3 Trik Simpan Bawang Kupas agar Tetap Segar dan Tak Bau ke Mana-mana

3 Trik Simpan Bawang Kupas agar Tetap Segar dan Tak Bau ke Mana-mana

Jakarta – Bawang merah, putih, dan bombay yang sudah dikupas ternyata tak boleh disimpan sembarangan. Ada cara khusus agar bawang tetap segar.

Bawang belakangan ikut ramai dibahas setelah muncul isu upah mengupas yang disebut mencapai Rp700 ribu per kilogram. Angka ini pun membuat banyak netizen penasaran dengan pekerjaan mengupas bawang.

Terlepas dari isu tersebut, memang kini banyak penjual di pasar yang menawarkan bawang kupas agar lebih praktis. Biasanya pembeli memesan banyak untuk stok di rumah.

Namun, bawang yang sudah dikupas tidak bisa diperlakukan sama seperti bawang yang belum dikupas. Cara penyimpanannya perlu diperhatikan agar bawang tetap segar dan tidak rusak.

Dikutip dari Food Republic (10/5) berikut 3 tipsnya!

1. Masukkan ke Kulkas

Bawang yang sudah dikupas dan dipotong sebaiknya disimpan dalam kulkas. Masukkan ke wadah kedap udara agar tetap segar selama sekitar 7-10 hari.

Wadah kedap udara juga mencegah aroma bawang menyebar ke makanan lain. Cara ini penting karena bawang memiliki aroma kuat yang mudah terserap makanan.

Bawang juga dapat mempercepat pematangan kentang dan beberapa buah serta sayuran. Menyimpannya dalam wadah tertutup membantu mengurangi pengaruh tersebut.

2. Bawang Utuh Jangan di Kulkas

Bawang utuh atau bawang yang belum diiris sebaiknya tidak disimpan di kulkas karena bisa menjadi lembek. Simpan di tempat yang sejuk, kering, dan gelap.

Gunakan keranjang atau kantong berjaring agar udara tetap bisa bersirkulasi. Dalam kondisi tepat, bawang utuh dapat bertahan selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan.

Jangan menyimpan bawang utuh dalam wadah kedap udara. Sirkulasi udara yang buruk dapat membuat kualitas bawang lebih cepat menurun.

3. Dinginkan Sebelum Mengiris

Bawang bisa membuat mata perih dan berair saat dipotong. Masukkan bawang ke kulkas sekitar 30 menit sebelum mengiris untuk membantu mengurangi efek tersebut.

Saat memotong, pilih tempat yang memiliki ventilasi baik atau dekatkan dengan kipas. Aliran udara membantu menjauhkan senyawa bawang yang mengiritasi mata.

Untuk hasil rapi, potong bagian atas dan biarkan akarnya tetap utuh. Iris dari bagian atas menuju akar, lalu berhenti sebelum mencapai bagian akar.

Sumber : https://food.detik.com/info-kuliner/d-8628696/3-trik-simpan-bawang-kupas-agar-tetap-segar-dan-tak-bau-ke-mana-mana

Cara Wudhu yang Benar Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Bacaan Niatnya

Cara Wudhu yang Benar Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Bacaan Niatnya

Jakarta – Wudhu adalah syarat sah utama salat. Menjaga kesucian diri melalui wudhu tidak hanya membersihkan fisik dari kotoran dan hadas kecil, melainkan juga menggugurkan dosa-dosa kecil yang pernah diperbuat oleh anggota tubuh kita.

Agar ibadah salat diterima di sisi Allah SWT, tata cara wudhu wajib dilaksanakan dengan benar sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. Lantas, bagaimanakah cara wudhu yang benar sesuai sunnahnya? Bagaimana bacaan niat dan doa setelahnya? Berikut penjelasannya.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki…”

Dijelaskan dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab karya Imam An-Nawawi, niat merupakan rukun wudhu yang berada di dalam hati. Niat dihadirkan secara bersamaan saat air pertama kali membasuh bagian muka atau wajah.

Lafaz niat wudhu yang disunnahkan untuk diucapkan lisan adalah:

نَوَيْتُ الْوُضُوءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab-latin: Nawaitul-wudhu’a liraf’il-hadatsil-ashghari fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat wudhu untuk menghilangkan hadas kecil, fardhu karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Wudhu yang Benar Sesuai Sunnah

Merujuk kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al-Asqalani serta Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab karya Imam An-Nawawi, berikut tata cara wudhu sesuai sunnah Rasulullah SAW:

1. Membaca Basmalah dan Mencuci Kedua Telapak Tangan

Membaca basmalah lalu mencuci kedua telapak tangan hingga pergelangan sebanyak tiga kali.

2. Berkumur dan Istinsyaq

Berkumur-kumur sekaligus menghirup air ke dalam hidung (istinsyaq), lalu mengeluarkannya (istintsar) sebanyak tiga kali.

3. Membasuh Wajah

Membasuh seluruh permukaan wajah (dari batas tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu, dan dari telinga kanan ke telinga kiri) sebanyak tiga kali seraya menghadirkan niat dalam hati.

4. Membasuh Kedua Tangan Hingga Siku

Membasuh tangan kanan lalu tangan kiri hingga melewati siku sebanyak tiga kali.

5. Mengusap Kepala dan Telinga

Mengusap sebagian atau seluruh bagian kepala dari depan ke belakang, lalu dilanjutkan dengan mengusap kedua daun telinga sekali (atau tiga kali).

6. Membasuh Kedua Kaki Hingga Mata Kaki

Membasuh kaki kanan lalu kaki kiri hingga melebihi kedua mata kaki sebanyak tiga kali, pastikan sela-sela jari kaki terkena air.

7. Tertib

Melaksanakan seluruh urutan langkah di atas secara berurutan tanpa ada yang melompati.

Imam An-Nawawi mengingatkan beberapa detail penting agar wudhu tidak batal atau tidak sah:

  1. Pastikan air membasuh kulit dengan sempurna. Jika ada bahan penutup kulit seperti cat, kuteks non-serap air, atau kotoran tebal di bawah kuku, maka wajib dibersihkan terlebih dahulu.
  2. Tidak berlebihan menggunakan air (israf). Rasulullah SAW melarang sikap boros dan berlebih-lebihan dalam mengalirkan air saat berwudhu.
  3. Menjaga muwalat (keseimbangan waktu). Membasuh anggota wudhu berikutnya sebelum anggota wudhu sebelumnya mengering.

Doa Selesai Berwudhu

Setelah selesai berwudhu dengan sempurna, disunnahkan menghadap kiblat lalu membaca doa yang diriwayatkan dalam hadits riwayat Muslim:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَّهِرِينَ

Arab-latin: Asyhadu alla ilaha illallahu wahdahu la syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu. Allahummaj’alni minat-tawwabina waj’alni minal-mutathahhirin.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri.”

Sumber : https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8629899/cara-wudhu-yang-benar-sesuai-sunnah-lengkap-dengan-bacaan-niatnya

Jeruk punya khasiat untuk redakan pilek sampai cerahkan kulit

Jeruk punya khasiat untuk redakan pilek sampai cerahkan kulit

Jakarta (ANTARA) – Jeruk merupakan salah satu buah yang rendah kalori dan mengandung banyak nutrisi yang berkhasiat meredakan pilek sampai mencerahkan kulit.

