BULOG Pastikan Kualitas Beras Aman dan Terjaga hingga Penjuru Timur Indonesia

BULOG Pastikan Kualitas Beras Aman dan Terjaga hingga Penjuru Timur Indonesia

Perum BULOG memastikan kualitas beras yang didistribusikan kepada masyarakat tetap aman, sehat, dan memenuhi standar mutu hingga ke penjuru timur Indonesia.

Komitmen tersebut ditegaskan Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, saat melakukan peninjauan langsung terhadap stok dan kualitas beras di Kompleks Pergudangan BULOG Argapura, Jayapura, Papua.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Utama meninjau secara langsung proses pengendalian mutu beras yang dilakukan oleh BULOG, mulai dari pemeriksaan fisik, pengujian kadar air, penimbangan ulang, hingga pengujian persentase butir patah (broken) menggunakan peralatan laboratorium.

Proses tersebut merupakan bagian dari standar pengawasan mutu yang diterapkan BULOG untuk memastikan setiap beras yang disalurkan kepada masyarakat berada dalam kondisi terbaik.

Ahmad Rizal menegaskan BULOG tidak hanya bertanggung jawab menjaga ketersediaan stok pangan nasional, tetapi juga memastikan kualitas beras tetap terjaga sejak diterima di gudang hingga sampai ke tangan masyarakat.

“Masyarakat tidak perlu bimbang dan ragu. BULOG memastikan beras yang disalurkan berada dalam kondisi baik, sehat, higienis, dan berkualitas. Kami tidak hanya menjaga ketersediaan stok, tetapi juga memastikan mutu beras tetap terpelihara melalui proses pengawasan yang ketat sehingga masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di Papua, mendapatkan beras terbaik,” ujar Rizal.

Selain memastikan kualitas beras, Direktur Utama juga meninjau kesiapan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Papua. Saat ini, stok beras di seluruh wilayah Papua mencapai sekitar 17 ribu ton yang tersebar di berbagai gudang BULOG.

Ke depan, BULOG menargetkan penguatan stok hingga sekitar 50 ribu ton atau meningkat hampir tiga kali lipat guna mengantisipasi kebutuhan masyarakat dan mendukung pelaksanaan berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan pangan.

Pasokan beras ke Papua diperkuat melalui mekanisme mobilisasi stok dari daerah sentra produksi nasional, seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras tetap aman serta distribusi berjalan lancar ke berbagai wilayah di Papua.

Direktur Utama menambahkan bahwa sesuai arahan Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian, BULOG akan terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan stok dan distribusi pangan yang profesional serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.

“Sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian, BULOG harus menjadi pelayan terbaik bagi masyarakat di bidang logistik pangan. Karena itu kami berkomitmen menjaga kualitas layanan serta memastikan penyaluran beras dan komoditas pangan lainnya dilakukan secara profesional, tepat waktu, dan dengan kualitas terbaik agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga ke penjuru timur Indonesia,” pungkas Rizal.

Melalui penguatan pengawasan mutu, peningkatan stok, serta distribusi yang berkelanjutan, Perum BULOG terus mempertegas perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

BULOG berkomitmen memastikan setiap masyarakat Indonesia memperoleh akses terhadap pangan yang aman, berkualitas, dan tersedia secara merata dari Sabang hingga Merauke.

Sumber : https://www.inilah.com/bulog-pastikan-kualitas-beras-aman-dan-terjaga-hingga-penjuru-timur-indonesia

Selangor Siapkan Jalur Emas Ekspansi Bisnis Halal Indonesia ke ASEAN

Selangor Siapkan Jalur Emas Ekspansi Bisnis Halal Indonesia ke ASEAN

Selangor, negara bagian dengan perekonomian terbesar di Malaysia, membuka peluang baru bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas pasar industri halal ke tingkat regional.

Melalui ajang Selangor International Business Summit (SIBS)@ASEAN di Bandung, pemerintah Selangor menawarkan diri sebagai pintu masuk strategis bagi produk dan investasi Indonesia menuju Malaysia sekaligus pasar ASEAN yang terus berkembang.

Di tengah meningkatnya permintaan terhadap produk halal dunia, langkah Selangor dinilai bukan sekadar promosi investasi, melainkan strategi membangun ekosistem industri halal lintas negara.

Bagi Indonesia yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia dan tengah mengembangkan ekonomi syariah, kerja sama ini membuka peluang memperkuat rantai pasok halal regional, mulai dari produksi, logistik, teknologi, hingga distribusi ke pasar internasional.

Menteri Besar Selangor, Malaysia, YAB Dato’ Seri Amirudin bin Shari menegaskan komitmen tersebut saat membuka rangkaian kegiatan SIBS@ASEAN.

“Pesan kami kepada pelaku usaha Indonesia sangat sederhana. Selangor siap menjadi pintu masuk Anda ke Malaysia dan pasar ASEAN,” kata Amirudin pada hari pertama SIBS@ASEAN di Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

Pasar Halal ASEAN

Ajakan Selangor hadir ketika perdagangan bilateral Indonesia-Malaysia menunjukkan tren yang semakin menguat. Pada 2025, nilai perdagangan kedua negara mencapai 26,51 miliar dolar Amerika Serikat.

