Spesies Baru Monyet Berbibir Oranye Ditemukan di Kongo

Spesies Baru Monyet Berbibir Oranye Ditemukan di Kongo

Spesies baru monyet dengan bercak mencolok berwarna jingga krem di sekitar mulut ditemukan di kawasan hutan hujan Republik Demokratik Kongo. Primata bernama ilmiah Colobus congoensis itu menjadi spesies monyet baru kelima yang ditemukan di Afrika dalam 75 tahun terakhir.

Masyarakat Balanga yang tinggal di sekitar habitatnya mengenal monyet tersebut sebagai Likweli. Peneliti menjelaskan temuan ini dalam studi yang terbit di jurnal PLOS One pada 15 Juli 2026.

Colobus congoensis memiliki tubuh yang didominasi bulu hitam. Bercak jingga krem mengelilingi mulut, filtrum, dan sebagian bawah hidungnya sehingga membentuk pola menyerupai topeng. Ciri lainnya mencakup bulu yang memantulkan cahaya, rambut hitam panjang di wajah, telinga besar yang terlipat, serta bercak putih di sekitar anus.

Kisah penemuan primata itu bermula dari sebuah foto buram pada 2008. Tim Lukuru Wildlife Research Foundation yang menjelajahi hutan di sekitar Taman Nasional Lomami memotret seekor monyet yang sebagian tubuhnya tertutup objek lain.

Meski foto itu tidak jelas, tim lapangan menduga mereka melihat jenis monyet yang belum pernah didokumentasikan ilmuwan. Bukti yang lebih kuat baru muncul satu dekade kemudian ketika seorang peneliti lapangan kembali memotretnya pada November 2018.

Peneliti kemudian mendokumentasikan monyet tersebut di sejumlah lokasi lain. Sepanjang 2018 hingga 2022, tim mencatat 114 perjumpaan dalam wilayah sebaran yang diperkirakan hanya mencapai 1.700 kilometer persegi.

“Penemuan ini terasa menarik sekaligus sangat personal, menunjukkan keanekaragaman hayati luar biasa di tanah air saya dan betapa banyak kekayaan alam yang masih belum terdokumentasi,” kata Junior Amboko, salah satu penulis korespondensi penelitian tersebut, dalam pernyataan resmi.

Primata pemalu yang jarang terlihat
Colobus congoensis tergolong sulit diamati karena bersifat pemalu dan lebih sering bersembunyi di bagian tengah hingga atas kanopi hutan. Peneliti mewawancarai warga dari 52 desa di sekitar habitatnya. Hanya masyarakat di delapan desa yang mengaku pernah melihat monyet itu.

Hasil pengamatan menunjukkan spesies tersebut hidup dalam kelompok beranggotakan satu hingga 20 individu. Rata-rata jumlah anggotanya sekitar 6,2 ekor. Monyet ini juga kerap bergerak bersama beberapa spesies primata lain.

Sebagian besar perjumpaan terjadi di hutan berkanopi tinggi dan rapat yang tumbuh di atas tanah liat. Sebanyak 104 dari 114 deteksi tercatat dalam jarak 10 kilometer dari Sungai Lomami.

Wilayah hidupnya berada di antara Sungai Lomami dan Sungai Kongo atau Lualaba, tepatnya di Provinsi Tshopo dan Maniema, bagian timur-tengah Republik Demokratik Kongo. Sungai dan perbedaan tipe hutan diduga mengisolasi populasinya secara alami.

“Penemuan Colobus congoensis merupakan kemenangan ilmiah sekaligus pengingat bahwa beberapa makhluk paling langka di Bumi dapat menghilang sebelum dunia mengetahui keberadaan mereka,” ujar Kate Detwiler, penulis korespondensi dan profesor madya ilmu biologi dari Charles E Schmidt College of Science di Florida Atlantic University.

Terancam kehilangan habitat

Masyarakat setempat mengatakan pemburu tidak secara khusus mengincar Colobus congoensis. Namun, wilayah sebarannya yang kecil, populasinya yang diperkirakan terbatas, konversi hutan, dan potensi peningkatan tekanan perburuan menimbulkan kekhawatiran.

Peneliti mencatat sedikitnya 15 desa baru muncul di dekat zona penyangga Taman Nasional Lomami sepanjang 2015 hingga 2023. Pertumbuhan permukiman dapat memperbesar tekanan terhadap petak-petak hutan dataran tinggi yang menjadi habitat utama spesies tersebut.

Tim peneliti mengusulkan agar Colobus congoensis memperoleh klasifikasi awal Terancam Punah atau Endangered dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature. Mereka menilai perlindungan Taman Nasional Lomami dan pelibatan masyarakat lokal dalam pencegahan perburuan menjadi langkah utama untuk menjaga kelangsungan spesies ini.

Sumber : https://kumparan.com/kumparansains/spesies-baru-monyet-berbibir-oranye-ditemukan-di-kongo-27nfJUy42rg

3 Rekomendasi Parfum Lokal untuk Pria yang Ingin Tampil Beda di Tongkrongan

3 Rekomendasi Parfum Lokal untuk Pria yang Ingin Tampil Beda di Tongkrongan

Kediri – Memilih parfum bukan hanya soal wangi. Aroma yang tepat juga dapat membantu menciptakan kesan pertama, meningkatkan rasa percaya diri, dan menjadi ciri khas yang mudah diingat oleh orang lain.

Jika Anda sedang mencari parfum pria dengan karakter yang berbeda dari kebanyakan, berikut tiga rekomendasi parfum dari Umair yang layak dipertimbangkan.

1. Umair Active Core – Segar dan Energik

Bagi Anda yang menyukai aktivitas di luar ruangan, sering nongkrong bersama teman, atau rutin berolahraga, Umair Active Core bisa menjadi pilihan yang tepat.

Parfum ini memadukan aroma jasmine dan bergamot sehingga menghasilkan kesan segar, bersih, dan nyaman dipakai sepanjang hari. Wanginya tidak berlebihan sehingga cocok digunakan dalam berbagai suasana, baik santai maupun semi formal.

Menggunakan jenis Extrait de Parfum, Active Core memiliki konsentrasi parfum yang lebih tinggi sehingga aroma dapat bertahan lebih lama. Dikemas dalam botol 30 ml dengan hardcase tebal yang memberikan kesan premium sekaligus aman saat dibawa bepergian.

Cocok untuk:

  • Nongkrong bersama teman
  • Olahraga
  • Aktivitas harian
  • Kuliah atau bekerja

2. Umair Hustbeast – Aroma Unik yang Mudah Diingat

Jika Anda ingin tampil berbeda dari orang lain, Umair Hustbeast menawarkan karakter aroma yang tidak pasaran.

Perpaduan mandarin essence, bergamot, dan musk menghasilkan aroma yang mengingatkan pada nuansa rempah seperti kunyit asam. Karakter ini memberikan identitas yang unik sehingga cocok bagi Anda yang ingin meninggalkan kesan berbeda saat bertemu banyak orang.

Dengan jenis Extrait de Parfum, Hustbeast memiliki ketahanan aroma yang baik untuk menemani aktivitas seharian.

Cocok untuk:

  • Nongkrong
  • Acara komunitas
  • Berkumpul bersama teman
  • Pengguna yang menyukai aroma rempah yang khas

3. Umair Morning Blaaarrr – Tobacco dan Honey yang Maskulin

Untuk Anda yang menyukai aroma maskulin dengan sentuhan berbeda, Umair Morning Blaaarrr patut dicoba.

Parfum ini mengombinasikan aroma tobacco dan honey, menghasilkan karakter yang kuat namun tetap terasa segar. Perpaduan tersebut menciptakan kesan berani, dewasa, dan percaya diri tanpa terasa terlalu berat.

Menggunakan formula Extrait de Parfum, Morning Blaaarrr cocok digunakan pada sore hingga malam hari ketika ingin tampil lebih berkarakter.

Cocok untuk:

  • Nongkrong malam
  • Kencan
  • Acara santai
  • Pria yang menyukai aroma tobacco modern

Ketahanan Aroma

Ketiga parfum Umair menggunakan jenis Extrait de Parfum dengan klaim ketahanan aroma hingga 12 jam pada kondisi penggunaan normal. Lama ketahanan dapat berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi oleh jenis kulit, suhu lingkungan, dan tingkat aktivitas.

