Tak Lagi Dikuasai Belanja Online, Transaksi Cashless Fisik Kini Capai 69 Persen

Tak Lagi Dikuasai Belanja Online, Transaksi Cashless Fisik Kini Capai 69 Persen

Tren pembayaran digital (cashless) di Indonesia kini tak lagi didominasi oleh transaksi belanja daring (online). Data terbaru dari platform pembayaran OVO menunjukkan pergeseran perilaku konsumen yang masif menuju transaksi fisik (offline) di toko, gerai, maupun warung konvensional.

Pada tahun 2021, sebanyak 68 persen transaksi OVO masih terjadi di platform online. Namun, angka tersebut berbalik drastis pada tahun 2025, di mana porsi transaksi offline mendominasi hingga 69 persen. Lonjakan paling signifikan terjadi pada kategori makanan dan minuman (Food & Beverage/F&B) yang meroket hingga 590 persen dalam kurun waktu 2021–2025.

Bahkan, per Mei 2026, transaksi QRIS OVO pada kategori F&B didominasi oleh transaksi bernominal kecil atau yang kerap disebut “jajan receh”. Rata-rata pengguna melakukan transaksi hampir delapan kali per bulan untuk membeli jajanan populer seperti pentol, nasi ayam, crepes, es krim, hingga kopi kekinian.

Tingginya frekuensi jajan ini menimbulkan tantangan baru bagi kesehatan finansial. Secara psikologis, kemudahan transaksi memindai kode (scan QRIS) menghilangkan efek pain of paying atau rasa berat akibat kehilangan uang secara fisik. Transaksi digital yang mulus (seamless) kerap membuat uang menjadi “tidak terlihat”, memicu pengguna berbelanja secara impulsif.

Menyikapi fenomena tersebut, Perencana Keuangan tersertifikasi sekaligus Founder Finansialku, Melvin Mumpuni, S.T., MBA., CFP®, QWP®, membagikan jurus “Atur, Aman, dan Awasi” agar masyarakat bisa tetap jajan cerdas tanpa membuat dompet kering.

“Masyarakat tetap bisa menikmati kemudahan pembayaran digital dan memanfaatkan promo, selama hal itu dilakukan dengan prinsip mindful spending atau belanja secara sadar,” jelas Melvin dalam diskusi OVOFinTalk, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Trik Jitu: Atur, Aman, dan Awasi

Berikut adalah tiga langkah cerdas mengelola keuangan di era cashless menurut pakar finansial:

Atur (Pisahkan Bujet): Di era digital, transaksi kecil sering terasa ringan namun bisa menumpuk tanpa disadari. Pengguna wajib memisahkan alokasi uang untuk kebutuhan pokok dan uang jajan. Terapkan batasan isi ulang (limit top up) mingguan di dompet digital (e-wallet) agar pengeluaran non-esensial lebih terukur.

Aman (Waspada Promo dan Penipuan): Selain menjaga kerahasiaan PIN dan OTP dari modus penipuan, pengguna juga harus mengamankan diri dari jebakan impulsif. Promo dan cashback harus dimanfaatkan untuk pembelian yang memang telah direncanakan, bukan sebagai dalih untuk menambah pengeluaran yang tidak perlu.

Awasi (Cek Riwayat dan Menabung): Evaluasi pola pengeluaran secara berkala dengan mengecek daftar riwayat transaksi. Kebiasaan ini membantu pengguna menyadari kategori jajanan mana yang paling menguras kantong.

Sejalan dengan pilar pengawasan dan menabung, Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank, Asep Haekal, menjelaskan bahwa ekosistem dompet digital kini tidak hanya berfungsi sebagai alat bayar, tetapi juga instrumen tabungan.

Hadirnya fitur OVO Nabung by Superbank memungkinkan pengguna menggunakan saldo untuk transaksi harian sekaligus mendapatkan manfaat bunga tabungan hingga 5 persen per tahun. Layanan yang mengintegrasikan kemudahan e-wallet dan bank digital ini tercatat telah menjaring lebih dari 2,3 juta pengguna hingga Juni 2026.

“Dengan memanfaatkan riwayat transaksi dan fitur menabung digital, dompet digital dapat membantu pengguna membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat,” pungkas Asep Haekal.

Sumber : http://inilah.com/tak-lagi-dikuasai-belanja-online-transaksi-cashless-fisik-kini-capai-69-persen

Aplikasi Gojek Eror Massal, Bagaimana Kondisi Saldo GoPay Anda?

Aplikasi Gojek Eror Massal, Bagaimana Kondisi Saldo GoPay Anda?

GoTo memastikan layanan GoPay dan Gojek telah kembali beroperasi normal setelah sempat mengalami gangguan teknis pada Selasa (28/7/2026). Sebelumnya, kendala tersebut membuat sejumlah pengguna tidak bisa bertransaksi menggunakan saldo GoPay maupun memesan layanan melalui aplikasi Gojek.

Head of Corporate Affairs GoPay Audrey Petriny mengatakan seluruh layanan kini telah dipulihkan. Meski demikian, perusahaan masih terus melakukan pemantauan untuk memastikan sistem berjalan dengan stabil.

“Kami memastikan seluruh saldo dan data pengguna tetap aman. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” kata Audrey dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

Ia juga mengingatkan pengguna agar tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan situasi tersebut. Menurut Audrey, GoPay tidak pernah meminta pelanggan membagikan kode OTP, PIN, maupun data pribadi dalam kondisi apa pun.

