Tak Selalu Butuh 8 Jam Tidur, Ini Kata Peneliti soal Durasi Tidur yang Dibutuhkan

Tak Selalu Butuh 8 Jam Tidur, Ini Kata Peneliti soal Durasi Tidur yang Dibutuhkan

Jakarta – Istirahat yang cukup merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan. Namun, kebutuhan tidur setiap orang tidak selalu sama.

Sebuah ulasan terbaru yang diterbitkan dalam Brain Medicine pada Agustus 2026 mempertanyakan anggapan bahwa semua orang dewasa harus tidur selama delapan jam setiap malam agar tetap sehat.

“Pola tidur manusia di masyarakat praindustri menunjukkan fleksibilitas yang substansial, yang menunjukkan bahwa norma-norma kontemporer tentang tidur malam yang teratur bukanlah sesuatu yang tetap secara evolusioner,” menurut para penulis.

Dengan kata lain, pola tidur manusia dapat berbeda-beda. Sejarah juga menunjukkan bahwa kebiasaan tidur tidak selalu mengikuti pola delapan jam tanpa terputus setiap malam.

Dikutip dari laman New York Post, jauh sebelum penerapan jam kerja 40 jam per minggu, penemuan alarm, dan penggunaan telepon seluler, manusia mengandalkan pola tidur yang lebih mengikuti kondisi alami.

Para peneliti pun mempelajari komunitas pemburu-pengumpul untuk memahami pola tidur alami manusia. Ulasan tersebut mengutip studi yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology, yang menemukan masyarakat di Tanzania dan Bolivia tidur sekitar 5,7 hingga 7,1 jam setiap malam.

Durasi tidur yang lebih pendek tersebut tidak dapat semata-mata dikaitkan dengan faktor modern, seperti kebisingan lalu lintas, penggunaan media sosial, atau paparan cahaya buatan pada malam hari.

Lama waktu tidur yang biasa dialami masyarakat praindustri bervariasi, tergantung pada bagaimana tidur diukur, tempat tinggal mereka, musim, dan faktor lingkungan lainnya. Sebuah analisis yang diterbitkan pada Februari 2025 memperkirakan rata-ratanya adalah 6,4 jam.
Perkembangan industrialisasi, penggunaan listrik, dan urbanisasi telah mengubah waktu, durasi, serta keteraturan tidur manusia secara signifikan. Salah satu faktor utamanya adalah terganggunya siklus alami terang dan gelap.

Di era modern, paparan cahaya buatan dan aktivitas kerja pada malam hari dapat menyebabkan ketidaksesuaian ritme sirkadian yang berlangsung terus-menerus, sehingga berpotensi memengaruhi kesehatan fisik maupun mental.

Dikutip dari laman The Conversation, jika definisi tidur optimal adalah jumlah tidur yang berkaitan dengan kesehatan terbaik, banyak penelitian besar menunjukkan bahwa jumlah idealnya memang kurang lebih delapan jam.

Namun, sebuah studi lain yang diterbitkan di Nature pada Mei 2026 meneliti bagaimana tidur berhubungan dengan penuaan berbagai organ. Dengan menggunakan pemindaian otak dan tubuh, serta pengukuran molekuler, studi ini memperkirakan bahwa jumlah tidur ideal adalah antara 6,4 dan 7,8 jam, tergantung pada jenis kelamin individu dan organ spesifik yang diamati.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa delapan jam bukanlah aturan emas untuk tidur. Delapan jam mungkin cocok untuk seseorang, tetapi kurang atau berlebihan bagi orang lainnya. Sleep Foundation merekomendasikan orang dewasa berusia antara 26 dan 64 tahun untuk tidur selama tujuh hingga sembilan jam per hari, meskipun beberapa orang dewasa mungkin membutuhkan antara enam hingga 10 jam. Jadi, waktu tidur yang ideal berbeda-beda untuk setiap orang, dan delapan jam tentu bukanlah jawaban yang pasti.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8635707/tak-selalu-butuh-8-jam-tidur-ini-kata-peneliti-soal-durasi-tidur-yang-dibutuhkan

Minum Americano di Pagi Hari Efektif Turunkan BB? Dokter Gizi Ungkap Faktanya

Minum Americano di Pagi Hari Efektif Turunkan BB? Dokter Gizi Ungkap Faktanya

Jakarta – Tren mengonsumsi kopi americano di pagi hari kerap diidentikkan dengan metode instan untuk memangkas berat badan. Lantas, apakah kebiasaan ini benar-benar efektif?

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan minum americano saat pagi pada dasarnya dapat dijadikan salah satu trik untuk menekan nafsu makan. Minuman berbasis espresso tanpa gula ini memberikan efek kenyang yang cenderung lebih lama setelah dikonsumsi.

Meski demikian, efeknya terhadap penurunan berat badan tergolong relatif kecil dan tidak bekerja secara ajaib.

“Minum americano itu sebenarnya memang bisa membantu untuk menekan nafsu makan, jadi setelah minum terasa kenyang lebih lama,” beber dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (20/8/2026).

