Setelah Lama Berdarah-darah, GoTo Akhirnya Cetak Laba Rp607 Miliar

Setelah Lama Berdarah-darah, GoTo Akhirnya Cetak Laba Rp607 Miliar

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp607,48 miliar pada semester I 2026. Kinerja tersebut menjadi pembalikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu ketika perusahaan masih mencatatkan rugi bersih Rp580,01 miliar.

Perbaikan kinerja keuangan itu ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bersih yang mencapai Rp10,99 triliun, meningkat 28,45 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan semester I 2025 sebesar Rp8,55 triliun.

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, mengatakan perusahaan juga mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, seiring peningkatan profitabilitas operasional.

“Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1 triliun untuk pertama kalinya,” ujar Hans, Kamis (30/7).

Bisnis Pengiriman Jadi Penyumbang Terbesar

Pendapatan GoTo masih didominasi oleh bisnis jasa pengiriman yang menyumbang Rp3,2 triliun, tumbuh 16,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, pendapatan dari imbalan jasa mencapai Rp3,15 triliun, disusul pendapatan imbalan jasa e-commerce sebesar Rp550,72 miliar dan pendapatan iklan senilai Rp254,45 miliar.

Perusahaan juga membukukan pendapatan lain-lain sebesar Rp1,12 triliun, sementara dana yang diperoleh dari pinjaman meningkat menjadi Rp2,7 triliun atau tumbuh 64,67 persen secara tahunan.

Di sisi lain, seiring meningkatnya aktivitas bisnis, biaya dan beban perusahaan juga naik 16,87 persen menjadi Rp10,21 triliun dari sebelumnya Rp8,73 triliun.

Hingga 30 Juni 2026, GoTo mencatat total aset sebesar Rp47,47 triliun, dengan total liabilitas dan ekuitas berada pada level yang sama.

Dampak Aturan Komisi Baru Mulai Kuartal III

Hans mengatakan mulai 1 Juli 2026, GoTo telah menerapkan struktur komisi baru sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026.

Kebijakan tersebut berlaku untuk layanan transportasi roda dua Gojek yang berkontribusi sekitar 7 persen terhadap pendapatan bersih grup.

“Dampak dari perubahan komisi ini akan terlihat pada laporan keuangan kuartal ketiga. Namun, setelah satu bulan berjalan, kondisi bisnis tetap stabil,” kata Hans.

Meski demikian, GoTo tetap mempertahankan proyeksi EBITDA Grup yang disesuaikan sepanjang 2026 di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.

Perseroan memperkirakan kontribusi bisnis on-demand services akan menurun akibat penyesuaian komisi aplikasi, sementara lini bisnis fintech diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan laba.

Target Fintech Naik, On-Demand Diturunkan

Seiring kinerja yang terus membaik, GoTo menaikkan target EBITDA bisnis fintech menjadi Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar Rp1,4 triliun-Rp1,5 triliun.

Sebaliknya, target EBITDA bisnis on-demand services diturunkan menjadi Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun dari sebelumnya Rp1,7 triliun-Rp1,8 triliun sebagai dampak penerapan komisi aplikasi sebesar 8 persen.

Hans menegaskan GoTo akan terus berinvestasi dalam pengembangan ekosistem, termasuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi melalui berbagai program seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, beasiswa, hingga program umrah gratis.

“Bagi kami, kesuksesan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemajuan seluruh pihak di dalam ekosistem GoTo,” ujarnya.

Meski optimistis terhadap prospek bisnis, Hans mengingatkan bahwa proyeksi kinerja perusahaan tetap bergantung pada berbagai faktor eksternal seperti persaingan industri, inflasi biaya, serta kondisi ekonomi makro.

Sumber : https://www.inilah.com/setelah-lama-berdarah-darah-goto-akhirnya-cetak-laba-rp607-miliar

Macam-Macam Thaharah dalam Islam, Lengkap dengan Pengertian, Dalil, dan Medianya

Macam-Macam Thaharah dalam Islam, Lengkap dengan Pengertian, Dalil, dan Medianya

Bersuci menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi sebelum seorang Muslim melaksanakan ibadah, terutama salat.

Dalam ajaran Islam, proses menyucikan diri dari hadas dan najis ini dikenal sebagai thaharah.

Meski sering dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit yang belum memahami bahwa thaharah memiliki beberapa macam dengan fungsi dan tata cara yang berbeda.

Pengertian Thaharah dalam Islam

Secara sederhana, thaharah memiliki arti bersuci dari hadas dan najis. Hal ini dilakukan dengan wudu, mandi wajib, atau tayamum jika memang tidak memungkinkan menggunakan air.

Sementara itu, bersuci dari najis dilakukan dengan membersihkan kotoran yang menempel pada tubuh, pakaian, maupun tempat yang digunakan untuk salat.

Karena menjadi salah satu syarat sah salat, sangat penting bagi umat Muslim untuk mempelajari thaharah, terutama bagi mereka yang sudah baligh dan berakal.

Tanpa bersuci, ibadah salat tidak bisa dilaksanakan dengan sempurna dan sesuai ketentuan syariat.

Dalil Alquran dan Hadis tentang Thaharah

Perintah untuk menjaga kesucian sendiri sudah dijelaskan secara tegas dalam ayat-ayat Alquran.

