Prediksi risiko stroke, peneliti kembangkan perangkat arteri pada cip

Prediksi risiko stroke, peneliti kembangkan perangkat arteri pada cip

Sydney (ANTARA) – Para peneliti dari Australia dan China mengembangkan “arteri di atas chip” yang mereplikasi struktur pembuluh darah dan dinamika aliran darah spesifik pasien untuk membantu memprediksi risiko stroke.

Diterbitkan dalam jurnal Cell Biomaterials, studi tersebut menggambarkan perangkat itu sebagai “kembaran fisik” (physical twin), serta menunjukkan bahwa bentuk pembuluh darah dan gangguan aliran darah lokal kemungkinan merupakan faktor penentu risiko strok yang lebih penting dibandingkan penyempitan pembuluh darah saja, sebut ringkasan studi yang dimuat di laman Australian Science Media Centre, Jumat (24/7).

“Kami berharap perangkat ini akan memungkinkan kami untuk mempelajari obat-obatan yang bertujuan mengurangi risiko strok dan pada akhirnya memberikan perawatan yang dipersonalisasi bagi setiap pasien berdasarkan anatomi mereka,” ujar penulis pertama studi tersebut, Zhao Yunduo, dari Universitas Sydney, Australia.

Untuk menguji platform itu, para peneliti merekonstruksi arteri karotis dari enam pasien dengan tingkat penyakit yang berbeda dan menggunakan dinamika fluida komputasional untuk memodelkan aliran darah, yang mengungkapkan perbedaan mencolok dalam aliran darah lokal meskipun tingkat penyempitan arteri serupa.

Setelah menggunakan laser untuk membuat luka kecil pada kolagen di bawahnya, mereka juga mengamati bahwa pembekuan darah terjadi secara berbeda tergantung pada bentuk arteri. Saat ini, tim tersebut tengah merekrut pasien strok untuk mengikuti uji klinis.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5665281/prediksi-risiko-stroke-peneliti-kembangkan-perangkat-arteri-pada-cip

Bukan 8 Gelas Sehari, Ternyata Ini Takaran Ideal Minum Air Putih Per Hari

Bukan 8 Gelas Sehari, Ternyata Ini Takaran Ideal Minum Air Putih Per Hari

Jakarta –  Selama ini, anjuran minum delapan gelas air putih setiap hari sudah lama dianggap sebagai patokan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap orang.

Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Kebutuhan cairan setiap orang tidak bisa disamaratakan hanya berdasarkan satu angka.

Lantas, bagaimana mengukur takaran ideal minum air putih setiap hari yang dapat Bunda ikuti untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh?

Benarkan takaran ideal minum air putih bukan 8 gelas?

Dilansir Business Standard, aturan delapan gelas yang terkenal bukan formula yang berlaku untuk semua orang, Bunda. Wakil Manjer Dietetika Klinis, Rumah Sakit PD Hinduja & MRC, Rutu Dhodapkar, mengatakan kebutuhan hidrasi setiap orang berbeda.

Iklim, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan berpengaruh. Orang-orang di kota dengan cuaca yang panas dan lembap lebih banyak berkeringat dan membutuhkan cairan ekstra. Keseimbangan elektrolit juga sangat penting.

Sulit untuk menentukan secara pasti di mana dan kapan aturan delapan gelas per hari berasal. Ada teori yang menyatakan bahwa aturan ini mungkin didasarkan pada asupan cairan 1 ml per kalori makanan yang dikonsumsi.

Namun, semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa rekomendasi umum ini mungkin sebenarnya terlalu banyak air untuk sebagian orang dan tidak cukup untuk orang lain.

Takaran ideal minum air putih setiap hari

Dilansir Healthline, meskipun ada kondisi tubuh yang membuat kebutuhan air meningkat, orang sehat umumnya tidak perlu mengonsumsi air dalam jumlah yang begitu besar.

Di sisi lain, kurang minum air dapat menyebabkan dehidrasi ringan, yang didefinisikan sebagai kehilangan 1-2 persen berat badan akibat kehilangan cairan. Dalam kondisi ini, Bunda mungkin mengalami kelelahan, sakit kepala, dan perubahan suasana hati.

National Institute of Medicine telah menetapkan tingkat asupan yang memadai untuk total air dan minuman. Ini mengacu pada tingkat yang diasumsikan dapat memenuhi kebutuhan sebagian besar orang.

Adapun sejumlah faktor, baik di dalam tubuh maupun lingkungan sekitar, yang memengaruhi kebutuhan air seseorang.

Ukuran tubuh, komposisi tubuh, dan tingkat aktivitas sangat bervariasi dari orang ke orang. Jika seorang atlet, tinggal di iklim panas, atau sedang menyusui, kebutuhan air Bunda tentu meningkat.

Dengan mempertimbangkan semua ini, jelas bahwa kebutuhan air sangat individual. Delapan gelas air per hari mungkin sudah lebih dari cukup bagi sebagian orang, tetapi mungkin terlalu sedikit bagi orang lain.

Jika ingin semuanya tetap sederhana, cukup dengarkan tubuh dan biarkan rasa haus menjadi panduannya. Minum air saat Bunda merasa haus, ganti kehilangan cairan dengan minum lebih banyak air saat cuaca panas dan berolahraga.

Namun, perlu diingat bahwa hal ini tidak berlaku untuk semua orang. Beberapa lansia, misalnya, mungkin perlu secara sadar mengingatkan dirinya sendiri untuk minum air karena penuaan dapat mengurangi sensasi haus.

