Ayah Wajib Hadir: Pesan Penting dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia

Ayah Wajib Hadir: Pesan Penting dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia

Kesibukan pekerjaan sering membuat makna “hadir” menjadi sebatas memenuhi kewajiban profesional. Padahal, di dalam keluarga, kehadiran seorang ayah bukan sekadar soal berada di rumah, melainkan hadir secara utuh untuk mendengar, membimbing, dan menemani tumbuh kembang anak.

Pesan itulah yang diangkat dalam Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) melalui tema “Ayah Wajib Hadir” yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN). Gerakan tersebut mengajak para ayah untuk menyeimbangkan tanggung jawab mencari nafkah dengan tanggung jawab membangun kedekatan emosional bersama keluarga.

Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN, Budi Setiyono, mengingatkan bahwa kehadiran ayah di tengah keluarga merupakan investasi paling berharga bagi masa depan anak.

“Kita sering kali sangat disiplin memastikan kehadiran di tempat kerja. Ada absensi elektronik, laporan kinerja, dan berbagai indikator lainnya. Namun, ada satu kehadiran yang tidak tercatat dalam sistem mana pun, tetapi justru sangat menentukan masa depan anak-anak kita. Tidak ada aplikasi absennya, tidak ada sidik jarinya, tetapi kehadiran seorang ayah di tengah keluarga tidak bisa digantikan oleh apa pun,” ujar Budi di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, banyak ayah yang sigap merespons setiap pesan pekerjaan, bahkan hingga malam hari. Namun, respons yang sama belum tentu diberikan ketika anak ingin berbagi cerita atau menunjukkan hasil karyanya.

Seorang anak yang datang dengan mata berbinar memperlihatkan gambar hasil lukisannya sesungguhnya sedang menyampaikan pesan paling penting kepada ayahnya. Ketika momen itu diabaikan karena alasan pekerjaan, bukan sekadar percakapan yang hilang, tetapi kesempatan membangun ikatan emosional yang mungkin tidak akan terulang.

Budi mengibaratkan setiap cerita, keluh kesah, maupun prestasi kecil anak sebagai “nota dinas” terpenting yang seharusnya mendapat perhatian pertama dari seorang ayah. Sebab, bagi anak, perhatian dan apresiasi dari ayah menjadi sumber rasa percaya diri sekaligus fondasi pembentukan karakter.

Fatherless Bukan Tidak Memiliki Ayah

Fenomena fatherless tidak selalu berarti seorang anak tumbuh tanpa ayah secara fisik. Dalam banyak kasus, ayah hadir di rumah, tetapi tidak hadir secara emosional.

Ketidakhadiran secara psikologis itu dinilai menjadi salah satu faktor yang melemahkan benteng pertahanan remaja. Anak yang kehilangan figur pendamping cenderung mencari pengakuan, identitas, dan rasa memiliki di luar rumah. Tidak sedikit yang kemudian terjerumus ke dalam kenakalan remaja, pergaulan berisiko, hingga berbagai perilaku negatif lainnya. Karena itu, GATI menekankan bahwa waktu berkualitas bersama anak sama pentingnya dengan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Belajar dari Keteladanan Seorang Penarik Becak

Makna menjadi ayah teladan tidak ditentukan oleh besarnya penghasilan ataupun tingginya jabatan. Kisah Mugiono, seorang penarik becak asal Kendal, Jawa Tengah, menjadi bukti bahwa kasih sayang dan pengorbanan jauh lebih berharga daripada status sosial.

Di tengah keterbatasan ekonomi, Mugiono rela menggunakan uang pesangonnya untuk membeli laptop pertama bagi putrinya, Raeni, ketika diterima di perguruan tinggi. Dengan becak yang sama, ia juga mengantarkan putrinya menuju lokasi wisuda.

Pengorbanan tersebut membuahkan hasil. Raeni berhasil menempuh pendidikan hingga jenjang S2 dan S3 di Birmingham University, Inggris, sebelum berkarier sebagai dosen (associate professor).

“Pak Mugiono bukan orang berada, bukan orang yang punya pendidikan tinggi, tetapi memiliki peran ayah yang luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa keberhasilan seorang ayah bukan diukur dari jabatan atau penghargaan, melainkan sikap mental yang memastikan dirinya menjadi sosok yang diidealkan dan diandalkan oleh anak-anaknya,” tutur Budi Setiyono.

Menurut Budi, setiap karier profesional pada akhirnya memiliki batas waktu. Masa pensiun akan datang, jabatan akan berganti, dan ruang kerja akan diisi generasi berikutnya. Namun, ada satu jabatan yang tidak pernah mengenal masa pensiun, yakni menjadi seorang ayah.

“Jabatan dan peran sebagai seorang ayah akan terus melekat seumur hidup. Dan yang paling diingat oleh anak-anak kita kelak bukanlah tentang tanda tangan kita pada dokumen pekerjaan, melainkan jejak kehadiran kita dalam setiap fase pertumbuhan mereka,” ujarnya.

Karena itu, seorang ayah tidak cukup hanya tercantum di dalam Kartu Keluarga, hadir saat pembagian rapor, atau menjadi pencari nafkah semata. Anak membutuhkan sosok yang bersedia mendengarkan cerita, menemani proses belajar, memberi pelukan ketika gagal, dan merayakan setiap keberhasilan sekecil apa pun.

