Mau rumah di surga? jauhi debat kusir, walaupun anda dalam kebenaran!

Mau rumah di surga? jauhi debat kusir, walaupun anda dalam kebenaran!

(Arrahmah.com) – Rasulullah –shollallohu ‘alaihi wasallam– bersabda :

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

“Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran (al haq), juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa  saja yang meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa  saja yang berakhlak mulia.”

(HR. Abu Dawud, Dinyatakan Hasan shahih oleh Syaikh Al Albani)

Umar Bin Khattab berkata :

لا يجد عبد حقيقة الإيمان حتى يدع المراء وهو محق ويدع الكذب في المزاح وهو يرى أنه لو شاء لغلب

“Seseorang tidak akan merasakan hakikat iman sampai ia mampu meninggalkan perdebatan yang berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran, dan meninggalkan berbohong meskipun hanya bercanda padahal ia tahu seandainya ia mau ia pasti menang dalam percebatan itu”

(Kanzul Ummal juz 3 hal 1165)

Imam Ishaq bin Isa berkata :

المِراء والجِدال في العلم يَذهبُ بنور العلم من قلب الرجل

“Imam Malik bin Anas mengatakan : “Debat kusir dan pertengkaran dalam masalah ilmu akan menghapuskan cahaya ilmu  dari hati seseorang”

Imam Ibnu Wahab berkata : “Aku mendengar Imam Malik bin Anas mengatakan :

المراء في العلم يُقسِّي القلوب ، ويورِّث الضغن

“Perdebatan dalam ilmu akan mengeraskan hati dan menyebabkan kedengkian”

(Jaami’ al Uluum wak Hikam 11/16)

Di antara tanda sebuah diskusi telah berubah menjadi debat kusir

  1. Nada suara mulai meninggi
  2. Tulisan mulai menggunakan istilah yang emosional
  3. Mulai muncul kata-kata ejekan atau sebutan yang merendahkan
  4. Mengulang-ulang argumentasi
  5. Mengingkari aksioma
  6. Menolak logika
  7. Mulai melibatkan perasaan dan emosi yang berlebihan

aksioma = pernyataan yang dapat diterima sebagai kebenaran tanpa harus melalui pembuktian

Jika sudah seperti ini, sebaiknya segera tinggalkan saja karena bukan manfaat yang akan kita dapat, melainkan justru madhorot. Bukan ukhuwwah yang kita raih, melainkan kebencian dan kedengkian yang kita peroleh.

لاَ تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ لِتُبَاهُوا بِهِ الْعُلَمَاءَ وَلاَ لِتُمَارُوا بِهِ السُّفَهَاءَ وَلاَ تَخَيَّرُوا بِهِ الْمَجَالِسَ فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَالنَّارُ النَّارُ

“Janganlah kalian mencari ilmu untuk menandingi para ulama atau untuk mendebat orang-orang bodoh atau agar bisa menguasai pertemuan dan majlis-majlis.  Barangsiapa yang berbuat seperti itu, maka neraka baginya, neraka baginya.”

(Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Ibnu Majah dan Al Hakim, beliau menyatakan bahwa hadits ini Shahih dengan para periwayat yang terpercaya sesuai dengan syarat-syarat Imam Muslim)

Berbantah-bantahan, sebab kekalahan perjuangan dan jihad

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“”Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), Maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, DAN JANGANLAH KAMU BERBANTAH-BANTAHAN, YANG MENYEBABKAN KAMU MENJADI GENTAR DAN HILANG KEKUATANMU dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al Anfal 45 – 46)

Kunci-kunci kemenangan dalam jihad

Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah menjelaskan ayat 45 – 46 surah Al Anfal dengan penjelasan berikut :

“Di sini, Alloh memerintahkan lima hal kepada para mujahidin. Tidaklah kelima hal ini terkumpul dalam tubuh sebuah kelompok melainkan kelompok itu pasti menang, walau pun jumlahnya sedikit dan jumlah musuhnya banyak :

Pertama: Istiqomah dan tsabat

Kedua: Banyak berdzikir (mengingat) menyebut nama Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala

Ketiga: Mentaati Alloh dan mentaati Rosul-Nya

Keempat: Persatuan kalimat dan tidak saling berbantah bantahan, karena itu akan menghantarkan kepada kegentaran dan kelemahan. Berbantah-bantahan ini adalah tentara yang bisa menguatkan musuh dari orang yang saling berbantah-bantahan untuk mengalahkan mereka. Karena dengan bersatu, suatu pasukan seperti seikat anak panah yang tidak seorang pun mampu mematahkannya. Jika anak panah itu dipisah-pisah, musuh akan bisa mematahkannya.

Kelima: Yang merupakan kunci, pilar dan penopang keempat hal di atas, yaitu : Sabar.

Inilah lima hal yang menjadi dasar terbangunnya kemenangan. Ketika kelima hal ini –atau sebagiannya— hilang, kemenangan pun akan hilang sebanding dengan berkurangnya sebagian darinya. Jika semuanya terkumpul, satu sama lain akan saling menguatkan, sehingga pasukan tersebut akan melahirkan pengaruh yang besar dalam meraih kemenangan. Ketika kelima hal ini terkumpul dalam diri para shahabat, tidak ada satu pun bangsa di dunia yang mampu menandingi mereka. Mereka taklukkan dunia dan seluruh rakyat serta negeri tunduk kepada mereka. Tatkala generasi sepeninggal mereka berpecah belah dan melemah, terjadilah apa yang terjadi, la haula wa la quwwata illa billaahil ‘Aliyyi ‘l ‘Adzim; tiada daya dan kekuatan melainkan (dengan) pertolongan Alloh yang Mahatinggi lagi Maha Agung.