Nutrisi dalam jeruk bergantung kepada jenisnya, namun secara umum buah itu rendah kalori, lemak, dan natrium, serta tinggi antioksidan, serat, dan vitamin menurut siaran Health pada Kamis (20/8). Satu buah jeruk kecil misalnya, mengandung 45,1 kalori dan 0,115 gram atau sekitar 0,15 persen dari Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Berikut adalah sejumlah manfaat jeruk yang baik bagi tubuh.

1. Memberikan asupan serat yang cukup

Orang dewasa membutuhkan sekitar 25 sampai 38 gram serat setiap hari atau 14 gram per 1.000 kalori.

Mengonsumsi buah jeruk dapat membantu memenuhi 2,3 gram serat per buahnya, sedangkan jeruk mandarin besar memiliki 2,1 gram serat. Sebagian besar serat ini adalah pektin, sejenis serat larut yang membentuk zat seperti gel yang membantu memperlambat pencernaan dan mencegah lonjakan gula darah.

Selain itu, serat juga mengikat kolesterol untuk mengeluarkannya dari tubuh dan menurunkan kadar kolesterol. Serat yang tersisa tidak larut, yang menambah volume tinja dan mengatur pergerakan usus.

2. Mengurangi durasi dan keparahan pilek

Vitamin C tidak dapat mencegah pilek, tetapi, beberapa bukti menunjukkan bahwa vitamin C dapat mengurangi durasi dan tingkat keparahannya.

Enam ons jus jeruk mengandung 103 persen dari AKG yang direkomendasikan untuk vitamin C. Satu buah jeruk utuh mengandung 78 persen dan setengah buah jeruk bali ukuran sedang mengandung 43 persen.

3. Membuat kulit jadi lebih sehat

Vitamin C berperan dalam produksi kolagen, yang membuat beberapa peneliti percaya bahwa vitamin C dapat membantu menjaga kulit tetap kenyal dan halus.

Sebuah tinjauan tahun 2017 menemukan bahwa asupan buah dan sayuran yang tinggi dapat mencegah tanda-tanda penuaan yang terlihat. Para peneliti mencatat bahwa vitamin C dapat melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya.

4. Meminimalisir risiko penyakit jantung

Jeruk mengandung flavonoid dan vitamin C, yang merupakan antioksidan yang meningkatkan kesehatan jantung.

Flavonoid membantu mengurangi peradangan, sementara vitamin C dapat melindungi terhadap aterosklerosis. Penumpukan plak di dinding arteri meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Buah jeruk merupakan sumber nutrisi lain yang menyehatkan jantung, termasuk folat dan kalium.

Folat membantu memecah homosistein, asam amino yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung jika dikonsumsi dalam kadar tinggi. Sementara itu, kalium dalam buah jeruk membantu mengimbangi efek berbahaya natrium untuk mengontrol tekanan darah.

Beberapa metabolit, atau zat yang dihasilkan tubuh saat memecah jeruk, juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

5. Mengandung banyak kalium

Buah jeruk kaya akan kalium, yang membantu mengatur cairan dan mengontraksikan otot. Kalium menyeimbangkan jumlah natrium dalam makanan dengan membantu tubuh membuangnya dan membantu mengontrol tekanan darah.

Membatasi asupan natrium dapat membantu mengurangi risiko dan mengobati tekanan darah tinggi. Mengonsumsi banyak makanan kaya kalium dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan memperkuat tulang.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5704913/jeruk-punya-khasiat-untuk-redakan-pilek-sampai-cerahkan-kulit

Pengguna Google bisa pilih sumber berita favorit untuk hasil pencarian

Pengguna Google bisa pilih sumber berita favorit untuk hasil pencarian

Jakarta (ANTARA) – Google memperkenalkan fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk memprioritaskan situs berita favorit pilihan mereka dalam hasil pencarian.

Menurut siaran Engadget pada Kamis (20/8), Google memperkenalkan tombol Preferred Sources atau Sumber Pilihan yang bisa dipasang oleh pengelola situs web di situs mereka.

Kalau pembaca menekan tombol Preferred Sources pada satu situs berita, maka situs tersebut akan ditambahkan sebagai sumber pilihan yang diprioritaskan dalam hasil pencarian Google.

Setelah itu, artikel dari media yang dipilih akan lebih sering muncul di Google Search, termasuk dalam Top Stories, AI Overviews, dan AI Mode.

Preferred Sources menurut Google juga akan mengarahkan pembaca kembali ke halaman tempat mereka sebelumnya berada setelah menetapkan situs sebagai sumber pilihan.

Kehadiran fitur sumber pilihan di Google Search dinilai meresmikan praktik yang telah dilakukan secara mandiri oleh sejumlah penerbit berita di situs web mereka.

Meskipun lalu lintas rujukan dari Google ke sumber berita dalam beberapa tahun terakhir menurun akibat fitur seperti AI Overviews dan Mode AI, mesin pencari perusahaan ini tetap menjadi sumber pendapatan penting bagi banyak perusahaan media.

Google pada Juni telah mengumumkan rencana perusahaan untuk mengizinkan situs web memilih agar tidak muncul dalam hasil pencarian yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan menyusul tekanan dari Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5705903/pengguna-google-bisa-pilih-sumber-berita-favorit-untuk-hasil-pencarian

Bugar Bukan Berarti Jantung Pasti Sehat

Bugar Bukan Berarti Jantung Pasti Sehat

KITA mungkin pernah mendengar seseorang tiba-tiba kolaps saat berolahraga. Usianya masih muda, rutin berlatih, mampu berlari 5 km, 10 km, bahkan half marathon atau full marathon. Tubuhnya terlihat atletis dan bugar.

Lalu, muncul pertanyaan: bagaimana mungkin orang yang rutin berolahraga mengalami serangan jantung atau henti jantung? Jawabannya, bugar dan sehat bukanlah hal yang sama.

Bugar menggambarkan kemampuan tubuh melakukan aktivitas fisik, termasuk kemampuan jantung, paru, pembuluh darah, dan otot dalam menggunakan oksigen secara efisien.

Sementara itu, sehat mencakup kondisi tubuh secara menyeluruh, termasuk ada atau tidaknya penyakit.

Dengan kata lain, seseorang dapat memiliki kebugaran yang sangat baik, tetapi mungkin memiliki faktor risiko atau penyakit jantung yang belum terdeteksi.

Meski demikian, kebugaran kardiorespirasi tetap menjadi salah satu penanda penting kesehatan kardiovaskular. Aktivitas fisik teratur juga terbukti memberikan manfaat besar dalam menurunkan risiko penyakit jantung dan kematian.

Olahraga membuat jantung bekerja lebih keras

Saat berolahraga, kebutuhan oksigen meningkat. Jantung merespons dengan meningkatkan denyut, tekanan darah, serta mengalirkan lebih banyak darah ke otot yang bekerja. Pada jantung yang sehat, respons tersebut merupakan hal fisiologis yang normal.

