Opsi minuman pembangkit semangat pada sore hari

Opsi minuman pembangkit semangat pada sore hari

Jakarta (ANTARA) – Alih-alih kopi, minuman berenergi, atau minuman soda berkafein, ahli gizi lebih merekomendasikan minuman teh hitam bagi mereka yang ingin meningkatkan kembali semangat kerja pada sore hari.

Ahli diet Paloma Vega sebagaimana dikutip dalam publikasi Eating Well pada Senin (24/8) menyampaikan bahwa teh hitam mengandung kafein yang bisa membantu meningkatkan kewaspadaan.

“Teh hitam bisa menjadi pilihan tepat untuk membangkitkan semangat di sore hari karena secara alami mengandung kafein, yang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa lelah,” katanya.

Ahli diet Juliana Crimi menyampaikan bahwa kandungan kafein teh hitam lebih rendah dibandingkan dengan kopi, jadi orang-orang yang sensitif terhadap kafein menjelang akhir hari bisa meminumnya tanpa mengkhawatirkan dampak kelebihan asupan kafein.

Secangkir teh hitam mengandung sekitar 47 miligram kafein sedangkan secangkir kopi seduh kandungan kafeinnya bisa sekitar 95 mg.

Faktanya, kafein dapat bertahan di dalam tubuh selama enam hingga delapan jam atau lebih.

Jadi, ada baiknya mempertimbangkan pilihan minuman yang rendah kafein pada sore hari guna menghindari risiko susah tidur pada malam hari.

Selain kafein, teh hitam mengandung L-theanine. Menurut ahli gizi Talia Follador, asam amino ini dapat bekerja bersama kafein untuk membantu meningkatkan fokus dan perhatian.

Mengonsumsi teh hitam tanpa gula bersama camilan bergizi seimbang seperti biskuit gandum dan selai kacang yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak dapat memberikan tambahan energi untuk mendukung aktivitas sore hari sampai waktu makan malam tiba.

Selain minum teh hitam, Follador menyampaikan pentingnya mengupayakan tidur malam selama setidaknya tujuh jam agar badan bisa tetap bugar hingga sore hari.

Upaya lain yang dapat dilakukan menambah energi pada sore hari adalah mengonsumsi makanan sumber karbohidrat kaya serat bersama protein untuk menyediakan pasokan energi yang lebih tahan lama.

“Sebagai contoh, cobalah padukan apel dengan selai kacang, atau yogurt Yunani dengan buah beri,” kata Vega.

Olahraga juga dapat membantu meningkatkan kewaspadaan. Jadi, kalau mulai menguap di meja kerja, aktivitas seperti jalan santai di lingkungan kerja bisa jadi opsi.

Di samping itu, Follador mengatakan, penting pula memastikan kebutuhan nutrisi tubuh terpenuhi sepanjang hari dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang setiap tiga hingga lima jam sekali agar pasokan energi stabil.

“Makanan menyediakan energi bagi tubuh, sehingga tidak makan dalam waktu terlalu lama dapat membuat Anda merasa lelah, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan fokus,” katanya.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5710011/opsi-minuman-pembangkit-semangat-pada-sore-hari

Anak Sering Ngorok Saat Tidur, Kapan Harus Diperiksa?

Anak Sering Ngorok Saat Tidur, Kapan Harus Diperiksa?

Jakarta, CNN Indonesia — Suara ngorok saat anak tidur mungkin terdengar biasa, terutama ketika anak sedang pilek atau kelelahan. Namun, jika anak hampir selalu mengorok setiap kali tidur, orang tua sebaiknya mulai memperhatikannya.

Anak yang sering mengorok dapat mengalami gangguan pernapasan saat tidur, salah satunya obstructive sleep apnea (OSA). Kondisi ini terjadi ketika saluran napas menyempit atau tertutup sehingga aliran udara terganggu dan napas dapat berhenti beberapa kali selama tidur.

Meski demikian, anak yang mengorok belum tentu mengalami sleep apnea. Lantas, apa saja penyebab anak mengorok dan kapan kondisi tersebut perlu diperiksakan?

Penyebab anak mengorok

Ada sejumlah kondisi yang dapat membuat anak lebih mudah mengorok saat tidur, antara lain:

1. Amandel dan adenoid membesar

Melansir Journal of Pediatric Health Care, pembesaran amandel dan adenoid, yakni jaringan yang berada di belakang hidung, merupakan salah satu kondisi yang berkaitan dengan OSA pada anak.