(Al Furusiyyah : Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah hal 506)

Dzikir, batu bata untuk membangun rumah di jannah

أن بيوت الجنة تبنى بالذكر فإذا أمسك الذاكر عن الذكر أمسكت الملائكة عن البناء

“Sesungguhnya rumah-rumah kita di jannah dibangun dengan dzikir, maka ketika seseorang berhenti berdzikir, malaikat pun berhenti membangun rumah itu.”

(Al Wabil Ash Shoib – Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah 1/109)

*********

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ

“Ya Allah aku berlindung  kepada-Mu dari lemahnya hati dan kemalasan, sifat pengecut, kikir, kepikunan dan dari azab kubur.”

اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِى تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا

 

“Ya Allah limpahkan pada hatiku ketaqwaan kepada-Mu dan sucikanlah ia sesungguhnya Engkau lah sebaik-baik Yang Mensucikan hati. Engkau lah pelindung hatiku dan Yang Paling dicintainya.”

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا

“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari Ilmu yang tidak bermanfaat,  hati yang tidak pernah tenang, nafsu yang tidak pernah merasa puas dan dari do’a yang tidak pernah dikabulkan.”

(HR Bukhari & Muslim)

Sumber : https://www.arrahmah.id/mau-rumah-di-surga-jauhi-debat-kusir-walaupun-anda-dalam-kebenaran

Orang-Orang yang Masuk Surga Tanpa Hisab

Orang-Orang yang Masuk Surga Tanpa Hisab

(Arrahmah.com) – Dalam hadits yang masyhur disebutkan bahwa ada 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab. Apakah mereka hanya berjumlah 70.000 orang saja? Simak pembahasan ringkas berikut ini.

Dalam hadits dari ‘Abdullah bin ‘Abbas Radhiallahu ‘anhu, disebutkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

هَذِهِ أُمَّتُكَ وَ مَعَهُمْ سَبْعُونَ أَلْفًا يَدْخُلُونَ الْـجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وَلاَ عَذَابٍ

“Ini adalah umatmu, dan bersama mereka ada 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab” (HR. Bukhari no. 6541, Muslim no. 220).

Namun jumlah 70.000 orang dalam hadits ini bukanlah pembatasan. Karena disebutkan dalam hadits lain, dari Tsauban Radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيدْخُلَنَّ الجنةَ من أُمتِي سَبعونَ ألفًا ، لا حِسابَ عليهم و لا عذابَ ، مع كلِّ ألْفٍ سَبعونَ ألفًا

“Akan masuk surga 70.000 orang dari umatku tanpa hisab dan tanpa azab. Dan setiap seribu orang dari mereka membawa 70.000 orang lagi” (HR. Ahmad [5/280-281], disahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 5366).

Dalam riwayat lain dalam Musnad Ahmad,

إنَّ ربِّي زادَني مع كُلِّ أَلْفٍ سَبعينَ أَلْفًا

“Sesungguhnya Rabb-ku menambahkan untuk setiap 70.000 ditambah 70.000 lagi” (HR. Ahmad no. 23505, di-dhaif-kan oleh Syu’aib Al-Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad).

Bahkan dalam hadits yang lain disebutkan lebih banyak lagi. Dari Abu Umamah Al-Bahili Radhiallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وعدَني ربِّي أن يُدْخِلَ الجنَّةَ مِن أمَّتي سبعينَ ألفًا لا حسابَ علَيهِم ولا عذابَ ، معَ كلِّ ألفٍ سبعونَ ألفًا ، وثلاثُ حثَياتٍ مِن حَثَياتِه

“Rabb-ku menjanjikan kepadaku untuk memasukkan umatku ke surga sebanyak 70.000 orang tanpa hisab dan tanpa azab. Dan setiap seribu orang dari mereka membawa 70.000 orang lagi. Dan ditambah lagi dengan tiga tangkupan tangan Nabi” (HR. At-Tirmidzi no. 2437, disahihkan Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi).

Dari riwayat Abu Umamah ini para ulama menyimpulkan bahwa jumlah orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab itu banyak sekali dan tidak diketahui berapa jumlah pastinya. Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz Rahimahullah menjelaskan,

فالذين يدخلون الجنة بغير حساب ولا عذاب لا يحصيهم إلا الله

“Maka orang-orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab itu tidak ada yang mengetahui jumlahnya kecuali Allah” (Mauqi’ Ibnu Baz, binbaz.org.sa/fatwas/40688).

Dan hadits-hadits di atas, dibawakan oleh para ulama dalam bab syafaat. Maka maksud dari “setiap seribu orang dari mereka membawa 70.000 orang lagi” maksudnya adalah syafaat yang diberikan kepada sesama Mukmin.

‘Ala kulli hal, hendaknya kita senantiasa memohon hidayah dan taufik kepada Allah Ta’ala agar bisa termasuk dalam golongan umat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab.