Indonesia pun menempati posisi sebagai mitra dagang terbesar kesembilan Malaysia secara global sekaligus mitra dagang terbesar ketiga di kawasan ASEAN.

Momentum positif itu berlanjut sepanjang Januari hingga Mei 2026. Volume perdagangan bilateral meningkat 2,6 persen menjadi 47,62 miliar ringgit Malaysia. Dalam periode yang sama, ekspor Malaysia ke Indonesia naik 8,8 persen menjadi 22,63 miliar ringgit Malaysia.

“Angka ini menunjukkan bahwa hubungan komersial kedua negara semakin mendalam. Dalam ekonomi hari ini, daya saing tidak lagi tentang bergerak sendirian. Daya saing sejati adalah tentang tumbuh bersama,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan perubahan arah kerja sama ekonomi ASEAN.

Jika sebelumnya hubungan dagang lebih banyak bertumpu pada ekspor dan impor, kini kolaborasi diarahkan pada pembentukan rantai nilai regional yang memungkinkan pelaku usaha kedua negara tumbuh bersama dalam menghadapi persaingan global.

Ekosistem Halal

Selangor menawarkan lebih dari sekadar lokasi investasi. Wilayah ini telah berkembang sebagai pusat industri dan logistik Malaysia dengan dukungan infrastruktur bertaraf internasional, kemampuan advanced manufacturing, jaringan distribusi yang efisien, serta tenaga kerja terampil.

Bagi pelaku usaha Indonesia, khususnya sektor halal, ekosistem tersebut dapat menjadi jalur strategis untuk memperluas akses pasar ASEAN tanpa harus membangun jaringan distribusi secara mandiri.

Sejumlah sektor yang diprioritaskan dalam kerja sama mencakup industri halal, energi terbarukan, manufaktur tingkat lanjut, logistik, ekonomi digital, pelayanan kesehatan, dirgantara (aerospace), pendidikan, kota pintar (smart city), hingga ketahanan pangan.

Melalui platform SIBS, pelaku usaha Indonesia didorong menjajaki pembentukan usaha patungan (joint venture), alih teknologi, kemitraan manufaktur, inovasi industri, serta penguatan rantai pasok regional bersama investor dan perusahaan multinasional.

Investasi Melonjak

Kepercayaan investor terhadap Selangor tercermin dari capaian investasinya sepanjang 2025. Di bawah pengelolaan Menteri Besar Selangor (Incorporated) atau MBI Selangor, wilayah ini berhasil membukukan investasi yang disetujui sebesar 83,9 miliar ringgit Malaysia, melampaui target awal sebesar 65 miliar ringgit.

Dari total tersebut, investasi domestik mencapai 48,9 miliar ringgit atau sekitar 58,3 persen, sedangkan investasi asing menyumbang 35 miliar ringgit Malaysia. Realisasi investasi tersebut diklaim menciptakan lebih dari 61 ribu lapangan kerja baru.

Lonjakan tersebut turut mengantarkan Malaysia mencatat rekor investasi nasional sebesar 426,7 miliar ringgit sepanjang 2025.

MBI Selangor juga menjalankan agenda transformasi “THRIVE28” yang berfokus pada penguatan tata kelola, keberlanjutan finansial, digitalisasi, keunggulan operasional, serta optimalisasi portofolio bisnis guna mempercepat layanan kepada investor.

Bangun Kepercayaan

Amirudin menegaskan lanskap investasi global telah berubah. Investor kini tidak lagi hanya mempertimbangkan besarnya insentif yang ditawarkan suatu wilayah, tetapi juga kepastian regulasi, daya tahan ekonomi, dan kecepatan memasuki pasar.

“Selangor menawarkan ketiganya. Investasi yang sukses tidak dibangun melalui insentif semata. Ia dibangun melalui kepercayaan, kerja sama, dan pelaksanaan yang efektif,” kata Amirudin menambahkan.

Bagi Indonesia, terutama pelaku industri halal, tawaran Selangor membuka peluang strategis yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan ekspor.

Kolaborasi itu dapat menjadi pintu masuk untuk membangun rantai pasok halal ASEAN yang lebih terintegrasi, memperkuat daya saing produk halal Indonesia, sekaligus memperluas akses menuju pasar global yang terus tumbuh.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/news/selangor-siapkan-jalur-emas-ekspansi-bisnis-halal-indonesia-ke-asean

Jawa Barat Tancap Gas Bangun Wisata Halal Berkelas Dunia

Jawa Barat Tancap Gas Bangun Wisata Halal Berkelas Dunia

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menempatkan sektor pariwisata ramah Muslim sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi halal yang lebih luas.

Peluncuran program Pariwisata Ramah Muslim di Masjid Jami’ At-Thohir, Tapos, Kota Depok, Kamis (9/7/2026), bukan hanya ditujukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, melainkan membangun identitas Jawa Barat sebagai destinasi wisata religi nasional sekaligus pemain penting dalam industri wisata halal global.

