Ini Upaya Pertamina Membangun Desa Mandiri Energi

Ini Upaya Pertamina Membangun Desa Mandiri Energi

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketika banjir dan longsor memutus akses menuju sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir 2025, persoalan yang dihadapi masyarakat bukan hanya keterbatasan bahan pangan. Energi juga menjadi kebutuhan yang paling mendesak.

Bahan bakar dibutuhkan untuk kendaraan evakuasi, LPG diperlukan agar dapur umum tetap beroperasi, sementara pasokan listrik menjadi penopang berbagai layanan darurat.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita mengatakan pengalaman tersebut kembali menegaskan bahwa energi merupakan salah satu fondasi utama dalam proses pemulihan pascabencana.

“Inti dari survival adalah energi,” ujar Arya dalam Lestari Summit 2026, Rabu (22/7/2026).

Menurut dia, pengalaman menghadapi bencana hidrometeorologi itu juga menjadi alasan Pertamina memilih memperingati hari ulang tahunnya pada Desember lalu melalui operasi kemanusiaan, bukan kegiatan seremonial.

Dalam operasi tersebut, Pertamina bekerja sama dengan TNI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendistribusikan LPG dan memastikan pasokan energi tetap tersedia di wilayah yang akses daratnya terputus.

Ratusan pekerja Pertamina bersama operator SPBU turut membantu menjaga distribusi energi di berbagai titik terdampak. Namun bagi Pertamina, penanganan darurat hanya menjadi langkah awal.

Arya mengatakan tantangan yang lebih besar adalah bagaimana masyarakat tetap memiliki akses terhadap energi ketika harus menghadapi situasi terisolasi akibat bencana.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Pertamina mengembangkan program “Desa Energi Berdikari”, sebuah inisiatif yang mendorong masyarakat memanfaatkan sumber energi yang tersedia di lingkungan sekitar.

Hingga kini, program tersebut telah diterapkan di 262 desa di berbagai wilayah Indonesia.

Berbeda dengan bisnis utama perusahaan yang bergerak di sektor energi, dalam program ini masyarakat justru didorong untuk memanfaatkan energi nonfosil sesuai potensi daerah masing-masing, mulai dari biogas, tenaga surya, mikrohidro, hingga gas metana dari tempat pembuangan akhir.

“Kami tidak mengajarkan mereka menggunakan energi fosil. Yang kami lakukan adalah membantu masyarakat melihat potensi energi yang ada di sekitar mereka sehingga tetap memiliki sumber energi ketika menghadapi situasi darurat,” kata Arya.

Mitigasi risiko

Menurut dia, pendekatan tersebut bertujuan membangun ketahanan masyarakat, terutama di daerah yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana maupun keterisolasian.

Salah satu contoh penerapan program tersebut berada di Dusun Bondan, Cilacap, Jawa Tengah. Wilayah yang sebelumnya belum terjangkau jaringan listrik kini memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi utama.

Ketersediaan listrik tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dimanfaatkan nelayan untuk mengoperasikan mesin pendingin hasil tangkapan sehingga kualitas ikan dapat dipertahankan lebih lama. Di wilayah yang sama, masyarakat juga mulai memanfaatkan sistem peringatan dini banjir rob berbasis Internet of Things (IoT).

Selain mendukung akses energi, Pertamina menyebut sejumlah desa binaan juga memanfaatkan pasokan energi terbarukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui pengelolaan lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

Arya menambahkan bahwa pengalaman menangani berbagai bencana juga mendorong perusahaan memanfaatkan kemampuan teknis yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penyediaan air bersih.

Dengan keahlian yang selama ini digunakan dalam kegiatan eksplorasi migas, tim teknis Pertamina melakukan pemboran air di sejumlah wilayah terdampak bencana. Menurut Arya, pendekatan tersebut menjadi salah satu cara memanfaatkan kompetensi perusahaan untuk mendukung proses pemulihan masyarakat.

Baginya, ketahanan energi tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan bahan bakar atau listrik, tetapi juga tentang kemampuan masyarakat untuk tetap bertahan ketika menghadapi situasi yang tidak menentu.

Melalui pendekatan itu, keberlanjutan dipandang bukan sekadar upaya mengurangi emisi, melainkan membangun komunitas yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai risiko di masa depan.

Sumber : https://lestari.kompas.com/read/2026/07/24/144807486/ini-upaya-pertamina-membangun-desa-mandiri-energi

Mana lebih penting: Bertanya atau menjawab?

Mana lebih penting: Bertanya atau menjawab?

Jakarta (ANTARA) – “Silakan, siapa yang bisa menjawab?” Kalimat itu mungkin merupakan pertanyaan yang paling sering terdengar di ruang-ruang kelas. Sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi, peserta didik dibiasakan untuk menjawab pertanyaan pendidik.

Ujian pun hampir selalu mengukur kemampuan menjawab. Semakin banyak jawaban yang benar, semakin tinggi nilai yang diperoleh. Sebaliknya, sangat jarang pendidik bertanya, “Siapa yang dapat mengajukan pertanyaan yang paling baik hari ini?”

Hampir semua lompatan besar dalam sejarah ilmu pengetahuan justru diawali oleh satu pertanyaan yang baik, bukan oleh satu jawaban.

Isaac Newton tidak memulai teorinya dengan jawaban, tetapi dengan pertanyaan mengapa apel jatuh ke bawah. Charles Darwin bertanya mengapa makhluk hidup memiliki keragaman yang begitu besar. Menurut Albert Einstein, merumuskan satu masalah sering kali lebih penting daripada menemukan solusinya.

Pengetahuan berkembang karena manusia bertanya, bukan karena manusia berhenti bertanya.

Ironisnya, pendidikan kita masih lebih banyak memberi penghargaan kepada jawaban daripada pertanyaan. Selama berabad-abad, pendekatan itu mungkin sudah memadai.

Ketika buku sulit diperoleh dan pendidik menjadi sumber utama pengetahuan, kemampuan menjawab memang menjadi indikator keberhasilan belajar. Peserta didik perlu menguasai sebanyak mungkin pengetahuan yang dimiliki pendidiknya.

Internet kemudian mengubah dunia. Informasi tidak lagi langka. Hampir semua jawaban dapat ditemukan melalui mesin pencari. Pendidikan pun mulai bergeser. Hal yang penting bukan lagi menghafal, melainkan mengetahui bagaimana mencari informasi.

Kini, kecerdasan artifisial (AI) kembali mengubah lanskap pendidikan secara lebih mendasar. AI tidak hanya membantu mencari informasi, tetapi juga menghasilkan jawaban. Dalam hitungan detik, AI mampu menjawab hampir semua pertanyaan dengan bahasa yang runtut, lengkap, dan meyakinkan.

Jika demikian, masihkah kemampuan menjawab menjadi ukuran utama kecerdasan? Pertanyaan inilah yang perlu dijawab kembali oleh dunia pendidikan.

Di era AI, jawaban menjadi semakin murah. Hampir semua orang dapat memperolehnya kapan saja. Hal yang justru semakin mahal adalah kemampuan mengajukan pertanyaan yang tepat dan menilai apakah jawaban yang diterima benar atau tidak.

AI dapat menghasilkan jawaban yang sangat meyakinkan, tetapi tidak selalu benar. AI dapat menciptakan rujukan yang tidak pernah ada, mengutip penelitian yang keliru, atau menyusun argumentasi yang tampak logis tetapi sesungguhnya lemah.

Oleh karena itu, kemampuan yang paling dibutuhkan bukan sekadar memperoleh jawaban, melainkan memeriksa kebenaran jawaban. Pendidikan perlu melakukan perubahan paradigma.