Sumber : https://www.arrahmah.id/orang-orang-yang-masuk-surga-tanpa-hisab

5 Makanan yang Ternyata Diam-diam Memicu Batu Ginjal

5 Makanan yang Ternyata Diam-diam Memicu Batu Ginjal

Jakarta – Batu ginjal menjadi salah satu gangguan saluran kemih yang cukup sering dialami masyarakat. Kondisi ini terjadi ketika zat-zat seperti kalsium, oksalat, dan asam urat mengendap hingga membentuk kristal di dalam ginjal.
Banyak orang mengira penyebab batu ginjal hanya karena kurang minum air putih. Padahal, pola makan juga berperan besar dalam meningkatkan maupun menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal.

Ahli gizi terkait ginjal dari Kidney Care UK, dr Katherine Dukic, mengatakan beberapa jenis makanan dapat meningkatkan risiko batu ginjal, terutama jika dikonsumsi berlebihan.

1. Makanan Tinggi Garam

Asupan garam berlebih menjadi salah satu faktor utama pembentukan batu ginjal.

“Garam meningkatkan jumlah kalsium yang dikeluarkan melalui urine. Semakin banyak kalsium di urine, semakin tinggi risiko terbentuknya batu ginjal,” jelas Dukic, dikutip dari BBC.

Karena itu, disarankan membatasi konsumsi makanan olahan, makanan cepat saji, camilan asin, hingga bumbu instan yang umumnya mengandung natrium tinggi.

2. Makanan Tinggi Oksalat

Oksalat merupakan senyawa alami yang terdapat pada sejumlah makanan. Pada sebagian orang, oksalat dapat berikatan dengan kalsium di urine dan membentuk batu ginjal.

Beberapa makanan tinggi oksalat antara lain:

  • Bayam
  • Bit
  • Kacang-kacangan
  • Cokelat
  • Teh hitam

Meski begitu, bukan berarti makanan tersebut harus dihindari sepenuhnya. Mengonsumsinya bersama makanan kaya kalsium justru dapat membantu mengurangi penyerapan oksalat.

3. Protein Hewani Berlebihan

Konsumsi daging merah, ayam, ikan, maupun telur dalam jumlah berlebihan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko batu ginjal.

“Protein hewani dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan kadar kalsium dan asam urat dalam urine, sekaligus menurunkan kadar sitrat yang membantu mencegah pembentukan batu,” kata Dukic.

Bagi orang yang sering mengalami batu ginjal, ia menyarankan asupan protein hewani dibatasi sekitar 40-50 gram per hari.

Makanan yang Membantu Mencegah Batu Ginjal

1. Makanan Kaya Kalsium

Meski sebagian besar batu ginjal mengandung kalsium, bukan berarti kalsium harus dihindari.

Sebaliknya, kalsium dari makanan seperti susu, yogurt, keju, atau produk yang diperkaya kalsium justru membantu mengikat oksalat di usus sehingga tidak banyak diserap ke dalam darah dan dibuang melalui urine.

Dukic menyarankan memperoleh kalsium dari makanan, bukan suplemen, kecuali atas anjuran dokter.

2. Buah dan Sayuran

Pola makan yang kaya buah, sayur, dan serat juga dikaitkan dengan risiko batu ginjal yang lebih rendah.

Selain memenuhi anjuran konsumsi lima porsi buah dan sayur setiap hari, Dukic juga menyarankan menambahkan perasan lemon atau jeruk nipis ke dalam makanan maupun air minum.

Buah sitrus mengandung sitrat, yaitu senyawa alami yang dapat menghambat pembentukan batu ginjal. Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) bahkan menyarankan menambahkan sekitar 60 ml air perasan lemon atau jeruk nipis ke setiap 1 liter air minum.

Pria Lebih Rentan Mengalami Batu Ginjal

Menurut Dukic, pria memiliki risiko dua hingga tiga kali lebih besar mengalami batu ginjal dibanding perempuan sepanjang hidupnya.

Hal ini diduga dipengaruhi oleh kombinasi faktor gaya hidup dan biologis. Pria umumnya mengonsumsi lebih banyak protein hewani dan garam, serta lebih sering mengalami obesitas dan diabetes pada usia lebih muda.

Selain itu, pria juga cenderung mengeluarkan lebih banyak kalsium dan oksalat melalui urine, sehingga risiko pembentukan batu ginjal menjadi lebih tinggi.

Meski begitu, Dukic menegaskan langkah pencegahan terbaik tetap sama untuk semua orang, yakni menjaga pola makan seimbang dan memenuhi kebutuhan cairan setiap hari agar urine tetap encer dan risiko batu ginjal berkurang.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8581335/5-makanan-yang-ternyata-diam-diam-memicu-batu-ginjal

China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun

China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun

BEIJING – Para ilmuwan di Tiongkok telah menciptakan tolok ukur baru dalam teknologi kedirgantaraan dan medis dengan pengembangan baterai nuklir kompak.

Didukung oleh isotop karbon-14, yang memiliki waktu paruh 5.730 tahun, baterai ini mampu menyediakan energi berkelanjutan selama ribuan tahun.

Teknologi yang disebut Qianjiyuan Tianshu ini dikembangkan melalui kolaborasi antara Universitas Normal Barat Laut dan Teknologi Zhulong Gansu.

Inovasi ini memiliki potensi besar untuk mengurangi ketergantungan perangkat penting pada metode pengisian daya konvensional.

Baterai berukuran 16,8 sentimeter kubik ini menggabungkan isotop karbon-14 dan material silikon karbida untuk menghasilkan listrik.

