Resmi Turun per 1 Agustus 2026, Cek Harga Baru Pertamax Hari Ini

Resmi Turun per 1 Agustus 2026, Cek Harga Baru Pertamax Hari Ini

PT Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian harga berkala Bahan Bakar Minyak (BBM) Non-Subsidi yang berlaku mulai 1 Agustus 2026.

Penyesuaian harga ini dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat serta mendukung ketersediaan pasokan BBM nasional.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan mengikuti tren harga rata-rata harga minyak dunia serta mempertimbangkan nilai tukar rupiah sesuai ketentuan yang berlaku.

“Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat,” ujar Kitty dikonfirmasi inilah.com, Jakarta, Sabtu (31/7/2026).

Dengan penyesuaian tersebut, harga BBM Non-Subsidi Pertamina per 1 Agustus 2026 yakni harga Pertamax Turbo turun dari Rp19.300 per liter menjadi Rp18.300 per liter, kemudian Pertamax Green 95 turun dari Rp17.000 per liter menjadi Rp16.600 per liter, dan Pertamax (RON 92) turun dari Rp16.250 per liter menjadi Rp15.950 per liter.

Sementara itu, Pertamina Dex tetap di harga Rp21.150 per liter dan ⁠Dexlite tetap di harga Rp19.700 per liter.

Harga tersebut berlaku untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, seperti DKI Jakarta.

“Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menyediakan energi yang berkualitas, menjaga keandalan pasokan, serta memberikan layanan terbaik kepada masyarakat di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Sumber : https://www.inilah.com/resmi-turun-per-1-agustus-2026-cek-harga-baru-pertamax-hari-ini

Teknologi Kampus Siap Atasi Masalah Sampah Jakarta

Teknologi Kampus Siap Atasi Masalah Sampah Jakarta

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong Pemprov DKI Jakarta menerapkan inovasi teknologi pengolahan sampah hasil inovasi perguruan tinggi.

Menurut Brian, kunci efektivitas berbagai teknologi pengolahan sampah terletak pada pemilahan langsung dari sumbernya.

“Dari Bapak Presiden memang meminta kami bersama-sama mencari teknologi-teknologi apa yang mungkin untuk menyelesaikan masalah,” ucapnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Berbagai inovasi riset perguruan tinggi telah diinventarisasi oleh Kemendiktisaintek untuk memperkuat pengelolaan sampah di wilayah DKI Jakarta.

Riset Kampus Siap Diterapkan dalam Pengelolaan Sampah

Solusi teknologi seperti biodigester, komposting, hingga hydrothermal carbonization (HTC), siap diterapkan sesuai jenis sampah dan kondisi lapangan.

Penguatan fasilitas pengolahan berbasis wilayah, dinilai Menteri Brian efektif meningkatkan efisiensi sekaligus memangkas biaya transportasi pengangkutan sampah.

“Kami bersama-sama kemudian mencari teknologi-teknologi yang sudah dikembangkan di kampus-kampus. Bersama Kepala Dinas juga sudah melakukan kajian-kajian di DKI,” kata Brian Yuliarto.

Pemprov DKI Perkuat Fasilitas Pengolahan Sampah

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan peralihan paradigma pengelolaan sampah di Jakarta dari pola konvensional “angkut-buang” menuju sistem “pilah-angkut-olah”.

Guna mendukung hal tersebut, Pemprov DKI memperkuat fasilitas pengolahan sampah lewat optimalisasi TPS 3R, peningkatan produksi Refuse Derived Fuel RDF, serta pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah.

“Pemprov DKI membuka rung kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, BUMN, dan swasta, untuk mengembangkan berbagai model pengolahan sampah yang telah menunjukkan hasil pada proyek percontohan,” ujar Pramono, melansir Antara, Jumat, (31/7/2026).

Melalui kolaborasi ini, pemanfaatan inovasi riset perguruan tinggi diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah perkotaan.

Sumber : https://www.liputan6.com/news/read/8258813/teknologi-kampus-siap-atasi-masalah-sampah-jakarta

Jangan Masukkan 7 Barang Ini ke Bagasi Pesawat

Jangan Masukkan 7 Barang Ini ke Bagasi Pesawat

Jakarta, CNN Indonesia — Saat bepergian menggunakan pesawat, mengatur barang bawaan menjadi hal penting. Pasalnya, tidak semua barang dapat dibawa bebas demi menjaga keamanan penerbangan.

Berikut daftar barang yang sebaiknya tidak dimasukkan bagasi untuk menghindari kendala pemeriksaan di bandara.

