7 Cara Menghasilkan Uang dari Hp dengan WhatsApp

7 Cara Menghasilkan Uang dari Hp dengan WhatsApp

Di era digital, memulai bisnis tidak harus memiliki toko, tetapi bisa dilakukan dengan fasilitas yang ada, seperti aplikasi WhatsApp.

Aplikasi pesan instan yang biasa digunakan untuk menjalin hubungan dengan keluarga, saudara, dan teman ini, juga bisa berfungsi sebagai sumber penghasilan.

Selain karena penerapan strategi bisnis yang tepat, mereka mampu memanfaatkan fitur-fitur gratis yang ada di dalamnya secara maksimal, sehingga WhatsApp bisa menjadi jendela penghasilan utamanya.

Apa Itu WA Bisnis?

Aplikasi WhatsApp punya dua jenis yang menawarkan fitur berdasarkan kemampuan operasionalnya, yaitu WA Biasa dan WA Bisnis.

Sesuai dengan namanya, WA Bisnis dirancang secara khusus bagi para pelaku usaha dengan tambahan fitur-fitur canggih, seperti:

  • Nama Bisnis
  • Kategori Bisnis
  • Tampilan Katalog Produk
  • Deskripsi Perusahaan
  • Lokasi dan Jam Operasional Kerja
  • Otomatisasi Pesan

Salah satu fitur yang menjadi andalan para pelaku usaha adalah otomatisasi pesan. Fitur ini memungkinkan pelaku usaha untuk memberikan respon pesan cepat kepada pelanggan.

Jenis Jualan yang Bisa Dijual di WA

Hampir semua jenis produk bisa dijual di WA, selama bukan produk yang melawan hukum.

Untuk memberikan gambaran, berikut adalah beberapa jenis produk yang berpotensi bisa dijual di platform ini:

1. Produk Barang

Kategori yang paling umum ditemui di WhatsApp dan jenisnya sangat beragam, seperti:

  • Kuliner: Makanan siap saji, frozen food.
  • Fashion & Lifestyle: Pakaian, aksesoris, produk kecantikan.
  • Peralatan Rumah Tangga: Barang-barang dekorasi atau perabot rumah tanggan.

2. Produk Jasa

Di WhatsApp, kamu juga bisa memasarkan produk jasa yang bersifat profesional, seperti:

  • Kreatif & Teknis: Desain grafis, penulisan artikel, jasa reparasi elektronik, hingga layanan kebersihan rumah.
  • Pendidikan & Pelatihan: Les privat, kursus memasak, atau bimbingan belajar.

3. Produk Digital

Kamu juga bisa menjual dan memasarkan produk-produk digital di WhatsApp. Berikut beberapa contohnya:

  • Edukasi dan Hiburan: Template desain, kursus dalam bentuk rekaman video, e-Book.
  • Voucher & Top-up: Jualan pulsa, paket data, voucher game.

Cara Berjualan dan Mendapatkan Pembeli dari WA

1. Beralih dari WA Biasa ke WA Bisnis

Untuk kebutuhan pribadi dan komunikasi dengan keluarga, sebaiknya menggunakan akun WA biasa.

Tetapi jika ingin serius menjalani bisnis, disarankan untuk membuat akun WA Bisnis agar terlihat lebih profesional dan bisa mengetahui mana pesan yang memang dari pelanggan atau bukan.

2. Buat Profil di WA Bisnis

Lengkapi profil bisnis di akun WA agar terlihat profesional dan tidak membuat calon pembeli ragu. Kamu bisa memulainya dengan:

  • Memasang logo toko atau foto produk jualan.
  • Lengkapi deskripsi dan jam operasional toko.
  • Cantumkan alamat, website, dan media sosial, untuk meningkatkan kepercayaan.

3. Buat Etalase Foto Produk di WA

Di WA Bisnis ada fitur katalog yang fungsinya adalah untuk menampilkan produk-produk jualan agar bisa dilihat oleh pelanggan, tanpa harus berkomunikasi kepada admin.

Biar pelanggan bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan, sertakan foto berkualitas tinggi minimal 2-3 foto dari sudut berbeda, lengkapi informasi barang (harga, ukuran, berat), dan manfaat produk.

Jika pelanggan tertarik dengan produknya, ia bisa langsung menekan tombol CTA (call to action) yang akan langsung terhubung ke admin.

4. Buat Story di WA untuk Mempromosikan Barang Jualan

Gunakan fitur status atau story di WA untuk memasarkan barang jualan. Biar tidak terlihat spam, buatlah agenda story agar tidak mengganggu kontak yang terhubung dengan nomor akun WA Bisnis.

Untuk jenis storynya sendiri bisa berupa gambar statis berisi kata-kata promo, video edukasi, testimoni, dan produk jualan.

5. Buat Pesan Broadcast di Kontak

Di WhatsApp bisnis ada fitur berupa Label yang bisa digunakan untuk mengelompokkan kontak, misalnya “Baru Tanya”, “Pelanggan Tetap”, “Reseller”.

Dengan label ini, kamu bisa membuat strategi promo yang berbeda untuk setiap kategori pelanggan.

Hasilnya, pesan siaran atau broadcast yang dikirim jadi lebih relevan dan tepat sasaran.

6. Buat Penawaran Khusus Lewat WhatsApp

Jangan lupa untuk membuat penawaran khusus secara berkala bagi pelanggan yang belanja lewat WA.

Promo yang ditawarkan bisa bermacam-macam, mulai dari diskon eksklusif di WA, bundling produk, dan lain sebagainya.

7. Gabung Komunitas atau Group dan Berbagai Produk Jualan

Bila memungkinkan, gabunglah dengan komunitas atau grup di WhatsApp yang relevan dengan produk yang dijual.

Misalnya, kalau kamu jualan produk digital, maka ikutilah grup yang relevan, seperti komunitas SEO, Affiliate Marketing, dan lain sebagainya.

Biasanya, mereka yang bergabung di dalam grup tersebut sering menggunakan produk-produk digital dan mencari rekomendasi atau vendor yang menjual produk yang dibutuhkan.

Ide Kata-Kata Broadcast Jualan di WA

Berikut adalah kumpulan contoh kata-kata broadcast yang bisa digunakan untuk berjualan di WA:

  1. “Baju baru, semangat baru! Dapatkan diskon 15% khusus hari ini untuk koleksi kemeja premium kami.”
  2. “Cuma hari ini! Beli 2 gratis 1 untuk semua kaos polos. Yuk, ajak teman kamu patungan!”
  3. “Spesial untuk pelanggan setia! Voucher potongan Rp20rb tanpa minimal belanja. Gunakan kode: SETIA20.”
  4. “Promo E-book eksklusif! Pelajari strategi [Topik] hanya dalam satu malam. Diskon 50% untuk 10 pembeli pertama.”
  5. “Akses akun premium [Nama Layanan] tanpa ribet. Proses cepat, legal, dan bergaransi penuh!”
  6. “Jasa service AC terpercaya di [Nama Kota]. Dingin maksimal, harga minimal. Hubungi kami untuk jadwal hari ini.”
  7. “Jasa titip (Jastip) [Nama Kota/Negara] buka besok! Kirim daftar belanjaanmu sekarang ya.”
  8. “Lagi malas masak? Pesan paket katering harian kami. Menu berganti setiap hari, gizi terjamin!”
  9. “Khusus untuk kontak WA saya: Harga spesial yang tidak ada di marketplace. Balas ‘MAU’ untuk dapatkan kodenya.”
  10. “Terima kasih sudah menyimpan nomor kami. Sebagai apresiasi, ini voucher diskon khusus buat kamu”

Sumber : https://www.inilah.com/cara-menghasilkan-uang-dari-hp-dengan-whatsapp

7 Kebiasaan Kecil yang Menjadi Pemberat Timbangan Amal, Ringan tapi Berpahala Besar

7 Kebiasaan Kecil yang Menjadi Pemberat Timbangan Amal, Ringan tapi Berpahala Besar

Liputan6.com, Jakarta – Dalam Islam, nilai pahala tak hanya dilihat dari besarnya amalan atau banyaknya ibadah tersebut. Terdapat berbagai kebiasaan kecil yang menjadi pemberat timbangan amal yang dapat dilakukan secara rutin sehari-hari.