Pengguna yang membutuhkan bantuan juga diminta menghubungi kanal resmi layanan pelanggan GoPay, termasuk melalui email customerservice@gopay.co.id.

Pembayaran GoPay di Gojek Kembali Berfungsi

Berdasarkan pantauan inilah.com, layanan di aplikasi Gojek telah kembali normal. Opsi pembayaran yang sebelumnya hanya menampilkan metode tunai kini kembali menyediakan berbagai pilihan pembayaran digital, termasuk GoPay, LinkAja, dan metode pembayaran lainnya.

Pemulihan ini memungkinkan pengguna kembali menggunakan saldo GoPay untuk memesan layanan seperti GoRide, GoCar, GoFood, maupun layanan lainnya yang tersedia di aplikasi Gojek.

Gangguan Sempat Dikeluhkan Warganet

Sebelumnya, media sosial X dipenuhi keluhan pengguna yang mengaku tidak dapat menggunakan saldo GoPay untuk bertransaksi maupun melakukan isi ulang saldo.

Beberapa pengguna melaporkan saldo hasil top up belum masuk meski dana telah terpotong dari rekening atau mobile banking. Ada pula yang mengaku tidak dapat memilih metode pembayaran GoPay saat memesan layanan Gojek sehingga hanya tersedia opsi pembayaran tunai.

Sejumlah pelanggan juga mempertanyakan apakah sistem GoPay dan Gojek sedang mengalami gangguan atau menjalani pemeliharaan (maintenance). Mereka berharap perusahaan memberikan pemberitahuan lebih awal apabila memang dilakukan perawatan sistem agar tidak mengganggu aktivitas pengguna, terutama pada jam-jam sibuk.

Gangguan tersebut juga membuat sebagian pengguna gagal menyelesaikan transaksi, termasuk pemesanan makanan melalui layanan GoFood karena muncul notifikasi adanya kendala pada metode pembayaran.

Meski sempat memicu keluhan di media sosial, GoTo memastikan seluruh layanan kini telah kembali beroperasi normal. Perusahaan juga menegaskan saldo maupun data pengguna tetap aman selama terjadi gangguan teknis.

Sumber : https://www.inilah.com/aplikasi-gojek-eror-massal-bagaimana-kondisi-saldo-gopay-anda

12 Kebiasaan malam hari yang membantu tidur lebih berkualitas

12 Kebiasaan malam hari yang membantu tidur lebih berkualitas

Jakarta (ANTARA) – Tidur yang berkualitas menjadi salah satu kunci untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental. Sayangnya, masih banyak orang yang sulit tidur nyenyak meski tubuh sudah terasa lelah. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari kebiasaan menggunakan ponsel sebelum tidur hingga jadwal istirahat yang tidak teratur.

Padahal, kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh berapa lama seseorang tidur, tetapi juga bagaimana tubuh dipersiapkan menjelang waktu istirahat. Membangun rutinitas malam yang sehat dapat membantu tubuh lebih rileks sehingga proses tidur menjadi lebih cepat dan nyenyak.

Berikut beberapa kebiasaan malam hari yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.

1. Tidur dan bangun pada jam yang sama

Menjaga jadwal tidur yang konsisten merupakan salah satu cara terbaik untuk mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Cobalah tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk saat akhir pekan.

Kebiasaan ini membantu tubuh mengenali kapan waktunya beristirahat dan kapan harus kembali aktif sehingga Anda lebih mudah mengantuk pada malam hari.

2. Kurangi penggunaan gawai sebelum tidur

Paparan cahaya biru dari layar ponsel, tablet, maupun laptop dapat menghambat produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk.

Sebaiknya hentikan penggunaan perangkat elektronik sekitar 30 hingga 60 menit sebelum tidur. Sebagai gantinya, Anda bisa membaca buku, mendengarkan musik yang menenangkan, atau melakukan aktivitas santai lainnya.

3. Hindari konsumsi kafein pada malam hari

Kafein yang terdapat dalam kopi, teh, minuman berenergi, maupun cokelat dapat bertahan di dalam tubuh selama beberapa jam.

Apabila dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, kafein dapat membuat seseorang lebih sulit mengantuk atau sering terbangun di malam hari. Karena itu, sebaiknya batasi konsumsi minuman berkafein pada sore hingga malam hari.

4. Batasi makan dalam porsi besar sebelum tidur

Makan terlalu banyak menjelang tidur dapat membuat sistem pencernaan tetap bekerja sehingga tubuh menjadi kurang nyaman saat beristirahat.

Jika merasa lapar pada malam hari, pilih camilan ringan yang sehat, seperti buah, yogurt, atau segenggam kacang-kacangan.

5. Ciptakan suasana kamar yang nyaman

Lingkungan tidur yang nyaman berperan penting dalam meningkatkan kualitas istirahat. Pastikan kamar memiliki suhu yang sejuk, pencahayaan redup, dan suasana yang tenang.

Gunakan kasur dan bantal yang nyaman serta kurangi kebisingan agar tubuh lebih mudah memasuki fase tidur.

6. Lakukan relaksasi sebelum tidur

Aktivitas sederhana seperti latihan pernapasan, meditasi, atau peregangan ringan dapat membantu tubuh melepaskan ketegangan setelah seharian beraktivitas.

Relaksasi juga membantu menurunkan tingkat stres sehingga pikiran menjadi lebih tenang ketika hendak tidur.