Berikut adalah beberapa dalilnya:

1. Surat Al-Baqarah Ayat 222

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Latin: Wa yas’aloonaka ‘anil maheedi qul huwa azan fa’tazilun nisaaa’a fil maheedi wa laa taqraboo hunna hattaa yathurna fa-izaa tathharna faatoohunna min haisu amarakumul laah;

innallaaha yuhibbut Tawwaabeena wa yuhibbul mutatahhireen

Artinya: “Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, ‘Itu adalah sesuatu yang kotor.’

Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci.

Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu.

Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

2. Surat Al-Maidah Ayat 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Latin: Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo izaa qumtum ilas Salaati faghsiloo wujoohakum wa Aidiyakum ilal maraafiqi wamsahoo biru’oosikum wa arjulakum ilal ka’bayn; 

wa in kuntum junuban fattahharoo; wain kuntum mardaaa aw’alaa safarin aw jaaa’a ahadum minkum minal ghaaa’iti aw laamastumunnisaaa’a falam tajidoo maaa’an fatayammamoo sa’eedan taiyiban famsahoo biwujoohikum wa aideekum minh; 

ma yureedul laahu liyaj’ala ‘alaikum min harajinw wa laakidy yureedu liyutahhirakum wa liyutimma m’matahoo ‘alaikum la’allakum tashkuroon

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki.

Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci);

usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Maidah: 6)

Macam-Macam Thaharah dalam Islam

Secara umum, para ulama membagi thaharah menjadi dua macam, yaitu thaharah ma’nawiyah dan thaharah hissiyah.

Keduanya sama-sama penting karena Islam mengajarkan kebersihan fisik sekaligus kebersihan hati.

Berikut adalah penjelasan selengkapnya:

A. Thaharah Ma’nawiyah

Thaharah ma’nawiyah adalah upaya membersihkan hati dari penyakit seperti iri, dengki, riya, sombong, dan syirik.

Cara menjaganya adalah dengan memperbanyak istigfar, bertaubat kepada Allah SWT, serta berusaha meninggalkan perbuatan maksiat.

B. Thaharah Hissiyah

Sementara itu, thaharah hissiyah berkaitan dengan kebersihan fisik, yang mana dibagi lagi menjadi dua jenis:

Bersuci dari Hadas

Dilakukan dengan wudu, mandi wajib, atau tayamum jika tidak memungkinkan untuk menggunakan air.

Bersuci dari Najis

Dilakukan dengan menghilangkan najis yang ada pada tubuh, pakaian, atau tempat salat menggunakan air yang suci dan menyucikan.

Berbagai Media untuk Thaharah

Pada dasarnya, media utama untuk bersuci adalah air. Namun, dalam kondisi tertentu, Islam juga memberikan kemudahan dengan memperbolehkan media lain.

Berikut adalah penjelasan selengkapnya:

1. Air

Air yang digunakan harus berupa air mutlak, yaitu air yang masih suci dan belum berubah warna, rasa, maupun baunya karena bercampur dengan benda lain.

Adapun tujuh sumber air yang telah disepakati oleh para ulama sebagai sumber air yang sah untuk bersuci adalah:

  • Air hujan.
  • Air laut.
  • Air sungai.
  • Air sumur.
  • Air telaga.
  • Air embun.
  • Air salju.

2. Debu atau Tanah

Jika tidak ada air atau penggunaan air justru membahayakan, tayamum boleh dilakukan menggunakan debu yang suci.

3. Batu

Batu dapat digunakan untuk beristinja setelah buang hajat. Namun, untuk menggunakannya, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi, yaitu:

  • Menggunakan minimal tiga batu.
  • Najis belum mengering.
  • Tidak menyebar.
  • Belum berpindah ke benda lain.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/ibadah/macam-macam-taharah-dalam-islam-lengkap-dengan-pengertian-dalil-dan-medianya

Rasulullah Ingatkan Tanda Munafik dalam Salat Asar, Mengapa Banyak Muslim tak Menyadarinya?

Rasulullah Ingatkan Tanda Munafik dalam Salat Asar, Mengapa Banyak Muslim tak Menyadarinya?

Tidak banyak hadis yang memuat peringatan sekeras sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengenai salat. Salah satunya adalah hadis tentang salat Asar yang ditunda hingga menjelang matahari terbenam.

Dalam hadis ini, Nabi bahkan mengulang tiga kali kalimat yang sama sebagai bentuk penegasan agar umat Islam benar-benar memperhatikannya.

Pengulangan tersebut menunjukkan bahwa persoalan ini bukan sekadar tentang terlambat menunaikan salat. Rasulullah sedang mengungkap penyakit hati yang dapat menggerogoti kualitas keimanan seseorang tanpa disadari.

Fenomena menunda salat hingga akhir waktu menjadi salah satu persoalan yang kerap terjadi di tengah kehidupan modern.

Kesibukan pekerjaan, aktivitas bisnis, pendidikan, hingga hiburan digital sering kali membuat salat bergeser dari prioritas utama menjadi aktivitas yang dikerjakan ketika seluruh urusan dunia dianggap selesai.

