Apa Itu Olahraga Hyrox? Kenali Aturan, Tantangan, dan Manfaatnya

Apa Itu Olahraga Hyrox? Kenali Aturan, Tantangan, dan Manfaatnya

Jakarta, CNN Indonesia — Apa itu olahraga Hyrox? Pertanyaan ini semakin banyak dicari seiring meningkatnya popularitas kompetisi kebugaran tersebut di berbagai negara. Hyrox merupakan ajang balap kebugaran (fitness race) yang menggabungkan lari dan latihan fungsional dalam satu kompetisi dengan format yang sama di seluruh dunia.

Berbeda dengan lomba lari biasa atau obstacle race, Hyrox menghadirkan tantangan yang menguji kekuatan, daya tahan, serta kebugaran tubuh secara menyeluruh. Format perlombaannya yang terstandarisasi membuat setiap peserta dapat membandingkan catatan waktunya, di mana pun mereka bertanding.

Apa itu olahraga Hyrox?

Melansir HYROX, Hyrox adalah kompetisi yang memadukan lari sejauh 8 kilometer dengan delapan stasiun latihan fungsional. Seluruh perlombaan digelar di dalam ruangan, umumnya di gedung pameran atau convention hall yang luas sehingga penonton dapat menyaksikan jalannya lomba dari awal hingga akhir.

Dalam setiap perlombaan, peserta akan berlari sejauh 1 kilometer, lalu langsung menyelesaikan satu jenis latihan fungsional. Pola ini diulang sebanyak delapan kali hingga seluruh rangkaian selesai.

Karena menggunakan format yang identik di setiap negara, hasil perlombaan dapat dibandingkan secara global. Sistem ini juga menjadi dasar penyusunan peringkat dunia dan kualifikasi menuju Kejuaraan Dunia Hyrox setiap musim kompetisi.

Format perlombaan Hyrox

Saat kompetisi, peserta dituntut untuk menjaga keseimbangan antara kecepatan berlari dan kemampuan menyelesaikan latihan fisik. Apa itu olahraga Hyrox juga dapat dipahami melalui susunan perlombaannya yang konsisten, yakni:

  • Lari 1 km
  • SkiErg 1.000 meter
  • Lari 1 km
  • Sled Push (mendorong kereta beban) 50 meter
  • Lari 1 km
  • Sled Pull (menarik kereta beban) 50 meter
  • Lari 1 km
  • Burpee Broad Jump 80 meter
  • Lari 1 km
  • Rowing 1.000 meter
  • Lari 1 km
  • Farmer’s Carry 200 meter
  • Lari 1 km
  • Sandbag Lunges 100 meter
  • Lari 1 km
  • 100 Wall Balls

Setiap peserta harus menyelesaikan seluruh rangkaian tersebut secepat mungkin. Tantangannya bukan hanya soal berlari cepat, tetapi juga menjaga stamina agar tetap kuat hingga stasiun terakhir.

Apakah Hyrox cocok untuk pemula?

Melansir Red Bull, meski terlihat berat, Hyrox dirancang agar dapat diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari pecinta kebugaran hingga atlet profesional. Kompetisi ini memiliki dua kategori utama, yaitu:

  • Open, ditujukan bagi peserta yang ingin menantang kemampuan diri tanpa harus menjadi atlet profesional.
  • Pro, diperuntukkan bagi peserta dengan tingkat kebugaran lebih tinggi yang ingin bersaing secara kompetitif.

Selain itu, terdapat kategori Elite 15 yang menjadi level tertinggi dalam kompetisi Hyrox dan diisi oleh atlet-atlet terbaik dunia. Pelatih sekaligus atlet Elite 15, Jake Dearden, menyebut Hyrox memiliki hambatan masuk yang relatif rendah karena gerakan-gerakan yang dilakukan tidak membutuhkan teknik rumit seperti cabang olahraga tertentu.

Artinya, siapa pun yang rutin berolahraga di pusat kebugaran memiliki peluang untuk mengikuti perlombaan, asalkan mempersiapkan kondisi fisik dengan baik.

Manfaat mengikuti Hyrox

Popularitas Hyrox terus meningkat karena mampu melatih berbagai aspek kebugaran dalam satu sesi latihan maupun kompetisi. Beberapa manfaat yang bisa diperoleh antara lain:

  • Meningkatkan daya tahan kardiovaskular.
  • Melatih kekuatan otot seluruh tubuh.
  • Mengembangkan ketahanan fisik dan mental.
  • Membantu meningkatkan koordinasi serta kemampuan bergerak secara fungsional.
  • Menjadi tolok ukur perkembangan kebugaran karena format lombanya selalu sama.

Banyak peserta juga menjadikan Hyrox sebagai target latihan jangka panjang karena setiap hasil perlombaan dapat dibandingkan dengan pencapaian sebelumnya maupun atlet lain di seluruh dunia.

Banyak peserta juga menjadikan Hyrox sebagai target latihan jangka panjang karena setiap hasil perlombaan dapat dibandingkan dengan pencapaian sebelumnya maupun atlet lain di seluruh dunia.

Mengapa Hyrox semakin populer?

Hyrox menawarkan konsep yang berbeda dari lomba lari maupun kompetisi kebugaran lainnya. Peserta tidak hanya ditantang untuk berlari cepat, tetapi juga tetap bertenaga saat menghadapi latihan fisik dengan intensitas tinggi.

Selain itu, format yang konsisten di seluruh dunia membuat peserta dapat mengukur perkembangan kemampuan secara objektif. Hal ini menciptakan komunitas global yang terus berkembang, baik di kalangan atlet profesional maupun masyarakat umum yang ingin meningkatkan kebugaran.

Apa itu olahraga Hyrox kini bukan lagi sekadar pertanyaan tentang tren kebugaran baru. Hyrox telah berkembang menjadi ajang fitness race berskala internasional yang menggabungkan kekuatan, daya tahan, dan konsistensi dalam satu kompetisi. Dengan kategori yang ramah bagi pemula hingga atlet elite, olahraga ini menjadi pilihan menarik bagi siapa saja yang ingin menguji sekaligus meningkatkan kemampuan fisiknya.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260722072635-255-1383428/apa-itu-olahraga-hyrox-kenali-aturan-tantangan-dan-manfaatnya

Rantai yang Harus Diputus, Apa itu Eggshell Parenting?

Rantai yang Harus Diputus, Apa itu Eggshell Parenting?

Jakarta, CNN Indonesia — Apa Anda dibesarkan orang tua yang amarahnya bisa meledak tak terduga atau pernah merasa bertanggung jawab menjaga emosi mereka? Jika iya maka, Anda dibesarkan oleh eggshell parent. Eggshell parent menciptakan eggshell parenting. Kenali eggshell parenting dan putus rantainya mulai sekarang.

Cara Anda membesarkan anak dipengaruhi cara orang tua membesarkan Anda dulu. Pola pengasuhan yang baik tentu dapat ditiru atau diteruskan. Namun jika yang ditemukan adalah eggshell parenting maka, sebaiknya pola pengasuhan ini tidak dilanjutkan ke anak.

Apa itu eggshell parenting?

