Kalender Agustus 2026 Lengkap dengan Tanggal Merah, Hari Libur, Kalender Jawa, Bali, dan Hijriah

Kalender Agustus 2026 Lengkap dengan Tanggal Merah, Hari Libur, Kalender Jawa, Bali, dan Hijriah

KOMPAS.com – Memasuki Agustus 2026, masyarakat mulai mencari informasi mengenai kalender Agustus 2026 lengkap dengan tanggal merah, termasuk daftar hari libur nasional, kalender Jawa, kalender Bali, hingga kalender Hijriah.

Bulan Agustus identik dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, pada bulan ini juga terdapat hari besar keagamaan yang ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, terdapat dua tanggal merah nasional selama Agustus 2026.

Kalender Bulan Agustus 2026

Agustus 2026 Dimulai pada Hari Sabtu

Kalender Agustus 2026 memiliki 31 hari dan dimulai pada Sabtu, 1 Agustus 2026, kemudian berakhir pada Senin, 31 Agustus 2026.

Dalam kalender Hijriah Kementerian Agama, bulan Agustus 2026 berada pada dua bulan Islam, yaitu:

  • 1–24 Agustus 2026: Bulan Safar 1448 Hijriah.
  • Mulai 25 Agustus 2026: Bulan Rabiul Awal (Mulud) 1448 Hijriah.

Tanggal Merah Agustus 2026

Ada Dua Hari Libur Nasional

Berikut daftar tanggal merah pada Agustus 2026:

Tanggal Hari Keterangan
17 Agustus 2026 Senin Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
25 Agustus 2026 Selasa Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

Kedua tanggal tersebut tercantum dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama.

Hari Libur Bulan Agustus 2026

Selain Tanggal Merah, Ada Libur Akhir Pekan

Jika digabung dengan hari Sabtu dan Minggu, maka hari libur selama Agustus 2026 meliputi:

  • Sabtu, 1 Agustus
  • Minggu, 2 Agustus
  • Sabtu, 8 Agustus
  • Minggu, 9 Agustus
  • Sabtu, 15 Agustus
  • Minggu, 16 Agustus
  • Senin, 17 Agustus (Hari Kemerdekaan RI)
  • Sabtu, 22 Agustus
  • Selasa, 25 Agustus (Maulid Nabi Muhammad SAW)
  • Sabtu, 29 Agustus
  • Minggu, 30 Agustus

25 Agustus Libur Apa?

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Pertanyaan “25 Agustus libur apa?” menjadi salah satu yang paling banyak dicari masyarakat.

Jawabannya, Selasa, 25 Agustus 2026 merupakan hari libur nasional dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Dalam kalender Hijriah Kementerian Agama, tanggal tersebut juga menandai 1 Rabiul Awal (Mulud) 1448 Hijriah, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Kalender Jawa Bulan Agustus 2026

Bertepatan dengan Bulan Sapar dan Mulud

Berdasarkan kalender Jawa yang terdapat pada Kalender Hijriah Kementerian Agama, Agustus 2026 berada pada dua bulan Jawa, yaitu:

  • Sapar
  • Mulud

Sementara siklus hari pasaran Jawa yang muncul selama Agustus terdiri atas:

  • Legi
  • Pahing
  • Pon
  • Wage
  • Kliwon

Informasi ini memudahkan masyarakat yang masih menggunakan penanggalan Jawa untuk berbagai keperluan adat maupun budaya.

Kalender Bali Agustus 2026

Tetap Menggunakan Sistem Pawukon

Selain kalender nasional dan Hijriah, masyarakat Bali juga mengenal kalender Bali atau Pawukon yang berjalan berdampingan dengan kalender Masehi.

Kalender Bali memuat siklus Wuku, Pancawara, dan Saptawara yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan upacara adat maupun keagamaan.

Karena perhitungannya mengikuti sistem Pawukon, kalender Bali Agustus 2026 dapat berbeda dengan penanggalan Masehi dalam menentukan hari-hari baik maupun pelaksanaan upacara adat.

Kalender Hijriah Agustus 2026

Transisi dari Safar ke Rabiul Awal

Kalender Hijriah Agustus 2026 terdiri atas dua bulan Islam:

  • Safar 1448 H
  • Rabiul Awal (Mulud) 1448 H

Momentum penting pada bulan ini adalah 1 Rabiul Awal 1448 H yang jatuh pada 25 Agustus 2026, sekaligus diperingati sebagai Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ringkasan Kalender Agustus 2026

Informasi Penting

Jumlah hari: 31 hari
Awal bulan: Sabtu, 1 Agustus 2026
Akhir bulan: Senin, 31 Agustus 2026

Tanggal merah:

17 Agustus 2026 (Hari Kemerdekaan RI)
25 Agustus 2026 (Maulid Nabi Muhammad SAW)

Kalender Hijriah:

Safar 1448 H
Rabiul Awal 1448 H

Kalender Jawa:

Sapar
Mulud

Sumber : https://cahaya.kompas.com/aktual/26H01093824390/kalender-agustus-2026-lengkap-dengan-tanggal-merah-hari-libur-kalender-jawa-bali

Jangan Masukkan 7 Barang Ini ke Bagasi Pesawat

Jangan Masukkan 7 Barang Ini ke Bagasi Pesawat

Jakarta, CNN Indonesia — Saat bepergian menggunakan pesawat, mengatur barang bawaan menjadi hal penting. Pasalnya, tidak semua barang dapat dibawa bebas demi menjaga keamanan penerbangan.

Berikut daftar barang yang sebaiknya tidak dimasukkan bagasi untuk menghindari kendala pemeriksaan di bandara.

Setiap maskapai dan negara memiliki aturan tertentu terkait pembatasan barang bawaan, terutama yang berhubungan dengan keselamatan penerbangan. Beberapa barang mungkin terlihat aman digunakan sehari-hari, tetapi dapat menimbulkan risiko jika dibawa dalam pesawat.

Aturan ini umumnya mengacu pada standar keselamatan penerbangan internasional seperti ketentuan dari International Air Transport Association (IATA) dan International Civil Aviation Organization (ICAO).

Selain itu, terdapat barang tertentu yang membutuhkan persetujuan maskapai sebelum dibawa ke dalam pesawat.