Padahal, dalam pandangan Islam, kualitas hubungan seorang hamba dengan Allah tidak hanya diukur dari apakah ia masih sempat menunaikan salat, tetapi juga dari bagaimana ia memuliakan waktu yang telah ditetapkan Allah.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ, تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ, تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ. يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسَ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيْ الشَّيْطَانِ. قَامَ فَنَقَرَهَا أَرْبَعًا, لَا يَذْكُرُ اللهَ فِيْهَا إِلَّا قَلِيْلًا
Artinya: “Itu adalah salatnya orang-orang munafik, itu adalah salatnya orang-orang munafik, itu adalah salatnya orang-orang munafik.

Salah seorang dari mereka duduk hingga sinar matahari telah menguning, tatkala itu ia sedang berada di antara dua tanduk setan atau pada dua tanduk setan.

Maka dia bangkit untuk salat, dia salat empat rakaat dengan sangat cepat (seperti burung mematuk makanan), dia tidak mengingat Allah padanya kecuali sangat sedikit.” (HR. Sunan Abu Dawud No. 350).

Bukan Sekadar Terlambat, tetapi Gambaran Kondisi Hati

Hadis tersebut tidak sedang menyatakan setiap orang yang pernah terlambat salat otomatis menjadi munafik. Para ulama menjelaskan Rasulullah sedang menggambarkan karakter dan kebiasaan orang munafik dalam memperlakukan salat.

Ada tiga ciri yang disebutkan secara berurutan.

Pertama, mereka sengaja menunda salat hingga waktu hampir habis.

Kedua, ketika akhirnya berdiri menunaikan salat, mereka melakukannya dengan sangat tergesa-gesa, tanpa ketenangan dan tanpa kekhusyukan.

Ketiga, mereka sangat sedikit mengingat Allah dalam salatnya sehingga ibadah hanya menjadi gerakan fisik yang kehilangan ruh.

Ketiga ciri ini menunjukkan persoalan utama bukan terletak pada gerakan salat, melainkan pada cara seseorang memandang kewajiban tersebut. Ketika salat hanya diposisikan sebagai beban yang harus segera diselesaikan, maka nilai spiritualnya perlahan menghilang.

Mengapa Rasulullah Mengulanginya Tiga Kali?

Salah satu bagian paling menarik dari hadis ini adalah pengulangan kalimat, تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ “Itu adalah salatnya orang-orang munafik,” sebanyak tiga kali.

Dalam tradisi penyampaian Rasulullah, pengulangan memiliki makna yang sangat penting. Nabi biasa mengulang suatu peringatan apabila perkara tersebut memiliki dampak besar terhadap keselamatan agama seseorang.

Artinya, ancaman dalam hadis ini tidak boleh dipahami secara ringan. Rasulullah ingin agar umat Islam melakukan evaluasi terhadap kualitas salatnya, bukan sekadar memastikan bahwa kewajiban tersebut telah gugur.

Tantangan Muslim Modern

Di era digital, bentuk “menunda salat” sering kali tidak lagi disebabkan oleh kemalasan semata. Notifikasi telepon genggam, rapat kerja, media sosial, hiburan digital, hingga aktivitas ekonomi yang berlangsung tanpa jeda membuat banyak orang menempatkan salat sebagai agenda terakhir.

Ironisnya, seseorang dapat terlihat sangat disiplin terhadap jadwal pekerjaannya, tetapi justru paling longgar ketika menyangkut waktu salat.

Di sinilah hadis Rasulullah menjadi sangat relevan. Bahaya terbesar bukan sekadar kehilangan waktu salat di awal waktu, melainkan ketika hati mulai merasa bahwa urusan dunia lebih penting daripada memenuhi panggilan Allah.

Alarm Muhasabah Sebelum Terlambat

Hadis ini sejatinya merupakan alarm untuk melakukan muhasabah. Rasulullah tidak sedang menutup pintu harapan, melainkan mengingatkan umat Islam agar tidak membiarkan kebiasaan buruk berubah menjadi karakter.

Selama seorang Muslim masih berusaha memperbaiki diri, menjaga salat pada waktunya, menghadirkan kekhusyukan, serta memperbanyak zikir kepada Allah di dalam salat, maka ia sedang menjauhkan dirinya dari sifat-sifat yang diperingatkan Rasulullah.

Pada akhirnya, hadis ini mengajarkan ukuran keberhasilan seorang Muslim bukan hanya mampu menunaikan salat, tetapi juga menjadikan salat sebagai prioritas utama yang membentuk seluruh ritme kehidupannya.

Sebab, ketika salat mulai kehilangan posisi istimewanya, saat itulah hati perlu bertanya apakah yang berubah hanyalah jadwal, atau justru kualitas iman yang perlahan memudar?

Sumber : https://mozaik.inilah.com/ibadah/rasulullah-ingatkan-tanda-munafik-dalam-salat-asar-mengapa-banyak-muslim-tak-menyadarinya

Pelajari Hukum dan Hadis Larangan Mencela Makanan dalam Islam, Lengkap dengan Alasannya

Pelajari Hukum dan Hadis Larangan Mencela Makanan dalam Islam, Lengkap dengan Alasannya

Tidak semua makanan yang tersaji di hadapan kita selalu sesuai dengan selera.

Meski begitu, Rasulullah SAW mengajarkan agar seorang Muslim tetap menjaga lisannya dan tidak mencela makanan yang disajikan.