Olahraga teratur dapat membantu mengendalikan tekanan darah, berat badan, gula darah, dan kolesterol. Aktivitas fisik juga berperan penting dalam meningkatkan kebugaran kardiorespirasi.

Namun, pada seseorang yang memiliki penyakit atau faktor risiko penyakit jantung, aktivitas fisik yang sangat berat dapat mencetuskan kejadian kardiovaskular.

Risiko tersebut dapat muncul bila intensitas olahraga jauh melebihi kebiasaan latihan sebelumnya. Karena itu, latihan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan ditingkatkan secara bertahap.

Olahraga sebagai pemicu, bukan penyebab utama

Ketika seseorang mengalami kejadian jantung saat berolahraga, sering muncul anggapan bahwa olahraga menyebabkan serangan jantung.

Padahal, pada sebagian kasus, olahraga berperan sebagai pencetus pada kondisi jantung yang sebenarnya sudah ada.

Aktivitas fisik berat dapat menjadi semacam stress test fisiologis. Masalah yang tidak terlihat saat aktivitas sehari-hari dapat muncul ketika jantung bekerja jauh lebih keras.

Dengan kata lain, olahraga dapat mengungkap atau mencetuskan masalah yang sudah ada. Hal ini bukan berarti olahraga menyebabkan penyakit jantung.

Secara keseluruhan, manfaat aktivitas fisik rutin tetap jauh lebih besar daripada risiko kejadian kardiovaskular tersebut.

Mengapa orang yang sangat bugar bisa mengalami masalah jantung?

Ada beberapa kemungkinan yang dapat menjelaskan mengapa orang yang tampak bugar tetap bisa mengalami masalah jantung saat berolahraga.

Pertama, adanya penyakit arteri koroner yang belum diketahui. Kondisi ini dapat terjadi terutama pada individu dengan faktor risiko, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, obesitas, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung. Penyakit arteri koroner juga dapat berkembang tanpa gejala yang khas.

Kedua, adanya kelainan struktur atau otot jantung. Pada usia muda, kondisi seperti hypertrophic cardiomyopathy (HCM), kelainan struktural, atau kelainan bawaan lain dapat ditemukan.

Ketiga, adanya gangguan listrik jantung. Kelainan sistem listrik jantung, termasuk channelopathy atau kelainan bawaan pada saluran ion jantung, dapat memicu aritmia ventrikel. Dalam kondisi tertentu, gangguan ini dapat menyebabkan henti jantung mendadak.

Serangan jantung berbeda dengan henti jantung

Serangan jantung atau heart attack terjadi ketika aliran darah ke otot jantung berkurang atau terhenti. Kondisi ini umumnya disebabkan penyakit arteri koroner.

Sementara itu, henti jantung atau cardiac arrest terjadi ketika jantung tiba-tiba tidak mampu memompa darah secara efektif.

Keduanya dapat berkaitan, tetapi bukan kondisi yang sama. Serangan jantung dapat menyebabkan henti jantung. Namun, tidak semua henti jantung disebabkan oleh serangan jantung.

Karena itu, istilah “serangan jantung” sebaiknya tidak digunakan untuk setiap kejadian ketika seseorang tiba-tiba kolaps.

Belajar dari Christian Eriksen

Christian Eriksen menjadi salah satu contoh atlet sepak bola profesional yang mengingatkan kita bahwa kebugaran fisik tidak membuat seseorang kebal terhadap gangguan jantung.

Ia mengalami henti jantung saat pertandingan Euro 2020 dan berhasil diselamatkan melalui cardiopulmonary resuscitation (CPR) dan defibrilasi yang cepat.

Setelah menjalani evaluasi dan penanganan medis, termasuk pemasangan implantable cardioverter-defibrillator (ICD), Eriksen dapat kembali berlaga di lapangan sepak bola.

Kisah itu memberi dua pelajaran penting. Pertama, kebugaran fisik yang sangat baik tidak menjamin seseorang bebas dari penyakit atau gangguan jantung tertentu. Kedua, pada henti jantung, setiap detik sangat berharga.

Pengenalan kejadian secara cepat, CPR berkualitas, dan defibrilasi sedini mungkin merupakan bagian penting dari rantai penyelamatan nyawa.

Namun, kisah tersebut bukan alasan untuk takut berolahraga. Sebaliknya, olahraga tetap perlu dilakukan dengan tepat, bertahap, terukur, dan sesuai kondisi kesehatan.

Kenali risiko, tetap bergerak

Tidak semua orang yang ingin berolahraga membutuhkan pemeriksaan jantung lengkap.

Namun, evaluasi medis perlu dipertimbangkan pada orang yang memiliki penyakit atau faktor risiko kardiovaskular, riwayat keluarga dengan kematian mendadak, atau akan memulai olahraga dengan intensitas jauh lebih tinggi dari biasanya.
Evaluasi juga penting bila muncul gejala seperti nyeri dada, sesak yang tidak biasa, pusing, jantung berdebar, atau pingsan saat berolahraga.

Pada kondisi tersebut, jangan memaksakan diri untuk menyelesaikan target latihan. Pingsan saat berolahraga bukan sekadar tanda “kurang fit” dan perlu dievaluasi sebelum seseorang kembali berolahraga.

Pada orang sehat dan tidak bergejala, pemeriksaan jantung rutin sebelum berolahraga umumnya tidak diperlukan.

Namun, seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 35-40 tahun, penting untuk mengenali profil risiko dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Bila diperlukan, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), exercise test atau treadmill/ergocycle, serta ekokardiografi sesuai kondisi dan indikasi klinis.

Di era fitness tracker dan running challenge, kita juga perlu berhati-hati agar tidak terjebak pada prinsip “semakin berat, semakin sehat”. Sebab, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Mulailah sesuai kemampuan. Setelah itu, tingkatkan durasi, frekuensi, dan intensitas latihan secara bertahap.

Bahkan, bagi pasien dengan penyakit jantung, olahraga tetap penting sebagai bagian dari rehabilitasi dan pencegahan sekunder kardiovaskular. Namun, jenis dan dosis latihannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Jadi, apakah kita perlu takut berolahraga? Tidak. Kita justru perlu lebih takut menjadi tidak aktif.

Tetap bergerak, tetapi kenali kondisi kesehatan, pahami kemampuan tubuh, tingkatkan latihan secara bertahap, dan dengarkan sinyal tubuh.

Sebab, tujuan olahraga bukan sekadar menjadi lebih cepat, lebih jauh, atau lebih kuat. Tujuan utamanya adalah menjadi lebih sehat dan memiliki hidup yang lebih berkualitas.

Bugar itu penting. Sehat itu harus diusahakan dan yang terbaik adalah memiliki keduanya. Oleh karena itu, mari tetap bergerak.