Meski ringan, kebiasaan kecil ini bisa menjadi penentu nasib seseorang pada Yaumul Mizan, hari ketika seluruh amal perbuatan manusia ditimbang dengan keadilan yang sempurna. Allah berfirman: ” Kami akan meletakkan timbangan (amal) yang tepat pada hari Kiamat, sehingga tidak seorang pun dirugikan walaupun sedikit. Sekalipun (amal itu) hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya. Cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al-Anbiya’: 47).

Pada hari yang mencekam itu, setiap perbuatan, sebesar gunung atau sekecil debu, akan dipertaruhkan. Di sanalah, kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita anggap sepele justru bisa menjadi penentu antara keselamatan dan kebinasaan.

Abdullah Hamud al-Furaih dalam kitabnya Hadiah Indah: Penjelasan Tentang Sunnah-Sunnah Sehari-hari menegaskan bahwa sunnah adalah “hadiah” dari Allah untuk umat ini, karena padanya terkandung berlipat pahala yang tidak Allah karuniakan kepada umat-umat terdahulu.

Lalu, kebiasaan-kebiasaan kecil apa sajakah yang dapat menjadi pemberat timbangan amal kita kelak? Berikut pemaparannya.

1. Dzikir: Dua Kalimat yang Ringan di Lisan, Berat di Timbangan

Dzikir adalah amalan yang paling ringan di lisan namun paling berat di timbangan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat dalam timbangan (amalan) dan dicintai oleh Ar-Rahman, yaitu: Subhanallahi wa bihamdih, Subhanallahil ‘azhim (Mahasuci Allah dan segala pujian bagi-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Agung).” (HR. Bukhari, no. 6682 dan Muslim, no. 2694).

Ibnu Hajar as-Qalani dalam Muqaddimah Kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa maksud “berat di timbangan” dalam hadits ini adalah untuk menunjukkan betapa besarnya pahala yang dijanjikan Allah SWT

Imam An-Nawawi juga menukil hadits ini dalam Riyadhus Shalihin dan Al-Adzkar, serta meriwayatkan dari Abu Dzar bahwa dzikir Subhanallah wa bi hamdih adalah dzikir yang paling disukai Allah.

Selain itu, terdapat dzikir yang diajarkan Rasulullah kepada Ummul Mukminin Juwairiyah radhiyallahu ‘anha. Ketika beliau mendapati Juwairiyah masih berdzikir hingga waktu Dhuha, beliau mengajarkan empat kalimat yang jika diucapkan tiga kali, timbangannya menyamai dzikir panjang yang telah ia baca sepanjang pagi:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

“Subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatih.” (HR Muslim).

2. Senyuman, Sedekah Paling Ringan yang Mengundang Pahala

Tersenyum adalah salah satu sunnah yang paling mudah dilakukan, namun sering dianggap sepele. Rasulullah SAW bersabda: “Senyummu di hadapan wajah saudaramu adalah sedekah bagimu.” (HR. At-Tirmidzi).

Abdullah Hamud al-Furaih dalam Penjelasan Tentang Sunnah-Sunnah Sehari-hari menjelaskan bahwa disunnahkan untuk tersenyum dan menampilkan wajah yang menyenangkan ketika bertemu dengan orang lain.

Kebiasaan kecil ini memiliki dampak besar, tidak hanya membuat orang lain merasa senang, tetapi juga menjadi sedekah yang memberatkan timbangan amal. Dalam buku yang sama, disebutkan bahwa mengucapkan kata-kata yang baik juga termasuk sedekah, sebagaimana sabda Rasulullah: “Kata-kata yang baik adalah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Siwak, Sunnah Kecil dengan Pahala Besar

Menggunakan siwak untuk membersihkan gigi adalah kebiasaan yang selalu dijaga Rasulullah. Beliau bahkan membawanya ke mana pun beliau pergi. Keutamaan siwak sangat luar biasa. Disebutkan bahwa shalat dua rakaat dengan bersiwak dianggap setara dengan shalat 70 rakaat tanpa bersiwak.

Rasulullah bersabda: “Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kebiasaan kecil ini, menggosok gigi dengan kayu siwak sebelum shalat, bukan hanya menjaga kesehatan mulut, tetapi juga menjadi amalan yang memberatkan timbangan karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

4. Berkata Baik atau Diam: Menjaga Lisan, Menjaga Timbangan

Salah satu kebiasaan yang paling berat di timbangan adalah menjaga lisan. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Abdullah Hamud al-Furaih menjelaskan bahwa kebiasaan berkata baik termasuk sedekah, dan setiap kata-kata baik yang diucapkan dengan niat karena Allah akan mendatangkan pahala.

Sebaliknya, diam ketika hendak mengucapkan keburukan juga merupakan amalan yang mulia. Kebiasaan sederhana ini—memilih untuk diam daripada berkata buruk—bisa menjadi penentu beratnya timbangan amal kita.

5. Bangun Lebih Awal: Mengais Keberkahan di Waktu Mustajab

Bangun lebih awal, terutama sebelum waktu Subuh, adalah kebiasaan yang diajarkan Rasulullah. Beliau mencontohkan untuk tidak tidur terlalu malam setelah shalat Isya, sehingga dengan sendirinya akan bangun lebih awal.

Waktu sahur dan sepertiga malam terakhir adalah waktu yang penuh keberkahan dan mustajab untuk berdoa.

Kebiasaan ini mungkin terasa berat bagi yang belum terbiasa, namun dampaknya terhadap timbangan amal sangat besar. Setiap langkah menuju masjid di waktu Subuh, setiap doa yang dipanjatkan di waktu sahur, akan menjadi pemberat timbangan kebaikan.

6. Tidur dalam Keadaan Suci dan Menghadap Kanan

Kebiasaan tidur sesuai sunnah juga termasuk amalan ringan yang memberatkan timbangan. Rasulullah mengajarkan: “Apabila engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah sebagaimana wudhumu untuk shalat, lalu berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Tidur dalam keadaan suci membuat malaikat menyertai dan mendoakan kebaikan sepanjang malam. Kebiasaan kecil ini—berwudhu sebelum tidur dan berbaring menghadap kanan—adalah amalan yang sangat ringan namun memiliki pahala yang besar.

7. Makan dan Minum Sambil Duduk

Hal sederhana seperti makan dan minum juga bisa menjadi amalan sunnah yang memberatkan timbangan. Rasulullah SAW mengajarkan untuk makan dan minum dengan duduk, serta menggunakan tangan kanan.

Dalam Penjelasan Tentang Sunnah-Sunnah Sehari-hari, disebutkan bahwa makan dan minum sambil duduk termasuk kebiasaan yang diajarkan Rasulullah dan menjadi amalan sunnah.

Hikmah Kebiasaan Kecil yang Menjadi Pemberat Timbangan Amal

· Mendekatkan Diri kepada Allah Tanpa Beban: Amalan-amalan kecil seperti dzikir, senyum, dan siwak dapat dilakukan kapan saja tanpa memerlukan waktu, tenaga, atau biaya khusus, namun efeknya sangat besar di sisi Allah.

