Tak Cuma soal Energi, Begini Cara Pertamina Jaga Lingkungan

Tak Cuma soal Energi, Begini Cara Pertamina Jaga Lingkungan

Jakarta – Pertamina berkomitmen menerapkan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasional sehari-hari. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui penggunaan energi terbarukan, tetapi juga kebiasaan-kebiasaan sederhana.

Perwira Subholding Downstream Pertamina, Yoga Pratama, mengatakan salah satu penerapannya dilakukan melalui Green Energy Station atau SPBU ramah lingkungan yang memanfaatkan panel surya untuk mendukung kebutuhan energi di sejumlah unit bisnis Pertamina.

“Kalau di Pertamina ini contohnya ada Green Energy Station. Kita pakai solar panel. Jadi nanti itu untuk mendukung transisi energi di beberapa SPBU Pertamina,” kata Yoga dalam Pertamina Talks Episode 2 bertema ‘Hobi Jaga Bumi, Eh Jadi Profesi’ di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, penerapan prinsip keberlanjutan juga dilakukan di terminal BBM dengan memilah sampah serta mendorong pekerja membawa tempat air minum atau tumbler dalam aktivitas sehari-hari.

“Jadi nggak cuma tentang energi, tapi mulai dari pilah sampah, bawa tumbler juga kita lakukan sebagai bentuk dari keberlanjutan itu sendiri,” ujarnya.

Di luar operasional perusahaan, Pertamina juga menjalankan program Desa Energi Berdikari. Melalui program ini, energi terbarukan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi desa, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Yoga mencontohkan salah satu penerapannya di Cilacap yang memanfaatkan energi surya dan angin. Energi tersebut kemudian digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pompa air hingga mendukung proses pengolahan makanan.

“Jadi, untuk energi di desa itu udah energi terbarukan. Kayak misalnya di Cilacap itu sudah ada energi surya dan juga energi angin. Nah, dari itu dia menggerakkan lagi nih untuk air bersihnya, pompanya, baru nanti masuk lagi untuk mengolah makanannya,” bebernya.

Sementara di Palembang, energi digunakan untuk mendukung pengolahan kopi, termasuk proses sangrai. Adapun di Sulawesi, energi dimanfaatkan untuk menggerakkan pompa dalam kegiatan urban farming.

“Kalau misalnya di Palembang itu juga ada untuk mengolah kopi, jadi untuk sangrai kopinya. Nah, kalau di Sulawesi itu juga ada pompanya itu untuk urban farming. Jadi, dari energi mekanis nanti diubah menjadi energi yang juga untuk meningkatkan ekonomi dari masyarakat kita,” tutup Yoga.

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8637191/tak-cuma-soal-energi-begini-cara-pertamina-jaga-lingkungan

Ekonomi Kuartal IV Digenjot Lewat Harbolnas

Ekonomi Kuartal IV Digenjot Lewat Harbolnas

Jakarta – Target belanja setinggi ini dimaksudkan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV-2026.

“Tahun lalu kita capai sebesar Rp 36,4 triliun dan tahun ini ditargetkan naik minimal 10%. Jadi targetnya tahun ini Rp 40 triliun,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Kick Off Road to Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Harbolnas diselenggarakan pada 10-16 Desember 2026 mendatang. Dengan target transaksi mencapai Rp 40 triliun ini, kegiatan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV 2026.

“Ini penting karena kita perlu mengangkat perekonomian di kuartal keempat, dan arahan Bapak Presiden dalam pidato kemarin tanggal 14 ini di kuartal keempat target pertumbuhannya menuju 6% atau 6% di kuartal keempat karena ini akan menjadi landasan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 6% di tahun 2027,” terang Airlangga.

Menurutnya target transaksi setinggi ini bukan hal yang mustahil mengingat ekonomi digital Indonesia terus mengalami pertumbuhan menjadi sekitar US$ 100 miliar pada 2025 kemarin. Indonesia juga telah menjadi salah satu pasar utama video commerce.

“Jumlah penjual online sekitar 800.000, namun dalam video commerce ini transaksinya sudah naik hampir 90% yaitu 2,6 miliar transaksi,” kata Airlangga.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menambahkan Harbolnas merupakan program kolaborasi pemerintah dan Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV sekaligus menjadi stimulus peningkatan daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.

“Tiga kategori produk lokal yang paling banyak diminati konsumen adalah fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan serta produk makanan dan minuman,” terang Busan.

Mendag juga memastikan pada Harbolnas tahun ini para pedagang yang mengikuti kegiatan akan terdata dalam sistem Kementerian. Hal ini dimaksudkan untuk memantau aktivitas perdagangan selama rangkaian program tersebut.

Selain itu pendataan pedagang yang terlibat juga dimaksudkan untuk membantu pemerintah memantau produk yang dijual selama Harbolnas. Sebab Harbolnas tahun ini diarahkan untuk memperkuat penjualan produk dalam negeri dan memperluas pasar UMKM.

“Ya nanti ketahuan dari ada sistemnya, nanti ketahuan. Termasuk tadi target-target segala macam ketahuan semua, tercatat semua,” tutur Mendag.

Sebagai informasi, nilai transaksi Harbolnas 2025 mencapai Rp 36,4 triliun atau naik 17% dibandingkan 2024 yang sebesar Rpb31,2 triliun. Dari total transaksi tersebut, produk lokal menyumbang sekitar 45% dari total transaksi dengan nilai capai Rp 16,6 triliun.

