Cara Pakai Kuota Internet Rollover dari Telkomsel, Indosat, Hingga XL

Cara Pakai Kuota Internet Rollover dari Telkomsel, Indosat, Hingga XL

Jakarta, CNN Indonesia — Mahkamah Konstitusi (MK) mewajibkan operator seluler menyediakan pilihan layanan yang menjamin sisa kuota internet pelanggan tetap aktif dan dapat digunakan.
Hakim Konstitusi Adies Kadir mengatakan, formula tarif dan skema layanan telekomunikasi tidak boleh hanya diletakkan dalam cara pandang komersial para operator, melainkan harus tetap menjamin perlindungan yang wajar bagi pengguna jasa telekomunikasi.

MK juga memandang penting operator seluler untuk meningkatkan keterbukaan dan kemudahan akses informasi kepada pengguna jasa telekomunikasi perihal harga, volume kuota, masa berlaku, segmentasi penggunaan, kebijakan pemakaian secara wajar, berakhirnya layanan.

Pada prinsipnya, operator dan pihak terkait Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) tidak keberatan. Bahkan, operator dan ATSI telah menyampaikan semacam kesepakatan sebagai solusi terhadap permohonan yang mempersoalkan konstitusionalitas norma Pasal 28 ayat 1 dalam Pasal 71 angka 2 Lampiran UU 6/2023.

Kesepakatan itu menunjukkan bahwa para operator membuka ruang solusi yang seimbang, yaitu penyediaan pilihan paket rollover dan non-rollover serta inovasi lainnya.

Sejak Februari lalu, sejumlah operator seluler sebetulnya sudah memberikan pelanggan opsi agar kuota internet bulanannya tidak lagi otomatis hangus. Pelanggan bisa memilih paket kuota yang memiliki fitur rollover, sehingga sisa kuota ketika masa aktif habis akan dibawa ke bulan berikutnya.

Berikut cara menggunakan kuota internet rollover dari sejumlah operator:

Telkomsel

Agar tidak mengalami kuota hangus, pelanggan harus berlangganan paket khusus tersebut yang akan diperbarui secara otomatis setiap bulannya. Paket yang memiliki masa aktif 30 hari ini juga dilengkapi beragam benefit digital, mulai dari hiburan, musik, gim, edukasi, hingga belanja.

Berikut daftar harga dan kuota paket Telkomsel dengan fitur akumulasi kuota:

  • Kuota 3 GB harga Rp30 ribu
  • Kuota 8 GB harga Rp70 ribu
  • Kuota 13 GB harga Rp100 ribu

Sementara itu, paket lain seperti Super Seru, Internet Sakti, Combo Sakti, hingga paket harian SIMPATI Serbu tidak menyertakan fitur akumulasi kuota. Paket-paket tersebut tetap tersedia sebagai alternatif bagi pelanggan yang mengutamakan harga lebih murah.

Indosat

Indosat dengan brand IM3 juga telah memiliki fitur akumulasi kuota atau rollover. Pengguna tidak akan lagi mengalami kuota hangus dengan berlangganan paket Freedom Combo.

Selain kuota yang memiliki masa aktif 30 hari, paket ini juga memberikan manfaat lain seperti kuota telepon ke operator lain hingga telepon sepuasnya ke nomor IM3 dan Tri.

Berikut daftar harga paket Freedom Combo dengan fitur data rollover:

  • Kuota utama 4 GB dan kuota malam 2 GB: Rp38 ribu
  • Kuota 7 GB dan kuota malam 3 GB: Rp52 ribu
  • Kuota 15 GB dan kuota malam 5 GB: Rp80 ribu
  • Kuota 23 GB dan kuota malam 7 GB: Rp105 ribu

XLSmart

XLSmart juga memiliki paket yang mendukung rollover kuota yang bernama Xtra Combo Flex. Paket dengan masa aktif 28 hari ini juga diberi benefit lain seperti kuota telepon ke semua operator, kuota aplikasi YouTube, dan kuota TikTok.

Berikut daftar kuota rollover XL:

  • Xtra Combo Flex S harga Rp29 ribu: kuota utama 5 GB, kuota area hingga 3 GB
  • Xtra Combo Flex S+ harga Rp37 ribu: kuota utama 7 GB, kuota area hingga 3 GB
  • Xtra Combo Flex M harga Rp50 ribu: kuota utama 10 GB, kuota area hingga 5 GB
  • Xtra Combo Flex M+ harga Rp60 ribu: kuota utama 14 GB, kuota area hingga 6 GB
  • Xtra Combo Flex L harga Rp70 ribu: kuota utama 18 GB, kuota area hingga 9 GB.
  • Xtra Combo Flex L+ harga Rp80 ribu: kuota utama 26 GB, kuota area hingga 11 GB

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260724174106-213-1384625/cara-pakai-kuota-internet-rollover-dari-telkomsel-indosat-hingga-xl

Dosen Khawatir AI Bikin Mahasiswa Kehilangan Kemampuan Berpikir

Dosen Khawatir AI Bikin Mahasiswa Kehilangan Kemampuan Berpikir

Liputan6.com, Jakarta – Kecerdasan buatan (AI) semakin banyak digunakan mahasiswa untuk membantu mengerjakan tugas kuliah. Namun, kemudahan tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan dosen karena mahasiswa dinilai berisiko kehilangan kemampuan berpikir kritis.