Barang yang sebaiknya tidak dimasukkan bagasi

Oleh karena itu, sebelum melakukan perjalanan, pastikan Anda mengecek kembali isi koper agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dikutip dari laman Singapore Airlines, berikut beberapa barang yang sebaiknya tidak dimasukkan bagasi agar perjalanan menjadi lebih nyaman dan aman.

1. Bahan peledak dan mudah terbakar

Barang pertama yang dilarang untuk dimasukkan ke dalam bagasi adalah benda yang mengandung bahan peledak atau mudah terbakar. Contohnya seperti kembang api, petasan, suar, amunisi, hingga benda dengan kandungan bahan piroteknik lainnya.

Selain itu, cairan mudah terbakar seperti cat, lem tertentu, bahan bakar korek, dan bahan kimia berisiko tinggi juga tidak diperbolehkan.

Barang-barang tersebut dapat membahayakan keselamatan penerbangan karena berpotensi memicu kebakaran atau reaksi berbahaya selama perjalanan udara.

2. Gas bertekanan dan bahan kimia berbahaya

Gas bertekanan seperti tabung butana, propana, tabung selam, hingga isi ulang bahan bakar korek termasuk barang yang tidak boleh dibawa dalam bagasi. Perubahan tekanan selama penerbangan dapat meningkatkan risiko kebocoran atau kerusakan pada wadah penyimpanan gas.

Selain itu, bahan kimia berbahaya seperti pemutih konsentrasi tinggi, zat korosif, pestisida, racun, asam, alkali, hingga material radioaktif juga masuk dalam kategori barang terlarang. Barang tersebut dapat membahayakan penumpang, kru, maupun pesawat.

3. Power bank dan baterai lithium cadangan

Salah satu barang yang sebaiknya tidak dimasukkan bagasi adalah power bank atau baterai lithium cadangan. Barang elektronik dengan baterai lithium memiliki aturan khusus karena dapat menimbulkan risiko panas berlebih jika mengalami kerusakan.

Power bank dan baterai cadangan umumnya harus dibawa ke kabin, bukan dimasukkan ke dalam bagasi tercatat. Pastikan juga kapasitas baterai sesuai dengan aturan maskapai sebelum bepergian.

Hindari membawa baterai yang rusak atau pernah mengalami penarikan produk demi keamanan penerbangan.

4. Senjata, benda tajam, dan barang berbahaya lainnya

Senjata api, replika senjata, pistol mainan yang menyerupai senjata asli, serta bagian dari senjata termasuk barang yang tidak diperbolehkan dalam penerbangan. Begitu juga dengan benda yang berpotensi digunakan sebagai alat berbahaya.
Beberapa benda tajam seperti pisau, pedang, gunting tertentu, dan alat tajam lainnya juga memiliki pembatasan.

Untuk menghindari masalah saat pemeriksaan keamanan, sebaiknya periksa kembali aturan maskapai terkait barang-barang tersebut sebelum membawanya.

5. Rokok elektrik atau vape

Rokok elektrik atau vape termasuk barang yang memiliki aturan khusus dalam penerbangan. Perangkat ini biasanya tidak diperbolehkan masuk ke dalam bagasi tercatat karena menggunakan baterai lithium yang memerlukan penanganan khusus.

Jika aturan negara dan maskapai mengizinkan, rokok elektrik umumnya hanya boleh dibawa di kabin atau bersama penumpang. Namun, penggunaannya tetap dilarang selama berada di dalam pesawat.

Pastikan juga untuk mengecek regulasi negara tujuan karena beberapa negara memiliki larangan terhadap kepemilikan maupun penggunaan rokok elektrik.

6. Cairan, aerosol, dan gel

Cairan, aerosol, dan gel memiliki aturan khusus, terutama untuk barang bawaan kabin. Produk seperti parfum, sampo, gel rambut, pasta gigi, krim, losion, hingga deodoran cair biasanya hanya diperbolehkan dalam ukuran tertentu.

Umumnya, cairan yang dibawa ke kabin harus berada dalam wadah maksimal 100 ml dan ditempatkan dalam kantong plastik transparan sesuai ketentuan.

Untuk ukuran yang lebih besar, penumpang perlu memastikan apakah barang tersebut dapat dimasukkan ke bagasi sesuai aturan maskapai.

7. Barang elektronik yang tidak dapat dimatikan

Barang elektronik yang tidak dapat dimatikan sepenuhnya juga menjadi salah satu barang yang perlu diperhatikan sebelum masuk ke bagasi. Perangkat elektronik yang terus aktif berpotensi mengganggu aturan keselamatan penerbangan.

Pastikan seluruh perangkat seperti mainan elektronik, kamera, laptop, atau gadget lainnya dapat dimatikan sepenuhnya sebelum perjalanan. Hindari membiarkan perangkat berada dalam mode tidur (sleep mode) atau menyala otomatis ketika disimpan dalam bagasi.

Nah, itulah daftar barang yang sebaiknya tidak dimasukkan bagasi agar perjalanan udara yang lebih aman, nyaman, dan sesuai aturan. Sebelum berangkat, selalu periksa kembali regulasi maskapai dan negara tujuan karena setiap wilayah dapat memiliki kebijakan tambahan.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260710085311-269-1379015/jangan-masukkan-7-barang-ini-ke-bagasi-pesawat

10 Negara dengan IQ Terendah di Dunia Menurut International IQ Test, Indonesia Masuk Peringkat Berapa?

10 Negara dengan IQ Terendah di Dunia Menurut International IQ Test, Indonesia Masuk Peringkat Berapa?

International IQ Test (IIT) 2025 merupakan laporan yang memuat pemeringkatan rata-rata skor IQ global berdasarkan hasil tes daring yang diikuti lebih dari 1,2 juta peserta dari berbagai negara sepanjang tahun 2025.

Laporan ini cukup menyita perhatian karena memberikan gambaran mengenai tren kemampuan kognitif di berbagai kawasan dunia, sekaligus memicu diskusi tentang pembangunan sumber daya manusia dan ketimpangan akses pendidikan antarnegara.

