Jangan Anggap Sepele, Kenali Gejala Fuel Injector Mobil Mulai Tersumbat

Jangan Anggap Sepele, Kenali Gejala Fuel Injector Mobil Mulai Tersumbat

Liputan6.com, Jakarta – Dalam sistem mesin modern, komponen fuel injector memegang peran yang sangat vital. Komponen ini bertugas menyemprotkan bensin ke dalam ruang bakar dalam bentuk kabut halus agar proses pembakaran dapat berjalan dengan sempurna dan menghasilkan tenaga yang optimal.

Namun, seiring berjalannya waktu dan akibat penggunaan bahan bakar dengan kualitas yang kurang baik, lubang-lubang kecil pada injektor ini sangat rawan tersumbat oleh sisa-sisa karbon dan kotoran. Jika fuel injector dibiarkan kotor, pasokan bensin ke ruang bakar akan terganggu dan bisa memicu penurunan performa kendaraan secara drastis.

Dikutip dari laman resmi Suzuki, Kamis (9/7/2026), berikut adalah 5 dampak buruk yang akan langsung terasa pada mobil Anda jika komponen fuel injector dalam kondisi kotor:

5 Dampak Buruk Fuel Injector Mobil Kotor

Performa dan Akselerasi Mesin Menurun Drastis

Dampak pertama yang paling mudah dirasakan oleh pengemudi adalah penurunan performa mesin. Karena lubang injektor tersumbat kotoran, bensin yang disemprotkan tidak bisa membentuk kabut halus, melainkan berupa tetesan cairan yang sulit terbakar. Akibatnya, tenaga mesin akan terasa loyo, akselerasi menjadi lambat, dan mobil terasa seperti tertahan saat Anda menginjak pedal gas.

Mesin Mengalami Pincang dan Bergetar (Misfire)

Saat pasokan bahan bakar terhambat atau volumenya tidak seimbang antar-silinder, proses pembakaran di dalam mesin akan menjadi tidak stabil. Hal ini memicu terjadinya gejala misfire alias gagal bakar di salah satu silinder. Dampaknya, mesin mobil akan terasa pincang, mengeluarkan suara yang kasar, dan menghasilkan getaran yang tidak wajar hingga merembet ke dalam kabin, terutama saat mobil dalam posisi diam (idling).

Konsumsi Bahan Bakar Menjadi Jauh Lebih Boros

Banyak pemilik kendaraan yang salah kaprah mengira injektor kotor membuat bensin lebih hemat karena alirannya tersumbat. Faktanya justru sebaliknya. Karena pembakaran menjadi tidak sempurna dan tenaga mobil menurun, pengemudi refleks akan menginjak pedal gas lebih dalam untuk mendapatkan kecepatan yang diinginkan. Pola berkendara seperti inilah yang akhirnya memaksa mesin menyedot bensin jauh lebih banyak, sehingga konsumsi bahan bakar melonjak drastis.

Mesin Menjadi Sangat Sulit untuk Dinyalakan

Injektor yang kotor juga menjadi biang keladi utama mobil sulit distarter, terutama di pagi hari atau saat mesin dalam kondisi dingin. Untuk menghidupkan mesin pertama kali, sistem membutuhkan campuran bensin dan udara yang kaya serta presisi. Jika injektor tersumbat atau bahkan mengalami kebocoran akibat kotoran yang mengganjal, suplai bensin tidak akan mencukupi untuk memicu kompresi awal di ruang bakar.

Emisi Gas Buang Meningkat dan Keluar Asap Hitam

Proses pembakaran yang tidak sempurna akibat kabut bensin yang buruk akan menyisakan banyak bahan bakar yang tidak terbakar di dalam silinder. Sisa bensin ini kemudian akan terbuang melalui knalpot. Dampaknya, emisi gas buang mobil Anda akan meningkat tajam, tercium aroma bensin yang menyengat dari knalpot, bahkan dalam beberapa kasus bisa memicu keluarnya asap hitam tipis.

Solusi Mengatasi Injektor yang Kotor

Untuk menjaga performa mesin tetap prima, disarankan untuk melakukan pembersihan fuel injector secara berkala. Anda bisa menggunakan cairan injector cleaner yang dicampurkan langsung ke dalam tangki bensin, maupun dengan metode purging (infus injektor) langsung di bengkel.