Pernah dengar istilah “walking on the eggshell”? Istilah ini menggambarkan seseorang yang berjalan di tengah situasi tidak pasti dan penuh rasa tidak aman. Eggshell parenting lahir dari eggshell parent atau orang tua yang rapuh.

“Ketika orang tua memiliki suasana hati tidak stabil, ledakan emosi, dan perilaku yang tidak konsisten yang menyebabkan anak-anak mereka harus berhati-hati di sekitar mereka, mereka menunjukkan eggshell parenting,” jelas psikoterapis Anna Hindell mengutip dari Parents.

Ledakan amarah atau gejolak emosi pada orang tua ini seringkali dipicu hal-hal yang tidak jelas bagi anak. Anak jelas merasa tidak aman karena perubahan suasana hati yang cepat dan tak jarang penuh ledakan.

Di kasus paling ekstrem, eggshell parenting bisa memicu masalah psikologis berat yang membuat orang tua dan anak bertukar peran. Anak justru merasa bertanggung jawab atas kondisi orang tua mereka. Lebih buruk lagi, anak merasa bersalah saat segala sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan orang tua.

Tanda Anda eggshell parent

Eggshell parenting berdampak terhadap perkembangan anak. Tumbuh dengan pola pengasuhan rapuh berpotensi membuat anak kesulitan meregulasi emosi, terlalu waspada dan stres.

Kemudian anak juga bisa mengalami attachment issue (masalah kemelekatan) antara anxious attchment style yakni anak takut diabaikan atau tidak dicintai atau avoidant attachment style yakni sulit mengandalkan dan terbuka dengan orang lain.

Sebaiknya Anda mengecek, apa Anda termasuk eggshell parent agar tidak kemudian mempraktikkan eggshell parenting. Berikut beberapa tandanya mengutip dari Huffington Post.

1. Terlalu waspada

Kewaspadaan berlebihan bisa muncul ketika dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif. Hal ini bisa terlihat dari Anda yang terus-menerus mengamati ruang untuk mencari tanda-tanda konflik, ketegangan atau ledakan emosi.

Kewaspadaan ini bisa muncul di situasi berbeda seperti lingkungan kerja.

2. Selalu ingin menyenangkan orang lain

Anda memantau mood dan kebutuhan orang sekitar dan melakukan apa yang Anda bisa untuk membuat orang sekitar senang. Anda menekan kebutuhan sendiri atau menahan pendapat pribadi agar orang lain tidak marah.

Menjadi seorang people pleasure dianggap dapat menjauhkan diri dari ‘ancaman’ dan memperlihatkan diri sebagai seorang yang positif.

3. Sulit mengekspresikan emosi sendiri

Anak yang dibesarkan oleh eggshell parent sering takut mengekspresikan emosinya. Psikolog klinis Noelle Santorelli berkata anak belajar untuk menekan emosi sendiri karena menghindari konflik dengan orang tua yang emosinya bisa meledak tak terduga.

Selain kesulitan mengekspresikan emosi, Anda juga bisa kesulitan memahami atau mempercayai emosi Anda. Anda, misal, kecewa pada seseorang. Namun bukannya membiarkan diri merasakan kecewa, Anda justru mempertanyakan kenapa Anda merasakannya dan apa wajar untuk merasa kecewa.

4. Merasa punya tanggung jawab atas emosi orang lain

Kerap merasa bertanggung jawab atas emosi atau apa yang dirasakan orang lain? Hal ini secara alami muncul saat masa kecil dihabiskan untuk menjaga perasaan orang tua dan memastikan orang tua yang protektif merasa puas.

5. Tidak nyaman bersama orang tua

Anda bisa merasakan ketidaknyamanan ketika bersama orang tua. Bisa dikatakan Anda pernah menghabiskan waktu bersama orang tua yang begitu sensitif secara emosional dan butuh perhatian ekstra.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260721203115-284-1383374/rantai-yang-harus-diputus-apa-itu-eggshell-parenting

15 Kalimat Afirmasi Positif untuk Anak yang Bisa Bangun Percaya Diri

15 Kalimat Afirmasi Positif untuk Anak yang Bisa Bangun Percaya Diri

Jakarta, CNN Indonesia — Kalimat afirmasi positif untuk anak bukan sekadar rangkaian kata yang terdengar menyenangkan. Ucapan sederhana yang disampaikan secara konsisten oleh orang tua maupun guru dapat membantu membentuk cara anak memandang dirinya sendiri.

Psikolog meyakini bahwa anak yang sering mendapatkan apresiasi, dukungan, dan kata-kata yang membangun cenderung memiliki rasa percaya diri lebih baik. Sebaliknya, lingkungan yang dipenuhi kritik atau komentar negatif berisiko memengaruhi perkembangan emosi dan karakter mereka.

Karena itu, orang tua maupun guru perlu membiasakan diri menggunakan kalimat-kalimat yang menguatkan. Afirmasi positif bukan berarti memanjakan anak, melainkan membantu mereka memahami bahwa setiap usaha memiliki nilai dan setiap tantangan bisa dihadapi.

Apa itu afirmasi positif?

Melansir berbagai sumber, afirmasi positif adalah pernyataan yang berisi pesan membangun untuk menanamkan pola pikir optimistis, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengurangi pikiran negatif. Ketika diucapkan secara berulang dan tulus, afirmasi dapat membantu anak merasa lebih dihargai, dicintai, dan yakin terhadap kemampuannya.

Bagi anak-anak, afirmasi juga menjadi bentuk dukungan emosional yang penting. Mereka belajar bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses belajar dan bertumbuh.

15 kalimat afirmasi positif untuk anak

Kalimat afirmasi positif untuk anak berikut dapat diucapkan setiap hari, baik di rumah maupun di sekolah:

  1. Kamu hebat dalam mengatasi tantangan ini
  2. Aku bangga dengan usaha yang kamu lakukan
  3. Ide kamu sangat kreatif dan unik
  4. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Jangan takut mencoba lagi
  5. Aku tahu kamu bisa melakukannya. Tetaplah berusaha
  6. Kamu sudah membuat banyak kemajuan
  7. Pendapatmu sangat penting
  8. Kamu adalah teman yang baik
  9. Aku percaya padamu
  10. Terima kasih sudah membantu. Peranmu sangat berarti
  11. Kamu sangat berani mengambil keputusan ini
  12. Aku senang melihat kamu terus belajar dan berkembang
  13. Kamu mampu menghadapi apa pun yang terjadi
  14. Kamu selalu membuat hari-hari kami lebih ceria
  15. Kamu selalu memberikan yang terbaik dari dirimu

Mengucapkan kalimat afirmasi positif untuk anak tidak membutuhkan waktu lama. Bahkan, beberapa kalimat sederhana setiap hari dapat memberikan dampak besar terhadap perkembangan emosional anak. Yang terpenting, sampaikan dengan tulus, konsisten, dan disertai contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260721070655-284-1382969/15-kalimat-afirmasi-positif-untuk-anak-yang-bisa-bangun-percaya-diri

Pelajaran Bisnis Media dari Eggy Adityawan: Intip Benchmark Global dan Kejar Target Konkret

Pelajaran Bisnis Media dari Eggy Adityawan: Intip Benchmark Global dan Kejar Target Konkret

Membangun bisnis yang mampu bertahan hingga puluhan tahun—bahkan melewati angka 20 sampai 30 tahun—bukanlah perkara yang mudah. Di tengah dinamisnya industri media, seorang founder dituntut tidak hanya memiliki keberanian, tetapi juga visi yang sangat jelas dan terukur.

