Hukum Menolak Orang yang Ingin Meminjam Uang Menurut Islam

Hukum Menolak Orang yang Ingin Meminjam Uang Menurut Islam

Jakarta – Membantu orang yang sedang kesulitan uang merupakan amalan yang sangat mulia dalam Islam. Pemberian pinjaman tanpa bunga atau imbalan merupakan perbuatan mulia.

Allah SWT menjanjikan pahala bagi hamba-Nya yang menolong sesama. Namun, bagaimana jika posisi kita sedang tidak memungkinkan atau ragu untuk meminjamkan uang? Apakah menolak orang yang ingin meminjam uang termasuk perbuatan dosa?

Hukum Meminjamkan Uang dalam Islam

Menukil buku Fikih Ekonomi Syariah: Prinsip dan Implementasinya pada Sektor Keuangan Syariah karya Dr. Rozalinda, M.Ag, Islam sangat mendorong umatnya untuk saling tolong-menolong. Salah satu bentuknya adalah melalui skema pinjaman kebaikan tanpa imbalan.

Anjuran ini ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 245:

مَّن ذَا ٱلَّذِى يُقْرِضُ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥٓ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَٱللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۜطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Artinya: “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.”

Tak hanya itu, keutamaan membantu saudara muslim lewat pinjaman juga ditegaskan Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Ibnu Majah:

“Setiap pinjaman yang diberikan kepada seorang muslim sebanyak dua kali, maka nilainya seperti satu kali sedekah.” (HR Ibnu Majah)

Hukum Menolak Meminjamkan Uang Menurut Islam

Secara hukum dasar, menolak meminjamkan uang diperbolehkan dalam Islam. Hal itu tidak otomatis membuat seseorang berdosa. Syariat Islam tetap mengakui hak privat seseorang atas kepemilikan hartanya.

Artinya, seorang muslim tidak diwajibkan untuk selalu mengabulkan setiap permintaan utang yang datang kepadanya, terutama jika ada alasan rasional dan pertimbangan syari yang mendasarinya.

Beberapa kondisi yang membolehkan seseorang menolak memberikan pinjaman antara lain:

Calon peminjam dinilai tidak sanggup membayar: Ada indikasi kuat utang tidak akan dilunasi sesuai kesepakatan.

Mengganggu stabilitas ekonomi pribadi: Memberikan pinjaman justru akan memberatkan keuangan diri sendiri atau keluarga yang menjadi tanggung jawab utama.

Selama keputusan tersebut didasari pertimbangan yang matang serta disampaikan dengan sopan dan santun, menolak pinjaman justru menjadi langkah bijak untuk mengantisipasi potensi konflik di masa depan.

Meski demikian, jika seseorang memiliki kelapangan rezeki dan tahu pasti peminjam betul-betul mendesak butuh bantuan, sangat dianjurkan untuk membantunya. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa melepaskan satu kesulitan seorang mukmin di dunia, niscaya Allah akan melepaskan satu kesulitannya pada hari kiamat.” (HR Muslim)

Dikutip dari buku Akad Ariyah dalam Fikih Muamalah: Kajian Turats dan Kontemporer karya Eka Wahyu Hestya Budianto, terdapat situasi di mana tidak memberikan pinjaman justru menjadi keputusan yang jauh lebih tepat dan berharga di mata syariat.

Contohnya, ketika diketahui dana pinjaman tersebut akan disalahgunakan untuk hal-hal maksiat, judi, narkoba, atau perbuatan melanggar hukum lainnya. Islam secara tegas melarang umatnya menjadi sarana pendukung perbuatan dosa.

Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Ma’idah ayat 2:

وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Artinya: “…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”

Dengan demikian, menolak meminjamkan uang demi menghindari kemudaratan dan perbuatan maksiat tidak hanya dibolehkan, tetapi justru menjadi tindakan yang sangat sesuai dengan ajaran Islam.

Sumber : https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8643204/hukum-menolak-orang-yang-ingin-meminjam-uang-menurut-islam

Apakah Drone Boleh Diterbangkan di Sekitar Ka’bah?

Apakah Drone Boleh Diterbangkan di Sekitar Ka’bah?

Jakarta – Ka’bah merupakan situs suci sekaligus kiblat umat Islam di seluruh dunia. Oleh karenanya, ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan para jemaah, khususnya bagi mereka yang gemar menggunakan drone atau pesawat kendali jarak jauh untuk mengambil foto atau video.

Bahkan, Pemerintah Arab Saudi menetapkan wilayah udara Makkah sebagai zona larangan terbang atau no-fly zone. Artinya, pesawat dilarang melintasi Masjidil Haram di Makkah serta Masjid Nabawi di Madinah.

Lantas, bagaimana dengan drone? Apakah ada aturan terkait penggunaan drone di sekitar Ka’bah?

Bolehkah Drone Terbang di Sekitar Ka’bah?

Dilansir dari kantor berita Antara, Deputi Hubungan Luar Negeri Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Hassan Al-Manakhra menegaskan pengambilan gambar dari udara menggunakan drone dilarang keras selama musim haji. Jika memang diperlukan, penggunaan drone harus atas izin dari pihak berwenang.

Hal itu dikatakan Hassan pada acara workshop media tentang Haji dan Umrah yang digelar di Jakarta, Selasa (5/8/2025) lalu. Tujuan diselenggarakannya acara tersebut untuk menyelaraskan sistem informasi terkait haji dan umrah.