Selain itu, menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan adalah langkah pencegahan terbaik agar kotoran dan kerak karbon tidak cepat menumpuk.

Jangan tunggu sampai mobil Anda mogok atau mengalami kerusakan komponen yang lebih parah di jalan. Jika Anda mulai merasakan salah satu gejala di atas, segeralah bawa kendaraan kesayangan Anda ke bengkel resmi terdekat untuk mendapatkan servis pembersihan injektor dari mekanik yang berpengalaman.

Sumber : https://www.liputan6.com/otomotif/read/8241870/jangan-anggap-sepele-kenali-gejala-fuel-injector-mobil-mulai-tersumbat

Bingung Pilih SUV atau MPV, Simak Dulu Perbedaannya

Bingung Pilih SUV atau MPV, Simak Dulu Perbedaannya

Liputan6.com, Jakarta – Membeli mobil baru untuk keluarga bukan hanya soal memilih merek atau desain. Salah satu keputusan penting yang perlu dipertimbangkan adalah menentukan jenis kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhan, yakni Sport Utility Vehicle (SUV) atau Multi Purpose Vehicle (MPV).

Sekilas, kedua jenis mobil ini memang sama-sama memiliki dimensi besar dan mampu mengangkut banyak penumpang. Namun, SUV dan MPV dirancang dengan karakteristik serta fungsi yang berbeda.

Karena itu, memahami perbedaan keduanya dapat membantu calon pembeli mendapatkan kendaraan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Dikutip dari laman resmi Suzuki, berikut lima perbedaan utama antara mobil SUV dan MPV yang perlu diketahui sebelum memutuskan membeli mobil baru.

1. Fungsi dan Peruntukan Berbeda

Perbedaan paling mendasar terletak pada tujuan penggunaannya. MPV dikenal sebagai mobil keluarga yang mengutamakan kenyamanan, kabin yang lega, serta kapasitas penumpang untuk aktivitas harian, terutama di kawasan perkotaan.

Sebaliknya, SUV dirancang sebagai kendaraan serbaguna yang memadukan kenyamanan mobil penumpang dengan kemampuan melintasi berbagai kondisi jalan. Tak heran jika SUV menjadi pilihan bagi pengendara yang sering bepergian ke luar kota atau melewati medan yang lebih menantang.

 

2. Desain Eksterior Memiliki Karakter Berbeda

Dari sisi tampilan, MPV umumnya mengusung desain yang lebih membulat, aerodinamis, dan berorientasi pada kenyamanan serta kesan elegan.

Sementara itu, SUV tampil lebih gagah dengan bodi yang kokoh, garis desain tegas, serta penggunaan ban berukuran lebih besar. Karakter tersebut tidak hanya meningkatkan tampilan, tetapi juga mendukung kemampuan kendaraan saat melintasi berbagai kondisi jalan.

3. Ground Clearance SUV Lebih Tinggi

SUV memiliki ground clearance atau jarak terendah ke tanah yang lebih tinggi, umumnya berada di atas 200 mm. Hal ini membuat SUV lebih siap menghadapi jalan berbatu, tanjakan, genangan air, hingga medan yang tidak rata.

Di sisi lain, MPV memiliki ground clearance yang lebih rendah. Desain tersebut memberikan stabilitas lebih baik saat melaju di jalan aspal sekaligus memudahkan penumpang, termasuk anak-anak dan lansia, ketika naik maupun turun dari kendaraan.

4. Kapasitas Kabin dan Penumpang

Dalam urusan kenyamanan kabin, MPV masih menjadi pilihan utama keluarga. Mobil jenis ini dirancang untuk memaksimalkan ruang hingga baris ketiga, lengkap dengan konfigurasi kursi yang fleksibel sehingga dapat dilipat untuk membawa barang berukuran besar.

Meski kini banyak SUV yang juga menawarkan konfigurasi tujuh penumpang, ruang di baris ketiganya umumnya tidak selapang MPV. Hal itu karena fokus pengembangan SUV tetap pada keseimbangan antara kenyamanan berkendara dan kemampuan melintasi berbagai medan.

