Jakarta, CNN Indonesia — Saat bepergian menggunakan pesawat, mengatur barang bawaan menjadi hal penting. Pasalnya, tidak semua barang dapat dibawa bebas demi menjaga keamanan penerbangan.
Berikut daftar barang yang sebaiknya tidak dimasukkan bagasi untuk menghindari kendala pemeriksaan di bandara.
Setiap maskapai dan negara memiliki aturan tertentu terkait pembatasan barang bawaan, terutama yang berhubungan dengan keselamatan penerbangan. Beberapa barang mungkin terlihat aman digunakan sehari-hari, tetapi dapat menimbulkan risiko jika dibawa dalam pesawat.
Aturan ini umumnya mengacu pada standar keselamatan penerbangan internasional seperti ketentuan dari International Air Transport Association (IATA) dan International Civil Aviation Organization (ICAO).
Selain itu, terdapat barang tertentu yang membutuhkan persetujuan maskapai sebelum dibawa ke dalam pesawat.
Barang yang sebaiknya tidak dimasukkan bagasi
Oleh karena itu, sebelum melakukan perjalanan, pastikan Anda mengecek kembali isi koper agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dikutip dari laman Singapore Airlines, berikut beberapa barang yang sebaiknya tidak dimasukkan bagasi agar perjalanan menjadi lebih nyaman dan aman.
1. Bahan peledak dan mudah terbakar
Barang pertama yang dilarang untuk dimasukkan ke dalam bagasi adalah benda yang mengandung bahan peledak atau mudah terbakar. Contohnya seperti kembang api, petasan, suar, amunisi, hingga benda dengan kandungan bahan piroteknik lainnya.
Selain itu, cairan mudah terbakar seperti cat, lem tertentu, bahan bakar korek, dan bahan kimia berisiko tinggi juga tidak diperbolehkan.
Barang-barang tersebut dapat membahayakan keselamatan penerbangan karena berpotensi memicu kebakaran atau reaksi berbahaya selama perjalanan udara.
2. Gas bertekanan dan bahan kimia berbahaya

Gas bertekanan seperti tabung butana, propana, tabung selam, hingga isi ulang bahan bakar korek termasuk barang yang tidak boleh dibawa dalam bagasi. Perubahan tekanan selama penerbangan dapat meningkatkan risiko kebocoran atau kerusakan pada wadah penyimpanan gas.
Selain itu, bahan kimia berbahaya seperti pemutih konsentrasi tinggi, zat korosif, pestisida, racun, asam, alkali, hingga material radioaktif juga masuk dalam kategori barang terlarang. Barang tersebut dapat membahayakan penumpang, kru, maupun pesawat.
3. Power bank dan baterai lithium cadangan
Salah satu barang yang sebaiknya tidak dimasukkan bagasi adalah power bank atau baterai lithium cadangan. Barang elektronik dengan baterai lithium memiliki aturan khusus karena dapat menimbulkan risiko panas berlebih jika mengalami kerusakan.
Power bank dan baterai cadangan umumnya harus dibawa ke kabin, bukan dimasukkan ke dalam bagasi tercatat. Pastikan juga kapasitas baterai sesuai dengan aturan maskapai sebelum bepergian.
Hindari membawa baterai yang rusak atau pernah mengalami penarikan produk demi keamanan penerbangan.
4. Senjata, benda tajam, dan barang berbahaya lainnya
Senjata api, replika senjata, pistol mainan yang menyerupai senjata asli, serta bagian dari senjata termasuk barang yang tidak diperbolehkan dalam penerbangan. Begitu juga dengan benda yang berpotensi digunakan sebagai alat berbahaya.
Beberapa benda tajam seperti pisau, pedang, gunting tertentu, dan alat tajam lainnya juga memiliki pembatasan.
Untuk menghindari masalah saat pemeriksaan keamanan, sebaiknya periksa kembali aturan maskapai terkait barang-barang tersebut sebelum membawanya.
5. Rokok elektrik atau vape
Rokok elektrik atau vape termasuk barang yang memiliki aturan khusus dalam penerbangan. Perangkat ini biasanya tidak diperbolehkan masuk ke dalam bagasi tercatat karena menggunakan baterai lithium yang memerlukan penanganan khusus.
Jika aturan negara dan maskapai mengizinkan, rokok elektrik umumnya hanya boleh dibawa di kabin atau bersama penumpang. Namun, penggunaannya tetap dilarang selama berada di dalam pesawat.
Pastikan juga untuk mengecek regulasi negara tujuan karena beberapa negara memiliki larangan terhadap kepemilikan maupun penggunaan rokok elektrik.
6. Cairan, aerosol, dan gel
Cairan, aerosol, dan gel memiliki aturan khusus, terutama untuk barang bawaan kabin. Produk seperti parfum, sampo, gel rambut, pasta gigi, krim, losion, hingga deodoran cair biasanya hanya diperbolehkan dalam ukuran tertentu.
Umumnya, cairan yang dibawa ke kabin harus berada dalam wadah maksimal 100 ml dan ditempatkan dalam kantong plastik transparan sesuai ketentuan.
Untuk ukuran yang lebih besar, penumpang perlu memastikan apakah barang tersebut dapat dimasukkan ke bagasi sesuai aturan maskapai.
7. Barang elektronik yang tidak dapat dimatikan
Barang elektronik yang tidak dapat dimatikan sepenuhnya juga menjadi salah satu barang yang perlu diperhatikan sebelum masuk ke bagasi. Perangkat elektronik yang terus aktif berpotensi mengganggu aturan keselamatan penerbangan.
Pastikan seluruh perangkat seperti mainan elektronik, kamera, laptop, atau gadget lainnya dapat dimatikan sepenuhnya sebelum perjalanan. Hindari membiarkan perangkat berada dalam mode tidur (sleep mode) atau menyala otomatis ketika disimpan dalam bagasi.
Nah, itulah daftar barang yang sebaiknya tidak dimasukkan bagasi agar perjalanan udara yang lebih aman, nyaman, dan sesuai aturan. Sebelum berangkat, selalu periksa kembali regulasi maskapai dan negara tujuan karena setiap wilayah dapat memiliki kebijakan tambahan.
Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260710085311-269-1379015/jangan-masukkan-7-barang-ini-ke-bagasi-pesawat