Financial Boundary, Cara Menetapkan Batas Sehat agar Uang Tak Mudah Dipinjam Teman

Financial Boundary, Cara Menetapkan Batas Sehat agar Uang Tak Mudah Dipinjam Teman

Liputan6.com, Jakarta – Financial boundary menjadi batas penting dalam menjaga kesehatan finansial sekaligus hubungan dengan orang-orang terdekat. Keinginan membantu teman atau keluarga memang wajar, tapi kebiasaan mengiyakan setiap permintaan bantuan dapat membuat kondisi keuangan pribadi ikut terabaikan.

Melansir Money 101, Rabu, 16 September 2026, batasan finansial membantu seseorang menentukan sejauh mana ia bersedia terlibat dalam urusan uang orang lain. Tanpa batas yang jelas, persoalan finansial dapat memicu stres, rasa kesal, bahkan tekanan keuangan yang berlangsung dalam jangka panjang.

Situasi yang menguji batasan tersebut bisa muncul dalam keseharian. Mulai dari ketika teman meminta pinjaman, mengajak menjadi penjamin, meminta ikut menandatangani utang, hingga mengharapkan bantuan untuk berbagai pengeluaran.

Kondisi serupa juga dapat terjadi ketika orangtua atau anggota keluarga terus memberikan dukungan finansial kepada anak yang sudah dewasa di luar rencana. Keadaan darurat keluarga menjadi situasi lain yang kerap membuat seseorang sulit mempertimbangkan kemampuan finansialnya sendiri.

Dorongan untuk segera membantu bisa membuat kebutuhan seperti pembayaran tagihan, tabungan, atau target keuangan pribadi terabaikan. Membantu orang terdekat tetap dapat dilakukan, tetapi keputusan tersebut perlu disesuaikan dengan kemampuan.

Financial boundary bukan tentang menutup diri dari kebutuhan orang lain, melainkan menetapkan batas agar kepedulian tidak berujung pada masalah finansial maupun ketegangan dalam hubungan.

Langkah sederhana dapat dimulai dengan menetapkan jumlah yang mampu diberikan, mempertimbangkan kebutuhan pribadi, serta berani mengatakan tidak ketika permintaan mulai melewati batas yang telah ditentukan tanpa merasa bersalah berlebihan.

Menetapkan Batas Bantuan Finansial

Setelah memahami pentingnya batasan, langkah berikutnya adalah menentukan seperti apa batas yang sesuai dengan kondisi Anda. Jangan menunggu sampai merasa tertekan baru membuat aturan. Batas yang disiapkan sejak awal dapat membantu Anda merespons permintaan uang dengan lebih tenang.

Salah satu caranya adalah menetapkan aturan yang jelas, misalnya memutuskan untuk tidak meminjamkan uang kepada teman atau keluarga. Jika masih ingin membantu, tentukan nominal yang memang sanggup diberikan tanpa mengganggu kebutuhan sendiri.

Penting juga membedakan antara membantu karena pilihan dan membantu karena merasa wajib. Anda boleh mengatakan tidak ketika permintaan tersebut berada di luar kemampuan.

Jika tidak dapat memberikan uang, bukan berarti Anda tidak bisa membantu. Tawarkan dukungan non-finansial, seperti membantu mencari informasi, menyusun alternatif solusi, atau mengarahkan mereka pada sumber bantuan yang relevan.

Menyampaikan Batas dengan Tegas dan Empati

Menentukan batas memang penting, tetapi cara menyampaikannya juga tidak kalah penting, padahal batas finansial dapat disampaikan tanpa membuat percakapan menjadi konflik.

Mulailah dengan jujur, tetapi tetap menunjukkan empati. Anda dapat mengakui situasi orang tersebut, lalu menjelaskan bahwa kondisi keuangan Anda membuat bantuan dalam bentuk uang belum memungkinkan.

Sampaikan keputusan dengan jelas dan tenang. Jika belum yakin, Anda tidak harus langsung memberikan jawaban. Beri waktu untuk mempertimbangkan permintaan agar keputusan tidak dibuat karena tekanan sesaat. Tidak masalah untuk menunda respons ketika seseorang kesulitan mengatakan tidak secara spontan.

Saat menolak, hindari meminta maaf secara berlebihan. Anda tetap dapat menghargai situasi orang lain tanpa merasa bersalah karena menjaga batas keuangan sendiri.

Tanda Bantuan Finansial Mulai Tidak Sehat

Membantu orang lain sesekali berbeda dengan terus-menerus merasa harus menyediakan uang.

Salah satu tandanya adalah permintaan uang muncul terlalu sering atau jumlahnya terus meningkat. Anda juga perlu memperhatikan perasaan sendiri. Jika mulai merasa cemas, tertekan, atau kesal setiap kali diminta membantu, mungkin sudah waktunya mengevaluasi kembali batas yang dibuat.

Kondisi keuangan juga menjadi penanda penting. Jika tagihan, tabungan, atau tujuan finansial mulai terganggu, kebutuhan Anda sendiri perlu diperhatikan.