Setiap maskapai dan negara memiliki aturan tertentu terkait pembatasan barang bawaan, terutama yang berhubungan dengan keselamatan penerbangan. Beberapa barang mungkin terlihat aman digunakan sehari-hari, tetapi dapat menimbulkan risiko jika dibawa dalam pesawat.

Aturan ini umumnya mengacu pada standar keselamatan penerbangan internasional seperti ketentuan dari International Air Transport Association (IATA) dan International Civil Aviation Organization (ICAO).

Selain itu, terdapat barang tertentu yang membutuhkan persetujuan maskapai sebelum dibawa ke dalam pesawat.

Barang yang sebaiknya tidak dimasukkan bagasi

Oleh karena itu, sebelum melakukan perjalanan, pastikan Anda mengecek kembali isi koper agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dikutip dari laman Singapore Airlines, berikut beberapa barang yang sebaiknya tidak dimasukkan bagasi agar perjalanan menjadi lebih nyaman dan aman.

1. Bahan peledak dan mudah terbakar

Barang pertama yang dilarang untuk dimasukkan ke dalam bagasi adalah benda yang mengandung bahan peledak atau mudah terbakar. Contohnya seperti kembang api, petasan, suar, amunisi, hingga benda dengan kandungan bahan piroteknik lainnya.

Selain itu, cairan mudah terbakar seperti cat, lem tertentu, bahan bakar korek, dan bahan kimia berisiko tinggi juga tidak diperbolehkan.

Barang-barang tersebut dapat membahayakan keselamatan penerbangan karena berpotensi memicu kebakaran atau reaksi berbahaya selama perjalanan udara.

2. Gas bertekanan dan bahan kimia berbahaya

Gas bertekanan seperti tabung butana, propana, tabung selam, hingga isi ulang bahan bakar korek termasuk barang yang tidak boleh dibawa dalam bagasi. Perubahan tekanan selama penerbangan dapat meningkatkan risiko kebocoran atau kerusakan pada wadah penyimpanan gas.

Selain itu, bahan kimia berbahaya seperti pemutih konsentrasi tinggi, zat korosif, pestisida, racun, asam, alkali, hingga material radioaktif juga masuk dalam kategori barang terlarang. Barang tersebut dapat membahayakan penumpang, kru, maupun pesawat.

3. Power bank dan baterai lithium cadangan

Salah satu barang yang sebaiknya tidak dimasukkan bagasi adalah power bank atau baterai lithium cadangan. Barang elektronik dengan baterai lithium memiliki aturan khusus karena dapat menimbulkan risiko panas berlebih jika mengalami kerusakan.

Power bank dan baterai cadangan umumnya harus dibawa ke kabin, bukan dimasukkan ke dalam bagasi tercatat. Pastikan juga kapasitas baterai sesuai dengan aturan maskapai sebelum bepergian.

Hindari membawa baterai yang rusak atau pernah mengalami penarikan produk demi keamanan penerbangan.

4. Senjata, benda tajam, dan barang berbahaya lainnya

Senjata api, replika senjata, pistol mainan yang menyerupai senjata asli, serta bagian dari senjata termasuk barang yang tidak diperbolehkan dalam penerbangan. Begitu juga dengan benda yang berpotensi digunakan sebagai alat berbahaya.
Beberapa benda tajam seperti pisau, pedang, gunting tertentu, dan alat tajam lainnya juga memiliki pembatasan.

Untuk menghindari masalah saat pemeriksaan keamanan, sebaiknya periksa kembali aturan maskapai terkait barang-barang tersebut sebelum membawanya.

5. Rokok elektrik atau vape

Rokok elektrik atau vape termasuk barang yang memiliki aturan khusus dalam penerbangan. Perangkat ini biasanya tidak diperbolehkan masuk ke dalam bagasi tercatat karena menggunakan baterai lithium yang memerlukan penanganan khusus.

Jika aturan negara dan maskapai mengizinkan, rokok elektrik umumnya hanya boleh dibawa di kabin atau bersama penumpang. Namun, penggunaannya tetap dilarang selama berada di dalam pesawat.

Pastikan juga untuk mengecek regulasi negara tujuan karena beberapa negara memiliki larangan terhadap kepemilikan maupun penggunaan rokok elektrik.

6. Cairan, aerosol, dan gel

Cairan, aerosol, dan gel memiliki aturan khusus, terutama untuk barang bawaan kabin. Produk seperti parfum, sampo, gel rambut, pasta gigi, krim, losion, hingga deodoran cair biasanya hanya diperbolehkan dalam ukuran tertentu.

