Lima Komponen Ini Bisa Bikin Mobil Mogok Jika Jarang Diperhatikan

Lima Komponen Ini Bisa Bikin Mobil Mogok Jika Jarang Diperhatikan

Liputan6.com, Jakarta – Mobil mogok di tengah perjalanan tidak selalu disebabkan oleh kerusakan komponen besar. Beberapa bagian kendaraan yang terlihat sederhana dan sering luput dari perhatian justru dapat mengganggu kinerja mobil jika kondisinya tidak terawat.

Karena itu, perawatan mobil tidak cukup hanya memperhatikan mesin atau mengganti oli secara berkala.

Sejumlah komponen pendukung juga perlu diperiksa agar kendaraan tetap dapat digunakan dengan baik.

Dilansir dari laman Astra Daihatsu, terdapat lima benda yang terlihat sepele tetapi dapat membuat kendaraan mogok di jalan.

Aki Mobil

Aki menjadi salah satu komponen penting dalam sistem kelistrikan kendaraan. Kondisi aki yang sudah lemah dapat membuat mobil kesulitan untuk dihidupkan.

Karena itu, kondisi aki perlu diperhatikan, terutama ketika mobil mulai menunjukkan tanda-tanda sistem kelistrikan tidak bekerja seperti biasanya.

Sekring

Komponen lain yang tidak kalah penting yaitu sekring. Bagian ini berfungsi melindungi sistem kelistrikan kendaraan dari gangguan arus listrik.

Sekring yang bermasalah dapat menyebabkan sejumlah perangkat kelistrikan tidak berfungsi.

Jika kerusakan berkaitan dengan sistem yang penting untuk pengoperasian kendaraan, mobil pun berpotensi mengalami masalah saat digunakan.

Busi

Pada mobil dengan mesin bensin, busi memiliki peran penting dalam proses pembakaran. Kondisi busi yang sudah tidak optimal dapat memengaruhi kinerja mesin.

Biasanya gejala yang terjadi antara lain mesin sulit dihidupkan atau performa kendaraan terasa menurun. Karena itu, busi juga perlu diperiksa sesuai jadwal perawatan kendaraan.

Filter Bahan Bakar

Selanjutnya, Filter bahan bakar bertugas menyaring kotoran sebelum bahan bakar masuk ke sistem mesin.

Jika kondisinya sudah kotor, aliran bahan bakar dapat terganggu dan berpengaruh terhadap kinerja mesin.

Pemeriksaan serta penggantian filter sesuai kebutuhan menjadi bagian dari perawatan kendaraan.

Fan Belt

Komponen terakhir adalah fan belt atau sabuk penggerak. Meski ukurannya tidak sebesar komponen mesin lainnya, bagian ini memiliki fungsi penting dalam menggerakkan sejumlah perangkat pada kendaraan.

Kondisi fan belt yang sudah aus atau mengalami kerusakan perlu segera diperiksa agar tidak menimbulkan masalah ketika mobil digunakan.

Kelima bagian tersebut menunjukkan bahwa masalah pada mobil tidak selalu berawal dari komponen utama yang berukuran besar.

Komponen kecil seperti aki, sekring, busi, filter bahan bakar, hingga fan belt juga memiliki peran yang penting dalam menjaga kendaraan tetap bekerja sebagaimana mestinya.

Karena itu, pemeriksaan secara berkala menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi komponen sebelum mengalami masalah ketika mobil sedang digunakan di jalan.

Sumber : https://www.liputan6.com/otomotif/read/8268206/lima-komponen-ini-bisa-bikin-mobil-mogok-jika-jarang-diperhatikan

Pertamina Patra Niaga turunkan harga LPG Bright Gas per 15 Agustus

Pertamina Patra Niaga turunkan harga LPG Bright Gas per 15 Agustus

Jakarta (ANTARA) – PT Pertamina Patra Niaga menurunkan harga produk LPG nonsubsidi jenis Bright Gas, yang berlaku efektif mulai 15 Agustus 2026.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan penyesuaian harga Bright Gas merupakan bagian dari evaluasi berkala perusahaan untuk menghadirkan produk LPG nonsubsidi yang kompetitif bagi masyarakat.

“Penyesuaian harga Bright Gas dilakukan melalui evaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi kondisi pasar, serta tetap mengacu pada mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Melalui evaluasi tersebut, menurut Kitty, harga Bright Gas kemasan tabung 12 kg mengalami penurunan dari Rp220.000/tabung menjadi Rp218.000/tabung atau turun Rp2.000/tabung.

Sementara, untuk harga LPG Bright Gas kemasan tabung 5,5 kg dari Rp103.000/tabung menjadi Rp102.000/tabung atau turun Rp1.000/tabung.

Harga itu merupakan harga jual agen Bright Gas untuk wilayah Pulau Jawa yang berlaku efektif mulai 15 Agustus 2026.

Sementara, harga di wilayah lain dapat berbeda sesuai ketentuan yang berlaku.

“Selain menghadirkan harga yang lebih kompetitif, kami juga terus memastikan kualitas Bright Gas tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menikmati LPG yang aman, praktis, dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,” terang Kitty.

Lebih lanjut, Kitty menjelaskan bahwa pada periode 15-23 Agustus 2026, Pertamina Patra Niaga juga menghadirkan program diskon Semarak Merdeka MyPertamina.

Program itu berlaku untuk pembelian refill Bright Gas 5,5 kg dan Bright Gas 12 kg secara langsung di Bright Store dan pembelian daring di aplikasi dan website Klik Indomaret tanpa minimum pembelian menggunakan seluruh metode pembayaran.