Manfaat minum air yang cukup untuk kesehatan

Bunda perlu minum cukup air agar tetap terhidrasi secara optimal. Secara umum, itu berarti mengganti air yang hilang melalui pernapasan, keringat, urine, dan feses. Minum air putih yang cukup dapat memberikan manfaat kesehatan, termasuk:

  • Penurunan berat badan: Minum air yang cukup dapat membantu Bunda membakar lebih banyak kalori, mengurangi nafsu makan jika dikonsumsi sebelum makan, dan menurunkan risiko penambahan berat badan jangka panjang.
  • Performa fisik yang lebih baik: Dehidrasi ringan dapat mengganggu performa fisik. Kehilangan hanya dua persen kandungan air tubuh selama berolahraga dapat meningkatkan kelelahan dan mengurangi motivasi.
  • Mengurangi keparahan sakit kepala: Bagi mereka yang rentan terhadap sakit kepala, minum air tambahan dapat mengurangi intensitas. Pada orang yang dehidrasi, air dapat membantu meredakan gejala sakit kepala.
  • Meredakan dan mencegah sembelit: Pada orang yang mengalami dehidrasi, minum air yang cukup dapat membantu mencegah dan meredakan sembelit. Namun, penelitian lebih lanjut tentang kemungkinan efek ini masih diperlukan.
  • Risiko batu ginjal menurun: Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, ada beberapa bukti bahwa peningkatan konsumsi air dapat membantu mencegah kambuh batu ginjal pada orang yang memiliki kecenderungan untuk membentuknya.

Nah, itulah takaran ideal minum air putih yang dapat Bunda ketahui. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Sumber : https://www.haibunda.com/moms-life/20260723181604-76-395036/bukan-8-gelas-sehari-ternyata-ini-takaran-ideal-minum-air-putih-per-hari

7 Cara Efektif Membantu Anak Lebih Berani Bicara di Depan Orang Lain

7 Cara Efektif Membantu Anak Lebih Berani Bicara di Depan Orang Lain

Jakarta, CNN Indonesia — Setiap orang tua tentu ingin anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan mampu menyampaikan pendapatnya dengan baik.

Namun, tidak sedikit anak yang memilih diam, merasa malu, atau ragu untuk berbicara di hadapan orang lain. Berikut cara efektif membantu anak berani bicara.

Kemampuan berbicara merupakan bekal penting yang dibutuhkan anak hingga dewasa nanti. Sayangnya, kebiasaan orang tua yang sering mengambil alih percakapan justru dapat menghambat perkembangan kepercayaan diri anak.

Padahal, anak perlu diberi kesempatan untuk mengutarakan pikiran, perasaan, dan kebutuhannya secara mandiri.

Melalui latihan yang konsisten dan dukungan yang tepat, anak dapat belajar bicara sendiri serta lebih berani menghadapi berbagai situasi sosial.

Cara membantu anak berani bicara

Dikutip dari Our Children, berikut cara membantu anak berani bicara yang perlu diketahui orang tua.

1. Kurangi kebiasaan berbicara atas nama anak

Banyak orang tua secara refleks menjawab pertanyaan yang sebenarnya ditujukan kepada anak. Meski dilakukan dengan niat baik, kebiasaan ini dapat menghambat kemampuan anak untuk berpikir dan merespons secara mandiri.

Mulailah memperhatikan kapan Anda terlalu sering mengambil alih percakapan. Berikan kesempatan kepada anak untuk menjawab sendiri, meskipun mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk merangkai kata-kata.

Dengan begitu, anak akan memahami bahwa mereka diharapkan mampu menyampaikan pendapatnya sendiri.

2. Beri ruang dan waktu untuk menyampaikan pendapat

Salah satu cara membantu anak berani bicara adalah memberikan ruang bagi mereka untuk menemukan solusi dan jawaban sendiri. Saat anak menghadapi pertanyaan atau masalah sederhana, hindari langsung memberikan jawaban.

Biarkan mereka berpikir, mencoba, dan mengungkapkan pendapatnya. Pengalaman kecil yang terjadi setiap hari akan membantu anak belajar menggunakan suaranya sendiri dan membangun rasa percaya diri secara bertahap.

3. Biasakan anak berbicara di rumah

Rumah merupakan tempat terbaik bagi anak untuk berlatih mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Orang tua dapat menciptakan suasana yang mendukung dengan mengadakan diskusi keluarga secara rutin.

Ajak anak membahas berbagai topik, mulai dari aturan di rumah hingga isu sosial yang sesuai dengan usianya. Berikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota keluarga untuk berbicara dan dengarkan pendapat mereka tanpa menghakimi.

4. Dorong anak berani keluar dari zona nyaman

Keberanian berbicara sering kali tumbuh ketika anak berani mencoba hal-hal baru. Oleh karena itu, dorong mereka untuk mengambil risiko kecil yang positif.
Misalnya, ajak anak mengangkat tangan saat ingin menjawab pertanyaan di kelas, menyampaikan ide kepada guru, atau berbicara dalam kelompok kecil.

Jika masih merasa gugup, mereka dapat menuliskan ide terlebih dahulu sebelum menyampaikannya secara lisan. Semakin sering anak mencoba, semakin besar pula rasa percaya dirinya.

5. Latih dengan skenario dan simulasi percakapan

Terkadang anak mengetahui apa yang ingin disampaikan, tetapi bingung bagaimana mengatakannya. Dalam kondisi seperti ini, orang tua dapat membantu dengan membuat skenario percakapan sederhana.

Misalnya saat anak ingin berbicara kepada guru, pelatih, atau temannya, ajak mereka berlatih terlebih dahulu di rumah. Lakukan simulasi percakapan secara santai hingga anak merasa nyaman.

Metode ini membantu anak lebih siap menghadapi situasi nyata dan mengurangi rasa cemas ketika harus berbicara sendiri.

6. Ajarkan cara membela diri secara asertif
Bagian penting dari cara membantu anak berani bicara adalah mengajarkan keterampilan berbicara secara tegas namun tetap sopan. Anak perlu memahami bahwa mereka tidak dapat mengendalikan perilaku orang lain, tetapi dapat mengendalikan responsnya sendiri.

Orang tua dapat mengenalkan strategi sederhana berikut:

  • Tenangkan diri terlebih dahulu dengan menarik napas dalam-dalam.
  • Sampaikan pendapat secara tegas menggunakan kalimat singkat dan jelas.
  • Gunakan bahasa tubuh yang percaya diri, seperti berdiri tegak dan menatap lawan bicara.
  • Berbicara dengan suara yang mantap, tanpa berteriak atau terdengar marah.