Fenomena ini diungkap dalam laporan Futurism, dikutip Sabtu (22/8/2026), yang mengumpulkan keluhan sejumlah dosen dari berbagai perguruan tinggi. Para pengajar mengaku semakin sering menemukan tugas mahasiswa yang terlihat rapi, tetapi penulisnya justru kesulitan menjelaskan isi tulisan atau mempertahankan argumennya ketika berdiskusi di kelas.

Kekhawatiran tersebut salah satunya disampaikan profesor filsafat dari University of Central Arkansas, Kevin Gary. Ia mengingatkan bahwa menulis bukan sekadar menghasilkan sebuah teks, tetapi juga merupakan bagian dari proses seseorang membangun pola pikir.

“Jika menulis adalah berpikir, maka setiap bagian dari perjuangan yang dialihkan ke teknologi berarti melepaskan sebagian kebebasan untuk memahami,” ujarnya.

Menurut sejumlah dosen, penggunaan AI oleh mahasiswa kini tidak sebatas membantu memperbaiki tata bahasa atau menemukan referensi.

AI juga mulai digunakan untuk membuat kerangka tulisan, menyusun esai hingga merangkum bahan bacaan. Akibatnya, mahasiswa berisiko melewatkan proses intelektual yang seharusnya menjadi bagian penting dalam pembelajaran di perguruan tinggi.

Tantangan Terbesar

Meski demikian, laporan tersebut tidak menyimpulkan bahwa AI sepenuhnya menjadi penyebab menurunnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Sejumlah penelitian menunjukkan AI tetap dapat memberikan manfaat dalam proses belajar apabila digunakan sebagai pendamping, bukan menggantikan proses berpikir mahasiswa.

Tantangan utamanya adalah bagaimana mahasiswa menentukan batas penggunaan teknologi. AI dapat membantu memberikan ide, menjelaskan materi atau memberikan masukan, tetapi mahasiswa tetap perlu memahami, mengolah, dan mengembangkan informasi tersebut secara mandiri.

Perdebatan mengenai dampak AI terhadap dunia pendidikan pun terus berkembang. Berbagai survei dan penelitian menunjukkan kekhawatiran pendidik terhadap ketergantungan berlebihan pada AI, terutama karena dapat memengaruhi kemampuan dasar seperti menulis, menganalisis, dan memecahkan masalah.

Karena itu, perguruan tinggi dinilai perlu memiliki aturan yang lebih jelas mengenai penggunaan AI dalam kegiatan akademik.

Tujuannya bukan melarang teknologi tersebut, melainkan memastikan AI menjadi alat pendukung pembelajaran, bukan pengganti kemampuan berpikir mahasiswa.

Sumber : https://www.liputan6.com/tekno/read/8275123/dosen-khawatir-ai-bikin-mahasiswa-kehilangan-kemampuan-berpikir

Studi Harvard: Kecelakaan Fatal Naik 15% Saat Peluncuran Album Musik

Studi Harvard: Kecelakaan Fatal Naik 15% Saat Peluncuran Album Musik

Liputan6.com, Jakarta – Saat masa perilisan album musik baru, angka kecelakaan meningkat 15% di Amerika Serikat. Hal ini terungkap melalui studi terbaru dari para peneliti di Harvard Medical School. Studi tersebut menganalisis 233.809 kecelakaan pada rentang tahun 2017 hingga 2022 dengan membandingkan tingkat kecelakaan pada hari sebelum dan sesudah peluncuran album.

Para peneliti mencocokkan data kecelakaan dari Fatality Analysis Reporting System (FARS) dengan data pemutaran lagu harian dari Spotify.

Dikutip dari Engadget, Sabtu (22/8/2026), data menunjukkan adanya lonjakan aktivitas pemutaran musik secara nasional sebesar 43% pada hari pertama peluncuran album musisi besar.

Terdapat rata-rata 18,2 kematian tambahan setiap kali lonjakan tersebut terjadi. Hal ini mengindikasikan bahwa para pengemudi cenderung sibuk mengoperasikan dan memilih musik saat menyetir.

Distraksi Layar Sentuh dan Profil Korban

Pengemudi berpotensi tinggi terdistraksi karena belum akrab dengan daftar lagu baru di layar navigasi mobil.

Menariknya, jika kecelakaan lalu lintas biasanya terjadi pada malam hari atau saat cuaca buruk, studi ini menemukan bahwa lonjakan kecelakaan fatal akibat pemutaran musik justru terjadi saat cuaca cerah.

Selain itu, tercatat tambahan 13,9 angka kematian pada pengemudi yang tidak dalam pengaruh alkohol. Peneliti menduga fenomena ini berkaitan dengan penurunan kewaspadaan pengemudi saat berkendara dalam situasi lingkungan yang tenang.

Korban kecelakaan fatal paling dominan berasal dari kelompok pengemudi laki-laki berusia muda, dengan rata-rata 13,5 kasus kematian pada hari peluncuran album. Pengemudi yang berkendara seorang diri juga lebih berisiko karena tidak memiliki penumpang yang bisa membantu mengoperasikan musik.

