Manfaat Bakteri Yogurt bagi Kesehatan dan Pencernaan Tubuh

Manfaat Bakteri Yogurt bagi Kesehatan dan Pencernaan Tubuh

Jakarta, MCI News – Bakteri baik dalam yogurt memiliki peran penting dalam proses fermentasi sekaligus mendukung kesehatan pencernaan dan keseimbangan mikroba usus. Informasi mengenai manfaat yogurt tersebut dirujuk dari Alodokter pada Rabu (12/08/2026), dengan sejumlah manfaat yang berkaitan dengan pencernaan, pola makan sehat, sistem imun, dan kemampuan tubuh mencerna laktosa.

Yogurt merupakan produk olahan susu yang melalui proses fermentasi menggunakan bakteri tertentu. Dua bakteri yang umum digunakan dalam pembuatan yogurt adalah Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus.

Kedua bakteri tersebut membantu mengubah laktosa atau gula susu menjadi asam laktat. Proses fermentasi itu menghasilkan karakteristik yogurt berupa rasa asam dan tekstur yang lebih kental.

Keberadaan bakteri dalam yogurt tidak selalu berarti sesuatu yang merugikan bagi tubuh. Jenis bakteri tertentu justru dapat memberikan manfaat ketika dikonsumsi dalam jumlah dan kondisi yang sesuai, terutama dalam mendukung keseimbangan mikroorganisme di saluran pencernaan.

Asam laktat yang terbentuk selama fermentasi juga dapat membantu menghambat pertumbuhan sejumlah mikroba yang tidak diinginkan. Sementara itu, bakteri probiotik pada produk tertentu dapat berperan dalam mendukung fungsi saluran cerna dan sistem kekebalan tubuh.

Berikut lima manfaat yogurt yang berkaitan dengan kandungan bakteri baik di dalamnya:

  1. Membantu meredakan gangguan pencernaan ringan

Konsumsi yogurt dapat membantu menjaga keseimbangan mikroba di dalam usus. Kondisi tersebut dapat mendukung pemulihan saluran pencernaan setelah seseorang mengalami diare.

Probiotik dalam yogurt juga dapat membantu mengurangi keluhan pencernaan ringan, seperti kembung dan rasa tidak nyaman pada perut, terutama ketika keluhan tersebut berkaitan dengan perubahan keseimbangan bakteri usus.

  1. Mendukung pola makan sehat

Yogurt mengandung protein dan kalsium yang dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Karena itu, yogurt dengan kandungan gula dan lemak yang lebih rendah dapat menjadi salah satu pilihan makanan dalam pola makan yang terukur.

Kandungan nutrisi tersebut juga melengkapi fungsi bakteri baik dalam mendukung kondisi saluran pencernaan dan proses pemanfaatan nutrisi dari makanan.

  1. Mendukung sistem kekebalan tubuh

Saluran pencernaan memiliki hubungan dengan fungsi sistem kekebalan tubuh. Probiotik tertentu dalam yogurt dapat membantu mendukung aktivitas sistem imun dan fungsi pertahanan tubuh.

Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus termasuk bakteri yang digunakan dalam fermentasi yogurt. Namun, manfaat probiotik dapat berbeda bergantung pada jenis, jumlah, serta karakteristik produk yogurt yang dikonsumsi.

  1. Membantu menjaga keseimbangan mikroba usus

Keseimbangan mikroorganisme di dalam usus berperan dalam proses pencernaan. Konsumsi yogurt yang mengandung probiotik dapat membantu mempertahankan keberadaan bakteri baik di saluran pencernaan.

Kondisi mikrobiota usus yang seimbang dapat mendukung proses pencernaan dan penyerapan nutrisi. Hal tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga fungsi saluran cerna agar tetap berjalan dengan baik.

  1. Membantu proses pencernaan laktosa

Fermentasi membuat sebagian laktosa dalam susu berubah menjadi asam laktat. Proses tersebut membuat yogurt memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan susu biasa.

Bagi sebagian orang yang mengalami intoleransi laktosa, yogurt dapat lebih mudah ditoleransi dibandingkan beberapa produk susu lainnya. Meski demikian, tingkat toleransi setiap orang berbeda sehingga konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Pemilihan yogurt juga perlu mendapat perhatian. Konsumen dapat memeriksa label untuk mengetahui kandungan gula, lemak, protein, serta informasi mengenai kultur hidup atau probiotik yang terdapat dalam produk.

Manfaat yogurt tidak hanya berasal dari bakteri fermentasi, tetapi juga dari kandungan nutrisi seperti protein dan kalsium. Karena itu, yogurt dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang apabila dikonsumsi sesuai kebutuhan dan memperhatikan komposisi produk.

Bagi masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau mengalami keluhan pencernaan berulang setelah mengonsumsi produk susu, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan pilihan makanan yang sesuai.

Sumber : https://mcinews.id/2026/08/16/manfaat-bakteri-yogurt-bagi-kesehatan-dan-pencernaan-tubuh/

Manfaat menambahkan buah plum kering pada smoothie

Manfaat menambahkan buah plum kering pada smoothie

Jakarta (ANTARA) – Smoothie merupakan salah satu jenis minuman yang secara praktis dapat membantu meningkatkan asupan nutrisi serta menjaga rasa kenyang sepanjang hari.

Banyak bahan smoothie sehat yang kaya serat serta nutrisi penting lainnya. Menurut ahli gizi terdaftar Lauren Manaker, MS, RDN, LD bahan yang digunakan untuk membuat smoothie sangat penting untuk diperhatikan terutama kandungan serat dan mineralnya.