Dalam perbincangannya di kanal YouTube Pecah Telor, Eggy Adityawan, CEO dari Trisna Group, membagikan pandangan mendasar mengenai bagaimana sebuah bisnis media seharusnya dirancang agar memiliki fondasi yang kuat dan berdaya tahan panjang.

Berikut adalah tiga pelajaran utama dari Pak Eggy Adityawan bagi para pelaku bisnis media:

1. Menembus Batas Mimpi dengan Benchmark Global

Banyak pelaku bisnis pemula terjebak dalam skala pemikiran lokal atau target yang terlalu rendah di awal berdiri. Menurut Pak Eggy, jika ingin membangun bisnis media yang bertaraf panjang, founder harus berani berkaca pada para raksasa media dunia.

Strategi awal yang perlu dilakukan adalah memetakan perolehan dan ekosistem dari pemain-pemain utama di industri global, lalu menyamakan (atau bahkan melampaui) standar mimpi tersebut.

“Kita tinggal nyontoh tiga besar, lima besar bisnis media di dunia itu bisa menghasilkan berapa miliar per tahunnya… Gas mimpinya harus disamakan seperti itu atau lebih tinggi.”Eggy Adityawan, CEO Trisna Group

Mengenai modal atau pendanaan yang terbatas di awal, Pak Eggy menekankan bahwa urusan ekosistem pendukung seperti kolaborasi hingga melantai di bursa saham (Initial Public Offering/IPO) adalah langkah operasional yang bisa dipikirkan berjalan, selama visinya sudah terkunci sejak awal.

“Lha kalau nanti kalau dananya gimana? Pecah telur, bisa IPO, bisa kolaborasi… Tapi visi ini harus segera ditangkap, ditulis, setelah itu harus segera dikejar.”

2. Visi Tidak Cukup Kata-Kata, Harus Dinominalkan

Salah satu kekeliruan umum dalam merumuskan visi perusahaan adalah penggunaan kata-kata naratif yang terlalu abstrak tanpa angka yang jelas. Menurut Pak Eggy, selain narasi kebermanfaatan, visi sebuah bisnis media harus berbentuk angka konkret (quantifiable).

Target angka nominal ini akan menjadi kompas operasional yang memberi arah pasti ke mana perusahaan bergerak.

“Kalau saya cenderung visi itu selain kata-kata, yang bisa dinominalkan Pak… 100 miliar per tahunnya.”Eggy Adityawan, CEO Trisna Group

Mematok nominal target seperti Rp100 miliar per tahun memaksa pemilik bisnis untuk berpikir secara rasional tentang potensi pasar (market size) dan bentuk produk/layanan media yang memang mampu menghasilkan perputaran uang sebesar itu.

3. Keyakinan Founder dan Proses Breakdown Strategi

Target puluhan hingga ratusan miliar tidak akan pernah tercapai jika founder-nya sendiri ragu. Pak Eggy menegaskan bahwa keyakinan mutlak dari sang pemimpin adalah fondasi utama sebelum strategi diturunkan ke langkah kerja nyata.

“Nah si founder ini harus, misalkan pecah telur, harus sangat-sangat yakin bahwa pecah telur ini bisa menghasilkan 100 miliar per tahunnya bersih. Harus yakin dulu.”Eggy Adityawan, CEO Trisna Group

Setelah keyakinan itu terbentuk, langkah berikutnya adalah melakukan breakdown atau pembongkaran strategi. Keyakinan tersebut dibuktikan dengan melihat kenyataan di industri bahwa ekosistem dan model bisnis media bernilai ratusan miliar itu memang nyata dan ada di pasar.

“Dari yakin, keyakinan itu nanti di-breakdown… Ada nggak bisnis media yang 100 miliar? Ada, saya yakin.”

Referensi : https://www.instagram.com/p/DaTgiCrArEF/

Hukum Shalat Menggunakan Jersey Berlogo Salib

Hukum Shalat Menggunakan Jersey Berlogo Salib

Memakai jersey atau kaos olahraga saat shalat bukanlah hal yang asing, terutama di kalangan penggemar sepak bola. Persoalan muncul ketika jersey tersebut memuat logo klub, lambang negara, gambar, atau motif yang menyerupai salib.

Sebagian orang kemudian bertanya, apakah shalat dengan pakaian seperti itu tetap sah?

Keabsahan Shalat Ditentukan oleh Terpenuhinya Syarat

Dalam fiqih, syarat utama pakaian yang digunakan untuk shalat adalah mampu menutup aurat dan suci dari najis. Bagi laki-laki, aurat yang wajib ditutup adalah bagian tubuh antara pusar dan lutut. Karena itu, selama jersey yang dikenakan dapat menutup aurat dengan sempurna dan tidak terkena najis, shalatnya pada dasarnya tetap sah.

Namun, sahnya shalat tidak selalu berarti pakaian tersebut dianjurkan untuk digunakan. Pakaian yang memuat gambar, simbol tertentu, atau motif yang mencolok dapat dihukumi makruh apabila berpotensi mengganggu konsentrasi orang yang sedang shalat ataupun jamaah lain.

Pandangan Ulama Syafi’iyyah tentang Pakaian Bergambar

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa shalat dengan pakaian yang memuat gambar, salib, atau sesuatu yang mengalihkan perhatian hukumnya makruh.

وَأَمَّا الثَّوْبُ الَّذِي فِيهِ صُوَرٌ أَوْ صَلِيبٌ أَوْ مَا يُلْهِي فَتُكْرَهُ الصَّلَاةُ فِيهِ وَإِلَيْهِ وَعَلَيْهِ لِلْحَدِيثِ

Artinya, “Adapun pakaian yang di dalamnya terdapat gambar-gambar, salib, atau sesuatu yang mengalihkan perhatian, maka dimakruhkan shalat dengan mengenakannya, menghadap ke arahnya, atau shalat di atasnya, berdasarkan hadits Nabi.” (Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, [Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyah, 2011], juz IV, hlm. 202).

Berdasarkan penjelasan tersebut, shalat dengan pakaian berlogo salib atau bergambar mencolok tidak otomatis batal. Selama syarat-syarat shalat terpenuhi, shalat tetap sah.

Akan tetapi, pemakaiannya dapat dihukumi makruh karena simbol atau gambar tersebut berpotensi mengalihkan perhatian. Ketentuan ini berlaku selama tidak ada niat untuk mengagungkan simbol agama lain. Jika terdapat unsur pengagungan, kebanggaan keagamaan, atau penggunaan simbol sebagai bentuk identitas keyakinan lain, persoalannya tentu menjadi berbeda dan lebih berat.