Sekolah tidak cukup mengajarkan peserta didik bagaimana menjawab. Sekolah juga harus mengajarkan bagaimana bertanya.

Pertanyaan yang baik lahir dari rasa ingin tahu, keraguan yang sehat, kemampuan mengamati, dan keberanian mempertanyakan sesuatu yang selama ini dianggap benar. Semua penemuan ilmiah berawal dari kebiasaan seperti itu. Sayangnya, budaya bertanya belum tumbuh kuat di banyak ruang kelas kita.

Tidak sedikit peserta didik yang memilih diam karena takut pertanyaannya dianggap bodoh. Sebaliknya, pendidik sering merasa berhasil apabila mampu menjelaskan semua materi tanpa menyisakan pertanyaan. Padahal, kelas yang baik bukanlah kelas yang dipenuhi jawaban, melainkan kelas yang dipenuhi pertanyaan bermakna.

Pertanyaan memaksa peserta didik berpikir. Pertanyaan mendorong mereka mencari bukti. Pertanyaan mengajak mereka membandingkan berbagai sudut pandang. Pertanyaan melatih mereka menyadari bahwa satu persoalan sering kali memiliki lebih dari satu kemungkinan jawaban.

Pertanyaan yang baik membentuk kerendahan hati intelektual. Orang yang terbiasa bertanya tidak mudah merasa paling benar. Ia selalu membuka ruang bagi kemungkinan bahwa pemahamannya masih belum lengkap. Sebaliknya, orang yang hanya terbiasa menjawab sering kali merasa telah selesai belajar.

Di era media sosial, kemampuan bertanya menjadi semakin penting. Banyak pertengkaran di ruang digital sebenarnya berawal dari kegagalan mengajukan pertanyaan sederhana: Benarkah informasi ini? Dari mana sumbernya? Apa buktinya? Apakah ada penjelasan lain? Mungkinkah informasi ini telah dipotong dari konteksnya?

Karena pertanyaan-pertanyaan itu tidak diajukan, orang lebih cepat bereaksi daripada memeriksa. Emosi mendahului penalaran. Akibatnya, hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian menyebar jauh lebih cepat daripada klarifikasinya.

Dalam konteks inilah arah kebijakan Pembelajaran Mendalam menemukan relevansinya. Pembelajaran yang mendalam tidak mungkin terjadi apabila peserta didik hanya menerima informasi apa adanya. Mereka harus memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan pengetahuan. Ketiga proses itu selalu diawali oleh pertanyaan yang baik.

Oleh karena itu, salah satu tugas penting pendidik pada abad ke-21 bukan lagi menjadi orang yang memiliki semua jawaban, melainkan menjadi orang yang mampu menumbuhkan pertanyaan-pertanyaan yang bermakna.

Pendidik tidak kehilangan perannya karena hadirnya AI. Justru perannya menjadi semakin penting. AI dapat memberikan jawaban, tetapi AI tidak dapat menggantikan guru dalam membimbing peserta didik membangun rasa ingin tahu, berpikir kritis, berdialog secara sehat, dan menggunakan pengetahuan secara bertanggung jawab. Barangkali di sinilah letak perubahan terbesar pendidikan pada abad ini.

Selama ini kita lebih banyak berbicara tentang transfer pengetahuan. Kini, pendidikan harus bergerak menuju validasi pengetahuan. Peserta didik tidak cukup mengetahui sesuatu; mereka harus mampu menilai apakah sesuatu itu layak dipercaya.

Konsekuensinya, cara pendidik mengajar pun perlu berubah. Keberhasilan pembelajaran tidak lagi cukup diukur dari banyaknya jawaban benar yang diberikan peserta didik, tetapi juga dari mutu pertanyaan yang mampu mereka ajukan.

Pendidik perlu mulai memberi ruang bagi peserta didik untuk bertanya, meragukan, menguji, dan mendiskusikan berbagai kemungkinan jawaban. Kelas yang hidup bukanlah kelas yang sunyi karena semua siswa mendengarkan, melainkan kelas yang dipenuhi pertanyaan yang lahir dari rasa ingin tahu.

Perubahan itu juga harus tercermin dalam asesmen. Selama ini sebagian besar penilaian mengukur kemampuan memilih atau memberikan jawaban yang benar. Ke depan, asesmen perlu semakin banyak mengukur kemampuan menyusun pertanyaan yang bermakna, mengevaluasi kredibilitas sumber informasi, membedakan fakta, opini, dan interpretasi, serta menjelaskan mengapa suatu jawaban dapat dipercaya atau justru harus diragukan.

Kemampuan seperti inilah yang akan menentukan keberhasilan seseorang hidup di tengah banjir informasi dan pesatnya perkembangan AI.

Pertanyaan dalam judul tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mempertentangkan bertanya dan menjawab. Keduanya sama-sama penting. Namun, urutannya tidak boleh terbalik. Jawaban yang baik selalu lahir dari pertanyaan yang baik.

Di era kecerdasan artifisial, ketika hampir semua jawaban dapat dihasilkan oleh mesin dalam hitungan detik, pendidikan harus semakin menghargai mereka yang mampu mengajukan pertanyaan yang tepat, memeriksa bukti dengan jujur, dan mengubah pendapatnya ketika kebenaran menunjukkan arah yang berbeda. Mungkin itulah ciri manusia terdidik pada abad 21.

*) Ali Saukah, Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur dan anggota Dewan Pendidikan Nasional

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5663987/mana-lebih-penting-bertanya-atau-menjawab

Pentingnya hadirkan ekosistem kreatif bebas narkoba bagi generasi muda

Pentingnya hadirkan ekosistem kreatif bebas narkoba bagi generasi muda

Jakarta (ANTARA) – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya menghadirkan ekosistem industri kreatif yang aman dan bebas dari narkoba bagi generasi muda.

“Penyediaan wadah ekspresi yang positif dan produktif sangat penting bagi para pemuda agar mereka terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” kata Riefky dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/7), Riefky menyoroti perkembangan ekosistem kreatif menjadi sangat krusial, mengingat ekonomi kreatif kini berperan sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang efektif membentengi serta menyalurkan potensi generasi muda.

“Ekonomi kreatif menawarkan jalan bagi anak muda untuk membuktikan diri serta meraih kesuksesan melalui bakat dan karya nyata. Dengan iklim berkarya yang sehat, kita menjauhkan mereka dari jerat bahaya narkotika,” kata Riefky.

Ia menambahkan kehadirannya merupakan tindak lanjut pertemuan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 9 Juni 2026 guna memperluas edukasi dan mitigasi risiko narkotika, sekaligus menegaskan komitmen sektor ekonomi kreatif dalam melindungi generasi muda.

Kementerian Ekonomi Kreatif dan BNN berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika melalui riset, penguatan SDM, sosialisasi di Creative Hub, pengembangan konten edukatif, serta kewirausahaan bagi generasi muda pada tujuh subsektor prioritas ekonomi kreatif.

Pelibatan generasi muda dinilai menjadi kunci karena Generasi Z dan Milenial mendominasi 63 persen tenaga kerja sektor kreatif. Melalui ruang berkarya yang produktif, ekonomi kreatif diharapkan mampu membentengi mereka dari penyalahgunaan narkotika.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menekankan bahwa pemberantasan narkoba merupakan komitmen strategis nasional dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Pemerintah akan terus melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan zat terlarang, termasuk dengan penguatan peran BNN, pencegahan dan deteksi dini serta berkolaborasi lintas kementerian dalam menghadapi perkembangan modus kejahatan narkotika dan kemunculan jenis narkotika baru (NPS).

