Pengguna Google bisa pilih sumber berita favorit untuk hasil pencarian

Pengguna Google bisa pilih sumber berita favorit untuk hasil pencarian

Jakarta (ANTARA) – Google memperkenalkan fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk memprioritaskan situs berita favorit pilihan mereka dalam hasil pencarian.

Menurut siaran Engadget pada Kamis (20/8), Google memperkenalkan tombol Preferred Sources atau Sumber Pilihan yang bisa dipasang oleh pengelola situs web di situs mereka.

Kalau pembaca menekan tombol Preferred Sources pada satu situs berita, maka situs tersebut akan ditambahkan sebagai sumber pilihan yang diprioritaskan dalam hasil pencarian Google.

Setelah itu, artikel dari media yang dipilih akan lebih sering muncul di Google Search, termasuk dalam Top Stories, AI Overviews, dan AI Mode.

Preferred Sources menurut Google juga akan mengarahkan pembaca kembali ke halaman tempat mereka sebelumnya berada setelah menetapkan situs sebagai sumber pilihan.

Kehadiran fitur sumber pilihan di Google Search dinilai meresmikan praktik yang telah dilakukan secara mandiri oleh sejumlah penerbit berita di situs web mereka.

Meskipun lalu lintas rujukan dari Google ke sumber berita dalam beberapa tahun terakhir menurun akibat fitur seperti AI Overviews dan Mode AI, mesin pencari perusahaan ini tetap menjadi sumber pendapatan penting bagi banyak perusahaan media.

Google pada Juni telah mengumumkan rencana perusahaan untuk mengizinkan situs web memilih agar tidak muncul dalam hasil pencarian yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan menyusul tekanan dari Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5705903/pengguna-google-bisa-pilih-sumber-berita-favorit-untuk-hasil-pencarian

Bugar Bukan Berarti Jantung Pasti Sehat

Bugar Bukan Berarti Jantung Pasti Sehat

KITA mungkin pernah mendengar seseorang tiba-tiba kolaps saat berolahraga. Usianya masih muda, rutin berlatih, mampu berlari 5 km, 10 km, bahkan half marathon atau full marathon. Tubuhnya terlihat atletis dan bugar.

Lalu, muncul pertanyaan: bagaimana mungkin orang yang rutin berolahraga mengalami serangan jantung atau henti jantung? Jawabannya, bugar dan sehat bukanlah hal yang sama.

Bugar menggambarkan kemampuan tubuh melakukan aktivitas fisik, termasuk kemampuan jantung, paru, pembuluh darah, dan otot dalam menggunakan oksigen secara efisien.

Sementara itu, sehat mencakup kondisi tubuh secara menyeluruh, termasuk ada atau tidaknya penyakit.

Dengan kata lain, seseorang dapat memiliki kebugaran yang sangat baik, tetapi mungkin memiliki faktor risiko atau penyakit jantung yang belum terdeteksi.

Meski demikian, kebugaran kardiorespirasi tetap menjadi salah satu penanda penting kesehatan kardiovaskular. Aktivitas fisik teratur juga terbukti memberikan manfaat besar dalam menurunkan risiko penyakit jantung dan kematian.

Olahraga membuat jantung bekerja lebih keras

Saat berolahraga, kebutuhan oksigen meningkat. Jantung merespons dengan meningkatkan denyut, tekanan darah, serta mengalirkan lebih banyak darah ke otot yang bekerja. Pada jantung yang sehat, respons tersebut merupakan hal fisiologis yang normal.

Olahraga teratur dapat membantu mengendalikan tekanan darah, berat badan, gula darah, dan kolesterol. Aktivitas fisik juga berperan penting dalam meningkatkan kebugaran kardiorespirasi.

Namun, pada seseorang yang memiliki penyakit atau faktor risiko penyakit jantung, aktivitas fisik yang sangat berat dapat mencetuskan kejadian kardiovaskular.

Risiko tersebut dapat muncul bila intensitas olahraga jauh melebihi kebiasaan latihan sebelumnya. Karena itu, latihan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan ditingkatkan secara bertahap.

Olahraga sebagai pemicu, bukan penyebab utama

Ketika seseorang mengalami kejadian jantung saat berolahraga, sering muncul anggapan bahwa olahraga menyebabkan serangan jantung.

Padahal, pada sebagian kasus, olahraga berperan sebagai pencetus pada kondisi jantung yang sebenarnya sudah ada.

Aktivitas fisik berat dapat menjadi semacam stress test fisiologis. Masalah yang tidak terlihat saat aktivitas sehari-hari dapat muncul ketika jantung bekerja jauh lebih keras.

Dengan kata lain, olahraga dapat mengungkap atau mencetuskan masalah yang sudah ada. Hal ini bukan berarti olahraga menyebabkan penyakit jantung.

Secara keseluruhan, manfaat aktivitas fisik rutin tetap jauh lebih besar daripada risiko kejadian kardiovaskular tersebut.

Mengapa orang yang sangat bugar bisa mengalami masalah jantung?

Ada beberapa kemungkinan yang dapat menjelaskan mengapa orang yang tampak bugar tetap bisa mengalami masalah jantung saat berolahraga.

Pertama, adanya penyakit arteri koroner yang belum diketahui. Kondisi ini dapat terjadi terutama pada individu dengan faktor risiko, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, obesitas, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung. Penyakit arteri koroner juga dapat berkembang tanpa gejala yang khas.

Kedua, adanya kelainan struktur atau otot jantung. Pada usia muda, kondisi seperti hypertrophic cardiomyopathy (HCM), kelainan struktural, atau kelainan bawaan lain dapat ditemukan.

Ketiga, adanya gangguan listrik jantung. Kelainan sistem listrik jantung, termasuk channelopathy atau kelainan bawaan pada saluran ion jantung, dapat memicu aritmia ventrikel. Dalam kondisi tertentu, gangguan ini dapat menyebabkan henti jantung mendadak.

Serangan jantung berbeda dengan henti jantung

Serangan jantung atau heart attack terjadi ketika aliran darah ke otot jantung berkurang atau terhenti. Kondisi ini umumnya disebabkan penyakit arteri koroner.

Sementara itu, henti jantung atau cardiac arrest terjadi ketika jantung tiba-tiba tidak mampu memompa darah secara efektif.

Keduanya dapat berkaitan, tetapi bukan kondisi yang sama. Serangan jantung dapat menyebabkan henti jantung. Namun, tidak semua henti jantung disebabkan oleh serangan jantung.

Karena itu, istilah “serangan jantung” sebaiknya tidak digunakan untuk setiap kejadian ketika seseorang tiba-tiba kolaps.

Belajar dari Christian Eriksen

Christian Eriksen menjadi salah satu contoh atlet sepak bola profesional yang mengingatkan kita bahwa kebugaran fisik tidak membuat seseorang kebal terhadap gangguan jantung.

Ia mengalami henti jantung saat pertandingan Euro 2020 dan berhasil diselamatkan melalui cardiopulmonary resuscitation (CPR) dan defibrilasi yang cepat.

Setelah menjalani evaluasi dan penanganan medis, termasuk pemasangan implantable cardioverter-defibrillator (ICD), Eriksen dapat kembali berlaga di lapangan sepak bola.

Kisah itu memberi dua pelajaran penting. Pertama, kebugaran fisik yang sangat baik tidak menjamin seseorang bebas dari penyakit atau gangguan jantung tertentu. Kedua, pada henti jantung, setiap detik sangat berharga.

Pengenalan kejadian secara cepat, CPR berkualitas, dan defibrilasi sedini mungkin merupakan bagian penting dari rantai penyelamatan nyawa.

Namun, kisah tersebut bukan alasan untuk takut berolahraga. Sebaliknya, olahraga tetap perlu dilakukan dengan tepat, bertahap, terukur, dan sesuai kondisi kesehatan.

Kenali risiko, tetap bergerak

Tidak semua orang yang ingin berolahraga membutuhkan pemeriksaan jantung lengkap.

Namun, evaluasi medis perlu dipertimbangkan pada orang yang memiliki penyakit atau faktor risiko kardiovaskular, riwayat keluarga dengan kematian mendadak, atau akan memulai olahraga dengan intensitas jauh lebih tinggi dari biasanya.
Evaluasi juga penting bila muncul gejala seperti nyeri dada, sesak yang tidak biasa, pusing, jantung berdebar, atau pingsan saat berolahraga.