7. Hindari pekerjaan yang memicu stres

Membalas email kantor, menyelesaikan pekerjaan, atau berdiskusi mengenai hal-hal yang memicu emosi sesaat sebelum tidur dapat membuat otak tetap aktif.

Sebaiknya gunakan satu jam terakhir sebelum tidur sebagai waktu untuk bersantai agar tubuh memiliki kesempatan beralih dari mode bekerja ke mode istirahat.

8. Kurangi paparan cahaya terang

Selain layar gawai, cahaya lampu yang terlalu terang juga dapat menghambat produksi melatonin.

Menjelang tidur, gunakan pencahayaan yang lebih redup agar tubuh menerima sinyal bahwa waktu istirahat sudah semakin dekat.

9. Mandi air hangat

Mandi menggunakan air hangat sekitar satu hingga dua jam sebelum tidur dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks.

Saat suhu tubuh mulai kembali turun setelah mandi, otak menerima sinyal bahwa tubuh siap memasuki waktu tidur sehingga rasa kantuk muncul secara alami.

10. Tuliskan hal yang dipikirkan

Banyak orang sulit tidur karena pikirannya terus aktif memikirkan pekerjaan atau berbagai rencana.

Menulis daftar tugas untuk keesokan hari atau mencatat hal-hal yang sedang dipikirkan dapat membantu “mengosongkan” pikiran sehingga Anda lebih mudah merasa tenang saat berbaring.

11. Hindari konsumsi alkohol dan rokok menjelang tidur

Sebagian orang menganggap alkohol dapat membantu tidur lebih cepat. Padahal, alkohol justru dapat mengganggu siklus tidur sehingga kualitas istirahat menjadi kurang optimal.

Begitu pula dengan nikotin pada rokok yang bersifat stimulan dan dapat membuat seseorang lebih sulit tidur.

12. Lakukan aktivitas yang menenangkan

Mendengarkan musik dengan tempo lambat, membaca buku, berdoa, atau melakukan hobi ringan dapat menjadi penutup hari yang baik sebelum tidur.

Aktivitas tersebut membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks sehingga proses tidur berlangsung lebih alami.

Membangun kebiasaan malam yang sehat memang membutuhkan waktu. Namun, jika dilakukan secara konsisten, rutinitas tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas tidur sekaligus membuat tubuh terasa lebih segar saat bangun keesokan harinya.

Tidur yang berkualitas bukan hanya membuat tubuh lebih bugar, tetapi juga berperan penting dalam menjaga konsentrasi, suasana hati, daya tahan tubuh, serta produktivitas sepanjang hari.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5670461/12-kebiasaan-malam-hari-yang-membantu-tidur-lebih-berkualitas

RI Punya 2.200 Km Rel Kereta Mati, Peluang Dihidupkan Inggris

RI Punya 2.200 Km Rel Kereta Mati, Peluang Dihidupkan Inggris

Jakarta – Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menawarkan peluang investasi sektor perkeretaapian Indonesia kepada investor Inggris. Pemerintah berharap investor Inggris tak hanya membawa teknologi, tetapi juga ikut mendanai proyek kereta api di Tanah Air.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono mengatakan, saat ini Indonesia memiliki sekitar 6.927 kilometer jalur kereta api yang merupakan jaringan terpanjang di Asia Tenggara. Selain itu, masih terdapat sekitar 2.200 kilometer jalur nonaktif yang berpotensi diaktifkan kembali.

“Saat ini Indonesia mengoperasikan sekitar 6.927 kilometer, atau hampir 7.000 kilometer, jalur kereta api. Saya rasa kita patut bangga karena kita memiliki jaringan kereta api terpanjang di Asia Tenggara,” kata Allan dalam UK-Indonesia Rail Partnership Forum 2026 yang dihadiri 15 perusahaan Inggris di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Allan mengatakan jaringan kereta tersebut mayoritas berlokasi di Pulau Jawa, meskipun ada juga yang terbangun di Sumatera, hingga Sulawesi. Sementara di Papua, jalur kereta khusus dioperasikan oleh swasta untuk mendukung logistik.

Ia juga menyebut masih ada lebih dari 2.200 kilometer jalur kereta nonaktif yang berpotensi dihidupkan kembali. Menurutnya, hal itu menjadi peluang besar untuk memperluas jaringan perkeretaapian nasional.

Menurut Allan, selama ini pembangunan proyek kereta api di Indonesia masih banyak mengandalkan dukungan pemerintah, baik melalui APBN, pembiayaan syariah, maupun kerja sama dengan negara mitra seperti Jepang, China, dan Jerman.

“Ke depan, kami berharap Inggris dapat bergabung, tidak hanya berbisnis dengan kami, tetapi juga memberikan dukungan pembiayaan sehingga pengembangan perkeretaapian dapat dipercepat,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, ia menjelaskan pemerintah telah menetapkan 10 kawasan metropolitan prioritas untuk pengembangan transportasi berbasis rel, yakni Jabodetabek, Bandung Raya, Kedungsepur, Yogyakarta-Solo, Gerbangkertosusila, Bali, Ibu Kota Nusantara (IKN), Medan, Palembang, dan Makassar.

“Kawasan tersebut meliputi Jabodetabek, Bandung Raya, Kedungsepur (Semarang), Yogyakarta-Solo, Gerbangkertosusila (Jawa Timur), Bali, Ibu Kota Nusantara, Medan, Palembang, dan Makassar,” tutup Allan.