Di tengah meningkatnya persaingan destinasi wisata Muslim di berbagai negara, Jawa Barat mencoba mengambil posisi strategis dengan memperkuat standar pelayanan berbasis kebutuhan wisatawan Muslim, mulai dari fasilitas ibadah, produk halal hingga ekosistem usaha mikro yang tersertifikasi halal.

Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting agar sektor pariwisata mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan, bukan sekadar mengejar jumlah wisatawan.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan mayoritas penduduk Jawa Barat yang beragama Islam menjadi modal sosial untuk membangun layanan wisata yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim.

“Penduduk Jabar mayoritas Muslim. Kami mendorong pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata memenuhi standar layanan wisata ramah Muslim,” kata Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan dalam sambutannya pada acara Peluncuran Bersama Pariwisata Ramah Muslim dan Publikasi Capaian Pembangunan Kepariwisataan (IPKN) Jawa Barat di Depok, Kamis.

Program Smiling West Java-Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT), menurut Erwan, telah membawa Jawa Barat meraih prestasi nasional dalam pengembangan wisata halal.

“Pada tahun 2025 Jabar meraih juara 9 kategori dari 12 kategori. Pada tahun 2026 meraih juara pada 12 dari 14 kategori,” jelasnya.

Prestasi tersebut menunjukkan pengembangan wisata ramah Muslim tidak lagi berhenti pada konsep, tetapi mulai diterjemahkan dalam standar layanan yang diakui secara nasional.

Di balik peluncuran program tersebut, terdapat agenda yang jauh lebih strategis, yakni memperkuat rantai ekonomi halal. Wisatawan Muslim tidak hanya membutuhkan destinasi, tetapi juga restoran, hotel, produk UMKM, pusat oleh-oleh hingga layanan publik yang memenuhi standar halal.

Karena itu, Erwan juga mendorong percepatan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM agar semakin banyak produk lokal yang mampu masuk ke dalam ekosistem wisata ramah Muslim.

Kemudahan memperoleh sertifikasi halal dipandang sebagai investasi jangka panjang yang akan meningkatkan daya saing produk Jawa Barat, baik di pasar domestik maupun internasional.

Sinergi Daerah

Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mempercayakan Kota Depok sebagai lokasi peluncuran program tersebut.

Menurutnya, keberhasilan wisata ramah Muslim tidak mungkin dicapai hanya oleh satu pemerintah daerah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Tentunya perlu penguatan promosi bersama untuk menciptakan lapangan kerja yang baru untuk masyarakat,” katanya.

Ia menilai paradigma pembangunan pariwisata kini telah berubah. Fokusnya bukan lagi mengejar angka kunjungan semata, tetapi meningkatkan kualitas destinasi sehingga mampu memberikan pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan.

“Program pariwisata ramah Muslim bukan untuk membatasi jumlah wisatawan, tapi peningkatan kualitas fasilitas ibadah dan juga produk halal,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, konsep wisata ramah Muslim justru diposisikan sebagai peningkatan standar pelayanan yang dapat dinikmati seluruh wisatawan tanpa memandang latar belakang agama.

Diplomasi Baru

Kota Depok sendiri dinilai memiliki modal untuk berkembang sebagai destinasi wisata religi, pendidikan, budaya, dan ekonomi kreatif.

Menurut Chandra, potensi tersebut akan semakin kuat apabila didukung promosi terpadu, peningkatan kualitas infrastruktur, serta pengembangan produk halal yang melibatkan masyarakat setempat.

Lebih jauh, peluncuran Pariwisata Ramah Muslim di Jawa Barat memperlihatkan sektor pariwisata kini tidak lagi berdiri sendiri sebagai industri rekreasi.

Ia telah menjadi instrumen diplomasi ekonomi halal Indonesia. Ketika standar layanan, sertifikasi halal, penguatan UMKM, hingga promosi internasional berjalan beriringan, Jawa Barat berpeluang menjadi model pengembangan destinasi wisata Muslim yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat dari akar rumput.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/news/jawa-barat-tancap-gas-bangun-wisata-halal-berkelas-dunia

Jamur pada Tanaman ini Penyebab, Cara Mencegah, dan Solusi Perlindungan yang Efektif

Jamur pada Tanaman ini Penyebab, Cara Mencegah, dan Solusi Perlindungan yang Efektif

Kediri – Jamur merupakan salah satu penyebab utama kerusakan tanaman yang sering kali tidak disadari pada tahap awal. Serangannya biasanya dimulai dari bercak-bercak kecil pada daun, kemudian berkembang menjadi daun yang menguning dan layu, batang yang membusuk, hingga tanaman menjadi lemah dan sulit tumbuh dengan optimal. Jika tidak segera ditangani, infeksi jamur dapat menyebar ke seluruh bagian tanaman dan menyebabkan kerugian yang lebih besar.

Penyebab Jamur Mudah Menyerang Tanaman

Pertumbuhan jamur sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Beberapa faktor yang dapat memicu perkembangan jamur antara lain:

  • Kelembapan yang terlalu tinggi.
  • Penyiraman yang berlebihan sehingga media tanam selalu basah.
  • Sirkulasi udara yang kurang baik.
  • Jarak antar tanaman yang terlalu rapat sehingga udara sulit mengalir.

Kondisi tersebut menciptakan lingkungan yang ideal bagi jamur untuk berkembang dan menginfeksi tanaman.

