Ilusi Omset Besar: Jangan Biarkan Biaya Iklan Menggerus Profit Bisnis Anda

Ilusi Omset Besar: Jangan Biarkan Biaya Iklan Menggerus Profit Bisnis Anda

Kediri – Pernahkah Anda merasa performa bisnis sedang sangat bagus karena omset yang masuk terlihat besar, tetapi begitu melihat rekening di akhir bulan, sisa profitnya justru terasa sangat sedikit? Jika Anda sedang mengalami fase ini, Anda tidak sendirian. Banyak pebisnis terjebak dalam euforia angka penjualan yang tinggi tanpa menyadari adanya kebocoran di pos pengeluaran.

Salah satu penyebab utama dari fenomena ini adalah biaya iklan digital yang tidak terukur. Di era digital saat ini, anggaran pemasaran bisa memakan porsi yang sangat besar dari total pendapatan Anda jika tidak dipantau dengan ketat. Bayangkan omset Anda adalah sebuah kue yang utuh, namun kue tersebut harus dipotong besar-besaran hanya untuk membayar biaya iklan saja. Akibatnya, porsi yang tersisa untuk Anda nikmati sebagai keuntungan menjadi sangat kecil.

Mengapa Perhitungan Biaya Marketing Sangat Krusial?

Inilah alasan mengapa perhitungan biaya marketing sangat krusial bagi keberlangsungan profit bisnis Anda. Tanpa adanya perhitungan yang jelas, strategi pemasaran digital Anda hanya akan menjadi aktivitas “bakar uang” yang melelahkan tanpa memberikan dampak positif pada kesehatan finansial perusahaan.

Untuk mengatasi kebocoran ini, langkah pertama yang wajib Anda lakukan adalah mulai menghitung biaya akuisisi pelanggan atau yang biasa dikenal dengan istilah Customer Acquisition Cost (CAC). Selain itu, pastikan Anda memantau ROAS (Return on Ad Spend) secara rutin dan selalu menjaga margin keuntungan tetap aman.

Bergerak Berdasarkan Data, Bukan Asumsi

Dengan data yang tepat dan akurat, strategi pemasaran Anda akan jauh lebih efektif dan menguntungkan. Anda tidak lagi menebak-nebak iklan mana yang berhasil, melainkan bisa mengambil keputusan bisnis yang bijak berdasarkan angka yang riil.

Kesimpulan

Jangan biarkan profit bisnis Anda tergerus begitu saja. Kelola anggaran iklan Anda dengan bijak mulai sekarang. Ingat selalu prinsip dasar dalam berbisnis digital: iklan yang cerdas berarti profit tetap terjaga. Mari mulai berhitung dan lebih peduli pada angka keuangan bisnis kita!


Sumber Materi / Narasumber:

ilmukeuangan.com (Instagram)

Mengubah Keringat Menjadi Pahala: Niatkan Olahraga untuk Ibadah

Mengubah Keringat Menjadi Pahala: Niatkan Olahraga untuk Ibadah

Kediri – Bagi sebagian besar orang, olahraga adalah sarana untuk menurunkan berat badan, membentuk otot, menjaga penampilan, atau sekadar menjaga stamina agar tidak mudah lelah. Tentu saja, tujuan-tujuan tersebut tidak salah. Namun, pernahkah kita berpikir untuk membawa aktivitas fisik ini ke level yang lebih tinggi?

Sebagai seorang Muslim, olahraga sebenarnya bisa bernilai jauh lebih mulia dari sekadar urusan fisik. Tujuan utamanya adalah sebagai bentuk syukur dalam rangka menjaga nikmat besar yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala titipkan kepada kita: yaitu nikmat kesehatan dan kesempurnaan tubuh agar kita bisa lebih semangat beribadah.

Menjadi “Bahan Bakar” untuk Beribadah

Bayangkan saat Anda sedang melakukan easy run (lari santai) sejauh 3 kilometer di pagi hari. Jika niatnya diubah, setiap langkah kaki kita bukan lagi sekadar membakar kalori, melainkan sarana agar ke depannya kita lebih mudah melangkahkan kaki menuju masjid, untuk umroh, maupun untuk ibadah Haji.

Tubuh yang bugar dan terlatih akan membuat kita lebih kuat untuk salat dan lebih kokoh untuk sujud. Dengan menata niat seperti ini, setiap tetesan keringat saat berolahraga akan langsung mendulang pahala dan menjadi bernilai ibadah di sisi Allah.

Stamina untuk Menjemput Nafkah yang Halal

Selain untuk ibadah ritual, kesehatan yang kita jaga melalui olahraga juga berfungsi sebagai modal utama untuk mencari nafkah. Tubuh yang kuat dan tidak sekadar kuat fisik akan membuat kita lebih bersemangat dalam bekerja menjemput rezeki yang halal untuk keluarga.

Bagi seorang laki-laki, bekerja mencari nafkah yang halal bukanlah tugas biasa—itu adalah termasuk bagian dari jihadnya seorang laki-laki. Maka, olahraga yang kita lakukan untuk mendukung stamina kerja secara tidak langsung menjadi bagian dari persiapan tersebut.

Kesimpulan

Oleh karena itu jamaah sekalian para ikhwan, ketika kita berolahraga maka niatkan bukan cuman sekedar sehat belaka, bukan sekedar kuat belaka. Jadi jadikan ini sebagai sarana untuk lebih kuat beribadah, maka lari kita akan mendulang pahala, maka lari kita akan menjadi bernilai ibadah Insya Allah.


Sumber Materi / Narasumber:

Ustadz Abû Salmâ Muhammad

Sumber : https://www.instagram.com/p/Daw_EjySmEx/

Intimidasi dan Kekerasan Verbal: Antara Lisan dan Kezaliman

Intimidasi dan Kekerasan Verbal: Antara Lisan dan Kezaliman

Jakarta, MUI Digital — Pada sekitar akhir bulan Juni 2026, publik dikagetkan dengan dugaan sebuah peristiwa intimidasi yang membuat seorang tenaga medis di Nusa Tenggara Timur (NTT) tertekan dan memutuskan mengakhiri hidupnya dengan melakukan bunuh diri.