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8637426/ekonomi-kuartal-iv-digenjot-lewat-harbolnas

Cegah Pita Palsu, Pabrik Rokok Bakal Dipasangi Mesin Canggih

Cegah Pita Palsu, Pabrik Rokok Bakal Dipasangi Mesin Canggih

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menyiapkan mesin dilengkapi teknologi mengecek keaslian pita cukai rokok. Langkah ini diambil untuk mencegah peredaran pita cukai palsu

Mesin tersebut berbasis teknologi track and trace, dan rencananya ditempatkan di pabrik-pabrik rokok.

“Namanya track and trace dari satu perusahaan baru. Sehingga nanti kita akan taruh mesinnya di pabrik rokok, mesin penghitung, kan pakai teknologi yang lebih baru, dalam waktu dekat akan diterapkan, mungkin dalam setengah tahun ke depan akan full semuanya,” terang Purbaya di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Menurut Purbaya, dengan langkah tersebut tindakan penyelewengan dari pabrik-pabrik rokok dapat terdeteksi.

“Kita juga lebih mudah mendeteksi kalau ada yang menggelap-gelap. Karena ya pitanya itu, pita baru itu bisa di-scan pakai handphone, segala macam, bisa ketahuan dari mana pabriknya, segala macam, jadi enggak bisa macam-macam,” tutur Purbaya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan masih beredarnya pita cukai palsu, Purbaya mengakui potensi pelanggaran oleh oknum tertentu masih ada. Kendati demikian, dengan sistem yang akan disiapkan dipastikan celah pemalsuan akan semakin sempit.

“Pakai teknologi baru itu enggak bisa dipalsu lagi,” ujar Purbaya.

Purbaya menambahkan, pemerintah menyiapkan rencana penambahan layer baru dalam struktur cukai rokok. Namun, rencana tersebut masih harus dibahas terlebih dahulu bersama Komisi XI DPR.

Ia optimistis penerapan layer baru dapat menekan peredaran rokok ilegal. Purbaya telah bertemu dengan para pelaku rokok ilegal. Dalam momen itu, Purbaya memberikan kesempatan agar mereka dapat beralih ke jalur legal melalui rencana tersebut.

“Yakin. Saya sudah ketemu para pelaku rokok ilegal itu, atau beberapa orang intinya. Saya bilang saya kasih ruang di situ, nanti kalau sudah jadi, masuk situ Anda ke layar baru itu. Kalau Anda masih main-main, saya sikat,” jelas Purbaya.

Sumber : https://finance.detik.com/industri/d-8637419/cegah-pita-palsu-pabrik-rokok-bakal-dipasangi-mesin-canggih

Penelitian NASA Ungkap Cara Matahari Membentuk Iklim Bumi

Penelitian NASA Ungkap Cara Matahari Membentuk Iklim Bumi

Jakarta, CNN Indonesia — Sebuah penelitian yang didanai oleh NASA mengungkap bahwa peristiwa kuno dalam sejarah Matahari kemungkinan memengaruhi iklim Bumi dan mendorong perubahan iklim.

Selama puluhan juta tahun Bumi terus mengalami perubahan iklim yang signifikan. Untuk menjelaskan periode pemanasan dan pendinginan Bumi, para ilmuwan meneliti faktor-faktor internal Bumi (perubahan orbit, gas rumah kaca, dan es).

Penelitian terbaru dari SHIELD (Solar Wind with Hydrogen Ion charge Exchange and Large-Scale Dynamics) yang merupakan bagian dari pusat sains DRIVE (Diversify, Realize, Integrate, Venture, Educate) milik NASA mengungkapkan faktor eksternal berupa perubahan lingkungan Matahari yang berhubungan dengan perubahan suhu Bumi.

Penelitian tersebut menelusuri lintasan heliosfer atau gelembung pelindung besar (seperti atmosfer) yang terbentuk oleh angin dan partikel yang mengalir keluar dari Matahari ke segala arah.

Penelitian yang diterbitkan pada 21 Agustus di Annual Review of Astronomy and Astrophysics mengungkapkan bahwa lingkungan yang dilalui heliosfer dapat memicu perubahan di Bumi.

Peneliti utama SHIELD Merav Opher dan timnya mengungkapkan bahwa Matahari bertemu dengan hamparan gas dan debu yang sangat dingin setidaknya tiga kali dalam beberapa juta tahun terakhir.

Gas dan debu dingin ini menekan heliosfer sehingga menyusut. Paparan ini membuat Bumi berada di luar perlindungan heliosfer dan terpapar lingkungan antarbintang.

Paparan-paparan ini terjadi sekitar 2-3 juta tahun, 6-7 juta tahun, dan 13-14 juta tahun yang lalu.

Hasil simulasi menunjukkan kecocokan dengan bukti geologis bahwa unsur-unsur yang ada dalam debu antarbintang juga ditemukan dalam sampel inti sedimen laut dalam, salju Antartika, dan sampel Bulan selama rentang waktu tersebut.

Ketika atmosfer terpapar awan hidrogen galaksi yang dingin dan padat, kandungan uap air meningkat dan dinamika atmosfer atas bergeser, mengubah kondisi di permukaan.

Penelitian mengenai heliosfer dan heliofisika ini dapat menjelaskan perubahan iklim kuno di Bumi, termasuk misteri evolusi, kemungkinan zaman es (ice age), dan mengungkap sistem bintang layak huni lainnya.

Matahari Muda

Penelitian lain dari Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA Vladimir Airapetian yang diterbitkan di Astrophysical Journal Letters, berfokus pada paradoks bagaimana Bumi bertahan dari Matahari purba yang redup.

Tiga miliar tahun lalu, Matahari hanya memiliki 70 persen kecerahan dibanding kecerahan saat ini. Dalam kondisi ini, seharusnya Bumi membeku sepenuhnya.