Sumber : https://health.kompas.com/read/26H21140827668/bugar-bukan-berarti-jantung-pasti-sehat

Sering Menatap Layar? Kenali Computer Vision Syndrome Dan Cara Mencegahnya

Sering Menatap Layar? Kenali Computer Vision Syndrome Dan Cara Mencegahnya

Pernahkah mata terasa perih, kering, atau pandangan mulai kabur setelah bekerja berjam-jam di depan komputer? Keluhan ini sering dianggap sebagai rasa lelah biasa, padahal kondisi tersebut bisa menjadi tanda Computer Vision Syndrome (CVS) atau sindrom kelelahan mata akibat penggunaan layar digital. Di era kerja dan belajar berbasis teknologi, keluhan ini semakin sering dialami oleh berbagai kalangan. Kabar baiknya, CVS umumnya dapat dicegah dengan perubahan kebiasaan sederhana.

Apa itu Computer Vision Syndrome?

Computer Vision Syndrome atau sering juga disebut digital eye strain adalah kumpulan keluhan pada mata, penglihatan, leher dan bahu, yang muncul akibat penggunaan komputer, laptop, tablet, atau ponsel dalam waktu lama. Keluhan ini sering terjadi pada orang yang bekerja dengan layar digital setiap hari, terutama bila posisi kerja, pencahayaan, jarak pandang, atau kebiasaan istirahat mata kurang baik.

 Siapa saja yang  berisiko?

Computer Vision Syndrome dapat dialami oleh siapa saja yang sering menggunakan perangkat digital, terutama pekerja kantor, programmer, desainer grafis, analis data, guru, dosen, mahasiswa, maupun pekerja lain yang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar. Berbagai penelitian di beberapa negara menunjukkan bahwa sekitar dua dari tiga pengguna perangkat digital mengalami satu atau lebih gejala CVS. Hal ini menunjukkan bahwa keluhan pada mata akibat penggunaan perangkat digital merupakan masalah yang cukup sering dialami masyarakat di era digital.  Keluhan ini biasanya tidak menyebabkan kerusakan mata permanen, tetapi dapat mengganggu kenyamanan, konsentrasi, dan produktivitas kerja bila terjadi berulang.

 Apa penyebabnya?

Computer Vision Syndrome terjadi karena mata bekerja lebih berat saat menatap layar dalam waktu lama. Saat melihat layar, mata harus terus mempertahankan fokus pada tulisan, gambar, cahaya, dan kontras yang berubah-ubah. Selain itu, saat menatap layar, seseorang cenderung lebih jarang berkedip. Padahal, berkedip penting untuk menjaga kelembaban permukaan mata.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau memperberat Computer Vision Syndrome antara lain:

  • Durasi menatap layar terlalu lama. Semakin lama seseorang bekerja di depan layar tanpa jeda, semakin besar kemungkinan mata menjadi lelah.
  • Jarak mata ke layar tidak sesuai. Layar yang terlalu dekat atau terlalu jauh membuat mata bekerja lebih keras untuk fokus.
  • Posisi layar kurang ergonomis. Layar yang terlalu tinggi, terlalu rendah, atau tidak sejajar dapat menyebabkan mata, leher, bahu, dan punggung bekerja lebih berat.

  • Pencahayaan ruangan kurang baik. Ruangan yang terlalu gelap, terlalu terang, atau memiliki pantulan cahaya pada layar dapat membuat mata cepat lelah.

  • Ukuran huruf terlalu kecil. Tulisan yang kecil membuat mata harus lebih fokus dan dapat memicu sakit kepala atau pandangan kabur.

  • Gangguan refraksi yang belum dikoreksi. Mata minus, plus, silinder, atau mata tua yang tidak dikoreksi dengan kacamata sesuai dapat memperberat keluhan.

  • Kebiasaan kerja tanpa istirahat. Pekerja yang terus menerus menggunakan komputer tanpa jeda berisiko lebih tinggi mengalami keluhan mata dan otot.

Apa saja gejalanya?

Gejala Computer Vision Syndrome dapat berbeda pada setiap orang. Keluhan biasanya muncul setelah bekerja lama di depan layar dan dapat membaik setelah mata diistirahatkan. Gejala tersebut tidak hanya berkaitan dengan mata, tetapi juga dapat melibatkan keluhan otot dan postur tubuh. Karena itu, Computer Vision Syndrome penting dibahas sebagai masalah kesehatan kerja, bukan sekadar keluhan mata biasa.

Gejala yang sering dirasakan antara lain:

  • Mata terasa lelah
  • Mata kering, perih, panas, atau seperti berpasir
  • Pandangan kabur
  • Sulit fokus setelah lama menatap layar
  • Mata merah atau berair
  • Sakit kepala
  • Mata terasa sensitif terhadap cahaya
  • Penglihatan ganda pada sebagian orang
  • Leher, bahu, atau punggung terasa pegal

Kapan harus ke Dokter?

Sebagian besar keluhan CVS akan membaik setelah mata diistirahatkan dan kebiasaan penggunaan layar diperbaiki. Namun, segera periksa ke dokter apabila:

  1. Mata merah tidak membaik.
  2. Pandangan kabur terus-menerus.
  3. Nyeri mata hebat.
  4. Sakit kepala berulang.
  5. Keluhan tetap muncul meski sudah mengurangi penggunaan layar.

 Bagaimana mencegahnya?

Sebagian besar keluhan Computer Vision Syndrome (CVS) dapat dicegah atau dikurangi dengan menerapkan kebiasaan yang baik saat menggunakan komputer, laptop, tablet, maupun ponsel. Langkah-langkah sederhana berikut dapat membantu menjaga kesehatan mata sekaligus meningkatkan kenyamanan saat bekerja atau belajar.

  • Terapkan aturan 20-20-20

Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Cara sederhana ini membantu otot mata menjadi lebih rileks dan mengurangi ketegangan akibat fokus terus-menerus pada layar.

  • Gunakan kacamata sesuai kebutuhan

Bila memiliki mata minus, plus, silinder, atau mata tua, gunakan kacamata sesuai hasil pemeriksaan dokter. Koreksi penglihatan yang tepat dapat membantu mengurangi keluhan saat bekerja di depan layar.

  • Lebih sering berkedip
    Saat menatap layar, frekuensi berkedip biasanya berkurang sehingga mata lebih mudah kering. Biasakan berkedip secara sadar agar permukaan mata tetap lembab dan nyaman.

  • Atur posisi layar dan tempat kerja
    Posisikan layar sekitar 50–70 cm dari mata. Bagian atas monitor sebaiknya sedikit lebih rendah dari tinggi mata, sehingga pandangan mengarah sekitar 15–20° ke bawah. Posisi ini membantu mengurangi ketegangan pada mata, leher, dan bahu.

  • Gunakan pencahayaan yang nyaman

Hindari ruangan yang terlalu terang atau terlalu gelap. Kurangi pantulan cahaya pada layar dan sesuaikan tingkat kecerahan monitor dengan kondisi ruangan agar mata tidak bekerja terlalu keras.

  • Perbesar ukuran huruf

Tulisan yang terlalu kecil membuat mata harus terus berusaha fokus. Atur ukuran huruf dan tampilan layar agar lebih mudah dibaca tanpa harus memicingkan mata.

Peran Tempat Kerja?