Umumnya, cairan yang dibawa ke kabin harus berada dalam wadah maksimal 100 ml dan ditempatkan dalam kantong plastik transparan sesuai ketentuan.

Untuk ukuran yang lebih besar, penumpang perlu memastikan apakah barang tersebut dapat dimasukkan ke bagasi sesuai aturan maskapai.

7. Barang elektronik yang tidak dapat dimatikan

Barang elektronik yang tidak dapat dimatikan sepenuhnya juga menjadi salah satu barang yang perlu diperhatikan sebelum masuk ke bagasi. Perangkat elektronik yang terus aktif berpotensi mengganggu aturan keselamatan penerbangan.

Pastikan seluruh perangkat seperti mainan elektronik, kamera, laptop, atau gadget lainnya dapat dimatikan sepenuhnya sebelum perjalanan. Hindari membiarkan perangkat berada dalam mode tidur (sleep mode) atau menyala otomatis ketika disimpan dalam bagasi.

Nah, itulah daftar barang yang sebaiknya tidak dimasukkan bagasi agar perjalanan udara yang lebih aman, nyaman, dan sesuai aturan. Sebelum berangkat, selalu periksa kembali regulasi maskapai dan negara tujuan karena setiap wilayah dapat memiliki kebijakan tambahan.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260710085311-269-1379015/jangan-masukkan-7-barang-ini-ke-bagasi-pesawat

Polres Pasuruan Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Polres Pasuruan Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Pasuruan, MCI News – Kepedulian terhadap warga yang terdampak musim kemarau kembali ditunjukkan Polres Pasuruan Polda Jawa Timur dengan menyalurkan bantuan air bersih di sejumlah desa di Kecamatan Winongan dan Purwodadi, Senin (27/07/2026).

Dalam aksi kemanusiaan tersebut, Polres Pasuruan memodifikasi mobil patroli backbone menjadi armada pengangkut air bersih agar mampu menjangkau permukiman warga yang berada di jalan sempit dan sulit dilalui truk tangki berukuran besar.

Inovasi tersebut menjadi solusi untuk mempercepat distribusi air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air akibat kemarau. Dengan kendaraan yang lebih fleksibel, bantuan dapat disalurkan langsung hingga ke depan rumah warga.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat maupun penegakan hukum, tetapi juga memberikan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami hadir bukan hanya dalam hal kamtibmas dan penegakan hukum tetapi juga peduli terhadap kondisi masyarakat yang memerlukan bantuan,” tegas AKBP Harto.

Distribusi air bersih dilakukan melalui jajaran Polsek di wilayah terdampak sebagai bentuk respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat selama musim kemarau. Langkah tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan air untuk keperluan rumah tangga sehari-hari.

Sekretaris Desa Sumberejo, Abdul Muin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Pasuruan dan Polsek Winongan yang dinilai sangat membantu warga. Menurutnya, penggunaan mobil patroli sebagai armada distribusi air menjadi solusi efektif karena mampu menjangkau permukiman yang selama ini sulit dilalui kendaraan besar.

“Kami sangat berterima kasih kepada jajaran Polsek Winongan. Bantuan lewat mobil patroli ini benar-benar menyentuh langsung ke depan rumah warga yang jalannya sempit. Semoga aksi sosial seperti ini bisa terus berjalan rutin selama masa kekeringan belum berakhir,” tutur Abdul Muin.

Program penyaluran air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Pasuruan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan sekaligus memperkuat pelayanan kemanusiaan kepada warga.

Ke depan, Polres Pasuruan Polda Jatim berkomitmen terus memetakan wilayah yang mengalami krisis air bersih sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan secara berkala dan tepat sasaran selama musim kemarau masih berlangsung.

Sumber : https://mcinews.id/2026/07/28/polres-pasuruan-salurkan-air-bersih-untuk-warga-terdampak-kekeringan/

Setelah Lama Berdarah-darah, GoTo Akhirnya Cetak Laba Rp607 Miliar

Setelah Lama Berdarah-darah, GoTo Akhirnya Cetak Laba Rp607 Miliar

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp607,48 miliar pada semester I 2026. Kinerja tersebut menjadi pembalikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu ketika perusahaan masih mencatatkan rugi bersih Rp580,01 miliar.

Perbaikan kinerja keuangan itu ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bersih yang mencapai Rp10,99 triliun, meningkat 28,45 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan semester I 2025 sebesar Rp8,55 triliun.

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, mengatakan perusahaan juga mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, seiring peningkatan profitabilitas operasional.

“Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1 triliun untuk pertama kalinya,” ujar Hans, Kamis (30/7).