5. Performa Mesin dan Sistem Penggerak

SUV umumnya dibekali mesin berkapasitas lebih besar dengan tenaga yang lebih tinggi. Beberapa model bahkan menawarkan sistem penggerak empat roda (4WD) untuk meningkatkan kemampuan saat melintasi medan berat.

Sebaliknya, MPV biasanya menggunakan mesin berkapasitas sekitar 1.300 cc hingga 1.500 cc. Konfigurasi tersebut dipilih untuk menghasilkan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien sekaligus memberikan kenyamanan berkendara saat membawa seluruh anggota keluarga.

 

Pilih Sesuai Kebutuhan

Memilih SUV atau MPV pada akhirnya bergantung pada kebutuhan mobilitas dan anggaran yang dimiliki.

Jika kendaraan akan lebih sering digunakan untuk mengantar keluarga di dalam kota dengan fokus pada kenyamanan, efisiensi bahan bakar, serta ruang kabin yang lega, MPV bisa menjadi pilihan yang tepat.

Namun, apabila aktivitas berkendara lebih sering melintasi jalur luar kota, daerah pegunungan, atau medan yang beragam, SUV menawarkan kemampuan yang lebih sesuai berkat ground clearance tinggi dan performa mesin yang lebih tangguh.

Apa pun pilihan kendaraan, jangan lupa melakukan servis berkala di bengkel resmi agar kondisi mesin, kaki-kaki, sasis, dan fitur keselamatan tetap terjaga sehingga mobil selalu siap digunakan dalam berbagai perjalanan.

Sumber : https://www.liputan6.com/otomotif/read/8242239/bingung-pilih-suv-atau-mpv-simak-dulu-perbedaannya

BAIC buka prapemesanan mobil listrik pertamanya di Indonesia

BAIC buka prapemesanan mobil listrik pertamanya di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Setelah meluncurkan sejumlah lini kendaraan konvensional dan hybrid, BAIC meluncurkan mobil listrik pertamanya di pasar Indonesia, BAIC T1, sekaligus membuka program prapemesanan yang dimulai pada 9 Juli dan berlangsung hingga akhir bulan ini.

“Peluncuran BAIC T1 menjadi awal dari komitmen jangka panjang kami untuk terus menghadirkan inovasi, membangun portofolio kendaraan energi baru (NEV) yang lengkap, dan menyediakan solusi mobilitas yang relevan bagi masyarakat Indonesia,” ujar Dhani Yahya, COO PT JIO Distribusi Indonesia, selaku agen pemegang merek BAIC di Indonesia dalam seremoni yang berlangsung di Tangerang pada Kamis (9/7).

BAIC T1 merupakan kendaraan yang dikembangkan dari submerek premium BAIC Group di China, yaitu Arcfox. Di pasar China, model ini dikenal sebagai Arcfox T1.

Sebagai langkah awal, mobil ini akan dipasarkan melalui skema impor mobil utuh sebelum nantinya akan diproduksi secara lokal dengan target tingkat kandungan lokal hingga 60 persen pada tahun depan. BAIC menargetkan penjualan mobil ini bisa mencapai 1.000 unit hingga akhir tahun ini.

Dibekali baterai berkapasitas 42,3 kWh, mobil ini mampu berkendara sejauh 425 kilometer untuk sekali pengisian daya penuh berdasarkan perhitungan CLTC. Mobil ini juga sudah didukung teknologi pengisian daya cepat yang bisa mengisi ulang baterai dari 30 ke 80 persen hanya dalam waktu 25 menit.

BAIC T1 juga memiliki fitur Vehicle-to-Vehicle (V2V) Charging, yang memungkinkan kendaraan berbagi daya dengan kendaraan listrik lain saat dibutuhkan. Selain itu, terdapat fitur Vehicle-to-Load (V2L) dengan kapasitas hingga 3.500 watt, yang memungkinkan kendaraan berfungsi sebagai sumber listrik portabel untuk mengoperasikan berbagai perangkat elektronik.

Dari sisi keselamatan, mobil ini dilengkapi berbagai fitur bantuan berkendara modern yang mendukung kenyamanan dan keselamatan berkendara, di antaranya dengan kehadiran 12 jenis ADAS.

