Kisah matcha lokal dari Jawa Barat – ‘Jangan malu minum matcha Indonesia’

Kisah matcha lokal dari Jawa Barat – ‘Jangan malu minum matcha Indonesia’

Martabak matcha, klepon matcha, cendol matcha, sampai risol matcha—demam bubuk hijau asal Jepang ini tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda mereda di Indonesia. Ternyata, di balik tren yang terus meluas, sebagian besar matcha yang dikonsumsi masyarakat masih berasal dari luar negeri.

Sebagai salah satu negara penghasil terbesar teh di dunia, bisakah Indonesia ikut bermain di pasar yang selama ini masih didominasi Jepang?

Tidak ada sumber yang bisa memastikan kapan matcha mulai masuk ke Indonesia.

Namun, beberapa penggemar matcha mengaku mengenal bubuk hijau itu dari jaringan kedai kopi global sekitar tahun 2000-an, disajikan dalam bentuk minuman yang dicampur dengan susu.

Biasanya, menu itu dijadikan rekomendasi buat orang-orang yang tidak minum kopi.

Meski dikenal sebagai campuran minuman susu, sejatinya matcha berasal dari daun teh hijau yang dihaluskan hingga berbentuk bubuk.

Namun, tidak semua teh hijau bubuk bisa disebut matcha.

Daun teh untuk matcha ditanam dan diolah dengan cara berbeda dibanding teh hijau pada umumnya.

Proses inilah yang menghasilkan cita rasa khas berupa umami dan membuat matcha dilabeli sebagai minuman sehat karena tinggi antioksidan, baik untuk metabolisme, serta memberikan efek fokus yang tenang.

Visualnya yang menarik, berwarna hijau nyentrik, ditambah dengan rasa yang unik dan manfaatnya yang baik, membuat banyak orang terdorong untuk membagikan pengalaman icip-icipnya melalui media sosial.

Popularitas matcha pun meluas jauh melampaui kafe-kafe premium. Matcha bisa ditemukan di kedai pinggir jalan di kota-kota kecil.

Penggunaannya semakin variatif, tidak lagi terbatas pada campuran minuman, tapi juga merambah ke berbagai kreasi makanan.

Popularitas matcha dari lokal hingga global

Sejak awal kemunculannya hingga saat ini, matcha sudah menjangkau masyarakat yang semakin luas, yang artinya juga memperluas pasarnya.

Merisha Ayu, CEO kafe Uji Matcha yang telah berdiri sejak 2017, mengungkap perkembangan pasar matcha sangat signifikan. Hal ini tergambar dari impor matcha untuk kafenya yang meningkat dari tahun ke tahun.

“Saya percaya kedepannya matcha ini masih tetap booming. Apalagi dengan gaya hidup masyarakat atau pasar sekarang, yang mana mereka itu lebih peduli dengan kesehatan dan juga lebih sadar dengan apa yang dikonsumsi,” kata Merisha.

Ruang pertumbuhan pasar matcha di Tanah Air, menurut Merisha, juga masih luas. Apalagi saat ini matcha juga sudah merambah industri kecantikan, digunakan buat skincare hingga parfum.

Perusahaan riset pasar asal India, Mobility Foresight memprediksi, sampai tahun 2031, pasar matcha di Indonesia diperkirakan memiliki laju pertumbuhan tahunan rata-rata hingga 14,8%, didorong oleh kesadaran kesehatan, budaya kafe yang Instagrammable, dan inovasi produk.

Secara global, sejumlah perusahaan riset pasar memprediksi, sampai tahun 2033 pertumbuhan pasar matcha berada di angka 7%—9%.

Melihat pasar yang masih berkembang baik lokal maupun global, seberapa besar potensi Indonesia meramaikan pasar matcha ini, mengingat negara ini berada dalam daftar negara penghasil terbesar teh di dunia?

Petani lokal mengambil kesempatan

Potensi itu rupanya sudah dibaca oleh produsen teh lokal di Ciwidey, Jawa Barat, sekitar satu dekade lalu, ketika matcha mulai populer.

Rizal Firdaus dan keluarganya sudah puluhan tahun berbisnis teh, termasuk teh hitam, teh hijau, teh putih, teh oolong, teh kuning, dan masih banyak jenis lainnya. Pada 2016, barulah Rizal mencoba bereksperimen di matcha.

“Saya melihat yang produksi matcha di Indonesia tidak ada saat itu. Mungkin ada hanya sebatas green tea powder [teh hijau bubuk], tapi matcha masih diambil dari Jepang,” ujarnya.

“Saya berpikir, Indonesia kan punya banyak teh, kenapa tidak kita coba bikin matcha di Indonesia?”

Butuh delapan tahun riset dan pengembangan, sampai akhirnya Rizal percaya diri memasarkan matcha buatannya lebih luas lagi.

Berbekal pengetahuan hasil belajar dari sejumlah literatur dan internet, Rizal mencari kebun teh mana yang daun cocok, sekaligus membimbing petani dan pemetik agar menghasilkan bahan baku terbaik.

Sebab, teh hijau memerlukan perlakuan khusus supaya bisa disebut matcha.

Sekitar dua minggu sebelum panen, tanaman teh harus dinaungi untuk mengurangi paparan sinar matahari.

Teknik ini meningkatkan kandungan L-theanine yang berkontribusi pada rasa umami dan memicu produksi klorofil yang membuat warna matcha lebih hijau cerah, bukan hijau kecoklatan maupun kekuningan.

Pemetikannya pun dilakukan secara manual dan hanya mengambil pucuk-pucuk terbaik.

Setelah dipanen, daun diolah menjadi tencha—bahan baku matcha—lalu digiling menggunakan mesin batu yang dirancang menyerupai penggiling di Jepang, meski batunya berasal dari Majalengka. Bubuk yang dihasilkan kemudian diayak kembali agar lebih halus.

Matcha buatannya saat ini berada di kategori culinary grade, yakni matcha yang dirancang untuk dicampur dengan susu, gula, atau bahan lain.

Dalam istilah pemasaran global, matcha dibagi dalam dua kategori, yaitu ceremonial grade dan culinary grade.

Sementara matcha ceremonial grade merupakan matcha dengan kualitas tertinggi, yang bisa dikonsumsi langsung, tanpa tambahan bahan lain yang dianggap bisa mengubah rasa. Bisa diseduh dan dikonsumsi hanya dengan campuran air.

Rizal mengakui hasil produksinya masih terus disempurnakan. Dibandingkan matcha Jepang di kategori yang sama, tekstur matcha buatan Rizal masih lebih kasar dan rasanya masih lebih sepat dan pahit.

Walaupun begitu, ketika sudah dicampur susu, rasa sepat dan pahitnya juga berkurang.

Di samping itu, “Indo matcha” buatannya juga sebenarnya sudah menemukan pasar sendiri. Produk dari pabriknya di Ciwidey sudah dipasarkan ke kafe-kafe lokal di Bandung dan reseller tanpa merek, atau yang biasa disebut white label.

Kini, Rizal mampu memproses sekitar 300 kilogram pucuk teh per hari, naik jauh dari hanya 20 kilogram saat masa awal percobaan.

“Dengan melihat tren permintaan, Indo matcha yang saya produksi kelihatannya akan terus berkembang. Terutama karena pasokan matcha Jepang yang terbatas saat ini dan kenaikan harganya yang luar biasa, jadi mungkin ada beberapa yang beralih ke Indo matcha,” kata Rizal optimistis.

‘Jangan malu minum matcha Indonesia’

Rizal bukan satu-satunya pemain matcha lokal di Tanah Air. Masih di Jawa Barat, ada juga yang mengembangkan dan jualan matcha lokal.