“Selama periode promo, konsumen yang melakukan pembelian isi ulang Bright Gas 5,5 kg akan memperoleh diskon Rp4.050 per tabung, sedangkan pembelian isi ulang Bright Gas 12 Kg mendapatkan diskon Rp8.100 per tabung,” jelas Kitty.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5695731/pertamina-patra-niaga-turunkan-harga-lpg-bright-gas-per-15-agustus

4 Rempah untuk Bantu Atasi Susah BAB, Pencernaan Jadi Lancar

4 Rempah untuk Bantu Atasi Susah BAB, Pencernaan Jadi Lancar

Jakarta, CNN Indonesia — Sering mengalami sembelit alias susah buang air besar (BAB)? Kondisi ini memang membuat perut terasa tak nyaman, begah, bahkan mengganggu aktivitas.

Selain memastikan asupan serat dan cairan, beberapa rempah yang biasa digunakan dalam masakan ternyata dapat melancarkan pencernaan dan mengatasi susah BAB.

“Rempah-rempah tertentu diimbangi dengan kebiasaan gaya hidup dapat mendukung kelancaran buang air besar dengan bekerja sama dengan proses pencernaan alami tubuh Anda,” ujar dietisien Payton Brewer, dikutip dari EatingWell.

Berikut beberapa rempah yang disebut dapat membantu melancarkan buang air besar.

1. Jahe

Jahe dikenal dapat membantu meredakan berbagai masalah pencernaan, termasuk mual, kembung, sembelit, sakit perut, refluks, dan gangguan pencernaan.

“Jahe dapat meningkatkan pergerakan usus yang sehat dengan menurunkan peradangan, meningkatkan motilitas usus, meningkatkan fungsi penghalang usus dan mendukung mikrobioma usus yang sehat,” ujar ahli diet Avery Zenker.

Jahe juga dapat membantu mempercepat pengosongan lambung sehingga makanan dapat bergerak melalui sistem pencernaan dengan lebih baik.

Namun, dosis perlu diperhatikan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi jahe dalam satu waktu. Meski begitu, menambahkan sedikit jahe segar atau bubuk jahe ke dalam makanan tetap dapat menjadi salah satu cara menambah variasi dalam pola makan.

2. Kunyit

Kunyit mengandung senyawa bernama kurkumin yang bertanggung jawab atas banyak manfaat rempah tersebut.

“Penelitian mengenai kunyit masih terus berkembang, namun sebuah studi menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi suplemen kurkumin mengalami perbaikan kondisi sembelit,” ujar dietisien Amanda Sauceda.

Penelitian lain menunjukkan bahwa kurkumin mungkin memiliki efek yang serupa dengan jahe dengan membantu mendukung motilitas atau pergerakan usus.

Namun, penelitian tersebut umumnya menggunakan suplemen kurkumin dalam konsentrasi tinggi. Karena itu, belum diketahui secara pasti apakah konsumsi kunyit dalam jumlah yang digunakan untuk memasak dapat memberikan efek yang sama.

Kunyit tetap dapat ditambahkan ke berbagai makanan, seperti nasi, sup, sayuran panggang, atau minuman berbahan kunyit.

3. Biji adas

Biji adas secara tradisional digunakan untuk membantu meredakan gangguan pencernaan, termasuk kembung, gas, dan kram perut. Rempah ini juga disebut dapat membantu menjaga pergerakan sistem pencernaan.

“Adas mengandung senyawa yang disebut fenchone, yang dapat mempercepat waktu transit dan membantu mengoordinasikan kontraksi kolon di saluran pencernaan, sehingga dapat membantu mengurangi penumpukan tinja,” kata Zenker.

Biji adas dapat ditambahkan ke sayuran akar panggang atau hidangan ikan. Rempah ini juga dapat digunakan untuk membuat teh yang diminum setelah makan.

4. Kayu manis

Kayu manis tidak hanya berfungsi sebagai penambah aroma dan rasa makanan. Rempah ini mengandung polifenol bioaktif bernama cinnamaldehyde.

Menurut Zenker, senyawa tersebut dapat mendorong gerakan peristaltik usus, yakni kontraksi otot berulang yang membantu memindahkan isi saluran pencernaan.

Dengan mendukung proses peristaltik, kayu manis berpotensi membantu mempermudah pengeluaran feses, terutama pada orang yang mengalami sembelit sebagai gejala utama sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS).

Demikian rempah-rempah yang bisa membantu melancarkan buang air besar. Meski begitu, konsumsinya bukan lantas menggantikan asupan serat dan air putih dalam tubuh.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260812103543-262-1391343/4-rempah-untuk-bantu-atasi-susah-bab-pencernaan-jadi-lancar

BMKG Ungkap Pemicu Gempa NTT, Potensi Maksimal Capai M 7,9

BMKG Ungkap Pemicu Gempa NTT, Potensi Maksimal Capai M 7,9

Liputan6.com, Jakarta – Gempa yang mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), dipicu aktivitas sesar naik di Busur Belakang Flores. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kawasan tersebut memiliki potensi gempa maksimum hingga Magnitudo (M) 7,8–7,9.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan gempa yang terjadi hari ini tercatat memiliki kekuatan M 7,7. Menurutnya, mekanisme gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar naik di kawasan Busur Belakang Flores.