Tanda lainnya adalah ketika bantuan tidak lagi dipandang sebagai pemberian sukarela, melainkan sesuatu yang dianggap wajib. Memperjelas batas dapat membantu mengurangi ekspektasi yang tidak sesuai.

Bantuan yang diberikan sesuai kemampuan dapat membuat dukungan terasa lebih sehat dan terukur. Batas yang jelas juga dapat membantu melindungi kesejahteraan finansial dan hubungan personal.

Sumber : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8292863/financial-boundary-cara-menetapkan-batas-sehat-agar-uang-tak-mudah-dipinjam-teman

Orang Indonesia Ternyata Paling Doyan Makan Mi Instan di Dunia, Ini Buktinya

Orang Indonesia Ternyata Paling Doyan Makan Mi Instan di Dunia, Ini Buktinya

Liputan6.com, Jakarta – 4 negara di Asia Tenggara masuk menjadi penguasa pasar mi instan terbesar di dunia. Keempatnya, yaitu Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Thailand. Gabungan konsumsi mi instan keempat negara tersebut mencapai 31,3 miliar porsi pada 2025.

Bahkan, Indonesia berada di peringkat kedua di dunia setelah Cina, dengan total konsumsi 14,5 miliar porsi. Angka ini 51% lebih tinggi daripada India sebagai pasar terbesar ketiga dunia.

Ini terkuak dari Laporan Asosiasi Mi Instan Dunia (WINA), dikutip VnExpress, Senin (31/8/2026). Adapun mi instan yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia adalah mi goreng, mulai dari rasa sayur, ayam, hingga udang dengan bumbu cabai. Sebagian besar produk mi negara ini sudah bersertifikat halal karena mayoritas penduduknya Islam.

Vietnam menempati peringkat keempat dengan 8,2 miliar porsi. Namun, jika dilihat dari konsumsi per kapita, negara ini memimpin dunia dengan 81 porsi per orang.

Menurut laporan WINA, campuran udang dan jeruk nipis adalah rasa yang paling populer di Vietnam, dengan jenis mi kenyal yang paling diminati dan tambahan topping bawang bombai, lemon, dan cabai. Selain mi dari tepung terigu, banyak pula produk yang menggunakan mi beras “pho”, yang merupakan mi khas Vietnam.

Filipina menyusul di peringkat ketujuh di dunia dengan konsumsi 4,3 miliar porsi, turun 3,5% dari 2024. Jenis yang paling populer adalah mi goreng “Pancit Canton”.

Rasa Calamondin (buah jeruk) dan cabai pedas banyak diminati, begitu juga dengan rasa makanan laut, khususnya untuk mi kuah. Karena masyarakat Filipina suka ngemil, mereka sering menikmati mi instan pada kemasan cup mini.

Dari China hingga Nigeria

Thailand kemudian menempati peringkat kedelapan dengan hampir 4,2 miliar porsi, angka tertinggi yang pernah tercatat. Rasa-rasa seperti tom yum, suki Thailand, dan daging babi cincang sangat populer di sana, terutama rasa pedas karena tambahan cabai.

Dalam daftar 10 besar, Jepang, tempat mi instan pertama kali diproduksi secara komersial, berada di peringkat kelima dengan 5,9 miliar porsi.

Amerika Serikat menyusul di peringkat keenam dengan 5,2 miliar porsi, sementara Korea Selatan dan Nigeria melengkapi daftar tersebut dengan masing-masing 4,1 miliar dan 3,1 miliar porsi.

China tentunya tetap menjadi pasar mi instan terbesar di dunia, dengan 43,3 miliar porsi, atau dengan total gabungan dari lima pasar terbesar berikutnya.

Hingga 2025, permintaan global untuk mi instan mencapai 124 miliar porsi, naik 0,7% dari 2024.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8281311/orang-indonesia-ternyata-paling-doyan-makan-mi-instan-di-dunia-ini-buktinya

Kaya Cadangan Mineral, Indonesia Hadapi Tantangan Besar Membangun Industri Bernilai Tambah

Kaya Cadangan Mineral, Indonesia Hadapi Tantangan Besar Membangun Industri Bernilai Tambah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia memiliki modal besar untuk membangun industri berbasis sumber daya alam. Namun, besarnya cadangan mineral dan batu bara belum otomatis membuat nilai ekonomi yang dihasilkan semakin tinggi.

Berdasarkan data Badan Geologi, Indonesia memiliki sekitar 42 persen cadangan nikel dunia. Indonesia juga menempati peringkat pertama dunia untuk cadangan timah, peringkat keempat untuk bauksit dan emas, peringkat kesembilan untuk tembaga, serta peringkat keenam untuk batu bara.

Kekayaan tersebut selama ini masih menghadapi tantangan berupa ketergantungan pada penjualan komoditas. Model tersebut membuat penerimaan dari sektor pertambangan relatif rentan terhadap perubahan harga komoditas di pasar global.