Keterampilan ini sangat berguna ketika anak menghadapi tekanan dari teman sebaya atau situasi yang membuatnya tidak nyaman.

7. Berlatih setiap hari dan hargai prosesnya

Keberanian berbicara tidak terbentuk dalam semalam. Karena itu, biasakan anak untuk berbicara untuk dirinya sendiri setidaknya sekali setiap hari.

Anak yang lebih kecil dapat dilatih memesan makanan sendiri di restoran atau menjawab pertanyaan guru di kelas. Sementara itu, anak yang lebih besar dapat dilibatkan dalam aktivitas yang membutuhkan komunikasi mandiri sesuai usianya.

Yang tidak kalah penting, beri apresiasi atas setiap usaha yang mereka lakukan. Ketika anak melakukan kesalahan atau merasa gagal, yakinkan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari proses belajar. Dukungan dan kepercayaan dari orang tua akan menjadi modal besar bagi anak untuk terus berkembang.

Itulah cara membantu anak berani bicara sejak dini untuk membangun kepercayaan diri.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260622113822-284-1371761/7-cara-efektif-membantu-anak-lebih-berani-bicara-di-depan-orang-lain

Analisis Degree of Operating Leverage sebagai Alat Evaluasi Risiko dan Pertumbuhan Bisnis

Analisis Degree of Operating Leverage sebagai Alat Evaluasi Risiko dan Pertumbuhan Bisnis

Kediri – Dalam praktik bisnis, peningkatan penjualan sering kali dianggap sebagai indikator utama keberhasilan perusahaan. Asumsi yang umum berkembang adalah bahwa apabila penjualan meningkat sebesar 10%, maka laba perusahaan juga akan meningkat dengan persentase yang sama. Kenyataannya, hubungan antara penjualan dan laba operasional tidak selalu bersifat proporsional. Pada banyak perusahaan, kenaikan penjualan yang relatif kecil dapat menghasilkan peningkatan laba operasional yang jauh lebih besar. Sebaliknya, penurunan penjualan dalam persentase yang kecil juga dapat menyebabkan penurunan laba yang jauh lebih besar.

Fenomena tersebut terjadi karena adanya perbedaan struktur biaya yang dimiliki setiap perusahaan, khususnya komposisi antara biaya tetap (fixed costs) dan biaya variabel (variable costs). Perusahaan dengan proporsi biaya tetap yang tinggi akan menunjukkan karakteristik pertumbuhan laba yang berbeda dibandingkan perusahaan yang sebagian besar biayanya bersifat variabel.

Untuk memahami hubungan tersebut, dikenal suatu konsep dalam analisis keuangan yang disebut Degree of Operating Leverage (DOL). Analisis ini tidak hanya digunakan untuk mengukur sensitivitas laba operasional terhadap perubahan penjualan, tetapi juga menjadi salah satu alat penting dalam mengevaluasi risiko operasional, perencanaan kapasitas produksi, serta pengambilan keputusan investasi.

Pengertian Degree of Operating Leverage

Degree of Operating Leverage (DOL) merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat sensitivitas Earnings Before Interest and Tax (EBIT) terhadap perubahan penjualan (sales atau revenue).

Dengan kata lain, DOL menjelaskan seberapa besar persentase perubahan laba operasional yang akan terjadi apabila penjualan mengalami perubahan dalam persentase tertentu.

Secara konseptual, DOL dapat dipahami sebagai pengaruh struktur biaya operasional terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Semakin besar proporsi biaya tetap yang dimiliki perusahaan, semakin besar pula perubahan EBIT yang dihasilkan akibat perubahan penjualan.

Oleh karena itu, DOL sering digunakan sebagai indikator untuk menilai seberapa besar efek pengungkit (operating leverage) yang dimiliki suatu perusahaan.

Konsep Dasar yang Mendasari DOL

Untuk memahami DOL secara menyeluruh, terlebih dahulu perlu dipahami beberapa komponen utama yang membentuk laba operasional perusahaan.

Penjualan (Revenue)

Penjualan merupakan seluruh pendapatan yang diperoleh perusahaan dari aktivitas operasional sebelum dikurangi berbagai biaya.

Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya variabel adalah biaya yang berubah secara langsung mengikuti volume penjualan atau volume produksi.

Contohnya meliputi:

  • bahan baku,
  • kemasan,
  • komisi penjualan,
  • biaya distribusi berdasarkan jumlah produk.

Semakin tinggi penjualan, semakin besar biaya variabel yang dikeluarkan perusahaan.

Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya tetap merupakan biaya yang jumlahnya relatif tidak berubah dalam periode tertentu, meskipun volume penjualan mengalami kenaikan maupun penurunan.

Contohnya meliputi:

  • biaya sewa gedung,
  • gaji pegawai tetap,
  • penyusutan mesin,
  • asuransi,
  • biaya administrasi tertentu.

Karakteristik utama biaya tetap adalah tetap harus dibayar meskipun perusahaan tidak melakukan penjualan.

Earnings Before Interest and Tax (EBIT)

EBIT merupakan laba operasional yang diperoleh perusahaan sebelum memperhitungkan beban bunga dan pajak.

EBIT digunakan karena mencerminkan kemampuan operasional perusahaan dalam menghasilkan laba tanpa dipengaruhi oleh keputusan pendanaan maupun kebijakan perpajakan.

Dengan demikian, EBIT memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kinerja operasional perusahaan.

Mekanisme Terjadinya Degree of Operating Leverage

Konsep DOL muncul akibat keberadaan biaya tetap dalam struktur biaya perusahaan.

Apabila suatu perusahaan memiliki biaya tetap yang besar, maka pada saat penjualan meningkat, tambahan pendapatan tersebut tidak lagi digunakan untuk menutup biaya tetap yang telah dibayarkan sebelumnya. Sebagian besar tambahan pendapatan hanya akan dikurangi oleh biaya variabel sehingga menghasilkan peningkatan EBIT yang relatif lebih besar.

Sebaliknya, ketika penjualan mengalami penurunan, biaya tetap tetap harus dibayar sehingga penurunan EBIT dapat terjadi dalam persentase yang lebih besar dibandingkan penurunan penjualan.