Manaker merekomendasikan salah satu buah kaya serat untuk ditambahkan dalam smoothie adalah prune atau plum kering.

“Buah ini mengandung serat dalam jumlah besar meski ukurannya kecil, dan ukurannya yang ringkas membuatnya ideal untuk dihaluskan”, ujarnya.

Sebagai gambaran, seperempat cangkir buah prune atau sekitar empat atau lima butir mengandung sekitar 3 gram serat. Jumlah itu merupakan kontribusi berarti terhadap kebutuhan serat harian orang dewasa yang berkisar antara 25 hingga 38 gram, dan buah ini pas dimasukkan ke dalam satu porsi smoothie tanpa membuatnya terlalu penuh atau berat.

Secara khusus, plum kering mengandung serat larut maupun tidak larut, yang menjadi salah satu alasan mengapa buah ini sangat bermanfaat, menurut Manaker.

“Serat larut akan larut dalam air dan membentuk zat seperti gel di dalam usus. Hal ini dapat membantu memperlambat pencernaan, menjaga kadar gula darah tetap stabil, serta memberi makan bakteri baik di saluran pencernaan Anda,” jelasnya.

“Serat tidak larut menambah massa pada tinja dan membantu melancarkan pergerakan usus; inilah salah satu alasan mengapa buah prune dikenal luas karena kemampuannya mendukung keteraturan buang air besar.”

Serat dalam buah prune juga akan mengurangi rasa lapar dan meningkatkan rasa kenyang, sehingga smoothie yang dibuat pagi hari akan memberikan efek kenyang yang lebih tahan lama. Hal ini memastikan kita tetap kenyang setelah sarapan.

Selain mengenyangkan, buah ini juga membantu kita untuk mengurangi kebutuhan akan madu, sirop, atau pemanis lainnya dalam smoothie, yang dapat membantu mengontrol asupan gula tambahan.

Menurut Manaker asupan gula tambahan yang tinggi dapat memicu peradangan, kenaikan berat badan yang tidak diinginkan, dan penyakit kronis seperti diabetes tipe 2.

Selain itu, saat diblender, buah prune akan hancur menjadi tekstur yang halus dan hampir kental seperti krim, sehingga memberikan kekentalan yang lebih kaya pada minuman tanpa meninggalkan tekstur kasar atau ampas.

Buah ini juga sangat cocok dipadukan dengan bahan-bahan smoothie populer lainnya.

“Cobalah padukan dengan bubuk kakao dan pisang untuk cita rasa ala hidangan penutup, atau blender bersama bayam, selai almond, dan sedikit susu untuk pilihan yang lebih seimbang,” ucap Manaker.

Prune, kata dia, juga menjadi sumber kalium yang membantu mengatur tekanan darah serta mendukung fungsi otot dan saraf yang normal, serta menyediakan vitamin K, yang berperan dalam proses pembekuan darah dan kesehatan tulang.

Dia menyampaikan buah prune juga mengandung boron, mineral yang dapat mendukung kekuatan tulang. Mineral ini juga mungkin berperan dalam berbagai proses tubuh seperti fungsi otak, sistem kekebalan tubuh, dan reproduksi, sebagaimana dinyatakan oleh para ahli di National Institutes of Health.

“Selain itu, buah prune juga kaya akan antioksidan, termasuk polifenol, yang membantu melindungi sel-sel tubuh Anda dari stres oksidatif sehari-hari,” kata dia.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5696479/manfaat-menambahkan-buah-plum-kering-pada-smoothie

Cukupkah Sarapan Umbi-Umbian Rebus untuk Menurunkan Berat Badan?

Cukupkah Sarapan Umbi-Umbian Rebus untuk Menurunkan Berat Badan?

Liputan6.com, Jakarta – Sarapan dengan umbi-umbian rebus seperti ubi, singkong, atau kentang kerap dipilih oleh orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan. Selain praktis, makanan yang diolah dengan cara direbus juga tidak membutuhkan tambahan minyak sehingga dapat membantu mengurangi asupan kalori.

Namun, apakah cukup hanya sarapan dengan umbi-umbian rebus untuk menurunkan berat badan?

Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), dr. Erwin Christianto, M.Gizi, Sp.GK, mengatakan umbi-umbian dapat menjadi salah satu pilihan makanan yang baik. Meski demikian, jumlah dan waktu konsumsinya tetap perlu diperhatikan.

“Jadi kalau umbi-umbian itu memang kalau kita lihat dari komposisinya, itu memang bisa bagus terutama untuk pasien diabetes. Tetapi tetap yang kita harus perhatikan adalah jumlahnya dan kapan kita makannya,” kata Erwin.

Menurutnya, umbi-umbian tetap merupakan sumber karbohidrat. Oleh sebab itu, mengonsumsinya secara berlebihan tetap dapat meningkatkan asupan kalori dan berdampak pada gula darah.

“Karena kalau kalorinya berlebihan dan dia adalah sumber karbohidrat, tetap akan meningkatkan gula darah. Jadi umbi-umbian lebih bagus atau salah satu bahan makanan yang bagus, tapi harus kita lihat kapan kita makannya dan berapa banyak yang kita makan. Tetap itu adalah prinsip utama,” ujarnya.

Sarapan Umbi-Umbian Bukan Satu-Satunya Kunci

Erwin menekankan bahwa orang yang ingin menurunkan berat badan sebaiknya tidak hanya berfokus pada pengurangan nasi. Sebab, kenaikan berat badan dapat dipengaruhi oleh keseluruhan pola makan dan jumlah kalori yang dikonsumsi.

