Kisah matcha lokal dari Jawa Barat – ‘Jangan malu minum matcha Indonesia’

Kisah matcha lokal dari Jawa Barat – ‘Jangan malu minum matcha Indonesia’

Martabak matcha, klepon matcha, cendol matcha, sampai risol matcha—demam bubuk hijau asal Jepang ini tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda mereda di Indonesia. Ternyata, di balik tren yang terus meluas, sebagian besar matcha yang dikonsumsi masyarakat masih berasal dari luar negeri.

Sebagai salah satu negara penghasil terbesar teh di dunia, bisakah Indonesia ikut bermain di pasar yang selama ini masih didominasi Jepang?

Tidak ada sumber yang bisa memastikan kapan matcha mulai masuk ke Indonesia.

Namun, beberapa penggemar matcha mengaku mengenal bubuk hijau itu dari jaringan kedai kopi global sekitar tahun 2000-an, disajikan dalam bentuk minuman yang dicampur dengan susu.

Biasanya, menu itu dijadikan rekomendasi buat orang-orang yang tidak minum kopi.

Meski dikenal sebagai campuran minuman susu, sejatinya matcha berasal dari daun teh hijau yang dihaluskan hingga berbentuk bubuk.

Namun, tidak semua teh hijau bubuk bisa disebut matcha.

Daun teh untuk matcha ditanam dan diolah dengan cara berbeda dibanding teh hijau pada umumnya.

Proses inilah yang menghasilkan cita rasa khas berupa umami dan membuat matcha dilabeli sebagai minuman sehat karena tinggi antioksidan, baik untuk metabolisme, serta memberikan efek fokus yang tenang.

Visualnya yang menarik, berwarna hijau nyentrik, ditambah dengan rasa yang unik dan manfaatnya yang baik, membuat banyak orang terdorong untuk membagikan pengalaman icip-icipnya melalui media sosial.

Popularitas matcha pun meluas jauh melampaui kafe-kafe premium. Matcha bisa ditemukan di kedai pinggir jalan di kota-kota kecil.

Penggunaannya semakin variatif, tidak lagi terbatas pada campuran minuman, tapi juga merambah ke berbagai kreasi makanan.

Popularitas matcha dari lokal hingga global

Sejak awal kemunculannya hingga saat ini, matcha sudah menjangkau masyarakat yang semakin luas, yang artinya juga memperluas pasarnya.

Merisha Ayu, CEO kafe Uji Matcha yang telah berdiri sejak 2017, mengungkap perkembangan pasar matcha sangat signifikan. Hal ini tergambar dari impor matcha untuk kafenya yang meningkat dari tahun ke tahun.

“Saya percaya kedepannya matcha ini masih tetap booming. Apalagi dengan gaya hidup masyarakat atau pasar sekarang, yang mana mereka itu lebih peduli dengan kesehatan dan juga lebih sadar dengan apa yang dikonsumsi,” kata Merisha.

Ruang pertumbuhan pasar matcha di Tanah Air, menurut Merisha, juga masih luas. Apalagi saat ini matcha juga sudah merambah industri kecantikan, digunakan buat skincare hingga parfum.

Perusahaan riset pasar asal India, Mobility Foresight memprediksi, sampai tahun 2031, pasar matcha di Indonesia diperkirakan memiliki laju pertumbuhan tahunan rata-rata hingga 14,8%, didorong oleh kesadaran kesehatan, budaya kafe yang Instagrammable, dan inovasi produk.

Secara global, sejumlah perusahaan riset pasar memprediksi, sampai tahun 2033 pertumbuhan pasar matcha berada di angka 7%—9%.

Melihat pasar yang masih berkembang baik lokal maupun global, seberapa besar potensi Indonesia meramaikan pasar matcha ini, mengingat negara ini berada dalam daftar negara penghasil terbesar teh di dunia?

Petani lokal mengambil kesempatan

Potensi itu rupanya sudah dibaca oleh produsen teh lokal di Ciwidey, Jawa Barat, sekitar satu dekade lalu, ketika matcha mulai populer.

Rizal Firdaus dan keluarganya sudah puluhan tahun berbisnis teh, termasuk teh hitam, teh hijau, teh putih, teh oolong, teh kuning, dan masih banyak jenis lainnya. Pada 2016, barulah Rizal mencoba bereksperimen di matcha.

“Saya melihat yang produksi matcha di Indonesia tidak ada saat itu. Mungkin ada hanya sebatas green tea powder [teh hijau bubuk], tapi matcha masih diambil dari Jepang,” ujarnya.

“Saya berpikir, Indonesia kan punya banyak teh, kenapa tidak kita coba bikin matcha di Indonesia?”

Butuh delapan tahun riset dan pengembangan, sampai akhirnya Rizal percaya diri memasarkan matcha buatannya lebih luas lagi.

Berbekal pengetahuan hasil belajar dari sejumlah literatur dan internet, Rizal mencari kebun teh mana yang daun cocok, sekaligus membimbing petani dan pemetik agar menghasilkan bahan baku terbaik.

Sebab, teh hijau memerlukan perlakuan khusus supaya bisa disebut matcha.

Sekitar dua minggu sebelum panen, tanaman teh harus dinaungi untuk mengurangi paparan sinar matahari.

Teknik ini meningkatkan kandungan L-theanine yang berkontribusi pada rasa umami dan memicu produksi klorofil yang membuat warna matcha lebih hijau cerah, bukan hijau kecoklatan maupun kekuningan.

Pemetikannya pun dilakukan secara manual dan hanya mengambil pucuk-pucuk terbaik.

Setelah dipanen, daun diolah menjadi tencha—bahan baku matcha—lalu digiling menggunakan mesin batu yang dirancang menyerupai penggiling di Jepang, meski batunya berasal dari Majalengka. Bubuk yang dihasilkan kemudian diayak kembali agar lebih halus.

Matcha buatannya saat ini berada di kategori culinary grade, yakni matcha yang dirancang untuk dicampur dengan susu, gula, atau bahan lain.

Dalam istilah pemasaran global, matcha dibagi dalam dua kategori, yaitu ceremonial grade dan culinary grade.

Sementara matcha ceremonial grade merupakan matcha dengan kualitas tertinggi, yang bisa dikonsumsi langsung, tanpa tambahan bahan lain yang dianggap bisa mengubah rasa. Bisa diseduh dan dikonsumsi hanya dengan campuran air.

Rizal mengakui hasil produksinya masih terus disempurnakan. Dibandingkan matcha Jepang di kategori yang sama, tekstur matcha buatan Rizal masih lebih kasar dan rasanya masih lebih sepat dan pahit.