Ketika kedua jaringan tersebut membesar, saluran napas dapat menjadi lebih sempit, terutama saat anak tidur. Kondisi ini kemudian dapat menyebabkan suara ngorok dan, pada sebagian anak, gangguan pernapasan saat tidur.

2. Berat badan berlebih atau obesitas

Berat badan berlebih juga dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan saat tidur. Jaringan di sekitar saluran napas dapat membuat saluran tersebut lebih mudah menyempit ketika anak tidur.

Karena itu, kondisi berat badan anak juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika anak memiliki kebiasaan mengorok.

3. Hidung tersumbat atau infeksi saluran pernapasan

Pilek dan infeksi saluran pernapasan dapat menyebabkan hidung tersumbat. Akibatnya, anak menjadi lebih sulit bernapas melalui hidung dan cenderung bernapas melalui mulut saat tidur.

Kondisi tersebut dapat membuat anak lebih mudah mengorok. Biasanya, ngorok akibat hidung tersumbat akan membaik setelah infeksi atau pilek mereda.

4. Kelainan bentuk wajah atau saluran napas

Mengutip American Academy of Pediatrics (AAP), beberapa kondisi lain juga dapat meningkatkan risiko OSA pada anak, termasuk kelainan bentuk wajah atau tengkorak.

Gangguan pada otot dan saraf yang berperan dalam proses pernapasan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan napas saat tidur.

Jangan hanya memperhatikan suara ngorok

Orang tua sebaiknya tidak hanya memperhatikan apakah anak mengorok, tetapi juga mengamati pola napas dan kualitas tidurnya.

Kebiasaan mengorok pada anak dan remaja dapat ditanyakan saat pemeriksaan kesehatan. Jika anak sering mengorok dan menunjukkan tanda gangguan pernapasan saat tidur, dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan tidur.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan orang tua antara lain:

• anak mengorok hampir setiap kali tidur, bukan hanya ketika sedang pilek;
• terdapat jeda ketika anak bernapas;
• anak tiba-tiba tersentak atau seperti terengah-engah saat tidur;
• tidur terlihat gelisah;
• anak sering bernapas melalui mulut;
• anak sulit berkonsentrasi atau mengalami perubahan perilaku;
• pertumbuhan anak tidak optimal.

Jika menemukan tanda-tanda tersebut, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260820111909-255-1394351/anak-sering-ngorok-saat-tidur-kapan-harus-diperiksa

Makin Populer, Ini Alasan Lari Bagus untuk Kesehatan

Makin Populer, Ini Alasan Lari Bagus untuk Kesehatan

Jakarta, CNN Indonesia — Lari biasanya identik dengan target jarak, catatan waktu, atau mengejar garis finis. Padahal, dari sisi kesehatan, manfaat olahraga ini sebenarnya tidak selalu ditentukan oleh seberapa jauh seseorang mampu berlari.

Berlari merupakan salah satu bentuk olahraga aerobik yang dapat membantu menjaga kebugaran jantung dan paru-paru. Jika dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kemampuan tubuh, aktivitas ini dapat menjadi bagian dari kebiasaan hidup aktif.

Karena itu, mengikuti event lari tidak selalu tentang menjadi yang tercepat. Menyelesaikan beberapa kilometer sesuai kemampuan pun dapat menjadi kesempatan untuk bergerak sekaligus membangun kebiasaan olahraga.

Belakangan, makna event lari juga berkembang. Sejumlah penyelenggara mulai menggabungkan aktivitas olahraga dengan misi sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.

Hal tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Deloitte Runify 2026 di Plaza Sudirman, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (23/8). Lebih dari 600 karyawan Deloitte, klien, mitra, dan anggota komunitas mengikuti kegiatan tersebut dengan pilihan jarak 5 kilometer (km) dan 10 km.

Lari dan manfaatnya bagi tubuh

Sebagai olahraga aerobik, lari membuat tubuh bekerja lebih aktif untuk memenuhi kebutuhan energi selama bergerak. Aktivitas ini melibatkan kerja jantung dan paru-paru sehingga, apabila dilakukan secara rutin, dapat membantu menjaga kebugaran kardiorespirasi.

Namun, kemampuan setiap orang dalam berlari tentu berbeda. Pemula tidak perlu langsung mengejar jarak jauh atau kecepatan tinggi. Intensitas dan jarak sebaiknya disesuaikan dengan kondisi serta kemampuan tubuh.

Hal yang tidak kalah penting, olahraga sebaiknya dilakukan secara konsisten. Dengan begitu, lari tidak hanya menjadi aktivitas sesekali ketika mengikuti event, tetapi bagian dari gaya hidup aktif.