Meski demikian, hasil pemeringkatan ini tidak dapat dianggap sebagai representasi ilmiah yang sepenuhnya menggambarkan tingkat kecerdasan suatu bangsa.

Lantas, negara mana saja yang masuk dalam daftar negara dengan rata-rata IQ terendah di dunia menurut laporan tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

Daftar Negara dengan IQ Terendah di Dunia

Berdasarkan laporan International IQ Test (IIT) 2025 yang menghimpun hasil tes IQ daring dari 1.352.763 peserta di berbagai negara, berikut adalah daftar negara dengan rata-rata skor IQ terendah:

1. Somalia

Somalia menempati posisi pertama dalam daftar ini dengan rata-rata skor IQ 83,84 berdasarkan IIT 2025. Sebagai perbandingan, data Lynn/Becker 2019 mencatat skor rata-rata 67,67.

Konflik berkepanjangan yang melanda negara ini telah berdampak besar terhadap sektor pendidikan.

Di ibu kota Mogadishu maupun wilayah lainnya, banyak keluarga tidak mampu menyekolahkan anak-anak mereka.

Selain faktor ekonomi, akses pendidikan juga terhambat oleh jarak sekolah yang jauh, persoalan keamanan, minimnya tenaga pendidik, terutama guru perempuan, hingga norma sosial yang lebih mengutamakan pendidikan bagi anak laki-laki.

2. Timor-Leste

Timor-Leste berada di posisi kedua dengan rata-rata skor IQ 86,70 menurut IIT 2025. Negara ini tidak memiliki data pembanding dalam laporan Lynn/Becker 2019.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Namun, berbagai hambatan masih membayangi, seperti kondisi sekolah yang mulai menua, tingginya angka putus sekolah dan tinggal kelas, keragaman bahasa yang digunakan masyarakat, serta keterbatasan fasilitas pendidikan di daerah pedesaan.

3. Rwanda

Rwanda mencatat rata-rata skor IQ 86,90 dalam IIT 2025, sedangkan Lynn/Becker 2019 memberikan estimasi skor 69,95.

Meski dikenal sebagai salah satu negara dengan perkembangan pendidikan yang cukup baik di kawasan Afrika Sub-Sahara, Rwanda masih menghadapi tantangan.

Kemampuan dasar membaca dan berhitung siswa sekolah dasar belum optimal.

Selain itu, sebagian guru masih mengalami kesulitan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehingga proses pembelajaran cenderung menggunakan metode konvensional.

4. Nikaragua

Menurut IIT 2025, Nikaragua memperoleh rata-rata skor IQ 87,85, sementara data Lynn/Becker 2019 mencatat 52,69.

Negara ini telah menunjukkan kemajuan di bidang ekonomi maupun pendidikan.

Namun, ketimpangan sosial, tingkat kemiskinan, dan dinamika politik yang belum stabil masih menjadi tantangan.

Kondisi tersebut turut memengaruhi pemerataan akses terhadap pendidikan yang berkualitas.

5. Angola

Angola memperoleh rata-rata skor IQ 87,98 berdasarkan IIT 2025. Sementara itu, Lynn/Becker 2019 mencatat skor 75,10.

Dunia pendidikan Angola masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari rendahnya capaian belajar hingga meningkatnya jumlah anak yang tidak mengenyam pendidikan.

Pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi dan investasi pendidikan yang belum memadai turut memperbesar tantangan tersebut.

6. Gabon

Dalam laporan IIT 2025, Gabon mencatat rata-rata skor IQ 88,35, sedangkan Lynn/Becker 2019 menempatkannya pada angka 62,97.

Meski dikenal sebagai salah satu produsen minyak terbesar di Afrika, tingkat kesejahteraan masyarakat belum merata.

Data World Bank menunjukkan sekitar sepertiga penduduk Gabon masih hidup dalam kemiskinan, yang menjadi salah satu tantangan bagi pembangunan sumber daya manusia.

7. Uganda

Uganda memperoleh rata-rata skor IQ 88,49 menurut IIT 2025 dan 76,42 berdasarkan Lynn/Becker 2019.

Data sensus pada tahun 2024 menunjukkan sekitar 74 persen penduduk berusia 10 tahun ke atas telah memiliki kemampuan membaca dan menulis dalam sedikitnya satu bahasa.

Meski mengalami peningkatan, angka tersebut juga mengindikasikan bahwa sebagian masyarakat masih belum memiliki kemampuan literasi dasar secara memadai.

8. Republik Demokratik Kongo (RD Congo)

Republik Demokratik Kongo mencatat rata-rata skor IQ 88,60 dalam IIT 2025. Sebagai pembanding, Lynn/Becker 2019 memberikan skor 64,92.

Negara ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

Namun, pembangunan masih menghadapi berbagai kendala akibat konflik, ketidakstabilan politik, minimnya infrastruktur, serta dampak panjang eksploitasi kolonial yang menghambat perkembangan ekonomi dan pendidikan.

9. Afghanistan

Afghanistan memperoleh rata-rata skor IQ 89,31 berdasarkan IIT 2025, sedangkan Lynn/Becker 2019 mencatat skor 82,12.

Selama bertahun-tahun, Afghanistan menghadapi krisis politik, sosial, dan kemanusiaan yang berdampak besar terhadap sistem pendidikan.

Kondisi tersebut diperparah oleh bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan tanah longsor yang semakin menyulitkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan.

10. Tanzania

Tanzania berada di posisi kesepuluh dengan rata-rata skor IQ 89,57 menurut IIT 2025. Dalam laporan Lynn/Becker 2019, negara ini memperoleh skor 74,95.

Pemerintah Tanzania telah memperluas akses pendidikan, termasuk meningkatkan kesempatan belajar bagi anak perempuan.

Meski demikian, masih terdapat banyak anak usia sekolah yang belum pernah mengenyam pendidikan formal sehingga pemerataan kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah bagi negara tersebut.

Lalu, Indonesia di Urutan ke Berapa?

Berdasarkan pemeringkatan International IQ Test (IIT) 2025, Indonesia berada di peringkat ke-12 jika daftar disusun mulai dari negara dengan rata-rata skor IQ terendah.

