Aktivitas fisik dan seni jadi cara perempuan kelola stres

Aktivitas fisik dan seni jadi cara perempuan kelola stres

Jakarta (ANTARA) – Perempuan yang menjalani beragam peran dalam kehidupan sehari-hari dinilai perlu semakin peka terhadap kondisi fisik dan emosionalnya, termasuk mengenali sinyal tubuh serta mengelola stres untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.

“Perempuan sering kali menjadi sumber kenyamanan bagi orang lain, tetapi lupa menyediakan waktu untuk merawat dirinya sendiri. Kami percaya bahwa kesehatan fisik dan mental saling berkaitan,” kata Product Manager Salonpas Pain Relief Patch Ira Guci dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Kebutuhan untuk menjaga kesehatan secara holistik juga sejalan dengan perubahan tujuan masyarakat dalam melakukan aktivitas fisik. Worldwide Survey of Fitness Trends 2026 dari American College of Sports Medicine (ACSM) menempatkan Exercise for Mental Health di peringkat keenam dunia.

Hal tersebut menunjukkan bahwa aktivitas olahraga tidak hanya berkaitan dengan kebugaran atau penampilan fisik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mengelola stres dan mendukung kesehatan mental.

Sementara itu, laporan 2024 Global Wellness Economy Monitor dari Global Wellness Institute (GWI) mencatat ekonomi wellness global mencapai 6,3 triliun dolar AS pada 2023 dan diproyeksikan mendekati 9 triliun dolar AS pada 2028.

Dalam konteks tersebut, Ira menyampaikan kegiatan kebugaran yang memadukan aktivitas fisik dan kreatif menjadi salah satu pendekatan yang dihadirkan dalam Patchtastic Day 2026.

Kegiatan tersebut mengusung gerakan sosial #ShareTheComfort yang mendorong perempuan untuk merawat diri, mengatasi rasa tidak nyaman, serta tetap menjalani aktivitas dan berbagi energi positif dengan orang di sekitarnya.

Salah satu konsep yang dihadirkan adalah perpaduan workout dan workshop. Peserta dapat mengikuti aktivitas olahraga kelompok seperti Pound Fit, Zumba, dan Yoga, kemudian melanjutkannya dengan kegiatan seni yang memberikan kesempatan untuk beristirahat dan berkreasi.

Sejumlah aktivitas kreatif yang tersedia antara lain membuat gelang manik-manik, menghias gantungan tas, membuat gantungan kunci tumbler, kreasi boneka kain, serta membuat gantungan kunci akrilik.

Dalam materi kegiatan disebutkan penelitian Drexel University menunjukkan bahwa setelah melakukan aktivitas seni selama 45 menit, sekitar 75 persen peserta mengalami penurunan kadar kortisol, hormon yang berkaitan dengan stres.

Selain kegiatan workout dan workshop, Patchtastic Day 2026 menghadirkan area The Market yang berisi sejumlah tenant dari bidang kuliner sehat, seni dan kerajinan tangan, serta studio olahraga mitra. Area tersebut dirancang sebagai ruang bagi peserta untuk berkumpul dan berinteraksi.

Ira mengatakan ruang tersebut dihadirkan untuk membantu perempuan mengambil waktu untuk memulihkan energi dan kembali terhubung dengan komunitas.

“Kami menghadirkan ruang nyaman bagi perempuan untuk melepaskan penat, memulihkan energi, dan kembali terhubung dengan komunitasnya. Kami ingin kenyamanan ini berkembang menjadi rantai kebaikan yang saling menguatkan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan tersebut telah dimulai di Makassar pada 19 Juli 2026 dan akan berlanjut ke Medan pada 23 Agustus, Bandung pada 6 September, serta Banjarmasin pada 4 Oktober.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui acara puncak di Jakarta pada 7 November 2026. Secara keseluruhan, penyelenggara menargetkan partisipasi sebanyak 1.800 hingga 2.000 peserta dalam seluruh rangkaian kegiatan tahun ini.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5704588/aktivitas-fisik-dan-seni-jadi-cara-perempuan-kelola-stres

Mata bisa “terbakar” matahari, kenali gejala dan cara mencegahnya

Mata bisa “terbakar” matahari, kenali gejala dan cara mencegahnya

Jakarta (ANTARA) – Paparan sinar ultraviolet atau UV berlebihan dapat merusak jaringan pada permukaan mata dan menyebabkan kondisi yang disebut fotokeratitis.

Mengutip laman Health pada Kamis, perawat Brandi Jones, MSN-Ed, RN-BC, mengatakan fotokeratitis terjadi ketika sinar UV merusak jaringan pada permukaan mata, terutama kornea dan konjungtiva.

Kornea merupakan lapisan bening berbentuk kubah di bagian depan mata yang membantu memfokuskan cahaya. Sementara konjungtiva merupakan selaput tipis yang menutupi bagian putih mata dan melapisi bagian dalam kelopak mata.