Pencegahan Computer Vision Syndrome juga memerlukan dukungan dari lingkungan kerja. Perusahaan atau instansi dapat membantu mengurangi risiko keluhan dengan menyediakan meja dan kursi yang ergonomis, mengatur pencahayaan ruangan agar tidak menyilaukan, mengurangi pantulan cahaya pada monitor, memberikan edukasi mengenai posisi kerja yang benar, serta mendorong pekerja untuk mengambil jeda singkat secara berkala. Selain itu, pemeriksaan kesehatan mata secara rutin bagi pekerja yang menggunakan komputer dalam waktu lama juga dapat membantu mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini. Penerapan prinsip ergonomi di tempat kerja merupakan salah satu upaya penting untuk mengurangi keluhan akibat penggunaan komputer, termasuk kelelahan mata serta nyeri pada leher, bahu, dan punggung.

Sumber : https://ayosehat.kemkes.go.id/sering-menatap-layar–kenali-computer-vision-syndrome-dan-cara-mencegahnya-

Dana Zakat Boleh Diberikan untuk Korban Bencana

Dana Zakat Boleh Diberikan untuk Korban Bencana

Bencana sering kali datang tanpa memberi kesempatan kepada manusia untuk bersiap. Dalam hitungan menit, rumah yang dibangun bertahun-tahun dapat rata dengan tanah. Sawah yang menjadi sumber penghidupan terendam banjir. Toko, kendaraan, tabungan, bahkan surat-surat berharga hilang bersama datangnya gempa, kebakaran, atau longsor.

Pada saat seperti itu, seseorang yang sehari sebelumnya hidup berkecukupan dapat berubah menjadi orang yang kehilangan hampir segala-galanya. Karena itulah, persoalan bantuan kepada korban bencana dalam Islam tidak dapat dipandang semata-mata sebagai urusan kemurahan hati. Ada dimensi kewajiban sosial yang lebih dalam, termasuk melalui instrumen zakat.

Pertanyaan yang kemudian muncul, bolehkah dana zakat disalurkan untuk korban bencana? Pertanyaan ini penting karena al-Qur’an telah menentukan secara jelas golongan-golongan yang berhak menerima zakat. Korban bencana, sebagai sebuah kategori tersendiri, memang tidak disebutkan secara eksplisit.

Allah Swt. berfirman:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya, “Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para pengurus zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya, untuk memerdekakan hamba sahaya, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [Q.S. at-Taubah (9): 60].

Ayat ini menyebutkan delapan golongan penerima zakat. Di dalamnya memang tidak terdapat istilah “korban bencana”. Akan tetapi, fikih tidak berhenti pada penyebutan sebuah nama atau kategori secara harfiah. Yang juga dilihat adalah keadaan nyata yang dialami seseorang.

Inilah titik penting yang dijelaskan dalam Fikih Kebencanaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Korban bencana dapat menerima dana zakat dengan mengambil bagian fakir dan miskin. Sebab, bencana dapat menempatkan seseorang dalam keadaan kehilangan harta, sumber penghidupan, tempat tinggal, dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Dalam keadaan demikian, seseorang yang sebelumnya berkecukupan pun dapat berada dalam kondisi fakir atau miskin.

Bayangkan seorang pedagang yang tokonya hanyut diterjang banjir. Sebelum bencana, ia memiliki usaha yang cukup untuk menghidupi keluarganya. Namun setelah banjir, barang dagangannya habis, tempat usahanya rusak, dan modalnya lenyap. Apakah ia harus menunggu menjadi miskin bertahun-tahun untuk mendapatkan bantuan zakat? Tentu tidak. Keadaan yang dialaminya telah berubah. Bencana telah membuatnya berada dalam situasi kekurangan dan membutuhkan.

Karena itu, zakat dalam konteks kebencanaan tidak diberikan kepada seseorang semata-mata karena ia disebut “korban bencana”, melainkan karena bencana telah menempatkannya dalam salah satu keadaan yang menjadi alasan seseorang berhak menerima zakat.

Pandangan ini juga memiliki penguat dari hadis Nabi saw. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Muslim, Nabi menjelaskan tentang orang yang tertimpa musibah hingga hartanya habis.

ورَجُلٌ أصابَتْه جائِحةٌ اجتاحَت مالَه، فحَلَّت له المَسألةُ حتَّى يُصيبَ قِوامًا مِن عَيشٍ

Artinya, “Dan seorang laki-laki yang ditimpa musibah yang menghancurkan hartanya, maka perkara itu dibolehkan baginya sampai ia memperoleh penghidupan kembali.” [H.R. Muslim].

Hadis ini memperlihatkan sebuah prinsip penting. Islam mengakui bahwa bencana dapat mengubah keadaan ekonomi seseorang secara mendadak. Kehilangan harta akibat musibah bukan sekadar kerugian biasa. Ia dapat membawa seseorang ke dalam kondisi darurat, bahkan kemiskinan.

Dalam Fikih Kebencanaan, dasar penyaluran zakat kepada korban bencana juga dapat dikaitkan dengan golongan ghārimīn, yaitu orang-orang yang berutang. Sebab, dalam situasi pascabencana, seseorang mungkin terpaksa berutang untuk membeli makanan, membangun tempat tinggal sementara, berobat, atau memenuhi kebutuhan keluarganya. Dalam keadaan demikian, bantuan zakat dapat disalurkan dari bagian fakir dan miskin, atau dari bagian orang-orang yang berutang sesuai dengan kondisi korban.

Di sinilah terlihat keluwesan hukum Islam dalam menghadapi kenyataan. Ketentuan tentang delapan golongan penerima zakat bukanlah pagar yang membuat umat Islam menjadi acuh ketika berhadapan dengan penderitaan kemanusiaan. Justru melalui kategori-kategori itulah zakat bekerja untuk menjawab keadaan manusia yang beragam.

Tentu penyaluran zakat kepada korban bencana perlu dilakukan secara tepat. Tidak semua korban secara otomatis berada dalam kategori fakir atau miskin. Ada korban yang mungkin kehilangan rumah, tetapi masih memiliki kemampuan ekonomi yang cukup. Ada pula yang kehilangan seluruh sumber kehidupannya dan benar-benar berada dalam keadaan darurat. Karena itu, yang menjadi perhatian adalah kondisi dan kebutuhan nyata korban.

Prinsip lainnya, penyaluran zakat untuk korban bencana tidak berarti mengabaikan mustahiq lain. Hak para penerima zakat tetap harus diperhatikan dan pendistribusiannya dapat dilakukan secara proporsional. Jika keadaan darurat menuntut prioritas, maka mereka yang paling mendesak kebutuhannya patut didahulukan.

Maka, dana zakat boleh disalurkan kepada korban bencana, dengan menempatkan mereka pada kategori mustahiq yang sesuai dengan keadaan mereka, terutama fakir, miskin, atau ghārimīn. Bukan karena kata “korban bencana” tercantum secara tersurat dalam ayat, melainkan karena penderitaan yang ditimbulkan oleh bencana dapat menjadikan seseorang benar-benar berada dalam keadaan yang telah ditetapkan syariat sebagai pihak yang berhak menerima zakat.