· Melatih Konsistensi dan Istiqamah: Kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin akan membentuk karakter dan melatih jiwa untuk istiqamah dalam kebaikan. Rasulullah bersabda bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.

· Menjadi Penyelamat di Hari Kiamat: Di hari ketika manusia mencari-cari amal kebaikan, kebiasaan-kebiasaan kecil yang mungkin kita anggap sepele bisa menjadi penentu keselamatan, sebagaimana sabda Rasulullah tentang dua kalimat yang berat di timbangan.

· Menggugurkan Dosa-dosa Kecil: Dzikir dan istighfar yang dibaca secara rutin dapat menghapus dosa-dosa, sebagaimana janji Rasulullah bahwa membaca Subhanallah wa bihamdih 100 kali akan menghapus dosa meski sebanyak buih di lautan.

· Menginspirasi Orang Lain untuk Berbuat Baik: Kebiasaan baik yang kita lakukan akan menjadi teladan bagi orang lain. Setiap orang yang terinspirasi dan mengamalkannya, maka kita akan mendapatkan pahala yang sama tanpa mengurangi pahala mereka.

Pertanyaan Seputar Amalan Ringan

Apa saja amalan ringan yang berat di timbangan di akhirat?

Amalan ringan yang berat di timbangan antara lain dzikir Subhanallahi wa bihamdihi Subhanallahil ‘azhim, tersenyum kepada sesama muslim, menggunakan siwak sebelum shalat, menjaga lisan dari perkataan buruk, dan makan-minum sambil duduk.

Mengapa dzikir dua kalimat bisa berat di timbangan?

Karena dzikir tersebut adalah pujian dan pengagungan kepada Allah yang diucapkan dengan ikhlas. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa beratnya timbangan menunjukkan betapa besarnya pahala yang dijanjikan Allah bagi orang yang mengucapkannya.

Apakah tersenyum termasuk amalan yang berpahala?

Ya, tersenyum kepada sesama muslim adalah sedekah, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ. Kebiasaan ini sangat ringan namun memiliki pahala yang besar dan menjadi pemberat timbangan amal.

Bagaimana cara menghidupkan sunnah-sunnah kecil dalam sehari-hari?

Mulailah dengan kebiasaan sederhana seperti membaca basmalah sebelum makan, menggunakan siwak, tersenyum, membaca dzikir pagi dan petang, serta tidur dalam keadaan suci. Konsistensi adalah kunci utama.

Apa dalil bahwa amal kecil bisa memberatkan timbangan?

Dalilnya adalah firman Allah dalam QS. Al-Anbiya’: 47 bahwa amal seberat biji sawi pun akan didatangkan pahalanya, serta hadits tentang dua kalimat yang ringan di lisan namun berat di timbangan (HR Bukhari dan Muslim).

Sumber : https://www.liputan6.com/islami/read/8242346/7-kebiasaan-kecil-yang-menjadi-pemberat-timbangan-amal-ringan-tapi-berpahala-besar

Jangan Anggap Sepele, Kenali Gejala Fuel Injector Mobil Mulai Tersumbat

Jangan Anggap Sepele, Kenali Gejala Fuel Injector Mobil Mulai Tersumbat

Liputan6.com, Jakarta – Dalam sistem mesin modern, komponen fuel injector memegang peran yang sangat vital. Komponen ini bertugas menyemprotkan bensin ke dalam ruang bakar dalam bentuk kabut halus agar proses pembakaran dapat berjalan dengan sempurna dan menghasilkan tenaga yang optimal.

Namun, seiring berjalannya waktu dan akibat penggunaan bahan bakar dengan kualitas yang kurang baik, lubang-lubang kecil pada injektor ini sangat rawan tersumbat oleh sisa-sisa karbon dan kotoran. Jika fuel injector dibiarkan kotor, pasokan bensin ke ruang bakar akan terganggu dan bisa memicu penurunan performa kendaraan secara drastis.

Dikutip dari laman resmi Suzuki, Kamis (9/7/2026), berikut adalah 5 dampak buruk yang akan langsung terasa pada mobil Anda jika komponen fuel injector dalam kondisi kotor:

5 Dampak Buruk Fuel Injector Mobil Kotor

Performa dan Akselerasi Mesin Menurun Drastis

Dampak pertama yang paling mudah dirasakan oleh pengemudi adalah penurunan performa mesin. Karena lubang injektor tersumbat kotoran, bensin yang disemprotkan tidak bisa membentuk kabut halus, melainkan berupa tetesan cairan yang sulit terbakar. Akibatnya, tenaga mesin akan terasa loyo, akselerasi menjadi lambat, dan mobil terasa seperti tertahan saat Anda menginjak pedal gas.

Mesin Mengalami Pincang dan Bergetar (Misfire)

Saat pasokan bahan bakar terhambat atau volumenya tidak seimbang antar-silinder, proses pembakaran di dalam mesin akan menjadi tidak stabil. Hal ini memicu terjadinya gejala misfire alias gagal bakar di salah satu silinder. Dampaknya, mesin mobil akan terasa pincang, mengeluarkan suara yang kasar, dan menghasilkan getaran yang tidak wajar hingga merembet ke dalam kabin, terutama saat mobil dalam posisi diam (idling).

Konsumsi Bahan Bakar Menjadi Jauh Lebih Boros

Banyak pemilik kendaraan yang salah kaprah mengira injektor kotor membuat bensin lebih hemat karena alirannya tersumbat. Faktanya justru sebaliknya. Karena pembakaran menjadi tidak sempurna dan tenaga mobil menurun, pengemudi refleks akan menginjak pedal gas lebih dalam untuk mendapatkan kecepatan yang diinginkan. Pola berkendara seperti inilah yang akhirnya memaksa mesin menyedot bensin jauh lebih banyak, sehingga konsumsi bahan bakar melonjak drastis.

Mesin Menjadi Sangat Sulit untuk Dinyalakan

Injektor yang kotor juga menjadi biang keladi utama mobil sulit distarter, terutama di pagi hari atau saat mesin dalam kondisi dingin. Untuk menghidupkan mesin pertama kali, sistem membutuhkan campuran bensin dan udara yang kaya serta presisi. Jika injektor tersumbat atau bahkan mengalami kebocoran akibat kotoran yang mengganjal, suplai bensin tidak akan mencukupi untuk memicu kompresi awal di ruang bakar.

Emisi Gas Buang Meningkat dan Keluar Asap Hitam

Proses pembakaran yang tidak sempurna akibat kabut bensin yang buruk akan menyisakan banyak bahan bakar yang tidak terbakar di dalam silinder. Sisa bensin ini kemudian akan terbuang melalui knalpot. Dampaknya, emisi gas buang mobil Anda akan meningkat tajam, tercium aroma bensin yang menyengat dari knalpot, bahkan dalam beberapa kasus bisa memicu keluarnya asap hitam tipis.

Solusi Mengatasi Injektor yang Kotor

Untuk menjaga performa mesin tetap prima, disarankan untuk melakukan pembersihan fuel injector secara berkala. Anda bisa menggunakan cairan injector cleaner yang dicampurkan langsung ke dalam tangki bensin, maupun dengan metode purging (infus injektor) langsung di bengkel.

Selain itu, menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan adalah langkah pencegahan terbaik agar kotoran dan kerak karbon tidak cepat menumpuk.

Jangan tunggu sampai mobil Anda mogok atau mengalami kerusakan komponen yang lebih parah di jalan. Jika Anda mulai merasakan salah satu gejala di atas, segeralah bawa kendaraan kesayangan Anda ke bengkel resmi terdekat untuk mendapatkan servis pembersihan injektor dari mekanik yang berpengalaman.