Padahal, mineral dan batu bara merupakan sumber daya yang terbatas. Karena itu, tantangannya bukan sekadar meningkatkan produksi tambang, melainkan memastikan setiap ton mineral yang dihasilkan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Division Head of Institutional Relations MIND ID, Selly Adriatika, mengatakan Indonesia perlu memasuki tahap baru dalam pengelolaan sumber daya mineral dengan memperluas penciptaan nilai tambah di dalam negeri.

Menurutnya, kekayaan mineral perlu menjadi bagian dari pembangunan industri nasional, bukan berhenti sebagai komoditas yang diekspor setelah melalui proses pengolahan terbatas.

“Pemerintah menugaskan MIND ID untuk memastikan kekayaan mineral Indonesia tidak berhenti pada proses ekstraksi. Sumber daya alam tersebut harus menjadi fondasi industrialisasi yang mampu memperkuat struktur ekonomi nasional dan meningkatkan kedaulatan ekonomi Indonesia,” kata Selly, dikutip Senin (31/8/2026).

Dari Tambang ke Rantai Industri

Transformasi tersebut berarti memperpanjang rantai nilai mineral dari tambang menuju industri pengolahan, manufaktur, hingga produk akhir yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Dengan pendekatan itu, manfaat pertambangan tidak hanya berasal dari aktivitas penambangan, tetapi juga dari tumbuhnya industri pengolahan, kebutuhan teknologi, tenaga kerja, jasa pendukung, hingga munculnya industri baru yang menggunakan bahan baku mineral dalam negeri.

Selly mengatakan pengembangan sektor pertambangan perlu diarahkan pada penguatan pengolahan dan pemurnian sehingga menghasilkan bahan baku yang sesuai dengan kebutuhan industri nasional.

“Pada saat yang sama, Indonesia perlu membangun kemitraan strategis dengan pelaku industri dan investor internasional. Kemitraan tersebut dibutuhkan untuk mempercepat penguasaan teknologi, meningkatkan kapasitas pengolahan, sekaligus membuka akses ke pasar global,” katanya.

Langkah ini menjadi penting karena hilirisasi tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas pengolahan. Industri membutuhkan teknologi, modal, pasar, infrastruktur, serta kepastian pasokan bahan baku agar rantai nilai dapat berjalan secara berkelanjutan.

Karena itu, pengembangan mineral strategis perlu diarahkan menjadi ekosistem industri yang saling terhubung. Nikel, tembaga, bauksit, timah, emas, dan mineral lainnya tidak hanya dilihat berdasarkan nilai jualnya sebagai komoditas, tetapi juga berdasarkan industri apa yang dapat dibangun dari sumber daya tersebut.

Tantangan Mengubah Cadangan Menjadi Nilai Ekonomi

Besarnya cadangan mineral pada akhirnya hanya menjadi modal awal. Nilai ekonominya sangat bergantung pada kemampuan Indonesia mengolah sumber daya tersebut, menguasai teknologi, menciptakan industri pengguna, dan mendapatkan posisi yang lebih kuat dalam rantai pasok global.

Di sinilah pengelolaan sumber daya menjadi bagian dari agenda industrialisasi. Semakin panjang rantai nilai yang dapat dibangun di dalam negeri, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan kerja, investasi, transfer teknologi, serta penerimaan ekonomi yang lebih luas.

Arah tersebut sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Dalam konteks itu, MIND ID mendapat mandat untuk memperkuat penguasaan dan pengelolaan sumber daya mineral dan batu bara strategis sebagai bagian dari kepentingan nasional.

Penguasaan atas sumber daya tersebut juga diarahkan untuk memastikan cadangan strategis yang sebelumnya berada dalam penguasaan asing dapat dikelola dengan orientasi manfaat jangka panjang bagi Indonesia.

“Tujuan kami tidak berhenti pada pengelolaan tambang. Yang ingin diwujudkan adalah bagaimana seluruh kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat dioptimalkan untuk memperkuat kedaulatan ekonomi, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi Indonesia,” pungkas Selly.

Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa kekayaan mineral Indonesia dapat diterjemahkan menjadi kapasitas industri yang nyata.

Artinya, keberhasilan pengelolaan tambang ke depan tidak cukup diukur dari besarnya produksi atau nilai ekspor komoditas.

Indikator yang lebih penting adalah seberapa jauh sumber daya tersebut mampu mendorong tumbuhnya industri domestik, menciptakan pekerjaan bernilai tambah, meningkatkan penguasaan teknologi, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

“Pemerintah dan pelaku industri juga perlu memastikan hilirisasi tidak berhenti pada pembangunan smelter atau fasilitas pemurnian. Tahap berikutnya adalah membangun industri pengguna yang menyerap produk hasil pengolahan tersebut sehingga nilai tambah terus bergerak dari hulu ke hilir di dalam negeri,” katanya.

Sumber : https://www.tribunnews.com/bisnis/7875717/kaya-cadangan-mineral-indonesia-hadapi-tantangan-besar-membangun-industri-bernilai-tambah

Nama Keju Bikin Negosiasi Perdagangan AS-Meksiko Terhambat

Nama Keju Bikin Negosiasi Perdagangan AS-Meksiko Terhambat

Liputan6.com, Jakarta – Nama keju menjadi perhatian dalam perundingan perdagangan Meksiko dan Amerika Serikat (AS). Apa arti di balik nama keju? Pertanyaan itu telah menjadi batu sandungan dalam perundingan perdagangan antara AS dan Meksiko, menurut sumber. Seiring hal itu diplomasi keju dapat menjadi hal yang sensitif.