Hubungan Sebab-Akibat

Kehadiran layar sentuh pada mobil modern terbukti memperparah risiko distraksi. Meski fitur asisten suara seperti Siri atau Gemini dan antarmuka yang simpel memberikan kesan praktis, hal tersebut justru membuat pengemudi lengah dan makin tergiur untuk terus mengganti lagu di layar.

Meski peneliti belum dapat membuktikan secara pasti hubungan sebab-akibat langsung antara penggunaan ponsel atau streaming musik dengan tiap kasus kecelakaan, gelombang kritik publik mulai berdampak. Beberapa pabrikan mobil mulai mengurangi ketergantungan pada layar sentuh. Bahkan, merek mewah seperti Porsche dan Mercedes-Benz kembali menghadirkan tombol fisik agar pengemudi tidak perlu sering menatap layar.

Langkah ini sejalan dengan temuan survei J.D. Power yang mencatat bahwa 46% gangguan saat berkendara bersumber dari sistem layar sentuh bawaan kendaraan.

Sumber : https://www.liputan6.com/tekno/read/8275200/studi-harvard-kecelakaan-fatal-naik-15-saat-peluncuran-album-musik

Aktivitas Sederhana yang Bikin Jantung Sehat

Aktivitas Sederhana yang Bikin Jantung Sehat

Liputan6.com, Jakarta – Naik tangga mungkin terasa biasa. Namun, kebiasaan sederhana ini ternyata dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung.

Penelitian yang dilakukan peneliti dari Norfolk and Norwich University Hospital (NNUH), Inggris dan University of East Anglia, Inggris terhadap lebih dari 480.000 orang menemukan bahwa orang yang sering naik tangga memiliki risiko lebih rendah mengalami penyakit kardiovaskular.

Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Cardiovascular Drugs tersebut menemukan, orang yang sering menaiki tangga memiliki risiko 39 persen lebih rendah meninggal akibat masalah jantung. Mereka juga memiliki risiko 24 persen lebih rendah meninggal karena penyakit lain.

Selain itu, kebiasaan naik tangga juga dikaitkan dengan risiko lebih rendah mengalami gagal jantung, stroke, dan serangan jantung.

Para peneliti mendapatkan temuan tersebut setelah melakukan meta-analisis dan tinjauan terhadap sembilan penelitian. Para peserta penelitian berusia 35 hingga 84 tahun dan diikuti selama rata-rata 14 tahun.

Meski demikian, peneliti belum dapat memastikan frekuensi optimal seseorang perlu menaiki tangga untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Salah satu penelitian kohort besar yang dianalisis menunjukkan bahwa naik tangga sekitar enam kali sehari sudah memberikan manfaat bagi kesehatan jantung.

Namun, peneliti menekankan bahwa jumlah tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut.

“Beberapa penelitian yang kami tinjau menunjukkan bahwa semakin banyak tangga yang dinaiki, semakin besar manfaat kesehatannya. Namun, perubahan kecil sekalipun memberikan dampak yang dapat diukur,” ujar penulis studi Sophie Paddock mengutip Huffpost.

Aktivitas fisik singkat seperti ini kerap disebut “exercise snacks”. Aktivitas tersebut diketahui dapat membantu meningkatkan energi, fungsi kardiovaskular, kualitas tidur, hingga kesehatan mental.

Ada Keterbatasan Penelitian

Meski menemukan hubungan antara kebiasaan menaiki tangga dan kesehatan jantung, penelitian ini memiliki sejumlah keterbatasan.

Salah satunya adalah frekuensi menaiki tangga sebagian dilaporkan sendiri oleh peserta. Kondisi tersebut memungkinkan adanya kesalahan dalam mengingat seberapa sering mereka menggunakan tangga.

Selain itu, orang yang terbiasa memilih tangga mungkin sudah memiliki gaya hidup yang lebih sehat. Mereka bisa saja memiliki tingkat aktivitas fisik atau kebugaran yang lebih tinggi secara keseluruhan sehingga risiko penyakit jantungnya memang lebih rendah.

“Kita tahu bahwa kebiasaan menaiki tangga dapat berjalan beriringan dengan perilaku lain yang mendukung kesehatan. Mereka yang cenderung memilih tangga mungkin secara keseluruhan memiliki tingkat aktivitas fisik atau kebugaran yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak melakukannya,” kata Paddock.

Sumber : https://kesehatan.liputan6.com/diet-dan-kebugaran/read/8275115/aktivitas-sederhana-yang-bikin-jantung-sehat

Unitomo Terapkan Teknologi Pengolahan Hasil Laut di Kedungpandan Sidoarjo

Unitomo Terapkan Teknologi Pengolahan Hasil Laut di Kedungpandan Sidoarjo

Sidoarjo, MCI News – Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir Desa Kedungpandan, Kabupaten Sidoarjo, melalui penerapan inovasi teknologi dalam budidaya dan pengolahan hasil laut. Program tersebut menjadi bagian dari Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) dengan pendanaanDirektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan bertajuk “PDB Penguatan Perekonomian Masyarakat Desa melalui Pengolahan Hasil-Hasil Laut Berbasis Inovasi Teknologi di Desa Kedungpandan Sidoarjo” tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi sumber daya laut.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pendampingan dan praktik teknik budidaya rumput laut yang baik dan benar. Tim Unitomo memberikan pendampingan kepada masyarakat agar teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan dalam kegiatan produksi sehari-hari.

Penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu menjawab sejumlah tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir, termasuk produktivitas budidaya yang belum optimal, efisiensi produksi, serta pengelolaan hasil panen.

Ketua Pemberdayaan Desa Binaan Unitomo, Prof. Dr. Ir. Fadjar Kurnia Hartati, M.P., menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran untuk memastikan inovasi yang dikembangkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Program ini merupakan bentuk nyata kontribusi Unitomo dalam menjembatani inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Kami ingin teknologi yang dikembangkan tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi benar-benar dapat diterapkan dan memberikan dampak terhadap produktivitas serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Prof. Fadjar saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, pada Kamis, (20/08/2026).

Selain aspek teknologi, masyarakat juga memperoleh pendampingan terkait pengelolaan usaha dan pengembangan produk. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang peningkatan nilai tambah dari hasil laut yang selama ini dihasilkan masyarakat.

Potensi rumput laut di Desa Kedungpandan dinilai dapat menjadi salah satu sumber penguatan ekonomi lokal. Dengan peningkatan kualitas budidaya dan pengolahan, masyarakat diharapkan mampu memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari sumber daya pesisir yang tersedia.

Unitomo juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan hasil rumput laut tidak hanya dalam bentuk bahan mentah. Diversifikasi dan pengolahan produk menjadi salah satu langkah yang diarahkan untuk meningkatkan nilai jual sekaligus memperluas peluang usaha masyarakat.

“Harapannya, teknologi ini dapat menjadi solusi yang mudah diterapkan oleh masyarakat dan memberikan dampak jangka panjang. Ketika produktivitas meningkat, kualitas hasil semakin baik, dan nilai tambah produk berkembang, maka peluang peningkatan pendapatan masyarakat juga semakin besar,” kata Prof. Fadjar.

Melalui program tersebut, Unitomo menempatkan perguruan tinggi sebagai mitra masyarakat dalam pengembangan solusi berbasis teknologi. Kolaborasi dengan pemerintah desa dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.

Sumber : https://mcinews.id/2026/08/20/unitomo-terapkan-teknologi-pengolahan-hasil-laut-di-kedungpandan-sidoarjo/

Mengapa Allah Membenci Orang yang Suka Membantah dan Sengit Bermusuhan? Begini Jawaban dari Hadis

Mengapa Allah Membenci Orang yang Suka Membantah dan Sengit Bermusuhan? Begini Jawaban dari Hadis

Perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan manusia. Namun, Islam memberikan batas tegas ketika perbedaan berubah menjadi kebiasaan membantah, keras kepala, dan mempertajam permusuhan.

Peringatan tersebut disampaikan Aisyah radhiyallahu ‘anha melalui hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari.

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata: “Orang yang paling Allah benci adalah orang yang suka membantah dan sengit permusuhannya.” (HR. Bukhari No. 4161)

Pesan hadis ini menjadi penting di tengah budaya komunikasi yang semakin mudah memicu perdebatan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun ruang digital.

Menang Debat Bukan Tujuan

Hadis tersebut tidak sekadar berbicara tentang aktivitas berargumentasi. Persoalan utamanya adalah ketika seseorang menjadikan perdebatan sebagai kebiasaan dan permusuhan sebagai cara berinteraksi.

Perdebatan yang kehilangan kendali dapat membuat seseorang lebih sibuk membuktikan dirinya benar daripada mencari kebenaran.

Dalam kondisi seperti ini, argumen mudah berubah menjadi serangan pribadi, penghinaan, bahkan permusuhan berkepanjangan.

Karena itu, ukuran keberhasilan dalam berdiskusi bukan selalu siapa yang mampu memenangkan perdebatan, melainkan apakah percakapan tersebut membawa seseorang semakin dekat kepada kebenaran dan tetap menjaga akhlak.

Relevan di Era Digital

Pesan hadis ini semakin strategis ketika diterapkan pada kehidupan digital. Media sosial memungkinkan perdebatan berlangsung cepat, terbuka, dan melibatkan banyak orang.

Satu perbedaan pandangan dapat berkembang menjadi saling serang hanya karena masing-masing pihak ingin mendapatkan pengakuan.

Ketika tujuan diskusi bergeser menjadi memenangkan lawan, substansi persoalan justru mudah hilang.

Islam mengajarkan bahwa menjaga lisan, menahan emosi, dan menghindari permusuhan merupakan bagian dari akhlak. Maka, tidak semua perdebatan harus dilayani dan tidak setiap perbedaan harus berakhir dengan pertengkaran.

Hadis Aisyah Radhiyallahu ‘anha tersebut pada akhirnya mengingatkan satu prinsip penting: mencari kebenaran harus lebih utama daripada memenangkan perdebatan.

Bagi masyarakat produktif yang setiap hari berhadapan dengan beragam informasi dan perbedaan pandangan, kemampuan berdiskusi dengan tenang sekaligus mengetahui kapan harus berhenti justru menjadi bentuk kedewasaan.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/ibrah/mengapa-allah-membenci-orang-yang-suka-membantah-dan-sengit-bermusuhan-begini-jawaban-dari-hadis

Sadar Salah Arah Kiblat setelah Salat, Bagaimana Hukumnya?