Larangan Pesawat Terbang di Sekitar Ka’bah

Dikutip dari Fact Check AFP, Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (General Authority of Civil Aviation/GACA) mengatur pembatasan penerbangan di sekitar Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Dalam ketentuannya disebutkan, “Tidak ada yang boleh mengoperasikan pesawat di atas atau di sekitar wilayah yang akan dikunjungi atau dilalui oleh Penjaga Dua Masjid Suci, atau tokoh penting lainnya, kecuali sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Presiden dan diumumkan melalui Pemberitahuan kepada Penerbang (NOTAM).”

Dengan demikian, larangan terbang bagi pesawat di wilayah tersebut jadi kebijakan ruang udara yang dibuat pemerintah Arab Saudi untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kekhusyukan ibadah para jemaah.

Larangan pesawat terbang di sekitar Ka’bah juga bertujuan menjaga kenyamanan ibadah jemaah. Suara bising yang dihasilkan mesin pesawat bisa mengganggu konsentrasi jutaan orang yang sedang beribadah di Masjidil Haram.

Makkah dikelilingi pegunungan, oleh karenanya suara mesin pesawat berisiko memantul dan menciptakan kebisingan yang lebih besar di area lembah tempat Ka’bah berada.

Meski sifatnya ketat, aturan ini memiliki pengecualian terbatas. Dalam situasi khusus seperti pengawasan keamanan atau misi medis selama musim haji, helikopter resmi diizinkan untuk terbang di atas Kota Makkah dengan kontrol yang sangat ketat dari otoritas keamanan Saudi.

Sumber : https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8643273/apakah-drone-boleh-diterbangkan-di-sekitar-kabah

Para Ulama Besar yang Tidak Menikah Seumur Hidupnya

Para Ulama Besar yang Tidak Menikah Seumur Hidupnya

Jakarta – Menikah dalam Islam merupakan salah satu bentuk ibadah. Allah SWT menegaskan fitrah manusia yang diciptakan berpasang-pasangan.
Allah SWT berfirman:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ٢١

Artinya: “Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar-Rum: 21)

Namun, catatan sejarah Islam menulis fenomena sejumlah ulama besar yang menghabiskan waktu hidupnya tanpa menikah. Keputusan hidup ini bukan karena mengingkari syariat Islam, melainkan karena pengabdian mendalam dan perjuangan untuk menyebarkan ajaran Islam.

Para Ulama yang Tidak Menikah Seumur Hidupnya

Merangkum dari buku Bahagiakan Diri dengan Satu Istri oleh Cahyadi Takariawan, berikut adalah ulama besar yang tidak menikah seumur hidupnya.

1. Imam An-Nawawi

Memiliki nama lengkap Muhyidin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi, beliau menghabiskan hidupnya untuk mengkaji, menulis kitab, mengajarkan ilmu, beribadah, berzikir, dan menunaikan sunah kepada Allah. Beliau merupakan penulis kitab terkenal seperti Syarh Shahih Muslim, Riyadhus Shalihin, Al-Adzkar, Al-Arba’in, dan Fatawa.

2. Abu Ja’far Ath-Thabari

Abu Ja’far Ath-Thabari adalah ahli dalam berbagai disiplin ilmu seperti tafsir, hadits, fikih, ushul fikih, qira’at, sejarah, lughah, nahwu, dan sastra yang dikenal dengan sebutan Ibnu Jarir Ath-Thabari. Beliau memiliki kitab tafsir yang sangat terkenal berjudul Jami’ Al Bayan fi Wujuhi Ta’wili Ayyi Al-Qur’an. Dikisahkan oleh Al-Khathib bahwa Ibnu Jarir menulis kitab sebanyak 40 lembar setiap harinya selama 40 tahun.

3. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Ibnu Taimiyah adalah seorang imam besar yang mengarang kurang lebih 500 kitab, hafiz, ahli fikih, mujtahid, ahli tafsir, dan ahli zuhud. Semasa hidupnya, beliau tidak menikah dan menghabiskan waktunya untuk mempelajari, menulis, dan mengajarkan ilmu.

4. Abu Nashir Bisyr bin Al-Harits

Abu Nashir Bisyr bin Al-Harits merupakan seorang imam yang zuhud, ahli ibadah, ahli fikih, dan ahli hadits yang terpercaya. Dia dikenal dengan Bisyr Al-Hafi. Beliau memutuskan tidak menikah untuk berkonsentrasi ibadah kepada Allah SWT, menjadi zahid, ahli ibadah yang taat.

5. Abu Qasim Az-Zamakhsyari

Abu Qasim Az-Zamakhsyari merupakan seorang imam yang sangat mendalami tafsir, sastra, ilmu nahwu, dan ilmu bahasa. Telah menyusun kurang lebih 50 kitab, mendalami ilmu, dan memberikan pengajaran, beliau tidak menikah seumur hidupnya.

6. Karimah binti Ahmad Al-Marwaziyah

Jarang didengar, Karimah binti Ahmad Al-Marwaziyah merupakan salah seorang ulama, fakih, dan ahli hadits perempuan yang dikenal dengan panggilan Ummul Kiram yang berarti ibunya orang-orang mulia. Tidak menikah sepanjang hidupnya, beliau berkonsentrasi pada keilmuan sehingga banyak ulama belajar kepadanya, seperti Al-Khathib, Ibnu Al-Muthalib, As-Sam’ani, dan yang lainnya.