Peristiwa intimidasi berawal dari pertolongan medis terhadap pasien yang terkena gigitan ular. Diduga dokter yang menangani pasien kurang memberikan penanganan yang maksimal. Tapi hal ini dibantah oleh pihak rumah sakit dan ditegaskan bahwa penanganannya telah sesuai SOP.

Intimidasi menjadi ramai dan pemberitaannya luar biasa viral karena diduga melibatkan anggota legislatif daerah yang terhormat, yang seharusnya berjuang bersama rakyat dalam membenahi berbagai ketimpangan sosial dan persoalan tata kelola daerah, termasuk tata kelola di dunia kesehatan.

Ternyata belakangan terbukti, pasien telah sembuh. Sementara intimidasi yang terlanjur dilakukan telah membuat hidup seorang dokter tertekan dan bahkan merenggut nyawanya. Sungguh ironis.

Memang sekarang ini sejatinya kita hidup di zaman ketika orang merasa bebas berbicara apa saja, tanpa sadar bahwa kata-kata bisa lebih melukai daripada luka fisik. Intimidasi, ejekan, sindiran tajam, bahkan ujaran kebencian kini sering dianggap “hal biasa”.

Di media sosial, di tempat kerja, di rumah tangga, bahkan di mimbar-mimbar yang seharusnya menenangkan, lisan sering berubah menjadi alat kekerasan.

Ironisnya, banyak yang merasa tidak bersalah. “Saya kan cuma ngomong,” begitu dalih yang kerap terdengar. Padahal, dalam pandangan Islam, “cuma kata-kata” justru bisa menjadi sumber kezaliman yang paling berbahaya.

Alquran sejak awal telah mengingatkan dengan tegas: “Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka lebih baik dari mereka.” (QS. Al-Hujurat: 11). Ayat ini bukan sekadar etika sosial, tetapi peringatan spiritual: merendahkan orang lain sejatinya adalah cermin dari kerendahan diri sendiri.

Lebih jauh lagi, Allah memerintahkan: “Katakanlah perkataan yang lebih baik.” (QS. Al-Isra’: 53). Menariknya, para ulama seperti Imam al-Qurthubi menafsirkan ayat ini bukan hanya sebagai anjuran berkata baik, tetapi larangan keras terhadap segala ucapan yang berpotensi melukai.

Rasulullah SAW bahkan menempatkan lisan sebagai indikator utama kualitas keislaman seseorang: “Seorang muslim adalah yang orang lain selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadis ini, lisan disebut lebih dulu daripada tangan, seakan memberi pesan bahwa kekerasan verbal sering menjadi pintu awal segala bentuk kezaliman.

Sayangnya, yang terjadi hari ini justru sebaliknya. Kita menyaksikan budaya komunikasi yang semakin kasar. Di media sosial, orang berlomba-lomba menjadi paling pedas. Di dunia kerja, sebagian pemimpin merasa wajar merendahkan bawahan demi “kedisiplinan”. Di rumah, kata-kata kasar kerap dianggap bagian dari “mendidik”.

Padahal, psikologi modern telah lama menegaskan bahwa kekerasan verbal dapat meninggalkan luka yang dalam, trauma, hilangnya rasa percaya diri, bahkan depresi. Luka ini tidak terlihat, tetapi menetap. Tidak berdarah, tetapi membekas.

Islam jauh lebih dahulu memahami ini. Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa dosa lisan, seperti menghina, mencela, atau mempermalukan, semua bersumber dari penyakit hati, antara lain kesombongan, iri, dan kemarahan yang tak terkendali. Lisan hanyalah pintu keluar sementara, tetapi sumbernya ada di dalam jiwa.

Sementara Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa menyakiti orang lain tanpa hak, baik dengan tangan maupun ucapan, adalah bentuk kezaliman yang akan dimintai pertanggungjawaban. Tidak ada “kata-kata yang sepele” dalam timbangan Allah.

Di era digital, persoalan ini menjadi semakin kompleks. Ujaran kebencian tidak lagi terbatas pada ruang dan waktu. Satu kalimat bisa menyebar ke ribuan orang dalam hitungan detik. Yusuf al-Qaradawi menyebut fenomena ini sebagai bentuk baru kezaliman yaitu kekerasan verbal yang terakumulasi dan meluas tanpa kontrol.

Yang lebih mengkhawatirkan, intimidasi kini juga sering tampil dalam bentuk yang halus. Bukan lagi bentakan, tetapi tekanan psikologis. Bukan lagi hinaan langsung, tetapi sindiran yang merendahkan. Bukan lagi ancaman terbuka, tetapi pembungkaman dengan kekuasaan. Semua ini tetaplah kezaliman, meski dibungkus dengan bahasa yang tampak “sopan”.

Di sinilah Islam menawarkan jalan yang sederhana namun mendasar, yaitu mengendalikan lisan. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR Bukhari). Ini bukan sekadar etika, tetapi disiplin spiritual.

Berbicara dalam Islam bukan hanya soal benar atau salah, tetapi juga soal dampak. Apakah kata-kata kita menyembuhkan atau melukai? Menguatkan atau meruntuhkan? Mendekatkan atau menjauhkan?

Kita mungkin tidak bisa menghentikan orang lain untuk berkata kasar. Tetapi kita bisa memutus rantai itu dari diri sendiri. Karena perubahan budaya selalu dimulai dari kesadaran individu.

Lisan adalah amanah. Ia bisa menjadi jalan menuju surga atau sebaliknya justru menyeret ke dalam kehancuran.

Dalam dunia yang semakin bising dan hiruk-pikuk oleh kata-kata, barangkali yang paling dibutuhkan bukanlah lebih banyak suara, tetapi lebih banyak kesadaran. Sebab bisa jadi, satu kalimat yang kita anggap biasa adalah luka yang tak pernah sembuh bagi orang lain.