Lebih lanjut lagi, Imam Ibnu Hajar Al-Haitami menjelaskan bahwa kemakruhan tidak harus menunggu seseorang benar-benar kehilangan konsentrasi. Cukup apabila benda atau motif tersebut pada umumnya berpotensi mengalihkan perhatian.

Beliau menjelaskan:

وَسُئِلَ – فَسَحَ اللَّهُ فِي مُدَّتِهِ – عَنْ قَوْلِهِمْ تُكْرَهُ الصَّلَاةُ مَعَ النَّظَرِ لِمَا يُلْهِي كَثَوْبٍ لَهُ أَعْلَامٌ هَلْ الْمُرَادُ مَا يُلْهِي بِالْفِعْلِ أَوْ مَا مِنْ شَأْنِهِ ذَلِكَ؟ (فَأَجَابَ) بِقَوْلِهِ: الظَّاهِرُ أَنَّ الْمُرَادَ مَا مِنْ شَأْنِهِ ذَلِكَ؛ لِأَنَّهُ بِصَدَدِ أَنْ يَنْظُرَ إلَيْهِ فَيَلْتَهِي بِهِ فَإِنْ فُرِضَ أَنَّهُ لَمْ يَرَهُ لِعَمًى أَوْ تَغْمِيضِ عَيْنَيْهِ أَوْ نَحْوِ اسْتِغْرَاقِهِ فِي مَعَانِي مَتْلُوِّهِ فَلَا كَرَاهَةَ عَلَى مَا فِي الْأَخِيرَةِ مِنْ وَقْفَةٍ

Artinya, “Beliau ditanya, semoga Allah memperpanjang umur beliau, mengenai ungkapan para ulama: ‘Dimakruhkan shalat sambil melihat sesuatu yang mengalihkan perhatian, seperti pakaian yang memiliki corak atau motif.’ Apakah yang dimaksud adalah sesuatu yang benar-benar mengalihkan perhatian, atau sesuatu yang pada umumnya berpotensi mengalihkan perhatian?

Beliau menjawab: ‘Menurut pendapat yang tampak, yang dimaksud adalah sesuatu yang pada umumnya berpotensi mengalihkan perhatian. Sebab, benda itu berada dalam posisi yang memungkinkan untuk dilihat, lalu dapat mengganggu konsentrasi.

Apabila seseorang tidak melihatnya karena buta, memejamkan kedua mata, atau tenggelam dalam penghayatan terhadap makna bacaan shalatnya, maka tidak ada kemakruhan, meskipun pada keadaan terakhir masih terdapat catatan.’” (Al-Fatawa Al-Kubra Al-Fiqhiyyah, [Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyah, 2008], juz I, hlm. 205).

Keterangan ini terutama berkaitan dengan alasan yulhi, yaitu sesuatu yang dapat melalaikan atau mengganggu konsentrasi. Jika motif pada pakaian sama sekali tidak terlihat oleh orang yang shalat dan tidak mengganggu jamaah lain, alasan kemakruhan dari sisi gangguan pandangan dapat berkurang.

Misalnya, logo berukuran kecil yang terletak di bagian dada dan tidak terlihat oleh pemakainya ketika shalat tentu berbeda dengan gambar besar, tulisan mencolok, atau nomor punggung yang menarik perhatian jamaah di belakangnya.

Memahami Logo dalam Konteks Modern

Simbol tidak selalu mempunyai satu makna yang tetap. Sebuah tanda yang secara bentuk menyerupai salib dapat menjadi bagian dari bendera negara, lambang organisasi, atau identitas klub olahraga.

Dalam konteks modern, orang yang mengenakan jersey tim nasional tertentu umumnya tidak bermaksud mengagungkan simbol agama lain. Ia memakainya karena mendukung tim, menyukai desainnya, atau sekadar menjadikannya pakaian olahraga.

Karena itu, perlu dibedakan antara simbol yang benar-benar digunakan sebagai lambang keagamaan dan bentuk yang telah dipahami masyarakat sebagai identitas negara atau klub. Penilaian terhadapnya juga perlu mempertimbangkan kebiasaan dan pemahaman masyarakat atau ‘urf.

Meski demikian, kehati-hatian tetap lebih baik, khususnya dalam urusan ibadah dan perlengkapannya. Apabila bentuk simbol tersebut sangat jelas menyerupai salib dan mudah menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, sebaiknya pakaian itu tidak digunakan ketika shalat. Hal ini bukan hanya untuk menjaga kekhusyukan, tetapi juga untuk menghindari keraguan dan menjaga penghormatan terhadap ibadah.

Selain persoalan simbol, jersey dengan gambar besar, tulisan mencolok, warna yang sangat ramai, atau desain yang menarik perhatian juga sebaiknya dihindari. Gambar pada bagian belakang pakaian dapat mengganggu jamaah yang berada di belakang pemakainya, meskipun orang yang mengenakan jersey tersebut tidak melihatnya.

Dengan demikian, shalat menggunakan jersey yang memuat logo menyerupai salib atau gambar yang mencolok pada dasarnya tetap sah selama pakaian tersebut suci, menutup aurat, dan tidak berniat untuk mengagungkan simbol agama lain. Namun, penggunaannya dapat dihukumi makruh apabila simbol, gambar, atau motif tersebut berpotensi mengganggu kekhusyukan. Kemakruhan dari sisi gangguan pandangan dapat berkurang jika gambar itu tidak terlihat dan tidak mengganggu orang lain.

Shalat adalah saat seorang hamba menghadap Allah SWT. Karena itu, sudah sepantasnya seseorang memilih pakaian yang bersih, sopan, dan tidak mengalihkan perhatian. Tidak harus selalu memakai baju koko atau pakaian tertentu, tetapi pakaian polos dan rapi tentu lebih mendukung suasana shalat daripada jersey dengan logo dan motif yang mencolok.

Apabila masih mempunyai kesempatan untuk mengganti pakaian sebelum shalat, sebaiknya jersey atau kaos bergambar diganti dengan pakaian yang lebih sederhana. Pilihan kecil seperti ini dapat membantu menjaga kekhusyukan diri sendiri sekaligus kenyamanan jamaah lain. Wallahu a’lam.

Ustadz Muhammad Zainul Millah, Wakil Katib PCNU Kabupaten Blitar dan pengajar Pesantren Fathul Ulum, Wonodadi, Blitar.

Sumber : https://islam.nu.or.id/syariah/hukum-shalat-menggunakan-jersey-berlogo-salib-uz8b1

Keutamaan Umroh

Keutamaan Umroh

Bagi seorang Muslim, rindu kepada Ka’bah adalah rindu yang istimewa. Ia bukan sekadar rindu pada bangunan batu, melainkan rindu pada Baitullah (Rumah Allah), tempat di mana langit dan bumi bertemu dalam sujud, dan di mana doa-doa hamba yang tertunduk diangkat ke langit ketujuh.

Umroh, yang secara bahasa berarti “berkunjung”, adalah ibadah yang memiliki kedudukan agung dalam Islam. Meskipun para ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya (apakah wajib sekali seumur hidup atau sunnah muakkadah), tidak ada yang menyangkal besarnya pahala dan kemuliaan yang dijanjikan Allah bagi para pelakunya.

Berikut adalah uraian keutamaan umroh berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Hadis.