Paparan UV dapat berasal dari sinar matahari langsung maupun pantulannya dari beton, pasir, salju, es, dan air. Risiko juga meningkat saat berada di daerah berketinggian, menggunakan lampu UV atau tanning bed, serta melakukan pengelasan tanpa pelindung mata.

Fotokeratitis umumnya terjadi pada kedua mata. Gejalanya meliputi sensasi seperti ada pasir di mata, penglihatan kabur, melihat lingkaran cahaya, nyeri atau rasa terbakar, mata berair, kemerahan, pembengkakan, sakit kepala, serta sensitif terhadap cahaya.

Gejala biasanya muncul enam hingga 12 jam setelah terpapar UV dan dapat berlangsung selama satu hingga dua hari. Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang dapat mengalami kehilangan penglihatan atau perubahan kemampuan melihat warna untuk sementara.

Untuk membantu meredakan keluhan, penderita disarankan tidak mengucek mata, mengompres mata yang tertutup dengan kain dingin dan lembap, melepas lensa kontak, serta menghindari cahaya terang. Air mata buatan tanpa bahan pengawet juga dapat membantu mengurangi rasa kering pada mata.

Jika mengalami nyeri berat, cedera mata atau paparan bahan kimia, nyeri pada satu mata, gejala berlangsung lebih dari 48 jam, atau mengalami kehilangan maupun penurunan penglihatan, Brandi menyarankan untuk segera mencari pertolongan medis.

Fotokeratitis dapat dicegah dengan menggunakan kacamata hitam yang memberikan perlindungan 100 persen terhadap UVA dan UVB atau memiliki label UV400. Kacamata sebaiknya menutupi mata dan area kulit di sekitarnya serta digunakan bersama topi bertepi lebar.

Untuk aktivitas dengan paparan UV tinggi, seperti olahraga di area bersalju atau pengelasan, gunakan pelindung mata khusus dengan perlindungan UV yang sesuai.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5702945/mata-bisa-terbakar-matahari-kenali-gejala-dan-cara-mencegahnya

Latihan olahraga yang dapat membantu turunkan kolesterol

Latihan olahraga yang dapat membantu turunkan kolesterol

Jakarta (ANTARA) – Penggunaan obat memang menjadi salah satu cara menangani kolesterol tinggi, namun, gaya hidup juga berpengaruh terhadap kadar kolesterol termasuk latihan atau gerak badan.

Kolesterol jahat atau LDL (Low-Density Lipoprotein) yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Sedangkan meningkatkan kolesteol baik atau HDL (High-Density Lipoprotein) menjadi bagian penting, lantaran membantu mengambil partikel kolesterol dan membawanya ke hati, tempat kolesterol tersebut dapat dikeluarkan dari tubuh.

Latihan membantu memperbaiki kadar kolesterol, seperti rutinitas olahraga yang dilakukan secara rutin dengan menggabungkan latihan aerobik dan latihan resistensi, sebagaimana dikutip laporan EatingWell, Rabu (19/8) waktu setempat.

Ahli fisiologi olahraga sekaligus salah satu penulis meta-analisis mengenai olahraga dan lemak darah dalam jurnal Sports Medicine, Neil Smart, Ph.D mengatakan ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa latihan aerobik saja memberikan manfaat.

Namun, jika melihat lebih dari 150 penelitian yang telah diterbitkan secara keseluruhan, latihan aerobik hanya akan menurunkan kolesterol LDL, tetapi memberikan sedikit pengaruh dalam meningkatkan kolesterol HDL.

Sementara itu, dalam penelitian tersebut menunjukkan latihan resistensi meningkatkan kadar kolesterol HDL, tetapi hanya memberikan sedikit pengaruh terhadap kadar kolesterol LDL.

“Artinya, kita membutuhkan latihan aerobik dan latihan resistensi untuk mendapatkan manfaat terbaik terhadap LDL dan HDL,” kata Smart.

Latihan aerobik dapat membantu menurunkan LDL dengan meningkatkan pengeluaran energi atau kalori serta penggunaan lemak sebagai sumber energi. Latihan dengan intensitas lebih tinggi berpotensi memberikan manfaat yang lebih besar.

Sementara itu, latihan resistensi dapat meningkatkan HDL, salah satunya melalui peningkatan massa otot dan pengeluaran energi.

Secara keseluruhan, olahraga yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam memproses dan mengeluarkan lemak dari aliran darah sehingga dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap sehat.

Meski demikian, Smart mengatakan secara umum semakin banyak olahraga yang dilakukan, semakin besar manfaat yang bisa diperoleh.

Latihan kardio maupun latihan kekuatan sama-sama dapat digunakan sebagai strategi gaya hidup untuk mengelola kolesterol dan kesehatan kardiometabolik secara keseluruhan.

Untuk latihan aerobik, Smart menyarankan 2,5 hingga 3 jam atau 150 hingga 180 menit per minggu selama 8 hingga 12 minggu untuk membantu memperbaiki kadar kolesterol.

