Cari Keseimbangan Hidup dan Kerja? Ini 10 Negara dengan Work-Life Balance Terbaik

Cari Keseimbangan Hidup dan Kerja? Ini 10 Negara dengan Work-Life Balance Terbaik

Jakarta – Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi atau work-life balance kini menjadi salah satu faktor dalam menentukan kualitas hidup. Tak hanya soal jam kerja, tetapi juga mencakup hak cuti, fleksibilitas bekerja, hingga kesempatan untuk beristirahat dan menikmati kehidupan di luar pekerjaan.

Sejumlah negara di dunia berhasil menciptakan budaya kerja yang lebih sehat dengan memberikan perhatian besar pada kesejahteraan karyawan. Lantas, negara mana saja yang memiliki work-life balance terbaik?

10 Negara dengan Work-Life Balance Terbaik

Dikutip dari laman Immigrant Invest, OECD Better Life Index membandingkan kesejahteraan antarnegara berdasarkan beberapa aspek, seperti jam kerja hingga masa cuti yang diberikan. Berikut 10 negara dengan work-life balance terbaik.

1. Norwegia

Rata-rata jam kerja di Norwegia adalah 37,5 jam per minggu yang dibagi ke dalam lima hari kerja. Banyak perusahaan menerapkan sistem jam kerja fleksibel (flexitime) yang memungkinkan pegawai menentukan sendiri waktu mulai dan selesai bekerja, selama total jam kerja mingguan tetap terpenuhi.

Peraturan ketenagakerjaan di Norwegia memperbolehkan lembur, tetapi penerapannya diatur secara ketat. Total lembur umumnya tidak boleh melebihi 200 jam per tahun, kecuali ada kesepakatan lain. Upah lembur juga diberikan dengan tarif lebih tinggi, yakni sekitar 40 hingga 100 persen di atas upah reguler.

Salah satu nilai penting dalam kehidupan masyarakat Norwegia adalah konsep friluftsliv, yang berarti kehidupan di alam terbuka. Karena itu, banyak pekerja memanfaatkan waktu istirahat untuk berjalan-jalan di taman atau menikmati alam sekitar, bahkan saat jam makan siang.

Setelah jam kerja berakhir, aktivitas luar ruangan seperti mendaki, bersepeda, atau bermain ski sesuai musim juga menjadi bagian dari rutinitas banyak warga Norwegia.

Karyawan memiliki 25 hari cuti berbayar per tahun atau setara dengan lima minggu. Banyak karyawan juga mendapat tunjangan liburan.

2. Belanda

Jam kerja di Belanda umumnya berkisar antara 36 hingga 40 jam per minggu yang dibagi ke dalam lima hari kerja, yaitu Senin hingga Jumat. Namun, banyak pekerja yang memilih empat hari kerja dalam seminggu atau memanfaatkan pengaturan jam kerja yang lebih fleksibel.

Budaya lembur tidak terlalu umum di Belanda karena perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi karyawan. Jika lembur memang diperlukan, pekerja biasanya akan menerima kompensasi berupa upah tambahan atau waktu istirahat pengganti, sesuai dengan perjanjian kerja yang berlaku.

Salah satu budaya yang mencerminkan keseimbangan kehidupan sosial dan pekerjaan di Belanda adalah borrel, yaitu tradisi berkumpul secara santai bersama rekan kerja setelah jam kantor untuk menikmati minuman dan camilan.

Kegiatan ini umumnya diadakan pada hari Jumat sebagai cara bagi para pekerja untuk melepas penat sekaligus mempererat hubungan sosial setelah menjalani satu pekan bekerja.

Karyawan memiliki jatah empat minggu cuti berbayar atau setara dengan 20 hari kerja. Namun, dalam praktiknya banyak karyawan yang menerima cuti lebih banyak daripada yang ditetapkan undang-undang.

3. Swedia

Jam kerja di Swedia umumnya mencapai 40 jam per minggu. Sistem kerja yang fleksibel juga banyak diterapkan sehingga karyawan dapat menyesuaikan jadwal kerja dengan kebutuhan keluarga maupun urusan pribadi.

Peraturan ketenagakerjaan Swedia serta perjanjian kerja bersama mengatur pelaksanaan lembur secara ketat. Karyawan diperbolehkan bekerja lembur hingga maksimal 200 jam per tahun. Jam lembur tersebut dibayar dengan tarif lebih tinggi, umumnya sekitar 50 hingga 100 persen di atas upah normal, tergantung waktu dan hari pelaksanaannya.

Di banyak tempat kerja di Swedia, terutama saat musim panas, karyawan kerap diperbolehkan pulang lebih awal pada hari Jumat. Tradisi ini dikenal sebagai Fredagsmys atau “Friday Cosiness”, yang mencerminkan budaya menikmati suasana santai dan menghabiskan waktu berkualitas menjelang akhir pekan.

Swedia menawarkan hak cuti yang cukup banyak, yaitu 25 hari per tahun.

4. Finlandia

Jam kerja penuh waktu di Finlandia umumnya berkisar antara 37,5 hingga 40 jam per minggu. Sistem jam kerja fleksibel banyak diterapkan sehingga karyawan dapat menyesuaikan jadwal kerja dengan kebutuhan pribadi dan keluarga. Selain itu, bekerja dari jarak jauh (remote work) juga menjadi praktik yang umum di berbagai sektor.

Salah satu ciri khas budaya kerja di Finlandia adalah keberadaan sauna yang dianggap sebagai bagian penting dari gaya hidup dan kesejahteraan masyarakat. Banyak kantor, termasuk perusahaan besar, memiliki sauna sendiri.

Tidak jarang rekan kerja menghabiskan waktu bersama di sauna setelah jam kerja sebagai cara untuk bersantai sekaligus mempererat hubungan sosial.
Perihal cuti, pekerja Finlandia berhak atas 30 hari cuti berbayar per tahun.

5. Denmark

Jam kerja di Denmark umumnya 37 jam per minggu yang dibagi dalam lima hari kerja, yaitu Senin hingga Jumat. Sejumlah perusahaan di Denmark juga mulai menguji penerapan empat hari kerja dalam seminggu, meski kebijakan ini belum diwajibkan oleh pemerintah.

Penerapannya bergantung pada kesepakatan antara perusahaan dan karyawan atau kebijakan internal perusahaan yang bertujuan meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja, mengurangi stres, serta meningkatkan produktivitas. Dalam sistem ini, karyawan tetap menyelesaikan jumlah jam kerja yang sama, tetapi dalam jumlah hari yang lebih sedikit.

Budaya lembur tidak terlalu umum di Denmark karena masyarakat sangat menjunjung tinggi keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Namun, jika lembur diperlukan, karyawan biasanya memperoleh kompensasi berupa waktu istirahat pengganti atau upah tambahan, sesuai dengan kontrak kerja maupun perjanjian kerja bersama.

Denmark memberikan hak cuti berbayar selama lima minggu per tahun bagi karyawan.