Hatchback crossover ini memiliki ruang interior yang lapang dan diklaim memiliki jarak sumbu roda (wheelbase) terpanjang di kelasnya, yakni 2,77 meter, serta kehadiran sky roof seluas 2,34 meter persegi yang membuat kabin terasa lebih lapang dan terang. Terdapat juga sistem audio enam speaker dan teknologi peredam kebisingan hingga 85 persen yang membuat ruang kabin semakin nyaman.

Sebelum diperkenalkan secara lebih luas pada ajang GIIAS 2026 akhir bulan ini, BAIC Indonesia membuka program prapemesanan BAIC T1 dengan sejumlah keuntungan eksklusif selama periode 9-30 Juli 2026. Pembeli juga akan mendapatkan garansi kendaraan selama enam tahun, garansi baterai delapan tahun, dan bebas biaya service selama empat tahun.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5643445/baic-buka-prapemesanan-mobil-listrik-pertamanya-di-indonesia

CATL gaet Google, Xiaomi, dan BMW untuk susun aturan baterai global

CATL gaet Google, Xiaomi, dan BMW untuk susun aturan baterai global

China (ANTARA) – Rantai pasok baterai CATL diperluas menjadi sebuah aliansi standardisasi global, di mana produsen sel baterai terbesar di dunia itu bergabung dengan merek kendaraan seperti Google, Xiaomi, BMW, Renault, dan Volvo untuk meluncurkan kerangka kerja ekonomi sirkular yang terpadu.

Platform tersebut menetapkan jalur pengembangan yang terstruktur untuk pengelolaan aset baterai di masa depan dan regulasi siklus hidup kendaraan, sebagaimana dikonfirmasi oleh CATL, dilaporkan laman Carnewschina, Senin (30/6) waktu setempat.

Inisiatif rekayasa ini berpusat pada pengembangan Battery Circular Design Guide, yang dijadwalkan dirilis secara penuh pada 2027. Kerangka kerja tersebut memperkenalkan kriteria yang seragam untuk pengujian diagnostik sel baterai, penyederhanaan pembongkaran paket baterai (pack), dan manufaktur ulang sel baterai.

Parameter teknis akan menetapkan metrik evaluasi struktural untuk mobil penumpang listrik maupun kendaraan logistik komersial berat.

Standar desain teknis

Aliansi ini berfokus pada perluasan praktik standar melalui evaluasi riwayat pengoperasian sel baterai, tingkat degradasi, dan parameter kesehatan sisa baterai.

Dengan menetapkan aturan siklus hidup yang seragam, produsen otomotif dan operator armada dapat menghitung nilai aset secara akurat serta mengelola risiko penempatan finansial. Ellen MacArthur Foundation mengoordinasikan kolaborasi lintas industri untuk menyelaraskan strategi perusahaan dengan target pengurangan karbon.

Daur ulang sistem tertutup (closed-loop)

Emisi pada rantai nilai yang berasal dari kegiatan penambangan dan pemrosesan bahan baku masih lima kali lebih tinggi dibandingkan emisi dari operasi utama pabrik.

Untuk mengatasi hambatan ini, produsen tersebut memanfaatkan komponen hasil daur ulang, sehingga menurunkan intensitas karbon material sebesar 32 persen. Anak perusahaannya, Brunp, mengolah 210.000 ton limbah baterai pada 2025 dan berhasil memulihkan 99,6 persen mineral inti.

Ekspansi sistem penukaran baterai di Eropa

Untuk memperluas infrastruktur di luar negeri, perusahaan tersebut bermitra dengan Octopus Energy guna membangun jaringan kendaraan komersial di Eropa. Inisiatif ini menyusul pengenalan awal sistem penukaran baterai untuk truk berat di Eropa.

Proyek baru tersebut memanfaatkan rekayasa yang telah diverifikasi pada koridor penukaran baterai kendaraan berat sepanjang 1.250 km yang diterapkan di jalur logistik domestik pada tahun lalu.

Pemantauan operasional menunjukkan bahwa 1.000 proyek efisiensi telah mengurangi intensitas emisi pabrik utama sebesar 77 persen sejak 2022.