Smart mengingatkan bahwa kebutuhan tersebut dapat berbeda berdasarkan intensitas olahraga. Misalnya, jika berjalan dengan lambat atau berolahraga dengan intensitas rendah, waktunya perlu ditingkatkan menjadi sekitar empat jam per minggu.

Sebaliknya, jika melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi, rekomendasinya berubah menjadi setidaknya 75 menit per minggu.

Selain itu, lakukan latihan kekuatan setidaknya dua hari dalam seminggu yang menargetkan seluruh kelompok otot utama. Jika memiliki kondisi medis tertentu atau cedera, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum berolahraga.

Sementara itu, bagi yang baru mulai berolahraga, sebaiknya mulai secara perlahan dan tingkatkan intensitas secara bertahap.

Adapun strategi lainnya menurunkan kadar kolesterol, juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan kadar lemak darah, termasuk kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Jika memungkinkan, lakukan pula pemeriksaan kadar lipoprotein(a) satu kali untuk mengetahui risiko penyakit jantung secara keseluruhan.

Pada pola makan fokus untuk kesehatan jantung, misalnya prioritaskan makanan utuh dan minim proses, termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, biji-bijian, lemak tak jenuh, dan protein tanpa lemak. Batasi lemak jenuh dan hindari makanan yang mengandung lemak trans.

Kemudian, mengurangi kebiasaan merokok dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah, serta tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam merupakan target yang dianjurkan untuk membantu menjaga kadar kolesterol dan trigliserida tetap sehat.

Mempertahankan berat badan dan komposisi tubuh dalam kisaran sehat berkaitan dengan kadar kolesterol yang lebih baik.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5702903/latihan-olahraga-yang-dapat-membantu-turunkan-kolesterol

Punggung Bawah Nyeri Setelah Duduk Lama, Ini Penyebab dan Cara Meredakannya

Punggung Bawah Nyeri Setelah Duduk Lama, Ini Penyebab dan Cara Meredakannya

Liputan6.com, Jakarta – Duduk dalam waktu lama dapat membuat punggung bawah terasa kaku, pegal, bahkan nyeri. Kondisi ini kerap dialami orang yang bekerja di depan komputer, mengikuti rapat berjam-jam, atau menghabiskan banyak waktu di dalam kendaraan.

“Duduk dalam waktu lama tidak secara otomatis membuat seseorang mengalami nyeri punggung. Namun, bertahan dalam posisi yang sama dapat membuat punggung membutuhkan gerakan,” ujar Heather Broach, fisioterapis Hinge Health, melansir situs webnya, Senin, 10 Agustus 2026.

Tubuh membutuhkan gerakan, peregangan, dan perubahan posisi untuk menjaga fungsi otot, serta persendian. Studi yang diterbitkan dalam Health Promotion Perspectives pada 2021 menemukan bahwa duduk terlalu lama berkaitan dengan peningkatan risiko nyeri punggung bawah sebesar 42 persen.

Aktivitas fisik dan perubahan posisi secara berkala dapat membantu mengurangi tekanan tersebut. Nyeri setelah duduk lama dapat muncul karena beberapa faktor.

Tubuh yang terlalu lama tidak bergerak membuat persendian dan jaringan di sekitar punggung bekerja dalam posisi yang sama. Kondisi tersebut dapat memicu rasa tidak nyaman, terutama ketika seseorang jarang berdiri atau berjalan sepanjang hari.

Posisi duduk juga memengaruhi beban pada punggung. Membungkuk atau terlalu sering mencondongkan tubuh ke depan dapat meningkatkan tekanan pada tulang belakang, cakram, ligamen, dan otot.

Tidak ada satu posisi duduk yang dapat disebut sempurna untuk semua orang. Perubahan posisi secara teratur justru menjadi salah satu cara penting untuk mengurangi tekanan statis.

Duduk dalam waktu panjang juga meningkatkan tekanan pada cakram di bagian bawah tulang belakang. Kondisi tersebut dapat memperburuk keluhan yang sudah ada, termasuk masalah pada cakram tulang belakang.

Ganti Posisi Setiap 15 Menit

Kebiasaan duduk lama juga dapat membuat otot fleksor pinggul menjadi kaku, serta mengurangi kekuatan otot inti dan punggung. Cara paling sederhana untuk mencegah nyeri adalah menyisipkan jeda gerak selama beraktivitas.

Penelitian dari Penn State University menunjukkan bahwa mengganti posisi setiap 15 menit dapat membantu meredakan nyeri punggung bawah akibat duduk. Berdiri, berjalan mengambil air minum, atau melakukan peregangan singkat bisa menjadi pilihan.

Pekerja juga dapat menggunakan meja kerja yang memungkinkan posisi duduk dan berdiri secara bergantian. Tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Ergonomics pada 2018 menunjukkan bahwa penggunaan meja kerja sit-stand berpotensi membantu mengurangi nyeri punggung bawah.