Selain itu, seluruh parfum Umair telah berlabel halal, sehingga memberikan nilai tambah bagi pengguna yang memperhatikan aspek tersebut.

Kalau loe pengen jadi pusat perhatian saat nongkrong, semuanya bisa dimulai dari memilih parfum yang tepat. Ketiga parfum di atas punya karakter yang berbeda-beda, jadi tinggal pilih mana yang paling sesuai dengan kepribadian loe. Yang jelas, Umair Active Core, Umair Hustbeast, dan Umair Morning Blaaarrr layak masuk daftar parfum yang wajib loe coba.

Soal Ikhlas Ternyata Kita Semua Masih Amatir

Soal Ikhlas Ternyata Kita Semua Masih Amatir

Sepenggal lirik dari lagu Sesi Potret ini mampu menyentuh hati banyak orang. Barangkali hampir setiap orang pernah berada di titik itu, yaitu ketika kehilangan seseorang yang begitu dicintai. Entah ayah, ibu, pasangan, saudara, atau sahabat, kepergian mereka meninggalkan ruang kosong yang tidak mudah diisi.

Di hadapan kematian, sering kali kita baru menyadari bahwa ternyata mengucapkan kata ikhlas jauh lebih mudah daripada benar-benar menjalaninya.

Kalimat “Soal ikhlas ternyata aku masih amatir” sesungguhnya menggambarkan sisi paling manusiawi dari diri kita. Tidak ada seorang pun yang benar-benar siap menerima perpisahan abadi. Air mata mengalir, kenangan terus bermunculan, dan hati terasa berat untuk menerima kenyataan bahwa orang yang selama ini menemani hidup kini hanya tinggal nama dan doa.

Namun, Islam mengajarkan bahwa kesedihan itu bukanlah tanda lemahnya iman. Menangis bukan berarti tidak menerima takdir Allah. Bahkan Rasulullah Saw, manusia yang paling sempurna keimanannya, pernah menangis ketika kehilangan orang-orang yang beliau cintai.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a., ia berkata:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: شَهِدْنَا بِنْتًا لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ، وَرَسُولُ اللَّهِ ﷺ جَالِسٌ عَلَى الْقَبْرِ، فَرَأَيْتُ عَيْنَيْهِ تَدْمَعَانِ، فَقَالَ: هَلْ فِيكُمْ رَجُلٌ لَمْ يُقَارِفِ اللَّيْلَةَ؟ فَقَالَ أَبُو طَلْحَةَ: أَنَا. قَالَ: فَانْزِلْ. فَنَزَلَ فِي قَبْرِهَا

“Dari Anas bin Malik r.a., ia berkata, “Kami menghadiri pemakaman putri Rasulullah saw. Saat itu Rasulullah saw. duduk di sisi kuburnya. Aku melihat kedua mata beliau bercucuran air mata. Lalu beliau bersabda, ‘Apakah di antara kalian ada seorang laki-laki yang tadi malam tidak menggauli istrinya?’ Abu Thalhah menjawab, ‘Saya.’ Beliau bersabda, ‘Turunlah ke dalam kuburnya.’ Maka Abu Thalhah pun turun ke dalam kubur tersebut.” (H.R. al-Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah Saw tidak menahan air mata beliau. Beliau menangis karena kasih sayang kepada putrinya. Akan tetapi, tangisan itu tidak disertai penolakan terhadap takdir Allah. Beliau tidak meratap, dan tidak mengucapkan kata-kata yang menunjukkan ketidakrelaan kepada keputusan Allah.

Inilah pelajaran penting bagi setiap Muslim. Islam tidak pernah mengharamkan air mata. Yang dilarang adalah kehilangan kendali hingga kesedihan berubah menjadi bentuk protes kepada Allah.

Rasulullah Saw bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُودَ، وَشَقَّ الْجُيُوبَ، وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ

“Bukan termasuk golongan kami orang yang memukul-mukul pipi, merobek-robek pakaian, dan menyeru dengan seruan jahiliah.” (H.R. al-Bukhari)

Karena itu, ketika mendengar lirik “Soal ikhlas ternyata aku masih amatir”, seorang Muslim tidak perlu merasa bersalah apabila masih menangis saat mengingat orang yang telah meninggal. Menangis adalah hal lumrah. Air mata merupakan bahasa cinta yang tidak selalu mampu diterjemahkan oleh kata-kata. Yang perlu dijaga adalah agar kesedihan tidak berubah menjadi keputusasaan dan penolakan terhadap ketetapan Allah.

Kematian adalah Kepastian

Bagaimanapun juga, kematian adalah kepastian yang akan dialami oleh setiap manusia. Tidak ada seorang pun yang dapat menghindarinya.

Allah SWT berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 185)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan mati dan sesungguhnya mereka pun akan mati.” (QS. az-Zumar [39]: 30)

Dua ayat ini mengingatkan bahwa tidak ada manusia yang kekal di dunia. Orang tua kita akan meninggal. Pasangan kita akan meninggal. Sahabat kita akan meninggal. Bahkan kita sendiri pun suatu hari akan dipanggil menghadap Allah. Yang berbeda hanyalah waktunya.

Maka, ikhlas bukanlah kemampuan menghilangkan rasa sedih. Ikhlas adalah menerima bahwa setiap pertemuan di dunia memang memiliki batas waktu. Kita boleh menangis, tetapi kita tidak boleh kehilangan keyakinan bahwa semua yang terjadi berada dalam ketetapan Allah Yang Maha Bijaksana.

Ketika musibah itu datang, Allah mengajarkan kalimat yang sangat agung.

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan, ‘Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.’” (QS. al-Baqarah [2]: 156)

Agar Keikhlasan Kita tidak lagi Amatir

Islam tidak menghendaki seorang Mukmin berhenti pada kesedihan. Setelah mengajarkan bahwa menangis merupakan fitrah manusia, Islam juga menunjukkan jalan agar cinta kepada orang yang telah meninggal tetap dapat diwujudkan dalam bentuk yang lebih bermakna.

Orang yang telah meninggal tidak lagi membutuhkan ratapan. Yang mereka butuhkan adalah doa dan amal-amal yang Allah jadikan bermanfaat bagi mereka. Karena itu, kerinduan hendaknya diubah menjadi ibadah, sebab itulah hadiah terbaik bagi mereka yang telah mendahului kita.

Berikut adalah amalan-amalan yang bisa kita lakukan untuk jenazah orang terkasih yang bis akita lakukan:

Doa Orang yang Masih Hidup

Amal pertama yang paling utama ialah mendoakan orang yang telah meninggal. Al-Qur’an mengajarkan bahwa orang-orang beriman yang datang setelah generasi terdahulu diperintahkan untuk memohonkan ampunan bagi saudara-saudara mereka yang telah lebih dahulu beriman.

Allah SWT berfirman,

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا ۚ رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar) berdoa, ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman daripada kami, dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.’” (QS. al-Hasyr [59]: 10)

Ayat ini menunjukkan bahwa doa orang yang masih hidup bermanfaat bagi mereka yang telah meninggal dunia.

Karena itu, ketika rasa rindu datang, jangan hanya menangis. Angkatlah kedua tangan dan doakan mereka. Boleh jadi, doa itulah hadiah yang paling berharga bagi mereka.

Melunasi Utang Orang yang Meninggal

Apabila orang yang meninggal masih memiliki utang kepada sesama manusia, maka melunasinya merupakan amal yang sangat dianjurkan.