Sumber : https://muhammadiyah.or.id/2026/08/dana-zakat-boleh-diberikan-untuk-korban-bencana/

Jangan Tinggalkan Sholat Istikharah Meski Sudah Yakin

Jangan Tinggalkan Sholat Istikharah Meski Sudah Yakin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Syekh Muhammad Shiddiq Al Minsyawi dalam bukunya yang berjudul Rajin Shalat tapi Masih Keliru menuliskan, sebagian orang, bahkan kebanyakan dari mereka, beranggapan bahwa sholat istikharah hanya dilakukan jika ada suatu hal yang diragukan atau membuat bingung seseorang. Hal ini merupakan suatu kesalahan, karena sholat istikharah dapat diperuntukkan ke semua hal.

Bahkan, sesuatu yang telah diyakini dan disukai oleh manusia. Sebab, seseorang kadang yakin atau suka terhadap suatu hal, tetapi sebenarnya itu jelek baginya dan dia tidak mengetahuinya.

Adapun jika melakukan istikharah, berarti ia telah memohon kepada Allah agar dipilihkan. Dari Jabir berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ

Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajari kami Istikharah dalam memutuskan segala sesuatu, (sebagaimana mengajari kami) surat dalam Alquran. (HR BUkhari)

Imam Asy Syaukani berkata, “Sabda Nabi…”dalam segala hal” menunjukkan sifat umum. Bahwa manusia jangan menganggap remeh hal kecil dan jangan menganggap sepele, kemudian tidak melakukan sholat istikharah.

Doa Sholat Istikharah

Dalam hadits riwayat Bukhari yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah RA, Rasulullah SAW memberitahukan doa seusai melaksanakan sholat istikharah.

Mengutip Ihya’ ‘Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali disebutkan, tata cara sholat istikharah yaitu pada rakaat pertama membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Kafirun, sementara pada rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Ikhlash. Kemudian, selesai salam membaca doa berikut:

Berikut ini doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW untuk diucapkan setelah sholat Istikharah, sebagaimana hadits riwayat Bukhari:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي

Allaahumma innii astakhiiru bi’ilmika wa astaqdiru bi qudrotika as’aluka min fadhlikal azhiim fainnaka aqdiru wa ta’lamu wa laa a’lamu wa anta ‘allaamul ghuyuub. Allaahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amra khoirun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aaqibati amri faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fiihi wa in kunta ta’lamu anna haadzl amra syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aaqibati amri fashrifhu ‘anni washrifnii ‘anhu waqdur liyal khoiro haitsu kaana tsumma ardhini bihi innaka ‘alaa kulli syai’in qodiir.

“Ya Allah, aku memohon pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan aku memohon kekuatan kepada-Mu dengan Kemahakuasaan-Mu. Aku memohon kepada-Mu kebaikan dari karunia-Mu yang agung. Engkau Maha Kuasa dan aku tidak kuasa. Engkau Maha Mengetahui, dan aku tidak mengetahui. Hanya Engkau-lah Yang Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, jika menurut Engkau perkara ini lebih baik bagiku dalam perkara agamaku, penghidupanku, dan akibatnya bagi akhiratku, maka takdirkanlah untukku, mudahkanlah jalannya, kemudian berilah berkah untukku.

 Tetapi jika menurut Engkau urusan ini berdampak buruk bagiku dalam urusan agamaku, penghidupanku, dan akibatnya bagi akhiratku, maka jauhkanlah urusan itu dariku dan jauhkan dariku urusan tersebut. Takdirkan kepadaku kebaikan di manapun berada. Kemudian buatlah aku ridha atas takdir-Mu. Engkau Mahaberkuasa atas segala sesuatu.” Jabir (perawi) berkata, “Kemudian orang-orang menyampaikan perkara mereka.” (HR Bukhari)

Sumber : https://khazanah.republika.co.id/berita/tk2311430/jangan-tinggalkan-sholat-istikharah-meski-sudah-yakin

Ketika Perubahan Iklim Menguji Ketahanan Air Indonesia

Ketika Perubahan Iklim Menguji Ketahanan Air Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, Setiap kali musim hujan datang, berita tentang banjir hampir selalu memenuhi ruang media. Sungai meluap, jalan-jalan terendam, ribuan rumah tergenang. Namun hanya beberapa bulan kemudian, ketika kemarau tiba, berita berubah drastis. Waduk menyusut, sawah mengering, masyarakat mengantri air bersih, dan pemerintah harus mengirimkan bantuan air ke berbagai daerah.

Paradoks ini terus berulang dari tahun ke tahun. Di musim hujan kita seolah kelebihan air, tetapi pada musim kemarau justru mengalami kekurangan air. Pertanyaannya sederhana, bagaimana mungkin negara yang memiliki lebih dari 5.500 sungai, sekitar 840 danau, serta curah hujan rata-rata sekitar 2.700 milimeter per tahun justru semakin rentan mengalami krisis air?

Jawabannya terletak pada satu kata yang semakin sering kita dengar, tetapi mungkin belum sepenuhnya kita pahami dampaknya, yaitu perubahan iklim. Perubahan iklim bukan hanya menyebabkan suhu bumi meningkat. Dampaknya jauh lebih kompleks, termasuk mengubah pola hujan, memperpanjang musim kemarau, meningkatkan intensitas hujan ekstrem, memperbesar risiko banjir, dan pada saat yang sama meningkatkan ancaman kekeringan.

Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menegaskan bahwa kawasan Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah yang paling rentan terhadap perubahan pola curah hujan dan kejadian cuaca ekstrem. Seperti yang sudah terjadi, Indonesia mengalami musim hujan yang semakin tidak menentu, hujan ekstrem yang lebih sering, serta periode kemarau yang lebih panjang di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut berimplikasi langsung terhadap ketersediaan air bagi masyarakat, pertanian, industri, dan pembangkit listrik.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menunjukkan bahwa fenomena iklim seperti El Niño dan La Niña kini semakin memengaruhi distribusi hujan di Indonesia. Tahun-tahun ketika El Niño kuat terjadi, ratusan kabupaten mengalami kekeringan, debit sungai menurun drastis, dan produksi pertanian ikut terdampak. Sebaliknya, pada saat La Niña, curah hujan meningkat tajam sehingga memicu banjir dan longsor di banyak daerah.

Tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini bukan hanya menyediakan air, melainkan menjaga ketahanan air (water security) di tengah iklim yang semakin tidak menentu.

Ketahanan Air Belum Menjadi Arus Utama Kebijakan

Selama ini kebijakan pembangunan air di Indonesia cenderung masih didominasi oleh pendekatan penyediaan infrastruktur. Ini meliputi pembangunan bendungan, embung, jaringan irigasi, dan sistem penyediaan air minum. Dalam satu dekade terakhir, Pemerintah telah membangun puluhan bendungan baru yang meningkatkan kapasitas tampungan air nasional. Namun, perubahan iklim menghadirkan tantangan baru yang tidak selalu dapat dijawab hanya dengan pembangunan infrastruktur.

Persoalan utama adalah kebijakan ketahanan air masih cenderung bersifat sektoral. Pengelolaan sumber daya air, tata ruang, kehutanan, pertanian, energi, dan pembangunan perkotaan sering kali berjalan sendiri-sendiri. Padahal, perubahan pada satu sektor akan berdampak langsung terhadap sektor lainnya.