Pada kondisi tersebut, jangan memaksakan diri untuk menyelesaikan target latihan. Pingsan saat berolahraga bukan sekadar tanda “kurang fit” dan perlu dievaluasi sebelum seseorang kembali berolahraga.

Pada orang sehat dan tidak bergejala, pemeriksaan jantung rutin sebelum berolahraga umumnya tidak diperlukan.

Namun, seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 35-40 tahun, penting untuk mengenali profil risiko dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Bila diperlukan, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), exercise test atau treadmill/ergocycle, serta ekokardiografi sesuai kondisi dan indikasi klinis.

Di era fitness tracker dan running challenge, kita juga perlu berhati-hati agar tidak terjebak pada prinsip “semakin berat, semakin sehat”. Sebab, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Mulailah sesuai kemampuan. Setelah itu, tingkatkan durasi, frekuensi, dan intensitas latihan secara bertahap.

Bahkan, bagi pasien dengan penyakit jantung, olahraga tetap penting sebagai bagian dari rehabilitasi dan pencegahan sekunder kardiovaskular. Namun, jenis dan dosis latihannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Jadi, apakah kita perlu takut berolahraga? Tidak. Kita justru perlu lebih takut menjadi tidak aktif.

Tetap bergerak, tetapi kenali kondisi kesehatan, pahami kemampuan tubuh, tingkatkan latihan secara bertahap, dan dengarkan sinyal tubuh.

Sebab, tujuan olahraga bukan sekadar menjadi lebih cepat, lebih jauh, atau lebih kuat. Tujuan utamanya adalah menjadi lebih sehat dan memiliki hidup yang lebih berkualitas.

Bugar itu penting. Sehat itu harus diusahakan dan yang terbaik adalah memiliki keduanya. Oleh karena itu, mari tetap bergerak.

Sumber : https://health.kompas.com/read/26H21140827668/bugar-bukan-berarti-jantung-pasti-sehat

Sering Menatap Layar? Kenali Computer Vision Syndrome Dan Cara Mencegahnya

Sering Menatap Layar? Kenali Computer Vision Syndrome Dan Cara Mencegahnya

Pernahkah mata terasa perih, kering, atau pandangan mulai kabur setelah bekerja berjam-jam di depan komputer? Keluhan ini sering dianggap sebagai rasa lelah biasa, padahal kondisi tersebut bisa menjadi tanda Computer Vision Syndrome (CVS) atau sindrom kelelahan mata akibat penggunaan layar digital. Di era kerja dan belajar berbasis teknologi, keluhan ini semakin sering dialami oleh berbagai kalangan. Kabar baiknya, CVS umumnya dapat dicegah dengan perubahan kebiasaan sederhana.

Apa itu Computer Vision Syndrome?

Computer Vision Syndrome atau sering juga disebut digital eye strain adalah kumpulan keluhan pada mata, penglihatan, leher dan bahu, yang muncul akibat penggunaan komputer, laptop, tablet, atau ponsel dalam waktu lama. Keluhan ini sering terjadi pada orang yang bekerja dengan layar digital setiap hari, terutama bila posisi kerja, pencahayaan, jarak pandang, atau kebiasaan istirahat mata kurang baik.

 Siapa saja yang  berisiko?

Computer Vision Syndrome dapat dialami oleh siapa saja yang sering menggunakan perangkat digital, terutama pekerja kantor, programmer, desainer grafis, analis data, guru, dosen, mahasiswa, maupun pekerja lain yang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar. Berbagai penelitian di beberapa negara menunjukkan bahwa sekitar dua dari tiga pengguna perangkat digital mengalami satu atau lebih gejala CVS. Hal ini menunjukkan bahwa keluhan pada mata akibat penggunaan perangkat digital merupakan masalah yang cukup sering dialami masyarakat di era digital.  Keluhan ini biasanya tidak menyebabkan kerusakan mata permanen, tetapi dapat mengganggu kenyamanan, konsentrasi, dan produktivitas kerja bila terjadi berulang.

 Apa penyebabnya?

Computer Vision Syndrome terjadi karena mata bekerja lebih berat saat menatap layar dalam waktu lama. Saat melihat layar, mata harus terus mempertahankan fokus pada tulisan, gambar, cahaya, dan kontras yang berubah-ubah. Selain itu, saat menatap layar, seseorang cenderung lebih jarang berkedip. Padahal, berkedip penting untuk menjaga kelembaban permukaan mata.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau memperberat Computer Vision Syndrome antara lain:

  • Durasi menatap layar terlalu lama. Semakin lama seseorang bekerja di depan layar tanpa jeda, semakin besar kemungkinan mata menjadi lelah.
  • Jarak mata ke layar tidak sesuai. Layar yang terlalu dekat atau terlalu jauh membuat mata bekerja lebih keras untuk fokus.
  • Posisi layar kurang ergonomis. Layar yang terlalu tinggi, terlalu rendah, atau tidak sejajar dapat menyebabkan mata, leher, bahu, dan punggung bekerja lebih berat.

  • Pencahayaan ruangan kurang baik. Ruangan yang terlalu gelap, terlalu terang, atau memiliki pantulan cahaya pada layar dapat membuat mata cepat lelah.

  • Ukuran huruf terlalu kecil. Tulisan yang kecil membuat mata harus lebih fokus dan dapat memicu sakit kepala atau pandangan kabur.

  • Gangguan refraksi yang belum dikoreksi. Mata minus, plus, silinder, atau mata tua yang tidak dikoreksi dengan kacamata sesuai dapat memperberat keluhan.

  • Kebiasaan kerja tanpa istirahat. Pekerja yang terus menerus menggunakan komputer tanpa jeda berisiko lebih tinggi mengalami keluhan mata dan otot.

Apa saja gejalanya?

Gejala Computer Vision Syndrome dapat berbeda pada setiap orang. Keluhan biasanya muncul setelah bekerja lama di depan layar dan dapat membaik setelah mata diistirahatkan. Gejala tersebut tidak hanya berkaitan dengan mata, tetapi juga dapat melibatkan keluhan otot dan postur tubuh. Karena itu, Computer Vision Syndrome penting dibahas sebagai masalah kesehatan kerja, bukan sekadar keluhan mata biasa.

Gejala yang sering dirasakan antara lain:

  • Mata terasa lelah
  • Mata kering, perih, panas, atau seperti berpasir
  • Pandangan kabur
  • Sulit fokus setelah lama menatap layar
  • Mata merah atau berair
  • Sakit kepala
  • Mata terasa sensitif terhadap cahaya
  • Penglihatan ganda pada sebagian orang
  • Leher, bahu, atau punggung terasa pegal

Kapan harus ke Dokter?

Sebagian besar keluhan CVS akan membaik setelah mata diistirahatkan dan kebiasaan penggunaan layar diperbaiki. Namun, segera periksa ke dokter apabila:

  1. Mata merah tidak membaik.
  2. Pandangan kabur terus-menerus.
  3. Nyeri mata hebat.
  4. Sakit kepala berulang.
  5. Keluhan tetap muncul meski sudah mengurangi penggunaan layar.

 Bagaimana mencegahnya?

Sebagian besar keluhan Computer Vision Syndrome (CVS) dapat dicegah atau dikurangi dengan menerapkan kebiasaan yang baik saat menggunakan komputer, laptop, tablet, maupun ponsel. Langkah-langkah sederhana berikut dapat membantu menjaga kesehatan mata sekaligus meningkatkan kenyamanan saat bekerja atau belajar.

  • Terapkan aturan 20-20-20

Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Cara sederhana ini membantu otot mata menjadi lebih rileks dan mengurangi ketegangan akibat fokus terus-menerus pada layar.

  • Gunakan kacamata sesuai kebutuhan

Bila memiliki mata minus, plus, silinder, atau mata tua, gunakan kacamata sesuai hasil pemeriksaan dokter. Koreksi penglihatan yang tepat dapat membantu mengurangi keluhan saat bekerja di depan layar.

  • Lebih sering berkedip
    Saat menatap layar, frekuensi berkedip biasanya berkurang sehingga mata lebih mudah kering. Biasakan berkedip secara sadar agar permukaan mata tetap lembab dan nyaman.