Dari Salamah bin al-Akwa’ r.a. diriwayatkan,

أُتِيَ النَّبِيُّ ﷺ بِجَنَازَةٍ لِيُصَلِّيَ عَلَيْهَا، فَقَالَ: هَلْ عَلَيْهِ مِنْ دَيْنٍ؟ قَالُوا: لَا. فَصَلَّى عَلَيْهِ، ثُمَّ أُتِيَ بِجَنَازَةٍ أُخْرَى، فَقَالَ: هَلْ عَلَيْهِ مِنْ دَيْنٍ؟ قَالُوا: نَعَمْ. قَالَ: صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ. فَقَالَ أَبُو قَتَادَةَ: عَلَيَّ دَيْنُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ. فَصَلَّى عَلَيْهِ (رواه البخاري)

“Didatangkan kepada Nabi Saw satu jenazah agar beliau menyalatkannya. Beliau bertanya, ‘Apakah ia mempunyai utang?’ Mereka menjawab, ‘Tidak.’ Maka beliau menyalatkannya. Kemudian didatangkan jenazah yang lain. Beliau bertanya, ‘Apakah ia mempunyai utang?’ Mereka menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Salatkanlah teman kalian ini.’ Abu Qatadah berkata, ‘Wahai Rasulullah, biarlah utangnya menjadi tanggunganku.’ Maka Rasulullah Saw pun menyalatkannya.” (H.R. al-Bukhari)

Hadis ini menunjukkan besarnya perhatian Islam terhadap penyelesaian hak-hak manusia. Melunasi utang orang yang telah meninggal merupakan bentuk kasih sayang yang sangat besar.

Menunaikan Utang Ibadah

Selain utang kepada sesama manusia, terdapat pula kewajiban ibadah tertentu yang dapat ditunaikan oleh wali atau kerabatnya sesuai tuntunan syariat, seperti utang puasa.

Rasulullah Saw bersabda,

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ (رواه البخاري)

“Barang siapa meninggal dunia sedangkan ia masih mempunyai kewajiban puasa, maka walinya berpuasa untuknya.” (H.R. al-Bukhari)

Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah Saw bersabda,

فَدَيْنُ اللَّهِ أَحَقُّ أَنْ يُقْضَى (رواه البخاري ومسلم)

“Utang kepada Allah lebih berhak untuk ditunaikan.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim)

Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa kasih sayang kepada orang yang telah meninggal juga diwujudkan dengan membantu menyelesaikan kewajiban ibadah yang masih menjadi tanggungannya sesuai ketentuan syariat.

Menjadi Anak Saleh

Di antara hadiah terbesar bagi orang tua yang telah meninggal adalah melihat anak-anaknya terus hidup dalam ketaatan kepada Allah.

Rasulullah Saw bersabda,

إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ، وَإِنَّ وَلَدَهُ مِنْ كَسْبِهِ (رواه النسائي)

“Sesungguhnya sebaik-baik yang dimakan seseorang adalah dari hasil usahanya sendiri, dan sesungguhnya anaknya termasuk hasil usahanya.” (H.R. al-Nasa’i)

Karena anak merupakan hasil jerih payah orang tua, maka amal saleh anak menjadi sebab mengalirnya pahala kepada kedua orang tuanya. Oleh sebab itu, salah satu cara terbaik mengenang ayah dan ibu bukan sekadar mengingat mereka setiap hari, melainkan menjadi pribadi yang semakin bertakwa, semakin bermanfaat, dan semakin dekat kepada Allah.

Melanjutkan Amal Kebaikan yang Pernah Ditanam

Selain amal yang dilakukan oleh orang-orang yang masih hidup, Islam juga mengajarkan bahwa ada amal yang pahalanya terus mengalir dari usaha orang yang telah meninggal semasa hidupnya.

Rasulullah Saw bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ (رواه مسلم)

“Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (H.R. Muslim)

Dalam riwayat lain Rasulullah Saw menjelaskan bentuk-bentuk amal yang terus mengalir tersebut.

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ: عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ، وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ، وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ، أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ، أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ، أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ، أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ، يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ (رواه ابن ماجه)

“Sesungguhnya di antara amal dan kebaikan seorang Mukmin yang tetap sampai kepadanya setelah ia meninggal dunia ialah ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf Al-Qur’an yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang dibangunnya untuk musafir, sungai yang dialirkannya, atau sedekah yang dikeluarkannya dari hartanya ketika masih sehat dan hidup. Semua itu akan terus mengalir pahalanya setelah ia meninggal dunia.” (H.R. Ibnu Majah)

Hadis ini mengajarkan bahwa kehidupan seorang Mukmin tidak berhenti di liang kubur. Selama kebaikan yang pernah ia tanam masih memberi manfaat kepada orang lain, selama itu pula pahala terus mengalir kepadanya.

Karena itu, apabila hari ini kita masih berkata, “Soal ikhlas ternyata aku masih amatir,” jangan biarkan kalimat itu berhenti pada kesedihan. Menangislah sebagaimana Rasulullah Saw pernah menangis. Bersabarlah sebagaimana Allah memerintahkan kesabaran. Lalu bangkitlah. Doakan mereka, lunasi hak-haknya jika masih ada, tunaikan kewajiban yang masih menjadi tanggungannya sesuai syariat, jadilah anak yang saleh, dan teruskan kebaikan yang pernah mereka tanam.

Dengan cara itulah, kerinduan tidak lagi hanya menjadi air mata, tetapi berubah menjadi pahala yang terus mengalir hingga Allah mempertemukan kembali orang-orang yang saling mencintai di surga-Nya.

Sumber : https://muhammadiyah.or.id/2026/07/soal-ikhlas-ternyata-kita-semua-masih-amatir/

Arab Saudi Naikkan Tarif Impor hingga 15 Persen

Arab Saudi Naikkan Tarif Impor hingga 15 Persen

KEMENTERIAN Perdagangan Indonesia mengumumkan Pemerintah Arab Saudi menaikkan mayoritas tarif bea masuk terhadap komoditas impor dari semua negara. “Perubahan tarif oleh Pemerintah Arab Saudi perlu kita sikapi sebagai upaya membuka peluang baru,” kata Atase Perdagangan Republik Indonesia di Riyadh, Zulvri Yenni, dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 Juli 2026.

Pemerintah Arab Saudi menetapkan perubahan tarif bea masuk terhadap 51 komoditas. Sejumlah kategori barang yang mengalami perubahan tarif adalah produk pertanian, peternakan, perikanan, dan pangan.

Dari 51 barang, hanya ada dua komoditas yang tidak mengalami perubahan tarif. Komoditas tersebut adalah udang air dingin dan udang lainnya dengan tarif bea masuk sebesar 6 persen.

Sementara itu, Arab Saudi memberlakukan tarif bea masuk terhadap puluhan kategori barang yang sebelumnya bebas tarif alias 0 persen.

Tarif bea masuk terendah ditetapkan sebesar 6 persen sedangkan yang terbesar adalah 15 persen. Sejumlah komoditas yang memiliki tarif bea masuk 6 persen adalah kentang, karkas utuh atau setengah karkas, dan potongan bertulang lainnya.

Sementara sejumlah komoditas yang mendapat tarif bea masuk terbesar, yakni 15 persen adalah kalkun, bebek, dan ayam indukan.

Penetapan tersebut disampaikan dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1447-88-10 tertanggal 15 Juni 2026, yang berlaku mulai 26 Juni 2026.

Menurut Zulvri, perubahan tarif bea masuk tersebut dilakukan pemerintah Arab Saudi untuk melindungi dan mendorong perkembangan produk pertanian lokal. Ia mengatakan kebijakan tersebut tetap sesuai dengan komitmen Arab Saudi pada

Zulvri optimistis pelaku usaha Indonesia dapat memanfaatkan berbagai peluang untuk tetap menembus pasar Arab Saudi di tengah perubahan bea masuk. Agar dapat bersaing di pasar Arab Saudi, Zulvr mendorong pelaku usaha Indonesia dapat memperhatikan efisiensi biaya, kepatuhan terhadap standar keamanan pangan, dan pengembangan produk bernilai.

Menurutnya, Indonesia masih memiliki peluang memperluas ekspor produk pangan dan perikanan bernilai tambah. Khususnya produk yang belum diproduksi secara memadai oleh industri domestik Arab Saudi seperti kerupuk udang.

Penguatan sektor pertanian dan akuakultur Arab Saudi berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap teknologi budi daya, sistem rantai dingin, pakan, benih, dan jasa pendukung lainnya yang dimiliki Indonesia. “Berbagai kebutuhan yang akan mengiringi kebijakan ini dapat menjadi peluang kerja sama antara pelaku usaha Indonesia dan Arab Saudi,” kata Zulvri.