Sumber : https://finance.detik.com/infrastruktur/d-8595298/ri-punya-2-200-km-rel-kereta-mati-peluang-dihidupkan-inggris

10 Ide Tukar Kado Rp50 Ribuan yang Bermanfaat, Cocok untuk Acara Kantor hingga 17 Agustusan

10 Ide Tukar Kado Rp50 Ribuan yang Bermanfaat, Cocok untuk Acara Kantor hingga 17 Agustusan

Acara tukar kado menjadi salah satu permainan yang hampir selalu ada untuk memeriahkan berbagai acara, mulai dari gathering kantor, acara reuni, hingga perayaan 17 Agustus.

Selain menciptakan suasana yang lebih akrab, kegiatan ini juga menghadirkan keseruan karena setiap peserta tidak pernah tahu hadiah apa yang akan mereka dapatkan.

Biar kegiatan seru dilakukan tanpa membebani keuangan orang lain, biasanya ditetapkan batas harga hadiah sebesar Rp50 ribu.

Meski nominalnya terjangkau, masih banyak pilihan kado yang menarik, bermanfaat, dan layak diberikan. Berikut beberapa ide tukar kado Rp50 ribuan yang cocok untuk berbagai acara seru.

Kumpulan Ide Tukar Kado Rp50 Ribuan yang Bermanfaat

1. Notebook

Hadiah ini sangat berguna sekali untuk penerimanya karena dapat digunakan untuk mencatat pekerjaan, materi kuliah, membuat to-do list, dan lain sebagainya. Biar berkesan, pilihlah notebook dengan desain minimalis atau motif agar terlihat lebih istimewa.

2. Dompet Kartu

Zaman sekarang orang sudah mulai nyaman melakukan pembayaran dengan menggunakan kartu.

Untuk memudahkan mereka, kamu bisa belikan hadiah berupa dompet kartu untuk menyimpan berbagai kartu pembayaran seperti ATM, kartu kredit, hingga kartu identitas.

3. Waist Bag atau Tas Pinggang

Barang murah yang bermanfaat lainnya yang bisa dibeli adalah waist bag atau tas pinggang.

Tas ini akan sangat bermanfaat karena dapat digunakan untuk membawa barang-barang penting seperti ponsel, dompet, kunci, hingga charger.

Tas ini cocok dipakai saat bepergian, berolahraga, maupun aktivitas sehari-hari.

4. Payung Lipat

Hadiah yang satu ini sangat sederhana, tetapi sangat berguna sekali digunakan saat musim panas maupun hujan.

Biar bisa dibawa ke mana-mana, pilihlah payung lipat yang ukurannya singkat agar bisa disimpan di dalam tas. Dengan begitu, penerima bisa membawanya setiap saat dan menggunakannya saat dibutuhkan.

5. Set Sapu dan Pengki

Hadiah yang satu ini sangat cocok sekali untuk acara tukar kado di kantor atau acara kompleks untuk seru-seruan.

Daripada bingung mencari kado yang cocok, lebih baik belikan saja peralatan rumah tangga sederhana seperti set sapu dan pengki.

6. Minyak Goreng 2 Liter

Buat yang tidak ingin ribet, bisa belikan hadiah berupa minyak goreng 2 liter. Selain harganya yang sesuai dengan budget, barang ini bisa dibeli dengan mudah di mana saja. Jadi tidak perlu repot-repot belanja online atau pergi ke toko tertentu.

7. Voucher Belanja

Buat yang bingung ingin membelikan barang, bisa pakai voucher belanja dengan nominal yang telah ditetapkan.

Anda bisa membelikan voucher minimarket, marketplace, atau kedai kopi, atau lainnya.

8. Meja Laptop Lipat

Meja laptop lipat menjadi hadiah yang cocok untuk pelajar, mahasiswa, maupun pekerja yang sering bekerja dari rumah.

Selain dapat digunakan untuk meletakkan laptop, meja ini juga nyaman dipakai saat membaca buku atau menikmati camilan di tempat tidur.

9. Gantungan Kunci

Buat yang teman kantornya banyak yang bawa kendaraan, bisa berikan hadiah berupa gantungan kunci.

Biar terlihat semakin mewah, pilihlah gantungan kunci kulit yang bisa diukir grafis dengan nama kantor.

10. Crewneck

Buat yang kantornya memakai AC Central, bisa berikan hadiah berupa crewneck atau jaket yang bisa mereka pakai untuk menghangatkan diri.

Biar bisa dipakai pria maupun wanita, belilah ukuran yang sedikit lebih besar seperti L atau XL, dengan desain polos atau minimalis.

Hadiah ini akan lebih mudah digunakan oleh siapa pun dan tetap terlihat menarik meski dibeli dengan anggaran sekitar Rp50 ribu.

Sumber : https://www.inilah.com/10-ide-tukar-kado-rp50-ribuan-yang-bermanfaat-cocok-untuk-acara-kantor-hingga-17-agustusan

Simak Baik-baik, Ini 7 Cara Memilih Durian yang Bagus dan Berkualitas

Simak Baik-baik, Ini 7 Cara Memilih Durian yang Bagus dan Berkualitas

Jakarta, CNN Indonesia — Durian dikenal sebagai raja buah yang memiliki cita rasa khas dan digemari banyak orang. Namun, tidak semua durian yang terlihat menarik dari luar memiliki kualitas daging buah yang baik di dalamnya.
Lantas, bagaimana cara memilih durian yang bagus sebelum dibeli?