Walaupun begitu, ketika sudah dicampur susu, rasa sepat dan pahitnya juga berkurang.

Di samping itu, “Indo matcha” buatannya juga sebenarnya sudah menemukan pasar sendiri. Produk dari pabriknya di Ciwidey sudah dipasarkan ke kafe-kafe lokal di Bandung dan reseller tanpa merek, atau yang biasa disebut white label.

Kini, Rizal mampu memproses sekitar 300 kilogram pucuk teh per hari, naik jauh dari hanya 20 kilogram saat masa awal percobaan.

“Dengan melihat tren permintaan, Indo matcha yang saya produksi kelihatannya akan terus berkembang. Terutama karena pasokan matcha Jepang yang terbatas saat ini dan kenaikan harganya yang luar biasa, jadi mungkin ada beberapa yang beralih ke Indo matcha,” kata Rizal optimistis.

‘Jangan malu minum matcha Indonesia’

Rizal bukan satu-satunya pemain matcha lokal di Tanah Air. Masih di Jawa Barat, ada juga yang mengembangkan dan jualan matcha lokal.

Ifah Syarifah rupanya juga sudah bertahun-tahun memproduksi matcha lokal. Sama seperti Rizal, dia juga menggandeng sejumlah petani teh untuk memasok daun teh khusus buat produk matchanya.

Dalam sebulan, Ifah bisa mendapatkan pesanan matcha hingga 500 kilogram, lewat merek Arafa Tea maupun tanpa merek alias white label. Dari sekian banyak produksi yang dia jual, katanya, permintaan terhadap matcha mencapai 70%.

Ifah percaya, dengan edukasi, matcha lokal juga bisa diterima pasar lebih luas lagi.

Meski sudah punya pasar sendiri, Ifah masih akan berinovasi agar kualitas matchanya bisa lebih baik lagi, sehingga tidak kalah dengan matcha impor.

“Beda lho, teh impor dengan teh kita. Yang impor sudah lama di gudang. Teh kita masih segar karena langsung dari kebun. Kita tahu ini ditanam oleh siapa, petani siapa. Itu jadi nilai untuk memberdayakan petaninya,” kata Ifah.

“Jangan takut, jangan malu dengan minum matcha Indonesia karena itu punya kita.”

Seberapa besar potensi matcha lokal diterima pasar?

Rizal dan Ifah sudah membuktikan, ternyata tanaman teh yang ditanam di Indonesia bisa dibikin matcha.

Walaupun rasanya memang tidak sama persis dengan matcha Jepang, tapi itu justru bisa jadi ciri khas, kata para ahli.

Menurut para peneliti, secara teknis, teh di Indonesia bisa dibuat jadi matcha, tapi ada beberapa hal yang membuat hasil akhirnya tidak bisa persis sama, yaitu iklim dan jenis tumbuhan tehnya.

Di Jepang, matcha biasanya berasal dari tanaman teh varietas sinensis. Sedangkan tanaman teh yang sudah ditanam di Indonesia umumnya merupakan varietas assamica, yang biasanya jadi bahan dasar teh hitam, dengan rasa sepat yang kuat.

Kualitas matcha terbaik, yang biasanya disebut ceremonial matcha, juga membutuhkan musim dingin yang membuat tanaman teh menyimpan nutrisi dan asam amino lebih banyak, yang pada akhirnya juga menciptakan cita rasa yang berbeda.

“Kalau sinensis rasanya memang lebih lembut, lebih ringan. Jadi kalau misalnya basisnya assamica memang harus ada sistem pengolahan tertentu, penyempurnaan tertentu untuk menghasilkan [rasa sejenis] itu,” kata peneliti sosial ekonomi Pusat Penelitian Teh dan Kini (PPTK) Gambung, Kralawi Sita.

Dia bilang, saat ini, pasar matcha di Indonesia tidak hanya diisi oleh Jepang, tetapi juga China hingga Taiwan.

Ini menggambarkan sebenarnya pasar matcha di Indonesia juga sudah cukup beragam, tidak hanya diisi satu pemain tunggal.

“Jadi memang perlu sentuhan. Kita mungkin tidak bisa sama betul, tetapi kita bisa, mendekati yang mirip. Yang penting konsumen menerima, sambil mengajari, mengedukasi mereka pelan-pelan bahwa ada diversifikasi produk lain,” ujar Sita.

Menurut dia, produsen teh di Indonesia masih bisa mengisi ruang untuk ikut meramaikan pasar.

Bahkan harapannya, tren matcha ini bisa kembali menggairahkan komoditas teh Tanah Air, yang semakin lama semakin tersingkir dari daftar produsen terbesar teh di dunia.

Bikin segmen pasar yang berbeda

Optimisme itu bukan sekadar asumsi. Sejumlah penelitian juga mencoba mengukur sejauh mana peluang matcha lokal diterima konsumen.

Tahun 2022 lalu, Universitas Gadjah Mada (UGM) menerbitkan hasil penelitian soal potensi tanaman teh varietas assamica klon Gambung buat dijadikan matcha, plus bagaimana penerimaan konsumennya.

Hasil penelitiannya membuktikan proses penaungan atau shading pada varietas assamica diperlukan untuk menghasilkan warna matcha yang lebih hijau dan mengurangi rasa sepat.

Sementara itu, hasil uji sensorik terhadap konsumen menemukan fakta bahwa matcha yang lebih disukai adalah yang rasa sepatnya tidak dominan.

Dari skor satu sampai tujuh, matcha lokal yang diteliti UGM mendapat skor di bawah empat, sementara matcha impor yang dijadikan pembanding mendapat skor di atas lima.

Meski dari penelitian itu terungkap bahwa matcha lokal kurang disukai karena masih terlalu sepat, Supriyadi, salah satu peneliti, berpendapat mungkin karakter rasa itu bisa menyasar segmen pasar yang berbeda.

“Kita harus mencoba mencari klon yang paling pas. Kalau masalah teknologi, tidak susah karena buktinya yang dulu green tea (teh hijau) dari assamica juga laku,” tegas guru besar Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM itu.

“Nah ini berarti ada potensi. Matcha itu juga akan mengikuti dengan segmen pasar yang berbeda tentunya.”

Tantangannya satu, katanya, “Bagaimana cara kita mempromosikan produk baru ini?”

Tapi Supriyadi sudah punya jawabannya sendiri. Dia bilang matcha Indonesia lebih tinggi potensinya sebagai antioksidan daripada yang impor.

“Memang kalau orang awam tidak tahu. Mereka menilainya baru di mulut saja, rasa umaminya enggak muncul. [Masalah kandungan] Antioksidan nanti. Kan edukasinya ke situ,” ujar dia.