Cara Mencegah Serangan Jamur

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko serangan jamur:

  1. Atur jarak tanam agar sirkulasi udara tetap lancar.
  2. Lakukan penyiraman secukupnya dan hindari genangan air pada media tanam.
  3. Rutin memeriksa kondisi daun, batang, dan akar tanaman.
  4. Segera buang daun atau bagian tanaman yang sudah terinfeksi agar jamur tidak menyebar ke bagian lain.

Jangan menunggu hingga kerusakan semakin parah. Penanganan sejak gejala awal akan membantu menjaga kesehatan tanaman dan mengurangi risiko gagal panen.

Perlindungan Tambahan dengan Fungisida

Selain melakukan perawatan rutin, penggunaan fungisida dapat menjadi langkah perlindungan yang lebih optimal, terutama saat kondisi cuaca mendukung pertumbuhan jamur.

Salah satu pilihan yang dapat digunakan adalah Furizep 80 WP, fungisida dengan kandungan Mankozeb 80% yang berfungsi membantu melindungi tanaman dari serangan berbagai jenis jamur penyebab penyakit, seperti busuk daun dan busuk akar. Penggunaan fungisida sesuai petunjuk akan membantu menjaga tanaman tetap sehat dan mendukung pertumbuhan yang lebih optimal.

Kesimpulan

Serangan jamur dapat berkembang secara perlahan, namun dampaknya bisa sangat merugikan apabila dibiarkan. Dengan menjaga kebersihan tanaman, mengatur penyiraman, memperbaiki sirkulasi udara, serta memberikan perlindungan menggunakan fungisida yang tepat, risiko serangan jamur dapat diminimalkan.

Jangan menunggu hingga tanaman mengalami kerusakan yang parah. Lakukan pencegahan sejak dini agar tanaman tetap sehat, tumbuh optimal, dan menghasilkan panen yang berkualitas.

Belajar dari Masa Kecil Bapak Eggy Adityawan, CEO Trisna Group

Belajar dari Masa Kecil Bapak Eggy Adityawan, CEO Trisna Group

Kesuksesan dalam dunia bisnis sering kali bukan hanya hasil dari kerja keras di usia dewasa, tetapi juga buah dari pendidikan dan kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil. Hal inilah yang dapat kita pelajari dari perjalanan hidup Bapak Eggy Adityawan, CEO Trisna Group.

Lahir dan besar di Kediri, Jawa Timur, Bapak Eggy berasal dari keluarga yang sejak dahulu berprofesi sebagai wiraswasta. Jiwa berbisnis yang dimiliki orang tuanya ternyata menurun kepadanya dan terus berkembang hingga kini. Berkat kerja keras dan pengalaman panjang, beliau dipercaya memimpin sekitar 60 perusahaan (PT) serta lebih dari 30 merek (brand) di bawah naungan Trisna Group.

Namun, perjalanan tersebut tidak dimulai dengan kemewahan. Justru sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, beliau sudah diajarkan untuk memahami arti bekerja dan menghargai hasil usaha.

Belajar Bekerja Sejak Usia Dini

Saat anak-anak lain menghabiskan masa liburan untuk bermain, Bapak Eggy justru diajak orang tuanya membantu pekerjaan di pabrik pupuk milik keluarga. Salah satu tugas yang beliau lakukan adalah menempelkan stiker pada botol produk.

Menariknya, pekerjaan tersebut bukan sekadar membantu orang tua. Beliau juga diberikan upah atau tambahan fee atas hasil kerjanya. Dari pengalaman sederhana itu, beliau belajar bahwa setiap usaha memiliki nilai dan setiap pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan imbalan.

Pelajaran ini membentuk pola pikir bahwa rezeki diperoleh melalui kerja keras, bukan hanya menunggu pemberian.

Belajar Investasi Sejak SD

Selain diajarkan bekerja, orang tua Bapak Eggy juga mengenalkan konsep investasi sejak usia yang sangat muda.

Ketika Hari Raya tiba dan beliau menerima uang dari tante, om, pakde, maupun bude, uang tersebut tidak langsung dihabiskan untuk membeli mainan atau kebutuhan konsumtif. Sebaliknya, orang tuanya memberikan nasihat sederhana namun sangat berharga.

“Uangmu ini beli ayam saja. Nanti yang mengelola dulu bude.”

Ayam tersebut kemudian dipelihara hingga berkembang biak. Dari hasil berkembangnya ternak itu, nilai aset yang dimiliki pun terus bertambah.

Melalui pengalaman tersebut, Bapak Eggy memahami bahwa uang tidak selalu harus dihabiskan. Jika dikelola dengan benar, uang dapat berkembang dan menghasilkan nilai yang lebih besar di masa depan.

Pendidikan Finansial Dimulai dari Rumah

Kisah masa kecil Bapak Eggy menunjukkan bahwa pendidikan finansial tidak harus diajarkan melalui teori yang rumit. Orang tuanya memberikan pelajaran langsung melalui pengalaman nyata.

Beliau belajar bekerja untuk memperoleh penghasilan, belajar menghargai uang hasil jerih payah, dan belajar menginvestasikan uang agar terus berkembang. Nilai-nilai sederhana inilah yang kemudian menjadi pondasi kuat dalam membangun jiwa kewirausahaan.