6. Swiss

Jam kerja penuh waktu di Swiss umumnya berkisar antara 40 hingga 42 jam per minggu, tergantung sektor industri dan kebijakan masing-masing perusahaan. Meski demikian, banyak perusahaan menawarkan pengaturan jam kerja yang fleksibel, sementara sistem kerja paruh waktu juga cukup umum diterapkan.

Ketentuan mengenai lembur di Swiss diatur secara jelas. Karyawan yang bekerja melebihi jam kerja normal berhak menerima kompensasi berupa upah lembur sebesar 125 persen dari upah biasa atau waktu istirahat pengganti, sesuai dengan kesepakatan yang berlaku. Secara umum, jumlah lembur dibatasi hingga 140 jam per tahun bagi sebagian besar pekerja.

Sama seperti di sejumlah negara Eropa lainnya, Swiss memiliki tradisi Büroapéro, yaitu kebiasaan berkumpul secara santai bersama rekan kerja setelah jam kantor. Dalam kegiatan ini, para karyawan biasanya menikmati minuman dan camilan ringan sambil mengobrol dalam suasana yang informal.
Swiss memberikan karyawan minimal empat minggu atau 20 hari cuti berbayar per tahun. Karyawan di bawah usia 20 tahun berhak atas lima minggu cuti.

7. Prancis

Jam kerja di Prancis untuk karyawan penuh waktu umumnya ditetapkan 35 jam per minggu sesuai ketentuan hukum. Meskipun beberapa sektor memiliki perjanjian kerja yang berbeda, angka 35 jam tetap menjadi standar di sebagian besar industri.

Jika karyawan bekerja melebihi 35 jam, jam tersebut dihitung sebagai lembur. Upah lembur diatur oleh undang-undang, yaitu 25 persen lebih tinggi dari upah normal untuk delapan jam lembur pertama dan 50 persen lebih tinggi untuk jam lembur berikutnya.

Selain pembayaran tambahan, pekerja juga dapat memperoleh RTT days atau hari libur tambahan sebagai pengganti kompensasi lembur.

Salah satu kebijakan paling menarik terkait keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi di Prancis adalah “hak untuk terputus” (right to disconnect) yang mulai berlaku pada tahun 2017.

Aturan ini memberikan hak hukum kepada karyawan untuk tidak menanggapi email atau pesan pekerjaan di luar jam kerja. Tujuannya adalah mengurangi risiko kelelahan kerja dan stres, sekaligus memastikan pekerja dapat benar-benar menikmati waktu pribadinya tanpa tekanan dari pekerjaan.

Terkait cuti, karyawan Prancis berhak atas minimal lima minggu atau 25 hari kerja per tahun. Beberapa perjanjian atau kontrak kolektif juga menawarkan hari libur tambahan.

8. Italia

Jam kerja di Italia umumnya 40 jam per minggu yang biasanya dibagi ke dalam lima hari kerja. Meski demikian, batas maksimum jam kerja yang diizinkan oleh hukum adalah 48 jam per minggu, termasuk jam lembur.

Ketentuan mengenai lembur diatur melalui undang-undang dan perjanjian kerja bersama. Total lembur tidak boleh melebihi 250 jam per tahun. Karyawan yang bekerja lembur berhak menerima upah lebih tinggi dibandingkan upah normal, dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan waktu pelaksanaan maupun jenis pekerjaan.

Italia juga memiliki tradisi aperitivo, yaitu kebiasaan berkumpul bersama teman atau rekan kerja setelah jam kerja untuk menikmati minuman dan camilan ringan sebelum makan malam. Tradisi yang biasanya berlangsung antara pukul 17.00 hingga 19.00 ini menjadi cara bagi masyarakat Italia untuk melepas penat sekaligus mempererat hubungan sosial.

Karyawan Italia berhak atas setidaknya empat minggu atau 20 hari cuti berbayar per tahun.

9. Spanyol

Jam kerja penuh waktu di Spanyol umumnya mencapai 40 jam per minggu yang dibagi ke dalam lima hari kerja. Jadwal kerja dapat berbeda-beda tergantung sektor industrinya.

Ketentuan mengenai lembur di Spanyol juga diatur secara jelas. Jumlah lembur tidak boleh melebihi 80 jam per tahun. Kompensasinya dapat berupa upah tambahan dengan tarif lebih tinggi atau waktu istirahat pengganti, tergantung pada kontrak kerja maupun perjanjian kerja bersama.

Setelah jam kerja usai, masyarakat Spanyol juga terbiasa menghabiskan waktu bersama teman atau rekan kerja dengan menikmati tapas, yaitu aneka hidangan ringan yang menjadi bagian dari budaya bersosialisasi di negara tersebut.

Hukum ketenagakerjaan Spanyol memberikan 22 hari kerja cuti berbayar per tahun bagi karyawan.

10. Hungaria

Jam kerja di Hungaria umumnya 40 jam per minggu. Lembur diperbolehkan di Hungaria, tetapi pelaksanaannya diatur oleh undang-undang.

Karyawan yang bekerja melebihi jam kerja normal berhak memperoleh upah lembur sebesar 50 hingga 100 persen lebih tinggi dari upah biasa atau mendapatkan waktu istirahat pengganti, sesuai dengan ketentuan dalam kontrak kerja. Selain itu, hukum juga menetapkan batas maksimum jumlah jam lembur yang dapat dilakukan seorang pekerja setiap tahunnya.

Hungaria dikenal dengan pemandian air panas (thermal baths) yang menjadi bagian penting dari budaya masyarakatnya. Banyak orang memanfaatkan fasilitas ini setelah jam kerja atau saat akhir pekan untuk bersantai, menghilangkan penat, dan memulihkan kebugaran.

Sejumlah perusahaan di Hungaria juga menyediakan program kebugaran atau hari spa sebagai salah satu bentuk fasilitas dan dukungan terhadap kesehatan serta keseimbangan kehidupan kerja para pegawainya.

Karyawan di Hungaria berhak memperoleh minimal 20 hari kerja cuti berbayar setiap tahun. Jumlah cuti ini akan bertambah seiring bertambahnya usia pekerja, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Agar Performa Olahraga Bisa Maksimal

Agar Performa Olahraga Bisa Maksimal

Meningkatkan performa olahraga tidak hanya dilakukan berdasarkan intensitas latihan

DOKTER Spesialis Kedokteran Olahraga di Seraphim Medical Center RS Bethsaida Nahum, menjelaskan bahwa performa optimal harus dibangun melalui program yang terukur, bukan hanya berdasarkan intensitas latihan. “Dalam olahraga seperti padel, tubuh dituntut bergerak cepat, melakukan rotasi, berhenti mendadak, dan berpindah arah berulang kali. Karena itu, atlet membutuhkan evaluasi kondisi fisik, latihan yang tepat, strategi recovery, serta pemantauan yang sesuai agar dapat menjaga performa sekaligus mengurangi risiko cedera,” ujar Nahum dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 19 Juli 2026.

