Luka Psikologis Tak Selalu Terlihat, Bagaimana Sekolah Mengenalinya?

Luka Psikologis Tak Selalu Terlihat, Bagaimana Sekolah Mengenalinya?

JP Radar Kediri – Tidak semua persoalan kesehatan mental pada anak dan remaja terlihat jelas. Seorang siswa yang mengalami tekanan psikologis tidak selalu menunjukkan kesedihan atau menarik diri.

Perubahan perilaku, kesulitan berkonsentrasi, mudah marah, hingga kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai juga dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyoroti persoalan tersebut melalui kegiatan edukasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis bagi First Aider di Sekolah Jenjang SMP dan SMA pada April 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dasar dalam mengenali dan merespons persoalan kesehatan mental di lingkungan sekolah.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan luka psikologis sering kali tidak terlihat, tetapi dapat berdampak besar terhadap kehidupan remaja apabila tidak ditangani dengan tepat.

Perubahan Perilaku Perlu Diperhatikan

Sekolah merupakan salah satu lingkungan utama tempat anak menghabiskan waktunya. Karena itu, perubahan yang muncul dalam keseharian siswa dapat menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh guru maupun teman sebaya.

Siswa yang biasanya aktif, misalnya, tiba-tiba lebih sering diam atau menghindari interaksi. Ada pula yang menjadi mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi saat pelajaran, mengalami penurunan motivasi, atau tidak lagi tertarik pada kegiatan yang sebelumnya disukai.

Satu perubahan perilaku tentu tidak dapat langsung diartikan sebagai masalah kesehatan mental. Namun, perubahan yang berlangsung terus-menerus dan memengaruhi kehidupan belajar maupun hubungan sosial perlu mendapat perhatian.

Pendekatan semacam ini membuat sekolah tidak hanya bertindak ketika masalah sudah menjadi serius, tetapi juga berperan dalam mengenali kondisi siswa sejak lebih awal.

Sekolah Perlu Menjadi Ruang Aman

Upaya mengenali kondisi psikologis siswa juga sejalan dengan kebijakan baru mengenai Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Melalui Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026, pemerintah menempatkan kesejahteraan psikologis sebagai salah satu unsur yang harus diperhatikan di lingkungan sekolah, bersama perlindungan fisik, keamanan sosial, dan keamanan digital.

Kemendikdasmen juga menegaskan sekolah perlu menjadi ruang yang aman, suportif, dan memanusiakan murid. Dalam penerapannya, sekolah diharapkan mampu mengenali persoalan yang dihadapi peserta didik sekaligus membantu mereka berkembang sesuai potensi dan kebutuhannya.

Artinya, kesehatan mental tidak seharusnya hanya dibicarakan ketika terjadi kasus. Lingkungan belajar sehari-hari juga perlu dirancang agar siswa merasa aman untuk berkomunikasi, meminta bantuan, dan menyampaikan kesulitan yang dihadapi.

Teman Juga Bisa Berperan

Kemenkes dalam kegiatan first aider di sekolah menekankan pentingnya keterampilan dasar bagi siswa untuk mengenali dan merespons masalah kesehatan mental di lingkungan sekitarnya.

Hal ini penting karena teman sebaya sering menjadi orang pertama yang menyadari adanya perubahan pada seorang siswa.

Namun, membantu bukan berarti mendiagnosis. Ketika melihat teman mengalami perubahan yang mengkhawatirkan, langkah yang lebih tepat adalah mendengarkan tanpa menghakimi, menunjukkan kepedulian, dan menghubungkannya dengan orang dewasa yang dapat membantu.

Guru, wali kelas, guru BK, orang tua, atau tenaga profesional dapat dilibatkan ketika kondisi tersebut membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Guru Tidak Harus Menjadi Psikolog

Peran sekolah dalam kesehatan mental bukan berarti seluruh guru harus mampu memberikan diagnosis atau terapi. Yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk mengenali tanda awal, memberikan respons yang aman, dan mengetahui kapan siswa perlu dirujuk.

Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan Kemendikdasmen juga menempatkan layanan bimbingan dan konseling sebagai bagian penting dalam mendukung kesehatan mental murid serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Dengan pendekatan tersebut, guru dapat menjadi bagian dari sistem dukungan bagi siswa tanpa mengambil alih peran tenaga kesehatan mental.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan psikologis siswa bukan hanya tentang menangani masalah setelah muncul. Sekolah juga perlu membangun lingkungan yang memungkinkan anak merasa aman, dihargai, dan didengar.

Sebab, ketika luka fisik terlihat, orang biasanya tahu bahwa seseorang membutuhkan bantuan.

Sementara luka psikologis bisa tersembunyi di balik perubahan sikap, nilai yang menurun, atau keheningan seorang anak. Di situlah kepekaan lingkungan sekolah menjadi penting.

Sumber : https://radarkediri.jawapos.com/pendidikan/2608240008/luka-psikologis-tak-selalu-terlihat-bagaimana-sekolah-mengenalinya

Study Burnout, Ketika Belajar Terus-Menerus Justru Membuat Lelah

Study Burnout, Ketika Belajar Terus-Menerus Justru Membuat Lelah

JP Radar Kediri – Belajar menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan pelajar. Tugas, ujian, target nilai, hingga berbagai kegiatan akademik perlu diselesaikan dalam waktu tertentu.

Namun, tuntutan belajar yang berlangsung dalam waktu lama juga dapat membuat siswa maupun mahasiswa mengalami kelelahan dalam menjalani aktivitas akademik.

Kondisi tersebut sering dibahas dengan istilah academic burnout atau kelelahan akademik. Kondisi ini dapat muncul ketika tekanan dan beban akademik berlangsung secara berkepanjangan.