Mengutip Channel News Asia, ditulis Minggu (30/8/2026), AS keberatan dengan kesepakatan perdagangan baru Meksiko dengan Uni Eropa yang memberikan perlindungan khusus bagi ratusan produk Eropa yang namanya terkait dengan wilayah geografis tertentu seperti Parmigiano Reggiano, Feta dan Manchego.

Kesepakatan itu juga memberikan hak hukum bagi Uni Eropa untuk menindak pelanggaran terkait nama-nama tersebut.

Washington berpendapat bahwa kesepakatan yang ditandatangani pada Mei itu akan membatasi produsen AS di masa depan untuk menjual keju di Meksiko dengan nama-nama seperti parmesan dan feta. AS sejak lama berpendapat nama-nama tersebut bersifat generik, sementara UE menyatakan, nama parmesan seharusnya hanya digunakan untuk Parmigiano Reggiano dari Italia utara dan keju feta dari wilayah tertentu di Yunani.

“Apa yang dilakukan Meksiko itu sepenuhnya keliru,” ujar Wakil Presiden Eksekutif U.S. Dairy Export Council, Jaime Castaneda.

“Pemerintah Meksiko harus memastikan secara mutlak Amerika Serikat dan produsen Meksiko yang menggunakan nama-nama keju umum tersebut tetap dapat beroperasi di pasar,” ia menambahkan.

AS dan Meksiko saat ini menjalani perundingan bilateral yang alot untuk mencapai kesepakatan perdagangan sementara tahun ini, sembari melakukan pembahasan paralel untuk memperbarui Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA), yang merupakan pilar penting ekonomi Meksiko.

Memperjuangkan Kepentingan AS

Negosiasi yang krusial ini memberikan daya tawar bagi AS untuk memperjuangkan kepentingannya di pasar yang bernilai miliaran dolar AS bagi eksportir keju AS. Hal ini pun menimbulkan masalah pelik bagi pihak berwenang Meksiko.

Meskipun perjanjian Meksiko-UE telah ditandatangani, Meksiko belum menyelesaikan prosedur yang diperlukan agar kesepakatan tersebut mulai berlaku, sementara Uni Eropa sudah menyelesaikannya, menurut juru bicara Komisi Eropa. Juru bicara kementerian ekonomi Meksiko menyatakan bahwa perjanjian tersebut perlu diratifikasi oleh badan legislatif.

Komisi Eropa mengatakan kepada Reuters, mengubah ketentuan perjanjian tersebut tidak dimungkinkan dan mereka telah “mencatat tindakan AS” yang menentang perlindungan bagi keju-keju Eropa tersebut.

Kementerian Ekonomi Meksiko dan Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) tidak menanggapi permintaan komentar, meskipun badan AS tersebut sebelumnya telah menyatakan pandangannya mengenai skema perlindungan produk Indikasi Geografis (IG) milik Uni Eropa.

“Uni Eropa terus berupaya memperluas sistem IG-nya yang merugikan, baik di dalam wilayahnya maupun di luar wilayahnya,” demikian pernyataan kantor perdagangan tersebut dalam sebuah laporan April.

Laporan itu menyebutkan kewajiban bagi produsen produk susu di luar blok tersebut untuk menggunakan istilah deskriptif seperti “feta tiruan” atau “gaya asiago” merupakan hal yang memakan biaya tinggi dan tidak perlu, serta berkontribusi terhadap defisit perdagangan keju AS senilai US$ 1,2 miliar atau Rp 21,30 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.760) dengan blok tersebut.

Kecintaan Meksiko terhadap Keju

Meksiko termasuk salah satu konsumen keju terbesar di dunia, dengan kegemaran pada varietas lokal seperti keju Oaxaca yang berserat sering dilelehkan di atas quesadilla, dan queso fresco, yang ideal sebagai taburan sarapan karena teksturnya yang mudah hancur.

Namun, impor keju, terutama dari AS, telah melonjak sejak 1980-an dan kini mencakup hampir 30% dari konsumsi domestik. Lonjakan ini didorong oleh produk-produk seperti Grated Parmesan dari Kraft dan Great Value Manchego dari Walmart, serta semakin populernya restoran piza di Meksiko.

AS mengekspor keju senilai sekitar US$ 1 miliar atau Rp 17,75 triliun ke Meksiko setiap tahun, sementara total ekspor produk susu Uni Eropa ke negara tersebut hanya bernilai US$ 200 juta atau Rp 3,55 triliun.

Produsen keju Eropa menyatakan, konflik dengan AS ini mencerminkan perbedaan budaya pertanian yakni produksi massal versus tradisi regional yang dilindungi.

“AS selalu menjadi negara dengan tingkat konsumsi bervolume tinggi, yang justru bertolak belakang dengan makna dari penunjukan asal-usul produk (designation of origin),” tutur ketua organisasi yang melindungi penunjukan regional keju Manchego, Antonio Martinez.