Memilih durian bukan sekadar soal ukuran atau jenisnya. Setiap buah memiliki tingkat kematangan, kesegaran, dan kondisi yang berbeda meskipun berasal dari varietas yang sama.

Bahkan, orang yang sudah terbiasa membeli durian pun terkadang masih menemukan durian yang kurang sempurna. Meski begitu, peluang mendapatkan durian terbaik akan jauh lebih besar jika Anda mengetahui indikator yang tepat saat memilihnya.

Cara memilih durian yang bagus

Dengan sedikit ketelitian, Anda bisa menghindari durian yang kurang matang, terlalu matang, atau bahkan rusak di bagian dalam. Dikutip dari Durianed, berikut cara memilih durian yang bagus dan berkualitas.

1. Periksa kondisi tangkai durian
Tangkai merupakan salah satu indikator penting untuk menilai kesegaran durian. Durian yang baru jatuh dari pohon umumnya memiliki tangkai yang masih keras dengan warna hijau atau putih pada bagian bekas lepas dari pohonnya.

Sebaliknya, jika bagian tersebut sudah berubah menjadi cokelat tua atau hitam, kemungkinan durian sudah cukup lama dipanen sehingga tingkat kesegarannya mulai menurun.

Hindari pula durian yang tangkainya tampak dipotong rata menggunakan pisau, karena hal tersebut bisa menjadi upaya menyamarkan kondisi buah.

Meski demikian, perlu dipahami bahwa tangkai hanya menunjukkan tingkat kesegaran, bukan jaminan bahwa durian

2. Amati kondisi kulit bagian luar
Langkah berikutnya dalam memilih durian yang bagus adalah memperhatikan kulit buah secara menyeluruh. Pastikan tidak terdapat lubang kecil atau bercak hitam pada permukaan kulit.

Lubang-lubang kecil bisa menjadi tanda adanya ulat atau serangga yang masuk ke dalam buah, sedangkan bercak hitam dapat mengindikasikan aktivitas hama.

Selain itu, periksa juga bagian bawah durian untuk memastikan tidak ada retakan akibat benturan selama proses pengangkutan.

Durian yang sudah retak lebih rentan terpapar udara sehingga kualitas daging buahnya dapat menurun lebih cepat.

3. Pilih bentuk durian yang proporsional
Bentuk durian ternyata turut memengaruhi jumlah daging buah di dalamnya. Durian dengan bentuk bulat atau oval yang simetris umumnya memiliki ruang buah yang lebih penuh sehingga menghasilkan lebih banyak daging.

Sebaliknya, durian yang bentuknya tidak beraturan atau terlalu pipih biasanya memiliki beberapa ruang yang kosong atau berisi daging lebih sedikit. Jika membeli durian yang dijual per buah, memilih bentuk yang proporsional tentu memberikan nilai yang lebih baik.

Namun, ukuran besar bukan berarti selalu lebih baik. Dalam beberapa kasus, durian berukuran sedang justru memiliki rasa yang lebih pekat karena konsentrasi daging buahnya lebih tinggi.

4. Cium aroma durian
Aroma merupakan salah satu indikator kematangan yang paling mudah dikenali. Durian yang matang biasanya mengeluarkan aroma khas yang harum dan cukup kuat, tetapi tidak menyengat berlebihan.
Jika aroma yang tercium masih menyerupai bau rumput atau sangat samar, kemungkinan buah belum matang. Sebaliknya, aroma yang terlalu tajam dapat menjadi tanda bahwa durian sudah terlalu matang.

Untuk hasil yang lebih akurat, cobalah mencium aroma pada bagian atas dan bawah buah karena tingkat kematangannya bisa sedikit berbeda.

5. Goyangkan durian secara perlahan
Cara sederhana lainnya adalah menggoyangkan durian dengan lembut menggunakan kedua tangan. Tujuannya untuk merasakan apakah daging buah di dalam masih memiliki sedikit ruang untuk bergerak.

Apabila terasa ada gerakan halus dari dalam buah, umumnya durian sudah matang dan siap dikonsumsi. Sebaliknya, jika tidak terasa adanya pergerakan sama sekali, kemungkinan durian masih mentah, terlalu matang, atau kualitas dagingnya kurang baik.

Selain itu, durian yang terasa sedikit lebih ringan dari perkiraan ukurannya sering kali menunjukkan kadar air yang sudah pas sehingga cita rasanya lebih maksimal.

6. Dengarkan suara saat kulit diketuk
Penjual durian berpengalaman biasanya mengetuk kulit durian menggunakan alat atau gagang pisau. Cara ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ruang di dalam buah.

Durian yang baik akan menghasilkan suara yang terdengar lebih nyaring dan berongga. Sebaliknya, suara yang terdengar padat atau berat dapat mengindikasikan ruang buah tidak berkembang dengan baik atau tingkat kematangannya belum optimal.

Memang dibutuhkan pengalaman untuk membedakan karakter suara tersebut, tetapi semakin sering memperhatikan proses ini, kemampuan mengenalinya akan semakin baik.

7. Tekan daging buah setelah durian

Jika penjual membuka durian sebelum transaksi selesai, manfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksa tekstur daging buahnya. Tekan perlahan menggunakan ujung jari.

Daging durian yang matang biasanya terasa lembut, sedikit kenyal, dan tidak keras.

