Jakarta – Sudah rajin sikat gigi tapi masih ada endapan keras berwarna kekuningan atau kecokelatan di sekitar gigi? Bisa jadi itu karang gigi atau dental calculus dan sayangnya, sikat gigi saja tidak akan bisa menghilangkannya.
Untuk memahami mengapa karang gigi sulit dibersihkan, perlu diketahui terlebih dahulu bagaimana endapan tersebut terbentuk.
1. Karang Gigi Berasal dari Plak yang Mengeras
Plak adalah lapisan lengket yang terbentuk dari bakteri, sisa makanan, dan komponen saliva. Jika tidak dibersihkan dengan baik, plak dapat mengalami mineralisasi dalam waktu beberapa hari saja dan mengeras menjadi karang gigi.
Ada dua jenis karang gigi yang perlu diketahui:
- Karang gigi supragingival: terbentuk di atas garis gusi, biasanya terlihat jelas dengan warna putih kekuningan.
- Karang gigi subgingival: terbentuk di bawah garis gusi, tidak terlihat langsung, warnanya cenderung lebih gelap (kecokelatan hingga kehitaman), dan justru lebih berisiko karena letaknya dekat dengan akar gigi dan jaringan pendukung gigi.
2. Kenapa Sikat Gigi Saja Tidak Cukup
Plak yang masih lunak bisa diangkat dengan sikat gigi dan benang gigi. Namun begitu mengeras menjadi karang gigi, teksturnya sudah menyatu erat dengan permukaan gigi.
Sikat gigi, sekeras apa pun cara menyikatnya, tidak dirancang dan tidak mampu mengikis lapisan yang sudah termineralisasi ini. Yang dibutuhkan adalah alat khusus dari tenaga profesional.
3. Dampaknya ke Kesehatan Gusi Kalau Dibiarkan
Penumpukan plak dan karang gigi di sekitar garis gusi memicu peradangan (gingivitis). Tanda-tanda yang perlu diwaspadai:
- Gusi mudah berdarah saat menyikat gigi
- Gusi tampak merah atau bengkak
- Bau mulut yang tidak kunjung hilang
- Gusi terasa tidak nyaman atau nyeri ringan
Jika dibiarkan berlarut-larut, gingivitis bisa berkembang menjadi periodontitis – kondisi yang lebih serius di mana jaringan dan tulang penyangga gigi ikut rusak. Efek jangka panjangnya bisa berupa resesi gusi (gusi turun), gigi goyang, hingga risiko kehilangan gigi.
4. Apa yang Terjadi Saat Scaling
Scaling adalah prosedur pembersihan gigi oleh dokter gigi atau tenaga profesional untuk mengangkat plak dan karang gigi, termasuk di area yang tidak terjangkau sikat gigi.
Alat yang digunakan: umumnya ultrasonic scaler (getaran + semburan air) untuk mengangkat karang gigi dalam jumlah banyak, kadang dilengkapi hand scaler manual untuk area detail.
- Durasi: biasanya 30-60 menit, tergantung banyaknya karang gigi dan kondisi gusi.
- Rasa sakit: umumnya tidak memerlukan bius. Sensasi ngilu atau tidak nyaman bisa terasa, terutama jika gusi sedang meradang atau karang gigi cukup banyak.
- Perlu diluruskan: scaling bukan prosedur pemutihan gigi. Efek gigi terlihat lebih putih dan bersih setelah scaling terjadi karena karang gigi dan noda permukaan (stain) sudah terangkat, bukan karena warna email gigi berubah.
Setelah Scaling
Beberapa keluhan yang sering muncul setelah scaling:
- Gigi bisa terasa lebih sensitif untuk sementara waktu
- Gusi mungkin sedikit berdarah atau nyeri ringan, khususnya jika sebelumnya ada peradangan
- Sebaiknya hindari dulu makanan/minuman yang terlalu panas atau dingin dalam 1-2 hari pertama
- Celah antar gigi yang sebelumnya “tertutup” karang gigi mungkin jadi lebih terasa ini normal, bukan gigi jadi renggang
5. Seberapa Sering Perlu Scaling?
Kebutuhan scaling berbeda pada setiap orang. Frekuensinya perlu disesuaikan dengan kondisi kebersihan mulut, jumlah karang gigi, kesehatan gusi, serta risiko penyakit periodontal.
Tidak ada jadwal scaling yang berlaku sama untuk semua orang. Pada orang dengan risiko penyakit gusi yang lebih tinggi atau memiliki riwayat penyakit periodontal, perawatan dan pemeriksaan dapat dilakukan lebih sering. Dalam perawatan periodontal, interval kunjungan yang digunakan dalam penelitian umumnya berkisar 3-6 bulan, tergantung kondisi dan kebutuhan pasien.
Karena itu, sebaiknya jangan menentukan jadwal scaling sendiri. Dokter gigi dapat menentukan kapan scaling diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan gigi dan gusi.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah scaling merusak lapisan enamel gigi? Tidak, jika dilakukan oleh tenaga profesional dengan teknik yang tepat. Scaling hanya mengangkat karang gigi dan plak, bukan mengikis lapisan email.
Apakah scaling bikin gigi jadi renggang? Bukan renggang, tapi celah antar gigi yang sebelumnya terisi karang gigi memang jadi lebih terlihat setelah karang gigi diangkat. Ini kondisi normal dan bukan kerusakan.
Kesimpulan
Sikat gigi membantu mencegah penumpukan plak sejak awal, sedangkan scaling diperlukan untuk mengangkat karang gigi yang sudah terlanjur terbentuk dan mengeras. Keduanya punya peran berbeda tapi saling melengkapi mengandalkan salah satunya saja tidak cukup untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi dalam jangka panjang.