7. Syaikh Al-Badawi

Syaikh Al-Badawi merupakan seorang sufi di Mesir yang menganut prinsip tidak menikah karena berjuang dengan ikhlas demi dakwah Islam. Sepanjang hidupnya, Syaikh Al-Badawi mendedikasikan waktu dan tenaga untuk dakwah Islam.

8. Sayyid Qutub

Sayyid Qutub adalah seorang pejuang, mujahid dakwah, dan penulis tafsir Fi Zhilalil Qur’an yang hidup di Mesir pada zaman diktator Jamal Abdul Nasher. Memutuskan tidak menikah, beliau menghabiskan waktu untuk menyebarkan dakwah Islam dan membangkitkan semangat juang masyarakat Mesir melawan penindasan penguasa. Namun karena sikap dan keyakinannya, Sayyid Qutub berakhir dipenjara, disiksa, dan akhirnya mati syahid.

Hukum Menikah dalam Islam

Dijelaskan dalam buku Hukum Islam: Konsep dan Aplikasi karya Dr. M Ilham Muchtar dkk, terdapat pandangan mengenai hukum menikah yang ditentukan oleh kondisi seorang individu. Pendapat ini berasal dari ulama mazhab paling masyhur, yakni ulama mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali. Pandangan para ulama tersebut menguraikan hukum menikah dalam beberapa kategori, sebagai berikut:

  • Wajib, bagi individu yang memiliki kemampuan untuk melakukan hubungan seksual dan khawatir terjerumus ke dalam dosa jika tidak menikah.
  • Sunah, bagi individu yang mampu menahan syahwat, sehingga tidak terjerumus ke dosa besar.
  • Haram, bagi individu yang tidak memiliki kemampuan melakukan hubungan seksual maupun kemampuan untuk menafkahi istrinya, sehingga keinginan dan kemampuan menikah tidak ada.
  • Makruh, bagi orang yang tidak akan menghadapi kesulitan jika tidak menikah. Lebih utama bagi orang tersebut untuk menyibukkan diri dengan ketaatan beribadah dan menuntut ilmu daripada menikah.

Sumber : https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8643984/para-ulama-besar-yang-tidak-menikah-seumur-hidupnya

Sudah Talak Tiga tapi Ingin Rujuk, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Sudah Talak Tiga tapi Ingin Rujuk, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Jakarta – Islam memandang pernikahan sebagai ikatan yang kokoh antara dua insan berpasangan. Namun, dinamika rumah tangga tidak selalu berjalan sesuai yang diinginkan. Ketika perselisihan dan pertengkaran terjadi, Islam memberikan solusi berupa perceraian atau talak sebagai jalan keluar.

Kendati diizinkan, terdapat fikih yang secara khusus mengatur dan membatasi talak secara ketat sesuai syariat, yakni talak tiga.

Lantas, bagaimana hukum Islam memandang suatu pasangan yang sudah talak tiga, tetapi ingin rujuk?

Hukum Talak dalam Islam

Merangkum dari buku Kontekstualisasi Tafsir Ayat-Ayat Talak karya Dr. Nur Izzah, menurut pandangan paling kuat, talak dilarang kecuali dalam keadaan darurat atau mendesak. Menurut kacamata fikih, talak merupakan bentuk perceraian yang sah menurut hukum Islam, yang dapat dilakukan suami terhadap istrinya dengan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.

Berikut adalah uraian hukum talak:

  • Talak hukumnya wajib ketika terjadi perselisihan terus-menerus meski sudah melibatkan hakim untuk memberikan solusi.
  • Talak dianggap haram apabila suami mengucapkan talak kepada istrinya yang sedang haid.
  • Talak dianggap makruh apabila suami memberikan talak tanpa alasan yang jelas.
  • Talak bersifat mubah apabila suami memiliki perilaku yang buruk dan memberikan hal negatif.
  • Talak bersifat sunah apabila istri tidak menaati hukum Allah SWT seperti tidak melaksanakan salat lima waktu.

Kategori Talak Berdasarkan Hukum Rujuk

Disebutkan dalam Buku Ajar Hukum Perkawinan di Indonesia: Perspektif Fikih Klasik dan Perundang-Undangan Nasional oleh Gufron Maksum dkk, talak dibagi dua macam berdasarkan hukum diperbolehkannya rujuk. Berikut uraiannya:

Talak Raj’i

Talak raj’i merupakan talak yang dijatuhkan suami kepada istrinya yang telah digauli tanpa membutuhkan pembayaran harta sebagai ganti rugi dan tidak didahului oleh talak apapun, baik talak sharih dan talak kinayah.

Talak Ba’in

Talak ba’in adalah talak yang dijatuhkan oleh suami kepada istri yang memutus ikatan pernikahan secara lebih kuat, sehingga suami tidak dapat langsung rujuk dengan istrinya hanya dengan ucapan atau niat. Terdapat dua jenis talak ba’in, di antaranya:

1. Talak ba’in sughra, yakni pasangan yang cerai boleh langsung menikah lagi dengan akad dan mahar baru, bahkan ketika masih berada dalam masa iddah (waktu tunggu yang wajib dilalui oleh seorang perempuan setelah perceraian). Talak ba’in sughra dibagi menjadi beberapa kategori:

  • Talak qabla al-dukhul: perceraian sebelum pasangan suami-istri pernah berhubungan intim
  • Talak tebusan (khulu’): perceraian atas gugatan istri dengan memberikan tebusan harta kepada suami
  • Putusan hakim/pengadilan: perceraian yang diputuskan langsung oleh pihak berwenang.
  • Talak karena ila’: perceraian yang terjadi ketika suami bersumpah tidak akan menggauli istrinya dan sumpah tersebut sudah melewati masa 4 bulan.