Ifah Syarifah rupanya juga sudah bertahun-tahun memproduksi matcha lokal. Sama seperti Rizal, dia juga menggandeng sejumlah petani teh untuk memasok daun teh khusus buat produk matchanya.

Dalam sebulan, Ifah bisa mendapatkan pesanan matcha hingga 500 kilogram, lewat merek Arafa Tea maupun tanpa merek alias white label. Dari sekian banyak produksi yang dia jual, katanya, permintaan terhadap matcha mencapai 70%.

Ifah percaya, dengan edukasi, matcha lokal juga bisa diterima pasar lebih luas lagi.

Meski sudah punya pasar sendiri, Ifah masih akan berinovasi agar kualitas matchanya bisa lebih baik lagi, sehingga tidak kalah dengan matcha impor.

“Beda lho, teh impor dengan teh kita. Yang impor sudah lama di gudang. Teh kita masih segar karena langsung dari kebun. Kita tahu ini ditanam oleh siapa, petani siapa. Itu jadi nilai untuk memberdayakan petaninya,” kata Ifah.

“Jangan takut, jangan malu dengan minum matcha Indonesia karena itu punya kita.”

Seberapa besar potensi matcha lokal diterima pasar?

Rizal dan Ifah sudah membuktikan, ternyata tanaman teh yang ditanam di Indonesia bisa dibikin matcha.

Walaupun rasanya memang tidak sama persis dengan matcha Jepang, tapi itu justru bisa jadi ciri khas, kata para ahli.

Menurut para peneliti, secara teknis, teh di Indonesia bisa dibuat jadi matcha, tapi ada beberapa hal yang membuat hasil akhirnya tidak bisa persis sama, yaitu iklim dan jenis tumbuhan tehnya.

Di Jepang, matcha biasanya berasal dari tanaman teh varietas sinensis. Sedangkan tanaman teh yang sudah ditanam di Indonesia umumnya merupakan varietas assamica, yang biasanya jadi bahan dasar teh hitam, dengan rasa sepat yang kuat.

Kualitas matcha terbaik, yang biasanya disebut ceremonial matcha, juga membutuhkan musim dingin yang membuat tanaman teh menyimpan nutrisi dan asam amino lebih banyak, yang pada akhirnya juga menciptakan cita rasa yang berbeda.

“Kalau sinensis rasanya memang lebih lembut, lebih ringan. Jadi kalau misalnya basisnya assamica memang harus ada sistem pengolahan tertentu, penyempurnaan tertentu untuk menghasilkan [rasa sejenis] itu,” kata peneliti sosial ekonomi Pusat Penelitian Teh dan Kini (PPTK) Gambung, Kralawi Sita.

Dia bilang, saat ini, pasar matcha di Indonesia tidak hanya diisi oleh Jepang, tetapi juga China hingga Taiwan.

Ini menggambarkan sebenarnya pasar matcha di Indonesia juga sudah cukup beragam, tidak hanya diisi satu pemain tunggal.

“Jadi memang perlu sentuhan. Kita mungkin tidak bisa sama betul, tetapi kita bisa, mendekati yang mirip. Yang penting konsumen menerima, sambil mengajari, mengedukasi mereka pelan-pelan bahwa ada diversifikasi produk lain,” ujar Sita.

Menurut dia, produsen teh di Indonesia masih bisa mengisi ruang untuk ikut meramaikan pasar.

Bahkan harapannya, tren matcha ini bisa kembali menggairahkan komoditas teh Tanah Air, yang semakin lama semakin tersingkir dari daftar produsen terbesar teh di dunia.

Bikin segmen pasar yang berbeda

Optimisme itu bukan sekadar asumsi. Sejumlah penelitian juga mencoba mengukur sejauh mana peluang matcha lokal diterima konsumen.

Tahun 2022 lalu, Universitas Gadjah Mada (UGM) menerbitkan hasil penelitian soal potensi tanaman teh varietas assamica klon Gambung buat dijadikan matcha, plus bagaimana penerimaan konsumennya.

Hasil penelitiannya membuktikan proses penaungan atau shading pada varietas assamica diperlukan untuk menghasilkan warna matcha yang lebih hijau dan mengurangi rasa sepat.

Sementara itu, hasil uji sensorik terhadap konsumen menemukan fakta bahwa matcha yang lebih disukai adalah yang rasa sepatnya tidak dominan.

Dari skor satu sampai tujuh, matcha lokal yang diteliti UGM mendapat skor di bawah empat, sementara matcha impor yang dijadikan pembanding mendapat skor di atas lima.

Meski dari penelitian itu terungkap bahwa matcha lokal kurang disukai karena masih terlalu sepat, Supriyadi, salah satu peneliti, berpendapat mungkin karakter rasa itu bisa menyasar segmen pasar yang berbeda.

“Kita harus mencoba mencari klon yang paling pas. Kalau masalah teknologi, tidak susah karena buktinya yang dulu green tea (teh hijau) dari assamica juga laku,” tegas guru besar Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM itu.

“Nah ini berarti ada potensi. Matcha itu juga akan mengikuti dengan segmen pasar yang berbeda tentunya.”

Tantangannya satu, katanya, “Bagaimana cara kita mempromosikan produk baru ini?”

Tapi Supriyadi sudah punya jawabannya sendiri. Dia bilang matcha Indonesia lebih tinggi potensinya sebagai antioksidan daripada yang impor.

“Memang kalau orang awam tidak tahu. Mereka menilainya baru di mulut saja, rasa umaminya enggak muncul. [Masalah kandungan] Antioksidan nanti. Kan edukasinya ke situ,” ujar dia.

Untuk saat ini, matcha lokal memang belum bisa sepenuhnya menandingi cita rasa dan tekstur matcha Jepang yang sudah lebih dulu dikenal luas.

Namun, meningkatnya permintaan dan keterbatasan pasokan dari Jepang, yang sempat menjadi isu sejak 2025 lalu, tampaknya bisa membuka ruang lebih besar bagi produsen dalam negeri untuk terus bereksperimen mencari karakter matcha khas Indonesia.

Sumber : https://www.bbc.com/indonesia/articles/c8x2581z7lro

4 Perusahaan Antre IPO, Sektor Saham Ini Mendominasi

4 Perusahaan Antre IPO, Sektor Saham Ini Mendominasi

Liputan6.com, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat empat perusahaan masih dalam proses penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Dari empat perusahaan itu, sektor saham perawatan kesehatan mendominasi.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin menuturkan, hingga 17 Juli 2026 telah tercatat tujuh perusahaan yang mencatatkan saham di BEI. Dana dihimpun dari BEI mencapai Rp 2,16 triliun.

“Hingga saat ini, terdapat empat perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” kata Saidu, Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/pojk.04/2017 antara lain dua perusahaan aset skala kecil atau aset di bawah Rp 50 miliar. Kemudian dua perusahaan aset skala besar atau aset di atas Rp 250 miliar.

Sedangkan dilihat dari sektornya, masing-masing satu perusahaan dari sektor basic materials dan consumer nonsiklikal. Kemudian dua perusahaan dari perusahaan perawatan kesehatan.

Selain itu, BEI juga mencatat 114 emisi dari 62 penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) hingga saat ini. Dana dihimpun Rp 103,86 triliun.

“Sampai dengan 17 Juli 2026 terdapat 11 emisi dari 9 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” ujar Saidu.

Sektor penerbit EBUS itu antara lain masing-masing satu perusahaan dari sektor basic materials dan sektor consumer nonsiklikal, lima perusahaan dari sektor energi. Kemudian masing-masing dua perusahaan dari sektor keuangan dan infrastruktur.