Sumber : https://mui.or.id/baca/opini/intimidasi-dan-kekerasan-verbal-antara-lisan-dan-kezaliman

Hanya Nabi Sulaiman yang Mengerti Bahasa Semut

Hanya Nabi Sulaiman yang Mengerti Bahasa Semut

Nabi Sulaiman dikenal sebagai salah satu nabi yang diberkahi dengan berbagai mukjizat oleh Allah SWT, salah satunya adalah kemampuannya untuk memahami bahasa hewan. Kisah tentang Sulaiman dan semut yang diceritakan dalam Al-Qur’an adalah salah satu kisah yang mengilustrasikan kebijaksanaan dan kemurahan hatinya.

Dalam perjalanan bersama tentaranya, Nabi Sulaiman dan pasukannya sampai di sebuah lembah yang dipenuhi oleh semut. Ketika mereka mendekati lembah tersebut, Ratu Semut yang memimpin koloni melihat kedatangan rombongan Nabi Sulaiman dan segera memberikan peringatan kepada koloni semut lainnya.

Perkataan semut ini diabadikan dalam QS. An-Naml ayat 18:

حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوْا۟ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌۭ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُوا۟ مَسَـٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَـٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ [٢٧:١٨]

“Ketika mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” (QS. An-Naml 18).

Perluasan ayat ini menarik karena seorang ulama besar, Abu Hanifah, ditanya oleh seseorang tentang jenis kelamin semut yang berbicara tersebut. Dalam kitab Madārik at-Tanzīl wa-Ḥaqāʾiq at-Taʾwīl karya Abū al-Barakāt an-Nasafī, Abu Hanifah menjawab bahwa semut itu adalah betina, dengan alasan bahwa Al-Qur’an menggunakan kata “قالت” yang berarti “dia berkata” untuk perempuan. Jika semut tersebut adalah jantan, maka akan digunakan kata “قال” yang berarti “dia berkata” untuk laki-laki.

Karenanya dapat diasumsikan bahwa semut yang berkata itu ialah ratu koloni. Pengetahuan ini menunjukkan betapa detailnya bahasa Al-Qur’an dan bagaimana setiap kata memiliki makna dan konteks yang tepat.

Kembali ke kisah Nabi Sulaiman, mendengar peringatan dari semut tersebut, Nabi Sulaiman tersenyum dan merasa bersyukur atas anugerah kemampuan yang diberikan Allah kepadanya untuk memahami bahasa semut. Dia kemudian memastikan bahwa pasukannya tidak akan membahayakan koloni semut tersebut. Ini menunjukkan betapa bijaksananya Nabi Sulaiman dalam memimpin dan betapa besarnya rasa tanggung jawabnya untuk melindungi semua makhluk, sekecil apapun mereka.

Peristiwa ini diabadikan dalam QS. An-Naml ayat 19:

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًۭا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَـٰلِحًۭا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّـٰلِحِينَ [٢٧:١٩]

“Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS. An-Naml: 19).

Dari kisah ini, kita dapat mengambil beberapa pelajaran penting, di antaranya:

Pertama, kepemimpinan yang bijaksana adalah yang memperhatikan kesejahteraan semua makhluk, bukan hanya manusia. Kedua, pentingnya berkomunikasi dan memberi peringatan dalam menghadapi bahaya. Dan ketiga, kebijaksanaan dan pengetahuan adalah anugerah yang harus digunakan untuk kebaikan dan perlindungan bagi semua makhluk hidup.

Sumber : https://muhammadiyah.or.id/2024/06/mukjizat-nabi-sulaiman-berbicara-dengan-binatang/

Soal Ikhlas Ternyata Kita Semua Masih Amatir

Soal Ikhlas Ternyata Kita Semua Masih Amatir

Sepenggal lirik dari lagu Sesi Potret ini mampu menyentuh hati banyak orang. Barangkali hampir setiap orang pernah berada di titik itu, yaitu ketika kehilangan seseorang yang begitu dicintai. Entah ayah, ibu, pasangan, saudara, atau sahabat, kepergian mereka meninggalkan ruang kosong yang tidak mudah diisi.

Di hadapan kematian, sering kali kita baru menyadari bahwa ternyata mengucapkan kata ikhlas jauh lebih mudah daripada benar-benar menjalaninya.

Kalimat “Soal ikhlas ternyata aku masih amatir” sesungguhnya menggambarkan sisi paling manusiawi dari diri kita. Tidak ada seorang pun yang benar-benar siap menerima perpisahan abadi. Air mata mengalir, kenangan terus bermunculan, dan hati terasa berat untuk menerima kenyataan bahwa orang yang selama ini menemani hidup kini hanya tinggal nama dan doa.

Namun, Islam mengajarkan bahwa kesedihan itu bukanlah tanda lemahnya iman. Menangis bukan berarti tidak menerima takdir Allah. Bahkan Rasulullah Saw, manusia yang paling sempurna keimanannya, pernah menangis ketika kehilangan orang-orang yang beliau cintai.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a., ia berkata:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: شَهِدْنَا بِنْتًا لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ، وَرَسُولُ اللَّهِ ﷺ جَالِسٌ عَلَى الْقَبْرِ، فَرَأَيْتُ عَيْنَيْهِ تَدْمَعَانِ، فَقَالَ: هَلْ فِيكُمْ رَجُلٌ لَمْ يُقَارِفِ اللَّيْلَةَ؟ فَقَالَ أَبُو طَلْحَةَ: أَنَا. قَالَ: فَانْزِلْ. فَنَزَلَ فِي قَبْرِهَا

“Dari Anas bin Malik r.a., ia berkata, “Kami menghadiri pemakaman putri Rasulullah saw. Saat itu Rasulullah saw. duduk di sisi kuburnya. Aku melihat kedua mata beliau bercucuran air mata. Lalu beliau bersabda, ‘Apakah di antara kalian ada seorang laki-laki yang tadi malam tidak menggauli istrinya?’ Abu Thalhah menjawab, ‘Saya.’ Beliau bersabda, ‘Turunlah ke dalam kuburnya.’ Maka Abu Thalhah pun turun ke dalam kubur tersebut.” (H.R. al-Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah Saw tidak menahan air mata beliau. Beliau menangis karena kasih sayang kepada putrinya. Akan tetapi, tangisan itu tidak disertai penolakan terhadap takdir Allah. Beliau tidak meratap, dan tidak mengucapkan kata-kata yang menunjukkan ketidakrelaan kepada keputusan Allah.