Sumber : https://www.liputan6.com/otomotif/read/8241870/jangan-anggap-sepele-kenali-gejala-fuel-injector-mobil-mulai-tersumbat

Kisah Ponpes di NTB Bangun Kemandirian Ekonomi, Unit Usaha Raup Omzet Rp 3 Miliar per Tahun

Kisah Ponpes di NTB Bangun Kemandirian Ekonomi, Unit Usaha Raup Omzet Rp 3 Miliar per Tahun

Liputan6.com, Mataram – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pengembangan ekonomi syariah melalui pemberdayaan pondok pesantren. Salah satu fokusnya adalah mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan agar pesantren mampu menopang kebutuhan operasional secara mandiri.

Salah satu pesantren binaan yang menunjukkan hasil positif adalah Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin di Nusa Tenggara Barat (NTB). Lewat berbagai unit usaha yang dikembangkan, sekitar 70 persen kebutuhan operasional pesantren kini dapat ditopang dari hasil bisnis sendiri. Bahkan, Badan Usaha Milik Pesantren (BUMPes) Thohir Yasin mencatatkan omzet hingga Rp3 miliar setiap tahun.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Nusa Tenggara Barat, Andhi Wahyu Riyadno, mengatakan kerja sama dengan Ponpes Thohir Yasin telah berlangsung cukup lama. Pendampingan tersebut dilakukan agar pesantren tidak hanya mengandalkan biaya pendidikan dari para santri, tetapi juga memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan.

“Pesantren ini kan harapannya tidak hanya melulu tergantung dengan dana dari santri-santrinya, tapi selain itu juga mereka punya unit-unit bisnis atau unit-unit perusahaan yang bisa membuat mereka mandiri,” ujar Andhi saat ditemui di Mataram, NTB.

Untuk mendukung pengembangan usaha, BI memberikan berbagai bantuan, mulai dari mesin penggilingan padi hingga pembangunan rumah potong hewan unggas (RPHU). Selain itu, pelatihan juga diberikan kepada tenaga kerja yang mengelola BUMPes Thohir Yasin.

“Tahun ini mereka sudah bisa masuk rantai pasok MBG juga melayani beberapa SPPG dan juga mereka ini sudah (tersertifikasi) halal, karena masuk ke rantai pasok SPPG ini mereka harus halal dulu baru bisa,” ungkapnya.

Tak hanya dari sisi fasilitas produksi, BI juga membantu peningkatan tata kelola usaha, khususnya dalam pengelolaan keuangan.

“Kami (juga) mendorong mereka dari sisi manajemen keuangan, bicara mengenai unit bisnis pasti kan ujungnya bagaimana mereka mengelola atau me-manage keuangannya agar rapi, dipisahkan dengan manajemen pesantrennya,” imbuh Andhi.

Penuhi Kebutuhan Pesantren

Bantuan itu diakui sendiri oleh Pendiri dan Pimpinan Ponpes Thohir Yasin, Tuan Guru Haji (TGH) Ismail Thohir. Dia menerangkan, kemandirian ekonomi pesantren sudah jadi salah satu bagian cita-cita pesantren yang berdiri sejak 1990-an ini. Sederet kebutuhan pesantren seperti makan hingga gaji guru pun akhirnya bisa dipenuhi dari hasil bisnis pesantren.

“Pondok mandiri, siap, tanpa kita itu tidak selalu mengharapkan dari luar, kita ingin supaya dari hasil kita sendiri, untuk gaji gurunya, untuk pembangunannya, dan untuk semua. Itu harapan kita,” tegas TGH Ismail Thohir di kediamannya di Lombok Timur, NTB.

Perjalanan bisnis yang baik nampaknya turut memberikan manfaat ke masyarakat sekitar. Tak sebatas pada insan pondok pesantren, masyarakat sekitar juga ikut dilibatkan. Setidaknya ada 150 orang pegawai yang dipekerjakan di berbagai sektor. Bantuan bagi masyarakat tidak mampu juga diberikan Thohir Yasin.

“Anak-anak yang ekonominya kaum lemah, termasuk dari golongan yatim, piatu, para fakir mikin, yang ternyata tidak mampu untuk sekolah, alhamdulillah. Jadinya kita bisa menanggulanginya sekemampuan yang ada di Pondok Thohir Yasin ini. Jadinya dengan adanya dukungan-dukungan dari Bank Indonesia, kita semakin semangat,” beber dia.

Kantongi Omzet Miliaran Rupiah

Direktur BUMPes Thohir Yasin, Syahrullah mengatakan bantuan yang diberikan BI berdampak positif terhadap kinerja unit usaha ponpes. Mesin penggiling padi atau rice miller misalnya, mampu memberikan keuntungan hingga Rp 100 juta.

Sementara itu, RPHU mampu mencatatkan omzet hingga Rp 500 juta dalam enam bulan terakhir. Namun, dalam hitungan totalnya, BUMPes mampu mengantongi omzet Rp 3 miliar per tahun. Angka ini meningkat signifikan setelah masuk ke rantai pasok MBG.

Kesehatan bisnis pesantren ini mampu meneguhkan kemampuan ekonomi pesantren. Alhasil, mayoritas kebutuhan pesantren bisa dipenuhi dan ditanggung dari kegiatan usaha ponpes.

“Alhamdulillah. Sekarang masih di angka 70 persen, itu dukungan dari ekonomi pesantrennya,” katanya.

Pemberdayaan Masyarakat Sekitar

Syahrullah menjelaskan, bantuan BI yang berjalan sejak 2021 ini mampu meningkatkan kemampuan pesantren untuk memberdayakan masyarakat sekitar.

“Ada yang langsung praktik sama santrinya, dan sebagian profesionalnya. Itu yang bekerja langsung dari masyarakat, ada yang ikut pertanian, ada juga yang UMKM-nya. Jadi ibu-ibu yang sekitar ini kita juga berdayakan mereka melalui UMKM,” ucapnya.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8247480/kisah-ponpes-di-ntb-bangun-kemandirian-ekonomi-unit-usaha-raup-omzet-rp-3-miliar-per-tahun

Mengapa Emas Selalu Menjadi Primadona di Dunia Investasi? Ini Penjelasan Analis dan Sejarahnya

Mengapa Emas Selalu Menjadi Primadona di Dunia Investasi? Ini Penjelasan Analis dan Sejarahnya

Kediri – Di tengah gempuran instrumen keuangan modern seperti aset kripto, saham sektor teknologi, hingga berbagai produk derivatif yang menjanjikan keuntungan kilat, ada satu instrumen klasik yang posisinya tak pernah tergoyahkan. Pertanyaan yang kemudian sering muncul di kalangan investor adalah: mengapa logam mulia bernama emas ini selalu berhasil mempertahankan mahkotanya sebagai primadona investasi lintas generasi?

Tidak sedikit investor yang beralih ke aset digital saat kondisi pasar sedang bergairah karena tergiur dengan volatilitasnya yang tinggi. Namun, ketika roda ekonomi berputar dan ketidakpastian global mulai melanda, sebagian besar dari mereka justru berbondong-bondong kembali melirik emas sebagai penyelamat modal.

Lalu, apa yang sebenarnya membuat daya tarik emas begitu magis di mata para pelaku pasar?

Kelangkaan yang Menjaga Nilai Intrinsik

Faktor mendasar yang membuat emas begitu diagungkan adalah sifatnya yang tidak bisa dimanipulasi. Berbeda dengan mata uang kertas yang nilainya bisa merosot tajam saat bank sentral memutuskan untuk mencetaknya secara massal demi kebijakan stimulus ekonomi, emas memiliki keterbatasan fisik yang nyata dari alam.