Dalam laporan tersebut, Indonesia mencatat rata-rata skor 89,96, sehingga berada sedikit di atas 10 negara yang menempati posisi terbawah.

Sementara itu, apabila mengacu pada data Lynn/Becker 2019, posisi Indonesia tercatat berada di urutan ke-69 dengan rata-rata skor IQ 78,49.

Perbedaan hasil antara kedua laporan tersebut menunjukkan bahwa metode pengumpulan data, jumlah partisipan, serta pendekatan penelitian yang digunakan dapat menghasilkan pemeringkatan yang berbeda.

Oleh karena itu, data ini sebaiknya dipahami sebagai salah satu gambaran statistik, bukan sebagai ukuran mutlak untuk menilai tingkat kecerdasan suatu negara.

Sumber : https://www.inilah.com/daftar-negara-dengan-iq-terendah-di-dunia-menurut-international-iq-test

Polres Pasuruan Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Polres Pasuruan Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Pasuruan, MCI News – Kepedulian terhadap warga yang terdampak musim kemarau kembali ditunjukkan Polres Pasuruan Polda Jawa Timur dengan menyalurkan bantuan air bersih di sejumlah desa di Kecamatan Winongan dan Purwodadi, Senin (27/07/2026).

Dalam aksi kemanusiaan tersebut, Polres Pasuruan memodifikasi mobil patroli backbone menjadi armada pengangkut air bersih agar mampu menjangkau permukiman warga yang berada di jalan sempit dan sulit dilalui truk tangki berukuran besar.

Inovasi tersebut menjadi solusi untuk mempercepat distribusi air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air akibat kemarau. Dengan kendaraan yang lebih fleksibel, bantuan dapat disalurkan langsung hingga ke depan rumah warga.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat maupun penegakan hukum, tetapi juga memberikan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami hadir bukan hanya dalam hal kamtibmas dan penegakan hukum tetapi juga peduli terhadap kondisi masyarakat yang memerlukan bantuan,” tegas AKBP Harto.

Distribusi air bersih dilakukan melalui jajaran Polsek di wilayah terdampak sebagai bentuk respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat selama musim kemarau. Langkah tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan air untuk keperluan rumah tangga sehari-hari.

Sekretaris Desa Sumberejo, Abdul Muin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Pasuruan dan Polsek Winongan yang dinilai sangat membantu warga. Menurutnya, penggunaan mobil patroli sebagai armada distribusi air menjadi solusi efektif karena mampu menjangkau permukiman yang selama ini sulit dilalui kendaraan besar.

“Kami sangat berterima kasih kepada jajaran Polsek Winongan. Bantuan lewat mobil patroli ini benar-benar menyentuh langsung ke depan rumah warga yang jalannya sempit. Semoga aksi sosial seperti ini bisa terus berjalan rutin selama masa kekeringan belum berakhir,” tutur Abdul Muin.

Program penyaluran air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Pasuruan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan sekaligus memperkuat pelayanan kemanusiaan kepada warga.

Ke depan, Polres Pasuruan Polda Jatim berkomitmen terus memetakan wilayah yang mengalami krisis air bersih sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan secara berkala dan tepat sasaran selama musim kemarau masih berlangsung.

Sumber : https://mcinews.id/2026/07/28/polres-pasuruan-salurkan-air-bersih-untuk-warga-terdampak-kekeringan/

Setelah Lama Berdarah-darah, GoTo Akhirnya Cetak Laba Rp607 Miliar

Setelah Lama Berdarah-darah, GoTo Akhirnya Cetak Laba Rp607 Miliar

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp607,48 miliar pada semester I 2026. Kinerja tersebut menjadi pembalikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu ketika perusahaan masih mencatatkan rugi bersih Rp580,01 miliar.

Perbaikan kinerja keuangan itu ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bersih yang mencapai Rp10,99 triliun, meningkat 28,45 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan semester I 2025 sebesar Rp8,55 triliun.

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, mengatakan perusahaan juga mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, seiring peningkatan profitabilitas operasional.

“Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1 triliun untuk pertama kalinya,” ujar Hans, Kamis (30/7).

Bisnis Pengiriman Jadi Penyumbang Terbesar

Pendapatan GoTo masih didominasi oleh bisnis jasa pengiriman yang menyumbang Rp3,2 triliun, tumbuh 16,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, pendapatan dari imbalan jasa mencapai Rp3,15 triliun, disusul pendapatan imbalan jasa e-commerce sebesar Rp550,72 miliar dan pendapatan iklan senilai Rp254,45 miliar.

Perusahaan juga membukukan pendapatan lain-lain sebesar Rp1,12 triliun, sementara dana yang diperoleh dari pinjaman meningkat menjadi Rp2,7 triliun atau tumbuh 64,67 persen secara tahunan.

Di sisi lain, seiring meningkatnya aktivitas bisnis, biaya dan beban perusahaan juga naik 16,87 persen menjadi Rp10,21 triliun dari sebelumnya Rp8,73 triliun.

Hingga 30 Juni 2026, GoTo mencatat total aset sebesar Rp47,47 triliun, dengan total liabilitas dan ekuitas berada pada level yang sama.

Dampak Aturan Komisi Baru Mulai Kuartal III

Hans mengatakan mulai 1 Juli 2026, GoTo telah menerapkan struktur komisi baru sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026.

Kebijakan tersebut berlaku untuk layanan transportasi roda dua Gojek yang berkontribusi sekitar 7 persen terhadap pendapatan bersih grup.

“Dampak dari perubahan komisi ini akan terlihat pada laporan keuangan kuartal ketiga. Namun, setelah satu bulan berjalan, kondisi bisnis tetap stabil,” kata Hans.

Meski demikian, GoTo tetap mempertahankan proyeksi EBITDA Grup yang disesuaikan sepanjang 2026 di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.

Perseroan memperkirakan kontribusi bisnis on-demand services akan menurun akibat penyesuaian komisi aplikasi, sementara lini bisnis fintech diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan laba.

Target Fintech Naik, On-Demand Diturunkan

Seiring kinerja yang terus membaik, GoTo menaikkan target EBITDA bisnis fintech menjadi Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar Rp1,4 triliun-Rp1,5 triliun.

