MUI Jatim Haramkan Penggunaan Vape di Tempat Umum

MUI Jatim Haramkan Penggunaan Vape di Tempat Umum

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menegaskan penggunaan rokok elektrik (vape) di tempat umum hukumnya haram.

Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim KH. Sholihin Hasan mengatakan, sesuai fatwa nomor 1 tahun 2026 tertanggal 1 Juli 2026 mengonsumsi vape atau di tempat umum atau ruang publik yang digunakan bersama, terbukti memicu kemudaratan bagi kesehatan orang lain di sekitarnya.

“Keharaman tersebut dilandasi dengan berbagai pertimbangan; seperti potensi membahayakan orang lain,” katanya, Minggu (26/7).

MUI Jatim menilai penggunaan vape di ruang publik dapat merugikan orang lain karena uap yang dihasilkan berpotensi terhirup oleh masyarakat di sekitarnya. Penegasan tersebut didasarkan pada pertimbangan kesehatan, keselamatan masyarakat, serta potensi penyalahgunaan vape sebagai media konsumsi narkotika.

Selain itu, MUI Jatim mengacu pada laporan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur yang menyebutkan adanya penyalahgunaan vape dengan cairan mengandung narkotika. Dalam kondisi tertentu, paparan uap dari vape yang mengandung zat terlarang berpotensi membahayakan orang lain yang menghirupnya.

“Menurut laporan BNN Provinsi Jawa Timur, penggunaan vape yang mengandung narkoba di temepat umum, dihirup orang lain, akan menjadikan orang tersebut positif narkoba,” lanjutnya.

MUI Jatim juga menyoroti pengungkapan kasus penyelundupan sekitar 3,37 ton kuncup bunga ganja (cannabis buds) asal Thailand di Cerme, Kabupaten Gresik. Barang bukti tersebut diduga akan diolah menjadi ekstrak tetrahydrocannabinol (THC) yang kemudian digunakan sebagai cairan isi ulang (cartridge) vape.

“Ketentuan tersebut juga dimaksudkan sebagai langkah preventif untuk memutus mata rantai penyalahgunaan dan peredaran narkotika melalui rokok elektrik. Tentunya, itu harus dijadikan alarm bahwa penggunaan vape harus dibatasi,” ungkapnya.

Atas dasar itu, MUI Jatim menyatakan penggunaan vape di lingkungan pendidikan, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, sarana transportasi umum, serta berbagai fasilitas publik lainnya hukumnya haram.

Kasus tersebut dinilai menjadi peringatan bahwa rokok elektronik tidak lagi hanya berkaitan dengan persoalan gaya hidup, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan sebagai sarana penyalahgunaan narkotika.

“Untuk itu, dibutuhkan sikap menghargai orang lain dengan tidak mengkonsumsi vape di tempat umum atau di ruang publik,” pungkasnya.

Pihaknya mengajak masyarakat untuk menghormati hak orang lain dengan tidak menggunakan vape di tempat umum maupun ruang publik, demi menjaga kesehatan bersama sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba.

Sumber : https://memorandum.disway.id/jatim/read/165007/mui-jatim-haramkan-penggunaan-vape-di-tempat-umum

ASTON dan fave Hotel Madiun Hadirkan Promo Kuliner Jepang ’60 Seconds to Tokyo’ hingga Desember 2026

ASTON dan fave Hotel Madiun Hadirkan Promo Kuliner Jepang ’60 Seconds to Tokyo’ hingga Desember 2026

Madiun (beritajatim.com) – ASTON Madiun Hotel & Conference Center bersama fave Hotel Madiun menghadirkan program kuliner tematik bertajuk ’60 Seconds to Tokyo’ sebagai pilihan baru bagi pencinta kuliner Jepang di Madiun Raya. Program ini resmi diluncurkan pada Jumat (24/7/2026) dan akan berlangsung hingga Desember 2026.

Peluncuran program digelar di The Lounge ASTON Madiun Hotel & Conference Center dengan dihadiri jajaran manajemen, tim food and beverage, serta para tamu undangan yang berkesempatan mencicipi langsung berbagai menu andalan yang disiapkan.

Mengusung konsep kuliner Jepang dengan sentuhan modern, ’60 Seconds to Tokyo’ menghadirkan pengalaman bersantap ala Negeri Sakura tanpa harus bepergian ke luar negeri. Program ini menjadi salah satu inovasi ASTON dan fave Hotel Madiun dalam menghadirkan variasi menu bagi masyarakat Madiun Raya.

Sejumlah menu yang ditawarkan antara lain Chicken Kamikaze, Chicken Yakitori, Yakimeshi Fried Rice, Takoyaki, Chicken Katsu Sando, Prawn Tempura Nori Taco, Grilled Chicken Breast with Koji Hot Sauce, Wagyu Burger, hingga Menchi Katsu.

Seluruh hidangan disiapkan oleh tim profesional ASTON Madiun menggunakan bahan-bahan berkualitas. Menu tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi tamu yang menginap, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin menikmati sajian khas Jepang.

General Manager ASTON Madiun Hotel & Conference Center, Danie R. Lapod, mengatakan program tersebut dihadirkan untuk memberikan pengalaman kuliner yang berbeda sekaligus memperluas pilihan menu bagi masyarakat.

“Melalui hadirnya promo kuliner ’60 Seconds to Tokyo’, kami ingin menghadirkan variasi kuliner yang segar, modern, dan tentu sesuai bagi lidah masyarakat Madiun Raya. Kami berharap setiap sajian yang kami hidangkan tidak hanya mengajak masyarakat untuk merasakan kuliner negeri sakura, tetapi juga membuat masyarakat ingin kembali ke ASTON atau fave Madiun untuk mencoba menu lainnya,” ujar Danie R. Lapod.

Menurutnya, program kuliner ini menjadi bagian dari komitmen hotel dalam menghadirkan inovasi yang mampu memberikan pengalaman bersantap berbeda bagi pelanggan, baik tamu hotel maupun masyarakat luas.