1. Perintah untuk Menyempurnakan Ibadah

Allah SWT secara khusus menyebutkan umroh dalam Al-Qur’an, memerintahkan hamba-Nya untuk menyempurnakan pelaksanaannya. Ini menunjukkan bahwa umroh adalah syiar Allah yang agung.

Allah SWT berfirman: “…Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah...” (QS. Al-Baqarah: 196)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menafsirkan ayat ini sebagai perintah untuk melaksanakan kedua ibadah tersebut dengan sempurna dan ikhlas.

2. Penghapus Dosa di Antara Dua Umroh

Salah satu keutamaan terbesar umroh adalah kemampuannya membersihkan hati dari noda-noda dosa. Ibadah ini menjadi sarana taubat dan kembali kepada fitrah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Umrah yang satu ke umrah berikutnya adalah kaffarat (penghapus dosa) yang dikerjakan di antara keduanya…” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)

Ini berarti, jika seseorang melakukan umroh, lalu beberapa waktu kemudian melakukan umroh lagi, maka dosa-dosa kecil yang ia lakukan di sela-sela waktu tersebut akan diampuni oleh Allah SWT.

3. Pahala Umroh di Bulan Ramadan Setara dengan Haji

Ini adalah “diskon” spiritual yang luar biasa dari Allah SWT. Bagi mereka yang tidak mampu menunggu musim haji atau memiliki keterbatasan waktu, umroh di bulan Ramadan menjadi alternatif dengan pahala yang luar biasa besar.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada seorang wanita Anshar: “Apa yang menghalangimu untuk berhaji bersama kami?” Wanita itu menjawab, “Kami hanya punya dua unta yang dipakai untuk membawa air… (sehingga ayah dan anaknya tidak bisa berangkat haji).” Nabi bersabda: “Jika Ramadan tiba, berumrahlah saat itu, karena umrah di bulan Ramadan setara dengan haji.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Setara dengan haji bersamaku.” (HR. Bukhari no. 1863 dan Muslim no. 1256)

4. Menjadi Tamu Allah (Duyufullah)

Orang yang berangkat umroh (dan haji) menyandang gelar kehormatan sebagai tamu Allah. Seorang tamu memiliki hak untuk dimuliakan oleh tuan rumahnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang haji, dan orang yang umrah adalah tamu-tamu Allah (duyufullah). Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan-Nya. Jika mereka meminta, Allah akan memberi, dan jika mereka berdoa, Allah akan mengabulkannya.” (HR. Ibnu Majah no. 2893 dan An-Nasa’i. Dishahihkan oleh Al-Albani)

Bayangkan betapa mulianya posisi seorang hamba yang sedang berada di Tanah Haram; doanya mustajab dan permohonannya diijabah.

5. Menghilangkan Kemiskinan dan Dosa

Ada kekhawatiran bagi sebagian orang bahwa berangkat ke Tanah Suci akan menguras harta dan menyebabkan kemiskinan. Rasulullah memberikan jaminan bahwa umroh justru membawa keberkahan rezeki.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak.” (HR. Tirmidzi no. 810, An-Nasa’i no. 2631. Dinilai Hasan oleh Syaikh Al-Albani)

Hadis ini memberikan motivasi bahwa harta yang dikeluarkan untuk umroh bukanlah kerugian, melainkan investasi akhirat yang justru menarik datangnya rezeki dan keberkahan.

6. Umroh adalah Jihad bagi Kaum Lemah

Bagi wanita, orang tua, atau mereka yang tidak mampu mengangkat senjata dalam peperangan (jihad qital), umroh menjadi sarana jihad yang mulia.

Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah wajib bagi kami (kaum wanita) untuk berjihad?” Nabi menjawab: “Ya, bagi mereka jihad yang tidak ada perang-perangannya, yaitu haji dan umrah.” (HR. Ibnu Majah no. 2901. Dishahihkan oleh Al-Albani)

7. Jaminan Surga bagi yang Mabrur

Meskipun hadis yang secara spesifik menyebutkan “Haji Mabrur tiada balasan selain Surga” lebih masyhur, para ulama sepakat bahwa umroh yang diterima (mabrur) juga merupakan jalan menuju surga, mengingat status pelakunya sebagai tamu Allah yang doanya dikabulkan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dari umrah ke umrah adalah penghapus dosa di antaranya, dan haji mabrur tidak ada balasan selain surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Para ulama memasukkan keutamaan penghapusan dosa dan jaminan surga ini dalam konteks ibadah haji dan umroh yang dilakukan dengan syarat yang benar (ikhlas dan sesuai sunnah).

Umroh bukanlah sekadar perjalanan wisata rohani, melainkan panggilan Rabbul Izzati. Ia adalah perjalanan untuk menanggalkan ego duniawi, mengenakan kain ihram yang melambangkan kesederhanaan dan kesetaraan di hadapan Allah, serta mengelilingi Ka’bah sebagai manifestasi cinta kepada Sang Pencipta.

Jangan menunda-nunda panggilan ini jika kemampuan telah ada. Sebab, kita tidak pernah tahu apakah kita masih diberi napas untuk kembali menyapa Hajar Aswad dan berdoa di Multazam tahun depan.

Ya Allah, undanglah kami, orang tua kami, dan keluarga kami untuk menjadi tamu-Mu di Baitullah. Terimalah umrah kami, ampunilah dosa kami, dan kembalikan kami dalam keadaan suci sebagaimana bayi yang baru lahir. Aamiin.

Sumber : https://mediaislam.id/keutamaan-umroh/

Konsep HAM Menurut Islam dan Barat Sangat Berbeda

Konsep HAM Menurut Islam dan Barat Sangat Berbeda

Jakarta (Mediaislam.id) – Imam Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, menjelaskan perbedaan mendasar antara konsep hak asasi manusia (HAM) menurut Islam dan konsep HAM yang berasal dari Barat. Menurutnya, kedua konsep tersebut memiliki landasan filosofis yang berbeda sehingga tidak dapat disamakan.

Dalam pemaparannya, Habib Rizieq menjelaskan bahwa HAM dalam Islam dipahami sebagai hak yang melekat pada setiap manusia sejak lahir sebagai karunia Allah SWT. Sementara itu, menurutnya, konsep HAM Barat memandang hak asasi sebagai hak yang melekat secara alami pada setiap manusia tanpa dikaitkan dengan aspek ketuhanan.

“HAM menurut Islam adalah hak yang melekat pada setiap manusia sejak lahir sebagai karunia Allah. Sedangkan HAM menurut Barat dipahami sebagai hak yang melekat secara alami sehingga tidak dikaitkan dengan ajaran agama,” ujarnya dikutip Jumat (9/7) dari video ceramahnya di Markaz Syariah Petamburan, Jakarta Pusat.

Menurut Habib Rizieq, perbedaan definisi tersebut menjadi hal mendasar yang perlu dipahami sebelum membahas isu-isu hak asasi manusia. Ia menilai perbedaan landasan tersebut menyebabkan perbedaan cara pandang dalam menentukan sesuatu dikategorikan sebagai hak atau bukan.