Ia menuturkan, skala produksi produsen manchego yang lebih kecil di Spanyol memberikan “daya tarik dan identitas unik” bagi produk tersebut.

Tanggapan Pelaku Usaha

Para penjual keju di Meksiko, seperti Rodolfo Navarro yang memimpin perusahaan distributor keju milik keluarga, mendukung kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa karena kesepakatan tersebut akan menurunkan tarif impor keju Eropa.

“Keju-keju ini akan menyasar pasar yang berbeda. Keju Eropa akan dijual di segmen pasar yang lebih eksklusif (niche),” tutur dia.

Keluhan Navarro tertuju pada produsen AS. Ia dan sesama pembuat keju Meksiko menuduh mereka merusak pasar dengan menjual produk di bawah harga produksi lokal. Institute for Agriculture and Trade Policy pada 2023 memperingatkan para produsen produk susu Meksiko rentan terhadap produk ekspor murah dari Amerika Serikat.

Keju AS

Keju AS memiliki reputasi kualitas yang buruk; citra ini diperparah oleh terus populernya keju olahan lembaran yang dikenal sebagai American cheese, yang terbuat dari garam pengemulsi dan sisa olahan susu, serta secara teknis bahkan bukan termasuk keju maupun keju kalengan semprot.

Di sisi lain, produsen AS menyatakan, keju mereka telah mengungguli produk pesaing dari Eropa dalam berbagai kompetisi internasional, sementara para penggemar keju olahan tersebut menyukai daya simpannya yang lama, fleksibilitas penggunaannya, serta harganya yang murah.

“AS membanjiri pasar Meksiko dengan produk keju karena mereka bisa menjualnya dengan harga sangat murah,” tutur salah satu pendiri Mexica Cheesemonger, Georgina Yescas Trujano.

“Saya senang tarif impor keju Eropa diturunkan, karena orang Meksiko bisa belajar makan keju yang lebih baik,” ia menambahkan.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8280498/nama-keju-bikin-negosiasi-perdagangan-as-meksiko-terhambat

Jasa Marga tegaskan pengelolaan lalin di tol berorientasi keselamatan

Jasa Marga tegaskan pengelolaan lalin di tol berorientasi keselamatan

Jakarta (ANTARA) – Jasa Marga menegaskan pengelolaan lalu lintas (lalin) di jalan tol berorientasi pada keselamatan pengguna jalan, petugas operasional, serta memastikan kelancaran dan kondusivitas layanan jalan tol.

Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad, Widiyatmiko Nursejati mengatakan bahwa pengelolaan lalu lintas di jalan tol pada saat berlangsungnya aksi unjuk rasa 27 Agustus 2026 dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan dinamika situasi di lapangan.

“Dalam kondisi lalu lintas yang dinamis, petugas Jasa Marga berfokus pada upaya menjaga keamanan dan keselamatan pengguna jalan, petugas operasional, serta memastikan kelancaran dan kondusivitas layanan jalan tol,” ujar Widiyatmiko Nursejati dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Selama berlangsungnya aksi, Jasa Marga melakukan berbagai langkah operasional, termasuk pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas, baik terhadap kendaraan yang hendak menuju Jalan Tol Dalam Kota (Cawang–Tomang–Pluit) maupun kendaraan yang telah berada di dalam jalan tol, untuk menghindari titik yang menjadi pusat kegiatan.

Sebagai bagian dari langkah tersebut, Jasa Marga melakukan penutupan sementara terhadap 10 gerbang tol dan pengalihan arus pada sedikitnya tiga gerbang tol menuju Jalan Tol Cawang–Tomang–Pluit.

Langkah operasional tersebut dilakukan secara situasional dengan memperhatikan kondisi lalu lintas dan aspek keselamatan di lapangan.

Jasa Marga juga terus berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan seluruh pemangku kepentingan terkait dalam melakukan pengelolaan lalu lintas. Jasa Marga berkomitmen untuk senantiasa menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran operasional jalan tol, termasuk dalam menghadapi situasi yang dinamis.

Masyarakat dapat memperoleh informasi lalu lintas terkini di ruas tol Jasa Marga Group melalui One Call Center Jasa Marga 133, situs resmi www.jasamarga.com, media sosial @official.jmmetropolitan, serta aplikasi Travoy.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5718175/jasa-marga-tegaskan-pengelolaan-lalin-di-tol-berorientasi-keselamatan

CEO Nvidia Jensen Huang Jadi Orang Terkaya ke-6, Salip Mark Zuckerberg dan Larry Ellison

CEO Nvidia Jensen Huang Jadi Orang Terkaya ke-6, Salip Mark Zuckerberg dan Larry Ellison

Liputan6.com, Jakarta – CEO Nvidia, Jensen Huang menjadi orang terkaya keenam di dunia pada Kamis, 27 Agustus 2026 ketika saham perusahaan AI  Nvidia melonjak tajam menyusul laporan laba yang sangat mengesankan. Ini berhasil meredakan kekhawatiran lebih luas mengenai permintaan terhadap teknologi berkembang ini.