Dengan periode penyelenggaraan selama enam bulan, masyarakat memiliki kesempatan untuk mencicipi berbagai menu yang ditawarkan hingga akhir 2026. Kehadiran program ini juga diharapkan menambah ragam destinasi kuliner di Madiun Raya, khususnya bagi pencinta makanan Jepang.

Selain menawarkan cita rasa khas Negeri Sakura, konsep kuliner tematik ini menjadi salah satu strategi sektor perhotelan dalam menghadirkan pengalaman bersantap yang lebih menarik sekaligus memperkaya pilihan kuliner di daerah.

Pihak ASTON Madiun menegaskan program ’60 Seconds to Tokyo’ terbuka bagi seluruh masyarakat. Tidak hanya tamu yang menginap (in-house guest), masyarakat Madiun Raya dan daerah sekitar juga dapat menikmati seluruh rangkaian menu selama program berlangsung mulai Juli hingga Desember 2026.

Melalui inovasi tersebut, ASTON Madiun Hotel & Conference Center bersama fave Hotel Madiun berharap ’60 Seconds to Tokyo’ dapat menjadi salah satu destinasi kuliner tematik pilihan masyarakat sekaligus menghadirkan pengalaman menikmati hidangan Jepang dengan suasana hotel yang nyaman dan modern.

Sumber : https://beritajatim.com/aston-dan-fave-hotel-madiun-hadirkan-promo-kuliner-jepang-60-seconds-to-tokyo-hingga-desember-2026

Bupati Ipuk Lepas 1.000 Peserta Baperun Banyuwangi, Ternyata Ada Hadiah Undian Pajak Kendaraan

Bupati Ipuk Lepas 1.000 Peserta Baperun Banyuwangi, Ternyata Ada Hadiah Undian Pajak Kendaraan

Banyuwangi (beritajatim.com) – Inovasi memadukan ajang olahraga massa dengan edukasi kesadaran pajak kini menjadi tren efektif di tingkat daerah.

Selain mengajak masyarakat membudayakan gaya hidup sehat, konsep unik ini terbukti ampuh menarik ribuan peserta luar daerah sekaligus menggerakkan aksi sosial kemanusiaan.

Sinergi antara pembinaan kesehatan, literasi keuangan, dan kepedulian sosial ini terpancar kuat di Bumi Blambangan.

Sekitar seribu peserta dari berbagai kota di Indonesia meramaikan kompetisi lari “Bapenda Run (Baperun)” yang digelar Pemkab Banyuwangi pada Minggu (26/7/2026). Para peserta dilepas langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dari halaman Kantor Pemkab Banyuwangi.

Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa event lari sejauh 5 kilometer ini merupakan strategi pemkab untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui sektor kesehatan.

“Event ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Lewat kegiatan semacam ini, kita ajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat, salah satunya dengan berolah raga lari yang bisa dilakukan oleh siapa saja dari berbagai tingkat usia,” ujar Ipuk pada Minggu (26/7/2026).

Ipuk menambahkan bahwa kesehatan menjadi fondasi utama dalam mendongkrak sektor pendidikan dan daya beli warga.

“Jika masyarakat kita sehat, secara otomatis akan berdampak pada peningkatan pendidikan dan pendapatan masyarakat. Maka ketiga sektor ini terus kita genjot dengan berbagai program yang berkelanjutan. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terus berkolaborasi bersama Pemkab untuk menyukseskan program-program daerah, termasuk kompetisi Baperun ini,” kata Ipuk.

Kejuaraan ini turut memikat perhatian pelari dari luar daerah. Okris Halla, pelari asal Kabupaten Jember, mengaku sengaja memilih berkompetisi di Banyuwangi meski ada event serupa di kota lain.

“Sudah persiapan latihan cukup lama. Sebenarnya sekarang juga ada lomba di tempat lain, tapi saya lebih tertarik ikut di Banyuwangi. Puji Tuhan, bisa menjadi yang tercepat,” kata Okris.

Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwangi, Syamsudin, menjelaskan bahwa Baperun memperlombakan tiga kategori—pelajar, umum, dan grand master—dalam rangka memperingati Hari Pajak Nasional 2026.

Kegiatan ini disinergikan dengan pengundian program Sipundiwangi (Sistem Pelaksanaan Undian Pajak Daerah di Banyuwangi) tahap I untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan BBNKB.

“Selanjutnya, pengundian tahap II akan dilakukan di Bulan September khusus untuk pajak makanan dan minuman restoran, pajak perhotelan dan PBB Perdesaan dan Perkotaan. Sedangkan pengundian tahap III akan dilakukan di Bulan Desember berlaku untuk semua jenis pajak,” jelas Syamsudin.

Tidak sekadar ajang adu kecepatan, Syamsudin memastikan bahwa Baperun juga mengusung misi kemanusiaan untuk menyokong program penanganan kemiskinan daerah.

“Sebagian dari uang pendaftaran para peserta, akan kita donasikan melalui Baznas untuk mendukung berbagai program pengentasan kemiskinan di Banyuwangi,” pungkasnya.

Sumber : https://beritajatim.com/bupati-ipuk-lepas-1-000-peserta-baperun-banyuwangi-ternyata-ada-hadiah-undian-pajak-kendaraan

Sejak 2005 Tetap Bertahan, Ayam Goreng Mbok Mi Jadi Ikon Kuliner Ponorogo

Sejak 2005 Tetap Bertahan, Ayam Goreng Mbok Mi Jadi Ikon Kuliner Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Di balik jalan kecil Jl Tanggulangi di Desa Purwosari, Kecamatan Babadan, berdiri sebuah warung makan sederhana yang namanya sudah tidak asing lagi bagi pencinta kuliner di Ponorogo dan sekitarnya.

Warung Ayam Goreng Mbok Mi, menjadi salah satu destinasi kuliner yang tak pernah kehilangan pelanggan sejak mulai beroperasi pada 2005 silam. Reputasinya terus bertahan, karena tetap mempertahankan resep turun-temurun dan cita rasa khas yang konsisten hingga sekarang.