Pengaturan meja dan kursi juga perlu mendapat perhatian. Posisikan lutut sekitar 90 derajat dengan kedua telapak kaki menapak lantai atau menggunakan pijakan kaki.

Atur layar komputer sejajar dengan tinggi mata agar tubuh tidak terus-menerus membungkuk. Posisi keyboard juga sebaiknya memungkinkan siku berada di sekitar sudut 90 derajat.

Aktivitas Fisik di Luar Jam Kerja

Aktivitas fisik di luar jam kerja turut berperan dalam menjaga kondisi punggung. Orang yang duduk sepanjang hari dapat menyisihkan waktu untuk berjalan, berolahraga, atau melakukan latihan kekuatan.

Tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology pada 2018 menunjukkan bahwa olahraga rutin dua hingga tiga kali seminggu dapat menurunkan risiko nyeri punggung bawah sebesar 33 persen.

Latihan sederhana juga dapat membantu ketika punggung mulai terasa kaku. Peregangan otot bokong, gerakan cat-cow, lumbar rotation stretch, downward dog, dan bridge termasuk latihan yang direkomendasikan fisioterapis. Gerakan tersebut membantu meregangkan sekaligus memperkuat area yang mendukung punggung bawah.

“Latihan-latihan tersebut meregangkan dan memperkuat otot punggung bawah, sekaligus memanjangkan hamstring. Kondisi itu penting karena memungkinkan tubuh memindahkan sebagian beban dari punggung ke kaki,” kata Broach.

Nyeri yang sudah muncul dapat ditangani dengan beberapa cara sederhana. Kompres hangat dapat membantu meredakan rasa sakit dan membuat otot lebih rileks.

Mengatasi Nyeri Punggung

Penggunaan obat pereda nyeri yang dijual bebas juga dapat menjadi pilihan bagi sebagian orang, tapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan riwayat medis masing-masing.

Fisioterapi dapat dipertimbangkan jika keluhan terus berulang atau mengganggu aktivitas. Fisioterapis dapat membantu menemukan faktor yang berkontribusi terhadap nyeri, kemudian menyusun latihan untuk memperkuat otot inti dan punggung, meningkatkan fleksibilitas, serta memperbaiki mobilitas tulang belakang.

Stres juga perlu diperhatikan karena dapat memperburuk rasa nyeri. Berjalan sebentar saat jam makan siang, melakukan aktivitas yang menyenangkan, atau menyisihkan waktu untuk relaksasi dapat membantu mengelola stres, sekaligus memberi kesempatan tubuh untuk bergerak.

Pemeriksaan medis diperlukan jika nyeri membuat seseorang sulit tidur, disertai kelemahan pada satu atau kedua kaki, menjalar hingga tungkai bawah, atau tidak membaik setelah beberapa minggu. Perubahan pada fungsi buang air besar atau kandung kemih yang muncul bersamaan dengan nyeri punggung juga memerlukan perhatian medis segera.

Sumber : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8265956/punggung-bawah-nyeri-setelah-duduk-lama-ini-penyebab-dan-cara-meredakannya

Kemenkes Bangun RS Lapangan Steril di Ruteng, Ada Ruang Operasi Patah Tulang Korban Gempa

Kemenkes Bangun RS Lapangan Steril di Ruteng, Ada Ruang Operasi Patah Tulang Korban Gempa

Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bergerak cepat membangun rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Fasilitas darurat ini didirikan untuk memastikan tindakan operasi, terutama bagi korban patah tulang akibat gempa, tetap dapat berlangsung di ruang steril dan aman.
Langkah ini diambil untuk menangani penuh operasional RSUD Ruteng yang mengalami kerusakan struktur akibat gempa bumi. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung kesiapan rumah sakit lapangan tersebut pada Selasa (18/8/2026).

“Di sini sudah kita pasang lima tenda. Empat untuk pasien, masing-masing bisa menampung 20 pasien, kemudian satu khusus untuk ruang operasi karena ruangnya steril dan bisa dibuat terisolasi. Kita harapkan besok sudah mulai beroperasi,” ujar Menkes dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Rabu (19/8).

Kehadiran ruang operasi darurat menjadi salah satu prioritas utama Kemenkes. Pasalnya, mayoritas korban gempa membutuhkan penanganan kasus trauma, seperti patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan, yang butuh tindakan bedah cepat.

Tenda pembedahan dibangun secara khusus agar tetap memenuhi standar ruang steril dan terisolasi untuk menekan risiko infeksi pascaoperasi. Fasilitas ini dilengkapi meja operasi, lampu khusus pembedahan, hingga area sterilisasi alat medis.

Menkes menjelaskan model ruang operasi lapangan terisolasi seperti ini sebelumnya pernah terbukti efektif menangani penanganan medis darurat, saat bencana di Sumedang hingga Aceh.

Kapasitas Ditargetkan Capai 100 Tempat Tidur

Selain area pembedahan, rumah sakit lapangan ini dilengkapi satu tenda khusus Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan beberapa tenda rawat inap. Pada tahap awal, fasilitas ini menyediakan sekitar 60 tempat tidur pasien.