Bisnis Pengiriman Jadi Penyumbang Terbesar

Pendapatan GoTo masih didominasi oleh bisnis jasa pengiriman yang menyumbang Rp3,2 triliun, tumbuh 16,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, pendapatan dari imbalan jasa mencapai Rp3,15 triliun, disusul pendapatan imbalan jasa e-commerce sebesar Rp550,72 miliar dan pendapatan iklan senilai Rp254,45 miliar.

Perusahaan juga membukukan pendapatan lain-lain sebesar Rp1,12 triliun, sementara dana yang diperoleh dari pinjaman meningkat menjadi Rp2,7 triliun atau tumbuh 64,67 persen secara tahunan.

Di sisi lain, seiring meningkatnya aktivitas bisnis, biaya dan beban perusahaan juga naik 16,87 persen menjadi Rp10,21 triliun dari sebelumnya Rp8,73 triliun.

Hingga 30 Juni 2026, GoTo mencatat total aset sebesar Rp47,47 triliun, dengan total liabilitas dan ekuitas berada pada level yang sama.

Dampak Aturan Komisi Baru Mulai Kuartal III

Hans mengatakan mulai 1 Juli 2026, GoTo telah menerapkan struktur komisi baru sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026.

Kebijakan tersebut berlaku untuk layanan transportasi roda dua Gojek yang berkontribusi sekitar 7 persen terhadap pendapatan bersih grup.

“Dampak dari perubahan komisi ini akan terlihat pada laporan keuangan kuartal ketiga. Namun, setelah satu bulan berjalan, kondisi bisnis tetap stabil,” kata Hans.

Meski demikian, GoTo tetap mempertahankan proyeksi EBITDA Grup yang disesuaikan sepanjang 2026 di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.

Perseroan memperkirakan kontribusi bisnis on-demand services akan menurun akibat penyesuaian komisi aplikasi, sementara lini bisnis fintech diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan laba.

Target Fintech Naik, On-Demand Diturunkan

Seiring kinerja yang terus membaik, GoTo menaikkan target EBITDA bisnis fintech menjadi Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar Rp1,4 triliun-Rp1,5 triliun.

Sebaliknya, target EBITDA bisnis on-demand services diturunkan menjadi Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun dari sebelumnya Rp1,7 triliun-Rp1,8 triliun sebagai dampak penerapan komisi aplikasi sebesar 8 persen.

Hans menegaskan GoTo akan terus berinvestasi dalam pengembangan ekosistem, termasuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi melalui berbagai program seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, beasiswa, hingga program umrah gratis.

“Bagi kami, kesuksesan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemajuan seluruh pihak di dalam ekosistem GoTo,” ujarnya.

Meski optimistis terhadap prospek bisnis, Hans mengingatkan bahwa proyeksi kinerja perusahaan tetap bergantung pada berbagai faktor eksternal seperti persaingan industri, inflasi biaya, serta kondisi ekonomi makro.

Sumber : https://www.inilah.com/setelah-lama-berdarah-darah-goto-akhirnya-cetak-laba-rp607-miliar

Produksi Nikel INCO Sentuh 29.773 Ton hingga Semester I 2026

Produksi Nikel INCO Sentuh 29.773 Ton hingga Semester I 2026

Liputan6.com, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat produksi nikel dalam matte melonjak hingga semester I 2026. Perseroan menilai didukung disiplin dalam pelaksanaan operasional serta keberlanjutan peningkatan kapasitas operasi penambangan, perseroan tetap berada pada posisi yang baik untuk menciptakan nilai berkelanjutan di tengah dinamika pasar yang terus berlangsung.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis, (30/7/2026), PT Vale Indonesia Tbk memproduksi 16.153 metrik ton nikel dalam matte pada kuartal II 2026, naik 19% dibandingkan kuartal sebelumnya 13.260 ton.

Seiring hal itu, total produksi nikel matte pada semester pertama 2026 mencapai 29.773 ton. Pada periode sama tahun lalu, produksi nikel mencapai 35.584.

Perseroan mencatat kinerja operasional yang lebih kuat setelah selesainya proyek Pembangunan Kembali Tanur Listrik 3 pada Juni 2026, dengan tetap mempertahankan fokus yang tinggi pada keselamatan kerja dan keandalan operasional.

Perseroan tetap berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target produksi tahunan, serta berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan fundamental pasar nikel yang kondusif. Selain produksi nikel dalam matte, PT Vale terus memperkuat platform pertumbuhannya melalui pengoperasian tiga hub pertambangan di Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa, yang menandai tonggak penting dalam transformasi Perseroan. Ekspansi strategis ini menghasilkan pertumbuhan yang signifikan pada volume produksi dan penjualan bijih nikel.