Hak Selalu Beriringan dengan Kewajiban

Habib Rizieq menegaskan bahwa dalam Islam, hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dari kewajiban asasi manusia.

Ia mengutip firman Allah dalam Surah Az-Zariyat ayat 56 yang menyatakan bahwa manusia dan jin diciptakan untuk beribadah kepada Allah.

Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bahwa setiap manusia terlebih dahulu memiliki kewajiban kepada Allah sebelum menuntut hak-haknya.

“Dalam Islam ada hak dan ada kewajiban. Hak yang diberikan Allah tidak mungkin bertentangan dengan kewajiban yang telah Allah tetapkan,” katanya.

Karena itu, ia berpandangan bahwa segala sesuatu yang dilarang syariat tidak dapat dikategorikan sebagai hak asasi manusia.

HAM Tidak Berdiri Sendiri

Dalam ceramahnya, Habib Rizieq juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa Allah memiliki hak atas manusia, demikian pula diri sendiri dan keluarga memiliki hak yang harus dipenuhi.

Berdasarkan hadis tersebut, ia menjelaskan bahwa konsep HAM dalam Islam selalu berkaitan dengan tiga dimensi hak, yaitu hak Allah, hak pribadi, dan hak orang lain.

Menurutnya, hak orang lain mencakup hak keluarga, masyarakat, tetangga, hingga negara. Oleh sebab itu, seseorang tidak dapat menggunakan alasan hak pribadi apabila tindakannya melanggar hak pihak lain.

“Hak asasi manusia dalam Islam tidak berdiri sendiri. Ada hak Allah yang harus dipenuhi, ada hak sesama manusia yang harus dihormati, dan ada hak negara yang juga harus dijaga,” ujarnya.

Tunduk pada Ketentuan Syariat

Habib Rizieq menjelaskan bahwa Islam mengakui kebutuhan biologis manusia, termasuk kebutuhan makan, minum, dan hubungan suami istri. Namun, menurutnya, pemenuhan kebutuhan tersebut harus dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat.

Ia mencontohkan bahwa seseorang berhak mengonsumsi makanan dan minuman, tetapi hanya yang dihalalkan oleh Allah. Demikian pula hubungan seksual, menurutnya, hanya dibenarkan dalam ikatan pernikahan sesuai ajaran Islam.

Karena itu, ia berpandangan bahwa perbuatan yang diharamkan agama, seperti zina, konsumsi minuman keras, narkotika, maupun perilaku LGBT, tidak dapat dikategorikan sebagai hak asasi manusia menurut perspektif Islam.

HAM Islam Bersifat Konsisten

Habib Rizieq juga menyatakan bahwa konsep HAM dalam Islam bersifat konsisten karena bersandar pada ketentuan Al-Qur’an dan Sunnah.

Menurutnya, sesuatu yang telah dihalalkan Allah akan tetap halal, sedangkan sesuatu yang diharamkan akan tetap haram, sehingga konsep hak asasi dalam Islam tidak berubah mengikuti perkembangan zaman.

Meski demikian, ia menilai hukum Islam tetap memiliki ruang untuk menjawab persoalan-persoalan kontemporer melalui mekanisme ijtihad yang berlandaskan Al-Qur’an, Sunnah, ijmak, dan qiyas.

Kritik terhadap Konsep HAM Barat

Dalam kesempatan tersebut, Habib Rizieq juga menyampaikan kritik terhadap konsep HAM yang berkembang di Barat.

Konsep HAM Barat tidak dikaitkan dengan ketentuan agama dan orang lain, sehingga tidak peduli dengan halal haram dan hak orang lain.

“Misalnya ibadah, setiap orang merasa berhak mau ibadah atau tidak, dia mau shalat atau tidak itu urusan dia, tidak peduli hak Allah. Sementara dalam Islam, setiap Muslim punya kewajiban asasi manusia, dia wajib shalat bagaimanapun kondisi dan dimanapun berada,” jelas Habib Rizieq.

Dalam kegiatan lain, dalam konsep HAM Barat seseorang merasa punya hak untuk melakukan aktivitas yang melanggar aturan agama seperti berzina, mabuk, penyimpangan seksual dan lainnya selama tidak mengganggu orang lain.

“Sementara dalam Islam, segala sesuatu yang telah diharamkan oleh Allah SWT atas manusia maka ia adalah bukan hak asasi manusia. Sejak zaman diharamkan sampai hari ini bahkan sampai hari kiamat, zina itu diharamkan. LGBT haram. LGBT dari dahulu sampai sekarang haram, jadi bukan hak asasi manusia,” jelas Habib Rizieq.

“Jadi jangan sampai, begitu menyangkut zina, LGBT dan maksiat lainnya, lalu karena alasan HAM mereka merasa bebas melakukan dan kita harus menghormati. Tidak bisa saudara. Hal-hal yang haram harus dilarang,” tambahnya.

Contoh lainnya, misalnya seseorang mempertontonkan auratnya bahkan telanjang di tempat umum dan merasa hak asasi dia. Dia tidak peduli hak Allah yang mewajibkan menutup aurat dan hak orang lain yang akan terganggu dengan melihat aurat orang lain.

Konsep HAM Barat Tidak Konsisten

Selain itu, Habib Rizieq berpendapat bahwa konsep HAM Barat tidak selalu konsisten karena dinilainya berubah mengikuti perkembangan kebijakan politik dan kepentingan sosial.

Sebagai contoh, ia menyinggung perubahan sikap sejumlah negara terhadap hukuman mati serta kebijakan mengenai minuman beralkohol di Amerika Serikat sebagai ilustrasi yang menurutnya menunjukkan adanya perubahan pendekatan terhadap isu hak asasi manusia.

Di akhir ceramahnya, Habib Rizieq menyimpulkan tentang keindahan konsep HAM dalam Islam yang memiliki sejumlah karakteristik utama, yaitu berasal sebagai karunia Allah, selalu berkaitan dengan kewajiban manusia kepada Allah, tidak berdiri sendiri karena terkait dengan hak pihak lain, tunduk kepada syariat, bersifat konsisten, tidak dapat diperjualbelikan, serta berorientasi pada kehidupan dunia dan akhirat.

Sumber : https://mediaislam.id/konsep-ham-menurut-islam-dan-barat-sangat-berbeda/

Mau rumah di surga? jauhi debat kusir, walaupun anda dalam kebenaran!

Mau rumah di surga? jauhi debat kusir, walaupun anda dalam kebenaran!

(Arrahmah.com) – Rasulullah –shollallohu ‘alaihi wasallam– bersabda :

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

“Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran (al haq), juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa  saja yang meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa  saja yang berakhlak mulia.”