Inilah pelajaran penting bagi setiap Muslim. Islam tidak pernah mengharamkan air mata. Yang dilarang adalah kehilangan kendali hingga kesedihan berubah menjadi bentuk protes kepada Allah.

Rasulullah Saw bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُودَ، وَشَقَّ الْجُيُوبَ، وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ

“Bukan termasuk golongan kami orang yang memukul-mukul pipi, merobek-robek pakaian, dan menyeru dengan seruan jahiliah.” (H.R. al-Bukhari)

Karena itu, ketika mendengar lirik “Soal ikhlas ternyata aku masih amatir”, seorang Muslim tidak perlu merasa bersalah apabila masih menangis saat mengingat orang yang telah meninggal. Menangis adalah hal lumrah. Air mata merupakan bahasa cinta yang tidak selalu mampu diterjemahkan oleh kata-kata. Yang perlu dijaga adalah agar kesedihan tidak berubah menjadi keputusasaan dan penolakan terhadap ketetapan Allah.

Kematian adalah Kepastian

Bagaimanapun juga, kematian adalah kepastian yang akan dialami oleh setiap manusia. Tidak ada seorang pun yang dapat menghindarinya.

Allah SWT berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 185)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan mati dan sesungguhnya mereka pun akan mati.” (QS. az-Zumar [39]: 30)

Dua ayat ini mengingatkan bahwa tidak ada manusia yang kekal di dunia. Orang tua kita akan meninggal. Pasangan kita akan meninggal. Sahabat kita akan meninggal. Bahkan kita sendiri pun suatu hari akan dipanggil menghadap Allah. Yang berbeda hanyalah waktunya.

Maka, ikhlas bukanlah kemampuan menghilangkan rasa sedih. Ikhlas adalah menerima bahwa setiap pertemuan di dunia memang memiliki batas waktu. Kita boleh menangis, tetapi kita tidak boleh kehilangan keyakinan bahwa semua yang terjadi berada dalam ketetapan Allah Yang Maha Bijaksana.

Ketika musibah itu datang, Allah mengajarkan kalimat yang sangat agung.

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan, ‘Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.’” (QS. al-Baqarah [2]: 156)

Agar Keikhlasan Kita tidak lagi Amatir

Islam tidak menghendaki seorang Mukmin berhenti pada kesedihan. Setelah mengajarkan bahwa menangis merupakan fitrah manusia, Islam juga menunjukkan jalan agar cinta kepada orang yang telah meninggal tetap dapat diwujudkan dalam bentuk yang lebih bermakna.

Orang yang telah meninggal tidak lagi membutuhkan ratapan. Yang mereka butuhkan adalah doa dan amal-amal yang Allah jadikan bermanfaat bagi mereka. Karena itu, kerinduan hendaknya diubah menjadi ibadah, sebab itulah hadiah terbaik bagi mereka yang telah mendahului kita.

Berikut adalah amalan-amalan yang bisa kita lakukan untuk jenazah orang terkasih yang bis akita lakukan:

Doa Orang yang Masih Hidup

Amal pertama yang paling utama ialah mendoakan orang yang telah meninggal. Al-Qur’an mengajarkan bahwa orang-orang beriman yang datang setelah generasi terdahulu diperintahkan untuk memohonkan ampunan bagi saudara-saudara mereka yang telah lebih dahulu beriman.

Allah SWT berfirman,

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا ۚ رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar) berdoa, ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman daripada kami, dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.’” (QS. al-Hasyr [59]: 10)

Ayat ini menunjukkan bahwa doa orang yang masih hidup bermanfaat bagi mereka yang telah meninggal dunia.

Karena itu, ketika rasa rindu datang, jangan hanya menangis. Angkatlah kedua tangan dan doakan mereka. Boleh jadi, doa itulah hadiah yang paling berharga bagi mereka.

Melunasi Utang Orang yang Meninggal

Apabila orang yang meninggal masih memiliki utang kepada sesama manusia, maka melunasinya merupakan amal yang sangat dianjurkan.

Dari Salamah bin al-Akwa’ r.a. diriwayatkan,

أُتِيَ النَّبِيُّ ﷺ بِجَنَازَةٍ لِيُصَلِّيَ عَلَيْهَا، فَقَالَ: هَلْ عَلَيْهِ مِنْ دَيْنٍ؟ قَالُوا: لَا. فَصَلَّى عَلَيْهِ، ثُمَّ أُتِيَ بِجَنَازَةٍ أُخْرَى، فَقَالَ: هَلْ عَلَيْهِ مِنْ دَيْنٍ؟ قَالُوا: نَعَمْ. قَالَ: صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ. فَقَالَ أَبُو قَتَادَةَ: عَلَيَّ دَيْنُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ. فَصَلَّى عَلَيْهِ (رواه البخاري)

“Didatangkan kepada Nabi Saw satu jenazah agar beliau menyalatkannya. Beliau bertanya, ‘Apakah ia mempunyai utang?’ Mereka menjawab, ‘Tidak.’ Maka beliau menyalatkannya. Kemudian didatangkan jenazah yang lain. Beliau bertanya, ‘Apakah ia mempunyai utang?’ Mereka menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Salatkanlah teman kalian ini.’ Abu Qatadah berkata, ‘Wahai Rasulullah, biarlah utangnya menjadi tanggunganku.’ Maka Rasulullah Saw pun menyalatkannya.” (H.R. al-Bukhari)

Hadis ini menunjukkan besarnya perhatian Islam terhadap penyelesaian hak-hak manusia. Melunasi utang orang yang telah meninggal merupakan bentuk kasih sayang yang sangat besar.