Pada kuartal kedua 2026, Blok Bahodopi membukukan penjualan bijih nikel saprolit sebesar 1,07 juta wet metric ton (wmt), meningkat dari 886 ribu wmt pada triwulan sebelumnya, sehingga total volume penjualan pada semester pertama mencapai 1,96 juta wmt.

Sementara itu, Blok Pomalaa mencatat peningkatan signifikan dalam penjualan bijih nikel menjadi 1,26 juta wmt pada kuartal kedua 2026, dibandingkan 89 ribu wmt pada kuartal pertama 2026, sehingga volume penjualan kumulatif pada semester pertama mencapai 1,35 juta wmt. Kinerja kuat dari kedua proyek pertumbuhan tersebut menunjukkan keberhasilan peningkatan kapasitas operasi serta memperkuat strategi PT Vale untuk mendiversifikasi sumber pendapatannya dan membangun fondasi operasional yang lebih kokoh guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Volume Penjualan

Sementara itu, volume penjualan tetap stabil di 13.932 ton. Perseroan memperoleh manfaat dari kenaikan harga realisasi rata-rata nikel matte menjadi US$ 14.765 per ton, meningkat 4% QoQ, yang turut mendorong pendapatan mencapai US$ 290 juta, atau naik 15% dibandingkan kuartal pertama 2026.

Dari sisi biaya, biaya tunai pokok penjualan nikel matte tetap kompetitif di level US$ 10.005 per ton pada kuartal kedua 2026, membaik dibandingkan US$ 10.382 per ton pada kuartal pertama 2026, mencerminkan disiplin dan ketangguhan Perseroan yang berkelanjutan dalam pengelolaan biaya.

Pada bisnis bijih nikel, biaya tunai per unit tetap stabil, yaitu US$ 21 per ton di Bahodopi dan AS$7 per ton di Pomalaa, termasuk biaya royalti dan logistik. Secara khusus, operasi Pomalaa memperoleh manfaat dari optimalisasi biaya tunai yang lebih lanjut, didorong oleh peningkatan volume penjualan seiring kapasitas operasi yang terus meningkat.

Sumber : https://www.liputan6.com/saham/read/8257694/produksi-nikel-inco-sentuh-29773-ton-hingga-semester-i-2026

Catat, Ini Aturan Bawa dan Pakai Powerbank di Pesawat

Catat, Ini Aturan Bawa dan Pakai Powerbank di Pesawat

Liputan6.com, Jakarta – Video meledaknya powerbank milik penumpang di dalam pesawat rute Makassar-Jakarta yang viral di media sosial. Selama penerbangan, powerbank tersebut mengeluarkan asap dan percikan api. Awak kabin pesawat langsung melakukan penanganan darurat.

Powerbank sudah jadi salah barang wajib bawa saat bepergian. Alat ini memberikan kemudahan untuk mengisi daya ponsel kapan saja dan di mana saja, tanpa perlu mencari sumber listrik.

Namun yang perlu dicatat, membawa powerbank di pesawat punya aturan tersendiri yang diterapkan oleh otoritas penerbangan internasional dan pemerintah Indonesia. Aturan ini menjadi rujukan bagi maskapai-maskapai demi menjaga keamanan dan keselamatan selama penerbangan.

Otoritas penerbangan internasional seperti IATA (International Air Transport Association) dan FAA (Federal Aviation Administration) menetapkan standar ketat soal baterai lithium di pesawat. Aturan ini diadopsi oleh hampir seluruh maskapai dan bandara di dunia, termasuk di Indonesia.

Aturan Internasional Membawa Powerbank di Pesawat:

1. Powerbank wajib dibawa di bagasi kabin (carry-on) dan dilarang dimasukkan ke bagasi tercatat (checked baggage).

2. Powerbank dengan kapasitas hingga 100 Wh dapat dibawa tanpa memerlukan persetujuan khusus dari maskapai.

3. Powerbank berkapasitas 100–160 Wh umumnya hanya boleh dibawa setelah mendapat persetujuan maskapai, dengan jumlah maksimal dua unit per penumpang.

4. Powerbank berkapasitas di atas 160 Wh tidak diperbolehkan dibawa ke dalam pesawat.

5. Terminal atau konektor powerbank harus dilindungi untuk mencegah korsleting, misalnya dengan penutup terminal atau disimpan dalam kantong terpisah.