Konsep tersebut menjadi salah satu hal yang dapat dilihat dari event lari yang kini mulai membawa pesan lebih luas. Aktivitas fisik tetap menjadi inti kegiatan, tetapi peserta juga diajak memberikan dampak di luar dirinya sendiri.

Dalam Deloitte Runify 2026, aktivitas lari dipadukan dengan misi sosial melalui penggalangan dana. Dari penjualan tiket dan donasi, terkumpul lebih dari Rp170 juta yang akan digunakan untuk mendukung program pendidikan bagi pelajar dari kelompok masyarakat kurang mampu di berbagai wilayah Indonesia.

Indonesia Leader sekaligus Presiden Direktur PT Deloitte Konsultan Indonesia, Brian Indradjaja, mengatakan kegiatan tersebut telah memasuki penyelenggaraan yang ketiga.

“Setiap peserta yang terlibat seperti karyawan, klien Deloitte, relawan, pendukung, dan donatur, telah berkontribusi dengan membantu memperluas akses terhadap pendidikan bagi generasi muda Indonesia sekaligus membuka jalan menuju berbagai peluang di masa depan,” kata Brian.

Dengan demikian, kilometer yang ditempuh peserta tidak hanya berhenti pada pencapaian pribadi. Aktivitas olahraga juga dikaitkan dengan dukungan terhadap akses pendidikan.

Selain manfaat kesehatan dan dampak sosial, penyelenggaraan event olahraga juga menghadapi persoalan lingkungan. Mobilitas peserta, transportasi, hingga kebutuhan operasional selama acara dapat menghasilkan emisi karbon.

Karena itu, Deloitte bekerja sama dengan Jejakin untuk mengukur jejak karbon Deloitte Runify 2026. Pengukuran mencakup emisi yang berkaitan dengan aktivitas peserta, transportasi, dan operasional acara.

Jejak karbon yang dihasilkan kemudian akan dikompensasi melalui penanaman mangrove. Upaya tersebut menjadi bagian dari pendekatan untuk mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Aspek lingkungan juga diterapkan melalui pengelolaan limbah. Deloitte mengumpulkan limbah elektronik atau e-waste dengan mengajak karyawan menyumbangkan perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan.

Bersama Olah Plastic, limbah plastik dan elektronik yang dikumpulkan dari kantor Deloitte kemudian dimanfaatkan menjadi sejumlah bagian acara, seperti medali finisher, elemen panggung, dinding foto, dan instalasi seni.

Konsep ini menunjukkan bahwa material yang berpotensi menjadi sampah dapat dialihkan untuk digunakan kembali. Edukasi mengenai ekonomi sirkular juga dilakukan melalui lokakarya upcycling yang diikuti 50 karyawan Deloitte. Dalam kegiatan tersebut, keyboard komputer yang sudah tidak digunakan diubah menjadi gantungan kunci.

Sumber :https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260824221736-255-1396026/makin-populer-ini-alasan-lari-bagus-untuk-kesehatan

Cara Pakai Kuota Internet Rollover dari Telkomsel, Indosat, Hingga XL

Cara Pakai Kuota Internet Rollover dari Telkomsel, Indosat, Hingga XL

Jakarta, CNN Indonesia — Mahkamah Konstitusi (MK) mewajibkan operator seluler menyediakan pilihan layanan yang menjamin sisa kuota internet pelanggan tetap aktif dan dapat digunakan.
Hakim Konstitusi Adies Kadir mengatakan, formula tarif dan skema layanan telekomunikasi tidak boleh hanya diletakkan dalam cara pandang komersial para operator, melainkan harus tetap menjamin perlindungan yang wajar bagi pengguna jasa telekomunikasi.

MK juga memandang penting operator seluler untuk meningkatkan keterbukaan dan kemudahan akses informasi kepada pengguna jasa telekomunikasi perihal harga, volume kuota, masa berlaku, segmentasi penggunaan, kebijakan pemakaian secara wajar, berakhirnya layanan.

Pada prinsipnya, operator dan pihak terkait Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) tidak keberatan. Bahkan, operator dan ATSI telah menyampaikan semacam kesepakatan sebagai solusi terhadap permohonan yang mempersoalkan konstitusionalitas norma Pasal 28 ayat 1 dalam Pasal 71 angka 2 Lampiran UU 6/2023.

Kesepakatan itu menunjukkan bahwa para operator membuka ruang solusi yang seimbang, yaitu penyediaan pilihan paket rollover dan non-rollover serta inovasi lainnya.