Paradoks ini dipecahkan dari bintang-bintang muda mirip Matahari yang secara teratur meletus dengan superflare besar-besaran yang melontarkan partikel berenergi tinggi ke segala arah.

Airapetian berpendapat bahwa jika Matahari muda kita sama seperti yang lain, lontaran partikel berenergi tinggi itu yang memicu reaksi kimia yang menghasilkan pemanasan Bumi purba.

Para peneliti membuat simulasi atmosfer Bumi dengan mencampurkan nitrogen molekuler, amonia, karbon dioksida, dan karbon monoksida.Kemudian mereka menembakkan proton ke dalam campurannya untuk meniru serangan partikel superflare.

Paparan proton ini memicu produksi nitrogen oksida (nitrous oxide), gas rumah kaca yang 300 kali lebih kuat daripada karbon dioksida. Nitrogen oksida ini dapat membantu Bumi mempertahankan panas.

Radiasi ultraviolet intens Matahari mungkin akan menguraikannya, tapi 10 persen nitrogen oksida saja mampu menghangatkan wilayah khatulistiwa Bumi hingga 5 derajat Celcius di atas titik beku air.

Kondisi dingin tapi tidak beku tersebut mempercepat prebiotik sintesis yang dapat efisien membangun rantai asam amino kompleks (pembentuk protein) yang memungkinkan kehidupan makhluk hidup.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260827144325-199-1396973/penelitian-nasa-ungkap-cara-matahari-membentuk-iklim-bumi

Kekurangan Zat Besi Bisa Ganggu Otak Hingga Tumbuh Kembang Anak

Kekurangan Zat Besi Bisa Ganggu Otak Hingga Tumbuh Kembang Anak

Jakarta, CNN Indonesia — Kekurangan zat besi pada anak menjadi salah satu masalah yang perlu diperhatikan orang tua. Meski kerap tidak disadari sejak awal, kondisi ini dapat berkembang menjadi anemia defisiensi besi dan memengaruhi berbagai aspek tumbuh kembang anak.

Zat besi merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh, salah satunya untuk membentuk hemoglobin. Protein dalam sel darah merah tersebut berfungsi membawa oksigen ke berbagai jaringan tubuh, termasuk otak.

Dokter Spesialis Anak Ria Yoanita mengatakan kecukupan zat besi memiliki kaitan dengan aktivitas dan kemampuan belajar anak.

“Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin untuk mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak. Kecukupan zat besi sangat memengaruhi aktivitas, kemampuan belajar, dan perkembangan anak sesuai usianya,” jelas Ria dalam keterangannya.

Ketika kebutuhan zat besi tidak terpenuhi, tubuh dapat kesulitan memproduksi hemoglobin dalam jumlah yang cukup. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan anemia defisiensi besi.

Pada anak, anemia tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Kekurangan zat besi juga perlu diperhatikan karena dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari serta proses belajar dan perkembangan sesuai usia.

“Karena itu, pemenuhan zat besi sebaiknya menjadi bagian dari pola makan anak sehari-hari. Orang tua juga perlu memperhatikan variasi makanan agar kebutuhan berbagai zat gizi dapat terpenuhi,” katanya.

Ria menyarankan orang tua memberikan makanan dengan gizi seimbang yang mengandung sumber zat besi, seperti daging merah, ikan, telur, sayuran hijau, hingga susu. Selain memilih sumber makanan yang beragam, orang tua juga dapat memperhatikan kombinasi makanan yang dikonsumsi anak untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Menurut Ria, susu yang telah difortifikasi juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi asupan nutrisi anak. Ia menyarankan orang tua lebih cermat membaca label nutrisi pada kemasan sebelum memilih produk susu.

“Orang tua perlu lebih cermat membaca label nutrisi kemasan untuk memastikan produk yang dipilih memiliki kandungan nutrisi yang lengkap,” ujarnya.

Pada dasarnya, pemenuhan zat gizi anak perlu disesuaikan dengan tahap pertumbuhan dan kebutuhannya. Pola makan yang beragam dan seimbang tetap menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang.

Pentingnya perhatian terhadap kebutuhan nutrisi anak juga menjadi salah satu hal yang diangkat dalam rangkaian perayaan 72 tahun PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada). Sarihusada berkolaborasi dengan Raja Susu menggelar kegiatan edukasi nutrisi dan aktivitas keluarga secara serentak di 17 titik wilayah Jabodetabek.

Kegiatan tersebut mencakup edukasi bersama pakar kesehatan, permainan edukatif untuk ibu dan anak, serta sesi minum susu bersama. Dalam kesempatan tersebut, General Secretary Director Danone Indonesia Agung Laksamana mengatakan pemenuhan nutrisi anak tidak hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga membutuhkan edukasi agar orang tua dapat mengambil keputusan yang tepat sesuai kebutuhan anak.

Sementara itu, Sales Director Danone Specialized Nutrition Indonesia Rizki Imam Ardhi menilai kolaborasi berbagai pihak dibutuhkan agar informasi mengenai nutrisi dapat menjangkau lebih banyak keluarga.

“Kegiatan edukasi menjadi bagian dari upaya kami untuk meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi sejak dini,” kata dia.