2. Talak ba’in kubra terjadi ketika suami menjatuhkan talak yang ketiga kalinya, sehingga suami tidak boleh rujuk dengan mantan istrinya tanpa melakukan beberapa syarat.

Hukum Rujuk Ketika Sudah Talak Tiga

Dijelaskan dalam buku Fikih Munakahat dalam Perspektif Perbandingan Mazhab karya Muhammad Syarif Hidayatulloh dan Muhammad Taufiq, talak tiga yang disebut sebagai talak ba’in kubra memiliki hukum bahwa suami tidak diperbolehkan rujuk selama masa iddah. Suami juga tidak boleh menikah lagi dengan mantan istrinya tersebut, kecuali setelah mantan istrinya menikah dengan laki-laki lain dan kemudian bercerai secara sah.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 230. Allah SWT berfirman:

فَاِنْ طَلَّقَهَا فَلَا تَحِلُّ لَهٗ مِنْۢ بَعْدُ حَتّٰى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهٗ ۗ فَاِنْ طَلَّقَهَا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَآ اَنْ يَّتَرَاجَعَآ اِنْ ظَنَّآ اَنْ يُّقِيْمَا حُدُوْدَ اللّٰهِ ۗ وَتِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ يُبَيِّنُهَا لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ

Artinya: “Jika dia menceraikannya kembali (setelah talak kedua), perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia menikah dengan laki-laki yang lain. Jika (suami yang lain itu) sudah menceraikannya, tidak ada dosa bagi keduanya (suami pertama dan mantan istri) untuk menikah kembali jika keduanya menduga akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah ketentuan-ketentuan Allah yang diterangkan-Nya kepada orang-orang yang (mau) mengetahui.”

Sumber : https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8643986/sudah-talak-tiga-tapi-ingin-rujuk-bagaimana-hukumnya-dalam-islam

Cegah Anak Salah Pergaulan, Ini Pentingnya “Kurikulum Keluarga”

Cegah Anak Salah Pergaulan, Ini Pentingnya “Kurikulum Keluarga”

KOMPAS.com – Orangtua perlu membangun pola pendidikan di dalam keluarga sejak anak masih dini untuk membantu mereka menghadapi berbagai tantangan dalam pergaulan.

Hal ini menjadi perhatian Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang mendorong calon orangtua menyiapkan “kurikulum keluarga” sebelum menikah.

Gagasan tersebut disampaikan Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Talqis Nurdianto dalam kajian Majelis Tabligh PP Muhammadiyah pada Senin (31/8/2026).

Menurutnya, keluarga memiliki peran sebagai “madrasah” pertama bagi anak, sehingga orangtua perlu memiliki pedoman dalam mendidik dan membimbing anak.

“Kurikulum keluarga harus ada,” kata Talqis dalam kajian tersebut.

“Kurikulum keluarga sebaiknya disiapkan sejak seseorang hendak membangun rumah tangga. Pedoman tersebut nantinya dapat digunakan orangtua untuk menentukan arah pendidikan anak di lingkungan keluarga,” kata Talqis.

Pendidikan di dalam keluarga tidak hanya berkaitan dengan pelajaran akademik.

Orangtua juga memiliki tanggung jawab untuk membentuk karakter, memberikan pemahaman mengenai hubungan sosial, serta membantu anak menghadapi berbagai persoalan yang muncul dalam proses pertumbuhan.

Kementerian Kesehatan RI juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam tumbuh kembang remaja.

Dukungan tersebut mencakup pengasuhan, pemeliharaan, pendidikan, dan perlindungan agar remaja dapat tumbuh sesuai dengan kemampuan, minat, dan bakatnya.

Dengan demikian, keterlibatan orangtua tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan anak.

Komunikasi dan pendampingan juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan keluarga yang aman bagi anak.

Pendidikan Relasi Perlu Diberikan Sejak Dini

Talqis menyoroti pentingnya pendidikan mengenai relasi antara laki-laki dan perempuan.

Menurutnya, anak perlu mendapatkan pemahaman yang tepat mengenai hubungan dengan lawan jenis agar tidak mencari informasi secara bebas tanpa pendampingan.

Ia juga menilai pendidikan seksual tidak seharusnya menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan dalam keluarga.

Pendidikan tersebut dapat menjadi bagian dari pembelajaran yang membantu anak memahami batasan diri, tanggung jawab, serta menjaga diri dalam pergaulan.

Pembahasan mengenai kesehatan dan perkembangan remaja juga menjadi perhatian Kementerian Kesehatan.

Kemenkes menyebut remaja mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Karena itu, remaja perlu dibekali kemampuan mengambil keputusan yang baik dan bertanggung jawab atas tindakannya.

Pendidikan mengenai relasi pun perlu disampaikan dengan bahasa yang sesuai dengan usia anak. Orangtua dapat menjadi tempat pertama bagi anak untuk bertanya dan memperoleh informasi yang benar.

Tantangan Pengasuhan di Era Digital

Perkembangan teknologi membuat tantangan orangtua dalam mendampingi anak semakin kompleks.

Anak dapat memperoleh informasi dan berinteraksi dengan orang lain melalui perangkat digital tanpa selalu diketahui orangtua.

Talqis menilai kondisi tersebut membuat kedekatan fisik antara orangtua dan anak belum tentu menunjukkan adanya kedekatan dalam komunikasi.

