Kediri – Bagi sebagian besar orang, olahraga adalah sarana untuk menurunkan berat badan, membentuk otot, menjaga penampilan, atau sekadar menjaga stamina agar tidak mudah lelah. Tentu saja, tujuan-tujuan tersebut tidak salah. Namun, pernahkah kita berpikir untuk membawa aktivitas fisik ini ke level yang lebih tinggi?
Sebagai seorang Muslim, olahraga sebenarnya bisa bernilai jauh lebih mulia dari sekadar urusan fisik. Tujuan utamanya adalah sebagai bentuk syukur dalam rangka menjaga nikmat besar yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala titipkan kepada kita: yaitu nikmat kesehatan dan kesempurnaan tubuh agar kita bisa lebih semangat beribadah.
Menjadi “Bahan Bakar” untuk Beribadah
Bayangkan saat Anda sedang melakukan easy run (lari santai) sejauh 3 kilometer di pagi hari. Jika niatnya diubah, setiap langkah kaki kita bukan lagi sekadar membakar kalori, melainkan sarana agar ke depannya kita lebih mudah melangkahkan kaki menuju masjid, untuk umroh, maupun untuk ibadah Haji.
Tubuh yang bugar dan terlatih akan membuat kita lebih kuat untuk salat dan lebih kokoh untuk sujud. Dengan menata niat seperti ini, setiap tetesan keringat saat berolahraga akan langsung mendulang pahala dan menjadi bernilai ibadah di sisi Allah.
Stamina untuk Menjemput Nafkah yang Halal
Selain untuk ibadah ritual, kesehatan yang kita jaga melalui olahraga juga berfungsi sebagai modal utama untuk mencari nafkah. Tubuh yang kuat dan tidak sekadar kuat fisik akan membuat kita lebih bersemangat dalam bekerja menjemput rezeki yang halal untuk keluarga.
Bagi seorang laki-laki, bekerja mencari nafkah yang halal bukanlah tugas biasa—itu adalah termasuk bagian dari jihadnya seorang laki-laki. Maka, olahraga yang kita lakukan untuk mendukung stamina kerja secara tidak langsung menjadi bagian dari persiapan tersebut.
Kesimpulan
Oleh karena itu jamaah sekalian para ikhwan, ketika kita berolahraga maka niatkan bukan cuman sekedar sehat belaka, bukan sekedar kuat belaka. Jadi jadikan ini sebagai sarana untuk lebih kuat beribadah, maka lari kita akan mendulang pahala, maka lari kita akan menjadi bernilai ibadah Insya Allah.
Sumber Materi / Narasumber:
Ustadz Abû Salmâ Muhammad