Budi menegaskan, menjadi ayah teladan tidak menuntut kesempurnaan. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan untuk menyediakan waktu, membuka ruang dialog, dan hadir sepenuh hati dalam kehidupan anak.

Melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia, Kemendukbangga/BKKBN mengajak seluruh ayah di Indonesia menjadikan kehadiran sebagai warisan paling berharga bagi keluarga. Sebab, pada akhirnya, yang paling membekas dalam ingatan seorang anak bukanlah seberapa sukses karier ayahnya, melainkan seberapa sering ayah hadir ketika mereka paling membutuhkan.

sumber : https://indonesia.go.id/informasi/nasional/detail/ayah-wajib-hadir-pesan-penting-dari-gerakan-ayah-teladan-indonesia

MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas untuk Jerat Pelaku

MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas untuk Jerat Pelaku

Jakarta, MUI Digital— Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah menyusun Naskah Akademik dan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pidana Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) untuk didorong masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) di DPR RI.

Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menegaskan langkah hukum ini diambil karena imbauan moral dinilai sudah tidak lagi efektif membendung fenomena penyimpangan seksual yang kian berani ditunjukkan di ruang publik.

Pihaknya tetap nyatakan lawan dan perang terhadap perilaku dan yang mengampanyekan LGBT.

“Demi cinta kami kepada kemanusiaan yang hakiki, kami ajak mereka kembali pada fitrahnya. Kami siapkan naskah akademik dan RUU pidananya, tinggal DPR membahas dan menetapkannya,” kata ulama yang akrab disapa Kiai Cholil ini kepada MUI Digital, melalui sambungan telepon di Jakarta, Ahad (28/6/2026).

Kiai Cholil menyoroti pergeseran perilaku kelompok LGBT saat ini. Jika dahulu pelaku penyimpangan seksual cenderung bersembunyi karena malu, saat ini mereka justru terkesan bangga bahkan berani menggelar acara atau pesta sesama jenis secara terang-terangan. Ironisnya, masyarakat yang menegur justru sering kali dicap tidak toleran.

“Ini kan sudah salah kaprah,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini.

Oleh karena itu, kata dia, tidak cukup dengan imbauan. Harus sudah dilakukan dengan cara perundang-undangan yang mengikat, yang bisa ditindak tegas.

MUI menekankan bahwa undang-undang ini nantinya tidak akan menghukum ‘orientasi seksual’ seseorang yang masih berada di dalam pikiran, melainkan berfokus pada tindakan penyelewengan (pelaku) dan aktivitas mengampanyekannya.

“Kalau orientasi, kita tidak mengatakan kejahatan karena orientasi kan baru pikiran. Jadi yang kita sebut (pidana) adalah pelaku,” tutur dia.

Dia menjelaskan mengapa pelaku LBGT harus dipidana? Pertama, karena dia melakukan tidak pada tempatnya dan mengampanyekan. Kedua, supaya membuat orang sadar bahwa perilaku penyimpangan tersebut tidak normal lantas menjauhinya sebab ada ada hukuman.

Kiai Cholil mengungkapkan, MUI sudah lama memiliki pandangan hukum keagamaan yang tegas terkait hal ini, yakni melalui Fatwa MUI Nomor 57 Tahun 2014 tentang Lesbian, Gay, Sodomi, dan Pencabulan. Dalam fatwa tersebut, hubungan seksual sesama jenis dinyatakan haram dan dikategorikan sebagai bentuk kejahatan (jarimah).

Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI ini mengungkapkan tiga alasan utama mengapa aktivitas LGBT sangat dilarang.

Pertama, melukai harkat dan martabat kemanusiaan. Kedua, menghentikan proses keturunan manusia. Ketiga, menjadi faktor utama penyebaran penyakit mematikan yang belum ada obatnya, seperti HIV dan AIDS.

Dalam draf hukum yang sedang digodok, sanksi bagi pelaku dapat berupa hukuman pidana hingga ta’zir (hukuman yang jenis dan kadarnya ditentukan oleh hakim untuk memberikan efek jera), misalnya bagi mereka yang baru sebatas bermesraan atau berpacaran sesama jenis.

Menjawab keraguan mengenai efektivitas undang-undang dalam memberantas penyakit sosial, Kiai Cholil menganalogikan aturan ini seperti hukum pidana pada kasus korupsi, narkoba, atau perzinaan.

Meskipun hukum tidak bisa menghapus kejahatan hingga 100 persen, keberadaan undang-undang sangat krusial untuk mencegah terjadinya normalisasi terhadap hal yang salah.

“Kalau tidak dihukum sama sekali, kan berarti menjadi normal. Jadi kita jangan menormalisasi. Hukuman itu membuat orang mengerti kalau ini tidak normal, bahwa ini salah,” tegas Kiai Cholil.

CEO MCNid.net ini menjelaskan bahwa prinsip hukum yang dipegang MUI adalah al-mawani’ wa al-zajir, yaitu bersifat preventif (pencegahan) dan memberikan efek jera.

Ulama kelahiran Madura ini menambahkan, melalui undang-undang ini, masyarakat yang memiliki orientasi menyimpang diharapkan mengurungkan niatnya untuk bertindak karena takut akan sanksi hukum, sekaligus meluruskan kembali tatanan sosial masyarakat sesuai dengan fitrah kemanusiaan.