Sumber : https://www.tempo.co/ekonomi/arab-saudi-naikkan-tarif-impor-hingga-15-persen-2276146

Jangan Anggap Sepele, Kenali Gejala Fuel Injector Mobil Mulai Tersumbat

Jangan Anggap Sepele, Kenali Gejala Fuel Injector Mobil Mulai Tersumbat

Liputan6.com, Jakarta – Dalam sistem mesin modern, komponen fuel injector memegang peran yang sangat vital. Komponen ini bertugas menyemprotkan bensin ke dalam ruang bakar dalam bentuk kabut halus agar proses pembakaran dapat berjalan dengan sempurna dan menghasilkan tenaga yang optimal.

Namun, seiring berjalannya waktu dan akibat penggunaan bahan bakar dengan kualitas yang kurang baik, lubang-lubang kecil pada injektor ini sangat rawan tersumbat oleh sisa-sisa karbon dan kotoran. Jika fuel injector dibiarkan kotor, pasokan bensin ke ruang bakar akan terganggu dan bisa memicu penurunan performa kendaraan secara drastis.

Dikutip dari laman resmi Suzuki, Kamis (9/7/2026), berikut adalah 5 dampak buruk yang akan langsung terasa pada mobil Anda jika komponen fuel injector dalam kondisi kotor:

5 Dampak Buruk Fuel Injector Mobil Kotor

Performa dan Akselerasi Mesin Menurun Drastis

Dampak pertama yang paling mudah dirasakan oleh pengemudi adalah penurunan performa mesin. Karena lubang injektor tersumbat kotoran, bensin yang disemprotkan tidak bisa membentuk kabut halus, melainkan berupa tetesan cairan yang sulit terbakar. Akibatnya, tenaga mesin akan terasa loyo, akselerasi menjadi lambat, dan mobil terasa seperti tertahan saat Anda menginjak pedal gas.

Mesin Mengalami Pincang dan Bergetar (Misfire)

Saat pasokan bahan bakar terhambat atau volumenya tidak seimbang antar-silinder, proses pembakaran di dalam mesin akan menjadi tidak stabil. Hal ini memicu terjadinya gejala misfire alias gagal bakar di salah satu silinder. Dampaknya, mesin mobil akan terasa pincang, mengeluarkan suara yang kasar, dan menghasilkan getaran yang tidak wajar hingga merembet ke dalam kabin, terutama saat mobil dalam posisi diam (idling).

Konsumsi Bahan Bakar Menjadi Jauh Lebih Boros

Banyak pemilik kendaraan yang salah kaprah mengira injektor kotor membuat bensin lebih hemat karena alirannya tersumbat. Faktanya justru sebaliknya. Karena pembakaran menjadi tidak sempurna dan tenaga mobil menurun, pengemudi refleks akan menginjak pedal gas lebih dalam untuk mendapatkan kecepatan yang diinginkan. Pola berkendara seperti inilah yang akhirnya memaksa mesin menyedot bensin jauh lebih banyak, sehingga konsumsi bahan bakar melonjak drastis.

Mesin Menjadi Sangat Sulit untuk Dinyalakan

Injektor yang kotor juga menjadi biang keladi utama mobil sulit distarter, terutama di pagi hari atau saat mesin dalam kondisi dingin. Untuk menghidupkan mesin pertama kali, sistem membutuhkan campuran bensin dan udara yang kaya serta presisi. Jika injektor tersumbat atau bahkan mengalami kebocoran akibat kotoran yang mengganjal, suplai bensin tidak akan mencukupi untuk memicu kompresi awal di ruang bakar.

Emisi Gas Buang Meningkat dan Keluar Asap Hitam

Proses pembakaran yang tidak sempurna akibat kabut bensin yang buruk akan menyisakan banyak bahan bakar yang tidak terbakar di dalam silinder. Sisa bensin ini kemudian akan terbuang melalui knalpot. Dampaknya, emisi gas buang mobil Anda akan meningkat tajam, tercium aroma bensin yang menyengat dari knalpot, bahkan dalam beberapa kasus bisa memicu keluarnya asap hitam tipis.

Solusi Mengatasi Injektor yang Kotor

Untuk menjaga performa mesin tetap prima, disarankan untuk melakukan pembersihan fuel injector secara berkala. Anda bisa menggunakan cairan injector cleaner yang dicampurkan langsung ke dalam tangki bensin, maupun dengan metode purging (infus injektor) langsung di bengkel.

Selain itu, menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan adalah langkah pencegahan terbaik agar kotoran dan kerak karbon tidak cepat menumpuk.

Jangan tunggu sampai mobil Anda mogok atau mengalami kerusakan komponen yang lebih parah di jalan. Jika Anda mulai merasakan salah satu gejala di atas, segeralah bawa kendaraan kesayangan Anda ke bengkel resmi terdekat untuk mendapatkan servis pembersihan injektor dari mekanik yang berpengalaman.

Sumber : https://www.liputan6.com/otomotif/read/8241870/jangan-anggap-sepele-kenali-gejala-fuel-injector-mobil-mulai-tersumbat

Perkuat Perlindungan Konsumen Saat Transaksi Online, Bakom: Pemerintah Luncurkan Permendag 19/2026

Perkuat Perlindungan Konsumen Saat Transaksi Online, Bakom: Pemerintah Luncurkan Permendag 19/2026

Badan Komunikasi (Bakom) RI menyebut, pemerintah fokus melindungi konsumen saat bertransaksi perdagangan digital, melalui Permendag Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

Menurut Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, regulasi tersebut, tidak hanya mempertegas tanggung jawab pelaku usaha. Namun juga mengatur transparansi penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pemasaran, hingga mewajibkan marketplace menyediakan layanan pengaduan bagi konsumen.

“Permendag 19 Tahun 2026 diterbitkan salah satunya untuk memperkuat perlindungan konsumen dengan meningkatkan tanggung jawab pelaku usaha dalam penyelenggaraan PMSE,” kata Kurnia di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).

Dia menjelaskan, penguatan perlindungan konsumen dilakukan melalui serangkaian kewajiban yang harus dipenuhi pelaku usaha. Mulai dari penyediaan informasi produk yang akurat, peningkatan legalitas usaha, transparansi biaya dan promosi, hingga pengaturan penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam aktivitas pemasaran.

Sementara itu, regulasi tersebut juga mewajibkan Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) menyediakan layanan pengaduan sebagai jalur penyelesaian awal apabila terjadi sengketa antara konsumen dan pelaku usaha.

Mekanisme ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian persoalan tanpa harus langsung berlanjut ke proses hukum. “Platform PPMSE juga diwajibkan menyediakan layanan pengaduan bagi konsumen yang diharapkan menjadi mekanisme penyelesaian awal sehingga permasalahan yang timbul dapat ditangani secara cepat, efektif, dan proporsional,” jelasnya.

Di sisi lain, apabila penyelesaian melalui layanan pengaduan di platform tidak mencapai kesepakatan, konsumen tetap memiliki hak untuk menempuh jalur penyelesaian sengketa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Apabila kemudian penyelesaian melalui mekanisme pengaduan pada platform belum menghasilkan penyelesaian, konsumen dapat menempuh mekanisme penyelesaian sengketa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk melalui saluran pengaduan kepada Kementerian Perdagangan atau mekanisme-mekanisme lainnya,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah menegaskan penerapan aturan baru ini tetap mempertimbangkan kondisi pelaku usaha, terutama UMKM. Seluruh kewajiban dalam Permendag Nomor 19 Tahun 2026 disusun dengan memperhatikan kapasitas pelaku usaha dan dilengkapi masa transisi agar proses penyesuaian dapat berjalan secara bertahap.

“Kewajiban Permendag 19/2026 disusun dengan memperhatikan kapasitas pelaku usaha serta dilengkapi masa transisi yang memadai,” ucapnya.

Karena itu, regulasi ini tidak hanya berisi kewajiban, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat daya saing UMKM di tengah kompetisi perdagangan digital yang semakin ketat.

“Dengan demikian, pengaturan ini tidak hanya memuat kewajiban bagi pelaku usaha, tetapi juga memberikan dukungan dan afirmasi bagi UMKM untuk meningkatkan daya saingnya di platform digital,” tuturnya.

sumber : https://www.inilah.com/perkuat-perlindungan-konsumen-saat-transaksi-online-bakom-pemerintah-luncurkan-permendag-192026

Pelajaran dari Dua Pendiri Rokok Terbesar Indonesia: Mewariskan Bisnis atau Menjual Masa Depan?