Dengan demikian, biaya tetap berfungsi sebagai pengungkit (leverage) yang memperbesar perubahan laba operasional.

Rumus Degree of Operating Leverage

Secara umum, DOL dihitung menggunakan rumus berikut.

DOL = Persentase Perubahan EBIT ÷ Persentase Perubahan Penjualan

Rumus tersebut menunjukkan bahwa DOL merupakan rasio antara perubahan laba operasional dengan perubahan penjualan.

Sebagai ilustrasi:

  • Penjualan meningkat sebesar 10%.
  • EBIT meningkat sebesar 25%.

Maka:

DOL = 25% ÷ 10% = 2,5

Nilai tersebut menunjukkan bahwa setiap kenaikan penjualan sebesar 1% akan diikuti kenaikan EBIT sekitar 2,5%.

Sebaliknya, apabila penjualan turun sebesar 1%, maka EBIT diperkirakan akan turun sekitar 2,5%, dengan asumsi struktur biaya perusahaan tidak mengalami perubahan.

Interpretasi Nilai DOL

Nilai DOL memberikan informasi mengenai tingkat sensitivitas laba operasional perusahaan.

DOL Rendah

Perusahaan dengan DOL rendah memiliki perubahan EBIT yang relatif kecil terhadap perubahan penjualan.

Karakteristiknya antara lain:

  • proporsi biaya tetap relatif rendah,
  • risiko operasional lebih kecil,
  • pertumbuhan laba cenderung lebih stabil.

DOL Tinggi

Perusahaan dengan DOL tinggi menunjukkan perubahan EBIT yang jauh lebih besar dibandingkan perubahan penjualan.

Karakteristiknya meliputi:

  • proporsi biaya tetap tinggi,
  • potensi pertumbuhan laba lebih besar,
  • risiko operasional juga lebih tinggi.

Perusahaan dengan DOL tinggi dapat memperoleh peningkatan laba yang sangat cepat ketika penjualan meningkat. Namun pada kondisi penjualan menurun, perusahaan juga berpotensi mengalami penurunan laba yang signifikan.

DOL sebagai Alat Evaluasi Risiko

Salah satu fungsi utama DOL adalah membantu manajemen mengukur tingkat risiko operasional perusahaan.

Perusahaan dengan DOL tinggi memiliki ketergantungan yang lebih besar terhadap tingkat penjualan. Oleh karena itu, perubahan kondisi pasar, penurunan permintaan, atau meningkatnya persaingan akan memberikan dampak yang lebih besar terhadap laba operasional.

Sebaliknya, perusahaan dengan DOL rendah cenderung memiliki stabilitas laba yang lebih baik karena struktur biaya tetapnya relatif kecil.

Dengan demikian, DOL dapat digunakan sebagai indikator awal dalam mengevaluasi tingkat risiko operasional suatu perusahaan.

DOL sebagai Alat Evaluasi Pertumbuhan Bisnis

Selain digunakan untuk mengukur risiko, DOL juga memiliki peran penting dalam mengevaluasi potensi pertumbuhan perusahaan.

Ketika perusahaan mempertimbangkan investasi pada mesin baru, pembangunan fasilitas produksi, atau pembukaan cabang baru, manajemen perlu memahami bagaimana perubahan struktur biaya tersebut akan memengaruhi laba operasional di masa mendatang.

Investasi yang meningkatkan biaya tetap akan menyebabkan nilai DOL meningkat. Kondisi tersebut dapat menghasilkan pertumbuhan laba yang lebih cepat apabila target penjualan berhasil dicapai. Namun apabila pertumbuhan penjualan tidak sesuai harapan, peningkatan biaya tetap justru dapat menurunkan profitabilitas perusahaan.

Oleh karena itu, analisis DOL sering digunakan sebagai dasar dalam penyusunan strategi ekspansi bisnis.

Kelebihan dan Keterbatasan Analisis DOL

Kelebihan

  • Mengukur sensitivitas laba operasional terhadap perubahan penjualan.
  • Membantu manajemen dalam menyusun target penjualan.
  • Mendukung analisis risiko operasional.
  • Menjadi dasar evaluasi investasi aset tetap.
  • Membantu proses perencanaan pertumbuhan perusahaan.

Keterbatasan

Meskipun memiliki manfaat yang besar, DOL juga memiliki beberapa keterbatasan.

Perhitungan DOL umumnya mengasumsikan bahwa biaya tetap dan biaya variabel tidak berubah selama periode analisis. Dalam praktiknya, perusahaan dapat mengalami perubahan kapasitas produksi, perubahan harga bahan baku, maupun perubahan kebijakan operasional yang menyebabkan struktur biaya berubah.

Selain itu, DOL lebih tepat digunakan untuk analisis jangka pendek dibandingkan analisis jangka panjang, karena perubahan struktur biaya dalam jangka panjang sering kali cukup signifikan.

Kesimpulan

Degree of Operating Leverage merupakan salah satu alat analisis yang digunakan untuk mengukur sensitivitas laba operasional terhadap perubahan penjualan. Analisis ini memberikan pemahaman mengenai bagaimana struktur biaya, khususnya biaya tetap, memengaruhi pertumbuhan maupun penurunan laba operasional perusahaan.

Perusahaan dengan DOL yang tinggi memiliki peluang memperoleh pertumbuhan laba yang lebih besar ketika penjualan meningkat, namun juga menghadapi risiko operasional yang lebih tinggi apabila penjualan mengalami penurunan. Sebaliknya, perusahaan dengan DOL yang rendah cenderung memiliki pertumbuhan laba yang lebih stabil dengan tingkat risiko operasional yang lebih rendah.

Oleh karena itu, DOL tidak hanya berfungsi sebagai alat perhitungan matematis, tetapi juga sebagai instrumen analisis dalam mengevaluasi risiko, merencanakan ekspansi usaha, serta mendukung proses pengambilan keputusan strategis bagi manajemen maupun investor.