Sebaliknya, target EBITDA bisnis on-demand services diturunkan menjadi Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun dari sebelumnya Rp1,7 triliun-Rp1,8 triliun sebagai dampak penerapan komisi aplikasi sebesar 8 persen.

Hans menegaskan GoTo akan terus berinvestasi dalam pengembangan ekosistem, termasuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi melalui berbagai program seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, beasiswa, hingga program umrah gratis.

“Bagi kami, kesuksesan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemajuan seluruh pihak di dalam ekosistem GoTo,” ujarnya.

Meski optimistis terhadap prospek bisnis, Hans mengingatkan bahwa proyeksi kinerja perusahaan tetap bergantung pada berbagai faktor eksternal seperti persaingan industri, inflasi biaya, serta kondisi ekonomi makro.

Sumber : https://www.inilah.com/setelah-lama-berdarah-darah-goto-akhirnya-cetak-laba-rp607-miliar

Produksi Nikel INCO Sentuh 29.773 Ton hingga Semester I 2026

Produksi Nikel INCO Sentuh 29.773 Ton hingga Semester I 2026

Liputan6.com, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat produksi nikel dalam matte melonjak hingga semester I 2026. Perseroan menilai didukung disiplin dalam pelaksanaan operasional serta keberlanjutan peningkatan kapasitas operasi penambangan, perseroan tetap berada pada posisi yang baik untuk menciptakan nilai berkelanjutan di tengah dinamika pasar yang terus berlangsung.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis, (30/7/2026), PT Vale Indonesia Tbk memproduksi 16.153 metrik ton nikel dalam matte pada kuartal II 2026, naik 19% dibandingkan kuartal sebelumnya 13.260 ton.

Seiring hal itu, total produksi nikel matte pada semester pertama 2026 mencapai 29.773 ton. Pada periode sama tahun lalu, produksi nikel mencapai 35.584.

Perseroan mencatat kinerja operasional yang lebih kuat setelah selesainya proyek Pembangunan Kembali Tanur Listrik 3 pada Juni 2026, dengan tetap mempertahankan fokus yang tinggi pada keselamatan kerja dan keandalan operasional.

Perseroan tetap berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target produksi tahunan, serta berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan fundamental pasar nikel yang kondusif. Selain produksi nikel dalam matte, PT Vale terus memperkuat platform pertumbuhannya melalui pengoperasian tiga hub pertambangan di Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa, yang menandai tonggak penting dalam transformasi Perseroan. Ekspansi strategis ini menghasilkan pertumbuhan yang signifikan pada volume produksi dan penjualan bijih nikel.

Pada kuartal kedua 2026, Blok Bahodopi membukukan penjualan bijih nikel saprolit sebesar 1,07 juta wet metric ton (wmt), meningkat dari 886 ribu wmt pada triwulan sebelumnya, sehingga total volume penjualan pada semester pertama mencapai 1,96 juta wmt.

Sementara itu, Blok Pomalaa mencatat peningkatan signifikan dalam penjualan bijih nikel menjadi 1,26 juta wmt pada kuartal kedua 2026, dibandingkan 89 ribu wmt pada kuartal pertama 2026, sehingga volume penjualan kumulatif pada semester pertama mencapai 1,35 juta wmt. Kinerja kuat dari kedua proyek pertumbuhan tersebut menunjukkan keberhasilan peningkatan kapasitas operasi serta memperkuat strategi PT Vale untuk mendiversifikasi sumber pendapatannya dan membangun fondasi operasional yang lebih kokoh guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Volume Penjualan

Sementara itu, volume penjualan tetap stabil di 13.932 ton. Perseroan memperoleh manfaat dari kenaikan harga realisasi rata-rata nikel matte menjadi US$ 14.765 per ton, meningkat 4% QoQ, yang turut mendorong pendapatan mencapai US$ 290 juta, atau naik 15% dibandingkan kuartal pertama 2026.

Dari sisi biaya, biaya tunai pokok penjualan nikel matte tetap kompetitif di level US$ 10.005 per ton pada kuartal kedua 2026, membaik dibandingkan US$ 10.382 per ton pada kuartal pertama 2026, mencerminkan disiplin dan ketangguhan Perseroan yang berkelanjutan dalam pengelolaan biaya.

Pada bisnis bijih nikel, biaya tunai per unit tetap stabil, yaitu US$ 21 per ton di Bahodopi dan AS$7 per ton di Pomalaa, termasuk biaya royalti dan logistik. Secara khusus, operasi Pomalaa memperoleh manfaat dari optimalisasi biaya tunai yang lebih lanjut, didorong oleh peningkatan volume penjualan seiring kapasitas operasi yang terus meningkat.

Sumber : https://www.liputan6.com/saham/read/8257694/produksi-nikel-inco-sentuh-29773-ton-hingga-semester-i-2026

Catat, Ini Aturan Bawa dan Pakai Powerbank di Pesawat

Catat, Ini Aturan Bawa dan Pakai Powerbank di Pesawat

Liputan6.com, Jakarta – Video meledaknya powerbank milik penumpang di dalam pesawat rute Makassar-Jakarta yang viral di media sosial. Selama penerbangan, powerbank tersebut mengeluarkan asap dan percikan api. Awak kabin pesawat langsung melakukan penanganan darurat.

Powerbank sudah jadi salah barang wajib bawa saat bepergian. Alat ini memberikan kemudahan untuk mengisi daya ponsel kapan saja dan di mana saja, tanpa perlu mencari sumber listrik.

Namun yang perlu dicatat, membawa powerbank di pesawat punya aturan tersendiri yang diterapkan oleh otoritas penerbangan internasional dan pemerintah Indonesia. Aturan ini menjadi rujukan bagi maskapai-maskapai demi menjaga keamanan dan keselamatan selama penerbangan.

Otoritas penerbangan internasional seperti IATA (International Air Transport Association) dan FAA (Federal Aviation Administration) menetapkan standar ketat soal baterai lithium di pesawat. Aturan ini diadopsi oleh hampir seluruh maskapai dan bandara di dunia, termasuk di Indonesia.

