dunia pertama yang diikuti 48 negara peserta, sehingga antusiasme masyarakat dunia semakin besar.

Di berbagai penjuru dunia, jutaan orang berkumpul menyaksikan pertandingan. Kadang diselingi diskusi tentang strategi permainan. Sepak bola memang telah menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai bangsa, suku, dan budaya.

Islam pada dasarnya tidak mengharamkan olahraga maupun hiburan yang bermanfaat. Bahkan olahraga dapat menjadi sarana menjaga kesehatan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat sportivitas. Karena itu, menikmati pertandingan sepak bola sebagai hiburan yang wajar merupakan perkara yang dibolehkan selama tidak melalaikan kewajiban dan tidak mengandung unsur yang diharamkan.

Namun, di balik gegap gempita Piala Dunia, terdapat fenomena yang patut diwaspadai, yaitu maraknya praktik perjudian berkedok prediksi skor, taruhan pertandingan, hingga berbagai bentuk perjudian daring yang memanfaatkan euforia sepak bola.

Banyak orang yang awalnya hanya ingin menonton pertandingan akhirnya tergoda memasang taruhan dengan harapan memperoleh keuntungan instan. Padahal, di sinilah letak bahaya yang sering tidak disadari.

Al-Qur’an secara tegas mengharamkan perjudian. Allah SWT berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung.” (QS. al-Mā’idah [5]: 90).

Ayat ini menyatakan bahwa perjudian haram. Ayat itu juga menyebut judi sebagai “rijs” (perbuatan keji) dan bagian dari tipu daya setan. Larangan tersebut menunjukkan bahwa dampak perjudian bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan juga kerusakan moral dan spiritual.

Allah SWT melanjutkan:

﴿إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ﴾

“Sesungguhnya setan bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui minuman keras dan perjudian, serta menghalangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat. Maka tidakkah kamu mau berhenti?” (QS. al-Mā’idah [5]: 91).

Ayat ini menjelaskan bahwa perjudian memicu permusuhan, kebencian, kecanduan, serta melalaikan manusia dari ibadah. Tidak sedikit keluarga yang retak, persahabatan yang rusak, dan kehidupan ekonomi yang hancur akibat kebiasaan berjudi.

Rasulullah Saw juga memberikan peringatan keras terhadap segala bentuk perjudian. Dalam sebuah hadis disebutkan:

مَنْ قَالَ لِصَاحِبِهِ تَعَالَ أُقَامِرْكَ فَلْيَتَصَدَّقْ

“Barang siapa berkata kepada temannya, ‘Mari kita berjudi,’ maka hendaklah ia bersedekah.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan betapa seriusnya Islam memandang perjudian. Bahkan sekadar mengajak berjudi sudah dianggap sebagai perbuatan yang harus ditebus dengan sedekah, apalagi jika benar-benar melakukannya.

Perjudian sering kali dibungkus dengan istilah yang tampak modern, seperti betting, sportsbook, prediksi berhadiah, atau taruhan online. Namun hakikatnya tetap sama: mempertaruhkan sejumlah harta dengan kemungkinan untung atau rugi yang bergantung pada hasil suatu peristiwa yang tidak pasti. Dalam fikih Islam, praktik seperti ini termasuk kategori maisir yang diharamkan.

Karena itu, momentum Piala Dunia hendaknya dimanfaatkan secara positif. Kita boleh menikmati pertandingan, mengagumi keterampilan para pemain, mempelajari strategi permainan, dan merasakan kegembiraan olahraga. Akan tetapi, semua itu harus dilakukan dalam koridor syariat.

sumber : https://muhammadiyah.or.id/2026/06/mari-menikmati-piala-dunia-tanpa-terjerumus-judi/

Dalil-Dalil Sunnah Mengenai Keutamaan Ucapan Alhamdulillah

Dalil-Dalil Sunnah Mengenai Keutamaan Ucapan Alhamdulillah

Manhaj Ahlus Sunnah dalam Menetapkan Nama dan Sifat Allah adalah kajian Fiqih Do’a dan Dzikir yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan Rodja TV pada Selasa, 23 Dzulhijjah 1447 H / 9 Juni 2026 M.

Kajian Tentang Manhaj Ahlus Sunnah dalam Menetapkan Nama dan Sifat Allah

Pembahasan kini memasuki bab ke-42, yaitu dalil-dalil dari sunnah tentang keutamaan ucapan Alhamdulillah. Sebagaimana Al-Qur’anul Karim telah menunjukkan keutamaan, keistimewaan, serta keagungan ucapan alhamdu dengan berbagai macam dalil yang banyak, demikian pula sunnah atau hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam banyak sekali menyebutkan dalil tentang agungnya kedudukan pujian tersebut.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam merupakan pemilik bendera pujian (liwaul hamdi) pada hari kiamat kelak. Hal ini menjadi sebuah kebanggaan yang besar serta kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dianugerahkan khusus kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Kedudukan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada Hari Kiamat

Imam Ahmad, Imam At-Tirmidzi, dan Imam Ibnu Majah meriwayatkan dengan sanad yang sahih dari sahabat Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا فَخْرَ، وَبِيَدِي لِوَاءُ الْحَمْدِ وَلَا فَخْرَ، وَمَا مِنْ نَبِيٍّ يَوْمَئِذٍ آدَمُ فَمَنْ سِوَاهُ إِلَّا تَحْتَ لِوَائِي، وَأَنَا أَوَّلُ شَافِعٍ، وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ وَلَا فَخْرَ

“Aku adalah sayyid (pemimpin) anak Adam pada hari kiamat dan bukan untuk berbangga, di tanganku ada bendera pujian dan bukan untuk berbangga, dan tidak ada seorang nabi pun pada hari itu, baik Nabi Adam maupun yang lainnya, kecuali berada di bawah benderaku, dan aku adalah orang yang pertama kali memberi syafaat serta yang pertama kali dikabulkan syafaatnya dan bukan untuk berbangga.” (HR. At-Tirmidzi)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan kelebihan diri beliau bukan dalam rangka menyombongkan diri atau berbangga-bangga, melainkan sebatas memberitahukan kepada umat mengenai kedudukan mulia beliau pada hari kiamat kelak. Kenyataan ini menunjukkan bahwa seseorang diperbolehkan menyebutkan kelebihan dirinya saat dibutuhkan, dengan syarat mutlak tidak berniat untuk pamer atau menyombongkan diri.

Di dalam hadits riwayat Imam Muslim dikisahkan bahwa pada hari kiamat kaum mukminin akan mendatangi para nabi besar, mulai dari Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, hingga Nabi Isa Alaihimussallam. Kaum mukminin berharap agar para nabi tersebut memberikan syafaat, namun seluruh nabi tersebut menolaknya. Akhirnya, manusia datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu beliau bersabda:

أَنَا لَهَا

“Akulah pemilik syafaat itu.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa hak kepemilikan syafaat yang paling agung (syafaatul uzma) pada hari kiamat diputuskan khusus hanya untuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Alasan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan bendera pujian kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah karena beliau merupakan manusia yang paling terpuji, baik dari segi akhlak maupun kualitas ibadahnya. Beliau adalah makhluk yang paling sempurna di dalam mendedikasikan pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bendera pujian tersebut dihadirkan agar menjadi tempat bernaung dan berlindung bagi seluruh golongan manusia yang gemar memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala, mulai dari generasi manusia awal hingga generasi yang paling akhir. Sesuai dengan isyarat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dalam hadits, keberadaan seluruh nabi termasuk Nabi Adam Alaihissalam di bawah naungan bendera beliau merupakan bukti nyata atas keagungan makam pujian tersebut.

Perlu dipahami secara saksama bahwa bendera pujian (liwaul hamdi) yang dimaksud di dalam hadits ini merupakan sebuah bendera fisik yang berwujud hakiki, dan bukan sekadar bahasa kiasan atau metafora. Umat Islam diwajibkan untuk memahami setiap amanat kalimat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya sesuai dengan makna hakikinya selama tidak ada dalil yang memalingkannya.