Untuk mendapatkan satu troy ons emas, diperlukan proses eksplorasi geologis yang memakan waktu tahunan, belanja modal yang masif, serta operasional penambangan yang rumit. Karakteristik pasokan yang terbatas inilah yang secara otomatis menciptakan harga dasar yang kokoh di pasar global, sehingga emas terbebas dari risiko devaluasi ekstrem yang sering menimpa mata uang konvensional.

Pelindung Alami dari Gerogotan Inflasi

Banyak pakar keuangan sepakat bahwa inflasi adalah musuh tersembunyi yang perlahan tapi pasti menghancurkan daya beli uang tunai yang disimpan di dalam tabungan. Di sinilah emas mengambil peran krusialnya sebagai instrumen pelindung nilai atau inflation hedge.

Secara historis, pergerakan harga emas cenderung mengalami penyesuaian naik secara signifikan saat inflasi struktural melonjak. Emas terbukti mampu menjaga nilai kekayaan agar tetap utuh secara riil dalam jangka panjang. Daya beli emas pada ratusan tahun lalu untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia tidak banyak berubah jika dibandingkan dengan daya belinya di era modern saat ini.

Benteng Pertahanan Saat Terjadi Krisis

Dalam dunia pasar modal, emas memegang predikat tertinggi sebagai aset safe haven. Status ini merujuk pada kemampuan emas untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan nilainya ketika pasar saham, obligasi, dan sektor properti sedang mengalami guncangan akibat resesi atau ketegangan geopolitik.

Saat terjadi krisis finansial, insting psikologis para pengelola dana besar maupun investor ritel secara universal akan beralih dari aset yang berisiko tinggi menuju aset yang dinilai paling aman. Emas dipilih karena tidak memiliki risiko gagal bayar, tidak bergantung pada performa laporan keuangan korporasi mana pun, dan terbukti tidak bisa bangkrut.

Likuiditas Global Tanpa Batas Negara

Kelebihan lain yang membuat emas tak tertandingi oleh alternatif investasi fisik lainnya adalah tingkat likuiditasnya yang luar biasa tinggi. Pasar perdagangan logam mulia beroperasi tanpa henti secara global selama 24 jam.

Emas batangan dengan standar sertifikasi internasional diakui di belahan dunia mana pun. Pemiliknya dapat dengan mudah mengonversi aset fisik ini menjadi uang tunai dalam waktu singkat, baik melalui jaringan toko emas lokal, pegadaian, hingga bursa komoditas besar. Fleksibilitas inilah yang memberikan rasa tenang karena dana darurat dapat dicairkan kapan saja tanpa harus mengorbankan nilai aset secara drastis.

Habis Olahraga, Haruskah Keramas Pakai Sampo Setiap Hari? Ini Penjelasan Pakar dan Penelitian

Habis Olahraga, Haruskah Keramas Pakai Sampo Setiap Hari? Ini Penjelasan Pakar dan Penelitian

Kediri – Bagi banyak orang yang rutin berolahraga, terutama lari pagi, ada satu pertanyaan yang sering muncul setelah latihan selesai: apakah rambut yang basah oleh keringat harus selalu dicuci menggunakan sampo?

Tidak sedikit orang yang memilih keramas setiap hari karena merasa rambut menjadi lengket dan tidak nyaman. Namun, ada juga yang justru merasakan kulit kepala menjadi kering setelah terlalu sering menggunakan sampo.

Lalu, mana yang sebenarnya lebih baik?

Keringat Bukan Berarti Rambut Kotor

Saat berolahraga, tubuh mengeluarkan keringat sebagai mekanisme alami untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil. Keringat sebagian besar terdiri dari air dan elektrolit seperti natrium serta kalium.

Artinya, keringat itu sendiri bukanlah kotoran.

Masalah mulai muncul ketika keringat bercampur dengan minyak alami (sebum), debu, polusi, sel kulit mati, atau sisa produk perawatan rambut. Campuran inilah yang dapat membuat kulit kepala terasa lengket, menimbulkan bau, bahkan memicu iritasi jika dibiarkan terlalu lama.

Karena itu, membilas rambut setelah berolahraga merupakan langkah yang baik untuk membantu membersihkan sisa keringat.

Apakah Harus Menggunakan Sampo Setiap Hari?

Jawabannya adalah tidak selalu.

Menurut dermatolog Dr. Melissa Piliang dari Cleveland Clinic, frekuensi keramas sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit kepala, jenis rambut, dan produksi minyak masing-masing orang. Orang yang rutin berolahraga tidak otomatis harus menggunakan sampo setiap hari.

Pendapat ini menunjukkan bahwa tidak ada aturan yang berlaku untuk semua orang. Ada orang yang memang nyaman menggunakan sampo setiap hari, tetapi ada pula yang justru mengalami kulit kepala kering jika terlalu sering keramas.

Penelitian Mendukung Pendekatan yang Seimbang

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Skin Appendage Disorders pada tahun 2021 meneliti hubungan antara frekuensi keramas dan kesehatan kulit kepala.

Peneliti menemukan bahwa terlalu jarang keramas dapat menyebabkan penumpukan minyak, sel kulit mati, dan oksidasi sebum yang berpotensi mengganggu kesehatan kulit kepala.

Namun, penelitian tersebut juga menegaskan bahwa frekuensi keramas yang ideal tidak bisa disamaratakan. Kondisi kulit kepala, jenis rambut, tingkat aktivitas, serta lingkungan tempat seseorang beraktivitas perlu menjadi pertimbangan.

Dengan kata lain, menjaga keseimbangan jauh lebih penting daripada mengikuti aturan “harus keramas setiap hari.”

Mengapa Kulit Kepala Bisa Terasa Kering?

Sampo bekerja dengan mengangkat minyak dan kotoran dari rambut maupun kulit kepala.

Masalahnya, minyak alami atau sebum juga memiliki fungsi penting sebagai pelindung kulit kepala dan menjaga kelembapan rambut.

Jika sampo digunakan terlalu sering, terutama produk dengan kandungan pembersih yang cukup kuat, sebagian orang dapat mengalami:

  • kulit kepala terasa kering;
  • rasa seperti kulit tertarik setelah keramas;
  • rambut menjadi lebih kasar;
  • rambut tampak kusam.

Kondisi ini tidak selalu terjadi pada semua orang, tetapi cukup sering dialami mereka yang memiliki kulit kepala sensitif atau rambut cenderung kering.

Kapan Cukup Membilas dengan Air?

Bagi orang yang rutin berolahraga setiap hari, membilas rambut menggunakan air bersih setelah latihan dapat menjadi pilihan yang baik, terutama jika:

  • rambut tidak menggunakan banyak produk penata rambut;
  • kulit kepala tidak terlalu berminyak;
  • tidak mengalami ketombe atau infeksi kulit kepala;
  • tidak muncul bau yang mengganggu.

Membilas rambut sambil memijat lembut kulit kepala menggunakan ujung jari juga dapat membantu menghilangkan keringat, garam, dan sebagian minyak tanpa harus selalu menggunakan sampo.

Lalu Seberapa Sering Sebaiknya Menggunakan Sampo?

Tidak ada angka yang berlaku untuk semua orang.

Sebagai panduan umum:

  • kulit kepala berminyak mungkin memerlukan keramas lebih sering;
  • kulit kepala normal umumnya cukup beberapa kali dalam seminggu;
  • rambut kering atau keriting biasanya membutuhkan frekuensi keramas yang lebih jarang.

