Jangan Katakan 10 Kalimat Ini Jika Mau Anak Sukses di Masa Depan

Jangan Katakan 10 Kalimat Ini Jika Mau Anak Sukses di Masa Depan

Jakarta, CNBC Indonesia – Kesuksesan anak di masa depan ternyata tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh pola komunikasi orang tua di rumah. Tanpa disadari, banyak orang tua sering melontarkan kalimat refleks yang justru bisa mematikan kreativitas, rasa percaya diri, hingga kemandirian anak sejak dini.

Psikolog dan pakar pengasuhan memperingatkan bahwa setiap kata yang diucapkan orang tua akan menjadi “suara batin” bagi anak hingga mereka dewasa. Kalimat yang bersifat meremehkan emosi atau memberikan tekanan tersembunyi dapat menghambat perkembangan kecerdasan emosional (EQ) yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja profesional nantinya.

Berikut adalah 10 kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan orang tua, dilansir dari Parents, Minggu (15/2/2026):

1. “Good job” atau “Kamu hebat”
Pujian umum seperti “Kamu anak yang baik” atau “Good job!” saat anak berhasil melakukan sesuatu ternyata tak sepenuhnya baik untuk diucapkan. Berdasarkan penelitian, ucapan tersebut dapat membuat anak bergantung pada pujian orang lain, alih-alih membangun motivasi dari dalam diri sendiri.

Penasihat orang tua sekaligus penulis buku The A to Z Guide to Raising Happy Confident Kids, Jenn Berman, mengungkapkan bahwa orang tua sebaiknya memberikan pujian pada waktu yang tepat dengan memberikan keterangan yang spesifik.

Sebagai contoh, katakan: “Itu adalah umpan (assist) yang bagus. Ayah/Ibu suka cara kamu melihat posisi rekan setimmu.” Hindari sekadar mengucapkan “Permainan yang hebat!”.

2. “Berlatih adalah kunci kesempurnaan” (Practice makes perfect)
Ucapan yang terlalu mendorong anak untuk terus berlatih justru bisa meningkatkan tekanan untuk selalu unggul atau menang. Kalimat ini juga bisa disalahartikan bahwa saat anak gagal, hal itu disebabkan karena mereka kurang keras berlatih.

“Kalimat ini mengisyaratkan jika Anda membuat kesalahan, berarti Anda tidak berlatih cukup keras,” kata penulis 101 Ways to Be a Terrific Sports Parent, Joel Fish. Orang tua sebaiknya mendorong anak bekerja keras dengan fokus pada proses peningkatan diri dan rasa bangga atas kemajuannya.

3. “Jangan menangis!”
Kalimat “Jangan menangis” kerap dilontarkan saat anak terluka atau terjatuh. Padahal, kalimat ini tidak membantu mereka merasa lebih baik. Berman menjelaskan bahwa anak-anak menangis karena emosi mereka memang sedang tidak baik-baik saja.

Orang tua seharusnya membantu anak memahami dan mengelola emosi mereka, bukan mengabaikannya. “Coba berikan pelukan kepada anak dan akui apa yang mereka rasakan dengan menanyakan apakah mereka ingin diobati, dipeluk, atau keduanya,” ungkapnya.

4. “Cepat!”
Ucapan “Cepat!” untuk mendesak anak bergerak fleksibel ternyata justru menambah tingkat stres mereka, ungkap Linda Acredolo, co-author buku Baby Minds.

Orang tua dapat menggantinya dengan kalimat “Ayo, segera kita selesaikan” menggunakan nada yang lembut. “Kalimat ini memberikan sinyal bahwa Anda berada di dalam tim yang sama dengan anak,” ujar Acredolo.

5. “Ayah/Ibu sedang diet”
Orang tua sebaiknya tidak secara terbuka menunjukkan bahwa mereka sedang melakukan diet di depan anak. Pesan ini disampaikan oleh Profesor Pediatri dan Epidemiologi di Nassau University Medical Center, New York, Marc S. Jacobson.

Anak yang sering melihat orang tuanya menimbang berat badan setiap hari dan mendengar keluhan tentang kegemukan dapat mengembangkan persepsi atau citra tubuh (body image) yang tidak sehat.

6. “Ayah/Ibu tidak punya uang untuk membelinya”
Hindari mengatakan “Tidak punya uang” saat anak meminta barang atau mainan yang mahal. Kalimat tersebut mengisyaratkan bahwa orang tua tidak mampu mengendalikan keuangannya.

Orang tua dapat menggantinya dengan kalimat: “Kita tidak membelinya sekarang karena kita sedang menabung untuk hal-hal yang lebih penting,” saran Jayne Pearl, penulis buku Kids and Money.

7. “Jangan berbicara dengan orang asing!”
Larangan ini ternyata kurang efektif diucapkan kepada anak-anak. Direktur Eksekutif National Center for Missing & Exploited Children, Nancy McBride, menjelaskan bahwa konsep “orang asing” belum sepenuhnya dipahami oleh anak usia dini.

Anak-anak dapat menganggap semua orang yang tidak dikenal sebagai figur yang jahat, atau sebaliknya, mereka bisa menolak bantuan dari petugas polisi atau pemadam kebakaran yang belum mereka kenal saat situasi darurat.

8. “Hati-hati!”
Peringatan “Hati-hati!” yang dilontarkan terus-menerus justru dapat memecah fokus anak dari apa yang sedang mereka lakukan, terang penulis Baby Knows Best, Deborah Carlisle Solomon.

Jika merasa cemas, Anda bisa mendekati anak saat mereka bermain untuk memastikan keselamatannya. Tetap tenang dan amati mereka tanpa memberikan kepanikan verbal.

9. “Tidak boleh jajan kalau makanannya tidak habis!”
Terkadang orang tua menggunakan ancaman ini agar anak menghabiskan makanan utamanya. Namun, Direktur New Balance Foundation Obesity Prevention Center di Boston Children’s Hospital sekaligus penulis Ending the Food Fight, David Ludwig, mengingatkan bahwa ucapan ini justru meningkatkan nilai ‘istimewa’ dari makanan penutup (dessert) dan menurunkan kepuasan terhadap makanan utama.