Setiap mukmin wajib memahami ucapan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya sesuai dengan makna hakikatnya, serta tidak boleh mengalihkan makna tersebut kepada bentuk kiasan kecuali apabila terdapat dalil yang mengharuskannya. Makna hakiki adalah makna awal yang langsung dipahami oleh akal tanpa harus melalui proses berpikir yang panjang.

Sebagai contoh di dalam penggunaan bahasa, saat seseorang mengatakan bahwa ia melihat seekor singa, maka makna yang langsung ditangkap oleh pikiran adalah binatang buas. Begitu pula ketika seseorang mengatakan bahwa kemarin ia membeli seekor kambing, maka makna hakiki yang langsung dipahami adalah hewan ternak kambing yang sudah masyhur.

Berdasarkan kaidah tersebut, keberadaan bendera pujian (liwaul hamdi) pada hari kiamat wajib dipahami secara hakiki sebagai sebuah bendera fisik yang nyata. Makna ini tidak boleh dianggap sebagai kiasan atau metafora semata sebelum ada dalil sah yang memalingkan maknanya.

Karakteristik Pengikut Bendera Pujian

Bendera yang hakiki tersebut akan dibawa langsung oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menggunakan tangan beliau pada hari kiamat. Di bawah naungan bendera itulah, seluruh golongan manusia yang gemar memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala (al-hammadun), mulai dari generasi awal hingga generasi paling akhir, akan datang untuk bergabung bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Kedekatan posisi seorang hamba dengan bendera Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ditentukan oleh kadar aktivitasnya selama di dunia. Orang yang posisinya paling dekat dengan bendera tersebut adalah mereka yang paling banyak memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala, paling sering mengingat-Nya (dzikrullah), serta paling kuat dalam menjalankan segala perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Umat Nabi Muhammad Sebagai Umat Terbaik yang Gemar Memuji

Umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ditetapkan sebagai umat manusia yang terbaik, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 110)

Predikat sebagai umat terbaik ini disandang karena umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam merupakan golongan yang paling banyak memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam berbagai momentum kehidupan. Di dalam ibadah shalat, pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa diucapkan saat membaca surat Al-Fatihah maupun ketika bangkit dari rukuk (i’tidal).

Kebiasaan memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala juga dipraktikkan oleh seorang muslim di luar ibadah shalat, seperti saat menaiki kendaraan, selesai menyantap makanan, serta dalam berbagai aktivitas harian lainnya.

Mengenai keutamaan orang yang gemar memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala, terdapat sebuah riwayat yang berbunyi:

أَوَّلُ مَنْ يُدْعَى إِلَى الْجَنَّةِ الْحَمَّادُونَ، الَّذِينَ يَحْمَدُونَ اللَّهَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ

“Orang yang pertama kali dipanggil ke surga adalah orang-orang yang suka memuji Allah, yaitu mereka yang senantiasa memuji Allah baik dalam keadaan senang maupun susah.” (HR. Ibnu Mubarak)

Syaikh Al-Albani menilai hadits ini berstatus dhaif (lemah). Namun, Syaikh Abdur Razzaq menjelaskan bahwa riwayat ini dimuat oleh Imam Ibnu Mubarak di dalam kitab Az-Zuhd dengan sanad yang sahih secara maukuf (berhenti pada perkataan sahabat). Mengingat redaksi riwayat tersebut berbicara mengenai perkara gaib yang tidak mungkin berasal dari hasil ijtihad atau pemikiran pribadi seorang sahabat, maka riwayat maukuf ini secara hukum memiliki kedudukan yang sama dengan hadits marfu’.

Riwayat tersebut menunjukkan penegasan yang luar biasa bahwa manusia yang pertama kali dipanggil untuk memasuki surga adalah mereka yang konsisten mengucap tahmid dalam segala situasi. Sebagian besar manusia sering kali hanya mengucap alhamdulillah saat menerima limpahan nikmat atau kelancaran bisnis saja, namun langsung merespons dengan cemberut saat menghadapi kerugian.

Perilaku tersebut berbeda dengan teladan yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Saat melihat perkara yang menyenangkan, beliau membaca doa:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

“Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya kebaikan-kebaikan menjadi sempurna.” (HR. Ibnu Majah)

Sementara itu, saat menyaksikan perkara yang tidak menyenangkan atau disukainya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tetap memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan membaca doa:

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

“Segala puji bagi Allah atas setiap keadaan.” (HR. Ibnu Majah)

Sifat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan Umatnya di Dalam Kitab Terdahulu

Terdapat sebuah atsar yang diriwayatkan dari Ka’ab Al-Ahbar, seorang ulama ahli kitab yang kemudian memeluk Islam. Beliau menyatakan bahwa di dalam kitab Taurat yang asli ditemukan tulisan mengenai karakteristik Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam serta umatnya:

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، لَا فَظٌّ وَلَا غَلِيظٌ، وَلَا صَخَّابٌ بِالْأَسْوَاقِ، وَلَا يَجْزِي بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ، وَلَكِنَّهُ يَعْفُو وَيَغْفِرُ، وَأُمَّتُهُ الْحَمَّادُونَ، يُكَبِّرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى كُلِّ نَجْدٍ، وَيَحْمَدُونَهُ فِي كُلِّ مَنْزِلَةٍ

“Muhammad adalah Rasul Allah ﷺ; beliau bukan orang yang kasar dalam perkataan, bukan pula berhati keras, tidak suka berteriak-teriak di pasar-pasar, dan tidak membalas keburukan dengan keburukan. Akan tetapi beliau memaafkan dan mengampuni. Umat beliau adalah orang-orang yang banyak memuji Allah; mereka mengagungkan Allah Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi di setiap tempat yang tinggi, dan mereka memuji-Nya di setiap tempat persinggahan.” (HR. Ad-Darimi)

Keterangan tersebut memberikan kepastian bahwa gambaran kelembutan pribadi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam serta identitas umatnya yang gemar mengucap tahmid dan takbir sudah diabadikan sejak dahulu di dalam kitab suci sebelum Al-Qur’an, meskipun kitab Taurat yang beredar pada masa sekarang telah mengalami banyak perubahan tangan manusia.

Fasilitas Rumah Pujian (Baitul Hamdi) di Surga

Di dalam surga, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyediakan sebuah fasilitas istimewa berupa rumah yang dinamakan Rumah Pujian (Baitul Hamdi). Rumah ini dibangun khusus bagi para hamba yang konsisten memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam kondisi senang maupun susah, serta memiliki keteguhan sabar saat menghadapi keputusan takdir yang pahit.

Mengenai latar belakang pembangunan Rumah Pujian ini, Imam At-Tirmidzi meriwayatkan dengan sanad yang hasan dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِذَا مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى لِمَلَائِكَتِهِ: قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي؟ فَيَقُولُونَ: نَعَمْ. فَيَقُولُ: قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ؟ فَيَقُولُونَ: نَعَمْ. فَيَقُولُ: مَاذَا قَالَ عَبْدِي؟ فَيَقُولُونَ: حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ. فَيَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ، وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ

“Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, Allah Ta’ala berfirman kepada para malaikat-Nya: ‘Apakah kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?’ Mereka menjawab: ‘Ya.’ Allah berfirman: ‘Apakah kalian telah mengambil buah hatinya?’ Mereka menjawab: ‘Ya.’ Allah berfirman: ‘Lalu apa yang diucapkan hamba-Ku?’ Mereka menjawab: ‘Ia memuji-Mu dan mengucapkan istirjā‘ (Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un)’ Maka Allah Ta’ala berfirman: ‘Bangunkanlah untuk hamba-Ku sebuah rumah di surga, dan namailah rumah itu Baitul Hamd (Rumah Pujian).’” (HR. At-Tirmidzi)