Meski tampil sederhana, warung tersebut hampir selalu ramai didatangi pembeli. Tidak hanya warga Ponorogo, pelanggan juga datang dari berbagai daerah di luar kota. Mereka sengaja mampir untuk menikmati sajian ayam kampung yang telah lama menjadi ikon kuliner di Bumi Reog.

Pemilik Warung Mbok Mi, Mbah Parmi, mengatakan sejak awal membuka usaha, dirinya tidak pernah mengubah resep maupun bahan baku yang digunakan. Ayam kampung menjadi bahan utama di warung ini. Baginya, menjaga kualitas adalah kunci agar pelanggan tetap datang dari waktu ke waktu.

“Dari dulu masaknya tetap seperti ini. Ayam kampung diungkep pakai kayu bakar supaya empuk,” kata Mbah Parmi, ditulis Minggu (26/7/2026).

Konsistensi tersebut terbukti membuat Warung Mbok Mi tetap eksis di tengah berkembangnya berbagai tempat makan modern. Dalam sehari, warung ini mampu menghabiskan sekitar 20 ekor ayam kampung. Saat akhir pekan maupun musim liburan, jumlahnya bahkan meningkat hingga sekitar 50 ekor ayam.

“Akhir pekan atau saat liburan permintaan meningkat, bisa menghabiskan kurang lebih 50 ekor ayam,” katanya.

Selain ayam goreng kampung, warung ini menyajikan menu rumahan khas pedesaan. Seporsi nasi hangat disajikan bersama aneka sayur, sambal bawang yang dibuat saat dipesan, serta minuman tradisional seperti sinom maupun kunyit asam. Kombinasi menu sederhana itu, jstru menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelanggan.

Suasana pedesaan yang masih kental juga menjadi nilai tambah. Area memasak tradisional yang menyatu dengan ruang makan, menghadirkan kesan hangat dan sederhana. Pengunjung dapat menikmati hidangan sambil merasakan suasana kampung yang kini mulai sulit ditemukan.

Salah seorang pelanggan asal Surabaya, Nana Suryo Sudarmadi, mengaku selalu menyempatkan diri mampir setiap kali berkunjung ke Ponorogo. Menurutnya, Warung Mbok Mi memiliki karakter rasa yang sulit ditemukan di tempat lain.

“Kalau ke Ponorogo wajib mampir ke sini. Rasanya khas sekali, mungkin karena dimasak menggunakan kayu bakar. Saya paling suka sayur tempe, sambalnya, ayam kampungnya, sampai dengan minuman sinomnya,” kata Nana Suryo Sudarmadi.

Dengan harga sekitar Rp35 ribu per porsi, pengunjung sudah dapat menikmati satu paket lengkap berisi nasi, ayam kampung, aneka sayur, sambal bawang, dan minuman tradisional. Perpaduan antara resep yang tetap terjaga, suasana sederhana, dan statusnya sebagai kuliner legendaris membuat Ayam Goreng Mbok Mi masih menjadi salah satu tujuan wisata kuliner yang wajib dikunjungi saat berada di Ponorogo.

Sumber : https://beritajatim.com/sejak-2005-tetap-bertahan-ayam-goreng-mbok-mi-jadi-ikon-kuliner-ponorogo

Pengembangan Hidrogen Hijau Digenjot, Incar Pasar Industri dan Penerbangan

Pengembangan Hidrogen Hijau Digenjot, Incar Pasar Industri dan Penerbangan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mulai membangun ekosistem hidrogen hijau sebagai bagian dari strategi jangka panjang mendukung transisi energi nasional.

Melalui pengembangan teknologi, kemitraan strategis, serta model bisnis yang terintegrasi, PLN EPI membidik pasar hidrogen rendah karbon untuk sektor industri, pembangkit listrik, hingga bahan bakar penerbangan berkelanjutan (electro- Sustainable Aviation Fuel/e-SAF).

Strategi tersebut disampaikan Vice President Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI Anita Puspita Sari dalam sesi Bioenergy to Biohydrogen: Unlocking the Next Clean Energy Opportunity pada Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Hidrogen hijau adalah jenis hidrogen yang dibuat lewat proses pemisahan air menggunakan listrik dari energi bersih. Proses ini memakai tenaga surya, angin, atau panas bumi tanpa menghasilkan polusi karbon

Anita menjelaskan, hidrogen merupakan salah satu pilar penting dalam peta jalan Net Zero Emissions (NZE) PLN Group 2060. Setelah memperkuat pengembangan bioenergi melalui program co-firing biomassa, PLN EPI kini memperluas portofolio bisnis energi primer dengan membangun rantai nilai hidrogen hijau sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru perusahaan.

“Selain terus mengembangkan energi terbarukan, pembangkit nuklir, Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS), energy storage, dan Green Energy Super Grid, PLN Group juga menjadikan hidrogen dan amonia sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung sistem energi rendah karbon,” ujar Anita dikutip Minggu (26/7/2026).

Menurut Anita, pengembangan hidrogen dilakukan secara bertahap, dimulai dari penyusunan model bisnis, pembangunan kemitraan, hingga penyiapan skema komersialisasi.

PLN EPI membuka peluang kerja sama melalui Hydrogen Gas Purchase Agreement (HGPA) maupun Kerja Sama Operasi (KSO) dengan mitra yang mengembangkan fasilitas produksi hidrogen.

Melalui skema tersebut, PLN EPI akan berperan sebagai agregator dan penyedia pasokan hidrogen bagi berbagai sektor yang membutuhkan energi rendah karbon.

“Sebagai subholding yang mengelola energi primer, kami melihat hidrogen sebagai komoditas energi masa depan,” kata Anita.

Pada tahap awal, PLN EPI menargetkan sektor industri yang memiliki kebutuhan hidrogen relatif tinggi, seperti industri pupuk dan amonia, kilang minyak dan petrokimia, industri baja dan logam, serta industri kimia. Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki potensi menjadi pasar awal bagi pengembangan hidrogen hijau di Indonesia.