“Tapi kalau ditanya apakah efektif, iya membantu tapi sedikit efeknya. Tidak bisa tiba-tiba minum americano langsung turun 2-3 kg,” sambungnya.

Kunci utama dalam upaya menurunkan berat badan tetap terletak pada prinsip defisit kalori. Artinya, jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh harus lebih sedikit dibandingkan dengan energi yang dikeluarkan untuk beraktivitas.

Oleh karena itu, dr Yaze mengingatkan dalam mengonsumsi americano perlu diimbangi dengan beberapa langkah strategis. Mulai dari mengonsumsi makan yang tinggi protein, tinggi serat, mengurangi makanan bertepung, serta yang digoreng.

“Kurangi karbohidrat yang kopleks dan mulai konsumsi juga probiotik,” tegas dr Yaze.

“Karena dengan sering (makan) makanan yang digoreng, berlemak, dan manis bisa membuat bakteri-bakteri baik yang ada di usus kita bisa terjadi kerusakan,” tutupnya.

Sumber : https://health.detik.com/diet/d-8635847/minum-americano-di-pagi-hari-efektif-turunkan-bb-dokter-gizi-ungkap-faktanya

Benarkah Berat Badan Turun, Tekanan Darah Ikut Stabil? Ini Kata Dokter Gizi

Benarkah Berat Badan Turun, Tekanan Darah Ikut Stabil? Ini Kata Dokter Gizi

Jakarta – Penurunan berat badan melalui program diet tidak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga dapat membantu mengendalikan tekanan darah pada orang dengan hipertensi.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan penurunan berat badan dapat mengurangi penumpukan lemak viseral. Lemak berlebih tersebut dapat meningkatkan beban kerja jantung dan berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.

Menurut dr Yaze, ketika berat badan dan lemak berlebih mulai berkurang, kerja jantung dapat menjadi lebih optimal sehingga tekanan darah berangsur lebih stabil.

“Ketika lemaknya sudah mulai berkurang, pasti pompa jantungnya akan baik-baik saja dan lega lagi karena tidak ada yang membuat dia berat,” terang dr Yaze dalam Live TikTok detikHealth, Kamis (20/8/2026).

“Tensinya pasti akan kembali stabil,” tambahnya.

dr Yaze mengungkapkan orang dengan hipertensi umumnya memiliki masalah berat badan berlebih. Ketika mereka berhasil menurunkan berat badan melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat, tekanan darah pun perlahan kembali normal.

Selain menstabilkan tensi, proses penurunan berat badan juga membantu mengurangi berbagai tingkat peradangan kronis di dalam tubuh.

“Jadi memang dengan penurunan berat badan itu menurunkan berbagai macam peradangan lain, termasuk tensi yang naik, jadi bisa lebih stabil,” jelas dr Yaze.

“Termasuk misalnya gula darah yang tadinya tinggi bisa jadi lebih stabil,” pungkasnya.

Sumber : https://health.detik.com/diet/d-8635862/benarkah-berat-badan-turun-tekanan-darah-ikut-stabil-ini-kata-dokter-gizi

Yomif Kejelcha Pecahkan Rekor Dunia Half Marathon, Lari 21 Km 56 Menit

Yomif Kejelcha Pecahkan Rekor Dunia Half Marathon, Lari 21 Km 56 Menit

Jakarta – Yomif Kejelcha, pelari dari Ethiopia memecahkan rekor dunia lari Half Marathon dengan catatan waktu 56 menit dan 51 detik di Media Maratón Ciudad de Buenos Aires 2026, pada 23 Agustus. Ini berarti, Kejelcha kurang lebih berlari dengan pace 2:42/km.

Dikutip dari ABC, Kejelcha memangkas 29 detik dari rekor sebelumnya yaitu 57:20, yang dicetak oleh Jacob Kiplimo dari Uganda yang dicetaknya di EDP Lisbon Half Marathon, Portugal, pada 8 Maret 2026.

“Aku sangat senang dan saat ini aku tidak merasa lelah sama sekali. Perjalanan dari Ethiopia terlalu panjang dan aku merasa lelah di hari-hari pertama di sini, tetapi kemudian aku merasa lebih baik dan hari ini aku sangat bersemangat,” kata Kejelcha kepada World Athletics.

“Awalnya saya berencana untuk berlari dengan hati-hati di tahap awal, tetapi saya merasa baik dan memutuskan untuk mengerahkan seluruh kemampuan saya.”

Cara Ethiopia Menciptakan ‘Monster’ Lari

Kejelcha merupakan salah satu produk dari metode latihan khusus yang dilakukan oleh Ethiopia.

Dalam penelitian berjudul ‘Effects of training modalities on physiology, hematology, and performance in elite Ethiopian distance male athletes’ yang terbit tahun 2026 ditemukan bahwa para pelari elit putra nomor 3.000-10.000 meter memiliki pola latihan khusus. Mereka menjalani tiga blok latihan masing-masing enam minggu:

  • Endurance training
  • Strength training
  • Speed training

Hasilnya menarik: latihan endurance meningkatkan estimasi VO2 Max rata-rata 6,2 ml/kg/menit, sementara latihan kekuatan meningkatkan running economy dengan menurunkan kebutuhan oksigen saat berlari sekitar 4,2 persen. Latihan kecepatan juga memperbaiki running economy dan kecepatan 400 meter.