“Sekali lagi, kalau kita mau diet, kita harus lihat dulu yang menyebabkan berat badan naik itu apa. Belum tentu karena nasi. Jangan-jangan karena bakwan, karena risol. Karena snack,” ujarnya.

Untuk mengetahui sumber kelebihan asupan tersebut, dokter gizi biasanya melakukan analisis asupan makan. Pemeriksaan ini membantu melihat pola makan seseorang sehari-hari dan menentukan makanan mana yang perlu dikurangi.

“Jadi, kalau ke dokter gizi, biasanya kita melakukan yang namanya analisis asupan makan. Jadi kita melihat orang ini pola makan sehari-harinya seperti apa. Mana yang berlebihan, itulah yang kita kurangi,” kata Erwin.

Dengan demikian, sarapan umbi-umbian rebus dapat menjadi bagian dari pola makan untuk menurunkan berat badan, tapi tidak cukup jika hanya mengandalkan satu jenis makanan. Komposisi makanan, porsi, kebutuhan energi, serta aktivitas fisik tetap perlu diperhatikan.

Jangan Asal Mengurangi Frekuensi Makan

Erwin juga mengingatkan bahwa menurunkan berat badan bukan berarti seseorang harus mengurangi frekuensi makan secara sembarangan.

“Jadi tidak bisa, oh saya makan mulai jam 12 aja. Saya makan sehari dua kali aja,” ujarnya.

Kebutuhan makan, menurut Erwin, perlu disesuaikan dengan kondisi dan metabolisme tubuh masing-masing. Orang dengan metabolisme tubuh rendah bukan berarti tidak boleh makan dalam jumlah cukup.

“Untuk orang yang metabolisme tubuhnya rendah, bukan berarti gak boleh makan banyak. Tetapi kita atur sehingga yang terlalu tinggi kalori kita batasi,” ujarnya.

Selain mengatur asupan makanan, aktivitas fisik juga tetap perlu dipertahankan. Hal ini penting agar pembakaran kalori tubuh tetap terjaga.

“Dan aktivitas fisik dalam satu hari kita pertahankan. Supaya pembakaran kalori dari tubuhnya itu terjaga,” pungkas Erwin.

Sumber : https://kesehatan.liputan6.com/diet-dan-kebugaran/read/8269899/cukupkah-sarapan-umbi-umbian-rebus-untuk-menurunkan-berat-badan

Bengkak Kebiruan di Sekitar Luka Suntikan, Berbahayakah?

Bengkak Kebiruan di Sekitar Luka Suntikan, Berbahayakah?

Tidak jarang, bekas suntikan berubah menjadi bengkak kebiruan. Apakah hal ini wajar atau harus diwaspadai? Berikut penjelasannya.

Menyuntik terkadang harus dilakukan pada mereka yang sedang sakit. Tak jarang, area di sekitar suntikan berubah menjadi bengkak kebiruan.

Apakah kondisi bengkak setelah disuntik termasuk normal, atau ada sesuatu yang tidak beres?

Setelah injeksi, pembengkakan dan inflamasi (peradangan) dapat terjadi pada area di mana jarum masuk ke kulit. Ini adalah reaksi yang normal terhadap jarum atau obat yang disuntikkan. Atau mungkin reaksi terhadap keduanya.

Reaksi bisa terjadi segera setelah penyuntikan atau beberapa jam setelahnya. Dalam kebanyakan kasus, reaksinya tidak serius dan hilang dengan sendirinya.

Namun, pembengkakan yang abnormal juga bisa terjadi. Pembengkakan ini terasa lunak, lembek, dan sangat nyeri. Untuk lebih jelasnya, baca selengkapnya di bawah ini.

Penyebab Biru dan Bengkak Setelah Disuntik

Penyebab paling umum dari bengkak kebiruan setelah disuntik adalah respons kulit terhadap jarum atau obat.

Lalu, penyebab yang kurang umum adalah reaksi alergi terhadap obat. Atau Anda mungkin mengalami infeksi di tempat suntikan.

Fakta lain, bengkak kebiruan di sekitar luka suntikan terjadi akibat adanya perdarahan dan rusaknya jaringan di bawah kulit.

Hal ini karena pembuluh darah vena, pembuluh darah kecil, serta jaringan-jaringan yang terletak di sekitarnya mudah sekali pecah.

Alhasil, robekan pembuluh darah dan kerusakan jaringan di bawah kulit bisa saja terjadi.

Robekan pembuluh darah tersebut membuat darah keluar, menumpuk, dan menyebabkan kebiruan di sekitar bekas suntikan. Sedangkan kerusakan jaringan menyebabkan bengkak.

Cara Menghilangkan Bengkak Bekas Suntikan

Jika hal ini terjadi, jangan panik. Dalam keadaan normal, bengkak kebiruan setelah disuntik dapat hilang dengan sendirinya. Hanya saja, proses ini memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Namun, jika bengkak kebiruan semakin meradang, terasa nyeri, timbul nanah, bertambah besar dari hari ke hari, Anda perlu waspada. Karena hal ini menjadi pertanda bahwa luka Anda sudah terjangkit infeksi.

Berikut adalah cara menghilangkan bengkak bekas suntikan:

1. Kompres Dingin

Pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengompres bengkak kebiruan tersebut dengan air dingin atau es batu selama 10-20 menit.

Jika keluhan tidak kunjung membaik, apalagi ditambah dengan kejadian demam, jangan ragu untuk segera membawa diri ke dokter.

2. Gunakan Obat Pereda Nyeri

Anda juga bisa menggunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen.