Sistem ini menyalurkan partikel beta dari peluruhan radioaktif karbon-14 dengan aktivitas 129 milicurie ke dalam semikonduktor silikon karbida.

Proses ini merangsang produksi elektron, yang menghasilkan arus hubung singkat sebesar 0,713 mikroampere (µA) dan tegangan rangkaian terbuka sebesar 2,06 V.

Model Qianjiyuan Tianshu adalah versi yang ditingkatkan dari prototipe sebelumnya, Zhulong-1, yang diperkenalkan pada November 2024.

Sebelumnya, baterai nuklir telah menjadi sumber daya utama untuk misi luar angkasa jarak jauh, termasuk wahana antariksa AS Voyager 1 dan Voyager 2.

China juga telah menggunakan teknologi serupa dalam misi eksplorasi bulannya.

Namun, ukuran yang lebih kecil dari baterai generasi baru ini membuka kemungkinan penggunaan komersial yang lebih luas.

Para peneliti kini menargetkan aplikasinya di bidang medis, khususnya implan seperti alat pacu jantung untuk menghindari kebutuhan operasi berkala untuk mengganti baterai.

Selain itu, teknologi ini memiliki potensi besar untuk operasi pemantauan jangka panjang di laut dalam, stasiun penelitian kutub, sistem pertahanan, dan aplikasi kedirgantaraan yang membutuhkan pasokan daya tanpa gangguan.

Sumber : https://tekno.sindonews.com/read/1727525/613/china-ciptakan-baterai-nuklir-yang-bisa-bertahan-ribuan-tahun-1783829257/7

Manfaat mandi air hangat untuk relaksasi dan tingkatkan kualitas tidur

Manfaat mandi air hangat untuk relaksasi dan tingkatkan kualitas tidur

Jakarta (ANTARA) – Mandi air hangat setelah beraktivitas dinilai dapat membantu tubuh lebih rileks, meredakan ketegangan otot, serta meningkatkan kualitas tidur sehingga menjadi salah satu cara sederhana untuk memulihkan kondisi tubuh sebelum beristirahat.

“Masih banyak keuntungan yang bisa didapat. Kita bisa relax, melepas stress, otot-otot yang seharian beraktivitas bisa pulih. Dan yang paling penting kualitas tidur menjadi lebih baik,” kata Managing Director Ariston Group Indonesia Erwin Lim dalam keterangannya pada Jumat.

Ia mengatakan kebutuhan air hangat di rumah kini tidak hanya dipengaruhi faktor cuaca, tetapi juga digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari seperti memandikan bayi, membantu kenyamanan lansia, hingga relaksasi setelah menjalani aktivitas.

Meski demikian, menurut dia, pemanas air masih belum menjadi prioritas sebagian keluarga karena adanya anggapan bahwa perangkat tersebut kurang aman, boros listrik, dan bukan kebutuhan utama.

“Ini yang membuat semua keluarga berpikir ulang, elektronik apa saja yang mau dipasang di rumahnya,” ujarnya.

Erwin menilai anggapan bahwa pemanas air selalu mengonsumsi listrik dalam jumlah besar tidak sepenuhnya tepat. Menurut dia, sejumlah produk kini telah menggunakan teknologi yang lebih hemat energi sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga.

“Hanya dengan 150 watt, sudah bisa membawa kenyamanan di rumah. Dibandingkan AC, 500 watt ke atas. Jadi sangat terbantu dengan adanya low watt water heater,” katanya.

Sementara itu, Executive Vice President AMEA Ariston Umberto Crovella dalam acara peluncuran New Andris 3 di Jakarta mengatakan pengembangan teknologi rumah tangga perlu mengedepankan aspek kenyamanan sekaligus efisiensi energi agar dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat.

Sustainability harus bisa diakses semua orang, dari produk paling terjangkau hingga yang paling premium. Kenyamanan yang berkelanjutan bagi semua orang, itu yang kami yakini dan kami kejar,” katanya.

Sejumlah penelitian menunjukkan mandi air hangat menjelang waktu tidur dapat membantu tubuh menurunkan suhu inti setelah keluar dari kamar mandi, sehingga mempermudah proses tidur. Air hangat juga diketahui dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot, dan memberikan efek relaksasi setelah beraktivitas.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5614368/manfaat-mandi-air-hangat-untuk-relaksasi-dan-tingkatkan-kualitas-tidur

Pakar jelaskan manfaat “rest day” bagi pemulihan tubuh

Pakar jelaskan manfaat “rest day” bagi pemulihan tubuh

Jakarta (ANTARA) – Memberikan waktu istirahat bagi tubuh melalui rest day menjadi bagian penting dari pola gaya hidup aktif karena membantu proses pemulihan, mencegah kelelahan berlebihan (overtraining), dan menurunkan risiko cedera, menurut pakar nutrisi olahraga Vice President of Health and Wellness Herbalife Dr. Luigi Gratton.

Ia mengatakan banyak orang menganggap hari istirahat sebagai waktu untuk tidak melakukan aktivitas sama sekali. Padahal, atlet elite justru memanfaatkan rest day untuk melakukan pemulihan aktif melalui aktivitas fisik berintensitas ringan.

“Pemulihan aktif membantu meningkatkan sirkulasi darah sehingga mempercepat pembuangan sisa metabolisme dari otot sekaligus memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memperbaiki jaringan yang mengalami kelelahan,” kata Luigi dalam keterangannya, Selasa.

