Xiaomi YU7 GT catat putaran perdana di Nurburgring tanpa supir

Xiaomi YU7 GT catat putaran perdana di Nurburgring tanpa supir

Xiaomi mengumumkan bahwa SUV listrik performa tinggi YU7 GT berhasil mencatatkan putaran otonom pertama di dunia di sirkuit Nürburgring Nordschleife, Jerman.

Dilaporkan Carnewschina pada Senin (22/6) waktu setempat, kendaraan tersebut menyelesaikan pengujian tanpa campur tangan pengemudi manusia dan menjadi tolok ukur awal kemampuan perangkat lunak mengemudi otonom pada kendaraan produksi massal.

Pencapaian itu diraih setelah YU7 GT resmi dipasarkan secara komersial.

Dalam pengujian di lintasan legendaris sepanjang lebih dari 20 kilometer tersebut, sistem mengemudi otonom kendaraan mencatat waktu putaran resmi 10 menit 29,483 detik.

Catatan tersebut masih 3 menit 7 detik lebih lambat dibandingkan waktu yang dicapai saat kendaraan dikendarai manusia.

Menurut Xiaomi, perbedaan itu menunjukkan adanya batasan keselamatan yang diterapkan algoritma otonom dibandingkan kemampuan pengemudi profesional dalam mengeksplorasi batas performa kendaraan.

Diketahui, YU7 GT dibangun di atas platform kelistrikan 897 volt berbasis silikon karbida dan menggunakan baterai lithium ternary berkapasitas 101,7 kWh.

Sistem penggeraknya mengandalkan motor listrik Super Motor V8s EVO yang dikembangkan Xiaomi untuk menjaga efisiensi termal dan keluaran tenaga saat digunakan dalam kondisi ekstrem di lintasan balap.

Pabrikan asal China tersebut menyebut sistem pendinginan yang diterapkan mampu mempercepat pelepasan panas ketika kendaraan menghadapi beban tinggi dan perubahan arah dalam kecepatan tinggi.

Dari sisi performa, sistem penggerak YU7 GT menghasilkan tenaga puncak hingga 738 kW atau setara 1.003 hp.

Tenaga tersebut memungkinkan SUV listrik ini berakselerasi dari 0 hingga 100 km per jam dalam 2,92 detik dan mencapai kecepatan maksimum 300 km per jam.

Dalam kondisi pengujian standar CLTC, kendaraan diklaim mampu menempuh jarak hingga 705 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh.

Teknologi pengisian cepat bertegangan tinggi yang digunakan juga memungkinkan penambahan jarak tempuh hingga 570 kilometer hanya dalam waktu 15 menit.

Xiaomi menyebut kemampuan ini dirancang untuk mengatasi kendala panas yang umum terjadi pada kendaraan listrik berperforma tinggi sekaligus menjaga kestabilan suplai tenaga dalam penggunaan jangka panjang.

Sistem baterainya menggunakan tata letak pendinginan khusus untuk mengendalikan lonjakan suhu saat pelepasan energi berlangsung cepat.

Pendekatan tersebut diklaim membantu menjaga integritas sel baterai dan distribusi arus yang merata ketika kendaraan bekerja di bawah tekanan tinggi.

Sebelum mencatatkan putaran otonom, YU7 GT telah membukukan rekor SUV di Nurburgring dengan pengemudi manusia. Pada tahap pengembangan awal, model ini mencatat waktu 7 menit 22,755 detik, sementara pengujian lainnya menghasilkan waktu 7 menit 34,931 detik.

Di pasar domestik China, Xiaomi YU7 GT dipasarkan mulai 389.900 yuan atau sekitar Rp1 miliar. Sementara varian tertinggi dibanderol 429.900 yuan atau sekitar Rp1,1 miliar.

Sumber : https://otomotif.antaranews.com/berita/5617845/xiaomi-yu7-gt-catat-putaran-perdana-di-nurburgring-tanpa-supir

Xpeng MONA L03 Menggoda Jelang Peluncuran

Xpeng MONA L03 Menggoda Jelang Peluncuran

Jakarta – Xpeng bersiap meluncurkan MONA L03 di Tiongkok pada Juli 2026. Sebelum resmi mengaspal, SUV listrik bergaya fastback ini, telah diperlihatkan dengan tampilan yang mengusung bahasa desain yang memiliki keterkaitan dengan sedan MONA M03.

Disitat dari Carnewschina, bagian depan dibekali lampu utama berbentuk ‘T’ yang menjadi ciri khas keluarga MONA. Sementara siluet bodinya mengadopsi konsep SUV coupe, dengan garis atap melandai ke belakang.

Tampilan samping terlihat bersih berkat penggunaan gagang pintu semi tersembunyi, serta kaca spion tanpa bingkai.

Dari sisi dimensi, MONA L03 diposisikan sebagai SUV di bawah XPeng G6 dalam jajaran produk perusahaan.

Mobil ini juga memiliki sejumlah kamera yang ditempatkan di berbagai titik bodi, termasuk pada bumper depan, fender, bagian belakang, dan spion samping untuk mendukung fitur bantuan berkendara canggih berbasis visi kamera milik XPeng.

Untuk kaki-kaki, XPeng menyediakan pilihan pelek berukuran 18 inci dan 20 inci yang dipadukan dengan ban 225/60 serta 245/45.

Selain itu, bagian bumper depan dirancang dengan saluran udara aktif yang diklaim membantu efisiensi aerodinamika kendaraan sekaligus meningkatkan performa pendinginan komponen penting.

Beralih ke sektor performa, MONA L03 menggunakan motor listrik berkode TZ200XY01D03X yang diproduksi Luxshare. Motor tersebut memiliki tenaga puncak mencapai 245 hp.

Tenaga disalurkan ke roda depan dan dipadukan dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) dari CALB.

Meski demikian, kapasitas baterai dan jarak tempuh resminya masih belum diumumkan oleh pabrikan.

<h2>Ekspansi Xpeng</h2>
Kehadiran MONA L03 juga menandai ekspansi lini MONA, yang sebelumnya hanya diisi sedan listrik MONA M03.

Nama MONA sendiri merupakan singkatan dari ‘Made Of New AI’, lini kendaraan yang dikembangkan XPeng untuk menyasar konsumen muda, dengan harga lebih terjangkau dibanding model-model premiumnya.

Meski harga resmi belum diumumkan, berbagai laporan di China memperkirakan Xpeng MONA L03 akan dipasarkan mulai sekitar 150.000 yuan atau setara Rp 341 juta.

sumber : https://www.liputan6.com/otomotif/read/7950387/xpeng-mona-l03-menggoda-jelang-peluncuran