Kelelahan, berkurangnya keterlibatan dalam belajar, hingga munculnya pandangan negatif terhadap kegiatan akademik menjadi beberapa hal yang banyak dibahas dalam penelitian mengenai academic burnout.

Academic burnout tidak sama dengan rasa lelah setelah belajar seharian. Kelelahan biasa dapat muncul setelah menjalani aktivitas yang padat dan membaik setelah beristirahat.

Sementara itu, academic burnout berkaitan dengan tekanan akademik yang berlangsung lebih lama dan dapat memengaruhi motivasi maupun keterlibatan dalam belajar.

Beban tugas menjadi salah satu faktor yang dapat berkaitan dengan munculnya kelelahan akademik. Selain itu, tekanan untuk memperoleh hasil tertentu, kurangnya dukungan, kesulitan mengatur waktu, hingga tuntutan akademik yang terus berlangsung juga dapat ikut memengaruhi kondisi siswa dan mahasiswa.

Kelelahan dalam belajar juga dapat membuat kegiatan akademik yang sebelumnya dapat dijalani dengan baik terasa semakin berat. Motivasi untuk belajar dapat menurun dan siswa menjadi lebih sulit terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

Sejumlah penelitian juga mengaitkan academic burnout dengan penurunan motivasi, kesejahteraan, serta pencapaian akademik. Karena itu, belajar dalam waktu lama tidak selalu berarti belajar secara efektif.

Memberikan waktu untuk beristirahat, menyusun prioritas tugas, dan membuat target belajar yang realistis dapat membantu menjaga kegiatan belajar tetap teratur. Lingkungan sekolah dan keluarga juga memiliki peran dalam memberikan dukungan ketika tuntutan akademik mulai terasa terlalu berat.

Kegiatan belajar pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan banyaknya waktu yang digunakan untuk membaca atau mengerjakan tugas. Waktu istirahat, cara mengatur beban belajar, serta kesempatan untuk melakukan aktivitas lain juga menjadi bagian penting dalam menjaga proses belajar tetap berjalan dengan baik.

Academic burnout menunjukkan bahwa mengejar hasil akademik perlu diimbangi dengan pengelolaan kegiatan belajar yang sehat. Belajar tetap penting, tetapi prosesnya juga perlu memberikan ruang bagi siswa dan mahasiswa untuk beristirahat dan memulihkan energi sebelum kembali menjalani aktivitas akademik.

Sumber : https://radarkediri.jawapos.com/pendidikan/2608230008/study-burnout-ketika-belajar-terus-menerus-justru-membuat-lelah

Belajar Lewat Komik, Visual dan Cerita Bisa Bantu Memahami Materi

Belajar Lewat Komik, Visual dan Cerita Bisa Bantu Memahami Materi

JP Radar Kediri – Materi pembelajaran tidak selalu harus disampaikan melalui teks panjang atau penjelasan lisan. Gambar, dialog, dan alur cerita dalam komik juga dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dengan cara yang lebih visual dan menarik.

Komik pembelajaran memadukan teks dan gambar untuk menjelaskan suatu materi. Informasi dapat disampaikan melalui karakter, percakapan, ilustrasi, hingga rangkaian cerita yang membantu pembaca mengikuti pembahasan secara bertahap.

Penggunaan visual dapat membantu ketika materi memiliki konsep yang sulit dibayangkan hanya melalui tulisan. Proses, urutan kejadian, maupun hubungan antar informasi dapat diperlihatkan melalui beberapa panel sehingga materi memiliki gambaran yang lebih konkret.

Berbagai materi dapat dikemas melalui komik, mulai dari sejarah, bahasa, sains, hingga pendidikan karakter. Cerita dapat digunakan sebagai konteks untuk menghubungkan konsep pembelajaran dengan situasi yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Penyajian melalui cerita juga membuat informasi dapat disusun secara berurutan. Pembaca mengikuti materi dari satu bagian ke bagian berikutnya sehingga penjelasan tidak harus diberikan sekaligus dalam satu teks yang panjang.

Meski demikian, penggunaan komik tidak otomatis membuat setiap materi menjadi lebih mudah dipahami. Tingkat kesulitan tetap dipengaruhi oleh isi, penggunaan bahasa, desain visual, serta cara informasi disusun dalam setiap bagian.

Komik yang terlalu banyak memuat teks dapat membuat halaman terasa padat dan sulit dibaca. Sebaliknya, penggunaan gambar yang terlalu banyak tanpa penjelasan yang cukup juga dapat membuat pesan utama dari materi menjadi kurang jelas.

Hubungan antara gambar dan teks karena itu menjadi bagian penting dalam komik pembelajaran. Ilustrasi tidak hanya digunakan sebagai hiasan, tetapi perlu membantu menjelaskan informasi yang sedang dibahas.

Alur cerita juga perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Cerita yang terlalu panjang atau memiliki banyak bagian tambahan dapat membuat perhatian pembaca lebih tertuju pada jalan cerita dibandingkan materi yang ingin disampaikan.

Komik juga tidak harus digunakan sebagai satu-satunya sumber belajar. Media ini dapat menjadi pengantar sebelum siswa mempelajari materi lebih mendalam melalui buku, video, diskusi, maupun aktivitas pembelajaran lainnya.

Perkembangan teknologi turut membuat komik pembelajaran dapat disajikan secara digital. Siswa dapat mengaksesnya melalui ponsel, tablet, maupun komputer sehingga penggunaannya lebih fleksibel dalam kegiatan belajar.

Namun, tidak semua materi dapat disampaikan secara lengkap melalui komik. Materi yang membutuhkan perhitungan panjang, praktik langsung, atau pembahasan yang lebih rinci tetap membutuhkan media maupun sumber belajar tambahan.

Penggunaan komik dalam pembelajaran karena itu perlu disesuaikan dengan karakteristik materi dan kebutuhan siswa. Pemilihan visual, jumlah teks, alur cerita, hingga informasi yang dimasukkan perlu dirancang agar tidak membuat siswa justru kesulitan mengikuti isi.