Tentu saja gizi juga perlu diperhatikan demi penampilan terbaik. Seperti dilansir laman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga, atlet maupun masyarakat yang rutin berolahraga disarankan memperhatikan pola makan dan asupan gizi. Pilih karbohidrat kompleks, seperti nasi merah atau roti gandum, sebagai sumber energi yang lebih tahan lama. Konsumsi camilan yang mengandung karbohidrat dan protein sekitar 1–2 jam sebelum berolahraga, lalu penuhi kembali kebutuhan energi dan protein setelah latihan untuk membantu pemulihan otot.

Hidrasi juga tidak kalah penting. Pastikan tubuh mendapat cukup cairan sebelum, selama, dan setelah berolahraga untuk mencegah penurunan performa. Selain itu, penuhi kebutuhan protein dari daging tanpa lemak, ikan, telur, atau kacang-kacangan, serta konsumsi lemak sehat, seperti alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.

Jangan lupakan asupan vitamin dan mineral, seperti zat besi, kalsium, dan vitamin D, yang berperan dalam menjaga kebugaran tubuh. Karena kebutuhan gizi setiap orang berbeda, pola makan sebaiknya disesuaikan dengan jenis olahraga, intensitas latihan, dan kondisi masing-masing, bila perlu dengan berkonsultasi kepada ahli gizi.

Menurut Nahum, pendekatan kedokteran olahraga juga berperan dalam proses back to sport, yaitu pendampingan bertahap setelah cedera agar seseorang tidak hanya bebas dari rasa sakit. Dokter juga berperan membuat pasien olahraga memiliki kekuatan, fungsi gerak, kontrol tubuh, dan kesiapan fisik untuk kembali berolahraga.

Sementara itu Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi Subspesialis Cedera Olahraga, di Bethsaida Hospital Gading Serpong Herryanto Agustriadi Simanjuntak pun menekankan pentingnya diagnosis dan penanganan yang tepat pada cedera otot, sendi, ligamen, tulang, maupun tulang belakang.

“Cedera olahraga memiliki tingkat keparahan yang berbeda. Sebagian dapat ditangani secara konservatif melalui obat-obatan, fisioterapi, dan rehabilitasi. Namun, pada kondisi tertentu, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki struktur yang mengalami kerusakan dan mengembalikan fungsi gerak pasien,” kata Herryanto.

Sebelumnya, Bethsaida Hospital Gading Serpong dan Seraphim Medical Center menjadi Official Medical Partner FIP Bronze Banten 2026 di turnamen padel internasional pertama yang digelar di Banten. Ajang yang berlangsung pada 14–19 Juli 2026 ini merupakan bagian dari kompetisi internasional di bawah International Padel Federation (FIP).

Dukungan tersebut mencakup peningkatan performa, pencegahan dan penanganan cedera, tindakan medis maupun operatif apabila diperlukan, pemulihan, hingga pendampingan agar atlet dapat kembali berolahraga secara aman.

Peserta juga memperoleh dukungan fisioterapi, sports massage, pemeriksaan kesehatan, dan layanan kebugaran sesuai kebutuhan.

Melalui fasilitas Medical Gym, peserta dan masyarakat aktif dapat menjalani asesmen kondisi fisik serta latihan yang disusun untuk meningkatkan kekuatan, stabilitas, mobilitas, daya tahan, dan performa olahraga. Layanan ini didukung program fisioterapi dan latihan terapeutik yang disesuaikan dengan kondisi serta target masing-masing individu.

Untuk menunjang proses recovery, Seraphim Medical Center juga menghadirkan layanan seperti whole-body cryotherapy, sauna, dan sports massage. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari program pemulihan yang dirancang untuk membantu tubuh kembali siap setelah latihan maupun kompetisi.

Sebagai Official Medical Partner FIP Bronze Banten 2026, Bethsaida Healthcare untuk mendukung perkembangan olahraga melalui layanan kesehatan yang komprehensif, profesional, dan berorientasi pada performa serta pemulihan jangka panjang.

Sumber : https://www.tempo.co/gaya-hidup/agar-performa-olahraga-bisa-maksimal-2276906

Indonesia torehkan dua medali emas di nomor vertical 7km SEATRC 2026

Indonesia torehkan dua medali emas di nomor vertical 7km SEATRC 2026

Jakarta (ANTARA) – Kontingen lari trail Indonesia menorehkan dua medali emas di nomor vertical 7km Southeast Asian Trail Running Confederation (SEATRC) 2026.

Di nomor vertical 7km putra, Putra Aldio menjadi yang tercepat setelah mencatatkan waktu 1 jam 3 menit 54 detik. Pelari asal Jakarta ini mengungguli atlet Filipina Christone Dinawanao yang mencatatkan 1 jam 4 menit 14 detik dan atlet Thailand Surachat Thaesi yang mencatatkan waktu 1 jam 4 menit 46 detik.

Sedangkan di nomor vertical 7km putri, Fitri menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 jam 20 menit 59 detik. Atlet asal Sulawesi Selatan ini mengungguli atlet Kamboja Laurie Phai yang mengunci waktu 1 jam 22 menit 55 detik dan atlet Thailand Pitchanan Mahachot dengan catatan 1 jam 23 menit 42 detik.

“Sebagai Ketua Kontingen, saya sangat berbangga atas prestasi putra dan putri kita yang mendapatkan emas Vertical 7km, kita berikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Putra Aldio dan Fitri,” jelas Ketua Kontingen Indonesia pada SEATRC Donny Gahral Adian dalam keterangan resmi, Jumat.

“Harapan kami, pada kategori lain, kita bisa dapatkan emas agar kita bisa menjadi juara umum,” tegas Donny yang juga Sekum PP ALTI.

Apresiasi diberikan oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman yang menilai bahwa prestasi ini mampu memantik atlet lainnya untuk bisa lebih berprestasi lagi.

“Semoga, atlet-atlet lari trail kebanggaan Indonesia dapat kembali mempersembahkan prestasi pada nomor pertandingan selanjutnya,” ujar Marciano.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5664789/indonesia-torehkan-dua-medali-emas-di-nomor-vertical-7km-seatrc-2026

Prediksi risiko stroke, peneliti kembangkan perangkat arteri pada cip

Prediksi risiko stroke, peneliti kembangkan perangkat arteri pada cip

Sydney (ANTARA) – Para peneliti dari Australia dan China mengembangkan “arteri di atas chip” yang mereplikasi struktur pembuluh darah dan dinamika aliran darah spesifik pasien untuk membantu memprediksi risiko stroke.

Diterbitkan dalam jurnal Cell Biomaterials, studi tersebut menggambarkan perangkat itu sebagai “kembaran fisik” (physical twin), serta menunjukkan bahwa bentuk pembuluh darah dan gangguan aliran darah lokal kemungkinan merupakan faktor penentu risiko strok yang lebih penting dibandingkan penyempitan pembuluh darah saja, sebut ringkasan studi yang dimuat di laman Australian Science Media Centre, Jumat (24/7).