Obat ini dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan yang terjadi.

3. Periksa ke Dokter

Jika terjadi tanda-tanda infeksi atau abses, Anda disarankan periksa ke dokter untuk mendapatkan resep antibiotik sebagai penanganan.

Tanda-tanda benjolan abses meliputi:

  • Benjolan merembes atau mengeluarkan cairan seperti nanah atau darah.
  • Pembengkakan tumbuh dari ukuran yang kecil dan semakin membesar. Jika benjolan ini terus berkembang dan tak ada perbaikan, segera hubungi dokter.
  • Disertai gejala sistemik seperti demam, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri otot, badan lemas, dan sakit kepala.

Anda tidak boleh memencet abses tersebut, guna mencegah infeksi menyebar ke seluruh tubuh.

Sekarang Anda sudah tahu bahwa bengkak kebiruan di area injeksi setelah disuntik tidak selalu berbahaya. Tapi tetaplah waspada dan jaga kesehatan Anda pasca injeksi.

Sumber : https://www.klikdokter.com/info-sehat/kesehatan-umum/bengkak-kebiruan-di-sekitar-luka-suntikan-berbahayakah

Sederet Efek Minum Kopi, Usir Kantuk hingga Jadi Booster Energi

Sederet Efek Minum Kopi, Usir Kantuk hingga Jadi Booster Energi

Jakarta – Di tengah pidato yang berlangsung cukup panjang, Prabowo terlihat menyeruput kopi yang telah tersedia di meja sebelum kembali melanjutkan pidatonya. Ia meminta izin untuk minum kopi di tengah pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Kopi memang kerap hadir dalam berbagai agenda yang berlangsung cukup lama, termasuk rapat, seminar, konferensi hingga acara resmi. Dari sisi gizi, kebiasaan ini menarik karena kopi mengandung kafein yang dapat memberikan efek stimulan pada tubuh.

Lantas, apa saja manfaat kopi ketika diminum di tengah pidato?

Membantu Mengurangi Rasa Kantuk

Manfaat kopi yang paling dikenal adalah membantu mengurangi rasa kantuk.

Kopi mengandung kafein yang bekerja pada sistem saraf pusat dengan menghambat kerja adenosin. Senyawa adenosin berperan dalam memunculkan rasa kantuk ketika kadarnya meningkat selama tubuh beraktivitas.

Ketika kerja adenosin dihambat oleh kafein, rasa kantuk dapat berkurang sehingga tubuh terasa lebih terjaga.

Hal ini tentu bisa membantu ketika pidato berlangsung cukup panjang. Pembicara perlu tetap terjaga dan berkonsentrasi dari awal hingga akhir penyampaian materi.

Membantu Menjaga Fokus

Kafein juga dapat membantu mempertahankan perhatian dan konsentrasi.

Ketika tubuh mulai lelah, fokus dapat ikut menurun. Rasa kantuk membuat perhatian lebih mudah teralihkan dan kemampuan untuk mempertahankan konsentrasi menjadi lebih sulit.

Kafein membantu menekan rasa kantuk tersebut sehingga kondisi tetap fokus. Dalam pidato yang membutuhkan konsentrasi tinggi, efek ini dapat membantu pembicara tetap mengikuti materi yang sedang disampaikan.

Memberikan Dorongan Energi Saat Mulai Lelah

Kopi juga dapat memberikan dorongan energi ketika tubuh mulai lelah setelah berdiri dan berbicara secara intens dalam waktu cukup lama. Kafein dapat membuat tubuh terasa berenergi dan mengurangi persepsi terhadap kelelahan, sehingga tubuh terasa lebih siap untuk melanjutkan aktivitas.

Jika kopi ditambahkan gula, efeknya bisa semakin terasa. Gula merupakan sumber karbohidrat sederhana yang dapat digunakan tubuh sebagai energi. Saat tubuh mulai lelah, asupan gula dapat memberikan tambahan energi yang lebih cepat tersedia.

Jadi, dalam kopi manis terdapat dua komponen yang dapat mendukung kondisi tubuh saat aktivitas berlangsung lama. Kafein membantu meningkatkan fokus sekaligus memberikan dorongan energi, sedangkan gula menyediakan sumber energi yang cepat bagi tubuh.

Budaya di Indonesia

Di luar manfaat kafeinnya, kopi memang sudah lama menjadi bagian dari kebiasaan sosial dan budaya kerja di Indonesia.

Kopi sering disajikan dalam rapat, seminar, konferensi hingga berbagai acara resmi. Minuman ini juga kerap menjadi bagian dari jamuan yang tersedia selama agenda berlangsung.

Karena itu, keberadaan kopi di meja saat pidato kenegaraan bukan sesuatu yang asing. Dalam situasi seperti yang dialami Prabowo, kopi dapat menjadi minuman pendamping sekaligus membantu menjaga fokus dan energi ketika harus menyampaikan pidato dalam waktu cukup panjang

Sumber : https://health.detik.com/diet/d-8619477/sederet-efek-minum-kopi-usir-kantuk-hingga-jadi-booster-energi

5 Makanan Paling Disukai Sel Kanker, Warga RI Banyak yang Doyan

5 Makanan Paling Disukai Sel Kanker, Warga RI Banyak yang Doyan

Jakarta, CNBC Indonesia – Kanker masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia yang dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal batasan usia. Munculnya sel abnormal ini kerap dipicu oleh perpaduan faktor genetik, pola hidup, hingga kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu.

