Makna Rukun Iman dan Rukun Islam, Ini Perbedaan, Hubungan, serta Dalil Sahihnya

Makna Rukun Iman dan Rukun Islam, Ini Perbedaan, Hubungan, serta Dalil Sahihnya

Memahami makna rukun iman dan rukun Islam merupakan bagian penting dalam mempelajari dasar-dasar ajaran Islam.

Keduanya menjadi landasan bagi seorang Muslim, baik dalam hal keyakinan maupun dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

Rukun iman terdiri dari enam perkara yang berkaitan dengan keyakinan dalam hati, sedangkan rukun Islam mencakup lima amalan utama yang diwujudkan melalui ucapan dan perbuatan.

Meski memiliki peran yang berbeda, keduanya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan seorang Muslim.

Landasan Dalil Alquran dan Hadis Rukun Iman serta Rukun Islam

Kewajiban meyakini rukun iman serta mengamalkan rukun Islam bersandar langsung firman Allah SWT dalam Alquran serta sabda Rasulullah SAW yang sahih.

1. Surat An-Nisa’ Ayat 136: Dalil Kewajiban Rukun Iman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنزَلَ مِن قَبْلُ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Latin: Yaaa aiyuhal lazeena aamanooo aaminoo billaahi wa Rasoolihee wal Kitaabil lazee nazzala ‘alaa Rasoolihee wal Kitaabil lazeee anzala min qabl; 

wa mai yakfur billaahi wa Malaaa’ikatihee wa Kutubihee wa Rusulihee wal Yawmil Aakhiri faqad dalla dalaalam ba’eedaa

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Alquran) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya.

Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.” (QS. An-Nisa’: 136)

2. Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim: Dalil Pondasi Rukun Islam

Sementara itu, mengenai lima tiang penyangga rukun Islam, Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat sahabat Abdullah bin Umar bin Khattab RA:

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَ حَجِّ الْبَيْتِ ، وَ صَوْمِ رَمَضَانَ

Latin: ‘An Abi ‘Abdillah ‘Abdillah ibn ‘Umar ibn al-Khattab radhiyallahu ‘anhuma qala: sami’tu an-nabiyya sallallahu ‘alaihi wa sallama yaqulu: 

Buniual-islamu ‘ala khamsin: syahadati an la ilaha illallah wa anna Muhammadan rasulullah, wa iqamis-salah, wa ita’iz-zakah, wa hajjil-baiti, wa sawmi ramadan.

Artinya: “Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Khattab RA berkata: Aku mendengar Nabi SAW bersabda:

‘Islam dibangun di atas lima: persaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, naik haji, dan puasa Ramadan.’” (HR. Bukhari & Muslim)

Makna 6 Rukun Iman

Keimanan seorang Muslim dibangun di atas enam pilar utama yang wajib diyakini dengan sepenuh hati.

Keenam rukun iman ini menjadi dasar keyakinan seorang Muslim dalam menjalani kehidupan dan beribadah kepada Allah SWT.

Berikut adalah makna dari masing-masing rukun iman tersebut:

1. Iman kepada Allah SWT

Iman kepada Allah SWT bukan sekadar mengakui bahwa Allah adalah Pencipta alam semesta.

Lebih dari itu, seorang Muslim meyakini dengan sepenuh hati bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.

Keyakinan inilah yang menjadi dasar dari seluruh ibadah dan kehidupan seorang Muslim.

2. Iman kepada Malaikat Allah

Iman kepada malaikat berarti meyakini keberadaan makhluk gaib yang diciptakan Allah dari cahaya (nur). Malaikat tidak memiliki hawa nafsu dan selalu taat menjalankan perintah Allah.

Setiap malaikat juga memiliki tugas masing-masing, termasuk mencatat amal perbuatan manusia dan menjalankan berbagai tugas yang telah Allah tetapkan.

3. Iman kepada Kitab-Kitab Allah

Seorang Muslim wajib meyakini bahwa Allah menurunkan kitab-kitab suci kepada para rasul sebagai petunjuk bagi manusia.

Umat Islam juga percaya kepada kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya, seperti Taurat, Zabur, dan Injil.

Sementara itu, Alquran merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan Allah untuk menyempurnakan ajaran sebelumnya.

4. Iman kepada Rasul-Rasul Allah

Iman kepada rasul berarti meyakini bahwa para nabi dan rasul adalah manusia pilihan yang diutus Allah untuk menyampaikan risalah, memberikan kabar gembira, sekaligus memperingatkan umat manusia.

Di antara seluruh rasul, Nabi Muhammad SAW merupakan rasul terakhir yang wajib diimani dan diteladani oleh umat Islam.

5. Iman kepada Hari Akhir atau Kiamat

Iman kepada hari akhir berarti meyakini bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan suatu saat kiamat pasti akan terjadi.

Setelah itu, seluruh manusia akan dibangkitkan dan dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatannya.

Setiap orang akan menerima balasan yang adil atas apa yang telah dikerjakannya selama hidup di dunia.

6. Iman keada Qada dan Qadar

Iman kepada qadha dan qadar berarti meyakini ketetapan Allah sejak zaman azali (qadha) serta perwujudannya dalam kehidupan manusia (qadar atau takdir).