Menunaikan Utang Ibadah

Selain utang kepada sesama manusia, terdapat pula kewajiban ibadah tertentu yang dapat ditunaikan oleh wali atau kerabatnya sesuai tuntunan syariat, seperti utang puasa.

Rasulullah Saw bersabda,

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ (رواه البخاري)

“Barang siapa meninggal dunia sedangkan ia masih mempunyai kewajiban puasa, maka walinya berpuasa untuknya.” (H.R. al-Bukhari)

Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah Saw bersabda,

فَدَيْنُ اللَّهِ أَحَقُّ أَنْ يُقْضَى (رواه البخاري ومسلم)

“Utang kepada Allah lebih berhak untuk ditunaikan.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim)

Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa kasih sayang kepada orang yang telah meninggal juga diwujudkan dengan membantu menyelesaikan kewajiban ibadah yang masih menjadi tanggungannya sesuai ketentuan syariat.

Menjadi Anak Saleh

Di antara hadiah terbesar bagi orang tua yang telah meninggal adalah melihat anak-anaknya terus hidup dalam ketaatan kepada Allah.

Rasulullah Saw bersabda,

إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ، وَإِنَّ وَلَدَهُ مِنْ كَسْبِهِ (رواه النسائي)

“Sesungguhnya sebaik-baik yang dimakan seseorang adalah dari hasil usahanya sendiri, dan sesungguhnya anaknya termasuk hasil usahanya.” (H.R. al-Nasa’i)

Karena anak merupakan hasil jerih payah orang tua, maka amal saleh anak menjadi sebab mengalirnya pahala kepada kedua orang tuanya. Oleh sebab itu, salah satu cara terbaik mengenang ayah dan ibu bukan sekadar mengingat mereka setiap hari, melainkan menjadi pribadi yang semakin bertakwa, semakin bermanfaat, dan semakin dekat kepada Allah.

Melanjutkan Amal Kebaikan yang Pernah Ditanam

Selain amal yang dilakukan oleh orang-orang yang masih hidup, Islam juga mengajarkan bahwa ada amal yang pahalanya terus mengalir dari usaha orang yang telah meninggal semasa hidupnya.

Rasulullah Saw bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ (رواه مسلم)

“Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (H.R. Muslim)

Dalam riwayat lain Rasulullah Saw menjelaskan bentuk-bentuk amal yang terus mengalir tersebut.

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ: عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ، وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ، وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ، أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ، أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ، أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ، أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ، يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ (رواه ابن ماجه)

“Sesungguhnya di antara amal dan kebaikan seorang Mukmin yang tetap sampai kepadanya setelah ia meninggal dunia ialah ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf Al-Qur’an yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang dibangunnya untuk musafir, sungai yang dialirkannya, atau sedekah yang dikeluarkannya dari hartanya ketika masih sehat dan hidup. Semua itu akan terus mengalir pahalanya setelah ia meninggal dunia.” (H.R. Ibnu Majah)

Hadis ini mengajarkan bahwa kehidupan seorang Mukmin tidak berhenti di liang kubur. Selama kebaikan yang pernah ia tanam masih memberi manfaat kepada orang lain, selama itu pula pahala terus mengalir kepadanya.

Karena itu, apabila hari ini kita masih berkata, “Soal ikhlas ternyata aku masih amatir,” jangan biarkan kalimat itu berhenti pada kesedihan. Menangislah sebagaimana Rasulullah Saw pernah menangis. Bersabarlah sebagaimana Allah memerintahkan kesabaran. Lalu bangkitlah. Doakan mereka, lunasi hak-haknya jika masih ada, tunaikan kewajiban yang masih menjadi tanggungannya sesuai syariat, jadilah anak yang saleh, dan teruskan kebaikan yang pernah mereka tanam.

Dengan cara itulah, kerinduan tidak lagi hanya menjadi air mata, tetapi berubah menjadi pahala yang terus mengalir hingga Allah mempertemukan kembali orang-orang yang saling mencintai di surga-Nya.

Sumber : https://muhammadiyah.or.id/2026/07/soal-ikhlas-ternyata-kita-semua-masih-amatir/

Tidur teratur bantu melancarkan buang air besar di pagi hari

Tidur teratur bantu melancarkan buang air besar di pagi hari

Jakarta (ANTARA) – Menjaga jadwal tidur yang konsisten setiap malam dapat membantu melancarkan buang air besar (BAB) pada pagi hari karena kualitas tidur berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Dilansir dari laman Eating Well pada Senin, dokter spesialis gastroenterologi Catherine Ngo mengatakan tidur yang cukup dan berkualitas membantu sistem pencernaan mempertahankan pola pergerakan usus yang teratur sehingga mendukung kebiasaan BAB yang lebih konsisten.

Penelitian menunjukkan kualitas dan durasi tidur memengaruhi mikrobioma usus, yaitu kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan. Tidur yang tidak teratur atau kurang berkualitas dapat mengganggu ritme sirkadian dan pergerakan usus sehingga meningkatkan risiko sembelit, perut kembung, serta gangguan pencernaan lainnya.

Dokter gastroenterologi Rucha Shah menambahkan kebiasaan tidur terlalu larut juga dapat meningkatkan kadar hormon kortisol pada waktu yang tidak semestinya sehingga mengganggu proses pencernaan. Kondisi ini kerap ditemukan pada pekerja shift malam yang lebih sering mengalami pola BAB tidak teratur.

Selain itu, bangun lebih awal setelah tidur yang cukup memberi waktu lebih banyak bagi tubuh untuk rileks sebelum memulai aktivitas. Menurut Ngo, kondisi rileks membantu otot sfingter bekerja optimal saat proses BAB, sedangkan terburu-buru pada pagi hari dapat membuat tubuh terbiasa menahan keinginan buang air besar.