Dengan demikian, bisa dijelaskan bahwa kemampuan berlari Half Marathon atau 21,1 km dengan pace sekitar 2:42/km bukan cuma soal paru-paru kuat. Ada kombinasi kapasitas aerobik, kekuatan otot, kecepatan, dan efisiensi gerakan.

Sumber : https://health.detik.com/kebugaran/d-8635988/yomif-kejelcha-pecahkan-rekor-dunia-half-marathon-lari-21-km-56-menit

Stop Jilati Bibir! Begini Cara Paling Efektif Atasi Bibir Kering

Stop Jilati Bibir! Begini Cara Paling Efektif Atasi Bibir Kering

Jakarta – Bibir kering dan pecah-pecah kerap dianggap masalah sepele yang bisa diatasi dengan lip balm sembarangan. Padahal, bibir termasuk bagian dari jaringan lunak rongga mulut yang punya karakteristik berbeda dari kulit wajah pada umumnya.

Dikutip dari sejumlah studi, ada penjelasan ilmiah di balik kenapa beberapa pelembab bibir bekerja lebih efektif dibanding yang lain. Berikut penjelasannya.

Bibir Rentan Pecah karena Terus Bergerak

Bibir menjadi semacam “jembatan” antara kulit wajah dan bagian dalam mulut. Area ini aktif bergerak saat seseorang berbicara, makan, atau tersenyum, sehingga rentan mengalami retakan-retakan halus atau microcracks ketika kondisinya kering.

Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi peradangan pada bibir atau yang dikenal dengan istilah cheilitis. Pada kasus tertentu, peradangan juga bisa muncul di sudut mulut, dikenal sebagai angular cheilitis, dengan gejala kulit merah, perih, dan retak di ujung bibir kiri-kanan.

Tiga Cara Kerja Pelembab Bibir

Secara umum, pelembab bibir bekerja lewat tiga mekanisme berbeda.

  • Oklusif, yaitu membentuk lapisan tipis di permukaan bibir agar air yang sudah ada di kulit tidak menguap. Bahan seperti petroleum jelly masuk kategori ini.
  • Humektan, yang bekerja menarik air dari udara atau lapisan kulit yang lebih dalam ke permukaan. Gliserin dan hyaluronic acid adalah contohnya.
  • Emolien, yang berfungsi mengisi celah-celah kecil di antara sel kulit sehingga bibir terasa lebih halus. Lanolin dan shea butter termasuk dalam golongan ini.

Petroleum Jelly Disebut Paling Efektif Kunci Air

Dari ketiga mekanisme tersebut, petroleum jelly kerap disebut sebagai salah satu bahan paling efektif dalam mencegah penguapan air dari kulit. Petrolatum merupakan bahan oklusif yang sangat efektif dalam mengurangi kehilangan air dari kulit. Sejumlah literatur melaporkan penurunan transepidermal water loss sekitar 50-99%, bergantung pada kondisi penggunaannya.

Meski begitu, petroleum jelly perlu dipahami bukan sebagai bahan yang menambahkan kelembapan baru, melainkan hanya mengunci kelembapan yang sudah ada di bibir. Karena itu, penggunaannya disarankan saat bibir masih dalam kondisi agak lembap, misalnya setelah minum air atau mandi, bukan ketika bibir sudah dalam kondisi kering.

Lazim Dipakai di Praktik Dokter Gigi

Di dunia kedokteran gigi, petroleum jelly grade medis bukan bahan asing. Bahan ini biasa dipakai untuk melumasi area sekitar mulut pasien saat prosedur gigi berlangsung, agar sarung tangan dokter tidak lengket ke gusi maupun bibir. Hal ini menunjukkan bahan tersebut relatif aman digunakan di area mulut.

Berkaitan dengan Masalah Mulut Kering

Kesehatan bibir ternyata juga berkaitan dengan kondisi mulut kering atau xerostomia. Beberapa penelitian menemukan bahwa penggunaan pelembab khusus rongga mulut secara rutin dapat mengurangi rasa tidak nyaman pada pasien, sekaligus membantu menjaga produksi air liur tetap normal.

Jadi Pilihan Pertama untuk Sudut Bibir Pecah

Untuk kasus sudut bibir pecah-pecah atau angular cheilitis, penggunaan salep berbahan petroleum jelly kerap menjadi langkah pertama yang disarankan. Sebab, penyebab utama kondisi ini biasanya berasal dari kulit yang terus-menerus terpapar air liur hingga mengalami iritasi atau maserasi.