Pelajaran dari Dua Pendiri Rokok Terbesar Indonesia: Mewariskan Bisnis atau Menjual Masa Depan?

Kediri – Di dunia bisnis, membangun sebuah perusahaan hingga menjadi pemimpin pasar bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan keberanian mengambil risiko, ketekunan menghadapi berbagai tantangan, serta kemampuan membaca peluang di tengah perubahan zaman. Namun, sejarah menunjukkan bahwa tantangan terbesar sering kali bukan terletak pada saat membangun perusahaan, melainkan ketika perusahaan tersebut harus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Banyak perusahaan keluarga yang mampu tumbuh menjadi raksasa pada tangan pendirinya, tetapi perlahan kehilangan arah ketika kepemimpinan berpindah. Sebaliknya, ada pula perusahaan yang justru berkembang jauh lebih besar setelah memasuki generasi kedua dan ketiga. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi perhatian para ahli bisnis keluarga di berbagai negara.

Indonesia memiliki banyak contoh menarik mengenai keberhasilan maupun kegagalan menjaga warisan bisnis keluarga. Salah satu perbandingan yang paling menarik dapat ditemukan pada dua nama besar di industri rokok nasional, yaitu Djarum dan Bentoel. Keduanya pernah menjadi simbol kejayaan industri kretek Indonesia, sama-sama dibangun oleh kerja keras para pendiri, dan sama-sama memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian nasional. Akan tetapi, perjalanan kedua perusahaan tersebut kemudian mengambil arah yang sangat berbeda.

Djarum hingga kini masih identik dengan keluarga pendirinya. Bahkan pengaruh keluarga tersebut terus berkembang melalui berbagai investasi di sektor perbankan, teknologi, properti, elektronik, perkebunan, hingga kegiatan sosial yang dikenal luas masyarakat. Sebaliknya, Bentoel mengalami perjalanan yang berbeda. Setelah melalui berbagai perubahan kepemilikan, perusahaan tersebut akhirnya berada di bawah kendali perusahaan multinasional. Nama keluarga pendiri pun perlahan semakin jarang terdengar dalam percakapan publik mengenai dunia usaha.

Perbedaan tersebut sering memunculkan pertanyaan sederhana tetapi penting. Mengapa dua perusahaan yang sama-sama besar dapat menghasilkan kisah lintas generasi yang begitu berbeda? Apakah penyebabnya hanya karena kondisi pasar? Apakah karena keputusan bisnis tertentu? Atau justru karena cara masing-masing keluarga memandang arti sebuah warisan?

Artikel ini tidak bertujuan menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah. Setiap keluarga memiliki situasi, tantangan, dan pertimbangan yang berbeda pada zamannya. Sebaliknya, tulisan ini mengajak pembaca melihat kedua kisah tersebut sebagai sebuah studi kasus mengenai bagaimana sebuah bisnis diwariskan, dipertahankan, atau akhirnya berpindah tangan.

Industri Rokok dan Lahirnya Para Pengusaha Besar Indonesia

Sebelum membahas Djarum dan Bentoel secara lebih jauh, penting untuk memahami posisi industri rokok dalam sejarah ekonomi Indonesia. Jauh sebelum sektor teknologi, pertambangan modern, maupun ekonomi digital berkembang pesat, industri kretek telah menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Ribuan tenaga kerja menggantungkan hidup pada industri ini, mulai dari petani tembakau, petani cengkeh, pekerja linting, distributor, hingga para pedagang kecil.

Industri rokok juga menjadi salah satu sektor yang mampu melahirkan pengusaha-pengusaha besar dari berbagai daerah. Banyak perusahaan yang bermula dari usaha rumahan kemudian berkembang menjadi perusahaan nasional dengan jaringan distribusi yang menjangkau seluruh Indonesia.

Dalam lingkungan bisnis seperti itulah Djarum dan Bentoel tumbuh. Masing-masing memiliki perjalanan yang unik, tetapi sama-sama membuktikan bahwa keberhasilan sebuah perusahaan sering kali berawal dari keberanian seseorang melihat peluang yang belum tentu mampu dilihat orang lain.

Dua Perusahaan, Dua Perjalanan yang Berbeda

Djarum berkembang menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia dengan tetap mempertahankan identitas sebagai perusahaan keluarga. Seiring waktu, keluarga pendiri tidak hanya mempertahankan bisnis utamanya, tetapi juga melakukan diversifikasi ke berbagai sektor strategis. Langkah tersebut membuat sumber pendapatan perusahaan tidak lagi bergantung pada satu industri saja.

Diversifikasi merupakan salah satu strategi yang banyak digunakan perusahaan keluarga besar di dunia. Ketika satu sektor menghadapi perlambatan, sektor lain dapat membantu menjaga stabilitas perusahaan. Dengan demikian, risiko bisnis menjadi lebih tersebar.

Sementara itu, perjalanan Bentoel mengambil arah yang berbeda. Perusahaan mengalami berbagai perubahan struktur kepemilikan hingga akhirnya menjadi bagian dari perusahaan rokok internasional. Dari sudut pandang bisnis, keputusan menjual perusahaan bukanlah sesuatu yang otomatis dapat dinilai sebagai kegagalan. Dalam banyak kasus, penjualan perusahaan justru menjadi strategi terbaik untuk menghadapi perubahan pasar, kebutuhan modal yang semakin besar, atau meningkatnya persaingan global.

Namun, dari sudut pandang sejarah bisnis keluarga, hasil akhirnya memang berbeda. Ketika kepemilikan berpindah, hubungan antara nama keluarga pendiri dan perusahaan secara perlahan ikut memudar. Generasi berikutnya tidak lagi dikenal sebagai pengendali perusahaan sebagaimana generasi pendahulunya.

Apakah Menjual Perusahaan Selalu Berarti Kehilangan Warisan?

Pertanyaan ini sering memunculkan perdebatan. Banyak orang menganggap bahwa menjual perusahaan berarti mengakhiri perjuangan pendiri. Pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Dalam praktik bisnis modern, menjual perusahaan merupakan keputusan yang cukup lazim. Banyak pendiri perusahaan teknologi, manufaktur, hingga jasa memilih menjual usahanya karena melihat nilai perusahaan telah mencapai titik yang sangat tinggi. Hasil penjualan kemudian digunakan untuk membangun investasi baru, mendirikan perusahaan lain, atau mengelola kekayaan keluarga melalui berbagai instrumen investasi.

Artinya, ukuran keberhasilan sebuah keluarga tidak selalu ditentukan oleh apakah perusahaan masih dimiliki atau tidak. Yang lebih penting adalah apakah nilai yang dihasilkan perusahaan mampu terus memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

Meskipun demikian, terdapat perbedaan mendasar antara mewariskan perusahaan dan mewariskan hasil penjualan perusahaan. Ketika sebuah perusahaan tetap dimiliki keluarga, generasi berikutnya masih memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnis tersebut menjadi lebih besar. Sebaliknya, setelah perusahaan dijual, peluang tersebut secara otomatis berakhir karena kendali telah berpindah kepada pihak lain.

Pelajaran dari Djarum

Jika melihat perjalanan Djarum, terdapat satu hal yang menarik, yaitu kemampuan keluarga pendiri menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus melakukan transformasi bisnis. Mereka tidak hanya mempertahankan usaha yang sudah ada, tetapi juga berinvestasi pada sektor-sektor yang memiliki prospek jangka panjang.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa menjaga warisan bukan berarti menolak perubahan. Justru sebaliknya, warisan dapat bertahan apabila mampu beradaptasi terhadap perubahan ekonomi, teknologi, serta perilaku masyarakat.

Kemampuan melakukan diversifikasi juga membuat identitas keluarga tidak hanya melekat pada industri rokok, tetapi juga pada berbagai sektor ekonomi lainnya. Hal ini memperkuat posisi mereka sebagai kelompok usaha yang memiliki fondasi lebih luas dibandingkan sekadar produsen rokok.