Hindari daging yang masih kaku karena menandakan buah belum matang sempurna. Sebaliknya, jika teksturnya terlalu lembek hingga berair, kemungkinan durian sudah melewati puncak kematangannya.

Langkah ini menjadi tahap akhir yang paling meyakinkan untuk memastikan kualitas durian sebelum dibeli.

Nah, itulah cara memilih durian yang bagus agar bisa langsung dinikmati. Di Indonesia sendiri, musim panen durian umunya berlangsung mulai September.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260720093409-262-1382607/simak-baik-baik-ini-7-cara-memilih-durian-yang-bagus-dan-berkualitas

Awas! Lebih dari 70% Depot Air Minum Isi Ulang Tak Higienis

Awas! Lebih dari 70% Depot Air Minum Isi Ulang Tak Higienis

Jakarta – Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Dirjen PKTN) Kementerian Perdagangan, Moga Simatupang, menyebut keberadaan depot air minum isi ulang atau DAMIU merupakan solusi terjangkau untuk memenuhi kebutuhan banyak keluarga.

Namun akses air minum yang terjangkau itu sering kali tak memenuhi aspek keamanan, kualitas, dan perlindungan konsumen. Membuat air minum yang dijual jauh dari kata layak konsumsi.

“Seperti kita ketahui kan ada beberapa kali viral ya, banyak kemasan air minum itu yang sudah kotor, kusam, sudah tidak layak, tapi masih digunakan untuk mengisi air minum di masyarakat,” kata Moga saat ditemui usai diskusi publik terkait DAMIU di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2026).

Berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan Yayasan Jiva Svastha Nusantara sepanjang 2025 di tiga kota yakni Bandung, Sumedang, dan Jakarta Selatan, diketahui mayoritas atau lebih dari 70% depot air minum isi ulang yang beroperasi tidak higienis dan positif terkontaminasi bakteri E. coli dan Coliform.

Terburuk ada di wilayah Bandung, di mana 61 dari 72 (84%) depot air minum yang diuji menunjukkan hasil positif terkontaminasi. Selanjutnya ada di Jakarta Selatan, di mana 21 dari 27 (78%) depot yang dinyatakan positif terkontaminasi.

Kemudian di Kota Sumedang, 11 dari 15 (73%) depot air minum menunjukkan hasil positif terpapar bakteri E. coli dan Coliform. Menunjukkan bagaimana mayoritas depot tidak memenuhi standar terkait higienis.

“Kepatuhan merupakan bagian dari tanggung jawab pelaku usaha kepada konsumen. Pelaku usaha harus memastikan bahwa barang dan jasa yang diperdagangkan memiliki ketentuan yang berlaku,” ujar Moga.

Untuk itu, Moga kembali menegaskan bahwa praktik perdagangan air minum isi ulang sudah lama diatur dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Kepmenperindag) Nomor 651 Tahun 2004 tentang Persyaratan Teknis Depot Air Minum dan Perdagangannya.

Kemudian ada juga Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen yang mewajibkan pelaku usaha menjamin mutu barang yang diproduksi dan diperdagangkan sesuai dengan standar mutu barang atau jasa yang berlaku.

“Depotnya itu harus memiliki NIB. Kemudian yang kedua, dia harus mempunyai sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) dan juga berasal dari sumber air yang memiliki izin, serta secara reguler alatnya itu dimonitor oleh lembaga yang berkompeten,” jelas Moga terkait aturan berusaha DAMIU.

Selain kewajiban, ada juga sejumlah larangan yang tidak boleh dilanggar pelaku usaha DAMIU seperti menyediakan atau menggunakan galon bermerek, memiliki stok produk air minum dalam wadah siap jual, mengisi ulang dan menggunakan galon yang tidak layak pakai, dan memasang segel atau ‘shrink wrap’ pada tutup galon.

“Ketika masyarakat membeli air minum, masyarakat bukan hanya membeli sebuah produk. Masyarakat juga memiliki hak untuk mendapatkan produk yang aman, bermutu, dan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pelaku usaha,” tandasnya.

Sumber : https://finance.detik.com/industri/d-8593559/awas-lebih-dari-70-depot-air-minum-isi-ulang-tak-higienis

Studi temukan lingkungan asri bisa lindungi risiko depresi usia lanjut

Studi temukan lingkungan asri bisa lindungi risiko depresi usia lanjut

Sydney (ANTARA) – Sebuah studi jangka panjang di Australia menemukan bahwa tinggal di lingkungan dengan lebih banyak pepohonan dapat membantu melindungi dari depresi di usia lanjut.

Temuan tersebut, yang telah dipublikasikan di dalam Journal of Affective Disorders, menyoroti peran potensial dari perencanaan perkotaan dalam mendukung penuaan yang sehat dan kesejahteraan mental, demikian pernyataan yang dirilis oleh Center for Healthy Brain Ageing (CHeBA) Sydney di Universitas New South Wales, Australia, Senin (27/7).

Penelitian tersebut, yang dipimpin oleh CHeBA melalui kolaborasi dengan Australian Catholic University, memantau lebih dari 1.000 warga lanjut usia (lansia) Australia berusia 70 hingga 90 tahun selama hingga 12 tahun.

Hasil penelitian menemukan bahwa orang-orang yang tinggal di daerah dengan kanopi pohon yang lebih luas mengalami gejala depresi lebih sedikit seiring berjalannya waktu.

Para peneliti mengevaluasi bagaimana karakteristik lingkungan sekitar, termasuk kanopi pohon, area taman, akses ke laut, sungai, dan danau, akses ke fasilitas umum, serta tingkat polusi udara, berkaitan dengan perubahan gejala depresi.