Untuk menjaga keteraturan BAB, para ahli juga menyarankan untuk mencukupi kebutuhan cairan sepanjang hari, mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh, serta berjalan kaki selama 10 hingga 20 menit setelah makan malam untuk membantu merangsang pergerakan usus.

Apabila sembelit tidak membaik meski telah menerapkan perubahan pola makan dan gaya hidup, para ahli menyarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5636851/tidur-teratur-bantu-melancarkan-buang-air-besar-di-pagi-hari

Dokter ungkap kebiasaan nomor satu agar buang air besar lebih lancar

Dokter ungkap kebiasaan nomor satu agar buang air besar lebih lancar

Jakarta (ANTARA) – Olahraga rutin menjadi kebiasaan utama yang direkomendasikan dokter spesialis gastroenterologi untuk membantu melancarkan buang air besar sekaligus menjaga kesehatan saluran cerna.

Dilansir dari laman Eating Well pada Kamis (16/7), aktivitas fisik dapat membantu merangsang gerakan alami usus atau peristaltik yang berperan mendorong makanan melewati saluran pencernaan sehingga mengurangi risiko sembelit dan perut kembung.

“Olahraga merangsang kontraksi alami otot usus yang penting untuk menggerakkan makanan secara efisien melalui sistem pencernaan,” kata dokter spesialis gastroenterologi David Clarke.

Menurut Clarke, olahraga juga dapat mempercepat perjalanan sisa makanan di usus besar sehingga mengurangi penyerapan air pada feses dan membuatnya lebih mudah dikeluarkan.

Dokter spesialis gastroenterologi Kenneth Brown menambahkan aktivitas ringan seperti berjalan kaki juga dapat membantu tubuh mencerna protein dengan lebih baik, termasuk protein dari daging merah yang cenderung lebih sulit dicerna.

Selain itu, olahraga diketahui dapat membantu mengurangi stres, yang selama ini menjadi salah satu pemicu gangguan pencernaan seperti sembelit, diare, gangguan pencernaan (dispepsia), dan irritable bowel syndrome (IBS).

Aktivitas fisik secara rutin juga dikaitkan dengan meningkatnya keragaman bakteri baik di usus yang berperan menjaga kesehatan sistem pencernaan dan daya tahan tubuh.

Latihan yang memperkuat otot inti atau core turut dinilai bermanfaat. Penelitian menunjukkan latihan tersebut selama tiga bulan dapat membantu mempercepat pergerakan makanan di saluran cerna sekaligus mengurangi keluhan sembelit.

Para ahli menyarankan masyarakat memulai kebiasaan berolahraga secara bertahap, misalnya dengan berjalan kaki selama 15 hingga 20 menit setelah makan. Orang dewasa juga dianjurkan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang sedikitnya 150 menit setiap pekan.

Selain rutin bergerak, kesehatan saluran cerna juga dapat dijaga dengan mengonsumsi makanan tinggi serat, mencukupi kebutuhan cairan, tidak menahan keinginan buang air besar, serta rutin mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt, kefir, tempe, kimchi, atau sauerkraut.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5651863/dokter-ungkap-kebiasaan-nomor-satu-agar-buang-air-besar-lebih-lancar?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=category_home

ITS Bikin Traktor Perahu Listrik untuk Lahan Gambut

ITS Bikin Traktor Perahu Listrik untuk Lahan Gambut

INSTITUT Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan inovasi traktor perahu listrik untuk pertanian lahan gambut. Traktor ini diklaim mampu memangkas biaya operasional secara signifikan dan hemat energi dibanding traktor berbahan bakar fosil.

Manajer Tim Bengkel Science Techno Park (STP) Otomotif, Prof. Bambang Sudarmanta, mengatakan inovasi ini berawal dari data yang menunjukkan bahwa produktivitas lahan gambut di Indonesia masih rendah. Mereka pun mencari solusi terhadap tantangan kondisi tersebut berupa traktor perahu listrik.

“Berbeda dengan traktor pada umumnya, kendaraan ini didesain menyerupai bentuk kapal agar mampu bergerak optimal di atas lahan basah tanpa risiko tenggelam,” ujar Bambang lewat keterangannya, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Bambang, sistem elektrifikasi traktor perahu tersebut menggabungkan prinsip flotasi, mekanisasi pertanian, dan elektrifikasi guna meningkatkan produktivitas lahan. “Sistem ini akan meminimalisir degradasi struktur tanah, serta mendukung pertanian berkelanjutan yang rendah emisi,” tuturnya.

Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut menjelaskan bahwa traktor ini dirancang dengan fokus pada optimasi torsi tinggi, bukan kecepatan, sehingga traktor ini bisa memenuhi kebutuhan operasional membajak sawah.

Bambang melanjutkan, secara teknis traktor ini digerakkan oleh motor listrik 10 kilowatt (kW) serta dilengkapi layar elektronik untuk memudahkan petani memantau kondisi baterai, pengontrol suhu, dan tegangan baterai secara real-time.

Bambang mengatakan bahwa traktor listrik ini jauh lebih hemat biaya dibandingkan traktor konvensional berbasis bensin atau solar karena sumber energi traktor ini memanfaatkan daya listrik yang murah dan mudah diakses di rumah warga.

“Keunggulan lainnya ialah respons torsi yang instan saat gas diaktifkan, sehingga menghasilkan tenaga penuh secara langsung untuk menggemburkan tanah,” terang pakar teknik pembakaran dan bahan bakar tersebut.

Terkait spesifikasi daya, traktor ini bekerja pada tegangan optimal sekitar 72 volt dan arus 32 Ampere, yang menghasilkan daya sekitar 10 kW dengan kapasitas baterai sebesar 140 Ampere per hour (Ah). Dengan demikian, traktor dapat digunakan selama 3 sampai 4 jam dalam kondisi penuh.