Sikap inilah yang menjadi salah satu bentuk adab dalam Islam ketika menikmati rezeki dari Allah SWT.

Di samping itu, anjuran untuk tidak mencela makanan sendiri juga pernah disebutkan dalam sebuah hadis sahih.

Hadis Rasulullah SAW tentang Larangan Mencela Makanan

Rasulullah SAW memberikan teladan terbaik dalam bersikap saat menikmati hidangan. Beliau tidak pernah mengeluhkan atau merendahkan makanan yang disajikan di hadapannya.

Hal ini dijelaskan dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA dan disepakati kesahihannya (muttafaq ‘alaih):

مَا عَابَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ طَعَامًا قَطُّ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ، وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ

Latin: Maa ‘aaba Rasulullahi shallallahu ‘alaihi wa sallama tha’aaman qaththu. Inisytahaahu akalahu, wa in karihahu tarakahu.

Artinya: “Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukainya, beliau memakannya. Jika beliau tidak menyukainya, beliau meninggalkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Lewat hadis ini, Rasulullah mengajarkan sikap yang sederhana dengan tidak melanjutkan makan hidangan yang tidak disukainya, alih-alih mencela hidangan tersebut.

Mengapa Islam Melarang Mencela Makanan?

1. Bentuk Kufur Nikmat dan Kesombongan

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa mencela makanan bisa menjadi tanda kurang bersyukur atas rezeki yang telah Allah SWT berikan.

Sikap seperti ini juga mencerminkan kesombongan karena meremehkan nikmat yang sebenarnya harus disyukuri.

2. Menjaga Perasaan Orang yang Memasak

Setiap hidangan pada dasarnya dibuat dengan waktu, tenaga, dan usaha.

Karena itu, komentar seperti “tidak enak” atau “gagal masaknya” bisa melukai perasaan orang yang telah memasaknya, baik itu pasangan, anggota keluarga, maupun tuan rumah yang sedang menjamu tamu.

3. Meneladani Akhlak Rasulullah SAW

Ada sebuah kisah yang cukup terkenal ketika Rasulullah SAW menerima hadiah berupa buah jeruk.

Setelah dicicipi, ternyata rasanya sangat asam. Namun, beliau tetap memakannya sendiri hingga habis.

Ketika para sahabat bertanya mengapa buah itu tidak dibagikan, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa beliau khawatir para sahabat akan menunjukkan ekspresi tidak suka.

Hal itu dikhawatirkan membuat orang yang memberi hadiah merasa sedih atau kecewa.

Kisah ini menunjukkan betapa Rasulullah SAW sangat menjaga perasaan orang lain, bahkan dalam hal yang terlihat sederhana.

Apa Bedanya Mencela Makanan dan Memberikan Kritikan?

Tidak semua komentar tentang makanan termasuk mencela.

Para ulama menjelaskan adanya perbedaan antara celaan dan masukan yang bertujuan memperbaiki.

Berikut adalah penjelasan selengkapnya:

Contoh Celaan yang Dilarang

Dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa ucapan seperti “terlalu asin”, “hambar”, “masih keras”, atau “belum matang” bisa termasuk celaan apabila diucapkan dengan maksud merendahkan makanan.

Kritik yang Diperbolehkan

Berbeda halnya jika komentar tersebut disampaikan sebagai masukan yang baik.

Dalam Syarh Riyadh Ash-Shalihin dijelaskan bahwa memberikan evaluasi untuk memperbaiki masakan diperbolehkan.

Misalnya, seseorang berkata, “Masakan hari ini agak terlalu banyak garamnya. Mungkin lebih baik jika sedikit dikurangi takarannya”

Jika disampaikan dengan sopan dan bertujuan memperbaiki hasil masakan di kemudian hari, ucapan seperti ini tidak termasuk mencela.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/pelajari-hukum-dan-hadis-larangan-mencela-makanan-dalam-islam-lengkap-dengan-alasannya

Produksi Nikel INCO Sentuh 29.773 Ton hingga Semester I 2026

Produksi Nikel INCO Sentuh 29.773 Ton hingga Semester I 2026

Liputan6.com, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat produksi nikel dalam matte melonjak hingga semester I 2026. Perseroan menilai didukung disiplin dalam pelaksanaan operasional serta keberlanjutan peningkatan kapasitas operasi penambangan, perseroan tetap berada pada posisi yang baik untuk menciptakan nilai berkelanjutan di tengah dinamika pasar yang terus berlangsung.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis, (30/7/2026), PT Vale Indonesia Tbk memproduksi 16.153 metrik ton nikel dalam matte pada kuartal II 2026, naik 19% dibandingkan kuartal sebelumnya 13.260 ton.

Seiring hal itu, total produksi nikel matte pada semester pertama 2026 mencapai 29.773 ton. Pada periode sama tahun lalu, produksi nikel mencapai 35.584.

Perseroan mencatat kinerja operasional yang lebih kuat setelah selesainya proyek Pembangunan Kembali Tanur Listrik 3 pada Juni 2026, dengan tetap mempertahankan fokus yang tinggi pada keselamatan kerja dan keandalan operasional.