  • Atur posisi layar dan tempat kerja
    Posisikan layar sekitar 50–70 cm dari mata. Bagian atas monitor sebaiknya sedikit lebih rendah dari tinggi mata, sehingga pandangan mengarah sekitar 15–20° ke bawah. Posisi ini membantu mengurangi ketegangan pada mata, leher, dan bahu.

  • Gunakan pencahayaan yang nyaman

Hindari ruangan yang terlalu terang atau terlalu gelap. Kurangi pantulan cahaya pada layar dan sesuaikan tingkat kecerahan monitor dengan kondisi ruangan agar mata tidak bekerja terlalu keras.

  • Perbesar ukuran huruf

Tulisan yang terlalu kecil membuat mata harus terus berusaha fokus. Atur ukuran huruf dan tampilan layar agar lebih mudah dibaca tanpa harus memicingkan mata.

Peran Tempat Kerja?

Pencegahan Computer Vision Syndrome juga memerlukan dukungan dari lingkungan kerja. Perusahaan atau instansi dapat membantu mengurangi risiko keluhan dengan menyediakan meja dan kursi yang ergonomis, mengatur pencahayaan ruangan agar tidak menyilaukan, mengurangi pantulan cahaya pada monitor, memberikan edukasi mengenai posisi kerja yang benar, serta mendorong pekerja untuk mengambil jeda singkat secara berkala. Selain itu, pemeriksaan kesehatan mata secara rutin bagi pekerja yang menggunakan komputer dalam waktu lama juga dapat membantu mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini. Penerapan prinsip ergonomi di tempat kerja merupakan salah satu upaya penting untuk mengurangi keluhan akibat penggunaan komputer, termasuk kelelahan mata serta nyeri pada leher, bahu, dan punggung.

Sumber : https://ayosehat.kemkes.go.id/sering-menatap-layar–kenali-computer-vision-syndrome-dan-cara-mencegahnya-

Dana Zakat Boleh Diberikan untuk Korban Bencana

Dana Zakat Boleh Diberikan untuk Korban Bencana

Bencana sering kali datang tanpa memberi kesempatan kepada manusia untuk bersiap. Dalam hitungan menit, rumah yang dibangun bertahun-tahun dapat rata dengan tanah. Sawah yang menjadi sumber penghidupan terendam banjir. Toko, kendaraan, tabungan, bahkan surat-surat berharga hilang bersama datangnya gempa, kebakaran, atau longsor.

Pada saat seperti itu, seseorang yang sehari sebelumnya hidup berkecukupan dapat berubah menjadi orang yang kehilangan hampir segala-galanya. Karena itulah, persoalan bantuan kepada korban bencana dalam Islam tidak dapat dipandang semata-mata sebagai urusan kemurahan hati. Ada dimensi kewajiban sosial yang lebih dalam, termasuk melalui instrumen zakat.

Pertanyaan yang kemudian muncul, bolehkah dana zakat disalurkan untuk korban bencana? Pertanyaan ini penting karena al-Qur’an telah menentukan secara jelas golongan-golongan yang berhak menerima zakat. Korban bencana, sebagai sebuah kategori tersendiri, memang tidak disebutkan secara eksplisit.

Allah Swt. berfirman:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya, “Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para pengurus zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya, untuk memerdekakan hamba sahaya, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [Q.S. at-Taubah (9): 60].

Ayat ini menyebutkan delapan golongan penerima zakat. Di dalamnya memang tidak terdapat istilah “korban bencana”. Akan tetapi, fikih tidak berhenti pada penyebutan sebuah nama atau kategori secara harfiah. Yang juga dilihat adalah keadaan nyata yang dialami seseorang.

Inilah titik penting yang dijelaskan dalam Fikih Kebencanaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Korban bencana dapat menerima dana zakat dengan mengambil bagian fakir dan miskin. Sebab, bencana dapat menempatkan seseorang dalam keadaan kehilangan harta, sumber penghidupan, tempat tinggal, dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Dalam keadaan demikian, seseorang yang sebelumnya berkecukupan pun dapat berada dalam kondisi fakir atau miskin.

Bayangkan seorang pedagang yang tokonya hanyut diterjang banjir. Sebelum bencana, ia memiliki usaha yang cukup untuk menghidupi keluarganya. Namun setelah banjir, barang dagangannya habis, tempat usahanya rusak, dan modalnya lenyap. Apakah ia harus menunggu menjadi miskin bertahun-tahun untuk mendapatkan bantuan zakat? Tentu tidak. Keadaan yang dialaminya telah berubah. Bencana telah membuatnya berada dalam situasi kekurangan dan membutuhkan.

Karena itu, zakat dalam konteks kebencanaan tidak diberikan kepada seseorang semata-mata karena ia disebut “korban bencana”, melainkan karena bencana telah menempatkannya dalam salah satu keadaan yang menjadi alasan seseorang berhak menerima zakat.

Pandangan ini juga memiliki penguat dari hadis Nabi saw. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Muslim, Nabi menjelaskan tentang orang yang tertimpa musibah hingga hartanya habis.

ورَجُلٌ أصابَتْه جائِحةٌ اجتاحَت مالَه، فحَلَّت له المَسألةُ حتَّى يُصيبَ قِوامًا مِن عَيشٍ

Artinya, “Dan seorang laki-laki yang ditimpa musibah yang menghancurkan hartanya, maka perkara itu dibolehkan baginya sampai ia memperoleh penghidupan kembali.” [H.R. Muslim].

Hadis ini memperlihatkan sebuah prinsip penting. Islam mengakui bahwa bencana dapat mengubah keadaan ekonomi seseorang secara mendadak. Kehilangan harta akibat musibah bukan sekadar kerugian biasa. Ia dapat membawa seseorang ke dalam kondisi darurat, bahkan kemiskinan.

Dalam Fikih Kebencanaan, dasar penyaluran zakat kepada korban bencana juga dapat dikaitkan dengan golongan ghārimīn, yaitu orang-orang yang berutang. Sebab, dalam situasi pascabencana, seseorang mungkin terpaksa berutang untuk membeli makanan, membangun tempat tinggal sementara, berobat, atau memenuhi kebutuhan keluarganya. Dalam keadaan demikian, bantuan zakat dapat disalurkan dari bagian fakir dan miskin, atau dari bagian orang-orang yang berutang sesuai dengan kondisi korban.

Di sinilah terlihat keluwesan hukum Islam dalam menghadapi kenyataan. Ketentuan tentang delapan golongan penerima zakat bukanlah pagar yang membuat umat Islam menjadi acuh ketika berhadapan dengan penderitaan kemanusiaan. Justru melalui kategori-kategori itulah zakat bekerja untuk menjawab keadaan manusia yang beragam.

Tentu penyaluran zakat kepada korban bencana perlu dilakukan secara tepat. Tidak semua korban secara otomatis berada dalam kategori fakir atau miskin. Ada korban yang mungkin kehilangan rumah, tetapi masih memiliki kemampuan ekonomi yang cukup. Ada pula yang kehilangan seluruh sumber kehidupannya dan benar-benar berada dalam keadaan darurat. Karena itu, yang menjadi perhatian adalah kondisi dan kebutuhan nyata korban.

Prinsip lainnya, penyaluran zakat untuk korban bencana tidak berarti mengabaikan mustahiq lain. Hak para penerima zakat tetap harus diperhatikan dan pendistribusiannya dapat dilakukan secara proporsional. Jika keadaan darurat menuntut prioritas, maka mereka yang paling mendesak kebutuhannya patut didahulukan.

Maka, dana zakat boleh disalurkan kepada korban bencana, dengan menempatkan mereka pada kategori mustahiq yang sesuai dengan keadaan mereka, terutama fakir, miskin, atau ghārimīn. Bukan karena kata “korban bencana” tercantum secara tersurat dalam ayat, melainkan karena penderitaan yang ditimbulkan oleh bencana dapat menjadikan seseorang benar-benar berada dalam keadaan yang telah ditetapkan syariat sebagai pihak yang berhak menerima zakat.