Pelajaran yang Bisa Kita Ambil

Ada beberapa pelajaran berharga dari masa kecil Bapak Eggy Adityawan:

  • Biasakan anak menghargai proses kerja sejak usia dini.
  • Ajarkan bahwa setiap penghasilan berasal dari usaha yang dilakukan.
  • Kenalkan konsep investasi sedini mungkin, meskipun dalam bentuk yang sederhana.
  • Tanamkan pola pikir untuk membangun aset, bukan sekadar menghabiskan uang.
  • Pendidikan karakter dan finansial yang dimulai dari keluarga akan menjadi bekal berharga di masa depan.

Perjalanan Bapak Eggy Adityawan membuktikan bahwa kebiasaan-kebiasaan kecil yang ditanamkan sejak masa kanak-kanak dapat menjadi fondasi lahirnya seorang pengusaha besar. Kesuksesan bukan hanya dibangun oleh peluang, tetapi juga oleh nilai-nilai kehidupan yang diajarkan sejak dini oleh keluarga.

Sumber : https://www.instagram.com/p/DQL-AsgkcmO/

Kemendikdasmen Perluas Pelatihan Koding dan AI untuk Guru Indonesia

Kemendikdasmen Perluas Pelatihan Koding dan AI untuk Guru Indonesia

TVRINews, Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendorong peningkatan kompetensi guru melalui pemanfaatan teknologi digital. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meluncurkan Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) yang dapat diakses guru di seluruh Indonesia.

Program tersebut dirancang untuk memperluas kesempatan pengembangan kompetensi pendidik tanpa terbatas jarak dan waktu. Melalui kanal Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan, guru dapat mengikuti pelatihan secara mandiri melalui berbagai materi pembelajaran, video, serta pendampingan fasilitator.

Dalam peluncuran program di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi DKI Jakarta. Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan yang bermutu.

“Guru tidak hanya mengajar untuk mengembangkan kemampuan atau keterampilan murid, tetapi juga membentuk karakter. Guru hebat bukan yang tahu segalanya, tetapi guru yang mau belajar segalanya,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan yang dikutip, Jumat, 10 Juli 2026.

Menurut Menteri Mu’ti, perkembangan teknologi digital harus menjadi peluang bagi guru untuk terus meningkatkan kemampuan. Ruang GTK menjadi salah satu sarana pemerintah dalam menyediakan akses pembelajaran yang lebih luas bagi tenaga pendidik.

“Digitalisasi adalah arusnya, dan Ruang GTK adalah tempat peningkatan kompetensi guru,” tambahnya.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan program PM-KKA tahun 2026 merupakan penguatan dari pelaksanaan yang telah dimulai sebelumnya. Jika tahap awal berfokus pada persiapan dan percontohan, tahun ini pelatihan diarahkan agar lebih banyak diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Kita ingin memastikan filosofi Pembelajaran Mendalam yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan benar-benar hadir di ruang kelas, bukan hanya menjadi konsep,” kata Nunuk.

Pelatihan PM-KKA tahun ini dilakukan melalui dua skema. Pertama, pelatihan secara tatap muka melalui kelompok kerja guru seperti KKG dan MGMP dengan pendekatan praktik langsung di sekolah.

Kedua, pembelajaran berbasis digital melalui Ruang GTK yang memungkinkan guru mengikuti pelatihan secara fleksibel melalui modul, video, webinar, hingga sistem pembelajaran terstruktur melalui Learning Management System.

Kemendikdasmen menargetkan program PM-KKA 2026 dapat menjangkau lebih dari 300 ribu pendidik dan tenaga kependidikan dari sekitar 140 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Pemerintah berharap peningkatan kompetensi guru melalui program berbasis teknologi tersebut dapat memperkuat kualitas pembelajaran serta menghadirkan pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sumber : https://nasional.tvrinews.com/berita/t513irc-kemendikdasmen-perluas-pelatihan-koding-dan-ai-untuk-guru-indonesia

Kemnaker Wajibkan Calon Perusahaan Mitra MagangHub Terdaftar di WLKP

Kemnaker Wajibkan Calon Perusahaan Mitra MagangHub Terdaftar di WLKP

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menetapkan sejumlah persyaratan bagi perusahaan yang ingin bergabung sebagai mitra penyelenggara Program Magang Nasional atau MagangHub 2026. Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi adalah terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) serta memiliki data perusahaan yang aktif dan valid.

Persyaratan tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi untuk memastikan perusahaan calon mitra memiliki identitas, legalitas, serta informasi ketenagakerjaan yang jelas. Perusahaan juga diminta memperbarui data dalam sistem WLKP sebelum mengajukan pendaftaran sebagai mitra MagangHub 2026.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan kelengkapan dan validitas data dapat membantu memperlancar proses pendaftaran perusahaan.

“Perusahaan yang ingin bergabung sebagai mitra penyelenggara perlu memastikan telah terdaftar dalam WLKP, memperbarui data perusahaan, serta memastikan seluruh informasi perusahaan aktif dan valid. Dengan demikian, proses pendaftaran dapat berjalan lebih lancar dan sesuai ketentuan,” ujar Darmawansyah dalam siaran pers, Jumat (10/7/2026).