Salah satu pemicu yang kini sorotan pakar kesehatan adalah kandungan akrilamida pada makanan. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), akrilamida merupakan senyawa kimia berbahaya yang terbentuk secara alami saat bahan makanan berbasis pati dimasak dengan metode suhu tinggi, seperti menggoreng atau memanggang.

Meski studi mendalam masih terus berjalan, lembaga kesehatan internasional telah mengklasifikasikan akrilamida sebagai senyawa yang berpotensi karsinogenik (pemicu kanker) bagi tubuh manusia.

5 Makanan Tinggi Akrilamida yang Perlu Diwaspadai

Mengutip laporan Times of India, berikut beberapa sajian populer yang berpotensi memicu pembentukan akrilamida tinggi jika diolah pada suhu berlebih:

1. Aneka Gorengan & Keripik Kentang

Camilan gurih seperti keripik kentang dan kentang goreng (french fries) menjadi penyumbang akrilamida terbesar. Senyawa ini terbentuk dari reaksi antara gula alami kentang dan asam amino saat terpapar panas tinggi.

Makin gelap warna gorengan, makin pekat kandungan kimianya. Menurut studi keamanan pangan, kadar akrilamida dalam keripik kentang dapat berkisar antara 300 hingga lebih dari 2000 µg/kg, sedangkan kentang goreng dapat berkisar antara 200 hingga 700 µg/kg.

Alternatifnya, olah kentang dengan cara direbus atau menggunakan air fryer tanpa durasi berlebih.

2. Biskuit & Kue Kering Kemasan

Proses pemanggangan berteknologi suhu tinggi pada biskuit dan kue kemasan tak hanya menghasilkanakrilamida, tetapi juga tumpukan pengawet serta gularafinasi. Penelitian menunjukkan kadarakrilamida dalam biskuit kemasan berada di rentang 60 hingga 1000 µg/kg, tergantung pada bahan dan metode pemanggangan. Pembuatan kue mandiri secara home-made dengan tepung gandum utuh jauh lebih disarankan.

3. Roti Panggang (Toast) Terlalu Gosong

Tingkat kematangan roti panggang sangat menentukan kadar risikonya. Warna cokelat tua hingga kehitaman menandakan pembentukan akrilamida yang sangat tinggi, dengan estimasi berkisar antara 50 hingga 500 µg/kg. Untuk menekan risikonya, cukup panggang roti gandum atau multigrain hingga berwarna cokelat keemasan muda.

4. Kopi

Proses sangrai (roasting) biji kopi pada tahap awal turut memicu terbentuknya akrilamida. Kopi dengan tingkat sangrai terang hingga sedang (light to medium roast) cenderung lebih aman ketimbang dark roast. Data membeberkan bahwa sajian kopi seduh mengandung kadar akrilamida 5 hingga 20 µg/L, sedangkan kopi instan dalam bentuk bubuk dapat mengandung 100 hingga 400 µg/kg.

5. Sereal Sarapan Olahan

Sereal populer seperti corn flakes dan olahan gandum kemasan kerap melewati proses pemanggangan suhu tinggi. Produk sereal berkadar gula tinggi dan berwarna kecokelatan tercatat memiliki kadar akrilamida antara 150 hingga 1200 µg/kg, tergantung pada merek dan cara pengolahannya. Beralih ke bahan alami seperti oatmeal masak tradisional dapat menjadi opsi sarapan yang jauh lebih aman.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260815004558-33-759574/5-makanan-paling-disukai-sel-kanker-warga-ri-banyak-yang-doyan

Ini yang Terjadi pada Tubuh Jika Terlalu Lama Duduk, Otak Bisa Terdampak

Ini yang Terjadi pada Tubuh Jika Terlalu Lama Duduk, Otak Bisa Terdampak

Jakarta – Biasanya, olahraga lebih sering dibicarakan dari sisi manfaatnya bagi tubuh, mulai dari memperkuat otot, menjaga kesehatan jantung, hingga meningkatkan energi. Padahal, aktif bergerak bukan hanya penting untuk menjaga kesehatan fisik. Otak juga mendapatkan manfaat dari aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin.

Sebaliknya, ketika seseorang berhenti berolahraga atau menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk, dampaknya terhadap kesehatan otak dan kondisi emosional dapat muncul dalam waktu relatif singkat. Masalahnya, seseorang mungkin tidak menyadari bahwa kebiasaan hidup yang minim aktivitas tersebut turut berperan terhadap kondisi tersebut.

Apa yang Terjadi pada Otak saat Tubuh Kurang Bergerak?

Dikutip dari laman Real Simple, spesialis geriatri sekaligus wakil direktur Center for Memory Loss and Brain Health di Hackensack University Medical Center, Manisha Parulekar, MD, mengatakan, ketika seseorang menghabiskan sebagian besar waktu di luar jam tidur dengan duduk dan bersantai, otak bisa mengalami penurunan aliran darah. Padahal, aliran darah yang optimal dibutuhkan untuk memasok oksigen dan nutrisi penting yang menunjang fungsi otak.

Hal ini pada gilirannya dapat menyebabkan penurunan produksi zat kimia otak penting yang mengatur suasana hati, seperti serotonin dan dopamin.

Dampak Jangka Pendek

Dampak langsung dari kurang aktif biasanya tidak terlalu terlihat dan lebih terasa dari perubahan kondisi tubuh.

Menurut Parulekar, meskipun beristirahat seharian tanpa aktivitas fisik terkadang terasa menyegarkan dan memang dibutuhkan tubuh, kondisi tersebut tidak memberikan dorongan dopamin dan endorfin yang biasanya muncul setelah melakukan aktivitas fisik.