Sumber : https://muhammadiyah.or.id/2026/08/dana-zakat-boleh-diberikan-untuk-korban-bencana/

Jangan Tinggalkan Sholat Istikharah Meski Sudah Yakin

Jangan Tinggalkan Sholat Istikharah Meski Sudah Yakin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Syekh Muhammad Shiddiq Al Minsyawi dalam bukunya yang berjudul Rajin Shalat tapi Masih Keliru menuliskan, sebagian orang, bahkan kebanyakan dari mereka, beranggapan bahwa sholat istikharah hanya dilakukan jika ada suatu hal yang diragukan atau membuat bingung seseorang. Hal ini merupakan suatu kesalahan, karena sholat istikharah dapat diperuntukkan ke semua hal.

Bahkan, sesuatu yang telah diyakini dan disukai oleh manusia. Sebab, seseorang kadang yakin atau suka terhadap suatu hal, tetapi sebenarnya itu jelek baginya dan dia tidak mengetahuinya.

Adapun jika melakukan istikharah, berarti ia telah memohon kepada Allah agar dipilihkan. Dari Jabir berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ

Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajari kami Istikharah dalam memutuskan segala sesuatu, (sebagaimana mengajari kami) surat dalam Alquran. (HR BUkhari)

Imam Asy Syaukani berkata, “Sabda Nabi…”dalam segala hal” menunjukkan sifat umum. Bahwa manusia jangan menganggap remeh hal kecil dan jangan menganggap sepele, kemudian tidak melakukan sholat istikharah.

Doa Sholat Istikharah

Dalam hadits riwayat Bukhari yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah RA, Rasulullah SAW memberitahukan doa seusai melaksanakan sholat istikharah.

Mengutip Ihya’ ‘Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali disebutkan, tata cara sholat istikharah yaitu pada rakaat pertama membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Kafirun, sementara pada rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Ikhlash. Kemudian, selesai salam membaca doa berikut:

Berikut ini doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW untuk diucapkan setelah sholat Istikharah, sebagaimana hadits riwayat Bukhari:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي

Allaahumma innii astakhiiru bi’ilmika wa astaqdiru bi qudrotika as’aluka min fadhlikal azhiim fainnaka aqdiru wa ta’lamu wa laa a’lamu wa anta ‘allaamul ghuyuub. Allaahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amra khoirun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aaqibati amri faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fiihi wa in kunta ta’lamu anna haadzl amra syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aaqibati amri fashrifhu ‘anni washrifnii ‘anhu waqdur liyal khoiro haitsu kaana tsumma ardhini bihi innaka ‘alaa kulli syai’in qodiir.

“Ya Allah, aku memohon pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan aku memohon kekuatan kepada-Mu dengan Kemahakuasaan-Mu. Aku memohon kepada-Mu kebaikan dari karunia-Mu yang agung. Engkau Maha Kuasa dan aku tidak kuasa. Engkau Maha Mengetahui, dan aku tidak mengetahui. Hanya Engkau-lah Yang Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, jika menurut Engkau perkara ini lebih baik bagiku dalam perkara agamaku, penghidupanku, dan akibatnya bagi akhiratku, maka takdirkanlah untukku, mudahkanlah jalannya, kemudian berilah berkah untukku.

 Tetapi jika menurut Engkau urusan ini berdampak buruk bagiku dalam urusan agamaku, penghidupanku, dan akibatnya bagi akhiratku, maka jauhkanlah urusan itu dariku dan jauhkan dariku urusan tersebut. Takdirkan kepadaku kebaikan di manapun berada. Kemudian buatlah aku ridha atas takdir-Mu. Engkau Mahaberkuasa atas segala sesuatu.” Jabir (perawi) berkata, “Kemudian orang-orang menyampaikan perkara mereka.” (HR Bukhari)

Sumber : https://khazanah.republika.co.id/berita/tk2311430/jangan-tinggalkan-sholat-istikharah-meski-sudah-yakin

Ketika Perubahan Iklim Menguji Ketahanan Air Indonesia

Ketika Perubahan Iklim Menguji Ketahanan Air Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, Setiap kali musim hujan datang, berita tentang banjir hampir selalu memenuhi ruang media. Sungai meluap, jalan-jalan terendam, ribuan rumah tergenang. Namun hanya beberapa bulan kemudian, ketika kemarau tiba, berita berubah drastis. Waduk menyusut, sawah mengering, masyarakat mengantri air bersih, dan pemerintah harus mengirimkan bantuan air ke berbagai daerah.

Paradoks ini terus berulang dari tahun ke tahun. Di musim hujan kita seolah kelebihan air, tetapi pada musim kemarau justru mengalami kekurangan air. Pertanyaannya sederhana, bagaimana mungkin negara yang memiliki lebih dari 5.500 sungai, sekitar 840 danau, serta curah hujan rata-rata sekitar 2.700 milimeter per tahun justru semakin rentan mengalami krisis air?

Jawabannya terletak pada satu kata yang semakin sering kita dengar, tetapi mungkin belum sepenuhnya kita pahami dampaknya, yaitu perubahan iklim. Perubahan iklim bukan hanya menyebabkan suhu bumi meningkat. Dampaknya jauh lebih kompleks, termasuk mengubah pola hujan, memperpanjang musim kemarau, meningkatkan intensitas hujan ekstrem, memperbesar risiko banjir, dan pada saat yang sama meningkatkan ancaman kekeringan.

Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menegaskan bahwa kawasan Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah yang paling rentan terhadap perubahan pola curah hujan dan kejadian cuaca ekstrem. Seperti yang sudah terjadi, Indonesia mengalami musim hujan yang semakin tidak menentu, hujan ekstrem yang lebih sering, serta periode kemarau yang lebih panjang di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut berimplikasi langsung terhadap ketersediaan air bagi masyarakat, pertanian, industri, dan pembangkit listrik.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menunjukkan bahwa fenomena iklim seperti El Niño dan La Niña kini semakin memengaruhi distribusi hujan di Indonesia. Tahun-tahun ketika El Niño kuat terjadi, ratusan kabupaten mengalami kekeringan, debit sungai menurun drastis, dan produksi pertanian ikut terdampak. Sebaliknya, pada saat La Niña, curah hujan meningkat tajam sehingga memicu banjir dan longsor di banyak daerah.

Tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini bukan hanya menyediakan air, melainkan menjaga ketahanan air (water security) di tengah iklim yang semakin tidak menentu.

Ketahanan Air Belum Menjadi Arus Utama Kebijakan

Selama ini kebijakan pembangunan air di Indonesia cenderung masih didominasi oleh pendekatan penyediaan infrastruktur. Ini meliputi pembangunan bendungan, embung, jaringan irigasi, dan sistem penyediaan air minum. Dalam satu dekade terakhir, Pemerintah telah membangun puluhan bendungan baru yang meningkatkan kapasitas tampungan air nasional. Namun, perubahan iklim menghadirkan tantangan baru yang tidak selalu dapat dijawab hanya dengan pembangunan infrastruktur.

Persoalan utama adalah kebijakan ketahanan air masih cenderung bersifat sektoral. Pengelolaan sumber daya air, tata ruang, kehutanan, pertanian, energi, dan pembangunan perkotaan sering kali berjalan sendiri-sendiri. Padahal, perubahan pada satu sektor akan berdampak langsung terhadap sektor lainnya.

Sebagai contoh, pembukaan kawasan hutan di daerah hulu dapat meningkatkan limpasan air pada musim hujan, Namun, pada saat yang sama mengurangi cadangan air tanah pada musim kemarau. Juga pembangunan kawasan perkotaan yang semakin masif tanpa ruang resapan menyebabkan air hujan lebih cepat mengalir ke laut daripada disimpan sebagai cadangan air.

Masalah lain adalah tingginya kehilangan air (non-revenue water) pada sistem penyediaan air minum di berbagai daerah. Kebocoran jaringan, sambungan ilegal, dan inefisiensi operasional menyebabkan sebagian air yang telah diproduksi tidak pernah sampai kepada pelanggan. Dalam kondisi perubahan iklim, setiap liter air yang hilang merupakan kerugian yang semakin mahal.

Ketahanan air juga belum sepenuhnya menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan rencana pembangunan daerah. Banyak pemerintah daerah masih lebih fokus pada penanganan banjir ketika musim hujan dan penyediaan bantuan air bersih saat kemarau. Mereka tidak membangun sistem yang mampu mengurangi risiko kedua bencana tersebut secara bersamaan.