Menurut Darmawansyah, persyaratan tersebut merupakan bagian dari upaya Kemnaker menjaga kualitas penyelenggaraan Program MagangHub. Melalui proses verifikasi, pemerintah dapat memastikan perusahaan mitra memiliki legalitas yang jelas sekaligus siap menjadi tempat belajar dan pengembangan kompetensi bagi peserta magang.

Data Perusahaan Harus Aktif dan Valid

Perusahaan yang berminat menjadi mitra MagangHub 2026 dapat memeriksa sekaligus memperbarui informasi perusahaan melalui laman resmi WLKP sebelum mengajukan pendaftaran.

Validitas data dinilai penting karena dapat mempermudah proses seleksi dan administrasi calon mitra. Dengan data yang lengkap dan terbaru, penyelenggaraan Program MagangHub diharapkan dapat berjalan secara tertib, transparan, dan akuntabel.

Kemnaker turut mengajak perusahaan dari berbagai sektor untuk berpartisipasi dalam program tersebut. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha diharapkan mampu memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman serta meningkatkan keterampilan di lingkungan kerja.

Program MagangHub juga diarahkan untuk membantu mencetak talenta muda yang kompeten, adaptif, dan memiliki kemampuan sesuai kebutuhan industri. Di sisi lain, keterlibatan dalam program tersebut dapat membuka peluang bagi perusahaan untuk menemukan calon tenaga kerja potensial.

“Melalui Program MagangHub, perusahaan tidak hanya berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, tetapi juga memiliki kesempatan menjaring talenta muda yang sesuai dengan kebutuhan industrinya,” pungkas Darmawansyah.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/8243192/kemnaker-wajibkan-calon-perusahaan-mitra-maganghub-terdaftar-di-wlkp

Bingung Pilih SUV atau MPV, Simak Dulu Perbedaannya

Bingung Pilih SUV atau MPV, Simak Dulu Perbedaannya

Liputan6.com, Jakarta – Membeli mobil baru untuk keluarga bukan hanya soal memilih merek atau desain. Salah satu keputusan penting yang perlu dipertimbangkan adalah menentukan jenis kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhan, yakni Sport Utility Vehicle (SUV) atau Multi Purpose Vehicle (MPV).

Sekilas, kedua jenis mobil ini memang sama-sama memiliki dimensi besar dan mampu mengangkut banyak penumpang. Namun, SUV dan MPV dirancang dengan karakteristik serta fungsi yang berbeda.

Karena itu, memahami perbedaan keduanya dapat membantu calon pembeli mendapatkan kendaraan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Dikutip dari laman resmi Suzuki, berikut lima perbedaan utama antara mobil SUV dan MPV yang perlu diketahui sebelum memutuskan membeli mobil baru.

1. Fungsi dan Peruntukan Berbeda

Perbedaan paling mendasar terletak pada tujuan penggunaannya. MPV dikenal sebagai mobil keluarga yang mengutamakan kenyamanan, kabin yang lega, serta kapasitas penumpang untuk aktivitas harian, terutama di kawasan perkotaan.

Sebaliknya, SUV dirancang sebagai kendaraan serbaguna yang memadukan kenyamanan mobil penumpang dengan kemampuan melintasi berbagai kondisi jalan. Tak heran jika SUV menjadi pilihan bagi pengendara yang sering bepergian ke luar kota atau melewati medan yang lebih menantang.

 

2. Desain Eksterior Memiliki Karakter Berbeda

Dari sisi tampilan, MPV umumnya mengusung desain yang lebih membulat, aerodinamis, dan berorientasi pada kenyamanan serta kesan elegan.

Sementara itu, SUV tampil lebih gagah dengan bodi yang kokoh, garis desain tegas, serta penggunaan ban berukuran lebih besar. Karakter tersebut tidak hanya meningkatkan tampilan, tetapi juga mendukung kemampuan kendaraan saat melintasi berbagai kondisi jalan.

3. Ground Clearance SUV Lebih Tinggi

SUV memiliki ground clearance atau jarak terendah ke tanah yang lebih tinggi, umumnya berada di atas 200 mm. Hal ini membuat SUV lebih siap menghadapi jalan berbatu, tanjakan, genangan air, hingga medan yang tidak rata.

Di sisi lain, MPV memiliki ground clearance yang lebih rendah. Desain tersebut memberikan stabilitas lebih baik saat melaju di jalan aspal sekaligus memudahkan penumpang, termasuk anak-anak dan lansia, ketika naik maupun turun dari kendaraan.

4. Kapasitas Kabin dan Penumpang

Dalam urusan kenyamanan kabin, MPV masih menjadi pilihan utama keluarga. Mobil jenis ini dirancang untuk memaksimalkan ruang hingga baris ketiga, lengkap dengan konfigurasi kursi yang fleksibel sehingga dapat dilipat untuk membawa barang berukuran besar.

Meski kini banyak SUV yang juga menawarkan konfigurasi tujuh penumpang, ruang di baris ketiganya umumnya tidak selapang MPV. Hal itu karena fokus pengembangan SUV tetap pada keseimbangan antara kenyamanan berkendara dan kemampuan melintasi berbagai medan.