Pengucapan kalimat alhamdulillah saat ditimpa musibah kematian anak lahir dari keyakinan penuh bahwa setiap ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hakikatnya mengandung kebaikan. Kematian anak yang belum balig dijanjikan akan menjadi dinding penghalang (hijab) bagi orang tuanya dari siksaan api neraka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala sengaja mewafatkan anak tersebut lebih dini agar ia langsung menempati surga dan menjadi penyelamat bagi orang tuanya, yang mana hal ini merupakan sebuah keuntungan besar bagi sang anak maupun orang tuanya. Oleh karena itu, setiap kali ditimpa musibah apa pun, seorang hamba dianjurkan untuk tetap memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala serta melafalkan kalimat istirja:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami pengembara kembali.” (QS. Al-Baqarah[2]: 156)

Seluruh musibah yang terjadi di dunia pada hakikatnya berfungsi sebagai penggugur dosa atau sarana pengangkat derajat seorang mukmin, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak pernah berlaku zalim kepada hamba-Nya. Imam Ibnu Qayyim rahimahullah menegaskan bahwa tidaklah Allah Subhanahu wa Ta’ala mengambil sesuatu dari hambanya, kecuali karena Dia ingin memberi ganti yang jauh lebih baik berupa pahala, surga, maupun kematangan iman.

Kemampuan memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala di tengah situasi yang sulit inilah yang mengantarkan seorang hamba meraih kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Melalui pemahaman ini, muncul sebuah pertanyaan penting mengenai metode dan cara operasional yang harus ditempuh oleh seorang hamba agar dapat menggapai tingkatan derajat yang mulia tersebut.

Setiap mukmin tentu memiliki keinginan yang kuat agar bisa sampai kepada derajat yang mulia tersebut. Berkaitan dengan hal ini, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa kemampuan seorang hamba untuk memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala saat ditimpa kesusahan didasari oleh dua persaksian atau dua perkara:

  • Persaksian Pertama: Hamba tersebut memiliki ilmu dan keyakinan penuh bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menghendaki semua takdir tersebut. Dia meyakini bahwa segala ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala bernilai baik, tertata rapi, dan mapan. Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Zat Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana, Maha Mengetahui secara mendalam, lagi Maha Penyayang.
  • Persaksian Kedua: Hamba tersebut meyakini bahwa pilihan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk dirinya jauh lebih baik daripada pilihan dirinya sendiri untuk dirinya.

Apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala pilihkan untuk hamba-Nya pasti merupakan perkara yang paling baik. Manusia sering kali menginginkan hal-hal yang enak saja, padahal sesuatu yang enak itu belum tentu berakibat baik bagi dirinya. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala terkadang menetapkan takdir yang pahit agar terdapat kebaikan serta hikmah yang agung di balik peristiwa tersebut. Manusia mungkin tidak memahaminya secara langsung, tetapi pada kemudian hari mereka baru menyadari adanya faedah-faedah besar yang Allah Subhanahu wa Ta’ala inginkan dari takdir yang pahit tersebut.

Sikap Mukmin Menghadapi Fluktuasi Ekonomi

Seorang mukmin yang sejati akan selalu memiliki keyakinan yang kokoh dalam menghadapi segala dinamika kehidupan, termasuk saat terjadi kenaikan harga atau nilai mata uang. Dia yakin bahwa di balik semua fenomena tersebut pasti terdapat hikmah, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Adil dan tidak mungkin berbuat zalim kepada makhluk-Nya.

Peristiwa kenaikan harga ini pernah terjadi pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ketika harga barang-barang di pasar melonjak mahal, para sahabat datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk mengadu dan meminta solusi:

يَا رَسُولَ اللَّهِ غَلَا السِّعْرُ فَسَعِّرْ لَنَا

“Wahai Rasulullah, harga-harga barang telah mahal, maka tentukanlah harga untuk kami.” (HR. Abu Dawud)

Mendengar permintaan tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan jawaban yang meluruskan akidah mereka:

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ الْقَابِضُ الْبَاسِطُ الرَّازِقُ

“Sesungguhnya Allah-lah yang menentukan harga, yang menyempitkan rezeki, yang meluaskan rezeki, dan Yang Maha Pemberi rezeki.” (HR. Abu Dawud)

Melalui hadits ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajarkan sebuah prinsip akidah yang fundamental, yaitu meyakini bahwa seluruh perubahan kondisi ekonomi tidak pernah lepas dari takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dialah Zat yang memegang kendali atas luas dan sempitnya rezeki hamba-Nya.

Kesadaran terhadap takdir mutlak Allah Subhanahu wa Ta’ala menuntut seorang hamba untuk tidak terburu-buru mengeluh atau menyalahkan keadaan saat ditimpa kesulitan ekonomi. Umat Islam diperintahkan untuk menghadapi situasi tersebut dengan tawakal dan ikhtiar.

Perlu ditegaskan bahwa konsep tawakal yang benar sudah pasti mencakup aktivitas ikhtiar (usaha) di dalamnya. Tawakal memiliki dua rukun utama yang saling mengikat, yaitu melakukan ikhtiar secara maksimal secara lahiriah dan menyandarkan hati sepenuhnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala secara batiniah. Seseorang yang memahami hakikat tawakal dengan benar tidak akan mempertanyakan urgensi ikhtiar, karena ikhtiar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tawakal itu sendiri.

Keistimewaan Sikap Mukmin di Setiap Ketetapan Takdir

Segala bentuk musibah dan takdir pahit yang menimpa seorang muslim pada hakikatnya bermuara pada kebaikan dirinya. Keistimewaan respons terhadap takdir ini hanya dianugerahkan khusus kepada orang yang beriman kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Imam Muslim meriwayatkan di dalam kitab sahihnya bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَا يَقْضِي اللَّهُ لِلْمُؤْمِنِ قَضَاءً إِلَّا كَانَ خَيْرًا لَهُ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah Allah menetapkan suatu takdir bagi seorang mukmin melainkan takdir itu baik baginya. Dan hal itu tidaklah dimiliki oleh siapapun kecuali oleh seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka hal itu urusan kebaikan baginya. Dan jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, maka hal itu pun urusan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Melalui hadits ini, Kehidupan seorang mukmin diwarnai oleh sikap bersyukur saat menerima kesenangan dengan melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala serta menjauhi larangan-Nya, dan bersikap sabar saat menghadapi kesusahan. Seorang mukmin memiliki keyakinan kuat bahwa di balik setiap kesulitan pasti ada maksud baik yang Allah Subhanahu wa Ta’ala inginkan untuk dirinya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengabarkan bahwa seluruh takdir yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada seorang mukmin akan membuahkan kebaikan apabila dihadapi dengan sabar saat susah dan dengan bersyukur saat senang.

Kehidupan di dunia memang sengaja Allah Subhanahu wa Ta’ala pergilirkan. Ada kalanya manusia berada di atas, dan ada kalanya berada di bawah. Ada kalanya merasakan kesenangan, dan ada kalanya merasakan kesusahan. Hikmah di balik pergiliran kondisi ini ditegaskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an:

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ

“Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS. Al-Hadid[57]: 23)

Apabila manusia terus-menerus merasakan kesenangan, mereka akan rentan tertipu oleh kehidupan dunia, sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan ujian agar mereka tidak terlena. Sebaliknya, apabila manusia terus-menerus merasakan kesusahan, mereka akan rentan berputus asa, sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kesenangan agar harapan mereka tetap terjaga.

Kebaikan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala inginkan bagi seorang mukmin melalui siklus ini adalah agar hamba tersebut dapat merealisasikan penghambaan (ubudiyah) dalam segala situasi, baik dalam kondisi lapang maupun sempit. Keadaan yang selalu senang tanpa ada kesusahan sama sekali hanya akan didapatkan kelak di dalam surga. Dunia pada hakikatnya merupakan negeri ujian (darul bala). Seseorang yang hanya menghendaki kesenangan tanpa mau menerima kesusahan di dunia akan menjadi pribadi yang kufur nikmat, mudah berputus asa, bahkan berprasangka buruk (suuzon) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Konsistensi Memuji Allah dan Kisah Yunus bin Ubaid

Seorang hamba yang meyakini dengan sepenuh hati bahwa seluruh takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala membawa kebaikan bagi dirinya pasti akan selalu memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap keadaan, baik saat lapang, sempit, senang, maupun susah.