BEI juga mencatat hingga 17 Juli 2026, terdapat 15 perusahaan tercatat atau emiten yang telah menerbitkan rights issue. Total nilai rights issue Rp 10,69 triliun. Saidu mengatakan, masih terdapat satu perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue di BEI dari sektor properti.

BEI: BSA Jadi Emiten Perdana yang IPO pada 2026

Sebelumnya, di tengah dinamika dan ketidakpastian pasar modal yang sempat diwarnai gonjang-ganjing, PT BSA Logistik Indonesia Tbk (WBSA) justru membuka tahun 2026 dengan langkah berani. Perseroan resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia sebagai emiten pertama tahun ini.

“Saya mengucapkan selamat atas pencatatan perdana saham PT BSA Logistik Indonesia TBK yang resmi. Ini menarik nih, menjadi perusahaan pencatatan yang pertama di 2026,” kata Direktur PT Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna, dalam Pencatatan Perdana Saham PT BSA Logistik Indonesia Tbk, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, momentum ini menjadi sinyal penting bahwa minat perusahaan untuk melantai di bursa tetap terjaga, sekaligus menunjukkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia di tengah kondisi yang fluktuatif.

Keandalan Jaringan Distribusi

Nyoman mengatakan pencatatan perdana ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal perjalanan BSA Logistik di arena publik dengan berbagai tuntutan dari regulator dan investor.

“Hari ini kita menjadi saksi PT BSA Logistik Indonesia TBK memulai perjalanannya memasuki apa yang kita maksudkan sebagai public arena, arena publik dengan multiple stakeholder,” ujarnya.

Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor logistik, BSA Logistik menghadapi tantangan bisnis yang sangat operasional, sensitif terhadap waktu, dan bergantung pada kualitas layanan.

BEI menilai, keandalan jaringan distribusi, efisiensi operasional, serta ketepatan waktu pengiriman menjadi faktor krusial yang harus dijaga. Keterlambatan dalam pengiriman tidak hanya berdampak pada biaya, tetapi juga dapat menggerus kepercayaan pelanggan.

“Oleh karena itu, perseroan diharapkan menjaga keandalan jaringan distribusi, mengoptimalkan efisiensi perusahaan, dan memastikan on-time delivery dan kualitas layanan,” ujarnya.

Sumber : https://www.liputan6.com/saham/read/8248712/4-perusahaan-antre-ipo-sektor-saham-ini-mendominasi

Rahasia Ray-Ban Menguasai Wajah Dunia

Rahasia Ray-Ban Menguasai Wajah Dunia

Liputan6.com, Jakarta – Dalam industri mode global, kacamata hitam (sunglasses) secara tradisional diperlakukan sebagai aksesori musiman, yang merupakan sebuah pelengkap gaya yang hanya dikenakan saat cuaca terik di luar ruangan atau saat berlibur di pantai. Namun, Ray-Ban berhasil memecahkan pakem tersebut secara radikal.

Merek legendaris yang lahir dari kebutuhan militer ini sukses melakukan disrupsi total dengan mengubah produknya dari sekadar pelindung silau menjadi sebuah simbol budaya pop, mahakarya teknologi kecerdasan buatan, sekaligus kebutuhan medis harian yang melekat di wajah konsumen sepanjang hari.

Melalui kombinasi penetrasi budaya lewat Hollywood, dominasi jalur distribusi vertikal yang ketat, serta keberanian melompat ke ranah teknologi masa depan, Ray-Ban membuktikan bagaimana sebuah warisan klasik dapat mendikte arah modernitas tanpa kehilangan jiwanya.

Mengutip artikel Calgary Vision Centre, Senin (20/7/2026), kekuatan fondasi Ray-Ban berakar pada fungsionalitas murni yang kemudian bertransformasi menjadi ikon mode abadi. Ray-Ban pertama kali diciptakan pada tahun 1930-an atas permintaan pihak militer AS untuk mengatasi masalah pusing dan silau yang dialami para pilot pesawat tempur, yang melahirkan model Aviator yang legendaris.

Kemampuan Ray-Ban untuk terus relevan melampaui berbagai dekade didorong oleh desainnya yang melintasi batas zaman. Ketika model Wayfarer dirilis pada tahun 1950-an dengan material plastik tebal yang mendobrak pakem kacamata logam saat itu, Ray-Ban resmi mengukuhkan posisinya sebagai bagian tak terpisahkan dari subkultur sinema, musik, dan ekspresi gaya hidup global.

Kekuatan Bisnis Ray-Ban

Artikel Fortune Europe membedah bagaimana kekuatan bisnis modern Ray-Ban ditopang oleh ekosistem raksasa induk perusahaannya, EssilorLuxottica. Ray-Ban tidak lagi sekadar dititipkan di toko-toko optik pihak ketiga yang rentan terhadap fluktuasi pasar. Melalui jaringan EssilorLuxottica, mereka menguasai penuh jalur distribusi vertikal (vertical integration). Mereka memiliki dan mengontrol langsung gerai ritel global raksasa seperti Sunglass Hut dan LensCrafters, di samping gerai resmi Ray-Ban Store mereka sendiri.

Penguasaan dari hulu ke hilir ini memberikan keuntungan strategis yang luar biasa: Ray-Ban dapat mendikte tren pasar secara langsung, mengontrol harga agar tidak hancur oleh perang diskon retail, serta menyajikan pengalaman berbelanja premium yang seragam di seluruh penjuru dunia.

Kejayaan komersial Ray-Ban tidak dapat dipisahkan dari kejeniusan mereka dalam memanfaatkan industri sinema sebagai mesin pemasaran organik. Ray-Ban secara konsisten menerapkan strategi penempatan produk (product placement), di mana kacamata mereka tidak sekadar menjadi properti pasif, melainkan representasi emosional dari karakter utama. Strategi ini secara historis berhasil menyelamatkan model-model klasik Ray-Ban dari kepunahan produksi.

Pada awal era 1980-an, lini Wayfarer hampir dihentikan karena hanya terjual 18.000 pasang setahun. Namun, setelah Tom Cruise mengenakan Ray-Ban Wayfarer (RB2140) dalam film Risky Business (1983) dan posternya memperlihatkan ia melirik dari balik lensa hitam tersebut, penjualan langsung meledak hingga 360.000 pasang di tahun pertama karena merepresentasikan pemberontakan remaja yang keren.

Fenomena serupa terulang secara lebih masif melalui film Top Gun (1986). Ray-Ban mengintegrasikan model Aviator (RB3025) sebagai bagian tak terpisahkan dari seragam emosional karakter Maverick yang diperankan Tom Cruise, menjadikannya simbol mutlak bagi maskulinitas, keberanian, dan kultur pilot tempur.

Efeknya, penjualan Aviator melonjak hingga 40% setelah film dirilis. Puluhan tahun kemudian, ketika sekuel Top Gun: Maverick tayang pada tahun 2022, model klasik ini kembali diburu di pasar global, membuktikan kekuatan investasi visual jangka panjang di layar lebar.

Ray-Ban juga berhasil menyuntikkan produknya sebagai penanda identitas mutlak dalam film kultus The Blues Brothers (1980), di mana duo karakter utamanya mengenakan Wayfarer hampir di setiap adegan untuk memperkuat persona misterius yang cool.

Memasuki era 90-an, strategi ini berevolusi menjadi lebih terintegrasi melalui film Men in Black (1997). Will Smith dan Tommy Lee Jones mengenakan Ray-Ban Predator 2 yang secara fungsional masuk ke dalam plot cerita sebagai pelindung mata dari alat penghapus memori (Neuralyzer). Sinergi antara rilis film dan kampanye iklan serentak ini sukses melambungkan penjualan model Predator hingga bernilai jutaan dolar, menegaskan bahwa penonton tidak sekadar membeli kacamata, melainkan membeli karisma dari karakter yang mereka kagumi.