5. Performa Mesin dan Sistem Penggerak

SUV umumnya dibekali mesin berkapasitas lebih besar dengan tenaga yang lebih tinggi. Beberapa model bahkan menawarkan sistem penggerak empat roda (4WD) untuk meningkatkan kemampuan saat melintasi medan berat.

Sebaliknya, MPV biasanya menggunakan mesin berkapasitas sekitar 1.300 cc hingga 1.500 cc. Konfigurasi tersebut dipilih untuk menghasilkan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien sekaligus memberikan kenyamanan berkendara saat membawa seluruh anggota keluarga.

 

Pilih Sesuai Kebutuhan

Memilih SUV atau MPV pada akhirnya bergantung pada kebutuhan mobilitas dan anggaran yang dimiliki.

Jika kendaraan akan lebih sering digunakan untuk mengantar keluarga di dalam kota dengan fokus pada kenyamanan, efisiensi bahan bakar, serta ruang kabin yang lega, MPV bisa menjadi pilihan yang tepat.

Namun, apabila aktivitas berkendara lebih sering melintasi jalur luar kota, daerah pegunungan, atau medan yang beragam, SUV menawarkan kemampuan yang lebih sesuai berkat ground clearance tinggi dan performa mesin yang lebih tangguh.

Apa pun pilihan kendaraan, jangan lupa melakukan servis berkala di bengkel resmi agar kondisi mesin, kaki-kaki, sasis, dan fitur keselamatan tetap terjaga sehingga mobil selalu siap digunakan dalam berbagai perjalanan.

Sumber : https://www.liputan6.com/otomotif/read/8242239/bingung-pilih-suv-atau-mpv-simak-dulu-perbedaannya

BAIC buka prapemesanan mobil listrik pertamanya di Indonesia

BAIC buka prapemesanan mobil listrik pertamanya di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Setelah meluncurkan sejumlah lini kendaraan konvensional dan hybrid, BAIC meluncurkan mobil listrik pertamanya di pasar Indonesia, BAIC T1, sekaligus membuka program prapemesanan yang dimulai pada 9 Juli dan berlangsung hingga akhir bulan ini.

“Peluncuran BAIC T1 menjadi awal dari komitmen jangka panjang kami untuk terus menghadirkan inovasi, membangun portofolio kendaraan energi baru (NEV) yang lengkap, dan menyediakan solusi mobilitas yang relevan bagi masyarakat Indonesia,” ujar Dhani Yahya, COO PT JIO Distribusi Indonesia, selaku agen pemegang merek BAIC di Indonesia dalam seremoni yang berlangsung di Tangerang pada Kamis (9/7).

BAIC T1 merupakan kendaraan yang dikembangkan dari submerek premium BAIC Group di China, yaitu Arcfox. Di pasar China, model ini dikenal sebagai Arcfox T1.

Sebagai langkah awal, mobil ini akan dipasarkan melalui skema impor mobil utuh sebelum nantinya akan diproduksi secara lokal dengan target tingkat kandungan lokal hingga 60 persen pada tahun depan. BAIC menargetkan penjualan mobil ini bisa mencapai 1.000 unit hingga akhir tahun ini.

Dibekali baterai berkapasitas 42,3 kWh, mobil ini mampu berkendara sejauh 425 kilometer untuk sekali pengisian daya penuh berdasarkan perhitungan CLTC. Mobil ini juga sudah didukung teknologi pengisian daya cepat yang bisa mengisi ulang baterai dari 30 ke 80 persen hanya dalam waktu 25 menit.

BAIC T1 juga memiliki fitur Vehicle-to-Vehicle (V2V) Charging, yang memungkinkan kendaraan berbagi daya dengan kendaraan listrik lain saat dibutuhkan. Selain itu, terdapat fitur Vehicle-to-Load (V2L) dengan kapasitas hingga 3.500 watt, yang memungkinkan kendaraan berfungsi sebagai sumber listrik portabel untuk mengoperasikan berbagai perangkat elektronik.

Dari sisi keselamatan, mobil ini dilengkapi berbagai fitur bantuan berkendara modern yang mendukung kenyamanan dan keselamatan berkendara, di antaranya dengan kehadiran 12 jenis ADAS.

Hatchback crossover ini memiliki ruang interior yang lapang dan diklaim memiliki jarak sumbu roda (wheelbase) terpanjang di kelasnya, yakni 2,77 meter, serta kehadiran sky roof seluas 2,34 meter persegi yang membuat kabin terasa lebih lapang dan terang. Terdapat juga sistem audio enam speaker dan teknologi peredam kebisingan hingga 85 persen yang membuat ruang kabin semakin nyaman.