“Ini adalah mekanisme gempa yang diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores. Di belakang busur Flores ini ada potensi gempa dengan maksimum 7,8–7,9. Hari ini sudah rilis 7,7,” kata Wijayanto dalam konferensi pers, Sabtu (15/8/2026).

Wijayanto menjelaskan, gempa besar dengan mekanisme serupa pernah terjadi di wilayah tersebut pada 1992. Saat itu, gempa berkekuatan M 7,5 dan menyebabkan kerusakan besar.

“Dari sejarah yang ada, itu pernah terjadi tahun 1992 dengan magnitudo 7,5. Ini juga sangat luar biasa kerusakannya waktu itu,” ujarnya.

BMKG Pantau Terus Perkembangan Terkini

Gempa besar kembali mengguncang kawasan tersebut setelah lebih dari tiga dekade. BMKG kini masih memantau perkembangan aktivitas seismik, termasuk kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Meski peringatan dini tsunami telah berakhir, pemantauan terhadap kondisi di wilayah terdampak tetap dilakukan. BMKG juga terus mengawasi perubahan tinggi muka air laut melalui stasiun tide gauge.

“BMKG akan terus monitor aktivitas gempa susulannya dan akan terus menyampaikan ke masyarakat,” kata Wijayanto.

Pemantauan tinggi muka air laut tetap dilakukan melalui sejumlah stasiun tide gauge BMKG untuk memastikan kondisi tetap aman setelah peringatan dini tsunami berakhir.

Sumber : https://www.liputan6.com/news/read/8270398/bmkg-ungkap-pemicu-gempa-ntt-potensi-maksimal-capai-m-79

Sudah Minum Obat & Istirahat Cukup, Tapi Kenapa Belum Pulih?

Sudah Minum Obat & Istirahat Cukup, Tapi Kenapa Belum Pulih?

Jakarta, CNBC Indonesia – Dalam kesehatan ada kondisi yang membuat banyak orang frustrasi. Ini terjadi ketika seseorang sudah minum obat sesuai resep, istirahat cukup, dan makan bergizi, tetapi tubuh tetap terasa belum kembali seperti semula.
Kondisi seperti ini bukan berarti pengobatan gagal. Seringkali, tubuh hanya membutuhkan sesuatu yang lebih mendasar dari sekedar obat: oksigen yang cukup, di tempat yang tepat, dalam konsentrasi yang jauh lebih tinggi dari udara biasa.

Di sinilah Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) masuk sebagai pilihan terapi yang semakin banyak dipilih.

Apa Itu Hyperbaric Oxygen Therapy?

HBOT adalah terapi medis di mana pasien menghirup oksigen murni di dalam ruangan bertekanan tinggi dan jauh di atas tekanan atmosfer normal. Sesi berlangsung selama 60-90 menit di dalam hyperbaric chamber khusus untuk satu orang, sehingga memberikan pengalaman yang tenang, pribadi, dan terkontrol.

Pada tekanan tinggi, jumlah oksigen yang terlarut dalam plasma darah meningkat secara signifikan. Berbeda dengan kondisi normal yang sebagian besar oksigen diangkut oleh hemoglobin dalam sel darah merah, oksigen terlarut ini dapat berdifusi lebih jauh ke berbagai jaringan tubuh. Menurut dr. Ravenska Theodora, inilah yang membuat HBOT berbeda secara fundamental dari terapi oksigen biasa.

“Dengan tekanan yang lebih tinggi, oksigen bisa menjangkau area jaringan yang mengalami hipoksia (kekurangan oksigen) yang seringkali menjadi alasan utama mengapa proses penyembuhan berjalan lebih lambat dari yang diharapkan,” jelas dr. Ravenska dikutip dari keterangannya, Jumat (13/8/2026).

Mengapa Oksigen Penting untuk Pemulihan?

Tubuh manusia adalah mesin yang sangat bergantung pada oksigen untuk hampir setiap proses regenerasinya. Sel-sel yang rusak butuh oksigen untuk memperbaiki diri.

Jaringan yang meradang butuh oksigen untuk meredakan respons inflamasinya. Pembuluh darah baru yang terbentuk selama penyembuhan, proses yang disebut angiogenesis, juga sangat bergantung pada ketersediaan oksigen yang memadai.

Ketika suplai oksigen ke jaringan yang sedang dalam proses pemulihan tidak mencukupi, seluruh rangkaian proses itu melambat. Tubuh tetap bekerja, tetapi tidak dengan kapasitas penuhnya.

Dia menjelaskan kekurangan oksigen di tingkat jaringan sering kali luput dari perhatian. “Banyak pasien yang datang dengan keluhan pemulihan yang lambat baik setelah prosedur medis, cedera, maupun sakit tanpa menyadari bahwa jaringan mereka sebenarnya sedang kekurangan oksigen di level seluler. HBOT membantu mengatasi hambatan itu,” ujar dia.

Siapa yang Relevan dengan Terapi Ini?

HBOT bukan terapi yang eksklusif untuk satu kondisi tertentu. Justru karena mekanismenya bekerja di level yang sangat fundamental dengan memperkaya oksigenasi jaringan tubuh secara menyeluruh, relevansinya mencakup berbagai kondisi dan kebutuhan.

Bagi mereka yang sedang dalam masa pemulihan pasca sakit atau pasca prosedur medis dan merasa proses penyembuhannya berjalan lebih lambat dari yang diharapkan, HBOT dapat menjadi terapi pendukung yang membantu mempercepat regenerasi jaringan dari dalam.