10. “Sini Ayah/Ibu bantu”
Menawarkan bantuan terlalu cepat dapat menghambat proses belajar anak. Biarkan anak berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri terlebih dahulu guna memupuk rasa mandiri.

“Jika Anda terlalu cepat ikut campur, hal itu dapat mengikis kemandirian anak,” kata Profesor Emeritus Psikologi di Drexel University, Philadelphia, serta penulis Raising a Thinking Child, Myrna Shure.

Orang tua tetap boleh membimbing, tetapi alih-alih langsung mengambil alih, berikan pertanyaan pancingan yang mengarahkan anak untuk menemukan solusinya sendiri.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260725233951-33-753833/jangan-katakan-10-kalimat-ini-jika-mau-anak-sukses-di-masa-depan

Tiga Taman Nasional Resmi Jadi BLU, Tak Lagi Bergantung APBN

Tiga Taman Nasional Resmi Jadi BLU, Tak Lagi Bergantung APBN

Liputan6.com, Jakarta – Tiga destinasi wisata alam unggulan Indonesia, yakni Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Taman Nasional Komodo, dan Taman Nasional Gunung Rinjani, resmi menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). Status baru ini memberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan untuk mempercepat pembangunan fasilitas, meningkatkan layanan ekowisata, sekaligus memperkuat konservasi kawasan.

Penetapan tersebut merujuk pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 186 Tahun 2026 tertanggal 22 Juli 2026. Tiga unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Kehutanan itu kini menjadi satuan kerja (satker) yang menerapkan PPK-BLU.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, penerapan BLU menjadi bagian dari transformasi pengelolaan taman nasional agar semakin profesional dan mampu memberikan pelayanan publik berkualitas.

“Penerapan status BLU pada TN Bromo Tengger Semeru, TN Komodo, dan TN Gunung Rinjani adalah wujud komitmen Kementerian Kehutanan untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, responsif, dan bertaraf internasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/7/2026).

“Fleksibilitas yang diberikan bukan untuk mencari keuntungan, melainkan agar pendapatan dari layanan dapat langsung diputar kembali untuk membiayai operasional, perlindungan kawasan, serta pengembangan fasilitas yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan wisatawan,” tambah dia.

Dengan skema tersebut, pendapatan dari layanan taman nasional dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung pengelolaan kawasan dengan tetap mengedepankan akuntabilitas dan tata kelola yang baik.

Pembiayaan Inovatif

Penerapan BLU juga akan diperkuat melalui Satgas Pembiayaan Inovatif Taman Nasional. Satgas tersebut bertugas mendampingi pengembangan pembiayaan berkelanjutan melalui skema inovatif, kemitraan strategis, serta optimalisasi nilai jasa lingkungan tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem.

Raja Juli berharap kombinasi skema BLU dan pembiayaan inovatif dapat meningkatkan kemandirian finansial kawasan konservasi sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Melalui kolaborasi antara status BLU dan keberadaan Satgas Pembiayaan Inovatif Taman Nasional, kita mendorong kedaulatan finansial kawasan konservasi agar tidak bergantung pada APBN. Ini adalah bentuk nyata efisiensi dan transparansi anggaran negara demi menjaga kelestarian alam Indonesia sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar kawasan,” tegas Menhut Raja Juli Antoni.

Sementara itu, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Satyawan Pudyatmoko menjelaskan, skema PPK-BLU akan mengadopsi praktik manajemen modern, mulai dari perencanaan bisnis dan pengendalian biaya hingga pengukuran kinerja serta manajemen risiko.

Siapkan Kelembagaan dan Regulasi Turunan

Menurut Satyawan, status BLU memungkinkan pengelola tiga taman nasional merespons kebutuhan pemeliharaan kawasan maupun peningkatan layanan pengunjung dengan lebih cepat tanpa melalui proses anggaran yang panjang.

“Status BLU memungkinkan ketiga balai taman nasional merespons kebutuhan pemeliharaan kawasan dan peningkatan layanan pengunjung secara cepat tanpa terhambat proses birokrasi anggaran yang panjang. Tata kelola ini mengacu pada UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, PP No. 23 Tahun 2005 (j.o. PP No. 74 Tahun 2012), serta PMK No. 129 Tahun 2020. Kinerja setiap satker akan diukur dengan ketat melalui Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Rencana Bisnis Anggaran (RBA) yang transparan,” jelas Satyawan Pudyatmoko.

Dalam enam bulan ke depan, Kemenhut akan fokus menyiapkan kelembagaan dan regulasi turunan, termasuk aturan mengenai struktur organisasi serta tarif layanan BLU.

“Langkah konkret kami dalam enam bulan ke depan adalah menyiapkan dan mengawal penterbitan Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) terkait SOTK Satker BLU serta Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai Tarif Layanan BLU. Kami memastikan transisi ini berjalan mulus sehingga kualitas layanan pemanfaatan jasa lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati dapat segera terakselerasi,” pungkas Dirjen KSDAE.

Dengan perubahan tersebut, Kemenhut berharap Bromo Tengger Semeru, Komodo, dan Gunung Rinjani dapat menjadi contoh pengelolaan taman nasional yang menggabungkan konservasi, kemandirian finansial, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8254627/tiga-taman-nasional-resmi-jadi-blu-tak-lagi-bergantung-apbn

Ribuan Orang Gotong Royong Bersihkan Pantai Ancol Plengsengan Banyuwangi

Ribuan Orang Gotong Royong Bersihkan Pantai Ancol Plengsengan Banyuwangi

Liputan6.com, Jakarta – Lebih dari seribu orang bergerak membersihkan pantai di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Pantai Ancol Plengsengan, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Selasa 21 Juli 2026 pagi.

Aksi itu bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), gerakan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Aksi bersih-bersih pantai di Banyuwangi tersebut diinisiasi oleh Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri dan Pemkab, diikuti berbagai unsur elemen masyarakat. Ada nelayan, warga, pegiat lingkungan, aparatur sipil negara, kepolisian, TNI, mahasiswa, hingga pelajar.