Stop Bilang ‘Tak Punya Uang’ ke Anak, Psikolog Sarankan 3 Kalimat Ini

Stop Bilang ‘Tak Punya Uang’ ke Anak, Psikolog Sarankan 3 Kalimat Ini

Jakarta, CNN Indonesia — Anak pasti pernah merengek meminta dibelikan sesuatu kepada orang tuanya. Dalam situasi seperti itu, banyak orang tua spontan menjawab, “Nggak punya uang”, “Nggak ada uangnya”, atau “Kita nggak mampu beli itu.”

Kalimat tersebut memang terdengar remeh dan sering kali menjadi respons paling cepat untuk menghentikan rengekan anak.

Namun, menurut psikologi, respons tersebut sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan. Meski diucapkan dengan niat baik agar tidak boros, misalnya, kalimat “kita tidak punya uang atau kita tidak mampu membelinya” ternyata dapat membentuk cara pandang anak terhadap uang sejak dini.

Alih-alih memahami bahwa orang tua sedang membuat keputusan finansial, anak justru bisa menangkap pesan yang berbeda.

Dikutip dari Times of India, menurut American Psychological Association (APA), uang merupakan salah satu topik yang paling jarang dibicarakan secara terbuka dalam keluarga. Padahal, cara anak memandang uang terbentuk sejak masa anak-anak, jauh sebelum mereka dewasa hingga bekerja dan memiliki penghasilan sendiri.

Ketika anak terus-menerus mendengar kalimat, “Kita tidak punya uang,” mereka tidak memaknainya seperti orang dewasa. Anak yang masih kecil bisa benar-benar mengira kondisi keuangan keluarganya sedang buruk.

Kalimat yang awalnya dimaksudkan sebagai solusi mengakhiri percakapan, justru bisa menanamkan kecemasan dalam diri anak tentang kondisi finansial keluarga.

Karena itu, psikolog menyarankan orang tua mengganti kalimat “tidak punya uang” dengan ungkapan yang lebih edukatif.

Lantas, bagaimana kalimat yang lebih tepat untuk mengganti ungkapan “tidak punya uang” ke anak? Ini alternatif respons yang bisa disampaikan orang tua.

1. “Saat ini uangnya untuk kebutuhan yang lain”

Kalimat ini dinilai lebih baik daripada mengatakan “kita tidak mampu membelinya”. Menurut psikologi, frasa tersebut mengajarkan bahwa keputusan keuangan bukan semata-mata ditentukan oleh ada atau tidaknya uang, melainkan oleh pilihan dan prioritas keluarga.

Dengan cara ini, anak belajar bahwa setiap pengeluaran perlu dipertimbangkan. Mereka memahami bahwa uang bisa saja tersedia, tetapi tidak semua keinginan harus dipenuhi karena ada kebutuhan lain yang lebih penting.

Pola pikir seperti ini akan membantu anak membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak saat dewasa.

2. “Kita perlu menabung dulu, ya”

Kalimat ini memperkenalkan konsep delayed gratification, yaitu kemampuan menunda kesenangan demi tujuan yang lebih besar. Menurut APA, keterampilan ini merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat.

Selain mengurangi kekecewaan, mengajak anak menabung juga mengajarkan bahwa mendapatkan sesuatu membutuhkan proses, perencanaan, dan usaha.

Anak tidak hanya belajar sabar menunggu, tetapi juga memahami nilai dari barang yang mereka inginkan.

3. “Masukkan ke daftar kado ulang tahunmu”

Jika barang tersebut bukan kebutuhan mendesak, orang tua dapat mengarahkan anak untuk memasukkannya ke daftar keinginan atau hadiah ulang tahun atau momen spesial lainnya, misal kenaikan kelas, sunat, berhasil puasa sebulan penuh, atau hadiah Natal.

Respons ini tetap mengakui keinginan anak tanpa langsung menolaknya. Di saat yang sama, anak belajar bahwa tidak semua keinginan harus langsung dipenuhi saat itu juga.

Kebiasaan ini membantu mereka menahan keinginan sekaligus memahami bahwa ada waktu yang tepat untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260716160916-284-1381532/stop-bilang-tak-punya-uang-ke-anak-psikolog-sarankan-3-kalimat-ini

Uang Terlanjur Ditransfer ke Penipu? Begini Cara Mengembalikannya

Uang Terlanjur Ditransfer ke Penipu? Begini Cara Mengembalikannya

Global Fraud Index menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat 111 dengan skor 6,53 sebagai negara yang paling tidak terlindungi (least protected) terhadap penipuan.

Lebih lanjut, sumber menyebutkan bahwa skor aktivitas penipuan di Indonesia mencapai 4,93, nilai yang sangat tinggi dibandingkan rata-rata dunia sebesar 2,07.

Angka yang sangat wajar, mengingat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa Indonesia Anti Scam Centre (IASC) telah menerima 608 ribu laporan selama periode November 2024 hingga 26 Juni 2026.

Ini artinya, ada begitu banyak masyarakat Indonesia yang menjadi korban penipuan, termasuk financial scam.

Jika Anda salah satu korban dan telah terlanjur mengirim sejumlah uang kepada tersangka, jangan khawatir.

Sebab Anda bisa mendapatkan uang kembali dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:

Cara Mendapatkan Uang Kembali yang Sudah Ditransfer ke Penipu

1. Buat Laporan ke Polisi

Setelah sadar telah menjadi korban penipuan dan telah mengirim sejumlah uang kepada tersangka, segera ke Kantor Polsek setempat untuk membuat laporan penipuan kepada petugas.

Di sana Anda akan diminta untuk mengisi formulir laporan. Isi formulir tersebut dengan data diri, jenis kasus, ringkasan kronologi dan lain sebagainya.

Kumpulkan seluruh barang bukti, mulai dari nomor telepon penipu, nomor rekening, serta bukti tangkapan layar transfer.

Setelah mengisi formulir dan menyerahkan bukti-bukti, polisi akan memberikan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) yang bisa dijadikan bukti bahwa Anda telah melaporkan tindak kejahatan.

2. Buat Laporan ke Pihak Perbankan

Langkah berikutnya segera datang ke kantor cabang perbankan terdekat untuk membuat laporan.