Lompatan Radikal Kacamata Pintar

Dikutip dari Forbes, disrupsi paling radikal dari Ray-Ban terjadi ketika mereka memutuskan untuk melangkah ke ranah kecerdasan buatan melalui kolaborasi strategis bersama Meta. Industri kacamata pintar atau smart glasses sebelumnya kerap kali dikuasai oleh perusahaan teknologi murni yang menghasilkan desain kaku, aneh, dan tidak modis di wajah, seperti yang terlihat pada kegagalan Google Glass di masa lalu. Berkaca dari kegagalan tersebut, Meta mengambil langkah cerdas dengan mendekati Ray-Ban untuk menyatukan dua dunia yang berbeda.

Strategi genius dari kolaborasi ini adalah komitmen untuk tetap mempertahankan bentuk fisik ikonik khas Ray-Ban, seperti siluet model Wayfarer atau Headliner, namun menyuntikkan teknologi canggih berupa kamera 12MP, sistem audio open-ear, dan asisten kecerdasan buatan (Meta AI) langsung ke dalam gagangnya.

Produk ini sukses besar dan meledak di pasaran dengan catatan penjualan mencapai 7 juta unit pada tahun 2025, yang kemudian berlanjut pada lonjakan masif di awal tahun 2026 di mana EssilorLuxottica berhasil melipatgandakan volume penjualan kacamata pintar tersebut. Konsumen berbondong-bondong membelinya bukan sekadar karena perangkat ini merupakan gadget canggih, melainkan karena produk ini adalah sepasang kacamata Ray-Ban yang keren, modis, dan kebetulan memiliki fitur pintar di dalamnya.

Paradigma Penggunaan Kacamata Hitam

Keberhasilan finansial dan teknologi juga diperkuat oleh kemampuan Ray-Ban membalikkan paradigma penggunaan kacamata hitam. Mereka sangat gencar menawarkan opsi kacamata dengan lensa resep dokter (prescription lenses) dan teknologi lensa Transitions yang secara otomatis menggelap saat terkena sinar matahari dan kembali bening di dalam ruangan.

Langkah ini secara genius memperluas utilitas produk mereka, di mana Ray-Ban bukan lagi sekadar aksesori fesyen musiman yang dipakai sesekali, melainkan bertransformasi menjadi kebutuhan medis harian yang krusial untuk mengoreksi penglihatan sekaligus menjaga penampilan penggunanya sepanjang hari.

Sinergi antara ketahanan warisan desain, kekuatan kontrol ritel, serta ketajaman revolusi wearable tech, menegaskan posisi Ray-Ban sebagai inovator paling tangguh di industri kacamata global. Ray-Ban memberikan pelajaran bisnis yang sangat berharga bahwa teknologi masa depan yang canggih tidak akan diadopsi secara luas jika mengorbankan estetika dan kenyamanan manusia.

Dengan tetap memprioritaskan keindahan desain klasik dan kegunaan medis yang jujur, Ray-Ban memastikan bahwa mereka tidak sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan tetap menjadi sang pemegang kendali gaya dan visi dunia.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8249795/rahasia-ray-ban-menguasai-wajah-dunia

Brownies Ketan Sidoarjo: Berawal Dari Dapur Rumah Tembus Pasar Global

Brownies Ketan Sidoarjo: Berawal Dari Dapur Rumah Tembus Pasar Global

Jakarta, CNBC Indonesia – Perjalanan sukses UMKM kuliner “It’s Me Time” menjadi bukti bahwa bisnis yang dikelola secara serius dan didukung pendampingan yang tepat dapat tumbuh secara berkelanjutan. Usaha brownies ketan dengan varian unggulan Choco Chip asal Sidoarjo, Jawa Timur, ini dirintis oleh Jalian Setiarsa pada 2 November 2017.

Bermula dari dapur rumah dengan kapasitas produksi sekitar 300 buah per bulan, Arso perlahan melihat peluang untuk mengembangkan usahanya seiring meningkatnya permintaan pasar. Untuk mendukung pengelolaan usahanya yang semakin berkembang, ia mulai menjadi nasabah simpanan BRI sejak tahun 2018 dan menjalin hubungan perbankan yang kemudian membuka akses terhadap berbagai layanan dan solusi finansial BRI.

Pria yang kerap disapa Arso ini mengatakan bahwa dukungan BRI tidak hanya dirasakan dari sisi pembiayaan, tetapi juga dari proses pendampingan yang diberikan secara langsung oleh petugas BRI di lapangan.

“Saya merasakan bagaimana petugas BRI turut memahami kebutuhan usaha kami, memberikan penjelasan dengan ramah, serta membantu proses bisnis saya berjalan lebih mudah dan sesuai kebutuhan bisnis,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).

Lebih lanjut, Arso menyebut selama menjadi bagian dari keluarga besar nasabah BRI, dia merasakan betul keseriusan dan komitmen BRI dalam menyokong pelaku usaha cilik. Bahkan, segala dukungan dari petugas BRI menjadi pemantik semangat untuk terus membesarkan usahanya, karena merasa tidak berjalan sendirian dalam menghadapi tantangan modal usaha.

Setelah mantap menjadi nasabah, Arso pun kian melangkah lebih jauh ke dalam ekosistem pembinaan dengan bergabung sebagai salah satu anggota Rumah BUMN BRI. Di sinilah proses transformasi usahanya mulai berlangsung secara lebih terarah. Melalui pendampingan yang diberikan secara rutin, tim Rumah BUMN membantu Arso membenahi berbagai aspek bisnis, mulai dari tata kelola usaha, peningkatan kualitas produksi, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran.

“Petugas Rumah BUMN membimbing It’s Me Time secara mendalam dan intensif untuk membenahi aspek manajerial. Banyak sekali pelatihan-pelatihan bisnis yang makin membuat saya paham dalam mengurus bisnis,” katanya.

Ia menyebut bahwa para mentor mendampingi Arso melakukan penataan tempat kerja, mulai dari memisahkan area dapur produksi dengan tempat tinggal pribadi, hingga memfasilitasi pengurusan berbagai legalitas baku. Berkat bimbingan berkelanjutan tersebut, produk pangan ini berhasil memperoleh berbagai pengakuan resmi dari skala nasional hingga global, meliputi sertifikat PIRT, Halal, GMP, SNI, hingga standar keamanan pangan internasional Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

Langkah penataan mutu dan standardisasi itu pun sukses mengantarkan bisnis kuliner ini naik kelas ke level yang jauh lebih tinggi. Pada tahun 2021, volume produksi It’s Me Time melonjak tajam hingga menyentuh angka 20.000 hingga 25.000 buah per bulan, dengan jangkauan pemasaran yang meluas ke Pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan melalui kanal penjualan daring dan luring.

Puncaknya, BRI secara aktif membukakan akses pasar dunia dengan mengikutsertakan mereka pada ajang pameran bergengsi seperti Brilianpreneur, Trade Expo Indonesia, Halal Food Turki, hingga Indonesian Exhibition Australia. Jaringan internasional tersebut berhasil membuahkan transaksi realisasi ekspor ke Turki dan Hong Kong pada 2021, Singapura dan Australia pada 2022, hingga Malaysia pada 2023, yang turut dibarengi raihan penghargaan bergengsi seperti Produk Terbaik No. 1 BRI hingga peringkat utama di ajang SNI Award.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program pelatihan rutin, pendampingan yang intens, sampai ke dukungan pembiayaan. Fasilitas-fasilitas inilah yang membuat wawasan kami jadi lebih terbuka dalam mengelola bisnis, sekaligus membuka jalan buat pemasaran produk kami jadi jauh lebih luas,” ungkap Arso.