Perlu Diimbangi dengan Hentikan Kebiasaan Menjilat Bibir

Meski terbilang efektif, penggunaan pelembab bibir berbahan petroleum jelly secara berlebihan tanpa menghentikan kebiasaan menjilat bibir justru bisa berisiko. Area yang terus-menerus lembap berpotensi memicu munculnya infeksi jamur atau cheilocandidiasis.

Dengan kata lain, pelembab bibir berfungsi sebagai pelindung, bukan pengganti untuk menghilangkan kebiasaan menjilat bibir yang sebaiknya tetap dihentikan.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8633438/stop-jilati-bibir-begini-cara-paling-efektif-atasi-bibir-kering

Tak harus istirahat total, ini cara atur pemulihan usai olahraga

Tak harus istirahat total, ini cara atur pemulihan usai olahraga

Jakarta (ANTARA) – Tubuh tidak harus pulih sepenuhnya sebelum seseorang kembali berolahraga. Rasa lelah ringan setelah latihan sebelumnya merupakan hal yang normal selama intensitas dan beban latihan tetap disesuaikan.

Melansir Lifehacker pada Selasa (18/8), ​​​​​​Senior Health Editor laman tersebut, Beth Skwarecki yang juga seorang personal trainer bersertifikasi, menjelaskan bahwa kebutuhan pemulihan bergantung pada seberapa sering dan seberapa berat seseorang berolahraga. Karena itu, mengambil hari istirahat setiap kali tubuh terasa sedikit lelah bukan satu-satunya cara untuk mengatur pemulihan.

Bagi pemula, jeda satu hari di antara sesi latihan dapat membantu mengatur beban latihan. Strategi tersebut membuat tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi sekaligus mencegah terlalu banyak hari latihan berat dalam satu pekan.

Namun menurutnya, setelah rutin berolahraga selama beberapa bulan, tubuh biasanya mampu melakukan aktivitas dengan intensitas ringan pada hari yang sebelumnya dianggap sebagai hari istirahat. Pelari berpengalaman, misalnya, dapat melakukan lari ringan secara rutin. Dalam latihan angkat beban, seseorang juga dapat mengatur jadwal dengan melatih bagian tubuh yang berbeda pada hari lain.

Kunci utamanya adalah mengatur total beban latihan. Latihan dengan intensitas tinggi dapat diselingi sesi yang lebih ringan, seperti latihan teknik, kardio ringan, atau latihan tambahan dengan beban yang lebih rendah.

Pada latihan untuk olahraga ketahanan, prinsip serupa dapat diterapkan dengan mengatur variasi jarak dan intensitas. Latihan berat seperti lari cepat atau lari jarak jauh dapat ditempatkan pada hari tertentu, sementara hari lainnya diisi dengan latihan ringan.

Sedikit penurunan kemampuan dari satu sesi ke sesi berikutnya juga tidak selalu menunjukkan seseorang membutuhkan lebih banyak waktu untuk beristirahat.

Skwarecki mencontohkan, seseorang yang mampu melakukan 10 push-up pada Senin dan hanya tujuh repetisi pada Rabu masih berada dalam kondisi yang wajar.

Namun, kelelahan yang terus-menerus dapat menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak waktu pemulihan. Peningkatan beban latihan secara drastis dalam waktu singkat juga dapat membuat seseorang berlatih terlalu keras.

Pemulihan penuh tetap memiliki manfaat ketika seseorang membutuhkan performa terbaik, misalnya sebelum perlombaan atau kompetisi angkat beban. Atlet biasanya mengurangi volume latihan menjelang kompetisi agar tubuh dapat mengurangi kelelahan tanpa kehilangan hasil latihan yang sudah diperoleh.

Untuk lomba maraton, Skwarecki menyarankan periode pengurangan latihan atau tapering dapat berlangsung sekitar tiga pekan. Pada lomba 5 kilometer, periode tersebut dapat berlangsung hanya satu hingga dua hari. Sementara untuk kompetisi angkat beban, pengurangan latihan dapat dilakukan sekitar satu hingga dua pekan sebelum pertandingan.

Dengan demikian, menurutnya, latihan tidak harus selalu menunggu tubuh berada dalam kondisi pulih 100 persen. Mengatur variasi intensitas, durasi, dan frekuensi latihan dapat membantu tubuh tetap aktif sekaligus memberikan waktu pemulihan yang cukup.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5710645/tak-harus-istirahat-total-ini-cara-atur-pemulihan-usai-olahraga

Ahli ungkap manfaat kopi pagi bagi konsentrasi dan kesehatan otak

Ahli ungkap manfaat kopi pagi bagi konsentrasi dan kesehatan otak

Jakarta (ANTARA) – Secangkir kopi pada pagi hari dapat membantu meningkatkan kewaspadaan sekaligus berpotensi mendukung kesehatan otak dalam jangka panjang, menurut laporan Eating Well pada Selasa (25/8) waktu setempat.

Kandungan kafein dan polifenol dalam kopi disebut dapat membantu meningkatkan konsentrasi sekaligus dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

Ahli gizi Talia Follador, RDN, LDN, menjelaskan kafein bekerja dengan menghambat adenosin, senyawa dalam otak yang mendorong rasa kantuk.