Prosedurnya hampir sama, yaitu menjelaskan kronologi penipuan serta memberikan bukti-bukti seperti tangkapan layar transfer dan nomor rekening penipu.

Jika terbukti terjadi penipuan, pihak perbankan akan membantu Anda untuk memblokir atau membekukan akun rekening penipu.

Bank juga akan menghubungi pihak penipu untuk memberikan klarifikasi terkait riwayat penerimaan uang dari Anda.

3. Lapor ke Komdigi

Jika sudah membuat laporan ke pihak bank dan kepolisian tetapi masih belum ada tindakan lebih lanjut, Anda bisa membuat pengaduan kasus penipuan online ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Komdigi menyediakan layanan pengaduan khusus penipuan yang bisa diakses secara langsung di halaman resminya.

Cara ini tidak bisa mengembalikan uang, tetapi bisa membantu orang lain untuk mengantisipasi terjadinya penipuan di masa mendatang.

Berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Buka halaman https://aduannomor.id/
  • Masukkan nomor seluler yang digunakan penipu.
  • Pilih nama operator dari nomor seluler yang digunakan penipu.
  • Klik “Selanjutnya”
  • Isi seluruh data yang diminta, seperti kronologi penipuan.
  • Unggah bukti-bukti penipuan, seperti tangkapan layar pesan atau bukti pengiriman uang.
  • Tunggu verifikasi nomor oleh petugas.
  • Jika terbukti bersalah, operator akan melakukan pemblokiran pada nomor tersebut.

Sumber : https://www.inilah.com/uang-terlanjur-ditransfer-ke-penipu-begini-cara-mengembalikannya

10 Adab Bertetangga dalam Islam Beserta Dalilnya

10 Adab Bertetangga dalam Islam Beserta Dalilnya

Semua aspek kehidupan diatur dalam Alquran dan Hadis, termasuk adab bertetangga. Allah SWT berfirman dalam surah An-Nisa ayat 36:

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.”

Ayat ini menekankan setiap muslim untuk berbuat baik kepada sesama, termasuk tetangga dekat dan tetangga jauh.

Setelah itu, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

“Jibril senantiasa berwasiat kepadaku agar memuliakan (berbuat baik) kepada tetangga, sampai-sampai aku mengira seseorang akan menjadi ahli waris tetangganya.” (HR Bukhari)

Lantas, apa saja adab bertetangga dalam Islam?

Adab Bertetangga dalam Islam

1. Tidak Menyakiti Tetangga

Islam melarang menyakiti tetangga, baik dengan ucapan atau perbuatan. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah menyakiti tetangganya.” (HR Bukhari dan Muslim)

2. Berbuat Baik

Tidak menyakiti tetangga selaras dengan berbuat baik kepada mereka. Perilaku ini bisa diwujudkan dengan saling menolong, tidak mengganggunya, dan sikap terpuji lainnya.

3. Berbagi kepada Tetangga

Nabi Muhammad SAW juga sangat menganjurkan umatnya untuk berbagi rezeki kepada tetangga.

“Wahai Abu Dzar, apabila kamu memasak sayur (daging kuah) maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu.” (HR Muslim)

4. Menghormati Tetangga

Adab bertetangga selanjutnya adalah saling menghormati. Ini termasuk tidak menyalakan musik terlalu kencang agar tak mengganggu kenyamanan mereka.

Selain itu, setiap individu harus sadar apakah ada bagian dari rumahnya yang mengganggu rumah tetangga.

Sebagai contoh, dahan pohon mengotori teras atau merusak genting tetangga. Selain itu, menghormati tetangga juga berarti tidak mengganggu privasinya.

5. Tidak Mengganggu Tetangga

Ini juga termasuk dalam adab menghormati tetangga. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah dia mengganggu tetangganya.” (HR Bukhari dan Muslim)

6. Memelihara Hak-Hak Tetangga

Di antara hak tetangga yang harus kita jaga adalah menjaga harta dan kehormatan mereka dari orang jahat saat mereka tidak di rumah.

Selain itu, juga memberi bantuan kepada tetangga yang membutuhkan, serta merahasiakan aib mereka jika kita mengetahuinya.

7. Jangan Kikir

Secara umum, umat Islam dilarang berbuat kikir atau pelit, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Muhammad ayat 38:

“Ingatlah, kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan (hartamu) di jalan Allah. Lalu di antara kamu ada orang yang kikir, dan barangsiapa kikir maka sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah Yang Mahakaya dan kamulah yang membutuhkan (karunia-Nya). Dan jika kamu berpaling (dari jalan yang benar) Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kamu (ini).”

Ayat ini juga menjadi landasan agar umat Islam tidak bersikap kikir kepada tetangga, khususnya tetangga terdekat.

8. Tidak Mencari Kesalahan Tetangga

Allah SWT melarang hamba-Nya mencari-cari kesalahan orang lain dan menyebarkan aib. Perintah itu tertuang dalam surah Al-Hujurat ayat 12:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.”

9. Sabar atas Perilaku Tetangga

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Allah (disebutkan di antaranya) seseorang yang mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, tetapi ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisahkan kematian atau keberangkatannya.” (HR Ahmad)

Dalam surah Ali Imran ayat 134, Allah SWT berfirman:

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”

10. Tidak Meremehkan Pemberian Tetangga

Nabi Muhammad SAW juga mengingatkan umatnya untuk tidak meremehkan pemberian dari tetangga.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Wahai perempuan-perempuan muslimah, janganlah seorang tetangga yang meremehkan hadiah tetangganya, meskipun berupa ujung kaki kambing.” (HR Bukhari dan Muslim)

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/10-adab-bertetangga-dalam-islam-beserta-dalilnya

Hukum Asuransi dalam Islam, Apakah Halal atau Haram?

Hukum Asuransi dalam Islam, Apakah Halal atau Haram?

Banyak orang masih ragu untuk memiliki asuransi karena khawatir dengan status hukumnya dalam agama.

Di satu sisi, asuransi biasanya dianggap sebagai bentuk perlindungan finansial ketika terjadi risiko yang tidak diinginkan.