Sejak pagi mereka menyebar ke berbagai area untuk membersihkan sampah di sekitar kawasan tersebut.

“Hari ini di Banyuwangi, Kemendagri bekerja sama dengan pemkab melakukan gerakan Indonesia ASRI. Ini gerakan peduli lingkungan, terutama kepedulian terhadap sampah, kepedulian terhadap ketertiban lingkungan,” kata Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal.

Dia menyebut, Kemendagri sengaja memilih Banyuwangi sebagai salah satu daerah promosi gerakan Indonesia ASRI lantaran dinilai selalu konsisten dalam mengimplementasikan program strategis nasional.

“Karakter Banyuwangi ini kalau ada arahan selalu dilakukan dengan serius. Oleh karena itu, kami yakin daerah ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Termasuk pelaksanaan gerakan Indonesia ASRI,” jelas Safrizal.

Di Banyuwangi, Gerakan Indonesia ASRI telah diadopsi dan diimplementasikan sebagai gerakan Banyuwangi Asri. Aksi bersih-bersih sampah tersebut secara rutin dan berkelanjutan digelar di berbagai titik.

“Rutin kita lakukan, bahkan tiap kecamatan, kelurahan/desa lakukan bersih-bersih lingkungannya,” kata Ipuk.

Berbagai Upaya Lain

Ipuk menjelaskan, Banyuwangi mengimplementasikan Gerakan Indonesia ASRI bukan hanya dengan bersih-bersih kawasan pantai. Tetap juga dengan berbagai upaya yang lain.

“Misalnya dengan memunculkan kesadaran masyarakat untuk menjaga Banyuwangi agar selalu dalam kondisi aman, sehat, resik, dan indah,” ucap dia.

Soal persampahan, kata dia, Kabupaten Banyuwangi juga memiliki beberapa TPS3R yang saat ini telah beroperasi dan tengah dibangun. Kehadiran TPS3R berdampak signifikan terhadap pengelolaan sampah di Banyuwangi.

Sumber : https://www.liputan6.com/news/read/8253609/ribuan-orang-gotong-royong-bersihkan-pantai-ancol-plengsengan-banyuwangi

Dukungan rasa aman bantu anak untuk melapor kekerasan

Dukungan rasa aman bantu anak untuk melapor kekerasan

Jakarta (ANTARA) – Psikolog klinis anak dan remaja Ocha Ananda Suherik, M.Psi., Psikolog menyampaikan hubungan hangat dan penuh rasa aman antara anak dengan orang dewasa menjadi salah satu faktor protektif terpenting dalam pencegahan dan penanganan kekerasan.

Hal ini, lanjut Ocha, dalam psikologi perkembangan dikenal konsep secure attachment yaitu hubungan yang hangat, responsif, dan penuh rasa aman antara anak dengan pengasuh atau orang dewasa di sekitarnya.

“Anak yang merasa didengar, dipercaya, dan tidak dihakimi akan lebih berani mengungkapkan pengalaman yang dialaminya serta mencari pertolongan ketika menghadapi situasi yang membahayakan,” ujar Ocha kepada ANTARA di Jakarta, pada Sabtu.

Menurut Ocha, anak-anak bila mengalami kekerasan maupun perundungan hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari orang dewasa yang dipercaya,

“Orang tersebut dapat berupa orang tua, guru, anggota keluarga, psikolog, atau orang dewasa lain yang membuat anak merasa aman untuk bercerita,” kata Psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.

Langkah melapor selanjutnya, kata Ocha, setelah anak memperoleh perlindungan dan dukungan dari orang dewasa yang dipercaya, kasus dapat diteruskan kepada pihak yang berwenang sesuai kebutuhan, seperti UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), kepolisian, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) apabila membutuhkan pendampingan hukum, atau layanan perlindungan anak lainnya.

Ocha juga menyampaikan bahwa sejumlah faktor psikologis dan perkembangan yang membuat anak kesulitan mengungkapkan pengalaman kekerasan.

“Banyak orang mengira anak yang tidak segera bercerita berarti menutupi kejadian atau tidak ingin ditolong. Padahal, kenyataannya jauh lebih kompleks,” tutur dia.

Dalam hal ini faktor psikologis dan perkembangan, lanjut Ocha, seperti kemampuan anak untuk memahami, mengolah, dan menceritakan pengalaman yang dialaminya masih berkembang. Terlebih ketika pengalaman tersebut bersifat traumatis, anak sering kali belum mampu memberi makna atau menyusun kejadian menjadi cerita yang runtut.

“Tidak jarang mereka hanya menunjukkan perubahan perilaku, seperti menjadi lebih pendiam, mudah marah, atau menghindari orang tertentu, tanpa mampu menjelaskan penyebabnya,” kata dia.

Ocha mengatakan anak ketika mengalami ancaman atau kekerasan, otak secara otomatis mengaktifkan survival response atau mekanisme bertahan hidup. Dalam kondisi tersebut anak dapat menunjukkan respons seperti melawan, menghindar, atau membeku.

Pada sebagian anak, lanjut Ocha, sistem saraf juga dapat masuk ke kondisi hypoarousal, sehingga mereka tampak diam, datar, atau seolah tidak bereaksi. Padahal, kondisi tersebut bukan berarti anak tidak merasa takut atau tidak terluka, melainkan karena otaknya sedang berusaha melindungi diri dari situasi yang dianggap sangat mengancam.

“Akibatnya, ekspresi yang terlihat dari luar tidak selalu mencerminkan apa yang sebenarnya dirasakan anak,” ujar psikolog yang tergabung dalam Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) itu.

Lebih lanjut Ocha mengatakan bahwa anak cenderung akan memilih diam ketika lingkungannya tidak dirasakan sebagai tempat yang aman.

Ia mencontohkan seperti anak takut akan ancaman dari pelaku, khawatir tidak dipercaya, merasa akan disalahkan, atau pernah mengalami pengalaman ketika bercerita tetapi justru diabaikan.