Penyebab Ancaman Ketahanan Air

Beberapa faktor saling berkaitan dan memperbesar ancaman terhadap ketahanan air Indonesia. Pertama, perubahan iklim mengubah pola hidrologi. Hujan turun dalam intensitas yang lebih tinggi tetapi dalam durasi yang lebih singkat. Air tidak sempat meresap ke dalam tanah dan lebih banyak menjadi limpasan yang memicu banjir.

Kedua, kerusakan daerah aliran sungai (DAS). Berkurangnya tutupan hutan dan kawasan resapan menyebabkan kemampuan alam menyimpan air terus menurun. Padahal, hutan merupakan “waduk alami” yang menjaga ketersediaan air sepanjang tahun.

Ketiga, pertumbuhan penduduk dan urbanisasi meningkatkan kebutuhan air secara signifikan. Kota-kota besar membutuhkan pasokan air yang terus bertambah, sementara sumber air baku tidak berkembang secepat pertumbuhan kebutuhan.

Keempat, pengelolaan air yang belum terintegrasi. Konsep Integrated Water Resources Management (IWRM) yang direkomendasikan Perserikatan Bangsa-Bangsa menekankan bahwa air harus dikelola secara menyeluruh, mulai dari daerah hulu hingga hilir, lintas sektor, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Pendekatan ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia.

Kelima, rendahnya efisiensi penggunaan air. Sektor pertanian masih menjadi pengguna air terbesar, sementara sebagian sistem irigasi belum efisien. Di kawasan perkotaan, konsumsi air juga terus meningkat tanpa diimbangi budaya hemat air.

Dalam perspektif teori Water Security, ketahanan air tidak hanya berarti tersedia cukup air. Tetapi harus menjamin kualitas, keterjangkauan, keberlanjutan, dan kemampuan masyarakat menghadapi risiko banjir dan kekeringan. Didasarkan atas teori tersebut, tantangan Indonesia jauh lebih kompleks daripada sekadar membangun lebih banyak bendungan.

Alternatif Solusi

Menghadapi perubahan iklim, diperlukan paradigma baru dalam pengelolaan sumber daya air. Pertama, membangun ketahanan air berbasis ekosistem. Konservasi hutan, rehabilitasi daerah aliran sungai, perlindungan mata air, dan pemulihan lahan basah harus dipandang sebagai investasi infrastruktur alami yang sama pentingnya dengan pembangunan bendungan.

Untuk itu Pemerintah perlu menyusun “Strategi Nasional Ketahanan Air Berbasis Adaptasi Perubahan Iklim” yang mengintegrasikan kebijakan sumber daya air, kehutanan, pertanian, tata ruang, energi, dan pembangunan daerah.

Kedua, mempercepat penerapan konsep kota spons (sponge city). Melalui ruang terbuka hijau, taman resapan, sumur resapan, kolam retensi, serta pemanenan air hujan, kota dapat menyimpan lebih banyak air ketika musim hujan dan menggunakannya kembali pada musim kemarau. Untuk itu, anggaran rehabilitasi hutan dan perlindungan kawasan imbuhan perlu dipandang sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur, bukan sekadar program lingkungan.

Ketiga, meningkatkan efisiensi penggunaan air melalui teknologi irigasi hemat air, pemanfaatan kembali air limbah yang telah diolah (water recycling), dan pengurangan kebocoran jaringan air minum. Untuk itu, perlu mempercepat perluasan layanan air minum perpipaan dan mengurangi ketergantungan terhadap air tanah, terutama di kota-kota besar yang mengalami penurunan muka tanah.

Keempat, memperkuat sistem informasi iklim dan hidrologi. Data BMKG, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Informasi Geospasial, serta pemerintah daerah perlu diintegrasikan sehingga perencanaan sumber daya air lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Kelima, memperluas edukasi publik. Ketahanan air tidak mungkin diwujudkan hanya melalui kebijakan Pemerintah. Masyarakat juga harus memahami bahwa menghemat air hari ini merupakan investasi untuk menghadapi iklim masa depan.

Sumber : https://analisis.republika.co.id/berita/tk3wab368/ketika-perubahan-iklim-menguji-ketahanan-air-indonesia

Enam Dosa yang Dianggap Biasa Saat Perayaan Kemerdekaan

Enam Dosa yang Dianggap Biasa Saat Perayaan Kemerdekaan

Setiap tanggal 17 Agustus, negeri ini dipenuhi warna dan kegembiraan. Warna merah putih menghiasi jalanan. Lomba-lomba digelar. Panggung hiburan berdiri. Tawa dan sorak sorai terdengar di berbagai sudut kampung dan kota.

Tidak ada yang salah dengan bergembira. Islam bukan agama yang mematikan rasa cinta tanah air atau melarang kegembiraan. Namun, kegembiraan dalam Islam memiliki adab. Ia tidak boleh melampaui batas. Ia tidak boleh menjelma menjadi kelalaian. Ia tidak boleh menjadi pintu kemaksiatan. Dan di sinilah ujian itu muncul: ketika kegembiraan berubah menjadi kelalaian, ketika nasionalisme menggeser ketaatan, ketika perayaan menjadi pembenaran atas kemaksiatan.

Masalahnya bukan pada perayaannya. Masalahnya adalah ketika batas syariat dihapus atas nama budaya. Ketika dosa dinormalisasi karena “ini kan cuma setahun sekali”. Ketika pelanggaran dianggap kecil karena dilakukan bersama-sama.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan,

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ، لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا، يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ

“Sesungguhnya seseorang mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah, ia tidak menganggapnya penting, namun dengannya ia terjerumus ke dalam neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa dosa sering kali datang dari hal yang dianggap sepele. Dalam konteks perayaan kemerdekaan, ada beberapa bentuk pelanggaran yang kerap dinormalisasi, bahkan dianggap bagian dari budaya.

Berikut ini adalah dosa-dosa yang kerap terjadi saat perayaan kemerdekaan dan sayangnya, dianggap wajar.

Campur baur laki-laki dan perempuan (ikhtilat) tanpa batas

Dalam banyak kegiatan 17-an, kita menyaksikan lomba dan hiburan yang mempertemukan laki-laki dan perempuan. Lomba-lomba dilakukan bercampur baur. Penonton saling berdesakan. Aurat terbuka. Pandangan tidak terjaga. Canda dan tawa menjadi tanpa batas.

Padahal Allah Azza wa Jalla telah memerintahkan dengan sangat jelas,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan mereka.” (QS. An-Nur: 30)

Dan kepada para wanita,

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya…’” (QS. An-Nur: 31)

Ikhtilat membuka pintu fitnah. Fitnah membuka pintu zina. Dan zina tidak selalu dimulai dengan perbuatan, tetapi dengan pandangan. Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ

“Janganlah kalian mendekati zina.” (QS. Al-Isra: 32)

Allah tidak berkata “jangan berzina”, tetapi “jangan mendekati”. Dan percampuran bebas adalah salah satu jalannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللّٰـهَ كَـتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا ، أَدْرَكَ ذَلِكَ لَا مَـحَالَـةَ: فَزِنَا الْعَيـْنِ: النَّظَرُ ، وَزِنَا اللّـِسَانِ: الْـمَنْطِـقُ ، وَالنَّـفْسُ تَـمَنَّى وَتَشْتَهِيْ ، وَالْفَـرْجُ يُصَدِّقُ ذلِكَ كُلَّـهُ وَيُـكَذِّبُـهُ

“Allah telah menulis atas anak Adam bagiannya dari zina, maka pasti dia menemuinya. Zina kedua matanya adalah memandang, zina lisannya adalah perkataan, zina hatinya adalah berharap dan berangan-angan. Dan itu semua dibenarkan dan didustakan oleh kemaluannya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Aku tidak meninggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki setelahku selain wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Apakah layak kita rayakan kemerdekaan dengan membuka pintu fitnah?

Musik dan hiburan yang melalaikan

Tidak sedikit perayaan kemerdekaan diisi dengan konser, dangdut malam, joget massal, hingga pesta yang jauh dari nilai norma dan kesopanan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

“Akan ada dari umatku orang-orang yang menghalalkan zina, sutra (bagi laki-laki), khamr, dan alat musik.” (HR. Bukhari)

Allah Azza wa Jalla juga berfirman,

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ

“Dan di antara manusia ada yang membeli perkataan yang melalaikan untuk menyesatkan dari jalan Allah.” (QS. Luqman: 6)

Hiburan yang melalaikan menjauhkan hati dari zikir. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta’ala memperingatkan,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَٰلُكُمْ وَلَآ أَوْلَٰدُكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Munafiqun: 9)

Jika harta dan anak saja bisa melalaikan, apalagi hiburan yang memang dirancang untuk membuat lupa. Sejatinya, musik menjauhkan hati dari zikir. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Apakah hati akan tenang dengan kebisingan yang menjauhkan dari Allah?