(HR. Abu Dawud, Dinyatakan Hasan shahih oleh Syaikh Al Albani)

Umar Bin Khattab berkata :

لا يجد عبد حقيقة الإيمان حتى يدع المراء وهو محق ويدع الكذب في المزاح وهو يرى أنه لو شاء لغلب

“Seseorang tidak akan merasakan hakikat iman sampai ia mampu meninggalkan perdebatan yang berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran, dan meninggalkan berbohong meskipun hanya bercanda padahal ia tahu seandainya ia mau ia pasti menang dalam percebatan itu”

(Kanzul Ummal juz 3 hal 1165)

Imam Ishaq bin Isa berkata :

المِراء والجِدال في العلم يَذهبُ بنور العلم من قلب الرجل

“Imam Malik bin Anas mengatakan : “Debat kusir dan pertengkaran dalam masalah ilmu akan menghapuskan cahaya ilmu  dari hati seseorang”

Imam Ibnu Wahab berkata : “Aku mendengar Imam Malik bin Anas mengatakan :

المراء في العلم يُقسِّي القلوب ، ويورِّث الضغن

“Perdebatan dalam ilmu akan mengeraskan hati dan menyebabkan kedengkian”

(Jaami’ al Uluum wak Hikam 11/16)

Di antara tanda sebuah diskusi telah berubah menjadi debat kusir

  1. Nada suara mulai meninggi
  2. Tulisan mulai menggunakan istilah yang emosional
  3. Mulai muncul kata-kata ejekan atau sebutan yang merendahkan
  4. Mengulang-ulang argumentasi
  5. Mengingkari aksioma
  6. Menolak logika
  7. Mulai melibatkan perasaan dan emosi yang berlebihan

aksioma = pernyataan yang dapat diterima sebagai kebenaran tanpa harus melalui pembuktian

Jika sudah seperti ini, sebaiknya segera tinggalkan saja karena bukan manfaat yang akan kita dapat, melainkan justru madhorot. Bukan ukhuwwah yang kita raih, melainkan kebencian dan kedengkian yang kita peroleh.

لاَ تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ لِتُبَاهُوا بِهِ الْعُلَمَاءَ وَلاَ لِتُمَارُوا بِهِ السُّفَهَاءَ وَلاَ تَخَيَّرُوا بِهِ الْمَجَالِسَ فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَالنَّارُ النَّارُ

“Janganlah kalian mencari ilmu untuk menandingi para ulama atau untuk mendebat orang-orang bodoh atau agar bisa menguasai pertemuan dan majlis-majlis.  Barangsiapa yang berbuat seperti itu, maka neraka baginya, neraka baginya.”

(Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Ibnu Majah dan Al Hakim, beliau menyatakan bahwa hadits ini Shahih dengan para periwayat yang terpercaya sesuai dengan syarat-syarat Imam Muslim)

Berbantah-bantahan, sebab kekalahan perjuangan dan jihad

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“”Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), Maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, DAN JANGANLAH KAMU BERBANTAH-BANTAHAN, YANG MENYEBABKAN KAMU MENJADI GENTAR DAN HILANG KEKUATANMU dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al Anfal 45 – 46)

Kunci-kunci kemenangan dalam jihad

Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah menjelaskan ayat 45 – 46 surah Al Anfal dengan penjelasan berikut :

“Di sini, Alloh memerintahkan lima hal kepada para mujahidin. Tidaklah kelima hal ini terkumpul dalam tubuh sebuah kelompok melainkan kelompok itu pasti menang, walau pun jumlahnya sedikit dan jumlah musuhnya banyak :

Pertama: Istiqomah dan tsabat

Kedua: Banyak berdzikir (mengingat) menyebut nama Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala

Ketiga: Mentaati Alloh dan mentaati Rosul-Nya

Keempat: Persatuan kalimat dan tidak saling berbantah bantahan, karena itu akan menghantarkan kepada kegentaran dan kelemahan. Berbantah-bantahan ini adalah tentara yang bisa menguatkan musuh dari orang yang saling berbantah-bantahan untuk mengalahkan mereka. Karena dengan bersatu, suatu pasukan seperti seikat anak panah yang tidak seorang pun mampu mematahkannya. Jika anak panah itu dipisah-pisah, musuh akan bisa mematahkannya.

Kelima: Yang merupakan kunci, pilar dan penopang keempat hal di atas, yaitu : Sabar.

Inilah lima hal yang menjadi dasar terbangunnya kemenangan. Ketika kelima hal ini –atau sebagiannya— hilang, kemenangan pun akan hilang sebanding dengan berkurangnya sebagian darinya. Jika semuanya terkumpul, satu sama lain akan saling menguatkan, sehingga pasukan tersebut akan melahirkan pengaruh yang besar dalam meraih kemenangan. Ketika kelima hal ini terkumpul dalam diri para shahabat, tidak ada satu pun bangsa di dunia yang mampu menandingi mereka. Mereka taklukkan dunia dan seluruh rakyat serta negeri tunduk kepada mereka. Tatkala generasi sepeninggal mereka berpecah belah dan melemah, terjadilah apa yang terjadi, la haula wa la quwwata illa billaahil ‘Aliyyi ‘l ‘Adzim; tiada daya dan kekuatan melainkan (dengan) pertolongan Alloh yang Mahatinggi lagi Maha Agung.

(Al Furusiyyah : Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah hal 506)

Dzikir, batu bata untuk membangun rumah di jannah

أن بيوت الجنة تبنى بالذكر فإذا أمسك الذاكر عن الذكر أمسكت الملائكة عن البناء

“Sesungguhnya rumah-rumah kita di jannah dibangun dengan dzikir, maka ketika seseorang berhenti berdzikir, malaikat pun berhenti membangun rumah itu.”

(Al Wabil Ash Shoib – Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah 1/109)

*********

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ

“Ya Allah aku berlindung  kepada-Mu dari lemahnya hati dan kemalasan, sifat pengecut, kikir, kepikunan dan dari azab kubur.”

اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِى تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا

 

“Ya Allah limpahkan pada hatiku ketaqwaan kepada-Mu dan sucikanlah ia sesungguhnya Engkau lah sebaik-baik Yang Mensucikan hati. Engkau lah pelindung hatiku dan Yang Paling dicintainya.”

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا

“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari Ilmu yang tidak bermanfaat,  hati yang tidak pernah tenang, nafsu yang tidak pernah merasa puas dan dari do’a yang tidak pernah dikabulkan.”

(HR Bukhari & Muslim)

Sumber : https://www.arrahmah.id/mau-rumah-di-surga-jauhi-debat-kusir-walaupun-anda-dalam-kebenaran

Orang-Orang yang Masuk Surga Tanpa Hisab

Orang-Orang yang Masuk Surga Tanpa Hisab

(Arrahmah.com) – Dalam hadits yang masyhur disebutkan bahwa ada 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab. Apakah mereka hanya berjumlah 70.000 orang saja? Simak pembahasan ringkas berikut ini.

Dalam hadits dari ‘Abdullah bin ‘Abbas Radhiallahu ‘anhu, disebutkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

هَذِهِ أُمَّتُكَ وَ مَعَهُمْ سَبْعُونَ أَلْفًا يَدْخُلُونَ الْـجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وَلاَ عَذَابٍ

“Ini adalah umatmu, dan bersama mereka ada 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab” (HR. Bukhari no. 6541, Muslim no. 220).

