Google Rupanya Pantau Kita 24 Jam Penuh, Buruan Setop Pakai Cara Ini

Google Rupanya Pantau Kita 24 Jam Penuh, Buruan Setop Pakai Cara Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Banyak pengguna internet tidak menyadari aktivitas mereka saat menggunakan layanan Google terus direkam. Mulai dari pencarian di mesin telusur, video yang ditonton, hingga lokasi yang dikunjungi dapat menjadi bagian dari data yang dikumpulkan perusahaan.
Informasi tersebut kemudian dimanfaatkan Google untuk membangun profil pengguna berdasarkan kebiasaan, minat, dan aktivitas sehari-hari. Profil ini digunakan agar layanan menjadi lebih personal, sekaligus menampilkan iklan yang dinilai paling relevan.

Meski begitu, pengguna sebenarnya memiliki kendali untuk membatasi proses pelacakan tersebut. Google menyediakan pengaturan yang memungkinkan aktivitas pencarian dan penggunaan aplikasi tidak lagi disimpan secara otomatis.

Berikut cara menghentikan Google mengumpulkan data pengguna, dikutip dari CNET, Minggu (19/7/2026):

– Buka laman Google.com melalui browser di desktop atau ponsel.

– Masuk ke akun Google.

– Pilih menu Manage your Google Account.

– Masuk ke Privacy & Personalization, lalu pilih Manage your Data & Personalization.

– Gulir ke bawah hingga menemukan Activity Controls, kemudian pilih Manage your Activity Controls.

– Pada bagian Web & App Activity, geser tombol (toggle) hingga nonaktif.

– Setelah muncul konfirmasi, pilih Pause untuk menghentikan penyimpanan aktivitas.

Perlu diketahui, setelah fitur ini dimatikan, iklan yang muncul kemungkinan tidak lagi sesuai dengan minat pengguna. Pengalaman menggunakan berbagai layanan Google juga akan menjadi lebih sedikit dipersonalisasi.

Selain itu, menonaktifkan pelacakan tidak otomatis menghapus data yang telah tersimpan sebelumnya. Pengaturan tersebut hanya mencegah Google mengumpulkan aktivitas baru di masa mendatang.

Data yang Dikumpulkan Google

Google mengumpulkan berbagai informasi pengguna melalui layanan seperti Gmail, Google Search, hingga perangkat Android. Data tersebut digunakan untuk memahami preferensi pengguna dan meningkatkan layanan.

Berikut beberapa jenis data yang dikumpulkan Google, dikutip dari CNBC Internasional:

– Nama, jenis kelamin, dan tanggal lahir.

– Nomor telepon.

– Riwayat pencarian di Google.

– Situs web yang dikunjungi.

– Minat pengguna, mulai dari olahraga hingga makanan dan minuman favorit.

– Tempat bekerja.

– Alamat tempat tinggal.

– Video yang ditonton.

Pengguna juga dapat melihat data apa saja yang tersimpan pada masing-masing layanan Google melalui halaman pengaturan akun.

Jenis Iklan yang Diminati

Untuk mengetahui kategori iklan yang dipersonalisasi oleh Google, masuk ke akun Google lalu pilih Manage Ads Settings. Halaman tersebut menampilkan informasi seperti usia, jenis kelamin, hingga topik iklan yang diperkirakan sesuai dengan minat pengguna, termasuk daftar iklan yang pernah diblokir.

Tempat yang Pernah Dikunjungi

Riwayat lokasi pengguna juga dapat tersimpan melalui fitur Google Location History yang terhubung dengan Google Maps. Di sana pengguna bisa melihat lokasi-lokasi yang pernah dikunjungi.

Aktivitas YouTube

Google turut menyimpan aktivitas pengguna di YouTube, termasuk riwayat pencarian dan video yang ditonton. Informasi tersebut dapat dilihat melalui menu Search dan YouTube Watch History.

Hapus Riwayat Internet

Selain mematikan pelacakan, pengguna juga dapat mengurangi jejak digital dengan menghapus riwayat penelusuran di browser.

Berikut caranya:

1. Google Chrome

Buka menu Settings, pilih Privacy & Security, lalu klik Clear browsing data.

Pilih rentang waktu yang ingin dihapus, kemudian tekan Clear data.

2. Mozilla Firefox

Masuk ke Settings > Privacy & Security, lalu gulir ke bagian Cookies & Site Data.

Pengguna dapat menghapus seluruh data atau mengatur Firefox agar otomatis menghapus data penelusuran setiap kali browser ditutup.

3. Safari

Masuk ke menu Clear History, pilih periode waktu yang ingin dihapus, lalu tekan Clear History.

4. Microsoft Edge

Klik ikon tiga titik di pojok kanan atas, masuk ke Settings > Privacy, lalu pilih Clear browsing data dan klik Choose what to clear.

Pilih jenis data yang ingin dihapus, kemudian tekan Clear Now.

5. Opera

Masuk ke Settings, buka menu Privacy & Security, lalu pilih Browsing data.

Selanjutnya klik Clear, tentukan jenis data dan rentang waktu yang ingin dihapus, kemudian pilih Clear Data.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260719111429-37-751943/google-rupanya-pantau-kita-24-jam-penuh-buruan-setop-pakai-cara-ini

Ciri Orang Psikopat Mudah Dikenali, Bisa Dilihat dari Makanan Kesukaan

Ciri Orang Psikopat Mudah Dikenali, Bisa Dilihat dari Makanan Kesukaan

Jakarta, CNBC Indonesia – Kepribadian seseorang ternyata dapat tercermin dari banyak hal, termasuk pilihan makanan favoritnya. Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara preferensi terhadap rasa tertentu dengan sifat-sifat kepribadian, termasuk kecenderungan perilaku antisosial yang kerap dikaitkan dengan psikopat.