Sebagai contoh, pembukaan kawasan hutan di daerah hulu dapat meningkatkan limpasan air pada musim hujan, Namun, pada saat yang sama mengurangi cadangan air tanah pada musim kemarau. Juga pembangunan kawasan perkotaan yang semakin masif tanpa ruang resapan menyebabkan air hujan lebih cepat mengalir ke laut daripada disimpan sebagai cadangan air.

Masalah lain adalah tingginya kehilangan air (non-revenue water) pada sistem penyediaan air minum di berbagai daerah. Kebocoran jaringan, sambungan ilegal, dan inefisiensi operasional menyebabkan sebagian air yang telah diproduksi tidak pernah sampai kepada pelanggan. Dalam kondisi perubahan iklim, setiap liter air yang hilang merupakan kerugian yang semakin mahal.

Ketahanan air juga belum sepenuhnya menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan rencana pembangunan daerah. Banyak pemerintah daerah masih lebih fokus pada penanganan banjir ketika musim hujan dan penyediaan bantuan air bersih saat kemarau. Mereka tidak membangun sistem yang mampu mengurangi risiko kedua bencana tersebut secara bersamaan.

Penyebab Ancaman Ketahanan Air

Beberapa faktor saling berkaitan dan memperbesar ancaman terhadap ketahanan air Indonesia. Pertama, perubahan iklim mengubah pola hidrologi. Hujan turun dalam intensitas yang lebih tinggi tetapi dalam durasi yang lebih singkat. Air tidak sempat meresap ke dalam tanah dan lebih banyak menjadi limpasan yang memicu banjir.

Kedua, kerusakan daerah aliran sungai (DAS). Berkurangnya tutupan hutan dan kawasan resapan menyebabkan kemampuan alam menyimpan air terus menurun. Padahal, hutan merupakan “waduk alami” yang menjaga ketersediaan air sepanjang tahun.

Ketiga, pertumbuhan penduduk dan urbanisasi meningkatkan kebutuhan air secara signifikan. Kota-kota besar membutuhkan pasokan air yang terus bertambah, sementara sumber air baku tidak berkembang secepat pertumbuhan kebutuhan.

Keempat, pengelolaan air yang belum terintegrasi. Konsep Integrated Water Resources Management (IWRM) yang direkomendasikan Perserikatan Bangsa-Bangsa menekankan bahwa air harus dikelola secara menyeluruh, mulai dari daerah hulu hingga hilir, lintas sektor, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Pendekatan ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia.

Kelima, rendahnya efisiensi penggunaan air. Sektor pertanian masih menjadi pengguna air terbesar, sementara sebagian sistem irigasi belum efisien. Di kawasan perkotaan, konsumsi air juga terus meningkat tanpa diimbangi budaya hemat air.

Dalam perspektif teori Water Security, ketahanan air tidak hanya berarti tersedia cukup air. Tetapi harus menjamin kualitas, keterjangkauan, keberlanjutan, dan kemampuan masyarakat menghadapi risiko banjir dan kekeringan. Didasarkan atas teori tersebut, tantangan Indonesia jauh lebih kompleks daripada sekadar membangun lebih banyak bendungan.

Alternatif Solusi

Menghadapi perubahan iklim, diperlukan paradigma baru dalam pengelolaan sumber daya air. Pertama, membangun ketahanan air berbasis ekosistem. Konservasi hutan, rehabilitasi daerah aliran sungai, perlindungan mata air, dan pemulihan lahan basah harus dipandang sebagai investasi infrastruktur alami yang sama pentingnya dengan pembangunan bendungan.

Untuk itu Pemerintah perlu menyusun “Strategi Nasional Ketahanan Air Berbasis Adaptasi Perubahan Iklim” yang mengintegrasikan kebijakan sumber daya air, kehutanan, pertanian, tata ruang, energi, dan pembangunan daerah.

Kedua, mempercepat penerapan konsep kota spons (sponge city). Melalui ruang terbuka hijau, taman resapan, sumur resapan, kolam retensi, serta pemanenan air hujan, kota dapat menyimpan lebih banyak air ketika musim hujan dan menggunakannya kembali pada musim kemarau. Untuk itu, anggaran rehabilitasi hutan dan perlindungan kawasan imbuhan perlu dipandang sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur, bukan sekadar program lingkungan.

Ketiga, meningkatkan efisiensi penggunaan air melalui teknologi irigasi hemat air, pemanfaatan kembali air limbah yang telah diolah (water recycling), dan pengurangan kebocoran jaringan air minum. Untuk itu, perlu mempercepat perluasan layanan air minum perpipaan dan mengurangi ketergantungan terhadap air tanah, terutama di kota-kota besar yang mengalami penurunan muka tanah.

Keempat, memperkuat sistem informasi iklim dan hidrologi. Data BMKG, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Informasi Geospasial, serta pemerintah daerah perlu diintegrasikan sehingga perencanaan sumber daya air lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Kelima, memperluas edukasi publik. Ketahanan air tidak mungkin diwujudkan hanya melalui kebijakan Pemerintah. Masyarakat juga harus memahami bahwa menghemat air hari ini merupakan investasi untuk menghadapi iklim masa depan.

Sumber : https://analisis.republika.co.id/berita/tk3wab368/ketika-perubahan-iklim-menguji-ketahanan-air-indonesia

Enam Dosa yang Dianggap Biasa Saat Perayaan Kemerdekaan

Enam Dosa yang Dianggap Biasa Saat Perayaan Kemerdekaan

Setiap tanggal 17 Agustus, negeri ini dipenuhi warna dan kegembiraan. Warna merah putih menghiasi jalanan. Lomba-lomba digelar. Panggung hiburan berdiri. Tawa dan sorak sorai terdengar di berbagai sudut kampung dan kota.

Tidak ada yang salah dengan bergembira. Islam bukan agama yang mematikan rasa cinta tanah air atau melarang kegembiraan. Namun, kegembiraan dalam Islam memiliki adab. Ia tidak boleh melampaui batas. Ia tidak boleh menjelma menjadi kelalaian. Ia tidak boleh menjadi pintu kemaksiatan. Dan di sinilah ujian itu muncul: ketika kegembiraan berubah menjadi kelalaian, ketika nasionalisme menggeser ketaatan, ketika perayaan menjadi pembenaran atas kemaksiatan.

Masalahnya bukan pada perayaannya. Masalahnya adalah ketika batas syariat dihapus atas nama budaya. Ketika dosa dinormalisasi karena “ini kan cuma setahun sekali”. Ketika pelanggaran dianggap kecil karena dilakukan bersama-sama.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan,

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ، لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا، يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ

“Sesungguhnya seseorang mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah, ia tidak menganggapnya penting, namun dengannya ia terjerumus ke dalam neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa dosa sering kali datang dari hal yang dianggap sepele. Dalam konteks perayaan kemerdekaan, ada beberapa bentuk pelanggaran yang kerap dinormalisasi, bahkan dianggap bagian dari budaya.

Berikut ini adalah dosa-dosa yang kerap terjadi saat perayaan kemerdekaan dan sayangnya, dianggap wajar.