Belajar lewat komik menunjukkan bahwa visual dan cerita dapat menjadi salah satu cara untuk membantu menyampaikan materi. Dengan perancangan yang tepat, komik dapat membuat informasi lebih menarik sekaligus membantu siswa memahami konsep tanpa menghilangkan tujuan utama pembelajaran.

Sumber : https://radarkediri.jawapos.com/pendidikan/2608230003/belajar-lewat-komik-visual-dan-cerita-bisa-bantu-memahami-materi

Bukan Sekadar Menghafal, Apa Itu Higher Order Thinking Skills?

Bukan Sekadar Menghafal, Apa Itu Higher Order Thinking Skills?

JP Radar Kediri – Dalam pembelajaran, siswa tidak hanya dituntut mengingat informasi, tetapi juga mampu menggunakan pengetahuan untuk memahami masalah, menganalisis informasi, hingga menemukan solusi. Kemampuan tersebut dikenal sebagai Higher Order Thinking Skills (HOTS) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi.

HOTS berkaitan dengan proses berpikir yang lebih kompleks daripada sekadar mengingat fakta.

Dalam Taksonomi Bloom yang telah direvisi, proses kognitif terdiri dari mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Tiga tingkat terakhir umumnya dikaitkan dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Enam Tingkatan Proses Berpikir

Taksonomi Bloom membantu menggambarkan bagaimana kemampuan berpikir siswa dapat berkembang dari tingkat sederhana hingga lebih kompleks.

  • Mengingat: mengambil kembali informasi yang telah dipelajari.
  • Memahami: menjelaskan atau menginterpretasikan suatu konsep.
  • Menerapkan: menggunakan pengetahuan dalam situasi tertentu.
  • Menganalisis: menguraikan informasi dan melihat hubungan antarbagian.
  • Mengevaluasi: membuat penilaian berdasarkan kriteria atau bukti.
  • Mencipta: menggabungkan berbagai informasi untuk menghasilkan gagasan atau produk baru.

Tidak berarti siswa harus langsung berada pada tingkat tertinggi. Kemampuan mengingat dan memahami tetap menjadi dasar sebelum siswa dapat menganalisis, mengevaluasi, atau menciptakan sesuatu.

Soal Sulit Belum Tentu HOTS

HOTS juga tidak sama dengan soal yang dibuat sesulit mungkin. Yang membedakan adalah proses berpikir yang diperlukan untuk menemukan jawabannya.

Misalnya dalam materi pencemaran lingkungan, pertanyaan: “Sebutkan tiga jenis pencemaran lingkungan.”

lebih banyak menguji kemampuan mengingat.

Sementara pertanyaan: “Sebuah sungai di sekitar permukiman berubah warna dan mengeluarkan bau. Analisis kemungkinan penyebab dan dampaknya terhadap lingkungan.”

meminta siswa menggunakan pengetahuan untuk menganalisis sebuah situasi.

Soal HOTS juga dapat meminta siswa mengevaluasi suatu pendapat berdasarkan bukti atau membuat solusi terhadap sebuah permasalahan.

Mengapa HOTS Penting?

Dalam kehidupan sehari-hari, persoalan yang dihadapi siswa tidak selalu memiliki jawaban yang dapat langsung ditemukan dalam buku. Mereka perlu memilah informasi, memahami hubungan sebab-akibat, mempertimbangkan berbagai pilihan, dan mengambil keputusan.

Karena itu, pembelajaran yang mengembangkan HOTS dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menganalisis masalah, memberikan alasan, mengevaluasi informasi, dan menghasilkan solusi.

Namun, kemampuan berpikir tingkat tinggi tetap membutuhkan pengetahuan dasar. Siswa perlu memiliki informasi dan pemahaman yang cukup sebelum dapat menggunakannya untuk melakukan analisis atau evaluasi.

Pada akhirnya, HOTS bukan tentang membuat soal yang rumit atau menjebak siswa. Intinya adalah mendorong siswa menggunakan pengetahuan untuk berpikir, bukan sekadar mengingatnya.

Sumber : http://Bukan Sekadar Menghafal, Apa Itu Higher Order Thinking Skills?

Benarkah Bahaya Terbesar Datang dari Orang Terdekat? Ini Pesan QS Al-Mujadilah Ayat 14

Benarkah Bahaya Terbesar Datang dari Orang Terdekat? Ini Pesan QS Al-Mujadilah Ayat 14

Alquran tidak hanya mengingatkan umat Islam tentang keimanan secara personal, tetapi juga tentang bahaya loyalitas yang disembunyikan, kebocoran rahasia, dan permainan dua muka di tengah konflik.

Pesan itu tergambar kuat dalam QS. Al-Mujadilah ayat 14, yang menyinggung orang-orang yang menjadikan pihak yang dimurkai Allah sebagai sahabat, kemudian bersumpah atas kebohongan meski mengetahui perbuatannya.

اَلَمۡ تَرَ اِلَى الَّذِيۡنَ تَوَلَّوۡا قَوۡمًا غَضِبَ اللّٰهُ عَلَيۡهِمؕۡ مَّا هُمۡ مِّنۡكُمۡ وَلَا مِنۡهُمۡۙ وَيَحۡلِفُوۡنَ عَلَى الۡكَذِبِ وَهُمۡ يَعۡلَمُوۡنَ

Artinya: “Tidakkah engkau perhatikan orang-orang (munafik) yang menjadikan suatu kaum yang telah dimurkai Allah sebagai sahabat? Orang-orang itu bukan dari (kaum) kamu dan bukan dari (kaum) mereka. Dan mereka bersumpah atas kebohongan, sedang mereka mengetahuinya.”

