Dari Roti hingga Ketan, Ini Ide Sarapan yang Bikin Ketagihan

Dari Roti hingga Ketan, Ini Ide Sarapan yang Bikin Ketagihan

Sarapan tidak melulu harus berupa nasi atau menu gurih. Sesekali, sajian manis seperti roti bakar, pisang goreng, hingga ketan keju juga bisa jadi pilihan untuk membuka hari, terutama saat punya waktu lebih santai di pagi hari.

Berbagai menu ini memakai bahan yang cukup familiar dan bisa dikreasikan sesuai selera. Tambahan meses, keju, dan Kental Manis Frisian Flag sebagai topping pun membuat rasanya semakin creamy dan legit.

Mulai dari roti bakar hingga ketan keju, berikut lima inspirasi sarapan manis yang bisa kamu coba di rumah.

1. Roti Bakar Coklat Keju

Roti bakar cocok jadi pilihan saat ingin menyiapkan sarapan tanpa banyak langkah. Perpaduan roti hangat, meses coklat, keju, dan Kental Manis Frisian Flag menghadirkan rasa manis dan gurih yang sulit ditolak.

Bahan:

  • 4 lembar roti tawar

  • Margarin secukupnya

  • Meses coklat secukupnya

  • Keju parut secukupnya

  • Kental Manis Frisian Flag

Cara membuat:

1. Olesi kedua sisi roti tawar dengan margarin.

2. Panggang roti di atas teflon hingga kedua sisinya kecoklatan.

3. Angkat roti, lalu tambahkan meses cokelat dan keju parut.

4. Tuangkan Kental Manis Frisian Flag sebagai topping.

5. Potong roti sesuai selera dan sajikan selagi hangat.

2. Pisang Goreng Keju

Pisang goreng hangat juga bisa jadi pilihan sarapan manis. Bagian luarnya renyah, sedangkan bagian dalamnya tetap lembut. Tambahan keju parut dan Kental Manis Frisian Flag membuat rasanya semakin gurih dan legit.

Bahan:

  • 5 buah pisang kepok atau pisang raja

  • Tepung pisang goreng instan secukupnya

  • Air secukupnya

  • Minyak untuk menggoreng

  • Keju parut secukupnya

  • Kental Manis Frisian Flag secukupnya

Cara membuat:

1. Kupas dan belah pisang sesuai selera.

2. Campurkan tepung pisang goreng instan dengan air hingga membentuk adonan yang agak kental.

3. Celupkan pisang ke dalam adonan hingga seluruh permukaannya terlapisi.

4. Goreng pisang dalam minyak panas hingga matang dan berwarna kuning keemasan.

5. Angkat dan tiriskan, lalu tambahkan keju parut serta Kental Manis Frisian Flag di atasnya.

3. Singkong Goreng Keju

Selain pisang, singkong juga bisa diolah menjadi menu sarapan dengan rasa manis dan gurih. Teksturnya yang empuk di bagian dalam dan sedikit garing di luar terasa makin nikmat saat disajikan bersama keju dan Kental Manis Frisian Flag.

Bahan:

  • 500 gram singkong, kupas dan potong

  • Garam secukupnya

  • Air untuk merebus

  • Minyak untuk menggoreng

  • Keju parut secukupnya

  • Kental Manis Frisian Flag secukupnya

Cara membuat:

1. Rebus singkong bersama sedikit garam hingga empuk.

2. Angkat dan tiriskan singkong.

3. Goreng singkong hingga bagian luarnya berwarna keemasan dan sedikit garing.

4. Angkat, lalu tata singkong di atas piring saji.

5. Tambahkan keju parut dan Kental Manis Frisian Flag sebelum disajikan.

4. Martabak Manis Mini

Martabak manis mini bisa bikin suasana sarapan bersama keluarga terasa lebih seru. Ukurannya yang kecil membuatnya lebih mudah disantap, sementara pilihan topping-nya bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.

Bahan:

  • Adonan martabak mini siap pakai atau pancake mix instan

  • Margarin secukupnya

  • Meses cokelat secukupnya

  • Keju parut secukupnya

  • Kacang cincang, bila suka

  • Kental Manis Frisian Flag secukupnya

Cara membuat:

1. Tuangkan adonan ke atas teflon atau cetakan martabak mini.

2. Masak hingga permukaannya mulai berpori dan bagian bawahnya matang.

3. Angkat, lalu olesi permukaannya dengan margarin.

4. Tambahkan meses, keju parut, atau kacang cincang sesuai selera.

5. Tuangkan Kental Manis Frisian Flag sebagai topping dan sajikan selagi hangat.

5. Ketan Keju Kental Manis

Bagi kamu yang ingin sarapan dengan tekstur lebih padat, ketan keju bisa jadi pilihan. Ketan yang pulen berpadu dengan keju parut dan Kental Manis Frisian Flag, menghasilkan rasa gurih, creamy, dan legit dalam satu sajian.

Bahan:

  • 250 gram beras ketan putih

  • 150 ml santan

  • Sejumput garam

  • Keju parut secukupnya

  • Kental Manis Frisian Flag secukupnya

Cara membuat:

1. Rendam beras ketan selama kurang lebih dua jam, lalu tiriskan.

2. Kukus beras ketan hingga setengah matang.

3. Angkat, kemudian campurkan ketan dengan santan dan sedikit garam.

4. Kukus kembali hingga ketan matang dan pulen.

5. Tata ketan di atas piring, lalu tambahkan keju parut dan Kental Manis Frisian Flag sebagai topping.

6. Sarapan manis bisa jadi pilihan saat kamu ingin menikmati menu yang berbeda dari biasanya. Dari roti hingga ketan, berbagai sajian ini bisa dikreasikan sesuai bahan dan topping favorit di rumah.