Selain memenuhi kebutuhan industri, PLN EPI juga melihat peluang besar pada pengembangan e-SAF. Melalui teknologi ini, hidrogen hijau dikombinasikan dengan karbon dioksida hasil penangkapan emisi untuk menghasilkan synthetic crude, yang selanjutnya diolah menjadi bahan bakar penerbangan rendah karbon melalui konsep closed carbon loop.

Anita menjelaskan, kebutuhan e-SAF diproyeksikan terus meningkat seiring berkembangnya regulasi internasional yang mendorong penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan guna menekan emisi sektor aviasi.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain penting dalam industri hidrogen hijau karena didukung sumber energi terbarukan yang melimpah. Tantangan berikutnya adalah mempercepat pembangunan ekosistem, penguasaan teknologi, serta menciptakan pasar yang mampu mendukung pengembangan hidrogen secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam roadmap NZE PLN Group, hidrogen dan amonia diproyeksikan menjadi bagian dari bauran energi jangka panjang.

Sumber : https://www.tribunnews.com/bisnis/7859387/pengembangan-hidrogen-hijau-digenjot-incar-pasar-industri-dan-penerbangan

10 Negara Asia dengan Biaya Hidup Paling Murah, Cocok untuk Kerja dan Kuliah

10 Negara Asia dengan Biaya Hidup Paling Murah, Cocok untuk Kerja dan Kuliah

Bila berbicara tentang negara dengan biaya hidup terjangkau, maka Asia adalah jawabannya. Benua ini memiliki banyak kota modern dengan biaya hidup yang relatif rendah.

Selain itu, fasilitas penunjang yang mereka miliki juga tidak kalah canggih dengan negara-negara barat, seperti fasilitas kesehatan, keamanan, dan infrastruktur yang terus berkembang.

Tak heran jika banyak pekerja, pelajar, pensiunan, hingga digital nomad memilih negara-negara di Asia sebagai tempat untuk tinggal, bekerja, atau melanjutkan pendidikan.

Negara dengan Biaya Hidup Termurah di Asia

1. Indonesia

Indonesia disebut sebagai salah satu negara dengan biaya hidup terjangkau dibandingkan negara-negara lainnya di Asia.

Secara keseluruhan, hampir semua kota di Indonesia menawarkan biaya hidup yang sangat terjangkau.

Tapi hanya beberapa kota yang memiliki fasilitas yang cukup baik seperti Bandung, Yogyakarta, Jakarta, dan Bali.

Mengutip dari berbagai sumber, berikut adalah kisaran rata-rata biaya hidup di Indonesia:

  • Makan: Rp25.000 per porsi (US$1,39)
  • Biaya hidup sehari-hari: Rp6,5 juta per bulan (US$362,82)
  • Sewa apartemen pusat kota: Rp4 juta per bulan (US$223,23)
  • Sewa di luar pusat kota: Rp2,5 juta per bulan. (US$139,52)
  • Total biaya hidup di pusat kota: Rp12 jutaan atau US$711,15 per bulan

2. Thailand

Thailand juga menjadi salah satu negara favorit ekspatriat karena kaya akan budaya dan kuliner yang lezat.

Negara yang dijuluki “Land of Smiles” ini juga menawarkan fasilitas kesehatan yang cukup baik di kelasnya.

Kota terbaik untuk ditinggali di negara ini ialah Bangkok, Chiang Mai, Phuket, dan Koh Samui.

Untuk rata-rata biaya hidupnya juga cukup terjangkau, yakni:

  • Makan: 60 Baht (US$1,77)
  • Biaya hidup sehari-hari: 18.200 Baht/bulan (US$538,57)
  • Sewa pusat kota: 14.200 Baht (US$420,21)
  • Sewa luar pusat kota: 7.200 Baht (US$213,06)
  • Total biaya hidup di pusat kota: sekitar US$968 per bulan (sekitar Rp17,32 juta)

3. Vietnam

Vietnam tidak hanya menawarkan biaya hidup yang murah, tetapi juga memiliki pemandangan alam yang sangat memukau.

Kota-kota terbaik untuk ditinggali di negara ini juga cukup banyak, seperti Hanoi, Ho Chi Minh City, dan Da Nang.

Rata-rata biaya hidup:

  • Makan: 50.000 Dong (US$1,89)
  • Biaya hidup sehari-hari: 10,4 juta Dong/bulan (US$394,81)
  • Sewa pusat kota: 9,4 juta Dong (US$356,84)
  • Sewa luar pusat kota: 6 juta Dong (US$227,77)
  • Total biaya hidup di pusat kota: sekitar US$866 per bulan (sekitar Rp15,5 juta)

4. Sri Lanka

Sri Lanka menjadi salah satu negara tujuan bagi pensiunan dan ekspatriat untuk tinggal karena negara ini memiliki pantai tropis yang begitu indah serta biaya hidup yang relatif lebih rendah.

Rata-rata biaya hidup:

  • Makan: 400 Rupee Sri Lanka (US$1,18)
  • Biaya hidup sehari-hari: 93.000 Rupee/bulan (US$276,40)
  • Sewa pusat kota Colombo: 100.000 Rupee (US$297,23)
  • Sewa luar Colombo: 35.000 Rupee (US$104,03)
  • Total biaya hidup di pusat kota: sekitar US$653 per bulan (sekitar Rp11,69 juta)

5. India

India menawarkan biaya hidup yang terjangkau dengan pilihan kota metropolitan yang cukup banyak, seperti di Bangalore, Kolkata, Puducherry, Goa, dan Mumbai. Negara ini juga membuka peluang kerja yang begitu besar untuk ekspatriat.

Rata-rata biaya hidup:

  • Makan: 200 Rupee (US$2,07)
  • Biaya hidup sehari-hari: 25.000 Rupee/bulan (US$259,01)
  • Sewa pusat kota: 16.000 Rupee (US$165,77)
  • Sewa luar pusat kota: 10.000 Rupee (US$103,60)
  • Total biaya hidup: sekitar US$544 per bulan (di luar Mumbai, sekitar Rp9,73 juta)

6. Filipina

Filipina terdiri dari lebih dari 7.000 pulau yang menawarkan pantai berpasir putih, wisata bahari, serta masyarakat yang dikenal ramah. Negara ini juga menjadi pilihan menarik bagi pekerja asing dan pensiunan.