Senior Executive Vice President Ultra Micro Business BRI M. Candra Utama menegaskan bahwa BRI memiliki komitmen jangka panjang untuk selalu hadir mendampingi perjalanan usaha para pelaku industri kreatif lokal dari akar rumput sebagai upaya untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“BRI berkomitmen untuk terus mendorong UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh dan naik kelas secara berkelanjutan. Melalui Rumah BUMN, kami fokus pada peningkatan kapasitas usaha dan literasi digital agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh berkelanjutan dan naik kelas,” pungkas Candra.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260712210932-25-750235/brownies-ketan-sidoarjo-berawal-dari-dapur-rumah-tembus-pasar-global

Saham SpaceX Makin Anjlok Usai Menunda Peluncuran Starship

Saham SpaceX Makin Anjlok Usai Menunda Peluncuran Starship

Liputan6.com, Jakarta – Harga saham SpaceX telah turun di bawah harga debut sebulan lalu. Koreksi harga saham SpaceX juga terjadi setelah pembatalan rencana penerbangan uji pertama roket Starship.

Mengutip BBC, Jumat (17/7/2026), harga saham SpaceX merosot menjadi US$ 132,62 atau Rp 2,38 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.990) pada Rabu, 15 Juli 2026. Harga saham ini di bawah harga penawaran awal US$ 135 atau Rp 2,42 juta pada Juni. Pada perdagangan perdana, harga saham SpaceX ditutup di US$ 135,27. Dibandingkan dengan harga tertinggi hari itu, harga saham SpaceX kini turun sekitar 41%.

Mengutip CNBC, harga saham SpaceX membatalkan peluncuran roket raksasa Starship pada Kamis. CEO Elon Musk berjanji untuk melakukan upaya lain “semoga dalam beberapa hari.”

Jendela peluncuran selama 90 menit dibuka pada pukul 18.45 ET, dan dalam beberapa menit, pembuat roket yang dapat digunakan kembali itu mengumumkan melalui siaran langsung mereka menunda peluncuran untuk hari itu. “Beberapa mesin tidak menyala, memicu pembatalan peluncuran otomatis,” tulis Musk dalam sebuah unggahan di X.

“Untuk memastikan penerbangan yang baik, 2 mesin Raptor akan dilepas & diganti. Waktu peluncuran yang paling mungkin adalah awal minggu depan,” ujar dia.

Saham SpaceX turun lebih dari 3% dalam perdagangan lanjutan, semakin merosot di bawah harga IPO-nya sebesar US$ 135.  Saham SpaceX ditutup turun 3,08% menjadi US$ 131,11 pada Kamis, 16 Juli 2026.Saham tersebut mengalami penurunan selama lima hari berturut-turut.

Mengutip Yahoo Finance, SpaceX akan mencoba penerbangan uji ke-13 roket Starship, roket terbesar dan terkuat yang pernah dibuat. Selain itu, peluncuran Starship pertama sejak IPO perusahaan pada 12 Juni.

Pada Kamis pagi, Starship telah dipasang di atas boosternya dan siap untuk peluncuran. Booster 20, kendaraan Super Heavy yang mendukung misi tersebut, telah dipindahkan kembali ke Pad 2 Starbase, dengan taha patas Ship 40 bergabung dengan booster, ketika keduanya dipasang untuk terakhir kali sebelum lepas landas.

Ini juga akan menjadi peluncuran kedua Starship Versi 3, desain yang lebih besar dan lebih kuat yang diluncurkan kurang dari dua bulan lalu.

Sentimen Saham SpaceX

BBC melaporkan, saham SpaceX mengalami volatilitas sejak mulai diperdagangkan di pasar saham publik sekitar satu bulan lalu. Setelah euforia awal investor yang membuat perusahaan tersebut dihargai lebih tinggi daripada Amazon dan Microsoft, harga sahamnya terus menurun.

Awalnya, SpaceX diperlakukan oleh investor sebagai peluang pertama mereka untuk berinvestasi di perusahaan AI, menurut apa yang baru-baru ini dikatakan oleh analis dan pakar pasar keuangan kepada BBC.

Awal tahun ini, SpaceX mengakuisisi perusahaan rintisan AI milik Musk, xAI, yang baru-baru ini berganti nama menjadi SpaceXAI, menandai langkah pertamanya ke dalam bisnis yang berfokus pada AI.

XAI paling dikenal karena chatbot kontroversial Grok, tetapi melalui akuisisi tersebut, SpaceX sekarang menyewakan kapasitas pusat data kepada perusahaan teknologi lain. Bisnis utama perusahaan adalah pembuatan dan peluncuran roket dan satelit telekomunikasi yang disebut Starlink.

Rilis Laporan Keuangan

Ketika Starlink mengatakan akan memangkas harga di wilayah Memphis, Tennessee di tengah kekhawatiran lokal atas proyek pusat data besar-besaran, saham SpaceX turun 8%.

Analis Interactive Brokers, Steve Sosnick mengatakan kepada Reuters, kalau belum ada hal baru-baru ini yang mengingatkan orang-orang tentang beberapa katalis mengapa mereka membeli SpaceX.

SpaceX diperkirakan merilis laporan pendapatan publik pertamanya pada Agustus.

“Fakta bahwa saham telah jatuh beberapa dolar di bawah harga IPO-nya bukanlah sebuah tragedi, tetapi SpaceX sangat dipantau dan memiliki peran penting dalam psikologi investor,” ujar Sosnick.

Sumber : https://www.liputan6.com/saham/read/8248516/saham-spacex-makin-anjlok-usai-menunda-peluncuran-starship

GameStop Genggam Hampir 10% Saham eBay

GameStop Genggam Hampir 10% Saham eBay

Liputan6.com, Jakarta – Perusahaan ritel video grame GameStop mempunyai hampir 10% saham perusahaan e-commerce eBay. Ini menunjukkan niatnya untuk melanjutkan rencana pembelian eBay meski telah ditolak.

Hal itu terungkap dalam pernyataan perusahaan dalam pengajuan regulasi pada Jumat malam, 17 Juli 2026. GameStop menuturkan memiliki 43,4 juta saham eBay yang beredar atau 9,8%, menandai peningkatan kepemilikan sejak awal Mei. Hal itu ketika CEO GameStop Ryan Cohen mengatakan kepada ketua dewan direksi Ebay ingin membeli perusahaan senilai US$ 56 miliar atau Rp 1.004 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.940). Demikian mengutip Channel News Asia, Sabtu (18/7/2026).

Pada saat itu, ia mengatakan, GameStop telah mengakumulasi kepemilikan ekonomi sebesar 5 persen melalui derivatif dan kepemilikan manfaat.

Selama beberapa minggu terakhir, GameStop mengubah kepemilikan ekonominya menjadi saham biasa. Bulan lalu, mereka membeli 3,5 juta saham eBay dengan harga sekitar US$ 381 juta atau Rp 6,83 trilun. Pada Jumat, GameStop menyelesaikan transaksi 39 juta saham eBay dari pasangan put atau call, demikian menurut pengajuan tersebut.

Perwakilan eBay tidak segera dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

Dalam pengajuan kedua yang juga dilakukan pada Jumat, Cohen mengatakan, pihaknya tidak akan menentukan sendiri, tetapi akan mengakuisisi eBay dengan cara apa pun.