Untuk saat ini, matcha lokal memang belum bisa sepenuhnya menandingi cita rasa dan tekstur matcha Jepang yang sudah lebih dulu dikenal luas.

Namun, meningkatnya permintaan dan keterbatasan pasokan dari Jepang, yang sempat menjadi isu sejak 2025 lalu, tampaknya bisa membuka ruang lebih besar bagi produsen dalam negeri untuk terus bereksperimen mencari karakter matcha khas Indonesia.

Sumber : https://www.bbc.com/indonesia/articles/c8x2581z7lro

4 Perusahaan Antre IPO, Sektor Saham Ini Mendominasi

4 Perusahaan Antre IPO, Sektor Saham Ini Mendominasi

Liputan6.com, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat empat perusahaan masih dalam proses penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Dari empat perusahaan itu, sektor saham perawatan kesehatan mendominasi.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin menuturkan, hingga 17 Juli 2026 telah tercatat tujuh perusahaan yang mencatatkan saham di BEI. Dana dihimpun dari BEI mencapai Rp 2,16 triliun.

“Hingga saat ini, terdapat empat perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” kata Saidu, Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/pojk.04/2017 antara lain dua perusahaan aset skala kecil atau aset di bawah Rp 50 miliar. Kemudian dua perusahaan aset skala besar atau aset di atas Rp 250 miliar.

Sedangkan dilihat dari sektornya, masing-masing satu perusahaan dari sektor basic materials dan consumer nonsiklikal. Kemudian dua perusahaan dari perusahaan perawatan kesehatan.

Selain itu, BEI juga mencatat 114 emisi dari 62 penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) hingga saat ini. Dana dihimpun Rp 103,86 triliun.

“Sampai dengan 17 Juli 2026 terdapat 11 emisi dari 9 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” ujar Saidu.

Sektor penerbit EBUS itu antara lain masing-masing satu perusahaan dari sektor basic materials dan sektor consumer nonsiklikal, lima perusahaan dari sektor energi. Kemudian masing-masing dua perusahaan dari sektor keuangan dan infrastruktur.

BEI juga mencatat hingga 17 Juli 2026, terdapat 15 perusahaan tercatat atau emiten yang telah menerbitkan rights issue. Total nilai rights issue Rp 10,69 triliun. Saidu mengatakan, masih terdapat satu perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue di BEI dari sektor properti.

BEI: BSA Jadi Emiten Perdana yang IPO pada 2026

Sebelumnya, di tengah dinamika dan ketidakpastian pasar modal yang sempat diwarnai gonjang-ganjing, PT BSA Logistik Indonesia Tbk (WBSA) justru membuka tahun 2026 dengan langkah berani. Perseroan resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia sebagai emiten pertama tahun ini.

“Saya mengucapkan selamat atas pencatatan perdana saham PT BSA Logistik Indonesia TBK yang resmi. Ini menarik nih, menjadi perusahaan pencatatan yang pertama di 2026,” kata Direktur PT Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna, dalam Pencatatan Perdana Saham PT BSA Logistik Indonesia Tbk, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, momentum ini menjadi sinyal penting bahwa minat perusahaan untuk melantai di bursa tetap terjaga, sekaligus menunjukkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia di tengah kondisi yang fluktuatif.

Keandalan Jaringan Distribusi

Nyoman mengatakan pencatatan perdana ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal perjalanan BSA Logistik di arena publik dengan berbagai tuntutan dari regulator dan investor.

“Hari ini kita menjadi saksi PT BSA Logistik Indonesia TBK memulai perjalanannya memasuki apa yang kita maksudkan sebagai public arena, arena publik dengan multiple stakeholder,” ujarnya.

Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor logistik, BSA Logistik menghadapi tantangan bisnis yang sangat operasional, sensitif terhadap waktu, dan bergantung pada kualitas layanan.

BEI menilai, keandalan jaringan distribusi, efisiensi operasional, serta ketepatan waktu pengiriman menjadi faktor krusial yang harus dijaga. Keterlambatan dalam pengiriman tidak hanya berdampak pada biaya, tetapi juga dapat menggerus kepercayaan pelanggan.

“Oleh karena itu, perseroan diharapkan menjaga keandalan jaringan distribusi, mengoptimalkan efisiensi perusahaan, dan memastikan on-time delivery dan kualitas layanan,” ujarnya.

Sumber : https://www.liputan6.com/saham/read/8248712/4-perusahaan-antre-ipo-sektor-saham-ini-mendominasi

Brownies Ketan Sidoarjo: Berawal Dari Dapur Rumah Tembus Pasar Global

Brownies Ketan Sidoarjo: Berawal Dari Dapur Rumah Tembus Pasar Global

Jakarta, CNBC Indonesia – Perjalanan sukses UMKM kuliner “It’s Me Time” menjadi bukti bahwa bisnis yang dikelola secara serius dan didukung pendampingan yang tepat dapat tumbuh secara berkelanjutan. Usaha brownies ketan dengan varian unggulan Choco Chip asal Sidoarjo, Jawa Timur, ini dirintis oleh Jalian Setiarsa pada 2 November 2017.

Bermula dari dapur rumah dengan kapasitas produksi sekitar 300 buah per bulan, Arso perlahan melihat peluang untuk mengembangkan usahanya seiring meningkatnya permintaan pasar. Untuk mendukung pengelolaan usahanya yang semakin berkembang, ia mulai menjadi nasabah simpanan BRI sejak tahun 2018 dan menjalin hubungan perbankan yang kemudian membuka akses terhadap berbagai layanan dan solusi finansial BRI.

Pria yang kerap disapa Arso ini mengatakan bahwa dukungan BRI tidak hanya dirasakan dari sisi pembiayaan, tetapi juga dari proses pendampingan yang diberikan secara langsung oleh petugas BRI di lapangan.

“Saya merasakan bagaimana petugas BRI turut memahami kebutuhan usaha kami, memberikan penjelasan dengan ramah, serta membantu proses bisnis saya berjalan lebih mudah dan sesuai kebutuhan bisnis,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).

Lebih lanjut, Arso menyebut selama menjadi bagian dari keluarga besar nasabah BRI, dia merasakan betul keseriusan dan komitmen BRI dalam menyokong pelaku usaha cilik. Bahkan, segala dukungan dari petugas BRI menjadi pemantik semangat untuk terus membesarkan usahanya, karena merasa tidak berjalan sendirian dalam menghadapi tantangan modal usaha.