Satu cangkir kopi seduh berukuran sekitar 237 mililiter mengandung rata-rata 96 miligram kafein. Penelitian menunjukkan konsumsi satu hingga dua cangkir kopi atau hingga sekitar 200 miligram kafein dapat membantu meningkatkan waktu reaksi dan akurasi pada orang dewasa sehat.

Namun, konsumsi kafein dalam jumlah lebih tinggi tidak selalu memberikan manfaat tambahan. Dosis 300 miligram atau lebih menunjukkan hasil yang tidak konsisten dan dapat meningkatkan rasa gelisah atau tubuh terasa gemetar.

Ahli gizi Caitlin Beale, M.S., RDN, mengatakan kopi kaya akan antioksidan yang membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan pada otak. Kopi juga dapat mendukung aliran darah ke otak.

Sebuah penelitian populasi besar yang dikutip Eating Well menemukan bahwa peminum kopi harian memiliki risiko demensia terkait Alzheimer 34 persen lebih rendah dan risiko Parkinson 37 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi. Namun, manfaat tersebut terlihat pada konsumsi kopi berkafein tanpa tambahan gula.

Follador juga mengatakan konsumsi dua hingga tiga cangkir kopi berkafein per hari dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah dan hasil kognitif yang lebih baik.

Meski demikian, hubungan tersebut tidak membuktikan bahwa kopi dapat mencegah demensia atau penurunan fungsi kognitif. Penelitian jangka panjang terhadap lebih dari 130.000 orang selama 43 tahun menemukan bahwa kelompok dengan konsumsi kafein dari kopi tertinggi memiliki risiko demensia 18 persen lebih rendah dibandingkan kelompok dengan konsumsi sangat sedikit atau tanpa kafein.

Ahli gizi Johannah Katz, M.A., RD, menyarankan konsumsi kopi dilakukan pada pagi atau awal siang hari agar kafein membantu meningkatkan kewaspadaan tanpa mengganggu tidur malam. Ia juga menyarankan memberikan jarak sekitar sembilan jam antara konsumsi kopi terakhir dan waktu tidur.

Katz juga mengingatkan setiap orang memiliki toleransi kafein yang berbeda. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan konsumsi kafein tidak lebih dari 400 miligram per hari bagi orang dewasa, meski jumlah tersebut belum tentu dapat ditoleransi semua orang.

Bagi orang yang tidak dapat mengonsumsi kopi, para ahli menyarankan teh hijau atau hitam, air putih, dan kefir sebagai alternatif minuman yang dapat mendukung kesehatan otak. Teh mengandung kafein dalam jumlah lebih rendah serta polifenol, sementara kefir menyediakan probiotik yang mendukung kesehatan mikrobioma usus dan kaitannya dengan otak.

Follador mengatakan menjaga hidrasi dengan minum air juga membantu komunikasi sel otak, aliran darah, serta pengiriman nutrisi ke otak yang berperan dalam menjaga fokus dan konsentrasi.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5711473/ahli-ungkap-manfaat-kopi-pagi-bagi-konsentrasi-dan-kesehatan-otak

Waktu Terbaik Olahraga Berbeda pada Tiap Orang, Ini Alasannya

Waktu Terbaik Olahraga Berbeda pada Tiap Orang, Ini Alasannya

Liputan6.com, Jakarta – Masih banyak orang yang mempertanyakan waktu terbaik untuk berolahraga di tengah kesibukan sehari-hari. Sebagian orang percaya pagi hari merupakan waktu yang ideal karena tubuh masih segar dan belum dipengaruhi berbagai aktivitas.

Di sisi lain, ada yang lebih memilih berolahraga pada sore atau malam hari setelah menyelesaikan pekerjaan. Lantas, adakah waktu yang benar-benar paling efektif untuk memaksimalkan manfaat olahraga?

Menurut para ahli, seperti dikutip dari Healthline pada Jumat, 3 Juli 2026, jawabannya tidak sesederhana memilih antara pagi atau sore. Tidak ada satu waktu yang paling tepat untuk semua orang.

Waktu terbaik untuk berolahraga bergantung pada berbagai faktor, seperti tujuan kebugaran, kondisi fisik, ritme biologis, tingkat energi, serta rutinitas harian masing-masing individu.

Karena itu, berolahraga secara teratur pada waktu yang sesuai dengan gaya hidup akan memberikan manfaat lebih besar dibandingkan memaksakan diri berolahraga pada waktu tertentu yang sulit dijalani.

Meski demikian, setiap waktu memiliki kelebihan tersendiri. Olahraga pagi dapat membantu membangun kebiasaan karena kemungkinan terganggu oleh agenda lain sepanjang hari lebih kecil. Sementara itu, olahraga pada sore hingga awal malam dapat mendukung performa fisik karena suhu tubuh berada pada tingkat yang lebih tinggi, sehingga otot menjadi lebih hangat dan fleksibel.

Lalu, apa saja manfaat olahraga pada pagi, sore, dan malam hari?