Namun, di sisi lain, umat Muslim mungkin merasa belum yakin dengan sistem yang digunakan apakah sudah sesuai dengan syariat Islam?

Bagaimana Hukum Asuransi dalam Islam?

Secara garis besar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menegaskan bahwa Islam tidak melarang umatnya untuk memiliki asuransi.

Dengan catatan, pengelolaan asuransi tersebut harus berlandaskan pada syariat Islam.

Sebagai alternatif dari asuransi konvensional, hadirlah asuransi syariah yang dirancang secara khusus untuk mematuhi prinsip-prinsip Islam.

Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah

Perbedaan paling mendasar antara asuransi konvensional dan asuransi syariah adalah pengelolaannya.

Jika asuransi konvensional umumnya memindahkan risiko dari nasabah ke perusahaan (risk transfer), asuransi syariah justru menggunakan prinsip saling menanggung risiko antarsesama peserta (risk sharing).

Sistem ini bisa berjalan melalui dua akad utama, yaitu akad tabarru’ dan akad tijarah. Adapun akad tabarru’ adalah dana hibah yang dikumpulkan secara khusus untuk saling tolong-menolong jika ada peserta yang terkena musibah.

Sedangkan, akad tijarah adalah penunjukan perusahaan asuransi sebagai pihak yang mengelola dana tersebut secara transparan.

Faktor-Faktor yang Membuat Asuransi Menjadi Haram

Dalam praktiknya, sebuah asuransi bisa dinilai haram jika di dalamnya terdapat unsur-unsur yang melanggar syariat.

Berikut adalah empat faktor utama yang harus dihindari:

1. Mengandung Ketidakpastian (Gharar)

Asuransi bisa menjadi haram jika akadnya tidak jelas, di mana nasabah tidak tahu secara pasti berapa besaran uang yang akan ia terima nantinya.

Secara tegas, Rasulullah SAW melarang transaksi apa pun yang mengandung unsur gharar. Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah, disebutkan:

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْحَصَاةِ وَعَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ

Latin: Naha rasulullahi sallallahu ‘alaihi wa sallama ‘an bai’il-hasati wa ‘an bai’il-gharar.

Artinya: “Rasulullah SAW melarang jual beli yang mengandung gharar.” (HR. Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Abu Daud, dan Ibnu Majah)

2. Mengandung Unsur Riba

Kompensasi asuransi yang jumlahnya jauh melebihi nilai premi yang disetorkan oleh nasabah tanpa adanya imbalan yang jelas( pertukaran yang setara), bisa dikategorikan sebagai riba.

Menurut beberapa ulama, uang klaim yang dibayarkan asuransi terkadang memunculkan riba nasiah (riba karena penundaan waktu) maupun riba fadhl (riba jika ada kelebihan jumlah pembayaran).

3. Mengandung Unsur Perjudian (Qimar)

Penting bagi umat Muslim untuk berhati-hati dalam memilih produk asuransi.

Sebab, pengelolaannya bisa menyerupai perjudian jika nasabah menyetorkan iuan yang relatif kecil, namun “bertaruh” dengan nasib untuk mendapatkan keuntungan atau pencairan dana yang besar di masa depan nanti karena suatu musibah.

4. Mengandung Unsur Eksploitasi

Unsur eksploitasi bisa terjadi ketika pemegang polis mengalami kesulitan keuangan dan berhenti membayar premi, kemudian perusahaan menghanguskan hak manfaatnya atau mengurangi nilai tunainya secara sepihak.

Hal ini juga kerap dikaitkan oleh para ulama dengan larangan ba’ dain bi al’dain, yaitu penyerahan uang cicilan di awal untuk imbalan yang belum pasti di masa depan.

Konsep tersebut dikhawatirkan sama dengan mengambil harta orang lain tanpa imbalan yang sah.

Syarat dan Prinsip Memilih Asuransi yang Halal

Agar tidak melanggar syariat, kamu harus cermat dalam memilih produk asuransi.

Berikut adalah prinsip-prinsip asuransi yang diperbolehkan dalam Islam:

1. Niatkan Sebagai Persiapan Dana Darurat

Saat memiliki asuransi, pastikan niatmu adalah untuk mengantisipasi ketidakpastian ekonomi di masa depan, bukan mencari untung.

Hal ini sejalan dengan perintah Allah untuk selalu bersiap menghadapi hari esok:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Latin: Yaaa ayyuhal lazeena aamanut taqul laa; waltanzur nafsum maa qaddamat lighadiw wattaqual laah; innal laaha khabeerum bimaa ta’maloon

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah.

Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.da Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Hasyr: 18)

2. Menggunakan Prinsip Tolong-Menolong (Ta’awuni)

Pilihlah asuransi syariah yang menerapkan konsep pengelolaan dana yang terkumpul sebagai dana tabarru’ (hibah) untuk menolong peserta lain yang sedang kesulitan.

Hal ini sejalan dengan surat Al-Ma’idah ayat 2:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Latin: ..wa ta’aawanoo ‘alalbirri wattaqwaa; wa laa ta’aawanoo ‘alal ismi wal’udwaan; wattaqul laah; innal laaha shadeedul ‘iqaab

Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.

Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya.” (QS. Al-Ma’idah: 2)

Nabi Muhammad SAW juga menjanjikan bahwa siapa yang melepaskan kesulitan saudaranya, Allah akan melepaskan kesulitannya di hari kiamat (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

3. Berbagi Risiko dan Keuntungan Secara Adil

Sistem asuransi yang sehat tidak boleh berpihak pada keuntungan perusahaan saja. Segala risiko maupun keuntungan harus dibagikan secara adil.

Di asuransi syariah, terdapat mekanisme Surplus Underwriting.

Dengan sistem ini, jika di akhir tahun ada sisa (kelebihan) pada dana tabarru’, dana tersebut akan dikembalikan atau dibagikan secara adil kepada nasabah dan perusahaan sebagai pengelola.

4. Bermuamalah Berdasarkan Musyawarah

Karena asuransi adalah bagian dari muamalah (hubungan antar-manusia), maka sangat penting untuk memperhatikan asas musyawarah.