“Kondisi ini semakin sulit apabila pelaku adalah orang yang dekat dengan anak, seperti anggota keluarga, guru, atau orang yang selama ini dipercaya, karena anak dapat mengalami konflik batin antara rasa takut dan keinginan untuk mempertahankan hubungan tersebut,” tutur Ocha.

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) selama tahun 2025 mencatat 35.131 kasus kekerasan dan 23.043 kasus atau 65,59 persen di antaranya dialami oleh anak.

Sebelumnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 mengangkat tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”.

Tema Hari Anak Nasional (HAN) 2026 bertujuan meningkatkan kesadaran seluruh elemen bangsa memenuhi hak anak, memberikan perlindungan dari kekerasan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif. Melindungi anak bukan hanya tugas keluarga atau pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5665567/dukungan-rasa-aman-bantu-anak-untuk-melapor-kekerasan

Pakar usul pengembangan bioetanol dari sorgum agar tak ganggu pangan

Pakar usul pengembangan bioetanol dari sorgum agar tak ganggu pangan

Jakarta (ANTARA) – Pakar energi dari Universitas Indonesia Ali Ahmudi Achyak mengusulkan pengembangan bioetanol dari sorgum agar tidak mengganggu ketahanan pangan.

Menurut dia, masyarakat Indonesia lebih sedikit yang mengkonsumsi sorgum dibanding beras, jagung dan gandum. Karenanya sorgum lebih memiliki potensi dikembangkan menjadi bioetanol, tanpa harus mengganggu kebutuhan pasok pangan.

Ali yang merupakan peneliti bioenergi itu saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Minggu, mengatakan persyaratan lahan untuk menanam sorgum tidaklah sulit.

Lebih lanjut ia mengatakan sorgum bisa tumbuh di lahan yang kering, kurang air, di lahan bekas hutan gundul, hingga di daerah-daerah pesisir pantai yang kering.

“Itu sorgum bisa hidup. Kalau itu dikembangkan, misalnya di pesisir selatan Jawa, kemudian NTT, NTB, di pesisir barat Sumatera, itu bisa besar dan menjadi pasokan bioetanol,” kata Ali.

Sementara itu, bila pemerintah mengembangkan bioetanol dari bahan-bahan pangan pokok, seperti tebu, singkong, hingga jagung, Ali mengkhawatirkan pengembangan program bioetanol mengganggu program ketahanan pangan.

Ali berpandangan, bila pemerintah akan menggunakan tebu untuk pengembangan bioetanol, pemerintah harus betul-betul menghitung berapa kebutuhan gula dibanding produksi tebu nasional agar tidak mengganggu ketahanan pangan.

“Jangan sampai karena tebunya dipakai untuk etanol, gulanya jadi impor. Kan gula itu bukan hanya urusan konsumsi rumah tangga, tapi industri kue, industri makanan, itu menggunakan gula,” ujar Ali.

Ia juga berpesan untuk menghindari penggunaan jagung sebagai bahan baku bioetanol, sebab jagung tidak hanya dikonsumsi oleh manusia, tetapi juga untuk pakan ternak.

“Kalau jagung ini nanti muncul pertengkaran tiga pihak. Pertama untuk manusia, kedua pakan ternak, ketiga buat energi. Prioritaskan dulu yang pangan,” kata Ali.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah menargetkan penerapan campuran etanol 10 persen dalam bahan bakar minyak (E10) mulai 2027 sebagai tahap awal sebelum beralih ke E20.

Ia mengatakan pemerintah telah mengkaji kebijakan mandatori etanol sejak 2025. Saat ini, kajian tersebut hampir rampung dan menjadi dasar penyusunan peta jalan penerapan E20 yang ditargetkan berlangsung secara bertahap hingga 2028–2029.

Menurut Bahlil, kebijakan pencampuran etanol ke dalam bensin bertujuan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak, khususnya bensin.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5666359/pakar-usul-pengembangan-bioetanol-dari-sorgum-agar-tak-ganggu-pangan

Wamenaker: Pelatihan Vokasi Nasional siapkan SDM dunia usaha-industri

Wamenaker: Pelatihan Vokasi Nasional siapkan SDM dunia usaha-industri

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan program Pelatihan Vokasi Nasional menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja, produktif, dan sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.

Wamenaker dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu, menilai perubahan pasar kerja yang berlangsung semakin cepat menuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang relevan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri.

“Pelatihan vokasi bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi menjadi investasi untuk menyiapkan SDM yang siap bekerja, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri,” ujar Afriansyah.

Pada 2026 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sendiri menargetkan 300 ribu peserta mengikuti berbagai program Pelatihan Vokasi Nasional di seluruh Indonesia, katanya menjelaskan.

Target tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan berbasis kompetensi sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Selain memperluas akses pelatihan, Kemnaker juga memberikan perhatian kepada pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) serta masyarakat yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

Melalui program reskilling dan upskilling, peserta dibekali keterampilan baru agar memiliki peluang lebih besar untuk kembali bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak perubahan ekonomi tetap memiliki kesempatan meningkatkan kompetensinya. Dengan keterampilan baru, mereka memiliki peluang untuk kembali bekerja atau membangun usaha sendiri,” kata Afriansyah.

Lebih lanjut ia mengatakan penyelenggaraan pelatihan vokasi perlu disesuaikan dengan potensi unggulan setiap daerah agar kompetensi yang diperoleh peserta benar-benar selaras dengan kebutuhan pasar kerja.

Di Sumatera Barat, misalnya, pengembangan kompetensi diarahkan pada sektor jasa, perdagangan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.

Untuk mendukung upaya tersebut, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) juga ia sebut perlu terus mengoptimalkan jejaring kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan UMKM guna meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan sekaligus produktivitasnya.

“Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan di dunia kerja sekaligus membuka peluang lahirnya wirausaha baru yang dapat menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Wamenaker.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5666343/wamenaker-pelatihan-vokasi-nasional-siapkan-sdm-dunia-usaha-industri

7 Doa Memohon Perlindungan kepada Allah dari Orang Jahat, Bencana, hingga Musibah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

7 Doa Memohon Perlindungan kepada Allah dari Orang Jahat, Bencana, hingga Musibah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

tvOnenews.com – Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang tentu berharap selalu berada dalam lindungan Allah SWT.

Berbagai ujian bisa datang tanpa diduga, mulai dari kejahatan manusia, bencana, penyakit, kehilangan harta benda, hingga berbagai musibah yang menguji keimanan.

Islam mengajarkan umatnya untuk tidak hanya berikhtiar, tetapi juga memperbanyak doa sebagai bentuk tawakal kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW dan Al-Quran mengajarkan sejumlah doa yang berisi permohonan perlindungan dari berbagai keburukan, sekaligus memohon keselamatan di dunia maupun di akhirat.

Berikut beberapa doa yang dapat diamalkan setiap hari agar senantiasa berada dalam penjagaan Allah SWT.

1. Doa Memohon Perlindungan dari Berbagai Bencana

Arab

اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّيْ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرِيْقِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ فِيْ سَبِيْلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ لَدِيْغًا

Latin

Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hadmi, wa a‘ûdzu bika minat taraddî, wa a‘ûdzu bika minal gharqi wal harîqi, wa a‘ûdzu bika an yatakhabbathanîsy syaithânu ‘indal mauti, wa a‘ûdzu bika an amûta fî sabîlika mudbiran, wa a‘ûdzu bika an amûta ladîghan.

Artinya

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan. Aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang tinggi. Aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran. Aku berlindung kepada-Mu dari bujuk rayu setan ketika menjelang kematian. Aku berlindung kepada-Mu dari mati di jalan-Mu dalam keadaan melarikan diri. Dan aku berlindung kepada-Mu dari mati karena sengatan binatang.”

Doa ini mengandung permohonan agar Allah melindungi seorang hamba dari berbagai musibah yang dapat mengancam keselamatan jiwa maupun keimanan.

2. Doa Memohon Keselamatan Dunia dan Akhirat

Arab

اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

Latin

Allâhumma innâ nas aluka salâmatan fid dîn, wa ‘âfiyatan fil jasad, wa ziyâdatan fil ‘ilm, wa barakatan fir rizq, wa taubatan qablal maut, wa rahmatan ‘indal maut, wa maghfiratan ba‘dal maut. Allâhumma hawwin ‘alainâ fî sakarâtil maut, wan najâta minan nâr, wal ‘afwa ‘indal hisâb.

Artinya

“Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam beragama, kesehatan badan, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum meninggal dunia, rahmat ketika menghadapi kematian, dan ampunan setelah kematian. Ya Allah, mudahkanlah kami saat sakaratul maut, selamatkanlah kami dari api neraka, dan anugerahkan ampunan ketika hari perhitungan amal.”

Doa ini mencakup permohonan yang sangat lengkap, mulai dari keselamatan agama hingga kebahagiaan di akhirat.

3. Doa Selamat dan Tolak Bala

Arab

اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الْخَيْرِ وَأَبْوَابَ الْبَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ الْقُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ الْعَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الْجَنَّةِ، اَللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْاٰخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الْكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الْاٰخِرَةِ

Latin

Allâhumma-ftaḥ lanâ abwâbal khair, wa abwâbal barakah, wa abwâban ni‘mah, wa abwâbar rizqi, wa abwâbal quwwah, wa abwâbas ṣiḥḥah, wa abwâbas salâmah, wa abwâbal ‘âfiyah, wa abwâbal jannah. Allâhumma ‘âfinâ min kulli balâ’id dunyâ wa ‘adzâbil âkhirah, washrif ‘annâ bi ḥaqqil Qur’ânil ‘azhîm wa nabiyyikal karîm syarrad dunyâ wa ‘adzâbal âkhirah.

Artinya

“Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, keberkahan, kenikmatan, rezeki, kekuatan, kesehatan, keselamatan, afiyah, dan surga. Ya Allah, lindungilah kami dari segala musibah dunia dan azab akhirat. Jauhkanlah kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan kemuliaan Al-Qur’an dan nabi-Mu yang mulia.”

Doa ini kerap diamalkan sebagai permohonan agar Allah menjauhkan berbagai bala dan membuka pintu-pintu kebaikan dalam kehidupan.

4. Doa Terhindar dari Kezaliman Orang Lain

Arab
عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْنَاۚ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ، وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

Latin

‘Alallâhi tawakkalnâ, rabbanâ lâ taj‘alnâ fitnatan lil qaumidh dhâlimîn, wa najjinâ biraḥmatika minal qaumil kâfirîn. Artinya “Kepada Allah-lah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir.” (QS. Yunus: 85–86)

Ayat ini mengajarkan agar seorang muslim selalu berserah diri kepada Allah dan memohon perlindungan dari kezaliman maupun penindasan.

5. Doa saat Hak Orang Banyak Dirampas

Arab

مَلَأَ اللهُ قُبُوْرَهُمْ وَبُيُوْتَهُمْ نَارًا كَمَا شَغَلُوْنَا عَنِ الصَّلَاةِ الْوُسْطَى

Latin

Mala’allâhu qubûrahum wa buyûtahum nâran kamâ syaghalûnâ ‘anis shalâtil wusthâ.

Artinya

“Semoga Allah memenuhi kubur dan rumah mereka dengan api sebagaimana mereka telah menyibukkan kami dari shalat wustha (Ashar).”

Doa ini berasal dari hadis Rasulullah SAW ketika kaum muslimin dihalangi oleh musuh sehingga tidak dapat menunaikan salat Ashar tepat waktu.

6. Doa saat Kehilangan Barang

Arab

اللّٰهُمَّ يَا جَامِعَ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيْهِ، اِجْمَعْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ ضَالَّتِيْ فِيْ خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ

Latin

Allâhumma yâ jâmi‘an nâsi liyaumin lâ raiba fîh, ijma‘ bainî wa baina ḍâllatî fî khairin wa ‘âfiyah.