“Kami berharap perangkat ini akan memungkinkan kami untuk mempelajari obat-obatan yang bertujuan mengurangi risiko strok dan pada akhirnya memberikan perawatan yang dipersonalisasi bagi setiap pasien berdasarkan anatomi mereka,” ujar penulis pertama studi tersebut, Zhao Yunduo, dari Universitas Sydney, Australia.

Untuk menguji platform itu, para peneliti merekonstruksi arteri karotis dari enam pasien dengan tingkat penyakit yang berbeda dan menggunakan dinamika fluida komputasional untuk memodelkan aliran darah, yang mengungkapkan perbedaan mencolok dalam aliran darah lokal meskipun tingkat penyempitan arteri serupa.

Setelah menggunakan laser untuk membuat luka kecil pada kolagen di bawahnya, mereka juga mengamati bahwa pembekuan darah terjadi secara berbeda tergantung pada bentuk arteri. Saat ini, tim tersebut tengah merekrut pasien strok untuk mengikuti uji klinis.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5665281/prediksi-risiko-stroke-peneliti-kembangkan-perangkat-arteri-pada-cip

Bukan 8 Gelas Sehari, Ternyata Ini Takaran Ideal Minum Air Putih Per Hari

Bukan 8 Gelas Sehari, Ternyata Ini Takaran Ideal Minum Air Putih Per Hari

Jakarta –  Selama ini, anjuran minum delapan gelas air putih setiap hari sudah lama dianggap sebagai patokan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap orang.

Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Kebutuhan cairan setiap orang tidak bisa disamaratakan hanya berdasarkan satu angka.

Lantas, bagaimana mengukur takaran ideal minum air putih setiap hari yang dapat Bunda ikuti untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh?

Benarkan takaran ideal minum air putih bukan 8 gelas?

Dilansir Business Standard, aturan delapan gelas yang terkenal bukan formula yang berlaku untuk semua orang, Bunda. Wakil Manjer Dietetika Klinis, Rumah Sakit PD Hinduja & MRC, Rutu Dhodapkar, mengatakan kebutuhan hidrasi setiap orang berbeda.

Iklim, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan berpengaruh. Orang-orang di kota dengan cuaca yang panas dan lembap lebih banyak berkeringat dan membutuhkan cairan ekstra. Keseimbangan elektrolit juga sangat penting.

Sulit untuk menentukan secara pasti di mana dan kapan aturan delapan gelas per hari berasal. Ada teori yang menyatakan bahwa aturan ini mungkin didasarkan pada asupan cairan 1 ml per kalori makanan yang dikonsumsi.

Namun, semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa rekomendasi umum ini mungkin sebenarnya terlalu banyak air untuk sebagian orang dan tidak cukup untuk orang lain.

Takaran ideal minum air putih setiap hari

Dilansir Healthline, meskipun ada kondisi tubuh yang membuat kebutuhan air meningkat, orang sehat umumnya tidak perlu mengonsumsi air dalam jumlah yang begitu besar.

Di sisi lain, kurang minum air dapat menyebabkan dehidrasi ringan, yang didefinisikan sebagai kehilangan 1-2 persen berat badan akibat kehilangan cairan. Dalam kondisi ini, Bunda mungkin mengalami kelelahan, sakit kepala, dan perubahan suasana hati.

National Institute of Medicine telah menetapkan tingkat asupan yang memadai untuk total air dan minuman. Ini mengacu pada tingkat yang diasumsikan dapat memenuhi kebutuhan sebagian besar orang.

Adapun sejumlah faktor, baik di dalam tubuh maupun lingkungan sekitar, yang memengaruhi kebutuhan air seseorang.

Ukuran tubuh, komposisi tubuh, dan tingkat aktivitas sangat bervariasi dari orang ke orang. Jika seorang atlet, tinggal di iklim panas, atau sedang menyusui, kebutuhan air Bunda tentu meningkat.

Dengan mempertimbangkan semua ini, jelas bahwa kebutuhan air sangat individual. Delapan gelas air per hari mungkin sudah lebih dari cukup bagi sebagian orang, tetapi mungkin terlalu sedikit bagi orang lain.

Jika ingin semuanya tetap sederhana, cukup dengarkan tubuh dan biarkan rasa haus menjadi panduannya. Minum air saat Bunda merasa haus, ganti kehilangan cairan dengan minum lebih banyak air saat cuaca panas dan berolahraga.

Namun, perlu diingat bahwa hal ini tidak berlaku untuk semua orang. Beberapa lansia, misalnya, mungkin perlu secara sadar mengingatkan dirinya sendiri untuk minum air karena penuaan dapat mengurangi sensasi haus.

Manfaat minum air yang cukup untuk kesehatan

Bunda perlu minum cukup air agar tetap terhidrasi secara optimal. Secara umum, itu berarti mengganti air yang hilang melalui pernapasan, keringat, urine, dan feses. Minum air putih yang cukup dapat memberikan manfaat kesehatan, termasuk:

  • Penurunan berat badan: Minum air yang cukup dapat membantu Bunda membakar lebih banyak kalori, mengurangi nafsu makan jika dikonsumsi sebelum makan, dan menurunkan risiko penambahan berat badan jangka panjang.
  • Performa fisik yang lebih baik: Dehidrasi ringan dapat mengganggu performa fisik. Kehilangan hanya dua persen kandungan air tubuh selama berolahraga dapat meningkatkan kelelahan dan mengurangi motivasi.
  • Mengurangi keparahan sakit kepala: Bagi mereka yang rentan terhadap sakit kepala, minum air tambahan dapat mengurangi intensitas. Pada orang yang dehidrasi, air dapat membantu meredakan gejala sakit kepala.
  • Meredakan dan mencegah sembelit: Pada orang yang mengalami dehidrasi, minum air yang cukup dapat membantu mencegah dan meredakan sembelit. Namun, penelitian lebih lanjut tentang kemungkinan efek ini masih diperlukan.
  • Risiko batu ginjal menurun: Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, ada beberapa bukti bahwa peningkatan konsumsi air dapat membantu mencegah kambuh batu ginjal pada orang yang memiliki kecenderungan untuk membentuknya.

Nah, itulah takaran ideal minum air putih yang dapat Bunda ketahui. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Sumber : https://www.haibunda.com/moms-life/20260723181604-76-395036/bukan-8-gelas-sehari-ternyata-ini-takaran-ideal-minum-air-putih-per-hari

7 Cara Efektif Membantu Anak Lebih Berani Bicara di Depan Orang Lain

7 Cara Efektif Membantu Anak Lebih Berani Bicara di Depan Orang Lain

Jakarta, CNN Indonesia — Setiap orang tua tentu ingin anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan mampu menyampaikan pendapatnya dengan baik.

Namun, tidak sedikit anak yang memilih diam, merasa malu, atau ragu untuk berbicara di hadapan orang lain. Berikut cara efektif membantu anak berani bicara.

Kemampuan berbicara merupakan bekal penting yang dibutuhkan anak hingga dewasa nanti. Sayangnya, kebiasaan orang tua yang sering mengambil alih percakapan justru dapat menghambat perkembangan kepercayaan diri anak.