Meski begitu, para ahli menegaskan, menyukai makanan tertentu bukan berarti seseorang otomatis merupakan psikopat. Preferensi makanan hanya menunjukkan korelasi dalam penelitian, bukan menjadi alat diagnosis gangguan kepribadian.

Eric Patterson, seorang konselor profesional berlisensi yang berbasis di Cabot, Pennsylvania menjelaskan, dalam dunia kesehatan mental sendiri, istilah psikopat bukan merupakan diagnosis medis resmi.

Kondisi yang paling dekat dengan istilah tersebut adalah gangguan kepribadian antisosial atau Antisocial Personality Disorder (ASPD), yang hanya dapat ditegakkan melalui pemeriksaan oleh tenaga profesional. Berikut adalah beberapa tanda dan gejala ASPD mengutip Psych Central, Minggu (19/7/2026).

1. Mengabaikan hak orang lain dan nilai-nilai di masyarakat

Patterson bilang, mengabaikan hak orang lain adalah salah satu tanda ASPD yang paling menonjol. Perilaku ini melanggar hak-hak orang lain dan hukum yang telah ditetapkan oleh masyarakat.

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi ke-5 mencatat, penderita ASPD menunjukkan pola pengabaian terhadap hak orang lain. Seseorang dengan ASPD mungkin tidak mengikuti norma-norma sosial, dan mereka mungkin melakukan hal-hal yang dianggap melanggar hukum oleh orang lain.

Penelitian pada tahun 2018 menunjukkan, orang-orang dengan psikopati memiliki kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain tetapi mereka tidak terampil dalam hal ini, sehingga berkontribusi pada ketidakpedulian mereka terhadap orang-orang di sekitar mereka.

2. Berbohong dan manipulatif

Orang dengan ASPD juga cenderung melakukan kebohongan. Mereka bahkan berbohong tentang namanya dan menggunakan nama samaran atau identitas lainnya.

Biasanya, kebohongan dilakukan untuk mendapatkan sesuatu dari orang lain, seperti seks atau keuntungan finansial. Mereka mungkin memanipulasi orang dengan menggunakan pesona dan pujian. Manipulasi ini mungkin juga melibatkan pelecehan emosional atau pemerasan.

3. Agresif

Penting untuk diperhatikan tidak semua psikopat agresif secara fisik. Namun ciri umum di antara orang-orang dengan ASPD adalah mereka bertindak agresif atau sangat mudah tersinggung. Agresif tidak harus bersifat fisik, tapi juga bisa melibatkan pelecehan verbal.

4. Impulsif

Orang dengan ASPD mungkin bertindak impulsif. Artinya mereka melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.

Ketika melakukan hal berisiko, mereka mungkin tidak memikirkan keselamatan mereka sendiri atau keselamatan orang lain. Sebagian karena sifat impulsif ini, orang dengan ASPD lebih mungkin mengalami gangguan penggunaan narkoba dibandingkan orang lain.

Orang dengan ASPD juga memiliki peluang lebih tinggi tertular Infeksi Menular Seksual (IMS) karena perilaku seksual impulsif, dan mungkin memiliki angka kematian lebih awal dibandingkan orang tanpa gangguan tersebut karena kecelakaan, cedera, dan bunuh diri.

5. Tidak memiliki rasa penyesalan

Seseorang dengan ASPD tidak memiliki penyesalan atas tindakan mereka, meskipun mereka telah berbohong hingga melanggar hak orang lain. Dengan kata lain, mereka tidak merasa bersalah atas apa yang telah mereka lakukan.

Hubungan antara makanan dan kepribadian

Para peneliti dari University of Innsbruck di Austria menyelidiki preferensi selera 953 orang Amerika. Para peserta ditanya tentang keberpihakan mereka terhadap makanan dan minuman manis, asam, asin, dan pahit.

Mereka juga harus menjawab empat survei kepribadian berbeda yang menilai ciri-ciri kepribadian antisosial seperti psikopat, narsisme, agresi, dan sadisme. Para peneliti mengatakan mereka menemukan hubungan antara peningkatan kenikmatan makanan pahit dan kecenderungan perilaku sadis.

Secara khusus, perilaku sadisme sehari-hari secara signifikan berkorelasi positif dengan preferensi rasa pahit secara umum.

Makanan yang disukai orang dengan kecenderungan psikopat

Dalam mempelajari preferensi makanan, penelitian lain yang dilakukan Sagioglou dan Greitemeyer juga menunjukkan korelasi positif antara preferensi rasa pahit dan sifat kejam.

Makanan dan minuman pahit itu di antaranya adalah kopi, lobak, bir, air tonik, dan seledri. Dibandingkan dengan rasa lain, pahit lebih menunjukkan “sisi psikopat” pada masing-masing orang.

Sagioglou dan Greitemeyer mencatat, supertasting, yang didefinisikan sebagai peningkatan kepekaan terhadap rasa pahit, berkaitan dengan tingkat emosi yang lebih tinggi pada manusia. Hal yang sama juga ditemukan pada tikus.

Dan sesuai dengan sifatnya, orang yang ramah lebih suka makanan manis, seperti permen dan cokelat, serta tidak suka makanan pahit.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/news/20260719112710-4-751945/ciri-orang-psikopat-mudah-dikenali-bisa-dilihat-dari-makanan-kesukaan

Menakar Pergeseran Pola Pikir Gen Z dan Milenial Indonesia yang Mulai Mengutamakan Keseimbangan Hidup

Menakar Pergeseran Pola Pikir Gen Z dan Milenial Indonesia yang Mulai Mengutamakan Keseimbangan Hidup

PORTALBERITA.CO.ID – Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan fisik kini tengah mengalami transformasi besar di kalangan generasi muda Indonesia. Kelompok usia produktif ini mulai meninggalkan paradigma lama yang hanya mengagungkan produktivitas tanpa batas.

Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, khususnya di kawasan perkotaan Indonesia, tekanan kerja sering kali memicu kejenuhan ekstrem. Fenomena ini akhirnya mendorong para pemuda untuk mengevaluasi kembali makna kesuksesan yang sesungguhnya.

Pergeseran prioritas ini terjadi bukan karena menurunnya etos kerja, melainkan sebagai bentuk adaptasi yang realistis terhadap kondisi kesehatan mereka. Generasi muda menyadari bahwa bekerja terus-menerus tanpa jeda justru dapat menurunkan kualitas hidup dan efektivitas kerja dalam jangka panjang.

Kini, fokus utama mereka beralih pada pemulihan energi secara berkala dan pencapaian keseimbangan hidup yang lebih harmonis. Langkah ini diimplementasikan melalui pengelolaan waktu yang lebih bijak, termasuk membatasi jam kerja dan meluangkan waktu untuk rekreasi.

Perubahan perilaku tersebut mencerminkan adanya evolusi pemahaman yang mendalam mengenai konsep kesehatan secara holistik. Kesehatan tidak lagi didefinisikan hanya sebagai kondisi bebas dari penyakit fisik, melainkan juga mencakup kebugaran mental dan emosional yang stabil.

Fenomena pergeseran nilai kehidupan ini menjadi sinyal positif bagi masa depan dunia kerja yang lebih sehat di tanah air. Informasi mengenai perubahan tren gaya hidup anak muda ini dikutip dari INFOTREN.ID.

Pada akhirnya, tren baru ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem kerja yang lebih manusiawi dan berkelanjutan di Indonesia. Perusahaan dan pelaku industri pun dituntut untuk mulai beradaptasi dengan menyediakan ruang bagi kesejahteraan karyawan mereka.

Sumber : https://portalberita.co.id/post/menakar-pergeseran-pola-pikir-gen-z-dan-milenial-indonesia-yang-mulai-mengutamakan-keseimbangan-hidup

Bukan Harus Dipendam, Ini Cara Mengelola Amarah agar Lebih Sehat

Bukan Harus Dipendam, Ini Cara Mengelola Amarah agar Lebih Sehat

KOMPAS.com – Kemarahan kerap dianggap sebagai emosi yang harus dihindari.

Tak sedikit orang merasa bangga karena mengaku “tidak pernah marah” atau selalu mampu menahan emosi.

Namun, menurut penulis buku Good Anger, Sam Parker, anggapan tersebut belum tentu benar.

Seseorang yang merasa tidak pernah marah bisa jadi sebenarnya hanya terbiasa memendam amarah.

“Ketika orang berkata, ‘Saya tidak pernah marah,’ yang sebenarnya mereka maksud adalah mereka sangat pandai menahan amarah, sering kali dengan mengorbankan diri sendiri,” kata Parker, dikutip dari The Guardian, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, kemarahan bukanlah emosi yang buruk.

Sama seperti sedih, takut, atau bahagia, marah merupakan respons alami yang membantu seseorang mengenali ketika ada batasan yang dilanggar, kebutuhan yang tidak terpenuhi, atau ketidakadilan yang dialami.

Yang perlu dipelajari bukanlah menghilangkan rasa marah, melainkan mengelolanya dengan cara yang sehat.

Mengapa amarah tidak sebaiknya dipendam?

Parker menjelaskan bahwa banyak orang terbiasa menyamakan kemarahan dengan agresi atau kekerasan. Padahal, keduanya berbeda.

Agresi merupakan perilaku, sedangkan kemarahan adalah emosi.

Seseorang bisa merasakan marah tanpa harus melampiaskannya dengan cara yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Sebaliknya, memendam amarah dalam waktu lama justru dapat menimbulkan dampak negatif.

Menurut Parker, kemarahan yang terus ditekan dapat memperpanjang respons stres tubuh, termasuk meningkatkan kadar hormon kortisol yang berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan.

Ia juga menemukan bahwa orang yang terbiasa menekan amarah kerap mengalami kecemasan, karena emosi tersebut tidak pernah benar-benar diproses.

Cara mengelola amarah dengan lebih sehat

Alih-alih menekan atau meluapkan amarah secara berlebihan, Parker menyarankan beberapa cara yang lebih sehat untuk mengelola emosi tersebut.

1. Akui bahwa Anda sedang marah

Langkah pertama adalah menerima bahwa rasa marah memang sedang muncul.

Mengakui emosi bukan berarti membenarkan tindakan agresif.

Sebaliknya, hal ini membantu seseorang memahami apa yang sebenarnya sedang dirasakan.

Dengan mengenali emosi, seseorang dapat berpikir lebih jernih sebelum mengambil keputusan.

2. Cari tahu penyebab sebenarnya

Menurut Parker, kemarahan sering kali bukan semata-mata disebabkan oleh orang lain.

Emosi tersebut justru dapat menjadi petunjuk bahwa ada kebutuhan yang belum terpenuhi, batasan yang dilanggar, atau pengalaman masa lalu yang belum selesai.

Karena itu, cobalah bertanya kepada diri sendiri mengenai alasan di balik kemarahan yang muncul.

3. Salurkan melalui aktivitas fisik

Parker mengaku mulai memahami emosinya setelah rutin berlatih tinju.

Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, jogging, menari, atau olahraga lainnya dapat membantu tubuh melepaskan ketegangan sehingga emosi menjadi lebih terkendali.

Cara ini dinilai lebih efektif dibanding sekadar melampiaskan amarah dengan berteriak atau memukul benda.

4. Ekspresikan lewat cara yang kreatif

Selain bergerak, kemarahan juga dapat disalurkan melalui kegiatan kreatif.

Menulis jurnal, menggambar, melukis, atau menuangkan perasaan dalam bentuk karya dapat membantu seseorang memahami emosinya tanpa harus menyakiti diri sendiri maupun orang lain.

5. Putuskan langkah yang perlu diambil setelah emosi mereda

Setelah perasaan lebih tenang, barulah tentukan apakah situasi tersebut memang memerlukan tindakan.

Dalam beberapa kondisi, seseorang mungkin perlu menyampaikan keberatan, menetapkan batasan, atau melakukan percakapan yang sulit dengan orang lain.

Namun, ada pula situasi yang cukup diselesaikan dengan memahami emosi yang muncul tanpa harus bereaksi berlebihan.

Sumber :https://lifestyle.kompas.com/read/2026/07/13/160000820/bukan-harus-dipendam-ini-cara-mengelola-amarah-agar-lebih-sehat

Ajari Anak Percaya Diri dengan 5 Kalimat Ini

Ajari Anak Percaya Diri dengan 5 Kalimat Ini

KOMPAS.com – Rasa percaya diri pada anak bisa dibangun sejak dini dengan bantuan orangtua lewat latihan yang dilakukan berulang kali dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membiasakan anak mengucapkan kalimat-kalimat tertentu ketika menghadapi berbagai situasi.

Berikut beberapa kalimat yang menurut para ahli perlu diajarkan kepada anak sejak dini.

Ajari Anak Percaya Diri dengan 5 Kalimat Ini

1. “Aku tidak paham” atau “aku butuh bantuan”

Psikiater anak dan remaja di Psychiatry Connection, Nevada, dr. Sid Khurana, mengatakan kepada Good Housekeeping banyak anak merasa malu mengakui bahwa mereka belum memahami sesuatu. Padahal, kemampuan meminta bantuan merupakan bagian penting dari membangun kepercayaan diri anak.

“Sangat penting bagi anak untuk memiliki kepercayaan diri mengatakan hal ini, serta memiliki kesadaran diri dan harga diri bahwa tidak apa-apa jika mereka belum memahami suatu instruksi.Dan tidak apa-apa meminta seseorang untuk menjelaskannya,” ujar dr. Sid dilansir dari Good Housekeeping.

Orangtua dapat melatih anak dengan membiasakan kalimat seperti, “Bapak, aku belum paham,” atau “Ibu, bisa tolong jelaskan sekali lagi?”.

Ketika anak bertanya, respons yang sabar dari orang tua juga membantu mereka merasa aman untuk terus belajar.

2. “Aku bisa mencari jalan keluarnya”

Keinginan orangtua untuk segera menyelesaikan masalah anak sering kali muncul secara spontan. Namun, menurut pendiri platform parenting Moms on Call, Jennifer Walker, anak sebaiknya dibiasakan percaya bahwa mereka mampu menghadapi tantangan mereka sendiri.

Ia menyarankan orangtua untuk sering mengucapkan kalimat seperti “Kamu pasti bisa, Nak”. Seiring berjalannya waktu, kalimat tersebut akan berubah menjadi suara batin positif yang dimiliki anak.

3. “Aku sedang merasa…”

Kemampuan mengenali dan mengungkapkan emosi juga menjadi bagian penting dari rasa percaya diri. Direktur Mental Health and Wellness Mingo Health Solutions, Lakiesha K. Oliver memaparkan bahwa anak perlu mengetahui bahwa semua emosi boleh dirasakan dan diungkapkan.

“Kemampuan mengekspresikan perasaan adalah fondasi utama kesehatan mental dan kesejahteraan,” tutur Lakiesha.

Sementara itu, dr. Sid menambahkan bahwa anak juga perlu belajar menerima emosi yang tidak menyenangkan. Dengan mengungkapkan rasa marah, sedih, atau kecewa, anak bisa belajar mengelola emosi dengan lebih sehat dan tidak memendamnya seorang diri.

4. “Pak, Bu, aku boleh lihat ini?”

Kalimat di atas memang tampak sangat sederhana. Namun, kalimat sederhana ini menjadi semakin penting di era digital ketika anak-anak tumbuh besar bersama teknologi.

Menurut Direktur Eksekutif Health-e-Habits, Jim Festante, anak perlu merasa nyaman meminta bantuan ketika menemukan sesuatu yang membingungkan atau mencurigakan di internet.

“Ketika anak membuka pesan phishing, menerima permintaan mengikuti akun yang mencurigakan, mengobrol dengan orang asing, atau tanpa sengaja meneruskan tautan spam, reaksi pertama mereka biasanya adalah menghapus semua buktinya karena malu atau takut perangkat mereka disita,” ujar Jim,.

Oleh karena itu, orangtua sebaiknya membangun suasana yang membuat anak tidak takut untuk melapor, “Bapak, Ibu, aku melihat sesuatu yang aneh di internet dan tidak tahu itu apa.”

5. “Aku berarti”

Anak perlu memahami bahwa dirinya memiliki nilai sebagai individu, bukan karena prestasi atau pencapaiannya. Untuk menanamkan pola pikir ini pada anak, orangtua dapat membiasakan anak menyadari bahwa dirinya berarti.