Bagi mereka yang mengalami kelelahan kronis, brain fog, atau penurunan stamina yang tidak memiliki penjelasan medis yang jelas, peningkatan oksigenasi ke otak dan sistem saraf yang ditawarkan HBOT dapat membantu kualitas fungsi kognitif dan energi harian.

Bagi mereka yang aktif secara fisik dan ingin memaksimalkan recovery pasca latihan atau kompetisi, HBOT dapat menjadi bagian dari protokol pemulihan atlet profesional dan kini tersedia dengan standar yang sama di Seraphim Medical Center.

dr. Ravenska menegaskan bahwa sebelum memutuskan menjalani HBOT, evaluasi medis tetap menjadi langkah yang tidak bisa dilewati.

“Terapi ini memiliki indikasi dan kontraindikasi yang harus dinilai secara individual. Hasilnya bisa sangat signifikan ketika diberikan kepada pasien yang tepat, dengan panduan klinis yang benar,” tegas dr. Ravenska.

Pada akhirnya, HBOT bukan hanya tentang mempercepat pemulihan dari kondisi yang sudah ada. Ini tentang memahami bahwa tubuh yang bekerja optimal adalah tubuh yang mendapat suplai oksigen yang optimal, dan bahwa standar “cukup” tidak selalu sama dengan standar “terbaik.”

“Bagi kamu yang selama ini sudah melakukan semua hal yang benar tapi merasa tubuh belum benar-benar pulih, mungkin yang dibutuhkan bukan lebih banyak obat atau lebih banyak istirahat,melainkan pendekatan yang lebih dalam, yang bekerja langsung di level jaringan dan sel,” ungkap dr. Ravenska.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260814162823-33-759454/sudah-minum-obat-istirahat-cukup-tapi-kenapa-belum-pulih

Mengapa NTT Rawan Gempa Besar? Ini Penyebab & Sejarah Gempa Dahsyatnya

Mengapa NTT Rawan Gempa Besar? Ini Penyebab & Sejarah Gempa Dahsyatnya

Jakarta, CNBC Indonesia – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,0 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa ini memperpanjang deretan catatan gempa besar di provinsi tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada 04.58 WIB, dengan lokasi 8,33 Lintang Selatan dan 121,32 Bujur Timur. Pusat gempa berada sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa memicu tsunami setidaknya di 10 wilayah dan menewaskan dua orang. Peringatan tsunami sudah dicabut.

Catatan Sejarah Gempa Besar NTT
NTT menjadi salah satu wilayah Indonesia yang rawan gempa.

Bersama Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB), NTT merupakan bagian dari Kepulauan Sunda Kecil, gugusan pulau yang berada di antara timur Jawa dan Kepulauan Banda.

Kawasan ini terletak di zona transisi Busur Sunda-Banda, tepat di wilayah pertemuan Lempeng Eurasia dan Australia, sehingga memiliki aktivitas seismik yang tinggi.

Aktivitas kegempaan di kawasan ini tidak hanya dipicu oleh pertemuan lempeng. Ada pula Flores Back-Arc Thrust (FBT), yakni sistem patahan di busur belakang yang terbentuk akibat proses subduksi. Kombinasi pertemuan lempeng dan patahan aktif tersebut membuat Bali, NTB, hingga NTT memiliki sejumlah sumber gempa.

Catatan dalam katalog BMKG menunjukkan besarnya aktivitas tersebut. Sejumlah gempa besar pernah mengguncang NTT, antara lain di Flores pada 1992 hingga gempa Alor pada 2015.

Kawasan NTT memiliki sejumlah sumber kegempaan. Aktivitasnya berasal dari zona subduksi di selatan NTT, Flores Back-Arc Thrust di utara, sesar-sesar aktif di daratan, serta zona outer rise di selatan NTT.

Artinya, gempa di NTT tidak berasal dari satu garis patahan saja. Ada beberapa sistem tektonik yang dapat menyimpan dan kemudian melepaskan energi dalam bentuk gempa.

Risiko Tsunami Juga Tinggi

Posisi NTT yang dikelilingi laut membuat gempa kuat di kawasan tertentu juga berpotensi memicu tsunami.

Sejarah mencatat gempa Alor M7,5 pada 2004 memicu tsunami dengan ketinggian sekitar 2 meter di Dili dan Alor. Gempa tersebut juga menyebabkan 31 orang meninggal, 400 orang luka-luka, serta kerusakan pada ratusan rumah dan bangunan.

Sementara pada 2021, gempa M7,5 di Flores kembali memicu tsunami, meskipun ketinggiannya tercatat 0,07 meter.

Ada sejumlah faktor mengapa gempa besar kerap terjadi di NTT:

1. Ada tumbukan lempeng Indo-Australia dan Eurasia

NTT berada di kawasan pertemuan dan tumbukan lempeng tektonik. Lempeng Indo-Australia bergerak dan menunjam ke bawah sistem lempeng Eurasia.

Aktivitas penunjaman ini menjadi salah satu sumber utama gempa di kawasan Nusa Tenggara. BMKG menyebut NTT sebagai wilayah aktif gempa akibat interaksi Lempeng Indo-Australia dengan Eurasia.

2. Ada Flores Back-Arc Thrust di utara NTT

Ini salah satu penyebab penting di NTT.

Di sebelah utara Flores terdapat struktur Flores Back-Arc Thrust, yakni zona sesar naik yang membentang di kawasan Laut Flores. Struktur ini sangat aktif dan dapat menghasilkan gempa dangkal dengan magnitudo besar.