Sejak Februari lalu, sejumlah operator seluler sebetulnya sudah memberikan pelanggan opsi agar kuota internet bulanannya tidak lagi otomatis hangus. Pelanggan bisa memilih paket kuota yang memiliki fitur rollover, sehingga sisa kuota ketika masa aktif habis akan dibawa ke bulan berikutnya.

Berikut cara menggunakan kuota internet rollover dari sejumlah operator:

Telkomsel

Agar tidak mengalami kuota hangus, pelanggan harus berlangganan paket khusus tersebut yang akan diperbarui secara otomatis setiap bulannya. Paket yang memiliki masa aktif 30 hari ini juga dilengkapi beragam benefit digital, mulai dari hiburan, musik, gim, edukasi, hingga belanja.

Berikut daftar harga dan kuota paket Telkomsel dengan fitur akumulasi kuota:

  • Kuota 3 GB harga Rp30 ribu
  • Kuota 8 GB harga Rp70 ribu
  • Kuota 13 GB harga Rp100 ribu

Sementara itu, paket lain seperti Super Seru, Internet Sakti, Combo Sakti, hingga paket harian SIMPATI Serbu tidak menyertakan fitur akumulasi kuota. Paket-paket tersebut tetap tersedia sebagai alternatif bagi pelanggan yang mengutamakan harga lebih murah.

Indosat

Indosat dengan brand IM3 juga telah memiliki fitur akumulasi kuota atau rollover. Pengguna tidak akan lagi mengalami kuota hangus dengan berlangganan paket Freedom Combo.

Selain kuota yang memiliki masa aktif 30 hari, paket ini juga memberikan manfaat lain seperti kuota telepon ke operator lain hingga telepon sepuasnya ke nomor IM3 dan Tri.

Berikut daftar harga paket Freedom Combo dengan fitur data rollover:

  • Kuota utama 4 GB dan kuota malam 2 GB: Rp38 ribu
  • Kuota 7 GB dan kuota malam 3 GB: Rp52 ribu
  • Kuota 15 GB dan kuota malam 5 GB: Rp80 ribu
  • Kuota 23 GB dan kuota malam 7 GB: Rp105 ribu

XLSmart

XLSmart juga memiliki paket yang mendukung rollover kuota yang bernama Xtra Combo Flex. Paket dengan masa aktif 28 hari ini juga diberi benefit lain seperti kuota telepon ke semua operator, kuota aplikasi YouTube, dan kuota TikTok.

Berikut daftar kuota rollover XL:

  • Xtra Combo Flex S harga Rp29 ribu: kuota utama 5 GB, kuota area hingga 3 GB
  • Xtra Combo Flex S+ harga Rp37 ribu: kuota utama 7 GB, kuota area hingga 3 GB
  • Xtra Combo Flex M harga Rp50 ribu: kuota utama 10 GB, kuota area hingga 5 GB
  • Xtra Combo Flex M+ harga Rp60 ribu: kuota utama 14 GB, kuota area hingga 6 GB
  • Xtra Combo Flex L harga Rp70 ribu: kuota utama 18 GB, kuota area hingga 9 GB.
  • Xtra Combo Flex L+ harga Rp80 ribu: kuota utama 26 GB, kuota area hingga 11 GB

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260724174106-213-1384625/cara-pakai-kuota-internet-rollover-dari-telkomsel-indosat-hingga-xl

Dosen Khawatir AI Bikin Mahasiswa Kehilangan Kemampuan Berpikir

Dosen Khawatir AI Bikin Mahasiswa Kehilangan Kemampuan Berpikir

Liputan6.com, Jakarta – Kecerdasan buatan (AI) semakin banyak digunakan mahasiswa untuk membantu mengerjakan tugas kuliah. Namun, kemudahan tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan dosen karena mahasiswa dinilai berisiko kehilangan kemampuan berpikir kritis.

Fenomena ini diungkap dalam laporan Futurism, dikutip Sabtu (22/8/2026), yang mengumpulkan keluhan sejumlah dosen dari berbagai perguruan tinggi. Para pengajar mengaku semakin sering menemukan tugas mahasiswa yang terlihat rapi, tetapi penulisnya justru kesulitan menjelaskan isi tulisan atau mempertahankan argumennya ketika berdiskusi di kelas.

Kekhawatiran tersebut salah satunya disampaikan profesor filsafat dari University of Central Arkansas, Kevin Gary. Ia mengingatkan bahwa menulis bukan sekadar menghasilkan sebuah teks, tetapi juga merupakan bagian dari proses seseorang membangun pola pikir.

“Jika menulis adalah berpikir, maka setiap bagian dari perjuangan yang dialihkan ke teknologi berarti melepaskan sebagian kebebasan untuk memahami,” ujarnya.