Setelah mantap menjadi nasabah, Arso pun kian melangkah lebih jauh ke dalam ekosistem pembinaan dengan bergabung sebagai salah satu anggota Rumah BUMN BRI. Di sinilah proses transformasi usahanya mulai berlangsung secara lebih terarah. Melalui pendampingan yang diberikan secara rutin, tim Rumah BUMN membantu Arso membenahi berbagai aspek bisnis, mulai dari tata kelola usaha, peningkatan kualitas produksi, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran.

“Petugas Rumah BUMN membimbing It’s Me Time secara mendalam dan intensif untuk membenahi aspek manajerial. Banyak sekali pelatihan-pelatihan bisnis yang makin membuat saya paham dalam mengurus bisnis,” katanya.

Ia menyebut bahwa para mentor mendampingi Arso melakukan penataan tempat kerja, mulai dari memisahkan area dapur produksi dengan tempat tinggal pribadi, hingga memfasilitasi pengurusan berbagai legalitas baku. Berkat bimbingan berkelanjutan tersebut, produk pangan ini berhasil memperoleh berbagai pengakuan resmi dari skala nasional hingga global, meliputi sertifikat PIRT, Halal, GMP, SNI, hingga standar keamanan pangan internasional Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

Langkah penataan mutu dan standardisasi itu pun sukses mengantarkan bisnis kuliner ini naik kelas ke level yang jauh lebih tinggi. Pada tahun 2021, volume produksi It’s Me Time melonjak tajam hingga menyentuh angka 20.000 hingga 25.000 buah per bulan, dengan jangkauan pemasaran yang meluas ke Pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan melalui kanal penjualan daring dan luring.

Puncaknya, BRI secara aktif membukakan akses pasar dunia dengan mengikutsertakan mereka pada ajang pameran bergengsi seperti Brilianpreneur, Trade Expo Indonesia, Halal Food Turki, hingga Indonesian Exhibition Australia. Jaringan internasional tersebut berhasil membuahkan transaksi realisasi ekspor ke Turki dan Hong Kong pada 2021, Singapura dan Australia pada 2022, hingga Malaysia pada 2023, yang turut dibarengi raihan penghargaan bergengsi seperti Produk Terbaik No. 1 BRI hingga peringkat utama di ajang SNI Award.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program pelatihan rutin, pendampingan yang intens, sampai ke dukungan pembiayaan. Fasilitas-fasilitas inilah yang membuat wawasan kami jadi lebih terbuka dalam mengelola bisnis, sekaligus membuka jalan buat pemasaran produk kami jadi jauh lebih luas,” ungkap Arso.

Senior Executive Vice President Ultra Micro Business BRI M. Candra Utama menegaskan bahwa BRI memiliki komitmen jangka panjang untuk selalu hadir mendampingi perjalanan usaha para pelaku industri kreatif lokal dari akar rumput sebagai upaya untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“BRI berkomitmen untuk terus mendorong UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh dan naik kelas secara berkelanjutan. Melalui Rumah BUMN, kami fokus pada peningkatan kapasitas usaha dan literasi digital agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh berkelanjutan dan naik kelas,” pungkas Candra.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260712210932-25-750235/brownies-ketan-sidoarjo-berawal-dari-dapur-rumah-tembus-pasar-global

Saham SpaceX Makin Anjlok Usai Menunda Peluncuran Starship

Saham SpaceX Makin Anjlok Usai Menunda Peluncuran Starship

Liputan6.com, Jakarta – Harga saham SpaceX telah turun di bawah harga debut sebulan lalu. Koreksi harga saham SpaceX juga terjadi setelah pembatalan rencana penerbangan uji pertama roket Starship.

Mengutip BBC, Jumat (17/7/2026), harga saham SpaceX merosot menjadi US$ 132,62 atau Rp 2,38 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.990) pada Rabu, 15 Juli 2026. Harga saham ini di bawah harga penawaran awal US$ 135 atau Rp 2,42 juta pada Juni. Pada perdagangan perdana, harga saham SpaceX ditutup di US$ 135,27. Dibandingkan dengan harga tertinggi hari itu, harga saham SpaceX kini turun sekitar 41%.

Mengutip CNBC, harga saham SpaceX membatalkan peluncuran roket raksasa Starship pada Kamis. CEO Elon Musk berjanji untuk melakukan upaya lain “semoga dalam beberapa hari.”

Jendela peluncuran selama 90 menit dibuka pada pukul 18.45 ET, dan dalam beberapa menit, pembuat roket yang dapat digunakan kembali itu mengumumkan melalui siaran langsung mereka menunda peluncuran untuk hari itu. “Beberapa mesin tidak menyala, memicu pembatalan peluncuran otomatis,” tulis Musk dalam sebuah unggahan di X.

“Untuk memastikan penerbangan yang baik, 2 mesin Raptor akan dilepas & diganti. Waktu peluncuran yang paling mungkin adalah awal minggu depan,” ujar dia.

Saham SpaceX turun lebih dari 3% dalam perdagangan lanjutan, semakin merosot di bawah harga IPO-nya sebesar US$ 135.  Saham SpaceX ditutup turun 3,08% menjadi US$ 131,11 pada Kamis, 16 Juli 2026.Saham tersebut mengalami penurunan selama lima hari berturut-turut.

Mengutip Yahoo Finance, SpaceX akan mencoba penerbangan uji ke-13 roket Starship, roket terbesar dan terkuat yang pernah dibuat. Selain itu, peluncuran Starship pertama sejak IPO perusahaan pada 12 Juni.

Pada Kamis pagi, Starship telah dipasang di atas boosternya dan siap untuk peluncuran. Booster 20, kendaraan Super Heavy yang mendukung misi tersebut, telah dipindahkan kembali ke Pad 2 Starbase, dengan taha patas Ship 40 bergabung dengan booster, ketika keduanya dipasang untuk terakhir kali sebelum lepas landas.

Ini juga akan menjadi peluncuran kedua Starship Versi 3, desain yang lebih besar dan lebih kuat yang diluncurkan kurang dari dua bulan lalu.

Sentimen Saham SpaceX

BBC melaporkan, saham SpaceX mengalami volatilitas sejak mulai diperdagangkan di pasar saham publik sekitar satu bulan lalu. Setelah euforia awal investor yang membuat perusahaan tersebut dihargai lebih tinggi daripada Amazon dan Microsoft, harga sahamnya terus menurun.

Awalnya, SpaceX diperlakukan oleh investor sebagai peluang pertama mereka untuk berinvestasi di perusahaan AI, menurut apa yang baru-baru ini dikatakan oleh analis dan pakar pasar keuangan kepada BBC.

Awal tahun ini, SpaceX mengakuisisi perusahaan rintisan AI milik Musk, xAI, yang baru-baru ini berganti nama menjadi SpaceXAI, menandai langkah pertamanya ke dalam bisnis yang berfokus pada AI.