Orangtua bisa saja berada di rumah bersama anak, tetapi tidak mengetahui aktivitas maupun persoalan yang sedang dihadapi anak.

Karena itu, pengawasan tidak cukup dilakukan dengan sekadar mengetahui keberadaan anak. Orangtua juga perlu membangun komunikasi yang membuat anak merasa aman untuk bercerita.

Kementerian Kesehatan melalui laman kesehatan resminya juga menekankan pentingnya orangtua mengenal lingkungan pertemanan anak.

Mengenal teman anak bukan berarti membatasi pergaulan, melainkan membantu memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan positif.

Kurikulum Keluarga Bukan Sekadar Aturan

Kurikulum keluarga dapat dipahami sebagai pedoman bagi orangtua dalam menentukan nilai dan kebiasaan yang ingin dibangun bersama anak.

Dengan adanya pedoman tersebut, pendidikan anak diharapkan tidak berjalan tanpa arah.

Namun, penerapannya bukan berarti keluarga harus membuat aturan yang kaku. Pendidikan keluarga justru membutuhkan komunikasi dan keteladanan dari orangtua.

Anak dapat belajar mengenai tanggung jawab dari kebiasaan yang diterapkan di rumah. Begitu pula dengan cara menghargai orang lain, menjaga batasan diri, menyelesaikan masalah, dan mengambil keputusan.

Hubungan yang sehat antara orangtua dan anak juga dapat membantu anak menghadapi berbagai persoalan yang muncul ketika memasuki usia remaja.

Orangtua Perlu Membangun Komunikasi

Keluarga memiliki posisi penting dalam membantu anak menghadapi lingkungan sosialnya. Karena itu, komunikasi antara orangtua dan anak perlu dibangun sejak dini, bukan baru dilakukan ketika muncul masalah.

Orangtua dapat meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita anak, mengetahui lingkungan pertemanannya, serta memberikan penjelasan ketika anak menghadapi situasi yang belum dipahaminya.

Pendekatan tersebut juga membuat anak memiliki tempat untuk meminta pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

Kemenkes menegaskan bahwa dukungan keluarga diperlukan untuk membantu remaja tumbuh sehat.

Selain pendidikan dan perlindungan, keluarga juga berperan dalam membantu remaja mengembangkan kemampuan dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai.

Pada akhirnya, gagasan mengenai kurikulum keluarga menempatkan rumah sebagai ruang pendidikan yang penting bagi anak.

Orangtua tidak hanya berperan memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membangun nilai, memberikan pengetahuan, dan mendampingi anak menghadapi perubahan zaman.

Dengan pendidikan dan komunikasi yang dibangun sejak dini, keluarga diharapkan dapat menjadi lingkungan pertama yang membantu anak memahami dirinya, menjaga batasan dalam pergaulan, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Sumber : https://cahaya.kompas.com/aktual/26I01124830390/cegah-anak-salah-pergaulan-ini-pentingnya-kurikulum-keluarga

Cara Tahu Identitas WhatsApp Call dari Nomor Tak Dikenal, FItur Baru

Cara Tahu Identitas WhatsApp Call dari Nomor Tak Dikenal, FItur Baru

Jakarta, CNBC Indonesia – WhatsApp memperkenalkan tiga fitur keamanan baru dalam aplikasi. Dengan fitur tersebut akan membuat perlindungan pada akun dan pengguna memiliki kendali sendiri.

“Di WhatsApp, percakapan Anda hanya milik Anda dan orang yang mengobrol dengan Anda. Itulah sebabnya kami membangun enkripsi end-to-end secara default, dan terus menambahkan cara-cara baru agar akun tetap aman dan berada dalam kendali Anda,” kata WhatsApp dalam keterangannya dikutip Jumat (28/8/2026).

Salah satu fitur adalah Passkey. Pengguna dapat login kembali ke WhatsApp dengan sidik jari, Face ID, atau kode penguncian layar.

Dengan cara tersebut akan memembuat verifikasi diri lebih cepat dan aman, juga tak menggunakan kode atau PIN. Setiap akun bisa menggunakan lebih dari satu Passkey.

Pengguna Android dan iOS dapat menggunakannya dengan membuka Pengaturan > Akun > Passkey.

Berikutnya adalah verifikasi dua langkah yang menjadi lebih kuat. Tidak ada lagi PIN enam digit, namun ditingkatkan menjadi kata sandi penuh yang lebih panjang, alfanumerik dan dengan karakter khusus.

Fitur terakhir adalah mengetahui informasi soal akun lain yang menelepon pengguna. Di Android akan muncul informasi penelepon yang tidak ada di daftar kontak, seperti asal negara nomor dan apakah pengguna dan penelepon berada dalam grup yang sama.

“Penipu mengandalkan urgensi. Kini, Anda bisa menenangkan diri dengan mencari informasi selengkapnya sebelum menjawab,” jelas pihak platform.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260901062844-37-763813/cara-tahu-identitas-whatsapp-call-dari-nomor-tak-dikenal-fitur-baru

Sosok Perempuan di Balik Nama Teleskop Rp 70 Triliun NASA

Sosok Perempuan di Balik Nama Teleskop Rp 70 Triliun NASA

Jakarta, CNBC Indonesia – NASA baru saja meluncurkan teleskop luar angkasa terbarunya pada hari Minggu (30/8/2026) waktu setempat dari Stasiun Cape Canaveral. Proyek senilai US$4 miliar (Rp 70 triliun) diberi nama Teleskop Nancy Grace Roman yang terinspirasi dari nama eksekutif wanita pertama NASA yang bertugas pada 1960-an hingga 1970-an.