Keyakinan ini mengajarkan seorang Muslim untuk menerima ketetapan Allah dengan lapang hati. Ketika mendapatkan nikmat, ia belajar untuk bersyukur.

Sementara ketika menghadapi cobaan, ia berusaha bersabar dan tetap berserah diri kepada Allah melalui tawakal.

Makna 5 Rukun Islam

Jika rukun iman berkaitan dengan keyakinan dalam hati, rukun Islam merupakan bentuk pengalaman yang terlihat melalui ucapan dan perbuatan.

Dalam hal ini, ada lima amalan utama yang menjadi dasar keislaman seorang Muslim, di antaranya:

1. Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat

Syahadat merupakan pintu utama seseorang untuk memeluk Islam.

Di dalamnya, terdapat ikrar sekaligus keyakinan dalam hati bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Nabi Muhammad SAW merupakan utusan Allah SWT.

2. Mendirikan Salat 5 Waktu

Salat merupakan salah satu ibadah utama dalam Islam sekaligus sarana seorang hamba berkomunikasi dengan Allah SWT.

Umat Islam diwajibkan melaksanakan salat lima waktu, yaitu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya, sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

3. Menjalankan Puasa Ramadan

Puasa Ramadan mengajarkan seorang Muslim untuk menahan diri dari makan, minum, dan berbagai hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Tak hanya melatih kedisiplinan dan pengendalian diri, ibadah ini juga bertujuan untuk membentuk pribadi yang bertakwa serta memiliki kepedulian dan empati terhadap sesama.

4. Membayar Zakat

Zakat merupakan kewajiban mengeluarkan sebagian harta bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat sebagai muzakki.

Kemudian, harta tersebut diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya atau mustahik.

Selain menjadi bentuk kepedulian kepada sesama, zakat juga mengajarkan seorang Muslim untuk membersihkan jiwa dari sifat kikir sekaligus menyucikan harta.

5. Menunaikan Ibadah Haji Jika Mampu

Haji merupakan ibadah yang melibatkan kemampuan fisik sekaligus harta.

Ibadah ini wajib dilaksanakan sekali seumur hidup bagi setiap Muslim yang memiliki kemampuan, baik dari sisi fisik, mental, maupun finansial, untuk bertangkan ke Tanah Suci Mekah.

Perbedaan Rukun Iman dan Rukun Islam

Rukun iman dan rukun Islam memang sama-sama menjadi dasar penting dalam agama Islam, namun, keduanya memiliki ruang pengalaman yang berbeda.

Secara sederhana, berikut adalah beberapa perbedaannya yang perlu dipahami:

A. Ranah Pengalaman

Rukun iman berkaitan dengan batin, hati, dan keyakinan yang ada dalam diri seorang Muslim dan pada hakikatnya diketahui oleh Allah SWT.

Sementara itu, rukun Islam berkaitan dengan ucapan dan perbuatan yang bisa terlihat dalam kehidupan sehari-hari.

B. Sifat Keringanan (Rukhsah)

Rukun iman merupakan keyakinan yang wajib dipegang dalam berbagai keadaan.

Sementara itu, beberapa ibadah dalam rukun Islam memiliki keringanan (rukhsah) sesuai dengan kondisi seseorang.

Misalnya, orang yang sakit bisa melaksanakan salat sambil duduk, musafir dapat mengganti puasa Ramadan pada hari lain sesuai ketentuan, serta haji yang disesuaikan dengan kemampuan seseorang.

Hubungan Rukun Iman dan Rukun Islam

Rukun iman dan rukun Islam pada dasarnya tidak bisa dipisahkan. Sebab, keduanya saling berkaitan dalam membentuk kehidupan seorang Muslim.

1. Saling Melengkapi

Keimanan menjadi dasar bagi setiap amal yang dilakukan seorang Muslim. Keyakinan yang kuat ini seharusnya tercermin dalam ibadah dan perilaku sehari-hari.

Sebaliknya, menjalankan amalan tanpa dilandasi keimanan tidak akan memiliki makna yang sama sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

2. Menjadi Jalan Menuju Ihsan

Hubungan antara iman dan Islam juga bisa dipahami melalui hadis Jibril. Di dalamnya, iman, Islam, dan ihsan dijelaskan sebagai bagian yang saling berkaitan.

Ketika seorang Muslim memiliki keyakinan yang kuat dan menjalankan ajaran Islam dengan baik, ia diharapkan bisa mencapai derajat ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya.

Jika tidak mampu mencapai keadaan tersebut, ia tetap menyadari bahwa Allah senantiasa melihat dan mengawasinya.

3. Memberikan Dampak dalam Kehidupan Sosial

Keimanan yang tumbuh dalam hati dan ibadah yang dijalankan dengan baik seharusnya juga tercermin dalam hubungan dengan sesama.

Keseimbangan keduanya dapat membentuk pribadi yang berakhlak mulia, jujur, amanah, serta memiliki kepedulian terhadap orang lain.

Dengan begitu, iman dan Islam tidak hanya menjadi keyakinan serta ibadah pribadi semata, melainkan juga terlihat melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/makna-rukun-iman-dan-rukun-islam-ini-perbedaan-hubungan-serta-dalil-sahihnya