Artinya

“Ya Allah, wahai Tuhan yang akan mengumpulkan seluruh manusia pada hari yang tidak diragukan lagi, pertemukanlah aku kembali dengan barangku yang hilang dalam keadaan baik dan selamat.”

Doa ini dapat dibaca ketika seseorang kehilangan barang dan berharap Allah memudahkan untuk menemukannya kembali.

7. Doa saat Melihat Pertanda Buruk

Arab

اللّٰهُمَّ لَا يَأْتِيْ بِالْحَسَنَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا يَذْهَبُ بِالسَّيِّئَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ

Latin

Allâhumma lâ ya’tî bil ḥasanâti illâ anta, wa lâ yadzhabu bis sayyi’âti illâ anta, wa lâ ḥaula wa lâ quwwata illâ billâh. Artinya “Ya Allah, tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan selain Engkau, tidak ada yang dapat menghilangkan keburukan selain Engkau. Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Doa ini menjadi pengingat bahwa hanya Allah SWT yang mampu mendatangkan kebaikan sekaligus menghilangkan segala keburukan.

Dengan memperbanyak doa, seorang muslim diajarkan untuk selalu bertawakal, memohon perlindungan dari segala bentuk kejahatan, bencana, dan musibah, serta meyakini bahwa pertolongan terbaik hanya datang dari Allah SWT.

Sumber : https://www.tvonenews.com/religi/455656-7-doa-memohon-perlindungan-kepada-allah-dari-orang-jahat-bencana-hingga-musibah-lengkap-arab-latin-dan-artinya

OpenAI Rilis ChatGPT Health di AS, Sehari Setelah Digugat Pendeta

OpenAI Rilis ChatGPT Health di AS, Sehari Setelah Digugat Pendeta

OpenAI baru saja merilis ChatGPT Health kepada seluruh pengguna berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat. Pengumuman tersebut datang sehari setelah OpenAI digugat oleh seorang pendeta asal Florida yang mengklaim saran medis dari ChatGPT membuatnya nyaris kehilangan nyawa.

Dilansir CBS, gugatan diajukan oleh Scott Winters, 55 tahun, ke Pengadilan Tinggi San Francisco pada 21 Juli lalu waktu setempat. Dalam dokumen gugatan disebutkan bahwa Winters mengandalkan ChatGPT untuk mencari informasi terkait kondisi kesehatannya, bahkan menolak desakan keluarga dan teman-temannya agar segera memeriksakan diri ke rumah sakit.

Beberapa pekan sebelum mengalami kondisi kritis, Winters mengaku berkonsultasi dengan ChatGPT mengenai pusing berulang dan tekanan darah yang tidak stabil. Alih-alih menyarankan pemeriksaan medis, chatbot tersebut disebut berulang kali meyakinkannya bahwa kondisinya akan membaik dan tidak memerlukan penanganan dokter.

Tak lama kemudian, Winters mengalami emboli paru masif akibat sejumlah gumpalan darah di kedua paru-parunya. Dokter yang menanganinya menyebut kondisi tersebut diduga dipicu oleh kurangnya mobilitas dalam waktu lama, situasi yang nyaris merenggut nyawanya.

Diduga Memanfaatkan Keyakinan Agama Pengguna

Salah satu poin yang menjadi sorotan dalam gugatan adalah dugaan bahwa ChatGPT tidak hanya memberikan saran medis yang keliru, tetapi juga mengaitkan jawabannya dengan keyakinan religius Winters.

Berdasarkan tangkapan layar percakapan yang dilampirkan dalam berkas perkara, chatbot tersebut beberapa kali memberikan kalimat bernuansa spiritual, seperti menyatakan bahwa Tuhan tidak menciptakan tubuh manusia untuk terus mengalami kegagalan serta masih menjaga setiap detak jantung dan napas penggunanya.

Kuasa hukum Winters menilai respons tersebut memperkuat ketergantungan kliennya terhadap ChatGPT. Mereka berpendapat gaya komunikasi chatbot yang terdengar meyakinkan, ditambah penggunaan konteks agama yang sebelumnya diketahui dari percakapan lain, membuat Winters semakin yakin tidak perlu mencari pertolongan medis.

Akibat ketergantungan tersebut, gugatan menyebut Winters kehilangan pekerjaan dan tempat tinggal, serta harus menjalani pemulihan fisik maupun psikologis dalam jangka panjang. Ia kini meminta ganti rugi kepada OpenAI sekaligus mendesak mereka menerapkan perlindungan yang lebih kuat agar kejadian serupa tidak dialami pengguna lain.

OpenAI: ChatGPT Bukan Pengganti Dokter

Menanggapi gugatan tersebut, juru bicara OpenAI, Drew Pusateri, menegaskan bahwa ChatGPT bukan tenaga medis dan tidak boleh dijadikan pengganti konsultasi, diagnosis, maupun pengobatan profesional.

Menurutnya, kecerdasan buatan seharusnya hanya membantu pengguna memahami informasi kesehatan, menyusun pertanyaan, dan mempersiapkan konsultasi dengan dokter, bukan menggantikan keputusan medis.

Sikap tersebut juga tercantum dalam ketentuan penggunaan ChatGPT. OpenAI mengingatkan pengguna agar tidak menjadikan chatbot sebagai satu-satunya sumber kebenaran, terutama saat mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan kesehatan, hukum, keuangan, pendidikan, maupun aspek lain yang berdampak besar terhadap kehidupan.

ChatGPT Health Bisa Terintegrasi dengan Rekam Medis

Di tengah sorotan tersebut, OpenAI tetap melanjutkan peluncuran ChatGPT Health secara luas di Amerika Serikat sehari setelah gugatan tersebut didaftarkan Winters.

Fitur ini pertama kali diuji pada awal tahun melalui pusat layanan khusus yang memungkinkan pengguna menghubungkan data kesehatan dari berbagai platform, seperti Apple Health, MyFitnessPal, Function Health, One Medical, hingga rekam medis dari sistem rumah sakit Epic dan Oracle Health.