Olahraga Pagi

Berolahraga pada pagi hari merupakan pilihan baik bagi individu yang ingin membangun pola hidup sehat sekaligus mencapai tujuan kebugaran dalam jangka panjang. Sejumlah studi menunjukkan bahwa orang yang rutin berolahraga pada pagi hari cenderung lebih konsisten karena dapat menyelesaikan sesi latihan sebelum berbagai aktivitas lain mengganggu waktu mereka.

Selain itu, olahraga pagi dapat merangsang pelepasan hormon endorfin yang membantu meningkatkan suasana hati, energi, dan produktivitas sepanjang hari, seperti dikutip dari Lifestyle Liputan6.com pada Senin, 24 Agustus 2026.

Aktivitas fisik pada pagi hari juga memberikan manfaat bagi metabolisme tubuh. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa berolahraga sebelum sarapan dapat meningkatkan pembakaran lemak dan membantu mengatur nafsu makan, yang pada akhirnya dapat mendukung program penurunan berat badan.

Olahraga pagi juga dikaitkan dengan peningkatan kualitas tidur. Namun, suhu tubuh pada pagi hari masih relatif rendah sehingga penting melakukan pemanasan dinamis secara bertahap. Langkah ini membantu mempersiapkan otot untuk bergerak sekaligus mengurangi risiko cedera.

Olahraga Sore

Jika tujuan Anda adalah memperkuat otot melalui angkat beban atau latihan berintensitas tinggi, sore hari dapat menjadi waktu yang tepat untuk berolahraga. Pada waktu ini, suhu tubuh biasanya lebih tinggi sehingga otot menjadi lebih hangat dan fleksibel.

Kondisi tersebut dapat mendukung kekuatan, koordinasi, kecepatan reaksi, dan daya tahan fisik. Dengan demikian, latihan seperti angkat beban dan high-intensity interval training (HIIT) dapat dilakukan dengan lebih efektif.

Kemampuan tubuh dalam menyerap dan memanfaatkan oksigen juga cenderung lebih baik pada sore hari. Kondisi ini dapat membuat latihan berat terasa lebih nyaman sekaligus membantu meningkatkan performa fisik.

Agar sesi latihan tidak terganggu oleh aktivitas lain, rencanakan waktu olahraga sejak awal. Pastikan pula mengonsumsi makanan bergizi seimbang, terutama yang mengandung karbohidrat dan protein, agar energi tetap terjaga selama berolahraga.

Olahraga Malam

Olahraga pada malam hari memiliki sejumlah manfaat, terutama membantu meredakan stres dan mengurangi kelelahan setelah seharian beraktivitas.

Namun, para ahli mengingatkan agar latihan berintensitas tinggi tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur. Pasalnya, aktivitas tersebut dapat meningkatkan detak jantung dan suhu tubuh sehingga tubuh lebih sulit rileks.

Jika memilih berolahraga pada malam hari, sebaiknya selesaikan latihan setidaknya dua hingga tiga jam sebelum tidur.

Pilih aktivitas dengan intensitas ringan hingga sedang, seperti yoga, peregangan, atau latihan kekuatan ringan. Akhiri sesi dengan pendinginan dan pastikan tubuh tetap terhidrasi agar kualitas tidur tetap terjaga.

Pada akhirnya, tidak ada satu waktu yang paling ideal untuk semua orang. Waktu terbaik untuk berolahraga adalah waktu yang sesuai dengan rutinitas, kondisi fisik, dan tingkat energi masing-masing individu sehingga olahraga dapat dilakukan secara konsisten.

Konsistensi dalam berolahraga memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar berfokus pada waktu latihan. Karena itu, temukan waktu yang paling sesuai agar olahraga dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang dapat dijalani secara rutin dan berkelanjutan.

Sumber : https://kesehatan.liputan6.com/diet-dan-kebugaran/read/8276850/waktu-terbaik-olahraga-berbeda-pada-tiap-orang-ini-alasannya

Primal Movement: Saat Gerakan Dasar Tubuh Jadi Kunci Kebugaran

Primal Movement: Saat Gerakan Dasar Tubuh Jadi Kunci Kebugaran

Liputan6.com, Jakarta – Primal movement merupakan tren olahraga yang mengajak tubuh kembali pada pola gerakan dasar yang sebenarnya sudah dilakukan manusia sejak lama dalam aktivitas sehari-hari.

Pada masa ketika olahraga belum menjadi bagian khusus dari rutinitas, aktivitas fisik sudah melekat dalam kehidupan. Manusia perlu berjalan jauh, mengangkat benda berat, hingga membangun tempat tinggal. Gerakan tersebut membuat tubuh terbiasa bekerja secara aktif tanpa membutuhkan sesi latihan khusus.

Primal movement mengambil inspirasi dari kondisi tersebut. Latihan ini berfokus pada kemampuan tubuh untuk menjalankan gerakan fundamental secara lebih baik. Pendekatan tersebut bukan berarti seseorang harus meninggalkan rutinitas olahraga yang sudah dijalankan.