Orangtua, misalnya, dapat mengajak anak berbagi momen ketika anak merasa telah membantu atau memberi arti bagi orang lain. Dari kebiasaan kecil seperti itu, kepercayaan diri dapat tumbuh secara perlahan dan bertahan hingga dewasa.

Sumber : https://lifestyle.kompas.com/read/2026/07/19/110500720/ajari-anak-percaya-diri-dengan-5-kalimat-ini

Mengapa Ada Bisnis yang Bertahan Hingga Ratusan Tahun?

Mengapa Ada Bisnis yang Bertahan Hingga Ratusan Tahun?

Saya baru saja membaca sebuah postingan dari CEO Trisna Group yang menurut saya sangat menarik untuk direnungkan.

Dalam postingannya, beliau mengungkapkan bahwa bisnis yang mampu bertahan lebih dari 10 tahun saja sudah merupakan pencapaian yang luar biasa. Apalagi jika sebuah perusahaan mampu bertahan hingga lebih dari 50 tahun. Namun, yang benar-benar mengundang pertanyaan adalah bagaimana ada perusahaan yang usianya telah mencapai lebih dari 200 tahun.

Pemikiran tersebut membuat saya berpikir, apa sebenarnya yang membuat sebuah bisnis mampu bertahan begitu lama?

Menurut saya, ada dua faktor yang sangat menentukan.

1. Besarnya dan Keberlanjutan Market

Hal pertama yang perlu dilihat adalah market. Seberapa besar pasar yang dilayani? Apakah kebutuhan tersebut akan tetap ada dalam jangka panjang?

Bisnis tidak dapat bertahan hanya karena produknya bagus. Ia harus berada di pasar yang terus hidup atau mampu menyesuaikan diri ketika kebutuhan pasar berubah.

Perusahaan yang mampu bertahan puluhan hingga ratusan tahun biasanya selalu menemukan cara agar tetap relevan bagi konsumennya.

2. Visi Founder yang Sangat Jelas

Dalam postingannya, CEO Trisna Group juga menyoroti pentingnya visi seorang founder. Menurut beliau, founder harus memiliki tujuan yang benar-benar jelas, bahkan untuk 10, 20, hingga 30 tahun ke depan. Tidak hanya itu, visi tersebut juga harus mampu dipecah menjadi langkah-langkah yang dapat dijalankan agar benar-benar tercapai.

Saya sependapat dengan pandangan tersebut. Founder yang membangun perusahaan dengan orientasi jangka panjang akan mengambil keputusan yang berbeda dibandingkan founder yang hanya mengejar keuntungan sesaat.

Visi yang besar tidak cukup hanya menjadi slogan. Visi harus diterjemahkan menjadi target, strategi, sistem, dan budaya kerja yang bisa dijalankan oleh seluruh organisasi.

Mengapa Banyak Bisnis Tidak Bertahan Lama?

Dalam akhir postingannya, CEO Trisna Group juga menyampaikan pandangannya bahwa banyak bisnis gagal karena founder tidak memiliki visi yang jelas.

Terlepas dari masih banyak faktor lain yang dapat menyebabkan kegagalan sebuah bisnis, saya melihat bahwa visi memang merupakan fondasi yang sangat penting. Tanpa arah yang jelas, perusahaan akan lebih mudah kehilangan fokus ketika menghadapi perubahan pasar, persaingan, maupun tantangan ekonomi.

Sebaliknya, ketika visi menjadi kompas dalam setiap pengambilan keputusan, perusahaan memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh secara berkelanjutan dan membangun bisnis yang dapat bertahan lintas generasi.

Referensi : https://www.instagram.com/p/DaSQ-u2Cdam/

Bagaimana Hukum Menyebar Aib Orang Lain Menurut Islam?

Bagaimana Hukum Menyebar Aib Orang Lain Menurut Islam?

Tidak ada manusia yang ingin dipermalukan karena dosa-dosa atau perbuatan maksiat yang pernah dilakukan.

Namun, masih banyak orang jahil yang sering menyebarkan aib orang lain dengan dalih curhat atau semacamnya.

Padahal, jika pelakunya Muslim, Islam sudah mengatur dengan tegas persoalan ini. Dalam Alquran surah Al-Hujurat ayat 12, Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.”

Lantas, bagaimana sebenarnya hukum menyebarkan aib orang lain menurut Islam?

Hukum Menyebarkan Aib Orang Lain Menurut Islam

Menyebarkan aib dalam Islam hukumnya haram dan termasuk dosa besar. Tindakan ini sama saja dengan gibah (menggunjing) dan mencari-cari kesalahan orang atau tajassus.

Dalam surah Al-Hujurat ayat 12, perilaku ini diibaratkan seperti memakan daging saudaranya sendiri yang sudah meninggal.

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu  yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.”

Maksud dari memakan daging saudara sendiri yang sudah meninggal menurut para ulama adalah sebagai berikut:

  • Korban atau orang yang aibnya dibicarakan layaknya mayat karena tidak ada di tempat bersama para pelaku dan tidak bisa membela diri.
  • Menggunjing seseorang sama dengan mengoyak kehormatan harga diri dan orang lain. Hal ini ibarat mengoyak-ngoyak daging dari tubuh manusia.
  • Manusia tentu merasa jijik memakan bangkai. Allah SWT menggunakan perumpamaan ini agar manusia sadar bahwa membicarakan aib orang sama menjijikkannya.

Selain itu, setiap ucapan dan perbuatan kita selama hidup juga akan dicatat dan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.

Allah SWT berfirman dalam surah Qaf ayat 18:

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).”