Pelajaran dari Bentoel

Perjalanan Bentoel memberikan pelajaran yang berbeda. Dunia bisnis tidak selalu berjalan sesuai harapan pendiri. Perubahan regulasi, meningkatnya persaingan, kebutuhan investasi yang semakin besar, hingga masuknya perusahaan multinasional dapat mengubah peta persaingan secara drastis.

Dalam kondisi tertentu, menjual perusahaan bisa menjadi pilihan yang dianggap paling rasional. Keputusan tersebut mungkin diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor yang tidak selalu diketahui masyarakat umum.

Karena itu, akan kurang adil apabila perjalanan Bentoel hanya disimpulkan sebagai kisah kegagalan. Lebih tepat jika kisah tersebut dipahami sebagai contoh bahwa mempertahankan perusahaan keluarga hingga lintas generasi merupakan tantangan yang jauh lebih kompleks daripada sekadar membangun perusahaan pada generasi pertama.

Mewariskan Bisnis atau Mewariskan Nilai?

Pada akhirnya, pertanyaan yang lebih menarik bukanlah apakah sebuah perusahaan tetap dimiliki keluarga, melainkan apa yang sebenarnya ingin diwariskan oleh seorang pendiri.

Apakah warisan tersebut berupa saham perusahaan? Kekayaan finansial? Reputasi keluarga? Nilai-nilai kerja keras? Atau kemampuan generasi berikutnya untuk kembali membangun sesuatu dari nol?

Setiap keluarga memiliki jawaban yang berbeda. Ada yang memilih mempertahankan kendali atas perusahaan selama mungkin. Ada pula yang memilih mengubah aset bisnis menjadi kekayaan yang lebih fleksibel untuk dikelola generasi berikutnya.

Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua. Namun sejarah menunjukkan bahwa keluarga yang mampu bertahan lintas generasi umumnya memiliki visi jangka panjang, tata kelola yang baik, serta proses regenerasi yang dipersiapkan jauh sebelum pergantian kepemimpinan terjadi.

Penutup

Kisah Djarum dan Bentoel bukan sekadar cerita mengenai dua perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Di balik perjalanan keduanya terdapat pelajaran berharga mengenai arti sebuah warisan, kepemimpinan, dan pentingnya mempersiapkan masa depan jauh sebelum tantangan datang.

Djarum memperlihatkan bagaimana sebuah perusahaan keluarga dapat terus berkembang melalui regenerasi dan diversifikasi. Di sisi lain, perjalanan Bentoel mengingatkan bahwa dunia bisnis selalu berubah, dan setiap keputusan yang diambil memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap keberlangsungan sebuah dinasti usaha.

Pada akhirnya, sejarah bisnis tidak hanya mencatat siapa yang berhasil membangun perusahaan besar, tetapi juga siapa yang mampu menjaga agar warisan tersebut tetap hidup melewati pergantian generasi. Sebab, membangun sebuah perusahaan mungkin membutuhkan waktu puluhan tahun, tetapi mempertahankannya agar tetap menjadi milik keluarga selama beberapa generasi sering kali merupakan tantangan yang jauh lebih besar.

Hutan Tropis Terancam Kehilangan Kemampuan Serap Karbon Akibat El Nino

Hutan Tropis Terancam Kehilangan Kemampuan Serap Karbon Akibat El Nino

Hutan hujan tropis merupakan salah satu penyerap karbon terbesar di Bumi. Hutan Amazon di Amerika Selatan, misalnya, menyimpan sekitar 123 miliar ton karbon, jumlah terbesar dibandingkan ekosistem daratan lainnya di dunia. Namun, kemampuan hutan tropis dalam menyerap karbon kini menghadapi ancaman serius akibat El Nino.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature pada 2023 mengungkap bahwa hutan tropis di Amerika Selatan semakin rentan terhadap cuaca ekstrem akibat perubahan iklim. Penelitian yang melibatkan lebih dari 100 ilmuwan itu menemukan fakta bahwa selama fenomena El Nino, sebagian besar hutan tropis Amazon bahkan kehilangan kemampuannya dalam menyerap karbon (carbon sink).

Temuan ini relate dengan keadaan saat ini di mana fenomena El Nino yang sangat kuat terjadi lebih sering dibandingkan beberapa dekade lalu. Dalam 60 tahun terakhir, jumlah El Nino dengan kategori sangat kuat tercatat dua kali lebih banyak dibandingkan periode 60 tahun sebelumnya. Sementara itu, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat juga telah mengonfirmasi bahwa fenomena El Niño kembali terjadi.

El Nino Hambat Proses Fotosintesis

Pada kondisi normal, hutan tropis menyerap karbon dioksida (CO₂) melalui proses fotosintesis, kemudian mengubahnya menjadi biomassa yang tersimpan di batang, daun, dan jaringan pohon. Namun, proses tersebut sangat bergantung pada suhu dan ketersediaan air.

Ketika suhu meningkat dan kondisi menjadi lebih kering, tumbuhan akan menutup pori-pori daun untuk mengurangi kehilangan air. Di sisi lain, pori-pori tersebut juga menjadi jalur utama masuknya karbon dioksida. Akibatnya, pohon kekurangan pasokan karbon yang dibutuhkan untuk melakukan fotosintesis dan tumbuh.

Selama tahun-tahun El Nino, suhu yang lebih tinggi dari biasanya membuat hutan mengalami tekanan iklim berkepanjangan. Dampaknya, pertumbuhan pohon melambat dan angka kematian pohon meningkat. Ketika pohon mati dan membusuk, karbon yang selama ini tersimpan kembali dilepaskan ke atmosfer. Dampaknya dapat berlangsung selama puluhan tahun.

Dalam studi tersebut, para ilmuwan menemukan bahwa saat El Nino 2015–2016, ketika suhu daratan rata-rata meningkat lebih dari 1 derajat Celsius dibandingkan kondisi normal, sebagian hutan tropis di Amerika Selatan praktis berhenti menyerap karbon.

Temuan ini memunculkan kekhawatiran bahwa El Nino yang terjadi saat ini dapat memberikan dampak serupa terhadap Hutan Amazon dan iklim global. Para peneliti lantas mengamati lebih dari 500 ribu pohon dari lebih dari 4.000 spesies di enam negara Amerika Selatan selama lebih dari 30 tahun. Dengan menggunakan pita ukur, mereka memantau pertumbuhan diameter batang pohon secara berkala. Data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung jumlah karbon yang tersimpan pada biomassa di atas permukaan tanah.

Studi menunjukkan tingkat kerentanan setiap hutan terhadap El Nino sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim dasar. Meski hutan hujan tropis identik dengan curah hujan tinggi, kenyataannya sebagian kawasan Amazon mengalami musim kemarau lebih panjang, terutama wilayah yang berada di tepian hutan.

Daerah-daerah tersebut cenderung memiliki suhu lebih panas dan kondisi lebih kering dibandingkan bagian tengah Amazon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan di wilayah pinggiran Amazon menjadi kawasan yang paling terdampak saat El Nino ekstrem terjadi.

Kenaikan suhu 0,5 derajat Celsius sudah cukup menyebabkan hutan kehilangan sekitar 0,5 persen cadangan karbon yang tersimpan di atas permukaan tanah. Pohon-pohon berukuran besar menjadi kelompok yang paling rentan.

Selama El Nino, tingkat kematian pohon di seluruh hutan tropis Amerika Selatan meningkat dari sekitar 1,8 persen menjadi 3 persen per tahun. Namun, pada pohon berukuran sedang dan besar—yang memiliki diameter batang lebih dari 20 sentimeter—angka kematiannya hampir dua kali lipat.

Menurut para peneliti, tingginya kematian pada pohon besar terutama yang memiliki kepadatan kayu lebih rendah, penyebab utamanya adalah kegagalan sistem hidrolik pohon (hydraulic failure).

Dalam kondisi udara yang sangat kering, kebutuhan air meningkat drastis sehingga aliran air di dalam jaringan pohon terputus. Kondisi ini dinilai lebih berperan dibandingkan sekadar kekurangan karbon akibat terganggunya fotosintesis.

Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan hutan tropis beradaptasi terhadap musim kemarau semakin mengkhawatirkan, mereka tak lagi mampu menghadapi iklim ekstrem yang semakin sering terjadi.