Teleskop itu akan mempelajari soal alam semesta, mengenai energi gelap dan materi gelap. Selain itu menguji gravitasi pada skala besar dan mencari planet yang berada di luar tata surya.

Ilmuwan senior proyek ini, Julie McEnery membandingkan Roman dengan teleskop lainnya Hubble yang diluncurkan 1990. Dia mengatakan teleskop baru NASA memiliki kesamaan dengan Hubble dalam hal sensitivitas dan ketajaman penglihatan.

Namun di sisi lain, pengamatan kosmosnya jauh lebih cepat. Pengamatan seluruh Bima Sakti bisa dilakukan hanya dalam waktu sebulan, sementara Hubble butuh waktu satu abad.

Sementara dibandingkan dengan teleskop Webb yang diluncurkan pada 2021, Roman mampu mengambil gambar panorama. NASA menyebut Roman seperti lensa sudut lebar, sementara Webb pada zoom.

“Webb didesain untuk emmapu menyelidiki alam semesta dengan sangat dalam dan kepekaan luar biasa. Jadi kita bisa menemukan hal langka di alam semesta awal,” kata McEnery, dikutip dari Reuters, Selasa (1/9/2026).

“Roman menawarkan visi luar yang melengkapi pandangan mendalam dari Webb,” dia melanjutkan.

Setelah diluncurkan, Roman kini tengah dalam perjalanan menuju lokasi orbitnya. Bernama Titik Lagrange, jaraknya mencapai 1,6 juta km dari Bumi.

Para ilmuwan akan mengoperasikan dan mempersiapkan operasi ilmiah selama 90 hari ke depan. Diharapkan sebelum liburan musim dingin, Roman bisa mengirimkan gambar beresolusi tinggi pertamanya ke Bumi.

Siapa Nancy Grace Roman?
Roman merupakan ilmuwan terkenal dalam sejarah NASA. Bahkan memiliki peranan penting dalam beberapa misi di lembaga tersebut.

Dia dikenal kepala astronom pertama dan eksekutif wanita pertama di NASA. Salah satu jasanya yang paling dikenal adalah menciptakan program astronomi luar angaksa pada 1959, satu tahun setelah lembaga didirikan.

Mengutip laman resmi NASA, perempuan kelahiran 16 Mei 1925 itu juga disebut sebagai ibu Hubble karena memiliki peranan penting dalam mewujudkan misi teleskop tersebut.

Roman mengaku sangat menyukai sains karena pengaruh orang tuanya. Ibunya kerap mengajaknya keluar di malam hari untuk menunjukkan beberapa objek, termasuk rasi bintang aurora.

Pada usianya ke-11, dia memulai klub astronomi dengan teman sekelasnya. Roman memutuskan menjadi astronom saat duduk di bangku SMP dan keputusannya didukung orang tuanya.

Namun dia juga menemukan kesulitan untuk mendapatkan perguruan tinggi yang mau menerima perempuan. Saat itu tidak semua kampus mengizinkan perempuan mendaftar.

Akhirnya dia memilih Swarthmore College di Pennsylvania, dan melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Chicago. Roman diketahui pernah bekerja sebagai staf perempuan pertama di Observatorium Yerkes.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260901072258-37-763818/sosok-perempuan-di-balik-nama-teleskop-rp-70-triliun-nasa

Jalan kaki singkat usai makan bantu kendalikan gula darah

Jalan kaki singkat usai makan bantu kendalikan gula darah

Jakarta (ANTARA) – Berjalan kaki selama beberapa menit atau melakukan aktivitas fisik ringan setelah makan dapat membantu mengurangi kenaikan kadar gula darah.

Menurut laporan laman Health pada Kamis (27/8) waktu setempat, tinjauan terhadap 31 penelitian yang melibatkan 573 orang dewasa, termasuk peserta sehat serta mereka yang mengalami pradiabetes atau diabetes tipe 2, menunjukkan aktivitas fisik singkat dapat membantu mengendalikan kadar gula darah setelah makan. Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Complementary Therapies in Medicine.

Para peneliti mengamati aktivitas fisik singkat yang berlangsung maksimal 10 menit dan dilakukan setidaknya dua kali sehari dengan jeda minimal 30 menit. Aktivitas yang diteliti meliputi berjalan kaki, bersepeda, latihan tangan, tai chi, yoga, hingga latihan kekuatan ringan seperti heel raises.

Hasil analisis menunjukkan aktivitas fisik singkat berkaitan dengan kadar gula darah dan insulin setelah makan yang lebih rendah dibandingkan dengan duduk tanpa jeda dalam waktu lama.

Manfaat paling terlihat pada peserta yang bergerak setidaknya setiap 30 menit serta mereka yang memilih berjalan kaki. Sebaliknya, sekadar berdiri setiap satu jam tidak menunjukkan manfaat yang sama terhadap kadar gula darah.

Ahli gizi yang berfokus pada diabetes Erin Palinski-Wade, RD, CDCE, menjelaskan aktivitas fisik membuat otot lebih mudah mengambil gula dari aliran darah.

Karena itu, aktivitas singkat yang dilakukan beberapa kali sepanjang hari berpotensi membantu mengatur kadar gula darah. Gerakan tersebut juga tidak harus selalu berupa olahraga formal.

Palinski-Wade menyarankan aktivitas selama satu hingga lima menit, seperti menaiki tangga, melakukan squat, atau berjalan di tempat, bagi orang yang memiliki waktu terbatas.