“Saya ulangi, pemberantasan narkoba adalah syarat mutlak untuk mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045, bentuk komitmen politik dan strategis nasional yang tegas,” ujar Djamari.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto turut menyampaikan bahwa upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika tidak hanya sebatas penindakan hukum, tetapi juga kerja sama dalam membangun ketahanan diri generasi muda agar terhindar dari jerat narkoba sejak usia dini.

“Melalui kolaborasi lintas sektor, kita dapat memutus akar masalah sosial ekonomi sekaligus menyediakan pilihan kehidupan yang produktif dan bernilai bagi masa depan anak bangsa,” tambah Suyudi.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5663924/pentingnya-hadirkan-ekosistem-kreatif-bebas-narkoba-bagi-generasi-muda

Google: AI dan YouTube Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Indonesia

Google: AI dan YouTube Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Google merilis laporan dan diskusi peluang AI serta pemanfaatannya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif, Kamis (23/7/2026) di Jakarta. Acara ini bertujuan mewujudkan era AI di Indonesia dalam pertumbuhan ekonomi kreatif.

Sektor ekonomi di Indonesia terus tumbuh menjadi lebih kuat dari tahun ke tahun, terutama terlihat dari pertumbuhan dalam penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan juga YouTube.

Di Indonesia sendiri pengguna AI tingkat menengah dan mahir hampir mencapai dua per tiga dari total keseluruhan pengguna.

Sebagai informasi, lebih dari 59% pengguna internet di Indonesia (sekitar 130 juta hingga 150 juta orang) telah menggunakan atau mencoba alat berbasis AI.

Mereka memanfaatkan AI sebagai wadah untuk mencari ide dan manfaat lainnya yang mendorong produktivitas.

YouTube menjadi wadah bagi kreator, memanfaatkan platform sebagai penggerak perekonomian. Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, mengatakan ekosistem kreatif YouTube di Indonesia sudah berkontribusi lebih dari Rp 8,4 triliun produk domestik bruto atau PDB Indonesia.

Di Indonesia, kreator konten telah menjadi salah satu profesi utama, terutama di YouTube. Banyak kreator menjadi pelaku UMKM yang mampu membuka lapangan pekerjaan serta menggerakkan perekonomian.

“Tidak hanya ekosistem, tetapi juga mendukung lebih dari 190.000 lapangan pekerjaan dan juga membantu 81% kreator di Indonesia untuk memperoleh pendapatan dari YouTube dan menjangkau audiens internasional.” ujar Veronica.

Berkat YouTube, 81% kreator menyebutkan konten mereka menjadi mudah menjangkau audiens internasional yang sebelumnya sulit mereka akses. Tidak hanya itu, 75% usaha kecil dan menengah (UKM) dengan channel YouTube juga dapat menjangkau pasar internasional.

Bukti Nyata

Melalui AI, para kreator dan UKM Indonesia dapat dengan mudah menjangkau audiens internasional lebih luas tanpa hambatan penerjemahan, produksi, pemasaran, dan distribusi.

Salah satu bukti nyatanya pada Podcast “Keluarga Artis” oleh Mario Caesar dan Niky Putra yang mendapat ribuan subscribers. Melalui podcast ini, mereka dapat mengubah penonton setia mereka menjadi sumber pendapatan dengan perencanaan yang matang.

Selain itu, lebih dari 25% jumlah saluran di YouTube dapat menghasilkan pendapatan sebesar 10 digit atau lebih secara tahunan.

Sementara aplikasi streaming Vidio dapat menggaet 5 juta pelanggan berbayar dan 20 juta penonton bulanan. Dengan mengambil pendekatan hibrida terhadap AI, memudahkan mereka dalam mempercepat produksi dan penyuntingan.

Hasil dari pembuatan konten animasi yang didukung AI, selain waktu, mereka mendapat peningkatan penonton sebesar 93% naik dari peringkat 11 ke 6 dalam peringkat TV prime-time.

Hal ini menjadi bukti nyata atas sumber penghasilan dari YouTube tidak lagi terpaku pada satu jalur konvensional, namun kreator kini sudah lebih dapat melihat peluang lebih luas demi membangun penghasilan yang lebih stabil.

Sumber : https://www.liputan6.com/tekno/read/8253110/google-ai-dan-youtube-jadi-mesin-baru-pertumbuhan-ekonomi-kreatif-indonesia

Cara Tersembunyi untuk Kosongkan Penyimpanan Google Photos dalam Sekejap

Cara Tersembunyi untuk Kosongkan Penyimpanan Google Photos dalam Sekejap

Liputan6.com, Jakarta – Ketika bar penyimpanan berada di zona merah dan hampir penuh, pengguna biasanya akan langsung terpikir melakukan peningkatan layanan Google One sebelum memeriksa pengaturan.

Membiarkan Google menghapus hampir 150GB foto dan video yang sudah dicadangkan terdengar mengerikan. Namun, pengaturan ini dapat membantu kamu memberikan ruang penyimpanan lebih besar. Demikian sebagaimana dilansir Android Police, Senin (20/7/2026).Ubah Kualitas Cadangan ke Penghemat Penyimpanan

Ketika mulai menggunakan Google Photos, terdapat pertanyaan muncul apakah ingin mencadangkan foto asli dalam kualitas penuh.

Ketika memilih untuk mencadangkan foto asli dengan kualitas penuh, keputusan tersebut berakhir disesali, sebagaimana seiring berjalannya waktu, foto kamera semakin canggih dan koleksi foto kian banyak.

Penghemat Penyimpanan (Storage Saver) dapat membatasi resolusi foto hingga 16MP dan untuk video hingga 1080p, serta berfungsi pada beberapa file media yang kompatibel. Beberapa jenis foto seperti mode Portrait, tidak bisa dikompres sama sekali.

Dengan demikian, kamu harus ganti dari Kualitas Asli ke Penghemat Penyimpanan (Storage Saver). Untuk gambar dan video dengan kualitas tinggi, kamu juga bisa mencadangkan ke tempat lain.

Pengaturan ini hanya akan berpengaruh pada unggahan baru, dan ini tidak langsung terlihat saat melakukan pengaturan awal. Juga tidak akan memengaruhi gambar berkualitas tinggi yang sudah lama ada di akun kamu.

Nonaktifkan Pencadangan untuk Folder yang Tidak Perlu

Google Photos memberikan pilihan folder lokal tertentu sejak 2014. Dengan mengaktifkan pencadangan untuk semua folder, termasuk sinkronisasi otomatis pada folder baru yang muncul, hasilnya setiap folder di galeri otomatis masuk ke cloud.

Hal ini termasuk foto-foto dan video-video yang sudah lama mengendap bertahun-tahun, juga salinan duplikat di berbagai folder dan sudah terlupakan.

Saat mencoba untuk mematikan fitur penyebab masalah dan menghapus yang sudah diunggah, hal ini tidak mengurangi jumlah angka pada penyimpanan.

Kosongkan Sampah

Google Photos menahan foto atau video yang terhapus di ‘tempat sampah’ selama 60 hari sebelum dihapus permanen. Hal ini tentu akan memakan kuota kamu.

Meskipun sistem itu berfungsi sebagai pengaman, akan menjengkelkan ketika ingin menghapus media demi mengosongkan ruang penyimpanan, namun indikatornya sama sekali tidak bergerak.

Untuk dapat benar-benar melihat angka penyimpanan berkurang, kamu perlu menghapus media yang tersimpan di tempat sampah.