Para peneliti memperingatkan, hutan di tepian Amazon kini mungkin telah melampaui batas kemampuan adaptasinya sehingga berisiko mengalami kehilangan karbon dalam jumlah besar.

Kekhawatiran itu semakin meningkat setelah sejumlah ilmuwan memprediksi 2026 berpotensi kembali menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat. Kondisi ini diperburuk oleh fakta bahwa El Nino kali ini dimulai ketika suhu lautan dan suhu udara global sudah berada pada tingkat yang sangat tinggi.

Selain itu, selama tiga dekade terakhir, wilayah tepian Amazon mengalami salah satu laju pemanasan tercepat di kawasan tropis. Menurut para peneliti, struktur hutan akan semakin rapuh apabila fenomena iklim ekstrem datang sebelum ekosistem sempat pulih dari tekanan iklim yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Jika kondisi tersebut terus berulang, dunia berisiko menyaksikan kematian pohon dan hilangnya cadangan karbon dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Padahal, hutan tropis merupakan salah satu aset terpenting dalam upaya menekan laju perubahan iklim.

Karena itu, para peneliti menekankan bahwa perlindungan terhadap hutan tropis harus menjadi prioritas. Kemampuan hutan untuk terus berfungsi sebagai penyerap karbon sangat bergantung pada keberhasilan menjaga kelestariannya sekaligus membatasi kenaikan suhu global.

“Masa depan Amazon bergantung pada upaya tersebut. Begitu pula masa depan kita,” tulis para peneliti.

Sumber : https://kumparan.com/kumparansains/hutan-tropis-terancam-kehilangan-kemampuan-serap-karbon-akibat-el-nino-27mTjYMAiZ7

Jangan Pakai Pisau Lagi, Ini Rekomendasi Peeler yang Bikin Masak Makin Praktis

Jangan Pakai Pisau Lagi, Ini Rekomendasi Peeler yang Bikin Masak Makin Praktis

Liputan6.com, Jakarta – Bayangkan sedang terburu-buru menyiapkan makan malam untuk keluarga, namun kamu masih harus berhadapan dengan tumpukan kentang dan wortel yang harus dikupas. Menggunakan pisau dapur biasa sering kali terasa melelahkan, membuat jari pegal, atau bahkan berisiko membuat tangan tersayat. Di sinilah peran penting peeler atau alat pengupas yang tepat untuk membantu aktivitas memasak kamu jadi lebih ringan.

Peeler bukan sekadar alat tambahan di dapur, melainkan investasi kecil yang memberikan dampak besar. Dengan desain yang ergonomis, alat ini mampu mengupas kulit buah dan sayur dengan hasil yang sangat tipis. Artinya, tidak banyak daging buah yang terbuang percuma seperti saat menggunakan pisau biasa. Selain itu, kecepatan yang ditawarkan membuat persiapan bahan makanan menjadi jauh lebih efisien.

Mengapa Kamu Wajib Memiliki Peeler Ergonomis?

Bagi yang sering bergelut di dapur, kenyamanan adalah kunci. Menggunakan alat pengupas yang dirancang khusus membantu menjaga posisi tangan tetap alami, sehingga mencegah kelelahan otot meskipun harus mengupas dalam jumlah banyak. Baik itu apel yang bulat, mangga yang licin, hingga mentimun yang panjang, semua bisa diatasi dengan mudah menggunakan alat pengupas berkualitas.

Selain faktor kenyamanan, keamanan juga menjadi alasan utama. Mata pisau pada alat pengupas umumnya terlindungi sedemikian rupa sehingga risiko jari teriris jauh lebih kecil dibandingkan pisau konvensional. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk terbaik yang bisa kamu pilih untuk melengkapi koleksi alat dapur di rumah.

1. Pengupas dan Pisau Mini dalam Satu Genggaman Praktis

Produk dari MAISONNE ini adalah solusi cerdas untuk kamu yang menyukai kepraktisan. Menggabungkan fungsi pengupas kulit dan pisau kecil dalam satu alat, kamu tidak perlu lagi berganti-ganti alat saat sedang menyiapkan salad atau sup. Ukurannya yang kompak hanya 15cm membuatnya sangat mudah disimpan atau dibawa saat piknik.

Fitur Unggulan:

  • Desain 2-in-1 yang menggabungkan mata pisau pengupas dan pisau kecil.
  • Material Stainless Steel berkualitas yang tajam dan tahan karat.
  • Handle ergonomis berbahan plastik yang nyaman digenggam.

Kenapa Harus Beli? Alat ini sangat menghemat ruang penyimpanan di laci dapur dan mempercepat proses transisi dari mengupas ke memotong tanpa repot.

Harga: Rp 9.334

2. Multifungsi untuk Hasil Serutan Julienne yang Estetik

Ingin membuat salad atau hiasan makanan dengan potongan serut yang rapi seperti di restoran? Alat pengupas berbahan full stainless steel ini dilengkapi dengan mata pisau ganda untuk mengupas kulit sekaligus membuat potongan julienne yang seragam. Konstruksinya yang kokoh menjamin keawetan penggunaan jangka panjang.

Fitur Unggulan:

  • Desain Dual-Blade untuk fungsi pengupas dan pemotong serut.
  • Material Food-Grade Stainless Steel yang aman untuk makanan.
  • Dilengkapi fitur Blemish Remover untuk membersihkan noda pada kentang.

Kenapa Harus Beli? Konstruksi logamnya jauh lebih kuat dibandingkan bahan plastik, memberikan hasil potongan profesional untuk hidangan rumahan kamu.

Harga Diskon: Rp 14.000, Harga Asli: Rp 29.787 – Diskon 53%

3. Alat Kupas Sekaligus Pembuka Botol yang Tangguh

Fugthui menghadirkan inovasi unik dengan menyematkan pembuka tutup botol pada ujung gagang pengupasnya. Terbuat dari material stainless steel pilihan, alat ini mampu mengupas kulit buah yang tebal sekalipun dengan presisi tinggi. Desainnya yang mengkilap memberikan kesan mewah di dapur kamu.

Fitur Unggulan:

  • Fungsi ganda sebagai pengupas kulit dan pembuka tutup botol.
  • Mata pisau ultra-tajam untuk hasil kupasan yang sangat tipis.
  • Lubang gantungan di ujung gagang untuk penyimpanan yang rapi.

Kenapa Harus Beli? Sangat efisien secara biaya dan ruang karena menghilangkan kebutuhan akan dua alat terpisah yang sering dicari di dapur.

Harga Diskon: Rp 21.370, Harga Asli: Rp 44.521 – Diskon 52%

4. Kenyamanan Ekstra dengan Gagang Flex Grip Anti-Slip

Jika kamu sering mengupas bahan makanan dalam jumlah besar, Maxim Tools Flex Grip adalah pilihan terbaik. Teknologi Flex Grip pada gagangnya memberikan sensasi empuk dan anti-slip, sehingga tangan tidak mudah lelah. Desain model Y memberikan kontrol yang lebih stabil saat digunakan.

Fitur Unggulan:

  • Gagang Flex Grip dengan lapisan soft touch yang nyaman.
  • Zester terintegrasi untuk menyerut kulit jeruk atau lemon.
  • Material Stainless Steel 430 yang sangat tahan karat.

Kenapa Harus Beli? Keamanan kesehatan terjamin dengan material BPA Free dan desainnya sangat mudah dibersihkan bahkan menggunakan mesin pencuci piring.

Harga Diskon: Rp 33.550, Harga Asli: Rp 61.000 – Diskon 45%

5. Solusi Hemat Ruang untuk Dapur Minimalis Modern

Alat pengupas serbaguna ini hadir dengan harga yang sangat terjangkau tanpa mengesampingkan kualitas. Dilengkapi dengan fitur pencungkil di bagian samping, kamu bisa dengan mudah membersihkan bagian buah yang rusak atau mata kentang yang mengganggu keindahan masakan.

Fitur Unggulan:

  • Mata pisau ganda untuk mengupas dan memotong serat.
  • Handle non-slip yang aman saat tangan dalam kondisi basah.
  • Pencungkil khusus (dig-hole) untuk membersihkan noda sayuran.