7. Tambahkan Kental Manis Frisian Flag sebagai topping untuk membuat sajian terasa semakin creamy dan legit. Temukan juga berbagai inspirasi resep lainnya dengan Kental Manis Frisian Flag

Sumber : https://kumparan.com/kumparanfood/dari-roti-hingga-ketan-ini-ide-sarapan-yang-bikin-ketagihan-27lF6XfMikB

Spesies Baru Monyet Berbibir Oranye Ditemukan di Kongo

Spesies Baru Monyet Berbibir Oranye Ditemukan di Kongo

Spesies baru monyet dengan bercak mencolok berwarna jingga krem di sekitar mulut ditemukan di kawasan hutan hujan Republik Demokratik Kongo. Primata bernama ilmiah Colobus congoensis itu menjadi spesies monyet baru kelima yang ditemukan di Afrika dalam 75 tahun terakhir.

Masyarakat Balanga yang tinggal di sekitar habitatnya mengenal monyet tersebut sebagai Likweli. Peneliti menjelaskan temuan ini dalam studi yang terbit di jurnal PLOS One pada 15 Juli 2026.

Colobus congoensis memiliki tubuh yang didominasi bulu hitam. Bercak jingga krem mengelilingi mulut, filtrum, dan sebagian bawah hidungnya sehingga membentuk pola menyerupai topeng. Ciri lainnya mencakup bulu yang memantulkan cahaya, rambut hitam panjang di wajah, telinga besar yang terlipat, serta bercak putih di sekitar anus.

Kisah penemuan primata itu bermula dari sebuah foto buram pada 2008. Tim Lukuru Wildlife Research Foundation yang menjelajahi hutan di sekitar Taman Nasional Lomami memotret seekor monyet yang sebagian tubuhnya tertutup objek lain.

Meski foto itu tidak jelas, tim lapangan menduga mereka melihat jenis monyet yang belum pernah didokumentasikan ilmuwan. Bukti yang lebih kuat baru muncul satu dekade kemudian ketika seorang peneliti lapangan kembali memotretnya pada November 2018.

Peneliti kemudian mendokumentasikan monyet tersebut di sejumlah lokasi lain. Sepanjang 2018 hingga 2022, tim mencatat 114 perjumpaan dalam wilayah sebaran yang diperkirakan hanya mencapai 1.700 kilometer persegi.

“Penemuan ini terasa menarik sekaligus sangat personal, menunjukkan keanekaragaman hayati luar biasa di tanah air saya dan betapa banyak kekayaan alam yang masih belum terdokumentasi,” kata Junior Amboko, salah satu penulis korespondensi penelitian tersebut, dalam pernyataan resmi.

Primata pemalu yang jarang terlihat
Colobus congoensis tergolong sulit diamati karena bersifat pemalu dan lebih sering bersembunyi di bagian tengah hingga atas kanopi hutan. Peneliti mewawancarai warga dari 52 desa di sekitar habitatnya. Hanya masyarakat di delapan desa yang mengaku pernah melihat monyet itu.

Hasil pengamatan menunjukkan spesies tersebut hidup dalam kelompok beranggotakan satu hingga 20 individu. Rata-rata jumlah anggotanya sekitar 6,2 ekor. Monyet ini juga kerap bergerak bersama beberapa spesies primata lain.

Sebagian besar perjumpaan terjadi di hutan berkanopi tinggi dan rapat yang tumbuh di atas tanah liat. Sebanyak 104 dari 114 deteksi tercatat dalam jarak 10 kilometer dari Sungai Lomami.

Wilayah hidupnya berada di antara Sungai Lomami dan Sungai Kongo atau Lualaba, tepatnya di Provinsi Tshopo dan Maniema, bagian timur-tengah Republik Demokratik Kongo. Sungai dan perbedaan tipe hutan diduga mengisolasi populasinya secara alami.

“Penemuan Colobus congoensis merupakan kemenangan ilmiah sekaligus pengingat bahwa beberapa makhluk paling langka di Bumi dapat menghilang sebelum dunia mengetahui keberadaan mereka,” ujar Kate Detwiler, penulis korespondensi dan profesor madya ilmu biologi dari Charles E Schmidt College of Science di Florida Atlantic University.

Terancam kehilangan habitat

Masyarakat setempat mengatakan pemburu tidak secara khusus mengincar Colobus congoensis. Namun, wilayah sebarannya yang kecil, populasinya yang diperkirakan terbatas, konversi hutan, dan potensi peningkatan tekanan perburuan menimbulkan kekhawatiran.

Peneliti mencatat sedikitnya 15 desa baru muncul di dekat zona penyangga Taman Nasional Lomami sepanjang 2015 hingga 2023. Pertumbuhan permukiman dapat memperbesar tekanan terhadap petak-petak hutan dataran tinggi yang menjadi habitat utama spesies tersebut.

Tim peneliti mengusulkan agar Colobus congoensis memperoleh klasifikasi awal Terancam Punah atau Endangered dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature. Mereka menilai perlindungan Taman Nasional Lomami dan pelibatan masyarakat lokal dalam pencegahan perburuan menjadi langkah utama untuk menjaga kelangsungan spesies ini.

Sumber : https://kumparan.com/kumparansains/spesies-baru-monyet-berbibir-oranye-ditemukan-di-kongo-27nfJUy42rg

3 Rekomendasi Parfum Lokal untuk Pria yang Ingin Tampil Beda di Tongkrongan

3 Rekomendasi Parfum Lokal untuk Pria yang Ingin Tampil Beda di Tongkrongan

Kediri – Memilih parfum bukan hanya soal wangi. Aroma yang tepat juga dapat membantu menciptakan kesan pertama, meningkatkan rasa percaya diri, dan menjadi ciri khas yang mudah diingat oleh orang lain.

Jika Anda sedang mencari parfum pria dengan karakter yang berbeda dari kebanyakan, berikut tiga rekomendasi parfum dari Umair yang layak dipertimbangkan.

1. Umair Active Core – Segar dan Energik

Bagi Anda yang menyukai aktivitas di luar ruangan, sering nongkrong bersama teman, atau rutin berolahraga, Umair Active Core bisa menjadi pilihan yang tepat.