Bagi orang tua, perhatian terhadap asupan zat besi dapat dimulai dari hal sederhana, yakni menyediakan makanan yang beragam, memperhatikan kebutuhan nutrisi sesuai usia, serta membiasakan diri membaca informasi kandungan gizi pada makanan dan minuman yang diberikan kepada anak.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260827234230-255-1397172/kekurangan-zat-besi-bisa-ganggu-otak-hingga-tumbuh-kembang-anak

Dokter Sebut Gaya Hidup Sehat Tak Jamin Bebas dari Limfoma

Dokter Sebut Gaya Hidup Sehat Tak Jamin Bebas dari Limfoma

Jakarta, CNN Indonesia — Seorang perempuan asal Tangerang, Naya Nika Mulyani (30), harus menghadapi diagnosis limfoma atau kanker getah bening stadium 4 yang telah bermetastasis ke otak.

Diagnosis tersebut menjadi pukulan besar bagi Naya, terlebih ia merasa selama ini telah menjalani gaya hidup yang cukup sehat.

“Karena, lifestyle aku tuh cukup baik. Aku olahraga, makan aku juga terjaga, aku enggak ngerokok, aku enggak minum [alkohol], aku juga jarang begadang,” ujar Naya dalam unggahan akun Instagram milik pribadinya. CNNIndonesia.com telah meminta izin untuk mengutip unggahan tersebut.

Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan seseorang bisa mengalami limfoma?

Dokter spesialis penyakit dalam Ario Perbowo Putra mengatakan, limfoma terjadi pada limfosit, salah satu jenis sel darah putih. Limfoma terjadi saat limfosit mengalami perubahan genetik hingga tubuh secara tidak terkendali.

“Pada sebagian besar pasien, penyebab tunggal mengapa perubahan tersebut terjadi tidak dapat ditentukan,” kata Ario kepada CNNIndonesia.com, Kamis (27/8).

Menurutnya, ada sejumlah kondisi yang dapat meningkatkan risiko limfoma. Di antaranya gangguan atau penurunan sistem imun, termasuk HIV dan penggunaan obat penekan imun.

Infeksi tertentu juga dapat meningkatkan risiko pada jenis limfoma tertentu, seperti Epstein-Barr virus, hepatitis C, dan bakteri H. pylori. Selain itu, penyakit autoimun tertentu, riwayat terapi radiasi atau kemoterapi, serta faktor usia, genetik, dan riwayat keluarga juga dapat berperan, bergantung pada jenis limfoma.

“Namun, faktor risiko bukan berarti penyebab pasti. Banyak pasien limfoma tidak memiliki faktor risiko yang jelas,” tutur Ario.

Gaya hidup sehat bukan jaminan bebas kanker

Kondisi tersebut juga menjelaskan mengapa seseorang yang rutin berolahraga, menjaga pola makan, tidak merokok, atau tidak mengonsumsi alkohol tetap dapat mengalami limfoma.

“Sebaliknya, memiliki pola makan sehat, rajin berolahraga, tidak merokok, dan menjaga berat badan memang sangat bermanfaat, tetapi tidak dapat memberikan perlindungan 100 persen terhadap seluruh kanker,” kata Ario.

Karena itu, diagnosis limfoma tidak berarti seseorang sebelumnya menjalani gaya hidup yang buruk. Pada banyak kasus, penyebab pasti perubahan sel yang memicu limfoma memang tidak dapat diketahui.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260827202941-255-1397135/dokter-sebut-gaya-hidup-sehat-tak-jamin-bebas-dari-limfoma

Cara Membedakan Gejala Asam Lambung Biasa dan Kanker Getah Bening

Cara Membedakan Gejala Asam Lambung Biasa dan Kanker Getah Bening

Jakarta, CNN Indonesia — Seorang penyintas kanker kelenjar getah bening atau limfoma bercerita tentang gejala awal yang muncul. Gejala yang mulanya diduga asam lambung itu berujung pada diagnosis limfoma.

Pertanyaannya, bagaimana cara membedakan gejala asam lambung biasa dengan gejala yang mengarah pada limfoma?

Dokter spesialis penyakit dalam Ario Perbowo Putra mengatakan, gejala asam lambung dan limfoma tidak selalu bisa dibedakan hanya dari keluhan.

“Tidak selalu dapat dibedakan hanya berdasarkan keluhan, tetapi polanya dapat memberikan petunjuk,” kata Ario kepada CNNIndonesia.com, Kamis (27/8).
Ario menuturkan penjelasan sebagai berikut.

Gejala lebih mengarah ke GERD/asam lambung:

1. Rasa panas dari ulu hati ke dada.
2. Rasa asam atau pahit naik ke mulut.
3. Memburuk setelah makan besar atau saat berbaring.
4. Memburuk setelah makanan pemicu tertentu.
5. Biasanya membaik dengan perubahan pola makan atau obat lambung.
6. Tidak disertai pembesaran kelenjar.

Sementara gejala liforma, perlu mencurigai kondisi yang menyertai seperti:

1. Benjolan menetap atau membesar, terutama bila tidak nyeri.
2. Demam berulang tanpa penyebab jelas.
3. Keringat malam berlebihan.
4. Berat badan turun tanpa disengaja.
5. Sesak, batuk, cepat kenyang, atau nyeri yang progresif.
6. Keluhan menetap meski sudah mendapat terapi lambung yang memadai.

Kendati demikian, Ario menegaskan, respons terhadap obat lambung tidak dapat digunakan untuk memastikan diagnosis.

“Bila ada benjolan yang menetap lebih dari sekitar 2-4 minggu, terus membesar, terasa keras atau melekat, disertai gejala sistemik, atau keluhan tidak membaik, pasien perlu diperiksa langsung,” katanya.

Pemeriksaan dapat meliputi pemeriksaan fisik, darah lengkap, USG, foto toraks, atau CT scan sesuai indikasi. Untuk memastikan limfoma, diagnosis umumnya memerlukan biopsi jaringan kelenjar dan pemeriksaan patologi anatomi.