Melansir Forbes, Sabtu (29/8/2026), kekayaan bersih Huang meningkat US 15,6 miliar, atau Rp 276,2 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.708) ke angka US$ 196,8 miliar, atau Rp 3.485 triliun setelah lonjakan harga saham Nvidia.

Sehingga, Huang menyalip Mark Zuckerberg (US$ 196,2 miliar atau Rp 3.473 triliun), dan Larry Ellison (US$ 194,9 miliar, atau Rp 3.451 triliun), dan menduduki posisi orang terkaya keenam.

Saham Nvidia melesat 8,7% ke US$ 227,98, atau Rp 4,03 juta pada Kamis, hanya berbeda tipis dari rekornya di angka US$ 236, atau Rp 4,17 juta.

Sedangkan, pada Rabu, Nvidia melaporkan pendapatan US$ 96,2 miliar, atau Rp 1.703 triliun, dan laba per saham sebesar US$ 2,22, atau Rp 39.309. Ini melampaui perkiraan analis, yang terletak  US$ 92,2 miliar, atau Rp 1.632 triliun untuk pendapatan, dan US$ 2,09, atau Rp 36.998 untuk laba per saham, menurut data FactSet.

Nilai pasar Nvidia di tengah lonjakan harga saham meningkat sekitar US$ 450 miliar, atau Rp 7.966 triliun, mendorong angka US$ 5,07 triliun (Rp 89.756 triliun) naik ke US$ 5,52 triliun (Rp 97.721 triliun). Perusahaan pemimpin sektor AI ini menjadi perusahaan termahal di dunia, mendahului Apple (US$ 4,59 triliun, atau Rp 81.247 triliun), yang sempat menyalip Nvidia di posisi pertama bulan lalu, dan Alphabet (US$ 4,13 triliun, atau Rp 73.105 triliun).

Nvidia Targetkan Peningkatan Pendapatan 70%

Dalam laporan keuangannya, chief financial officer Nvidia, Colette Kress, mengatakan mereka memperkirakan kenaikan pendapatan 70% untuk tahun fiskal 2028, yakni Februari 2027 ke Januari 2028, dan Huang mengatakan permintaannya jauh lebih besar dari 70%, namun produksi tertahan karena tipisnya bahan baku.

Proyeksi ini muncul meskipun Nvidia belum pernah membuat perkiraan untuk satu tahun ke depan, kata Huang, namun perusahaan tersebut kini memiliki “visibilitas yang jauh lebih baik.”

Raymond James, perusahaan investasi yang paling optimis, menaikkan target harga saham Nvidia ke US$ 515, atau Rp 9,1 juta dari US$ 352, atau Rp 6,2 juta. Sedangkan, Bernstein meningkatkan target harganya ke US$ 400, atau Rp 7,08 juta dari US$ 315, atau Rp 5,5 juta, dan JPMorgan ke US$ 320, atau Rp 5,6 juta dari US$ 280, Rp 4,9 juta.

Selain itu, Nvidia setuju untuk membeli Hugging Face, platform hosting model AI kelas terbuka yang populer, seharga US$ 12,9 miliar, atau Rp 228,3 triliun, The Information melaporkan, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya. Angka ini dua kali lipat valuasi Hugging Face sebelumnya, US$ 4,5 miliar, atau Rp 79,6 triliun dari putaran pendananya pada Agustus 2023, di mana Nvidia berinvestasi sebesar US$ 235 juta, yakni Rp 4,15 triliun.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8279586/ceo-nvidia-jensen-huang-jadi-orang-terkaya-ke-6-salip-mark-zuckerberg-dan-larry-ellison

Pengamat: Pola konsumsi masyarakat jadi penentu keberhasilan Harbolnas

Pengamat: Pola konsumsi masyarakat jadi penentu keberhasilan Harbolnas

Jakarta (ANTARA) – Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Heru Sutadi menilai perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) di tengah semakin banyaknya program promosi dan diskon yang ditawarkan platform perdagangan elektronik sepanjang tahun.

Heru mengatakan konsumen kini semakin selektif dalam menentukan barang yang dibeli, sehingga keberhasilan Harbolnas perlu dilihat dari kemampuan program tersebut menjawab kebutuhan dan preferensi konsumen.

“Indikator Harbolnas sebaiknya dibaca bersamaan dengan kondisi pendapatan masyarakat, konsumsi rumah tangga, tabungan, kredit konsumsi dan kemampuan membeli barang nonesensial. Jangan sampai angka transaksi terlihat besar, tetapi sebenarnya konsumen sedang semakin berhati-hati,” kata Heru kepada ANTARA, Jumat.

Ia mengatakan di tengah tekanan daya beli masyarakat, target pemerintah sebesar Rp40 triliun dalam Harbolnas tahun ini cukup menantang dan cenderung optimistis. Namun perilaku masyarakat yang semakin selektif dalam membelanjakan pendapatannya di e-commerce tidak serta-merta dapat diartikan sebagai tanda bahwa daya beli masyarakat telah menguat.