Melupakan syukur kepada Allah

Nikmat kemerdekaan adalah karunia besar dari Allah. Namun, sering kali ia dirayakan tanpa sedikit pun rasa syukur. Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ

“Segala nikmat yang ada pada kalian berasal dari Allah.” (QS. An-Nahl: 53)

Dan Allah Azza wa Jalla memperingatkan,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Syukur bukan hanya ucapan “Alhamdulillah”. Syukur adalah menggunakan nikmat dalam ketaatan.

Bagaimana mungkin kita bersyukur atas kemerdekaan jika ia digunakan untuk melanggar perintah Allah?

Menyerupai lawan jenis (tasyabbuh)

Dalam beberapa lomba atau panggung hiburan, sering kali laki-laki berdandan seperti perempuan, memakai pakaian wanita, bersuara lembut menirukan wanita, atau sebaliknya, wanita menyerupai laki-laki. Semua dianggap lucu dan menghibur.

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَعَنَ اللَّهُ الرِّجَالَ الْمُتَشَبِّهِينَ بِالنِّسَاءِ وَالنِّسَاءَ الْمُتَشَبِّهَاتِ بِالرِّجَالِ

“Allah melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki.” (HR. Bukhari)

Allah Ta’ala juga berfirman,

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum: 30)

Menyerupai lawan jenis adalah bentuk penyimpangan dari fitrah. Dan ketika ia dinormalisasi dalam perayaan, generasi muda akan menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa. Merayakan kemerdekaan dengan merusak fitrah bukanlah kebebasan. Itu adalah penyimpangan.

Tabarruj dan membuka aurat

Perayaan sering menjadi ajang berhias berlebihan. Pakaian ketat. Aurat terbuka. Riasan mencolok. Semua dianggap bagian dari kemeriahan. Padahal Allah Subhanhu wa Ta’ala berfirman,

وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ

“Janganlah kalian ber-tabarruj seperti tabarruj jahiliyah dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ada dua golongan penghuni neraka, yang belum pernah aku lihat, yaitu suatu kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi. Mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, ia berjalan berlenggak-lenggok menggoyangkan (bahu dan punggungnya) dan rambutnya (disasak) seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium aroma surga, padahal sesungguhnya aroma surga itu tercium sejauh perjalanan sekian dan sekian.’” (HR. Muslim)

Kemerdekaan tidak pernah berarti bebas membuka aurat.

Kebebasan tidak pernah berarti bebas melanggar perintah Allah.

Melalaikan salat

Banyak acara berlangsung hingga magrib dan isya terlewat. Salat ditunda. Bahkan ada yang sengaja tidak berjemaah demi mengikuti lomba. Padahal, Allah Ta’ala berfirman,

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

”Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya.” (QS. Al-Ma’un: 4–5)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

العهدُ الذي بينَنا وبينَهم الصلاةُ، فمَن تركَها فقد كفرَ

“Perjanjian antara kami dan mereka adalah salat. Barang siapa meninggalkannya, maka ia telah kafir.” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Apakah pantas kemerdekaan dirayakan dengan mengabaikan perintah paling agung dalam Islam?

Kemerdekaan yang hakiki

Kemerdekaan sejati bukan bebas melakukan apa saja. Kemerdekaan sejati adalah ketika hati bebas dari perbudakan hawa nafsu. Allah Azza wa Jalla berfirman,

أَفَرَءَيْتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِۦ وَقَلْبِهِۦ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِۦ غِشَٰوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِنۢ بَعْدِ ٱللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS. Al-Jatsiyah: 23)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ

“Mujahid adalah orang yang berjihad melawan dirinya dalam ketaatan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)

Maka, jika kita benar-benar ingin merdeka, merdekalah dari dosa terutama kesyirikan.

Merdekalah dari kelalaian.

Merdekalah dari budaya yang bertentangan dengan syariat.

Rayakan kemerdekaan dengan doa.

Dengan syukur dan sedekah.

Dengan menjaga adab.

Dengan menanamkan iman.

Karena pada akhirnya, kemerdekaan terbesar adalah ketika kita berdiri di hadapan Allah dalam keadaan selamat.

Wallāhu Ta‘ala a‘lam.

Sumber : https://muslim.or.id/115227-dosa-saat-perayaan-kemerdekaan.html

6 Waktu Terbaik Membaca Surah Al Waqiah untuk Memohon Rezeki, Simak Penjelasan Ulama

6 Waktu Terbaik Membaca Surah Al Waqiah untuk Memohon Rezeki, Simak Penjelasan Ulama

Liputan6.com, Jakarta – Dalam khazanah keislaman, surah Al-Waqiah dikenal sebagai salah satu surat yang memiliki keutamaan istimewa dalam hal rezeki. Pertanyaan tentang waktu terbaik membaca surah Al Waqiah untuk memohon rezeki kerap muncul, terutama mereka yang ingin mengamalkan surat ini secara optimal.

Surat ke-56 dalam Al-Qur’an ini terdiri dari 96 ayat dan tergolong surat Makkiyah yang turun sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Meskipun secara garis besar membahas tentang kepastian hari kiamat, kondisi manusia pada hari kiamat, serta keadaan penghuni surga dan neraka, diyakini terdapat keutamaan besar di dalamnya untuk membuka pintu rezeki.

Hal ini berdasar hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud RA, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang membaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kemiskinan selamanya” (HR. Al-Bayhaqi, Ibnu Mardawaih, Abu Ya’la).

Merujuk jurnal Pembacaan Surat al-Waqi’ah dan Ayat-Ayat Rezeki sebagai Potret Ritual Keagamaan, Mila Aulia, fenomena pembacaan surat Al-Waqiah sebagai ritual keagamaan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Muslim Indonesia. Majelis Hubbun Nabi di Madura, misalnya, menjadikan tradisi pembacaan Q.S. Al-Waqiah dan ayat-ayat rezeki sebagai bentuk ritual untuk membuka pintu rezeki yang dilaksanakan setiap hari Senin.

Para ulama telah memberikan panduan mengenai waktu-waktu terbaik untuk mengamalkan surat ini. Imam Ja’far dalam Khazinatul Asrar Kubra menyebutkan waktu-waktu baik untuk membaca surat Al-Waqiah sesuai dengan tujuan masing-masing.

Waktu-Waktu Terbaik Membaca Surah Al-Waqiah untuk Memohon Rezeki

1. Setiap Malam

Waktu yang paling utama dan paling sering disebutkan dalam berbagai riwayat adalah membaca surat Al-Waqiah setiap malam. Sejumlah hadits dari berbagai periwayat—termasuk Al-Bayhaqi, Ibnu Mardawaih, Abu Ya’la, Al-Harits bin Abi Usamah, dan Ibnu Ad-Durais—menegaskan keutamaan ini.

Dalam Tafsir Fath Al-Qadir karya Imam Asy-Syaukani, diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Siapa yang membaca Surat Al-Waqiah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kemiskinan selamanya”.

Para ulama menyatakan bahwa membaca surat Al-Waqiah pada tiap malam akan dimudahkan dan dicukupkan rezekinya oleh Allah SWT, serta dijauhkan dari kefakiran.

Imam Muhammad Al-Baqir bahkan menganjurkan membaca Al-Waqiah sebelum tidur dengan sabda: “Barang siapa membaca surat Al-Waqiah sebelum tidur, dia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama”.

2. Setelah Shalat Subuh

Waktu terbaik kedua adalah setelah shalat Subuh. Imam Ahmad meriwayatkan dari Jabir ibnu Samurah bahwa Rasulullah SAW dalam shalat Subuhnya membaca surat Al-Waqiah dan surat-surat lainnya yang semisal. Hal ini menunjukkan bahwa surat Al-Waqiah adalah surat yang biasa dibaca Nabi SAW pada waktu shalat Subuh.