Jika muncul gejala berat, pemeriksaan sebaiknya tidak ditunda.

“Sesak berat, sulit bernapas ketika berbaring, pembengkakan wajah atau leher, nyeri dada berat, atau penurunan kesadaran memerlukan pertolongan segera karena dapat menandakan penekanan struktur penting di rongga dada,” tegas Ario.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260827201914-255-1397125/cara-membedakan-gejala-asam-lambung-biasa-dan-kanker-getah-bening

Cara Cepat Hapus File Besar WhatsApp Agar Memori HP Lega Kembali

Cara Cepat Hapus File Besar WhatsApp Agar Memori HP Lega Kembali

Jakarta, CNN Indonesia — WhatsApp menjadi aplikasi pesan instan yang sering kali menghabiskan memori ponsel karena kerap menyimpan file-file penting seperti dokumen, foto, hingga video. Sebagai solusinya, terdapat cara hapus file besar WA untuk pengguna Android dan iPhone agar memori HP kembali tersedia.

Menghapus file besar WA perlu dilakukan secara berkala supaya ponsel terhindar dari lemot atau berat ketika membuka berbagai aplikasi. Pasalnya, sebagaimana dinukil laman WhatsApp, telepon mesti memiliki ruang penyimpanan yang cukup.

Maka, mengosongkan sebagian ruang penyimpanan dengan menghapus media atau chat yang tersimpan adalah hal yang harus dilakukan. Lantas, bagaimana caranya?

Kelola media penyimpanan

Berikut ini adalah cara hapus file besar WA dengan masuk ke menu pengelolaan media penyimpanan:

  • Buka aplikasi WhatsApp
  • Pilih ikon tiga titik di pojok kanan atas, kemudian klik “Setelan” atau “Settings”
  • Masuk ke menu “Penyimpanan dan Data”
  • Pilih kelola penyimpanan
  • Pengguna bisa melihat daftar file berdasarkan ukuran dan chat
  • Klik bagian “Lebih dari 5 MB” untuk melihat file ukuran besar
  • Pilih file yang ingin dihapus

Dengan cara ini pengguna dapat menghapus dokumen, foto, atau video berukuran besar secara cepat. Namun, pastikan bahwa data yang hendak dihapus telah di-backup.

Matikan fitur unduh otomatis

Mencegah tersimpannya file besar di aplikasi WhatsApp bisa pula dilakukan dengan mematikan fitur unduh otomatis lewat langkah berikut:

  • Buka aplikasi WA
  • Klik “Pengaturan”
  • Pilih menu “Penyimpanan dan Data”
  • Pada menu otomatis unduh, pilih seluruh file mulai dari dokumen, foto, video dan klik OK di menu “When Using Mobile Data” atau saat data mobile digunakan
  • Hapus dengan ceklis semua file pada menu “When Connected on WiFi”

Cara tersebut bisa dipraktikkan untuk pengguna Android maupun iPhone.

Gunakan fitur pesan hilang

Cara selanjutnya untuk hapus file besar WA adalah dengan mengaktifkan fitur pesan hilang. Fitur ini memungkinkan pesan bakal menghilang secara otomatis dalam jangka waktu tertentu.
Selain mengurangi penumpukan file berukuran jumbo, fitur ini pun bisa membantu menjaga privasi. Berikut langkah-langkahnya:

  • Buka menu “Pengaturan”
  • Masuk ke menu “Penyimpanan dan Data”
  • Aktifkan “Pesan yang Menghilang”

Tak perlu khawatir, pengguna bisa menyesuaikan dan menentukan sendiri durasi penghapusan pesan otomatis sesuai dengan keperluan.

Nah, ketiga cara di atas dapat dipilih oleh pengguna WA. Dalam informasinya, WhatsApp akan memberikan pengingat jika media penyimpanan tinggal menyisakan ruang yang sedikit.

Oleh karena itu, cek secara berkala agar WA bisa terus digunakan. Dengan menonaktifkan unduhan otomatis, pengelolaan file, serta pemanfaatan fitur pesan yang hilang otomatis, performa ponsel akan tetap optimal.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260714133640-185-1380532/cara-cepat-hapus-file-besar-whatsapp-agar-memori-hp-lega-kembali

Memahami Arti Syahadatain, Makna Lengkap, Rukun, Syarat Sah, dan Pembatalnya dalam Islam

Memahami Arti Syahadatain, Makna Lengkap, Rukun, Syarat Sah, dan Pembatalnya dalam Islam

Sebagai fondasi terpenting dalam kehidupan seorang Muslim, dua kalimat syahadat menduduki posisi yang sangat sakral.

Syahadat menjadi ikrar keimanan yang menegaskan keyakinan seorang Muslim kepada Allah SWT dan kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Lantas, syahadatain artinya apa dan apa makna yang terkandung di dalam dua kalimat syahadat tersebut?

Dengan memahami arti syahadatain, kita tidak hanya membantu mengetahui terjemahannya, tetapi juga memahami makna keimanan yang menjadi das

Syahadatain Artinya Apa?

Secara bahasa, kata syahadat berasal dari kata kerja dalam bahasa Arab, syahida (شَهِدَ), yang berarti menyaksikan, melihat secara langsung, atau memberikan kesaksian.

Ketika bentuk kata ini diubah menjadi bentuk ganda (tasniyah), terbentuklah kata syahadatain, yang secara harfiah berarti “dua kesaksian” atau “dua kalimat syahadat”.