Bahaya Membuka Aib Orang Lain

Berikut ini adalah bahaya membuka aib orang lain yang wajib diketahui semua Muslim:

1. Aib Dibongkar Allah SWT

Allah SWT akan membongkar aib siapa pun yang menyebarkan kesalahan orang lain. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya dan iman itu belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian berbuat gibah kepada kaum muslimin dan janganlah mencari-cari aurat (aib) mereka! Karena siapa saja yang suka mencari-cari aib kaum muslimin, maka Allah pun akan mencari-cari aibnya. Dan barangsiapa yang dicari-cari aibnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya di dalam rumahnya (walaupun ia tersembunyi dari manusia).” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

2. Mendapat Dosa Besar

Menyebarkan aib orang lain sama seperti menggunjing dan pelakunya akan mendapat dosa besar.

Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa dosa gibah lebih besar daripada dosa zina.

“Gibah itu lebih berat dari zina. Seorang sahabat bertanya, ‘Bagaimana bisa?’ Rasulullah SAW menjelaskan, ‘Seorang laki-laki yang berzina lalu bertobat, maka Allah bisa langsung menerima tobatnya. Namun, perilaku gibah tidak akan diampuni sampai dimaafkan oleh orang yang digibahnya.” (HR At-Thabrani)

Meski begitu, bukan berarti umat Islam boleh melakukan zina walaupun dosanya tidak sebesar gibah. Keduanya tetap dilarang dan pelakunya mendapat dosa.

3. Menghilangkan Berkah dan Pahala

Menyebarkan aib orang juga bisa menjadi penghambat keberkahan dan pahala.

Rasulullah SAW sudah mengingatkan untuk diam saja jika tidak bisa berkata baik.

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR Bukhari dan Muslim)

4. Memicu Konflik

Menyebarkan aib orang lain sudah pasti memicu konflik sebab korban tidak akan ikhlas dirinya dipermalukan.

Konflik ini pada akhirnya bisa menimbulkan kebencian hingga merusak hubungan sosial. Padahal, Islam sangat menekankan untuk menjaga silaturahmi.

“Janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling membelakangi, janganlah sebagian kalian membeli barang yang sedang ditawar orang lain, dan hendaklah kalian menjadi hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR Muslim)

Kapan Boleh Membuka Aib Orang Lain?

Dalam Islam, membuka aib orang lain dibolehkan hanya dalam situasi tertentu yang bertujuan untuk kemaslahatan umum, seperti menegakkan keadilan atau mencegah maksiat.

Sebagai contoh, seorang saksi yang berkata jujur atau memperingatkan orang lain tentang seseorang yang suka mencuri atau berbuat kejahatan lainnya agar orang waspada.

Namun, hal ini perlu dilakukan dengan hati-hati tanpa niat untuk merendahkan orang lain.

Bagaimana Cara Tobat setelah Menyebarkan Aib Orang Lain?

Tobat dari dosa apa pun, termasuk gibah atau menyebarkan aib orang lain adalah dengan melakukan tobat nasuha.

Syaratnya adalah menyesali perbuatannya, bertekad untuk tidak mengulanginya, dan segera meninggalkan dosa tersebut.

Allah SWT berfirman dalam surah At-Tahrim ayat 8:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…”

Namun, karena gibah termasuk dosa yang berkaitan dengan hak manusia, maka syarat tobatnya ditambah yaitu meminta maaf kepada orang yang dibicarakan.

Para ulama berbeda pendapat soal caranya. Pendapat pertama mengatakan cukup memohonkan ampunan untuk orang yang dibicarakan.

Pendapat ini berdasarkan alasan berikut:

  • Orang yang digunjing tidak mengetahui bahwa dirinya pernah dibicarakan
  • Memberitahunya justru berisiko menimbulkan sakit hati, permusuhan, atau memutus silaturahmi yang lebih besar mudaratnya

Pendapat yang kedua adalah wajib meminta maaf kepada orang yang dibicarakan agar tobatnya diterima Allah SWT.

Keyakinan ini dipegang oleh Abu Hanifah, Syafi’i, Malik, dan riwayat dari Imam Ahmad. Ulama lain yang sepakat dengan mereka yaitu al-Ghazali, Qurtubi, hingga Imam Nawawi.

Pendapat tersebut berlandaskan sabda Nabi Muhammad SAW berikut:

“Siapa yang pernah menzalimi saudaranya berupa menodai kehormatan atau mengambil sesuatu yang menjadi miliknya, hendaknya ia meminta kehalalannya dari kezaliman tersebut hari ini. Sebelum tiba hari kiamat yang tidak akan bermanfaat lagi dinar dan dirham. Pada saat itu bila ia mempunyai amal saleh maka akan diambil seukuran kezaliman yang ia perbuat. Bila tidak memiliki amal kebaikan, maka keburukan saudaranya akan diambil kemudian dibebankan kepadanya.” (HR Bukhari)

Berdasarkan hadis itu, mereka menyimpulkan bahwa dosa gibah berkaitan dengan hak manusia dan tidak bisa gugur, kecuali meminta kehalalan orang tersebut.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/bagaimana-hukum-menyebar-aib-orang-lain-menurut-islam

Ini Dalil Perintah Berjilbab dalam Alquran dan Hadis

Ini Dalil Perintah Berjilbab dalam Alquran dan Hadis

Perintah berhijab dalam Alquran merupakan salah satu ajaran Islam yang sering menjadi pembahasan di kalangan umat Muslim.

Bagi seorang Muslimah, berhijab bukan sekadar pilihan dalam berpakaian, tetapi juga bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Alquran menjelaskan perintah ini melalui beberapa ayat yang menjadi landasan utama mengenai kewajiban menutup aurat.

Lantas, ayat apa saja yang menjelaskan perintah berhijab dalam Alquran?