Tafsir Kementerian Agama RI menjelaskan, ayat tersebut berkaitan dengan orang-orang munafik yang menjalin hubungan dengan orang-orang Yahudi dan menyampaikan rahasia kaum Muslimin kepada mereka.

Ancaman dari Dua Muka

Menurut Tafsir Kemenag RI, orang-orang munafik pada masa itu menunjukkan wajah berbeda kepada dua kelompok.

Di hadapan kaum Muslimin, mereka mengaku beriman, bahkan berjanji ikut memperjuangkan agama.

Namun ketika berhadapan dengan orang-orang Yahudi, mereka justru membuka keburukan kaum Muslimin dan menjanjikan bantuan untuk menghadapi mereka.

Persoalannya bukan sekadar hubungan pertemanan, tetapi loyalitas ganda yang digunakan untuk memperoleh keuntungan dan perlindungan.

Tafsir Kemenag mengaitkan turunnya ayat ini dengan kisah ‘Abdullah bin Nabtal, seorang munafik yang disebut kerap menyampaikan rahasia kaum Muslimin kepada orang-orang Yahudi.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bahkan telah mengingatkan para sahabat sebelum kedatangannya.

Rasulullah bersabda: “Akan datang ke tempatmu ini seorang yang pandangannya seperti pandangan setan. Jika ia datang nanti, janganlah kalian berbicara dengannya.”

Ketika kemudian terjadi tuduhan bahwa ‘Abdullah bin Nabtal dan kawan-kawannya mencaci Rasulullah SAW serta para sahabat, mereka justru bersumpah dengan menyebut nama Allah untuk menyangkalnya.

Di sinilah ayat tersebut menunjukkan persoalan yang lebih dalam: kebohongan dapat dikemas dengan sumpah dan simbol keagamaan untuk membangun kepercayaan.

Pelajaran di Era Digital

Pesan QS Al-Mujadilah ayat 14 relevan dibaca dalam konteks masyarakat modern yang hidup dalam perang informasi.

Ancaman terhadap sebuah komunitas tidak selalu datang melalui konfrontasi terbuka.

Informasi sensitif dapat berpindah melalui orang yang berada di dalam lingkaran kepercayaan, sementara di ruang publik ia tetap tampil sebagai bagian dari kelompok tersebut.

Karena itu, ayat ini dapat menjadi peringatan tentang pentingnya integritas, kejujuran, dan kehati-hatian dalam menjaga amanah.

Namun, pesan tersebut tidak semestinya digunakan untuk memberikan cap munafik kepada kelompok atau individu tertentu tanpa dasar yang jelas.

Alquran justru mengajarkan agar persoalan semacam ini dilihat melalui bukti, perilaku nyata, dan konteks yang tepat.

Tafsir Kemenag juga menegaskan bahwa orang-orang tersebut berada dalam posisi yang tidak jelas: mereka bukan bagian dari kaum beriman yang sesungguhnya, tetapi juga tidak benar-benar menjadi bagian dari kelompok yang mereka dekati.

Dengan demikian, inti peringatan ayat ini bukan sekadar soal siapa yang menjadi teman, melainkan tentang keteguhan prinsip ketika seseorang berada di antara kepentingan yang saling bertentangan.

Bagi masyarakat hari ini, terutama di tengah derasnya arus informasi dan polarisasi, pelajarannya jelas: jangan mudah memberikan kepercayaan kepada orang hanya berdasarkan pengakuan, dan jangan pula menuduh tanpa bukti.

Integritas diuji bukan ketika seseorang berbicara di depan publik, tetapi ketika ia memegang amanah yang tidak diketahui orang lain.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/benarkah-bahaya-terbesar-datang-dari-orang-terdekat-ini-pesan-qs-al-mujadilah-ayat-14

4 Fungsi Masjid, Ternyata Bukan Hanya Tempat Ibadah

4 Fungsi Masjid, Ternyata Bukan Hanya Tempat Ibadah

Masjid merupakan tempat yang dimuliakan dalam Islam dan digunakan untuk salat, membaca Alquran, dan ibadah lainnya yang hanya ditujukan kepada Allah SWT.

Dalam surah Al-Jinn ayat 18, Allah SWT berfirman:

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

Wa annal masaajida lillaahi falaa tad’oo ma’al laahi ahadaa

Artinya: “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah untuk Allah. Maka janganlah kamu menyembah apa pun di dalamnya selain Allah.”

Namun, sebenarnya fungsi masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah. Lantas, apa saja hal yang bisa dilakukan umat Islam di dalamnya?

Apa Fungsi Masjid dalam Islam?

1. Tempat Memperkuat Iman

Sederhananya, masjid menjadi tempat agar umat Islam terus memuliakan dan mengingat Allah SWT sekaligus menegaskan bahwa hanya Dia yang berhak disembah.

Dalam surah An-Nur ayat 36-37, Allah SWT berfirman:

“(Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang, orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat).”

Saat berzikir atau membaca Alquran dengan khusyuk di masjid, Allah SWT juga akan memberikan ketenangan hati.

Hal itu sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW:

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitab Allah dan saling mempelajarinya di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan (sakinah), rahmat akan meliputi mereka, para malaikat akan mengelilingi mereka, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

2. Tempat Ibadah

Ini adalah fungsi masjid yang paling dikenal masyarakat luas.

Masjid digunakan sebagai tempat utama untuk mendirikan salat berjemaah sampai beriktikaf.

Dalam surah At-Taubah ayat 18, Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Karena menjadi tempat ibadah, sudah sepatutnya kebersihan masjid dijaga sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

3. Tempat Menjaga Solidaritas Umat Muslim

Masjid juga berfungsi sebagai tempat mempererat solidaritas sesama muslim sekaligus menyebarkan nilai-nilai kebaikan yang berguna bagi umum maupun pribadi.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Permisalan seorang mukmin dengan mukmin yang lain itu seperti bangunan yang menguatkan satu sama lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga bersabda:

“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua hadis ini menjadi landasan bahwa masjid semestinya menumbuhkan solidaritas dan kepedulian sosial di antara jemaah.