Terkait hal ini, dikisahkan ada seorang laki-laki yang datang menemui Yunus bin Ubaid untuk mengadukan perihal sempitnya kondisi kehidupan dan ekonomi yang sedang dialaminya. Menanggapi pengaduan tersebut, Yunus bin Ubaid mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengingatkan nikmat kesehatan yang ada pada diri laki-laki tersebut. Yunus bertanya mengenai kesediaan laki-laki itu apabila matanya dibeli dengan harga seratus ribu dirham, dan laki-laki itu menolaknya. Yunus kemudian bertanya lagi mengenai kesediaan jika kedua tangan serta kedua kakinya dihargai masing-masing seratus ribu dirham, dan laki-laki itu tetap menolak.

Setelah Yunus bin Ubaid menjabarkan berbagai macam nikmat fisik yang tidak ternilai tersebut, beliau memberikan teguran yang mendalam kepada laki-laki itu:

أَرَى عِنْدَكَ مِئِينَ الْأُلُوفِ وَأَنْتَ تَشْكُو الْحَاجَةَ

“Aku melihat dirimu sebenarnya memiliki harta senilai ratusan ribu dirham, namun kamu masih saja mengadukan kesusahan dan keperluanmu.” (dalam Kitab Fiqih Doa dan Dzikir)

Kisah ini memberikan pelajaran bahwa setiap kesusahan yang menimpa harus dihadapi dengan kesabaran. Kehidupan manusia tidak akan selamanya berjalan mendalam di dalam kesusahan, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala pasti akan memberikan masa kesenangan. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan janji yang pasti di dalam Al-Qur’an:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah[94]: 5-6)

Kisah Kehilangan Harta Dunia dalam Atsar Salman Al-Farisi

Pelajaran mengenai perubahan takdir dunia juga disebutkan di dalam sebuah atsar dari sahabat Salman Al-Farisi radhiallahu anhu. Beliau menceritakan perihal kisah seorang laki-laki pada masa lalu:

إِنَّ رَجُلًا بُسِطَ لَهُ مِنَ الدُّنْيَا، فَانْتُزِعَ مَا فِي يَدَيْهِ، فَجَعَلَ يَحْمَدُ اللَّهَ وَيُثْنِي عَلَيْهِ

“Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang telah diluaskan rezekinya di dunia, kemudian seluruh kenikmatan dan kesenangan yang ada di tangannya tersebut dicabut hingga habis ludes oleh Allah, namun laki-laki itu justru tetap memuji Allah dan menyanjung-Nya.” (Dalam Kitab Fiqih Doa dan Dzikir)

Laki-laki di dalam atsar Salman Al-Farisi radhiallahu anhu tersebut terus memuji dan menyanjung Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kondisinya sedemikian memprihatinkan hingga ia tidak memiliki harta benda apa pun lagi selain selembar tikar ranggas untuk tidur. Meskipun berada di dalam kemiskinan yang ekstrem, ia secara konsisten tetap mengucap tahmid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pada waktu yang sama, ada seorang laki-laki lain yang mendapatkan kelapangan rezeki duniawi menyaksikan keteguhan hamba tersebut. Orang kaya itu merasa heran lalu bertanya kepada sang pemilik tikar:

أَرَأَيْتَكَ أَنْتَ عَلَى مَا تَحْمَدُ اللَّهَ؟

“Kabarkan kepadaku, atas dasar apa kamu terus memuji Allah?” (Disebutkan oleh Ibnu al-Qayyim dalam ‘Uddat as-Sabirin, hlm. 167 : Kitab Fiqih Doa dan Dzikir)

Pertanyaan tersebut diajukan untuk mencari tahu alasan di balik pujian yang terus mengalir dari seorang hamba yang kondisi rezekinya sangat sempit dan hidupnya penuh kesusahan. Pemilik tikar itu kemudian memberikan jawaban yang sangat berharga:

أَحْمَدُهُ عَلَى مَا لَوْ أُعْطِيتُ بِهِ مَا أُعْطِيَ الْخَلْقُ لَمْ أُعْطِهِمْ إِيَّاهُ

“Aku memuji Allah atas karunia nikmat yang apabila aku ditawarkan untuk menukarnya dengan seluruh ciptaan yang ada, aku tidak akan pernah sudi memberikannya kepada siapa pun.” (Disebutkan oleh Ibnu al-Qayyim dalam ‘Uddat as-Sabirin, hlm. 167 : Kitab Fiqih Doa dan Dzikir)

Laki-laki kaya itu bertanya kembali mengenai wujud dari nikmat luar biasa yang dimaksud. Pemilik tikar menjelaskan bahwa nikmat yang ia maksud adalah karunia berupa penglihatan mata, lisan untuk berbicara, dua tangan, serta dua kaki yang melekat pada tubuhnya. Karunia fisik tersebut merupakan nikmat yang sangat agung yang wajib disyukuri dengan ucapan alhamdulillah.

Manusia sering kali tidak menyadari bahwa kesehatan indra dan anggota tubuh merupakan nikmat yang sangat besar. Kemampuan mata untuk melihat serta telinga untuk mendengar merupakan karunia yang luar biasa. Masalah yang sering terjadi adalah karena nikmat sehat tersebut sudah menjadi kebiasaan harian, manusia menjadi tidak merasakannya sebagai sebuah kenikmatan. Kebanyakan manusia mempersempit definisi nikmat hanya pada bentuk uang, harta, atau makanan saja, sementara mereka mengabaikan nikmat fungsi mata yang mereka gunakan setiap hari.

Alhamdulillah sebagai Doa yang Paling Utama

Keutamaan ucapan alhamdulillah juga ditetapkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiallahu anhu. Beliau menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ

“Zikir yang paling utama adalah la ilaha illallah dan doa yang paling utama adalah alhamdulillah.” (HR. At-Tirmidzi)

Melalui hadits ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menetapkan bahwa bentuk doa yang paling utama dan tinggi kedudukannya adalah memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketetapan ini terhitung unik karena secara hakikat, kalimat pujian (tahmid) merupakan bentuk sanjungan yang ditujukan kepada Zat Yang Maha Terpuji yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang diucapkan dengan penuh rasa cinta dan pengagungan di dalam hati.

Mengenai alasan mengapa kalimat pujian dikategorikan sebagai doa, ulama besar Sufyan bin Uyainah rahimahullah pernah ditanya oleh seseorang yang meminta penjelasan mengenai status ucapan alhamdulillah sebagai doa. Menjawab pertanyaan tersebut, Sufyan bin Uyainah memberikan penjelasan dengan mengambil analogi dari tradisi sastra Arab kuno. Beliau mengutip bait syair yang digubah oleh Umayyah bin Abi Shalt ketika hendak mendatangi seorang tokoh dermawan bernama Abdullah bin Jud’an untuk meminta bantuan demi menikahi seorang wanita bernama Nailah:

أَأَذْكُرُ حَاجَتِي أَمْ قَدْ كَفَانِي حَبَاؤُكَ إِنَّ شِيمَتَكَ الْحَيَاءُ

إِذَا أَثْنَى عَلَيْكَ الْمَرْءُ يَوْمًا كَفَاهُ مِنْ تَعَرُّضِهِ الثَّنَاءُ

“Apakah aku perlu menyebutkan kebutuhanku, ataukah pemberianmu telah mencukupiku? Sesungguhnya sifatmu adalah rasa malu (sehingga engkau memberi sebelum diminta).”