XAI paling dikenal karena chatbot kontroversial Grok, tetapi melalui akuisisi tersebut, SpaceX sekarang menyewakan kapasitas pusat data kepada perusahaan teknologi lain. Bisnis utama perusahaan adalah pembuatan dan peluncuran roket dan satelit telekomunikasi yang disebut Starlink.

Rilis Laporan Keuangan

Ketika Starlink mengatakan akan memangkas harga di wilayah Memphis, Tennessee di tengah kekhawatiran lokal atas proyek pusat data besar-besaran, saham SpaceX turun 8%.

Analis Interactive Brokers, Steve Sosnick mengatakan kepada Reuters, kalau belum ada hal baru-baru ini yang mengingatkan orang-orang tentang beberapa katalis mengapa mereka membeli SpaceX.

SpaceX diperkirakan merilis laporan pendapatan publik pertamanya pada Agustus.

“Fakta bahwa saham telah jatuh beberapa dolar di bawah harga IPO-nya bukanlah sebuah tragedi, tetapi SpaceX sangat dipantau dan memiliki peran penting dalam psikologi investor,” ujar Sosnick.

Sumber : https://www.liputan6.com/saham/read/8248516/saham-spacex-makin-anjlok-usai-menunda-peluncuran-starship

GameStop Genggam Hampir 10% Saham eBay

GameStop Genggam Hampir 10% Saham eBay

Liputan6.com, Jakarta – Perusahaan ritel video grame GameStop mempunyai hampir 10% saham perusahaan e-commerce eBay. Ini menunjukkan niatnya untuk melanjutkan rencana pembelian eBay meski telah ditolak.

Hal itu terungkap dalam pernyataan perusahaan dalam pengajuan regulasi pada Jumat malam, 17 Juli 2026. GameStop menuturkan memiliki 43,4 juta saham eBay yang beredar atau 9,8%, menandai peningkatan kepemilikan sejak awal Mei. Hal itu ketika CEO GameStop Ryan Cohen mengatakan kepada ketua dewan direksi Ebay ingin membeli perusahaan senilai US$ 56 miliar atau Rp 1.004 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.940). Demikian mengutip Channel News Asia, Sabtu (18/7/2026).

Pada saat itu, ia mengatakan, GameStop telah mengakumulasi kepemilikan ekonomi sebesar 5 persen melalui derivatif dan kepemilikan manfaat.

Selama beberapa minggu terakhir, GameStop mengubah kepemilikan ekonominya menjadi saham biasa. Bulan lalu, mereka membeli 3,5 juta saham eBay dengan harga sekitar US$ 381 juta atau Rp 6,83 trilun. Pada Jumat, GameStop menyelesaikan transaksi 39 juta saham eBay dari pasangan put atau call, demikian menurut pengajuan tersebut.

Perwakilan eBay tidak segera dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

Dalam pengajuan kedua yang juga dilakukan pada Jumat, Cohen mengatakan, pihaknya tidak akan menentukan sendiri, tetapi akan mengakuisisi eBay dengan cara apa pun.

Pengajuan tersebut merupakan transkripsi wawancaranya dengan Bloomberg pada Kamis. Dua bulan lalu, ketika Cohen pertama kali mengusulkan untuk membeli perusahaan yang ukurannya kira-kira lima kali lipat dari perusahaannya sendiri, investor miliarder itu berpendapat penggabungan antara GameStop dan eBay, perusahaan yang akan ia kelola, akan menjadi pesaing yang lebih besar bagi Amazon.

Upaya Cohen

Pada Mei, eBay menolak tawaran tunai dan saham Cohen. eBay menyebutnya “tidak kredibel dan tidak menarik.”

Sejak itu, Cohen telah mengatakan dalam banyak wawancara  akan melanjutkan rencananya. Pemegang saham GameStop bulan lalu menyetujui peningkatan jumlah saham yang diizinkan perusahaan, yang memberi GameStop lebih banyak fleksibilitas untuk bermanuver. Cohen juga menginvestasikan US$ 500 juta atau Rp 8,97 triliun uang sendiri ke dalam transaksi tersebut.

Wall Street berulang kali mempertanyakan rencana pembiayaan Cohen karena sangat bergantung pada surat komitmen tidak mengikat dari TD Securities untuk utang hingga US$ 20 miliar atau Rp 358,8 triliun, yang bergantung pada perusahaan gabungan tersebut mencapai peringkat kredit layak investasi.

Sumber : https://www.liputan6.com/saham/read/8248985/gamestop-genggam-hampir-10-saham-ebay

Ubah Hobi Jadi Karier, Host TikTok Live Kini Bisa Dapat Kontrak Kerja Profesional

Ubah Hobi Jadi Karier, Host TikTok Live Kini Bisa Dapat Kontrak Kerja Profesional

Liputan6.com, Jakarta – Popularitas live streaming di media sosial terus melesat dalam beberapa tahun terakhir. Platform seperti TikTok Live kini tak lagi sekadar menjadi tempat hiburan, tetapi juga membuka peluang karier baru bagi banyak orang yang ingin memperoleh penghasilan dari dunia digital.

Di balik pesatnya pertumbuhan industri ini, masih ada tantangan besar yang dihadapi para host live streaming, mulai dari pendapatan yang tidak menentu hingga minimnya perlindungan kerja. Menjawab kebutuhan tersebut, Bringsal Management menghadirkan pendekatan baru dengan menerapkan sistem kerja yang lebih profesional melalui kontrak resmi bagi seluruh host di bawah naungannya.

Hadirkan Kepastian Kerja bagi Host Live Streaming

Bringsal Management mulai menerapkan standar operasional yang lebih terstruktur dengan mengikat para host melalui kontrak kerja sejak awal bergabung. Langkah ini dilakukan untuk memberikan kepastian hak sekaligus menciptakan hubungan kerja yang lebih jelas dibanding sistem freelance yang selama ini umum digunakan di industri live streaming.

Dalam kontrak tersebut diatur berbagai aspek penting, mulai dari sistem pembagian komisi, target performa, hingga mekanisme pengunduran diri. Selain itu, terdapat pula aturan mengenai perlindungan data akun dan penyelesaian sengketa apabila terjadi permasalahan di kemudian hari.

“Profesi host live streaming menuntut profesionalisme dan manajemen risiko, sehingga status mereka tidak lagi sekadar pekerja lepas,” ujar Founder Bringsal Management, Nurhamid.

Menurutnya, pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan rasa aman bagi para kreator sekaligus menjaga profesionalisme dalam industri hiburan digital yang terus berkembang.