Gerakan dasar justru dapat menjadi fondasi dari berbagai jenis latihan yang sudah familiar. Istilah primal movement merujuk pada tujuh pola gerakan utama yang terdiri dari push, pull, twist, squat, hinge, lunge, dan gait.

Setiap gerakan memiliki fungsi yang berbeda dalam membantu tubuh melakukan aktivitas fisik secara lebih efisien, melansir Men’s Health, Rabu, 26 Agustus 2026.

Primal movement melatih tubuh untuk memahami kembali pola gerak yang digunakan dalam berbagai aktivitas. Pendekatan ini membuat latihan tidak hanya berorientasi pada kekuatan, melainkan pada koordinasi, keseimbangan, keluwesan, dan kontrol tubuh yang menjadi bagian yang diperhatikan.

Primal Movement mengajak seseorang untuk memberikan perhatian lebih pada kemampuan tersebut melalui latihan yang terstruktur.

Mengapa Gerakan Dasar Penting untuk Tubuh?

Latihan dengan pola gerakan dasar dapat membantu seseorang memahami cara tubuh bekerja ketika melakukan aktivitas fisik. Fokus pada teknik membuat setiap gerakan dilakukan secara lebih terarah. Tubuh juga dapat belajar menggunakan kekuatan dengan cara yang lebih efisien.

Primal movement memiliki kemiripan dengan konsep functional training. Perbedaannya terletak pada perhatian yang lebih besar terhadap pola gerak fundamental. Kemampuan tersebut dapat berguna ketika seseorang melakukan aktivitas sederhana di luar tempat latihan.

Popularitas primal movement turut dipengaruhi oleh meningkatnya perhatian terhadap latihan yang terasa lebih relevan dengan aktivitas sehari-hari. Konsep ini tidak menempatkan olahraga semata-mata sebagai cara membentuk otot atau mengejar target tertentu, tetapi juga melihat kualitas gerak sebagai bagian penting dari kebugaran.

7 Gerakan Dasar yang Bisa Dilatih

Push-up, inverted row, spiderman lunge with thoracic rotation, air squat, Romanian deadlift, lunge, dan farmer’s walk menjadi tujuh latihan yang dapat digunakan untuk melatih pola gerak dasar dalam konsep primal movement. Setiap latihan memiliki karakter berbeda, mulai dari penggunaan berat badan hingga tambahan beban eksternal.

Rangkaian tersebut mencakup latihan untuk tubuh bagian atas, tubuh bagian bawah, mobilitas, keseimbangan, serta kemampuan mempertahankan posisi tubuh ketika bergerak. Push-up dan inverted row dapat menjadi pilihan untuk melatih kekuatan tubuh bagian atas.

Spiderman lunge with thoracic rotation memberikan kombinasi gerakan kaki dan rotasi tubuh. Air squat membantu membangun dasar pola jongkok, sedangkan Romanian deadlift menekankan pergerakan dari pinggul.

Lunge melatih gerakan secara unilateral, sementara farmer’s walk menggabungkan aktivitas membawa beban dengan gerakan berjalan. Ketujuh latihan tersebut dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan pengalaman berolahraga.

Cara Memasukkan Primal Movement ke Rutinitas Olahraga

Konsep primal movement tidak mengharuskan seseorang membuat program latihan yang sepenuhnya baru. Pola gerak dasar tersebut sebenarnya sudah dapat ditemukan dalam berbagai jenis latihan yang umum dilakukan di pusat kebugaran maupun di rumah.

Pendekatan ini lebih menekankan perhatian terhadap cara tubuh bergerak daripada sekadar menambah jumlah latihan dalam satu sesi. Penguasaan teknik dapat menjadi dasar sebelum seseorang meningkatkan beban, intensitas, atau jumlah repetisi.

Latihan dengan konsep tersebut juga dapat disesuaikan berdasarkan tujuan kebugaran. Seseorang yang baru mulai berolahraga dapat menggunakan variasi berat badan terlebih dahulu untuk mengenali pola gerakan.

Individu yang sudah terbiasa berlatih dapat menambahkan beban atau mengubah tingkat kesulitan sesuai kemampuan. Penyesuaian tersebut membuat latihan tetap fleksibel tanpa menghilangkan prinsip utama primal movement.

Sumber : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8277775/primal-movement-saat-gerakan-dasar-tubuh-jadi-kunci-kebugaran

Ternyata Kesepian Bisa Pengaruhi Otak, Efeknya Seperti Ini

Ternyata Kesepian Bisa Pengaruhi Otak, Efeknya Seperti Ini

Jakarta – Mungkin banyak yang belum sadar, rasa kesepian rupanya menyimpan efek yang besar pada bagaimana otak bekerja. Semakin banyak bukti yang menunjukkan hubungan sosial sama pentingnya bagi kesehatan manusia seperti kebutuhan lain seperti makanan dan air.