Jika setelah keramas setiap hari kulit kepala terasa kering, sementara pola sehari menggunakan sampo dan sehari hanya membilas rambut membuat kondisi lebih nyaman, maka pola tersebut dapat menjadi pilihan yang sesuai selama kulit kepala tetap bersih dan tidak mengalami masalah seperti gatal berlebihan atau ketombe.

Dengarkan Kondisi Kulit Kepala Anda

Sering kali kita mencari jawaban yang sama untuk semua orang. Padahal, kesehatan rambut dan kulit kepala sangat dipengaruhi oleh kondisi masing-masing individu.

Tubuh biasanya memberikan sinyal ketika sesuatu tidak sesuai. Jika kulit kepala terasa kering, gatal, atau tidak nyaman setelah terlalu sering menggunakan sampo, bisa jadi itu pertanda bahwa frekuensi keramas perlu disesuaikan.

Sebaliknya, jika kulit kepala mulai berminyak, berbau, atau muncul ketombe karena terlalu lama tidak menggunakan sampo, mungkin sudah waktunya untuk membersihkannya dengan sampo.

Kesimpulan

Rambut yang basah oleh keringat setelah berolahraga tidak selalu harus dicuci menggunakan sampo setiap hari. Membilas rambut dengan air bersih dapat membantu menghilangkan keringat, sedangkan penggunaan sampo sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit kepala dan jenis rambut.

Pendapat para dermatolog serta hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada aturan yang benar untuk semua orang. Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan antara kebersihan dan kelembapan alami kulit kepala.

Jadi, daripada terpaku pada jadwal keramas tertentu, lebih baik perhatikan bagaimana kulit kepala Anda bereaksi. Kulit kepala yang sehat adalah indikator terbaik bahwa rutinitas perawatan yang Anda lakukan sudah sesuai.

Bisnis Untung, Tapi Rekening Kosong. Kok Bisa?

Bisnis Untung, Tapi Rekening Kosong. Kok Bisa?

“Omzet bulan ini naik.”

“Penjualan meningkat.”

“Bahkan laporan laba rugi menunjukkan perusahaan memperoleh keuntungan.”

Namun ketika membuka mobile banking, saldonya justru hampir habis.

Kalau Anda pernah mengalami kondisi seperti ini, jangan langsung berpikir bahwa ada kesalahan pada laporan keuangan. Justru kondisi tersebut sangat sering terjadi di dunia bisnis.

Banyak pemilik usaha merasa bingung karena perusahaan terlihat untung, tetapi uang tunai yang tersedia sangat sedikit. Bahkan ada yang sampai kesulitan membayar gaji karyawan, membeli stok barang, atau melunasi tagihan supplier.

Lalu sebenarnya ke mana perginya keuntungan tersebut?

Jawabannya adalah karena laba tidak selalu sama dengan kas.

Inilah salah satu konsep yang paling penting dalam akuntansi sekaligus paling sering disalahpahami oleh para pelaku usaha.

Laba Tidak Selalu Berarti Uang Sudah Diterima

Banyak orang menganggap bahwa setiap penjualan otomatis akan menambah saldo rekening perusahaan.

Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.

Misalnya Anda menjual produk kepada pelanggan senilai Rp50 juta.

Barang sudah dikirim.

Pelanggan sudah menerima barang.

Namun pelanggan baru akan membayar 30 hari kemudian.

Dari sudut pandang akuntansi, perusahaan sudah boleh mengakui penjualan tersebut sebagai pendapatan. Artinya, laba perusahaan mulai bertambah.

Namun dari sisi kas, uang tersebut belum masuk ke rekening perusahaan.

Jadi perusahaan bisa saja terlihat untung, padahal belum menerima uang sepeser pun dari transaksi tersebut.

Keuntungan Bisa Berubah Menjadi Piutang

Pada saat penjualan dilakukan secara tempo, keuntungan yang muncul belum berubah menjadi kas.

Sebaliknya, keuntungan tersebut berubah menjadi piutang usaha.

Artinya perusahaan memiliki hak untuk menerima pembayaran dari pelanggan pada waktu yang telah disepakati.

Selama pelanggan belum melakukan pembayaran, saldo rekening perusahaan tidak akan bertambah.

Inilah alasan mengapa laba yang besar belum tentu diikuti oleh kas yang besar.

Contoh yang Mudah Dipahami

Bayangkan Anda memiliki toko material bangunan.

Hari ini Anda menjual semen dan besi kepada kontraktor dengan nilai Rp200 juta.

Karena kontraktor merupakan pelanggan lama, Anda memberikan tempo pembayaran selama 60 hari.

Secara akuntansi:

  • Penjualan bertambah.
  • Laba mulai dihitung.
  • Piutang usaha bertambah.

Tetapi:

  • Rekening bank tetap belum bertambah.

Kalau selama dua bulan tersebut Anda harus membayar gaji karyawan, listrik, sewa gudang, dan membeli stok barang baru, maka seluruh pembayaran tersebut tetap harus menggunakan uang yang ada di kas perusahaan.

Akibatnya, perusahaan terlihat untung tetapi uang tunainya semakin sedikit.

Mengapa Cash Flow Sangat Penting?

Di sinilah pentingnya memahami laporan arus kas (cash flow).

Laporan laba rugi hanya menjelaskan apakah perusahaan memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian.

Sedangkan laporan arus kas menjelaskan apakah perusahaan benar-benar memiliki uang untuk menjalankan operasional bisnis.

Banyak perusahaan yang sebenarnya memperoleh laba, tetapi mengalami kesulitan membayar kewajiban karena arus kasnya tidak sehat.

Sebaliknya, ada juga perusahaan yang sedang mengalami kerugian, tetapi masih memiliki kas yang cukup karena mendapatkan suntikan modal dari investor atau pinjaman dari bank.

Artinya, kondisi laba dan kondisi kas bisa saja berbeda.

Ke Mana Perginya Uang Perusahaan?

Kalau bukan hilang, lalu ke mana uang perusahaan?

Jawabannya bisa bermacam-macam.

Sebagian masih menjadi piutang karena pelanggan belum membayar.

Sebagian digunakan untuk membeli persediaan.

Sebagian dipakai membeli mesin atau kendaraan operasional.

Sebagian lagi digunakan untuk membayar utang, gaji, pajak, sewa, atau biaya operasional lainnya.

Dengan kata lain, keuntungan yang diperoleh perusahaan tidak selalu mengendap dalam bentuk uang tunai di rekening.

Jangan Hanya Melihat Laporan Laba Rugi

Kesalahan yang sering dilakukan pelaku usaha adalah hanya fokus pada satu laporan keuangan, yaitu laporan laba rugi.

Padahal laporan keuangan terdiri dari beberapa bagian yang saling berkaitan.

Laporan laba rugi menunjukkan apakah bisnis menghasilkan keuntungan.

Laporan posisi keuangan (neraca) menunjukkan aset, utang, dan modal yang dimiliki perusahaan.

Sedangkan laporan arus kas menunjukkan pergerakan uang masuk dan uang keluar.

Ketiga laporan tersebut harus dibaca secara bersamaan agar kondisi keuangan perusahaan dapat dipahami secara utuh.

Bagaimana Cara Menjaga Agar Kas Tetap Sehat?

Salah satu cara yang paling sederhana adalah mengelola piutang dengan baik.

Semakin lama pelanggan menunda pembayaran, semakin lama pula perusahaan harus menunggu uang masuk ke rekening.

Selain itu, perusahaan juga perlu mengendalikan pengeluaran, merencanakan pembelian aset dengan matang, dan memastikan bahwa kas yang tersedia cukup untuk membiayai operasional sehari-hari.