Dalil Perintah Berhijab dalam Alquran

Berikut ini adalah ayat-ayat Alquran tentang memakai jilbab atau hijab:

1. Surah Al-Ahzab Ayat 59

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Yaaa aiyuhan Nabiyyu qul li azwaajika wa banaatika wa nisaaa’il mu’mineena yudneena ‘alaihinna min jalaabee bihinn; zaalika adnaaa ai yu’rafna falaa yu’zain; wa kaanal laahu Ghafoorar Raheemaa

Artinya: “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

2. Surah An-Nur Ayat 31

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Wa qul lilmu’minaati yaghdudna min absaarihinna wa yahfazna furoojahunna wa laa yubdeena zeenatahunna illaa maa zahara minhaa walyadribna bikhumurihinna ‘alaa juyoobihinna wa laa yubdeena zeenatahunna illaa libu’oolatihinna aw aabaaa’i hinna aw aabaaa’i bu’oolati hinna aw abnaaa’ihinaa aw abnaaa’i bu’oolatihinnna aw ikhwaanihinnna aw baneee ikhwaanihinna aw banee akhawaatihinna aw nisaaa’i hinna aw maa malakat aimaanuhunna awit taabi’eena ghairi ilil irbati minar rijaali awit tiflillazeena lam yazharoo ‘alaa ‘awraatin nisaaa’i wala yadribnna bi arjulihinna min zeenatihinn; wa toobooo ilallaahi jammee’an aiyuhal mu’minoona la’allakum tuflihoon

Artinya: “Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”

3. Surah Al-A’raf Ayat 26

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Yaa Baneee Aadama qad anzalnaa ‘alaikum libaasany yuwaaree saw aatikum wa reeshanw wa libaasut taqwaa zaalika khair; zaalika min Aayaatil laahi la’allahum yaz zakkaroon

Artinya: “Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.”

Perintah Berhijab Menurut Hadis Nabi Muhammad SAW

Selain ayat Alquran, berhijab bagi perempuan muslim juga dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

Dari Ummu ‘Athiyyah, ia berkata, “pada dua hari raya, kami perintahkan untuk mengeluarkan wanita-wanita haid dan gadis-gadis pingitan untuk menghadiri jamaah kaum muslimin dan doa mereka. Tetapi wanita-wanita haid harus menjauhi tempat salat mereka. Seorang wanita bertanya:

“Wahai Rasulullah, seorang wanita di antara kami tidak memiliki jilbab (bolehkah dia keluar)?” Beliau menjawab, “Hendaklah kawannya meminjamkan jilbabnya untuk dipakai wanita tersebut.” (HR Bukhari)

Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Wahai Asma, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haid (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini.” Beliau menunjuk wajah dan kedua telapak tangannya.

Apa Syarat Hijab yang Sesuai Syariat?

Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi seorang muslimah saat mengenakan hijab, yakni sebagai berikut:

  • Menutup seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan
  • Kain yang digunakan harus tebal, sehingga warna rambut atau bentuk tubuh di baliknya tidak terlihat
  • Hijab dan pakaian yang digunakan harus longgar atau tidak membentuk tubuh
  • Tidak menggunakan wewangian yang berlebihan
  • Tidak menyerupai pakaian laki-laki dan wanita kafir
  • Hijab sebaiknya tidak memiliki motif yang mencolok yang mengundang perhatian laki-laki yang bukan mahram

Hikmah di Balik Perintah Berhijab

Perintah berhijab mengandung hikmah bagi keselamatan dan kehormatan wanita, di antaranya sebagai berikut:

  • Sebagai perlindungan agar tidak diganggu orang-orang yang bermaksud buruk dan jahat
  • Menjaga kehormatan. Seorang wanita yang berhijab secara tidak langsung memerintahkan laki-laki untuk menundukkan pandangannya.
  • Wujud ketaatan kepada Allah SWT.

Sumber : https://mozaik.inilah.com/dakwah/ini-dalil-perintah-berjilbab-dalam-alquran-dan-hadis

Suhu Minus Nol Derajat di Dieng Lebih Sering Terjadi Tahun Ini, BMKG Ingatkan Wisatawan

Suhu Minus Nol Derajat di Dieng Lebih Sering Terjadi Tahun Ini, BMKG Ingatkan Wisatawan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena embun beku atau embun upas di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berpotensi lebih sering terjadi selama musim kemarau 2026 yang diprakirakan lebih kering dari dua tahun sebelumnya.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Guruh Tjiptanto mengatakan suhu nol derajat Celsius atau bahkan minus yang kerap dilaporkan saat embun upas muncul bukan merupakan suhu udara, melainkan suhu minimum permukaan rumput yang diukur menggunakan termometer khusus.

“Suhu nol derajat atau minus memang terjadi, namun itu bukan suhu udara, melainkan suhu minimum rumput, yaitu termometer yang dipasang di permukaan rumput,” ujar Guruh saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu (18/7/2026).

Di Bawah Kondisi Normal

Selanjutnya Guruh menerangkan, peluang munculnya embun upas akan semakin besar apabila sifat musim kemarau lebih kering atau berada di bawah kondisi normal.

“Semakin kemaraunya kering atau di bawah normal sifatnya maka kemungkinan embun upas akan lebih sering terjadi, apalagi ini belum di puncak kemarau. Puncak kemarau di Agustus nanti, bahkan di September pun masih kering kemaraunya,” kata dia.

Ia juga menjelaskan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dan kondisi kering masih berlanjut hingga September.

Oleh karena itu, peluang terbentuknya embun upas diprakirakan meningkat pada periode tersebut.