Campur baur laki-laki dan perempuan (ikhtilat) tanpa batas

Dalam banyak kegiatan 17-an, kita menyaksikan lomba dan hiburan yang mempertemukan laki-laki dan perempuan. Lomba-lomba dilakukan bercampur baur. Penonton saling berdesakan. Aurat terbuka. Pandangan tidak terjaga. Canda dan tawa menjadi tanpa batas.

Padahal Allah Azza wa Jalla telah memerintahkan dengan sangat jelas,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan mereka.” (QS. An-Nur: 30)

Dan kepada para wanita,

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya…’” (QS. An-Nur: 31)

Ikhtilat membuka pintu fitnah. Fitnah membuka pintu zina. Dan zina tidak selalu dimulai dengan perbuatan, tetapi dengan pandangan. Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ

“Janganlah kalian mendekati zina.” (QS. Al-Isra: 32)

Allah tidak berkata “jangan berzina”, tetapi “jangan mendekati”. Dan percampuran bebas adalah salah satu jalannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللّٰـهَ كَـتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا ، أَدْرَكَ ذَلِكَ لَا مَـحَالَـةَ: فَزِنَا الْعَيـْنِ: النَّظَرُ ، وَزِنَا اللّـِسَانِ: الْـمَنْطِـقُ ، وَالنَّـفْسُ تَـمَنَّى وَتَشْتَهِيْ ، وَالْفَـرْجُ يُصَدِّقُ ذلِكَ كُلَّـهُ وَيُـكَذِّبُـهُ

“Allah telah menulis atas anak Adam bagiannya dari zina, maka pasti dia menemuinya. Zina kedua matanya adalah memandang, zina lisannya adalah perkataan, zina hatinya adalah berharap dan berangan-angan. Dan itu semua dibenarkan dan didustakan oleh kemaluannya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Aku tidak meninggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki setelahku selain wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Apakah layak kita rayakan kemerdekaan dengan membuka pintu fitnah?

Musik dan hiburan yang melalaikan

Tidak sedikit perayaan kemerdekaan diisi dengan konser, dangdut malam, joget massal, hingga pesta yang jauh dari nilai norma dan kesopanan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

“Akan ada dari umatku orang-orang yang menghalalkan zina, sutra (bagi laki-laki), khamr, dan alat musik.” (HR. Bukhari)

Allah Azza wa Jalla juga berfirman,

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ

“Dan di antara manusia ada yang membeli perkataan yang melalaikan untuk menyesatkan dari jalan Allah.” (QS. Luqman: 6)

Hiburan yang melalaikan menjauhkan hati dari zikir. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta’ala memperingatkan,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَٰلُكُمْ وَلَآ أَوْلَٰدُكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Munafiqun: 9)

Jika harta dan anak saja bisa melalaikan, apalagi hiburan yang memang dirancang untuk membuat lupa. Sejatinya, musik menjauhkan hati dari zikir. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Apakah hati akan tenang dengan kebisingan yang menjauhkan dari Allah?

Melupakan syukur kepada Allah

Nikmat kemerdekaan adalah karunia besar dari Allah. Namun, sering kali ia dirayakan tanpa sedikit pun rasa syukur. Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ

“Segala nikmat yang ada pada kalian berasal dari Allah.” (QS. An-Nahl: 53)

Dan Allah Azza wa Jalla memperingatkan,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Syukur bukan hanya ucapan “Alhamdulillah”. Syukur adalah menggunakan nikmat dalam ketaatan.

Bagaimana mungkin kita bersyukur atas kemerdekaan jika ia digunakan untuk melanggar perintah Allah?

Menyerupai lawan jenis (tasyabbuh)

Dalam beberapa lomba atau panggung hiburan, sering kali laki-laki berdandan seperti perempuan, memakai pakaian wanita, bersuara lembut menirukan wanita, atau sebaliknya, wanita menyerupai laki-laki. Semua dianggap lucu dan menghibur.

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَعَنَ اللَّهُ الرِّجَالَ الْمُتَشَبِّهِينَ بِالنِّسَاءِ وَالنِّسَاءَ الْمُتَشَبِّهَاتِ بِالرِّجَالِ

“Allah melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki.” (HR. Bukhari)

Allah Ta’ala juga berfirman,

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum: 30)

Menyerupai lawan jenis adalah bentuk penyimpangan dari fitrah. Dan ketika ia dinormalisasi dalam perayaan, generasi muda akan menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa. Merayakan kemerdekaan dengan merusak fitrah bukanlah kebebasan. Itu adalah penyimpangan.

Tabarruj dan membuka aurat

Perayaan sering menjadi ajang berhias berlebihan. Pakaian ketat. Aurat terbuka. Riasan mencolok. Semua dianggap bagian dari kemeriahan. Padahal Allah Subhanhu wa Ta’ala berfirman,

وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ

“Janganlah kalian ber-tabarruj seperti tabarruj jahiliyah dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ada dua golongan penghuni neraka, yang belum pernah aku lihat, yaitu suatu kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi. Mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, ia berjalan berlenggak-lenggok menggoyangkan (bahu dan punggungnya) dan rambutnya (disasak) seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium aroma surga, padahal sesungguhnya aroma surga itu tercium sejauh perjalanan sekian dan sekian.’” (HR. Muslim)

Kemerdekaan tidak pernah berarti bebas membuka aurat.

Kebebasan tidak pernah berarti bebas melanggar perintah Allah.

Melalaikan salat

Banyak acara berlangsung hingga magrib dan isya terlewat. Salat ditunda. Bahkan ada yang sengaja tidak berjemaah demi mengikuti lomba. Padahal, Allah Ta’ala berfirman,

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

”Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya.” (QS. Al-Ma’un: 4–5)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

العهدُ الذي بينَنا وبينَهم الصلاةُ، فمَن تركَها فقد كفرَ

“Perjanjian antara kami dan mereka adalah salat. Barang siapa meninggalkannya, maka ia telah kafir.” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Apakah pantas kemerdekaan dirayakan dengan mengabaikan perintah paling agung dalam Islam?

Kemerdekaan yang hakiki

Kemerdekaan sejati bukan bebas melakukan apa saja. Kemerdekaan sejati adalah ketika hati bebas dari perbudakan hawa nafsu. Allah Azza wa Jalla berfirman,

أَفَرَءَيْتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِۦ وَقَلْبِهِۦ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِۦ غِشَٰوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِنۢ بَعْدِ ٱللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS. Al-Jatsiyah: 23)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ

“Mujahid adalah orang yang berjihad melawan dirinya dalam ketaatan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)

Maka, jika kita benar-benar ingin merdeka, merdekalah dari dosa terutama kesyirikan.

Merdekalah dari kelalaian.

Merdekalah dari budaya yang bertentangan dengan syariat.

Rayakan kemerdekaan dengan doa.

Dengan syukur dan sedekah.

Dengan menjaga adab.

Dengan menanamkan iman.

Karena pada akhirnya, kemerdekaan terbesar adalah ketika kita berdiri di hadapan Allah dalam keadaan selamat.

Wallāhu Ta‘ala a‘lam.

Sumber : https://muslim.or.id/115227-dosa-saat-perayaan-kemerdekaan.html