Kenapa Harus Beli? Ini adalah pilihan ekonomis yang tetap memberikan hasil potongan yang tajam dan mempercepat waktu persiapan memasak harian kamu.

Harga Diskon: Rp 10.800, Harga Asli: Rp 15.000 – Diskon 28%

6. Tampil Estetik dengan Dua Gaya Pengupasan Berbeda

Bagi kamu yang mengutamakan estetika dapur, Stein Cookware menawarkan alat pengupas dengan pilihan warna yang sangat cantik. Tidak hanya menang di penampilan, alat ini memiliki dua mode pengupasan yang bisa disesuaikan dengan jenis kulit buah atau sayur yang sedang kamu kerjakan.

Fitur Unggulan:

  • Dua gaya mode pengupasan dalam satu alat yang fleksibel.
  • Material anti karat berkualitas tinggi yang higienis.
  • Pilihan warna estetik: Clay Pink, Rose Blush, dan Modern Grey.

Kenapa Harus Beli? Memberikan sentuhan gaya pada dapur kamu sambil tetap memberikan performa pengupasan yang presisi dan tahan lama.

Harga Diskon: Rp 53.690, Harga Asli: Rp 67.962 – Diskon 21%

Memilih peeler yang tepat bukan hanya soal harga, tetapi tentang bagaimana alat tersebut bisa mempermudah pekerjaan kamu di dapur setiap hari. Dengan berbagai pilihan mulai dari yang multifungsi hingga yang mengutamakan kenyamanan genggaman, sekarang saatnya kamu mengganti pisau lama dengan alat pengupas yang lebih modern dan aman. Yuk, lengkapi perlengkapan dapurmu dan nikmati pengalaman memasak yang lebih menyenangkan dan efisien.

Sumber : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8245701/jangan-pakai-pisau-lagi-ini-rekomendasi-peeler-yang-bikin-masak-makin-praktis

Dinamika Tekanan Finansial dan Realitas Hidup ASN di Indonesia

Dinamika Tekanan Finansial dan Realitas Hidup ASN di Indonesia

Setiap pagi, halaman kantor pemerintahan menampilkan gambaran yang hampir seragam. Pakaian dinas disiapkan dengan teliti, sepatu bersih, kendaraan keluarga terparkir tertib. Dari luar, semuanya tampak stabil. Seolah hidup telah menemukan jalurnya: pekerjaan pasti, penghasilan rutin, dan masa depan yang dapat diperkirakan.

Namun ketenangan itu kerap hanya permukaan.

Banyak aparatur sipil negara menjalani keseharian dengan ketegangan finansial yang tidak terlihat. Gaji memang datang teratur, tetapi kebutuhan hidup bergerak tanpa jeda. Harga kebutuhan pokok naik, biaya pendidikan meningkat, dan pengeluaran kesehatan sulit diramalkan. Pendapatan berjalan konstan, sementara biaya hidup terus berubah. Ketika dua ritme berbeda ini bertemu, muncul celah yang harus diisi. Di situlah pinjaman perlahan menjadi kebiasaan.

Lambat laun, utang tidak lagi dipandang sebagai solusi darurat, melainkan bagian dari mekanisme bertahan.

Sejak menerima pengangkatan, seorang pegawai negeri sering langsung berhadapan dengan standar sosial yang tidak tertulis. Rumah sendiri dianggap tahap berikutnya, kendaraan pribadi dilihat sebagai kebutuhan, dan penampilan menjadi simbol keberhasilan.

Tidak ada kewajiban formal, tetapi lingkungan membentuk ukuran kelayakan. Pilihan finansial akhirnya lebih sering lahir dari dorongan menjaga martabat sosial daripada kebutuhan riil.

Dalam situasi itu, lembaga pembiayaan hadir menawarkan jalan pintas yang terasa rasional.

Tidak ada kewajiban formal, tetapi lingkungan membentuk ukuran kelayakan. Pilihan finansial akhirnya lebih sering lahir dari dorongan menjaga martabat sosial daripada kebutuhan riil.

Dalam situasi itu, lembaga pembiayaan hadir menawarkan jalan pintas yang terasa rasional.

Bagi penyedia kredit, pegawai negeri merupakan kelompok dengan tingkat kepastian tinggi. Penghasilan stabil dan pembayaran dapat dipotong langsung dari gaji. Mekanisme ini membuat cicilan terasa ringan karena tidak lagi dirasakan sebagai keputusan bulanan. Perlahan ukuran kemampuan bergeser: bukan lagi pada sisa penghasilan setelah kebutuhan terpenuhi, melainkan sekadar pada kelancaran potongan.

Padahal ruang bernapas finansial jauh lebih menentukan ketenangan hidup dibanding kelancaran administrasi pembayaran.

Banyak keluarga kemudian hidup dengan sisa penghasilan yang sangat terbatas. Selama tidak ada gangguan, semuanya terlihat terkendali. Tetapi kehidupan jarang berjalan tanpa peristiwa. Ketika anggota keluarga sakit atau kebutuhan mendadak muncul, cadangan dana sering tidak tersedia. Pinjaman baru pun diambil, menambah komitmen jangka panjang yang semakin berat.

Fenomena ini kerap dituduh sebagai gaya hidup berlebihan. Penilaian itu terlalu menyederhanakan kenyataan.

Seorang pegawai negeri sering menjadi tumpuan keluarga besar. Ia membantu orang tua, saudara, bahkan kerabat lain yang membutuhkan. Dalam budaya kolektif, keberhasilan satu orang membuka ruang harapan bagi banyak orang. Solidaritas sosial ini bernilai mulia, tetapi tanpa perencanaan dapat berubah menjadi tekanan permanen bagi keuangan pribadi.

Persoalan diperparah oleh minimnya kemampuan mengelola keuangan rumah tangga. Banyak yang terbiasa mengatur administrasi pekerjaan dengan rapi, namun tidak mencatat arus kas keluarga secara rinci. Rasio utang terhadap pendapatan jarang dihitung, tabungan tertunda, dan investasi dianggap urusan nanti. Pinjaman akhirnya diperlakukan sebagai alat bantu, bukan sebagai peringatan.

Ketergantungan semakin terasa ketika tunjangan dijadikan penopang keseimbangan. Tambahan penghasilan sering dipakai menutup kebutuhan rutin. Begitu pencairannya terlambat, keseimbangan terganggu dan pinjaman kembali menjadi pilihan tercepat. Siklus ini berjalan tanpa gejolak, tetapi perlahan menggerus rasa aman.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kepastian administratif tidak selalu berarti ketahanan ekonomi. Struktur penghasilan yang kaku bertemu dengan biaya hidup yang dinamis. Di antaranya hadir industri pembiayaan yang agresif serta norma sosial yang mendorong simbol keberhasilan.

Karena itu, nasihat untuk sekadar berhemat tidak cukup. Banyak keluarga sebenarnya sudah menekan pengeluaran, tetapi komitmen cicilan masa lalu membuat ruang gerak sempit. Persoalan memerlukan perubahan yang lebih mendasar.

Kebijakan penghasilan perlu lebih peka terhadap realitas biaya hidup. Akses kredit berbasis potongan gaji memerlukan pengawasan agar tidak berubah menjadi perangkap jangka panjang. Literasi pengelolaan keuangan seharusnya menjadi bekal awal karier, bukan pengetahuan tambahan.

Pada saat yang sama, individu perlu meninjau kembali makna kemapanan. Keamanan hidup bukan diukur dari cepatnya memiliki aset, melainkan dari kemampuan bertahan menghadapi gangguan. Rumah dan kendaraan adalah tanggung jawab jangka panjang, bukan sekadar tanda naik kelas.

Di balik seragam yang rapi, banyak kegelisahan disimpan diam diam. Keputusan paling bijak kadang bukan membeli setelah menerima gaji, melainkan menunda agar hidup tetap memiliki ruang.

Sebab kemapanan sejati bukan tentang lancarnya cicilan.

Kemapanan adalah ketika hidup tidak dikendalikan oleh tanggal jatuh tempo

Sumber : https://www.kompasiana.com/andisetyopambudi5192/699269c6ed6415683724d992/ketegangan-finansial-dan-potret-kehidupan-asn-masa-kini?page=2&page_images=1