Upaya pembersihan proses manufaktur ini secara langsung memungkinkan perusahaan mencapai netralitas karbon operasional pada seluruh fasilitas manufaktur baterainya tahun lalu.

Pengurangan emisi yang distandardisasi memastikan bahwa ekspor sel baterai internasional di masa depan tetap mempertahankan keselarasan struktural secara penuh dengan mandat lingkungan Barat yang akan datang.

Sumber : https://otomotif.antaranews.com/berita/5629276/catl-gaet-google-xiaomi-dan-bmw-untuk-susun-aturan-baterai-global

Lawan Dominasi China, 3 Produsen Otomotif Jepang Bersatu

Lawan Dominasi China, 3 Produsen Otomotif Jepang Bersatu

Liputan6.com, Jakarta – Honda, Nissan, dan Mitsubishi dikabarkan tengah memasuki tahap akhir pembahasan kerja sama, untuk menggunakan electronic control unit (ECU) yang sama di kendaraan generasi terbaru.

Kolaborasi ini, menjadi bagian dari strategi ketiga produsen otomotif Jepang tersebut untuk memangkas biaya pengembangan, sekaligus meningkatkan daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat dengan merek asal China dan Tesla.

Berdasarkan laporan Nikkei Asia, Selasa (30/6/2026), ECU bersama ini akan menjadi pusat kendali utama bagi kendaraan berbasis software-defined vehicle (SDV).

Komponen ini nantinya akan mengintegrasikan berbagai fungsi penting, mulai dari sistem bantuan mengemudi (autonomous driving), hingga fitur infotainment, dan akan digunakan di model hybrid maupun listrik.

Namun, ketiga perusahaan ini masih harus menyelesaikan sejumlah rincian, terkait kerangka pengembangan dan pengadaan komponen tersebut. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, kesepakatan disebut-sebut dapat tercapai dalam beberapa pekan ke depan.

Kolaborasi ini dipandang sebagai upaya untuk menekan biaya produksi, melalui penggunaan komponen yang seragam dalam skala besar.

Dengan volume pengadaan yang lebih tinggi, Honda, Nissan, dan Mitsubishi berharap dapat memperoleh efisiensi biaya, sekaligus memperkuat posisi dalam menghadapi kompetitor global yang agresif mengembangkan kendaraan elektrifikasi.

Produksi Bersama Honda dan Nissan

Kerja sama tersebut tampaknya tidak hanya berhenti untuk penggunaan ECU. Laporan yang sama menyebut Honda dan Nissan juga sedang mempertimbangkan standardisasi perangkat lunak kendaraan, serta sistem operasi yang akan digunakan untuk model-model SDV pada masa mendatang.

Pendekatan ini diyakini dapat menyederhanakan proses pengembangan teknologi, sekaligus mempercepat peluncuran fitur baru melalui pembaruan perangkat lunak.

Selain berbagi teknologi, Honda dan Nissan juga dikabarkan membahas peluang memproduksi kendaraan secara bersama di Amerika Serikat. Langkah tersebut menjadi bagian dari kolaborasi yang lebih luas, setelah rencana penggabungan manajemen kedua perusahaan batal terwujud.

Sumber : https://www.liputan6.com/otomotif/read/8093424/lawan-dominasi-china-3-produsen-otomotif-jepang-bersatu

Saham Dikuasai China, Merek Mobil Ini Dilarang Jualan di Amerika Serikat

Saham Dikuasai China, Merek Mobil Ini Dilarang Jualan di Amerika Serikat

Liputan6.com, Jakarta – Merek mobil listrik premium, Polestar dipastikan tidak bisa menjual kendaraannya di Amerika Serikat untuk model 2027. Keputusan tersebut, setelah pemerintah Negeri Paman Sam tidak memberikan izin kepada produsen asal Swedia tersebut, yang mayoritas sahamnya dimiliki grup otomotif China, Geely.

Disitat dari Carscoops, larangan itu berkaitan dengan penerapan Connected Vehicles Rule, yaitu regulasi yang membatasi impor dan penjualan kendaraan dengan teknologi konektivitas yang ada kaitannya dengan China maupun Rusia.