Perseroan tetap berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target produksi tahunan, serta berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan fundamental pasar nikel yang kondusif. Selain produksi nikel dalam matte, PT Vale terus memperkuat platform pertumbuhannya melalui pengoperasian tiga hub pertambangan di Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa, yang menandai tonggak penting dalam transformasi Perseroan. Ekspansi strategis ini menghasilkan pertumbuhan yang signifikan pada volume produksi dan penjualan bijih nikel.

Pada kuartal kedua 2026, Blok Bahodopi membukukan penjualan bijih nikel saprolit sebesar 1,07 juta wet metric ton (wmt), meningkat dari 886 ribu wmt pada triwulan sebelumnya, sehingga total volume penjualan pada semester pertama mencapai 1,96 juta wmt.

Sementara itu, Blok Pomalaa mencatat peningkatan signifikan dalam penjualan bijih nikel menjadi 1,26 juta wmt pada kuartal kedua 2026, dibandingkan 89 ribu wmt pada kuartal pertama 2026, sehingga volume penjualan kumulatif pada semester pertama mencapai 1,35 juta wmt. Kinerja kuat dari kedua proyek pertumbuhan tersebut menunjukkan keberhasilan peningkatan kapasitas operasi serta memperkuat strategi PT Vale untuk mendiversifikasi sumber pendapatannya dan membangun fondasi operasional yang lebih kokoh guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Volume Penjualan

Sementara itu, volume penjualan tetap stabil di 13.932 ton. Perseroan memperoleh manfaat dari kenaikan harga realisasi rata-rata nikel matte menjadi US$ 14.765 per ton, meningkat 4% QoQ, yang turut mendorong pendapatan mencapai US$ 290 juta, atau naik 15% dibandingkan kuartal pertama 2026.

Dari sisi biaya, biaya tunai pokok penjualan nikel matte tetap kompetitif di level US$ 10.005 per ton pada kuartal kedua 2026, membaik dibandingkan US$ 10.382 per ton pada kuartal pertama 2026, mencerminkan disiplin dan ketangguhan Perseroan yang berkelanjutan dalam pengelolaan biaya.

Pada bisnis bijih nikel, biaya tunai per unit tetap stabil, yaitu US$ 21 per ton di Bahodopi dan AS$7 per ton di Pomalaa, termasuk biaya royalti dan logistik. Secara khusus, operasi Pomalaa memperoleh manfaat dari optimalisasi biaya tunai yang lebih lanjut, didorong oleh peningkatan volume penjualan seiring kapasitas operasi yang terus meningkat.

Sumber : https://www.liputan6.com/saham/read/8257694/produksi-nikel-inco-sentuh-29773-ton-hingga-semester-i-2026

Banyak Orang Tak Sadar, Batu Ginjal Bisa Berakhir Cuci Darah

Banyak Orang Tak Sadar, Batu Ginjal Bisa Berakhir Cuci Darah

Liputan6.com, Jakarta – Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD-KGH, FINASIM, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal penyakit ginjal, terutama batu ginjal. Menurutnya, mengenali gejala sejak dini merupakan salah satu cara mencegah gagal ginjal agar tidak cuci darah akibat komplikasi yang terlambat ditangani.

“Kalau batunya kita diamkan, bisa menyebabkan infeksi, aliran urine menjadi tersumbat sehingga terjadi hidronefrosis atau pembengkakan ginjal. Kalau terlambat ditangani, akhirnya bisa menjadi gagal ginjal,” kata Mutalib dalam peluncuran Urology & Nephrology Clinic Bethsaida Hospital Gading Serpong di Auditorium Bethsaida Hospital, Tangerang, Rabu (29/7/2026)

Mutalib menjelaskan bahwa batu ginjal merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditangani di layanan urologi. Jika tidak segera diobati, kondisi ini dapat menyebabkan infeksi saluran kemih berulang, penyumbatan aliran urine, penurunan fungsi ginjal, hingga gagal ginjal terminal yang memerlukan terapi cuci darah.

Oleh sebab itu, masyarakat perlu mewaspadai gejala awal, seperti nyeri di pinggang atau punggung bagian bawah, nyeri saat buang air kecil, urine bercampur darah, serta gangguan berkemih. Pemeriksaan medis sejak keluhan pertama muncul menjadi salah satu cara mencegah gagal ginjal agar tidak cuci darah, karena kerusakan ginjal dapat dicegah sebelum menjadi permanen.

Penyebab Batu Ginjal yang Perlu Diwaspadai

Salah satu faktor risiko utama pembentukan batu ginjal, lanjut Mutalib, adalah kurangnya asupan cairan, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia.

“Kalau kurang minum, tubuh cenderung mengalami dehidrasi. Kristal hasil metabolisme makanan akan berkumpul di ginjal dan lama-kelamaan membentuk batu,” ujarnya.

Selain dehidrasi, konsumsi makanan, minuman, obat-obatan, maupun jamu secara berlebihan yang berpotensi merusak ginjal juga perlu diwaspadai. Oleh sebab itu, edukasi mengenai pola hidup sehat dan penggunaan obat secara bijak menjadi bagian penting dalam upaya mencegah penyakit ginjal.

Usia Muda Juga Berisiko Terkena Batu Ginjal

Mutalib menegaskan penyakit ginjal tidak hanya menyerang lansia. Kelompok usia produktif juga memiliki risiko tinggi akibat kebiasaan kurang minum dan jarang menjalani pemeriksaan kesehatan.