Sadar Salah Arah Kiblat setelah Salat, Bagaimana Hukumnya?

Salat merupakan kewajiban setiap umat Islam yang sudah ditentukan waktu beserta kiblatnya. Dalam surah Al-Baqarah ayat 144, Allah SWT berfirman:

“Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.”

Ayat tersebut menekankan perintah menghadap Masjidilharam atau Ka’bah di Makkah saat salat. Lantas, bagaimana jika kita salah arah kiblat dan baru sadar setelah salat?

Hukum Menghadap Kiblat saat Salat

Menghadap kiblat ke arah Ka’bah merupakan syarat sah salat yang wajib dipenuhi, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 144.

Dalam surah Al-Baqarah ayat 150, Allah SWT juga berfirman:

“Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu, agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu), kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, agar Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu, dan agar kamu mendapat petunjuk.”

Kewajiban menghadap kiblat ketika salat juga ditegaskan oleh Nabi Muhammad SAW:

“Jika engkau hendak mengerjakan salat, maka sempurnakanlah wudhumu lalu menghadaplah ke kiblat, kemudian bertakbirlah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Bagaimana Jika Baru Tahu Salah Arah Kiblat Setelah Salat?

Hukum mengenai kesalahan arah kiblat tergantung pada penyebab dan usaha yang dilakukan sebelum salat. Berikut penjelasannya:

1. Jika Sudah Berusaha (Ijtihad)

Jika seorang muslim susah menentukan arah salat, seperti ketika cuaca mendung atau di tengah perjalanan dan sudah berusaha mencari tahu arah kiblat, lalu menyadari kesalahannya setelah salat, maka salatnya tetap sah dan tidak wajib diulang.

Namun, menurut mazhab Syafi’i, salat tetap harus diulangi atau diqada karena tidak yakin bahwa telah menghadap kiblat.

2. Karena Kelalaian Sendiri

Apabila seseorang bisa salat sesuai kiblat atau setidaknya bertanya arahnya, tetapi dia tidak melakukannya, maka salatnya tidak sah dan wajib diulang.

Kondisi ini dianggap sebagai kesalahan yang disengaja karena menyepelekan syarat sah salat.

3. Melakukan Salat secara Asal

Salat yang dilakukan secara asal-asalan, meskipun arah kiblatnya benar, tetap dianggap tidak sah dan wajib diulang.

Sadar Salah Kiblat di Tengah Salat

Jika menyadari kesalahan arah kiblat saat masih salat, ada dua cara yang dapat dilakukan seorang muslim yaitu:

  • Memutar tubuh ke arah kiblat yang benar dan melanjutkan salat tanpa perlu membatalkannya.
  • Menurut pendapat Syafi’iyah, jika yakin arah kiblat salah dari awal, salat harus dihentikan dan dimulai kembali dengan menghadap kiblat yang benar.

Cara Menentukan Arah Kiblat yang Benar

Kemiringan arah kiblat yang sedikit ke kiri atau ke kanan umumnya tidak dianggap masalah bagi umat muslim yang berada jauh dari Makkah.

Namun, untuk menghindari kesalahan, ada beberapa cara untuk menentukan arah kiblat yang benar yaitu:

  1. Bertanya kepada penduduk setempat yang terpercaya.
  2. Melihat mihrab masjid.
  3. Mengamati posisi matahari atau arah mata angin.
  4. Menggunakan teknologi atau aplikasi.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/ibadah/sadar-salah-arah-kiblat-setelah-salat-bagaimana-hukumnya

Fakta-fakta Scaling, Kerap Disangka Bikin Gigi Goyang dan Merenggang

Fakta-fakta Scaling, Kerap Disangka Bikin Gigi Goyang dan Merenggang

Jakarta – Sudah rajin sikat gigi tapi masih ada endapan keras berwarna kekuningan atau kecokelatan di sekitar gigi? Bisa jadi itu karang gigi atau dental calculus dan sayangnya, sikat gigi saja tidak akan bisa menghilangkannya.

Untuk memahami mengapa karang gigi sulit dibersihkan, perlu diketahui terlebih dahulu bagaimana endapan tersebut terbentuk.

1. Karang Gigi Berasal dari Plak yang Mengeras

Plak adalah lapisan lengket yang terbentuk dari bakteri, sisa makanan, dan komponen saliva. Jika tidak dibersihkan dengan baik, plak dapat mengalami mineralisasi dalam waktu beberapa hari saja dan mengeras menjadi karang gigi.

Ada dua jenis karang gigi yang perlu diketahui:

  • Karang gigi supragingival: terbentuk di atas garis gusi, biasanya terlihat jelas dengan warna putih kekuningan.
  • Karang gigi subgingival: terbentuk di bawah garis gusi, tidak terlihat langsung, warnanya cenderung lebih gelap (kecokelatan hingga kehitaman), dan justru lebih berisiko karena letaknya dekat dengan akar gigi dan jaringan pendukung gigi.

2. Kenapa Sikat Gigi Saja Tidak Cukup

Plak yang masih lunak bisa diangkat dengan sikat gigi dan benang gigi. Namun begitu mengeras menjadi karang gigi, teksturnya sudah menyatu erat dengan permukaan gigi.