4. Tempat Menuntut Ilmu

Mencari ilmu bukan cuma dilakukan di sekolah formal, tetapi juga bisa di masjid.

Islam menekankan bahwa siapa pun yang menuntut ilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT.

Hal itu tertuang dalam surah Al-Mujadalah ayat 11:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/4-fungsi-masjid-ternyata-bukan-hanya-tempat-ibadah

Arti Qanaah: Pengertian, Contoh, Lawan Sifat, dan Manfaatnya

Arti Qanaah: Pengertian, Contoh, Lawan Sifat, dan Manfaatnya

Setiap muslim harus memiliki akhlak mulia. Berbagai ayat Alquran pun berisi perintah untuk berbuat baik dan mengerjakan kebaikan.

Salah satunya surah Al-A’raf ayat 199:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

khuzil ‘afwa waamur bil’urfi waa’rid ‘anil jaahileen

Artinya: “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.”

Salah satu akhlak terpuji yang harus dimiliki umat muslim adalah qanaah. Lantas, apa arti qanaah beserta dampak positifnya?

Mengenal Arti Qanaah dan Contohnya

Qanaah memiliki arti merasa cukup dan rela dengan apa pun yang diberikan Allah SWT, baik dalam hal rezeki maupun ketetapan-Nya.

Seorang muslim yang memiliki sifat qanaah tidak akan  tamak atau rakus dan tidak iri terhadap nikmat orang lain karena ia selalu bersyukur atas pemberian Allah SWT.

Dengan rasa syukur juga, Allah SWT akan menambah nikmat hamba-Nya, sebagaimana dijelaskan dalam surah Ibrahim ayat 7:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Wa iz ta azzana Rabbukum la’in shakartum la azeedannakum wa la’in kafartum inn’azaabee lashadeed

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Contoh Qanaah dalam Kehidupan Sehari-hari

Di bawah ini adalah contoh sifat qanaah yang bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Tetap bersyukur dengan gaji yang diterima sambil tetap bekerja keras dan berusaha meningkatkan kemampuan, serta tanpa iri dengan pendapatan orang lain yang lebih besar.
  • Bersyukur dengan apa yang dimiliki dan tidak berutang dengan memenuhi gaya hidup di luar kemampuan.
  • Memakai baju, mobil, motor, hingga telepon genggam yang masih layak pakai.
  • Tidak ikut-ikutan tren hanya demi gengsi.
  • Tidak membandingkan pencapaian diri sendiri dengan orang lain.
  • Ikut merasa senang saat kerabat dekat atau saudara mendapat nikmat yang lebih baik tanpa merasa iri dan dengki.
  • Menerima kondisi dengan lapang dada sambil terus berusaha untuk memperbaiki keadaan.

Apa Lawan Sifat Qanaah?

Lawan sifat qanaah adalah tamak atau rakus, yakni serakah dan tidak pernah puas atas segala nikmat dan rezeki yang diberikan Allah SWT.

Sifat ini bisa menimbulkan rasa iri dan dengki pada nikmat yang dimiliki orang lain, padahal Allah SWT sudah melarang dengan tegas dalam surah An-Nisa ayat 32:

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain…”

Karena selalu merasa kurang, seseorang dengan sifat tamak juga memiliki ambisi untuk menimbun harta tanpa memikirkan halal dan haramnya.

Dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 168, juga sudah ditegaskan bahwa setiap muslim wajib mengonsumsi sesuatu dari rezeki yang halal.

“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.”

Manfaat Sifat Qanaah

Berikut ini adalah manfaat sifat qanaah yang harus dipahami semua muslim:

1. Ibarat Menggenggam Dunia dan Seisinya

Sifat qanaah membuat orang merasa sangat cukup, yang diibaratkan seperti mendapat dunia dan seisinya.

Dari Ubaidillah bin Mihshan Al-Anshary radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah)

2. Menjadi Orang Beruntung

Manfaat sifat qanaah lainnya adalah menjadikan seseorang beruntung, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW berikut:

“Sungguh sangat beruntung orang yang telah masuk Islam, diberikan rezeki yang cukup dan Allah mengaruniakannya sifat qanaah (merasa puas) dengan apa yang diberikan kepadanya.” (HR Muslim)

3. Mudah Bersyukur

Seseorang dengan sifat qanaah berarti selalu bersyukur kepada Allah SWT. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda:

“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah kepadamu.” (HR Muslim)

4. Terhindar dari Hasad (Iri Dengki)

Allah SWT sudah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya. Oleh karena itu, sebenarnya tidak ada alasan bagi kita merasa iri dengan nikmat orang lain.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Umatku akan ditimpa penyakit berbagai umat.” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, apa saja penyakit umat-umat (terdahulu)?” Rasulullah berkata, “Kufur nikmat, menyalahgunakan nikmat, saling berlomba memperbanyak dunia, saling berbuat najsy (mengelabui dalam penawaran), saling memusuhi, dan saling hasad-menghasadi hingga timbulnya sikap melampaui batas (kezaliman).” (HR Al-Hakim, Ath-Thabrani)

5. Terlindungi dari Utang

Ketika seseorang selalu merasa cukup dan bersyukur, ia sudah membentengi dirinya dari potensi berutang.

Islam memandang utang sebagai suatu persoalan yang serius. Bahkan, mati syahid pun tidak menghapus dosa yang berkaitan dengan hak sesama manusia seperti utang.

Dalam sebuah hadis, dijelaskan bahwa siapa pun yang berutang dan tidak berniat melunasinya, akan dibangkitkan sebagai pencuri pada hari kiamat.