Buka Kelola Penyimpanan

Di bawah pengaturan Photos (Photos settings) > Cadangan (Backup) > Kelola penyimpanan (Manage storage), Google memberikan daftar kategori yang bisa kamu bersihkan, seperti foto buram, tangkapan layar, foto dan video berukuran besar, serta lampiran Gmail berukuran besar dan file yang tersimpan di folder Sampah Drive.

Melalui kelola penyimpanan, banyak media tersembunyi yang diperlihatkan Google untuk kamu mengosongkan ruang penyimpanan sebelum mengeluarkan uang demi meningkatkan paket Google One.

Ubah Foto ke Mode Penghemat Penyimpanan

Di klien web photos.google.com, di bawah Pengaturan (Settings) > Kelola penyimpanan (Manage storage) > Pulihkan penyimpanan (Recover storage) > Ubah foto & video yang ada ke mode Penghemat penyimpanan (Convert existing photos & videos to Storage saver). Fitur ini juga tersedia versi aplikasi Android.

Setelah prosesnya selesai, dikatakan telah turun di bawah 50% dari perpustakaan yang hampir penuh selama hampir setahun.

Sebagai catatan, sebelum mengklik, proses ini sifatnya menyeluruh sehingga kamu tidak bisa melindungi foto tertentu dari kompresi sambil mengonversi sisanya. File asli kamu juga akan langsung terganti dengan file berukuran kecil secara permanen.

Foto beresolusi penuh bisa kamu simpan di tempat lain terlebih dahulu.

Pengaturan yang Seharusnya Default

Membeli penyimpanan cloud mungkin akan sama saja mengembalikan notifikasi serupa kembali, karena masalah sebenarnya bukan soal kapasitas.

Folder yang belum diperiksa, dan setiap file berkualitas asli yang tidak diperlukan akan tetap di sana, hanya untuk mengisi lebih banyak ruang.

Google perlu menambahkan fitur penghapusan duplikat seperti Samsung Gallery agar pengguna tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan secara manual.

Sumber : https://www.liputan6.com/tekno/read/8250334/cara-tersembunyi-untuk-kosongkan-penyimpanan-google-photos-dalam-sekejap

Apple Siapkan Kejutan Baru, MacBook Terbaru Dikabarkan Dapat Banyak Upgrade

Apple Siapkan Kejutan Baru, MacBook Terbaru Dikabarkan Dapat Banyak Upgrade

Liputan6.com, Jakarta – Rumor terkait peningkatan Macbook telah berhembus beberapa bulan lalu. Apple dikabarkan, akan menambahkan layar sentuh OLED ke MacBook Pro.

Namun, dilaporkan edgadget, Jumat (24/7/2026), peningkatan jajaran MacBook Apple ini, tidak hanya sebatas layar sentuh saja. Raksasa teknologi Amerika Serikat ini juga berencana untuk menggunakan chip A19 Pro yang pertama kali diperkenalkan di iPhone 17 Pro pada MacBook Neo. Selain itu, peningkatan tersebut juga termasuk penggunaan RAM yang lebih besar, dan pilihan warna-warna baru.

Dalam waktu dekat, Apple juga telah menyiapkan pembaruan untuk iMac dan MacBook Pro 14 inci kelas pemula. Selain itu, penyegaran juga memungkinkan untuk penggunaan chip M5 dan M6.

Sementara itu, pada akhir tahun atau awal 2027, perusahaan juga berencana untuk memperkenalkan MacBook Ultra, yang akan menggunakan hip M5 Pro dan M5 Max dari MacBook Pro kelas atas saat ini, tetapi dengan layar sentuh OLED baru dan penyesuaian antarmuka macOS .

Sedangkan untuk tahun depan, Apple dilaporkan berencana untuk memperbarui MacBook Air 13 inci dan 15 inci, kemungkinan juga dengan chip M6, dan dengan asumsi kendala pasokan tidak bermasalah.

Tidak berhenti sampai di situ, Apple juga dikabarkan sedang menguji versi Mac Mini dengan chip M5 Pro dan M6.

Penyegaran Lini MacBook Lainnya

Mac Studio yang sedang dalam pengembangan saat ini, dikabarkan bakal menggunakan chip M5 Max atau M5 Ultra. Rencana perusahaan untuk mendesain ulang sepenuhnya MacBook Pro 14 inci juga masih dalam pengerjaan, dan laptop baru tersebut dilaporkan akan dipasarkan dengan chip M7.

Selain peningkatan langsung tersebut, tampaknya layar OLED juga akan perlahan-lahan diterapkan pada produk-produk perusahaan, dimulai dengan iPad Mini, kemudian hadir di MacBook Pro, versi MacBook Air 2028, dan suatu saat nanti, iMac. Versi Pro dan Max dari chip M7 juga akan diperkenalkan pada MacBook Pro tahun depan.

Sumber : https://www.liputan6.com/tekno/read/8253235/apple-siapkan-kejutan-baru-macbook-terbaru-dikabarkan-dapat-banyak-upgrade

Apa yang Terjadi pada Ruh setelah Kematian? Sakaratul Maut hingga Kondisinya di Alam Barzakh

Apa yang Terjadi pada Ruh setelah Kematian? Sakaratul Maut hingga Kondisinya di Alam Barzakh

Liputan6.com, Jakarta – Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan merasakan kematian, yakni berpisahnya antara jasad dan ruh. Kerapkali muncul pertanyaan, apa yang terjadi pada ruh setelah kematian?

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Isra’ ayat 85: “Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh. Katakanlah, ‘Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan kamu tidak diberi pengetahuan kecuali hanya sedikit.'”. Pada hakikatnya ruh adalah urusan Allah yang tidak sepenuhnya dapat dijangkau oleh akal manusia, terkecuali dari informasi dalam Al-Qur’an dan hadis.

Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitab ar-Ruh, menjelaskan tentang perjalanan ruh setelah kematian hingga hari kiamat. Beliau membagi ruh setelah dicabut dari jasadnya menjadi dua golongan: ruh yang merasakan kenikmatan (al-arwah al-mun’amah) dan ruh yang mendapat siksa (al-arwah al-mu’adzdzabah).

Merangkum berbagai literatur, berikut ini adalah ulasan mengenai perjalanan ruh setelah kematian berdasarkan dalil dari Al-Qur’an, hadis, serta penjelasan para ulama.

Perjalanan Ruh Setelah Kematian

Dalam akidah Islam, kematian bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan awal perjalanan menuju kehidupan akhirat. Setelah ruh berpisah dari jasad, manusia memasuki alam barzakh, yaitu alam pemisah antara kehidupan dunia dan hari kebangkitan.

1. Fase Sakaratul Maut dan Pencabutan Nyawa

Sakaratul maut merupakan detik-detik terakhir kehidupan seseorang di dunia ketika ruh mulai dipisahkan dari jasad. Pada fase ini, manusia tidak lagi mampu menghindari kematian karena ajal telah tiba sesuai ketetapan Allah SWT.

Allah berfirman: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.” (QS. Ali ‘Imran: 185)

Hadits Al-Bara’ bin ‘Azib yang dikutip Abu Asma Andre dalam Ebook Kehidupan Alam Kubur dan Keadaan Penghuninya Sampai ke Hari Kebangkitan, sebelum Malaikat Maut mencabut nyawa, terlebih dahulu datang rombongan malaikat yang sesuai dengan keadaan amal seseorang.

Bagi orang beriman:

Malaikat turun dari langit dengan wajah putih bersinar seperti matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Duduk mengelilingi calon mayit sejauh mata memandang.

