Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp12.000, Jadi Rp2.788.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp12.000, Jadi Rp2.788.000 per Gram

Kediri – Harga emas Antam hari ini, Jumat (22/5) terpantau mengalami penurunan Rp12.000 dari semula Rp2.800.000 menjadi Rp2.788.000 per gram. Begitu pula untuk harga beli kembali (buyback) emas Antam kini turun menjadi Rp2.592.000 per gram.
Sesuai dengan regulasi pemerintah dalam PMK No. 34/PMK.10/2017, setiap transaksi emas batangan dikenakan potongan pajak PPh 22 dengan rincian sebagai berikut:

Pembelian Emas: Dikenakan pajak sebesar 0,45% bagi pemilik NPWP dan 0,9% bagi pembeli non-NPWP.
Penjualan Kembali (Buyback): Jika nominal transaksi di atas Rp10 juta, akan dipotong pajak sebesar 1,5% (pemilik NPWP) atau 3% (non-NPWP).

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.
PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam terbaru:
‎- Harga emas 0,5 gram: Rp1.444.000.
‎- ⁠Harga emas 1 gram: Rp2.788.000.
‎- ⁠Harga emas 2 gram: Rp5.516.000.
‎- ⁠Harga emas 3 gram: Rp8.249.000.
‎- ⁠Harga emas 5 gram: Rp13.715.000.

sumber : https://radarkediri.jawapos.com/ekonomi/2605220011/harga-emas-antam-hari-ini-turun-rp12000-jadi-rp2788000-per-gram

2 Raksasa Otomotif Jepang Mau Cabut dari RI, 7.000 Karyawan Bisa Kena PHK

2 Raksasa Otomotif Jepang Mau Cabut dari RI, 7.000 Karyawan Bisa Kena PHK

Jakarta – Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal mengatakan terdapat dua pabrik komponen otomotif di Jawa Timur akan hengkang dari Indonesia ke Vietnam. Kondisi ini berpotensi mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap ribuan buruh.
Dia belum mau mengungkapkan secara gamblang nama perusahaan yang berencana pindah ke Vietnam itu. Namun dia memberikan petunjuk bahwa dua pabrik itu berinisial PT J dan PT S dan memiliki induk usaha di Jepang.

Terkait potensi PHK dari pemindahan pabrik ini, Said mengatakan kemungkinan 7 ribu orang buruh bisa jadi korban. Dia merinci saat ini PT J memiliki sekitar 7 ribu karyawan, tapi dari jumlah ituyang kemungkinan kena PHK hanya 4 ribu karyawan.

“Memang kemungkinan baru omong-omong ya, baru omong-omong 4 ribu. Tapi saya sih nggak begitu yakin 4 ribu, karena ini baru omong-omong. Kan biasanya kalau manajemen itu ambil call tinggi, mungkin ribuan tapi tidak mungkin 4 ribu,” kata Said saat ditemui wartawan usai Rakernas KSPI 2026, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).

Lebih lanjut Said mengatakan saat ini PT S memiliki sekitar 4 ribu karyawan. Dari jumlah itu sekitar 3 ribu pekerja terancam kena PHK, meski ia ragu jumlah akhir buruh yang ter-PHK akan sebanyak itu.

“Kalau yang PT S-nya jumlah karyawannya 4 ribu. Bahkan lebih parah lagi (dari PT S), 3 ribu (terkena PHK) omong-omongnya. Tapi mungkin di ribuan lah,” ujar Said Iqbal.

Jika ditotal, potensi PHK dari rencana pemindahan lini produksi dua perusahaan asal Jepang itu mencapai 7 ribu buruh dari 11 ribu pekerja aktif saat ini.

Untuk itu Said yang juga menjabat sebagai Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan melakukan langkah mitigasi dengan meminta anggota serikat yang dipimpinnya untuk terus melakukan negosiasi dengan PT J dan PT S agar tak jadi pindah ke Vietnam.

“Memang agak besar, tapi kalau kita bisa meyakinkan mereka prinsipal di Jepang kemungkinan pindah ke Vietnam itu tidak akan dilakukan. Karena ini juga belum terjadi. Pemindahan itu nggak semudah itu. Kemungkinan itu kata mereka 1-2 tahun ke depan. Berarti kita masih punya waktu untuk bernegosiasi,” jelas Said Iqbal.

sumber : https://finance.detik.com/industri/d-8543578/2-raksasa-otomotif-jepang-mau-cabut-dari-ri-7-000-karyawan-bisa-kena-phk

Mengapa Ilmu Keuangan Wajib Dipahami oleh Semua Orang?

Mengapa Ilmu Keuangan Wajib Dipahami oleh Semua Orang?

Kediri – Di era modern seperti sekarang, uang memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Hampir semua kebutuhan hidup membutuhkan pengelolaan finansial yang baik, mulai dari kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, hingga persiapan masa depan. Namun, kenyataannya masih banyak orang yang kurang memahami cara mengelola keuangan dengan benar.