Menurut sejumlah dosen, penggunaan AI oleh mahasiswa kini tidak sebatas membantu memperbaiki tata bahasa atau menemukan referensi.

AI juga mulai digunakan untuk membuat kerangka tulisan, menyusun esai hingga merangkum bahan bacaan. Akibatnya, mahasiswa berisiko melewatkan proses intelektual yang seharusnya menjadi bagian penting dalam pembelajaran di perguruan tinggi.

Tantangan Terbesar

Meski demikian, laporan tersebut tidak menyimpulkan bahwa AI sepenuhnya menjadi penyebab menurunnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Sejumlah penelitian menunjukkan AI tetap dapat memberikan manfaat dalam proses belajar apabila digunakan sebagai pendamping, bukan menggantikan proses berpikir mahasiswa.

Tantangan utamanya adalah bagaimana mahasiswa menentukan batas penggunaan teknologi. AI dapat membantu memberikan ide, menjelaskan materi atau memberikan masukan, tetapi mahasiswa tetap perlu memahami, mengolah, dan mengembangkan informasi tersebut secara mandiri.

Perdebatan mengenai dampak AI terhadap dunia pendidikan pun terus berkembang. Berbagai survei dan penelitian menunjukkan kekhawatiran pendidik terhadap ketergantungan berlebihan pada AI, terutama karena dapat memengaruhi kemampuan dasar seperti menulis, menganalisis, dan memecahkan masalah.

Karena itu, perguruan tinggi dinilai perlu memiliki aturan yang lebih jelas mengenai penggunaan AI dalam kegiatan akademik.

Tujuannya bukan melarang teknologi tersebut, melainkan memastikan AI menjadi alat pendukung pembelajaran, bukan pengganti kemampuan berpikir mahasiswa.

Sumber : https://www.liputan6.com/tekno/read/8275123/dosen-khawatir-ai-bikin-mahasiswa-kehilangan-kemampuan-berpikir

Studi Harvard: Kecelakaan Fatal Naik 15% Saat Peluncuran Album Musik

Studi Harvard: Kecelakaan Fatal Naik 15% Saat Peluncuran Album Musik

Liputan6.com, Jakarta – Saat masa perilisan album musik baru, angka kecelakaan meningkat 15% di Amerika Serikat. Hal ini terungkap melalui studi terbaru dari para peneliti di Harvard Medical School. Studi tersebut menganalisis 233.809 kecelakaan pada rentang tahun 2017 hingga 2022 dengan membandingkan tingkat kecelakaan pada hari sebelum dan sesudah peluncuran album.

Para peneliti mencocokkan data kecelakaan dari Fatality Analysis Reporting System (FARS) dengan data pemutaran lagu harian dari Spotify.

Dikutip dari Engadget, Sabtu (22/8/2026), data menunjukkan adanya lonjakan aktivitas pemutaran musik secara nasional sebesar 43% pada hari pertama peluncuran album musisi besar.

Terdapat rata-rata 18,2 kematian tambahan setiap kali lonjakan tersebut terjadi. Hal ini mengindikasikan bahwa para pengemudi cenderung sibuk mengoperasikan dan memilih musik saat menyetir.

Distraksi Layar Sentuh dan Profil Korban

Pengemudi berpotensi tinggi terdistraksi karena belum akrab dengan daftar lagu baru di layar navigasi mobil.

Menariknya, jika kecelakaan lalu lintas biasanya terjadi pada malam hari atau saat cuaca buruk, studi ini menemukan bahwa lonjakan kecelakaan fatal akibat pemutaran musik justru terjadi saat cuaca cerah.

Selain itu, tercatat tambahan 13,9 angka kematian pada pengemudi yang tidak dalam pengaruh alkohol. Peneliti menduga fenomena ini berkaitan dengan penurunan kewaspadaan pengemudi saat berkendara dalam situasi lingkungan yang tenang.

Korban kecelakaan fatal paling dominan berasal dari kelompok pengemudi laki-laki berusia muda, dengan rata-rata 13,5 kasus kematian pada hari peluncuran album. Pengemudi yang berkendara seorang diri juga lebih berisiko karena tidak memiliki penumpang yang bisa membantu mengoperasikan musik.

Hubungan Sebab-Akibat

Kehadiran layar sentuh pada mobil modern terbukti memperparah risiko distraksi. Meski fitur asisten suara seperti Siri atau Gemini dan antarmuka yang simpel memberikan kesan praktis, hal tersebut justru membuat pengemudi lengah dan makin tergiur untuk terus mengganti lagu di layar.