Ia menjelaskan, masyarakat tetap melakukan transaksi meski kondisi ekonomi sedang tertekan. Namun, pola belanja cenderung bergeser menjadi lebih sensitif terhadap harga dan mengutamakan promosi.

“Transaksi e-commerce meningkat belum tentu berarti daya beli masyarakat membaik. Bisa saja masyarakat berpindah dari belanja offline ke online, membeli karena promo, atau mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan tertentu,” katanya.

Di sisi lain, Heru memperkirakan konsumen kelas menengah yang melek digital, terutama kelompok Gen Z dan milenial, masih menjadi salah satu segmen potensial dalam Harbolnas. Namun, karakter belanja kelompok tersebut dinilai semakin rasional dan sensitif terhadap harga.

Menurutnya generasi tersebut cenderung terbiasa membandingkan harga, mencari voucher, menggunakan free shipping, dan menunggu momentum promo. Namun pola belanjanya akan lebih rasional dibanding sekadar impulsif.

Menurut Heru, kondisi tersebut membuat strategi Harbolnas perlu bergeser dari sekadar mendorong volume transaksi menuju penciptaan nilai bagi konsumen dan pelaku usaha. Program promosi sebaiknya diarahkan pada produk yang benar-benar dibutuhkan masyarakat sekaligus memberikan ruang lebih besar bagi produk lokal dan UMKM.

“Produk kebutuhan sehari-hari, elektronik dengan harga terjangkau, fesyen, serta produk UMKM yang menawarkan value for money dinilai masih memiliki peluang untuk menarik konsumen,” kata Heru.

Heru menilai perubahan pola konsumsi juga perlu dibaca sebagai peluang bagi UMKM untuk memperbaiki strategi pemasaran. Pelaku usaha tidak cukup hanya memberikan diskon, tetapi perlu memahami kebutuhan konsumen, meningkatkan kualitas produk, memperkuat layanan, serta memanfaatkan kanal digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Di sisi lain, intensitas promosi digital yang berlangsung hampir sepanjang tahun melalui berbagai kampanye tanggal kembar membuat Harbolnas menghadapi tantangan untuk mempertahankan daya tariknya. Konsumen kini memiliki banyak kesempatan memperoleh diskon tanpa harus menunggu momentum Harbolnas.

Karena itu, menurut Heru, Harbolnas perlu menawarkan nilai tambah yang membedakannya dari kampanye promosi rutin. Salah satunya dengan memperkuat produk lokal dan UMKM serta memastikan peningkatan transaksi memberikan dampak terhadap penjualan dan perluasan pasar pelaku usaha.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5715097/pengamat-pola-konsumsi-masyarakat-jadi-penentu-keberhasilan-harbolnas

Ini Sederet Tantangan yang Hambat Bisnis Hijau

Ini Sederet Tantangan yang Hambat Bisnis Hijau

Jakarta – Membangun bisnis yang memberikan dampak positif terhadap lingkungan atau green business bukan perkara mudah. Apalagi, persoalan yang dihadapi setiap wilayah berbeda-beda.

Menurut Sustainable Energy Expert sekaligus pendiri Komodo Water, Shana Fatina, salah satu tantangannya adalah keterbatasan informasi, akses, dan peluang untuk menjalankan inisiatif di sektor keberlanjutan.

Menurutnya, tantangan membangun bisnis berkelanjutan di perkotaan tidak bisa disamakan dengan di pulau-pulau kecil. Karena itu, perlu ada upaya untuk mempertemukan kebutuhan dengan pasokan sekaligus memastikan distribusinya.

“Tantangannya informasi kali ya. Kesamaan informasi, akses, dan peluang melakukan sesuatu. Karena kalau kita lihat, tantangan melakukan sustainability di perkotaan dan pulau-pulau kecil itu hal berbeda,” kata Shana dalam Pertamina Talks Episode 2 bertema ‘Hobi Jaga Bumi, Eh Jadi Profesi’ di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).

Di sisi lain, Shana melihat masih sedikit anak muda yang mau terjun langsung ke sektor sustainability. Padahal, kelompok ini dinilai memiliki energi dan kreativitas yang dibutuhkan untuk mencari solusi baru.

“Nah kita kurang anak muda yang turun langsung di lapangan untuk mengerjakan sektor suistanibility,” tutur Shana.

Menurutnya, semangat green jobs juga bukan hanya soal menciptakan profesi baru. Pekerjaan dan usaha yang sudah ada juga bisa ditransformasikan agar lebih ramah lingkungan.

“Green jobs ini gimana kita mentransformasikan usaha-usaha yang sudah ada menjadi ramah lingkungan. Yang tadinya lebih banyak mengambil dari lingkungan, sekarang give back ke lingkungan, ke komunitasnya,” tutup Shana.

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8637155/ini-sederet-tantangan-yang-hambat-bisnis-hijau

Ekonomi Kuartal IV Digenjot Lewat Harbolnas

Ekonomi Kuartal IV Digenjot Lewat Harbolnas

Jakarta – Target belanja setinggi ini dimaksudkan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV-2026.