Inilah salah satu alasan mengapa wilayah Flores dan pulau-pulau di sekitarnya berulang kali mengalami gempa kuat.

NTT punya beberapa sumber kegempaan sekaligus. BMKG menyebut setidaknya ada zona subduksi di selatan NTT, Flores Back-Arc Thrust di utara, sesar-sesar aktif di daratan;, hingga zona outer rise di selatan NTT.

Berdasarkan data Katalog Gempabumi Signifikan & Merusak Tahun 1821-2023 yang diterbitkan Pusat gempabumi dan tsunami BMKG, berikut gempa besar di atas M6 yang pernah mengguncang NTT:

1. Gempa Flores 1992 – M7,5
Ini salah satu yang paling dahsyat dalam sejarah NTT. Gempa 12 Desember 1992 mengguncang Flores dan memicu tsunami. Katalog BMKG mencatat sekitar 2.500 orang meninggal atau hilang, lebih dari 500 orang luka-luka, dan sekitar 90% bangunan di Maumere hancur. Tsunami masuk hingga 300 meter ke daratan dan mencapai 26 meter di Kalaotoa.

2. Gempa Flores 2021 – M7,5
Pada 14 Desember 2021, gempa M7,5 berpusat di laut sekitar 112 km barat laut Larantuka. BMKG mencatat tsunami 0,07 meter. Dampaknya mencapai 5.064 warga mengungsi dan 736 rumah rusak.

3. Gempa Alor 2004 – M7,5
Gempa 12 November 2004 berpusat di sekitar Kalabahi, Alor, dengan kedalaman hanya 10 km. Tsunami sekitar 2 meter teramati di Dili dan Alor. Katalog mencatat 31 orang meninggal, 400 orang luka-luka, serta kerusakan pada ratusan rumah dan bangunan.

Gempa besardi NTT 1821-2023

Tahun Tanggal Wilayah Magnitudo Kedalaman Tsunami Dampak utama
2021 14 Desember Flores, NTT 7,5 12 km Ya 5.064 warga mengungsi, 736 rumah rusak; tsunami 0,07 m
2016 12 Februari Sumba Barat 6,6 10 km Tidak 2 fasilitas umum rusak sedang, 7 sekolah dan 10 rumah rusak ringan
2015 04-Nov Alor 6,2 89 km Tidak 1.098 rumah rusak berat dan 64 fasilitas publik rusak
2004 12-Nov Kalabahi, Alor 7,5 10 km Ya 31 meninggal, 400 luka-luka, sekitar 500 rumah dan sejumlah bangunan rusak
1992 12 Desember Flores, NTT 7,5 28 km Ya Sekitar 2.500 orang meninggal/hilang; sekitar 90% bangunan Maumere hancur
1991 4 Juli Kalabahi, Alor 6,2 29 km Tidak 23 meninggal, 181 luka-luka, 5.400 kehilangan tempat tinggal, 1.150 bangunan hancur
1989 15 Juli Alor Timur 6,4 10 km Tidak 29 rumah roboh; puluhan rumah dan fasilitas umum rusak
1975 30 Juli Kupang 6,1 30 km Tidak Dinding rumah banyak yang rontok dan tembok retak

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/research/20260815091227-128-759597/mengapa-ntt-rawan-gempa-besar-ini-penyebab-sejarah-gempa-dahsyatnya

Di Tengah Tren Wellness Modern, Tradisi Nusantara Masih Relevan

Di Tengah Tren Wellness Modern, Tradisi Nusantara Masih Relevan

Jakarta: Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia, owner Kutus Kutus Fazli Hasniel Sugiharto atau Arniel Sugiharto mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan tidak hanya sebagai perjalanan sejarah bangsa, tetapi juga sebagai momentum menjaga tradisi merawat diri yang diwariskan lintas generasi.

Menurut Arniel, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang tidak hanya tercermin melalui seni, bahasa, dan kuliner, tetapi juga melalui kebiasaan menjaga kebugaran dan keseimbangan hidup. Tradisi tersebut dinilai tetap relevan di tengah kehidupan modern.

“Setiap bangsa memiliki identitas yang membedakannya. Indonesia memiliki tradisi panjang dalam merawat tubuh, menjaga keseimbangan hidup, dan memanfaatkan kekayaan alam secara bijaksana. Menurut saya, kemerdekaan juga berarti memiliki kebebasan untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan tersebut agar tetap hidup di tengah masyarakat,” ujar Arniel dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Tradisi merawat diri jadi warisan budaya

Arniel menilai momentum peringatan kemerdekaan juga dapat menjadi pengingat bangsa Indonesia memiliki warisan budaya yang tumbuh dari kehidupan sehari-hari, termasuk kebiasaan menjaga kesehatan dan kebugaran melalui cara-cara sederhana.

Jauh sebelum istilah wellness dikenal luas, masyarakat Indonesia telah memiliki berbagai tradisi untuk menjaga kenyamanan tubuh, seperti minuman berbahan rempah, pijat keluarga, penggunaan minyak balur, hingga kebiasaan beristirahat setelah beraktivitas. Kebiasaan tersebut tidak sekadar menjadi rutinitas, melainkan bagian dari cara hidup yang diwariskan lintas generasi.

Tradisi tersebut berkembang tidak hanya saat masyarakat menghadapi keluhan kesehatan, tetapi juga sebagai bentuk kesadaran untuk menjaga kondisi tubuh sejak dini. Menurut Arniel, cara pandang tersebut masih relevan hingga saat ini.