“Saat ini, MUI terus merampungkan draf naskah tersebut sebelum resmi diserahkan ke DPR RI,” kata dia.

Sumber ; https://mui.or.id/baca/berita/mui-siapkan-naskah-akademik-ruu-pidana-lgbt-dorong-masuk-prolegnas-untuk-jerat-pelaku

Xiaomi YU7 GT catat putaran perdana di Nurburgring tanpa supir

Xiaomi YU7 GT catat putaran perdana di Nurburgring tanpa supir

Xiaomi mengumumkan bahwa SUV listrik performa tinggi YU7 GT berhasil mencatatkan putaran otonom pertama di dunia di sirkuit Nürburgring Nordschleife, Jerman.

Dilaporkan Carnewschina pada Senin (22/6) waktu setempat, kendaraan tersebut menyelesaikan pengujian tanpa campur tangan pengemudi manusia dan menjadi tolok ukur awal kemampuan perangkat lunak mengemudi otonom pada kendaraan produksi massal.

Pencapaian itu diraih setelah YU7 GT resmi dipasarkan secara komersial.

Dalam pengujian di lintasan legendaris sepanjang lebih dari 20 kilometer tersebut, sistem mengemudi otonom kendaraan mencatat waktu putaran resmi 10 menit 29,483 detik.

Catatan tersebut masih 3 menit 7 detik lebih lambat dibandingkan waktu yang dicapai saat kendaraan dikendarai manusia.

Menurut Xiaomi, perbedaan itu menunjukkan adanya batasan keselamatan yang diterapkan algoritma otonom dibandingkan kemampuan pengemudi profesional dalam mengeksplorasi batas performa kendaraan.

Diketahui, YU7 GT dibangun di atas platform kelistrikan 897 volt berbasis silikon karbida dan menggunakan baterai lithium ternary berkapasitas 101,7 kWh.

Sistem penggeraknya mengandalkan motor listrik Super Motor V8s EVO yang dikembangkan Xiaomi untuk menjaga efisiensi termal dan keluaran tenaga saat digunakan dalam kondisi ekstrem di lintasan balap.

Pabrikan asal China tersebut menyebut sistem pendinginan yang diterapkan mampu mempercepat pelepasan panas ketika kendaraan menghadapi beban tinggi dan perubahan arah dalam kecepatan tinggi.

Dari sisi performa, sistem penggerak YU7 GT menghasilkan tenaga puncak hingga 738 kW atau setara 1.003 hp.

Tenaga tersebut memungkinkan SUV listrik ini berakselerasi dari 0 hingga 100 km per jam dalam 2,92 detik dan mencapai kecepatan maksimum 300 km per jam.

Dalam kondisi pengujian standar CLTC, kendaraan diklaim mampu menempuh jarak hingga 705 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh.

Teknologi pengisian cepat bertegangan tinggi yang digunakan juga memungkinkan penambahan jarak tempuh hingga 570 kilometer hanya dalam waktu 15 menit.

Xiaomi menyebut kemampuan ini dirancang untuk mengatasi kendala panas yang umum terjadi pada kendaraan listrik berperforma tinggi sekaligus menjaga kestabilan suplai tenaga dalam penggunaan jangka panjang.

Sistem baterainya menggunakan tata letak pendinginan khusus untuk mengendalikan lonjakan suhu saat pelepasan energi berlangsung cepat.

Pendekatan tersebut diklaim membantu menjaga integritas sel baterai dan distribusi arus yang merata ketika kendaraan bekerja di bawah tekanan tinggi.

Sebelum mencatatkan putaran otonom, YU7 GT telah membukukan rekor SUV di Nurburgring dengan pengemudi manusia. Pada tahap pengembangan awal, model ini mencatat waktu 7 menit 22,755 detik, sementara pengujian lainnya menghasilkan waktu 7 menit 34,931 detik.

Di pasar domestik China, Xiaomi YU7 GT dipasarkan mulai 389.900 yuan atau sekitar Rp1 miliar. Sementara varian tertinggi dibanderol 429.900 yuan atau sekitar Rp1,1 miliar.

Sumber : https://otomotif.antaranews.com/berita/5617845/xiaomi-yu7-gt-catat-putaran-perdana-di-nurburgring-tanpa-supir

Lapangan Golf 9 Hole Petrokimia Gresik Bikin Para Tokoh Lintas Daerah Terkejut, Ini Sebabnya!

Lapangan Golf 9 Hole Petrokimia Gresik Bikin Para Tokoh Lintas Daerah Terkejut, Ini Sebabnya!

Ada nuansa yang berbeda di Lapangan Golf Petrokimia Gresik akhir pekan ini. Ratusan golfer dari berbagai latar belakang, mulai dari Forkopimda, jajaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga petinggi kepolisian, TNI berkumpul dengan seragam kasual mereka.

Tawa renyah dan obrolan santai mengalir di antara ayunan stik golf yang presisi. Acara ini digelar secara khusus dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke 80.

​Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi adu ketangkasan, melainkan sebuah ruang silaturahmi lintas wilayah yang begitu cair. Sejumlah tokoh penting tampak hadir menikmati suasana, di antaranya Bupati Fandi Akhmad Yani,
Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik Johanes Barus, Kapolres AKBP Ramadhan Nasution, Dandim 0817 Letkol Inf Fadly Subur Karamaha,
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, hingga Walikota Pasuruan Adi Wibowo.