Meski peneliti belum dapat membuktikan secara pasti hubungan sebab-akibat langsung antara penggunaan ponsel atau streaming musik dengan tiap kasus kecelakaan, gelombang kritik publik mulai berdampak. Beberapa pabrikan mobil mulai mengurangi ketergantungan pada layar sentuh. Bahkan, merek mewah seperti Porsche dan Mercedes-Benz kembali menghadirkan tombol fisik agar pengemudi tidak perlu sering menatap layar.

Langkah ini sejalan dengan temuan survei J.D. Power yang mencatat bahwa 46% gangguan saat berkendara bersumber dari sistem layar sentuh bawaan kendaraan.

Sumber : https://www.liputan6.com/tekno/read/8275200/studi-harvard-kecelakaan-fatal-naik-15-saat-peluncuran-album-musik

Aktivitas Sederhana yang Bikin Jantung Sehat

Aktivitas Sederhana yang Bikin Jantung Sehat

Liputan6.com, Jakarta – Naik tangga mungkin terasa biasa. Namun, kebiasaan sederhana ini ternyata dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung.

Penelitian yang dilakukan peneliti dari Norfolk and Norwich University Hospital (NNUH), Inggris dan University of East Anglia, Inggris terhadap lebih dari 480.000 orang menemukan bahwa orang yang sering naik tangga memiliki risiko lebih rendah mengalami penyakit kardiovaskular.

Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Cardiovascular Drugs tersebut menemukan, orang yang sering menaiki tangga memiliki risiko 39 persen lebih rendah meninggal akibat masalah jantung. Mereka juga memiliki risiko 24 persen lebih rendah meninggal karena penyakit lain.

Selain itu, kebiasaan naik tangga juga dikaitkan dengan risiko lebih rendah mengalami gagal jantung, stroke, dan serangan jantung.

Para peneliti mendapatkan temuan tersebut setelah melakukan meta-analisis dan tinjauan terhadap sembilan penelitian. Para peserta penelitian berusia 35 hingga 84 tahun dan diikuti selama rata-rata 14 tahun.

Meski demikian, peneliti belum dapat memastikan frekuensi optimal seseorang perlu menaiki tangga untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Salah satu penelitian kohort besar yang dianalisis menunjukkan bahwa naik tangga sekitar enam kali sehari sudah memberikan manfaat bagi kesehatan jantung.

Namun, peneliti menekankan bahwa jumlah tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut.

“Beberapa penelitian yang kami tinjau menunjukkan bahwa semakin banyak tangga yang dinaiki, semakin besar manfaat kesehatannya. Namun, perubahan kecil sekalipun memberikan dampak yang dapat diukur,” ujar penulis studi Sophie Paddock mengutip Huffpost.

Aktivitas fisik singkat seperti ini kerap disebut “exercise snacks”. Aktivitas tersebut diketahui dapat membantu meningkatkan energi, fungsi kardiovaskular, kualitas tidur, hingga kesehatan mental.

Ada Keterbatasan Penelitian

Meski menemukan hubungan antara kebiasaan menaiki tangga dan kesehatan jantung, penelitian ini memiliki sejumlah keterbatasan.

Salah satunya adalah frekuensi menaiki tangga sebagian dilaporkan sendiri oleh peserta. Kondisi tersebut memungkinkan adanya kesalahan dalam mengingat seberapa sering mereka menggunakan tangga.

Selain itu, orang yang terbiasa memilih tangga mungkin sudah memiliki gaya hidup yang lebih sehat. Mereka bisa saja memiliki tingkat aktivitas fisik atau kebugaran yang lebih tinggi secara keseluruhan sehingga risiko penyakit jantungnya memang lebih rendah.

“Kita tahu bahwa kebiasaan menaiki tangga dapat berjalan beriringan dengan perilaku lain yang mendukung kesehatan. Mereka yang cenderung memilih tangga mungkin secara keseluruhan memiliki tingkat aktivitas fisik atau kebugaran yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak melakukannya,” kata Paddock.

Sumber : https://kesehatan.liputan6.com/diet-dan-kebugaran/read/8275115/aktivitas-sederhana-yang-bikin-jantung-sehat

Unitomo Terapkan Teknologi Pengolahan Hasil Laut di Kedungpandan Sidoarjo

Unitomo Terapkan Teknologi Pengolahan Hasil Laut di Kedungpandan Sidoarjo

Sidoarjo, MCI News – Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir Desa Kedungpandan, Kabupaten Sidoarjo, melalui penerapan inovasi teknologi dalam budidaya dan pengolahan hasil laut. Program tersebut menjadi bagian dari Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) dengan pendanaanDirektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan bertajuk “PDB Penguatan Perekonomian Masyarakat Desa melalui Pengolahan Hasil-Hasil Laut Berbasis Inovasi Teknologi di Desa Kedungpandan Sidoarjo” tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi sumber daya laut.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pendampingan dan praktik teknik budidaya rumput laut yang baik dan benar. Tim Unitomo memberikan pendampingan kepada masyarakat agar teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan dalam kegiatan produksi sehari-hari.

Penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu menjawab sejumlah tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir, termasuk produktivitas budidaya yang belum optimal, efisiensi produksi, serta pengelolaan hasil panen.

Ketua Pemberdayaan Desa Binaan Unitomo, Prof. Dr. Ir. Fadjar Kurnia Hartati, M.P., menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran untuk memastikan inovasi yang dikembangkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Program ini merupakan bentuk nyata kontribusi Unitomo dalam menjembatani inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Kami ingin teknologi yang dikembangkan tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi benar-benar dapat diterapkan dan memberikan dampak terhadap produktivitas serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Prof. Fadjar saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, pada Kamis, (20/08/2026).

Selain aspek teknologi, masyarakat juga memperoleh pendampingan terkait pengelolaan usaha dan pengembangan produk. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang peningkatan nilai tambah dari hasil laut yang selama ini dihasilkan masyarakat.

Potensi rumput laut di Desa Kedungpandan dinilai dapat menjadi salah satu sumber penguatan ekonomi lokal. Dengan peningkatan kualitas budidaya dan pengolahan, masyarakat diharapkan mampu memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari sumber daya pesisir yang tersedia.

Unitomo juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan hasil rumput laut tidak hanya dalam bentuk bahan mentah. Diversifikasi dan pengolahan produk menjadi salah satu langkah yang diarahkan untuk meningkatkan nilai jual sekaligus memperluas peluang usaha masyarakat.

“Harapannya, teknologi ini dapat menjadi solusi yang mudah diterapkan oleh masyarakat dan memberikan dampak jangka panjang. Ketika produktivitas meningkat, kualitas hasil semakin baik, dan nilai tambah produk berkembang, maka peluang peningkatan pendapatan masyarakat juga semakin besar,” kata Prof. Fadjar.

Melalui program tersebut, Unitomo menempatkan perguruan tinggi sebagai mitra masyarakat dalam pengembangan solusi berbasis teknologi. Kolaborasi dengan pemerintah desa dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.

Sumber : https://mcinews.id/2026/08/20/unitomo-terapkan-teknologi-pengolahan-hasil-laut-di-kedungpandan-sidoarjo/

Mengapa Allah Membenci Orang yang Suka Membantah dan Sengit Bermusuhan? Begini Jawaban dari Hadis

Mengapa Allah Membenci Orang yang Suka Membantah dan Sengit Bermusuhan? Begini Jawaban dari Hadis

Perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan manusia. Namun, Islam memberikan batas tegas ketika perbedaan berubah menjadi kebiasaan membantah, keras kepala, dan mempertajam permusuhan.

Peringatan tersebut disampaikan Aisyah radhiyallahu ‘anha melalui hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari.

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata: “Orang yang paling Allah benci adalah orang yang suka membantah dan sengit permusuhannya.” (HR. Bukhari No. 4161)

Pesan hadis ini menjadi penting di tengah budaya komunikasi yang semakin mudah memicu perdebatan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun ruang digital.

Menang Debat Bukan Tujuan

Hadis tersebut tidak sekadar berbicara tentang aktivitas berargumentasi. Persoalan utamanya adalah ketika seseorang menjadikan perdebatan sebagai kebiasaan dan permusuhan sebagai cara berinteraksi.

Perdebatan yang kehilangan kendali dapat membuat seseorang lebih sibuk membuktikan dirinya benar daripada mencari kebenaran.

Dalam kondisi seperti ini, argumen mudah berubah menjadi serangan pribadi, penghinaan, bahkan permusuhan berkepanjangan.

Karena itu, ukuran keberhasilan dalam berdiskusi bukan selalu siapa yang mampu memenangkan perdebatan, melainkan apakah percakapan tersebut membawa seseorang semakin dekat kepada kebenaran dan tetap menjaga akhlak.

Relevan di Era Digital

Pesan hadis ini semakin strategis ketika diterapkan pada kehidupan digital. Media sosial memungkinkan perdebatan berlangsung cepat, terbuka, dan melibatkan banyak orang.

Satu perbedaan pandangan dapat berkembang menjadi saling serang hanya karena masing-masing pihak ingin mendapatkan pengakuan.