“Kita sering mencari sesuatu yang baru, padahal banyak nilai baik sudah hidup di sekitar kita sejak lama. Tradisi merawat diri yang tumbuh di keluarga-keluarga Indonesia adalah kekayaan budaya yang patut kita jaga bersama,” kata dia.

Kearifan lokal dan gaya hidup modern

Di tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, banyak masyarakat mulai mencari keseimbangan melalui kebiasaan sederhana yang memberikan rasa nyaman. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kemajuan tidak selalu berarti meninggalkan tradisi.

Indonesia juga dikenal memiliki kekayaan hayati yang melimpah. Beragam tanaman herbal telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah. Namun, menurut Arniel, kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga pada nilai kebersamaan, kepedulian terhadap keluarga, kesabaran, dan penghormatan terhadap alam.

Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi yang membentuk karakter tradisi wellness Indonesia. Arniel mengatakan pihaknya ingin menghadirkan lebih banyak cerita mengenai budaya, tradisi, komunitas, dan pengalaman masyarakat dalam merawat diri melalui berbagai kanal komunikasi.

“Kami ingin berbicara bukan hanya tentang produk, tetapi juga tentang cara hidup. Tentang bagaimana masyarakat Indonesia sejak lama mengenal berbagai kebiasaan yang membantu menjaga kenyamanan, keseimbangan, dan kualitas hidup. Menurut saya, semua itu adalah bagian dari kekayaan Wellness Nusantara yang layak terus diceritakan,” ujar dia.

Bagi Arniel, memperingati Hari Kemerdekaan tidak hanya berarti mengenang perjuangan para pendiri bangsa, tetapi juga menjaga warisan budaya yang membentuk identitas Indonesia. Di tengah perubahan zaman, tradisi merawat diri dinilai tetap relevan untuk diteruskan kepada generasi muda.

Sumber : https://www.metrotvnews.com/read/NrWC86oJ-di-tengah-tren-wellness-modern-tradisi-nusantara-masih-relevan

Tanaman Tamanu dari Sulawesi Ternyata Punya Senyawa Bioaktif untuk Kulit, Ini Fakta Ilmiahnya!

Tanaman Tamanu dari Sulawesi Ternyata Punya Senyawa Bioaktif untuk Kulit, Ini Fakta Ilmiahnya!

JAKARTA, iNews.id – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Di antara kekayaan tersebut, ada tanaman yang mungkin belum terlalu familiar bagi masyarakat luas, tetapi mulai menarik perhatian dalam penelitian bahan aktif untuk perawatan kulit, tamanu.

Tanaman yang dikenal dengan nama ilmiah Calophyllum inophyllum ini selama bertahun-tahun telah dimanfaatkan sebagai sumber minyak nabati. Minyak yang diekstrak dari bagian tertentu tanaman Tamanu kemudian dikenal sebagai Tamanu Oil dan banyak digunakan dalam berbagai produk perawatan kulit.

Namun, cerita mengenai Tamanu ternyata tidak sesederhana minyak alami untuk kulit. Di balik minyaknya terdapat berbagai komponen bioaktif yang menarik untuk diteliti.
Bahkan, pendekatan ilmiah terhadap tanaman ini kini mulai diarahkan untuk mengetahui bagian mana yang benar-benar memiliki aktivitas biologis dan bagaimana potensinya dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Tamanu, Tanaman yang Tumbuh di Kawasan Tropis

Tamanu merupakan tanaman tropis yang dapat ditemukan di berbagai wilayah Asia dan Pasifik, termasuk Indonesia.

Tanaman ini dikenal sebagai pohon yang mampu tumbuh di lingkungan tropis dan pesisir. Buahnya dapat menghasilkan minyak yang selama ini dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan, termasuk perawatan kulit.

Di Indonesia, keberadaan Tamanu menjadi menarik karena tanaman ini merupakan bagian dari kekayaan biodiversitas yang sebenarnya memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh.

Yang menjadi perhatian bukan hanya keberadaan pohonnya, tetapi juga senyawa-senyawa yang terkandung di dalamnya.

Mengapa Tamanu Menarik bagi Dunia Skincare?

Salah satu alasan Tamanu menarik perhatian peneliti adalah keberadaan komponen bioaktif di dalamnya.

Menurut laporan From This Island, Tamanu Oil secara alami mengandung berbagai senyawa yang kemudian dipelajari karena berpotensi memiliki aktivitas biologis, termasuk aktivitas yang berkaitan dengan perawatan kulit.

Namun, penggunaan minyak tanaman secara utuh tidak selalu berarti seluruh komponennya memberikan manfaat yang sama.

Justru di sinilah penelitian menjadi penting.

Daripada menggunakan seluruh komponen minyak, peneliti dapat mempelajari fraksi tertentu untuk mengetahui senyawa mana yang paling potensial dan bagaimana karakteristiknya terhadap kulit.

Pendekatan seperti ini membuat tanaman tidak hanya dipandang sebagai ‘bahan alami‘, tetapi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat diteliti secara ilmiah.

Tamanu Oil dan Kulit Berjerawat Ternyata Tidak Sesederhana Itu

Ada anggapan bahwa karena Tamanu berasal dari tanaman dan dikenal baik untuk kulit, maka Tamanu Oil otomatis cocok untuk semua jenis kulit. Faktanya, karakter minyak tetap perlu diperhatikan.

Tamanu Oil dalam bentuk konvensional memiliki tekstur yang relatif padat dan kaya lipid. Pada sebagian orang dengan kulit yang mudah berjerawat, karakter tersebut dapat terasa terlalu berat.