Aturan itu sendiri, mencakup berbagai sistem komunikasi di kendaraan seperti bluetooth, wifi, konektivitas seluler, hingga sebagian teknologi komunikasi satelit.

Pemerintah Amerika Serikat menilai, teknologi tersebut berpotensi menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional karena kendaraan modern mampu mengumpulkan berbagai data penggunanya.

Meski begitu, Polestar memastikan konsumen di Amerika Serikat tetap dapat membeli stok kendaraan yang masih tersedia saat ini. Model seperti Polestar 3 dan Polestar 4 akan tetap dipasarkan hingga persediaan habis.

Selain itu, perusahaan juga menegaskan layanan purna jual dan jaringan servis bagi pelanggan yang sudah memiliki kendaraan Polestar akan terus beroperasi seperti biasa.

“Kami akan terus menjual stok kendaraan yang ada seperti saat ini. Ke depannya, pelanggan tetap akan mendapatkan akses yang sama ke jaringan servis dan layanan pelanggan, tetapi mulai model tahun 2027 kami akan menghentikan pemasaran dan penjualan mobil kami di Amerika Serikat,” ujar juru bicara Polestar.

Kontribusi Amerika Serikat Kecil

Keputusan tersebut menjadi pukulan bagi Polestar, meski kontribusi pasar Amerika Serikat terhadap penjualan global relatif kecil.

Pada kuartal pertama 2026, sekitar 94 persen penjualan ritel Polestar berasal dari luar Amerika Serikat, dengan Eropa menjadi pasar terbesar yang menyumbang sekitar 80 persen dari total penjualan.

Kondisi itu membuat perusahaan berencana mengalihkan fokus bisnisnya ke kawasan Eropa, serta sejumlah pasar internasional lainnya.

Menariknya, larangan ini tetap berlaku untuk Polestar 3 yang diproduksi di Carolina Selatan, Amerika Serikat, dan Polestar 4 yang dirakit di Korea Selatan.

Pemerintah Amerika Serikat sendiri menilai persoalannya bukan semata lokasi produksi, melainkan penggunaan teknologi kendaraan terkoneksi yang masih memiliki hubungan dengan China.

Sumber : https://www.liputan6.com/otomotif/read/8005252/saham-dikuasai-china-merek-mobil-ini-dilarang-jualan-di-amerika-serikat

Ini Deretan Inspirasi Modifikasi Yamaha Fazzio Hybrid

Ini Deretan Inspirasi Modifikasi Yamaha Fazzio Hybrid

Jakarta – Modifikasi sepeda motor kita tak lagi sebatas hanya kepada tampilan semata. Bagi banyak pemilik, melakukan ubahan di roda dua kesayangan telah menjadi media untuk mengekspresikan karakter, hobi, hingga gaya hidup.

Salah satunya, model yang mudah untuk dimodifikasi, adalah Yamaha Fazzio Hybrid. Konsep ubahannya juga beragam, mulai dari kendaraan pendukung industri kreatif, tema pop culture, gaya fashion Jepang, hingga budaya custom internasional.

Dengan desain ikonik yang stylish dan mudah dikembangkan, Yamaha Fazzio Hybrid menjadi ‘kanvas’ bagi para pemiliknya untuk menuangkan kreativitas.

Hasilnya bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki fungsi serta cerita yang memperkuat karakter di balik setiap modifikasi.

“Setiap modifikasi Yamaha Fazzio Hybrid memiliki karakter dan cerita yang berbeda. Mulai dari konsep kendaraan pendukung aktivitas kreatif hingga budaya custom otomotif global, seluruh karya tersebut menunjukkan fleksibilitas Yamaha Fazzio Hybrid sebagai media yang mampu mewadahi berbagai ide kreatif penggunanya,” ujar Rifki Maulana selaku Manager Public Relations, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Salah satu karya yang mencuri perhatian datang dari ‘Bujang Rimba’, dengan konsep Scooter Matic Shooting & Production Utility Vehicle.

Motor ini dirancang sebagai kendaraan multifungsi untuk mendukung aktivitas produksi konten, fotografi, videografi, hingga kebutuhan syuting sehari-hari.