Sebelum diperkenalkan secara lebih luas pada ajang GIIAS 2026 akhir bulan ini, BAIC Indonesia membuka program prapemesanan BAIC T1 dengan sejumlah keuntungan eksklusif selama periode 9-30 Juli 2026. Pembeli juga akan mendapatkan garansi kendaraan selama enam tahun, garansi baterai delapan tahun, dan bebas biaya service selama empat tahun.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5643445/baic-buka-prapemesanan-mobil-listrik-pertamanya-di-indonesia

Jejak 50 tahun satelit bersejarah Indonesia

Jejak 50 tahun satelit bersejarah Indonesia

Sejak keberhasilan meluncurkan Palapa A1 pada 8 Juli 1976, Indonesia menorehkan sejarah sebagai salah satu negara berkembang yang mampu memanfaatkan teknologi satelit untuk kepentingan nasional. Langkah berani tersebut bukan sekadar pencapaian teknologi, melainkan fondasi penting dalam menyatukan ribuan pulau melalui jaringan komunikasi yang lebih cepat, efisien, dan merata.

Memasuki usia setengah abad perjalanan satelit nasional, Indonesia telah mengorbitkan 22 satelit yang mendukung berbagai sektor, mulai dari telekomunikasi, penyiaran, layanan perbankan, hingga pemerataan akses internet. Setiap satelit lahir untuk menjawab tantangan pada zamannya dan menjadi bagian dari transformasi digital Indonesia.

Palapa A1: Awal Era Satelit Nasional

Pada 8 Juli 1976, Indonesia meluncurkan Palapa A1, satelit komunikasi pertama yang menjadi tonggak sejarah perkembangan teknologi nasional. Satelit ini memungkinkan layanan komunikasi dan penyiaran menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit dihubungkan karena kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Palapa A1 beroperasi hingga akhirnya dideorbit pada tahun 1983. Meski masa operasinya telah berakhir, warisan yang ditinggalkan menjadi dasar pembangunan sistem komunikasi nasional yang semakin modern.

Memasuki Era Penyiaran Digital

Perkembangan teknologi terus berlanjut dengan peluncuran Cakrawarta-1 atau Indostar pada 12 November 1997. Satelit ini mencatat sejarah sebagai satelit penyiaran Direct to Home (DTH) pertama di Asia, memungkinkan masyarakat menikmati siaran televisi langsung melalui antena parabola tanpa bergantung pada jaringan terestrial.

Menguatkan Infrastruktur Telekomunikasi

Memasuki era tahun 2000-an, Indonesia memperkuat infrastruktur telekomunikasi melalui beberapa satelit penting.

  • Telkom-1 diluncurkan pada 12 Agustus 1999 dengan cakupan layanan yang menjangkau seluruh Indonesia, sebagian Asia Tenggara, hingga sebagian wilayah Australia. Satelit ini menjadi tulang punggung berbagai layanan komunikasi sebelum akhirnya dideorbit pada tahun 2017.
  • Garuda-1 meluncur pada 12 Februari 2000 sebagai salah satu satelit telekomunikasi paling kuat pada masanya. Dengan usia operasional mencapai sekitar 15 tahun, satelit ini memberikan kontribusi besar terhadap layanan komunikasi bergerak hingga akhirnya dideorbit pada tahun 2015.

Inovasi yang Mendunia

Indonesia kembali mencatat prestasi pada 19 Juni 2016 melalui peluncuran BRISat. Satelit ini menjadi satelit pertama di dunia yang dimiliki dan dioperasikan oleh sebuah bank. Kehadiran BRISat memungkinkan peningkatan kualitas layanan perbankan, terutama bagi masyarakat yang berada di daerah terpencil sehingga transaksi keuangan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan andal.

Kapasitas Komunikasi yang Semakin Besar

Pada 22 Februari 2019, Indonesia meluncurkan Nusantara Satu, satelit dengan kapasitas bandwidth terbesar yang dimiliki Indonesia pada saat peluncurannya. Satelit ini mendukung meningkatnya kebutuhan internet, komunikasi data, serta layanan digital yang terus berkembang di berbagai sektor.

SATRIA-1: Menghubungkan Wilayah 3T

Tonggak penting berikutnya hadir melalui peluncuran SATRIA-1 atau Nusantara Tiga pada 19 Juni 2023. Berbeda dengan satelit sebelumnya yang berfokus pada layanan komersial, SATRIA-1 dirancang sebagai satelit multifungsi untuk mendukung pemerataan akses internet di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Keberadaan SATRIA-1 diharapkan mampu mempercepat transformasi digital nasional, mendukung layanan pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga berbagai fasilitas publik yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses internet.

Lima Dekade Menuju Masa Depan Digital

Perjalanan satelit Indonesia selama 50 tahun menunjukkan bahwa investasi di bidang teknologi antariksa memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional. Dari Palapa A1 yang menyatukan komunikasi antarpulau hingga SATRIA-1 yang menghadirkan internet bagi daerah 3T, setiap satelit menjadi simbol kemajuan teknologi sekaligus komitmen Indonesia dalam membangun konektivitas yang inklusif.

Dengan total 22 satelit yang telah diorbitkan sejak tahun 1976, Indonesia membuktikan kemampuannya untuk terus berkembang di bidang teknologi ruang angkasa. Perjalanan ini menjadi fondasi penting menuju masa depan digital yang semakin maju, merata, dan mampu menjangkau seluruh pelosok Nusantara.

sumber : https://www.antaranews.com/infografik/5642675/jejak-50-tahun-satelit-bersejarah-indonesia