Artinya, potensi biologis tanaman dan bentuk bahan yang digunakan merupakan dua hal yang berbeda.

Tanamannya bisa memiliki senyawa yang menarik, tetapi cara mengambil, memurnikan, dan memformulasikan senyawa tersebut tetap menentukan bagaimana bahan itu digunakan pada kulit.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan Tamanu terus diteliti. From This Island, bersama Sekolah Farmasi ITB dan EBM Scitech Research Center, melakukan riset hampir tiga tahun untuk mengeksplorasi potensi Tamanu dan mengoptimalkan proses pemisahan serta pemurnian fraksi bioaktifnya.

Dari penelitian tersebut kemudian dikembangkan PolyAcNix, proprietary bioactive yang digunakan dalam Tamanu Acne Series.

Dalam pengujian laboratorium, fraksi bioaktif tersebut dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri yang lebih tinggi dibandingkan Tamanu Oil konvensional.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa potensi tanaman tidak harus dimanfaatkan dalam bentuk mentahnya. Peneliti dapat mencari komponen yang paling relevan, kemudian mengembangkannya menjadi bahan aktif dengan fungsi yang lebih spesifik.

Ada Potensi untuk Merawat Kulit Berjerawat?

Penelitian terhadap Tamanu kemudian berkembang ke pemanfaatannya dalam produk untuk kulit berjerawat.

Pada Tamanu Acne Defense Serum, misalnya, hasil pengujian klinis yang disampaikan menunjukkan adanya pengurangan jerawat meradang pada 81 persen subjek setelah 14 hari penggunaan. Hasil pengujian laboratorium juga menunjukkan pengurangan tampilan pori hingga 86,8 persen.

Namun, angka tersebut merupakan hasil pengujian terhadap formula produk tertentu, sehingga tidak dapat langsung diartikan bahwa seluruh Tamanu Oil atau semua produk berbahan Tamanu akan memberikan hasil yang sama.

Ini penting karena tanaman, ekstrak, fraksi bioaktif, dan produk jadi merupakan hal yang berbeda.

Tamanu pada akhirnya memberikan gambaran menarik tentang bagaimana biodiversitas Indonesia dapat dikembangkan menjadi bahan yang memiliki nilai tambah.

Tanaman yang tumbuh di kawasan tropis tidak hanya dapat dilihat dari bentuk fisiknya atau minyak yang dihasilkan. Di dalamnya terdapat berbagai komponen kimia yang masih dapat diteliti untuk mengetahui potensi biologisnya.

Karena itu, masa depan bahan alami dalam industri skincare bukan sekadar kembali menggunakan tanaman tradisional. Yang jauh lebih menarik adalah ketika kekayaan alam tersebut bertemu dengan ilmu farmasi, teknologi ekstraksi, pemurnian, pengujian laboratorium, hingga uji klinis.

Tamanu menjadi salah satu contoh bagaimana tanaman dari Indonesia dapat diteliti lebih dalam untuk menemukan potensi yang sebelumnya mungkin belum banyak diketahui.

Sumber : https://www.inews.id/techno/sains/tanaman-tamanu-dari-sulawesi-ternyata-punya-senyawa-bioaktif-untuk-kulit-ini-fakta-ilmiahnya

Macan Kumbang Gunung Prau Masuk Permukiman Warga di Batang, Dievakuasi ke BDC

Macan Kumbang Gunung Prau Masuk Permukiman Warga di Batang, Dievakuasi ke BDC

BATANG, iNews.id – Seekor macan kumbang yang masuk ke permukiman warga di Dusun Ngasinan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kini menjalani perawatan intensif di Batang Dolphin Center (BDC). Satwa dilindungi tersebut dievakuasi petugas gabungan setelah sempat membuat geger warga setempat.

Proses evakuasi dilakukan tim gabungan dengan menggunakan obat bius. Macan kumbang jantan yang diperkirakan berusia 10 tahun tersebut langsung dilarikan ke BDC untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim dokter hewan, kaki kanan depan macan kumbang tersebut mengalami luka yang diduga sudah berlangsung selama beberapa hari. Kondisi ini membuat satwa liar tersebut kesulitan berburu mangsa di habitat aslinya.

Saat dievakuasi, berat badan macan kumbang itu hanya sekitar 25 kilogram, tergolong sangat kurus untuk ukuran macan dewasa seusianya.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Dyah Sulistyari menyatakan, kondisi satwa saat ini masih dalam pengawasan ketat oleh tim medis sebelum nantinya siap dilepasliarkan kembali.

“Saat ini kondisi satwa masih dalam pengawasan ketat dan mendapatkan penanganan intensif dari tim dokter,” ujar Kepala BKSDA Jateng, Dyah Sulistyari, Jumat(14/8/2026).

BKSDA Jawa Tengah mengidentifikasi macan kumbang tersebut berasal dari kawasan lereng Gunung Prau di sekitar Dataran Tinggi Dieng. Turunnya satwa pemangsa ini ke pemukiman warga diduga kuat dipengaruhi oleh kondisi musim kemarau, yang memaksa satwa liar bergerak lebih jauh untuk mencari makanan.

Sebelum akhirnya berhasil dievakuasi tanpa menimbulkan korban jiwa, macan kumbang tersebut sempat memangsa beberapa ternak milik warga berupa ayam dan marmut.