Malaikat Maut kemudian duduk di sisi kepala sambil berkata, “Wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya.”

Ruh keluar dengan sangat lembut, diibaratkan seperti tetesan air yang mengalir dari mulut kendi. Proses tersebut menunjukkan kemuliaan seorang mukmin yang meninggal dalam keadaan beriman.

Bagi orang kafir atau durhaka:

Sebaliknya, malaikat turun dengan wajah hitam dan menyeramkan. Mereka membawa kain kasar dari neraka. Malaikat Maut berkata, “Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju kemurkaan Allah.”

Ruh menolak keluar sehingga dicabut secara paksa, diibaratkan seperti besi bercabang yang ditarik dari bulu wol basah hingga memutus urat-urat dan pembuluh darah. Gambaran ini menunjukkan dahsyatnya sakaratul maut bagi orang yang meninggal dalam keadaan kufur atau membawa dosa besar tanpa taubat.

Para ulama menjelaskan bahwa berat atau ringannya sakaratul maut merupakan awal balasan sesuai keadaan iman dan amal seseorang.

2. Fase Perjalanan Ruh Menembus Langit

Setelah ruh keluar dari jasad, perjalanan berikutnya dimulai menuju langit bersama para malaikat. Pada tahap ini sudah tampak perbedaan perlakuan terhadap ruh mukmin dan ruh kafir.

Ruh Orang Mukmin

Menurut hadits Al-Bara’ bin ‘Azib: Ruh dibungkus menggunakan kain kafan dari surga. Ruh diberi wewangian terbaik dari surga. Malaikat membawa ruh naik melewati langit pertama hingga langit ketujuh.

Di setiap lapisan langit, para malaikat bertanya, “Ruh siapakah yang harum ini?”

Para malaikat pengiring menjawab dengan menyebut nama terbaik yang dahulu digunakan ketika hidup di dunia. Setiap pintu langit dibukakan sebagai bentuk penghormatan kepada ruh tersebut.

Sesampainya di langit tertinggi, Allah SWT berfirman: “Tuliskan catatan hamba-Ku di Illiyyin.”

Illiyyin dipahami para ulama sebagai tempat tertinggi bagi catatan amal orang-orang saleh sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Muthaffifin ayat 18–21.

Ruh Orang Kafir

Ruh mengeluarkan bau yang sangat busuk. Para malaikat langit mengenali bau tersebut. Ketika hendak memasuki langit, pintu-pintu langit tidak dibukakan. Keadaan ini sesuai firman Allah:

“Tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit.” (QS. Al-A’raf: 40). Allah kemudian memerintahkan: “Tuliskan catatannya di Sijjin.”

Sijjin dijelaskan sebagai tempat catatan amal orang-orang durhaka yang berada pada kedudukan sangat rendah sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Muthaffifin ayat 7–9.

Setelah itu ruh dilempar kembali menuju bumi untuk memasuki alam kubur.

3. Fase Kembalinya Ruh ke Jasad dan Fitnah Kubur

Tahapan berikutnya dimulai setelah proses pemakaman selesai.

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dijelaskan bahwa mayit bahkan masih mendengar suara sandal orang-orang yang meninggalkan pemakaman.

Pada saat itulah Allah mengembalikan hubungan antara ruh dengan jasad dalam bentuk yang hanya diketahui oleh Allah. Hubungan ini bukan seperti kehidupan dunia, tetapi cukup untuk menjalani kehidupan alam barzakh.

Selanjutnya datang dua malaikat yang dikenal dengan nama Munkar dan Nakir. Mereka mengajukan tiga pertanyaan pokok:

• Siapa Rabbmu?

• Apa agamamu?

• Siapa nabimu?

Menurut Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi dalam Ebook Siksa Kubur Sebuah Aqidah yang Absolut, pertanyaan ini bukan sekadar ujian hafalan.

Jawaban seseorang merupakan buah dari akidah yang benar, keimanan yang kokoh, amal saleh, dan istiqamah selama hidup. Karena itu, orang yang sekadar mengetahui Islam secara teori tetapi tidak mengamalkannya bisa saja gagal menjawab.

Adapun orang beriman akan diberikan keteguhan oleh Allah sehingga mampu menjawab dengan benar. Allah berfirman, yang artinya: “Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh…” (QS. Ibrahim: 27)

4. Fase Keputusan: Nikmat atau Azab Barzakh

Sesudah interogasi selesai, keputusan langsung diberikan tanpa menunggu hari kiamat.

Bagi Orang Beriman

Berdasarkan hadits Al-Bara’ bin ‘Azib, kuburnya dilapangkan sejauh mata memandang, dipenuhi cahaya, diberi permadani dari surga, dibukakan pintu menuju surga, memperoleh hembusan angin dan aroma surga, amal salehnya datang dalam rupa seorang lelaki yang tampan, berpakaian indah, dan berbau harum.

Lelaki itu berkata, “Akulah amal salehmu.”

Ruh mukmin kemudian berharap agar kiamat segera datang karena telah melihat balasan yang dijanjikan Allah.

Bagi Orang Kafir atau Pendosa

kuburnya disempitkan hingga tulang-belulang saling berhimpitan, dibukakan pintu menuju neraka, merasakan panas dan bau neraka, amal buruk menjelma menjadi sosok yang buruk rupa dan berbau busuk, dipukul dengan palu besi sehingga menjerit keras; jeritannya didengar seluruh makhluk kecuali manusia dan jin.

Dalam sejumlah riwayat juga disebutkan adanya berbagai bentuk azab kubur sesuai dosa yang dilakukan ketika hidup, meskipun rincian bentuk-bentuk azab tersebut berbeda tingkat kesahihannya sehingga perlu merujuk pada hadits-hadits yang sahih.

5. Fase Menyaksikan Tempat Kembali Setiap Hari

Tahapan terakhir di alam barzakh berlangsung hingga Allah membangkitkan seluruh manusia pada hari kiamat. Selama masa penantian tersebut, ruh terus diperlihatkan tempat tinggal akhirnya.

Berdasarkan hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim, setiap pagi dan petang, ruh mukmin diperlihatkan tempatnya di surga, adapun ruh orang kafir diperlihatkan tempatnya di neraka.

Bagi orang beriman, pemandangan itu menjadi kabar gembira yang terus menumbuhkan kerinduan bertemu Allah dan memasuki surga secara sempurna.

Sebaliknya, bagi orang kafir dan orang yang mendapat azab, pemandangan tersebut menjadi penyesalan yang terus berulang. Mereka mengetahui secara pasti tempat kembali mereka, tetapi tidak memiliki kesempatan lagi untuk memperbaiki amal.

Abu Asma Andre menjelaskan bahwa keadaan ini menunjukkan bahwa alam barzakh bukan sekadar masa penantian pasif. Ruh telah mulai merasakan konsekuensi dari kehidupan dunia, baik berupa kenikmatan maupun siksaan, hingga datang hari kebangkitan. Inilah sebabnya para ulama menyebut alam barzakh sebagai awal dari kehidupan akhirat, tempat setiap manusia mulai menuai hasil dari iman, amal, dan pilihan hidupnya ketika masih berada di dunia.

Hikmah Mengetahui Apa yang Terjadi Pada Ruh Setelah Kematian

1. Menebalkan Keyakinan pada Hal Gaib: Mengimani rute gaib perjalanan ruh ini adalah manifestasi keimanan yang paripurna terhadap kebenaran Al-Qur’an dan sunnah Nabi.

2. Membangkitkan Semangat Bertaubat (Taubatan Nasuha): Mengetahui bahwa siksaan bisa langsung terjadi akibat dosa yang tertumpuk membuat hamba menyegerakan permohonan ampun sebelum maut tiba.