Berbagai rak penyimpanan dipasang di bagian depan dan belakang untuk membawa perlengkapan produksi, dipadukan grafis warna-warni bernuansa industrial workshop style yang mencerminkan karakter pekerja kreatif yang produktif dan adaptif.

Yamaha Fazzio Toy Story

Inspirasi lain hadir dari Yamaha Fazzio Hybrid milik Windha Kusuma, yang diberi nama ‘Buzzio’. Skutik tersebut mengadopsi karakter ikonik animasi Toy Story dengan permainan warna khas yang langsung menarik perhatian.

Di sisi lain, kolaborasi Pickers Service x Mooneyes menghadirkan Fazzio Hybrid bergaya retro custom dengan dominasi warna Moon Yellow, livery khas Mooneyes, grafis pinstripe bergaya vintage racing, wheel cover retro, serta detail emblem dan lettering yang memperkuat nuansa garage culture dan budaya kustom Jepang-Amerika.

Bagi penyuka tampilan yang lebih manis dan fashionable, Yamaha Fazzio Hybrid bertema ‘Japanese Cute Style’ milik Rani Listiasari bisa menjadi inspirasi.

Mengusung tema pastel kawaii scooter, motor ini didominasi warna putih dan pink pastel yang dipadukan aksesori fungsional seperti front rack, rear rack, sandaran, hingga tas belakang yang tetap selaras dengan keseluruhan desain.

Modifikasi tersebut memperlihatkan bahwa kendaraan kini juga menjadi bagian dari fashion statement, tanpa mengorbankan kenyamanan untuk penggunaan harian.

Sumber : https://www.liputan6.com/otomotif/read/8035801/ini-deretan-inspirasi-modifikasi-yamaha-fazzio-hybrid

Xiaomi YU7 GT catat putaran perdana di Nurburgring tanpa supir

Xiaomi YU7 GT catat putaran perdana di Nurburgring tanpa supir

Xiaomi mengumumkan bahwa SUV listrik performa tinggi YU7 GT berhasil mencatatkan putaran otonom pertama di dunia di sirkuit Nürburgring Nordschleife, Jerman.

Dilaporkan Carnewschina pada Senin (22/6) waktu setempat, kendaraan tersebut menyelesaikan pengujian tanpa campur tangan pengemudi manusia dan menjadi tolok ukur awal kemampuan perangkat lunak mengemudi otonom pada kendaraan produksi massal.

Pencapaian itu diraih setelah YU7 GT resmi dipasarkan secara komersial.

Dalam pengujian di lintasan legendaris sepanjang lebih dari 20 kilometer tersebut, sistem mengemudi otonom kendaraan mencatat waktu putaran resmi 10 menit 29,483 detik.

Catatan tersebut masih 3 menit 7 detik lebih lambat dibandingkan waktu yang dicapai saat kendaraan dikendarai manusia.

Menurut Xiaomi, perbedaan itu menunjukkan adanya batasan keselamatan yang diterapkan algoritma otonom dibandingkan kemampuan pengemudi profesional dalam mengeksplorasi batas performa kendaraan.

Diketahui, YU7 GT dibangun di atas platform kelistrikan 897 volt berbasis silikon karbida dan menggunakan baterai lithium ternary berkapasitas 101,7 kWh.

Sistem penggeraknya mengandalkan motor listrik Super Motor V8s EVO yang dikembangkan Xiaomi untuk menjaga efisiensi termal dan keluaran tenaga saat digunakan dalam kondisi ekstrem di lintasan balap.

Pabrikan asal China tersebut menyebut sistem pendinginan yang diterapkan mampu mempercepat pelepasan panas ketika kendaraan menghadapi beban tinggi dan perubahan arah dalam kecepatan tinggi.

Dari sisi performa, sistem penggerak YU7 GT menghasilkan tenaga puncak hingga 738 kW atau setara 1.003 hp.

Tenaga tersebut memungkinkan SUV listrik ini berakselerasi dari 0 hingga 100 km per jam dalam 2,92 detik dan mencapai kecepatan maksimum 300 km per jam.

Dalam kondisi pengujian standar CLTC, kendaraan diklaim mampu menempuh jarak hingga 705 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh.