Padahal, belajar ilmu keuangan bukan hanya penting bagi pebisnis, akuntan, atau investor. Setiap orang, tanpa memandang usia maupun profesi, perlu memiliki pemahaman tentang keuangan agar mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupannya.

Seperti yang pernah dikatakan oleh Robert Kiyosaki:

“It’s not how much money you make. It’s how much money you keep.”

Kutipan ini menegaskan bahwa keberhasilan finansial tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga oleh kemampuan seseorang dalam mengelola uang yang dimiliki.

1. Membantu Mengelola Pendapatan dengan Bijak

Banyak orang bekerja keras setiap hari untuk memperoleh penghasilan, tetapi tidak sedikit yang merasa uang mereka selalu habis tanpa mengetahui ke mana perginya. Kondisi ini sering terjadi karena kurangnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan.

Dengan mempelajari ilmu keuangan, seseorang dapat memahami cara menyusun anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengontrol pengeluaran. Kebiasaan sederhana seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran dapat memberikan dampak besar terhadap kestabilan finansial.

Pengelolaan yang baik akan membuat seseorang lebih bijak dalam menggunakan uang dan terhindar dari kebiasaan boros.

2. Menghindari Masalah Utang

Utang pada dasarnya bukan sesuatu yang selalu buruk. Dalam kondisi tertentu, utang dapat menjadi alat untuk membantu mencapai tujuan tertentu, seperti membangun usaha atau membeli aset produktif. Namun, utang yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi masalah besar.

Kurangnya pemahaman tentang bunga, cicilan, dan risiko finansial sering membuat seseorang terjebak dalam masalah utang berkepanjangan.

Menurut Warren Buffett:

“Do not save what is left after spending, but spend what is left after saving.”

Kutipan ini mengajarkan pentingnya mendahulukan perencanaan keuangan dibanding sekadar mengikuti keinginan sesaat.

Dengan memahami ilmu keuangan, seseorang akan lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan yang berkaitan dengan pinjaman atau kredit.

3. Mempersiapkan Masa Depan

Masa depan penuh dengan ketidakpastian. Kebutuhan hidup dapat meningkat sewaktu-waktu, sementara risiko seperti kehilangan pekerjaan, kondisi darurat, atau biaya kesehatan bisa datang tanpa diduga.

Inilah alasan mengapa perencanaan keuangan sangat penting. Dengan belajar ilmu keuangan, seseorang dapat mempersiapkan dana darurat, tabungan pendidikan, investasi, hingga dana pensiun.

Benjamin Franklin pernah mengatakan:

“An investment in knowledge pays the best interest.”

Kutipan tersebut menunjukkan bahwa investasi terbaik adalah investasi dalam pengetahuan, termasuk pengetahuan tentang keuangan.

Semakin baik seseorang merencanakan keuangannya, semakin siap pula ia menghadapi masa depan.

4. Membantu Mengambil Keputusan yang Tepat

Setiap hari, manusia dihadapkan pada berbagai pilihan finansial. Mulai dari keputusan kecil seperti membeli kebutuhan harian hingga keputusan besar seperti membeli rumah atau memulai bisnis.

Tanpa pengetahuan keuangan, keputusan yang diambil sering kali didasarkan pada emosi atau keinginan sesaat.

Ilmu keuangan membantu seseorang berpikir lebih rasional, objektif, dan strategis dalam menentukan prioritas. Dengan demikian, keputusan yang diambil akan lebih matang dan menguntungkan dalam jangka panjang.

5. Mencapai Kebebasan Finansial

Tujuan utama dari belajar ilmu keuangan bukan hanya sekadar mengumpulkan uang sebanyak mungkin, melainkan mencapai kebebasan finansial.

Kebebasan finansial adalah kondisi ketika seseorang memiliki kestabilan ekonomi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa terus-menerus merasa khawatir terhadap masalah keuangan.

Orang yang memiliki pemahaman keuangan yang baik biasanya:

  • mampu mengatur pengeluaran
  • memiliki tabungan atau investasi
  • lebih siap menghadapi risiko hidup

Kondisi ini memberikan rasa aman dan ketenangan dalam menjalani kehidupan.

Kesimpulan

Belajar ilmu keuangan merupakan kebutuhan penting bagi setiap orang. Pemahaman tentang keuangan membantu seseorang mengelola pendapatan dengan bijak, menghindari masalah utang, mempersiapkan masa depan, mengambil keputusan yang tepat, serta mencapai kebebasan finansial.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks, literasi keuangan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Pada akhirnya, keberhasilan finansial bukan ditentukan oleh seberapa besar penghasilan seseorang, melainkan oleh seberapa baik ia mengelola dan memanfaatkannya untuk masa depan yang lebih baik.