6. Powerbank yang rusak, menggembung, bocor, atau menunjukkan tanda kerusakan tidak boleh dibawa karena berisiko memicu kebakaran.

7. Sejumlah maskapai juga melarang penggunaan powerbank untuk mengisi daya perangkat selama penerbangan atau mengharuskan powerbank tetap dalam pengawasan penumpang, bukan disimpan di kompartemen bagasi atas.

Aturan dari Pemerintah Indonesia

Aturan tersebut kemudian diadopsi oleh pemerintah Indonesia ke dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SE 02 Tahun 2023. Surat edaran ini ditujukan pada maskapai penerbangan dalam dan luar negeri yang terbang di atau dari wilayah Indonesia.

Peraturan itu muncul sebagai upaya nyata perlindungan keselamatan dalam penerbangan di Indonesia. Berikut ketentuan membawa power bank di pesawat yang dikeluarkan Kemenhub.

1. Simpan power bank hanya dalam bagasi kabin

2. Tidak mengisi daya selama penerbangan

3. Tidak terhubung ke perangkat lain

4. Batas kapasitas power bank:

– Kurang dari 100Wh (Boleh dibawa tanpa izin)

– 100Wh 160Wh (Boleh dibawa, dengan persetujuan maskapai)

– Lebih dari 160Wh atau kapasitas tidak jelas (Tidak diperbolehkan).

Aturan-aturan tersebut dibuat lantaran powerbank menggunakan baterai lithium-ion yang berpotensi mengalami thermal runaway, yakni kondisi ketika baterai mengalami panas berlebih hingga mengeluarkan asap atau terbakar.

Dengan menyimpan powerbank di kabin, awak pesawat dapat segera menangani apabila terjadi insiden, sehingga risikonya lebih kecil dibandingkan jika disimpan di bagasi tercatat.

Batik Air Buka Suara soal Powerbank Meledak di Pesawat

Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro buka suara terkait insiden power bank milik seorang penumpang yang mengeluarkan asap disertai percikan api dalam penerbangan ID-6143 rute Makassar-Jakarta, Rabu 29 Juli 2026.

Dia menegaskan, insiden tersebut terjadi saat pesawat tengah mengudara. Awak kabin yang telah mendapat pelatihan penanganan keadaan darurat langsung menjalankan prosedur keselamatan sesuai standar operasional.

“Penanganan dilakukan secara cepat dan tepat menggunakan peralatan keselamatan yang tersedia di dalam pesawat sehingga kondisi dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang lebih lanjut,” kata Danang dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).

Menurut dia, selama proses penanganan awak kabin juga memastikan keamanan penumpang yang berada di sekitar lokasi kejadian serta terus berkoordinasi dengan kapten penerbang sesuai prosedur operasional.

“Penerbangan kemudian dilanjutkan dan pesawat mendarat dengan selamat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, sesuai prosedur operasional. Seluruh pelanggan dan awak pesawat bera dadalam kondisi aman,” jelas Danang.

Sumber : https://www.liputan6.com/news/read/8258081/catat-ini-aturan-bawa-dan-pakai-powerbank-di-pesawat

Industri Sawit Jadi Penopang Ekonomi Nasional, BPDP: Ekspor Tembus Lebih dari USD 20 Miliar per Tahun

Industri Sawit Jadi Penopang Ekonomi Nasional, BPDP: Ekspor Tembus Lebih dari USD 20 Miliar per Tahun

JawaPos.com – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengungkapkan, industri kelapa sawit memegang peranan strategis dalam menopang perekonomian Indonesia. Selain menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar, sektor ini juga dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), membuka jutaan lapangan pekerjaan, serta memperkuat program hilirisasi industri nasional.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menjelaskan nilai ekspor produk sawit Indonesia secara konsisten melampaui USD 20 miliar setiap tahun. Menurutnya, komposisi ekspor sawit kini semakin didominasi produk hilir yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan bahan mentah.

“Lebih dari 80 persen ekspor sawit Indonesia saat ini sudah berbentuk produk hilir, bukan lagi minyak mentah. Hal ini menunjukkan hilirisasi mulai memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi industri nasional,” kata Zaid dalam sambutan kunjungan kerja media di Kalimantan Tengah, Rabu malam (29/7).

Ia menjelaskan, sektor perkebunan menyumbang sekitar 4,56 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025. Kontribusi tersebut menjadikan subsektor perkebunan sebagai salah satu penggerak utama sektor pertanian sekaligus penopang penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Zaid menuturkan, dampak industri sawit sesungguhnya jauh lebih besar dari sekadar angka kontribusi terhadap PDB. Bahkan, ia menyebut sekitar 41 persen perkebunan kelapa sawit nasional dikelola oleh pekebun rakyat dengan total produksi lebih dari 16 juta ton minyak sawit setiap tahunnya.