“Siapa saja yang berutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri).” (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW selalu berdoa agar diberikan rasa cukup. Berikut doa Nabi Muhammad SAW:

“Ya Allah, aku meminta kepada-Mu petunjuk (dalam ilmu dan amal), ketakwaan, sifat ‘afaf (menjaga diri dari hal yang haram), dan sifat ghina’ (hati yang selalu merasa cukup atau qanaah).” (HR Muslim)

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/arti-qanaah-pengertian-contoh-lawan-sifat-dan-manfaatnya

Benarkah Warna Cat Rumah Menentukan Kepribadian Introvert dan Ekstrovert?

Benarkah Warna Cat Rumah Menentukan Kepribadian Introvert dan Ekstrovert?

Jakarta – Warna cat tidak hanya merefleksikan atmosfer yang diinginkan dari sebuah ruangan, tapi juga bisa memengaruhi mood penghuni rumah. Hal ini jadi salah satu elemen yang paling menentukan dalam sebuah hunian.
Hal itu juga menjelaskan alasan kaum introvert dan ekstrovert menyukai warna-warna yang sangat berbeda.

“Kepribadian kita dapat memengaruhi warna-warna yang secara alami menarik minat kita, sehingga warna yang kita pilih bisa menjadi cerminan jati diri kita. Gaya hidup kita kemudian memengaruhi pemilihan warna untuk ruang tertentu, bergantung pada aktivitas yang kita lakukan di sana serta bagaimana kita ingin berpikir, merasa, dan bersikap,” kata pakar psikologi warna dan desain perilaku, Karen Haller, dikutip dari Livingetc.

Banyak yang beranggapan bahwa seorang introvert lebih tertarik pada warna-warna yang merangsang dunia batin dan menenangkan indra, sementara seorang ekstrovert memilih warna-warna yang menghadirkan sosial dan membangun koneksi. Namun, kenyataannya tidak selalu seperti itu.

“Menjadi seorang introvert atau ekstrovert tidak secara otomatis menentukan warna-warna yang akan menarik minat Anda. Introversi dan ekstroversi hanyalah aspek dari kepribadian kita, dan banyak dari kita memiliki perpaduan dari kedua kecenderungan tersebut, sehingga hal-hal ini tidak dapat menentukan palet warna yang pasti,” kata Karen.

Menurut ahli warna Charlotte Cropper, penghuni rumah bisa bertanya kepada diri sendiri sebelum menentukan warna cat yang diinginkan. Misalnya, bagaimana rumah ini akan digunakan? Mau jadi tempat beristirahat atau sering jadi tempat kumpul keluarga? Dan lainnya. Mendefinisikan diri sebagai ‘introvert’ maupun ekstrovert’ hanya membantu diri memilih warna yang pas, bukan serta merta pilihan yang saklek.

Warna yang Biasanya Cocok untuk Introvert

Ingat, pemilihan warna yang tepat selalu bergantung pada suasana ruangan yang diinginkan, siapa yang menggunakannya, dan fungsi ruangan tersebut. Skema warna netral dan palet warna alami tersebut sangat masuk akal untuk menciptakan suasana interior yang lebih tenang, sesuatu yang memang lazim diharapkan oleh seorang introvert.

“Kaum introvert umumnya cenderung menciptakan hunian yang terasa menenangkan dan memulihkan energi, sehingga warna-warna yang mencerminkan suasana tersebut sering kali lebih lembut dan kalem,” tutur Charlotte.

Beberapa contoh warnanya adalah warna putih, hijau, biru, dan merah muda.

Warna yang Biasanya Cocok untuk Ekstrovert

Untuk rumah yang biasanya dipakai untuk berkumpul, bisa menggunakan warna yang lebih kaya untuk menciptakan suasana yang khas. Misalnya, warna-warna yang pekat atau cerah seperti merah tua kecokelatan, pink, jingga, teal, bisa juga warna biru, dan turquoise.

Apakah Introvert dan Extrovert Selalu Pilih Warna yang Bertolak Belakang?

Tidak juga. Apakah seseorang cenderung introvert atau ekstrovert tidak serta-merta menentukan pilihan warna mana yang mereka inginkan karena hal itu tergantung pada kepribadian secara keseluruhan dan kebutuhan akan ruang tersebut.

“Kaum introvert tidak selalu cenderung memilih warna lembut dengan saturasi rendah, begitu pula kaum ekstrovert tidak selalu memilih warna cerah dengan saturasi tinggi,” kata Karen.

Jadi, daripada beranggapan bahwa ada warna-warna khusus bagi kaum introvert atau ekstrovert, kuncinya terletak pada penciptaan pengalaman yang tepat bagi individu tersebut.

Sumber : https://www.detik.com/properti/interior/d-8630931/benarkah-warna-cat-rumah-menentukan-kepribadian-introvert-dan-ekstrovert

Robot Humanoid China Kalahkan Rekor Lari 100m Milik Usain Bolt

Robot Humanoid China Kalahkan Rekor Lari 100m Milik Usain Bolt

Jakarta – Robot humanoid asal China mencatat rekor baru setelah berlari sejauh 100 meter hanya dalam waktu 9,39 detik. Rekor baru ini lebih cepat dari rekor dunia 9,58 detik untuk lari 100 meter putra yang dipegang oleh Usain Bolt sejak tahun 2009.
Rekor tersebut dicetak oleh robot Tiangong Ultra buatan Beijing Humanoid Robot Innovation Center saat babak penyisihan World Humanoid Robot Games 2026 di Beijing, China pada Sabtu (22/8) kemarin.

Tiangong Ultra menyalip robot Lightning buatan Honor di dekat garis finis setelah tertinggal di awal perlombaan. Lightning menyelesaikan perlombaan dalam waktu 9,47 detik, juga lebih cepat dari rekor yang dicetak Bolt.