3. Melatih Diri untuk Istiqamah Beribadah: Menyadari bahwa shalat, puasa, dan zakat kelak akan hidup dan menjaga ruh dari siksa kubur, sehingga mendorong disiplin spiritual yang tinggi.

4. Menghancurkan Sifat Materialistis (Hubbud Dunya): Harta, jabatan, dan kekuasaan tidak akan menemani ruh saat naik ke langit maupun saat berada di dalam liang lahat, sehingga melatih sifat zuhud.

5. Merajut Ukhuwah Lintas Dimensi: Memotivasi umat Islam untuk terus berbakti kepada orang tua atau sahabat yang telah tiada melalui sedekah jariyah, ziarah kubur, dan doa berkelanjutan yang sangat dinantikan oleh para arwah.

 

Pertanyaan Seputar Perjalanan Ruh Setelah Meninggal

1. Ke mana perginya ruh setelah seseorang meninggal?

Ruh yang telah dicabut akan dibawa naik melintasi langit untuk dicatat amalannya (ke ‘Illiyyin bagi mukmin atau ditolak ke Sijjin bagi kafir), lalu dikembalikan ke jasadnya di alam kubur (barzakh) untuk menjalani ujian pertanyaan dari malaikat.

2. Apakah ruh orang yang meninggal bisa mendengar?

Ya. Berdasarkan hadits sahih, sesaat setelah dikuburkan, ruh yang telah dikembalikan ke jasad mampu mendengar dengan jelas derap langkah kaki atau suara sandal orang-orang yang beranjak meninggalkannya di pemakaman.

3. Bagaimana kondisi ruh orang jahat atau kafir saat dicabut?

Malaikat maut turun dengan wujud menakutkan, membentak dengan keras, lalu mencabut nyawanya dengan sangat kasar dan menyakitkan, layaknya mencabut besi berduri dari bulu domba yang basah, hingga memutus urat-urat nadinya.

4. Apakah arwah-arwah di alam barzakh saling bertemu?

Ya, arwah orang-orang yang beriman diberikan kelonggaran oleh Allah SWT untuk saling berkunjung dan akan menyambut dengan gembira ruh kerabatnya yang baru saja meninggal dunia untuk saling bertukar kabar.

5. Apa yang bisa membantu ruh melewati masa-masa sulit di alam kubur?

Selain tauhid yang bersih, amalan sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, rutinitas membaca Surah Al-Mulk, serta doa, tahlil, dan hadiyuwan (hadiah pahala bacaan Qur’an) dari orang hidup sangat efektif melapangkan dan menenangkan ruh di sana.

Sumber : https://www.liputan6.com/islami/read/8251671/apa-yang-terjadi-pada-ruh-setelah-kematian-sakaratul-maut-hingga-kondisinya-di-alam-barzakh

Memahami Kehidupan di Alam Barzakh Menurut Islam, Nikmat dan Siksanya

Memahami Kehidupan di Alam Barzakh Menurut Islam, Nikmat dan Siksanya

Liputan6.com, Jakarta – Memahami kehidupan di alam barzakh menurut Islam merupakan bagian penting dari akidah setiap muslim. Alam barzakh adalah fase yang pasti akan dilalui setiap manusia setelah meninggal dunia, menjadi penghubung antara kehidupan di dunia yang sementara dengan kehidupan akhirat yang kekal.

Dalam Ebook Siksa Kubur Sebuah Aqidah yang Absolut, Ustadz Abu Ubaidah Yusuf menjelaskan bahwa meyakini adanya alam barzakh beserta nikmat dan azab kubur merupakan bagian dari akidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Karena itu, mengingkari keberadaannya termasuk penyimpangan dari ajaran yang telah ditetapkan berdasarkan dalil-dalil syariat.

Al-Qur’an juga memberikan petunjuk tentang adanya kehidupan di alam barzakh. Allah SWT berfirman, “Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang” (QS. Ghafir: 46). Menurut Al-Hafizh Ibnu Katsir, ayat ini menjadi salah satu dalil yang menunjukkan adanya balasan bagi manusia di alam kubur sebelum datangnya hari kiamat.

Sementara itu, Abu Asma Andre dalam Ebook Kehidupan Alam Kubur menjelaskan bahwa alam kubur merupakan persinggahan pertama menuju kehidupan akhirat. Keadaan seseorang di alam barzakh bergantung pada keimanan dan amal saleh yang telah dikerjakannya selama hidup di dunia.

1. Kondisi Alam Barzakh

Alam barzakh adalah alam peralihan antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Istilah “barzakh” secara bahasa berarti pemisah atau dinding antara dua hal. Alam ini disebut juga sebagai alam kubur karena menjadi tempat persinggahan ruh manusia setelah berpisah dari jasadnya.

Seringkali orang menganggap kubur sebagai alam barzakh, padahal kubur hanyalah tempat untuk menyimpan jasad orang yang telah meninggal. Alam barzakh sendiri merupakan tempat penantian sebelum memasuki alam akhirat, yaitu padang mahsyar.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Mu’minun ayat 100: “Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan”. Ayat ini menegaskan bahwa setelah kematian, manusia berada di alam barzakh hingga hari kebangkitan tiba.

Allah SWT juga berfirman: “Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat” (QS. Ibrahim: 27). Ayat ini, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Qayyim, menunjukkan bahwa orang mukmin akan diteguhkan hatinya di alam kubur untuk menghadapi segala prosedur yang ada di alam barzakh.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya kubur adalah taman dari taman-taman surga atau lubang dari lubang-lubang neraka” (HR. Tirmidzi). Hadits ini menegaskan bahwa alam kubur—atau barzakh—merupakan cerminan awal dari nasib seseorang di akhirat.

2. Keadaan Ruh di Alam Barzakh

Mayoritas ulama (jumhur) berpendapat bahwa di alam kubur, Allah mengembalikan ruh ke seluruh anggota badan jenazah sehingga ahli kubur dapat mendengar, melihat, dan menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir. Ibnu Hajar berpendapat bahwa ruh dikembalikan hanya ke setengah badan bagian atas.

Kehidupan ahli kubur bukanlah kehidupan sempurna seperti di dunia, melainkan pertengahan antara kematian dan kehidupan, sebagaimana pertengahan kondisi tidur antara mati dan hidup.

Allah mengembalikan fungsi pancaindra, akal, dan kesadaran ahli kubur di alam barzakh agar mereka dapat menangkap pertanyaan malaikat dan merasakan berbagai kondisi di alam barzakh.

3. Perbedaan Keadaan Ruh di Alam Barzakh

Ruh orang beriman ditempatkan di alam barzakh yang luas, di dalamnya terdapat ketenteraman, rezeki, dan kenikmatan. Mereka akan merasakan berbagai macam kenikmatan di alam kubur. Kenikmatan pertama yang diterima adalah Allah memantapkan hatinya untuk menghadapi segala prosedur di alam barzakh.

Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa orang mukmin dapat melihat neraka yang Allah telah menjaganya dari dalam kuburnya. Ia juga diperlihatkan kamarnya di surga. Selain itu, Allah menyinari kuburnya dan menjadikannya lapang, sehingga orang mukmin itu dapat tidur dalam kuburnya dengan sebaik-baik tidur.

Allah SWT berfirman: “Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya, mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya” (QS. Ali Imran: 169).