Keuntungan yang besar memang penting, tetapi kemampuan perusahaan menjaga arus kas jauh lebih menentukan apakah bisnis dapat terus berjalan.

Kesimpulan

Banyak orang mengira bahwa perusahaan yang untung pasti memiliki banyak uang.

Padahal dalam praktiknya tidak selalu demikian.

Perusahaan dapat memperoleh laba tanpa langsung menerima uang karena sebagian penjualan masih berbentuk piutang. Di sisi lain, perusahaan tetap harus membayar berbagai kebutuhan operasional menggunakan kas yang tersedia.

Itulah sebabnya seorang pemilik bisnis tidak cukup hanya memahami laporan laba rugi. Memahami laporan arus kas juga sama pentingnya agar dapat mengetahui kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya.

Ingatlah bahwa laba menunjukkan seberapa baik bisnis menghasilkan keuntungan, sedangkan arus kas menunjukkan apakah bisnis memiliki cukup uang untuk tetap beroperasi. Memahami perbedaan keduanya akan membantu Anda mengambil keputusan yang lebih tepat dalam mengelola usaha.

Apakah COD Termasuk Piutang Usaha? Banyak Pelaku Usaha Masih Salah Memahaminya

Apakah COD Termasuk Piutang Usaha? Banyak Pelaku Usaha Masih Salah Memahaminya

Kediri – Pernahkah Anda berpikir seperti ini?

“Barang sudah saya kirim ke pembeli, tetapi uangnya belum saya terima. Berarti itu sudah menjadi piutang usaha, kan?”

Kalau Anda pernah memiliki pemikiran tersebut, Anda tidak sendirian. Bahkan banyak pelaku UMKM, pemilik toko online, hingga pengusaha yang baru belajar akuntansi memiliki pertanyaan yang sama.

Sekilas logika tersebut memang terdengar benar. Barang sudah keluar dari gudang, pembeli sudah melakukan pemesanan, dan tinggal menunggu pembayaran. Bukankah itu berarti penjual memiliki hak untuk menerima uang?

Sayangnya, dalam dunia akuntansi jawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan piutang usaha dan kapan sebuah penjualan sebenarnya dianggap telah terjadi.

Apa Itu Piutang Usaha?

Secara sederhana, piutang usaha (Accounts Receivable) adalah hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pelanggan atas penjualan barang atau jasa yang telah diakui.

Perhatikan kalimat “telah diakui”.

Kalimat inilah yang sering terlewat oleh banyak pelaku usaha.

Banyak orang menganggap bahwa selama uang belum diterima, otomatis semuanya menjadi piutang. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.

Piutang hanya muncul apabila penjualan tersebut memang sudah memenuhi syarat untuk diakui menurut prinsip akuntansi.

Mengapa Banyak Orang Menganggap COD Sama dengan Piutang?

Mari kita lihat dari sudut pandang seorang penjual.

Misalnya Anda memiliki toko online.

Suatu hari ada pelanggan membeli sebuah produk dengan metode Cash on Delivery (COD).

Anda kemudian:

  • Mengemas barang.
  • Menyerahkan barang kepada kurir.
  • Barang sedang dalam perjalanan menuju pembeli.

Pada saat itu biasanya muncul pertanyaan:

“Barang sudah saya kirim. Saya tinggal menunggu uangnya. Bukankah itu berarti saya memiliki piutang?”

Logika tersebut memang masuk akal.

Karena secara bisnis Anda memang berharap menerima pembayaran.

Namun dalam akuntansi, kita tidak hanya melihat apakah uang sudah diterima atau belum. Kita juga harus melihat apakah penjualan tersebut sudah benar-benar terjadi.

Barang Sudah Dikirim Belum Tentu Sudah Menjadi Penjualan

Inilah bagian yang paling sering disalahpahami.

Banyak orang menganggap bahwa ketika barang sudah keluar dari gudang, maka penjualan otomatis telah terjadi.

Padahal belum tentu.

Dalam akuntansi modern, pengakuan penjualan tidak hanya ditentukan oleh perpindahan fisik barang, tetapi juga oleh kapan pengendalian atas barang tersebut berpindah kepada pelanggan.

Mengapa demikian?

Karena selama barang masih dalam perjalanan, masih ada berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.

Misalnya:

  • Barang hilang selama pengiriman.
  • Pembeli menolak menerima barang.
  • Barang mengalami kerusakan di perjalanan.
  • Transaksi dibatalkan.

Apabila kondisi-kondisi tersebut masih mungkin terjadi, maka dalam banyak kasus penjualan belum dapat diakui.

Artinya, belum tentu muncul piutang usaha.

Lalu Kapan Piutang Usaha Muncul?

Piutang usaha biasanya muncul ketika dua kondisi telah terpenuhi.

Pertama, penjualan telah diakui.

Kedua, pelanggan belum melakukan pembayaran.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan menjual produk kepada pelanggan dengan syarat pembayaran 30 hari.

Barang telah diterima pelanggan.

Penjualan telah diakui.

Namun pelanggan baru akan membayar satu bulan kemudian.

Dalam kondisi inilah perusahaan mencatat piutang usaha.

Artinya, perusahaan memang memiliki hak untuk menagih pembayaran kepada pelanggan.

Bagaimana dengan Transaksi COD?

Sekarang kita kembali ke pertanyaan utama.

Apakah transaksi COD termasuk piutang usaha?

Jawabannya adalah:

Tidak selalu.

Mengapa?

Karena proses COD memiliki beberapa tahapan.

Pelanggan melakukan pemesanan.

Penjual mengirim barang.

Kurir mengantarkan barang.

Pembeli menerima barang.

Pembeli melakukan pembayaran kepada kurir.

Dana diteruskan kepada penjual.

Pada setiap tahapan tersebut, perlakuan akuntansinya bisa berbeda tergantung pada kapan penjualan diakui.

Itulah sebabnya tidak semua barang yang sedang dikirim otomatis menjadi piutang usaha.

Jangan Hanya Melihat Apakah Uangnya Sudah Masuk

Kesalahan terbesar yang sering dilakukan pelaku usaha adalah hanya melihat satu hal.

“Uangnya sudah masuk atau belum?”

Padahal akuntansi melihat lebih banyak dari itu.

Akuntansi melihat:

  • Apakah penjualan sudah terjadi?
  • Apakah hak atas barang sudah berpindah?
  • Apakah perusahaan sudah memiliki hak untuk menagih?
  • Apakah pelanggan masih memiliki hak untuk membatalkan transaksi?

Semua pertanyaan tersebut akan menentukan apakah transaksi tersebut sudah menjadi penjualan, piutang usaha, atau bahkan belum bisa dicatat sama sekali.

Hubungan COD dengan Laporan Keuangan

Transaksi COD juga menunjukkan bahwa laporan keuangan saling berhubungan.

Apabila penjualan telah diakui tetapi pelanggan belum membayar, maka akan muncul piutang usaha pada laporan posisi keuangan (neraca).

Ketika pelanggan akhirnya melakukan pembayaran, piutang akan berkurang dan kas akan bertambah.

Yang menarik adalah, laba perusahaan tidak bertambah lagi ketika uang diterima.

Mengapa?

Karena laba sudah diakui pada saat penjualan terjadi.

Inilah alasan mengapa perusahaan bisa saja memiliki laba yang besar, tetapi kas yang dimiliki belum tentu banyak.

Kesimpulan

Apakah COD termasuk piutang usaha?

Jawabannya adalah tidak selalu.