Parfum ini memadukan aroma jasmine dan bergamot sehingga menghasilkan kesan segar, bersih, dan nyaman dipakai sepanjang hari. Wanginya tidak berlebihan sehingga cocok digunakan dalam berbagai suasana, baik santai maupun semi formal.

Menggunakan jenis Extrait de Parfum, Active Core memiliki konsentrasi parfum yang lebih tinggi sehingga aroma dapat bertahan lebih lama. Dikemas dalam botol 30 ml dengan hardcase tebal yang memberikan kesan premium sekaligus aman saat dibawa bepergian.

Cocok untuk:

  • Nongkrong bersama teman
  • Olahraga
  • Aktivitas harian
  • Kuliah atau bekerja

2. Umair Hustbeast – Aroma Unik yang Mudah Diingat

Jika Anda ingin tampil berbeda dari orang lain, Umair Hustbeast menawarkan karakter aroma yang tidak pasaran.

Perpaduan mandarin essence, bergamot, dan musk menghasilkan aroma yang mengingatkan pada nuansa rempah seperti kunyit asam. Karakter ini memberikan identitas yang unik sehingga cocok bagi Anda yang ingin meninggalkan kesan berbeda saat bertemu banyak orang.

Dengan jenis Extrait de Parfum, Hustbeast memiliki ketahanan aroma yang baik untuk menemani aktivitas seharian.

Cocok untuk:

  • Nongkrong
  • Acara komunitas
  • Berkumpul bersama teman
  • Pengguna yang menyukai aroma rempah yang khas

3. Umair Morning Blaaarrr – Tobacco dan Honey yang Maskulin

Untuk Anda yang menyukai aroma maskulin dengan sentuhan berbeda, Umair Morning Blaaarrr patut dicoba.

Parfum ini mengombinasikan aroma tobacco dan honey, menghasilkan karakter yang kuat namun tetap terasa segar. Perpaduan tersebut menciptakan kesan berani, dewasa, dan percaya diri tanpa terasa terlalu berat.

Menggunakan formula Extrait de Parfum, Morning Blaaarrr cocok digunakan pada sore hingga malam hari ketika ingin tampil lebih berkarakter.

Cocok untuk:

  • Nongkrong malam
  • Kencan
  • Acara santai
  • Pria yang menyukai aroma tobacco modern

Ketahanan Aroma

Ketiga parfum Umair menggunakan jenis Extrait de Parfum dengan klaim ketahanan aroma hingga 12 jam pada kondisi penggunaan normal. Lama ketahanan dapat berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi oleh jenis kulit, suhu lingkungan, dan tingkat aktivitas.

Selain itu, seluruh parfum Umair telah berlabel halal, sehingga memberikan nilai tambah bagi pengguna yang memperhatikan aspek tersebut.

Kalau loe pengen jadi pusat perhatian saat nongkrong, semuanya bisa dimulai dari memilih parfum yang tepat. Ketiga parfum di atas punya karakter yang berbeda-beda, jadi tinggal pilih mana yang paling sesuai dengan kepribadian loe. Yang jelas, Umair Active Core, Umair Hustbeast, dan Umair Morning Blaaarrr layak masuk daftar parfum yang wajib loe coba.

Ilusi Omset Besar: Jangan Biarkan Biaya Iklan Menggerus Profit Bisnis Anda

Ilusi Omset Besar: Jangan Biarkan Biaya Iklan Menggerus Profit Bisnis Anda

Kediri – Pernahkah Anda merasa performa bisnis sedang sangat bagus karena omset yang masuk terlihat besar, tetapi begitu melihat rekening di akhir bulan, sisa profitnya justru terasa sangat sedikit? Jika Anda sedang mengalami fase ini, Anda tidak sendirian. Banyak pebisnis terjebak dalam euforia angka penjualan yang tinggi tanpa menyadari adanya kebocoran di pos pengeluaran.

Salah satu penyebab utama dari fenomena ini adalah biaya iklan digital yang tidak terukur. Di era digital saat ini, anggaran pemasaran bisa memakan porsi yang sangat besar dari total pendapatan Anda jika tidak dipantau dengan ketat. Bayangkan omset Anda adalah sebuah kue yang utuh, namun kue tersebut harus dipotong besar-besaran hanya untuk membayar biaya iklan saja. Akibatnya, porsi yang tersisa untuk Anda nikmati sebagai keuntungan menjadi sangat kecil.

Mengapa Perhitungan Biaya Marketing Sangat Krusial?

Inilah alasan mengapa perhitungan biaya marketing sangat krusial bagi keberlangsungan profit bisnis Anda. Tanpa adanya perhitungan yang jelas, strategi pemasaran digital Anda hanya akan menjadi aktivitas “bakar uang” yang melelahkan tanpa memberikan dampak positif pada kesehatan finansial perusahaan.

Untuk mengatasi kebocoran ini, langkah pertama yang wajib Anda lakukan adalah mulai menghitung biaya akuisisi pelanggan atau yang biasa dikenal dengan istilah Customer Acquisition Cost (CAC). Selain itu, pastikan Anda memantau ROAS (Return on Ad Spend) secara rutin dan selalu menjaga margin keuntungan tetap aman.

Bergerak Berdasarkan Data, Bukan Asumsi

Dengan data yang tepat dan akurat, strategi pemasaran Anda akan jauh lebih efektif dan menguntungkan. Anda tidak lagi menebak-nebak iklan mana yang berhasil, melainkan bisa mengambil keputusan bisnis yang bijak berdasarkan angka yang riil.

Kesimpulan

Jangan biarkan profit bisnis Anda tergerus begitu saja. Kelola anggaran iklan Anda dengan bijak mulai sekarang. Ingat selalu prinsip dasar dalam berbisnis digital: iklan yang cerdas berarti profit tetap terjaga. Mari mulai berhitung dan lebih peduli pada angka keuangan bisnis kita!