Sikat gigi, sekeras apa pun cara menyikatnya, tidak dirancang dan tidak mampu mengikis lapisan yang sudah termineralisasi ini. Yang dibutuhkan adalah alat khusus dari tenaga profesional.

3. Dampaknya ke Kesehatan Gusi Kalau Dibiarkan

Penumpukan plak dan karang gigi di sekitar garis gusi memicu peradangan (gingivitis). Tanda-tanda yang perlu diwaspadai:

  • Gusi mudah berdarah saat menyikat gigi
  • Gusi tampak merah atau bengkak
  • Bau mulut yang tidak kunjung hilang
  • Gusi terasa tidak nyaman atau nyeri ringan

Jika dibiarkan berlarut-larut, gingivitis bisa berkembang menjadi periodontitis – kondisi yang lebih serius di mana jaringan dan tulang penyangga gigi ikut rusak. Efek jangka panjangnya bisa berupa resesi gusi (gusi turun), gigi goyang, hingga risiko kehilangan gigi.

4. Apa yang Terjadi Saat Scaling

Scaling adalah prosedur pembersihan gigi oleh dokter gigi atau tenaga profesional untuk mengangkat plak dan karang gigi, termasuk di area yang tidak terjangkau sikat gigi.

Alat yang digunakan: umumnya ultrasonic scaler (getaran + semburan air) untuk mengangkat karang gigi dalam jumlah banyak, kadang dilengkapi hand scaler manual untuk area detail.

  • Durasi: biasanya 30-60 menit, tergantung banyaknya karang gigi dan kondisi gusi.
  • Rasa sakit: umumnya tidak memerlukan bius. Sensasi ngilu atau tidak nyaman bisa terasa, terutama jika gusi sedang meradang atau karang gigi cukup banyak.
  • Perlu diluruskan: scaling bukan prosedur pemutihan gigi. Efek gigi terlihat lebih putih dan bersih setelah scaling terjadi karena karang gigi dan noda permukaan (stain) sudah terangkat, bukan karena warna email gigi berubah.

Setelah Scaling
Beberapa keluhan yang sering muncul setelah scaling:

  • Gigi bisa terasa lebih sensitif untuk sementara waktu
  • Gusi mungkin sedikit berdarah atau nyeri ringan, khususnya jika sebelumnya ada peradangan
  • Sebaiknya hindari dulu makanan/minuman yang terlalu panas atau dingin dalam 1-2 hari pertama
  • Celah antar gigi yang sebelumnya “tertutup” karang gigi mungkin jadi lebih terasa ini normal, bukan gigi jadi renggang

5. Seberapa Sering Perlu Scaling?

Kebutuhan scaling berbeda pada setiap orang. Frekuensinya perlu disesuaikan dengan kondisi kebersihan mulut, jumlah karang gigi, kesehatan gusi, serta risiko penyakit periodontal.

Tidak ada jadwal scaling yang berlaku sama untuk semua orang. Pada orang dengan risiko penyakit gusi yang lebih tinggi atau memiliki riwayat penyakit periodontal, perawatan dan pemeriksaan dapat dilakukan lebih sering. Dalam perawatan periodontal, interval kunjungan yang digunakan dalam penelitian umumnya berkisar 3-6 bulan, tergantung kondisi dan kebutuhan pasien.

Karena itu, sebaiknya jangan menentukan jadwal scaling sendiri. Dokter gigi dapat menentukan kapan scaling diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan gigi dan gusi.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah scaling merusak lapisan enamel gigi? Tidak, jika dilakukan oleh tenaga profesional dengan teknik yang tepat. Scaling hanya mengangkat karang gigi dan plak, bukan mengikis lapisan email.

Apakah scaling bikin gigi jadi renggang? Bukan renggang, tapi celah antar gigi yang sebelumnya terisi karang gigi memang jadi lebih terlihat setelah karang gigi diangkat. Ini kondisi normal dan bukan kerusakan.

Kesimpulan

Sikat gigi membantu mencegah penumpukan plak sejak awal, sedangkan scaling diperlukan untuk mengangkat karang gigi yang sudah terlanjur terbentuk dan mengeras. Keduanya punya peran berbeda tapi saling melengkapi mengandalkan salah satunya saja tidak cukup untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi dalam jangka panjang.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8631751/fakta-fakta-scaling-kerap-disangka-bikin-gigi-goyang-dan-merenggang

10 Amalan Ringan dengan Pahala Besar yang Bisa Dilakukan Setiap Hari

10 Amalan Ringan dengan Pahala Besar yang Bisa Dilakukan Setiap Hari

Jakarta – Islam mengajarkan bahwa Allah SWT Maha Pemurah kepada hamba-Nya. Banyak amalan harian yang sepintas terlihat sederhana dan tak menguras energi, namun menawarkan ganjaran pahala yang luar biasa besar-bahkan ada yang pahalanya disepadankan dengan ibadah haji, umrah, hingga jihad di jalan Allah.

Rasulullah SAW mengingatkan umatnya agar tidak memandang remeh kebaikan sekecil apa pun. Beliau bersabda:

“Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apa pun.” (HR Muslim)

Guna meraih keutamaan tersebut, berikut rangkuman 10 amalan ringan dengan pahala besar yang bisa dilakukan setiap hari beserta sumber pengajarannya.

