Jakarta – Wudhu adalah syarat sah utama salat. Menjaga kesucian diri melalui wudhu tidak hanya membersihkan fisik dari kotoran dan hadas kecil, melainkan juga menggugurkan dosa-dosa kecil yang pernah diperbuat oleh anggota tubuh kita.
Agar ibadah salat diterima di sisi Allah SWT, tata cara wudhu wajib dilaksanakan dengan benar sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. Lantas, bagaimanakah cara wudhu yang benar sesuai sunnahnya? Bagaimana bacaan niat dan doa setelahnya? Berikut penjelasannya.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki…”
Dijelaskan dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab karya Imam An-Nawawi, niat merupakan rukun wudhu yang berada di dalam hati. Niat dihadirkan secara bersamaan saat air pertama kali membasuh bagian muka atau wajah.
Lafaz niat wudhu yang disunnahkan untuk diucapkan lisan adalah:
نَوَيْتُ الْوُضُوءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Arab-latin: Nawaitul-wudhu’a liraf’il-hadatsil-ashghari fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat wudhu untuk menghilangkan hadas kecil, fardhu karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Wudhu yang Benar Sesuai Sunnah
Merujuk kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al-Asqalani serta Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab karya Imam An-Nawawi, berikut tata cara wudhu sesuai sunnah Rasulullah SAW:
1. Membaca Basmalah dan Mencuci Kedua Telapak Tangan
Membaca basmalah lalu mencuci kedua telapak tangan hingga pergelangan sebanyak tiga kali.
2. Berkumur dan Istinsyaq
Berkumur-kumur sekaligus menghirup air ke dalam hidung (istinsyaq), lalu mengeluarkannya (istintsar) sebanyak tiga kali.
3. Membasuh Wajah
Membasuh seluruh permukaan wajah (dari batas tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu, dan dari telinga kanan ke telinga kiri) sebanyak tiga kali seraya menghadirkan niat dalam hati.
4. Membasuh Kedua Tangan Hingga Siku
Membasuh tangan kanan lalu tangan kiri hingga melewati siku sebanyak tiga kali.
5. Mengusap Kepala dan Telinga
Mengusap sebagian atau seluruh bagian kepala dari depan ke belakang, lalu dilanjutkan dengan mengusap kedua daun telinga sekali (atau tiga kali).
6. Membasuh Kedua Kaki Hingga Mata Kaki
Membasuh kaki kanan lalu kaki kiri hingga melebihi kedua mata kaki sebanyak tiga kali, pastikan sela-sela jari kaki terkena air.
7. Tertib
Melaksanakan seluruh urutan langkah di atas secara berurutan tanpa ada yang melompati.
Imam An-Nawawi mengingatkan beberapa detail penting agar wudhu tidak batal atau tidak sah:
- Pastikan air membasuh kulit dengan sempurna. Jika ada bahan penutup kulit seperti cat, kuteks non-serap air, atau kotoran tebal di bawah kuku, maka wajib dibersihkan terlebih dahulu.
- Tidak berlebihan menggunakan air (israf). Rasulullah SAW melarang sikap boros dan berlebih-lebihan dalam mengalirkan air saat berwudhu.
- Menjaga muwalat (keseimbangan waktu). Membasuh anggota wudhu berikutnya sebelum anggota wudhu sebelumnya mengering.
Doa Selesai Berwudhu
Setelah selesai berwudhu dengan sempurna, disunnahkan menghadap kiblat lalu membaca doa yang diriwayatkan dalam hadits riwayat Muslim:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَّهِرِينَ
Arab-latin: Asyhadu alla ilaha illallahu wahdahu la syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu. Allahummaj’alni minat-tawwabina waj’alni minal-mutathahhirin.
Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri.”