Tak Hanya Kontrak, Host Juga Dibina Secara Berkala

Selain memberikan kepastian kerja, Bringsal Management juga menerapkan sistem pendampingan untuk membantu para host meningkatkan kualitas siaran mereka.

Setiap kreator memiliki jadwal live yang terukur, yakni sekitar empat hingga delapan jam setiap hari. Performa mereka kemudian dievaluasi secara rutin melalui penilaian mingguan agar perkembangan akun tetap konsisten.

Tak berhenti di situ, para host juga memperoleh mentoring dan pelatihan berkelanjutan yang membantu mereka menemukan identitas konten masing-masing. Mulai dari siaran musik, permainan, obrolan santai, hingga konten edukatif, seluruhnya diarahkan agar memiliki ciri khas yang mampu membangun komunitas penonton yang loyal.

Penghasilan Lebih Stabil Berkat Beragam Sumber Pendapatan

Penerapan sistem kerja yang lebih terstruktur juga berdampak pada stabilitas penghasilan para host. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan hadiah virtual dari penonton, tetapi mulai memiliki berbagai sumber pemasukan lain.

Pendapatan kini berasal dari kombinasi hadiah virtual, bonus performa, kerja sama dengan berbagai merek, hingga komisi dari program afiliasi. Diversifikasi tersebut membuat para kreator memiliki peluang memperoleh penghasilan yang lebih stabil meski tren di media sosial terus berubah.

Melalui pendekatan ini, Bringsal Management berharap profesi host live streaming dapat semakin diakui sebagai pekerjaan profesional yang memiliki jenjang karier, sistem kerja yang jelas, serta peluang berkembang secara berkelanjutan di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Sumber : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8249050/ubah-hobi-jadi-karier-host-tiktok-live-kini-bisa-dapat-kontrak-kerja-profesional

Kisah Ponpes di NTB Bangun Kemandirian Ekonomi, Unit Usaha Raup Omzet Rp 3 Miliar per Tahun

Kisah Ponpes di NTB Bangun Kemandirian Ekonomi, Unit Usaha Raup Omzet Rp 3 Miliar per Tahun

Liputan6.com, Mataram – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pengembangan ekonomi syariah melalui pemberdayaan pondok pesantren. Salah satu fokusnya adalah mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan agar pesantren mampu menopang kebutuhan operasional secara mandiri.

Salah satu pesantren binaan yang menunjukkan hasil positif adalah Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin di Nusa Tenggara Barat (NTB). Lewat berbagai unit usaha yang dikembangkan, sekitar 70 persen kebutuhan operasional pesantren kini dapat ditopang dari hasil bisnis sendiri. Bahkan, Badan Usaha Milik Pesantren (BUMPes) Thohir Yasin mencatatkan omzet hingga Rp3 miliar setiap tahun.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Nusa Tenggara Barat, Andhi Wahyu Riyadno, mengatakan kerja sama dengan Ponpes Thohir Yasin telah berlangsung cukup lama. Pendampingan tersebut dilakukan agar pesantren tidak hanya mengandalkan biaya pendidikan dari para santri, tetapi juga memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan.

“Pesantren ini kan harapannya tidak hanya melulu tergantung dengan dana dari santri-santrinya, tapi selain itu juga mereka punya unit-unit bisnis atau unit-unit perusahaan yang bisa membuat mereka mandiri,” ujar Andhi saat ditemui di Mataram, NTB.

Untuk mendukung pengembangan usaha, BI memberikan berbagai bantuan, mulai dari mesin penggilingan padi hingga pembangunan rumah potong hewan unggas (RPHU). Selain itu, pelatihan juga diberikan kepada tenaga kerja yang mengelola BUMPes Thohir Yasin.

“Tahun ini mereka sudah bisa masuk rantai pasok MBG juga melayani beberapa SPPG dan juga mereka ini sudah (tersertifikasi) halal, karena masuk ke rantai pasok SPPG ini mereka harus halal dulu baru bisa,” ungkapnya.

Tak hanya dari sisi fasilitas produksi, BI juga membantu peningkatan tata kelola usaha, khususnya dalam pengelolaan keuangan.

“Kami (juga) mendorong mereka dari sisi manajemen keuangan, bicara mengenai unit bisnis pasti kan ujungnya bagaimana mereka mengelola atau me-manage keuangannya agar rapi, dipisahkan dengan manajemen pesantrennya,” imbuh Andhi.

Penuhi Kebutuhan Pesantren

Bantuan itu diakui sendiri oleh Pendiri dan Pimpinan Ponpes Thohir Yasin, Tuan Guru Haji (TGH) Ismail Thohir. Dia menerangkan, kemandirian ekonomi pesantren sudah jadi salah satu bagian cita-cita pesantren yang berdiri sejak 1990-an ini. Sederet kebutuhan pesantren seperti makan hingga gaji guru pun akhirnya bisa dipenuhi dari hasil bisnis pesantren.

“Pondok mandiri, siap, tanpa kita itu tidak selalu mengharapkan dari luar, kita ingin supaya dari hasil kita sendiri, untuk gaji gurunya, untuk pembangunannya, dan untuk semua. Itu harapan kita,” tegas TGH Ismail Thohir di kediamannya di Lombok Timur, NTB.

Perjalanan bisnis yang baik nampaknya turut memberikan manfaat ke masyarakat sekitar. Tak sebatas pada insan pondok pesantren, masyarakat sekitar juga ikut dilibatkan. Setidaknya ada 150 orang pegawai yang dipekerjakan di berbagai sektor. Bantuan bagi masyarakat tidak mampu juga diberikan Thohir Yasin.

“Anak-anak yang ekonominya kaum lemah, termasuk dari golongan yatim, piatu, para fakir mikin, yang ternyata tidak mampu untuk sekolah, alhamdulillah. Jadinya kita bisa menanggulanginya sekemampuan yang ada di Pondok Thohir Yasin ini. Jadinya dengan adanya dukungan-dukungan dari Bank Indonesia, kita semakin semangat,” beber dia.

Kantongi Omzet Miliaran Rupiah

Direktur BUMPes Thohir Yasin, Syahrullah mengatakan bantuan yang diberikan BI berdampak positif terhadap kinerja unit usaha ponpes. Mesin penggiling padi atau rice miller misalnya, mampu memberikan keuntungan hingga Rp 100 juta.

Sementara itu, RPHU mampu mencatatkan omzet hingga Rp 500 juta dalam enam bulan terakhir. Namun, dalam hitungan totalnya, BUMPes mampu mengantongi omzet Rp 3 miliar per tahun. Angka ini meningkat signifikan setelah masuk ke rantai pasok MBG.