Menurut Guruh, musim kemarau 2026 diprakirakan lebih dingin dibandingkan musim kemarau 2025 maupun 2024, bahkan memiliki karakteristik yang hampir sama dengan musim kemarau 2023 yang juga ditandai kemunculan embun upas di kawasan Dieng.

“Peluang lebih dingin saat puncak kemarau sekitar Agustus. Pada Agustus hingga September ‘mbediding’ (fenomena saat suhu udara sangat dingin) akan lebih terasa,” katanya.

Persiapkan Diri

Lebih jauh Guruh mengimbau wisatawan yang ingin menyaksikan embun upas mempersiapkan diri dengan mengenakan pakaian berlapis (layering system), mulai dari pakaian dalam termal, sweater, hingga jaket tebal tahan angin agar tetap hangat selama berada di kawasan Dieng.

Selain itu, wisatawan disarankan menggunakan kupluk yang menutup telinga, sarung tangan, syal, kaus kaki tebal, dan sepatu yang nyaman, serta memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat.

Bagi yang memiliki riwayat asma, sinusitis, atau alergi terhadap udara dingin, diminta membawa obat-obatan pribadi atau inhaler.

Ia juga mengingatkan udara pegunungan pada musim kemarau sangat kering sehingga pengunjung dianjurkan membawa pelembap kulit dan pelembap bibir untuk mencegah kulit maupun bibir pecah-pecah.

“Bagi wisatawan yang ingin berburu embun upas di Dieng, fenomena tersebut umumnya mulai terbentuk pada malam hari dan terlihat paling jelas di sekitar lapangan Kompleks Candi Arjuna pada pukul 04.00-06.00 WIB sebelum mencair saat matahari mulai meninggi,” ungkap Guruh menambahkan.

Sumber : https://www.inilah.com/suhu-minus-nol-derajat-di-dieng-lebih-sering-terjadi-tahun-ini-bmkg-ingatkan-wisatawan

Cara Mencuci Sayuran Hijau agar Aman Dikonsumsi, Jangan Cuma Dibilas

Cara Mencuci Sayuran Hijau agar Aman Dikonsumsi, Jangan Cuma Dibilas

Jakarta, CNN Indonesia — Sayuran hijau seperti selada, bayam, sawi, brokoli, hingga kale dikenal kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Namun, sayuran berdaun juga menjadi salah satu makanan yang rentan menyebabkan keracunan apabila terkontaminasi.
Dikutip dari laman Everyday Health, para ahli menyebut sayuran hijau rentan terkontaminasi karena tumbuh dekat dengan permukaan tanah.

Karenanya, potensi terpapar tanah, air irigasi, maupun kotoran hewan sangat besar. Terlebih lagi sebagian besar sayuran tersebut biasa dikonsumsi mentah.

“Sayuran berdaun sering dikaitkan dengan wabah penyakit bawaan makanan karena dikonsumsi tanpa melalui proses yang dapat membunuh mikroorganisme setelah dipanen dari lahan,” ujar Direktur Pusat Keamanan Pangan sekaligus profesor ilmu pangan di University of Georgia, Francisco Diez-Gonzalez.

Meski tidak ada cara yang dapat menghilangkan seluruh kuman, para ahli mengatakan memilih, mencuci, dan menyimpan sayuran dengan benar dapat membantu menurunkan risiko keracunan makanan.

Tips mencuci sayuran hijau
Semua sayuran berdaun hijau harus dicuci sebelum dikonsumsi. Berikut langkahnya.

  1. Sebelum mencuci sayuran, pastikan cuci tangan, talenan, pisau, meja dapur, dan peralatan lain menggunakan air hangat dan sabun untuk mencegah kontaminasi silang.
  2. Jika sayuran tampak berpasir atau sangat kotor, rendam terlebih dahulu di dalam mangkuk berisi air dingin sambil digerakkan perlahan agar kotoran terlepas.
  3. Setelah itu, angkat daun satu per satu lalu bilas di bawah air mengalir hingga bersih.
  4. Usai dicuci, keringkan sayuran menggunakan salad spinner atau tisu dapur bersih agar sisa air dan kotoran berkurang sekaligus memperlambat pembusukan.

“Proses pencucian dapat mengurangi sekitar 90 persen mikroba yang menempel di permukaan daun, dan mengeringkannya dengan tisu membantu menyempurnakan proses tersebut,” ujar Diez-Gonzalez.

Perlukah sayuran direbus sebentar?
Untuk sayuran dengan daun lebih kokoh, seperti kale, brokoli, atau bayam, para ahli menyarankan teknik blanching atau merebus sebentar sebagai cara tambahan agar lebih aman dikonsumsi.

Caranya cukup sederhana. Sayuran dimasukkan ke air mendidih selama beberapa saat, kemudian segera pindahkan ke air es untuk menghentikan proses pematangan sayur.

Pakar keamanan pangan dari Penn State University, Martin Bucknavage, prosedur blanching juga umum dilakukan sebelum sayuran dibekukan untuk membantu menjaga warna dan mencegah teksturnya menjadi lembek setelah dicairkan kembali.

“Blanching juga menghancurkan kuman, sehingga memang memiliki fungsi sanitasi,” ujarnya.

Namun, metode ini tidak disarankan untuk sayuran yang bertekstur lembut seperti selada karena panas dapat merusak kerenyahan dan cita rasanya.

Para ahli juga mengingatkan agar tidak mencuci sayuran menggunakan sabun, pemutih, atau cairan pembersih rumah tangga karena residunya justru dapat menyerap ke dalam daun dan berbahaya jika dikonsumsi.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260715144504-262-1381035/cara-mencuci-sayuran-hijau-agar-aman-dikonsumsi-jangan-cuma-dibilas