Pengajuan tersebut merupakan transkripsi wawancaranya dengan Bloomberg pada Kamis. Dua bulan lalu, ketika Cohen pertama kali mengusulkan untuk membeli perusahaan yang ukurannya kira-kira lima kali lipat dari perusahaannya sendiri, investor miliarder itu berpendapat penggabungan antara GameStop dan eBay, perusahaan yang akan ia kelola, akan menjadi pesaing yang lebih besar bagi Amazon.

Upaya Cohen

Pada Mei, eBay menolak tawaran tunai dan saham Cohen. eBay menyebutnya “tidak kredibel dan tidak menarik.”

Sejak itu, Cohen telah mengatakan dalam banyak wawancara  akan melanjutkan rencananya. Pemegang saham GameStop bulan lalu menyetujui peningkatan jumlah saham yang diizinkan perusahaan, yang memberi GameStop lebih banyak fleksibilitas untuk bermanuver. Cohen juga menginvestasikan US$ 500 juta atau Rp 8,97 triliun uang sendiri ke dalam transaksi tersebut.

Wall Street berulang kali mempertanyakan rencana pembiayaan Cohen karena sangat bergantung pada surat komitmen tidak mengikat dari TD Securities untuk utang hingga US$ 20 miliar atau Rp 358,8 triliun, yang bergantung pada perusahaan gabungan tersebut mencapai peringkat kredit layak investasi.

Sumber : https://www.liputan6.com/saham/read/8248985/gamestop-genggam-hampir-10-saham-ebay

Ubah Hobi Jadi Karier, Host TikTok Live Kini Bisa Dapat Kontrak Kerja Profesional

Ubah Hobi Jadi Karier, Host TikTok Live Kini Bisa Dapat Kontrak Kerja Profesional

Liputan6.com, Jakarta – Popularitas live streaming di media sosial terus melesat dalam beberapa tahun terakhir. Platform seperti TikTok Live kini tak lagi sekadar menjadi tempat hiburan, tetapi juga membuka peluang karier baru bagi banyak orang yang ingin memperoleh penghasilan dari dunia digital.

Di balik pesatnya pertumbuhan industri ini, masih ada tantangan besar yang dihadapi para host live streaming, mulai dari pendapatan yang tidak menentu hingga minimnya perlindungan kerja. Menjawab kebutuhan tersebut, Bringsal Management menghadirkan pendekatan baru dengan menerapkan sistem kerja yang lebih profesional melalui kontrak resmi bagi seluruh host di bawah naungannya.

Hadirkan Kepastian Kerja bagi Host Live Streaming

Bringsal Management mulai menerapkan standar operasional yang lebih terstruktur dengan mengikat para host melalui kontrak kerja sejak awal bergabung. Langkah ini dilakukan untuk memberikan kepastian hak sekaligus menciptakan hubungan kerja yang lebih jelas dibanding sistem freelance yang selama ini umum digunakan di industri live streaming.

Dalam kontrak tersebut diatur berbagai aspek penting, mulai dari sistem pembagian komisi, target performa, hingga mekanisme pengunduran diri. Selain itu, terdapat pula aturan mengenai perlindungan data akun dan penyelesaian sengketa apabila terjadi permasalahan di kemudian hari.

“Profesi host live streaming menuntut profesionalisme dan manajemen risiko, sehingga status mereka tidak lagi sekadar pekerja lepas,” ujar Founder Bringsal Management, Nurhamid.

Menurutnya, pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan rasa aman bagi para kreator sekaligus menjaga profesionalisme dalam industri hiburan digital yang terus berkembang.

Tak Hanya Kontrak, Host Juga Dibina Secara Berkala

Selain memberikan kepastian kerja, Bringsal Management juga menerapkan sistem pendampingan untuk membantu para host meningkatkan kualitas siaran mereka.

Setiap kreator memiliki jadwal live yang terukur, yakni sekitar empat hingga delapan jam setiap hari. Performa mereka kemudian dievaluasi secara rutin melalui penilaian mingguan agar perkembangan akun tetap konsisten.

Tak berhenti di situ, para host juga memperoleh mentoring dan pelatihan berkelanjutan yang membantu mereka menemukan identitas konten masing-masing. Mulai dari siaran musik, permainan, obrolan santai, hingga konten edukatif, seluruhnya diarahkan agar memiliki ciri khas yang mampu membangun komunitas penonton yang loyal.

Penghasilan Lebih Stabil Berkat Beragam Sumber Pendapatan

Penerapan sistem kerja yang lebih terstruktur juga berdampak pada stabilitas penghasilan para host. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan hadiah virtual dari penonton, tetapi mulai memiliki berbagai sumber pemasukan lain.

Pendapatan kini berasal dari kombinasi hadiah virtual, bonus performa, kerja sama dengan berbagai merek, hingga komisi dari program afiliasi. Diversifikasi tersebut membuat para kreator memiliki peluang memperoleh penghasilan yang lebih stabil meski tren di media sosial terus berubah.

Melalui pendekatan ini, Bringsal Management berharap profesi host live streaming dapat semakin diakui sebagai pekerjaan profesional yang memiliki jenjang karier, sistem kerja yang jelas, serta peluang berkembang secara berkelanjutan di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Sumber : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8249050/ubah-hobi-jadi-karier-host-tiktok-live-kini-bisa-dapat-kontrak-kerja-profesional

5 Tips Mengatur Keuangan buat Freelancer yang Penghasilannya Gak Pasti

5 Tips Mengatur Keuangan buat Freelancer yang Penghasilannya Gak Pasti

Menjadi freelancer menawarkan banyak keuntungan, mulai dari waktu kerja yang lebih fleksibel hingga kesempatan memilih proyek yang sesuai minat. Namun, di balik kebebasan tersebut ada tantangan yang gak bisa dianggap remeh, yaitu penghasilan yang berubah-ubah setiap bulan. Ada masa ketika proyek datang bertubi-tubi, tetapi ada juga periode yang lebih sepi sehingga pemasukan ikut menurun. Kondisi ini membuat pengelolaan keuangan menjadi jauh lebih penting dibanding sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran.

Kalau kamu bekerja sebagai freelancer, cara mengatur uang tentu berbeda dengan karyawan yang menerima gaji tetap setiap bulan. Kamu perlu mempersiapkan diri menghadapi bulan-bulan yang penghasilannya lebih kecil tanpa mengorbankan kebutuhan sehari-hari. Kabar baiknya, kondisi tersebut tetap bisa diatasi jika kamu memiliki strategi yang tepat. Berikut lima tips mengatur keuangan yang bisa membantu freelancer menjaga kondisi finansial tetap stabil.

1. Buat anggaran berdasarkan penghasilan terendah

Salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan freelancer adalah menyusun anggaran berdasarkan penghasilan tertinggi yang pernah diterima. Padahal, nominal tersebut belum tentu kembali didapatkan pada bulan berikutnya. Cara yang lebih aman adalah membuat anggaran berdasarkan rata-rata pemasukan terendah dalam beberapa bulan terakhir. Dengan begitu, kebutuhan utama tetap bisa terpenuhi meski proyek sedang berkurang.

Kalau ternyata bulan itu kamu mendapatkan penghasilan lebih besar, anggap selisihnya sebagai bonus, bukan alasan untuk meningkatkan pengeluaran. Dana tambahan tersebut bisa dialokasikan untuk tabungan, investasi, atau dana darurat. Cara ini membuat kondisi keuangan lebih stabil karena kamu gak bergantung pada pemasukan yang belum tentu datang setiap bulan. Hidup pun terasa lebih tenang meski pendapatan berubah-ubah.