Kesehatan bisnis pesantren ini mampu meneguhkan kemampuan ekonomi pesantren. Alhasil, mayoritas kebutuhan pesantren bisa dipenuhi dan ditanggung dari kegiatan usaha ponpes.

“Alhamdulillah. Sekarang masih di angka 70 persen, itu dukungan dari ekonomi pesantrennya,” katanya.

Pemberdayaan Masyarakat Sekitar

Syahrullah menjelaskan, bantuan BI yang berjalan sejak 2021 ini mampu meningkatkan kemampuan pesantren untuk memberdayakan masyarakat sekitar.

“Ada yang langsung praktik sama santrinya, dan sebagian profesionalnya. Itu yang bekerja langsung dari masyarakat, ada yang ikut pertanian, ada juga yang UMKM-nya. Jadi ibu-ibu yang sekitar ini kita juga berdayakan mereka melalui UMKM,” ucapnya.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8247480/kisah-ponpes-di-ntb-bangun-kemandirian-ekonomi-unit-usaha-raup-omzet-rp-3-miliar-per-tahun

Mengapa Emas Selalu Menjadi Primadona di Dunia Investasi? Ini Penjelasan Analis dan Sejarahnya

Mengapa Emas Selalu Menjadi Primadona di Dunia Investasi? Ini Penjelasan Analis dan Sejarahnya

Kediri – Di tengah gempuran instrumen keuangan modern seperti aset kripto, saham sektor teknologi, hingga berbagai produk derivatif yang menjanjikan keuntungan kilat, ada satu instrumen klasik yang posisinya tak pernah tergoyahkan. Pertanyaan yang kemudian sering muncul di kalangan investor adalah: mengapa logam mulia bernama emas ini selalu berhasil mempertahankan mahkotanya sebagai primadona investasi lintas generasi?

Tidak sedikit investor yang beralih ke aset digital saat kondisi pasar sedang bergairah karena tergiur dengan volatilitasnya yang tinggi. Namun, ketika roda ekonomi berputar dan ketidakpastian global mulai melanda, sebagian besar dari mereka justru berbondong-bondong kembali melirik emas sebagai penyelamat modal.

Lalu, apa yang sebenarnya membuat daya tarik emas begitu magis di mata para pelaku pasar?

Kelangkaan yang Menjaga Nilai Intrinsik

Faktor mendasar yang membuat emas begitu diagungkan adalah sifatnya yang tidak bisa dimanipulasi. Berbeda dengan mata uang kertas yang nilainya bisa merosot tajam saat bank sentral memutuskan untuk mencetaknya secara massal demi kebijakan stimulus ekonomi, emas memiliki keterbatasan fisik yang nyata dari alam.

Untuk mendapatkan satu troy ons emas, diperlukan proses eksplorasi geologis yang memakan waktu tahunan, belanja modal yang masif, serta operasional penambangan yang rumit. Karakteristik pasokan yang terbatas inilah yang secara otomatis menciptakan harga dasar yang kokoh di pasar global, sehingga emas terbebas dari risiko devaluasi ekstrem yang sering menimpa mata uang konvensional.

Pelindung Alami dari Gerogotan Inflasi

Banyak pakar keuangan sepakat bahwa inflasi adalah musuh tersembunyi yang perlahan tapi pasti menghancurkan daya beli uang tunai yang disimpan di dalam tabungan. Di sinilah emas mengambil peran krusialnya sebagai instrumen pelindung nilai atau inflation hedge.

Secara historis, pergerakan harga emas cenderung mengalami penyesuaian naik secara signifikan saat inflasi struktural melonjak. Emas terbukti mampu menjaga nilai kekayaan agar tetap utuh secara riil dalam jangka panjang. Daya beli emas pada ratusan tahun lalu untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia tidak banyak berubah jika dibandingkan dengan daya belinya di era modern saat ini.

Benteng Pertahanan Saat Terjadi Krisis

Dalam dunia pasar modal, emas memegang predikat tertinggi sebagai aset safe haven. Status ini merujuk pada kemampuan emas untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan nilainya ketika pasar saham, obligasi, dan sektor properti sedang mengalami guncangan akibat resesi atau ketegangan geopolitik.

Saat terjadi krisis finansial, insting psikologis para pengelola dana besar maupun investor ritel secara universal akan beralih dari aset yang berisiko tinggi menuju aset yang dinilai paling aman. Emas dipilih karena tidak memiliki risiko gagal bayar, tidak bergantung pada performa laporan keuangan korporasi mana pun, dan terbukti tidak bisa bangkrut.

Likuiditas Global Tanpa Batas Negara

Kelebihan lain yang membuat emas tak tertandingi oleh alternatif investasi fisik lainnya adalah tingkat likuiditasnya yang luar biasa tinggi. Pasar perdagangan logam mulia beroperasi tanpa henti secara global selama 24 jam.

Emas batangan dengan standar sertifikasi internasional diakui di belahan dunia mana pun. Pemiliknya dapat dengan mudah mengonversi aset fisik ini menjadi uang tunai dalam waktu singkat, baik melalui jaringan toko emas lokal, pegadaian, hingga bursa komoditas besar. Fleksibilitas inilah yang memberikan rasa tenang karena dana darurat dapat dicairkan kapan saja tanpa harus mengorbankan nilai aset secara drastis.

Harga Emas Terkoreksi, Hartadinata Abadi Optimistis Permintaan Tetap Tumbuh

Harga Emas Terkoreksi, Hartadinata Abadi Optimistis Permintaan Tetap Tumbuh

Liputan6.com, Jakarta – Harga emas dunia memasuki fase koreksi setelah sempat mencetak rekor tertinggi pada awal 2026. Sepanjang Juni, rata-rata harga emas global turun sekitar 8% dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, pelemahan tersebut belum menghapus tren kenaikan harga emas di dalam negeri karena harga emas dalam rupiah masih menguat sekitar 5,5% sejak awal tahun (year-to-date), didorong pelemahan nilai tukar rupiah.

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menilai koreksi harga emas merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar dan tidak mengubah prospek jangka panjang industri logam mulia. Perseroan melihat permintaan emas masih ditopang berbagai faktor fundamental, mulai dari ketidakpastian geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, hingga meningkatnya kesadaran masyarakat menjadikan emas sebagai instrumen tabungan dan investasi.

Direktur Investor Relations Hartadinata Abadi Thendra Crisnanda mengatakan, fluktuasi harga emas merupakan konsekuensi dari berbagai perkembangan ekonomi global.

“Namun kami melihat fundamental permintaan emas masih tetap kuat, didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menabung emas serta berkembangnya ekosistem bullion di Indonesia. Karena itu, kami tetap optimistis terhadap prospek industri emas dalam jangka panjang,” ujar Thendra dikutip Minggu (12/7/2026).