“Terkadang satu hari bersantai itu terasa menyegarkan, tetapi dalam banyak kasus, hal itu membuat orang merasa lesu dan kekurangan energi,” katanya.

Setelah seharian bermalas-malasan, seseorang mungkin merasa lebih lesu, kurang termotivasi, atau lebih mudah tersinggung. Kemungkinan orang tersebut juga merasakan kesulitan berkonsentrasi pada tugas yang dikerjakan. Biasanya, efek ini bersifat sementara dan sering kali membaik setelah kembali beraktivitas.

Dampak Jangka Panjang

Ketika duduk dan minim aktivitas fisik sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, dampaknya terhadap otak dapat menjadi sangat signifikan, termasuk memengaruhi kemampuan mengingat.

Ahli neurologi David Perlmutter, MD mengatakan, hubungan antara kurangnya aktivitas fisik dengan kesehatan otak semakin didukung oleh penelitian.

“Kurangnya aktivitas fisik dikaitkan dengan peningkatan risiko penurunan kognitif dan demensia, dan banyak jalur yang membantu menjelaskan hubungan tersebut bersifat metabolik dan inflamasi,” katanya.

Salah satu aspek yang menjadi perhatiannya dalam penelitian adalah pengaruh aktivitas fisik terhadap mikroglia, yaitu sel kekebalan yang berada di dalam otak. Menurut Dr Perlmutter, mikroglia berperan sebagai pelindung otak dengan terus memantau kondisi di sekitarnya dan merespons berbagai ancaman.

“Perilaku mereka terkait erat dengan keadaan metabolisme mereka, yang berarti fungsi mitokondria mereka. Lingkungan metabolisme yang lebih sehat membantu sel-sel ini menjalankan peran pelindungnya dengan tepat, sementara disfungsi metabolisme kronis berkontribusi pada keadaan peradangan yang lebih parah,” tambahnya.

Kebiasaan hidup kurang gerak dalam jangka panjang juga bisa memengaruhi kesehatan mental dengan cara yang lebih serius. Menurut Dr Parulekar, gaya hidup ini dikaitkan dengan kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami kondisi kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan.

Di sisi lain, pada penelitian tahun 2022 yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine, lebih banyak bergerak terbukti mendukung kesehatan mental dengan mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Meski olahraga tidak berarti menggantikan penanganan kesehatan mental oleh profesional, lebih banyak bergerak bisa menjadi salah satu cara untuk membantu memperbaiki suasana hati dan mendukung kesejahteraan emosional.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8617858/ini-yang-terjadi-pada-tubuh-jika-terlalu-lama-duduk-otak-bisa-terdampak

Manfaat Bubur Jagung untuk Kesehatan dan Kandungan Gizinya

Manfaat Bubur Jagung untuk Kesehatan dan Kandungan Gizinya

Jakarta, MCI News – Bubur jagung dapat menjadi salah satu pilihan makanan berbahan serealia yang menyediakan karbohidrat, serat, serta sejumlah vitamin dan mineral bagi tubuh. Jika diolah dengan komposisi bahan yang tepat, makanan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan energi sekaligus mendukung pola makan yang lebih seimbang pada Kamis (13/08/2026).

Jagung mengandung karbohidrat yang menjadi sumber energi bagi tubuh. Selain itu, kandungan serat dalam jagung dapat membantu menjaga fungsi saluran pencernaan, sementara sejumlah senyawa karotenoid pada jagung, termasuk lutein dan zeaxanthin, berkaitan dengan fungsi dan kesehatan mata. Penelitian mengenai lutein dan zeaxanthin menunjukkan kedua karotenoid tersebut terdapat pada retina dan berperan dalam perlindungan terhadap stres oksidatif.

Meski demikian, manfaat bubur jagung sangat bergantung pada cara pengolahannya. Penambahan gula dalam jumlah banyak, santan, susu kental manis, atau topping tinggi kalori dapat meningkatkan kandungan gula dan lemak dalam satu porsi sehingga mengubah profil gizinya.

Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan bahan tambahan dan ukuran porsi ketika mengonsumsi bubur jagung. Pilihan bahan yang lebih sederhana dapat membantu mempertahankan nilai gizinya sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.

Berikut lima manfaat bubur jagung yang dapat diperoleh dari kandungan gizinya.

  1. Menjadi sumber energi

Karbohidrat dalam jagung dapat digunakan tubuh sebagai sumber energi untuk menjalankan berbagai aktivitas. Bubur jagung dapat menjadi salah satu pilihan menu sumber karbohidrat, terutama jika porsinya disesuaikan dengan kebutuhan energi setiap orang.

Kandungan karbohidrat juga membuat bubur jagung dapat menjadi menu sarapan atau makanan selingan. Namun, kebutuhan energi setiap orang berbeda sehingga porsi sebaiknya disesuaikan dengan usia, aktivitas fisik, serta pola makan secara keseluruhan.

  1. Membantu menjaga kesehatan pencernaan

Jagung mengandung serat yang berperan dalam fungsi sistem pencernaan. Asupan serat yang cukup dapat membantu menjaga keteraturan buang air besar dan mendukung kesehatan saluran cerna.

Manfaat tersebut akan lebih optimal apabila konsumsi bubur jagung disertai makanan sumber serat lainnya, seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Tubuh juga membutuhkan asupan cairan yang cukup untuk mendukung fungsi serat.