Waktu antara shalat Subuh sampai terbitnya matahari juga disebut sebagai waktu yang mustajab untuk membaca surat ini. Banyak orang meyakini bahwa membaca Surah Al-Waqiah setiap pagi akan memudahkan seseorang mendapatkan rezeki berlimpah.

3. Setelah Shalat Dhuha dan Shalat Tahajud

Salah satu waktu terbaik untuk mengamalkan surat Al-Waqiah adalah setelah shalat Dhuha dan shalat Tahajud. Beberapa pendapat menyebutkan bahwa pada ayat ke-89 dibaca sebanyak tiga kali dengan menahan napas dan diam sejenak, kemudian disambung dengan permohonan atau hajat yang diinginkan, lalu dilanjutkan hingga ayat terakhir.

Membaca surat ini setelah shalat Tahajud di sepertiga malam terakhir juga sangat dianjurkan. Waktu sepertiga malam merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa, sehingga menggabungkan pembacaan Al-Waqiah dengan doa di waktu tersebut menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

4. Setelah Shalat Ashar

Terdapat pendapat yang menganjurkan membaca surat Al-Waqiah sebanyak 14 kali setelah shalat Ashar. Dalam Kitab Mujarobat, disebutkan bahwa amalan ini akan mendatangkan kekayaan yang berlimpah dan tidak akan ada habisnya.

5. Malam Jumat

Imam Ja’far dalam Khazinatul Asrar Kubra menyebutkan keutamaan membaca surat Al-Waqiah pada malam Jumat: “Barang siapa membaca surat Al-Waqiah pada malam Jumat, dia akan dicintai Allah, dicintai manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia”.

6. Setiap Hari Jumat

Selain malam Jumat, membaca surat ini pada hari Jumat juga dibolehkan dan memiliki keutamaan tersendiri.

Keutamaan-Keutamaan Surat Al-Waqiah

1. Terhindar dari Kemiskinan dan Kefakiran

Keutamaan yang paling masyhur dari surat Al-Waqiah adalah sebagai pembuka pintu rezeki dan pelindung dari kemiskinan. Dalam kitab Madza fi Sya’ban halaman 34, Sayyid Alawi Al-Maliki menjelaskan bahwa salah satu keutamaan membaca surat Al-Waqi’ah adalah kemampuannya untuk membantu menghindari dari kefakiran serta kemiskinan.

Imam Baihaqi meriwayatkan hadits Nabi Muhammad SAW: “Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, dia tidak akan jatuh miskin” (HR. Baihaqi). Meskipun sanad hadits ini memiliki kelemahan, para ulama tetap memperbolehkan mengamalkannya untuk mendapatkan fadhilah amal.

2. Surat Kekayaan (Surat Al-Ghina)

Rasulullah SAW menyebut surat Al-Waqiah sebagai “Surat Kekayaan”. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA: “Surat Al-Waqiah adalah Surat Kekayaan, maka bacalah dan ajarkanlah kepada anak-anak kalian” (HR. Ibnu Asakir).

Bahkan Rasulullah SAW secara khusus memerintahkan untuk mengajarkan surat ini kepada para wanita. Dari Anas bin Malik RA, Nabi SAW bersabda: “Ajarkanlah wanita kalian Surat Al-Waqiah, karena itu adalah Surat Kekayaan” (HR. Ad-Dailami).

3. Mendatangkan Rezeki Berlimpah

Surat Al-Waqiah diyakini dapat mendatangkan rezeki yang melimpah dan tidak terduga. Sayyid Muhammad bin al-Alawy al-Maliki al-Hasani dalam karyanya Abwab al-Farah menyebutkan bahwa keutamaan dari Al-Waqiah adalah menarik rezeki.

4. Pembuka Pintu Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Surat Al-Waqiah juga mengandung doa untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat. Membaca surat ini secara rutin dapat membantu memperbaiki kualitas hidup seseorang dan memberikan kebahagiaan yang hakiki.

5. Dikabulkan Hajat dan Doa

Banyak ulama meyakini bahwa surat ini dapat mendatangkan rezeki dan mengabulkan hajat-hajat yang berhubungan dengan rezeki. Dalam praktik Majelis Hubbun Nabi, para jamaah merasakan manfaat berupa terkabulnya doa-doa, kelancaran rezeki, keberkahan kehidupan, dan ketenangan batin.

6. Mendatangkan Pahala dan Keutamaan

Membaca surat Al-Waqiah—sebagaimana membaca ayat-ayat Al-Qur’an lainnya—mendatangkan banyak pahala dan keutamaan. Selain itu, tradisi pembacaan secara berjamaah juga menambah ukhuwah Islamiyah di antara para pelakunya.

7. Dicintai oleh Allah, Malaikat, dan Sesama Manusia

Keutamaan lain dari surat Al-Waqiah adalah menjadikan pembacanya dicintai oleh Allah, malaikat, dan sesama manusia.

Hikmah Membaca Surah Al-Waqiah

Membaca Surah Al-Waqiah bukan sekadar ritual untuk “menarik rezeki” secara material. Terdapat hikmah mendalam di balik pengamalannya:

Pertama, surat ini mengingatkan pembacanya akan kepastian hari kiamat dan kehidupan akhirat. Dengan menyadari bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, seseorang akan lebih bersyukur atas rezeki yang diberikan dan tidak terlena dalam keserakahan.

Kedua, Al-Waqiah mengajarkan tentang tiga golongan manusia di hari hisab: as-sabiqun (yang berlomba dalam kebaikan), ash-habul yamin (golongan kanan), dan ash-habul masy’amah (golongan kiri). Pemahaman ini mendorong seseorang untuk berlomba dalam kebaikan dan menjauhi kemaksiatan.

Ketiga, sebagaimana dijelaskan dalam penelitian Mila Aulia, tradisi pembacaan Al-Waqiah oleh Majelis Hubbun Nabi berhasil menggeser nalar masyarakat dari kepercayaan mistis (seperti pesugihan dan jimat) menuju nalar ruhani berbasis qur’ani. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an mampu menjadi pedoman hidup yang membawa perubahan positif.

Keempat, pembacaan Al-Waqiah secara komunal memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membangun kebersamaan dalam kebaikan, sebagaimana dirasakan oleh jamaah Majelis Hubbun Nabi.

Pertanyaan Seputar Membaca Al Waqiah

1. Apakah membaca Surat Al-Waqiah setiap malam benar-benar menjamin rezeki?

Menurut hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa membaca Surat Al-Waqiah setiap malam tidak akan ditimpa kemiskinan selamanya. Namun para ulama mengingatkan bahwa riwayat ini memiliki tingkat kelemahan sehingga tidak dapat dijadikan dasar hukum yang kuat, tetapi tetap diperbolehkan untuk diamalkan sebagai fadhilah amal. Rezeki tetap harus diiringi dengan usaha dan ikhtiar.

2. Kapan waktu paling mustajab membaca Surat Al-Waqiah untuk rezeki?

Waktu yang paling utama adalah setiap malam, sebagaimana disebutkan dalam berbagai riwayat. Selain itu, waktu setelah shalat Subuh, setelah shalat Dhuha, setelah shalat Tahajud di sepertiga malam, dan setelah shalat Ashar juga merupakan waktu-waktu yang dianjurkan.

3. Bolehkah membaca Surat Al-Waqiah pada siang hari?

Membaca Surat Al-Waqiah pada siang hari diperbolehkan dan tetap berpahala. Namun, waktu-waktu tertentu seperti malam hari dan setelah shalat Subuh dianggap lebih utama berdasarkan hadits-hadits Nabi SAW.

4. Apakah Surat Al-Waqiah hanya untuk memohon rezeki dunia?

Tidak. Meskipun terkenal sebagai surat pembuka rezeki, kandungan Surat Al-Waqiah terutama membahas tentang hari kiamat, keadaan penghuni surga dan neraka, serta balasan bagi orang yang bersyukur maupun kufur. Keutamaannya mencakup rezeki dunia maupun akhirat, serta kebahagiaan hakiki di kedua kehidupan.

5. Bagaimana tata cara mengamalkan Surat Al-Waqiah untuk rezeki?

Tata cara yang umum dilakukan adalah membaca istighfar 3 kali, shalawat 3 kali, membaca Surat Al-Waqiah, dan ditutup dengan doa memohon rezeki. Dalam tradisi Majelis Hubbun Nabi, pembacaan dilakukan secara berjamaah dengan diawali tawassul dan diakhiri doa panjang.