2. Pisahkan rekening pribadi dan rekening kerja

Sebagai freelancer, pemasukan dari klien sering bercampur dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau dibiarkan, kamu akan kesulitan mengetahui berapa sebenarnya pendapatan yang diperoleh dan berapa uang yang masih tersedia untuk kebutuhan pribadi. Karena itu, sebaiknya gunakan rekening terpisah untuk menerima pembayaran dari klien. Cara ini membuat arus kas menjadi lebih mudah dipantau.

Setelah menerima pembayaran, pindahkan sejumlah uang ke rekening pribadi sesuai anggaran bulanan yang sudah ditentukan. Sisanya bisa digunakan untuk biaya operasional, pajak, atau ditabung sebagai cadangan ketika proyek sedang sepi. Kebiasaan ini membuat pengelolaan keuangan terasa lebih rapi dan profesional. Kamu juga akan lebih mudah mengevaluasi perkembangan pendapatan dari waktu ke waktu.

3. Bangun dana darurat lebih besar dari pekerja bergaji tetap

Karena penghasilan freelancer gak selalu stabil, dana darurat menjadi salah satu prioritas yang perlu dipersiapkan. Idealnya, dana ini mampu menutupi kebutuhan hidup selama beberapa bulan jika sewaktu-waktu proyek berkurang atau berhenti sementara. Dana darurat memberikan rasa aman sehingga kamu gak perlu panik ketika pemasukan menurun. Keputusan finansial pun bisa diambil dengan lebih tenang.

Mulailah menyisihkan sebagian penghasilan setiap kali menerima pembayaran dari klien. Gak perlu langsung dalam jumlah besar, yang terpenting adalah konsisten. Simpan dana tersebut di tempat yang mudah diakses tetapi gak tercampur dengan uang belanja sehari-hari. Semakin cepat dana darurat terkumpul, semakin kuat pula kondisi keuanganmu enghadapi situasi yang gak terduga.

4. Jangan langsung menghabiskan penghasilan besar

Saat mendapatkan proyek bernilai tinggi, rasa ingin memberi hadiah untuk diri sendiri memang wajar. Namun, hindari kebiasaan langsung meningkatkan gaya hidup hanya karena pemasukan sedang naik. Ingat, bulan depan belum tentu ada proyek dengan nilai yang sama. Pengeluaran yang ikut naik akan sulit diturunkan ketika penghasilan kembali normal.

Lebih bijak jika penghasilan besar dimanfaatkan untuk memperkuat kondisi finansial terlebih dahulu. Tambahkan tabungan, dana darurat, atau modal untuk mengembangkan kemampuan kerja, seperti membeli perangkat baru atau mengikuti pelatihan. Cara ini membuat setiap pemasukan besar memberikan manfaat jangka panjang. Kamu pun lebih siap menghadapi fluktuasi pekerjaan sebagai freelancer.

5. Catat semua pemasukan dan pengeluaran secara rutin

Karena jumlah proyek bisa berbeda setiap bulan, freelancer perlu lebih disiplin mencatat arus keuangan. Tuliskan setiap pembayaran yang diterima, kapan proyek selesai, serta seluruh pengeluaran yang berkaitan dengan pekerjaan maupun kebutuhan pribadi. Catatan ini akan membantumu melihat pola pendapatan dan mengetahui bulan-bulan yang biasanya lebih ramai atau lebih sepi.

Selain itu, pencatatan juga memudahkanmu membuat target keuangan yang lebih realistis. Kamu bisa mengevaluasi apakah penghasilan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan atau masih perlu mencari proyek tambahan. Semakin lengkap data yang dimiliki, semakin mudah pula mengambil keputusan finansial. Kebiasaan sederhana ini menjadi fondasi penting bagi freelancer yang ingin memiliki kondisi keuangan yang sehat.

Menjadi freelancer memang menuntut kemampuan mengelola keuangan yang lebih disiplin. Penghasilan yang gak tetap bukan berarti kondisi finansial harus selalu gak menentu. Selama kamu memiliki anggaran yang realistis, membangun dana darurat, dan mengendalikan pengeluaran, kehidupan finansial tetap bisa berjalan dengan baik. Kuncinya adalah mempersiapkan diri saat pemasukan sedang tinggi agar tetap aman ketika proyek berkurang.

Kalau kamu baru memulai karier sebagai freelancer, jangan menunggu sampai penghasilan besar untuk mulai mengatur keuangan. Bangun kebiasaan baik sejak sekarang, sekecil apa pun nominal yang diterima. Disiplin mencatat, menabung, dan memisahkan uang pribadi dari uang kerja akan memberikan manfaat besar dalam jangka panjang. Dengan begitu, kamu bisa menikmati fleksibilitas sebagai freelancer tanpa harus terus-menerus merasa cemas terhadap kondisi keuangan setiap bulan.

Sumber : https://www.idntimes.com/business/finance/5-tips-mengatur-keuangan-buat-freelancer-yang-penghasilannya-gak-pastic1c2-01-rnn9f-n68q4y

Ilusi Omset Besar: Jangan Biarkan Biaya Iklan Menggerus Profit Bisnis Anda

Ilusi Omset Besar: Jangan Biarkan Biaya Iklan Menggerus Profit Bisnis Anda

Kediri – Pernahkah Anda merasa performa bisnis sedang sangat bagus karena omset yang masuk terlihat besar, tetapi begitu melihat rekening di akhir bulan, sisa profitnya justru terasa sangat sedikit? Jika Anda sedang mengalami fase ini, Anda tidak sendirian. Banyak pebisnis terjebak dalam euforia angka penjualan yang tinggi tanpa menyadari adanya kebocoran di pos pengeluaran.

Salah satu penyebab utama dari fenomena ini adalah biaya iklan digital yang tidak terukur. Di era digital saat ini, anggaran pemasaran bisa memakan porsi yang sangat besar dari total pendapatan Anda jika tidak dipantau dengan ketat. Bayangkan omset Anda adalah sebuah kue yang utuh, namun kue tersebut harus dipotong besar-besaran hanya untuk membayar biaya iklan saja. Akibatnya, porsi yang tersisa untuk Anda nikmati sebagai keuntungan menjadi sangat kecil.

Mengapa Perhitungan Biaya Marketing Sangat Krusial?

Inilah alasan mengapa perhitungan biaya marketing sangat krusial bagi keberlangsungan profit bisnis Anda. Tanpa adanya perhitungan yang jelas, strategi pemasaran digital Anda hanya akan menjadi aktivitas “bakar uang” yang melelahkan tanpa memberikan dampak positif pada kesehatan finansial perusahaan.

Untuk mengatasi kebocoran ini, langkah pertama yang wajib Anda lakukan adalah mulai menghitung biaya akuisisi pelanggan atau yang biasa dikenal dengan istilah Customer Acquisition Cost (CAC). Selain itu, pastikan Anda memantau ROAS (Return on Ad Spend) secara rutin dan selalu menjaga margin keuntungan tetap aman.

Bergerak Berdasarkan Data, Bukan Asumsi

Dengan data yang tepat dan akurat, strategi pemasaran Anda akan jauh lebih efektif dan menguntungkan. Anda tidak lagi menebak-nebak iklan mana yang berhasil, melainkan bisa mengambil keputusan bisnis yang bijak berdasarkan angka yang riil.

Kesimpulan

Jangan biarkan profit bisnis Anda tergerus begitu saja. Kelola anggaran iklan Anda dengan bijak mulai sekarang. Ingat selalu prinsip dasar dalam berbisnis digital: iklan yang cerdas berarti profit tetap terjaga. Mari mulai berhitung dan lebih peduli pada angka keuangan bisnis kita!