Rata-rata biaya hidup:

  • Makan: 180 Peso (US$2,91)
  • Biaya hidup sehari-hari: 26.500 Peso/bulan (US$429,04)
  • Sewa pusat kota: 20.000 Peso (US$323,80)
  • Sewa luar pusat kota: 10.700 Peso (US$173,23)
  • Total biaya hidup di pusat kota: sekitar US$907 per bulan (sekitar Rp16,23 juta)

7. Kamboja

Kamboja menawarkan perpaduan kota modern, pantai, dan situs sejarah seperti Angkor Wat, kompleks candi terbesar di dunia. Negara ini juga dikenal memiliki biaya hidup yang relatif rendah.

Rata-rata biaya hidup:

  • Makan: US$2,80
  • Biaya hidup sehari-hari: US$620/bulan
  • Sewa pusat kota: US$440
  • Sewa luar pusat kota: US$250
  • Total biaya hidup di pusat kota: sekitar US$1.060 per bulan (sekitar Rp18,97 juta)

8. Malaysia

Malaysia merupakan salah satu negara paling maju di Asia Tenggara dengan infrastruktur modern, pantai indah, taman nasional, serta kualitas hidup yang baik. Negara ini menjadi salah satu tujuan favorit ekspatriat di kawasan Asia.

Rata-rata biaya hidup:

  • Makan: 10 Ringgit (US$2,44)
  • Biaya hidup sehari-hari: 2.000 Ringgit/bulan (US$489,19)
  • Sewa pusat kota: 1.500 Ringgit (US$366,89)
  • Sewa luar pusat kota: 1.000 Ringgit (US$244,59)
  • Total biaya hidup di pusat kota: sekitar US$831 per bulan (sekitar Rp14,87 juta)

9. Tiongkok

China hadir sebagai negara yang memadukan budaya kuno dan kota metropolitan yang modern.

Kota terbaik untuk ditinggali di negara ini cukup banyak, seperti Guangzhou, Qingdao, Tianjin, dan Hangzhou.

Rata-rata biaya hidup:

  • Makan: 30 Yuan (US$4,42)
  • Biaya hidup sehari-hari: 3.800 Yuan/bulan (US$560,97)
  • Sewa pusat kota: 5.250 Yuan (US$775,03)
  • Sewa luar pusat kota: 3.100 Yuan (US$457,63)
  • Total biaya hidup di pusat kota: sekitar US$1.422 per bulan (sekitar Rp25,45 juta)

10. Bangladesh

Negara ini memang tidak sepopuler dengan negara Asia lainnya. Selain menawarkan biaya hidup yang relatif rendah, negara ini juga memiliki berbagai destinasi menarik.

Seperti Sundarbans, hutan bakau terbesar di dunia, dan Pantai Cox’s Bazar, salah satu pantai berpasir terpanjang di dunia.

Rata-rata biaya hidup:

  • Makan: 150 Taka (US$1,21)
  • Biaya hidup sehari-hari: 33.000 Taka/bulan (US$267,32)
  • Sewa pusat kota: 9.200 Taka (US$74,52)
  • Sewa luar pusat kota: 6.300 Taka (US$51,03)
  • Total biaya hidup di pusat kota: sekitar US$489 per bulan (sekitar Rp8,75 juta)

Sumber : https://www.inilah.com/10-negara-asia-dengan-biaya-hidup-paling-murah-cocok-untuk-kerja-dan-kuliah

Jangan Katakan 10 Kalimat Ini Jika Mau Anak Sukses di Masa Depan

Jangan Katakan 10 Kalimat Ini Jika Mau Anak Sukses di Masa Depan

Jakarta, CNBC Indonesia – Kesuksesan anak di masa depan ternyata tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh pola komunikasi orang tua di rumah. Tanpa disadari, banyak orang tua sering melontarkan kalimat refleks yang justru bisa mematikan kreativitas, rasa percaya diri, hingga kemandirian anak sejak dini.

Psikolog dan pakar pengasuhan memperingatkan bahwa setiap kata yang diucapkan orang tua akan menjadi “suara batin” bagi anak hingga mereka dewasa. Kalimat yang bersifat meremehkan emosi atau memberikan tekanan tersembunyi dapat menghambat perkembangan kecerdasan emosional (EQ) yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja profesional nantinya.

Berikut adalah 10 kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan orang tua, dilansir dari Parents, Minggu (15/2/2026):

1. “Good job” atau “Kamu hebat”
Pujian umum seperti “Kamu anak yang baik” atau “Good job!” saat anak berhasil melakukan sesuatu ternyata tak sepenuhnya baik untuk diucapkan. Berdasarkan penelitian, ucapan tersebut dapat membuat anak bergantung pada pujian orang lain, alih-alih membangun motivasi dari dalam diri sendiri.

Penasihat orang tua sekaligus penulis buku The A to Z Guide to Raising Happy Confident Kids, Jenn Berman, mengungkapkan bahwa orang tua sebaiknya memberikan pujian pada waktu yang tepat dengan memberikan keterangan yang spesifik.

Sebagai contoh, katakan: “Itu adalah umpan (assist) yang bagus. Ayah/Ibu suka cara kamu melihat posisi rekan setimmu.” Hindari sekadar mengucapkan “Permainan yang hebat!”.

2. “Berlatih adalah kunci kesempurnaan” (Practice makes perfect)
Ucapan yang terlalu mendorong anak untuk terus berlatih justru bisa meningkatkan tekanan untuk selalu unggul atau menang. Kalimat ini juga bisa disalahartikan bahwa saat anak gagal, hal itu disebabkan karena mereka kurang keras berlatih.