“Berdasarkan hasil uji coba, traktor ini diestimasikan mampu membajak lahan seluas 1 hektare,” paparnya.

Traktor ini juga diuji pada lahan 1 hektare yang memiliki dimensi lebar 100 meter dan panjang 100 meter. Dengan menggunakan bajak traktor selebar 1,8 meter, traktor ini memerlukan sebanyak 56 lintasan atau 5,6 kilometer untuk menyelesaikan area tersebut.

Bambang mengatakan tim terus melakukan pengembangan dan validasi. Pada uji coba langsung di sawah sebelumnya, tim menemui kendala teknis berupa panas berlebih sehingga diputuskan untuk menambahkan sistem pendingin sebagai komponen krusial yang baru.

Sumber : https://www.tempo.co/sains/its-bikin-traktor-perahu-listrik-untuk-lahan-gambut-2275905

Arab Saudi Naikkan Tarif Impor hingga 15 Persen

Arab Saudi Naikkan Tarif Impor hingga 15 Persen

KEMENTERIAN Perdagangan Indonesia mengumumkan Pemerintah Arab Saudi menaikkan mayoritas tarif bea masuk terhadap komoditas impor dari semua negara. “Perubahan tarif oleh Pemerintah Arab Saudi perlu kita sikapi sebagai upaya membuka peluang baru,” kata Atase Perdagangan Republik Indonesia di Riyadh, Zulvri Yenni, dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 Juli 2026.

Pemerintah Arab Saudi menetapkan perubahan tarif bea masuk terhadap 51 komoditas. Sejumlah kategori barang yang mengalami perubahan tarif adalah produk pertanian, peternakan, perikanan, dan pangan.

Dari 51 barang, hanya ada dua komoditas yang tidak mengalami perubahan tarif. Komoditas tersebut adalah udang air dingin dan udang lainnya dengan tarif bea masuk sebesar 6 persen.

Sementara itu, Arab Saudi memberlakukan tarif bea masuk terhadap puluhan kategori barang yang sebelumnya bebas tarif alias 0 persen.

Tarif bea masuk terendah ditetapkan sebesar 6 persen sedangkan yang terbesar adalah 15 persen. Sejumlah komoditas yang memiliki tarif bea masuk 6 persen adalah kentang, karkas utuh atau setengah karkas, dan potongan bertulang lainnya.

Sementara sejumlah komoditas yang mendapat tarif bea masuk terbesar, yakni 15 persen adalah kalkun, bebek, dan ayam indukan.

Penetapan tersebut disampaikan dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1447-88-10 tertanggal 15 Juni 2026, yang berlaku mulai 26 Juni 2026.

Menurut Zulvri, perubahan tarif bea masuk tersebut dilakukan pemerintah Arab Saudi untuk melindungi dan mendorong perkembangan produk pertanian lokal. Ia mengatakan kebijakan tersebut tetap sesuai dengan komitmen Arab Saudi pada

Zulvri optimistis pelaku usaha Indonesia dapat memanfaatkan berbagai peluang untuk tetap menembus pasar Arab Saudi di tengah perubahan bea masuk. Agar dapat bersaing di pasar Arab Saudi, Zulvr mendorong pelaku usaha Indonesia dapat memperhatikan efisiensi biaya, kepatuhan terhadap standar keamanan pangan, dan pengembangan produk bernilai.

Menurutnya, Indonesia masih memiliki peluang memperluas ekspor produk pangan dan perikanan bernilai tambah. Khususnya produk yang belum diproduksi secara memadai oleh industri domestik Arab Saudi seperti kerupuk udang.

Penguatan sektor pertanian dan akuakultur Arab Saudi berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap teknologi budi daya, sistem rantai dingin, pakan, benih, dan jasa pendukung lainnya yang dimiliki Indonesia. “Berbagai kebutuhan yang akan mengiringi kebijakan ini dapat menjadi peluang kerja sama antara pelaku usaha Indonesia dan Arab Saudi,” kata Zulvri.

Sumber : https://www.tempo.co/ekonomi/arab-saudi-naikkan-tarif-impor-hingga-15-persen-2276146

7 Cara Menghasilkan Uang dari Hp dengan WhatsApp

7 Cara Menghasilkan Uang dari Hp dengan WhatsApp

Di era digital, memulai bisnis tidak harus memiliki toko, tetapi bisa dilakukan dengan fasilitas yang ada, seperti aplikasi WhatsApp.

Aplikasi pesan instan yang biasa digunakan untuk menjalin hubungan dengan keluarga, saudara, dan teman ini, juga bisa berfungsi sebagai sumber penghasilan.

Selain karena penerapan strategi bisnis yang tepat, mereka mampu memanfaatkan fitur-fitur gratis yang ada di dalamnya secara maksimal, sehingga WhatsApp bisa menjadi jendela penghasilan utamanya.

Apa Itu WA Bisnis?

Aplikasi WhatsApp punya dua jenis yang menawarkan fitur berdasarkan kemampuan operasionalnya, yaitu WA Biasa dan WA Bisnis.

Sesuai dengan namanya, WA Bisnis dirancang secara khusus bagi para pelaku usaha dengan tambahan fitur-fitur canggih, seperti:

  • Nama Bisnis
  • Kategori Bisnis
  • Tampilan Katalog Produk
  • Deskripsi Perusahaan
  • Lokasi dan Jam Operasional Kerja
  • Otomatisasi Pesan

Salah satu fitur yang menjadi andalan para pelaku usaha adalah otomatisasi pesan. Fitur ini memungkinkan pelaku usaha untuk memberikan respon pesan cepat kepada pelanggan.

Jenis Jualan yang Bisa Dijual di WA

Hampir semua jenis produk bisa dijual di WA, selama bukan produk yang melawan hukum.