Sumber Materi / Narasumber:

ilmukeuangan.com (Instagram)

7 Cara Menghasilkan Uang dari Hp dengan WhatsApp

7 Cara Menghasilkan Uang dari Hp dengan WhatsApp

Di era digital, memulai bisnis tidak harus memiliki toko, tetapi bisa dilakukan dengan fasilitas yang ada, seperti aplikasi WhatsApp.

Aplikasi pesan instan yang biasa digunakan untuk menjalin hubungan dengan keluarga, saudara, dan teman ini, juga bisa berfungsi sebagai sumber penghasilan.

Selain karena penerapan strategi bisnis yang tepat, mereka mampu memanfaatkan fitur-fitur gratis yang ada di dalamnya secara maksimal, sehingga WhatsApp bisa menjadi jendela penghasilan utamanya.

Apa Itu WA Bisnis?

Aplikasi WhatsApp punya dua jenis yang menawarkan fitur berdasarkan kemampuan operasionalnya, yaitu WA Biasa dan WA Bisnis.

Sesuai dengan namanya, WA Bisnis dirancang secara khusus bagi para pelaku usaha dengan tambahan fitur-fitur canggih, seperti:

  • Nama Bisnis
  • Kategori Bisnis
  • Tampilan Katalog Produk
  • Deskripsi Perusahaan
  • Lokasi dan Jam Operasional Kerja
  • Otomatisasi Pesan

Salah satu fitur yang menjadi andalan para pelaku usaha adalah otomatisasi pesan. Fitur ini memungkinkan pelaku usaha untuk memberikan respon pesan cepat kepada pelanggan.

Jenis Jualan yang Bisa Dijual di WA

Hampir semua jenis produk bisa dijual di WA, selama bukan produk yang melawan hukum.

Untuk memberikan gambaran, berikut adalah beberapa jenis produk yang berpotensi bisa dijual di platform ini:

1. Produk Barang

Kategori yang paling umum ditemui di WhatsApp dan jenisnya sangat beragam, seperti:

  • Kuliner: Makanan siap saji, frozen food.
  • Fashion & Lifestyle: Pakaian, aksesoris, produk kecantikan.
  • Peralatan Rumah Tangga: Barang-barang dekorasi atau perabot rumah tanggan.

2. Produk Jasa

Di WhatsApp, kamu juga bisa memasarkan produk jasa yang bersifat profesional, seperti:

  • Kreatif & Teknis: Desain grafis, penulisan artikel, jasa reparasi elektronik, hingga layanan kebersihan rumah.
  • Pendidikan & Pelatihan: Les privat, kursus memasak, atau bimbingan belajar.

3. Produk Digital

Kamu juga bisa menjual dan memasarkan produk-produk digital di WhatsApp. Berikut beberapa contohnya:

  • Edukasi dan Hiburan: Template desain, kursus dalam bentuk rekaman video, e-Book.
  • Voucher & Top-up: Jualan pulsa, paket data, voucher game.

Cara Berjualan dan Mendapatkan Pembeli dari WA

1. Beralih dari WA Biasa ke WA Bisnis

Untuk kebutuhan pribadi dan komunikasi dengan keluarga, sebaiknya menggunakan akun WA biasa.

Tetapi jika ingin serius menjalani bisnis, disarankan untuk membuat akun WA Bisnis agar terlihat lebih profesional dan bisa mengetahui mana pesan yang memang dari pelanggan atau bukan.

2. Buat Profil di WA Bisnis

Lengkapi profil bisnis di akun WA agar terlihat profesional dan tidak membuat calon pembeli ragu. Kamu bisa memulainya dengan:

  • Memasang logo toko atau foto produk jualan.
  • Lengkapi deskripsi dan jam operasional toko.
  • Cantumkan alamat, website, dan media sosial, untuk meningkatkan kepercayaan.

3. Buat Etalase Foto Produk di WA

Di WA Bisnis ada fitur katalog yang fungsinya adalah untuk menampilkan produk-produk jualan agar bisa dilihat oleh pelanggan, tanpa harus berkomunikasi kepada admin.

Biar pelanggan bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan, sertakan foto berkualitas tinggi minimal 2-3 foto dari sudut berbeda, lengkapi informasi barang (harga, ukuran, berat), dan manfaat produk.

Jika pelanggan tertarik dengan produknya, ia bisa langsung menekan tombol CTA (call to action) yang akan langsung terhubung ke admin.

4. Buat Story di WA untuk Mempromosikan Barang Jualan

Gunakan fitur status atau story di WA untuk memasarkan barang jualan. Biar tidak terlihat spam, buatlah agenda story agar tidak mengganggu kontak yang terhubung dengan nomor akun WA Bisnis.

Untuk jenis storynya sendiri bisa berupa gambar statis berisi kata-kata promo, video edukasi, testimoni, dan produk jualan.

5. Buat Pesan Broadcast di Kontak

Di WhatsApp bisnis ada fitur berupa Label yang bisa digunakan untuk mengelompokkan kontak, misalnya “Baru Tanya”, “Pelanggan Tetap”, “Reseller”.

Dengan label ini, kamu bisa membuat strategi promo yang berbeda untuk setiap kategori pelanggan.

Hasilnya, pesan siaran atau broadcast yang dikirim jadi lebih relevan dan tepat sasaran.

6. Buat Penawaran Khusus Lewat WhatsApp

Jangan lupa untuk membuat penawaran khusus secara berkala bagi pelanggan yang belanja lewat WA.

Promo yang ditawarkan bisa bermacam-macam, mulai dari diskon eksklusif di WA, bundling produk, dan lain sebagainya.

7. Gabung Komunitas atau Group dan Berbagai Produk Jualan

Bila memungkinkan, gabunglah dengan komunitas atau grup di WhatsApp yang relevan dengan produk yang dijual.

Misalnya, kalau kamu jualan produk digital, maka ikutilah grup yang relevan, seperti komunitas SEO, Affiliate Marketing, dan lain sebagainya.

Biasanya, mereka yang bergabung di dalam grup tersebut sering menggunakan produk-produk digital dan mencari rekomendasi atau vendor yang menjual produk yang dibutuhkan.

Ide Kata-Kata Broadcast Jualan di WA

Berikut adalah kumpulan contoh kata-kata broadcast yang bisa digunakan untuk berjualan di WA:

  1. “Baju baru, semangat baru! Dapatkan diskon 15% khusus hari ini untuk koleksi kemeja premium kami.”
  2. “Cuma hari ini! Beli 2 gratis 1 untuk semua kaos polos. Yuk, ajak teman kamu patungan!”
  3. “Spesial untuk pelanggan setia! Voucher potongan Rp20rb tanpa minimal belanja. Gunakan kode: SETIA20.”
  4. “Promo E-book eksklusif! Pelajari strategi [Topik] hanya dalam satu malam. Diskon 50% untuk 10 pembeli pertama.”
  5. “Akses akun premium [Nama Layanan] tanpa ribet. Proses cepat, legal, dan bergaransi penuh!”
  6. “Jasa service AC terpercaya di [Nama Kota]. Dingin maksimal, harga minimal. Hubungi kami untuk jadwal hari ini.”
  7. “Jasa titip (Jastip) [Nama Kota/Negara] buka besok! Kirim daftar belanjaanmu sekarang ya.”
  8. “Lagi malas masak? Pesan paket katering harian kami. Menu berganti setiap hari, gizi terjamin!”
  9. “Khusus untuk kontak WA saya: Harga spesial yang tidak ada di marketplace. Balas ‘MAU’ untuk dapatkan kodenya.”
  10. “Terima kasih sudah menyimpan nomor kami. Sebagai apresiasi, ini voucher diskon khusus buat kamu”

Sumber : https://www.inilah.com/cara-menghasilkan-uang-dari-hp-dengan-whatsapp