Kehadiran mereka membuktikan bahwa olahraga golf mampu menjadi jembatan diplomasi, dan komunikasi yang sangat efektif antar-daerah.

​”Alhamdulillah pagi hari kita bisa berkumpul dalam rangka Hari Bhayangkara. Tentunya ini menjadi sebuah silaturahmi baik dari teman-teman golfer BUMN, pemerintahan, ada Bupati Ngawi, serta Walikota Pasuruan. Mudah-mudahan silaturahmi ini terus terjaga dan berkah,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani, Sabtu (27/6/2026)

Diakui Gus Yani sapaan akrabnya, tantangan Lapangan Golf Petrokimia Gresik, kecil tapi sulit. Serta menjadi salah satu yang mencuri perhatian para pecinta golf.

“Lapangan ini memiliki karakteristik tersendiri. Meski hanya memiliki 9 hole, lapangannya menyimpan tantangan tersendiri yang membuat para pemukul bola berpengalaman harus berpikir ekstra keras untuk meletakkan bola di posisi terbaik,” ungkapnya.

Bagi para golfer luar daerah, bermain di lapangan ini memberikan pengalaman baru yang tak terlupakan. Keunikan tata letak dan kontur lapangan yang sangat presisi membuatnya dijuluki sebagai lapangan yang kecil-kecil cabai rawit.

Para golfer di luar Gresik belum pernah main di sini. Tentunya bakal diajak menyusuri lapangan yang memiliki 9 hole. Cukup sulit dan menantang bagi penghobi olahraga life style ini.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution yang turut hadir menegaskan momentum Hari Bhayangkara ke 80 ini sengaja dikemas dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk para pecinta olahraga golf. Melalui kedekatan emosional yang terbangun di lapangan hijau, diharapkan koordinasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bisa berjalan dengan lebih humanis.

”Menjelang Hari Bhayangkara ke 80, tentunya kami mengumpulkan para golfers yang ada di wilayah Gresik dan sekitarnya bersama dengan Ketua PGI yang hadir dan seluruh Forkopimda,” ungkapnya.

​Ia juga menambahkan bahwa turnamen ini memiliki misi penting di balik layar kaca hiburan olahraga. Salah satunya silaturahmi untuk mempererat sabuk kamtibmas yang ada di wilayah Gresik tetap kondusif, aman dengan slogan Jogo Gresik.

Menariknya, turnamen ini tidak hanya menjadi milik para pejabat dan eksekutif senior. Persatuan Golf Indonesia (PGI) Cabang Gresik bersama Polres Gresik menunjukkan komitmen nyata dalam meregenerasi atlet.

Di balik kemeriahan kelas eksekutif, ada misi besar untuk menjaring dan mengasah mental para atlet muda yang akan dipersiapkan menuju ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim.

​”Event hari kali ini tidak hanya diikuti para golfer saja, di sini juga ada atlet. Jadi kemarin sudah dibuka sama teman-teman Polres. Ada 10 atlet pemula dan empat atlet akan dikirim ke ajang Porprov Jatim,” kata Ketua PGI Gresik M.Choirul Rizal

Langkah akomodatif ini menandai babak baru bagi pembinaan olahraga golf di Kota Gresik. Event pertama tersebut akan berkelanjutan dan berkesinambungan.

​Adanya turnamen ini, Lapangan Golf Petrokimia Gresik tidak hanya meninggalkan jejak kepuasan bagi para pemenang, melainkan juga memperkuat fondasi kebersamaan antar daerah serta optimisme baru bagi masa depan prestasi golf di Kabupaten Gresik.

Sumber : https://beritajatim.com/lapangan-golf-9-hole-petrokimia-gresik-bikin-para-tokoh-lintas-daerah-terkejut-ini-sebabnya

Bahlil Resmikan Mini LNG Rp1,1 Triliun di Tuban, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bahlil Resmikan Mini LNG Rp1,1 Triliun di Tuban, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Kedatangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, ke Tuban untuk meresmikan PT Sumber Aneka Gas (SAG) Mini Liquefied Natural Gas (LNG) Plant yang berlokasi tepatnya di Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Peresmian dilakukan oleh Menteri ESDM RI bersama SKK Migas sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan infrastruktur gas bumi nasional, penguatan ketahanan energi, serta percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Fasilitas Mini LNG Plant yang dibangun dengan nilai investasi mencapai Rp1,1 triliun tersebut diperkirakan mampu mengolah gas bumi dengan kapasitas sebesar 15 (lima belas) MMSCFD yang berasal dari Lapangan Sumber 1-A yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java dengan jangka waktu pengaliran sampai tahun 2036. “Kehadiran SAG ini untuk mempersiapkan ketahanan energi, jadi ada LNG, CNG, LPG, dan kondensat,” ujar Bahlil, Kamis (25/6/2026).

Gas bumi yang dihasilkan nantinya diolah menjadi LNG dengan kapasitas produksi maksimal sebesar 55.300 (lima puluh lima ribu tiga ratus) ton per tahun. Selain itu, Liquefied Petroleum Gas (LPG) maksimal sebesar 9.800 (sembilan ribu delapan ratus) ton per tahun dan kondensat maksimal sebesar 19.600 (sembilan belas ribu enam ratus) barel per tahun. Tersedia pula fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) Plant dengan kapasitas 6 (enam) MMSCFD. “Produk LNG yang dihasilkan akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia,” imbuhnya.