Padahal, anak perlu diberi kesempatan untuk mengutarakan pikiran, perasaan, dan kebutuhannya secara mandiri.

Melalui latihan yang konsisten dan dukungan yang tepat, anak dapat belajar bicara sendiri serta lebih berani menghadapi berbagai situasi sosial.

Cara membantu anak berani bicara

Dikutip dari Our Children, berikut cara membantu anak berani bicara yang perlu diketahui orang tua.

1. Kurangi kebiasaan berbicara atas nama anak

Banyak orang tua secara refleks menjawab pertanyaan yang sebenarnya ditujukan kepada anak. Meski dilakukan dengan niat baik, kebiasaan ini dapat menghambat kemampuan anak untuk berpikir dan merespons secara mandiri.

Mulailah memperhatikan kapan Anda terlalu sering mengambil alih percakapan. Berikan kesempatan kepada anak untuk menjawab sendiri, meskipun mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk merangkai kata-kata.

Dengan begitu, anak akan memahami bahwa mereka diharapkan mampu menyampaikan pendapatnya sendiri.

2. Beri ruang dan waktu untuk menyampaikan pendapat

Salah satu cara membantu anak berani bicara adalah memberikan ruang bagi mereka untuk menemukan solusi dan jawaban sendiri. Saat anak menghadapi pertanyaan atau masalah sederhana, hindari langsung memberikan jawaban.

Biarkan mereka berpikir, mencoba, dan mengungkapkan pendapatnya. Pengalaman kecil yang terjadi setiap hari akan membantu anak belajar menggunakan suaranya sendiri dan membangun rasa percaya diri secara bertahap.

3. Biasakan anak berbicara di rumah

Rumah merupakan tempat terbaik bagi anak untuk berlatih mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Orang tua dapat menciptakan suasana yang mendukung dengan mengadakan diskusi keluarga secara rutin.

Ajak anak membahas berbagai topik, mulai dari aturan di rumah hingga isu sosial yang sesuai dengan usianya. Berikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota keluarga untuk berbicara dan dengarkan pendapat mereka tanpa menghakimi.

4. Dorong anak berani keluar dari zona nyaman

Keberanian berbicara sering kali tumbuh ketika anak berani mencoba hal-hal baru. Oleh karena itu, dorong mereka untuk mengambil risiko kecil yang positif.
Misalnya, ajak anak mengangkat tangan saat ingin menjawab pertanyaan di kelas, menyampaikan ide kepada guru, atau berbicara dalam kelompok kecil.

Jika masih merasa gugup, mereka dapat menuliskan ide terlebih dahulu sebelum menyampaikannya secara lisan. Semakin sering anak mencoba, semakin besar pula rasa percaya dirinya.

5. Latih dengan skenario dan simulasi percakapan

Terkadang anak mengetahui apa yang ingin disampaikan, tetapi bingung bagaimana mengatakannya. Dalam kondisi seperti ini, orang tua dapat membantu dengan membuat skenario percakapan sederhana.

Misalnya saat anak ingin berbicara kepada guru, pelatih, atau temannya, ajak mereka berlatih terlebih dahulu di rumah. Lakukan simulasi percakapan secara santai hingga anak merasa nyaman.

Metode ini membantu anak lebih siap menghadapi situasi nyata dan mengurangi rasa cemas ketika harus berbicara sendiri.

6. Ajarkan cara membela diri secara asertif
Bagian penting dari cara membantu anak berani bicara adalah mengajarkan keterampilan berbicara secara tegas namun tetap sopan. Anak perlu memahami bahwa mereka tidak dapat mengendalikan perilaku orang lain, tetapi dapat mengendalikan responsnya sendiri.

Orang tua dapat mengenalkan strategi sederhana berikut:

  • Tenangkan diri terlebih dahulu dengan menarik napas dalam-dalam.
  • Sampaikan pendapat secara tegas menggunakan kalimat singkat dan jelas.
  • Gunakan bahasa tubuh yang percaya diri, seperti berdiri tegak dan menatap lawan bicara.
  • Berbicara dengan suara yang mantap, tanpa berteriak atau terdengar marah.

Keterampilan ini sangat berguna ketika anak menghadapi tekanan dari teman sebaya atau situasi yang membuatnya tidak nyaman.

7. Berlatih setiap hari dan hargai prosesnya

Keberanian berbicara tidak terbentuk dalam semalam. Karena itu, biasakan anak untuk berbicara untuk dirinya sendiri setidaknya sekali setiap hari.

Anak yang lebih kecil dapat dilatih memesan makanan sendiri di restoran atau menjawab pertanyaan guru di kelas. Sementara itu, anak yang lebih besar dapat dilibatkan dalam aktivitas yang membutuhkan komunikasi mandiri sesuai usianya.

Yang tidak kalah penting, beri apresiasi atas setiap usaha yang mereka lakukan. Ketika anak melakukan kesalahan atau merasa gagal, yakinkan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari proses belajar. Dukungan dan kepercayaan dari orang tua akan menjadi modal besar bagi anak untuk terus berkembang.

Itulah cara membantu anak berani bicara sejak dini untuk membangun kepercayaan diri.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260622113822-284-1371761/7-cara-efektif-membantu-anak-lebih-berani-bicara-di-depan-orang-lain

Analisis Degree of Operating Leverage sebagai Alat Evaluasi Risiko dan Pertumbuhan Bisnis

Analisis Degree of Operating Leverage sebagai Alat Evaluasi Risiko dan Pertumbuhan Bisnis

Kediri – Dalam praktik bisnis, peningkatan penjualan sering kali dianggap sebagai indikator utama keberhasilan perusahaan. Asumsi yang umum berkembang adalah bahwa apabila penjualan meningkat sebesar 10%, maka laba perusahaan juga akan meningkat dengan persentase yang sama. Kenyataannya, hubungan antara penjualan dan laba operasional tidak selalu bersifat proporsional. Pada banyak perusahaan, kenaikan penjualan yang relatif kecil dapat menghasilkan peningkatan laba operasional yang jauh lebih besar. Sebaliknya, penurunan penjualan dalam persentase yang kecil juga dapat menyebabkan penurunan laba yang jauh lebih besar.

Fenomena tersebut terjadi karena adanya perbedaan struktur biaya yang dimiliki setiap perusahaan, khususnya komposisi antara biaya tetap (fixed costs) dan biaya variabel (variable costs). Perusahaan dengan proporsi biaya tetap yang tinggi akan menunjukkan karakteristik pertumbuhan laba yang berbeda dibandingkan perusahaan yang sebagian besar biayanya bersifat variabel.

Untuk memahami hubungan tersebut, dikenal suatu konsep dalam analisis keuangan yang disebut Degree of Operating Leverage (DOL). Analisis ini tidak hanya digunakan untuk mengukur sensitivitas laba operasional terhadap perubahan penjualan, tetapi juga menjadi salah satu alat penting dalam mengevaluasi risiko operasional, perencanaan kapasitas produksi, serta pengambilan keputusan investasi.