Ia menyebutkan kasus batu ginjal cukup banyak ditemukan pada kelompok usia 25–35 tahun. Oleh sebab itu, pemeriksaan kesehatan, termasuk urinalisis, disarankan dilakukan sejak usia muda, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga.

Perhatian juga perlu diberikan kepada anak-anak. Menurut Mutalib, konsumsi minuman tinggi gula dan pewarna secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal. Orang tua diimbau mengawasi pola makan dan minum anak sejak dini.

Cara Mencegah Gagal Ginjal agar Tidak Cuci Darah

Sebagai cara mencegah gagal ginjal agar tidak cuci darah, Mutalib menyarankan masyarakat membiasakan minum air putih sekitar 1,5–2 liter per hari, rutin berolahraga, menerapkan pola makan seimbang, serta tidak menunda pemeriksaan ke dokter apabila muncul gejala batu ginjal.

Menurutnya, deteksi dini dan perubahan gaya hidup menjadi kunci menjaga fungsi ginjal tetap optimal, dikutip dari Antara.

Sumber : https://kesehatan.liputan6.com/info-sehat/read/8257244/banyak-orang-tak-sadar-batu-ginjal-bisa-berakhir-cuci-darah

Catat, Ini Aturan Bawa dan Pakai Powerbank di Pesawat

Catat, Ini Aturan Bawa dan Pakai Powerbank di Pesawat

Liputan6.com, Jakarta – Video meledaknya powerbank milik penumpang di dalam pesawat rute Makassar-Jakarta yang viral di media sosial. Selama penerbangan, powerbank tersebut mengeluarkan asap dan percikan api. Awak kabin pesawat langsung melakukan penanganan darurat.

Powerbank sudah jadi salah barang wajib bawa saat bepergian. Alat ini memberikan kemudahan untuk mengisi daya ponsel kapan saja dan di mana saja, tanpa perlu mencari sumber listrik.

Namun yang perlu dicatat, membawa powerbank di pesawat punya aturan tersendiri yang diterapkan oleh otoritas penerbangan internasional dan pemerintah Indonesia. Aturan ini menjadi rujukan bagi maskapai-maskapai demi menjaga keamanan dan keselamatan selama penerbangan.

Otoritas penerbangan internasional seperti IATA (International Air Transport Association) dan FAA (Federal Aviation Administration) menetapkan standar ketat soal baterai lithium di pesawat. Aturan ini diadopsi oleh hampir seluruh maskapai dan bandara di dunia, termasuk di Indonesia.

Aturan Internasional Membawa Powerbank di Pesawat:

1. Powerbank wajib dibawa di bagasi kabin (carry-on) dan dilarang dimasukkan ke bagasi tercatat (checked baggage).

2. Powerbank dengan kapasitas hingga 100 Wh dapat dibawa tanpa memerlukan persetujuan khusus dari maskapai.

3. Powerbank berkapasitas 100–160 Wh umumnya hanya boleh dibawa setelah mendapat persetujuan maskapai, dengan jumlah maksimal dua unit per penumpang.

4. Powerbank berkapasitas di atas 160 Wh tidak diperbolehkan dibawa ke dalam pesawat.

5. Terminal atau konektor powerbank harus dilindungi untuk mencegah korsleting, misalnya dengan penutup terminal atau disimpan dalam kantong terpisah.

6. Powerbank yang rusak, menggembung, bocor, atau menunjukkan tanda kerusakan tidak boleh dibawa karena berisiko memicu kebakaran.

7. Sejumlah maskapai juga melarang penggunaan powerbank untuk mengisi daya perangkat selama penerbangan atau mengharuskan powerbank tetap dalam pengawasan penumpang, bukan disimpan di kompartemen bagasi atas.

Aturan dari Pemerintah Indonesia

Aturan tersebut kemudian diadopsi oleh pemerintah Indonesia ke dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SE 02 Tahun 2023. Surat edaran ini ditujukan pada maskapai penerbangan dalam dan luar negeri yang terbang di atau dari wilayah Indonesia.

Peraturan itu muncul sebagai upaya nyata perlindungan keselamatan dalam penerbangan di Indonesia. Berikut ketentuan membawa power bank di pesawat yang dikeluarkan Kemenhub.

1. Simpan power bank hanya dalam bagasi kabin

2. Tidak mengisi daya selama penerbangan

3. Tidak terhubung ke perangkat lain

4. Batas kapasitas power bank:

– Kurang dari 100Wh (Boleh dibawa tanpa izin)

– 100Wh 160Wh (Boleh dibawa, dengan persetujuan maskapai)

– Lebih dari 160Wh atau kapasitas tidak jelas (Tidak diperbolehkan).

Aturan-aturan tersebut dibuat lantaran powerbank menggunakan baterai lithium-ion yang berpotensi mengalami thermal runaway, yakni kondisi ketika baterai mengalami panas berlebih hingga mengeluarkan asap atau terbakar.

Dengan menyimpan powerbank di kabin, awak pesawat dapat segera menangani apabila terjadi insiden, sehingga risikonya lebih kecil dibandingkan jika disimpan di bagasi tercatat.