Sumber Materi / Narasumber:

ilmukeuangan.com (Instagram)

Mengubah Keringat Menjadi Pahala: Niatkan Olahraga untuk Ibadah

Mengubah Keringat Menjadi Pahala: Niatkan Olahraga untuk Ibadah

Kediri – Bagi sebagian besar orang, olahraga adalah sarana untuk menurunkan berat badan, membentuk otot, menjaga penampilan, atau sekadar menjaga stamina agar tidak mudah lelah. Tentu saja, tujuan-tujuan tersebut tidak salah. Namun, pernahkah kita berpikir untuk membawa aktivitas fisik ini ke level yang lebih tinggi?

Sebagai seorang Muslim, olahraga sebenarnya bisa bernilai jauh lebih mulia dari sekadar urusan fisik. Tujuan utamanya adalah sebagai bentuk syukur dalam rangka menjaga nikmat besar yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala titipkan kepada kita: yaitu nikmat kesehatan dan kesempurnaan tubuh agar kita bisa lebih semangat beribadah.

Menjadi “Bahan Bakar” untuk Beribadah

Bayangkan saat Anda sedang melakukan easy run (lari santai) sejauh 3 kilometer di pagi hari. Jika niatnya diubah, setiap langkah kaki kita bukan lagi sekadar membakar kalori, melainkan sarana agar ke depannya kita lebih mudah melangkahkan kaki menuju masjid, untuk umroh, maupun untuk ibadah Haji.

Tubuh yang bugar dan terlatih akan membuat kita lebih kuat untuk salat dan lebih kokoh untuk sujud. Dengan menata niat seperti ini, setiap tetesan keringat saat berolahraga akan langsung mendulang pahala dan menjadi bernilai ibadah di sisi Allah.

Stamina untuk Menjemput Nafkah yang Halal

Selain untuk ibadah ritual, kesehatan yang kita jaga melalui olahraga juga berfungsi sebagai modal utama untuk mencari nafkah. Tubuh yang kuat dan tidak sekadar kuat fisik akan membuat kita lebih bersemangat dalam bekerja menjemput rezeki yang halal untuk keluarga.

Bagi seorang laki-laki, bekerja mencari nafkah yang halal bukanlah tugas biasa—itu adalah termasuk bagian dari jihadnya seorang laki-laki. Maka, olahraga yang kita lakukan untuk mendukung stamina kerja secara tidak langsung menjadi bagian dari persiapan tersebut.

Kesimpulan

Oleh karena itu jamaah sekalian para ikhwan, ketika kita berolahraga maka niatkan bukan cuman sekedar sehat belaka, bukan sekedar kuat belaka. Jadi jadikan ini sebagai sarana untuk lebih kuat beribadah, maka lari kita akan mendulang pahala, maka lari kita akan menjadi bernilai ibadah Insya Allah.


Sumber Materi / Narasumber:

Ustadz Abû Salmâ Muhammad

Sumber : https://www.instagram.com/p/Daw_EjySmEx/

Intimidasi dan Kekerasan Verbal: Antara Lisan dan Kezaliman

Intimidasi dan Kekerasan Verbal: Antara Lisan dan Kezaliman

Jakarta, MUI Digital — Pada sekitar akhir bulan Juni 2026, publik dikagetkan dengan dugaan sebuah peristiwa intimidasi yang membuat seorang tenaga medis di Nusa Tenggara Timur (NTT) tertekan dan memutuskan mengakhiri hidupnya dengan melakukan bunuh diri.

Peristiwa intimidasi berawal dari pertolongan medis terhadap pasien yang terkena gigitan ular. Diduga dokter yang menangani pasien kurang memberikan penanganan yang maksimal. Tapi hal ini dibantah oleh pihak rumah sakit dan ditegaskan bahwa penanganannya telah sesuai SOP.

Intimidasi menjadi ramai dan pemberitaannya luar biasa viral karena diduga melibatkan anggota legislatif daerah yang terhormat, yang seharusnya berjuang bersama rakyat dalam membenahi berbagai ketimpangan sosial dan persoalan tata kelola daerah, termasuk tata kelola di dunia kesehatan.

Ternyata belakangan terbukti, pasien telah sembuh. Sementara intimidasi yang terlanjur dilakukan telah membuat hidup seorang dokter tertekan dan bahkan merenggut nyawanya. Sungguh ironis.

Memang sekarang ini sejatinya kita hidup di zaman ketika orang merasa bebas berbicara apa saja, tanpa sadar bahwa kata-kata bisa lebih melukai daripada luka fisik. Intimidasi, ejekan, sindiran tajam, bahkan ujaran kebencian kini sering dianggap “hal biasa”.

Di media sosial, di tempat kerja, di rumah tangga, bahkan di mimbar-mimbar yang seharusnya menenangkan, lisan sering berubah menjadi alat kekerasan.

Ironisnya, banyak yang merasa tidak bersalah. “Saya kan cuma ngomong,” begitu dalih yang kerap terdengar. Padahal, dalam pandangan Islam, “cuma kata-kata” justru bisa menjadi sumber kezaliman yang paling berbahaya.

Alquran sejak awal telah mengingatkan dengan tegas: “Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka lebih baik dari mereka.” (QS. Al-Hujurat: 11). Ayat ini bukan sekadar etika sosial, tetapi peringatan spiritual: merendahkan orang lain sejatinya adalah cermin dari kerendahan diri sendiri.

Lebih jauh lagi, Allah memerintahkan: “Katakanlah perkataan yang lebih baik.” (QS. Al-Isra’: 53). Menariknya, para ulama seperti Imam al-Qurthubi menafsirkan ayat ini bukan hanya sebagai anjuran berkata baik, tetapi larangan keras terhadap segala ucapan yang berpotensi melukai.

Rasulullah SAW bahkan menempatkan lisan sebagai indikator utama kualitas keislaman seseorang: “Seorang muslim adalah yang orang lain selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadis ini, lisan disebut lebih dulu daripada tangan, seakan memberi pesan bahwa kekerasan verbal sering menjadi pintu awal segala bentuk kezaliman.