Untuk mengantisipasi lonjakan pasien cedera, Kemenkes menambah unit tenda standar internasional yang dikirim langsung dari Bali untuk memicu daya tampung hingga minimal 100 tempat tidur.

“Kita akan tambah lagi sehingga minimal menjadi 100 rawat inap. Kita sedang kirim tenda tambahan dari Bali,” terang Menkes.

Seluruh tenda menggunakan material standar tanggap bencana yang tahan cuaca dan dilengkapi lantai khusus untuk menjaga higienitas, mencegah genangan air saat hujan, serta mempermudah mobilisasi alat medis.

Dengan membawa konsep yang sama, Kemenkes mengonfirmasi akan mereplikasi pembangunan rumah sakit lapangan serupa di Kabupaten Nagekeo. Langkah ini dilakukan mengingat fasilitas RSUD Nagekeo juga turut terdampak gempa sehingga tidak bisa beroperasi optimal.

“Kita akan replikasi rumah sakit lapangan ini selain di Ruteng juga di Nagekeo,” pungkasnya.

Melalui pengerahan rumah sakit lapangan steril, mobilisasi dokter spesialis ortopedi, hingga pasokan logistik medis, Kemenkes memastikan seluruh korban terdampak gempa NTT mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan memadai.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8624961/kemenkes-bangun-rs-lapangan-steril-di-ruteng-ada-ruang-operasi-patah-tulang-korban-gempa

Awas! Begini Tandanya Tubuh Sudah ‘Kecanduan’ Gula

Awas! Begini Tandanya Tubuh Sudah ‘Kecanduan’ Gula

Jakarta – Keinginan menyantap makanan atau minuman manis secara terus-menerus sering kali dianggap sekadar kebiasaan ngemil biasa. Padahal, kondisi ini bisa menjadi sinyal kuat bahwa seseorang telah mengalami kecanduan gula.
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, membeberkan beberapa gejala awal yang menandakan tubuh mulai terbiasa atau kecanduan asupan gula tinggi. Salah satunya adalah rasa tidak puas pascamakan utama jika belum menyantap hidangan manis.

“Misalnya kayak habis makan terus ngerasanya pengin makan manis lagi. Kalau enggak diturutin kayak masih ada yang kurang,” terang dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (13/8/2026).

“Atau misalnya jadi seharian nggak mood, gitu. Itu sudah tanda-tanda kebiasaan makan gula lah intinya,” tambah dia.

Meski begitu, dr Yaze menegaskan memotong asupan gula secara mendadak bukanlah langkah yang bijak. Berhenti total secara tiba-tiba justru berpotensi memicu gangguan suasana hati (mood swing), dan rasa cemas berlebih karena tubuh kaget.

Trik Kurangi Gula Bertahap

Sebagai gantinya, dr Yaze merekomendasikan metode pengurangan kadar manis secara bertahap setiap harinya agar tubuh dapat beradaptasi secara alami.

“Kalau untuk menghilangkannya tiba-tiba, nanti mood-nya jadi enggak bagus seharian gara-gara enggak makan gula. Biasanya saya kasih tips itu tingkat kemanisannya dikurangi per hari, gitu. Jadi akhirnya si tubuhnya mulai kenal,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tubuh manusia pada dasarnya memiliki respons adaptasi yang sangat baik terhadap asupan nutrisi yang masuk.

“Kalau misalnya kita kasih gula terlalu banyak, dia keenakan. Kita kurangi sedikit-sedikit, akhirnya dia (tubuh) mulai paham bahwa kebutuhan gula yang kemarin kebanyakan,” tutur dr Yaze.

Melalui proses pengurangan bertahap ini, ambang batas rasa puas (sugar craving target) pada otak akan menurun secara mandiri. Akhirnya, tubuh kembali terbiasa dengan kadar gula yang normal dan sehat.

“Kalau kita kurangi pelan-pelan, itu jadi terbiasa. Jadi, semangat buat kamu yang mengurangi gula,” bebernya.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8624665/awas-begini-tandanya-tubuh-sudah-kecanduan-gula

Jangan Tunggu Tua, Ini Cara Menjaga Otak agar Terhindar dari Pikun

Jangan Tunggu Tua, Ini Cara Menjaga Otak agar Terhindar dari Pikun

Liputan6.com, Jakarta – Pikun atau demensia kerap dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses menua. Padahal, sejumlah faktor yang berkaitan dengan gaya hidup dapat memengaruhi kesehatan otak dan risiko penurunan fungsi kognitif.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri Probosuseno dari Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM Yogyakarta mengatakan pikun atau demensia dipicu dari penyakit Alzheimer atau gangguan neurodegeneratif akibat obesitas, kandungan lemak darah yang tinggi. Bahkan tidur tidak cukup sehingga menimbulkan lelah berkepanjangan juga bisa memicu demensia.