Menurut dia, aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda santai, yoga, peregangan, maupun foam rolling dapat menjadi pilihan untuk menjaga tubuh tetap bergerak tanpa memberikan beban latihan yang berlebihan.

Ia menjelaskan rest day bukan sekadar jeda dari program latihan, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kebugaran. Waktu istirahat yang cukup memungkinkan tubuh memperbaiki jaringan otot sekaligus mengurangi risiko kelelahan kronis akibat latihan berlebihan.

Selain menerapkan rest day, Luigi menyarankan masyarakat menjaga pola makan yang seimbang. Salah satunya dengan mengonsumsi protein secara merata pada setiap waktu makan karena nutrisi tersebut berperan dalam mempertahankan massa otot, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta memberikan rasa kenyang lebih lama.

Ia juga menyarankan agar asupan karbohidrat disesuaikan dengan tingkat aktivitas fisik. Pada hari dengan latihan berat, kebutuhan karbohidrat lebih tinggi dibandingkan hari ketika aktivitas lebih ringan.

Kecukupan cairan juga menjadi faktor penting dalam menjaga performa tubuh. Luigi mengatakan masyarakat sebaiknya tidak menunggu rasa haus untuk mulai minum karena kondisi tersebut menandakan tubuh mulai mengalami kekurangan cairan. Pada aktivitas fisik dengan intensitas tinggi atau dilakukan di lingkungan panas, tubuh juga memerlukan elektrolit seperti natrium dan kalium untuk membantu mempertahankan keseimbangan cairan.

Selain itu, tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam menjadi bagian penting dari proses pemulihan karena pada saat itulah tubuh memperbaiki jaringan otot, memulihkan sistem saraf, serta memperkuat daya ingat dan proses pembelajaran.

Luigi turut menyarankan konsumsi buah dan sayuran berwarna gelap setiap hari, seperti buah beri, sayuran hijau, bit, anggur merah, kubis ungu, dan paprika, karena kandungan antioksidannya membantu mengendalikan peradangan, mendukung sistem imun, serta memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.

Ia menilai kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, termasuk menjaga pola makan, tidur yang cukup, hidrasi, dan pemulihan aktif saat rest day, dapat membantu siapa saja menjalani hidup yang lebih sehat dan bugar meski bukan atlet profesional.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5658292/pakar-jelaskan-manfaat-rest-day-bagi-pemulihan-tubuh

Kenali indikasi anak menghadapi ancaman di ruang digital

Kenali indikasi anak menghadapi ancaman di ruang digital

Jakarta (ANTARA) – Guru Besar Tetap Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., Psikolog menyampaikan bahwa perubahan perilaku anak bisa jadi merupakan salah satu indikasi awal anak sedang menghadapi ancaman di ruang digital.

Psikolog yang biasa disapa Romy itu menyampaikan kepada ANTARA pada Selasa bahwa anak yang menghadapi ancaman di ruang digital mungkin akan menjadi lebih tertutup, sering menyembunyikan layar gawai, dan emosinya berubah-ubah.

Selain itu, ia melanjutkan, anak yang menghadapi ancaman di ruang digital mungkin memiliki teman daring yang dirahasiakan dan tampak takut ketika ditanya tentang aktivitas dia di dunia maya.

Romy mengatakan, perubahan perilaku semacam itu bisa jadi merupakan sinyal bahwa anak sedang mengalami konflik batin dan kesulitan mengungkapkan rasa tidak aman yang dialami.

“Ini bukan karena anak nakal. Secara psikologis mereka belum siap dan belum mampu melindungi dirinya di ruang digital,” katanya.

“Perubahan yang ada merupakan sinyal bahwa ia sedang dalam konflik batin dan kesulitan memahami maupun mengungkapkan perasaan tidak amannya,” ia menambahkan.​​​​​​​

Romy menyampaikan bahwa anak memiliki keterbatasan dalam menghadapi risiko di ruang digital, karena kemampuan mereka dalam berpikir kritis, menilai risiko, dan mengelola emosi belum matang.

Menurut dia, anak berusia 0 hingga 6 tahun umumnya belum mampu menyaring stimulasi dan mengelola emosi.

Anak berusia 7 hingga 12 tahun yang mulai aktif menggunakan internet, ia mengatakan, umumnya belum mampu berpikir kritis dan menilai risiko.

Pada usia 13 hingga 15 tahun, kemampuan anak dalam mengendalikan diri dinilai belum matang.

Dengan keterbatasan-keterbatasan itu, anak-anak belum punya kemampuan memadai untuk mendeteksi dan menghindari bahaya yang muncul di ruang digital.

“Sering kali predator mendekati anak secara halus dan bertahap, sehingga tidak disadari sebagai ancaman bagi anak,” kata Romy.

Para orang tua disarankan untuk menerapkan langkah-langkah guna melindungi anak dari ancaman kejahatan di ruang digital.

“Pencegahan tidak bisa menunggu. Orang tua dan sekolah perlu hadir, mendampingi anak, membangun komunikasi yang aman, membuat aturan digital yang konsisten, serta peka terhadap perubahan perilaku anak,” kata Romy.

“Perlindungan anak di dunia digital dimulai dari rumah. Anak yang merasa aman akan berani bercerita, dan itu merupakan perlindungan terkuat dari ancaman digital, termasuk predator daring,” ia menambahkan.