Sebelum perlombaan resmi dimulai, Lightning dilaporkan berlari 100 meter dalam waktu 9,32 detik, mencapai kecepatan puncak hingga 14,5 meter per detik. Namun rekor itu dicapai saat tes persiapan sehingga tidak dicatat sebagai rekor turnamen resmi.

Hasil perlombaan terbaru ini merupakan peningkatan signifikan dari World Humanoid Robot Games pertama yang diselenggarakan tahun lalu, di mana Tiangong Ultra memenangkan event lari 100 meter dalam waktu 21,5 detik.

Tiangong Ultra tahun lalu menjuarai turnamen half-marathon pertama untuk robot humanoid yang diselenggarakan di Beijing. Tahun ini, kompetisi itu dimenangkan oleh Lightning yang menyelesaikan half-marathon dalam waktu 50 menit dan 26 detik, lebih cepat dari rekor dunia manusia.

Saat mengikuti half-marathon, Lightning memiliki tinggi 169 cm dan kakinya saja memiliki panjang 95 cm. Menjelang World Humanoid Robot Games, pengembangnya memperpanjang kakinya hingga 10 cm, menjadi 1,05 meter, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (23/8/2026).

World Humanoid Robot Games diikuti lebih dari 2.000 robot dari 666 tim dari 16 negara. Jumlah tim yang berpartisipasi tahun ini meningkat dari tahun pertamanya yang melibatkan 280 tim.

Turnamen ini akan berlangsung hingga Rabu (26/8) depan dan akan mempertandingkan 51 event dan lebih dari 1.000 kompetisi olahraga dan keterampilan, termasuk lari, tenis meja, dan sepak bola.

Sumber : https://inet.detik.com/cyberlife/d-8630856/robot-humanoid-china-kalahkan-rekor-lari-100m-milik-usain-bolt

Satu klik menguji kepercayaan

Satu klik menguji kepercayaan

Surabaya (ANTARA) – Perizinan merupakan salah satu wajah paling nyata dari hubungan antara negara dan masyarakat. Di balik formulir, persyaratan, dan proses persetujuan, terdapat harapan agar pelayanan publik berjalan sederhana, pasti, transparan, dan tidak menjadi beban bagi mereka yang ingin berusaha.

Perubahan teknologi membawa perizinan ke ruang yang berbeda. Layar komputer dan telepon pintar perlahan menggantikan meja, map, tanda tangan, serta antrean.

Namun, digitalisasi tidak cukup hanya membuat izin dapat diajukan secara daring. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan teknologi menghadirkan kepastian, keadilan, transparansi, dan manfaat ekonomi yang terasa.

Di tengah perubahan itu, Kota Surabaya, Jawa Timur, menjadi salah satu daerah yang menarik dicermati. Pemerintah Kota Surabaya mengembangkan layanan digital, integrasi sistem, kecerdasan buatan, dan pendampingan bagi pelaku usaha untuk membangun pelayanan perizinan yang lebih sederhana.

Birokrasi berubah

Bagi pelaku usaha, satu kata sering lebih penting daripada sekadar cepat, yakni pasti. Kepastian mengenai dokumen yang harus disiapkan, waktu penyelesaian, biaya yang dikenakan, hingga pihak yang bertanggung jawab ketika permohonan tersendat.

Karena itu, inovasi perizinan Surabaya tidak berhenti pada pemindahan loket ke ruang digital. Pemerintah kota membangun ekosistem yang menghubungkan Surabaya Single Window, Online Single Submission, layanan konsultasi, kecerdasan buatan, Klinik Investasi, serta pemantauan proses perizinan.

Surabaya Single Window memungkinkan pemohon mengajukan izin secara daring, menyimpan persyaratan dalam bank data, dan melacak perjalanan berkas. Pola ini dapat mengurangi pengulangan pengunggahan dokumen serta memperpendek interaksi yang sebelumnya membutuhkan kedatangan langsung.

Skala layanannya juga cukup besar. Mal Pelayanan Publik Surabaya melayani sekitar 1.428 jenis perizinan, dengan sebagian besar layanan terintegrasi melalui SSW Alpha dan OSS. Pemerintah kota juga menyediakan Takon Sobat melalui WhatsApp dan Si Pintar berbasis kecerdasan buatan untuk memberikan informasi perizinan selama 24 jam.

Dunia usaha pada dasarnya tidak selalu membutuhkan gedung pelayanan yang megah. Yang lebih dibutuhkan adalah proses sederhana, informasi jelas, respons cepat, serta aturan yang dapat diprediksi. Pada titik inilah teknologi memiliki nilai ketika benar-benar mengurangi ketidakpastian.

Surabaya juga mengembangkan Kalkulator Investasi yang diluncurkan pada Januari 2026. Aplikasi berbasis web tersebut membantu calon pelaku usaha memperkirakan kebutuhan investasi dan modal awal. Artinya, teknologi mulai digunakan bahkan sebelum izin diajukan, yakni ketika seseorang mempertimbangkan kelayakan sebuah usaha.

Perubahan tersebut menunjukkan pergeseran peran pemerintah. Pemerintah tidak cukup hanya menjadi penerbit izin, tetapi juga perlu menjadi fasilitator agar gagasan usaha dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang legal, produktif, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Digital bukan jaminan

Digitalisasi bukan jaminan otomatis bahwa birokrasi menjadi sederhana. Sistem daring tetap dapat menghasilkan kerumitan jika aturan, persyaratan, dan alur pelayanan di belakangnya tidak dibenahi.

Formulir elektronik dapat menggantikan formulir kertas, tetapi persoalan belum selesai apabila pemohon masih harus memahami banyak tahapan yang tidak jelas. Karena itu, keberhasilan digitalisasi seharusnya tidak diukur dari banyaknya aplikasi, melainkan dari berkurangnya waktu, biaya, kesalahan, dan ketidakpastian yang dialami masyarakat.