Apabila terjadi sengketa antara nasabah dan perusahaan, masalah tersebut harus diselesaikan dengan mufakat, misalnya melalui Badan Arbitrase Syariah.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/hukum-asuransi-dalam-islam-apakah-halal-atau-haram

Jangan Ditiru! Pria Gelantungan di Luar KRL Priok Berujung Diamankan

Jangan Ditiru! Pria Gelantungan di Luar KRL Priok Berujung Diamankan

Jakarta – Video seorang pria bergelantungan di luar kereta rel listrik (KRL) viral di media sosial (medsos). Petugas KAI Commuter Indonesia (KCI) mengamankan pria tersebut.

Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, pria tidak dikenal tersebut mengakui berada dalam pengaruh alkohol sehingga bergelantungan di sisi luar kereta sejak kereta berangkat dari Stasiun Jakarta International Stadium hingga tiba di Stasiun Ancol.

“Sebelum kejadian, yang bersangkutan juga diketahui memasuki area jalur rel tanpa hak meskipun telah mendapat teguran dari petugas,” kata Leza, Jumat (24/7/2026).

Pria tersebut melakukan tindakan membahayakan bergelantungan di sisi luar rangkaian Commuter Line No. 2247A relasi Tanjung Priok-Jakarta Kota pada Kamis (23/7) kemarin.

Peristiwa tersebut diketahui saat rangkaian Commuter Line memasuki Stasiun Ancol sekitar pukul 16.48 WIB. Petugas Pengamanan stasiun yang sedang bertugas melihat seorang pria yang tidak dikenal berada di sisi luar pintu kereta kedua dari depan.

Petugas kemudian segera mengamankan yang bersangkutan dan membawanya ke Pos Pengamanan di Stasiun Ancol untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Sanksi Blacklist

Setelah dilakukan pemeriksaan yang bersangkutan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Pihak KCI juga memberikan sanksi dengan memasukkan pria itu ke daftar hitam (blacklist) dalam database CCTV analytics.

Selanjutnya, petugas mengeluarkan yang bersangkutan dari area layanan Commuter Line sesuai prosedur yang berlaku.

KAI Commuter menegaskan bahwa tindakan bergelantungan di sisi luar kereta maupun memasuki jalur rel tanpa izin merupakan perilaku yang sangat berbahaya dan berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun perjalanan kereta.

“Kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di area jalur rel maupun bergelantungan di bagian luar kereta. Tindakan tersebut sangat membahayakan keselamatan dan dapat mengganggu operasional perjalanan Commuter Line. Keselamatan pengguna dan masyarakat merupakan prioritas utama kami,” ujar Leza.

KAI Commuter juga mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi seluruh peraturan yang berlaku di area stasiun maupun selama menggunakan Commuter Line. Apabila masyarakat melihat adanya tindakan yang membahayakan keselamatan perjalanan kereta, diharapkan segera melaporkannya kepada petugas agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami berkomitmen menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh pengguna dengan memperkuat pengawasan serta mengedepankan edukasi mengenai pentingnya keselamatan di lingkungan perkeretaapian,” tutup Leza.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-8588620/jangan-ditiru-pria-gelantungan-di-luar-krl-priok-berujung-diamankan

Strava Jadi Aplikasi Bawaan Samsung Galaxy Watch9 dan Watch Ultra2

Strava Jadi Aplikasi Bawaan Samsung Galaxy Watch9 dan Watch Ultra2

London – Strava, aplikasi pelacak kebugaran dengan lebih dari 200 juta pengguna di lebih dari 185 negara, mengumumkan kemitraan strategis dengan Samsung dalam ajang Galaxy Unpacked terbaru. Melalui kolaborasi ini, aplikasi Strava akan terpasang secara otomatis pada lini jam tangan pintar Galaxy Watch yang dipasarkan secara global.

Hadirnya Strava sebagai aplikasi bawaan ini akan dimulai dari perangkat terbaru Samsung, yakni Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2.

Setiap pembelian Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2 juga akan disertai dengan penawaran khusus bagi pengguna. Beberapa keuntungan yang diberikan mencakup:

  • Langganan Strava gratis selama 60 hari.
  • Akses langsung untuk menikmati seluruh fitur premium sejak pertama kali pengguna mengaktifkan jam tangan pintar mereka.

Lebih dari itu, Strava juga akan terintegrasi secara mendalam dengan aplikasi kesehatan bawaan perangkat, Samsung Health. Mulai akhir tahun ini, pelanggan akan dapat mengakses fitur Strava Routes langsung melalui Samsung Health. Hal ini memungkinkan salah satu fitur navigasi favorit pengguna tersebut dinikmati dengan mulus langsung dari Galaxy Watch.

Chief Executive Officer Strava, Michael Martin, menyampaikan bahwa Galaxy Watch kini semakin menjadi pilihan utama bagi komunitas penggunanya. Ia menyebutkan bahwa mereka ingin Strava hadir sejak pengguna memulai perjalanan aktif mereka, sehingga setiap rekam jejak aktivitas fisik dapat tercatat dengan mudah.

“Galaxy Watch semakin menjadi pilihan utama komunitas pengguna Strava. Karena itu, kami ingin Strava hadir sejak pengguna memulai perjalanan aktif mereka, sehingga setiap aktivitas dapat tercatat dengan mudah,” jelas Martin.

Dengan menghadirkan Strava sebagai aplikasi bawaan dan mengintegrasikan fitur Routes ke Samsung Health, pengguna diharapkan dapat merasakan pengalaman penggunaan yang maksimal sejak pertama kali mengenakan jam tangan mereka. Langkah ini disebut sebagai awal dari berbagai inovasi lanjutan yang akan segera dihadirkan untuk pengguna.

Pembaruan integrasi dengan Samsung Health yang mencakup dukungan bawaan untuk fitur Strava Routes ini akan mulai digulirkan secara bertahap bagi para pengguna Galaxy Watch di seluruh dunia dalam beberapa bulan ke depan.

Sumber :https://inet.detik.com/consumer/d-8588408/strava-jadi-aplikasi-bawaan-samsung-galaxy-watch9-dan-watch-ultra2