Sehingga hadirnya PT SAG ini menjadi tonggak penting dalam ketahanan energi di Indonesia dan menjawab kebutuhan pasar energi yang lebih bersih, fleksibel, serta dapat menjangkau wilayah yang belum terlayani jaringan pipa gas bumi.

Melalui anak usahanya, PT Super Energy Tbk memulai perjalanannya sebagai perusahaan distribusi gas alam di Jawa Timur pada tahun 2012. Seiring perkembangan usaha, perusahaan tersebut memperluas jaringan distribusinya ke Jawa Tengah dan Jawa Barat, serta memperluas cakupan bisnis ke sektor pengolahan gas suar (flare gas) pada tahun 2016 dengan menghasilkan produk LPG dan kondensat.

Pertumbuhan yang berkelanjutan tersebut mengantarkan PT Super Energy Tbk. mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018. SAG kemudian dibentuk untuk mengembangkan pemanfaatan teknologi LNG sebagai solusi distribusi energi yang lebih luas dan efisien.

“Kehadiran fasilitas LNG SAG ini memungkinkan gas bumi domestik didistribusikan ke berbagai sektor industri, termasuk kawasan yang belum terjangkau oleh jaringan pipa gas konvensional maupun compressed natural gas (CNG),” jelas Bahlil.

Dengan demikian, SAG diharapkan membuka akses energi yang lebih merata bagi pelaku industri di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama SAG, Agustus Sani Nugroho, menyampaikan bahwa peresmian fasilitas Mini LNG Plant merupakan wujud nyata komitmen PT Super Energy Tbk. dalam mendukung agenda ketahanan energi nasional dan transisi energi Indonesia.

“Dengan beroperasinya Fasilitas Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas ini, kami siap melangkah lebih jauh dan siap mendukung program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto, dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional, dan memperkuat ketahanan energi Indonesia, serta memastikan dan mendukung industri nasional bergerak maju dengan pasokan energi yang andal dan bersih,” jelas Agustus Sani Nugroho.

Sumber : https://beritajatim.com/bahlil-resmikan-mini-lng-rp11-triliun-di-tuban-perkuat-ketahanan-energi-nasional

Super Air Jet Ancang-Ancang Buka Rute Kediri-Denpasar dari Bandara Dhoho Kediri

Super Air Jet Ancang-Ancang Buka Rute Kediri-Denpasar dari Bandara Dhoho Kediri

Kediri – Potensi Bandara Internasional Dhoho kian ramai penumpang sangat tinggi. Selain jumlah penerbangan yang bertambah, rute pun juga demikian. Beberapa maskapai sudah berancang-ancang akan membuka jalur penerbangan baru.

Salah satu yang akan melakukan hal itu adalah Super Air Jet. Maskapai ini sudah bersiap membuka jalur Kediri-Denpasar.

“Rute lain, next, Denpasar, Kediri-Denpasar ya,” ucap Direktur Operasi dan Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Super Air Jet Boentoro Suharianto kemarin.

Hanya saja, Boentoro belum bisa memastikan kapan rencana tersebut terealisasi. Pihaknya masih melakukan study. Mengamati animo masyarakat terhadap penerbangan yang baru saja dibuka oleh Super Air Jet.

Dia mengakui bahwa rute Kediri-Balikpapan ini menjadi acuan untuk membuka penerbangan berikutnya. Bila rute Kediri-Balikpapan ramai, maka akan ada rute Kediri-Denpasar dalam waktu dekat.

“Belum ada perkiraan (kapan dibuka). Kami masih melakukan study-nya terlebih dahulu,” kilahnya.

Namun demikian, dia optimistis rute yang dibuka Super Air Jet di Bandara Dhoho bisa ramai. Pasalnya potensi hilir-mudik orang dan barang di wilayah Jawa Timur selatan tergolong tinggi.

Ucapan Boentoro tersebut memperkuat perkataan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana sebelumnya. Yang menyebut setelah rute Kediri-Balikpapan dibuka akan diikuti pembukaan rute lain. Yang terdekat adalah Kediri-Denpasar.

Saat itu, Dhito masih enggan menjelaskan maskapai mana yang akan membuka rute tersebut. Dengan statemen dari pihak Super Air Jet itu teka-teki itu terjawab.

Diberitakan sebelumnya, mulai Kamis (6/6), PT Angkasa Pura (AP) 1 menambah rute penerbangan dari Bandara Internasional Dhoho Kediri. Yaitu jurusan Kediri-Balikpapan dengan maskapai Super Air Jet.

Pesawat berjenis Airbus A320 itu melakukan penerbangan pada Selasa, Kamis, dan Sabtu. Pukul 12.45 WITA dijadwalkan terbang dari Balikpapan dan tiba di Kediri pukul 13.15 WIB. Sementara keberangkatan dari Kediri pukul 14.00 WIB, dan dijadwalkan tiba di Balikpapan pukul 16.30 WITA.