“Apabila seseorang memujimu suatu hari, maka pujian itu sudah cukup sebagai ungkapan kebutuhannya tanpa harus memintanya secara langsung.” (Dalam Kitab Fiqih Doa dan Dzikir)

Bait syair tersebut menunjukkan suatu kaidah sosial bahwa ketika seseorang melayangkan pujian dan sanjungan yang indah kepada sosok yang dermawan, maka esensi dari pujian tersebut pada hakikatnya adalah sebuah isyarat permohonan bantuan. Orang yang memuji tidak perlu lagi memperjelas maksud kebutuhannya karena sang dermawan sudah memahami maksud di balik sanjungan tersebut.

Jika prinsip ini berlaku di antara sesama makhluk, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Zat Yang Maha Dermawan tentu jauh lebih mengetahui maksud dan kebutuhan hamba-Nya yang datang menghadap dengan mengagungkan kalimat alhamdulillah. Pujian murni yang dialamatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala secara otomatis bernilai sebagai sebuah doa permohonan yang paling agung di sisi-Nya.

Metode memuji seseorang dengan tujuan tersembunyi untuk meminta bantuan menunjukkan bahwa aktivitas memuji pada hakikatnya sudah termasuk ke dalam bentuk permohonan. Ketika seseorang melayangkan pujian yang tinggi kepada temannya mengenai kedermawanannya, esensi dari tujuan tersebut adalah meminta sesuatu. Atas dasar logika inilah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menetapkan bahwa bentuk doa yang paling utama adalah kalimat pujian (tahmid).

Prinsip tersebut dikuatkan oleh firman Allah Subhanahu wa Ta’ala mengenai karakteristik penduduk surga:

وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Dan penutup doa mereka ialah: ‘Alhamdulillahirabbil ‘alamin’ (Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam).” (QS. Yunus[10]: 10)

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa doa terbagi menjadi dua macam, yaitu doa permohonan (dua’ul mas’alah) dan doa ibadah (dua’ul ibadah). Seseorang yang memuji dan menyanjung Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala karunia-Nya secara otomatis telah menunaikan kedua macam doa tersebut sekaligus. Dia telah meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus beribadah kepada-Nya, sehingga ia disebut sebagai orang yang berdoa secara hakiki. Ketentuan ini sejalan dengan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an:

هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ۗ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Dialah yang hidup kekal, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Allah; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadah kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.” (QS. Ghafir[40]: 65)

Melalui ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan umat manusia untuk berdoa dengan cara mengikhlaskan amal semata-mata untuk-Nya, kemudian Dia menyebutkan redaksi doa tersebut dalam wujud kalimat alhamdulillahirabbil ‘alamin. Hal ini menjadi hujah yang kuat bahwa kalimat tahmid dikategorikan sebagai bagian dari doa.

Kedudukan Kalimat Thayyibah di Dalam Timbangan Amal

Dalil lain yang menyebutkan tentang keutamaan ucapan alhamdulillah serta besarnya nilai pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala termuat di dalam kitab Sahih Muslim dari sahabat Abu Malik Al-Asy’ari radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

الطَّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَآنِ ـ أَوْ تَمْلَأُ ـ مَا بَيْنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَالصَّلَاةُ نُورٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ، وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ، كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا

“Bersuci itu separuh keimanan, ucapan alhamdulillah memenuhi timbangan, dan ucapan subhanallah serta alhamdulillah keduanya memenuhi apa yang ada di antara langit dan bumi. Salat adalah cahaya, sedekah adalah bukti, sabar adalah sinar, dan Al-Qur’an adalah hujjah yang membelamu atau menghujatmu. Setiap manusia pergi pada pagi hari untuk menjual dirinya, ada yang memerdekakan dirinya dan ada pula yang membinasakan dirinya.” (HR. Muslim)

Mengingat kesucian terbagi menjadi dua aspek, yaitu kesucian hati dan kesucian anggota badan, aktivitas bersuci fisik seperti berwudu dinilai sebagai separuh keimanan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menegaskan bahwa ucapan alhamdulillah memiliki bobot pahala yang sangat besar hingga mampu memenuhi mizan (timbangan amal).

Sebagian ulama berpendapat bahwa makna memenuhi timbangan tersebut berarti apabila kalimat alhamdulillah diwujudkan dalam bentuk fisik, maka ukurannya akan memenuhi mizan. Namun, pendapat tersebut dinilai kurang tepat. Pendapat yang benar adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengubah amalan-amalan keduniaan para hamba-Nya menjadi bentuk rupa materi pada hari kiamat untuk kemudian ditimbang. Di antara sekian banyak amal saleh yang ditimbang, ucapan alhamdulillah merupakan salah satu komponen yang paling memberatkan mizan.

Keutamaan timbangan amal ini berkaitan erat dengan hadits masyhur mengenai dua kalimat yang dicintai oleh Allah ‘Azza wa Jalla, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

كَلِمَتَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ، خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

“Dua kalimat yang dicintai oleh Ar-Rahman, ringan di lisan, namun berat di dalam timbangan, yaitu: Subhanallahi wa bihamdih, Subhanallahil ‘adzim.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua kalimat thayyibah tersebut sangat mudah dan hanya memerlukan waktu beberapa detik saja untuk dilafalkan. Manusia sering kali mengalami kerugian karena lebih senang menghabiskan waktu untuk menyebut nama orang lain atau membicarakan urusan sesama makhluk daripada melafalkan kalimat yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ini.

Ucapan alhamdulillah memiliki kedudukan yang sangat agung serta pahala yang melimpah di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga tidak boleh dipandang remeh oleh seorang hamba.

sumber : https://www.radiorodja.com/56321-dalil-dalil-sunnah-mengenai-keutamaan-ucapan-alhamdulillah/

Lapangan Golf 9 Hole Petrokimia Gresik Bikin Para Tokoh Lintas Daerah Terkejut, Ini Sebabnya!

Lapangan Golf 9 Hole Petrokimia Gresik Bikin Para Tokoh Lintas Daerah Terkejut, Ini Sebabnya!

Ada nuansa yang berbeda di Lapangan Golf Petrokimia Gresik akhir pekan ini. Ratusan golfer dari berbagai latar belakang, mulai dari Forkopimda, jajaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga petinggi kepolisian, TNI berkumpul dengan seragam kasual mereka.

Tawa renyah dan obrolan santai mengalir di antara ayunan stik golf yang presisi. Acara ini digelar secara khusus dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke 80.

​Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi adu ketangkasan, melainkan sebuah ruang silaturahmi lintas wilayah yang begitu cair. Sejumlah tokoh penting tampak hadir menikmati suasana, di antaranya Bupati Fandi Akhmad Yani,
Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik Johanes Barus, Kapolres AKBP Ramadhan Nasution, Dandim 0817 Letkol Inf Fadly Subur Karamaha,
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, hingga Walikota Pasuruan Adi Wibowo.

Kehadiran mereka membuktikan bahwa olahraga golf mampu menjadi jembatan diplomasi, dan komunikasi yang sangat efektif antar-daerah.

​”Alhamdulillah pagi hari kita bisa berkumpul dalam rangka Hari Bhayangkara. Tentunya ini menjadi sebuah silaturahmi baik dari teman-teman golfer BUMN, pemerintahan, ada Bupati Ngawi, serta Walikota Pasuruan. Mudah-mudahan silaturahmi ini terus terjaga dan berkah,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani, Sabtu (27/6/2026)

Diakui Gus Yani sapaan akrabnya, tantangan Lapangan Golf Petrokimia Gresik, kecil tapi sulit. Serta menjadi salah satu yang mencuri perhatian para pecinta golf.

“Lapangan ini memiliki karakteristik tersendiri. Meski hanya memiliki 9 hole, lapangannya menyimpan tantangan tersendiri yang membuat para pemukul bola berpengalaman harus berpikir ekstra keras untuk meletakkan bola di posisi terbaik,” ungkapnya.

Bagi para golfer luar daerah, bermain di lapangan ini memberikan pengalaman baru yang tak terlupakan. Keunikan tata letak dan kontur lapangan yang sangat presisi membuatnya dijuluki sebagai lapangan yang kecil-kecil cabai rawit.