Sebagai langkah antisipasi dan pemantauan aktivitas satwa liar, BKSDA telah memasang camera trap di lokasi awal munculnya macan kumbang. Selain di Bawang, pemasangan kamera pemantau juga dilakukan di sejumlah kawasan konservasi lain di Jawa Tengah, seperti Gunung Muria, Gunung Lawu, Gunung Ungaran, hingga Pulau Nusakambangan.

Sumber : https://www.inews.id/regional/jateng/macan-kumbang-gunung-prau-masuk-permukiman-warga-di-batang-dievakuasi-ke-bdc

6 Tanda Anak Mulai Bisa Mengendalikan Emosi, Asuhan Ortu Sukses!

6 Tanda Anak Mulai Bisa Mengendalikan Emosi, Asuhan Ortu Sukses!

Jakarta, CNN Indonesia — Kemampuan anak mengendalikan emosi tidak muncul begitu saja, tetapi berkembang perlahan seiring pertumbuhan otak. Jika Anda mulai melihat tanda anak mulai bisa mengendalikan emosi, artinya pola pengasuhan Anda berhasil.

Adapun secara umum, banyak anak mengalami kemajuan besar dalam mengatur perilaku dan emosinya pada usia 3 hingga 7 tahun. Pada fase ini, peran orang tua sangat penting sebagai pendamping.

Tanda anak mulai bisa mengendalikan emosi

Pada lima tahun kehidupan pertama anak, ada beberapa bagian otak yang masih membutuhkan waktu lebih lama untuk matang, salah satunya prefrontal cortex.

Mengutip Cleveland Clinic, bagian otak ini yang berperan dalam pengendalian diri, pengambilan keputusan, dan pengelolaan emosi. Jadi, wajar jika anak kecil masih sering kesulitan menahan keinginan, marah, atau menyesuaikan diri dengan situasi baru.

Meski begitu, merangkum dari berbagai sumber, ada sejumlah tanda anak mulai bisa mengendalikan emosi yang bisa dikenali orang tua dalam keseharian:

1. Mampu mengikuti rutinitas

Menurut laman Edutopia, salah satu tandanya, yakni anak mulai mampu mengikuti rutinitas harian. Anak mungkin belum paham soal jam, tetapi ia mulai mengerti urutan kegiatan yang berulang, seperti makan, mandi, belajar, lalu bermain.

Ketika anak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, ia cenderung lebih tenang dan tidak mudah rewel saat berpindah aktivitas.

2. Mampu bertransisi dari kegiatan menyenangkan

Anak yang mulai bisa berpindah dari aktivitas menyenangkan ke aktivitas lain tanpa banyak drama, menunjukkan perkembangan pengendalian emosi. Misalnya, ia bisa meninggalkan taman bermain untuk pulang, atau berhenti memakai gawai saat waktu belajar tiba.

3. Mulai sabar menunggu giliran

Kesabaran menunggu giliran merupakan milestone penting pada usia 3-5 tahun. Anak yang sudah mampu mengantre, menunggu saat berbicara, atau tidak langsung berebut mainan, menunjukkan kemampuan mengatur keinginan.

4. Mampu mengikuti instruksi

Anak yang dapat mendengarkan dan menjalankan instruksi sederhana, seperti merapikan mainan atau mencuci tangan sebelum makan, berarti ia mulai bisa menahan impuls.

Kemampuan ini menandakan anak bisa fokus pada arahan dan tidak selalu bertindak spontan. Makin baik anak mengikuti instruksi, makin kuat pula kontrol emosinya berkembang.

5. Bisa fokus pada satu aktivitas lebih lama

Daya fokus yang mulai meningkat juga menjadi tanda penting. Anak yang bisa duduk lebih tenang saat membaca buku, mewarnai, atau menyusun balok cukup lama, menunjukkan kemampuan konsentrasi yang membaik.

6. Bisa menenangkan diri setelah marah atau sedih

Anak yang mulai mampu menarik napas, diam sejenak, atau mencari pelukan orang tua setelah kecewa, menunjukkan kemajuan besar dalam pengendalian diri.

Ia belum tentu selalu tenang sempurna, tetapi mulai punya cara untuk kembali stabil setelah emosi memuncak.

Tips mengajarkan anak mengendalikan emosi

Jika tanda-tanda di atas belum tampak jelas, Anda tidak perlu khawatir. Yang terpenting, sebagai role model, teruslah mengajarkan dan memberi contoh dalam mengendalikan emosi.

Mengutip laman Happy Families, ada sedikit panduan yang bisa diterapkan. Anda bisa mendiskusikan soal pengendalian emosi dengan bahasa sederhana kepada anak.

Misalnya, ceritakan bagaimana sikap tenang membantu Ayah atau Ibu menyelesaikan masalah. Ajak anak juga menceritakan bagaimana ia berhasil mengendalikan dirinya hari itu. Lakukan ini secara rutin agar anak memahami bahwa pengendalian emosi adalah hal penting.

Saat anak mulai kehilangan kendali, beri gentle reminder untuk tetap tenang dan memilih tindakan yang baik. Jangan lupa, orang tua juga perlu memberi contoh yang konsisten.

Selain itu, hindari memberi reward berlebihan setiap kali anak berhasil mengendalikan emosi, karena ini justru menunjukkan orang tualah yang mengendalikan anak. Anda tentu ingin motivasi pengendalian emosi anak datang dari dalam dirinya sendiri.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260814101930-284-1392186/6-tanda-anak-mulai-bisa-mengendalikan-emosi-asuhan-ortu-sukses