Jakarta – Masjid Nabawi tetap terasa sejuk meski cuaca di Madinah terik dan panas. Hal ini disebabkan adanya marmer Thassos putih di masjid tersebut.
Dilansir dari Arab News, Otoritas Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci memasang 117.000 meter persegi marmer Thassos putih di bagian atap dan halaman luar Masjid Nabawi. Marmer khusus itu jadi bagian penting dalam sistem pendinginan lingkungan di kawasan Masjid Nabawi.
Tak hanya memperindah tampilan arsitektur Masjid Nabawi, material itu berfungsi menjaga suhu area sekitar tetap sejuk walau cuaca di Madinah sedang panas. Marmer Thassos putih adalah elemen arsitektur yang paling menonjol di Masjid Nabawi.
Material tersebut digunakan secara luas pada atap dan pelataran masjid untuk mendukung kenyamanan para jemaah yang beribadah. Adanya marmer Thassos putih memungkinkan jemaah merasakan suasana yang lebih nyaman saat berada di area masjid, baik ketika salat di bangunan utama, beraktivitas di sekitar lantai atap masjid, atau ketika berada di halaman luar.
Keunggulan utama marmer Thassos putih sendiri adalah kemampuannya memantulkan sinar matahari. Karakteristik itu membantu mengurangi penyerapan panas sehingga suhu permukaan marmer relatif lebih rendah dibanding material lainnya.
Adanya teknologi dan pemilihan material tersebut membuat para jemaah merasakan sensasi sejuk ketika berjalan atau beribadah di area terbuka Masjid Nabawi. Hal ini jadi sangat penting, utamanya saat musim panas ketika suhu udara di Madinah bisa mencapai tingkat yang sangat tinggi.
Menurut penjelasan otoritas terkait, marmer Thassos dikenal luas karena warna putih yang cerah dan kualitasnya yang tinggi. Material itu dipilih secara khusus karena memiliki kemampuan luar biasa dalam memantulkan cahaya matahari sekaligus menjaga suhu permukaan tetap dingin.
Karakteristik tersebut membuat marmer Thassos sangat ideal untuk digunakan pada area-area yang jadi tempat berkumpul dan beribadah bagi jutaan jemaah sepanjang tahun. Demi menjaga kualitas dan fungsinya, marmer di Masjid Nabawi mendapat perawatan secara rutin.
Proses perawatan marmer itu mencakup pemolesan, pembersihan, hingga sanitasi yang dilakukan secara berkelanjutan.