Pengertian Degree of Operating Leverage

Degree of Operating Leverage (DOL) merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat sensitivitas Earnings Before Interest and Tax (EBIT) terhadap perubahan penjualan (sales atau revenue).

Dengan kata lain, DOL menjelaskan seberapa besar persentase perubahan laba operasional yang akan terjadi apabila penjualan mengalami perubahan dalam persentase tertentu.

Secara konseptual, DOL dapat dipahami sebagai pengaruh struktur biaya operasional terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Semakin besar proporsi biaya tetap yang dimiliki perusahaan, semakin besar pula perubahan EBIT yang dihasilkan akibat perubahan penjualan.

Oleh karena itu, DOL sering digunakan sebagai indikator untuk menilai seberapa besar efek pengungkit (operating leverage) yang dimiliki suatu perusahaan.

Konsep Dasar yang Mendasari DOL

Untuk memahami DOL secara menyeluruh, terlebih dahulu perlu dipahami beberapa komponen utama yang membentuk laba operasional perusahaan.

Penjualan (Revenue)

Penjualan merupakan seluruh pendapatan yang diperoleh perusahaan dari aktivitas operasional sebelum dikurangi berbagai biaya.

Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya variabel adalah biaya yang berubah secara langsung mengikuti volume penjualan atau volume produksi.

Contohnya meliputi:

  • bahan baku,
  • kemasan,
  • komisi penjualan,
  • biaya distribusi berdasarkan jumlah produk.

Semakin tinggi penjualan, semakin besar biaya variabel yang dikeluarkan perusahaan.

Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya tetap merupakan biaya yang jumlahnya relatif tidak berubah dalam periode tertentu, meskipun volume penjualan mengalami kenaikan maupun penurunan.

Contohnya meliputi:

  • biaya sewa gedung,
  • gaji pegawai tetap,
  • penyusutan mesin,
  • asuransi,
  • biaya administrasi tertentu.

Karakteristik utama biaya tetap adalah tetap harus dibayar meskipun perusahaan tidak melakukan penjualan.

Earnings Before Interest and Tax (EBIT)

EBIT merupakan laba operasional yang diperoleh perusahaan sebelum memperhitungkan beban bunga dan pajak.

EBIT digunakan karena mencerminkan kemampuan operasional perusahaan dalam menghasilkan laba tanpa dipengaruhi oleh keputusan pendanaan maupun kebijakan perpajakan.

Dengan demikian, EBIT memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kinerja operasional perusahaan.

Mekanisme Terjadinya Degree of Operating Leverage

Konsep DOL muncul akibat keberadaan biaya tetap dalam struktur biaya perusahaan.

Apabila suatu perusahaan memiliki biaya tetap yang besar, maka pada saat penjualan meningkat, tambahan pendapatan tersebut tidak lagi digunakan untuk menutup biaya tetap yang telah dibayarkan sebelumnya. Sebagian besar tambahan pendapatan hanya akan dikurangi oleh biaya variabel sehingga menghasilkan peningkatan EBIT yang relatif lebih besar.

Sebaliknya, ketika penjualan mengalami penurunan, biaya tetap tetap harus dibayar sehingga penurunan EBIT dapat terjadi dalam persentase yang lebih besar dibandingkan penurunan penjualan.

Dengan demikian, biaya tetap berfungsi sebagai pengungkit (leverage) yang memperbesar perubahan laba operasional.

Rumus Degree of Operating Leverage

Secara umum, DOL dihitung menggunakan rumus berikut.

DOL = Persentase Perubahan EBIT ÷ Persentase Perubahan Penjualan

Rumus tersebut menunjukkan bahwa DOL merupakan rasio antara perubahan laba operasional dengan perubahan penjualan.

Sebagai ilustrasi:

  • Penjualan meningkat sebesar 10%.
  • EBIT meningkat sebesar 25%.

Maka:

DOL = 25% ÷ 10% = 2,5

Nilai tersebut menunjukkan bahwa setiap kenaikan penjualan sebesar 1% akan diikuti kenaikan EBIT sekitar 2,5%.

Sebaliknya, apabila penjualan turun sebesar 1%, maka EBIT diperkirakan akan turun sekitar 2,5%, dengan asumsi struktur biaya perusahaan tidak mengalami perubahan.

Interpretasi Nilai DOL

Nilai DOL memberikan informasi mengenai tingkat sensitivitas laba operasional perusahaan.

DOL Rendah

Perusahaan dengan DOL rendah memiliki perubahan EBIT yang relatif kecil terhadap perubahan penjualan.

Karakteristiknya antara lain:

  • proporsi biaya tetap relatif rendah,
  • risiko operasional lebih kecil,
  • pertumbuhan laba cenderung lebih stabil.

DOL Tinggi

Perusahaan dengan DOL tinggi menunjukkan perubahan EBIT yang jauh lebih besar dibandingkan perubahan penjualan.

Karakteristiknya meliputi:

  • proporsi biaya tetap tinggi,
  • potensi pertumbuhan laba lebih besar,
  • risiko operasional juga lebih tinggi.

Perusahaan dengan DOL tinggi dapat memperoleh peningkatan laba yang sangat cepat ketika penjualan meningkat. Namun pada kondisi penjualan menurun, perusahaan juga berpotensi mengalami penurunan laba yang signifikan.

DOL sebagai Alat Evaluasi Risiko

Salah satu fungsi utama DOL adalah membantu manajemen mengukur tingkat risiko operasional perusahaan.

Perusahaan dengan DOL tinggi memiliki ketergantungan yang lebih besar terhadap tingkat penjualan. Oleh karena itu, perubahan kondisi pasar, penurunan permintaan, atau meningkatnya persaingan akan memberikan dampak yang lebih besar terhadap laba operasional.

Sebaliknya, perusahaan dengan DOL rendah cenderung memiliki stabilitas laba yang lebih baik karena struktur biaya tetapnya relatif kecil.

Dengan demikian, DOL dapat digunakan sebagai indikator awal dalam mengevaluasi tingkat risiko operasional suatu perusahaan.

DOL sebagai Alat Evaluasi Pertumbuhan Bisnis

Selain digunakan untuk mengukur risiko, DOL juga memiliki peran penting dalam mengevaluasi potensi pertumbuhan perusahaan.

Ketika perusahaan mempertimbangkan investasi pada mesin baru, pembangunan fasilitas produksi, atau pembukaan cabang baru, manajemen perlu memahami bagaimana perubahan struktur biaya tersebut akan memengaruhi laba operasional di masa mendatang.

Investasi yang meningkatkan biaya tetap akan menyebabkan nilai DOL meningkat. Kondisi tersebut dapat menghasilkan pertumbuhan laba yang lebih cepat apabila target penjualan berhasil dicapai. Namun apabila pertumbuhan penjualan tidak sesuai harapan, peningkatan biaya tetap justru dapat menurunkan profitabilitas perusahaan.

Oleh karena itu, analisis DOL sering digunakan sebagai dasar dalam penyusunan strategi ekspansi bisnis.