Ia menyampaikan, implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas dalam upaya untuk melindungi anak di ruang digital membutuhkan dukungan dari orang tua, sekolah, dan masyarakat.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5658411/kenali-indikasi-anak-menghadapi-ancaman-di-ruang-digital

PT Samwon Jepara Tutup Agustus 2026: Pesangon Hanya 50 Persen, 5 Tahun Merugi

PT Samwon Jepara Tutup Agustus 2026: Pesangon Hanya 50 Persen, 5 Tahun Merugi

JEPARA, KOMPAS.com – PT Samwon Busana Indonesia hanya sanggup membayarkan 50 persen pesangon kepada para pekerja yang terdampak penutupan pabrik di Desa Damarjati, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara.

Kebijakan itu diambil karena perusahaan mengaku mengalami kerugian selama lima tahun terakhir.

Sekitar 670 pekerja yang masih aktif di perusahaan berpotensi terdampak kebijakan tersebut.

Di saat bersamaan, manajemen juga telah memastikan operasional pabrik akan dihentikan mulai Agustus 2026.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Jepara Zamroni Lestiaza mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara akan mengawasi pemenuhan hak-hak pekerja selama proses penutupan perusahaan berlangsung.

“Sejauh ini yang kami terima informasi baru satu perusahaan. Yang lainnya belum ada informasi (terkait PHK, red),” kata Zamroni, dikutip dari TribunJateng, Senin.

“Kami akan pantau sesuai janji mereka untuk memberikan hak-hak karyawan. Kalau ada yang tidak sesuai, silakan laporkan ke kami,” tambahnya.

Perusahaan Akan Bayar Pesangon Sebelum Tutup

Zamroni menuturkan, manajemen PT Samwon Busana Indonesia telah menyampaikan komitmennya untuk menuntaskan seluruh pekerjaan yang masih berjalan hingga akhir Juli 2026.

Perusahaan juga berjanji menyelesaikan hak pekerja sebelum operasional dihentikan.

Setelah seluruh proses penyelesaian selesai, pabrik PT Samwon Busana Indonesia di Jepara akan resmi menghentikan kegiatan operasionalnya.

Zamroni menjelaskan, pihaknya pertama kali menerima pemberitahuan dari perwakilan perusahaan pada pertengahan Juni 2026 mengenai rencana efisiensi tenaga kerja.

Saat itu, perusahaan telah mengurangi sekitar 120 karyawan sebagai langkah menekan beban operasional.

Pada awal Juli, Diskop UKM Nakertrans Jepara kembali menerima surat resmi yang menyatakan perusahaan akan menutup pabrik mulai Agustus 2026.

Menurut keterangan manajemen, pabrik di Jepara terus mengalami kerugian selama lima tahun terakhir.

Selain gagal mencapai target produksi, perusahaan juga kerap mengalami keterlambatan pengiriman barang sehingga akhirnya memutuskan menghentikan operasional.

“Kami tanyakan apakah bakal pindah ke lokasi lain atau negara lain, sementara katanya tidak,” ujar Zamroni, dikutip dari TribunJateng, Senin (20/7/2026).

Pemkab Jepara Akan Optimalkan Job Fair

Diskop UKM Nakertrans Jepara mencatat jumlah pekerja yang masih bertahan di PT Samwon Busana Indonesia sekitar 670 orang.

Seluruh pekerja tersebut berpotensi kehilangan mata pencaharian setelah pabrik berhenti beroperasi.

Untuk mengurangi dampak PHK, Pemerintah Kabupaten Jepara berharap perusahaan garmen lain dapat menyerap tenaga kerja yang terdampak.

Pemkab juga mengoptimalkan penyelenggaraan Job Fair sebagai jembatan antara pencari kerja dan perusahaan yang masih membuka lowongan.

Pada Job Fair 2026, tersedia lebih dari 2.000 lowongan yang diakses sekitar 1.500 pencari kerja.

Zamroni menyampaikan, masih ada sejumlah posisi yang membutuhkan tenaga kerja sehingga dapat dimanfaatkan oleh pekerja yang terdampak penutupan PT Samwon.

Sumber : https://regional.kompas.com/read/2026/07/21/085746678/pt-samwon-jepara-tutup-agustus-2026-pesangon-hanya-50-persen-5-tahun-merugi

Ilmuwan Temukan Cara Produksi Protein Susu Sapi dari Tanaman

Ilmuwan Temukan Cara Produksi Protein Susu Sapi dari Tanaman

PARA peneliti berhasil membuat tanaman menghasilkan β-casein, salah satu protein utama dalam susu sapi, membuka peluang baru untuk memproduksi bahan baku susu tanpa bergantung pada peternakan. Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Plant Science dan dinilai dapat mendukung pengembangan protein susu yang lebih berkelanjutan.

Penelitian dipimpin oleh Oded Shoseyov dari Hebrew University of Jerusalem bersama perusahaan bioteknologi asal Selandia Baru, Miruku. Dalam studi tersebut, tim merekayasa biji tanaman Arabidopsis agar mampu memproduksi β-casein sapi. Mereka kemudian mengarahkan protein tersebut ke berbagai kompartemen di dalam sel untuk mengetahui lokasi penyimpanan yang paling efektif.