Ketika tujuan diskusi bergeser menjadi memenangkan lawan, substansi persoalan justru mudah hilang.

Islam mengajarkan bahwa menjaga lisan, menahan emosi, dan menghindari permusuhan merupakan bagian dari akhlak. Maka, tidak semua perdebatan harus dilayani dan tidak setiap perbedaan harus berakhir dengan pertengkaran.

Hadis Aisyah Radhiyallahu ‘anha tersebut pada akhirnya mengingatkan satu prinsip penting: mencari kebenaran harus lebih utama daripada memenangkan perdebatan.

Bagi masyarakat produktif yang setiap hari berhadapan dengan beragam informasi dan perbedaan pandangan, kemampuan berdiskusi dengan tenang sekaligus mengetahui kapan harus berhenti justru menjadi bentuk kedewasaan.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/ibrah/mengapa-allah-membenci-orang-yang-suka-membantah-dan-sengit-bermusuhan-begini-jawaban-dari-hadis

Sadar Salah Arah Kiblat setelah Salat, Bagaimana Hukumnya?

Sadar Salah Arah Kiblat setelah Salat, Bagaimana Hukumnya?

Salat merupakan kewajiban setiap umat Islam yang sudah ditentukan waktu beserta kiblatnya. Dalam surah Al-Baqarah ayat 144, Allah SWT berfirman:

“Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.”

Ayat tersebut menekankan perintah menghadap Masjidilharam atau Ka’bah di Makkah saat salat. Lantas, bagaimana jika kita salah arah kiblat dan baru sadar setelah salat?

Hukum Menghadap Kiblat saat Salat

Menghadap kiblat ke arah Ka’bah merupakan syarat sah salat yang wajib dipenuhi, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 144.

Dalam surah Al-Baqarah ayat 150, Allah SWT juga berfirman:

“Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu, agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu), kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, agar Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu, dan agar kamu mendapat petunjuk.”

Kewajiban menghadap kiblat ketika salat juga ditegaskan oleh Nabi Muhammad SAW:

“Jika engkau hendak mengerjakan salat, maka sempurnakanlah wudhumu lalu menghadaplah ke kiblat, kemudian bertakbirlah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Bagaimana Jika Baru Tahu Salah Arah Kiblat Setelah Salat?

Hukum mengenai kesalahan arah kiblat tergantung pada penyebab dan usaha yang dilakukan sebelum salat. Berikut penjelasannya:

1. Jika Sudah Berusaha (Ijtihad)

Jika seorang muslim susah menentukan arah salat, seperti ketika cuaca mendung atau di tengah perjalanan dan sudah berusaha mencari tahu arah kiblat, lalu menyadari kesalahannya setelah salat, maka salatnya tetap sah dan tidak wajib diulang.

Namun, menurut mazhab Syafi’i, salat tetap harus diulangi atau diqada karena tidak yakin bahwa telah menghadap kiblat.

2. Karena Kelalaian Sendiri

Apabila seseorang bisa salat sesuai kiblat atau setidaknya bertanya arahnya, tetapi dia tidak melakukannya, maka salatnya tidak sah dan wajib diulang.

Kondisi ini dianggap sebagai kesalahan yang disengaja karena menyepelekan syarat sah salat.

3. Melakukan Salat secara Asal

Salat yang dilakukan secara asal-asalan, meskipun arah kiblatnya benar, tetap dianggap tidak sah dan wajib diulang.

Sadar Salah Kiblat di Tengah Salat

Jika menyadari kesalahan arah kiblat saat masih salat, ada dua cara yang dapat dilakukan seorang muslim yaitu:

  • Memutar tubuh ke arah kiblat yang benar dan melanjutkan salat tanpa perlu membatalkannya.
  • Menurut pendapat Syafi’iyah, jika yakin arah kiblat salah dari awal, salat harus dihentikan dan dimulai kembali dengan menghadap kiblat yang benar.

Cara Menentukan Arah Kiblat yang Benar

Kemiringan arah kiblat yang sedikit ke kiri atau ke kanan umumnya tidak dianggap masalah bagi umat muslim yang berada jauh dari Makkah.

Namun, untuk menghindari kesalahan, ada beberapa cara untuk menentukan arah kiblat yang benar yaitu:

  1. Bertanya kepada penduduk setempat yang terpercaya.
  2. Melihat mihrab masjid.
  3. Mengamati posisi matahari atau arah mata angin.
  4. Menggunakan teknologi atau aplikasi.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/ibadah/sadar-salah-arah-kiblat-setelah-salat-bagaimana-hukumnya