Barang yang sudah dikirim belum tentu langsung menjadi piutang usaha. Semua bergantung pada apakah penjualan tersebut sudah memenuhi syarat untuk diakui menurut prinsip akuntansi.

Bagi pelaku usaha, memahami perbedaan antara penjualan, piutang usaha, dan arus kas merupakan hal yang sangat penting. Ketiga hal tersebut saling berkaitan, tetapi bukan berarti memiliki arti yang sama.

Semakin baik Anda memahami hubungan ketiganya, semakin mudah pula Anda membaca kondisi keuangan bisnis secara benar dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Jangan Anggap Remeh Hipertensi, Dampaknya Bisa Sangat Berbahaya

Jangan Anggap Remeh Hipertensi, Dampaknya Bisa Sangat Berbahaya

Liputan6.com, Jakarta – Komedian Simson Rarameha Ngadang atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Temon meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) dalam umur 59 tahun. Temon meninggal sakit apa pun menjadi pertanyaan yang paling banyak dicari di Google. Sebelum mengembuskan napas terakhir, kondisi Temon dilaporkan mendadak memburuk. Dia mengalami nyeri hebat di dada sebelah kiri hingga dilarikan ke rumah sakit. Dokter menyatakan penyebab kematiannya adalah serangan jantung.

Berdasarkan keterangan keluarga, Temon juga memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi. Melansir The Harley Street Clinic, hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri berada di atas batas normal. Tekanan ini muncul saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Jika tekanan darah terus-menerus tinggi, pembuluh darah dan organ vital dapat mengalami kerusakan.

Tekanan darah diukur menggunakan dua angka, yaitu tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik menunjukkan tekanan di dalam arteri saat jantung berkontraksi atau berdetak, sedangkan tekanan diastolik menunjukkan tekanan saat jantung berelaksasi di antara detak.

Tekanan darah normal berada di bawah 120/80 mmHg. Sementara itu, berdasarkan pedoman American College of Cardiology dan American Heart Association, seseorang dinyatakan mengalami hipertensi stadium 1 apabila tekanan darah mencapai 130/80 mmHg atau lebih. Hipertensi stadium 2 didiagnosis ketika tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih.

Mengapa Hipertensi Berbahaya?

Hipertensi kerap dijuluki sebagai silent killer atau “pembunuh diam-diam” karena sering kali tidak menimbulkan gejala. Banyak penderita tidak menyadari bahwa tekanan darahnya sudah tinggi hingga muncul komplikasi serius.

Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat merusak pembuluh darah secara perlahan dan meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti serangan jantung, gagal jantung, stroke, gagal ginjal, hingga gangguan pada pembuluh darah.

Cara Mengendalikan Hipertensi

Mengontrol tekanan darah sangat penting untuk mencegah kerusakan organ vital, terutama jantung, otak, dan ginjal. Pada beberapa kondisi, hipertensi dapat memicu gejala seperti nyeri dada dan sesak napas. Sementara itu, jika sudah menyebabkan stroke, gejalanya dapat berupa gangguan bicara, kehilangan keseimbangan, gangguan penglihatan, hingga kesulitan berjalan.

Untuk membantu mengendalikan tekanan darah sekaligus menurunkan risiko komplikasi, berikut beberapa langkah yang dianjurkan:

  • Perbanyak konsumsi buah dan sayuran.
  • Batasi asupan garam.
  • Rutin berolahraga.
  • Hindari konsumsi alkohol.
  • Berhenti merokok dan menghindari semua produk tembakau.
  • Jaga berat badan tetap ideal.

Selain menjalani pola hidup sehat, sebagian penderita hipertensi juga memerlukan obat penurun tekanan darah yang diresepkan dokter. Pengobatan ini bertujuan menjaga tekanan darah tetap terkendali sekaligus menurunkan risiko komplikasi serius.

Meski dapat memicu berbagai penyakit berbahaya, hipertensi bukanlah kondisi yang tidak bisa dikendalikan. Dengan pemeriksaan rutin, perubahan gaya hidup, dan pengobatan yang sesuai, tekanan darah dapat tetap terkontrol sehingga risiko kerusakan organ maupun komplikasi dapat diminimalkan.

Sumber : https://kesehatan.liputan6.com/info-sehat/read/8245311/jangan-anggap-remeh-hipertensi-dampaknya-bisa-sangat-berbahaya

Perkuat Perlindungan Konsumen Saat Transaksi Online, Bakom: Pemerintah Luncurkan Permendag 19/2026

Perkuat Perlindungan Konsumen Saat Transaksi Online, Bakom: Pemerintah Luncurkan Permendag 19/2026

Badan Komunikasi (Bakom) RI menyebut, pemerintah fokus melindungi konsumen saat bertransaksi perdagangan digital, melalui Permendag Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

Menurut Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, regulasi tersebut, tidak hanya mempertegas tanggung jawab pelaku usaha. Namun juga mengatur transparansi penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pemasaran, hingga mewajibkan marketplace menyediakan layanan pengaduan bagi konsumen.

“Permendag 19 Tahun 2026 diterbitkan salah satunya untuk memperkuat perlindungan konsumen dengan meningkatkan tanggung jawab pelaku usaha dalam penyelenggaraan PMSE,” kata Kurnia di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).

Dia menjelaskan, penguatan perlindungan konsumen dilakukan melalui serangkaian kewajiban yang harus dipenuhi pelaku usaha. Mulai dari penyediaan informasi produk yang akurat, peningkatan legalitas usaha, transparansi biaya dan promosi, hingga pengaturan penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam aktivitas pemasaran.

Sementara itu, regulasi tersebut juga mewajibkan Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) menyediakan layanan pengaduan sebagai jalur penyelesaian awal apabila terjadi sengketa antara konsumen dan pelaku usaha.

Mekanisme ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian persoalan tanpa harus langsung berlanjut ke proses hukum. “Platform PPMSE juga diwajibkan menyediakan layanan pengaduan bagi konsumen yang diharapkan menjadi mekanisme penyelesaian awal sehingga permasalahan yang timbul dapat ditangani secara cepat, efektif, dan proporsional,” jelasnya.

Di sisi lain, apabila penyelesaian melalui layanan pengaduan di platform tidak mencapai kesepakatan, konsumen tetap memiliki hak untuk menempuh jalur penyelesaian sengketa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Apabila kemudian penyelesaian melalui mekanisme pengaduan pada platform belum menghasilkan penyelesaian, konsumen dapat menempuh mekanisme penyelesaian sengketa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk melalui saluran pengaduan kepada Kementerian Perdagangan atau mekanisme-mekanisme lainnya,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah menegaskan penerapan aturan baru ini tetap mempertimbangkan kondisi pelaku usaha, terutama UMKM. Seluruh kewajiban dalam Permendag Nomor 19 Tahun 2026 disusun dengan memperhatikan kapasitas pelaku usaha dan dilengkapi masa transisi agar proses penyesuaian dapat berjalan secara bertahap.

“Kewajiban Permendag 19/2026 disusun dengan memperhatikan kapasitas pelaku usaha serta dilengkapi masa transisi yang memadai,” ucapnya.

Karena itu, regulasi ini tidak hanya berisi kewajiban, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat daya saing UMKM di tengah kompetisi perdagangan digital yang semakin ketat.

“Dengan demikian, pengaturan ini tidak hanya memuat kewajiban bagi pelaku usaha, tetapi juga memberikan dukungan dan afirmasi bagi UMKM untuk meningkatkan daya saingnya di platform digital,” tuturnya.

sumber : https://www.inilah.com/perkuat-perlindungan-konsumen-saat-transaksi-online-bakom-pemerintah-luncurkan-permendag-192026