10 Adab Bertetangga dalam Islam Beserta Dalilnya

10 Adab Bertetangga dalam Islam Beserta Dalilnya

Semua aspek kehidupan diatur dalam Alquran dan Hadis, termasuk adab bertetangga. Allah SWT berfirman dalam surah An-Nisa ayat 36:

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.”

Ayat ini menekankan setiap muslim untuk berbuat baik kepada sesama, termasuk tetangga dekat dan tetangga jauh.

Setelah itu, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

“Jibril senantiasa berwasiat kepadaku agar memuliakan (berbuat baik) kepada tetangga, sampai-sampai aku mengira seseorang akan menjadi ahli waris tetangganya.” (HR Bukhari)

Lantas, apa saja adab bertetangga dalam Islam?

Adab Bertetangga dalam Islam

1. Tidak Menyakiti Tetangga

Islam melarang menyakiti tetangga, baik dengan ucapan atau perbuatan. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah menyakiti tetangganya.” (HR Bukhari dan Muslim)

2. Berbuat Baik

Tidak menyakiti tetangga selaras dengan berbuat baik kepada mereka. Perilaku ini bisa diwujudkan dengan saling menolong, tidak mengganggunya, dan sikap terpuji lainnya.

3. Berbagi kepada Tetangga

Nabi Muhammad SAW juga sangat menganjurkan umatnya untuk berbagi rezeki kepada tetangga.

“Wahai Abu Dzar, apabila kamu memasak sayur (daging kuah) maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu.” (HR Muslim)

4. Menghormati Tetangga

Adab bertetangga selanjutnya adalah saling menghormati. Ini termasuk tidak menyalakan musik terlalu kencang agar tak mengganggu kenyamanan mereka.

Selain itu, setiap individu harus sadar apakah ada bagian dari rumahnya yang mengganggu rumah tetangga.

Sebagai contoh, dahan pohon mengotori teras atau merusak genting tetangga. Selain itu, menghormati tetangga juga berarti tidak mengganggu privasinya.

5. Tidak Mengganggu Tetangga

Ini juga termasuk dalam adab menghormati tetangga. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah dia mengganggu tetangganya.” (HR Bukhari dan Muslim)

6. Memelihara Hak-Hak Tetangga

Di antara hak tetangga yang harus kita jaga adalah menjaga harta dan kehormatan mereka dari orang jahat saat mereka tidak di rumah.

Selain itu, juga memberi bantuan kepada tetangga yang membutuhkan, serta merahasiakan aib mereka jika kita mengetahuinya.

7. Jangan Kikir

Secara umum, umat Islam dilarang berbuat kikir atau pelit, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Muhammad ayat 38:

“Ingatlah, kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan (hartamu) di jalan Allah. Lalu di antara kamu ada orang yang kikir, dan barangsiapa kikir maka sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah Yang Mahakaya dan kamulah yang membutuhkan (karunia-Nya). Dan jika kamu berpaling (dari jalan yang benar) Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kamu (ini).”

Ayat ini juga menjadi landasan agar umat Islam tidak bersikap kikir kepada tetangga, khususnya tetangga terdekat.

8. Tidak Mencari Kesalahan Tetangga

Allah SWT melarang hamba-Nya mencari-cari kesalahan orang lain dan menyebarkan aib. Perintah itu tertuang dalam surah Al-Hujurat ayat 12:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.”

9. Sabar atas Perilaku Tetangga

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Allah (disebutkan di antaranya) seseorang yang mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, tetapi ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisahkan kematian atau keberangkatannya.” (HR Ahmad)

Dalam surah Ali Imran ayat 134, Allah SWT berfirman:

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”

10. Tidak Meremehkan Pemberian Tetangga

Nabi Muhammad SAW juga mengingatkan umatnya untuk tidak meremehkan pemberian dari tetangga.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Wahai perempuan-perempuan muslimah, janganlah seorang tetangga yang meremehkan hadiah tetangganya, meskipun berupa ujung kaki kambing.” (HR Bukhari dan Muslim)

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/10-adab-bertetangga-dalam-islam-beserta-dalilnya