OpenAI mengungkapkan sekitar 70 persen pertanyaan kesehatan selama masa uji coba justru diajukan melalui percakapan biasa, sehingga perusahaan memutuskan mengintegrasikan kemampuan tersebut ke seluruh pengalaman ChatGPT.

Penggunaan chatbot untuk topik kesehatan juga mengalami lonjakan signifikan. Jika pada awal pengujian terdapat sekitar 230 juta pertanyaan kesehatan setiap pekan, kini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 300 juta kueri mingguan.

OpenAI menyebut model AI terbarunya, GPT-5.6 Luna, menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menjawab pertanyaan kesehatan berdasarkan pengujian HealthBench, benchmark open source yang dikembangkan untuk mengevaluasi kualitas model bahasa besar di bidang medis.

OpenAI juga menyatakan pengembangan fitur dilakukan bersama tenaga medis, namun tetap mengimbau pengguna untuk selalu memverifikasi informasi yang diterima dan menjadikan dokter sebagai rujukan utama sebelum mengambil keputusan terkait kesehatan.

Sumber : https://kumparan.com/kumparantech/openai-rilis-chatgpt-health-di-as-sehari-setelah-digugat-pendeta-27qhWaW1Twk

Cegah Stroke Sejak Dini, Ini 8 Makanan yang Wajib Masuk Menu Menurut Ahli

Cegah Stroke Sejak Dini, Ini 8 Makanan yang Wajib Masuk Menu Menurut Ahli

Jakarta – Stroke masih menjadi salah satu ancaman kesehatan utama yang dapat mengubah hidup seseorang secara drastis dalam sekejap. Meski ada faktor yang tidak bisa diubah seperti usia dan genetik, risiko stroke sebenarnya bisa ditekan melalui perubahan gaya hidup, terutama dari apa yang kita makan.

Ahli kardiologi intervensi dari MemorialCare Saddleback Medical Center, CA, Dr Cheng-Han Chen, MD, menjelaskan bahwa pola makan sehat berperan penting dalam mengontrol tekanan darah, kolesterol, hingga gula darah.

Pola makan yang dianjurkan umumnya mengadopsi diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Itu merupakan pola makan khusus untuk menurunkan tekanan darah), dan ada juga diet Mediterania yang kaya akan bahan makanan nabati serta lemak sehat.

“Diet yang kaya makanan anti-inflamasi (pereda peradangan) dan nutrisi yang menjaga pembuluh darah tetap terbuka dapat meningkatkan fleksibilitas arteri serta mengurangi pembekuan darah,” jelas Scott Keatley, RDN, dari Keatley Medical Nutrition Therapy.

Dikutip dari laman Prevention, berikut 8 makanan yang direkomendasikan ahli gizi dan dokter spesialis jantung untuk membantu menurunkan risiko stroke:

1. Sayuran Berdaun Hijau
Bayam, kale, dan arugula kaya akan nitrat. Dalam tubuh, nitrat diubah menjadi oksida nitrat, senyawa yang berfungsi melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah lancar dan tekanan darah menurun.

Sayuran hijau juga kaya vitamin K yang membantu mengatur proses pembekuan darah atau koagulasi.

2. Buah Citrus
Berbagai macam buah jeruk, termasuk jeruk bali, mengandung vitamin C, folat, serta kalium yang kaya antioksidan dan anti-inflamasi. Serat larut di dalamnya juga efektif memangkas kadar kolesterol jahat.

Meski begitu, konsumsi jeruk bali sebaiknya dikonsultasikan ke dokter. Terutama jika sedang menjalani pengobatan tertentu, karena dapat memicu interaksi obat.

3. Kacang Kenari
Kenari kaya akan asam alfa-linolenat (ALA), yaitu jenis asam lemak omega-3 nabati. Studi menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi kenari dapat menekan kadar kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein) atau ‘kolesterol jahat’, yang sering menjadi pemicu utama penyumbatan pembuluh darah.

4. Yogurt
Selain kaya kalsium dan kalium, yogurt mengandung probiotik yang berkontribusi menyeimbangkan kadar lemak atau lipid darah serta menurunkan tekanan darah. Disarankan untuk memilih yogurt yang rendah gula atau plain.

5. Oat
Makanan tinggi serat ini kaya akan magnesium dan vitamin B. Serat larut pada oat membantu menjaga stabilitas gula darah, dan mencegah lonjakan insulin yang bisa merusak pembuluh darah jika terjadi terus-menerus.

6. Ikan Berlemak
Salmon, sarden, dan makarel kaya akan EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid). Keduanya merupakan jenis asam lemak omega-3 yang dapat membuat trombosit (sel pembeku darah) menjadi tidak terlalu ‘lengket’.

Hal tersebut dapat meminimalkan risiko gumpalan darah yang bisa saja menyumbat di otak.

7. Makanan Kaya Serat Larut
Apel, pir, wortel, dan ubi jalar mengandung serat larut yang akan berubah menjadi gel di saluran pencernaan. Proses ini memperlambat penyerapan gula dan menyerap kolesterol jahat sebelum masuk ke aliran darah.

8. Protein Nabati
Kacang-kacangan seperti kacang merah dan kacang hitam merupakan sumber protein bebas lemak jenuh. Mengganti sebagian protein hewani dengan protein nabati terbukti menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 19 persen.