“Fakta ini menunjukkan bahwa pekebun bukan hanya sekadar pelengkap industri sawit, tetapi merupakan aktor utama dalam rantai pasok sawit nasional,” ungkap Zaid.

BPDP juga mencatat industri sawit mampu menciptakan sekitar 16,5 juta lapangan kerja, baik secara langsung di sektor perkebunan maupun secara tidak langsung melalui sektor transportasi, logistik, perdagangan, industri pengolahan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Zaid, keberadaan industri sawit turut mendorong pembangunan infrastruktur, pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru, berkembangnya UMKM, serta meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB) dan pendapatan daerah di berbagai wilayah sentra perkebunan sawit.

“Di berbagai daerah sentra sawit, kehadiran industri ini menjadi pendorong pembangunan infrastruktur, tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, berkembangnya UMKM, hingga meningkatnya produk domestik regional bruto dan pendapatan regional bruto Indonesia,” pungkasnya.

Sumber : https://www.jawapos.com/energi/2607300110/industri-sawit-jadi-penopang-ekonomi-nasional-bpdp-ekspor-tembus-lebih-dari-usd-20-miliar-per-tahun

Tak Lagi Dikuasai Belanja Online, Transaksi Cashless Fisik Kini Capai 69 Persen

Tak Lagi Dikuasai Belanja Online, Transaksi Cashless Fisik Kini Capai 69 Persen

Tren pembayaran digital (cashless) di Indonesia kini tak lagi didominasi oleh transaksi belanja daring (online). Data terbaru dari platform pembayaran OVO menunjukkan pergeseran perilaku konsumen yang masif menuju transaksi fisik (offline) di toko, gerai, maupun warung konvensional.

Pada tahun 2021, sebanyak 68 persen transaksi OVO masih terjadi di platform online. Namun, angka tersebut berbalik drastis pada tahun 2025, di mana porsi transaksi offline mendominasi hingga 69 persen. Lonjakan paling signifikan terjadi pada kategori makanan dan minuman (Food & Beverage/F&B) yang meroket hingga 590 persen dalam kurun waktu 2021–2025.

Bahkan, per Mei 2026, transaksi QRIS OVO pada kategori F&B didominasi oleh transaksi bernominal kecil atau yang kerap disebut “jajan receh”. Rata-rata pengguna melakukan transaksi hampir delapan kali per bulan untuk membeli jajanan populer seperti pentol, nasi ayam, crepes, es krim, hingga kopi kekinian.

Tingginya frekuensi jajan ini menimbulkan tantangan baru bagi kesehatan finansial. Secara psikologis, kemudahan transaksi memindai kode (scan QRIS) menghilangkan efek pain of paying atau rasa berat akibat kehilangan uang secara fisik. Transaksi digital yang mulus (seamless) kerap membuat uang menjadi “tidak terlihat”, memicu pengguna berbelanja secara impulsif.

Menyikapi fenomena tersebut, Perencana Keuangan tersertifikasi sekaligus Founder Finansialku, Melvin Mumpuni, S.T., MBA., CFP®, QWP®, membagikan jurus “Atur, Aman, dan Awasi” agar masyarakat bisa tetap jajan cerdas tanpa membuat dompet kering.

“Masyarakat tetap bisa menikmati kemudahan pembayaran digital dan memanfaatkan promo, selama hal itu dilakukan dengan prinsip mindful spending atau belanja secara sadar,” jelas Melvin dalam diskusi OVOFinTalk, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Trik Jitu: Atur, Aman, dan Awasi

Berikut adalah tiga langkah cerdas mengelola keuangan di era cashless menurut pakar finansial:

Atur (Pisahkan Bujet): Di era digital, transaksi kecil sering terasa ringan namun bisa menumpuk tanpa disadari. Pengguna wajib memisahkan alokasi uang untuk kebutuhan pokok dan uang jajan. Terapkan batasan isi ulang (limit top up) mingguan di dompet digital (e-wallet) agar pengeluaran non-esensial lebih terukur.

Aman (Waspada Promo dan Penipuan): Selain menjaga kerahasiaan PIN dan OTP dari modus penipuan, pengguna juga harus mengamankan diri dari jebakan impulsif. Promo dan cashback harus dimanfaatkan untuk pembelian yang memang telah direncanakan, bukan sebagai dalih untuk menambah pengeluaran yang tidak perlu.