“Tahun lalu kita capai sebesar Rp 36,4 triliun dan tahun ini ditargetkan naik minimal 10%. Jadi targetnya tahun ini Rp 40 triliun,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Kick Off Road to Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Harbolnas diselenggarakan pada 10-16 Desember 2026 mendatang. Dengan target transaksi mencapai Rp 40 triliun ini, kegiatan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV 2026.

“Ini penting karena kita perlu mengangkat perekonomian di kuartal keempat, dan arahan Bapak Presiden dalam pidato kemarin tanggal 14 ini di kuartal keempat target pertumbuhannya menuju 6% atau 6% di kuartal keempat karena ini akan menjadi landasan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 6% di tahun 2027,” terang Airlangga.

Menurutnya target transaksi setinggi ini bukan hal yang mustahil mengingat ekonomi digital Indonesia terus mengalami pertumbuhan menjadi sekitar US$ 100 miliar pada 2025 kemarin. Indonesia juga telah menjadi salah satu pasar utama video commerce.

“Jumlah penjual online sekitar 800.000, namun dalam video commerce ini transaksinya sudah naik hampir 90% yaitu 2,6 miliar transaksi,” kata Airlangga.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menambahkan Harbolnas merupakan program kolaborasi pemerintah dan Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV sekaligus menjadi stimulus peningkatan daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.

“Tiga kategori produk lokal yang paling banyak diminati konsumen adalah fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan serta produk makanan dan minuman,” terang Busan.

Mendag juga memastikan pada Harbolnas tahun ini para pedagang yang mengikuti kegiatan akan terdata dalam sistem Kementerian. Hal ini dimaksudkan untuk memantau aktivitas perdagangan selama rangkaian program tersebut.

Selain itu pendataan pedagang yang terlibat juga dimaksudkan untuk membantu pemerintah memantau produk yang dijual selama Harbolnas. Sebab Harbolnas tahun ini diarahkan untuk memperkuat penjualan produk dalam negeri dan memperluas pasar UMKM.

“Ya nanti ketahuan dari ada sistemnya, nanti ketahuan. Termasuk tadi target-target segala macam ketahuan semua, tercatat semua,” tutur Mendag.

Sebagai informasi, nilai transaksi Harbolnas 2025 mencapai Rp 36,4 triliun atau naik 17% dibandingkan 2024 yang sebesar Rpb31,2 triliun. Dari total transaksi tersebut, produk lokal menyumbang sekitar 45% dari total transaksi dengan nilai capai Rp 16,6 triliun.

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8637426/ekonomi-kuartal-iv-digenjot-lewat-harbolnas

Cegah Pita Palsu, Pabrik Rokok Bakal Dipasangi Mesin Canggih

Cegah Pita Palsu, Pabrik Rokok Bakal Dipasangi Mesin Canggih

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menyiapkan mesin dilengkapi teknologi mengecek keaslian pita cukai rokok. Langkah ini diambil untuk mencegah peredaran pita cukai palsu

Mesin tersebut berbasis teknologi track and trace, dan rencananya ditempatkan di pabrik-pabrik rokok.

“Namanya track and trace dari satu perusahaan baru. Sehingga nanti kita akan taruh mesinnya di pabrik rokok, mesin penghitung, kan pakai teknologi yang lebih baru, dalam waktu dekat akan diterapkan, mungkin dalam setengah tahun ke depan akan full semuanya,” terang Purbaya di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Menurut Purbaya, dengan langkah tersebut tindakan penyelewengan dari pabrik-pabrik rokok dapat terdeteksi.

“Kita juga lebih mudah mendeteksi kalau ada yang menggelap-gelap. Karena ya pitanya itu, pita baru itu bisa di-scan pakai handphone, segala macam, bisa ketahuan dari mana pabriknya, segala macam, jadi enggak bisa macam-macam,” tutur Purbaya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan masih beredarnya pita cukai palsu, Purbaya mengakui potensi pelanggaran oleh oknum tertentu masih ada. Kendati demikian, dengan sistem yang akan disiapkan dipastikan celah pemalsuan akan semakin sempit.

“Pakai teknologi baru itu enggak bisa dipalsu lagi,” ujar Purbaya.

Purbaya menambahkan, pemerintah menyiapkan rencana penambahan layer baru dalam struktur cukai rokok. Namun, rencana tersebut masih harus dibahas terlebih dahulu bersama Komisi XI DPR.

Ia optimistis penerapan layer baru dapat menekan peredaran rokok ilegal. Purbaya telah bertemu dengan para pelaku rokok ilegal. Dalam momen itu, Purbaya memberikan kesempatan agar mereka dapat beralih ke jalur legal melalui rencana tersebut.

“Yakin. Saya sudah ketemu para pelaku rokok ilegal itu, atau beberapa orang intinya. Saya bilang saya kasih ruang di situ, nanti kalau sudah jadi, masuk situ Anda ke layar baru itu. Kalau Anda masih main-main, saya sikat,” jelas Purbaya.

Sumber : https://finance.detik.com/industri/d-8637419/cegah-pita-palsu-pabrik-rokok-bakal-dipasangi-mesin-canggih