Makanan dan Minuman Pendukung Lainnya

Selain makanan-makanan di atas, ada beberapa asupan lain yang juga memiliki efek perlidungan terhadap pembuluh darah, jika dikonsumsi dengan bijak, seperti:

  • Kopi dan teh hijau: Kaya akan senyawa polifenol dan katekin yang bertindak sebagai antioksidan untuk mengurangi stres oksidatif atau kerusakan sel akibat radikal bebas.
  • Buah bit atau beet: Tinggi kandungan nitrat alami untuk mendukung pembentukan oksida nitrat.
    Alpukat: Kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk fleksibilitas pembuluh darah.
  • Cokelat hitam atau dark chocolate: Mengandung flavonoid yang dapat membantu merilekskan pembuluh darah dan sedikit menurunkan tekanan darah

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8588136/cegah-stroke-sejak-dini-ini-8-makanan-yang-wajib-masuk-menu-menurut-ahli

Begini Cara Islam Membangun Ketahanan Mental Generasi Sejak Dini

Begini Cara Islam Membangun Ketahanan Mental Generasi Sejak Dini

ISU kesehatan mental semakin mendapat perhatian hari-hari ini. Didasarkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan dan ditambah dengan tekanan sosial yang semakin berat, kesehatan mental menduduki posisi hampir sejajar dengan kesehatan fisik. Apalagi statistik penderita mental menunjukkan angka yang tidak bisa lagi diabaikan.

Tahun 2025 lalu angka penderita mental, dari ringan hingga berat, diprediksi menyentuh angka 28 juta orang. Dilaporkan sekira 15-17 juta orangnya berada di usia remaja. Padahal 20 tahun lagi Indonesia diharapkan sudah berada di fase Indonesia Emas.

Problema ini kemudian memacu eksplorasi ilmiah untuk mencari solusi. Bidang medis sudah tentu jadi sasaran eksplorasi ilmiah. Berikutnya bidang ilmu sosial dan keagamaan.

Lebih jauh di bidang keagamaan, terutama Islam, sudah tercatat beberapa hal mendasar agar seorang insan senantiasa sejahtera dalam hidupnya. Mari mengulik lebih dalam.

Sebagai permulaan, marilah membuka Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 155 yang berbunyi,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

“Dan sungguh akan Kami (Allah) berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Ayat ini jelas menggambarkan bahwa seorang insan akan mengalami ujian di dunia. Bentuknya beraneka rupa. Insan satu sama lain mungkin akan mendapatkan ujian yang berbeda.

Oleh karena itu, sebagaimana juga disebutkan dalam ayat yang sama, kesabaran perlu dibangun. Mulai kapan? Mulai dari ayunan alias bayi.

Dalam hal ini orangtua diharapkan menjadi teladan tentang kesabaran. Sehingga anak bisa membangun mindset bahwa kesabaran itu sesuatu yang mungkin dimiliki. Semoga titik ini jadi awalan yang baik.

Berikutnya orangtua perlu mengantarkan anak untuk memiliki stabilitas emosi berbasis pemahaman takdir yang benar. Perihal ini disebutkan oleh Al-Qur’an surat Al-Hadid ayat 22-23,

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَاۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌۖ. لِّكَيْلَا تَأْسَوْا عَلٰى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوْا بِمَآ اٰتٰىكُمْۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۙ

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada diri kalian sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami (Allah) menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Yang demikian itu kami tetapkan) agar kamu tidak bersedih terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri”

Bagaimana praktiknya? Ada dua wujud utamanya. Pertama, adanya dialog tentang takdir. Kedua, penerimaan kenyataan hidup didasarkan takdir.

Dialog tentang takdir bermakna ada pembelajaran dari orangtua kepada anak tentang takdir. Dalam hal ini orangtua bisa meminta ustadz atau guru untuk menyampaikannya kepada anak. Sekolah atau majelis taklim jadi wadahnya.

Sementara tentang penerimaan kenyataan hidup didasarkan takdir, orangtua memegang peranan penting alias hampir tidak tergantikan. Saat mengalami apa saja, menyenangkan atau tidak, arahan pertama kepada anak adalah kalimat thoyyibah. Agar anak senantiasa terhubung kepada Allah ta’ala.

Berikutnya anak diajarkan untuk meraih banyak kebaikan. Semuanya diawali niat karena Allah ta’ala. Ditekankan kepada anak bahwa Dia Sang Pemilik Kuasa. Jika Dia menghendaki, maka terjadilah apa yang terjadi. Tugas insan hanya berusaha sekuat tenaga.

Ketika anak gagal meraih sesuatu yang diharapkan, orangtua bisa mengajak dialog, lagi-lagi dengan bersandar pada takdir. Anak dipahamkan kembali tentang kuasa dan cinta Allah ta’ala. Bahwa jika hari ini suatu keinginan baik belum terpenuhi, bisa jadi esok akan terwujud. Atau keinginan baik itu diwujudkan-Nya dalam bentuk lain yang jauh lebih baik.

Harapannya anak tidak menjadi tertekan. Bahkan anak melihat peluang berkembang di bidang lain. Tinggal anak memilih, tetap bergelut di bidang lama atau merintis jalan di bidang baru. Di sini semoga mental fleksibel terbentuk.

Saat dewasa semoga fleksibilitas membantu sang anak untuk menjalani dan mengembangkan hidupnya. Bahwa satu pilihan yang telah dipilihnya sangat mungkin berubah. Demikian itu tidaklah salah asalkan dilandasi dengan pertimbangan matang menuju maslahat yang lebih baik.

Dua poin terakhir yang disodorkan agama adalah memilih lingkungan suportif serta membangun kesiapan didampingi ahli. Lingkungan suportif dicirikan dengan apresiatif terhadap kebaikan serta proporsional atas kesalahan, sebagaimana dalam Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 160.

مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَاۚ وَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰٓى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ

“Siapa yang berbuat kebaikan, dia akan mendapat balasan sepuluh kali lipatnya. Siapa yang berbuat keburukan, dia tidak akan diberi balasan melainkan yang seimbang dengannya. Mereka (sedikit pun) tidak dizalimi (dirugikan).”

Adapun membangun kesiapan didampingi ahli didasarkan pada potensi sakit mental pada siapa saja. Vonis ‘insan lemah’ sangat perlu dijauhkan, diganti dengan ‘insan dalam ujian’. Tak butuh lama, insya Allah, situasinya menjadi baik kembali.

Wallah a’lam.

FU’AD FAHRUDIN

Sumber : https://hidayatullah.or.id/begini-cara-islam-membangun-ketahanan-mental-generasi-sejak-dini/