Tekanan terhadap harga emas dipengaruhi keputusan bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) yang mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer). Kebijakan tersebut memperkuat dolar AS sehingga menekan harga emas di pasar global.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk dinamika hubungan Amerika Serikat dan Iran serta fluktuasi harga minyak dunia, masih menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan harga emas.

Koreksi Jangka Pendek

Di dalam negeri, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50% melalui kebijakan off-cycle untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Meski demikian, Hartadinata Abadi menilai prospek harga emas dalam jangka menengah hingga panjang masih didukung tingginya permintaan dari bank-bank sentral dunia yang terus menambah cadangan emas.

Perseroan juga terus memperkuat fondasi bisnis melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap seluruh regulasi di setiap rantai pasok dan aktivitas operasional.

Optimisme terhadap industri emas juga datang dari kalangan analis. Analis BCA Sekuritas, Jesselyn, menilai koreksi harga emas saat ini lebih bersifat jangka pendek dibandingkan perubahan fundamental permintaan.

“Meski harga emas sempat terkoreksi, kami melihat ketidakpastian geopolitik dan makroekonomi yang masih berlanjut akan terus menopang permintaan emas, terutama sebagai aset lindung nilai,” kata dia.

Senada, Equity Research Analyst BNI Sekuritas Vera menilai koreksi harga emas lebih dipicu penyesuaian likuiditas jangka pendek akibat kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, kuatnya data ekonomi negeri tersebut, serta pergeseran alokasi investasi ke instrumen lain setelah sejumlah aksi korporasi besar di pasar global.

Volume Penjualan Emas

Vera menilai prospek jangka panjang Hartadinata Abadi tetap menarik karena perubahan perilaku masyarakat yang semakin memilih emas batangan sebagai instrumen menabung dibandingkan perhiasan.

“Secara historis, volume penjualan emas Hartadinata Abadi tetap bertumbuh bahkan ketika harga emas mengalami koreksi pada 2022. Ke depan, kami melihat perubahan pola konsumsi masyarakat dari perhiasan menuju emas batangan sebagai instrumen menabung, serta berkembangnya ekosistem bullion di Indonesia, akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan HRTA,” ujar Vera.

Optimisme tersebut tercermin dari kinerja perusahaan. Sepanjang kuartal I 2026, Hartadinata Abadi membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 196,96% secara tahunan. Laba bersih juga meningkat 189,48%, didukung lonjakan volume penjualan emas murni sebesar 75,18%, yang menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk emas.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8244155/harga-emas-terkoreksi-hartadinata-abadi-optimistis-permintaan-tetap-tumbuh

Mengelola Risiko Fluktuasi Nilai Tukar dengan Layanan Treasury dan Produk Valas Bank Mayapada

Mengelola Risiko Fluktuasi Nilai Tukar dengan Layanan Treasury dan Produk Valas Bank Mayapada

Ekspansi ke pasar internasional membawa berbagai peluang pertumbuhan bagi pelaku usaha. Namun, di balik peluang tersebut terdapat tantangan yang tidak dapat diabaikan, yaitu fluktuasi nilai tukar valuta asing (valas). Pergerakan kurs dapat memengaruhi biaya transaksi, arus kas, hingga margin keuntungan perusahaan, terutama bagi bisnis yang aktif melakukan pembayaran maupun penerimaan dana dalam mata uang asing.

Untuk membantu nasabah menghadapi dinamika tersebut, Bank Mayapada menghadirkan layanan Treasury yang didukung berbagai solusi transaksi valas serta produk simpanan valas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah perorangan maupun perusahaan.

Untuk solusi dan kebutuhan transaksi bisnis dan operasional perusahaan dalam mata uang asing, Bank Mayapada menyediakan produk myGIRO Valas yang tersedia dalam mata uang USD dan SGD. Produk ini dirancang untuk mendukung kebutuhan transaksi korporasi secara lebih optimal, dengan tetap mengedepankan kemudahan dan fleksibilitas dalam pengelolaan dana valas perusahaan.

Eksekusi Real-Time di 6 Mata Uang Utama

Di tengah aktivitas perdagangan global yang bergerak dinamis, kecepatan eksekusi transaksi keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran bisnis. Oleh karena itu, Bank Mayapada menghadirkan layanan transaksi Foreign Exchange (FX) secara real-time dengan dukungan kurs yang kompetitif sesuai kondisi pasar.

Layanan Treasury Bank Mayapada mendukung transaksi dalam enam mata uang utama yang banyak digunakan dalam perdagangan internasional, yaitu Dolar Amerika Serikat (USD), Dolar Singapura (SGD), Dolar Australia (AUD), Yuan China (CNY), Yen Jepang (JPY), dan Dolar Hong Kong (HKD).

Ketersediaan berbagai pilihan mata uang tersebut memberikan fleksibilitas bagi nasabah dalam menjalankan aktivitas bisnis lintas negara, baik untuk kebutuhan pembayaran kepada pemasok, penerimaan hasil ekspor, maupun berbagai transaksi internasional lainnya. Dengan dukungan layanan Treasury yang terintegrasi, Bank Mayapada membantu nasabah mengelola kebutuhan transaksi valas secara efektif dan efisien.

Strategi Lindung Nilai untuk Menjaga Stabilitas Bisnis

Bagi perusahaan yang memiliki eksposur terhadap pergerakan kurs, pengelolaan risiko nilai tukar merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas keuangan dan mendukung perencanaan bisnis yang lebih terukur. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bank Mayapada menyediakan berbagai produk FX yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan transaksi dan pengelolaan likuiditas nasabah, misalnya pilihan transaksi Today (TOD)Tomorrow (TOM), dan Spot yang memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan transaksi valas.

Selain itu, Bank Mayapada juga menyediakan berbagai instrumen lindung nilai (hedging), seperti ForwardSwap, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Berbagai solusi tersebut membantu nasabah mengelola risiko fluktuasi nilai tukar serta memperoleh kemudahan dalam perencanaan arus kas dan kebutuhan pembayaran di masa mendatang.

Melalui sinergi antara layanan pembiayaan melalui myLOAN, fasilitas trade finance, serta berbagai solusi Treasury yang komprehensif tersebut, Bank Mayapada berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan usaha nasabah dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin dinamis. Dengan dukungan layanan yang terintegrasi, Bank Mayapada siap menjadi mitra andal bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya, baik di pasar domestik, regional, maupun internasional.

Sumber : https://www.inilah.com/mengelola-risiko-fluktuasi-nilai-tukar-dengan-layanan-treasury-dan-produk-valas-bank-mayapada