Sayangnya, yang terjadi hari ini justru sebaliknya. Kita menyaksikan budaya komunikasi yang semakin kasar. Di media sosial, orang berlomba-lomba menjadi paling pedas. Di dunia kerja, sebagian pemimpin merasa wajar merendahkan bawahan demi “kedisiplinan”. Di rumah, kata-kata kasar kerap dianggap bagian dari “mendidik”.

Padahal, psikologi modern telah lama menegaskan bahwa kekerasan verbal dapat meninggalkan luka yang dalam, trauma, hilangnya rasa percaya diri, bahkan depresi. Luka ini tidak terlihat, tetapi menetap. Tidak berdarah, tetapi membekas.

Islam jauh lebih dahulu memahami ini. Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa dosa lisan, seperti menghina, mencela, atau mempermalukan, semua bersumber dari penyakit hati, antara lain kesombongan, iri, dan kemarahan yang tak terkendali. Lisan hanyalah pintu keluar sementara, tetapi sumbernya ada di dalam jiwa.

Sementara Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa menyakiti orang lain tanpa hak, baik dengan tangan maupun ucapan, adalah bentuk kezaliman yang akan dimintai pertanggungjawaban. Tidak ada “kata-kata yang sepele” dalam timbangan Allah.

Di era digital, persoalan ini menjadi semakin kompleks. Ujaran kebencian tidak lagi terbatas pada ruang dan waktu. Satu kalimat bisa menyebar ke ribuan orang dalam hitungan detik. Yusuf al-Qaradawi menyebut fenomena ini sebagai bentuk baru kezaliman yaitu kekerasan verbal yang terakumulasi dan meluas tanpa kontrol.

Yang lebih mengkhawatirkan, intimidasi kini juga sering tampil dalam bentuk yang halus. Bukan lagi bentakan, tetapi tekanan psikologis. Bukan lagi hinaan langsung, tetapi sindiran yang merendahkan. Bukan lagi ancaman terbuka, tetapi pembungkaman dengan kekuasaan. Semua ini tetaplah kezaliman, meski dibungkus dengan bahasa yang tampak “sopan”.

Di sinilah Islam menawarkan jalan yang sederhana namun mendasar, yaitu mengendalikan lisan. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR Bukhari). Ini bukan sekadar etika, tetapi disiplin spiritual.

Berbicara dalam Islam bukan hanya soal benar atau salah, tetapi juga soal dampak. Apakah kata-kata kita menyembuhkan atau melukai? Menguatkan atau meruntuhkan? Mendekatkan atau menjauhkan?

Kita mungkin tidak bisa menghentikan orang lain untuk berkata kasar. Tetapi kita bisa memutus rantai itu dari diri sendiri. Karena perubahan budaya selalu dimulai dari kesadaran individu.

Lisan adalah amanah. Ia bisa menjadi jalan menuju surga atau sebaliknya justru menyeret ke dalam kehancuran.

Dalam dunia yang semakin bising dan hiruk-pikuk oleh kata-kata, barangkali yang paling dibutuhkan bukanlah lebih banyak suara, tetapi lebih banyak kesadaran. Sebab bisa jadi, satu kalimat yang kita anggap biasa adalah luka yang tak pernah sembuh bagi orang lain.

Sumber : https://mui.or.id/baca/opini/intimidasi-dan-kekerasan-verbal-antara-lisan-dan-kezaliman

Hanya Nabi Sulaiman yang Mengerti Bahasa Semut

Hanya Nabi Sulaiman yang Mengerti Bahasa Semut

Nabi Sulaiman dikenal sebagai salah satu nabi yang diberkahi dengan berbagai mukjizat oleh Allah SWT, salah satunya adalah kemampuannya untuk memahami bahasa hewan. Kisah tentang Sulaiman dan semut yang diceritakan dalam Al-Qur’an adalah salah satu kisah yang mengilustrasikan kebijaksanaan dan kemurahan hatinya.

Dalam perjalanan bersama tentaranya, Nabi Sulaiman dan pasukannya sampai di sebuah lembah yang dipenuhi oleh semut. Ketika mereka mendekati lembah tersebut, Ratu Semut yang memimpin koloni melihat kedatangan rombongan Nabi Sulaiman dan segera memberikan peringatan kepada koloni semut lainnya.

Perkataan semut ini diabadikan dalam QS. An-Naml ayat 18:

حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوْا۟ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌۭ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُوا۟ مَسَـٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَـٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ [٢٧:١٨]

“Ketika mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” (QS. An-Naml 18).

Perluasan ayat ini menarik karena seorang ulama besar, Abu Hanifah, ditanya oleh seseorang tentang jenis kelamin semut yang berbicara tersebut. Dalam kitab Madārik at-Tanzīl wa-Ḥaqāʾiq at-Taʾwīl karya Abū al-Barakāt an-Nasafī, Abu Hanifah menjawab bahwa semut itu adalah betina, dengan alasan bahwa Al-Qur’an menggunakan kata “قالت” yang berarti “dia berkata” untuk perempuan. Jika semut tersebut adalah jantan, maka akan digunakan kata “قال” yang berarti “dia berkata” untuk laki-laki.

Karenanya dapat diasumsikan bahwa semut yang berkata itu ialah ratu koloni. Pengetahuan ini menunjukkan betapa detailnya bahasa Al-Qur’an dan bagaimana setiap kata memiliki makna dan konteks yang tepat.

Kembali ke kisah Nabi Sulaiman, mendengar peringatan dari semut tersebut, Nabi Sulaiman tersenyum dan merasa bersyukur atas anugerah kemampuan yang diberikan Allah kepadanya untuk memahami bahasa semut. Dia kemudian memastikan bahwa pasukannya tidak akan membahayakan koloni semut tersebut. Ini menunjukkan betapa bijaksananya Nabi Sulaiman dalam memimpin dan betapa besarnya rasa tanggung jawabnya untuk melindungi semua makhluk, sekecil apapun mereka.

Peristiwa ini diabadikan dalam QS. An-Naml ayat 19:

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًۭا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَـٰلِحًۭا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّـٰلِحِينَ [٢٧:١٩]

“Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS. An-Naml: 19).