Selain itu, Citilink juga akan menambah dan mengganti jadwal penerbangan rute Kediri-Jakarta. Yang mulanya pada Selasa dan Sabtu, mulai 12 Juni i akan berganti dan bertambah menjadi Senin, Rabu, dan Jumat.

Sementara itu, bila melihat progres rute Kediri-Balikpapan yang positif, potensi jalur baru Kediri-Denpasar sangat terbuka. Kemarin, penerbangan dari Balikpapan-Kediri hampir terisi penumpang tiga per empat kapasitas pesawat. Total, ada 125 penumpang yang bertolak dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman menuju Bandara Internasional Dhoho. Padahal, total seat yang disediakan adalah 180.

Berdasarkan pengamatan Jawa Pos Radar Kediri yang juga ikut dalam penerbangan ini, aktivitas calon penumpang ke Kediri itu sudah terjadi sejak pukul 10.00 WITA. Padahal jadwal keberangkatan rute BPN-DHX ini tertera pukul 12.45 WITA.

Ratusan penumpang terlihat semringah saat memasuki pesawat. Satu per satu boarding pass diperiksa. Tidak penumpang dewasa atau orang tua, sebagian juga diisi anak-anak.

Pesawat berwarna putih-coklat ini take off pukul 12.50 WITA. Tidak ada kendala saat pesawat lepas landas. Pun guncangan yang berarti. Begitu pula saat burung besi ini mengudara di langit Borneo.

“Penerbangan menuju Kediri akan kita tempuh dalam 1 jam 30 menit. Cuaca cerah berawan,” ujar Kapten Jhoni Sapta Putra melalui pengeras suara di dalam kabin pesawat penerbangan IU355.

Mayoritas penumpang memilih untuk tidur di dalam pesawat dengan ekor PK-SAG ini. Sedang beberapa asyik dengan gawainya. Hingga akhirnya pesawat tiba pukul 13.20 WIB dengan selamat. Para penumpang pun bergegas ke luar.

Di antara penumpang itu adalah pasangan Nur Wakid dan Musinah. Pasutri asal Grogol ini sengaja pulang kampong sembari merasakan pengalaman memanfaatkan bandara baru.

“Ini sengaja mau coba bandara baru,” aku Musinah.

Keduanya mengaku telah lama tinggal di Balikpapan. Mereka mencari peruntungan di sana. Tak ayal, adanya rute penerbangan ini jadi memudahkan mereka untuk melepas rindu.

“Besok Selasa ini langsung berangkat lagi ke Balikpapan,” ucapnya

sumber : https://www.radarkediri.id/otomotif/super-air-jet-ancang-ancang-buka-rute-kediri-denpasar-dari-bandara-dhoho-kediri

Pertumbuhan Ekonomi Tembus 6,05 Persen, Mojokerto Jadi Contoh Kebijakan Daerah yang Sukses

Pertumbuhan Ekonomi Tembus 6,05 Persen, Mojokerto Jadi Contoh Kebijakan Daerah yang Sukses

Mojokerto (beritajatim.com) – Meski memiliki wilayah yang relatif kecil dan minim sumber daya alam (SDA), Kota Mojokerto berhasil menarik perhatian peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 dari Lembaga Administrasi Negara. Kota ini dipilih sebagai lokasi Kunjungan Lapangan Pendalaman Policy Brief berkat berbagai kebijakan inovatif yang mampu mengubah keterbatasan menjadi beragam prestasi dan capaian pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari memaparkan berbagai strategi penguatan ekonomi kerakyatan yang menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan daerah. Menurutnya, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Kota Mojokerto sehingga perlu mendapatkan afirmasi dan dukungan yang berkelanjutan.

“Pemerintah Kota Mojokerto secara konsisten melaksanakan berbagai program penguatan UMKM, mulai dari pelatihan upscaling, packaging dan branding, digital marketing, coaching clinic, fasilitasi promosi melalui berbagai event regional dan nasional, hingga fasilitasi sertifikasi produk secara berkelanjutan,” ungkapnya di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Kamis (25/6/2026).

Ning Ita (sapaan akrab, red) menjelaskan, khusus sektor makanan dan minuman, sebanyak 3.430 dari total 4.649 UMKM atau sekitar 73,8 persen telah mengantongi sertifikat halal. Sementara 1.219 UMKM lainnya terus difasilitasi untuk memperoleh sertifikasi melalui skema self-declare bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Berbagai upaya tersebut turut berdampak pada peningkatan kinerja ekonomi daerah. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto mencapai 5,34 persen, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 5,32 persen. Bahkan pada triwulan I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto mencapai 6,05 persen, melampaui capaian pertumbuhan ekonomi nasional maupun Provinsi Jawa Timur.

“Capaian ini menunjukkan bahwa strategi penguatan UMKM, koperasi, industri kecil dan menengah, serta ekonomi kreatif yang dijalankan secara kolaboratif telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan perekonomian daerah. Namun, capaian ini bukan alasan untuk berpuas diri, tetapi sebagai motivasi untuk terus memperkuat fondasi ekonomi daerah agar semakin adaptif, inklusif, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan global,” katanya.

Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI, Tri Widodo Wahyu Utomo, menilai Kota Mojokerto layak disebut sebagai laboratorium kepemimpinan. Menurutnya, Kota Mojokerto menunjukkan bagaimana sebuah kebijakan dapat diimplementasikan secara efektif hingga menghasilkan dampak nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“PKN merupakan pelatihan untuk membentuk karakter dan kapasitas pemimpin. Kota Mojokerto menjadi contoh bagaimana kebijakan yang dirancang pemimpin daerah dapat diwujudkan dan memberikan hasil yang konkret. Kami mengapresiasi capaian pembangunan Kota Mojokerto yang luar biasa, termasuk pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata Jawa Timur maupun nasional,” ujarnya.

Menurutnya, dinamika sosial dan ekonomi masyarakat yang berkembang pesat menjadikan Kota Mojokerto sebagai salah satu simpul pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. “Pihaknya ingin menggali berbagai best practice yang ada di sini untuk kemudian dianalisis dan dikembangkan menjadi rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada para pemangku kepentingan di tingkat pusat,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 LAN RI, Hendriyanto Hadi Tjahyono, menjelaskan bahwa peserta tengah menyusun rekomendasi kebijakan yang berfokus pada tiga isu utama, yakni penguatan UMKM, tata kelola Koperasi Desa Merah Putih, serta hilirisasi industri kecil dan menengah.

“Untuk penyusunan policy brief terkait tiga aspek tersebut, kami melihat Kota Mojokerto memiliki banyak contoh dan praktik baik,” imbuhnya.

Karena itulah, lanjutnya, pihaknya datang ke Mojokerto untuk belajar secara langsung. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan PKN Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026, para peserta juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokus strategis, antara lain Sentra IKM Maja Barama Wastra dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gunung Gedangan.

Kota Mojokerto sendiri bukan kali pertama menjadi tujuan studi lapangan bagi peserta pelatihan kepemimpinan nasional. Pada tahun 2024, kota ini juga dipercaya menjadi lokus Studi Lapangan bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III. Kepercayaan yang kembali diberikan tersebut semakin menegaskan posisi Kota Mojokerto sebagai salah satu daerah rujukan dalam pengembangan kebijakan dan tata kelola pemerintahan yang inovatif.

sumber : https://beritajatim.com/pertumbuhan-ekonomi-tembus-605-persen-mojokerto-jadi-contoh-kebijakan-daerah-yang-sukses

DPRD Kota Kediri Sahkan Perda Cagar Budaya dan Kota Cerdas

DPRD Kota Kediri Sahkan Perda Cagar Budaya dan Kota Cerdas

Kediri – DPRD Kota Kediri bersama Pemerintah Kota Kediri menyetujui dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Kediri, Kamis (25/6). Kedua regulasi tersebut yakni Raperda tentang Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya serta Raperda tentang Penyelenggaraan Kota Cerdas.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan Perda Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya menjadi landasan hukum penting dalam menjaga warisan budaya yang dimiliki Kota Kediri. Menurutnya, cagar budaya merupakan aset daerah yang memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan.

“Keberadaannya menjadi identitas dan jati diri daerah yang harus dijaga, dilestarikan, serta dimanfaatkan secara bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat,” ujarnya.

Vinanda menjelaskan, di tengah pesatnya pembangunan dan perkembangan kota, upaya pelestarian cagar budaya memerlukan payung hukum yang kuat guna memberikan kepastian dalam perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya secara berkelanjutan.

“Peraturan daerah ini diharapkan menjadi pedoman bagi pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, maupun seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pelestarian cagar budaya yang terencana, terpadu, dan berkesinambungan,” katanya.

Selain itu, regulasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat karakter masyarakat, meningkatkan kualitas pendidikan sejarah dan kebudayaan, serta mendukung pengembangan sektor usaha berbasis kebudayaan yang memiliki daya saing dan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Sementara itu, terkait Perda Penyelenggaraan Kota Cerdas, Vinanda menegaskan bahwa transformasi digital telah menjadi salah satu pendorong utama pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah daerah dituntut menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Konsep kota cerdas bukan semata-mata penerapan teknologi digital, tetapi juga pendekatan pembangunan yang mengintegrasikan inovasi, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pengelolaan sumber daya, pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta partisipasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan,” jelasnya.

Ketua DPRD Kota Kediri, Firdaus, menyambut baik disahkannya kedua perda tersebut. Menurutnya, Perda Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya menjadi instrumen penting untuk menjaga berbagai situs dan warisan budaya yang dimiliki Kota Kediri.

“Kalau pelestarian cagar budaya tentu situs-situs yang kita miliki dan budaya-budaya yang kita miliki perlu kita rawat dan jaga. Karena kita sudah memiliki perda, tentu pemerintah harus memberikan dukungan, termasuk melalui penganggaran,” ujarnya.

Terkait Perda Penyelenggaraan Kota Cerdas, Firdaus menilai seluruh institusi pemerintahan harus mengambil peran aktif agar tujuan pembangunan kota cerdas dapat terwujud secara optimal.

“Tujuannya sama-sama memacu Kota Kediri menjadi kota yang benar-benar cerdas, baik cerdas insannya maupun cerdas lingkungannya. Karena itu semua institusi pemerintahan harus mengampu dan mendukung pelaksanaannya,” pungkasnya.

sumber : https://www.beritakediri.com/dprd-kota-kediri-sahkan-perda-cagar-budaya-dan-kota-cerdas/

Pembangunan Sekolah Rakyat Kota Kediri Capai 87 Persen, Ditarget 90 Persen Akhir Pekan Ini

Pembangunan Sekolah Rakyat Kota Kediri Capai 87 Persen, Ditarget 90 Persen Akhir Pekan Ini

Kediri – Pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat (SR) Kota Kediri terus dikebut menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 87 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 90 persen pada akhir pekan ini.