  1. Mendukung kesehatan mata

Jagung mengandung lutein dan zeaxanthin, dua jenis karotenoid yang terdapat pada jaringan mata. National Eye Institute menjelaskan bahwa lutein dan zeaxanthin terdapat pada retina dan dapat membantu menyerap cahaya berenergi tinggi serta berperan sebagai antioksidan.

Namun, konsumsi bubur jagung tidak dapat dianggap sebagai pengganti pemeriksaan atau pengobatan penyakit mata. Masyarakat tetap perlu menerapkan pola makan beragam untuk memperoleh berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

  1. Membantu mengendalikan rasa lapar

Kandungan serat dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Kondisi tersebut dapat membantu seseorang mengatur asupan makanan, terutama ketika bubur jagung tidak mendapat tambahan gula atau bahan tinggi kalori dalam jumlah berlebihan.

Pengendalian berat badan tetap membutuhkan keseimbangan antara asupan makanan dan aktivitas fisik. Karena itu, bubur jagung sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari menu harian, bukan sebagai satu-satunya makanan untuk mengatur berat badan.

  1. Mendukung pola makan untuk kesehatan jantung

Jagung menyediakan sejumlah mineral dan serat yang dapat menjadi bagian dari pola makan untuk menjaga kesehatan secara umum. Manfaat tersebut akan lebih relevan jika masyarakat mengombinasikan konsumsi jagung dengan sayuran, buah, sumber protein, serta membatasi asupan gula, garam, dan lemak jenuh.

Sumber : https://mcinews.id/2026/08/14/manfaat-bubur-jagung-untuk-kesehatan-dan-kandungan-gizinya/

7 Kebiasaan Orang Tua Ini Merusak EQ Anak, Wajib Hindari

7 Kebiasaan Orang Tua Ini Merusak EQ Anak, Wajib Hindari

Jakarta, CNN Indonesia — Memiliki anak dengan kecerdasan emosional atau EQ yang baik tentu menjadi harapan banyak orang tua. Soalnya, kesuksesan anak di masa depan tidak hanya ditentukan oleh IQ, tetapi juga oleh EQ.

EQ membantu anak memahami emosi, berempati, mengelola stres, dan menyelesaikan konflik dengan lebih sehat. Namun untuk meningkatkan EQ anak, penting bagi orang tua untuk menjadi role model bagi anak.

Sayangnya, ada sejumlah kebiasaan orang tua yang merusak EQ anak tanpa disadari. Ini dia beberapa di antaranya:

1. Terlalu sering menghindarkan anak dari kegagalan

Sebagai orang tua, wajar jika ingin melindungi anak dari kesulitan. Namun, terlalu sering turun tangan untuk mencegah anak gagal justru membuat mereka tidak belajar menghadapi tantangan.

Menurut CNBC Make It, anak perlu merasakan kegagalan sebagai bagian dari proses tumbuh kembang. Dari kegagalan, mereka belajar bangkit, mencoba lagi, dan membangun ketangguhan emosional.

2. Meremehkan perasaan anak

Kalimat seperti “jangan lebay” atau “itu bukan masalah besar” sering terdengar sepele, tetapi dampaknya cukup dalam. Saat perasaan anak diremehkan, mereka belajar emosinya tidak penting.

Akibatnya, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang sulit mengekspresikan perasaan dengan sehat. Orang tua perlu memvalidasi emosi anak, lalu bantu dengan mencari solusi bersama.

3. Menuntut kesempurnaan

Mendorong anak untuk berprestasi memang baik, tetapi menuntut kesempurnaan secara terus-menerus bisa menjadi beban psikologis.

Kebiasaan orang tua yang satu ini dapat merusak EQ anak. Ekspektasi yang terlalu tinggi dapat membuat anak takut salah, mudah cemas, dan kehilangan rasa percaya diri.

4. Mengancam akan meninggalkan anak

Saat anak tantrum di tempat umum, orang tua mungkin tergoda mengucapkan ancaman seperti, “Kalau kamu tidak ikut, Ayah/Ibu tinggal.”

“Mengancam anak bisa sangat menakutkan karena anak-anak mengandalkan orang dewasa untuk menjaga keselamatan mereka,” kata pakar perkembangan anak, Tovah Klein, seperti dilansir Business Insider.

Jika rasa aman itu terganggu, anak bisa menjadi cemas dan takut ditinggalkan. Disiplin tetap penting, tetapi gunakan cara yang tegas tanpa menakut-nakuti.

5. Selalu berusaha membuat anak bahagia

Ingin anak bahagia adalah hal yang sangat wajar. Namun, berusaha membuat anak senang sepanjang waktu justru tidak realistis. Anak juga perlu belajar menghadapi rasa kecewa, kesal, dan sedih.

“Hal itu tidak memberi anak kesempatan untuk belajar mengatasi perasaan negatif. Ketika anak-anak mengalami stres ringan, mereka belajar mengatasi rintangan. Hal itu membantu membangun resiliensi,” ujar Klein.

6. Pengabaian emosional

Pengabaian emosional terjadi saat orang tua kurang memberikan perhatian, validasi, dan dukungan emosional pada anak. Kondisi ini bisa membuat anak merasa tidak dicintai, tidak berharga, dan kesepian.

Mengutip Healtians, dalam jangka panjang, pengabaian ini dapat memicu rendahnya harga diri, kecemasan, hingga depresi.

7. Terlalu mengontrol atau micromanaging

Orang tua yang terlalu mengatur setiap langkah anak dapat membuat mereka kehilangan rasa mandiri. Sikap terlalu mengontrol ini sering membuat anak merasa tidak dipercaya, mudah tertekan, dan takut mengambil keputusan.

