Tekanan Ekonomi, Ratusan Orang di Kota Kediri Idap Gangguan Jiwa, Ini Yang Wajib Kamu Ketahui!

Tekanan Ekonomi, Ratusan Orang di Kota Kediri Idap Gangguan Jiwa, Ini Yang Wajib Kamu Ketahui!

KEDIRI, JP Radar Kediri–Tekanan ekonomi memicu bertambahnya kasus gangguan jiwa di Kota Kediri. Hingga Juni lalu, sedikitnya ada total ada 361 warga di Kota Kediri yang mengidap skizofrenia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Suprianto mengatakan, di periode yang sama 2025 lalu, total ada 287 penderita skizofrenia. Adapun hingga Juni 2026 ini, total ditemukan 361 kasus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 185 di antaranya berjenis kelamin laki-laki. Adapun sisanya perempuan. “2026 ini penderita gangguan jiwa juga didominasi laki-laki,” kata Hendik.

Terkait peningkatan penderita gangguan jiwa, menurut Hendik penyakit gangguan mental kronis itu terdeteksi lewat kesehatan gratis (CKG). Selebihnya, kesadaran publik untuk melapor atau berobat juga semakin tinggi.

“Masyarakat kini semakin teredukasi dengan baik. Keluarga juga tidak lagi takut atau malu melaporkan anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa,” lanjutnya.

Dari sembilan puskesmas di Kota Kediri, penderita gangguan mental terbanyak ditemukan dari Puskesmas Campurejo dan Puskesmas Pesantren II. Rinciannya, masing-masing ada 82 orang. Sebanyak 57 orang laki-laki dan 25 lainnya perempuan.

Hendik menegaskan, ratusan penderita skizofrenia ditangani di total sembilan puskesmas. “Semua puskesmas di Kota Kediri sudah mampu menangani dan mengobati pasien. Jika kondisi pasien memerlukan penanganan lanjutan, maka akan segera dirujuk ke rumah sakit,” terang Hendik.

Mengapa ratusan orang tersebut mengalami skizofrenia? Hendik menyebut ada beberapa faktor pemicunya. Di antaranya karena faktor bilogis dan genetik.

Misalnya ada keluarga yang memiliki riwayat gangguan jiwa, keturunannya akan berisiko besar untuk mengalaminya. Yang kedua adalah faktor fisik, medis, dan perkembangan janin. Masalah saat di dalam kandungan seperti kekurangan nutrisi berat, infeksi virus, dan paparan racun bisa berdampak pada perkembangan otak janin.

Termasuk mereka yang memiliki riwayat cedera kepala akibat kecelakaan. Serta penyakit fisik tertentu yang menyerang sistem saraf pusat. Selebihnya, faktor psikologis dan trauma. Seseorang yang memiliki pengalaman buruk di masa lalu, mulai kekerasan fisik, pelecehan seksual, hingga perundungan (bullying) berat bisa mengalami gangguan jiwa.

“Ada pula yang menderita karena faktor sosial dan ekonomi. Tekanan hidup yang berat dan menahun,” tandasnya sembari menyebut lingkungan dan gaya hidup juga bisa membuat seseorang menderita gangguan jiwa.

Termasuk mereka yang terbiasa mengonsumsi obat-obatan terlarang atau alkohol dalam jangka panjang. Kebiasaan itu bisa merusak sel-sel otak dan memicu gangguan mental berat.

Dengan banyaknya pengidap, Hendik menyebut pihaknya terus melakukan pembinaan pada posyandu jiwa di setiap puskesmas. Melalui posyandu jiwa dan program pembinaan, para penyintas dilatih berbagai keterampilan. Baik bernyanyi, membuat kerajinan tangan hingga diikutsertakan dalam berbagai festival dan lomba khusus.

“Berkat pengobatan yang terkontrol, banyak penderita (skizofrenia, Red) yang kondisinya membaik dan dapat kembali berdaya,” tegasnya.

Sumber : https://radarkediri.jawapos.com/kesehatan/2608240013/tekanan-ekonomi-ratusan-orang-di-kota-kediri-idap-gangguan-jiwa-ini-yang-wajib-kamu-ketahui