Di luar dugaan, protein susu itu tidak tersimpan di vakuola penyimpanan seperti yang diperkirakan sebelumnya. Hasil pengamatan menggunakan mikroskop elektron menunjukkan β-casein justru membentuk struktur kaya protein yang menyerupai misel kasein alami dan berkumpul di sekitar badan minyak kecil di dalam sel biji tanaman. Struktur tersebut tetap terbentuk tanpa mengganggu proses perkecambahan biji.

Penemuan ini menunjukkan tanaman kemungkinan memiliki mekanisme penyimpanan protein kompleks yang sebelumnya belum pernah diketahui. Selain itu, tanaman dengan hasil terbaik mampu menghasilkan β-casein sekitar 1,26 persen dari total protein biji yang larut, angka yang lebih tinggi dibandingkan banyak penelitian terdahulu yang mencoba memproduksi kasein menggunakan tanaman.

“Salah satu hal paling menarik dalam sains adalah ketika alam memberikan kejutan kepada kita,” kata Shoseyov, dikutip dari laporan Earth, 19 Juli 2026. “Kami awalnya ingin mengirim protein itu ke satu lokasi tertentu di dalam sel, tapi justru menemukan bahwa tanaman secara efektif menciptakan sistem penyimpanannya sendiri.”

Ia menambahkan, “Memahami perilaku yang tidak terduga ini memberi kami wawasan berharga tentang bagaimana tanaman menangani protein kompleks dan dapat membantu kami merekayasa sistem yang lebih efisien untuk memproduksi protein susu berkelanjutan di masa depan.”

Menurut para peneliti, temuan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan alternatif produk susu, tapi juga dapat diterapkan dalam bidang plant molecular farming, yakni pemanfaatan tanaman sebagai penghasil protein bernilai tinggi untuk pangan, nutrisi, hingga obat-obatan. Dengan memahami cara protein rekombinan tersimpan secara alami di dalam sel tanaman, proses produksi berpotensi menjadi lebih efisien, biaya pemurnian dapat ditekan, dan hasil protein yang diperoleh bisa meningkat.

Sebagai langkah lanjutan, tim peneliti juga telah berhasil menerapkan teknologi yang sama pada tanaman safflower, tidak lagi hanya pada tanaman model Arabidopsis. Safflower dipilih karena merupakan tanaman penghasil minyak yang tahan terhadap iklim panas dan lahan kering, sehingga dinilai lebih berpotensi untuk dikembangkan dalam skala besar seiring meningkatnya kebutuhan akan sumber protein yang lebih ramah lingkungan.

Sumber : https://www.tempo.co/sains/ilmuwan-temukan-cara-produksi-protein-susu-sapi-dari-tanaman-2277169

Dari MPLS Ramah Menuju Ekosistem Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Dari MPLS Ramah Menuju Ekosistem Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Pekan ini, jutaan murid memasuki lingkungan pendidikan yang baru. Sekolah di berbagai wilayah Indonesia memulai Tahun Ajaran 2026/2027 melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS Ramah.

Bagi sekolah, MPLS mungkin merupakan agenda rutin. Namun, bagi murid baru, hari pertama sekolah merupakan pengalaman penting yang dapat menentukan cara mereka memandang lingkungan belajar.

Mereka datang dengan rasa gembira, penasaran, cemas, bahkan mungkin takut. Karena itu, yang paling mereka ingat bukan hanya susunan acara atau materi yang diberikan, melainkan bagaimana sekolah memperlakukan mereka.

Apakah mereka disambut dengan senyum? Apakah mereka diberi ruang untuk bertanyah? Apakah mereka akan merasa diterima? Pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan gedung, tata tertib, dan warga sekolah. MPLS adalah kesan pertama tentang wajah pendidikan.

Lebih dari Sekadar Orientasi

Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 menegaskan bahwa MPLS merupakan kegiatan pertama bagi murid baru untuk menumbuhkan dan memperkuat karakter serta profil lulusan.

Kegiatan ini mencakup pengenalan potensi diri, warga sekolah, kurikulum, dan lingkungan belajar. Rumusan tersebut membawa perubahan penting. Pengenalan tidak lagi berlangsung satu arah. Bukan hanya murid yang harus mengenal sekolah, tetapi sekolah juga perlu mengenali murid.

Setiap anak datang dengan latar belakang, kemampuan, minat, kondisi fisik, kesiapan psikologis, dan pengalaman belajar yang berbeda.

Karena itu, MPLS perlu menjadi kesempatan bagi guru untuk memperoleh gambaran awal mengenai kebutuhan dan potensi murid. MPLS bukan ruang untuk menguji ketahanan murid menghadapi tekanan. MPLS adalah proses adaptasi agar murid merasa aman, memahami lingkungan baru, serta memiliki keberanian untuk belajar dan berkembang.

Makna “RAMAH”

Kata “ramah” tidak boleh berhenti sebagai slogan atau tulisan pada spanduk. Ramah juga bukan sekadar penyambutan meriah di gerbang sekolah. Makna ramah harus merujuk pada Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Peraturan tersebut menegaskan pentingnya perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosial dan budaya, pemenuhan kebutuhan spiritual, serta keadaban dan keamanan digital.

Dengan demikian, MPLS Ramah bukan MPLS tanpa aturan. Sekolah tetap perlu mengenalkan kedisiplinan, tanggung jawab, etika, dan budaya belajar.

Namun, semua itu harus dibangun melalui keteladanan, pembiasaan, dialog, dan kesadaran, bukan melalui ketakutan. Disiplin tidak perlu ditanamkan dengan mempermalukan. Ketertiban tidak harus dibangun dengan bentakan. Karakter tidak tumbuh melalui intimidasi.