“Kalimat ini mengisyaratkan jika Anda membuat kesalahan, berarti Anda tidak berlatih cukup keras,” kata penulis 101 Ways to Be a Terrific Sports Parent, Joel Fish. Orang tua sebaiknya mendorong anak bekerja keras dengan fokus pada proses peningkatan diri dan rasa bangga atas kemajuannya.

3. “Jangan menangis!”
Kalimat “Jangan menangis” kerap dilontarkan saat anak terluka atau terjatuh. Padahal, kalimat ini tidak membantu mereka merasa lebih baik. Berman menjelaskan bahwa anak-anak menangis karena emosi mereka memang sedang tidak baik-baik saja.

Orang tua seharusnya membantu anak memahami dan mengelola emosi mereka, bukan mengabaikannya. “Coba berikan pelukan kepada anak dan akui apa yang mereka rasakan dengan menanyakan apakah mereka ingin diobati, dipeluk, atau keduanya,” ungkapnya.

4. “Cepat!”
Ucapan “Cepat!” untuk mendesak anak bergerak fleksibel ternyata justru menambah tingkat stres mereka, ungkap Linda Acredolo, co-author buku Baby Minds.

Orang tua dapat menggantinya dengan kalimat “Ayo, segera kita selesaikan” menggunakan nada yang lembut. “Kalimat ini memberikan sinyal bahwa Anda berada di dalam tim yang sama dengan anak,” ujar Acredolo.

5. “Ayah/Ibu sedang diet”
Orang tua sebaiknya tidak secara terbuka menunjukkan bahwa mereka sedang melakukan diet di depan anak. Pesan ini disampaikan oleh Profesor Pediatri dan Epidemiologi di Nassau University Medical Center, New York, Marc S. Jacobson.

Anak yang sering melihat orang tuanya menimbang berat badan setiap hari dan mendengar keluhan tentang kegemukan dapat mengembangkan persepsi atau citra tubuh (body image) yang tidak sehat.

6. “Ayah/Ibu tidak punya uang untuk membelinya”
Hindari mengatakan “Tidak punya uang” saat anak meminta barang atau mainan yang mahal. Kalimat tersebut mengisyaratkan bahwa orang tua tidak mampu mengendalikan keuangannya.

Orang tua dapat menggantinya dengan kalimat: “Kita tidak membelinya sekarang karena kita sedang menabung untuk hal-hal yang lebih penting,” saran Jayne Pearl, penulis buku Kids and Money.

7. “Jangan berbicara dengan orang asing!”
Larangan ini ternyata kurang efektif diucapkan kepada anak-anak. Direktur Eksekutif National Center for Missing & Exploited Children, Nancy McBride, menjelaskan bahwa konsep “orang asing” belum sepenuhnya dipahami oleh anak usia dini.

Anak-anak dapat menganggap semua orang yang tidak dikenal sebagai figur yang jahat, atau sebaliknya, mereka bisa menolak bantuan dari petugas polisi atau pemadam kebakaran yang belum mereka kenal saat situasi darurat.

8. “Hati-hati!”
Peringatan “Hati-hati!” yang dilontarkan terus-menerus justru dapat memecah fokus anak dari apa yang sedang mereka lakukan, terang penulis Baby Knows Best, Deborah Carlisle Solomon.

Jika merasa cemas, Anda bisa mendekati anak saat mereka bermain untuk memastikan keselamatannya. Tetap tenang dan amati mereka tanpa memberikan kepanikan verbal.

9. “Tidak boleh jajan kalau makanannya tidak habis!”
Terkadang orang tua menggunakan ancaman ini agar anak menghabiskan makanan utamanya. Namun, Direktur New Balance Foundation Obesity Prevention Center di Boston Children’s Hospital sekaligus penulis Ending the Food Fight, David Ludwig, mengingatkan bahwa ucapan ini justru meningkatkan nilai ‘istimewa’ dari makanan penutup (dessert) dan menurunkan kepuasan terhadap makanan utama.

10. “Sini Ayah/Ibu bantu”
Menawarkan bantuan terlalu cepat dapat menghambat proses belajar anak. Biarkan anak berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri terlebih dahulu guna memupuk rasa mandiri.

“Jika Anda terlalu cepat ikut campur, hal itu dapat mengikis kemandirian anak,” kata Profesor Emeritus Psikologi di Drexel University, Philadelphia, serta penulis Raising a Thinking Child, Myrna Shure.

Orang tua tetap boleh membimbing, tetapi alih-alih langsung mengambil alih, berikan pertanyaan pancingan yang mengarahkan anak untuk menemukan solusinya sendiri.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260725233951-33-753833/jangan-katakan-10-kalimat-ini-jika-mau-anak-sukses-di-masa-depan

Ribuan Orang Gotong Royong Bersihkan Pantai Ancol Plengsengan Banyuwangi

Ribuan Orang Gotong Royong Bersihkan Pantai Ancol Plengsengan Banyuwangi

Liputan6.com, Jakarta – Lebih dari seribu orang bergerak membersihkan pantai di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Pantai Ancol Plengsengan, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Selasa 21 Juli 2026 pagi.

Aksi itu bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), gerakan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Aksi bersih-bersih pantai di Banyuwangi tersebut diinisiasi oleh Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri dan Pemkab, diikuti berbagai unsur elemen masyarakat. Ada nelayan, warga, pegiat lingkungan, aparatur sipil negara, kepolisian, TNI, mahasiswa, hingga pelajar.

Sejak pagi mereka menyebar ke berbagai area untuk membersihkan sampah di sekitar kawasan tersebut.

“Hari ini di Banyuwangi, Kemendagri bekerja sama dengan pemkab melakukan gerakan Indonesia ASRI. Ini gerakan peduli lingkungan, terutama kepedulian terhadap sampah, kepedulian terhadap ketertiban lingkungan,” kata Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal.

Dia menyebut, Kemendagri sengaja memilih Banyuwangi sebagai salah satu daerah promosi gerakan Indonesia ASRI lantaran dinilai selalu konsisten dalam mengimplementasikan program strategis nasional.

“Karakter Banyuwangi ini kalau ada arahan selalu dilakukan dengan serius. Oleh karena itu, kami yakin daerah ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Termasuk pelaksanaan gerakan Indonesia ASRI,” jelas Safrizal.