Batik Air Buka Suara soal Powerbank Meledak di Pesawat

Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro buka suara terkait insiden power bank milik seorang penumpang yang mengeluarkan asap disertai percikan api dalam penerbangan ID-6143 rute Makassar-Jakarta, Rabu 29 Juli 2026.

Dia menegaskan, insiden tersebut terjadi saat pesawat tengah mengudara. Awak kabin yang telah mendapat pelatihan penanganan keadaan darurat langsung menjalankan prosedur keselamatan sesuai standar operasional.

“Penanganan dilakukan secara cepat dan tepat menggunakan peralatan keselamatan yang tersedia di dalam pesawat sehingga kondisi dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang lebih lanjut,” kata Danang dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).

Menurut dia, selama proses penanganan awak kabin juga memastikan keamanan penumpang yang berada di sekitar lokasi kejadian serta terus berkoordinasi dengan kapten penerbang sesuai prosedur operasional.

“Penerbangan kemudian dilanjutkan dan pesawat mendarat dengan selamat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, sesuai prosedur operasional. Seluruh pelanggan dan awak pesawat bera dadalam kondisi aman,” jelas Danang.

Sumber : https://www.liputan6.com/news/read/8258081/catat-ini-aturan-bawa-dan-pakai-powerbank-di-pesawat

Pesawat Listrik Terbesar di Dunia Siap Jalani Uji Terbang Perdana

Pesawat Listrik Terbesar di Dunia Siap Jalani Uji Terbang Perdana

Jakarta, CNN Indonesia — Era penerbangan ramah lingkungan memasuki babak baru. Pesawat listrik terbesar di dunia besutan Heart Aerospace, X1, siap mengudara usai mengantongi izin resmi untuk melakukan uji terbang dari Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA).

FAA menerbitkan Sertifikat Kelayakan Udara Khusus dalam Kategori Eksperimental atau SAC-EC setelah menginspeksi demonstrator pesawat tersebut di Bandara Internasional Plattsburgh, New York.

Izin tersebut memberikan lampu hijau bagi produsen pesawat yang berbasis di California ini untuk segera memulai uji terbang. Heart Aerospace sebelumnya telah bekerja sama dengan FAA selama lebih dari satu tahun serta menguji keandalan darat atau ground-testing untuk memastikan kesiapan pesawat eksperimental ini.

“Mendapatkan otorisasi penerbangan FAA membawa program X1 ke ambang penerbangan perdana,” ujar Pendiri sekaligus CEO Heart Aerospace, Anders Forslund, dalam keterangan resminya, seperti dilansir Robb Report.

“Pencapaian ini mencerminkan kerja keras tim rekayasa dan uji terbang Heart, serta hubungan kerja sama erat yang telah kami bangun dengan FAA,” tambahnya.

Dengan bentang sayap mencapai 32 meter, panjang badan pesawat (fuselage) 23 meter, serta bobot lepas landas melebihi 11,3 ton, X1 bakal memecahkan rekor sebagai pesawat listrik terbesar yang pernah terbang di udara.

Rekor sebelumnya dipegang oleh modifikasi pesawat Cessna Caravan 208B yang mengudara di Negara Bagian Washington pada tahun 2020 lalu.

Pesawat demonstrator ini akan berfungsi sebagai laboratorium terbang untuk menguji dan menyempurnakan teknologi hijau yang nantinya diterapkan pada model produksi massal, ES-30.

Model produksi ES-30 dirancang sebagai pesawat hybrid-electric bertipe regional jarak pendek yang mampu menampung hingga 30 penumpang.

Pesawat ini dibekali dua motor listrik serta dua mesin turboprop, sehingga dapat beroperasi menggunakan tenaga baterai murni, bahan bakar penerbangan berkelanjutan, maupun gabungan keduanya. Inovasi teknologi ini tak hanya menekan biaya operasional maskapai, tetapi juga secara signifikan mengurangi emisi karbon.

ES-30 memiliki jangkauan terbang hibrida hingga 800 kilometer dan jangkauan daya listrik murni sejauh 200 kilometer. Baterai pesawat dapat terisi penuh hanya dalam waktu sekitar 30 menit dan mampu mendarat di landasan pacu pendek sepanjang 1.100 meter.

Proses sertifikasi dan pengoperasian resmi ES-30 ditargetkan rampung pada tahun 2031 mendatang, dengan program uji coba X1 yang menjadi pilar utamanya.

“Dengan sertifikat yang telah kami pegang, fokus penuh kami kini tertuju pada penerbangan. Kami siap menerbangkan X1 ke udara,” tegas Forslund.

Saat ini, demonstrator X1 tengah menjalani persiapan akhir menjelang penerbangan pertamanya di New York yang diperkirakan bakal berlangsung dalam beberapa hari mendatang.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260728194140-269-1385890/pesawat-listrik-terbesar-di-dunia-siap-jalani-uji-terbang-perdana

Industri Sawit Jadi Penopang Ekonomi Nasional, BPDP: Ekspor Tembus Lebih dari USD 20 Miliar per Tahun

Industri Sawit Jadi Penopang Ekonomi Nasional, BPDP: Ekspor Tembus Lebih dari USD 20 Miliar per Tahun

JawaPos.com – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengungkapkan, industri kelapa sawit memegang peranan strategis dalam menopang perekonomian Indonesia. Selain menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar, sektor ini juga dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), membuka jutaan lapangan pekerjaan, serta memperkuat program hilirisasi industri nasional.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menjelaskan nilai ekspor produk sawit Indonesia secara konsisten melampaui USD 20 miliar setiap tahun. Menurutnya, komposisi ekspor sawit kini semakin didominasi produk hilir yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan bahan mentah.

