Tak harus istirahat total, ini cara atur pemulihan usai olahraga

Tak harus istirahat total, ini cara atur pemulihan usai olahraga

Jakarta (ANTARA) – Tubuh tidak harus pulih sepenuhnya sebelum seseorang kembali berolahraga. Rasa lelah ringan setelah latihan sebelumnya merupakan hal yang normal selama intensitas dan beban latihan tetap disesuaikan.

Melansir Lifehacker pada Selasa (18/8), ​​​​​​Senior Health Editor laman tersebut, Beth Skwarecki yang juga seorang personal trainer bersertifikasi, menjelaskan bahwa kebutuhan pemulihan bergantung pada seberapa sering dan seberapa berat seseorang berolahraga. Karena itu, mengambil hari istirahat setiap kali tubuh terasa sedikit lelah bukan satu-satunya cara untuk mengatur pemulihan.

Bagi pemula, jeda satu hari di antara sesi latihan dapat membantu mengatur beban latihan. Strategi tersebut membuat tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi sekaligus mencegah terlalu banyak hari latihan berat dalam satu pekan.

Namun menurutnya, setelah rutin berolahraga selama beberapa bulan, tubuh biasanya mampu melakukan aktivitas dengan intensitas ringan pada hari yang sebelumnya dianggap sebagai hari istirahat. Pelari berpengalaman, misalnya, dapat melakukan lari ringan secara rutin. Dalam latihan angkat beban, seseorang juga dapat mengatur jadwal dengan melatih bagian tubuh yang berbeda pada hari lain.

Kunci utamanya adalah mengatur total beban latihan. Latihan dengan intensitas tinggi dapat diselingi sesi yang lebih ringan, seperti latihan teknik, kardio ringan, atau latihan tambahan dengan beban yang lebih rendah.

Pada latihan untuk olahraga ketahanan, prinsip serupa dapat diterapkan dengan mengatur variasi jarak dan intensitas. Latihan berat seperti lari cepat atau lari jarak jauh dapat ditempatkan pada hari tertentu, sementara hari lainnya diisi dengan latihan ringan.

Sedikit penurunan kemampuan dari satu sesi ke sesi berikutnya juga tidak selalu menunjukkan seseorang membutuhkan lebih banyak waktu untuk beristirahat.

Skwarecki mencontohkan, seseorang yang mampu melakukan 10 push-up pada Senin dan hanya tujuh repetisi pada Rabu masih berada dalam kondisi yang wajar.

Namun, kelelahan yang terus-menerus dapat menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak waktu pemulihan. Peningkatan beban latihan secara drastis dalam waktu singkat juga dapat membuat seseorang berlatih terlalu keras.

Pemulihan penuh tetap memiliki manfaat ketika seseorang membutuhkan performa terbaik, misalnya sebelum perlombaan atau kompetisi angkat beban. Atlet biasanya mengurangi volume latihan menjelang kompetisi agar tubuh dapat mengurangi kelelahan tanpa kehilangan hasil latihan yang sudah diperoleh.

Untuk lomba maraton, Skwarecki menyarankan periode pengurangan latihan atau tapering dapat berlangsung sekitar tiga pekan. Pada lomba 5 kilometer, periode tersebut dapat berlangsung hanya satu hingga dua hari. Sementara untuk kompetisi angkat beban, pengurangan latihan dapat dilakukan sekitar satu hingga dua pekan sebelum pertandingan.

Dengan demikian, menurutnya, latihan tidak harus selalu menunggu tubuh berada dalam kondisi pulih 100 persen. Mengatur variasi intensitas, durasi, dan frekuensi latihan dapat membantu tubuh tetap aktif sekaligus memberikan waktu pemulihan yang cukup.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5710645/tak-harus-istirahat-total-ini-cara-atur-pemulihan-usai-olahraga