Namun jumlah 70.000 orang dalam hadits ini bukanlah pembatasan. Karena disebutkan dalam hadits lain, dari Tsauban Radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيدْخُلَنَّ الجنةَ من أُمتِي سَبعونَ ألفًا ، لا حِسابَ عليهم و لا عذابَ ، مع كلِّ ألْفٍ سَبعونَ ألفًا

“Akan masuk surga 70.000 orang dari umatku tanpa hisab dan tanpa azab. Dan setiap seribu orang dari mereka membawa 70.000 orang lagi” (HR. Ahmad [5/280-281], disahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 5366).

Dalam riwayat lain dalam Musnad Ahmad,

إنَّ ربِّي زادَني مع كُلِّ أَلْفٍ سَبعينَ أَلْفًا

“Sesungguhnya Rabb-ku menambahkan untuk setiap 70.000 ditambah 70.000 lagi” (HR. Ahmad no. 23505, di-dhaif-kan oleh Syu’aib Al-Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad).

Bahkan dalam hadits yang lain disebutkan lebih banyak lagi. Dari Abu Umamah Al-Bahili Radhiallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وعدَني ربِّي أن يُدْخِلَ الجنَّةَ مِن أمَّتي سبعينَ ألفًا لا حسابَ علَيهِم ولا عذابَ ، معَ كلِّ ألفٍ سبعونَ ألفًا ، وثلاثُ حثَياتٍ مِن حَثَياتِه

“Rabb-ku menjanjikan kepadaku untuk memasukkan umatku ke surga sebanyak 70.000 orang tanpa hisab dan tanpa azab. Dan setiap seribu orang dari mereka membawa 70.000 orang lagi. Dan ditambah lagi dengan tiga tangkupan tangan Nabi” (HR. At-Tirmidzi no. 2437, disahihkan Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi).

Dari riwayat Abu Umamah ini para ulama menyimpulkan bahwa jumlah orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab itu banyak sekali dan tidak diketahui berapa jumlah pastinya. Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz Rahimahullah menjelaskan,

فالذين يدخلون الجنة بغير حساب ولا عذاب لا يحصيهم إلا الله

“Maka orang-orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab itu tidak ada yang mengetahui jumlahnya kecuali Allah” (Mauqi’ Ibnu Baz, binbaz.org.sa/fatwas/40688).

Dan hadits-hadits di atas, dibawakan oleh para ulama dalam bab syafaat. Maka maksud dari “setiap seribu orang dari mereka membawa 70.000 orang lagi” maksudnya adalah syafaat yang diberikan kepada sesama Mukmin.

‘Ala kulli hal, hendaknya kita senantiasa memohon hidayah dan taufik kepada Allah Ta’ala agar bisa termasuk dalam golongan umat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab.

Sumber : https://www.arrahmah.id/orang-orang-yang-masuk-surga-tanpa-hisab

5 Makanan yang Ternyata Diam-diam Memicu Batu Ginjal

5 Makanan yang Ternyata Diam-diam Memicu Batu Ginjal

Jakarta – Batu ginjal menjadi salah satu gangguan saluran kemih yang cukup sering dialami masyarakat. Kondisi ini terjadi ketika zat-zat seperti kalsium, oksalat, dan asam urat mengendap hingga membentuk kristal di dalam ginjal.
Banyak orang mengira penyebab batu ginjal hanya karena kurang minum air putih. Padahal, pola makan juga berperan besar dalam meningkatkan maupun menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal.

Ahli gizi terkait ginjal dari Kidney Care UK, dr Katherine Dukic, mengatakan beberapa jenis makanan dapat meningkatkan risiko batu ginjal, terutama jika dikonsumsi berlebihan.

1. Makanan Tinggi Garam

Asupan garam berlebih menjadi salah satu faktor utama pembentukan batu ginjal.

“Garam meningkatkan jumlah kalsium yang dikeluarkan melalui urine. Semakin banyak kalsium di urine, semakin tinggi risiko terbentuknya batu ginjal,” jelas Dukic, dikutip dari BBC.

Karena itu, disarankan membatasi konsumsi makanan olahan, makanan cepat saji, camilan asin, hingga bumbu instan yang umumnya mengandung natrium tinggi.

2. Makanan Tinggi Oksalat

Oksalat merupakan senyawa alami yang terdapat pada sejumlah makanan. Pada sebagian orang, oksalat dapat berikatan dengan kalsium di urine dan membentuk batu ginjal.

Beberapa makanan tinggi oksalat antara lain:

  • Bayam
  • Bit
  • Kacang-kacangan
  • Cokelat
  • Teh hitam

Meski begitu, bukan berarti makanan tersebut harus dihindari sepenuhnya. Mengonsumsinya bersama makanan kaya kalsium justru dapat membantu mengurangi penyerapan oksalat.

3. Protein Hewani Berlebihan

Konsumsi daging merah, ayam, ikan, maupun telur dalam jumlah berlebihan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko batu ginjal.

“Protein hewani dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan kadar kalsium dan asam urat dalam urine, sekaligus menurunkan kadar sitrat yang membantu mencegah pembentukan batu,” kata Dukic.

Bagi orang yang sering mengalami batu ginjal, ia menyarankan asupan protein hewani dibatasi sekitar 40-50 gram per hari.

Makanan yang Membantu Mencegah Batu Ginjal

1. Makanan Kaya Kalsium

Meski sebagian besar batu ginjal mengandung kalsium, bukan berarti kalsium harus dihindari.

Sebaliknya, kalsium dari makanan seperti susu, yogurt, keju, atau produk yang diperkaya kalsium justru membantu mengikat oksalat di usus sehingga tidak banyak diserap ke dalam darah dan dibuang melalui urine.

Dukic menyarankan memperoleh kalsium dari makanan, bukan suplemen, kecuali atas anjuran dokter.

2. Buah dan Sayuran

Pola makan yang kaya buah, sayur, dan serat juga dikaitkan dengan risiko batu ginjal yang lebih rendah.

Selain memenuhi anjuran konsumsi lima porsi buah dan sayur setiap hari, Dukic juga menyarankan menambahkan perasan lemon atau jeruk nipis ke dalam makanan maupun air minum.

Buah sitrus mengandung sitrat, yaitu senyawa alami yang dapat menghambat pembentukan batu ginjal. Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) bahkan menyarankan menambahkan sekitar 60 ml air perasan lemon atau jeruk nipis ke setiap 1 liter air minum.

Pria Lebih Rentan Mengalami Batu Ginjal

Menurut Dukic, pria memiliki risiko dua hingga tiga kali lebih besar mengalami batu ginjal dibanding perempuan sepanjang hidupnya.

Hal ini diduga dipengaruhi oleh kombinasi faktor gaya hidup dan biologis. Pria umumnya mengonsumsi lebih banyak protein hewani dan garam, serta lebih sering mengalami obesitas dan diabetes pada usia lebih muda.

Selain itu, pria juga cenderung mengeluarkan lebih banyak kalsium dan oksalat melalui urine, sehingga risiko pembentukan batu ginjal menjadi lebih tinggi.

Meski begitu, Dukic menegaskan langkah pencegahan terbaik tetap sama untuk semua orang, yakni menjaga pola makan seimbang dan memenuhi kebutuhan cairan setiap hari agar urine tetap encer dan risiko batu ginjal berkurang.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8581335/5-makanan-yang-ternyata-diam-diam-memicu-batu-ginjal