Di sinilah perubahan dari budaya senioritas menuju budaya pendampingan menjadi penting. Kakak kelas seharusnya hadir sebagai sahabat yang membantu murid baru beradaptasi, bukan sebagai pihak yang merasa memiliki kuasa. Tanggung jawab utama MPLS tetap berada pada kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan.

Menghindari Seremonialisme

Tantangan MPLS Ramah bukan hanya menghapus perpeloncoan. Sekolah juga perlu menghindari kegiatan yang terlalu seremonial, padat, dan tidak bermakna. MPLS dapat saja berlangsung tanpa kekerasan, tetapi tetap melelahkan apabila dipenuhi ceramah panjang, jadwal yang padat, serta materi yang tidak memberi ruang bagi murid untuk berinteraksi dan bereksplorasi.

Keberhasilan MPLS tidak ditentukan oleh kemegahan pembukaan, banyaknya narasumber, atau ramainya publikasi media sosial. Ukuran utamanya adalah pengalaman yang dirasakan murid.

Apakah mereka mulai mengenal teman dan gurunya? Apakah mereka mengetahui kepada siapa harus meminta bantuan? Apakah mereka memahami budaya belajar di sekolah? Apakah mereka merasa aman untuk berbicara dan bertanya?

Materi seperti Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), Pagi Ceria, etika dan adab bermedia sosial, serta budaya senyum, salam, sapa, sopan, dan santun juga tidak cukup disampaikan sebagai hafalan.

Semua itu harus terlihat dalam perilaku nyata warga sekolah. Kesantunan tidak hanya diajarkan, tetapi dicontohkan. Kebiasaan baik tidak hanya diterangkan, tetapi dipraktikkan. Keramahan tidak hanya ditampilkan selama MPLS, tetapi dijaga sepanjang tahun.

Ujian Dimulai Setelah MPLS

MPLS berlangsung selama lima hari. Namun, budaya sekolah dibangun setiap hari. Karena itu, keberhasilan MPLS tidak cukup dinilai dari tidak adanya perpeloncoan pada minggu pertama. Ukuran yang lebih penting adalah apakah keramahan tetap hadir setelah kegiatan berakhir.

Sekolah ramah diuji ketika ada murid yang terlambat, mengalami kesulitan belajar, berbuat kesalahan, menghadapi konflik dengan teman, atau sedang memiliki masalah keluarga. Pada situasi seperti itulah cara sekolah memperlakukan murid menunjukkan budaya yang sesungguhnya.

Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 menekankan pentingnya deteksi dini, kanal pengaduan, pendampingan psikososial, kesepakatan kelas, serta keterlibatan murid dan orang tua. Artinya, MPLS harus dilanjutkan dengan sistem pendampingan yang nyata.

Guru perlu mengenal muridnya. Wali kelas perlu membangun komunikasi dengan keluarga. Murid harus mengetahui ruang aman untuk menyampaikan masalah. Sekolah juga harus memastikan setiap laporan ditangani secara mendidik, adil, dan menjaga martabat semua pihak.

Pendidikan Bermutu Dimulai dari Rasa Aman

Pendidikan bermutu tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, teknologi, fasilitas, dan hasil asesmen. Mutu pendidikan juga ditentukan oleh kualitas hubungan yang terjadi di sekolah. Murid akan sulit belajar secara optimal apabila merasa takut, tidak dihargai, atau tidak ada rasa memiliki terhadap sekolah.

Sebaliknya, ketika merasa aman dan diterima, mereka akan lebih berani bertanya, mencoba, menyampaikan pendapat, dan belajar dari kesalahan. Rasa aman bukan pelengkap pembelajaran. Rasa aman adalah salah satu syarat utama agar pembelajaran dapat berlangsung secara bermakna dan menggembirakan.

MPLS Ramah juga mencerminkan pendidikan inklusif. Setiap anak, apa pun kondisi fisik, kemampuan, latar belakang sosial, agama, budaya, bahasa, maupun keadaan ekonominya, berhak memperoleh pengalaman awal sekolah yang memuliakan. Sekolah tentu tidak dapat bekerja sendiri.

Orang tua perlu membangun komunikasi terbuka dengan guru. Pemerintah daerah perlu melakukan pendampingan dan pengawasan. Masyarakat perlu membantu menjaga lingkungan sekolah, serta media menyebarluaskan edukasi dan praktik baik pendidikan. Semua pihak memiliki peran dalam membangun budaya sekolah aman dan nyaman.

MPLS Ramah 2026 perlu menjadi titik awal untuk meninggalkan anggapan bahwa tekanan, penghinaan, dan senioritas diperlukan untuk membentuk mental murid. Ketangguhan tidak tumbuh karena seseorang direndahkan.

Karakter justru berkembang melalui keteladanan, tanggung jawab, pembiasaan, dan penghargaan terhadap martabat manusia. MPLS mungkin berakhir setelah lima hari. Namun, semangatnya harus hidup sepanjang tahun.

Ketika keramahan menjadi kebiasaan, rasa aman menjadi budaya, dan setiap murid diperlakukan sebagai pribadi yang berharga, MPLS menjadi langkah awal untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Sumber : https://kumparan.com/sam-teknodik/dari-mpls-ramah-menuju-ekosistem-budaya-sekolah-aman-dan-nyaman-27oHd2ECzHK