Ahli endokrinologi dan profesor klinis kedokteran di NYU Langone Health Rachel Pessah-Pollack, MD, mengatakan temuan tersebut sejalan dengan rekomendasi American Diabetes Association untuk memutus periode duduk terlalu lama setidaknya setiap 30 menit.

Selain bergerak sepanjang hari, Palinski-Wade menyarankan aktivitas fisik ringan dalam 30 menit setelah makan. Penelitian sebelumnya menunjukkan berjalan segera setelah makan dapat membantu pengelolaan gula darah pada orang dengan diabetes.

Kebiasaan bergerak secara berkala dapat bermanfaat bagi orang yang banyak menghabiskan waktu dengan duduk. Manfaatnya juga berpotensi lebih besar bagi orang dengan pradiabetes atau diabetes tipe 2.

Meski demikian, jalan kaki singkat tidak menggantikan pengobatan diabetes, pola makan sehat, maupun aktivitas fisik yang dianjurkan. Kebiasaan tersebut dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga kesehatan metabolik.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5718827/jalan-kaki-singkat-usai-makan-bantu-kendalikan-gula-darah

Kandungan air dan serat semangka bantu lancarkan BAB

Kandungan air dan serat semangka bantu lancarkan BAB

Jakarta (ANTARA) – Mengonsumsi semangka dapat membantu melancarkan buang air besar (BAB) karena buah tersebut kaya akan air dan mengandung serat yang mendukung kesehatan pencernaan.

Ahli gizi Chelsea Rae Bourgeois, RDN, LD, pada laman Health, Senin, menjelaskan bahwa sekitar 92 persen kandungan semangka merupakan air. Kandungan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan menjaga tinja tetap lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan.

Semangka juga mengandung serat, meski jumlahnya tidak terlalu tinggi. Serat membantu menambah volume tinja dan mendukung pergerakannya melalui saluran pencernaan.

Satu potong semangka, atau sekitar seperenam bagian dari buah berukuran sedang, mengandung sekitar 1,14 gram serat. Sementara itu, dua cangkir semangka mengandung kurang dari dua gram serat.

Mengonsumsi semangka dapat menjadi salah satu cara untuk menambah asupan cairan dan buah dalam pola makan sehari-hari. Namun, semangka sebaiknya tidak menjadi satu-satunya sumber serat karena kebutuhan serat tubuh juga perlu dipenuhi dari makanan lain.

Beberapa makanan yang kaya serat antara lain kacang-kacangan, lentil, biji-bijian utuh, sayuran, buah beri, serta buah-buahan lain.

Meski dapat membantu pencernaan, konsumsi semangka dalam jumlah banyak juga dapat menimbulkan gangguan pada sebagian orang.

Semangka mengandung fruktosa, yaitu salah satu jenis gula alami. Pada sebagian orang, fruktosa dapat sulit diserap tubuh dan mencapai usus besar. Di sana, fruktosa dapat difermentasi oleh bakteri sehingga menghasilkan gas dan memicu kembung, sakit perut, atau diare.

Orang dengan sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS) juga dapat lebih sensitif terhadap makanan yang mengandung fruktosa dan karbohidrat tertentu yang mudah difermentasi.

Karena itu, jumlah semangka yang dapat dikonsumsi tanpa menimbulkan keluhan dapat berbeda pada setiap orang.

Bourgeois juga menyarankan agar konsumsi buah dilakukan secara beragam. Buah seperti apel, pir, jeruk, kiwi, beri, dan alpukat dapat menjadi sumber serat tambahan dalam pola makan.

Selain makanan, kecukupan cairan juga penting untuk membantu serat bekerja dengan baik. Peningkatan asupan serat secara tiba-tiba tanpa diimbangi cairan yang cukup justru dapat menyebabkan kembung atau sembelit.

Bagi orang dewasa sehat, konsumsi sekitar dua cangkir semangka dalam sehari secara umum masih dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, kebutuhan setiap orang dapat berbeda tergantung kondisi tubuh dan pola makan secara keseluruhan.

Dengan kandungan air dan seratnya, semangka dapat membantu mendukung kelancaran BAB. Namun, manfaat tersebut tetap perlu didukung dengan konsumsi makanan kaya serat yang beragam, cukup minum, serta aktivitas fisik yang teratur.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5718888/kandungan-air-dan-serat-semangka-bantu-lancarkan-bab

Sejarah Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Ikon di Serambi Makkah

Sejarah Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Ikon di Serambi Makkah

Jakarta – Masjid Raya Baiturrahman merupakan salah satu ikon penting bagi masyarakat Aceh. Berdiri di jantung Kota Banda Aceh, masjid ini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menyimpan perjalanan panjang sejarah Aceh.

Kemegahan Masjid Raya Baiturrahman juga membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi. Masjid megah yang memiliki kubah, menara, serta halaman luas dengan payung elektrik ini menjadi pemandangan khas yang mudah dikenali.

Awal Berdirinya Masjid Raya Baiturrahman

Mengutip laman resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, sejarah awal Masjid Raya Baiturrahman memiliki beberapa versi. Salah satu riwayat menyebutkan masjid pertama dibangun pada 1292 M, pada masa pemerintahan Sultan Alaidin Mahmudsyah. Pada masa awal tersebut, bangunan masjid disebut menggunakan konstruksi kayu.

Riwayat lainnya mengaitkan pembangunan atau pendirian kembali Masjid Raya Baiturrahman dengan masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636), ketika Kesultanan Aceh berada pada masa kejayaannya.