Para golfer di luar Gresik belum pernah main di sini. Tentunya bakal diajak menyusuri lapangan yang memiliki 9 hole. Cukup sulit dan menantang bagi penghobi olahraga life style ini.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution yang turut hadir menegaskan momentum Hari Bhayangkara ke 80 ini sengaja dikemas dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk para pecinta olahraga golf. Melalui kedekatan emosional yang terbangun di lapangan hijau, diharapkan koordinasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bisa berjalan dengan lebih humanis.

”Menjelang Hari Bhayangkara ke 80, tentunya kami mengumpulkan para golfers yang ada di wilayah Gresik dan sekitarnya bersama dengan Ketua PGI yang hadir dan seluruh Forkopimda,” ungkapnya.

​Ia juga menambahkan bahwa turnamen ini memiliki misi penting di balik layar kaca hiburan olahraga. Salah satunya silaturahmi untuk mempererat sabuk kamtibmas yang ada di wilayah Gresik tetap kondusif, aman dengan slogan Jogo Gresik.

Menariknya, turnamen ini tidak hanya menjadi milik para pejabat dan eksekutif senior. Persatuan Golf Indonesia (PGI) Cabang Gresik bersama Polres Gresik menunjukkan komitmen nyata dalam meregenerasi atlet.

Di balik kemeriahan kelas eksekutif, ada misi besar untuk menjaring dan mengasah mental para atlet muda yang akan dipersiapkan menuju ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim.

​”Event hari kali ini tidak hanya diikuti para golfer saja, di sini juga ada atlet. Jadi kemarin sudah dibuka sama teman-teman Polres. Ada 10 atlet pemula dan empat atlet akan dikirim ke ajang Porprov Jatim,” kata Ketua PGI Gresik M.Choirul Rizal

Langkah akomodatif ini menandai babak baru bagi pembinaan olahraga golf di Kota Gresik. Event pertama tersebut akan berkelanjutan dan berkesinambungan.

​Adanya turnamen ini, Lapangan Golf Petrokimia Gresik tidak hanya meninggalkan jejak kepuasan bagi para pemenang, melainkan juga memperkuat fondasi kebersamaan antar daerah serta optimisme baru bagi masa depan prestasi golf di Kabupaten Gresik.

Sumber : https://beritajatim.com/lapangan-golf-9-hole-petrokimia-gresik-bikin-para-tokoh-lintas-daerah-terkejut-ini-sebabnya

Bahlil Resmikan Mini LNG Rp1,1 Triliun di Tuban, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bahlil Resmikan Mini LNG Rp1,1 Triliun di Tuban, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Kedatangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, ke Tuban untuk meresmikan PT Sumber Aneka Gas (SAG) Mini Liquefied Natural Gas (LNG) Plant yang berlokasi tepatnya di Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Peresmian dilakukan oleh Menteri ESDM RI bersama SKK Migas sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan infrastruktur gas bumi nasional, penguatan ketahanan energi, serta percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Fasilitas Mini LNG Plant yang dibangun dengan nilai investasi mencapai Rp1,1 triliun tersebut diperkirakan mampu mengolah gas bumi dengan kapasitas sebesar 15 (lima belas) MMSCFD yang berasal dari Lapangan Sumber 1-A yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java dengan jangka waktu pengaliran sampai tahun 2036. “Kehadiran SAG ini untuk mempersiapkan ketahanan energi, jadi ada LNG, CNG, LPG, dan kondensat,” ujar Bahlil, Kamis (25/6/2026).

Gas bumi yang dihasilkan nantinya diolah menjadi LNG dengan kapasitas produksi maksimal sebesar 55.300 (lima puluh lima ribu tiga ratus) ton per tahun. Selain itu, Liquefied Petroleum Gas (LPG) maksimal sebesar 9.800 (sembilan ribu delapan ratus) ton per tahun dan kondensat maksimal sebesar 19.600 (sembilan belas ribu enam ratus) barel per tahun. Tersedia pula fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) Plant dengan kapasitas 6 (enam) MMSCFD. “Produk LNG yang dihasilkan akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia,” imbuhnya.

Sehingga hadirnya PT SAG ini menjadi tonggak penting dalam ketahanan energi di Indonesia dan menjawab kebutuhan pasar energi yang lebih bersih, fleksibel, serta dapat menjangkau wilayah yang belum terlayani jaringan pipa gas bumi.

Melalui anak usahanya, PT Super Energy Tbk memulai perjalanannya sebagai perusahaan distribusi gas alam di Jawa Timur pada tahun 2012. Seiring perkembangan usaha, perusahaan tersebut memperluas jaringan distribusinya ke Jawa Tengah dan Jawa Barat, serta memperluas cakupan bisnis ke sektor pengolahan gas suar (flare gas) pada tahun 2016 dengan menghasilkan produk LPG dan kondensat.

Pertumbuhan yang berkelanjutan tersebut mengantarkan PT Super Energy Tbk. mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018. SAG kemudian dibentuk untuk mengembangkan pemanfaatan teknologi LNG sebagai solusi distribusi energi yang lebih luas dan efisien.

“Kehadiran fasilitas LNG SAG ini memungkinkan gas bumi domestik didistribusikan ke berbagai sektor industri, termasuk kawasan yang belum terjangkau oleh jaringan pipa gas konvensional maupun compressed natural gas (CNG),” jelas Bahlil.

Dengan demikian, SAG diharapkan membuka akses energi yang lebih merata bagi pelaku industri di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama SAG, Agustus Sani Nugroho, menyampaikan bahwa peresmian fasilitas Mini LNG Plant merupakan wujud nyata komitmen PT Super Energy Tbk. dalam mendukung agenda ketahanan energi nasional dan transisi energi Indonesia.

“Dengan beroperasinya Fasilitas Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas ini, kami siap melangkah lebih jauh dan siap mendukung program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto, dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional, dan memperkuat ketahanan energi Indonesia, serta memastikan dan mendukung industri nasional bergerak maju dengan pasokan energi yang andal dan bersih,” jelas Agustus Sani Nugroho.

Sumber : https://beritajatim.com/bahlil-resmikan-mini-lng-rp11-triliun-di-tuban-perkuat-ketahanan-energi-nasional

Super Air Jet Ancang-Ancang Buka Rute Kediri-Denpasar dari Bandara Dhoho Kediri

Super Air Jet Ancang-Ancang Buka Rute Kediri-Denpasar dari Bandara Dhoho Kediri

Kediri – Potensi Bandara Internasional Dhoho kian ramai penumpang sangat tinggi. Selain jumlah penerbangan yang bertambah, rute pun juga demikian. Beberapa maskapai sudah berancang-ancang akan membuka jalur penerbangan baru.

Salah satu yang akan melakukan hal itu adalah Super Air Jet. Maskapai ini sudah bersiap membuka jalur Kediri-Denpasar.

“Rute lain, next, Denpasar, Kediri-Denpasar ya,” ucap Direktur Operasi dan Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Super Air Jet Boentoro Suharianto kemarin.

Hanya saja, Boentoro belum bisa memastikan kapan rencana tersebut terealisasi. Pihaknya masih melakukan study. Mengamati animo masyarakat terhadap penerbangan yang baru saja dibuka oleh Super Air Jet.

Dia mengakui bahwa rute Kediri-Balikpapan ini menjadi acuan untuk membuka penerbangan berikutnya. Bila rute Kediri-Balikpapan ramai, maka akan ada rute Kediri-Denpasar dalam waktu dekat.

“Belum ada perkiraan (kapan dibuka). Kami masih melakukan study-nya terlebih dahulu,” kilahnya.

Namun demikian, dia optimistis rute yang dibuka Super Air Jet di Bandara Dhoho bisa ramai. Pasalnya potensi hilir-mudik orang dan barang di wilayah Jawa Timur selatan tergolong tinggi.