Menurut para ahli, rasa kesepian dapat memicu sinyal stres yang nyata dan memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan. Dikutip dari Every Day Health, berikut ini sederet perubahan pada otak yang terjadi akibat kesepian:

1. Membuat Lebih Craving Ingin Makan

Penelitian menunjukkan kesepian dapat memicu respons saraf di otak yang serupa dengan kondisi ketika seseorang merasa lapar dan menginginkan makanan.

Dalam penelitian yang dipublikasikan pada 2020, para ahli saraf meminta 40 peserta sehat menjalani isolasi selama 10 jam, kemudian berpuasa selama 10 jam. Setelah masing-masing periode 10 jam tersebut, peneliti menggunakan functional magnetic resonance imaging (fMRI) untuk mengukur aktivitas otak dan membandingkannya dengan hasil pemindaian fMRI peserta dalam kondisi normal.

Peneliti menemukan ketika seseorang yang lapar merasakan lapar dan seseorang yang terisolasi merasakan kesepian, kedua kondisi tersebut menghasilkan jenis aktivitas otak yang serupa. Para ahli berteori respons tersebut mungkin merupakan cara otak memberikan sinyal agar seseorang kembali terhubung dengan orang lain.

2. Membangun Mental Bermusuhan dan Pesimistis

Rasa kesepian dapat membuat seseorang lebih mudah berfokus pada sisi negatif dari suatu situasi. Sebuah penelitian menemukan kesepian memicu respons pada lobus posterior, yaitu bagian otak yang berkaitan dengan perhatian.

Peningkatan perhatian ini mungkin menjelaskan mengapa kesepian dapat membuat seseorang lebih berfokus pada dirinya sendiri.

Penelitian lain juga menunjukkan pola pikir negatif ini dapat menciptakan lingkaran setan. Kesepian cenderung memicu pikiran negatif, sementara semakin banyak pikiran negatif juga berkaitan dengan tingkat kesepian yang lebih tinggi.

Pada sebagian orang, kesepian bahkan dapat memicu sikap bermusuhan atau agresif. Sikap tersebut dapat menjadi mekanisme pertahanan karena orang yang kesepian takut mengalami penolakan lebih lanjut.

Ironisnya, perilaku tersebut justru dapat membuat orang lain dan hubungan sosial yang sebenarnya mereka butuhkan, semakin menjauh.

3. Membuat Sulit Percaya Orang Lain

Orang yang kesepian cenderung lebih waspada terhadap potensi ancaman di sekitarnya. Kondisi tersebut dapat membuat mereka lebih sulit mempercayai orang lain.

Dalam penelitian yang dipublikasikan pada 2021, peneliti merekrut 42 orang yang mengalami kesepian berat dan terus-menerus tanpa diagnosis gangguan kesehatan mental serius. Mereka kemudian dibandingkan dengan kelompok kontrol yang juga terdiri dari 42 orang.

Dalam salah satu tugas, peserta diberi sejumlah uang secara virtual dan diminta menentukan apakah mereka ingin menyimpan seluruh uang tersebut atau membagikannya dengan peserta lain. Jika mereka membagikan uang tersebut, nilainya akan menjadi tiga kali lipat dan orang yang menerima uang dapat mengembalikan sebagian dana tersebut. Artinya, peserta bisa mendapatkan lebih banyak uang dalam eksperimen, tetapi harus mengambil risiko dengan mempercayai peserta lain.

Peserta yang kesepian membagikan lebih sedikit uang kepada orang lain dibandingkan peserta yang tidak kesepian. Hasil pemindaian fMRI juga menunjukkan peserta yang kesepian memiliki aktivitas lebih rendah di beberapa bagian otak yang berkaitan dengan pembentukan rasa percaya.

Selain itu, peneliti menganalisis sampel darah dan air liur untuk mengukur kadar oksitosin, yaitu hormon yang antara lain berperan dalam membangun ikatan dan keterikatan dengan orang lain. Hasilnya menunjukkan suasana hati peserta yang tidak kesepian meningkat setelah melakukan percakapan ringan. Namun, hal tersebut tidak terjadi pada peserta yang kesepian.

Peserta yang kesepian juga lebih mungkin mengatakan mereka tidak mempercayai para asisten penelitian. Mereka juga menghasilkan kadar oksitosin yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol.

4. Menurunkan Fungsi Kognitif

Bersosialisasi juga dapat menjadi salah satu cara penting untuk menstimulasi otak. Tanpa stimulasi tersebut, terdapat bukti fungsi kognitif seseorang dapat mengalami penurunan.

Penelitian menunjukkan adanya perubahan pada otak ketika seseorang mengalami tingkat kesepian yang lebih tinggi dari rata-rata. Salah satu penelitian mengikuti kondisi kesehatan 25 peserta ekspedisi kutub yang hidup dalam kondisi terisolasi di Antartika selama 12 bulan.

Selama menjalani isolasi tersebut, para anggota ekspedisi mengalami penurunan volume materi abu-abu (gray matter) di otak, terutama pada area seperti hipokampus dan talamus. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah meningkatnya risiko demensia pada orang yang mengalami isolasi sosial.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8634004/ternyata-kesepian-bisa-pengaruhi-otak-efeknya-seperti-ini