Aturan Internasional Membawa Powerbank di Pesawat:

1. Powerbank wajib dibawa di bagasi kabin (carry-on) dan dilarang dimasukkan ke bagasi tercatat (checked baggage).

2. Powerbank dengan kapasitas hingga 100 Wh dapat dibawa tanpa memerlukan persetujuan khusus dari maskapai.

3. Powerbank berkapasitas 100–160 Wh umumnya hanya boleh dibawa setelah mendapat persetujuan maskapai, dengan jumlah maksimal dua unit per penumpang.

4. Powerbank berkapasitas di atas 160 Wh tidak diperbolehkan dibawa ke dalam pesawat.

5. Terminal atau konektor powerbank harus dilindungi untuk mencegah korsleting, misalnya dengan penutup terminal atau disimpan dalam kantong terpisah.

6. Powerbank yang rusak, menggembung, bocor, atau menunjukkan tanda kerusakan tidak boleh dibawa karena berisiko memicu kebakaran.

7. Sejumlah maskapai juga melarang penggunaan powerbank untuk mengisi daya perangkat selama penerbangan atau mengharuskan powerbank tetap dalam pengawasan penumpang, bukan disimpan di kompartemen bagasi atas.

Aturan dari Pemerintah Indonesia

Aturan tersebut kemudian diadopsi oleh pemerintah Indonesia ke dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SE 02 Tahun 2023. Surat edaran ini ditujukan pada maskapai penerbangan dalam dan luar negeri yang terbang di atau dari wilayah Indonesia.

Peraturan itu muncul sebagai upaya nyata perlindungan keselamatan dalam penerbangan di Indonesia. Berikut ketentuan membawa power bank di pesawat yang dikeluarkan Kemenhub.

1. Simpan power bank hanya dalam bagasi kabin

2. Tidak mengisi daya selama penerbangan

3. Tidak terhubung ke perangkat lain

4. Batas kapasitas power bank:

– Kurang dari 100Wh (Boleh dibawa tanpa izin)

– 100Wh 160Wh (Boleh dibawa, dengan persetujuan maskapai)

– Lebih dari 160Wh atau kapasitas tidak jelas (Tidak diperbolehkan).

Aturan-aturan tersebut dibuat lantaran powerbank menggunakan baterai lithium-ion yang berpotensi mengalami thermal runaway, yakni kondisi ketika baterai mengalami panas berlebih hingga mengeluarkan asap atau terbakar.

Dengan menyimpan powerbank di kabin, awak pesawat dapat segera menangani apabila terjadi insiden, sehingga risikonya lebih kecil dibandingkan jika disimpan di bagasi tercatat.

Batik Air Buka Suara soal Powerbank Meledak di Pesawat

Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro buka suara terkait insiden power bank milik seorang penumpang yang mengeluarkan asap disertai percikan api dalam penerbangan ID-6143 rute Makassar-Jakarta, Rabu 29 Juli 2026.

Dia menegaskan, insiden tersebut terjadi saat pesawat tengah mengudara. Awak kabin yang telah mendapat pelatihan penanganan keadaan darurat langsung menjalankan prosedur keselamatan sesuai standar operasional.

“Penanganan dilakukan secara cepat dan tepat menggunakan peralatan keselamatan yang tersedia di dalam pesawat sehingga kondisi dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang lebih lanjut,” kata Danang dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).

Menurut dia, selama proses penanganan awak kabin juga memastikan keamanan penumpang yang berada di sekitar lokasi kejadian serta terus berkoordinasi dengan kapten penerbang sesuai prosedur operasional.

“Penerbangan kemudian dilanjutkan dan pesawat mendarat dengan selamat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, sesuai prosedur operasional. Seluruh pelanggan dan awak pesawat bera dadalam kondisi aman,” jelas Danang.

Sumber : https://www.liputan6.com/news/read/8258081/catat-ini-aturan-bawa-dan-pakai-powerbank-di-pesawat

Industri Sawit Jadi Penopang Ekonomi Nasional, BPDP: Ekspor Tembus Lebih dari USD 20 Miliar per Tahun

Industri Sawit Jadi Penopang Ekonomi Nasional, BPDP: Ekspor Tembus Lebih dari USD 20 Miliar per Tahun

JawaPos.com – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengungkapkan, industri kelapa sawit memegang peranan strategis dalam menopang perekonomian Indonesia. Selain menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar, sektor ini juga dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), membuka jutaan lapangan pekerjaan, serta memperkuat program hilirisasi industri nasional.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menjelaskan nilai ekspor produk sawit Indonesia secara konsisten melampaui USD 20 miliar setiap tahun. Menurutnya, komposisi ekspor sawit kini semakin didominasi produk hilir yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan bahan mentah.

“Lebih dari 80 persen ekspor sawit Indonesia saat ini sudah berbentuk produk hilir, bukan lagi minyak mentah. Hal ini menunjukkan hilirisasi mulai memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi industri nasional,” kata Zaid dalam sambutan kunjungan kerja media di Kalimantan Tengah, Rabu malam (29/7).

Ia menjelaskan, sektor perkebunan menyumbang sekitar 4,56 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025. Kontribusi tersebut menjadikan subsektor perkebunan sebagai salah satu penggerak utama sektor pertanian sekaligus penopang penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Zaid menuturkan, dampak industri sawit sesungguhnya jauh lebih besar dari sekadar angka kontribusi terhadap PDB. Bahkan, ia menyebut sekitar 41 persen perkebunan kelapa sawit nasional dikelola oleh pekebun rakyat dengan total produksi lebih dari 16 juta ton minyak sawit setiap tahunnya.

“Fakta ini menunjukkan bahwa pekebun bukan hanya sekadar pelengkap industri sawit, tetapi merupakan aktor utama dalam rantai pasok sawit nasional,” ungkap Zaid.

BPDP juga mencatat industri sawit mampu menciptakan sekitar 16,5 juta lapangan kerja, baik secara langsung di sektor perkebunan maupun secara tidak langsung melalui sektor transportasi, logistik, perdagangan, industri pengolahan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Zaid, keberadaan industri sawit turut mendorong pembangunan infrastruktur, pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru, berkembangnya UMKM, serta meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB) dan pendapatan daerah di berbagai wilayah sentra perkebunan sawit.