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttaqin mengatakan pekerjaan konstruksi kini memasuki tahap akhir. Sejumlah bangunan utama telah berdiri dan hanya menyisakan beberapa pekerjaan penyelesaian.

“Untuk bangunan saat ini kurang lebih 87 persen. Targetnya hari Minggu besok itu 90 persen. Saat ini tinggal pekerjaan atap di satu gedung asrama dan finishing bangunan saja,” kata Imam, Kamis (25/6).

Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga terus mempersiapkan kebutuhan operasional Sekolah Rakyat. Kebutuhan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, wali asuh, hingga personel pendukung lainnya masih dikoordinasikan dengan Kementerian Sosial dan instansi terkait.

“Untuk tenaga operasional baik itu guru, tendik, wali asuh dan sebagainya, kami masih koordinasikan dengan Kementerian Sosial dan instansi terkait. Tapi secara umum pemerintah daerah sudah siap untuk memenuhinya,” ujarnya.

Imam menjelaskan, untuk kebutuhan guru saat ini masih menunggu arahan dan keputusan dari Kementerian Sosial. Meski demikian, hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Kediri menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan tenaga pengajar.

“Ini masih menunggu dari Kemensos. Tapi dari hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan kemarin, setelah dihitung perkiraan kebutuhan gurunya, mereka menyatakan siap untuk memenuhi,” terangnya.

Di sisi lain, proses penjaringan peserta didik juga terus berjalan. Hingga saat ini tercatat sekitar 158 calon siswa atau 58 persen dari kuota yang tersedia telah menyatakan minat dan melengkapi berkas administrasi. Jumlah tersebut terdiri dari 13 siswa jenjang SD, 69 siswa SMP, dan 76 siswa SMA.

“Data ini masih terus bergerak karena kami masih menunggu kelengkapan data beberapa calon siswa. Sesuai data ada total 164 calon siswa, tetapi enam orang datanya belum lengkap,” pungkasnya.

sumber : https://www.beritakediri.com/pembangunan-sekolah-rakyat-kota-kediri-capai-87-persen-ditarget-90-persen-akhir-pekan-ini/

Penanaman 300 Pohon Mangrove di Kawasan Ekowisata Wonorejo

Penanaman 300 Pohon Mangrove di Kawasan Ekowisata Wonorejo

Jakarta – Komitmen menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Dari keyakinan tersebut, Pureco bersama LindungiHutan melaksanakan kegiatan penanaman 300 pohon mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada 4 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari CSR ‘Pureco for Mangroves’, sebuah inisiatif yang mengajak konsumen berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan melalui skema ‘1 Pembelian Pureco = 1 Pohon Mangrove Tertanam’.

“Melalui program ini, setiap pembelian Pureco tidak hanya berkontribusi pada terciptanya lingkungan rumah yang lebih bersih dan nyaman, tetapi juga mendukung upaya pelestarian ekosistem pesisir yang berperan penting bagi keberlangsungan hidup di masa depan,” ujar Managing Director Pureco Ringgo, Jumat (26/6/2026).

Dia mengatakan, penanaman dilakukan bersama tim Pureco, LindungiHutan, serta petani lokal yang selama ini berperan aktif dalam menjaga dan merawat kawasan mangrove.

“Sebanyak 300 bibit mangrove berhasil ditanam sebagai hasil partisipasi konsumen dalam kampanye yang berlangsung selama periode program,” ucap Ringgo.

Peran Penting Mangrove

Menurut Ringgo, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Selain membantu mengurangi risiko abrasi, mangrove juga berfungsi sebagai penyerap karbon alami serta menjadi habitat bagi berbagai jenis biota yang mendukung keberlangsungan ekosistem laut.

“Setiap bibit yang ditanam hari ini merupakan investasi bagi kehidupan di masa depan. Kami percaya bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan perjalanan bersama yang membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak,” ucap dia.

Ringgo mengatakan, program ini juga menjadi bentuk apresiasi kepada seluruh konsumen Pureco yang telah berpartisipasi selama periode kampanye berlangsung.

“Setiap produk yang dipilih menjadi bagian dari langkah bersama untuk menciptakan dampak positif yang lebih luas, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan,” kata dia.

Alasan Pemilihan Lokasi

Ringgo menjelaskan, sebagai kawasan konservasi yang memiliki peran strategis bagi wilayah pesisir Surabaya, Ekowisata Mangrove Wonorejo dipilih sebagai lokasi penanaman.

“Melalui kegiatan ini, Pureco berharap dapat turut mendukung upaya rehabilitasi lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam,” terang dia.

“Ke depan, Pureco akan terus menghadirkan berbagai inisiatif berkelanjutan yang sejalan dengan nilai perusahaan dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Karena masa depan yang lebih baik tidak hanya dibangun melalui inovasi produk, tetapi juga melalui aksi nyata yang dilakukan bersama,” jelas Ringgo.

sumber : https://www.liputan6.com/news/read/8005572/penanaman-300-pohon-mangrove-di-kawasan-ekowisata-wonorejo