Sementara itu, secara istilah dalam syariat Islam, syahadatain adalah pernyataan keyakinan dan pengakuan terhadap dua hal utama.

Pertama, meyakini bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.

Kedua, meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW adalah rasul Allah yang membawa risalah Islam.

Adapun lafal dua kalimat syahadat yang perlu diketahui adalah:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللَّهِ

Asyhadu alla ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadar-rasulullah.

Artinya: “Saya bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Kedudukan dan Pentingnya Syahadatain dalam Islam

Dua kalimat syahadat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Syahadatain menjadi dasar keimanan sekaligus menjadi awal bagi seseorang untuk menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim.

Berikut beberapa alasan mengapa syahadatain memiliki kedudukan yang begitu penting:

1. Pintu Gerbang Masuk Islam

Bagi seseorang yang ingin memeluk Islam, mengucapkan dua kalimat syahadat menjadi bagian penting dari proses masuk Islam.

Ikrar ini menunjukkan bahwa ia meninggalkan segala bentuk kesyirikan dan menerima keyakinan Islam.

2. Inti Ajaran Tauhid

Syahadatain merangkum inti ajaran tauhid. Di dalamnya terdapat pengakuan bahwa hanya Allah SWT yang berhak menerima ibadah dan menjadi tempat penghambaan manusia.

Pada saat yang sama, seorang Muslim juga mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah yang membawa ajaran Islam.

3. Dasar dalam Menjalani Kehidupan sebagai Muslim

Syahadat menjadi komitmen awal bagi seorang Muslim untuk menjalani kehidupannya sesuai dengan ajaran Islam.

Setelah mengucapkannya, seorang Muslim berusaha menyesuaikan perkataan, perbuatan, dan gaya hidupnya dengan tuntunan syariat serta mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

4. Mencakup Tiga Dimensi Keimanan

Keimanan terhadap syahadatain tidak hanya berkaitan dengan ucapan.

Para ulama menjelaskan bahwa syahadat perlu diwujudkan melalui tiga hal, yaitu diucapkan dengan lisan, diyakini di dalam hati, dan dibuktikan melalui perbuatan.

Dengan begitu, syahadatain menjadi bagian dari kehidupan seorang Muslim secara menyeluruh.

Apa yang diucapkan melalui lisan sejalan dengan keyakinan dalam hati dan tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Memahami Rukun-Rukun Syahadatain

Agar syahadat yang kita ucapkan tidak sekadar menjadi sebuah kalimat, penting untuk memahami apa saja yang terkandung di dalamnya.

Dua kalimat syahadat pada dasarnya memiliki rukun dan makna yang saling berkaitan.

Dengan memahaminya, kita bisa lebih mengerti apa yang sebenarnya kita persaksikan ketika mengucapkan syahadat.

A. Empat Rukun Utama dalam Syahadat

Dalam pembahasan ushul fikih, ada empat unsur yang menjadi bagian dari sebuah persaksian dalam syahadat, yaitu:

  • Syahidun: orang yang memberikan kesaksian, dalam hal ini adalah diri kita sendiri.
  • Masyhudun: Zat yang kita persaksikan keesaan-Nya, yaitu Allah SWT.
  • Masyhudun bih: sifat-sifat keagungan dan ketuhanan Allah SWT yang kita yakini.
  • Masyhudun ilaih: Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT.

Keempat unsur ini saling melengkapi dalam membentuk persaksian yang kita ucapkan melalui dua kalimat syahadat.

B. Rukun Kalimat “Laa Ilaaha Illallah”

Kalimat Laa Ilaaha Illallah memiliki dua bagian yang tidak bisa dipisahkan, yaitu nafyu (peniadaan) dan itsbat (penetapan).

Pertama, an-nafyu terdapat pada bagian “Laa ilaha”, yang berarti “tidak ada tuhan”.

Maksudnya adalah menolak semua bentuk sesembahan selain Allah dan mengingkari thaghut, yaitu segala sesuatu yang disembah selain Allah.

Kemudian, al-itsbat terdapat pada bagian “illallah”, yang berarti “kecuali Allah”.

Bagian ini menegaskan bahwa hanya Allah SWT yang benar-benar berhak disembah dan menerima segala bentuk ibadah.

Jadi, makna Laa Ilaaha Illallah tidak berhenti pada keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta.

Ada penegasan bahwa hanya Allah yang berhak menjadi sesembahan. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 256:

فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا

Artinya: “Barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus.” (QS. Al-Baqarah: 256)

C. Rukun Kalimat “Muhammad Rasulullah”

Kalimat kedua, “Muhammad Rasulullah”, juga memiliki dua hal penting yang perlu dipahami. Nabi Muhammad SAW adalah hamba Allah (‘abduhu) sekaligus utusan-Nya (rasuluhu).

Mengapa kedua kedudukan ini perlu disebutkan?

Karena keduanya membantu kita menempatkan Nabi Muhammad SAW secara tepat, tidak berlebihan dalam memuliakan beliau, tetapi juga tidak meremehkan kedudukannya sebagai rasul.

Pembatal Syahadatain yang Wajib Diwaspadai

Dalam pembahasan fikih dan akidah, terdapat beberapa hal yang bisa membatalkan syahadat yang menyebabkan seseorang keluar dari Islam.

Pembatal tersebut, di antaranya sebagai berikut:

1. Syirik dalam Beribadah kepada Allah

Menyekutukan Allah dalam ibadah termasuk salah satu pembatal syahadat.

Contohnya adalah menyembelih hewan untuk selain Allah, seperti untuk penunggu pohon yang dianggap keramat, jin, atau kuburan yang dikeramatkan.