“Di berbagai daerah sentra sawit, kehadiran industri ini menjadi pendorong pembangunan infrastruktur, tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, berkembangnya UMKM, hingga meningkatnya produk domestik regional bruto dan pendapatan regional bruto Indonesia,” pungkasnya.

Sumber : https://www.jawapos.com/energi/2607300110/industri-sawit-jadi-penopang-ekonomi-nasional-bpdp-ekspor-tembus-lebih-dari-usd-20-miliar-per-tahun

PNM Bekali Keterampilan Bernilai Ekonomi untuk Penyandang Disabilitas

PNM Bekali Keterampilan Bernilai Ekonomi untuk Penyandang Disabilitas

JawaPos.com  – Di tengah upaya pemerintah mendorong terciptanya ekonomi yang lebih inklusif, penyandang disabilitas masih menghadapi tantangan besar untuk memperoleh kesempatan kerja yang setara. Tidak sedikit yang memiliki kemampuan dan semangat berkarya, namun terbentur minimnya akses terhadap pelatihan maupun peluang usaha yang dapat menjadi sumber penghidupan.

Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak mengambil peran untuk memperluas ruang pemberdayaan. Salah satunya dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PNM Peduli yang menggelar pelatihan ecoprint bagi 50 penyandang disabilitas di Kabupaten Bekasi.

Program ini tidak sekadar mengajarkan teknik membuat motif pada kain menggunakan dedaunan dan bunga. Lebih dari itu, pelatihan dirancang untuk membuka peluang ekonomi baru melalui produk kreatif yang memiliki nilai jual sekaligus mendukung tren fesyen berkelanjutan yang semakin berkembang di Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, anggota DPRD Kabupaten Bekasi, serta sejumlah perangkat daerah lainnya. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas membutuhkan dukungan bersama agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk mandiri secara ekonomi.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan bahwa pemberdayaan akan memiliki dampak yang lebih besar ketika masyarakat dibekali keterampilan yang dapat langsung diterapkan menjadi peluang usaha.

“Kami ingin pelatihan ini menjadi titik awal lahirnya karya-karya yang tidak hanya bernilai seni, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Ketika peserta memiliki keterampilan dan kepercayaan diri, mereka akan lebih siap membangun usaha secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Kindaris, pelatihan ecoprint juga menjadi sarana membangun rasa percaya diri para peserta. Sebab, tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas sering kali bukan hanya keterbatasan akses terhadap pekerjaan, tetapi juga minimnya ruang untuk menunjukkan potensi yang mereka miliki.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya PNM dalam menghadirkan pemberdayaan yang menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Berbagai pelatihan keterampilan terus dikembangkan sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.

Di tengah berkembangnya ekonomi kreatif yang semakin membutuhkan produk-produk bernilai tambah dan ramah lingkungan, keterampilan seperti ecoprint membuka peluang baru bagi para penyandang disabilitas untuk ikut mengambil peran. Dari selembar kain yang dihiasi motif alami, lahir harapan bahwa keterbatasan bukan lagi penghalang untuk berkarya.

Melalui semangat Disabilitas Berdaya, PNM berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi lahirnya pengusaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan diri, keluarga, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi yang lebih inklusif.

Sumber : https://www.jawapos.com/ekonomi/2607300187/pnm-bekali-keterampilan-bernilai-ekonomi-untuk-penyandang-disabilitas

8 Tanda Trauma Masa Kecil Masih Memengaruhi Kehidupan Dewasa Anda, Jangan Abaikan Sinyal yang Sering Dianggap Sepele Ini

8 Tanda Trauma Masa Kecil Masih Memengaruhi Kehidupan Dewasa Anda, Jangan Abaikan Sinyal yang Sering Dianggap Sepele Ini

JawaPos.com – Trauma masa kecil tidak selalu muncul dalam bentuk kenangan yang jelas atau peristiwa yang mudah diingat.

Bagi banyak orang, luka emosional justru berkembang secara perlahan dan tanpa disadari membentuk cara berpikir, bersikap, hingga menjalin hubungan dengan orang lain saat dewasa.

Karena itu, mengenali tanda trauma masa kecil menjadi langkah penting untuk memahami diri sendiri sekaligus memulai proses pemulihan.

Pengalaman masa kecil merupakan fondasi yang membentuk kepribadian seseorang.

Ketika seorang anak tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, rasa aman, dan dukungan emosional, mereka cenderung memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola emosi serta membangun hubungan yang sehat.

Sebaliknya, pengalaman seperti penolakan, pengabaian, kekerasan verbal, konflik keluarga yang terus-menerus, atau kurangnya perhatian emosional dapat meninggalkan bekas yang bertahan hingga bertahun-tahun.

Tidak sedikit orang dewasa yang menganggap kebiasaan tertentu sebagai bagian dari karakter mereka, padahal sebenarnya perilaku tersebut merupakan mekanisme bertahan hidup yang terbentuk sejak masa kanak-kanak.

Mereka mungkin selalu merasa tidak cukup baik, takut ditinggalkan, sulit mempercayai orang lain, atau terus berusaha menyenangkan semua orang agar diterima.

Memahami akar dari perilaku tersebut bukan untuk menyalahkan masa lalu, melainkan sebagai kesempatan untuk mengenali kebutuhan emosional yang selama ini belum terpenuhi.

Dengan kesadaran tersebut, seseorang dapat mulai membangun pola pikir yang lebih sehat dan memutus siklus luka emosional yang berpotensi terbawa hingga generasi berikutnya.

Dirangkum dari laman Your Tango, berikut delapan tanda bahwa trauma masa kecil mungkin masih memengaruhi kehidupan Anda hingga saat ini.

1. Sulit Mempercayai Orang Lain

Salah satu dampak paling umum dari trauma masa kecil adalah munculnya kesulitan membangun rasa percaya kepada orang lain. Hal ini sering dialami oleh mereka yang pernah dikecewakan, diabaikan, atau tidak mendapatkan rasa aman dari orang-orang terdekat semasa kecil.

Akibat pengalaman tersebut, seseorang menjadi sangat berhati-hati ketika menjalin hubungan. Mereka selalu merasa ada kemungkinan disakiti atau ditinggalkan sehingga memilih menjaga jarak secara emosional.