Ucapan Boentoro tersebut memperkuat perkataan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana sebelumnya. Yang menyebut setelah rute Kediri-Balikpapan dibuka akan diikuti pembukaan rute lain. Yang terdekat adalah Kediri-Denpasar.

Saat itu, Dhito masih enggan menjelaskan maskapai mana yang akan membuka rute tersebut. Dengan statemen dari pihak Super Air Jet itu teka-teki itu terjawab.

Diberitakan sebelumnya, mulai Kamis (6/6), PT Angkasa Pura (AP) 1 menambah rute penerbangan dari Bandara Internasional Dhoho Kediri. Yaitu jurusan Kediri-Balikpapan dengan maskapai Super Air Jet.

Pesawat berjenis Airbus A320 itu melakukan penerbangan pada Selasa, Kamis, dan Sabtu. Pukul 12.45 WITA dijadwalkan terbang dari Balikpapan dan tiba di Kediri pukul 13.15 WIB. Sementara keberangkatan dari Kediri pukul 14.00 WIB, dan dijadwalkan tiba di Balikpapan pukul 16.30 WITA.

Selain itu, Citilink juga akan menambah dan mengganti jadwal penerbangan rute Kediri-Jakarta. Yang mulanya pada Selasa dan Sabtu, mulai 12 Juni i akan berganti dan bertambah menjadi Senin, Rabu, dan Jumat.

Sementara itu, bila melihat progres rute Kediri-Balikpapan yang positif, potensi jalur baru Kediri-Denpasar sangat terbuka. Kemarin, penerbangan dari Balikpapan-Kediri hampir terisi penumpang tiga per empat kapasitas pesawat. Total, ada 125 penumpang yang bertolak dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman menuju Bandara Internasional Dhoho. Padahal, total seat yang disediakan adalah 180.

Berdasarkan pengamatan Jawa Pos Radar Kediri yang juga ikut dalam penerbangan ini, aktivitas calon penumpang ke Kediri itu sudah terjadi sejak pukul 10.00 WITA. Padahal jadwal keberangkatan rute BPN-DHX ini tertera pukul 12.45 WITA.

Ratusan penumpang terlihat semringah saat memasuki pesawat. Satu per satu boarding pass diperiksa. Tidak penumpang dewasa atau orang tua, sebagian juga diisi anak-anak.

Pesawat berwarna putih-coklat ini take off pukul 12.50 WITA. Tidak ada kendala saat pesawat lepas landas. Pun guncangan yang berarti. Begitu pula saat burung besi ini mengudara di langit Borneo.

“Penerbangan menuju Kediri akan kita tempuh dalam 1 jam 30 menit. Cuaca cerah berawan,” ujar Kapten Jhoni Sapta Putra melalui pengeras suara di dalam kabin pesawat penerbangan IU355.

Mayoritas penumpang memilih untuk tidur di dalam pesawat dengan ekor PK-SAG ini. Sedang beberapa asyik dengan gawainya. Hingga akhirnya pesawat tiba pukul 13.20 WIB dengan selamat. Para penumpang pun bergegas ke luar.

Di antara penumpang itu adalah pasangan Nur Wakid dan Musinah. Pasutri asal Grogol ini sengaja pulang kampong sembari merasakan pengalaman memanfaatkan bandara baru.

“Ini sengaja mau coba bandara baru,” aku Musinah.

Keduanya mengaku telah lama tinggal di Balikpapan. Mereka mencari peruntungan di sana. Tak ayal, adanya rute penerbangan ini jadi memudahkan mereka untuk melepas rindu.

“Besok Selasa ini langsung berangkat lagi ke Balikpapan,” ucapnya

sumber : https://www.radarkediri.id/otomotif/super-air-jet-ancang-ancang-buka-rute-kediri-denpasar-dari-bandara-dhoho-kediri

Bacaan Dzikir Saat Sakit Gigi Sesuai Tuntunan Islam, Amalan Penenang Saat Nyeri Menyerang

Bacaan Dzikir Saat Sakit Gigi Sesuai Tuntunan Islam, Amalan Penenang Saat Nyeri Menyerang

Jakarta – bacaan dzikir saat sakit gigi sesuai tuntunan islam menjadi salah satu amalan yang banyak dicari umat Muslim ketika rasa nyeri pada gigi datang secara tiba-tiba. Sakit gigi sering membuat seseorang kesulitan makan, berbicara, bahkan beristirahat dengan nyaman.

bacaan dzikir saat sakit gigi sesuai tuntunan islam tidak hanya menjadi bentuk ikhtiar batin, tetapi juga pengingat bahwa setiap penyakit dan kesembuhan berada dalam kuasa Allah SWT. Karena itu, dzikir dan doa dianjurkan untuk dibaca bersamaan dengan usaha pengobatan yang tepat.

Rasa sakit pada gigi dapat muncul karena berbagai faktor, mulai dari gigi berlubang, infeksi gusi, hingga masalah saraf gigi. Kondisi tersebut sering kali menimbulkan rasa berdenyut yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dalam Islam, seseorang yang sedang sakit dianjurkan untuk memperbanyak doa dan dzikir. Amalan ini menjadi sarana memohon pertolongan sekaligus menguatkan hati agar tetap sabar menghadapi ujian kesehatan.

Dzikir dan Doa Saat Rasa Nyeri Muncul

Salah satu dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW ketika merasakan sakit adalah meletakkan tangan pada bagian yang sakit sambil membaca:

بِاسْمِ اللَّهِ

Latin: Bismillah (3 kali)

Artinya: Dengan menyebut nama Allah.

Setelah itu dilanjutkan dengan membaca:

أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

Latin: A’udzu billahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadziru (7 kali)

Artinya: Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan.

Doa tersebut diriwayatkan dalam hadits sahih dan sering diamalkan ketika seseorang mengalami rasa sakit pada bagian tubuh tertentu. Termasuk ketika nyeri gigi terasa sangat mengganggu.

Selain membaca dzikir tersebut, seseorang dianjurkan untuk menghadirkan keyakinan bahwa Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Menyembuhkan. Keyakinan itu menjadi bagian penting dalam setiap doa yang dipanjatkan.

Doa Memohon Kesembuhan dari Sakit Gigi

Para ulama juga menukil doa yang dibaca untuk memohon hilangnya rasa sakit. Doa ini dikenal luas dalam kitab-kitab doa dan amalan harian umat Islam.

اللَّهُمَّ أَذْهِبْ عَنْهُ سُوءَ مَا يَجِدُ وَفُحْشَهُ بِدَعْوَةِ نَبِيِّكَ الْمُبَارَكِ الْمَكِينِ عِنْدَكَ

Latin: Allahumma adzhib ‘anhu suu-a ma yajidu wa fuhsyahu bida’wati nabiyyikal mubarakil makini ‘indaka.

Artinya: Ya Allah, hilangkan darinya keburukan yang ia rasakan dan penderitaannya dengan doa Nabi-Mu yang mulia di sisi-Mu.

Doa tersebut dapat dibaca sambil meletakkan tangan pada bagian wajah atau pipi yang berdekatan dengan gigi yang terasa sakit. Banyak ulama menganjurkan membacanya sebanyak tiga hingga tujuh kali.

Amalan ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti pengobatan medis. Islam mengajarkan keseimbangan antara berdoa dan berikhtiar mencari pengobatan yang sesuai.

Teladan Rasulullah SAW Saat Menghadapi Rasa Sakit

Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan berbagai doa ketika menghadapi penyakit. Tujuannya agar umat Islam senantiasa bergantung kepada Allah dalam setiap keadaan.

Ketika rasa sakit datang, seorang Muslim dianjurkan tetap menjaga kesabaran. Kesabaran tersebut menjadi salah satu sebab datangnya pahala dan penghapusan dosa.