Pada masa tersebut, masjid menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Aceh. Fungsinya bukan hanya sebagai tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga berkaitan dengan pendidikan agama serta kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat.

Bangunan awal masjid memiliki karakter arsitektur Aceh. Bentuknya berupa bangunan persegi dengan atap bertingkat menyerupai piramida atau meru. Struktur tersebut mencerminkan karakter arsitektur masjid tradisional Aceh pada masa itu.

Bangunan masjid juga dikelilingi beberapa lapis benteng yang memperlihatkan bahwa kawasan tersebut memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat.

Masjid Dibakar dalam Perang Aceh

Perjalanan Masjid Raya Baiturrahman tidak dapat dipisahkan dari sejarah Perang Aceh dan kedatangan kolonial Belanda.

Pada 10 April 1873, pasukan Belanda menyerang Koetaradja, nama lama Banda Aceh. Masjid Raya Baiturrahman menjadi salah satu lokasi penting dalam perlawanan masyarakat Aceh.

Dalam pertempuran tersebut, masyarakat menggunakan kawasan masjid sebagai salah satu titik pertahanan menghadapi pasukan kolonial.

Jenderal Johan Harmen Rudolf Kohler memimpin ekspedisi pertama Belanda ke Aceh. Dalam pertempuran, Kohler tewas di sekitar halaman Masjid Raya Baiturrahman.

Belanda kemudian melancarkan ekspedisi berikutnya di bawah pimpinan Jenderal Jan van Swieten. Dalam serangan tersebut, kawasan masjid kembali menjadi bagian dari medan pertempuran dan bangunan Masjid Raya Baiturrahman akhirnya terbakar.

Dibangun Kembali oleh Pemerintah Kolonial

Setelah masjid terbakar, pemerintah kolonial Belanda menyadari besarnya arti Masjid Raya Baiturrahman bagi masyarakat Aceh.

Pembangunan kembali kemudian dilakukan pada 1879. Peletakan batu pertama disebut dilakukan oleh Tengku Malikul Adil.

Dalam proses pembangunan kembali tersebut, Belanda menghadirkan arsitektur yang berbeda dari bentuk masjid sebelumnya. Bangunan baru menggunakan gaya Indo-Saracenic atau Mughal, yang menghasilkan tampilan khas dengan kubah dan elemen arsitektur yang terinspirasi dari kawasan India dan Persia.

Pembangunan masjid baru tersebut rampung pada 27 Desember 1881 berdasarkan riwayat yang tercantum dalam bahan sejarah mengenai masjid ini.

Pada awalnya, sebagian masyarakat Aceh disebut menolak beribadah di masjid yang dibangun oleh pemerintah kolonial. Namun, seiring berjalannya waktu, Masjid Raya Baiturrahman kembali menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Masjid Raya Baiturrahman kemudian mengalami sejumlah perluasan. Perubahan tersebut membuat bentuk bangunan semakin megah sekaligus menyesuaikan dengan pertumbuhan jumlah jamaah.

Pada awal pembangunan kembali oleh Belanda, masjid memiliki satu kubah utama.

Kemudian, pada sekitar 1935-1936, dilakukan perluasan dengan menambahkan dua kubah di sisi kiri dan kanan. Dengan penambahan tersebut, jumlah kubah menjadi tiga.

Perkembangan berikutnya berlangsung pada masa setelah Indonesia merdeka. Pada 1957, Masjid Raya Baiturrahman kembali diperluas. Dua kubah tambahan dibangun sehingga jumlah kubah menjadi lima.

Perluasan tersebut dilakukan berdasarkan keputusan Menteri Agama Republik Indonesia tertanggal 31 Oktober 1957. Pekerjaan perluasan kemudian berlangsung hingga beberapa tahun berikutnya.

Pada perkembangan selanjutnya, jumlah kubah kembali bertambah menjadi tujuh kubah. Masjid juga memiliki beberapa menara.

Selamat dari Tsunami Aceh 2004

Salah satu kisah paling terkenal dalam sejarah Masjid Raya Baiturrahman terjadi pada 26 Desember 2004.

Gempa bumi dahsyat yang kemudian disusul tsunami menghantam sebagian besar wilayah pesisir Aceh. Banda Aceh menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan sangat parah.

Di tengah kehancuran tersebut, Masjid Raya Baiturrahman tetap berdiri kokoh.

Bangunan masjid mengalami dampak bencana, tetapi secara umum tetap berdiri gagah dibandingkan banyak bangunan lain di sekitarnya. Kawasan masjid juga menjadi tempat berlindung bagi warga yang berhasil menyelamatkan diri dari terjangan tsunami.

Pemandangan Masjid Raya Baiturrahman yang tetap berdiri ketika sebagian besar kawasan di sekitarnya porak-poranda kemudian menjadi salah satu simbol keteguhan masyarakat Aceh.

Masjid Raya Baiturrahman kemudian mengalami pembenahan setelah tsunami. Salah satu revitalisasi besar dilakukan pada periode 2015-2017.

Area halaman masjid ditata kembali dengan penggunaan lantai marmer. Selain itu, dipasang 12 payung elektrik berukuran besar.

Keberadaan payung tersebut membuat halaman masjid terlihat semakin megah. Desainnya juga mengingatkan pada payung elektrik yang terdapat di kawasan Masjid Nabawi di Madinah.

Sumber : https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8641051/sejarah-masjid-raya-baiturrahman-aceh-ikon-di-serambi-makkah