Sementara, ruh orang kafir dan pendurhaka berada di barzakh yang sempit, di dalamnya hanya ada kesusahan dan siksa. Mereka akan mendapatkan siksa kubur yang pedih. Para penghuni alam barzakh yang durhaka menerima siksa kubur, sementara orang-orang yang beriman dan bertakwa telah disiapkan berbagai macam kenikmatan.

4. Durasi di Alam Barzakh

Para penghuni alam barzakh akan tinggal di tempat tersebut sejak dia meninggal sampai datangnya hari Kiamat. Jika umur manusia sudah mencapai ribuan tahun, betapa lamanya mereka tinggal di alam kubur tersebut.

5. Pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir

Di alam barzakh, setiap manusia akan menghadapi fitnah kubur—ujian berupa pertanyaan dari Malaikat Munkar dan Nakir. Kedua malaikat ini datang segera setelah proses pemakaman selesai dan para pengantar jenazah telah berpaling pergi.

Pertanyaan yang diajukan meliputi:

“Siapa Tuhanmu?” (Man rabbuka?)

“Apa agamamu?” (Ma dinuka?)

“Siapa nabimu?” (Man nabiyyuka?)

Orang beriman akan menjawab dengan mantap: “Tuhanku Allah, agamaku Islam, dan nabiku Muhammad.” Sementara orang kafir dan munafik akan kebingungan: “Ha, aku tidak tahu, aku hanya mendengar orang-orang mengatakan sesuatu.”

6. Nikmat dan Siksa di Alam Barzakh

Bagi orang yang beriman dan bertakwa, alam barzakh menjadi taman dari taman-taman surga. Mereka akan merasakan:

· Kelapangan kubur sejauh mata memandang

· Cahaya yang menerangi kegelapan kubur

· Aroma wangi dari surga

· Diperlihatkannya tempat di surga sebagai kabar gembira

Siksa Kubur

Bagi orang kafir dan pendurhaka, alam barzakh menjadi lubang dari lubang-lubang neraka. Mereka akan merasakan:

· Kesempitan kubur hingga tulang-tulang remuk

· Kegelapan yang mencekam

· Panas dan pengap yang menyiksa

· Diperlihatkannya tempat di neraka sebagai peringatan

Alam barzakh diyakini sebagai tempat sempit, gelap, sepi, panas, dan pengap bagi ahli kubur. Namun amal ibadah yang dikerjakan selagi hidup dapat meringankan beban ahli kubur di alam barzakh.

7. Ditampakkannya Tempat Kembali Setiap Pagi dan Petang

Setiap pagi dan petang, penduduk barzakh akan diperlihatkan tempat tinggal abadi mereka kelak. Mukmin diperlihatkan surga sehingga ia bahagia dan meminta agar kiamat disegerakan. Orang kafir diperlihatkan neraka sehingga ia ketakutan dan memohon agar kiamat tidak pernah ditegakkan.

Amalan Agar Selamat di Alam Kubur

Terdapat beberapa amalan yang dapat menjadi bekal dan penyelamat di alam kubur:

1. Shalat, Puasa, Sedekah, dan Sabar

Syekh Ahmad bin Hijazi Al-Fasyani menjelaskan bahwa ketika jenazah diletakkan di alam kubur, empat api menghampirinya. Namun amal shalat datang memadamkan satu titik api, puasa memadamkan satu titik api lainnya, sedekah memadamkan satu titik api berikutnya, dan kesabaran memadamkan satu titik api terakhir.

2. Membaca Surat Al-Mulk Sebelum Tidur

Membaca sepuluh ayat pertama Surat Al-Mulk sebelum tidur akan dijauhkan dari siksa kubur. Surat Al-Mulk disebut al-Mani’ah (yang mencegah) dan al-Munjiyah (yang menyelamatkan) dari siksa kubur.

3. Membaca Surat Al-Ikhlas 40 Kali Saat Sakit Menjelang Kematian

Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin dalam Busyral Karim menyebutkan bahwa siapa yang membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 40 kali saat sakit menjelang kematiannya, maka ia tidak disiksa dalam kubur dan aman dari impitan kubur.

4. Membaca Doa Perlindungan dari Siksa Kubur

Rasulullah SAW mengajarkan doa yang dibaca setelah tasyahud akhir: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari keburukan fitnah Dajjal” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Lima Bekal ke Alam Kubur

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa sebagai bekal manusia ke dalam kubur ada lima perkara:

· Melazimkan membaca Al-Qur’an

· Shalat pada tengah malam (shalat tahajud)

· Shalat Dhuha

· Puasa dan bersedekah

· Melazimkan khalwat (menyendiri untuk beribadah)

Hikmah Memahami Kehidupan di Alam Barzakh

1. Meningkatkan Kesadaran akan Kematian

Pemahaman tentang alam barzakh mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara. Kesadaran ini mendorong seseorang untuk tidak terlena dengan gemerlap dunia.

2. Mendorong Perbanyakan Amal Saleh

Mengetahui bahwa amal perbuatan akan menjadi bekal di alam barzakh mendorong seseorang untuk memperbanyak kebaikan dan menjauhi maksiat.

3. Memperkuat Keimanan dan Ketakwaan

Keyakinan akan adanya nikmat dan siksa kubur memperkuat iman kepada hari akhir dan mendorong ketakwaan yang lebih tinggi.

4. Menumbuhkan Rasa Takut yang Produktif

Ketakutan akan siksa kubur bukanlah ketakutan yang melumpuhkan, melainkan dorongan untuk segera bertaubat dan memperbaiki diri.

5. Mengingatkan akan Pentingnya Akidah yang Lurus

Pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir berpusat pada masalah akidah, mengingatkan bahwa kemurnian akidah adalah fondasi keselamatan di alam kubur.

Pertanyaan Seputar Alam Barzakh

1. Apa perbedaan antara alam barzakh dan alam kubur?

Alam barzakh adalah alam kehidupan setelah kematian yang sangat luas, sementara kubur hanyalah tempat untuk menyimpan jasad orang yang telah meninggal. Alam barzakh merupakan tempat penantian sebelum memasuki alam akhirat, di mana seorang hamba akan mendapatkan kenikmatan atau siksa sesuai amalnya.

2. Apakah ruh orang yang sudah meninggal bisa kembali ke dunia?

Tidak. Menurut Muhammadiyah, manusia yang sudah pindah ke alam barzakh tidak akan kembali ke alam dunia. Ruh manusia yang sudah pindah ke alam barzakh juga tidak akan kembali ke alam dunia. Orang-orang kafir pada hari kiamat akan memohon kepada Allah agar dikembalikan lagi ke dunia untuk beramal shalih, tetapi permintaan itu tidak dikabulkan.

3. Apakah orang yang tidak dikubur tetap mengalami alam barzakh?

Ya. Mereka yang jasadnya musnah atau tidak dikebumikan—seperti tenggelam, terbakar, atau dimakan binatang—juga akan mengalami alam kubur atau alam barzakh. Pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir berlaku bagi semua orang, termasuk yang tidak dikubur.

4. Berapa lama manusia berada di alam barzakh?

Para penghuni alam barzakh akan tinggal di tempat tersebut sejak dia meninggal sampai datangnya hari Kiamat. Lamanya tergantung pada kapan hari kiamat terjadi dan kapan seseorang meninggal dunia.

5. Bagaimana cara agar selamat dari siksa kubur?

Amalan yang dapat menyelamatkan dari siksa kubur antara lain: menjaga shalat, puasa, sedekah, dan sabar, membaca Surat Al-Mulk setiap malam, membaca Surat Al-Ikhlas 40 kali saat sakit menjelang kematian, serta membaca doa perlindungan dari siksa kubur dalam setiap shalat.