Sakit gigi yang terlihat ringan terkadang mampu mengganggu seluruh aktivitas seseorang. Karena itu, menjaga kesehatan gigi sejak dini menjadi langkah penting agar terhindar dari gangguan yang berkepanjangan.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi Menurut Islam

Islam merupakan agama yang sangat memperhatikan kebersihan. Kebersihan mulut dan gigi termasuk bagian yang mendapat perhatian khusus dalam ajaran Rasulullah SAW.

Salah satu sunnah yang terkenal adalah bersiwak. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa siwak dapat membersihkan mulut dan mendatangkan keridhaan Allah SWT.

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

Latin: As-siwaku mathharatun lil fami mardhatun lir rabb.

Artinya: Siwak membersihkan mulut dan mendatangkan keridhaan Allah.

Kebiasaan menjaga kebersihan mulut membantu mengurangi risiko munculnya berbagai penyakit gigi dan gusi. Karena itu, ajaran bersiwak tetap relevan hingga sekarang.

Selain bersiwak, menyikat gigi secara teratur juga menjadi bagian dari menjaga amanah tubuh yang diberikan Allah SWT. Langkah sederhana ini dapat mencegah banyak masalah kesehatan mulut.

Ikhtiar Medis dan Ikhtiar Spiritual

Islam tidak hanya mengajarkan doa, tetapi juga mendorong umatnya untuk mencari pengobatan. Ketika sakit gigi terjadi, konsultasi dengan dokter gigi menjadi langkah yang sangat dianjurkan.

Dokter dapat membantu menemukan penyebab utama nyeri sehingga penanganan yang diberikan lebih tepat. Dengan demikian, proses penyembuhan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.

Di sisi lain, dzikir dan doa tetap menjadi penguat hati selama menjalani pengobatan. Kombinasi keduanya mencerminkan ajaran Islam yang seimbang antara usaha lahir dan batin.

Menjaga Kebiasaan yang Mendukung Kesembuhan

Selain pengobatan medis, ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu mengurangi keluhan sakit gigi. Salah satunya adalah menjaga pola makan dan menghindari makanan yang terlalu manis atau terlalu dingin.

Mengurangi konsumsi makanan pemicu nyeri dapat membantu saraf gigi menjadi lebih tenang. Langkah sederhana ini sering dianjurkan oleh tenaga kesehatan saat seseorang mengalami gangguan pada gigi.

Memperbanyak minum air putih juga menjadi kebiasaan yang baik selama masa pemulihan. Air membantu menjaga kelembapan rongga mulut dan membersihkan sisa makanan yang menempel.

Terapi Air Putih Sebagai Pendamping Ikhtiar

Banyak orang menjadikan air putih sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari. Konsumsi air yang cukup membantu menjaga fungsi tubuh tetap optimal.

Saat bangun tidur, sebagian orang membiasakan diri meminum beberapa gelas air putih hangat. Kebiasaan tersebut dipercaya membantu tubuh memulai aktivitas dengan lebih baik.

Air hangat juga sering memberikan rasa nyaman pada area mulut dan tenggorokan. Meski bukan obat utama, kebiasaan ini dapat menjadi pendamping ikhtiar kesehatan yang aman.

Meskipun demikian, terapi air putih tidak menggantikan pemeriksaan medis. Jika sakit gigi berlangsung lama, pemeriksaan dokter tetap menjadi langkah yang paling dianjurkan.

Dzikir Membantu Menenangkan Hati

Ketika sakit menyerang, bukan hanya tubuh yang merasakan dampaknya. Pikiran juga sering menjadi tidak tenang akibat rasa nyeri yang terus muncul.

Di sinilah dzikir memiliki peran penting dalam kehidupan seorang Muslim. Mengingat Allah SWT dapat membantu hati menjadi lebih tenang dan lebih kuat menghadapi ujian.

Allah SWT menjelaskan bahwa dengan mengingat-Nya, hati akan memperoleh ketenangan. Karena itu, memperbanyak dzikir menjadi amalan yang sangat dianjurkan ketika sakit.

Selain dzikir khusus saat sakit, seseorang juga dapat memperbanyak istighfar dan membaca tasbih. Amalan tersebut menjadi bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

Doa Kesembuhan yang Bisa Diamalkan

Di antara doa kesembuhan yang juga dapat dibaca saat sakit gigi adalah:

أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يُعَافِيَكَ وَيَشْفِيَكَ

Latin: As’alullahal ‘azhim rabbal ‘arsyil ‘azhim an yu’afiyaka wa yasyfiyaka.

Artinya: Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan Pemilik Arsy yang agung, agar memberikan kesehatan dan kesembuhan kepadamu.

Doa ini termasuk doa yang populer dibaca ketika menjenguk orang sakit maupun saat mendoakan diri sendiri. Kandungannya berisi permohonan langsung kepada Allah SWT agar diberi kesembuhan.

Pengulangan doa dengan penuh keyakinan menjadi bagian dari adab berdoa. Semakin kuat harapan kepada Allah, semakin besar pula semangat untuk menjalani proses penyembuhan.

Kesabaran Menjadi Kunci Menghadapi Ujian

Sakit gigi sering dianggap masalah ringan, padahal rasa nyerinya dapat mengganggu hampir seluruh aktivitas. Tidak sedikit orang yang kesulitan tidur akibat rasa berdenyut yang muncul sepanjang malam.

Dalam kondisi seperti itu, kesabaran menjadi bekal yang sangat penting. Seorang Muslim diajarkan untuk tetap berbaik sangka kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.

Ujian sakit juga menjadi pengingat bahwa kesehatan merupakan nikmat yang sangat besar. Ketika sehat, seseorang sering kali tidak menyadari betapa berharganya kemampuan makan, berbicara, dan beraktivitas tanpa rasa sakit.

Karena itu, menjaga kesehatan gigi dan mulut perlu menjadi perhatian sejak dini. Kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi secara rutin dapat memberikan manfaat besar dalam jangka panjang.

Mengamalkan doa dan dzikir ketika sakit merupakan bagian dari tuntunan Islam yang penuh hikmah. Selain memohon kesembuhan, amalan tersebut juga membantu menenangkan hati dan menguatkan keyakinan kepada Allah SWT.

Pada saat yang sama, umat Islam tetap dianjurkan melakukan ikhtiar medis sesuai kebutuhan. Pengobatan dan doa merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam proses penyembuhan.

Dengan menjaga kebersihan gigi, rutin memeriksakan kesehatan mulut, serta memperbanyak doa dan dzikir, risiko gangguan gigi dapat diminimalkan. Kebiasaan baik ini juga mendukung kualitas ibadah sehari-hari.

Sebagai penutup, bacaan dzikir saat sakit gigi sesuai tuntunan islam dapat diamalkan bersamaan dengan pengobatan yang tepat agar seorang Muslim memperoleh ketenangan hati sekaligus berharap datangnya kesembuhan dari Allah SWT.

Pertanyaan Seputar Doa Sakit Gigi

    1. Apa bacaan dzikir saat sakit gigi sesuai tuntunan Islam? Dzikir yang dianjurkan adalah membaca “Bismillah” tiga kali lalu membaca “A’udzu billahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadziru” sebanyak tujuh kali.
    2. Apakah doa sakit gigi bisa menggantikan pengobatan dokter? Tidak. Doa merupakan ikhtiar spiritual yang sebaiknya disertai pemeriksaan dan pengobatan medis.
    3. Berapa kali doa sakit gigi dibaca? Umumnya dianjurkan tiga hingga tujuh kali sambil meletakkan tangan pada bagian yang terasa sakit.
    4. Apakah siwak dapat membantu menjaga kesehatan gigi? Ya. Siwak dianjurkan dalam Islam karena membantu membersihkan mulut dan menjaga kesehatan gigi.
    5. Apa yang harus dilakukan jika sakit gigi tidak kunjung sembuh? Segera periksakan diri ke dokter gigi untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.

sumber : https://www.liputan6.com/islami/read/7962326/bacaan-dzikir-saat-sakit-gigi-sesuai-tuntunan-islam-amalan-penenang-saat-nyeri-menyerang