Dari kisah ini, kita dapat mengambil beberapa pelajaran penting, di antaranya:

Pertama, kepemimpinan yang bijaksana adalah yang memperhatikan kesejahteraan semua makhluk, bukan hanya manusia. Kedua, pentingnya berkomunikasi dan memberi peringatan dalam menghadapi bahaya. Dan ketiga, kebijaksanaan dan pengetahuan adalah anugerah yang harus digunakan untuk kebaikan dan perlindungan bagi semua makhluk hidup.

Sumber : https://muhammadiyah.or.id/2024/06/mukjizat-nabi-sulaiman-berbicara-dengan-binatang/

Soal Ikhlas Ternyata Kita Semua Masih Amatir

Soal Ikhlas Ternyata Kita Semua Masih Amatir

Sepenggal lirik dari lagu Sesi Potret ini mampu menyentuh hati banyak orang. Barangkali hampir setiap orang pernah berada di titik itu, yaitu ketika kehilangan seseorang yang begitu dicintai. Entah ayah, ibu, pasangan, saudara, atau sahabat, kepergian mereka meninggalkan ruang kosong yang tidak mudah diisi.

Di hadapan kematian, sering kali kita baru menyadari bahwa ternyata mengucapkan kata ikhlas jauh lebih mudah daripada benar-benar menjalaninya.

Kalimat “Soal ikhlas ternyata aku masih amatir” sesungguhnya menggambarkan sisi paling manusiawi dari diri kita. Tidak ada seorang pun yang benar-benar siap menerima perpisahan abadi. Air mata mengalir, kenangan terus bermunculan, dan hati terasa berat untuk menerima kenyataan bahwa orang yang selama ini menemani hidup kini hanya tinggal nama dan doa.

Namun, Islam mengajarkan bahwa kesedihan itu bukanlah tanda lemahnya iman. Menangis bukan berarti tidak menerima takdir Allah. Bahkan Rasulullah Saw, manusia yang paling sempurna keimanannya, pernah menangis ketika kehilangan orang-orang yang beliau cintai.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a., ia berkata:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: شَهِدْنَا بِنْتًا لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ، وَرَسُولُ اللَّهِ ﷺ جَالِسٌ عَلَى الْقَبْرِ، فَرَأَيْتُ عَيْنَيْهِ تَدْمَعَانِ، فَقَالَ: هَلْ فِيكُمْ رَجُلٌ لَمْ يُقَارِفِ اللَّيْلَةَ؟ فَقَالَ أَبُو طَلْحَةَ: أَنَا. قَالَ: فَانْزِلْ. فَنَزَلَ فِي قَبْرِهَا

“Dari Anas bin Malik r.a., ia berkata, “Kami menghadiri pemakaman putri Rasulullah saw. Saat itu Rasulullah saw. duduk di sisi kuburnya. Aku melihat kedua mata beliau bercucuran air mata. Lalu beliau bersabda, ‘Apakah di antara kalian ada seorang laki-laki yang tadi malam tidak menggauli istrinya?’ Abu Thalhah menjawab, ‘Saya.’ Beliau bersabda, ‘Turunlah ke dalam kuburnya.’ Maka Abu Thalhah pun turun ke dalam kubur tersebut.” (H.R. al-Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah Saw tidak menahan air mata beliau. Beliau menangis karena kasih sayang kepada putrinya. Akan tetapi, tangisan itu tidak disertai penolakan terhadap takdir Allah. Beliau tidak meratap, dan tidak mengucapkan kata-kata yang menunjukkan ketidakrelaan kepada keputusan Allah.

Inilah pelajaran penting bagi setiap Muslim. Islam tidak pernah mengharamkan air mata. Yang dilarang adalah kehilangan kendali hingga kesedihan berubah menjadi bentuk protes kepada Allah.

Rasulullah Saw bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُودَ، وَشَقَّ الْجُيُوبَ، وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ

“Bukan termasuk golongan kami orang yang memukul-mukul pipi, merobek-robek pakaian, dan menyeru dengan seruan jahiliah.” (H.R. al-Bukhari)

Karena itu, ketika mendengar lirik “Soal ikhlas ternyata aku masih amatir”, seorang Muslim tidak perlu merasa bersalah apabila masih menangis saat mengingat orang yang telah meninggal. Menangis adalah hal lumrah. Air mata merupakan bahasa cinta yang tidak selalu mampu diterjemahkan oleh kata-kata. Yang perlu dijaga adalah agar kesedihan tidak berubah menjadi keputusasaan dan penolakan terhadap ketetapan Allah.

Kematian adalah Kepastian

Bagaimanapun juga, kematian adalah kepastian yang akan dialami oleh setiap manusia. Tidak ada seorang pun yang dapat menghindarinya.

Allah SWT berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 185)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan mati dan sesungguhnya mereka pun akan mati.” (QS. az-Zumar [39]: 30)

Dua ayat ini mengingatkan bahwa tidak ada manusia yang kekal di dunia. Orang tua kita akan meninggal. Pasangan kita akan meninggal. Sahabat kita akan meninggal. Bahkan kita sendiri pun suatu hari akan dipanggil menghadap Allah. Yang berbeda hanyalah waktunya.

Maka, ikhlas bukanlah kemampuan menghilangkan rasa sedih. Ikhlas adalah menerima bahwa setiap pertemuan di dunia memang memiliki batas waktu. Kita boleh menangis, tetapi kita tidak boleh kehilangan keyakinan bahwa semua yang terjadi berada dalam ketetapan Allah Yang Maha Bijaksana.

Ketika musibah itu datang, Allah mengajarkan kalimat yang sangat agung.

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan, ‘Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.’” (QS. al-Baqarah [2]: 156)

Agar Keikhlasan Kita tidak lagi Amatir

Islam tidak menghendaki seorang Mukmin berhenti pada kesedihan. Setelah mengajarkan bahwa menangis merupakan fitrah manusia, Islam juga menunjukkan jalan agar cinta kepada orang yang telah meninggal tetap dapat diwujudkan dalam bentuk yang lebih bermakna.