“Lebih dari 80 persen ekspor sawit Indonesia saat ini sudah berbentuk produk hilir, bukan lagi minyak mentah. Hal ini menunjukkan hilirisasi mulai memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi industri nasional,” kata Zaid dalam sambutan kunjungan kerja media di Kalimantan Tengah, Rabu malam (29/7).

Ia menjelaskan, sektor perkebunan menyumbang sekitar 4,56 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025. Kontribusi tersebut menjadikan subsektor perkebunan sebagai salah satu penggerak utama sektor pertanian sekaligus penopang penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Zaid menuturkan, dampak industri sawit sesungguhnya jauh lebih besar dari sekadar angka kontribusi terhadap PDB. Bahkan, ia menyebut sekitar 41 persen perkebunan kelapa sawit nasional dikelola oleh pekebun rakyat dengan total produksi lebih dari 16 juta ton minyak sawit setiap tahunnya.

“Fakta ini menunjukkan bahwa pekebun bukan hanya sekadar pelengkap industri sawit, tetapi merupakan aktor utama dalam rantai pasok sawit nasional,” ungkap Zaid.

BPDP juga mencatat industri sawit mampu menciptakan sekitar 16,5 juta lapangan kerja, baik secara langsung di sektor perkebunan maupun secara tidak langsung melalui sektor transportasi, logistik, perdagangan, industri pengolahan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Zaid, keberadaan industri sawit turut mendorong pembangunan infrastruktur, pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru, berkembangnya UMKM, serta meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB) dan pendapatan daerah di berbagai wilayah sentra perkebunan sawit.

“Di berbagai daerah sentra sawit, kehadiran industri ini menjadi pendorong pembangunan infrastruktur, tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, berkembangnya UMKM, hingga meningkatnya produk domestik regional bruto dan pendapatan regional bruto Indonesia,” pungkasnya.

Sumber : https://www.jawapos.com/energi/2607300110/industri-sawit-jadi-penopang-ekonomi-nasional-bpdp-ekspor-tembus-lebih-dari-usd-20-miliar-per-tahun

PNM Bekali Keterampilan Bernilai Ekonomi untuk Penyandang Disabilitas

PNM Bekali Keterampilan Bernilai Ekonomi untuk Penyandang Disabilitas

JawaPos.com  – Di tengah upaya pemerintah mendorong terciptanya ekonomi yang lebih inklusif, penyandang disabilitas masih menghadapi tantangan besar untuk memperoleh kesempatan kerja yang setara. Tidak sedikit yang memiliki kemampuan dan semangat berkarya, namun terbentur minimnya akses terhadap pelatihan maupun peluang usaha yang dapat menjadi sumber penghidupan.

Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak mengambil peran untuk memperluas ruang pemberdayaan. Salah satunya dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PNM Peduli yang menggelar pelatihan ecoprint bagi 50 penyandang disabilitas di Kabupaten Bekasi.

Program ini tidak sekadar mengajarkan teknik membuat motif pada kain menggunakan dedaunan dan bunga. Lebih dari itu, pelatihan dirancang untuk membuka peluang ekonomi baru melalui produk kreatif yang memiliki nilai jual sekaligus mendukung tren fesyen berkelanjutan yang semakin berkembang di Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, anggota DPRD Kabupaten Bekasi, serta sejumlah perangkat daerah lainnya. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas membutuhkan dukungan bersama agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk mandiri secara ekonomi.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan bahwa pemberdayaan akan memiliki dampak yang lebih besar ketika masyarakat dibekali keterampilan yang dapat langsung diterapkan menjadi peluang usaha.

“Kami ingin pelatihan ini menjadi titik awal lahirnya karya-karya yang tidak hanya bernilai seni, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Ketika peserta memiliki keterampilan dan kepercayaan diri, mereka akan lebih siap membangun usaha secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Kindaris, pelatihan ecoprint juga menjadi sarana membangun rasa percaya diri para peserta. Sebab, tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas sering kali bukan hanya keterbatasan akses terhadap pekerjaan, tetapi juga minimnya ruang untuk menunjukkan potensi yang mereka miliki.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya PNM dalam menghadirkan pemberdayaan yang menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Berbagai pelatihan keterampilan terus dikembangkan sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.

Di tengah berkembangnya ekonomi kreatif yang semakin membutuhkan produk-produk bernilai tambah dan ramah lingkungan, keterampilan seperti ecoprint membuka peluang baru bagi para penyandang disabilitas untuk ikut mengambil peran. Dari selembar kain yang dihiasi motif alami, lahir harapan bahwa keterbatasan bukan lagi penghalang untuk berkarya.

Melalui semangat Disabilitas Berdaya, PNM berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi lahirnya pengusaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan diri, keluarga, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi yang lebih inklusif.

Sumber : https://www.jawapos.com/ekonomi/2607300187/pnm-bekali-keterampilan-bernilai-ekonomi-untuk-penyandang-disabilitas