Kelebihan dan Keterbatasan Analisis DOL

Kelebihan

  • Mengukur sensitivitas laba operasional terhadap perubahan penjualan.
  • Membantu manajemen dalam menyusun target penjualan.
  • Mendukung analisis risiko operasional.
  • Menjadi dasar evaluasi investasi aset tetap.
  • Membantu proses perencanaan pertumbuhan perusahaan.

Keterbatasan

Meskipun memiliki manfaat yang besar, DOL juga memiliki beberapa keterbatasan.

Perhitungan DOL umumnya mengasumsikan bahwa biaya tetap dan biaya variabel tidak berubah selama periode analisis. Dalam praktiknya, perusahaan dapat mengalami perubahan kapasitas produksi, perubahan harga bahan baku, maupun perubahan kebijakan operasional yang menyebabkan struktur biaya berubah.

Selain itu, DOL lebih tepat digunakan untuk analisis jangka pendek dibandingkan analisis jangka panjang, karena perubahan struktur biaya dalam jangka panjang sering kali cukup signifikan.

Kesimpulan

Degree of Operating Leverage merupakan salah satu alat analisis yang digunakan untuk mengukur sensitivitas laba operasional terhadap perubahan penjualan. Analisis ini memberikan pemahaman mengenai bagaimana struktur biaya, khususnya biaya tetap, memengaruhi pertumbuhan maupun penurunan laba operasional perusahaan.

Perusahaan dengan DOL yang tinggi memiliki peluang memperoleh pertumbuhan laba yang lebih besar ketika penjualan meningkat, namun juga menghadapi risiko operasional yang lebih tinggi apabila penjualan mengalami penurunan. Sebaliknya, perusahaan dengan DOL yang rendah cenderung memiliki pertumbuhan laba yang lebih stabil dengan tingkat risiko operasional yang lebih rendah.

Oleh karena itu, DOL tidak hanya berfungsi sebagai alat perhitungan matematis, tetapi juga sebagai instrumen analisis dalam mengevaluasi risiko, merencanakan ekspansi usaha, serta mendukung proses pengambilan keputusan strategis bagi manajemen maupun investor.

Stop Bilang ‘Tak Punya Uang’ ke Anak, Psikolog Sarankan 3 Kalimat Ini

Stop Bilang ‘Tak Punya Uang’ ke Anak, Psikolog Sarankan 3 Kalimat Ini

Jakarta, CNN Indonesia — Anak pasti pernah merengek meminta dibelikan sesuatu kepada orang tuanya. Dalam situasi seperti itu, banyak orang tua spontan menjawab, “Nggak punya uang”, “Nggak ada uangnya”, atau “Kita nggak mampu beli itu.”

Kalimat tersebut memang terdengar remeh dan sering kali menjadi respons paling cepat untuk menghentikan rengekan anak.

Namun, menurut psikologi, respons tersebut sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan. Meski diucapkan dengan niat baik agar tidak boros, misalnya, kalimat “kita tidak punya uang atau kita tidak mampu membelinya” ternyata dapat membentuk cara pandang anak terhadap uang sejak dini.

Alih-alih memahami bahwa orang tua sedang membuat keputusan finansial, anak justru bisa menangkap pesan yang berbeda.

Dikutip dari Times of India, menurut American Psychological Association (APA), uang merupakan salah satu topik yang paling jarang dibicarakan secara terbuka dalam keluarga. Padahal, cara anak memandang uang terbentuk sejak masa anak-anak, jauh sebelum mereka dewasa hingga bekerja dan memiliki penghasilan sendiri.

Ketika anak terus-menerus mendengar kalimat, “Kita tidak punya uang,” mereka tidak memaknainya seperti orang dewasa. Anak yang masih kecil bisa benar-benar mengira kondisi keuangan keluarganya sedang buruk.

Kalimat yang awalnya dimaksudkan sebagai solusi mengakhiri percakapan, justru bisa menanamkan kecemasan dalam diri anak tentang kondisi finansial keluarga.

Karena itu, psikolog menyarankan orang tua mengganti kalimat “tidak punya uang” dengan ungkapan yang lebih edukatif.

Lantas, bagaimana kalimat yang lebih tepat untuk mengganti ungkapan “tidak punya uang” ke anak? Ini alternatif respons yang bisa disampaikan orang tua.

1. “Saat ini uangnya untuk kebutuhan yang lain”

Kalimat ini dinilai lebih baik daripada mengatakan “kita tidak mampu membelinya”. Menurut psikologi, frasa tersebut mengajarkan bahwa keputusan keuangan bukan semata-mata ditentukan oleh ada atau tidaknya uang, melainkan oleh pilihan dan prioritas keluarga.

Dengan cara ini, anak belajar bahwa setiap pengeluaran perlu dipertimbangkan. Mereka memahami bahwa uang bisa saja tersedia, tetapi tidak semua keinginan harus dipenuhi karena ada kebutuhan lain yang lebih penting.

Pola pikir seperti ini akan membantu anak membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak saat dewasa.

2. “Kita perlu menabung dulu, ya”

Kalimat ini memperkenalkan konsep delayed gratification, yaitu kemampuan menunda kesenangan demi tujuan yang lebih besar. Menurut APA, keterampilan ini merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat.

Selain mengurangi kekecewaan, mengajak anak menabung juga mengajarkan bahwa mendapatkan sesuatu membutuhkan proses, perencanaan, dan usaha.

Anak tidak hanya belajar sabar menunggu, tetapi juga memahami nilai dari barang yang mereka inginkan.

3. “Masukkan ke daftar kado ulang tahunmu”

Jika barang tersebut bukan kebutuhan mendesak, orang tua dapat mengarahkan anak untuk memasukkannya ke daftar keinginan atau hadiah ulang tahun atau momen spesial lainnya, misal kenaikan kelas, sunat, berhasil puasa sebulan penuh, atau hadiah Natal.

Respons ini tetap mengakui keinginan anak tanpa langsung menolaknya. Di saat yang sama, anak belajar bahwa tidak semua keinginan harus langsung dipenuhi saat itu juga.

Kebiasaan ini membantu mereka menahan keinginan sekaligus memahami bahwa ada waktu yang tepat untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260716160916-284-1381532/stop-bilang-tak-punya-uang-ke-anak-psikolog-sarankan-3-kalimat-ini

Uang Terlanjur Ditransfer ke Penipu? Begini Cara Mengembalikannya

Uang Terlanjur Ditransfer ke Penipu? Begini Cara Mengembalikannya

Global Fraud Index menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat 111 dengan skor 6,53 sebagai negara yang paling tidak terlindungi (least protected) terhadap penipuan.

Lebih lanjut, sumber menyebutkan bahwa skor aktivitas penipuan di Indonesia mencapai 4,93, nilai yang sangat tinggi dibandingkan rata-rata dunia sebesar 2,07.

Angka yang sangat wajar, mengingat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa Indonesia Anti Scam Centre (IASC) telah menerima 608 ribu laporan selama periode November 2024 hingga 26 Juni 2026.