Orang yang telah meninggal tidak lagi membutuhkan ratapan. Yang mereka butuhkan adalah doa dan amal-amal yang Allah jadikan bermanfaat bagi mereka. Karena itu, kerinduan hendaknya diubah menjadi ibadah, sebab itulah hadiah terbaik bagi mereka yang telah mendahului kita.

Berikut adalah amalan-amalan yang bisa kita lakukan untuk jenazah orang terkasih yang bis akita lakukan:

Doa Orang yang Masih Hidup

Amal pertama yang paling utama ialah mendoakan orang yang telah meninggal. Al-Qur’an mengajarkan bahwa orang-orang beriman yang datang setelah generasi terdahulu diperintahkan untuk memohonkan ampunan bagi saudara-saudara mereka yang telah lebih dahulu beriman.

Allah SWT berfirman,

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا ۚ رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar) berdoa, ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman daripada kami, dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.’” (QS. al-Hasyr [59]: 10)

Ayat ini menunjukkan bahwa doa orang yang masih hidup bermanfaat bagi mereka yang telah meninggal dunia.

Karena itu, ketika rasa rindu datang, jangan hanya menangis. Angkatlah kedua tangan dan doakan mereka. Boleh jadi, doa itulah hadiah yang paling berharga bagi mereka.

Melunasi Utang Orang yang Meninggal

Apabila orang yang meninggal masih memiliki utang kepada sesama manusia, maka melunasinya merupakan amal yang sangat dianjurkan.

Dari Salamah bin al-Akwa’ r.a. diriwayatkan,

أُتِيَ النَّبِيُّ ﷺ بِجَنَازَةٍ لِيُصَلِّيَ عَلَيْهَا، فَقَالَ: هَلْ عَلَيْهِ مِنْ دَيْنٍ؟ قَالُوا: لَا. فَصَلَّى عَلَيْهِ، ثُمَّ أُتِيَ بِجَنَازَةٍ أُخْرَى، فَقَالَ: هَلْ عَلَيْهِ مِنْ دَيْنٍ؟ قَالُوا: نَعَمْ. قَالَ: صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ. فَقَالَ أَبُو قَتَادَةَ: عَلَيَّ دَيْنُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ. فَصَلَّى عَلَيْهِ (رواه البخاري)

“Didatangkan kepada Nabi Saw satu jenazah agar beliau menyalatkannya. Beliau bertanya, ‘Apakah ia mempunyai utang?’ Mereka menjawab, ‘Tidak.’ Maka beliau menyalatkannya. Kemudian didatangkan jenazah yang lain. Beliau bertanya, ‘Apakah ia mempunyai utang?’ Mereka menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Salatkanlah teman kalian ini.’ Abu Qatadah berkata, ‘Wahai Rasulullah, biarlah utangnya menjadi tanggunganku.’ Maka Rasulullah Saw pun menyalatkannya.” (H.R. al-Bukhari)

Hadis ini menunjukkan besarnya perhatian Islam terhadap penyelesaian hak-hak manusia. Melunasi utang orang yang telah meninggal merupakan bentuk kasih sayang yang sangat besar.

Menunaikan Utang Ibadah

Selain utang kepada sesama manusia, terdapat pula kewajiban ibadah tertentu yang dapat ditunaikan oleh wali atau kerabatnya sesuai tuntunan syariat, seperti utang puasa.

Rasulullah Saw bersabda,

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ (رواه البخاري)

“Barang siapa meninggal dunia sedangkan ia masih mempunyai kewajiban puasa, maka walinya berpuasa untuknya.” (H.R. al-Bukhari)

Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah Saw bersabda,

فَدَيْنُ اللَّهِ أَحَقُّ أَنْ يُقْضَى (رواه البخاري ومسلم)

“Utang kepada Allah lebih berhak untuk ditunaikan.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim)

Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa kasih sayang kepada orang yang telah meninggal juga diwujudkan dengan membantu menyelesaikan kewajiban ibadah yang masih menjadi tanggungannya sesuai ketentuan syariat.

Menjadi Anak Saleh

Di antara hadiah terbesar bagi orang tua yang telah meninggal adalah melihat anak-anaknya terus hidup dalam ketaatan kepada Allah.

Rasulullah Saw bersabda,

إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ، وَإِنَّ وَلَدَهُ مِنْ كَسْبِهِ (رواه النسائي)

“Sesungguhnya sebaik-baik yang dimakan seseorang adalah dari hasil usahanya sendiri, dan sesungguhnya anaknya termasuk hasil usahanya.” (H.R. al-Nasa’i)

Karena anak merupakan hasil jerih payah orang tua, maka amal saleh anak menjadi sebab mengalirnya pahala kepada kedua orang tuanya. Oleh sebab itu, salah satu cara terbaik mengenang ayah dan ibu bukan sekadar mengingat mereka setiap hari, melainkan menjadi pribadi yang semakin bertakwa, semakin bermanfaat, dan semakin dekat kepada Allah.

Melanjutkan Amal Kebaikan yang Pernah Ditanam

Selain amal yang dilakukan oleh orang-orang yang masih hidup, Islam juga mengajarkan bahwa ada amal yang pahalanya terus mengalir dari usaha orang yang telah meninggal semasa hidupnya.

Rasulullah Saw bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ (رواه مسلم)

“Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (H.R. Muslim)

Dalam riwayat lain Rasulullah Saw menjelaskan bentuk-bentuk amal yang terus mengalir tersebut.

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ: عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ، وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ، وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ، أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ، أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ، أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ، أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ، يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ (رواه ابن ماجه)

“Sesungguhnya di antara amal dan kebaikan seorang Mukmin yang tetap sampai kepadanya setelah ia meninggal dunia ialah ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf Al-Qur’an yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang dibangunnya untuk musafir, sungai yang dialirkannya, atau sedekah yang dikeluarkannya dari hartanya ketika masih sehat dan hidup. Semua itu akan terus mengalir pahalanya setelah ia meninggal dunia.” (H.R. Ibnu Majah)

Hadis ini mengajarkan bahwa kehidupan seorang Mukmin tidak berhenti di liang kubur. Selama kebaikan yang pernah ia tanam masih memberi manfaat kepada orang lain, selama itu pula pahala terus mengalir kepadanya.