Di Banyuwangi, Gerakan Indonesia ASRI telah diadopsi dan diimplementasikan sebagai gerakan Banyuwangi Asri. Aksi bersih-bersih sampah tersebut secara rutin dan berkelanjutan digelar di berbagai titik.

“Rutin kita lakukan, bahkan tiap kecamatan, kelurahan/desa lakukan bersih-bersih lingkungannya,” kata Ipuk.

Berbagai Upaya Lain

Ipuk menjelaskan, Banyuwangi mengimplementasikan Gerakan Indonesia ASRI bukan hanya dengan bersih-bersih kawasan pantai. Tetap juga dengan berbagai upaya yang lain.

“Misalnya dengan memunculkan kesadaran masyarakat untuk menjaga Banyuwangi agar selalu dalam kondisi aman, sehat, resik, dan indah,” ucap dia.

Soal persampahan, kata dia, Kabupaten Banyuwangi juga memiliki beberapa TPS3R yang saat ini telah beroperasi dan tengah dibangun. Kehadiran TPS3R berdampak signifikan terhadap pengelolaan sampah di Banyuwangi.

Sumber : https://www.liputan6.com/news/read/8253609/ribuan-orang-gotong-royong-bersihkan-pantai-ancol-plengsengan-banyuwangi

Dukungan rasa aman bantu anak untuk melapor kekerasan

Dukungan rasa aman bantu anak untuk melapor kekerasan

Jakarta (ANTARA) – Psikolog klinis anak dan remaja Ocha Ananda Suherik, M.Psi., Psikolog menyampaikan hubungan hangat dan penuh rasa aman antara anak dengan orang dewasa menjadi salah satu faktor protektif terpenting dalam pencegahan dan penanganan kekerasan.

Hal ini, lanjut Ocha, dalam psikologi perkembangan dikenal konsep secure attachment yaitu hubungan yang hangat, responsif, dan penuh rasa aman antara anak dengan pengasuh atau orang dewasa di sekitarnya.

“Anak yang merasa didengar, dipercaya, dan tidak dihakimi akan lebih berani mengungkapkan pengalaman yang dialaminya serta mencari pertolongan ketika menghadapi situasi yang membahayakan,” ujar Ocha kepada ANTARA di Jakarta, pada Sabtu.

Menurut Ocha, anak-anak bila mengalami kekerasan maupun perundungan hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari orang dewasa yang dipercaya,

“Orang tersebut dapat berupa orang tua, guru, anggota keluarga, psikolog, atau orang dewasa lain yang membuat anak merasa aman untuk bercerita,” kata Psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.

Langkah melapor selanjutnya, kata Ocha, setelah anak memperoleh perlindungan dan dukungan dari orang dewasa yang dipercaya, kasus dapat diteruskan kepada pihak yang berwenang sesuai kebutuhan, seperti UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), kepolisian, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) apabila membutuhkan pendampingan hukum, atau layanan perlindungan anak lainnya.

Ocha juga menyampaikan bahwa sejumlah faktor psikologis dan perkembangan yang membuat anak kesulitan mengungkapkan pengalaman kekerasan.

“Banyak orang mengira anak yang tidak segera bercerita berarti menutupi kejadian atau tidak ingin ditolong. Padahal, kenyataannya jauh lebih kompleks,” tutur dia.

Dalam hal ini faktor psikologis dan perkembangan, lanjut Ocha, seperti kemampuan anak untuk memahami, mengolah, dan menceritakan pengalaman yang dialaminya masih berkembang. Terlebih ketika pengalaman tersebut bersifat traumatis, anak sering kali belum mampu memberi makna atau menyusun kejadian menjadi cerita yang runtut.

“Tidak jarang mereka hanya menunjukkan perubahan perilaku, seperti menjadi lebih pendiam, mudah marah, atau menghindari orang tertentu, tanpa mampu menjelaskan penyebabnya,” kata dia.

Ocha mengatakan anak ketika mengalami ancaman atau kekerasan, otak secara otomatis mengaktifkan survival response atau mekanisme bertahan hidup. Dalam kondisi tersebut anak dapat menunjukkan respons seperti melawan, menghindar, atau membeku.

Pada sebagian anak, lanjut Ocha, sistem saraf juga dapat masuk ke kondisi hypoarousal, sehingga mereka tampak diam, datar, atau seolah tidak bereaksi. Padahal, kondisi tersebut bukan berarti anak tidak merasa takut atau tidak terluka, melainkan karena otaknya sedang berusaha melindungi diri dari situasi yang dianggap sangat mengancam.

“Akibatnya, ekspresi yang terlihat dari luar tidak selalu mencerminkan apa yang sebenarnya dirasakan anak,” ujar psikolog yang tergabung dalam Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) itu.

Lebih lanjut Ocha mengatakan bahwa anak cenderung akan memilih diam ketika lingkungannya tidak dirasakan sebagai tempat yang aman.

Ia mencontohkan seperti anak takut akan ancaman dari pelaku, khawatir tidak dipercaya, merasa akan disalahkan, atau pernah mengalami pengalaman ketika bercerita tetapi justru diabaikan.

“Kondisi ini semakin sulit apabila pelaku adalah orang yang dekat dengan anak, seperti anggota keluarga, guru, atau orang yang selama ini dipercaya, karena anak dapat mengalami konflik batin antara rasa takut dan keinginan untuk mempertahankan hubungan tersebut,” tutur Ocha.

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) selama tahun 2025 mencatat 35.131 kasus kekerasan dan 23.043 kasus atau 65,59 persen di antaranya dialami oleh anak.

Sebelumnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 mengangkat tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”.