Ini artinya, ada begitu banyak masyarakat Indonesia yang menjadi korban penipuan, termasuk financial scam.

Jika Anda salah satu korban dan telah terlanjur mengirim sejumlah uang kepada tersangka, jangan khawatir.

Sebab Anda bisa mendapatkan uang kembali dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:

Cara Mendapatkan Uang Kembali yang Sudah Ditransfer ke Penipu

1. Buat Laporan ke Polisi

Setelah sadar telah menjadi korban penipuan dan telah mengirim sejumlah uang kepada tersangka, segera ke Kantor Polsek setempat untuk membuat laporan penipuan kepada petugas.

Di sana Anda akan diminta untuk mengisi formulir laporan. Isi formulir tersebut dengan data diri, jenis kasus, ringkasan kronologi dan lain sebagainya.

Kumpulkan seluruh barang bukti, mulai dari nomor telepon penipu, nomor rekening, serta bukti tangkapan layar transfer.

Setelah mengisi formulir dan menyerahkan bukti-bukti, polisi akan memberikan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) yang bisa dijadikan bukti bahwa Anda telah melaporkan tindak kejahatan.

2. Buat Laporan ke Pihak Perbankan

Langkah berikutnya segera datang ke kantor cabang perbankan terdekat untuk membuat laporan.

Prosedurnya hampir sama, yaitu menjelaskan kronologi penipuan serta memberikan bukti-bukti seperti tangkapan layar transfer dan nomor rekening penipu.

Jika terbukti terjadi penipuan, pihak perbankan akan membantu Anda untuk memblokir atau membekukan akun rekening penipu.

Bank juga akan menghubungi pihak penipu untuk memberikan klarifikasi terkait riwayat penerimaan uang dari Anda.

3. Lapor ke Komdigi

Jika sudah membuat laporan ke pihak bank dan kepolisian tetapi masih belum ada tindakan lebih lanjut, Anda bisa membuat pengaduan kasus penipuan online ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Komdigi menyediakan layanan pengaduan khusus penipuan yang bisa diakses secara langsung di halaman resminya.

Cara ini tidak bisa mengembalikan uang, tetapi bisa membantu orang lain untuk mengantisipasi terjadinya penipuan di masa mendatang.

Berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Buka halaman https://aduannomor.id/
  • Masukkan nomor seluler yang digunakan penipu.
  • Pilih nama operator dari nomor seluler yang digunakan penipu.
  • Klik “Selanjutnya”
  • Isi seluruh data yang diminta, seperti kronologi penipuan.
  • Unggah bukti-bukti penipuan, seperti tangkapan layar pesan atau bukti pengiriman uang.
  • Tunggu verifikasi nomor oleh petugas.
  • Jika terbukti bersalah, operator akan melakukan pemblokiran pada nomor tersebut.

Sumber : https://www.inilah.com/uang-terlanjur-ditransfer-ke-penipu-begini-cara-mengembalikannya

10 Adab Bertetangga dalam Islam Beserta Dalilnya

10 Adab Bertetangga dalam Islam Beserta Dalilnya

Semua aspek kehidupan diatur dalam Alquran dan Hadis, termasuk adab bertetangga. Allah SWT berfirman dalam surah An-Nisa ayat 36:

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.”

Ayat ini menekankan setiap muslim untuk berbuat baik kepada sesama, termasuk tetangga dekat dan tetangga jauh.

Setelah itu, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

“Jibril senantiasa berwasiat kepadaku agar memuliakan (berbuat baik) kepada tetangga, sampai-sampai aku mengira seseorang akan menjadi ahli waris tetangganya.” (HR Bukhari)

Lantas, apa saja adab bertetangga dalam Islam?

Adab Bertetangga dalam Islam

1. Tidak Menyakiti Tetangga

Islam melarang menyakiti tetangga, baik dengan ucapan atau perbuatan. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah menyakiti tetangganya.” (HR Bukhari dan Muslim)

2. Berbuat Baik

Tidak menyakiti tetangga selaras dengan berbuat baik kepada mereka. Perilaku ini bisa diwujudkan dengan saling menolong, tidak mengganggunya, dan sikap terpuji lainnya.

3. Berbagi kepada Tetangga

Nabi Muhammad SAW juga sangat menganjurkan umatnya untuk berbagi rezeki kepada tetangga.

“Wahai Abu Dzar, apabila kamu memasak sayur (daging kuah) maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu.” (HR Muslim)

4. Menghormati Tetangga

Adab bertetangga selanjutnya adalah saling menghormati. Ini termasuk tidak menyalakan musik terlalu kencang agar tak mengganggu kenyamanan mereka.

Selain itu, setiap individu harus sadar apakah ada bagian dari rumahnya yang mengganggu rumah tetangga.

Sebagai contoh, dahan pohon mengotori teras atau merusak genting tetangga. Selain itu, menghormati tetangga juga berarti tidak mengganggu privasinya.

5. Tidak Mengganggu Tetangga

Ini juga termasuk dalam adab menghormati tetangga. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah dia mengganggu tetangganya.” (HR Bukhari dan Muslim)

6. Memelihara Hak-Hak Tetangga

Di antara hak tetangga yang harus kita jaga adalah menjaga harta dan kehormatan mereka dari orang jahat saat mereka tidak di rumah.

Selain itu, juga memberi bantuan kepada tetangga yang membutuhkan, serta merahasiakan aib mereka jika kita mengetahuinya.

7. Jangan Kikir

Secara umum, umat Islam dilarang berbuat kikir atau pelit, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Muhammad ayat 38:

“Ingatlah, kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan (hartamu) di jalan Allah. Lalu di antara kamu ada orang yang kikir, dan barangsiapa kikir maka sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah Yang Mahakaya dan kamulah yang membutuhkan (karunia-Nya). Dan jika kamu berpaling (dari jalan yang benar) Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kamu (ini).”

Ayat ini juga menjadi landasan agar umat Islam tidak bersikap kikir kepada tetangga, khususnya tetangga terdekat.

8. Tidak Mencari Kesalahan Tetangga

Allah SWT melarang hamba-Nya mencari-cari kesalahan orang lain dan menyebarkan aib. Perintah itu tertuang dalam surah Al-Hujurat ayat 12:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.”

9. Sabar atas Perilaku Tetangga

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Allah (disebutkan di antaranya) seseorang yang mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, tetapi ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisahkan kematian atau keberangkatannya.” (HR Ahmad)

Dalam surah Ali Imran ayat 134, Allah SWT berfirman:

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”

10. Tidak Meremehkan Pemberian Tetangga

Nabi Muhammad SAW juga mengingatkan umatnya untuk tidak meremehkan pemberian dari tetangga.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Wahai perempuan-perempuan muslimah, janganlah seorang tetangga yang meremehkan hadiah tetangganya, meskipun berupa ujung kaki kambing.” (HR Bukhari dan Muslim)

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/10-adab-bertetangga-dalam-islam-beserta-dalilnya