Sumber : https://www.liputan6.com/islami/read/8250933/memahami-kehidupan-di-alam-barzakh-menurut-islam-nikmat-dan-siksanya

Kabar Bahagia Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus

Kabar Bahagia Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus

Liputan6.com, Jakarta – Pengguna layanan internet mendapat angin segar. Sisa kuota yang selama ini kerap hangus saat masa aktif paket berakhir, kini berpeluang tetap bisa digunakan.

Harapan itu muncul setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait penghangusan kuota internet. Dalam putusannya, MK mewajibkan penyelenggara telekomunikasi menyediakan pilihan layanan yang menjamin sisa kuota pengguna tetap aktif dan dapat digunakan.

Ketua MK Suhartoyo membacakan amar putusan Nomor 273/PUU-XXIII/2025 dalam sidang pengucapan putusan di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

“Mengabulkan permohonan para pemohon untuk sebagian,” kata Suhartoyo.

MK menyatakan Pasal 28 ayat (1) dalam Pasal 71 angka 2 Lampiran Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai bahwa penyelenggara telekomunikasi wajib menyediakan pilihan layanan yang menjamin sisa kuota pengguna tetap aktif dan dapat digunakan.

Dalam pertimbangannya, Hakim Konstitusi Adies Kadir mengatakan tarif layanan telekomunikasi harus mencerminkan manfaat yang diterima pelanggan, termasuk perlindungan terhadap kuota internet yang sudah dibayar tetapi belum digunakan.

Menurut dia, pengguna layanan telekomunikasi, baik prabayar maupun pascabayar, berhak mendapatkan perlindungan hukum atas sisa kuota yang masih dimiliki.

MK menilai perlindungan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai pilihan layanan. Di antaranya akumulasi atau rollover kuota, perpanjangan masa aktif, pengalihan manfaat, kompensasi, pengembalian dana (refund), maupun mekanisme lain yang memberikan manfaat serupa kepada pelanggan.

Mahkamah menegaskan pilihan layanan itu perlu diatur secara jelas agar memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara telekomunikasi sekaligus menjamin perlindungan yang adil bagi konsumen.

“Kuota yang belum sepenuhnya digunakan harus tetap dilindungi sebagai hak milik pengguna jasa telekomunikasi atau dapat dipergunakan hingga habis tanpa dibebani biaya atau tarif tambahan,” kata Adies.

Selain itu, MK meminta pemerintah menetapkan formula tarif telekomunikasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, model bisnis, dan kebutuhan masyarakat, dengan tetap mengedepankan perlindungan konsumen.

Pemerintah dan penyelenggara telekomunikasi juga diminta melibatkan pemangku kepentingan serta lembaga perlindungan konsumen dalam setiap penyesuaian tarif.

Sosok Penggugat Kuota Internet Hangus

Permohonan uji materi ini diajukan oleh pasangan suami istri (pasutri) Didi Supandi dan Wahyu Triana Sari. Didi bekerja sebagai pengemudi ojek daring, sementara Triana Sari pedagang kuliner daring.

Gugatan dilayangkan ke MK pada 26 Desember 2025. Keduanya menggugat ketentuan Pasal 71 angka 2 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja karena dinilai membuka ruang bagi operator untuk mengatur masa berlaku kuota secara sepihak.

Kuasa hukum para pemohon, Viktor Santoso Tandiasa, menilai ketentuan tersebut mengandung norma yang multitafsir dan tidak memiliki parameter pembatas sehingga memberi keleluasaan kepada operator mencampuradukkan tarif layanan dengan durasi kepemilikan kuota.

“Hal ini menciptakan ketidakpastian hukum bagi pengguna jasa telekomunikasi selaku konsumen karena mereka tidak pernah tahu pasti mengapa komoditas data yang sudah dibayar lunas bisa hilang hanya karena variabel waktu yang ditentukan secara sepihak,” kata Viktor dalam sidang perdana, Selasa (13/1).

Operator Perlu Terapkan Kuota Rollover

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah mendorong operator seluler menghadirkan pilihan paket data dengan skema rollover, yakni sisa kuota yang belum terpakai dapat digunakan kembali pada periode berikutnya.

Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kemkomdigi Denny Setiawan mengatakan penerapan layanan rollover tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing operator dalam menyediakan kapasitas jaringan serta strategi bisnis yang dijalankan.

Menurut dia, operator juga dapat menetapkan batas akumulasi kuota rollover, baik berdasarkan besaran kuota (gigabyte/GB) maupun masa berlaku tertentu. Langkah tersebut diperlukan agar operator dapat mengelola kapasitas jaringan dengan lebih baik dan mencegah network congestion atau kepadatan lalu lintas data yang berpotensi mengganggu kualitas layanan bagi pelanggan.

Selain itu, Denny mendorong operator melakukan pemetaan profil pelanggan secara lebih akurat. Dengan begitu, operator dapat menawarkan paket data yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna.

“Sistem kuota ini sebenarnya memberi manfaat kepada masyarakat. Jadi, Kemkomdigi mendorong operator lebih transparan,” ujar Denny Setiawan.

Sumber : https://www.liputan6.com/news/read/8253468/kabar-bahagia-sisa-kuota-internet-tak-boleh-hangus

Kebutuhan Cairan Harian Tak Melulu 2 Liter, Ini Cara Menghitungnya

Kebutuhan Cairan Harian Tak Melulu 2 Liter, Ini Cara Menghitungnya

Jakarta, CNN Indonesia — Masih banyak yang berpatokan bahwa kebutuhan air putih setiap hari adalah sekitar dua liter. Padahal, jumlah cairan yang dibutuhkan setiap orang bisa berbeda, tergantung berat badan dan aktivitas yang dijalani.

Dokter spesialis penyakit dalam dari RS Brawijaya Duren Tiga Jessica Marsigit mengatakan, kebutuhan cairan harian idealnya dihitung berdasarkan berat badan, bukan menggunakan angka yang sama untuk semua orang.

“Sebetulnya kalau misalnya hidrasi per hari itu minimal 30 cc per kilogram berat badan. Jadi misalnya berat badan 50 kilogram, kebutuhan cairannya sekitar 1,5 sampai 2 liter per hari,” ujar Jessica dalam talkshow di CNN Indonesia Wellnest Festival Vol. 2 di South Quarter Dome, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (22/7).

Jessica juga mengingatkan agar tidak menunggu rasa haus baru mulai minum. Saat rasa haus muncul, tubuh sebenarnya sudah mulai mengalami kekurangan cairan.

“Jangan dipaksa sampai haus baru minum. Justru kita mencegah jangan sampai haus, jangan sampai kita capek, jangan sampai otot kita capek baru kita minum,” tuturnya.

Hal senada disampaikan life coach sekaligus founder Primafit, Brian Bildt. Ia mengaku, baru menyadari dirinya mengalami dehidrasi setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, meski merasa sudah menjalani pola hidup sehat dan rutin berolahraga.

“Waktu cek darah, dokter bilang darah saya terlalu kental dan ternyata saya dehidrasi. Karena itu sekarang saya mulai rajin minum air setiap jam atau setiap dua jam. Jadi balik lagi ke kesadaran,” kata Brian.

Menurut Brian, banyak orang baru minum ketika merasa haus. Padahal, kebiasaan tersebut tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terutama bagi mereka yang aktif berolahraga.

“Yang penting itu kita sadar kebutuhan cairan tubuh kita. Jangan menunggu haus baru minum,” ujarnya.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260723115450-255-1383992/kebutuhan-cairan-harian-tak-melulu-2-liter-ini-cara-menghitungnya