Tema Hari Anak Nasional (HAN) 2026 bertujuan meningkatkan kesadaran seluruh elemen bangsa memenuhi hak anak, memberikan perlindungan dari kekerasan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif. Melindungi anak bukan hanya tugas keluarga atau pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5665567/dukungan-rasa-aman-bantu-anak-untuk-melapor-kekerasan

7 Cara Efektif Membantu Anak Lebih Berani Bicara di Depan Orang Lain

7 Cara Efektif Membantu Anak Lebih Berani Bicara di Depan Orang Lain

Jakarta, CNN Indonesia — Setiap orang tua tentu ingin anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan mampu menyampaikan pendapatnya dengan baik.

Namun, tidak sedikit anak yang memilih diam, merasa malu, atau ragu untuk berbicara di hadapan orang lain. Berikut cara efektif membantu anak berani bicara.

Kemampuan berbicara merupakan bekal penting yang dibutuhkan anak hingga dewasa nanti. Sayangnya, kebiasaan orang tua yang sering mengambil alih percakapan justru dapat menghambat perkembangan kepercayaan diri anak.

Padahal, anak perlu diberi kesempatan untuk mengutarakan pikiran, perasaan, dan kebutuhannya secara mandiri.

Melalui latihan yang konsisten dan dukungan yang tepat, anak dapat belajar bicara sendiri serta lebih berani menghadapi berbagai situasi sosial.

Cara membantu anak berani bicara

Dikutip dari Our Children, berikut cara membantu anak berani bicara yang perlu diketahui orang tua.

1. Kurangi kebiasaan berbicara atas nama anak

Banyak orang tua secara refleks menjawab pertanyaan yang sebenarnya ditujukan kepada anak. Meski dilakukan dengan niat baik, kebiasaan ini dapat menghambat kemampuan anak untuk berpikir dan merespons secara mandiri.

Mulailah memperhatikan kapan Anda terlalu sering mengambil alih percakapan. Berikan kesempatan kepada anak untuk menjawab sendiri, meskipun mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk merangkai kata-kata.

Dengan begitu, anak akan memahami bahwa mereka diharapkan mampu menyampaikan pendapatnya sendiri.

2. Beri ruang dan waktu untuk menyampaikan pendapat

Salah satu cara membantu anak berani bicara adalah memberikan ruang bagi mereka untuk menemukan solusi dan jawaban sendiri. Saat anak menghadapi pertanyaan atau masalah sederhana, hindari langsung memberikan jawaban.

Biarkan mereka berpikir, mencoba, dan mengungkapkan pendapatnya. Pengalaman kecil yang terjadi setiap hari akan membantu anak belajar menggunakan suaranya sendiri dan membangun rasa percaya diri secara bertahap.

3. Biasakan anak berbicara di rumah

Rumah merupakan tempat terbaik bagi anak untuk berlatih mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Orang tua dapat menciptakan suasana yang mendukung dengan mengadakan diskusi keluarga secara rutin.

Ajak anak membahas berbagai topik, mulai dari aturan di rumah hingga isu sosial yang sesuai dengan usianya. Berikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota keluarga untuk berbicara dan dengarkan pendapat mereka tanpa menghakimi.

4. Dorong anak berani keluar dari zona nyaman

Keberanian berbicara sering kali tumbuh ketika anak berani mencoba hal-hal baru. Oleh karena itu, dorong mereka untuk mengambil risiko kecil yang positif.
Misalnya, ajak anak mengangkat tangan saat ingin menjawab pertanyaan di kelas, menyampaikan ide kepada guru, atau berbicara dalam kelompok kecil.

Jika masih merasa gugup, mereka dapat menuliskan ide terlebih dahulu sebelum menyampaikannya secara lisan. Semakin sering anak mencoba, semakin besar pula rasa percaya dirinya.

5. Latih dengan skenario dan simulasi percakapan

Terkadang anak mengetahui apa yang ingin disampaikan, tetapi bingung bagaimana mengatakannya. Dalam kondisi seperti ini, orang tua dapat membantu dengan membuat skenario percakapan sederhana.

Misalnya saat anak ingin berbicara kepada guru, pelatih, atau temannya, ajak mereka berlatih terlebih dahulu di rumah. Lakukan simulasi percakapan secara santai hingga anak merasa nyaman.

Metode ini membantu anak lebih siap menghadapi situasi nyata dan mengurangi rasa cemas ketika harus berbicara sendiri.

6. Ajarkan cara membela diri secara asertif
Bagian penting dari cara membantu anak berani bicara adalah mengajarkan keterampilan berbicara secara tegas namun tetap sopan. Anak perlu memahami bahwa mereka tidak dapat mengendalikan perilaku orang lain, tetapi dapat mengendalikan responsnya sendiri.

Orang tua dapat mengenalkan strategi sederhana berikut:

  • Tenangkan diri terlebih dahulu dengan menarik napas dalam-dalam.
  • Sampaikan pendapat secara tegas menggunakan kalimat singkat dan jelas.
  • Gunakan bahasa tubuh yang percaya diri, seperti berdiri tegak dan menatap lawan bicara.
  • Berbicara dengan suara yang mantap, tanpa berteriak atau terdengar marah.

Keterampilan ini sangat berguna ketika anak menghadapi tekanan dari teman sebaya atau situasi yang membuatnya tidak nyaman.

7. Berlatih setiap hari dan hargai prosesnya

Keberanian berbicara tidak terbentuk dalam semalam. Karena itu, biasakan anak untuk berbicara untuk dirinya sendiri setidaknya sekali setiap hari.

Anak yang lebih kecil dapat dilatih memesan makanan sendiri di restoran atau menjawab pertanyaan guru di kelas. Sementara itu, anak yang lebih besar dapat dilibatkan dalam aktivitas yang membutuhkan komunikasi mandiri sesuai usianya.

Yang tidak kalah penting, beri apresiasi atas setiap usaha yang mereka lakukan. Ketika anak melakukan kesalahan atau merasa gagal, yakinkan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari proses belajar. Dukungan dan kepercayaan dari orang tua akan menjadi modal besar bagi anak untuk terus berkembang.

Itulah cara membantu anak berani bicara sejak dini untuk membangun kepercayaan diri.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260622113822-284-1371761/7-cara-efektif-membantu-anak-lebih-berani-bicara-di-depan-orang-lain