Sumber : https://www.liputan6.com/islami/read/8272779/6-waktu-terbaik-membaca-surah-al-waqiah-untuk-memohon-rezeki-simak-penjelasan-ulama

Japanese Walking, Metode Jalan Cepat-Lambat yang Viral di Media Sosial

Japanese Walking, Metode Jalan Cepat-Lambat yang Viral di Media Sosial

Liputan6.com, Jakarta – Metode jalan cepat-lambat Japanese Interval Walking Training (IWT) mendadak viral di media sosial. Ilmuwan Jepang sebenarnya telah meneliti metode ini sejak puluhan tahun lalu, jauh sebelum tren tersebut ramai dibicarakan di dunia maya.

Riset menunjukkan latihan ini dapat meningkatkan kebugaran aerobik, menurunkan tekanan darah, dan membangun kekuatan otot jika dilakukan minimal empat hari dalam seminggu. Jalan kaki biasa umumnya dilakukan dengan kecepatan yang stabil sepanjang waktu.

Namun, Japanese walking mengharuskan pelakunya berganti kecepatan untuk menantang otot, jantung, dan paru-paru. Fase jalan cepat dilakukan pada intensitas sekitar 70 persen dari kemampuan maksimal tubuh, sedangkan fase jalan lambat berada di kisaran 40 persen.

Kombinasi keduanya membuat tubuh bekerja lebih keras dibandingkan berjalan dengan ritme konstan. Shawn G. Anthony, dokter bedah ortopedi sekaligus associate chief sports medicine di Mount Sinai Health System New York, menjelaskan perubahan intensitas ini memberi manfaat ganda bagi tubuh.

“Perubahan intensitas memacu jantung dan otot bekerja lebih keras, namun latihan ini tetap ringan bagi sendi pinggul dan lutut,” katanya, melansir Web MD, Jumat (21/8/2026). Karakter inilah yang membuat Japanese walking dianggap relatif aman bagi sendi dibandingkan olahraga intensitas tinggi lainnya.

Barbara Walker, psikolog kesehatan integratif sekaligus profesor psikiatri dan neurosains perilaku di University of Cincinnati College of Medicine, menyoroti efisiensi waktu dari metode ini. “Secara umum, rutinitas ini hanya membutuhkan dua jam per minggu, dibandingkan sekitar 10 jam untuk mencapai target 10.000 langkah setiap hari,” sebutnya.

Manfaat Kesehatan

Sejumlah manfaat kesehatan turut menyertai penerapan rutin Japanese walking. Pembakaran kalori meningkat karena tubuh bekerja lebih keras selama fase cepat, sementara kekuatan otot kaki ikut terbangun sehingga koordinasi dan keseimbangan tubuh membaik.

Daya tahan tubuh juga meningkat dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan rutinitas jalan kaki biasa, sedangkan kesehatan jantung terdorong oleh interval yang memacu detak jantung secara berkala.

Kadar gula darah turut membaik karena otot menyerap gula darah lebih banyak saat bekerja keras, sementara suasana hati ikut membaik berkat efek relaksasi dari aktivitas berjalan, terutama bila dilakukan di ruang terbuka dengan udara segar dan pemandangan alam.

Kebutuhan untuk terus memperhatikan waktu dan kecepatan selama sesi interval juga membuat pelakunya tetap fokus, sehingga variasi ritme ini dinilai membantu menjaga motivasi berolahraga dalam jangka panjang.

Kata Studi

Sebuah studi pada 2007 menemukan metode ini memperbaiki kekuatan, kebugaran, dan tekanan darah lebih baik dibandingkan jalan kaki biasa.

Penelitian lanjutan menunjukkan penerapan rutin selama empat bulan mampu menurunkan gula darah, tekanan darah, kolesterol, serta indeks massa tubuh, sekaligus meningkatkan VO2 max hingga sekitar 20 persen, yang menjadi indikator utama tingkat kebugaran kardiovaskular seseorang.

Studi lain pada kelompok lansia berusia 65 tahun ke atas menemukan peserta yang menjalani latihan interval memiliki daya tahan dan fleksibilitas lebih baik dibandingkan kelompok yang hanya berjalan dengan ritme biasa, meski kedua kelompok sama-sama mengalami perbaikan suasana hati dan kualitas tidur.

Penerapan Japanese walking tidak memerlukan peralatan rumit selain sepatu yang mendukung, pakaian nyaman, dan pengatur waktu.

Mulai Sesi Latihan

Sesi latihan dimulai dengan pemanasan berjalan lambat selama beberapa menit, dilanjutkan tiga menit jalan cepat, kemudian tiga menit jalan lambat, dan diulang sebanyak lima kali hingga total waktu mencapai 30 menit. Latihan ditutup dengan pendinginan berupa jalan lambat dan peregangan.

Bagi yang kesulitan meluangkan waktu 30 menit sekaligus, sesi ini dapat dipecah menjadi tiga kali jalan kaki selama 10 menit sepanjang hari. Metode ini dinilai cocok bagi banyak kalangan, termasuk lansia, meski intensitas intervalnya tidak selalu sesuai untuk semua orang.

Orang dengan riwayat gangguan jantung, sendi, atau keseimbangan disarankan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mencoba metode ini. Bagi pemula yang belum terbiasa berolahraga, memulai dengan ritme stabil sebelum menambahkan interval cepat secara bertahap menjadi pilihan yang lebih aman.

Sumber : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8274753/japanese-walking-metode-jalan-cepat-lambat-yang-viral-di-media-sosial

Rahasia Masjid Nabawi Tetap Sejuk di Tengah Cuaca Panas Madinah

Rahasia Masjid Nabawi Tetap Sejuk di Tengah Cuaca Panas Madinah

Jakarta – Masjid Nabawi tetap terasa sejuk meski cuaca di Madinah terik dan panas. Hal ini disebabkan adanya marmer Thassos putih di masjid tersebut.

Dilansir dari Arab News, Otoritas Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci memasang 117.000 meter persegi marmer Thassos putih di bagian atap dan halaman luar Masjid Nabawi. Marmer khusus itu jadi bagian penting dalam sistem pendinginan lingkungan di kawasan Masjid Nabawi.

Tak hanya memperindah tampilan arsitektur Masjid Nabawi, material itu berfungsi menjaga suhu area sekitar tetap sejuk walau cuaca di Madinah sedang panas. Marmer Thassos putih adalah elemen arsitektur yang paling menonjol di Masjid Nabawi.

Material tersebut digunakan secara luas pada atap dan pelataran masjid untuk mendukung kenyamanan para jemaah yang beribadah. Adanya marmer Thassos putih memungkinkan jemaah merasakan suasana yang lebih nyaman saat berada di area masjid, baik ketika salat di bangunan utama, beraktivitas di sekitar lantai atap masjid, atau ketika berada di halaman luar.

Keunggulan utama marmer Thassos putih sendiri adalah kemampuannya memantulkan sinar matahari. Karakteristik itu membantu mengurangi penyerapan panas sehingga suhu permukaan marmer relatif lebih rendah dibanding material lainnya.

Adanya teknologi dan pemilihan material tersebut membuat para jemaah merasakan sensasi sejuk ketika berjalan atau beribadah di area terbuka Masjid Nabawi. Hal ini jadi sangat penting, utamanya saat musim panas ketika suhu udara di Madinah bisa mencapai tingkat yang sangat tinggi.

Menurut penjelasan otoritas terkait, marmer Thassos dikenal luas karena warna putih yang cerah dan kualitasnya yang tinggi. Material itu dipilih secara khusus karena memiliki kemampuan luar biasa dalam memantulkan cahaya matahari sekaligus menjaga suhu permukaan tetap dingin.

Karakteristik tersebut membuat marmer Thassos sangat ideal untuk digunakan pada area-area yang jadi tempat berkumpul dan beribadah bagi jutaan jemaah sepanjang tahun. Demi menjaga kualitas dan fungsinya, marmer di Masjid Nabawi mendapat perawatan secara rutin.

Proses perawatan marmer itu mencakup pemolesan, pembersihan, hingga sanitasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Sumber : https://www.detik.com/hikmah/haji-dan-umrah/d-8627781/rahasia-masjid-nabawi-tetap-sejuk-di-tengah-cuaca-panas-madinah