Data Klinik Investasi Surabaya memperlihatkan sisi yang menarik. Hingga 13 Agustus 2026 tercatat 13.917 data konsultasi pemohon sejak 2022. Persoalan yang muncul antara lain berkaitan dengan OSS, pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal, dan kendala teknis dalam sistem.

Data konsultasi tersebut semestinya tidak hanya dipandang sebagai jumlah layanan. Ia dapat menjadi sensor bagi birokrasi. Pertanyaan yang berulang menunjukkan bagian tertentu dari sistem masih belum mudah dipahami. Keluhan yang terus muncul dapat menjadi petunjuk mengenai prosedur yang perlu disederhanakan.

Dengan demikian, pemerintah perlu mengubah cara memandang pengaduan. Keluhan bukan sekadar persoalan yang harus diselesaikan satu per satu, tetapi sumber data untuk memperbaiki sistem secara keseluruhan.

Surabaya juga meluncurkan Sistem Informasi Pengawasan dan Penertiban (Siwastib) pada Mei 2026 untuk memperkuat pengawasan dan penertiban kegiatan usaha secara digital. Langkah ini memperlihatkan bahwa transformasi digital mulai bergerak dari tahap penerbitan izin menuju pengawasan setelah usaha berjalan.

Keseimbangan tersebut penting. Perizinan yang mudah tanpa pengawasan dapat menimbulkan persoalan baru. Sebaliknya, pengawasan yang ketat tanpa pelayanan sederhana dapat membuat birokrasi kembali dipandang sebagai beban. Pelayanan dan pengawasan harus tumbuh dalam satu ekosistem yang transparan.

Surabaya pernah menjadi Terbaik I kategori pemerintah kota dalam Anugerah Layanan Investasi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM pada 2024. Penilaian tersebut mencakup penyederhanaan perizinan, penerapan OSS, iklim investasi, sumber daya manusia, inovasi, sarana-prasarana, serta komitmen kepala daerah.

Pengakuan tersebut penting, tetapi tidak boleh menjadi garis akhir. Penghargaan semestinya menjadi cermin untuk melihat bagian yang masih perlu diperbaiki, bukan ukuran tunggal keberhasilan pelayanan.

 

Izin ke dampak

Surabaya menargetkan realisasi investasi Rp43 triliun pada 2026, meningkat dari kisaran Rp35 triliun hingga Rp36 triliun pada tahun-tahun sebelumnya. Target tersebut memperlihatkan besarnya harapan terhadap perbaikan iklim usaha melalui pelayanan yang cepat dan transparan.

Angka investasi tidak semestinya berhenti sebagai angka makro. Pertanyaan yang lebih penting adalah apa yang terjadi setelah modal masuk. Berapa lapangan kerja tercipta? Berapa banyak UMKM lokal masuk rantai pasok? Apakah investasi memperkuat ekonomi lokal? Apakah pertumbuhan tetap memperhatikan lingkungan?

Ukuran keberhasilan akhirnya berada pada manfaat yang dirasakan masyarakat. Investasi yang besar tetapi tidak membuka kesempatan kerja, tidak melibatkan usaha lokal, atau tidak meningkatkan kesejahteraan warga akan kehilangan sebagian makna pembangunannya.

Karena itu, inovasi perizinan digital perlu memasuki tahap berikutnya. Pemerintah dapat mengembangkan dasbor publik yang menampilkan jumlah izin masuk dan selesai, waktu rata-rata penyelesaian, jenis kendala, permohonan yang melewati standar pelayanan, serta tingkat penyelesaian pengaduan.

Data juga dapat dihubungkan dengan dampak investasi terhadap tenaga kerja dan UMKM. Dengan begitu, pemerintah tidak hanya mengetahui berapa banyak izin yang diterbitkan, tetapi juga dapat mengukur apa yang terjadi setelah izin tersebut terbit.

Kecerdasan buatan pun sebaiknya tidak berhenti sebagai mesin penjawab pertanyaan. Data yang terkumpul dapat digunakan untuk menemukan titik kemacetan, memprediksi permohonan yang membutuhkan pendampingan, dan mendeteksi prosedur yang terlalu sering menimbulkan kesalahan.

Digitalisasi juga harus tetap inklusif. Tidak semua pelaku UMKM memiliki kemampuan digital yang sama. Karena itu, layanan daring perlu berjalan bersama pendampingan luring. Klinik Investasi dan Mal Pelayanan Publik tetap penting sebagai jembatan agar transformasi teknologi tidak meninggalkan kelompok yang paling membutuhkan bantuan.

Pada titik tersebut, perizinan digital tidak lagi sekadar urusan aplikasi. Ia menjadi bagian dari pembenahan hubungan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Pemerintah menyediakan kepastian, pelaku usaha memperoleh ruang untuk berkembang, sementara masyarakat mendapatkan manfaat dari aktivitas ekonomi yang tumbuh.

Sebuah izin mungkin hanya terlihat seperti dokumen administratif. Namun, di belakangnya bisa terdapat rencana usaha, modal yang dipertaruhkan, lapangan kerja yang menunggu, dan harapan keluarga yang menggantungkan penghidupan.

Karena itu, satu klik sebenarnya menguji lebih dari kemampuan teknologi. Ia menguji apakah birokrasi mampu menghadirkan kepastian, apakah pemerintah dapat menjaga transparansi, dan apakah investasi benar-benar berujung pada kesejahteraan.

Jika teknologi mampu memperpendek jarak antara aturan dan kebutuhan masyarakat, digitalisasi perizinan bukan sekadar perubahan cara melayani. Ia menjadi cara baru membangun kepercayaan. Dan dari kepercayaan itulah ekonomi dapat tumbuh dengan lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5707291/satu-klik-menguji-kepercayaan