Lalu, kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol bisa mempercepat demensia datang.

Untuk mencegah dan menghindari penyakit demensia ini, berikut tips dari Probo:

  • Latih otak secara rutin dengan banyak membaca, mendengarkan, menulis, dan menerangkan kembali suatu hal. Aktivitas yang dilakukan secara berulang dapat memberikan stimulasi intelektual bagi otak.
  • Konsumsi makanan bergizi yang kaya antioksidan, sayur, dan buah, serta pastikan kebutuhan cairan tubuh tercukupi. Probo juga menyarankan jeruk dikonsumsi bersama serat putihnya karena dapat membantu menurunkan kadar lemak jahat. “Catatan untuk jeruk, lebih baik dimakan dengan seratnya yang berwarna putih karena membantu menurunkan lemak jahat,” ungkapnya.
  • Kelola stres dan jaga ketenangan pikiran melalui aktivitas spiritual seperti salat, puasa, dan sedekah. Aktivitas tersebut dinilai dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres.
  • Rutin berolahraga ringan seperti berjalan kaki atau bersepeda untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap normal. Probo menyarankan aktivitas fisik tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh dan otak.
  • Kontrol tekanan darah dan berat badan dengan menerapkan pola makan sehat. Probo juga mengingatkan pentingnya mengurangi konsumsi santan, gorengan, dan makanan berbahan tepung.

Sumber : https://kesehatan.liputan6.com/info-sehat/read/8271903/jangan-tunggu-tua-ini-cara-menjaga-otak-agar-terhindar-dari-pikun

Teknik Pomodoro, Cara Berhenti Menunda Pekerjaan dengan Fokus 25 Menit

Teknik Pomodoro, Cara Berhenti Menunda Pekerjaan dengan Fokus 25 Menit

Liputan6.com, Jakarta – Menunda pekerjaan sering membuat tugas terasa semakin berat, terutama ketika seseorang harus menyelesaikan banyak hal dalam waktu terbatas. Teknik pomodoro menawarkan cara sederhana untuk mengatur waktu dengan membagi pekerjaan menjadi beberapa sesi fokus singkat.

Metode ini membantu seseorang memulai tugas tanpa harus menunggu munculnya motivasi atau menyelesaikan pekerjaan dalam satu waktu sekaligus. Kebiasaan menunda juga dapat muncul ketika sebuah pekerjaan terasa terlalu besar untuk ditangani sekaligus.

Melansir Real Simple, Kamis, 30 Juli 2026, teknik pomodoro memecah pekerjaan menjadi bagian yang lebih mudah dikelola sehingga seseorang dapat memusatkan perhatian pada satu tugas dalam durasi tertentu. Metode ini pertama kali dikembangkan oleh konsultan bisnis asal Berlin, Francesco Cirillo, ketika ia masih menjadi mahasiswa.

“Ketika saya menjadi mahasiswa, saya mencoba mencari cara untuk menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat,” kata Cirillo dalam penjelasan mengenai metode tersebut.

Ia kemudian menggunakan pengatur waktu berbentuk tomat untuk membatasi waktu belajarnya. Ia membagi aktivitas belajar ke dalam interval 25 menit yang diikuti jeda lima menit. Pengaturan tersebut membuat waktu kerja terasa lebih terukur, sekaligus memberikan batas yang jelas antara periode berkonsentrasi dan beristirahat.

Cara Menerapkan Teknik Pomodoro

Langkah pertama dimulai dengan menentukan satu pekerjaan yang ingin diselesaikan. Pilih tugas yang jelas dan spesifik agar waktu 25 menit dapat digunakan untuk satu tujuan. Cara tersebut juga membantu menghindari kebiasaan berpindah-pindah pekerjaan sebelum tugas pertama selesai.

Fokus Bekerja

Atur timer selama 25 menit dan gunakan seluruh durasi tersebut untuk bekerja. Hindari membuka email, memeriksa media sosial, menerima panggilan yang tidak mendesak, atau mengerjakan tugas lain selama sesi berlangsung.

Fokus penuh menjadi bagian penting dari teknik ini karena gangguan dapat mengurangi manfaat dari waktu kerja yang sudah ditentukan. Timer yang sederhana sudah cukup untuk menjalankan metode ini.

Pengguna dapat memakai pengatur waktu dapur, jam di ponsel, atau aplikasi khusus. Pengguna ponsel sebaiknya mengaktifkan mode “Jangan Ganggu” agar notifikasi tidak memecah konsentrasi selama sesi kerja.

Setelah 25 menit selesai, ambil jeda selama lima menit. Gunakan waktu tersebut untuk benar-benar beristirahat dari pekerjaan. Berdiri dari meja, melakukan peregangan, mengambil minum, atau sekadar mengistirahatkan mata dapat menjadi pilihan selama jeda tidak berubah menjadi sesi produktivitas baru.