Padahal, EQ berkembang saat anak diberi ruang untuk berpikir, memilih, dan belajar dari konsekuensi. Jika semua hal diatur orang tua, anak akan kesulitan mengenali kemampuan dirinya sendiri.

Membesarkan anak dengan EQ tinggi membutuhkan kesabaran, empati, dan komunikasi yang sehat. Hindari kebiasaan orang tua yang dapat merusak EQ anak seperti yang disebutkan di atas.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260812072033-284-1391268/7-kebiasaan-orang-tua-ini-merusak-eq-anak-wajib-hindari

Jenis suplemen berikut dapat bantu tidur jadi lebih nyenyak

Jenis suplemen berikut dapat bantu tidur jadi lebih nyenyak

Jakarta (ANTARA) – Menurut banyak penelitian, magnesium adalah jenis mineral yang diketahui dapat mendukung kualitas tidur jadi lebih baik dan membantu proses relaksasi tubuh.

Beberapa penelitian menunjukkan magnesium dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, terutama pada orang yang memiliki kadar magnesium rendah, meskipun temuannya beragam dan dibutuhkan lebih banyak penelitian berkualitas tinggi sebagaimana dikutip dari siaran Eating Well pada Senin (10/8).

Ahli gizi terdaftar Toby Amidor, M.S., RDN, CDN mengatakan magnesium dapat dikonsumsi tanpa dicampur dengan kandungan dalam suplemen lain terlebih dahulu untuk dapat melihat respons tubuh. Hal ini dilakukan guna menghindari variabel yang mempersulit untuk mengetahui hasil sebenarnya.

“Saya lebih suka seseorang melihat bagaimana magnesium bekerja untuk mereka terlebih dahulu, kemudian mempertimbangkan untuk menambahkan satu suplemen lain dengan bijak, daripada mengonsumsi beberapa suplemen sekaligus dan berharap ada yang membantu,” kata Amidor.

Meski demikian, dia tidak menutup kemungkinan bahwa magnesium dapat dikonsumsi bersama dengan suplemen lain seperti beberapa jenis berikut.

Ashwagandha
Ashwagandha adalah ramuan yang digunakan dalam pengobatan tradisional, sering digambarkan sebagai adaptogen yaitu zat yang dipercaya membantu tubuh beradaptasi dengan stres.

Beberapa studi kecil menunjukkan bahwa ashwagandha dapat meningkatkan kualitas tidur dan membantu orang merasa kurang stres, yang secara tidak langsung dapat mendukung tidur. Namun, para ahli sepakat bahwa penelitian masih terus berkembang karena desain studi sangat bervariasi, dan data keamanan jangka panjang terbatas.

“Ashwagandha menunjukkan beberapa potensi, terutama bagi orang yang tidurnya terpengaruh oleh stres. Tetapi saya selalu mengingatkan klien bahwa studi-studi tersebut berskala kecil dan jangka pendek. Ini mungkin melengkapi magnesium bagi seseorang yang mengalami masalah tidur terkait stres, namun kita tidak boleh melebih-lebihkan apa yang dapat dilakukannya,” kata Amidor.

Catatan lain yakni ashwagandha dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu dan tidak dianjurkan selama kehamilan, menyusui, atau untuk orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

L-Theanine
L-theanine adalah asam amino yang ditemukan secara alami dalam daun teh. Jenis ini sering dipelajari karena efek menenangkan dan membantu rileksasi tubuh dari rasa mengantuk di siang hari.

Beberapa temuan menunjukkan bahwa L-theanine dapat membantu orang lebih mudah tertidur dan merasa lebih segar, mungkin dengan meningkatkan relaksasi dan mengurangi stres daripada secara langsung menyebabkan tidur.

Meskipun demikian, penelitian masih terbatas, dan banyak studi menggunakan ukuran sampel kecil atau menggabungkan L-theanine dengan bahan lain, sehingga sulit untuk mengisolasi efeknya.

Ahli gizi Jamie Lee McIntyre, M.S., RDN menyebut bila dipadukan dengan magnesium yang juga mendukung relaksasi, keduanya mungkin merupakan kombinasi yang masuk akal untuk dicoba.

Walaupun untuk dosis yang tepat sebaiknya dikonsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan terlebih dahulu, terutama jika sedang mengonsumsi obat atau suplemen lain.

Melatonin
Melatonin adalah hormon yang diproduksi tubuh secara alami, dan kadarnya meningkat saat malam tiba. Melatonin membantu mengatur siklus tidur-bangun dan memberi sinyal kepada tubuh bahwa sudah waktunya untuk tidur.

Studi menunjukkan bahwa melatonin dapat membantu tertidur sedikit lebih cepat dan dapat sangat bermanfaat jika jadwal tidur yang terganggu, seperti karena jet lag atau kerja shift.

Secara umum, melatonin dianggap paling bermanfaat untuk masalah tidur yang berkaitan dengan waktu daripada sebagai alat bantu tidur setiap malam.

“Jika seseorang sudah menggunakan magnesium dan menambahkan dosis rendah melatonin untuk jangka waktu singkat, itu mungkin pendekatan yang masuk akal dan berdasarkan bukti, tetapi tidak dimaksudkan untuk penggunaan setiap malam tanpa batas waktu tanpa panduan,” ujar Mclntyre

Dikarenakan melatonin dapat memengaruhi orang secara berbeda, sebaiknya mulai dengan dosis terendah dan berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan, terutama bagi ibu hamil, menyusui atau mengonsumsi obat lain.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5688929/jenis-suplemen-berikut-dapat-bantu-tidur-jadi-lebih-nyenyak