Awasi (Cek Riwayat dan Menabung): Evaluasi pola pengeluaran secara berkala dengan mengecek daftar riwayat transaksi. Kebiasaan ini membantu pengguna menyadari kategori jajanan mana yang paling menguras kantong.

Sejalan dengan pilar pengawasan dan menabung, Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank, Asep Haekal, menjelaskan bahwa ekosistem dompet digital kini tidak hanya berfungsi sebagai alat bayar, tetapi juga instrumen tabungan.

Hadirnya fitur OVO Nabung by Superbank memungkinkan pengguna menggunakan saldo untuk transaksi harian sekaligus mendapatkan manfaat bunga tabungan hingga 5 persen per tahun. Layanan yang mengintegrasikan kemudahan e-wallet dan bank digital ini tercatat telah menjaring lebih dari 2,3 juta pengguna hingga Juni 2026.

“Dengan memanfaatkan riwayat transaksi dan fitur menabung digital, dompet digital dapat membantu pengguna membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat,” pungkas Asep Haekal.

Sumber : http://inilah.com/tak-lagi-dikuasai-belanja-online-transaksi-cashless-fisik-kini-capai-69-persen

Aplikasi Gojek Eror Massal, Bagaimana Kondisi Saldo GoPay Anda?

Aplikasi Gojek Eror Massal, Bagaimana Kondisi Saldo GoPay Anda?

GoTo memastikan layanan GoPay dan Gojek telah kembali beroperasi normal setelah sempat mengalami gangguan teknis pada Selasa (28/7/2026). Sebelumnya, kendala tersebut membuat sejumlah pengguna tidak bisa bertransaksi menggunakan saldo GoPay maupun memesan layanan melalui aplikasi Gojek.

Head of Corporate Affairs GoPay Audrey Petriny mengatakan seluruh layanan kini telah dipulihkan. Meski demikian, perusahaan masih terus melakukan pemantauan untuk memastikan sistem berjalan dengan stabil.

“Kami memastikan seluruh saldo dan data pengguna tetap aman. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” kata Audrey dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

Ia juga mengingatkan pengguna agar tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan situasi tersebut. Menurut Audrey, GoPay tidak pernah meminta pelanggan membagikan kode OTP, PIN, maupun data pribadi dalam kondisi apa pun.

Pengguna yang membutuhkan bantuan juga diminta menghubungi kanal resmi layanan pelanggan GoPay, termasuk melalui email customerservice@gopay.co.id.

Pembayaran GoPay di Gojek Kembali Berfungsi

Berdasarkan pantauan inilah.com, layanan di aplikasi Gojek telah kembali normal. Opsi pembayaran yang sebelumnya hanya menampilkan metode tunai kini kembali menyediakan berbagai pilihan pembayaran digital, termasuk GoPay, LinkAja, dan metode pembayaran lainnya.

Pemulihan ini memungkinkan pengguna kembali menggunakan saldo GoPay untuk memesan layanan seperti GoRide, GoCar, GoFood, maupun layanan lainnya yang tersedia di aplikasi Gojek.

Gangguan Sempat Dikeluhkan Warganet

Sebelumnya, media sosial X dipenuhi keluhan pengguna yang mengaku tidak dapat menggunakan saldo GoPay untuk bertransaksi maupun melakukan isi ulang saldo.

Beberapa pengguna melaporkan saldo hasil top up belum masuk meski dana telah terpotong dari rekening atau mobile banking. Ada pula yang mengaku tidak dapat memilih metode pembayaran GoPay saat memesan layanan Gojek sehingga hanya tersedia opsi pembayaran tunai.

Sejumlah pelanggan juga mempertanyakan apakah sistem GoPay dan Gojek sedang mengalami gangguan atau menjalani pemeliharaan (maintenance). Mereka berharap perusahaan memberikan pemberitahuan lebih awal apabila memang dilakukan perawatan sistem agar tidak mengganggu aktivitas pengguna, terutama pada jam-jam sibuk.

Gangguan tersebut juga membuat sebagian pengguna gagal menyelesaikan transaksi, termasuk pemesanan makanan melalui layanan GoFood karena muncul notifikasi adanya kendala pada metode pembayaran.

Meski sempat memicu keluhan di media sosial, GoTo memastikan seluruh layanan kini telah kembali beroperasi normal. Perusahaan juga menegaskan saldo maupun data pengguna tetap aman selama terjadi gangguan teknis.

Sumber : https://www.inilah.com/aplikasi-gojek-eror-massal-bagaimana-kondisi-saldo-gopay-anda