Jeda Lebih Panjang

Selesaikan empat sesi pomodoro sebelum mengambil istirahat yang lebih panjang. Jeda berikutnya dapat berlangsung selama 15 hingga 20 menit. Waktu tersebut memberi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk memulihkan energi sebelum kembali menjalani rangkaian sesi berikutnya.

Teknik Pomodoro dapat membantu mengatasi penundaan karena metode ini mengubah cara seseorang melihat sebuah pekerjaan. Tugas yang awalnya tampak membutuhkan waktu berjam-jam berubah menjadi target yang hanya perlu dikerjakan selama 25 menit. Batas waktu tersebut membuat langkah awal terasa lebih mudah dan konkret.

Pola kerja dengan interval singkat juga dapat membantu mengurangi kecemasan akibat tenggat waktu. Seseorang tidak perlu terus memikirkan seluruh pekerjaan yang belum selesai. Perhatian cukup diarahkan pada sesi yang sedang berlangsung sehingga proses menyelesaikan tugas terasa lebih terkendali.

Tak Terbatas untuk Bekerja

Metode ini tidak terbatas pada pekerjaan kantor atau kegiatan belajar. Membaca buku, membereskan rumah, mengemas barang setelah pindah, serta menyelesaikan proyek kreatif dapat menggunakan pola yang sama. Setiap aktivitas dapat dibagi menjadi beberapa sesi fokus selama tugas tersebut membutuhkan konsentrasi dan memiliki target yang jelas.

Nama Pomodoro berasal dari bahasa Italia yang berarti tomat. Cirillo menggunakan timer dapur berbentuk tomat ketika mengembangkan metode tersebut. Perkembangan teknologi kemudian menghadirkan berbagai aplikasi timer yang menawarkan fitur tambahan seperti pencatatan sesi, daftar tugas, dan pelacakan progres.

Kunci penerapan teknik ini terletak pada konsistensi menjalankan siklus kerja dan istirahat. Seseorang tidak harus menunggu waktu luang panjang untuk mulai bekerja. Menetapkan satu tugas, mengatur timer 25 menit, lalu memulai pekerjaan dapat menjadi langkah sederhana untuk memutus kebiasaan menunda.

Sumber : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8258299/teknik-pomodoro-cara-berhenti-menunda-pekerjaan-dengan-fokus-25-menit

Psikolog Ungkap Waktu Terbaik Anak Kerjakan PR, Bukan Sepulang Sekolah

Psikolog Ungkap Waktu Terbaik Anak Kerjakan PR, Bukan Sepulang Sekolah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Banyak orang tua masih menganggap waktu terbaik anak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) adalah segera setelah pulang sekolah. Namun, pandangan tersebut ternyata tidak selalu tepat dan bisa berdampak pada kondisi fokus anak.

Psikolog Anak dan Keluarga, Irma Gustiana, menegaskan tidak ada waktu baku yang sama untuk semua anak dalam mengerjakan PR.

Penentuan waktu belajar, menurutnya, harus disesuaikan dengan rutinitas dan kondisi masing-masing anak di rumah.

Bukan Waktu Tetap, Tapi Rutinitas Anak yang Paling Penting

Irma menjelaskan bahwa setiap keluarga memiliki pola aktivitas yang berbeda, sehingga waktu mengerjakan PR tidak bisa diseragamkan.

“Sebetulnya kerjain PR itu bagusnya itu ketika kapan? Kalau aku ya melihatnya, ini kan balik lagi kepada rutinitas harian tiap keluarga, itu kan pasti beda-beda,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, pendekatan yang terlalu kaku justru bisa membuat anak merasa tertekan dan kehilangan konsentrasi saat belajar.

Jangan Langsung Disuruh Kerjakan PR Sepulang Sekolah

Kebiasaan langsung menyuruh anak mengerjakan PR setelah pulang sekolah dinilai kurang efektif. Pasalnya, anak baru saja menjalani aktivitas belajar yang cukup padat di sekolah.

Kondisi tersebut membuat anak membutuhkan waktu untuk beristirahat terlebih dahulu.

“Contohnya dia pulang udah hektik banget, jangan disuruh main PR, dia main dulu, jadi biar otaknya itu ada waktu buat carry charge, jadi gak panas,” jelasnya.

Waktu jeda ini penting agar anak bisa kembali segar sebelum melanjutkan aktivitas belajar.

Waktu Ideal Saat Anak Sudah Tenang dan Siap

Menurut Irma, waktu yang lebih ideal untuk mengerjakan PR adalah ketika anak sudah berada dalam kondisi tenang dan siap belajar kembali.

Biasanya, setelah anak bermain dan beristirahat sejenak, fokusnya akan lebih stabil dan mudah menerima pelajaran.

Dengan kondisi tersebut, proses pengerjaan PR menjadi lebih efektif dan tidak terasa sebagai beban.

Rutinitas Harian Jadi Kunci Utama

Irma menekankan bahwa yang lebih penting bukan sekadar menentukan jam belajar, melainkan bagaimana orang tua mengatur rutinitas harian anak secara seimbang.