Paparan yang lebih besar terhadap kanopi pohon dalam jangka panjang secara konsisten berkaitan dengan tingkat depresi yang lebih rendah, sebut studi itu. Depresi memengaruhi hampir satu dari lima orang dewasa berusia di atas 60 tahun di seluruh dunia, imbuhnya.

Studi tersebut menemukan sedikit bukti bahwa karakteristik lingkungan sekitar lainnya, termasuk area taman, ruang biru (blue space), akses ke layanan, atau paparan jangka panjang terhadap tingkat polusi udara yang rendah, memiliki dampak konsisten terhadap gejala depresi setelah memperhitungkan faktor-faktor lingkungan lainnya.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5668568/studi-temukan-lingkungan-asri-bisa-lindungi-risiko-depresi-usia-lanjut

Penjaga Sekolah Peras Puluhan Siswa SD demi Judi Online

Penjaga Sekolah Peras Puluhan Siswa SD demi Judi Online

Liputan6.com, Jakarta – Seorang penjaga sekolah berinisial AS ditangkap polisi karena diduga memeras puluhan siswa SDN 001 Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan, Batam. Uang hasil pemerasan dipakai untuk berbagai keperluan, termasuk bermain judi online.

Kapolsek Bintan Timur, AKP Aang Setiawan mengatakan, AS mengaku memeras siswa berusia 11 hingga 15 tahun sejak 2023 hingga 2026. Setiap korban diminta menyerahkan uang antara Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu.

Kasus ini terungkap setelah sejumlah orang tua korban bersama Sekretaris Camat Mantang, perangkat RT/RW, dan kepala dusun melaporkan dugaan pemerasan tersebut ke Polsek Bintan Timur.

“Sejumlah orang tua korban bersama Sekretaris Camat Mantang, perangkat RT/RW dan kepala dusun mendatangi Polsek Bintan Timur melaporkan dugaan tindak pidana pemerasan,” kata Aang dalam keterangan pers, Senin (28/7/2026).

Pelaku Ditangkap

Menindaklanjuti laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap AS di sebuah rumah di Desa Mantang Besar.

“Setelah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat, pelaku beserta barang bukti berhasil kami amankan,” ungkapnya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain surat pernyataan atau hasil asesmen terhadap 10 korban, sebuah dompet hitam, dan satu unit telepon genggam.

Atas perbuatannya, AS dijerat Pasal 482 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Penyidik masih melanjutkan proses hukum, termasuk pemberkasan perkara, penyitaan barang bukti, penahanan tersangka, serta koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk proses hukum selanjutnya,” kata Aang, dikutip dari Antara.

Sumber : https://berita.liputan6.com/peristiwa/read/8255930/penjaga-sekolah-peras-puluhan-siswa-sd-demi-judi-online

Halal dimulai dari konsumen, tak berhenti di logo

Halal dimulai dari konsumen, tak berhenti di logo

Jakarta (ANTARA) – Seorang ibu muda berdiri cukup lama di depan rak swalayan, membandingkan dua produk yang nyaris serupa. Harga keduanya tidak terpaut jauh dan kemasannya sama-sama menarik perhatian, tetapi kali ini ia tidak terburu-buru memilih. Ia membalik kemasan, memastikan adanya logo halal, lalu membaca informasi produk dengan saksama.

Setelah itu, ia membuka telepon genggam untuk memverifikasi status sertifikat halal melalui layanan resmi. Baru setelah memperoleh kepastian, ia menentukan pilihan dan memasukkan produk tersebut ke keranjang belanja.

Pemandangan sederhana itu kelak bisa menjadi wajah baru perilaku belanja masyarakat Indonesia setelah 18 Oktober 2026. Tanggal tersebut bukan sekadar menandai dimulainya kewajiban sertifikasi halal bagi berbagai kelompok produk, melainkan juga titik awal perubahan cara berpikir konsumen: dari sekadar membeli menjadi memilih secara sadar, kritis, dan bertanggung jawab.

Pemerintah telah membangun landasan hukum melalui Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, yang kemudian disempurnakan melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 dan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024.

Rangkaian regulasi tersebut menegaskan kewajiban sertifikasi halal bagi produk-produk tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang beredar di Indonesia.

Selama beberapa bulan terakhir, perhatian publik lebih banyak tertuju pada kesiapan pelaku usaha. Berbagai sosialisasi dilakukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), kementerian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi profesi, hingga asosiasi usaha. Semua bergerak agar kewajiban halal berjalan dengan baik.

Langkah tersebut tentu patut diapresiasi. Namun terdapat satu mata rantai yang sering luput dari pembahasan, yakni konsumen sebagai pemilik hak sekaligus pihak yang paling merasakan manfaat hadirnya sistem jaminan produk halal.

Padahal, sejarah perlindungan konsumen di berbagai negara menunjukkan bahwa regulasi yang baik tidak pernah cukup jika masyarakat masih bersikap pasif. Produk yang telah bersertifikat halal memang memberikan kepastian hukum, tetapi kepercayaan publik tidak lahir hanya dari selembar sertifikat atau sebuah logo pada kemasan.

Kepercayaan tumbuh ketika konsumen memahami arti sertifikasi, mampu membaca informasi produk, mengetahui cara memverifikasi keabsahan sertifikat, serta berani melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran. Dengan kata lain, sertifikasi halal perlu disertai transformasi budaya konsumen.