Teknologi pengisian cepat bertegangan tinggi yang digunakan juga memungkinkan penambahan jarak tempuh hingga 570 kilometer hanya dalam waktu 15 menit.

Xiaomi menyebut kemampuan ini dirancang untuk mengatasi kendala panas yang umum terjadi pada kendaraan listrik berperforma tinggi sekaligus menjaga kestabilan suplai tenaga dalam penggunaan jangka panjang.

Sistem baterainya menggunakan tata letak pendinginan khusus untuk mengendalikan lonjakan suhu saat pelepasan energi berlangsung cepat.

Pendekatan tersebut diklaim membantu menjaga integritas sel baterai dan distribusi arus yang merata ketika kendaraan bekerja di bawah tekanan tinggi.

Sebelum mencatatkan putaran otonom, YU7 GT telah membukukan rekor SUV di Nurburgring dengan pengemudi manusia. Pada tahap pengembangan awal, model ini mencatat waktu 7 menit 22,755 detik, sementara pengujian lainnya menghasilkan waktu 7 menit 34,931 detik.

Di pasar domestik China, Xiaomi YU7 GT dipasarkan mulai 389.900 yuan atau sekitar Rp1 miliar. Sementara varian tertinggi dibanderol 429.900 yuan atau sekitar Rp1,1 miliar.

Sumber : https://otomotif.antaranews.com/berita/5617845/xiaomi-yu7-gt-catat-putaran-perdana-di-nurburgring-tanpa-supir

Xpeng MONA L03 Menggoda Jelang Peluncuran

Xpeng MONA L03 Menggoda Jelang Peluncuran

Jakarta – Xpeng bersiap meluncurkan MONA L03 di Tiongkok pada Juli 2026. Sebelum resmi mengaspal, SUV listrik bergaya fastback ini, telah diperlihatkan dengan tampilan yang mengusung bahasa desain yang memiliki keterkaitan dengan sedan MONA M03.

Disitat dari Carnewschina, bagian depan dibekali lampu utama berbentuk ‘T’ yang menjadi ciri khas keluarga MONA. Sementara siluet bodinya mengadopsi konsep SUV coupe, dengan garis atap melandai ke belakang.

Tampilan samping terlihat bersih berkat penggunaan gagang pintu semi tersembunyi, serta kaca spion tanpa bingkai.

Dari sisi dimensi, MONA L03 diposisikan sebagai SUV di bawah XPeng G6 dalam jajaran produk perusahaan.

Mobil ini juga memiliki sejumlah kamera yang ditempatkan di berbagai titik bodi, termasuk pada bumper depan, fender, bagian belakang, dan spion samping untuk mendukung fitur bantuan berkendara canggih berbasis visi kamera milik XPeng.

Untuk kaki-kaki, XPeng menyediakan pilihan pelek berukuran 18 inci dan 20 inci yang dipadukan dengan ban 225/60 serta 245/45.

Selain itu, bagian bumper depan dirancang dengan saluran udara aktif yang diklaim membantu efisiensi aerodinamika kendaraan sekaligus meningkatkan performa pendinginan komponen penting.

Beralih ke sektor performa, MONA L03 menggunakan motor listrik berkode TZ200XY01D03X yang diproduksi Luxshare. Motor tersebut memiliki tenaga puncak mencapai 245 hp.

Tenaga disalurkan ke roda depan dan dipadukan dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) dari CALB.

Meski demikian, kapasitas baterai dan jarak tempuh resminya masih belum diumumkan oleh pabrikan.

<h2>Ekspansi Xpeng</h2>
Kehadiran MONA L03 juga menandai ekspansi lini MONA, yang sebelumnya hanya diisi sedan listrik MONA M03.

Nama MONA sendiri merupakan singkatan dari ‘Made Of New AI’, lini kendaraan yang dikembangkan XPeng untuk menyasar konsumen muda, dengan harga lebih terjangkau dibanding model-model premiumnya.

Meski harga resmi belum diumumkan, berbagai laporan di China memperkirakan Xpeng MONA L03 akan dipasarkan mulai sekitar 150.000 yuan atau setara Rp 341 juta.

sumber : https://www.liputan6.com/otomotif/read/7950387/xpeng-mona-l03-menggoda-jelang-peluncuran