“Jadi lebih kepada bagaimana orang tua itu mengatur daily routine, jadi waktu rutinitas hariannya sudah terarah,” katanya.

Keseimbangan antara belajar, bermain, dan istirahat menjadi kunci agar anak tidak mengalami kelelahan mental.

Bermain Justru Membantu Anak Lebih Fokus

Masih banyak anggapan bahwa bermain hanya membuang waktu. Padahal, aktivitas bermain justru memiliki peran penting dalam membantu anak kembali segar setelah belajar.

Bermain membantu anak mengurangi stres, melepas penat, dan mengembalikan energi sebelum kembali belajar.

Selain itu, bermain juga menjadi sarana anak untuk mengembangkan kreativitas dan emosi secara alami.

Peran Orang Tua Menjadi Penentu Pola Belajar

Pada akhirnya, orang tua memiliki peran penting dalam membentuk pola belajar anak di rumah. Bukan hanya soal jadwal, tetapi juga memahami kondisi fisik dan emosional anak setiap hari.

Anak yang diberi waktu istirahat dan ruang bermain cenderung lebih siap saat kembali mengerjakan tugas sekolah.

Sebaliknya, anak yang dipaksa belajar saat lelah berisiko kehilangan minat belajar.

Bukan Soal Jam, Tapi Kesiapan Anak

Pertanyaan tentang kapan waktu terbaik mengerjakan PR bukan semata soal jam tertentu, melainkan kesiapan anak itu sendiri.

Ketika anak merasa rileks, tidak tertekan, dan dalam kondisi fokus, proses belajar akan berjalan lebih optimal.

Dengan pendekatan yang lebih fleksibel, PR dapat menjadi bagian dari proses belajar yang lebih sehat, efektif, dan menyenangkan bagi anak.

Sumber : https://www.tribunnews.com/kesehatan/7821172/psikolog-ungkap-waktu-terbaik-anak-kerjakan-pr-bukan-sepulang-sekolah

BPJPH ajak industri kesehatan penuhi ketentuan sertifikasi halal

BPJPH ajak industri kesehatan penuhi ketentuan sertifikasi halal

Jakarta (ANTARA) – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mengajak pelaku industri kesehatan nasional dan internasional untuk melakukan percepatan sertifikasi halal sebagai bagian dari ketentuan Jaminan Produk Halal (JPH).

Deputi Bidang Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH Mamat Salamet Burhanudin dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menilai penguatan tersebut penting seiring semakin luasnya cakupan produk yang masuk dalam penahapan kewajiban sertifikasi halal, termasuk sejumlah produk di sektor kesehatan.

“Penguatan industri kesehatan nasional perlu didukung dengan ekosistem yang kuat, termasuk pemenuhan aspek jaminan produk halal,” ujar Mamat.

Lebih lanjut, ia mengatakan sertifikasi halal merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan produk kesehatan, terutama bagi produk yang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan masuk dalam kategori yang wajib bersertifikat halal.

“Yang menjadi perhatian dalam sertifikasi halal di antaranya adalah adanya unsur yang berasal dari hewan atau bahan lain yang berkaitan dengan ketentuan kehalalan produk,” kata dia.

Menurut Mamat, kewajiban sertifikasi halal tidak dapat dilihat secara seragam untuk seluruh produk kesehatan. Penerapannya perlu memperhatikan jenis produk, bahan yang digunakan, serta ketentuan penahapan kewajiban sertifikasi halal yang berlaku.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal, kewajiban sertifikasi halal untuk produk kesehatan diberlakukan secara bertahap sesuai jenis produknya.

Dengan masa penahapan sampai dengan 17 Oktober 2026, maka mulai 18 Oktober 2026 berlaku pemberlakuan kewajiban bagi jenis produk obat bahan alam, obat kuasi, dan suplemen kesehatan, serta alat kesehatan kelas risiko A.

Sementara itu, untuk obat bebas dan obat bebas terbatas, masa penahapan kewajiban sertifikasi halalnya berlangsung hingga 17 Oktober 2029, sedangkan obat keras dengan pengecualian psikotropika, memiliki masa penahapan hingga 17 Oktober 2034.

“Dengan demikian, pelaku industri kesehatan perlu memahami sejak dini jenis produk yang dihasilkan serta tahapan kewajiban sertifikasi halal yang berlaku,” kata Mamat.

Persiapan tersebut, lanjut dia, mencakup pemahaman terhadap bahan yang digunakan, proses produksi, hingga pemenuhan dokumen dan persyaratan sertifikasi halal.

“Oleh karena itu, pelaku industri perlu mempersiapkan sertifikasi halal sejak dini. Persiapan lebih awal akan memberikan waktu yang cukup bagi pelaku usaha untuk melakukan penyesuaian sebelum kewajiban berlaku pada masing-masing kategori produk,” ujarnya.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5697877/bpjph-ajak-industri-kesehatan-penuhi-ketentuan-sertifikasi-halal?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=editor_picks