Hal ini didasarkan pada QS. An-Nisa ayat 48 dan QS. Al-Ma’idah ayat 72.

2. Menjadikan Perantara antara Diri dan Allah

Menjadikan seseorang atau sesuatu sebagai perantara untuk meminta syafaat, perlindungan, atau tempat bersandar kepada Allah termasuk hal yang dibahas sebagai pembatal syahadat.

Dalam pandangan yang menjadi rujukan teks ini, perbuatan tersebut dikategorikan sebagai kekufuran berdasarkan ijma’ ulama.

3. Tidak Menganggap Orang Musyrik sebagai Kafir

Termasuk pembatal syahadat adalah tidak menganggap orang-orang musyrik sebagai kafir, meragukan status kekafiran mereka, atau membenarkan keyakinan dan ajaran mereka yang bertentangan dengan tauhid.

4. Meyakini Hukum Selain Hukum Nabi Lebih Sempurna

Hal lainnya adalah meyakini bahwa hukum selain yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW lebih baik atau lebih sempurna.

Contohnya adalah mengutamakan hukum thaghut atau aturan buatan manusia di atas hukum syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

5. Membenci Ajaran yang Dibawa Rasulullah SAW

Membenci ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW juga termasuk pembatal syahadat, meskipun seseorang tetap menjalankannya secara lahiriah karena alasan tertentu, seperti tekanan atau tuntutan sosial.

6. Menghina atau Mengolok-olok Agama

Menghina atau menjadikan ajaran agama sebagai bahan olok-olok juga termasuk hal yang perlu diwaspadai.

Bentuknya dapat berupa melecehkan ayat Alquran, para nabi, atau perkara yang berkaitan dengan pahala dan siksa di akhirat.

Hal ini tetap dianggap serius meskipun dilakukan dengan bercanda, sebagaimana disebutkan dalam QS. At-Taubah ayat 65-66.

7. Mempraktikkan Sihir

Mempraktikkan sihir, termasuk pelet, sharf atau sihir untuk memisahkan seseorang, dan ‘athf atau sihir untuk menumbuhkan rasa cinta, juga termasuk dalam pembatal syahadat menurut pembahasan ini.

Demikian pula dengan meridai praktik sihir. Dalil yang berkaitan dengan hal ini antara lain terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 102.

8. Mendukung Kaum Musyirikin untuk Memusuhi Umat Islam

Memberikan bantuan kepada kaum musyrikin untuk memusuhi atau menindas umat Islam juga termasuk pembatal syahadat.

Bantuan tersebut dapat berupa dukungan moral, bantuan fisik, maupun strategi yang digunakan untuk memerangi atau menindas umat Islam.

Pembahasan ini dikaitkan dengan QS. Al-Ma’idah ayat 51.

9. Meyakini Seseorang Boleh Keluar dari Syariat Nabi Muhammad SAW

Seorang Muslim juga tidak boleh meyakini bahwa ada manusia yang sudah tidak lagi wajib mengikuti syariat Nabi Muhammad SAW.

Contohnya adalah keyakinan sebagian kelompok ekstrem (ghulat sufiyah) yang menganggap seseorang tidak lagi membutuhkan syariat setelah mencapai tingkat atau maqam spiritual tertentu.

10. Berpaling dari Agama Allah

Terakhir, berpaling sepenuhnya dari agama Allah juga termasuk pembatal syahadat.

Misalnya, seseorang dengan sengaja tidak mau mempelajari prinsip-prinsip dasar Islam dan sama sekali tidak peduli untuk mengamalkannya dalam kehidupan.

Hal ini dikaitkan dengan QS. As-Sajdah ayat 22.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/syahadatain-artinya-apa-ini-makna-lengkap-rukun-syarat-sah-dan-pembatalnya-dalam-islam

Ketika Hidup Tidak Berjalan Sesuai Rencana, Bagaimana Seorang Muslim Bersikap?

Ketika Hidup Tidak Berjalan Sesuai Rencana, Bagaimana Seorang Muslim Bersikap?

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA — Kehidupan manusia tidak pernah sepenuhnya berjalan dalam keadaan pasti. Ketika kesehatan terganggu, keluarga menghadapi persoalan, ekonomi mengalami kesulitan, atau masa depan terasa tidak menentu, cara seseorang menjalankan kehidupannya pun dapat berubah. Dalam keadaan seperti itulah, seorang Muslim dituntut untuk tetap memegang teguh keimanan dan tuntunan Islam.

Pesan tersebut disampaikan Dewan Pakar Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Untung Cahyono, dalam Pengajian Malam Selasa pada Senin (24/08).

Untung mengawali kajiannya dengan mengajak jamaah untuk merenungkan makna berislam di tengah ketidakpastian situasi dan kondisi. Menurutnya, menjalankan ajaran Islam tentu terasa lebih mudah ketika kehidupan berada dalam keadaan baik, kebutuhan terpenuhi, kesehatan terjaga, dan suasana keluarga berlangsung dengan tenang.

Namun, keadaan dapat berubah sewaktu-waktu. Seseorang yang biasanya memiliki waktu untuk beribadah dengan leluasa, misalnya, dapat menghadapi situasi berbeda ketika anggota keluarganya jatuh sakit dan membutuhkan perhatian serta perawatan.

“Berislam dalam kondisi yang seperti itu menjadi tidak mudah,” ujarnya.

Persoalan kehidupan, menurut Untung, juga memiliki tingkat dan cakupan yang berbeda. Ketidakpastian dapat dialami seseorang secara pribadi, kemudian meluas dalam kehidupan keluarga, masyarakat, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, umat Islam perlu memiliki kemampuan untuk mengambil sikap terbaik dalam berbagai keadaan tanpa kehilangan pegangan keagamaannya.