Bahkan ketika bertemu orang yang tulus, mereka tetap sulit membuka diri. Pikiran negatif dan rasa curiga sering muncul tanpa alasan yang jelas karena otak telah terbiasa menganggap hubungan sebagai sesuatu yang berisiko.

Jika tidak disadari, pola ini dapat menghambat terbentuknya hubungan yang sehat, baik dalam pertemanan, keluarga, maupun hubungan romantis.

2. Terlalu Keras terhadap Diri Sendiri

Banyak orang yang mengalami trauma masa kecil tumbuh dengan suara kritik yang terus bergema di dalam pikirannya. Mereka merasa harus selalu sempurna dan menganggap kesalahan kecil sebagai bukti bahwa dirinya gagal.

Pola ini biasanya terbentuk karena semasa kecil mereka sering menerima kritik, tuntutan tinggi, atau jarang mendapatkan apresiasi.

Akibatnya, mereka lebih mudah menyalahkan diri sendiri dibanding memberikan penghargaan atas usaha yang telah dilakukan.

Perasaan tidak pernah cukup baik dapat memicu stres berkepanjangan, kecemasan, bahkan menurunkan rasa percaya diri dalam berbagai aspek kehidupan.

3. Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain

Jika Anda merasa sulit mengatakan “tidak”, mungkin ini bukan sekadar sifat ramah.

Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh tekanan sering belajar bahwa mereka harus memenuhi harapan orang lain agar mendapatkan kasih sayang atau menghindari konflik.

Kebiasaan tersebut terus terbawa hingga dewasa sehingga mereka rela mengorbankan kebutuhan sendiri demi menjaga hubungan tetap harmonis.

Meski terlihat sebagai pribadi yang baik, perilaku ini sering membuat seseorang kelelahan secara emosional karena terus mengabaikan dirinya sendiri.

4. Takut Ditolak atau Ditinggalkan

Trauma masa kecil juga dapat membuat seseorang memiliki rasa takut berlebihan terhadap penolakan.

Mereka menjadi sangat sensitif terhadap perubahan sikap orang lain. Pesan yang terlambat dibalas atau perubahan nada bicara saja bisa memicu kecemasan bahwa hubungan tersebut akan berakhir.

Ketakutan ini sering membuat seseorang terlalu bergantung pada pasangan atau teman karena merasa keberadaan dirinya bergantung pada penerimaan orang lain.

Padahal, hubungan yang sehat dibangun atas dasar kepercayaan, bukan rasa takut kehilangan.

5. Sulit Mengenali dan Mengekspresikan Emosi

Tidak semua keluarga memberikan ruang bagi anak untuk mengungkapkan perasaan.

Sebagian anak justru diajarkan untuk menahan tangis, menyembunyikan kemarahan, atau menganggap emosi sebagai tanda kelemahan.

Saat dewasa, mereka kesulitan memahami apa yang sebenarnya sedang dirasakan. Ketika menghadapi tekanan, mereka memilih memendam semuanya hingga akhirnya meledak atau mengalami kelelahan emosional.

Kemampuan mengenali emosi merupakan bagian penting dari kesehatan mental dan hubungan interpersonal yang sehat.

6. Selalu Merasa Harus Mengendalikan Segalanya

Bagi sebagian penyintas trauma masa kecil, mengendalikan segala sesuatu menjadi cara untuk menciptakan rasa aman.

Mereka merasa cemas ketika menghadapi situasi yang tidak dapat diprediksi. Akibatnya, mereka berusaha mengatur semua detail dalam pekerjaan, hubungan, maupun kehidupan sehari-hari.

Walaupun terlihat sebagai pribadi yang disiplin, kebutuhan untuk selalu mengontrol keadaan sering kali berasal dari rasa takut menghadapi ketidakpastian.

Jika terus berlanjut, kebiasaan ini dapat memicu stres dan membuat seseorang sulit menikmati hidup.

7. Merasa Tidak Layak Dicintai

Trauma emosional sering kali membuat seseorang percaya bahwa dirinya tidak cukup baik untuk dicintai.

Keyakinan tersebut muncul karena pengalaman masa kecil yang dipenuhi penolakan, kritik, atau minimnya kasih sayang.

Mereka sering mempertanyakan alasan mengapa orang lain ingin dekat dengannya dan merasa suatu saat pasti akan ditinggalkan.

Pola pikir ini dapat memengaruhi kualitas hubungan karena seseorang terus mencari bukti bahwa dirinya memang tidak pantas dicintai.

8. Sulit Merasa Bahagia Meski Kehidupan Sudah Baik

Salah satu tanda yang sering luput disadari adalah munculnya rasa bersalah ketika merasa bahagia.

Sebagian orang terbiasa hidup dalam tekanan sehingga ketika keadaan mulai tenang, mereka justru merasa ada sesuatu yang salah.

Mereka terus menunggu hal buruk terjadi dan sulit menikmati momen-momen positif.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem saraf masih terbiasa berada dalam mode bertahan hidup, meskipun ancaman sebenarnya sudah tidak ada lagi.

Mengenali Trauma Bukan Berarti Terjebak pada Masa Lalu

Trauma masa kecil memang dapat memengaruhi kehidupan seseorang hingga dewasa, tetapi bukan berarti masa depan telah ditentukan oleh pengalaman tersebut.

Mengenali tanda-tandanya merupakan langkah awal untuk memahami diri sendiri dengan lebih baik. Dari sana, seseorang dapat mulai membangun kebiasaan baru, memperbaiki cara mengelola emosi, menetapkan batasan yang sehat, hingga mencari bantuan profesional jika diperlukan.

Setiap proses pemulihan membutuhkan waktu yang berbeda bagi setiap orang. Namun, dengan kesadaran, dukungan yang tepat, dan kemauan untuk bertumbuh, luka emosional masa lalu tidak harus terus mengendalikan kehidupan di masa depan.

Sumber : https://www.jawapos.com/lifestyle/2607110057/8-tanda-trauma-masa-kecil-masih-memengaruhi-kehidupan-dewasa-anda-jangan-abaikan-sinyal-yang-sering-dianggap-sepele-ini