Gerakan Konsumen Sahabat Halal untuk Indonesia

Perubahan perilaku masyarakat tidak akan tumbuh dengan sendirinya tanpa gerakan bersama yang mampu mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat. Karena itu, Indonesia memerlukan sebuah terobosan yang dapat menghubungkan seluruh elemen tersebut dalam ekosistem jaminan produk halal.

Terobosan itu hadir melalui Gerakan Konsumen Sahabat Halal. Bukan sebagai lembaga baru, melainkan sebagai gerakan nasional yang mengajak masyarakat menjadi bagian aktif dari ekosistem jaminan produk halal.

Konsumen tidak diposisikan sebagai pencari kesalahan pelaku usaha, melainkan sebagai mitra dalam menjaga keyakinan publik. Semakin tinggi literasi halal masyarakat, semakin kecil peluang terjadinya penyalahgunaan label, pemalsuan informasi, maupun praktik usaha yang merugikan konsumen.

Gerakan tersebut dapat diwujudkan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari. Sebelum membeli, konsumen perlu membiasakan diri memeriksa label halal, membaca informasi pada kemasan, serta memanfaatkan layanan digital resmi untuk memastikan status sertifikat produk.

Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan sederhana itu akan tumbuh menjadi bagian dari gaya hidup. Dari sanalah perubahan yang lebih besar dapat dimulai.

Ketika jutaan konsumen melakukan tindakan yang sama, maka pasar secara otomatis akan mendorong pelaku usaha menjaga kepatuhan karena kepercayaan menjadi modal bisnis yang paling berharga.

Terobosan berikutnya adalah membangun Halal Trust Index Indonesia, yakni sebuah indeks nasional yang mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem halal melalui indikator literasi halal, kemudahan memperoleh informasi, kepatuhan pelaku usaha, efektivitas pengawasan, dan tingkat kepuasan konsumen.

Selama ini keberhasilan sertifikasi lebih sering diukur dari jumlah sertifikat yang diterbitkan atau banyaknya pelaku usaha yang telah tersertifikasi. Padahal ukuran tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kualitas perlindungan konsumen.

Indeks kepercayaan dapat memotret tingkat literasi masyarakat, kepatuhan pelaku usaha, efektivitas pengawasan, kemudahan memperoleh informasi, hingga tingkat kepuasan konsumen. Dengan demikian, pemerintah memiliki instrumen evaluasi yang lebih komprehensif untuk menyempurnakan kebijakan.

Perguruan tinggi juga memiliki ruang strategis dalam membangun budaya halal. Kampus tidak hanya menjadi tempat mencetak auditor halal atau melakukan penelitian, tetapi juga menjadi pusat literasi masyarakat. Mahasiswa dapat diterjunkan sebagai pendamping UMKM, penyelenggara edukasi halal di sekolah dan komunitas, serta penggerak digitalisasi informasi halal.

Keterlibatan akademisi akan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sehingga implementasi wajib halal tidak berhenti pada aspek administratif semata.

Pelaku usaha pun perlu memandang sertifikasi halal bukan sebagai tambahan biaya atau beban regulasi, melainkan sebagai investasi untuk membangun reputasi. Sebab, dalam dunia bisnis modern, konsumen membeli bukan hanya karena harga atau rasa, tetapi juga karena kepercayaan. Karena itu, logo halal yang didukung proses produksi yang konsisten, informasi yang transparan, serta pelayanan yang jujur dapat menjadi keunggulan kompetitif.

Sebaliknya, satu pelanggaran terhadap kepercayaan konsumen dapat menghapus reputasi yang dibangun selama bertahun-tahun. Dengan demikian, menjaga integritas halal sejatinya bukan sekadar memenuhi kewajiban, melainkan juga menjaga kepercayaan konsumen dan memastikan keberlanjutan usaha.

Ke depan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat industri halal dunia. Namun, posisi tersebut tidak akan ditentukan semata-mata oleh jumlah sertifikat halal yang diterbitkan. Dunia akan menilai bagaimana sistem itu dijalankan, seberapa tinggi integritas pelaku usaha, seberapa efektif pengawasannya, dan seberapa kritis konsumennya.

Negara yang memiliki konsumen kritis, pelaku usaha yang bertanggung jawab, serta pemerintah yang konsisten akan mampu membangun ekosistem halal yang dipercaya, baik di pasar domestik maupun global.

Karena itu, Oktober 2026 tidak seharusnya dipahami sebagai garis akhir proses sertifikasi halal. Justru, saat itulah perjalanan sesungguhnya dimulai.

Ketika masyarakat menjadikan literasi halal sebagai kebiasaan, pelaku usaha memandang sertifikasi sebagai investasi kepercayaan, perguruan tinggi menjadi pusat edukasi, dan pemerintah terus memperkuat pengawasan, logo halal tidak lagi sekadar menjadi simbol pada kemasan. Lebih dari itu, logo halal akan menjelma menjadi representasi integritas, perlindungan konsumen, dan daya saing bangsa.

Pada akhirnya, keberhasilan sistem jaminan produk halal tidak hanya diukur dari jumlah sertifikat yang diterbitkan, tetapi juga dari tumbuhnya kepercayaan publik yang dijaga bersama oleh negara, pelaku usaha, dan jutaan konsumen Indonesia.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5667335/halal-dimulai-dari-konsumen-tak-berhenti-di-logo?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=editor_picks