Dalam pandangannya, salah satu dasar penting untuk menghadapi ketidakpastian adalah kesadaran bahwa dunia memang bersifat sementara dan selalu mengalami perubahan. Apa yang hari ini terasa baik, nyaman, dan stabil, pada waktu lain dapat berubah.

Untung menggambarkan hal tersebut melalui berbagai pengalaman sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Harta, kendaraan, rumah, fasilitas, bahkan kesenangan yang pernah memberikan kepuasan, semuanya memiliki keterbatasan. Tidak ada sesuatu yang bersifat duniawi yang benar-benar tetap dan kekal.

“Dunia itu bersifat sementara dan penuh perubahan,” katanya.

Karena sifat dunia yang demikian, ia mengingatkan agar manusia tidak menjadikan kesenangan dunia sebagai tujuan akhir kehidupan. Harta, jabatan, popularitas, dan berbagai bentuk kepuasan materi dapat menjadi bagian dari kehidupan, tetapi semuanya memiliki batas. Kesenangan dunia dapat hilang, rusak, berubah, dan akhirnya ditinggalkan.

Sebaliknya, kehidupan akhirat merupakan kehidupan yang lebih baik dan lebih kekal. Untung menekankan bahwa kenikmatan akhirat, dalam keyakinan Islam, tidak dibatasi oleh kerusakan, rasa lelah, kesedihan, ataupun kebosanan. Puncak kenikmatan itu adalah rida Allah SWT.
Dalam kajiannya, ia juga mengutip makna Surah an-Nahl ayat 96 bahwa apa yang ada pada manusia akan lenyap, sedangkan apa yang ada di sisi Allah akan kekal. Bagi Untung, ayat tersebut menjadi pengingat agar manusia tidak menggantungkan seluruh orientasi hidupnya pada sesuatu yang sementara.

Kesadaran tentang dunia yang berubah juga berkaitan dengan cara seorang Muslim memahami ujian hidup. Untung menjelaskan bahwa ketidakpastian bukan semata-mata sesuatu yang harus ditakuti, melainkan dapat menjadi ujian untuk mengukur kualitas iman manusia.

Ia merujuk Surah al-Ankabut ayat 2 yang menegaskan bahwa manusia tidak cukup hanya mengatakan telah beriman tanpa mengalami ujian. Kehidupan, menurutnya, tidak boleh dijalani dengan sikap terlalu merasa aman atau terlena. Setiap orang perlu menyadari bahwa ujian merupakan bagian dari perjalanan manusia.

Ujian itu dapat hadir dalam bentuk ketakutan, kekurangan harta, kehilangan orang yang dicintai, persoalan kesehatan, maupun kesulitan hidup lainnya. Yang menjadi penting adalah bagaimana seseorang dapat menerima, menjalani, dan mengambil pelajaran dari ujian tersebut dengan kesabaran.
“Ketidakpastian adalah ujian untuk menguji kualitas iman manusia,” katanya.

Pada bagian lain, Untung menghubungkan persoalan ketidakpastian dengan konsep qada dan qadar. Menurutnya, iman kepada takdir semestinya memberikan ketenangan kepada manusia dalam menghadapi berbagai peristiwa kehidupan.

Ia menjelaskan qada sebagai ketetapan Allah SWT yang bersifat azali, sedangkan qadar dipahami sebagai ketentuan atau ukuran nyata dari ketetapan Allah dalam kehidupan manusia. Keduanya merupakan bagian dari landasan keimanan seorang Muslim dalam memahami perjalanan hidup.
Meski demikian, Untung menegaskan bahwa iman kepada takdir tidak boleh berubah menjadi sikap fatalistis. Meyakini qada dan qadar bukan berarti manusia berhenti berusaha dan menyerahkan seluruh kehidupannya tanpa ikhtiar.

“Iman kepada takdir bukan berarti diam tanpa usaha,” tegasnya.

Seorang Muslim, menurut Untung, tetap harus bekerja, berusaha, dan berdoa. Tawakal ditempatkan setelah seseorang melakukan ikhtiar secara maksimal, bukan dijadikan alasan untuk menutup jalan usaha. Sikap pasrah tanpa ikhtiar justru berbahaya, terutama apabila berkembang di kalangan generasi muda.

Ia mencontohkan bahwa seseorang tidak seharusnya hanya menunggu perubahan datang dengan alasan semuanya telah ditentukan. Manusia tetap memiliki tanggung jawab untuk berhati-hati, mencari jalan keluar, bekerja, dan memperbaiki keadaan. Setelah usaha dilakukan, hasil akhirnya kemudian diserahkan kepada Allah SWT.

Menurut Untung, hikmah beriman kepada qada dan qadar antara lain adalah menumbuhkan kesabaran dan ketabahan ketika menghadapi musibah, melahirkan kerendahan hati ketika memperoleh keberhasilan, serta menjaga optimisme ketika seseorang mengalami kegagalan.

Keimanan kepada Allah, katanya, seharusnya membuat manusia tidak mudah putus asa. Sebab, kesulitan tidak selalu menjadi akhir dari perjalanan. Dalam kehidupan, seseorang dapat mengalami kegagalan, kehilangan, atau kenyataan yang tidak sesuai dengan rencana, tetapi semua itu tidak boleh menghentikan usaha untuk bangkit.

Sumber : https://muhammadiyah.or.id/2026/08/ketika-hidup-tidak-berjalan-sesuai-rencana-bagaimana-seorang-muslim-bersikap/