Untuk memberikan gambaran, berikut adalah beberapa jenis produk yang berpotensi bisa dijual di platform ini:

1. Produk Barang

Kategori yang paling umum ditemui di WhatsApp dan jenisnya sangat beragam, seperti:

  • Kuliner: Makanan siap saji, frozen food.
  • Fashion & Lifestyle: Pakaian, aksesoris, produk kecantikan.
  • Peralatan Rumah Tangga: Barang-barang dekorasi atau perabot rumah tanggan.

2. Produk Jasa

Di WhatsApp, kamu juga bisa memasarkan produk jasa yang bersifat profesional, seperti:

  • Kreatif & Teknis: Desain grafis, penulisan artikel, jasa reparasi elektronik, hingga layanan kebersihan rumah.
  • Pendidikan & Pelatihan: Les privat, kursus memasak, atau bimbingan belajar.

3. Produk Digital

Kamu juga bisa menjual dan memasarkan produk-produk digital di WhatsApp. Berikut beberapa contohnya:

  • Edukasi dan Hiburan: Template desain, kursus dalam bentuk rekaman video, e-Book.
  • Voucher & Top-up: Jualan pulsa, paket data, voucher game.

Cara Berjualan dan Mendapatkan Pembeli dari WA

1. Beralih dari WA Biasa ke WA Bisnis

Untuk kebutuhan pribadi dan komunikasi dengan keluarga, sebaiknya menggunakan akun WA biasa.

Tetapi jika ingin serius menjalani bisnis, disarankan untuk membuat akun WA Bisnis agar terlihat lebih profesional dan bisa mengetahui mana pesan yang memang dari pelanggan atau bukan.

2. Buat Profil di WA Bisnis

Lengkapi profil bisnis di akun WA agar terlihat profesional dan tidak membuat calon pembeli ragu. Kamu bisa memulainya dengan:

  • Memasang logo toko atau foto produk jualan.
  • Lengkapi deskripsi dan jam operasional toko.
  • Cantumkan alamat, website, dan media sosial, untuk meningkatkan kepercayaan.

3. Buat Etalase Foto Produk di WA

Di WA Bisnis ada fitur katalog yang fungsinya adalah untuk menampilkan produk-produk jualan agar bisa dilihat oleh pelanggan, tanpa harus berkomunikasi kepada admin.

Biar pelanggan bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan, sertakan foto berkualitas tinggi minimal 2-3 foto dari sudut berbeda, lengkapi informasi barang (harga, ukuran, berat), dan manfaat produk.

Jika pelanggan tertarik dengan produknya, ia bisa langsung menekan tombol CTA (call to action) yang akan langsung terhubung ke admin.

4. Buat Story di WA untuk Mempromosikan Barang Jualan

Gunakan fitur status atau story di WA untuk memasarkan barang jualan. Biar tidak terlihat spam, buatlah agenda story agar tidak mengganggu kontak yang terhubung dengan nomor akun WA Bisnis.

Untuk jenis storynya sendiri bisa berupa gambar statis berisi kata-kata promo, video edukasi, testimoni, dan produk jualan.

5. Buat Pesan Broadcast di Kontak

Di WhatsApp bisnis ada fitur berupa Label yang bisa digunakan untuk mengelompokkan kontak, misalnya “Baru Tanya”, “Pelanggan Tetap”, “Reseller”.

Dengan label ini, kamu bisa membuat strategi promo yang berbeda untuk setiap kategori pelanggan.

Hasilnya, pesan siaran atau broadcast yang dikirim jadi lebih relevan dan tepat sasaran.

6. Buat Penawaran Khusus Lewat WhatsApp

Jangan lupa untuk membuat penawaran khusus secara berkala bagi pelanggan yang belanja lewat WA.

Promo yang ditawarkan bisa bermacam-macam, mulai dari diskon eksklusif di WA, bundling produk, dan lain sebagainya.

7. Gabung Komunitas atau Group dan Berbagai Produk Jualan

Bila memungkinkan, gabunglah dengan komunitas atau grup di WhatsApp yang relevan dengan produk yang dijual.

Misalnya, kalau kamu jualan produk digital, maka ikutilah grup yang relevan, seperti komunitas SEO, Affiliate Marketing, dan lain sebagainya.

Biasanya, mereka yang bergabung di dalam grup tersebut sering menggunakan produk-produk digital dan mencari rekomendasi atau vendor yang menjual produk yang dibutuhkan.

Ide Kata-Kata Broadcast Jualan di WA

Berikut adalah kumpulan contoh kata-kata broadcast yang bisa digunakan untuk berjualan di WA:

  1. “Baju baru, semangat baru! Dapatkan diskon 15% khusus hari ini untuk koleksi kemeja premium kami.”
  2. “Cuma hari ini! Beli 2 gratis 1 untuk semua kaos polos. Yuk, ajak teman kamu patungan!”
  3. “Spesial untuk pelanggan setia! Voucher potongan Rp20rb tanpa minimal belanja. Gunakan kode: SETIA20.”
  4. “Promo E-book eksklusif! Pelajari strategi [Topik] hanya dalam satu malam. Diskon 50% untuk 10 pembeli pertama.”
  5. “Akses akun premium [Nama Layanan] tanpa ribet. Proses cepat, legal, dan bergaransi penuh!”
  6. “Jasa service AC terpercaya di [Nama Kota]. Dingin maksimal, harga minimal. Hubungi kami untuk jadwal hari ini.”
  7. “Jasa titip (Jastip) [Nama Kota/Negara] buka besok! Kirim daftar belanjaanmu sekarang ya.”
  8. “Lagi malas masak? Pesan paket katering harian kami. Menu berganti setiap hari, gizi terjamin!”
  9. “Khusus untuk kontak WA saya: Harga spesial yang tidak ada di marketplace. Balas ‘MAU’ untuk dapatkan kodenya.”
  10. “Terima kasih sudah menyimpan nomor kami. Sebagai apresiasi, ini voucher diskon khusus buat kamu”

Sumber : https://www.inilah.com/cara-menghasilkan-uang-dari-hp-dengan-whatsapp