1. Basahi Lidah dengan Zikir

Mengutip buku Fikih Sunnah – Jilid 2 karya Sayyid Sabiq, zikir adalah ibadah yang sangat praktis karena hanya mengandalkan keikhlasan hati dan gerak lisan.

Nabi Muhammad SAW menjelaskan keutamaan membaca “Subhan-Allahi wa bihamdih” sebanyak 100 kali di waktu pagi:

“Barang siapa membaca ‘Subhan-Allahi wa bihamdih’ seratus kali ketika pagi, dosa-dosanya akan dilenyapkan bahkan jika mereka sama dengan luasnya buih di laut.” (HR Bukhari dan Muslim)

Selain itu, kalimat seperti Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, dan Allahu Akbar juga merupakan ucapan yang sangat dicintai Allah SWT. Begitu juga dengan Subhanallahil ‘azhim.

“Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai oleh Allah: Subhanallahi wa bihamdih, Subhanallahil ‘azhim.” (HR Bukhari dan Muslim)

2. Senyum

Senyum bukan sekadar ekspresi ramah, melainkan bernilai ibadah. Dalam riwayat HR Tirmidzi, Rasulullah SAW menegaskan bahwa tersenyum kepada sesama saudara muslim dihitung sebagai sedekah yang mempererat tali silaturahmi.

Rasulullah SAW bersabda:

“Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR Tirmidzi)

Dalam hadits lain disebutkan, “Sesungguhnya, pintu-pintu kebaikan itu banyak; tasbih, tahmid, takbir, tahlil (dzikir), amar makruf nahi munkar, menyingkirkan penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah sedekah.” (HR Dailamy)

3. Menyebarkan Salam

Menyapa sesama muslim dengan ucapan salam dapat menumbuhkan rasa kasih sayang dan menyempurnakan iman. Rasulullah SAW bersabda bahwa menyebarkan salam merupakan salah satu jalan menuju surga.

“Kalian tidak akan masuk surga sampai beriman, dan tidak sempurna iman kalian sampai saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR Muslim)

4. Menyingkirkan Duri dan Sampah di Jalan

Menjaga kenyamanan dan keselamatan publik adalah bagian dari kepedulian sosial dalam Islam. Hanya dengan memindahkan batu, duri, atau sampah yang berpotensi membahayakan orang lain dari jalanan, tindakan tersebut sudah dicatat sebagai pahala sedekah.

“Menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah.” (HR Bukhari dan Muslim)

5. Meluruskan Niat dalam Aktivitas Harian

Merujuk buku Fiqih Niat karya Umar Sulaiman Asyqar, niat adalah pondasi utama setiap amal perbuatan. Kegiatan sehari-hari seperti bekerja, memasak, atau mengurus keluarga dapat bernilai pahala bernilai tinggi jika diniatkan secara tulus karena Allah SWT.

“Setiap amal perbuatan itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan apa yang dia niatkan.” (HR Bukhari dan Muslim)

6. Rutin Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an tidak harus langsung dalam jumlah banyak. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa setiap satu huruf Al-Qur’an yang dibaca akan dibalas dengan satu kebaikan yang dilipatgandakan menjadi sepuluh. Keutamaan ini juga ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Fathir ayat 29-30.

اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَ لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

Artinya: “Sungguh, orang-orang yang selalu membaca kitab Allah, mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan tersembunyi dan terang benderang. Mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi agar Allah menyempurnakan untuk mereka pahala mereka dan menambahi mereka dengan sebagian karunia-Nya. Sungguh Allah maha pengampun lagi maha penerima syukur.”

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.” (HR Tirmidzi)

Dalam hadits lain disebutkan:

“Rasulullah SAW bersabda, ‘Allah berfirman, ‘Siapa yang cukup sibuk membaca Al-Qur’an dan berdzikir, niscaya Kuberikan kepadanya anugerah paling utama yang pernah Kuberikan kepada mereka yang berdoa.’ Perumpamaan keutamaan kalam ilahi dibanding ucapan yang lain seperti keutamaan Allah terhadap makhluk-Nya’.”

7. Menjaga Kesucian Diri dan Salat Berjamaah di Masjid

Melangkah ke masjid dalam keadaan suci membawa ganjaran tersendiri. Mengutip laman Kemenag, berdasarkan penjelasan Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, M. Ishom el-Saha, menunaikan salat wajib berjamaah di masjid-terutama Isya dan Subuh-serta menyempurnakannya dengan zikir sesudah salat memuat keutamaan pahala yang sangat besar, bahkan diibaratkan seperti pahala ibadah haji dan umrah.

8. Membantu Sesama dan Berbakti kepada Orang Tua

Membantu mencukupi kebutuhan saudara yang kekurangan memiliki nilai mulia di sisi Allah. Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib pernah menyatakan bahwa melangkahkan kaki untuk membantu kebutuhan sesama muslim lebih utama daripada haji yang dilakukan berulang kali. Begitu pula dengan berbakti kepada orang tua, Rasulullah SAW mengumpamakan bakti tersebut setara dengan pahala berhaji, berumrah, dan berjihad.

9. Menjaga Lisan dari Ucapan Buruk

Menahan diri dari kata-kata yang menyakiti orang lain merupakan bentuk ujian diri yang berat namun berhadiah besar. Tokoh ulama Fudhail bin Iyadh menekankan bahwa menjaga dan mengendalikan lisan adalah salah satu amalan yang sangat berbobot di sisi Allah SWT.