Karena itu, apabila hari ini kita masih berkata, “Soal ikhlas ternyata aku masih amatir,” jangan biarkan kalimat itu berhenti pada kesedihan. Menangislah sebagaimana Rasulullah Saw pernah menangis. Bersabarlah sebagaimana Allah memerintahkan kesabaran. Lalu bangkitlah. Doakan mereka, lunasi hak-haknya jika masih ada, tunaikan kewajiban yang masih menjadi tanggungannya sesuai syariat, jadilah anak yang saleh, dan teruskan kebaikan yang pernah mereka tanam.

Dengan cara itulah, kerinduan tidak lagi hanya menjadi air mata, tetapi berubah menjadi pahala yang terus mengalir hingga Allah mempertemukan kembali orang-orang yang saling mencintai di surga-Nya.

Sumber : https://muhammadiyah.or.id/2026/07/soal-ikhlas-ternyata-kita-semua-masih-amatir/

Tidur teratur bantu melancarkan buang air besar di pagi hari

Tidur teratur bantu melancarkan buang air besar di pagi hari

Jakarta (ANTARA) – Menjaga jadwal tidur yang konsisten setiap malam dapat membantu melancarkan buang air besar (BAB) pada pagi hari karena kualitas tidur berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Dilansir dari laman Eating Well pada Senin, dokter spesialis gastroenterologi Catherine Ngo mengatakan tidur yang cukup dan berkualitas membantu sistem pencernaan mempertahankan pola pergerakan usus yang teratur sehingga mendukung kebiasaan BAB yang lebih konsisten.

Penelitian menunjukkan kualitas dan durasi tidur memengaruhi mikrobioma usus, yaitu kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan. Tidur yang tidak teratur atau kurang berkualitas dapat mengganggu ritme sirkadian dan pergerakan usus sehingga meningkatkan risiko sembelit, perut kembung, serta gangguan pencernaan lainnya.

Dokter gastroenterologi Rucha Shah menambahkan kebiasaan tidur terlalu larut juga dapat meningkatkan kadar hormon kortisol pada waktu yang tidak semestinya sehingga mengganggu proses pencernaan. Kondisi ini kerap ditemukan pada pekerja shift malam yang lebih sering mengalami pola BAB tidak teratur.

Selain itu, bangun lebih awal setelah tidur yang cukup memberi waktu lebih banyak bagi tubuh untuk rileks sebelum memulai aktivitas. Menurut Ngo, kondisi rileks membantu otot sfingter bekerja optimal saat proses BAB, sedangkan terburu-buru pada pagi hari dapat membuat tubuh terbiasa menahan keinginan buang air besar.

Untuk menjaga keteraturan BAB, para ahli juga menyarankan untuk mencukupi kebutuhan cairan sepanjang hari, mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh, serta berjalan kaki selama 10 hingga 20 menit setelah makan malam untuk membantu merangsang pergerakan usus.

Apabila sembelit tidak membaik meski telah menerapkan perubahan pola makan dan gaya hidup, para ahli menyarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5636851/tidur-teratur-bantu-melancarkan-buang-air-besar-di-pagi-hari

Dokter ungkap kebiasaan nomor satu agar buang air besar lebih lancar

Dokter ungkap kebiasaan nomor satu agar buang air besar lebih lancar

Jakarta (ANTARA) – Olahraga rutin menjadi kebiasaan utama yang direkomendasikan dokter spesialis gastroenterologi untuk membantu melancarkan buang air besar sekaligus menjaga kesehatan saluran cerna.

Dilansir dari laman Eating Well pada Kamis (16/7), aktivitas fisik dapat membantu merangsang gerakan alami usus atau peristaltik yang berperan mendorong makanan melewati saluran pencernaan sehingga mengurangi risiko sembelit dan perut kembung.

“Olahraga merangsang kontraksi alami otot usus yang penting untuk menggerakkan makanan secara efisien melalui sistem pencernaan,” kata dokter spesialis gastroenterologi David Clarke.

Menurut Clarke, olahraga juga dapat mempercepat perjalanan sisa makanan di usus besar sehingga mengurangi penyerapan air pada feses dan membuatnya lebih mudah dikeluarkan.

Dokter spesialis gastroenterologi Kenneth Brown menambahkan aktivitas ringan seperti berjalan kaki juga dapat membantu tubuh mencerna protein dengan lebih baik, termasuk protein dari daging merah yang cenderung lebih sulit dicerna.

Selain itu, olahraga diketahui dapat membantu mengurangi stres, yang selama ini menjadi salah satu pemicu gangguan pencernaan seperti sembelit, diare, gangguan pencernaan (dispepsia), dan irritable bowel syndrome (IBS).

Aktivitas fisik secara rutin juga dikaitkan dengan meningkatnya keragaman bakteri baik di usus yang berperan menjaga kesehatan sistem pencernaan dan daya tahan tubuh.

Latihan yang memperkuat otot inti atau core turut dinilai bermanfaat. Penelitian menunjukkan latihan tersebut selama tiga bulan dapat membantu mempercepat pergerakan makanan di saluran cerna sekaligus mengurangi keluhan sembelit.

Para ahli menyarankan masyarakat memulai kebiasaan berolahraga secara bertahap, misalnya dengan berjalan kaki selama 15 hingga 20 menit setelah makan. Orang dewasa juga dianjurkan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang sedikitnya 150 menit setiap pekan.

Selain rutin bergerak, kesehatan saluran cerna juga dapat dijaga dengan mengonsumsi makanan tinggi serat, mencukupi kebutuhan cairan, tidak menahan keinginan buang air besar, serta rutin mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt, kefir, tempe, kimchi, atau sauerkraut.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5651863/dokter-ungkap-kebiasaan-nomor-satu-agar-buang-air-besar-lebih-lancar?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=category_home