10. Mengawali Kegiatan dengan Basmalah
Dalam buku 200 Amal Saleh Berpahala Dahsyat susunan Abdillah F Hasan, mengucap basmalah menjadi sesuatu yang dianjurkan dalam Islam setiap hendak melakukan kegiatan. Rasulullah SAW dalam sebuah hadits bersabda:

“Setiap amalan yang terdapat kepentingan di dalamnya jika tidak dimulai dengan (menyebut) nama Allah maka terputus (keberkahannya).” (HR Abu Daud dan Nasa’i)

Sumber : https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8630730/10-amalan-ringan-dengan-pahala-besar-yang-bisa-dilakukan-setiap-hari

Tidak Sengaja Menelan Air Wudhu Saat Puasa, Apakah Batal?

Tidak Sengaja Menelan Air Wudhu Saat Puasa, Apakah Batal?

Jakarta – Ketika sedang berpuasa, Muslim seringkali tak sengaja menelan sedikit air wudhu saat berkumur. Tentu hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah menelan air saat berkumur ketika wudhu itu bisa membatalkan?

Beberapa riwayat dari hadis Nabi SAW, seseorang boleh berkumur ketika berpuasa asalkan tidak berlebihan sehingga benar-benar ada yang masuk ke rongga tubuh.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Dari Umar bin Al-Khatab ra. berkata, “Suatu hari aku beristirahat dan mencium isteriku sedangkan aku berpuasa. Lalu aku datangi nabi SAW dan bertanya, “Aku telah melakukan sesuatu yang fatal hari ini. Aku telah mencium dalam keadaan berpuasa.” Rasulullah SAW menjawab, “Tidakkah kamu tahu hukumnya bila kamu berkumur dalam keadaan berpuasa?” Aku menjawab, “Tidak membatalkan puasa.” Rasulullah SAW menjawab, “Maka mencium itu pun tidak membatalkan puasa.” (HR Ahmad dan Abu Daud)

Memasukkan Benda ke dalam Tubuh

Menurut Wahbah al Zuhaily dalam buku Panduan Praktis Ibadah Puasa karya Syamsuddin dan Ahmad Syahirul Alim, menelan sesuatu yang tidak mengenyangkan berupa makanan seperti garam ataupun obat-obatan dapat membatalkan puasa. Begitu juga dengan memasukkan cairan atau menelan pasir atau menghirup asap dengan sengaja atas perbuatannya (merokok) atau memasukkan cairan melalui jarum suntik ke tenggorokan, hidung ataupun kemaluan, atau meneteskan minyak ke lubang telinga.

Beliau juga menambahkan termasuk menelan dahak yang bisa dikeluarkan dan menelan air kumur atau menghirup air ke hidung hingga masuk ke kerongkongan saat berwudu, hal itu disebabkan orang yang berpuasa dilarang berkumur dan menghirup air ke hidung secara berlebih-lebihan dan dianjurkan sekedarnya saja.

Rasulullah bersabda:

أَسْبِعُ الْوُضُوءَ وَخَلَّلْ بَيْنَ الْأَصَابِعِ وَبَالِغُ فِي الاسْتِنْشَاقِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَابِمًا

Artinya: “Sempurnakanlah wudhu, bersihkanlah celah-celah tangan, dan berlebih-lebihanlah dalam beristinsyaq (menghirup air ke hidung) kecuali jika kamu berpuasa. (HR. Abu Daud dan al-Tirmidzi berkata: Hadits Hasan Shahih).

Dijelaskan dalam buku Puasa Bukan Hanya Saat Ramadhan oleh Ahmad Sarwat, meski hadis di atas tentang istinsyaq (memasukkan air ke hidung), namun para ulama menyamakan hukumnya dengan berkumur. Intinya, yang dilarang hanya apabila dilakukan dengan berlebihan, sehingga dikhawatirkan akan terminum. Sedangkan bila istinsyaq atau berkumur biasa saja sebagaimana umumnya, maka hukumnya tidak akan membatalkan puasa.

Sementara itu, disebutkan dalam buku Fikih Sunnah Jilid 2 karya Sayyid Sabiq, berkumur dan memasukkan air ke hidung saat berpuasa bila dilakukan secara berlebihan hukumnya makruh, bahkan dapat membatalkan puasa.

Ibnu Qudamah mengatakan, “Jika seseorang berkumur-kumur atau menghirup air ketika berwudhu, lalu air masuk ke kerongkongannya tanpa ada unsur kesengajaan dan bukan pula karena berlebih-lebihan, yang demikian ini tidak membatalkan puasa.”

Akan tetapi, Imam Malik dan Abu Hanifah memiliki pendapat yang berbeda. Menelan air saat berkumur dapat membuat hukum puasanya batal. Hal tersebut disebabkan adanya anggapan bahwa seseorang yang menelan air saat berkumur telah memasukkan air ke dalam rongga perutnya dalam keadaan sadar. Sama halnya dengan apabila seseorang sengaja meminum air saat puasa.

Sumber : https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8631230/tidak-sengaja-menelan-air-wudhu-saat-puasa-apakah-batal